Asean School Games 2025: Dua Medali Indonesia Dari Lari 100 Meter

Podium nomor lari 100 meter putri ASEAN School Games.

Indonesia menambah pundi-pundi medali mereka pada ASEAN School Games (ASG) ke-14 yang berlangsung di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Medali pertama berasal dari Giersha Imanuella Saimima, Ia meraih medali perak pada nomor lari 100 meter putri Pada final 100 meter putri, Giersha mencatatkan waktu 12,12 detik, menempati posisi kedua. Medali kedua hadir melalui Sava Salvia Waranggani yang meraih pedali perunggu di nomor yang sama dengan torehan 12,21 detik. Sementara itu, medali emas diraih atlet Thailand dengan 11,95 detik. Selain nomor 100 meter, Giersha juga mewakili Indonesia pada nomor 200 meter dan estafet 4×100 meter putri, yang dijadwalkan berlangsung pada sesi lomba berikutnya. Wattimena menyebut peluang Giersha menambah medali masih terbuka lebar. ASEAN School Games 2025 diikuti lebih dari 1.000 atlet dari 10 negara ASEAN, mempertandingkan delapan cabang olahraga yang digelar pada 20–28 November 2025 di Hassanal Bolkiah National Sports Complex. Sementara itu saat ini Indonesia berada di peringkat pertama klasemen sementara dengan total 16 medali, terdiri dari tujuh emas, tiga perak, dan enam medali perunggu Thailand menempati posisi kedua dengan 18 medali, diikuti Filipina dan Singapura.

Asean School Games 2025: Indonesia Raih Dua Emas

Tim Bulutangkis Indonesia

Tim bulutangkis Indonesia meraih sukses ganda di nomor beregu ajang Asean School Games 2025 yang berlangsung pada 21-24 November di Brunei Darussalam. Indonesia meraih dua medali emas dari beregu putra dan beregu putri. Di babak final, Senin (24/11), beregu putra menang telak 3-0 atas Malaysia sedangkan beregu putri unggul 3-1 dari Thailand. Atas raihan ini, Ellen Angelina, pelatih yang mendampingi, mengungkapkan apresiasinya kepada para atlet. “Daya juang anak-anak bagus sekali, meski mereka dari beberapa klub tapi secara tim mereka bersatu berjuang untuk Indonesia,” kata Ellen. “Perkembangan bulutangkis di pelajar-pelajar Asean sendiri cukup bagus dan merata. Untuk putra Indonesia sepertinya cukup dominan ya. Untuk putri yg harus diwaspadai, khususnya di tunggal putri ada Thailand bagus. Filipina juga ada tunggal putri yg cukup bagus,” lanjut Ellen. Namun perjuangan tim bulutangkis Indonesia belum selesai. Setelah ini tim akan melanjutkan pertandingan di nomor perorangan yang berlangsung pada Selasa (25/11) hingga Rabu (26/11) mendatang. Ellen berharap punggawa Merah-Putih bisa menyapu bersih medali emas. “Recovery yang harus diperhatikan karena besok sudah main perorangan dan ada beberapa anak yg waktu di beregu ada sedikit cedera. di sini sangat dibantu sekali recoverynya dari tim medis Indonesia,” jelas Ellen. “Target mau sapu bersih. Kerja keras di tunggal putri, semoga bisa buat kejutan lagi seperti di penyisihan group. Lawan terkuat Thailand ada satu tunggal putri yang ranking empat junior BWF,” kata Ellen lagi. Asean School Games adalah Pesta Olahraga Tahunan Pelajar Asia Tenggara yang tahun ini bergulir pada 20-28 November. Indonesia mengirimkan 152 atlet pelajar yang akan berlaga pada sejumlah cabang olahraga seperti atletik, badminton, wushu, renang, pencak silat, basket, dan sepak takraw. Berikut hasil final beregu bulutangkis Asean School Games 2025: Beregu Putra: Indonesia 3-0 Malaysia BS1: Denis Azzarya vs Muhammad Nur Azhar Zunaide 21-16, 21-16 BD1: Anju Siahaan/Faizal Pangestu vs Daniel Tan Ying Enn Tan/Muhammad Luqman Hakim Yusof Daneel 21-11, 21-15 BS2: Fardhan Rainanda Joe vs Kashah Bin Khairul Azlan 21-15, 21-12 BD2: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Ahmad Qaid Darwisy Ahmad Fuad/Syed Harraz Sayed Muzir (Tidak Dimainkan) BS3: Radithya Bayu Wardhana vs Chong Lee Qian (Tidak Dimainkan) Beregu Putri: Indonesia 3-1 Thailand GS1: Jolin Angelia vs Tonrug Saeheng 16-21, 18-21. GD1: Selsi Josika/Yasintha Ristyna Putri vs Aphichaya Wannasupphaphon/Thipchira Chaiwichitworakhun 21-13, 21-13 GS2: Christabel Calista Purwanto vs Ratnacha Sompoch 21-18, 21-13 GD2: Atresia Naufa Candani/Aurelia Syakira Putri vs Piyatida Chosuwanchart/Surada Vechpanich 21-19, 21-14 GS3: Shaafiya Yasmin Maitsaa vs Dolbundarn Kullathumneab (Tidak Dimainkan)

Rekor Baru? Ini Calon Pevoli Termuda Tampil di Proliga

Arimbi Syifana Andayani

Proliga 2026 diprediksi menjadi titik balik pelatihan atlet muda Indonesia setelah Jakarta Livin Mandiri resmi merekrut lawan main seorang pemain muda dari 02C Rajawali. Ia bernama Arimbi Syifana Andayani yang baru berusia 13 tahun. Sebelumnya, Arimbi mencuri perhatian publik saat tampil mengesankan di Livoli Divisi Utama 2025. Di usia yang masih belia, kualitas serangannya dianggap setara dengan pevoli dewasa yang sudah berpengalaman. Langkah berani ini tidak hanya mencetak sejarah, tetapi juga menjadi sinyal bahwa klub-klub besar mulai menata ulang strategi regenerasi. Keputusan ini juga berpotensi memecahkan rekor pemain termuda Proliga, menggeser torehan Nurlaili Kusumah yang debut pada usia 14 tahun. Asisten Pelatih Jakarta Livin Mandiri, Octavian, menegaskan bahwa ketajaman Arimbi bukan didorong ambisi mencatatkan rekor, melainkan bagian dari proyek pelatihan jangka panjang. “Kami melihat potensi luar biasa pada Arimbi. Dia pemain dengan paket komplit, punya power dan insting bermain yang bagus,” ujar Octavian pada Sabtu (22/11). “Usianya yang sangat muda membuat kami harus ekstra hati-hati dalam manajemen beban latihan dan ekspektasi.” jelasnya. Octavian, yang sebelumnya mengenal Arimbi saat masih di klub O2C, menegaskan bahwa tim tidak akan memberikan target muluk-muluk di musim perdananya. “Kehadiran Arimbi adalah investasi jangka panjang, baik untuk klub maupun masa depan voli Indonesia,” tambahnya. Arimbi Syifana Andayani lahir di Semarang, Jawa Tengah pada 16 Maret 2012. Ia bermain sebagai opposite di Rajawali O2C. Sejak kecil, Arimbi Syifana telah menyukai olahraga bola voli. Ia telah menekuni olahraga ini sejak bersekolah di SD Negeri Karangayu 02 Semarang. Selain itu, Arimbi Syifana bergabung dengan akademi voli BIN O2C sejak usia sangat muda. Bakatnya mulai terlihat sejak kecil. Pemain dengan tinggi 176 cm ini telah dikenal volimania khususnya saat Kejurda Bola Voli Indoor Antar Klub U14 Jawa Barat 2025. Arimbi Syifana berhasil meraih penghargaan individu sebagai pemain terbaik Kejurda Bola Voli Indoor Antar Klub U14 Jawa Barat 2025 lalu. Arimbi sering disebut mengikuti jejak idolanya, bintang Timnas Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi. Meski belum ada kepastian tanggal debut, kehadirannya telah menjadi magnet baru bagi penonton yang penasaran melihat aksi “bocah ajaib” ini di kasta tertinggi voli nasional. Musim Proliga sendiri akan digelar pada 8 Januari – 6 April 2026 di 10 kota di Indonesia.

Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 1 2025 – 2026

Upacara penyerahan penghargaan MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 1 2025 - 2026 KU 12 di Kingkong Soccer Arena, Minggu (23/11).

MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 1 2025 – 2026 melahirkan juara baru di KU 10 yakni SDN Cipinang Muara 19 Pagi dan di KU 12 ialah SDN Kunciran 4. SDN Cipinang Muara 19 Pagi mengukuhkan diri sebagai tim spesialis adu tendangan penalti setelah memenangi pertandingan semifinal dan final dengan proses identik.  Di semifinal Keyla Febriansyah dkk. susah payah mengalahkan perlawanan SDN Pinang 3 karena skor berakhir 2-2 di waktu normal. Mereka akhirnya memastikan lolos ke partai puncak lantaran menuai kemenangan 2-0 lewat drama adu penalti. Mendapat pengalaman memainkan di situasi tos-tosan rupanya menjadi modal besar buat mereka di laga final melawan SDN Cipayung 02.  Pada laga final, SDN Cipinang Muara 19 Pagi tampil cukup percaya diri sejak kick-off dan langsung bermain menekan. Namun, rapatnya permainan bertahan SDN Cipayung 02 membuat mereka kesulitan untuk mendapatkan peluang mencetak gol. Di sisi lain tim yang dikomandoi Gildas Syauqillah juga sesekali melakukan serangan balasan. Sulitnya menciptakan peluang dan mencetak gol membuat babak pertama berakhir imbang tanpa gol. Alotnya permainan berlanjut ke babak kedua dan kedua tim tidak bisa membuat banyak peluang mencetak gol. Salah satu peluang terbaik sempat diciptakan Keyla tepat satu menit sebelum babak kedua berakhir saat melakukan penetrasi dan berhasil mendapat ruang melepaskan tembakan keras, tetapi upaya tersebut masih mampu ditepis kiper SDN Cipayung 02, Nayla Inata Agustin. Skor imbang 0-0 membuat perebutan status juara harus ditentukan lewat adu tendangan penalti. Kepercayaan diri Keyla, Najwa Arvina Syarif, dan Arletha Marsya Ramadhania membuat ketiganya sukses mencetak gol dalam situasi sarat mentalitas itu. SDN Cipinang Muara 19 Pagi akhirnya keluar sebagai juara dengan menuai kemenangan 3-2 atas SDN Cipayung 02. “Bersyukur karena tadi di final saya dan teman-teman bisa bermain bagus walaupun lawan sulit dikalahkan. Senang banget akhirnya bisa menjadi juara dan semoga sekolah kami bisa mempertahankan di seri kedua nanti,” ucap Keyla Febriansyah yang terpilih sebagai Best Player KU 10 di MLSC Jakarta Seri 1 2025 – 2026. Sementara di sektor KU 12 juga menghadirkan juara baru, yakni SDN Kunciran 4 yang berhasil menaklukkan Sekolah Anak Indonesia di partai final. SDN yang berasal dan juga bersaing di MilkLife Soccer Challenge Tangerang tersebut akhirnya bisa merasakan gelar juara untuk pertama kalinya setelah menampilkan perjuangan hebat di Kingkong Soccer Arena, Minggu (23/11).  SDN Kunciran 4 memperlihatkan permainan impresif di awal pertandingan karena langsung membuka keunggulan 2-0 saat pertandingan baru berusia lima menit dan kedua gol tersebut diborong Syakila Nurajizah. Sekolah Anak Indonesia mampu bereaksi cepat dan menorehkan gol balasan pada menit ke-6 yang diciptakan Abepira Bagau. Selanjutnya, Uni Bagau mencetak gol kedua untuk Sekolah Anak Indonesia dan menjadikan babak pertama berakhir imbang 2-2. Pada paruh kedua kedua tim kembali menciptakan satu gol yang membuat pertandingan berakhir dengan skor 3-3 dan harus dilanjutkan adu tendangan penalti. Gol ketiga SDN Kunciran 4 disumbangkan Ashilah Athalla Gunawan dari situasi tendangan bebas, sedangkan gol balasan Sekolah Anak Indonesia lahir dari titik putih saat Kimelia Somau sukses mengemban tugasnya sebagai eksekutor. Penjaga gawang Shofie Salsabila tampil sebagai pahlawan kemenangan SDN Kunciran 4 dalam drama adu penalti karena menggagalkan tendangan Kimelia yang maju sebagai penendang ketiga Sekolah Anak Indonesia.  “Senang banget bisa jadi juara. Dari dulu sering sampai final tapi belum pernah juara satu, jadi kemenangan ini benar-benar berarti. Pertandingan final tadi susah banget, bales-balesan gol terus, tapi Alhamdulillah akhirnya bisa menang. Kemenangan ini aku persembahkan buat orangtua dan sekolah juga. Ke depan aku ingin terus meningkatkan permainan sendiri, semoga aku juga bisa bermain di MilkLife Soccer Challenge All-Star 2025 – 2026,” kata top scorer MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 1 2025 – 2026 di KU 12, Zilda Afna Syaqila.  Berikut daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 1 2025 – 2026: Kategori Usia 10 Champion : SDN Cipinang Muara 19 Pagi Runner-up : SDN Cipayung 02 Semifinalis : SDN Pinang 3 dan SDN Cakung Barat 05  Top Scorer : Gildas Syauqillah – SDN Cipayung 02 (25 gol) Best Player : Keyla Febriansyah – SDN Cipinang Muara 19 Pagi   Best Goalkeeper : Kheila Salsabila Putri – SDN Cipinang Muara 19 Pagi Fairplay Team : SDN Cijantung 03 Kategori Usia 12 Champion : SDN Kunciran 4 Runner-up : Sekolah Anak Indonesia Semifinalis : SDN Sunter Agung 5 dan SDN Mampang 2  Top Scorer : Zilda Afna Syaqila – SDN Kunciran 4 (30 gol) Best Player : Andien Haifa Syakira – SDN Cinta Kasih Tzu Chi Best Goalkeeper : Efrati Janeeta Judit Bagau – Sekolah Anak Indonesia Fairplay Team : SDN Mangga Besar 11

Berjalan Sukses di 10 Kota, Seri 2 dan All-Stars Siap Dihelat

Pertandingan final KU 12 MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 1 2025 - 2026 antara SDN Kunciran 4 melawan Sekolah Anak Indonesia di Kingkong Soccer Arena, Minggu (23/11).

