Madrid Open 2026: Janice terhenti di tangan unggulan

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen terhenti pada babak kedua Madrid Open 2026 setelah kalah dari unggulan ke-20 Liudmila Samsonova dengan skor 6-2, 6-1 di Lapangan 8 Caja Magica, Jumat. Janice tak mampu menghalau Samsonova yang bermain solid dalam laga pembukanya pada ajang WTA 1000 tersebut. Berbekal servis kuat, petenis asal Rusia itu menciptakan satu ace, memasukkan 82,6 persen servis pertama, lalu mencatatkan 84,2 persen poin pada servis pertama. Permainan solid Samsonova berlanjut pada set kedua. Tidak seperti set pembuka yang diwarnai dua kesalahan ganda, ia bermain tanpa catatan double fault, dan mengkonversi tiga dari empat peluang break point. Petenis berusia 27 tahun yang saat ini berada di peringkat ke-20 WTA tersebut mencatatkan 81,8 persen poin pada servis pertama, dan 80 persen untuk membukukan kemenangan. Pada babak ketiga, Samsonova menunggu pemenang laga antara unggulan ke-13 asal Ceko Linda Noskova atau petenis Kolombia Emiliana Arango. Meski mengalami kekalahan, Janice berhasil memecah kebuntuan setelah kandas pada babak pertama dalam empat turnamen sebelumnya. Ia terhenti pada babak pertama WTA 500 Merida Open di Meksiko, lalu kalah pada laga pembukanya di Indian Wells dan Miami Open. Ia kemudian mengikuti WTA 500 Charleston Open tetapi lagi-lagi belum mampu membuahkan kemenangan. Janice masih memiliki satu nyawa lagi untuk tetap berada di Madrid. Berpasangan dengan seniornya di timnas Indonesia Aldila Sutjiadi, ganda putri peraih medali emas SEA Games 2025 Thailand itu akan bertanding di babak 16 besar Madrid Open 2026. Janice/Aldila, yang meraih gelar WTA 250 Chennai Open di India pada November 2025, menunggu pemenang dari laga babak pertama duo Asia Jepang-Taipei Eri Hozumi/Fang-Hsien Wu atau unggulan keenam pasangan Spanyol-AS Cristina Bucsa/Nicole Melichar-Martinez.

Mandalika Racing Series perkuat pembinaan pembalap Indonesia

MRS 2026

Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menyatakan, Kejuaraan Nasional (kejurnas) Mandalika Racing Series (MRS) di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, pada 25-26 April 2026, memperkuat pembinaan pembalap muda Indonesia, . “Ajang ini untuk mendukung perkembangan dunia motorsport nasional dalam rangka meningkatkan potensi dan prestasi para pembalap Indonesia,” ujar Direktur Utama MGPA Priandi Satria di Lombok Tengah, Sabtu. PRIDE Motorsport, MGPA didukung Ikatan Motor Indonesia (IMI) sebagai penyelenggara Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series 2026, telah merancang agar gelaran di tahun keempat ini meningkat kualitasnya dari berbagai aspek dengan dukungan berbagai pihak. “Perjalanan Mandalika Racing Series sejak dirintis tahun 2023 terus memperlihatkan hasilnya yang ditandai prestasi para pembalap Indonesia di ajang balap internasional,” kata Priandi. Dia mengatakan, keberlangsungan MRS tidak terlepas dari dukungan ITDC sebagai BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata terintegrasi, kemudian konsistensi Pertamina hingga musim 2026 termasuk para sponsor lain menjadi bukti bahwa Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series telah menjadi kompetisi bergengsi balap motor nasional. “Keikutsertaan pembalap Indonesia di tingkat internasional termasuk beberapa prestasi yang diraih lahir dari lintasan Pertamina Mandalika International Circuit dalam tiga tahun terakhir,” tutur Priandi. Sementara itu, CEO PRIDE Motorsport Eddy Saputra mengatakan pihaknya terus berinovasi dalam kemasan MRS termasuk konsep kompetisi agar mengikuti pola penjenjangan sistematis dalam upaya mencetak prestasi pembalap Indonesia yang mendunia. “Konsistensi adalah kunci kami mempertahankan ajang ini agar tetap berlangsung serta meningkatkan mutu penyelenggaraan mulai dari branding, aktivasi, hingga tayangan live streaming termasuk digitalnya,” kata Eddy, Dia menambahkan, satu hal yang menjadi perhatian adalah pembinaan usia muda agar bisa terus lahir bakat-bakat baru potensial yang siap tampil dan kompetitif di tingkat lebih tinggi. “Tahun ini, kami membuka kelas pendukung baru yakni Junior Sport 250 U-18 bagi pembalap junior berusia 13-18 tahun sebelum mereka naik ke kelas profesional,” ujar Eddy.

Bikin Bangga! Dinov Kibarkan Merah Putih di Uzbekistan

Nusrtdinov Zayan Fatih

Nusrtdinov Zayan Fatih, sukses mengharumkan nama bangsa di ajang AEF/Mantena Cup CSI1*-B Tashkent 2026 yang berlangsung di Universal Horses Stable, Tashkent, Uzbekistan, pada 23–24 April 2026. Ia finis di posisi ketiga dalam kompetisi yang diikuti 10 peserta dari sembilan negara Asia. Dinov menghadapi tantangan besar sejak awal. Ia tiba di Uzbekistan pada 22 April dini hari dan langsung menjalani undian kuda keesokan harinya. Dengan sistem borrow horse (kuda pinjam), ia hanya memiliki waktu adaptasi yang sangat terbatas: satu sesi latihan selama 30 menit dan enam kali lompatan sebelum turun bertanding. Kondisi tersebut membuat proses penyesuaian menjadi tidak mudah. Beruntung, Dinov mendapat bantuan dari pelatih lokal Uzbekistan, Bekzod Kurbanov, yang membimbingnya beradaptasi dengan kuda hasil undian. Meski minim persiapan, Dinov mampu tampil solid di kelas open—kategori yang mayoritas diisi atlet senior, termasuk dari negara-negara Timur Tengah. Dari sedikit peserta junior, Indonesia menjadi salah satu yang mencuri perhatian. Saat berlaga, Dinov yang berpasangan dengan kuda Jangcy L mencatatkan clear round dengan waktu 56,96 detik. Hasil itu cukup untuk mengamankan podium ketiga. Posisi pertama dan kedua ditempati atlet tuan rumah Uzbekistan, Dilshod Shokirov dan Anna Sigidina, yang juga mencatatkan clear round dengan waktu lebih cepat. Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting bagi Dinov, yang sebelumnya harus melalui seleksi ketat di ajang Patriot Equifest & Kartini Cup 2026 di Indonesia. Podium di Tashkent sekaligus menjadi bukti bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mewakili Indonesia tidak sia-sia. Dinov pun menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanannya hingga tampil di kejuaraan internasional tersebut.