JAKARTA, 23 November 2025 – Jakarta menjadi kota penutup dari 10 kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 2025 – 2026.  Sebagai kota terakhir, peserta di Jakarta merupakan terbanyak dari 9 kota lain, yakni mencapai 2.708. SDN Cipinang Muara 19 Pagi berhasil menjadi juara pada KU 10 usai mengalahkan SDN Cipayung 02 lewat drama adu penalti dengan skor 0 (3) – 0 (2). Sementara SDN Kunciran 4 sukses merebut titel kampiun KU 12 setelah menyudahi pertandingan sengit kontra Sekolah Anak Indonesia yang berakhir dengan skor 3 (3) – 3 (2) dan kembali ditentukan melalui adu penalti. Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono mengatakan, sepanjang MLSC Seri 1 2025 – 2026 tercatat 17.365 peserta berpartisipasi pada turnamen yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut. Ia menilai hal ini merupakan respon positif dari para pesepakbola putri belia yang semakin mencintai dan menggeluti olahraga sepak bola, sesuai dengan visi yang dituju oleh penyelenggara. “Antusiasme dari peserta semakin tinggi, terutama di Jakarta yang awal penyelenggaraan di tahun 2024 hanya 368 peserta sekarang sudah lebih dari 2.700. Hal ini menunjukkan bahwa konsistensi penyelenggaraan turnamen yang kami tunjukkan sudah meningkatkan kepercayaan publik terhadap kualitas MilkLife Soccer Challenge,” kata Teddy. Lebih lanjut, Teddy menuturkan bahwa dua kota baru MLSC 2025 – 2026 yaitu Bekasi dan Malang memang masih beradaptasi dari sisi kualitas, namun diyakini dalam waktu dekat akan mampu menyaingi kota-kota yang lebih dahulu bergabung. Pertumbuhan ini juga memperlihatkan bahwa sekolah-sekolah dan akademi sepak bola kini lebih serius mempersiapkan diri mengikuti turnamen yang digelar secara rutin, yang memberikan dampak positif bagi pembinaan usia dini di berbagai wilayah.  “Dengan event yang rutin dan kualitas penyelenggaraan yang terus dijaga, secara alami akan muncul bibit-bibit baru. Kami percaya nantinya banyak pemain muda di tim nasional Indonesia akan berasal dari MilkLife Soccer Challenge,” ujarnya. Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann mengatakan seiring terus bertambahnya jumlah peserta di setiap penyelenggaraan MLSC, terjadi fenomena yang menguntungkan sekaligus mempersulit tim talent scouting. Tidak sedikit sekolah dan tim-tim yang baru ikut serta di 10 kota mampu langsung bersaing dan memunculkan bakat-bakat potensial. Kondisi tersebut tidak lepas dari popularitas dan daya tarik MilkLife Soccer Challenge yang terus meningkat di masyarakat.   “Saya melihat sekolah-sekolah yang sudah berpartisipasi sebelumnya terus berusaha meningkatkan kualitas tim masing-masing dalam persaingan menjadi juara di MilkLife Soccer Challenge. Namun, tidak sedikit sekolah yang baru kali ini ikut serta juga di luar dugaan mampu bersaing. Di satu sisi situasi itu menguntungkan kami sebagai penyelenggara karena muncul banyak bakat-bakat yang bisa dikembangkan lebih jauh. Di sisi lain juga membuat kami harus ekstra hati-hati dalam menjaring talenta-talenta terbaik,” ujar Timo.  MLSC Seri 2 & All-Stars 2025 – 2026  Sukses diselenggarakan pada Seri 1, MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025 – 2026 siap bergulir mulai Januari 2026 yang kembali menarget ke 10 kota yakni Kudus, Semarang, Surabaya, Tangerang, Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Solo, Bekasi, dan Malang. Setelahnya para atlet terpilih akan mengikuti MilkLife Soccer Extra Training untuk berlatih secara intensif sebelum berlaga di MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025 – 2026 pada Juni di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Mereka akan mewakili kota masing-masing untuk memperebutkan podium juara. Senior Brand Executive MilkLife, Wisnu Renggo Pambudi mengatakan MilkLife kembali turut andil menyukseskan gelaran MLSC Seri 2 2025 – 2026 sebagai bentuk keberlanjutan visi perusahaan dalam mendukung gaya hidup sehat dan aktif bagi anak-anak Indonesia. Ia meyakini dengan semakin banyaknya siswi yang menggemari olahraga sepak bola, mampu menyehatkan generasi masa depan. Hal tersebut sejalan dengan visi MilkLife serta anjuran WHO untuk aktivitas fisik anak ialah satu jam setiap harinya.  “Kami bangga dengan semangat para siswi di 10 kota penyelenggaraan dan melihat sendiri bagaimana para siswi bermain penuh keceriaan serta keberanian. Itu adalah gambaran dari anak-anak yang sehat, aktif, dan percaya diri, nilai yang juga menjadi spirit MilkLife. Kami yakin pembinaan usia dini harus dilengkapi dengan nutrisi yang baik. Karena itu kami terus mendukung mereka agar semakin kuat, berani, dan siap menunjukkan kemampuan terbaik di lapangan,” ujar Wisnu. Teddy Tjahjono mengatakan, iklim positif yang terjadi di Seri 1 diharapkan juga berlanjut pada seri mendatang. Selain animo peserta yang dipertahankan, para atlet yang sudah memiliki kualitas teknik dasar di atas rata-rata dapat mengembangkan kemampuannya. Jadwal penyelenggaraan Seri 2 juga disesuaikan dengan kalender akademik, agar tidak mengganggu aktivitas siswi di sekolah. “Berkaca dari pengalaman MilkLife Soccer Challenge 2024, terjadi situasi di mana siswi-siswi yang sudah terpilih di kota masing-masing tapi ternyata tidak bisa ikut bermain di All-Star karena terkendala dengan kalender akademik. Faktor itu membuat kami melakukan penyesuaian jadwal penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 berjalan beriringan dengan kalender akademik dan masa libur Lebaran. Perubahan tersebut dimaksudkan agar partisipasi peserta dapat dimaksimalkan. Semua sudah kami perhitungkan termasuk persiapan All-Star di bulan Juni,” ujarnya. Timo Scheunemann, menyebut peta persaingan pada MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025 – 2026 dipastikan semakin ketat. Kudus yang menjadi juara pada All-Stars periode sebelumnya terancam mempertahankan gelar. Hal tersebut karena semangat maupun daya juang dari setiap atlet di setiap kota begitu tinggi.  “Saya melihat peningkatan yang sangat terasa di aspek teknik dasar, pemahaman taktik, dan mental bertanding. Sehingga persaingan di All-Star nanti juga pasti akan lebih ketat karena setiap kota memiliki waktu persiapan yang cukup dan kualitas di setiap kota terus mengalami peningkatan sehingga peluang menjadi juara cenderung berimbang. Setiap kota membawa karakter permainan masing-masing, dan itulah yang membuat MLSC selalu menarik,” tuturnya. Di samping itu, terdapat perbedaan format pertandingan MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025 – 2026, yakni yang sebelumnya 7 vs 7 kini menjadi 9 vs 9. “Dari mulai extra training sudah berlatih 9 vs 9 karena juga untuk dipersiapkan bertanding di Hydroplus Soccer League maupun Pertiwi Cup yang memang mengadopsi format itu jadi biar selaras,” imbuh Timo.  

Asean School Games 2025: Emas Untuk Indonesia Dari Lari Gawang

Novi Anggun Lestari

Novi Anggun Lestari, mengharumkan nama Indonesia setelah merebut emas ASEAN Schools Games (ASG) XIV pada nomor 400 meter gawang putri. Lomba berlangsung pada 23-27 November 2025 di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Pada final yang berlangsung Minggu, 23 November 2025, atlet asal Lampung itu tampil dominan sejak start. Ia memimpin dengan stabil dan finis pertama dengan catatan 63,33 detik. Catatan ini memperkuat posisinya sebagai pelari muda terbaik Indonesia di nomor 400 meter gawang putri. Medali Perak di nomor ini diraih Loraine Audrey Batalla dari Philipina dengan catatan waktu 64.41 detik, dan medali Perunggu direbut Supharat Wanchongkham dari Thailand dengan waktu terbaiknya 64.98 detik. Di nomor ini satu pelari Indonesia lainnya, Nur Farisha Ardeana Ardy berada di urutan ke-7 yakni Milani Fauziah Putri dengan waktu terbaiknya, 68.36 detik. Sedangkan satu pelari Lampung lainnya yang juga memperkuat timnas Pelajar Indonesia di event ini, Galuh Candra Hidayat yang turun di nomor 800 meter putra menempati urutan ke-4 di nomor itu. Medali Emas diraih Anthony dan Mark Dave meraih Perak keduanya atlet Philipina, dan medali Perunggu direbut Oliver Fiore asal Singapura, hanya terpaut 0,45 sekon dengan Galuh. Oliver mencatat waktu 1.56.43 sekon, sementara Galuh mencatat waktu 1.56.83 sekon. Pelatih atletik Lampung, Sarmiyati, mengapresiasi performa anak didiknya. Ia menilai keduanya menunjukkan progres signifikan meski tampil di luar negeri. “Mereka tampil konsisten. Namun, kita harus memikirkan keberlanjutan pembinaan setelah mereka lulus SMA pada Juli 2026,” ujar Sarmiyati, Minggu, 23 November 2025. Ia juga menegaskan pembinaan atlet berbakat membutuhkan dukungan anggaran, fasilitas, dan struktur yang kuat. “Kami menjaga latihan tetap maksimal. Tapi sistem pembinaan harus ikut bergerak,” katanya.

Debut Super 500, Raymond dan Joaquin Langsung Juara

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Podium Australia Open 2025

Ganda putra muda, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menjadi juara setelah mengalahkan seniornya, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di final Australian Open 2025, 22-20, 10-21, 21-18. Pada pertandingan yang berlangsung di di Quaycentre, Olympic Boulevard, Sydney, Minggu (23/11), Raymond/Nikolaus tampil ngotot. Di gim pertama Raymond Indra/Nikolaus Joaquin berhasil menuntaskan gim dengan skor 22-20. Namun di gim kedua, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri langsung tancap gas dan menyudahi permainan dengan skor 21-10. Memasuki gim ketiga, pertarungan sengit kembali terjadi. Saling curi poin tak terelakan hingga gim ketiga berhasil dimenangkan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dengan skor 21-18. Hasil ini menjadikan Indonesia sudah memastikan kedua gelar ganda baik putri maupun putra. Raymond / Nikolaus lolos ke partai puncak setelah tampil gemilang menghadapi pasangan Malaysia peringkat keempat dunia Goh Sze Fei / Nur Izzuddin yang menjadi unggulan kedua di turnamen ini. Ini merupakan debut perdana mereka di final turnamen BWF Seri 500 dan berhasil meraih juara.

Indonesia Akan Andalkan Atlet Junior di SEA Games 2025

SEA Games Thailand 2025

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memastikan sejumlah cabang olahraga akan menurunkan skuad muda pada SEA Games 2025 di Thailand. Langkah itu diambil sebagai bagian dari strategi pembinaan jangka panjang menuju Asian Games dan Olimpiade. Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, menyebut panjat tebing menjadi salah satu cabang yang akan mengandalkan atlet junior. “Khusus untuk panjat tebing kita itu layer (skuad) utamanya adalah persiapan Asian Games dan olimpik khususnya nomor speed,” ujar Surono. Ia menjelaskan, sektor junior panjat tebing Indonesia memiliki potensi besar untuk tetap bersaing di kawasan Asia Tenggara. “Junior kita itu juga bagus semua bahkan yang usia 16, 17, 18 itu setiap kejuaraan Asia pun kita sering menjadi juara,” ucapnya. Surono optimistis tim panjat tebing Indonesia tetap mampu mempertahankan dominasi di level ASEAN meski turun dengan skuad muda. “Kami bisa meyakini kalau panjat tebing kemungkinan masih bisa juara umum di cabor itu, karena gap-nya di ASEAN ini terlalu jauh,” katanya. Adapun untuk cabang bulutangkis, Kemenpora memastikan PBSI tetap menurunkan pemain terbaik meski ada proses regenerasi. “Bulu tangkis sendiri kemarin saat review juga ada perkembangan yang sangat signifikan, yaitu mereka akan menurunkan juga atlet-atlet terbaik,” ujar Surono. Ia menambahkan, PBSI tengah mengajukan perubahan susunan pemain untuk memastikan kekuatan maksimal di SEA Games nanti. “Malaysia dan Thailand itu ternyata skuadnya terbaik. Makanya disepakati akan ada beberapa pergantian pemain, yang terbaik masuk di situ,” tutur Surono. Dari 51 cabang olahraga yang dipertandingkan pada SEA Games ke-33 di Thailand, Tim Indonesia akan mengikuti 48 cabang olahraga. Indonesia ditargetkan bisa meraih sekitar 80 medali emas dan berada di posisi 3 besar klasemen akhir.