Jadwal Asian Beach Games 2026 & Daftar Cabor Diikuti Indonesia

The 6th Asian Beach Games Sanya 2026

Daftar Cabor yang diikuti Indonesia di Asian Beach Games 2026 antara lain bola basket 3×3 (8 atlet), bola voli pantai (6 atlet), dan panjat tebing (8 atlet). Para atlet yang diturunkan merupakan kombinasi antara atlet senior berpengalaman dan atlet junior. Para atlet diharap mendapatkan pengalaman bertanding di level internasional, serta meraih hasil maksimal di 3 cabang olahraga yang diikuti. Asian Beach Games 2026 ini juga menjadi ajang persiapan menuju Asian Games 2026 pada September-Oktober mendatang. Jadwal Asian Beach Games 2026 bergulir pada 22-30 April 2026 di Sanya, Provinsi Hainan, Cina. Asian Beach Games adalah ajang olahraga multi-cabang (multi-sport event) tingkat regional Asia yang khusus mempertandingkan olahraga pantai dan air. Ajang ini merupakan salah satu pesta olahraga Asia di bawah naungan Olympic Council of Asia (OCA). Edisi pertama Asian Beach Games diselenggarakan di Bali, Indonesia pada tahun 2008 dan sempat terhenti cukup lama dari tahun 2016 hingga 2026. Pada Asian Beach Games edisi ke-6 ini, terdapat 14 cabang olahraga dengan 15 disiplin yang dipertandingkan. Kontingen Indonesia sendiri hanya mengikuti 3 Cabor antara lain bola basket 3×3, panjat tebing, dan bola voli pantai. Indonesia mengirimkan 22 atlet dengan rincian 8 atlet bola basket 3×3 putra dan putri, 8 atlet panjat tebing putra dan putri, serta 6 atlet bola voli pantai putra dan putri. Penentuan jumlah kontingen disesuaikan dengan kondisi dukungan anggaran agar para atlet bisa tampil dengan lancar. Para atlet yang diturunkan merupakan kombinasi antara atlet senior dan junior. Pada cabang bola basket 3×3, ada Ebrahim Lopez Enguio yang akan berjuang bersama pemain muda seperti Halmaheranno Aprianto Lolaru Hady dan Jonathan Patrick Ale. Sementara Cabor bola basket 3×3 putri juga diperkuat pemain senior Kimberley Perre-Louis Berlian bersama pemain muda seperti Yesi Tri Utari, Diva Intan Nur Fadillah dan Angelica Jennifer Candra. Lalu Cabor bola voli pantai menurunkan sejumlah pemain andalan seperti Bintang Akbar, Sofyan Rahman Efendi, Imam Ahmad Faisal, dan Fairuz Bayhaqly di sektor putra. Sementara sektor putri mengandalkan duet Josephine Selvina Anasthasya Kaize dan Nur Atika Sari. Dari Cabor panjat tebing menerjunkan atlet Olimpiade yang baru-baru ini meraih emas nomor speed climbing putri di Kejuaraan Panjat Tebing Asia 2026 yaitu Desak Made Rita Kusuma Dewi. Cabang andalan Indonesia itu juga memainkan beberapa bintang muda yang sedang naik daun seperti Kadek Adi Asih dan Anasyafi Robby Al Hilmi. Para atlet diharap mendapatkan pengalaman bertanding di level internasional, serta meraih hasil maksimal di 3 cabang olahraga yang diikuti. Asian Beach Games 2026 ini juga menjadi ajang persiapan menuju Asian Games 2026 pada September-Oktober mendatang. Berikut daftar lengkap cabang olahraga yang dipertandingkan di Asian Beach Games 2026: Akuatik: Renang Perairan Terbuka (Open Water Swimming) dan Polo Air Pantai (Beach Water Polo). Aquathlon Atletik Pantai Bola Basket 3×3 Bola Tangan Pantai (Beach Handball) Kabaddi Pantai Sepak Bola Pantai (Beach Soccer) Bola Voli Pantai (Beach Volleyball) Gulat Pantai (Beach Wrestling) Perahu Naga (Dragon Boat) Jiu-jitsu Layar (Sailing) Panjat Tebing (Sport Climbing) Teqball Berikut adalah daftar atlet Indonesia yang bertanding di Asian Beach Games 2026: Bola Basket 3×3 Putra: Jonathan Patrick Alex, Ebrahim Lopez Enguio, Jamar Andre Jhonson, Halmaheranno Aprianto Lolaru Hady Putri: Angelica Jennifer Candra, Diva Intan Nur Fadillah, Kimberley Pierre-Louis, Berlian Yesi Triutari. Bola Voli Pantai Putra: Bintang Akbar, Fairuz Bayhaqly, Sofyan Rachman Efendi, Imam Ahmad Faisal, Putri: Josephine Selvina Anasthasya Kaize, Nur Atika Sari. Panjat Tebing Putra: Antasyafi Robby Al Hilmi, Ramaski Aswin Kristanto, Raharjati Nursamsa, Aditia Tri Syahria. Putri: Kadek Adi Asih, Desak Made Rita Kusuma Dewi, Puja Lestari, Amanda Narda Mutia. Berikut jadwal atlet Indonesia di Asian Beach Games 2026 pada 3 cabang olahraga yang diikuti: 23-29 April 2026: Bola Voli Pantai (Babak Penyisihan hingga Final) 25 April 2026: Bola Basket 3×3 16.20 WIB: Indonesia vs Filipina (Putri) 18.25 WIB: Indonesia vs Kirgistan (Putri) 26 April 2026: Bola Basket 3×3 11.50 WIB: Indonesia vs Mongolia (Putra) 13.55 WIB: Indonesia vs Sri Lanka (Putra) 27 April 2026: Bola Basket 3×3 12.40 WIB: Indonesia vs Macao (Putri) 17.35 WIB: Indonesia vs Malaysia (Putra) 28-29 April 2026: Panjat Tebing (Penyisihan dan Final) *Jadwal pertandingan dapat berubah sewaktu-waktu.

Kejurnas Taekwondo 2026 Diikuti 450 Atlet Muda

Kejuaraan Nasional Taekwondo 2026

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo 2026 berlangsung di Samarinda. Ajang ini diikuti 450 atlet muda dari 31 provinsi. Kejurnas Taekwondo digelar di GOR Serbaguna Stadion Kadrie Oening pada 23-25 April 2026. Ini menjadi panggung untuk para petarung muda Indonesia. Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI Richard Tampubolon, menegaskan kejurnas ini menjadi tolok ukur pembinaan daerah. Ada pula harapan lahirnya bibit muda di kancah taekwondo. “Harapan saya, dari Kejurnas ini akan terlihat hasil dari program pembinaan serta lahir kader-kader atlet baru dari seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke,” kata Richard dalam keterangan persnya. Ia juga mengingatkan bahwa tampil di Kejurnas bukan hal yang mudah, sehingga para atlet harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. “Tidak semua atlet memiliki kesempatan untuk tampil di ajang nasional. Sehingga keikutsertaan ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab,” Richard menambahkan. Richard tak mau para atlet muda taekwondo sekadar mengejar prestasi di kejurnas. Dia menuntut atlet untuk juga menjunjung tinggi sportivitas dalam bertanding. “Saya berharap seluruh atlet bertanding secara sportif, menjaga persaudaraan, sehingga kejuaraan ini dapat berjalan sukses dan lancar,” Richard mengungkapkan. “Saya yakin integritas wasit akan terus dijaga dan ditingkatkan demi menghasilkan pertandingan yang adil dan berkualitas,” tambahnya. Taekwondo Indonesia terus berusaha membangun fondasi untuk pencapaian masa depan. Atlet Indonesia diharapkan bisa berjaya di level internasional. “Semoga melalui ajang ini, kita dapat terus mengibarkan bendera Merah Putih dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya di kancah dunia,” pungkasnya.