FTI DKI Dorong Pembinaan Atlet Lewat Ancol Aquathlon 2025

Ancol Aquathlon 2025

Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan PT Taman Impian Jaya Ancol sukses menyelenggarakan Ancol Aquathlon 2025 pada Sabtu, 22 November 2025 di Lagoon Beach, Ancol Taman Impian, Jakarta Utara. Ajang yang menggabungkan dua disiplin olahraga, yaitu renang dan lari, ini diikuti sekitar 350 atlet dari berbagai kalangan,mulai dari pelajar, komunitas olahraga, hingga mantan atlet nasional. Event ini digelar untuk memperkenalkan cabang Aquathlon kepada masyarakat luas sekaligus menjadi wadah bagi atlet-atlet junior dalam mengembangkan kemampuan mereka. Selain peserta, acara ini juga menarik lebih dari 850 pengunjung, termasuk keluarga dan komunitas olahraga yang datang memberikan dukungan. Dengan kategori lomba yang variatif, Ancol Aquathlon 2025 menjadi sarana bagi atlet muda untuk terus mengasah kemampuan dan memperluas pengalaman di dunia multisport. Ketua FTI DKI Jakarta, Michelle Surjaputra, mengapresiasi besarnya antusiasme peserta dan penonton. “Kami sangat senang dengan antusiasme peserta dan pengunjung. Ancol Aquathlon 2025 bukan hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga langkah penting mengembangkan ekosistem olahraga multisport di Jakarta,” kata Michelle. “Kami berharap event ini dapat menjadi platform bagi atlet junior untuk terus berkembang dan berprestasi,” ujarnya, menambahkan. Kesuksesan acara ini turut ditopang oleh dukungan Ancol Taman Impian sebagai Official Venue Partner. Ancol menyediakan fasilitas lengkap, venue yang aman, serta dukungan logistik dan keamanan untuk memastikan kelancaran jalannya pertandingan. Direktur PT Taman Impian Jaya Ancol Tbk, Eddy Prastiyo, mengatakan pihaknya bangga bisa terlibat dalam event ini. “Kami bangga menjadi Official Venue Partner Ancol Aquathlon 2025. Komitmen kami adalah mendukung kegiatan olahraga di Jakarta dan menginspirasi masyarakat untuk hidup lebih aktif dan sehat. Kami ingin memberi ruang bagi para atlet muda untuk terus mengembangkan potensinya,” ujarnya. Eddy Ancol juga memastikan bahwa kualitas air dan keamanan area perlombaan selalu dalam pemantauan standar operasional. “Kami rutin mengecek kualitas air, baik oleh tim internal maupun sertifikasi laboratorium eksternal. Kami juga melakukan pemulihan air secara berkala. Dengan dukungan pemerintah, komunitas, dan federasi, kami percaya diri Ancol siap menjadi venue event internasional,” ujar Eddy. Sementara itu, Ketua KONI DKI Hidayat Humaid menegaskan pentingnya keberlanjutan event seperti ini untuk mendukung pembinaan atlet. “Pemerintah DKI sangat mendukung event kompetisi seperti ini. Nomor campuran seperti aquathlon punya tantangan karena atlet harus menguasai dua disiplin sekaligus,” kata Hidayat. “Proses pembinaannya dimulai dari klub. Dengan adanya event seperti ini, masyarakat jadi tahu dan tertarik berlatih,” ujarnya, menambahkan. FTI DKI mencatat bahwa minat masyarakat terhadap triathlon dan aquathlon di Indonesia terus bertumbuh, terutama dari kategori open dan master yang banyak mengikuti event seperti Ironman dan T100. Federasi kini fokus membina atlet usia 8–17 tahun dengan target medali di PON 2028. Untuk ajang internasional seperti SEA Games, atlet Indonesia sudah menjalani training camp di Belitung selama tiga bulan dan akan menuju Thailand. Dari DKI sendiri, ada dua atlet yang tergabung di tim nasional. “Kompetisi adalah aspek paling penting bagi atlet. Latihan saja tidak cukup. Mereka perlu ajang seperti ini untuk menguji kemampuan,” pungkas Michelle. Sumber: VIVA

Indonesia Akhiri Laga di Islamic Solidarity Games Riyadh 2025

Kontingen Indonesia Pada Islamic Solidarity Games Riyadh 2025

Islamic Solidarity Games Riyadh 2025 resmi ditutup di Princess Noura University, menandai berakhirnya persaingan olahraga antarnegara Islam yang berlangsung sengit. Tim Indonesia menutup keikutsertaannya dengan membanggakan, menempati posisi ke-13 dari total 57 negara peserta. Dalam parade penutupan yang meriah, 28 orang kontingen Indonesia tampil, terdiri dari atlet dan official cabang anggar dan gulat, tim headquarter, serta Chef de Mission (CdM), Endri Erawan. Atlet anggar nomor epee putra, Arval Raziel Ridwan Sundara dan Yusma Deswita mewakili atlet gulat kelas freestyle 53kg putri berada di barisan paling depan defile dengan membawa bendera Merah Putih untuk mengibarkan semangat Indonesia di panggung olahraga dunia. Meski jumlah kontingen relatif minimalis, 39 atlet Indonesia dari tujuh cabang olahraga mampu menunjukkan semangat juang yang tinggi. Hasilnya, Tim Indonesia meraih empat medali emas, 12 perak, dan sembilan perunggu, membawa Merah Putih bersinar di tengah 57 negara peserta. Berikut 13 besar klasemen perolehan medali Islamic Solidarity Games Riyadh 2025: Peringkat Negara Emas Perak Perunggu Total Medali 1 Turki 72 44 39 155 2 Uzbekistan 29 35 32 96 3 Iran 29 19 33 81 4 Saudi Arabia 18 12 27 57 5 Mesir 17 11 17 45 6 Bahrain 16 11 7 34 7 Kazakhstan 15 20 21 56 8 Nigeria 11 12 7 30 9 Maroko 10 7 9 26 10 Azerbaijan 9 19 31 59 11 UAE 6 7 14 27 12 Algeria 5 8 21 34 13 Indonesia 4 12 9 25

Final DBL Jakarta 2025 Kembali Pecahkan Rekor

Full House Indonesia Arena - Final DBL Jakarta 2025

Gelaran Honda DBL with Kopi Good Day kembali membuktikan diri sebagai kompetisi basket pelajar yang paling dinanti di Indonesia. Untuk ketiga kalinya beruntun, partai puncak musim DBL Jakarta digelar di Indonesia Arena, venue indoor terbesar kebanggaan Tanah Air, dan setiap tahunnya antusiasme penonton terus meningkat. Ketika pertama kali dilaksanakan di venue megah tersebut, jumlah penontonnya mencapai 12.107 orang. Tahun berikutnya bertambah menjadi 14.517 penonton. Dan puncaknya, final musim ini yang berlangsung pada Jumat, 21 November 2025, sukses memecahkan rekor baru dengan 15.729 penonton memenuhi kursi arena. Angka itu terasa luar biasa jika mengingat yang bertanding adalah pelajar SMA. Bahkan kedua partai puncaknya mempertemukan sekolah yang sama seperti empat musim ke belakang. SMAN 70 Jakarta dan SMA Jubilee Jakarta kembali berjumpa di sektor putri, sementara SMA Jubilee Jakarta dan SMA Bukit Sion Jakarta bersaing memperebutkan takhta sektor putra. CEO sekaligus Founder DBL Indonesia, Azrul Ananda, menyampaikan rasa bangga sekaligus terima kasih atas dukungan yang membuat rekor ini kembali tercipta. “Kami berusaha menyelenggarakan ini sebaik mungkin, sekonsisten mungkin, kita selalu berusaha belajar dari tahun sebelumnya. Tim kami selalu bekerja keras, karena kami tahu ini impian banyak anak-anak Indonesia untuk bisa main di DBL, khususnya di Jakarta,” ujarnya. Tahun ini, atmosfer penonton semakin meriah berkat hadirnya pertunjukan musik sebagai bagian dari rangkaian Final Party. Konsep baru ini menghadirkan area khusus konser di dalam venue dengan tajuk “Sekalian Konser”. Kombinasi panasnya laga basket dan hiburan musik terbukti menjadi magnet kuat bagi puluhan ribu pasang mata. Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition 2025-2026 dan Azarine DBL Dance Competition 2025-2026.

Sejarah Tercipta, Buksi Juara Dua Musim Beruntun di Indonesia Arena

Tim Basket Putra SMA Bukit Sion

Raja Honda DBL with Kopi Good Day 2025 DBL Jakarta masih punya Buksi. Kepastian ini didapat setelah tim basket putra SMA Bukit Sion Jakarta mengalahkan SMA Jubilee Jakarta di partai final. Buksi menang dengan skor 60-52. Laga final DBL Jakarta 2025 berlangsung pada Jumat, 21 November 2025. Kemenangan Buksi atas Jubilee begitu spesial. Belum pernah ada tim putra yang sukses dua kali juara beruntun di Indonesia Arena. Sejak tepis mula Buksi langsung melesat. Keinginan mereka untuk menjaga legasi begitu besar. Di kuarter pertama, Buksi sempat melaju delapan poin tanpa balas. Bahkan skuad asuhan Ricky Lesmana menutup paruh pertama dengan keunggulan 13 poin (38-25). Jubilee bukan tanpa perlawanan. Tertinggal dua digit angka hingga kuarter ketiga, Jubilee mengejar di kuarter akhir. Margin skor berhasil dipangkas pelan-pelan oleh Benjamin Hernusi dan kawan-kawan. Ketika kuarter akhir tersisa tiga menit, Buksi hanya unggul empat angka saja dari Jubilee (55-51). Sayang, setelahnya Jubilee tak kunjung menemukan momentum untuk berbalik unggul. Tembakan dua angka Efrael Yerusyalom ketika kuarter akhir tersisa satu menit mempertegas mentalitas Buksi untuk mempertahankan takhta mereka. Efrael Yerusyalom bersinar lagi di partai final. Bermain selama 30 menit, Efrael mengantongi 17 poin plus 4 steal. Efrael berhasil menggantikan peran Riovaldo Renjiro yang menepi karena cedera di kuarter pertama. Bersinarnya Efrael di laga final sudah kami prediksi. Sang pelatih, Ricky Lesmana, memang sengaja mempersiapkan Efrael untuk laga pamungkas. Bala Bantuan juga datang dari salah satu ruki Buksi. Berangkat dari bangku cadangan Mohammad Alkaysan Aldirono mencetak dobel-dobel 11 poin plus 10 rebound. Pada tubuh Jubilee, Benjamin Hernusi menjadi pencetak angka terbanyak dengan catatan 17 poin dan 6 steal. Di belakangnya ada Chimaobi Nzekwue yang mencetak dobel-dobel 14 poin dan 17 rebound. Kemenangan ini membuat rekor pertemuan Buksi dan Jubilee seimbang (2-2). Namun, akhirnya Buksi mengalahkan Jubilee dua kali di Indonesia Arena sekaligus mengunci back-to-back Champion. Gelar ini menjadi yang ketujuh kalinya sepanjang sejarah mereka.

SMA Jubilee Juara Baru DBL Jakarta

SMA Jubilee Juara DBL Jakarta 2025 Putri

SMA Jubilee akhirnya mengukir tinta emas perjalanan mereka di kompetisi DBL. Setelah tiga musim sebelumnya selalu datang ke partai puncak dan selalu pulang dengan kekalahan, akhirnya Jubilee menemukan akhir yang berbeda. Mereka berhasil mematahkan hegemoni SMAN 70 Jakarta (Bulungan), sang juara bertahan yang sedang mengejar gelar kelima beruntun. Kemenangan itu bahkan diraih lewat jalan yang tidak mudah. Pertarungan super dramatis harus melalui babak overtime, dan akhirnya Jubilee menang 36-32 pada Jumat, 21 November 2025 di Indonesia Arena. Drama ke babak tambahan waktu ini bukan pertama kali terjadi di final sektor putri DBL Jakarta. Terakhir kali muncul momen serupa adalah tahun 2016, ketika SMAN 3 Jakarta menumbangkan SMAN 34 Jakarta dengan skor 43-38. Setelah sembilan tahun, penonton kembali dibuat menahan napas hingga detik terakhir. Dan kini, panggung megah Indonesia Arena menjadi saksi jatuhnya takhta sang juara bertahan. Sejatinya, Bulungan sempat selalu unggul di paruh pertama. Namun margin itu tidak pernah aman, akhir kuarter tidak pernah lebih dari dua poin. Bahkan margin terjauh hanya menyentuh enam angka (19-13) di pertengahan kuarter kedua. Jubilee yang datang dengan trauma akan kekalahan di tiga final sebelumnya, justru menjadikannya motivasi. Paruh kedua, segalanya berubah. Jubilee menutup kuarter ketiga dengan skor 23-23, lalu kembali menyamakan keadaan 29-29 hingga waktu habis. Tripoin dari Billie Eva Pandora di sisa dua menit, seolah menyelamatkan Jubilee dan membawa pertandingan ke babak tambahan waktu. Di babak tambahan waktu itu, Billie Eve, rookie Jubilee yang juga melepaskan tripoin buzzer beater di akhir kuarter kedua itu membuka poin lewat lay up. Momentum itu tidak pernah mereka lepaskan lagi. Bulungan memang terus mengejar, tapi Jubilee seolah sudah menemukan ritme pertandingan. Membuka jalan menuju lahirnya sejarah baru. Usai mengangkat trofi, Tasya membagikan apa yang ia rasakan selama 40 menit lebih perjuangan yang seolah tak berakhir itu. “Aku sih nggak terlalu mikirin poin atau enggaknya, yang penting enjoy, nggak usah mikirin sekitar. Fokus, karena tujuannya menang, menang, dan menang aja,” ucapnya tegas. Tak bisa dipungkiri, rasa takut kalah sempat muncul. Tapi ia dan rekan-rekannya sepakat tidak boleh menyerah sebelum buzzer berbunyi. “Kita sempat down, tapi tetap percaya satu sama lain, percaya sama coach, percaya sama pola yang dikasih coach. Dan akhirnya terbukti (menang).” Ketika overtime tiba, Tasya sama sekali tidak terkejut. “Udah predict bakal overtime. Soalnya dari tahun lalu juga kalau ketemu (SMAN) 70, entah kenapa begini terus. Jadi ya udah, kita siapin aja sekalian,” tuturnya sambil tersenyum lega. Kini, ia bisa menutup karier SMA-nya dengan kepala tegak. “Rasanya lega. Campur aduk. Sedih karena nggak bisa (juara) bareng kakak-kakak yang sebelumnya. Tapi kita mau melanjutkan mimpi mereka. Yang penting, sekarang nama Jubilee makin diketahui semua orang.” Malam itu, Jubilee bukan sekadar mengakhiri kutukan tiga musim runner-up. Mereka meneguhkan bahwa tidak ada kerja keras yang sia-sia. “Kutukan itu nggak ada. Buat kami, ini cuma soal timing. Tahun lalu belum waktunya, dan tahun ini akhirnya kita buktiin.”