Akademi Bola Voli Yuso Semarang, Perkuat Pembinaan Atlet Muda

Akademi Bola Voli Yuso Semarang

Ekosistem bola voli di Jawa Tengah semakin bergairah dengan diresmikannya Akademi Bola Voli Yuso Semarang di GOR Vopas, Kamis, 23 April 2026. Kehadiran akademi ini menjadi langkah strategis untuk menjaring talenta muda berbakat guna menghadapi ketatnya persaingan atlet profesional di tingkat nasional. Peresmian ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus Yuso Jogjakarta dan Vopas Semarang. Langkah ekspansi ke Ibu Kota Jawa Tengah ini dipandang sebagai upaya jemput bola dalam proses regenerasi atlet. Ketua Umum Yuso Jogjakarta, Wijihastuti, mengungkapkan, pembukaan cabang akademi di Semarang bertujuan untuk memperkuat fondasi pembinaan di daerah. Menurutnya, persaingan di dunia voli saat ini menuntut pola pembinaan yang lebih terstruktur dan masif. “Target ke depannya kita bisa ciptakan atlet-atlet pembinaan yang dipersiapkan untuk jenjang U-15 hingga U-19 dan seterusnya. Kami berharap Akademi Yuso Semarang bisa menyumbang atlet voli profesional dari Jawa Tengah,” ujarnya. Selain pembinaan teknis, Yuso juga menawarkan jalur prestasi bagi para atlet berbakat. Wijihastuti menjelaskan, atlet kelahiran 2009 hingga 2011 yang menunjukkan performa impresif di Akademi Yuso Semarang memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Yogyakarta. Lebih jauh, keberadaan akademi di daerah-daerah merupakan kunci utama bagi Yuso untuk tetap kompetitif di kasta tertinggi kompetisi voli nasional. “Saat ini banyak atlet Yuso yang berlaga di Livoli Divisi Utama, peresmian Akademi Yuso Semarang adalah salah satu langkah untuk mempertahankan posisi itu,” ujarnya. “Mempertahankan prestasi di tengah persaingan ketat tidaklah gampang. Maka kita kombinasikan pembinaan di daerah untuk mengumpulkan talenta terbaik,” katanya. Senada dengan hal tersebut, pemilik home base Akademi Yuso Semarang sekaligus pengurus PBVSI, AM Winarno Subowo, menyambut positif kolaborasi ini. Ia menilai kehadiran akademi dengan reputasi besar seperti Yuso akan memacu lahirnya bintang baru dari Semarang. “Kami sangat mengapresiasi dibukanya akademi ini di GOR Vopas. Ini adalah langkah nyata untuk menciptakan atlet profesional dari Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang, agar nantinya bisa berlaga di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Tingkatkan Kualitas Sepak Bola Usia Dini, FGT Kembali Digelar

Freeport Grassroots Tournament 2026

PSSI melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) terus melanjutkan komitmennya dalam pengembangan sepak bola usia dini melalui penyelenggaraan Freeport Grassroots Tournament (FGT) 2026. Turnamen pertama digelar di Stadion Mandala pada 17-18 April 2026, yang juga dihadiri oleh Senior Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia Nathan Kum, Ketua PSSI Papua Benhur Tomi Mano, serta legenda Timnas Indonesia Titus Bonai, Immanuel Wanggai, dan Gerald Pangkali. Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengapresiasi PT Freeport Indonesia yang terus meningkatkan sepak bola usia dini bersama PSSI. “Saya mengapresiasi partisipasi PT Freeport Indonesia yang selalu mendukung kemajuan sepak bola Indonesia. Kepercayaan ini memperkuat komitmen PSSI untuk terus meningkatkan sepak bola usia dini, baik melalui kompetisi, kolaborasi, maupun pelatihan pelatih berkualitas yang sangat penting dan memberi pengaruh positif bagi perkembangan pemain muda,” kata Erick Thohir. Rangkaian FGT 2026 dimulai di Stadion Mandala, Jayapura, pada 17-18 April 2026, dan diikuti lebih dari 300 anak dan merupakan pelaksanaan ketiga setelah mulai digelar dua tahun lalu. “Pembinaan yang dilakukan oleh PT Freeport Indonesia ini luar biasa. Apalagi melalui akademi sepak bola yang ada di Freeport, sudah banyak pemain yang berkesempatan ke luar negeri. Ini menjadi bukti nyata kontribusi PT Freeport Indonesia yang bekerja sama dengan PSSI dalam mengembangkan sepak bola di Indonesia Timur, khususnya di Papua,” ujar Benhur Tomi Mano. “Untuk itu, kami berharap para orang tua terus mendukung dan mendorong anak-anak yang memiliki potensi di bidang sepak bola. Potensi tersebut tidak hanya untuk Papua, tetapi juga untuk Indonesia agar bisa berjaya di kancah sepak bola dunia ke depannya,” lanjutnya. Senior Vice President (SVP) Community Development PT Freeport Indonesia Nathan Kum mengatakan PTFI terus mendukung pengembangan SDM Papua menuju Papua Unggul, termasuk melalui olahraga. “Kompetisi ini merupakan ajang menjadi ruang belajar penting bagi anak-anak untuk memahami nilai sportivitas, fair play, dan respect atau saling menghormati sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter,” kata Nathan. Nathan menegaskan PTFI berkomitmen mendukung pengembangan SDM Papua menuju Papua unggul, termasuk melalui olahraga. Salah satu wujud nyata adalah Papua Football Academy di Mimika, yang membina talenta muda Papua secara menyeluruh, mulai dari teknik sepak bola, pendidikan formal, hingga pembentukan karakter. “Sebagai buah hasil dari pembinaan usia dini yang terstruktur dan berstandar tinggi, di tahun 2025 terdapat 6 alumni PFA dipanggil untuk seleksi Timnas U17. Sedangkan di 2026 ini, 3 siswa PFA angkatan kedua, Stenly Meyanu, Yance Glen Imbiri dan Dolfi Salossa dipanggil Timnas U17 untuk masuk pemusatan training camp sekaligus berkompetisi sebagai bagian dari persiapan menuju AFC U17 Asian Cup 2027,” katanya. Selain memperebutkan gelar juara untuk kategori U-10 dan U-12, turnamen FGT juga menghadirkan penghargaan fair play di masing-masing kategori. Tidak hanya berfokus pada aspek kompetisi, FGT 2026 juga menghadirkan program distribusi sepatu sepak bola untuk sekolah sepak bola (SSB) peserta sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan usia dini. Secara format, kompetisi menggunakan sistem 7 lawan 7, dengan setiap tim diperbolehkan mendaftarkan maksimal 15 pemain. Pertandingan berlangsung dalam durasi 2 x 15 menit dengan waktu istirahat selama 5 menit, serta menerapkan pergantian pemain tanpa batas. Turnamen berlangsung secara intensif dan efisien selama dua hari. Seluruh pertandingan dimainkan secara paralel di empat lapangan untuk memastikan setiap tim mendapatkan kesempatan bermain yang merata. “Hari ini, anak-anak Papua bermain dengan sangat baik. Sebagai Ketua PSSI Papua, saya mengucapkan terima kasih kepada PT Freeport Indonesia dan PSSI Pusat atas kerja sama yang telah terjalin,” tutur Benhur Tomi Mano. Melalui penyelenggaraan FGT 2026, PSSI dan PTFI berharap dapat terus memperkuat fondasi pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia, sekaligus memberikan pengalaman kompetisi yang positif, kompetitif, dan menyenangkan bagi para pemain muda di berbagai daerah.

Rangkaian Sirnas Bulu Tangkis 2026 Akan Kembali Bergulir.