Asean School Games 2025: Kontingen Indonesia Optimis Raih Prestasi Terbaik

Kontingen Indonesia di ASG 2025

Kontingen Indonesia tampil penuh percaya diri dan semangat dalam Opening Ceremony Asean School Games (ASG) yang digelar di Indoor Stadium Hassanah Bolkiah National Stadium Complex Brunei Darrusalam, Kamis (20/11). Pembukaan Asean School Games 2025 secara resmi dideklarasikan oleh Menteri Pendidikan Brunei Darussalam, Romaizah Binti Haji Mohd Saleh. Acara pembukaan berlangsung meriah dengan pertunjukan budaya dan tarian tradisional dari negara tuan rumah menambah kemegahan pembukaan. Para atlet Indonesia terlihat antusias mengikuti rangkaian acara, sekaligus menunjukkan rasa bangga dapat mewakili tanah air. Upacara dimulai dengan parade kontingen dari negara-negara peserta disambut meriah oleh para penonton. Rombongan Indonesia memasuki arena saat parade kontingen dimulai. Mereka tampil dengan seragam bernuansa putih-putih, disambut tepuk tangan meriah dari para penonton. Chief De Mission (Cdm) Indonesia, Aziz Ariyanto menyampaikan rasa optimisme jelang pertandingan. “Para atlet agar dapat bermain maksimal dan mendapatkan prestasi yang terbaik serta membawa semangat sportivitas dan memperkuat persahabatan dengan negara – negara Asean lainnya,” kata Azis Arianto. Lebih lanjut Azis menyampaikan harapan untuk para atlet setelah kejuaraan ini agar dapat berlatih dengan lebih keras lagi dan semoga dari atlet yang mengikuti ASG ini selanjutnya dapat mewakili di ajang yang lebih tinggi. Asean School Games (ASG) ke 14 akan berlangsung mulai 20 s.d 28 november. Indonesia mengirimkan 152 atlet pelajar yang akan berlaga pada sejumlah cabang olahraga seperti atletik, badminton, wushu, renang, pencak silat, basket, dan sepak takraw.

Pelatih dan Atlet Usia Muda Dapat Pembekalan di Talent Development Scheme 2025

Talent Development Scheme 2025

PSSI menggelar Talent Development Scheme (TDS) pada 7-11 November 2025 di Jakarta. Program yang merupakan inisiatif FIFA ini dirancang untuk memperkuat kemampuan talent scouting pelatih Indonesia, sekaligus memberi pemahaman kepada para pemain muda tentang pentingnya memantau perkembangan performa sejak usia dini. Kegiatan ini terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu Talent Scout Evaluation Programme – Piala Soeratin 2025 serta sesi pengembangan bagi pemain-pemain muda potensial dari berbagai klub dan sekolah sepak bola di Indonesia. Kartono Pramdhan, Kepala Departemen Coach Education PSSI, menegaskan bahwa program ini memperlihatkan kedekatan FIFA dengan federasi anggotanya. “Talent Development Scheme ini adalah program FIFA sebenarnya. Fokusnya bagaimana FIFA lebih dekat ke anggotanya, termasuk PSSI, untuk mengembangkan talent scouting. Sehingga pemain-pemain berbakat di seluruh Indonesia bisa ditemukan oleh para pelatih Indonesia,” ujarnya pada Jumat 7 November 2025. Sementara itu, M. Fahmi Hasan selaku Koordinator Tim Riset TDS PSSI menekankan pentingnya edukasi mengenai pemantauan pertumbuhan atlet usia muda. “Para pelatih dan para atlet diberi pemahaman bahwa sejak usia 13 tahun mereka perlu melakukan pengetesan secara rutin agar mengetahui perkembangan relatif mereka. Atlet pun harus memahami bahwa pengetesan sangat penting,” jelas Fahmi. Rendi Irwan Saputra, Asisten Pelatih Deltras FC U15, mengaku mendapatkan banyak wawasan berharga dari program ini. “Pengalaman yang saya dapat luar biasa. Kami bertukar pikiran dengan pelatih dari seluruh Indonesia, dari Aceh sampai Papua. Saya pulang membawa ilmu tentang teknik, taktik, mental, sampai penilaian performa harian pemain,” ujarnya. Pada TDS kali ini, peserta datang dari beragam daerah, klub, dan sekolah sepak bola, sehingga proses diskusi serta penyamaan standar talent scouting semakin kaya dan komprehensif. Daftar peserta untuk kategori pelatih: U13 Peter Sianjuon Sihombing, Pelatih Kepala, Terang Bangsa Budi Hariyanto, Pelatih Kiper, Persebaya Surabaya Rizky Habibilah, Asisten Pelatih, Persib Bandung Muslidar H. Ahmad, Analis, Alfarlaky FC Apridiawan, Pelatih Kepala, ASIOP Football Academy Yoga Nofril Nanda, Asisten Pelatih, SSB Sumbawa Muda Niko Ardiansah, Pelatih Kiper, Mataram Utama FC Izaac Johannis Wanggai, Pelatih Kepala, PS Freeport Indonesia Dwi Joko Priihatin, Manajer, PFA Surakarta M. Syafiq, Asisten Pelatih, PS Ogan Ilir Ahmad Syauqi Doreis, Pelatih Fisik, SSB Bimba Aiueo SS U15 Katon Cahyo Gumilang, Asisten Pelatih, PSDS Deli Serdang Rendi Irwan Saputra, Asisten Pelatih Kepala, Deltras FC Randi Barten Kansil, Asisten Pelatih, PS Freeport Indonesia Deris Herdiansyah, Pelatih Kepala, Persipan Pandeglang Mulya Saputra, Pelatih Kepala, Juang FC Iif Afriyandi, Pelatih Kepala, Persikota Tangerang U17 Julian Kusumah, Pelatih Kepala, Persija Jakarta M. Nurhadi El Hamid, Pelatih Kepala, Persika Karanganyar Fajar Subekti, Pelatih Kepala, PSS Sleman Andreas Johanes Kastanja, Pelatih Kepala, Persebaya Surabaya Muh Hasrul M, Manajer Klub, PS Bangau Putra Markus Mandowen, Sekretaris Tim, Doberay FC Manokwari Peserta TDS untuk kategori pemain: TIM A Avico Naufal Paramaditya – GK – Terang Bangsa Putra Ardiansyah – GK – Sumbawa Muda Nagata Akmal Fawwaz – CB – Mataram Utama FC Sakti Dwi Abhiseka – CB / LB – Terang Bangsa Davin Dwi Ardian – RB / CB – Persib Bandung Achmadi Ardian Naurafky – LB / LWF / CB – Persebaya Surabaya Muhammad Naufal Maulidan Saputra – DMF – Persebaya Surabaya Shefaro Wildan Muhammad – MF – Mataram Utama FC Keznie Al Rasyid Dewantara – MF – Persebaya Surabaya Kevin Ardiansyah – MF – Terang Bangsa Mahardico Abirza – MF – DY FC Batam Mochammad Ridho Susanto – RWF – Persebaya Surabaya Mahargia Ananta Putra – ST – Terang Bangsa Faissal Nuralifianto – LWF / RWF – Persib Bandung Satria Margo Wijaya – RWF – Terang Bangsa TIM B Dastan Alam – GK – Persib Bandung Iwank Bintang Asmara – GK – Mataram Utama FC Andika Dwi Pratama – CB – Terang Bangsa Chen Cen Herdiansyah – RB / RWF / CB / LWF / LB / ST – Persib Bandung Bangkit Maulana Ibrahim – RB – Terang Bangsa Rausyan Ocank Syam – LB / MF / DMF – Persib Bandung Syifaul Umam Nasution – DMF – Persebaya Surabaya Muhammad Dilham Putra Aryyan – MF / DMF – Persib Bandung Muhammad Rizky – MF – Sumbawa Muda Putu Suteja Rumana Kartika – DMF – Terang Bangsa Rafa Aqilah Maghribi Ryanto – RWF / MF – Persebaya Surabaya Bagas Hamzah Aditya – LWF / RWF – Terang Bangsa Bagas Tri Nugraha – ST – Mataram Utama FC Darrel Kennard Kalani Defianto – ST – Persebaya Surabaya