Hydroplus Sirkuit Nasional B Sulawesi Tengah 2026

Setelah sukses digelar pekan lalu di Kota Pahlawan, rangkaian Hydroplus Sirkuit Nasional 2026 akan kembali bergulir. Bertajuk Hydroplus Sirkuit Nasional B Sulawesi Tengah Tahun 2026, akan digelar di kota Palu. Seri pembuka Sirkuit Nasional B tersebut akan berlangsung di GOR GBK Andi Raga Pettalolo, Palu pada 27 April – 2 Mei 2026. Akan ada 11 kategori yang dipertandingkan pada Sirnas Palu 2026, yakni: Tunggal Anak-Anak Putra (TAPA) Tunggal Anak-Anak Putri (TAPI) Ganda Anak-Anak Putra (GAPA) Ganda Anak-Anak Putri (GAPI) Tunggal Pemula Putra (TPA) Tunggal Pemula Putri (TPI) Ganda Pemula Putra (GPA) Ganda Pemula Putri (GPI) Tunggal Usia Dini Putra (UDPA) Tunggal Usia Dini Putri (UDPI) Ganda Pemula Campuran (GPC) Sementara itu, untuk empat rangkaian Sirkuit Nasional B 2026 lainnya akan bergulir di kota Samarinda (Kalimantan Timur), Medan (Sumatera Utara), Bengkulu, dan Bali.

Indonesia Rebut Emas-Perunggu SEA Youth 2026

SEA Youth Table Tennis Championship 2026

Kebangkitan tenis meja Indonesia mulai terlihat melalui capaian atlet muda pada ajang di Singapura. Tim Indonesia meraih satu emas, empat perunggu dalam South East Asian Youth Table Tennis Championship 2026. Medali emas Indonesia diraih Muhammad Naufal Junindra dari nomor Boys U-19 Singles, setelah tampil konsisten sepanjang turnamen. Empat medali perunggu masing-masing dari nomor Girls U-19 Singles, U-19 Mixed Doubles, Boys U-19 Doubles, serta Boys Team. Ni Ketut Maharani menyumbang perunggu dari nomor tunggal putri U-19 setelah perjuangan hingga semifinal. Perjalanan Naufal menuju final dimulai dari kemenangan meyakinkan pada babak perempat final melawan wakil tuan rumah. Ia mengalahkan Nicholas Tan dengan skor telak tiga nol sebelum melaju hingga partai puncak. Naufal menunjukkan permainan konsisten, disiplin, serta kepercayaan diri tinggi dalam setiap pertandingan sepanjang kejuaraan berlangsung. Ia akhirnya memastikan medali emas sebagai pencapaian penting bagi perkembangan atlet muda tenis meja Indonesia. Hal yang sama ditampilkan Ni Ketut Maharani. Maharani menunjukkan daya juang tinggi dengan kemenangan ketat pada babak perempat final menghadapi wakil Thailand. Ia menang dengan skor tiga dua sebelum akhirnya terhenti di semifinal dan mengamankan medali perunggu. “Prestasi ini menunjukkan bahwa pembinaan usia dini yang dilakukan secara konsisten mulai membuahkan hasil. Kompetisi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan menjadi kunci untuk melahirkan atlet-atlet berkualitas yang siap bersaing di level internasional,” ujar Sekretaris Jenderal Indonesia Pingpong League (IPL), Yon Mardiono. Yon menyebut, sinergi antar pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga tren positif tenis meja nasional. Ia menilai adanya semangat baru dalam ekosistem tenis meja nasional yang mulai berkembang secara berkelanjutan. “Kami melihat ada semangat baru dalam ekosistem tenis meja nasional. Jika seluruh pihak dapat terus berjalan dalam satu arah yang sama, saya optimistis prestasi tenis meja Indonesia akan semakin meningkat ke depan,” ujar Yon Mardiono. Perjuangan para atlet Indonesia sendiri telah dilakukan 14-19 April 2026 di Pasir Ris Sports Hall Singapura. Ajang tersebut diikuti 140 atlet dari sembilan negara Asia Tenggara yang bersaing ketat. Tim Indonesia menurunkan 16 atlet muda yang terdiri dari delapan putra dan delapan putri. Para atlet tersebut tampil kompetitif menghadapi lawan dari Brunei Darussalam, Malaysia, Laos, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Madrid Open 2026: Janice melenggang ke babak kedua

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen melenggang ke babak kedua WTA 1000 Mutua Madrid Open 2026 setelah mengalahkan petenis Rusia Alina Charaeva pada laga pembukanya di Madrid, Spanyol, Rabu. Dalam pertandingan yang berlangsung di lapangan 7 Caja Magica, Janice mengalami kesulitan di awal tetapi bermain solid pada set kedua untuk menumbangkan Charaeva dengan 6-4, 6-2, demikian catatan WTA. Petenis berperingkat 39 dunia itu mencoba mendominasi pertandingan tetapi Charaeva, yang menempati peringkat 129 WTA, sengit melawan. Hal itu terlihat dari statistik pertandingan di mana WTA mencatat Janice membukukan lima ace, sementara Charaeva tiga ace. Namun, Janice lebih fokus dengan lebih sedikit mencatatkan double fault, tiga berbanding sembilan. Janice memasukkan 74 persen servis pertamanya, lalu mencatatkan 65 persen poin pada servis pertama, dan 67 persen poin pada servis kedua. Petenis kelahiran Jakarta 23 tahun silam itu juga mengkonversi lima dari delapan peluang break point. Kemenangan tersebut memecahkan kejenuhan Janice setelah kandas pada babak pertama dalam empat turnamen terakhir. Dalam persiapannya menuju “Sunshine Double,” Janice terhenti pada babak pertama WTA 500 Merida Open di Meksiko. Dia kalah pada laga pembukanya di Indian Wells dan Miami Open. Masih di Amerika, Janice kemudian mengikuti WTA 500 Charleston Open tetapi lagi-lagi belum mampu membuahkan kemenangan. Petenis kelahiran Jakarta 23 tahun silam itu juga mengkonversi lima dari delapan peluang break point. Kemenangan tersebut memecahkan kejenuhan Janice setelah kandas pada babak pertama dalam empat turnamen terakhir. Dalam persiapannya menuju “Sunshine Double,” Janice terhenti pada babak pertama WTA 500 Merida Open di Meksiko. Dia kalah pada laga pembukanya di Indian Wells dan Miami Open. Masih di Amerika, Janice kemudian mengikuti WTA 500 Charleston Open tetapi lagi-lagi belum mampu membuahkan kemenangan. Pada babak kedua Madrid Open 2026, Janice akan berhadapan dengan unggulan ke-20 Liudmila Samsonova yang mendapatkan bye pada babak pertama.

Janice/Aldila ke 16 besar Madrid Open 2026

Janice Tjen/Aldila Sutjiadi

Ganda putri Indonesia, Janice Tjen/Aldila Sutjiadi sukses melangkah ke babak 16 besar Madrid Open 2026 setelah meraih kemenangan meyakinkan di babak 32 besar. Menghadapi pasangan Marta Kostyuk (Ukraina)/Clara Tauson (Denmark), Janice/Aldila menang dua set langsung dalam pertandingan yang digelar di lapangan tanah liat Caja Magica, Madrid pada Kamis (24/4) malam WIB. Mereka menuntaskan laga dengan skor 6-3, 7-6 (7-1), demikian laporan laman resmi WTA. Pada set pertama, Janice/Aldila tampil solid dan mampu mengontrol permainan untuk menutup set dengan kemenangan 6-3. Memasuki set kedua, perlawanan Kostyuk/Tauson meningkat hingga memaksa tie-break. Namun, pasangan Indonesia tetap dominan dan mengunci kemenangan dengan skor tie-break 7-1. Dengan hasil ini, Janice/Aldila memastikan tempat di babak delapan besar. Mereka masih menunggu calon lawan yang akan ditentukan dari pertandingan antara Eri Hozumi (Jepang)/Fang-Hsien Wu (Taiwan) melawan pasangan unggulan keenam Cristina Bucsa (Spanyol)/Nicole Melichar-Martinez (Amerika Serikat). Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat (25/4). Sebelum tampil impresif di nomor ganda, Janice Tjen juga mencatat hasil positif di nomor tunggal. Dia berhasil melaju ke babak kedua usai kalahkan petenis Rusia, Alina Charaeva pada laga pembuka yang berlangsung di lapangan 7 Caja Magica, Rabu (22/4). Dalam pertandingan tersebut, Janice sempat mengalami kesulitan di awal laga. Namun, dia mampu bangkit dan tampil solid untuk mengamankan kemenangan dua set langsung dengan skor 6-4, 6-2. Kemenangan itu sekaligus mengakhiri tren negatif Janice yang sebelumnya selalu tersingkir di babak pertama dalam empat turnamen terakhir.

Qarrar Firhand kian dekat ke gelar juara umum WSK Euro Series 2026

WSK Euro Series 2026

Pembalap muda Indonesia, Qarrar Firhand, menunjukkan konsistensi impresif dengan mempertahankan posisi puncak klasemen sementara WSK Euro Series 2026 setelah runner-up pada putaran kedua di Sirkuit Internasional South Garda Karting, Italia, Sabtu. Qarrar mengaku puas dengan performanya yang mampu bersaing sejak sesi awal hingga balapan utama. “Saya benar-benar senang bisa tampil maksimal. Semua berjalan sesuai rencana, dan saya bisa memberikan yang terbaik di setiap sesi,” kata Qarrar dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu. Pembalap berusia 15 tahun itu tampil konsisten sepanjang akhir pekan dengan menembus posisi terdepan sejak heats, prefinal, hingga final. Hasil podium kedua tersebut cukup untuk mengokohkan posisinya di puncak klasemen sementara dengan koleksi 212 poin. Capaian ini sekaligus pencapaian penting bagi Qarrar, yang menjadi pembalap Indonesia pertama yang mampu memimpin klasemen ajang WSK Euro Series, kompetisi gokart bergengsi yang selama ini didominasi pembalap Eropa. Qarrar memiliki keunggulan poin yang cukup signifikan atas para pesaing dengan pesaing terdekat adalah pembalap Turki Iskender Zulfikari yang berada di posisi kedua dengan 130 poin. Lalu pembalap Spanyol Bosco Arias Chavarri di urutan ketiga dengan 129 poin. Dengan demikian peluang Qarrar untuk merebut gelar juara umum musim ini cukup terbuka dengan beberapa balapan tersisa di putaran ketiga di Cremona Circuit, Italia pada Juli. Performa stabil Qarrar di kategori Senior OK juga sebagai sinyal kesiapan untuk naik ke jenjang yang lebih tinggi. Ia dijadwalkan melanjutkan karir ke Formula 4 pada pertengahan musim, sebagai bagian dari proses pembinaan menuju level balap yang lebih kompetitif. Di balik keberhasilannya, dukungan berkelanjutan dari Pertamina menjadi salah satu faktor penting. Selama tiga tahun terakhir, perusahaan energi nasional tersebut konsisten mendampingi perkembangan Qarrar di kancah internasional. Qarrar pun menegaskan ambisinya untuk menutup musim dengan prestasi tertinggi. “Fokus saya sekarang adalah mempertahankan performa dan membawa pulang gelar juara umum untuk Indonesia,” ujarnya.

Ubed tak sabar jalani debut di Piala Thomas 2026

Moh Zaki Ubaidillah

Tunggal putra, Mohammad Zaki Ubaidillah mengaku tidak sabar menjalani laga perdananya bersama tim Indonesia pada ajang Piala Thomas 2026 di Horsens, Denmark pada 24 April hingga 3 Mei. Pebulu tangkis yang akrab disapa Ubed itu menjadi bagian dari skuad Merah Putih di sektor tunggal putra bersama Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Anthony Sinisuka Ginting. “Pastinya berbeda dengan Piala Sudirman atau SEA Games. Bagi saya Piala Thomas lebih bergengsi. Saya tidak menyangka bisa masuk ke dalam tim ini,” kata Ubed dalam keterangan resmi PP PBSI, MInggu. Ia mengatakan ingin memberikan kontribusi maksimal apabila mendapat kesempatan tampil dalam turnamen beregu putra paling bergengsi tersebut. “Saya ingin memberikan yang terbaik untuk tim Indonesia. Tidak sabar juga menunggu debut di sana,” ujarnya. Ubed menambahkan proses adaptasi dengan kondisi lapangan dan lingkungan pertandingan sejauh ini berjalan cukup baik setelah menjalani latihan selama dua hari. “Alhamdulillah penyesuaian sudah cukup baik. Ke depannya semoga bisa lebih maksimal lagi dalam latihan dan persiapan,” katanya. Lebih lanjut, Ubed mengungkapkan kombinasi pemain senior dan junior dalam tim menjadi modal penting untuk menjaga kekompakan. “Dengan adanya senior saya sangat terbantu. Ada juga yang usianya tidak jauh, jadi komunikasi lebih mudah,” ujarnya. Menurut dia, kekompakan sektor tunggal putra sudah terbentuk sejak menjalani latihan bersama di pelatnas. “Dari pelatnas kami sudah latihan bersama, termasuk dengan Jonatan. Semoga ke depan bisa lebih solid,” kata Ubed. Indonesia tergabung di Grup D bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair. Selain dari sektor tunggal, Indonesia juga menurunkan komposisi terbaik di sektor ganda melalui Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, dan pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

HYDROPLUS Sirnas A Jatim 2026: Sirnas Pembuka Sukses Digelar

PB Djarum

Rangkaian pertandingan yang dimulai sejak babak pertama di tiga gedung olahraga di Surabaya, pada Senin (13/4) hingga Sabtu (18/4), berlangsung sesuai rencana. Puncaknya, 15 partai final yang tersaji pada hari penutup menghadirkan laga-laga ketat dan mampu menyedot perhatian khalayak Kota Pahlawan. Kepala Bidang Turnamen PP PBSI, Wahyana menyatakan, seluruh rangkaian pertandingan yang digelar di GOR Sudirman, GOR Suryanaga, dan GOR MERR berlangsung tertib, dengan tidak satu pun laga berakhir hingga larut malam. “Jadi, dari hari pertama hingga terakhir itu tidak ada pertandingan yang sampai molor,” ujarnya, dikutip dari Djarum Badminton. HYDROPLUS Sirnas A Jatim 2026, lanjut Wahyana, adalah ajang berskala nasional edisi perdana pada musim kompetisi tahun ini. Induk organisasi olahraga bulu tangkis di Tanah Air itu secara rutin menggelar rangkaian Sirnas, yang pada tahun ini mencakup lima Sirnas A, lima Sirnas B, serta Sirnas Premier, yang diakhiri dengan Kejuaraan Nasional. Ia juga menjelaskan, penentuan tuan rumah Sirnas dilakukan melalui mekanisme penawaran kepada seluruh pengurus provinsi di Indonesia. PP PBSI terlebih dahulu membagikan formulir pengajuan pada tahun sebelumnya, yang kemudian dikumpulkan di akhir tahun untuk diverifikasi. Selanjutnya, tim survei melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan fasilitas dan sarana pendukung. Berdasarkan hasil laporan tersebut, PBSI menetapkan daerah yang dinilai siap untuk menyelenggarakan ajang Sirnas. Wahyana pun berharap, ajang Sirnas ini dapat menjadi wadah bagi para atlet di seluruh Indonesia untuk berkompetisi secara sportif dan menjunjung tinggi nilai-nilai fair play. “Kami juga menaruh harapan besar, melalui langkah awal di Sirnas ini, harapannya ke depan adalah mereka bisa menyumbang atlet-atlet masuk ke pelatnas,” jelasnya. Pada HYDROPLUS Sirnas A Jatim 2026, PB Djarum tampil dominan dengan merebut sembilan gelar juara dari total 15 kategori yang dipertandingkan. Klub asal Kota Kudus itu juga mencatatkan prestasi impresif dengan memastikan terciptanya final sesama wakil PB Djarum di seluruh kategori Taruna. Sementara itu, dua gelar juara menjadi milik Jaya Raya Jakarta dan satu gelar juara menjadi milik Pelatnas PBSI. Berikut hasil pertandingan final HYDROPLUS Sirnas A Jatim 2026: Remaja Tunggal Remaja Putra Alvin Jefferson Kusuma (Jaya Raya Jakarta/1) vs. Arven Naufal Renaldi (Jaya Raya Jakarta – 5/8) 21-16, 21-17 Tunggal Remaja Putri Wa Ode Andita Julianti (PB AIC, Kota Bekasi) vs. Divya Amanta Kuncoro (Pelatwil Tengah – 5/8) 24-22, 21-11 Ganda Remaja Putra I Nyoman Devan Kertikea Ryoga Sancaya/Muhammad Bintang Samudra Sakti (PB Djarum – 5/8) vs. Beavis Nathaniel Ayler Carundeng/Syafi Arkana (Jaya Raya Jakarta) 21-17, 21-17 Ganda Remaja Putri Nur Hafidzah Afifah/Shafira Atha Azzalia (PB Djarum/1) vs. Aqelatul Amaliyah Rahma/Wilia Renasya (PB Djarum/2) 21-18, 24-22 Ganda Remaja Campuran Muhammad Zilazik Artando Zakaria/Afizzah Rahmadhani (Jaya Raya Jakarta – 5/8) vs. Oka Faiq Januar/Nur Hafidzah Afifah (PB Djarum/2) 21-14, 21-14 Taruna Tunggal Taruna Putra Radithya Bayu Wardhana (PB Djarum/1) vs. Alif Akbar. M (PB Djarum) 21-15, 21-11 Tunggal Taruna Putri Christabel Calista Purwanto (PB Djarum/1) vs. Raisya Affatunisa (PB Djarum) 21-14, 18-21, 16-21 Ganda Taruna Putra Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono (PB Djarum/1) vs. Anju Siahaan/Faizal Pangestu (PB Djarum/2) 17-21, 21-19, 13-21 Ganda Taruna Putri Adelia Nirul M/Yasintha Ristyna Putri (PB Djarum – 5/8) vs. Atresia Naufa Candani/Aurelia Syakira Putri (PB Djarum/2) 21-16, 16-21, 10-21 Ganda Taruna Campuran Muhammad Lutfhi Habibi/Dian Ramadhani Mukti (PB Djarum – 5/8) vs. Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani (PB Djarum/2) 12-21, 15-21 Tunggal Dewasa Putra Muhammad Rizky Akbar (Tjakrindo Masters Sony Dwi Kuncoro Badminton Academy/1) vs. Krishna Adi Nugraha (Daihatsu Yonex Sunrise Candra Wijaya/2) 21-10, 21-17 Tunggal Dewasa Putri Mayla Cahya Afilian Pratiwi (Pelatnas) vs. Erghya Aulia Putri (Daihatsu Yonex Sunrise Candra Wijaya/2) 21-17, 24-22 Ganda Dewasa Putra Hafiz Faisal/Kenas Adi Haryanto (Jaya Raya Jakarta/1) vs. Alfredo Mesdila/Reza Dwicahya Purnama (Mansion Sport Box/2) 16-21, 21-18, 20-22 Ganda Dewasa Putri Jania Novalita Situmorang/Nabila Cahya Permata Ayu (Pelatnas) vs. Gloria Emanuelle Widjaya/Jessica Maya Rismawardani (PB Djarum) 17-21, 14-21 Ganda Dewasa Campuran Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti (PB Djarum/1) vs. Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaya (PB Djarum) 19-21, 23-25

Hydroplus Sirkuit Nasional A 2026 Dimulai dari Surabaya

Manager's Meeting Hydroplus Sirkuit Nasional A Jawa Timur 2026

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) secara resmi membuka rangkaian Hydroplus Sirkuit Nasional A Jawa Timur 2026 yang berlangsung sejak 13–18 April 2026. Kejuaraan ini digelar di tiga lokasi, yakni GOR Sudirman sebagai lapangan utama, serta GOR Suryanaga dan GOR MERR sebagai lapangan pendamping. Sebagai seri pembuka Sirkuit Nasional 2026, turnamen ini mempertandingkan 15 nomor dari sektor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Seluruh nomor dipertandingkan pada kelompok usia remaja U-17, taruna U-19, dan dewasa. Jawa Timur kembali dipercaya menjadi tuan rumah dan mendapat dukungan penuh dari berbagai sponsor, antara lain Hydro Plus, Wondr, Polytron, Djarum Foundation, Blibli, Tiket.com, Sari Wangi, MilkLife, Yonex Sunrise, Kapal Api Group, Fox’s Gummy Candy, MNC Group, Finega, RS Mitra Keluarga, dan PT Tjakrindo Mas. Surabaya sendiri bukan kali pertama menjadi tuan rumah ajang ini. Dalam tiga edisi sebelumnya, yakni pada 2023, 2024, dan 2025, Kota Pahlawan juga sukses menyelenggarakan Sirkuit Nasional A. Tahun ini, sebanyak 1.106 atlet dari 240 klub di seluruh Indonesia turut ambil bagian. Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, menyampaikan bahwa persiapan penyelenggaraan telah berjalan dengan baik. “Kota Surabaya memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan event besar. Secara keseluruhan, persiapan Hydroplus Sirkuit Nasional A Jawa Timur 2026 sudah siap,” ujar Ricky. Ia juga berharap para peserta dapat memanfaatkan ajang ini untuk menunjukkan kemampuan terbaik. “Turnamen ini merupakan bagian dari rangkaian kejuaraan resmi PP PBSI yang memperebutkan poin nasional. Poin tersebut akan diakumulasi dan akan diambil beberapa yang terbaik untuk mengikuti Seleksi Nasional PBSI di akhir tahun,” tambahnya. Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Pelaksana, Adi Nugroho, menyampaikan kesiapan tuan rumah dalam menyambut para peserta. “PBSI Jawa Timur berupaya maksimal dalam penyelenggaraan. Kami juga menerima seluruh peserta yang mendaftar tanpa pembatasan kuota,” ungkap Adi. Menurutnya, tingginya antusiasme peserta tidak lepas dari posisi strategis Jawa Timur yang mudah dijangkau dari berbagai daerah di Indonesia. “Sebagai seri pertama di tahun 2026, banyak klub besar ingin memaksimalkan potensi atletnya. Akses menuju Jawa Timur yang relatif mudah juga menjadi salah satu faktor pendukung,” jelasnya. Dari sisi teknis, panitia juga menaruh perhatian pada efisiensi jadwal dan optimalisasi penggunaan lapangan. “Kami belajar dari penyelenggaraan sebelumnya untuk memaksimalkan waktu pertandingan serta penggunaan tiga GOR. Kami optimistis pelaksanaan tahun ini dapat berjalan lebih baik,” tambah Adi. Pada ajang ini, Pelatnas PBSI turut mengirimkan 11 atlet yang akan bertanding di kategori dewasa, terdiri dari sektor ganda putra, ganda putri, dan tunggal putri. Ricky menegaskan bahwa keikutsertaan atlet Pelatnas menjadi bagian dari proses evaluasi dan pembuktian performa. “Atlet Pelatnas merupakan pemain terbaik yang telah melalui proses seleksi. Ajang ini menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan mereka saat menghadapi pemain non-Pelatnas. Kami berharap mereka dapat menunjukkan performa terbaiknya,” tutup Ricky.

Atlet Junior Indonesia Berikan Performa Terbaik di 6th FAI World Cup 2026

Tim Indonesia Untuk 6th FAI World Cup 2026

Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, mengapresiasi partisipasi kontingen Indonesia di bawah naungan Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia (PB FASI) pada ajang 6th FAI World Cup of Indoor Skydiving 2026 yang berlangsung pada 6-12 April 2026 lalu di Weembi Indoor Skydiving Center, Lille, Prancis. Kontingen Indonesia yang dipimpin oleh Ketua Delegasi, Irjen Pol Almas Widodo Kolopaking dan didampingi Wakil Ketua Delegasi, Brigjen Pol Christiyanto Goetomo, menurunkan total 15 atlet, dengan 12 di antaranya merupakan atlet junior yang baru pertama kali mengikuti kejuaraan internasional. Kehadiran atlet muda ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan jangka panjang olahraga dirgantara Indonesia, khususnya pada nomor Formation Skydiving (FS) Putri dan Vertical Formation Skydiving (VFS) Putra. Dalam kejuaraan tersebut, Indonesia mencatatkan hasil sebagai berikut: Tim 4-Way VFS Putra: peringkat 9 Tim 4-Way FS Putra: peringkat 7 Tim 4-Way FS Putri: peringkat 11 Hasil tersebut diraih dari total 26 tim yang berasal dari 24 negara peserta. Ketum KONI Pusat menilai hasil tersebut cukup impresif mengingat olahraga Indoor Skydiving masih dalam tahap pengembangan di Tanah Air. Menurutnya, keterlibatan atlet junior dalam ajang dunia menjadi langkah strategis untuk membangun pengalaman, mental bertanding, serta kesiapan menghadapi kompetisi internasional di masa mendatang. “Pencapaian ini patut diapresiasi, karena Indonesia mampu berada di peringkat ketujuh dunia, dan di atas peringkat tersebut tidak ada lagi negara Asia, khususnya Asia Tenggara. Ini menjadi hasil yang sangat baik, terlebih mengingat keikutsertaan ini merupakan yang pertama,” ujar Marciano. Lebih lanjut, perwakilan Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia (PB FASI) menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kejuaraan dunia tidak semata-mata berfokus pada hasil akhir, tetapi juga sebagai proses pembinaan jangka panjang untuk meningkatkan kualitas atlet secara menyeluruh, baik dari aspek teknis maupun mental. “Keikutsertaan ini menjadi pondasi penting, terutama bagi atlet-atlet junior kita agar ke depan lebih siap menghadapi kejuaraan internasional,” jelas Manajer Indoor Skydiving 6th FAI World Cup 2026, Kompol Anjil Faozi. “Alhamdulillah, kami telah memberikan hasil maksimal dalam kejuaraan dunia indoor skydiving ini. Dari 15 atlet yang diturunkan, 12 di antaranya merupakan atlet junior yang baru pertama kali mengikuti kejuaraan internasional, khususnya pada Tim FS Putri dan Tim VFS Putra. Kami meyakini bahwa hasil ini menjadi pondasi awal dalam pembentukan mental para atlet untuk menghadapi kejuaraan internasional selanjutnya,” ujarnya. KONI Pusat berharap pengalaman yang diperoleh pada ajang ini dapat menjadi bekal berharga bagi seluruh atlet, serta mendorong peningkatan prestasi olahraga dirgantara Indonesia di tingkat dunia pada masa yang akan datang.

Piala AFF U17: Garuda Muda Kalah di Laga Kedua

Timnas Indonesia U-17

Timnas Indonesia U-17 harus mengakui keunggulan Malaysia dengan skor 0-1 dalam laga lanjutan Grup A ASEAN U-17 Boys’ Championship 2026 yang berlangsung di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Kamis 16 April 2026 malam. Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi. Indonesia langsung menunjukkan inisiatif serangan melalui situasi bola mati pada menit awal. Eksekusi tendangan bebas Pandu Aryo sempat mengarah ke gawang, namun berhasil diamankan penjaga gawang Malaysia. Upaya berikutnya dari Pandu melalui sepakan jarak jauh juga belum menemui sasaran. Malaysia merespons dengan serangan balik yang cukup berbahaya. Pada menit ke-18, Aniq Thaqif melepaskan tembakan yang memaksa kiper Indonesia, Noah Leo, melakukan penyelamatan penting. Intensitas permainan tetap terjaga hingga pertengahan babak pertama. Gol penentu pertandingan tercipta pada menit ke-33. Berawal dari skema sepak pojok, Muhammad Fareez berhasil menyambut bola dengan sundulan yang tak mampu diantisipasi lini pertahanan Indonesia. Skor berubah menjadi 0-1 untuk keunggulan Malaysia. Menjelang turun minum, Indonesia sempat memperoleh peluang dari jarak dekat melalui Sean Rahman Kastor. Namun penyelesaian akhirnya belum cukup kuat untuk mengubah kedudukan. Hingga babak pertama usai, skor tetap bertahan. Memasuki paruh kedua, Garuda Muda tampil lebih agresif. Peluang langsung tercipta hanya beberapa detik setelah kick-off melalui pergerakan Sean Kastor yang menusuk dari sisi kiri. Meski berhasil melepaskan tembakan, kiper Malaysia kembali sigap mengamankan situasi. Tekanan terus dilancarkan Indonesia sepanjang babak kedua. Sejumlah peluang tercipta, termasuk dari percobaan jarak jauh Muzakif dan beberapa situasi terbuka yang kembali melibatkan Sean Kastor. Namun efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi kendala. Malaysia juga tetap memberikan ancaman, salah satunya melalui sepakan jarak jauh Ahmad Yusuf yang nyaris menggandakan keunggulan. Sementara itu, peluang emas Indonesia hadir pada menit ke-64 lewat Ichiro Akbar yang menyambar umpan silang di depan gawang, tetapi bola masih melambung. Di pengujung pertandingan, skuad asuhan Kurniawan Dwi Yulianto kembali memiliki kesempatan setelah terjadi kesalahan antisipasi dari kiper lawan. Bola sempat mengenai tubuh penyerang Indonesia, namun arah bola belum mengarah ke gawang. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah. Indonesia harus menerima kekalahan tipis dalam laga ini. Dengan hasil tersebut, Indonesia mengoleksi tiga poin dari dua pertandingan dan menempati posisi ketiga klasemen sementara Grup A. Malaysia juga mengantongi tiga poin, sementara Vietnam memimpin klasemen dengan enam poin. Timor Leste berada di posisi terbawah tanpa poin. Indonesia selanjutnya akan menghadapi Vietnam dalam pertandingan krusial untuk menjaga peluang melangkah ke fase berikutnya.

Piala AFF U17: Garuda Muda Tekuk Timor Leste

Timnas U-17 Indonesia

Timnas U-17 Indonesia membuka kiprah di ajang ASEAN U-17 Boys’ Championship 2026 dengan kemenangan meyakinkan. Menghadapi Timor Leste di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Senin 13 April 2026, skuad asuhan Kurniawan Dwi Yulianto menang dengan skor meyakinkan 4-0. Sejak awal pertandingan, Garuda Muda langsung tampil menekan. Hasilnya terlihat cepat ketika pada menit keenam, Indonesia membuka keunggulan melalui sang kapten, Putu Ekayana. Memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti, ia sukses mencetak gol dan membawa Indonesia unggul 1-0. Indonesia terus mendominasi permainan dengan gaya umpan pendek dari kaki ke kaki, sementara Timor Leste lebih banyak bertahan dan menunggu peluang melalui serangan balik. Pada menit ke-18, kombinasi serangan rapi dari sisi kanan berbuah gol kedua. Umpan dari Peres Akwila Tjoe diteruskan oleh Dava Yunna kepada Putu Ekayana, yang kembali mencatatkan namanya di papan skor. Indonesia unggul 2-0. Memasuki pertengahan babak pertama, Timor Leste sempat mencoba keluar dari tekanan melalui bola-bola direct. Namun, lini pertahanan Indonesia tampil disiplin dan mampu meredam setiap ancaman. Gol ketiga Indonesia lahir pada menit ke-37 melalui Ridho. Ia memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan kaki kiri yang tak mampu dibendung kiper lawan. Tak lama berselang, tepatnya pada menit ke-42, Indonesia menambah keunggulan menjadi 4-0. Kali ini, Dava Yunna mencetak gol indah melalui tendangan salto setelah menerima umpan sundulan dari rekannya. Skor 4-0 bertahan hingga babak pertama usai. Memasuki babak kedua, Indonesia tidak menurunkan intensitas serangan. Sejumlah peluang kembali tercipta, salah satunya melalui Keanu yang beberapa kali mengancam pertahanan lawan. Pada menit ke-64, peluang emas didapatkan oleh Made Arbi. Namun, tembakan kaki kirinya dari posisi terbuka masih melambung di atas mistar gawang. Enam menit kemudian, Ichiro Akbar juga mendapatkan kesempatan emas. Sayangnya, tembakannya tanpa pengawalan masih mampu ditepis oleh kiper Timor Leste. Memasuki menit ke-73, tempo permainan sedikit menurun. Meski demikian, Indonesia tetap memegang kendali permainan. Timor Leste sempat beberapa kali mengancam, tetapi kiper Noah Leo Duvert tampil sigap di bawah mistar. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 4-0 tidak berubah. Kemenangan ini memastikan Indonesia meraih tiga poin perdana di fase grup, sekaligus menjadi modal penting untuk menghadapi laga berikutnya di Grup A yang juga dihuni Vietnam dan Malaysia.

Unsoed jaring talent catur lewat SOCT v 2026

Soedirman Open Chess Tournament 2026

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto memanfaatkan ajang Soedirman Open Chess Tournament (SOCT) V Tahun 2026 sebagai sarana menjaring talenta pecatur muda potensial dari berbagai daerah. Wakil Rektor Unsoed Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Norman Arie Prayogo mengatakan pihaknya secara khusus membidik peserta yang masih berstatus pelajar tingkat sekolah menengah atas (SMA) untuk dapat melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi. “Peserta yang berprestasi, khususnya dari SMA, berpeluang untuk direkrut menjadi mahasiswa Unsoed melalui jalur prestasi yang kami sediakan,” katanya seusai membuka SOCT V 2026 di Auditorium Fakultas Biologi Unsoed, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu. Unsoed juga menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan pemerintah daerah, guna memperkuat pembinaan atlet catur sejak usia dini. Ajang SOCT yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa Catur Unsoed telah memasuki tahun kelima dan untuk pertama kalinya membuka kategori sekolah dasar (SD) sebagai bagian dari upaya mencetak atlet sejak usia belia. Norman menegaskan pihak rektorat memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut, baik dari sisi fasilitas, waktu, maupun pendanaan, sebagai bentuk komitmen dalam mengembangkan potensi mahasiswa di bidang olahraga. Wakil Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Provinsi Jawa Tengah Suyatna mengapresiasi penyelenggaraan SOCT V yang dinilai turut membantu pembinaan atlet catur, baik di tingkat daerah maupun nasional. “Kami berterima kasih kepada UKM Catur Unsoed yang telah menyelenggarakan turnamen ini karena sangat membantu memajukan atlet-atlet daerah, bahkan hingga ke tingkat nasional,” katanya. Ia mengharapkan kegiatan tersebut dapat terus digelar secara berkelanjutan serta mampu mendorong pecatur dari Banyumas dan daerah lain untuk berprestasi di tingkat provinsi hingga nasional. Menurut dia, pembinaan atlet catur di Jawa Tengah dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional sebelum melangkah ke ajang yang lebih tinggi. Terkait persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028, dia mengatakan Percasi Jawa Tengah akan melihat hasil kejuaraan provinsi dan nasional sebagai dasar dalam menentukan atlet yang akan diproyeksikan. “Kami melihat hasil dari kejuaraan-kejuaraan tersebut sebagai bagian dari seleksi menuju ajang yang lebih tinggi, termasuk PON,” katanya. Ajang SOCT V 2026 diikuti 200 pecatur dari lima provinsi di Pulau Jawa, yakni Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Mereka terbagi dalam dua kategori, yakni SD sebanyak 40 peserta dan Open sebanyak 160 peserta.

Indonesia raih emas di Kejuaraan Tenis Meja Internasional Malaka 2026

Para atlet tim nasional tenis meja Indonesia

Kontingen Indonesia meraih dua medali emas dalam Kejuaraan Tenis Meja Internasional Malaka atau Kejohanan Kebangsaan Pingpong Piala YB Allex Seah KU-19 dan KU-11 di Stadium Bola Keranjang, Bukit Serindit, Malaka, Malaysia, Minggu. Selain dua emas, Indonesia juga memperoleh dua medali perak dalam ajang yang diikuti oleh perwakilan tiga negara lain, yakni Singapura, Indonesia, Kamboja, dan tuan rumah Malaysia. “Turnamen diikuti 64 peserta di setiap kategori dari empat negara. Kami bersyukur atlet tenis meja Indonesia mampu meraih podium tertinggi di ajang ini,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) Peter Layardi Lay dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Minggu. Hasil tersebut menunjukkan pembinaan tenis meja Indonesia berada di jalur yang tepat dan telah menunjukkan prestasi di kancah internasional. Prestasi membanggakan hadir dari kategori KU-19 yang diwarnai All-Indonesian Finals untuk nomor tunggal putra dan putri. Mumtaz Alaitsi berhasil keluar sebagai juara nomor KU-19 tunggal putra seusai menundukkan Dafi Nanda Fahreza dengan skor 3-2. Sedangkan Karinza Matahari menjuarai nomor KU-19 tunggal putri dengan kemenangan 3-2 atas Huliatilul Asyiroh Mughni. Atas capaian tersebut, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menyampaikan apresiasi kepada para atlet maupun PB PTMSI atas prestasi yang menjadi buah keberhasilan pembinaan tersebut. “Prestasi ini harus jadi motivasi untuk menjadi lebih baik. Semoga ke depan tenis meja Indonesia semakin berprestasi di ajang internasional, baik single maupun multievent, bahkan hingga Olimpiade,” kata Marciano. Para atlet yang berlaga merupakan hasil pembinaan dari Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PB PTMSI 2025 di Banjarmasin.