Nova Arianto Jadi Pelatih Timnas U20

Alexander Zwiers, Sumardji, Yunus Nusi, Nova Arianto

PSSI resmi menetapkan Nova Arianto sebagai pelatih Timnas U20 Indonesia. Hal ini diumumkan saat sesi jumpa media bersama anggota Exco sekaligus Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, Sekjen PSSI, Yunus Nusi, Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers. Nova Arianto sebelumnya melatih Timnas U17 dan sukses membawa Garuda Muda mengikuti Piala Dunia U17 2025 di Qatar. Pada momen tersebut, Indonesia mencetak sejarah dengan meraih kemenangan perdana di Piala Dunia U17 dengan mengalahkan Honduras 2-1. “Terima kasih PSSI atas kesempatan yang diberikan kepada saya. Ini sangat luar biasa bagi karier saya. Pastinya saya akan mencoba memberikan yang terbaik untuk Timnas U20,” kata Nova Arianto. “Karena di awal semenjak saya ditunjuk sebagai pelatih di Tim Nasional U17 di tahun 2024, tujuan saya adalah bagaimana pemain-pemain muda ini bisa tampil di Tim Nasional senior. Karena di situ menjadi poin pentingnya adalah bagaimana mereka bisa sampai di Tim Nasional,” tambahnya. Nova memastikan bahwa program jangka pendek dan jangka panjang akan dibahas bersama PSSI. Dalam waktu dekat, ia akan menyampaikan rencana persiapan menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-20 pada September 2026 mendatang. “Dan setelah ini, pastinya kita akan membuat roadmap bagaimana persiapan kita karena di bulan September, Timnas U20 akan tampil di kualifikasi Asian Cup. Jadi kita akan menyampaikan roadmap kepada PSSI dan setelah disetujui, baru kita akan melanjutkan dengan sesuai program yang akan kita persiapkan,” jelas Nova Arianto. Sementara itu, Sumardji mengatakan bahwa keputusan PSSI memilih Nova Arianto berdasarkan rekomendasi dari Direktur Teknik, Alexander Zwiers. “Untuk timnas U20, sesuai dengan rekomendasi, sesuai dengan usulan dari Dirtek, Alexander [Zwiers], rekan-rekan Exco menyetujui bahwa pelatih timnas u20 putra ini akan kita berikan tugas dan tanggung jawab sepenuhnya ke Nova Arianto,” kata Sumardji. “Karena berkaitan dengan Timnas U20 Putra, ini boleh dikatakan 85 persen pemainnya adalah pemain Timnas U17 yang kemarin baru saja melaksanakan kegiatan Piala Dunia U17,” tambahnya.

Menyemai Rasa Cinta Bulutangkis di Kota Atlas Sejak Usia Dini 

Bakti Olahraga Djarum Foundation berkolaborasi dengan Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah menyelenggarakan Festival SenengMinton Semarang 2025

SEMARANG, 20 November 2025 – Bakti Olahraga Djarum Foundation berkolaborasi dengan Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah menyelenggarakan Festival SenengMinton Semarang 2025 yang berlangsung di Polytron Stadium, Universitas Diponegoro, Kamis (20/11). Sebanyak 510 siswa kelas 1 hingga 3 sekolah dasar dari 17 SD di Semarang ambil bagian dalam perlombaan berformat fun games tersebut. Selain Semarang, Festival SenengMinton juga telah diselenggarakan di berbagai kota di Jawa Tengah seperti Kudus (23-24 Juni) Solo (23 September) dan Purwokerto (8 November).  Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan penyelenggaraan Festival SenengMinton bertujuan untuk menyemai rasa cinta terhadap olahraga bulutangkis dengan cara yang menyenangkan agar siswa dapat menikmati permainan sambil belajar. Menggunakan format fun games yang inklusif, Yoppy berharap perlombaan ini menjadi titik awal proses pembinaan hingga terlahir regenerasi pebulutangkis handal untuk masa depan Indonesia. “Dalam Festival SenengMinton ini kami ingin mengobarkan semangat dan menumbuhkan rasa cinta terhadap bulutangkis dari level usia dini, dengan harapan proses pembibitan dapat dimulai dengan cara yang terstruktur dan masif. Kami yakin membentuk atlet yang tangguh dan handal dimulai dari rasa senang terhadap jenis olahraganya. Melalui festival ini, kami ingin kenalkan dan membawa perlombaan yang dapat memicu motivasi siswa untuk menggeluti dunia bulutangkis,” kata Yoppy. Sementara itu, Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah, Basri Yusuf menuturkan Festival SenengMinton menjadi salah satu langkah untuk mendeteksi dan menumbuhkan bibit-bibit pebulutangkis berbakat sejak usia dini. Menurutnya, perlombaan ini juga menjadi sarana edukatif yang dirancang agar para siswa lebih mengenal dan mencintai olahraga bulutangkis. “Seluruh rangkaian kegiatan Festival SenengMinton kami kemas dengan unsur-unsur yang berkaitan langsung dengan bulutangkis, sekaligus sebagai upaya untuk mensosialisasikan olahraga ini kepada siswa sekolah dasar. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan minat bermain bulutangkis baik di kalangan anak-anak maupun orang tua mereka. Melalui dukungan masyarakat terhadap kegiatan di tingkat kabupaten dan kota, kami yakin proses pembinaan atlet dari akar rumput akan semakin kuat,” ungkap Basri. Terpilihnya Kota Semarang bukan tanpa alasan. Untuk itu, Basri berharap melalui gelaran Festival SenengMinton ini, calon pebulutangkis dapat teridentifikasi secara cepat sehingga para siswa dapat menjadi bagian dalam proses regenerasi atlet bulutangkis yang terstruktur dan  berkelanjutan. “Kota Semarang dipilih karena menjadi salah satu lumbung atlet-atlet berbakat. Melihat peta pembinaan, selama ini regenerasi berjalan di klub saja. Melalui ajang ini, kami ingin menyentuh level akar rumput dengan mendorong sekolah dan guru untuk menggalakkan ekstrakurikuler bulutangkis. Dari Festival SenengMinton akan berkelanjutan dengan kejuaraan di tingkat SD, SMP hingga SMA sehingga harapan kami, atlet yang jago dari sekolah-sekolah bisa diarahkan masuk ke klub,” terang Basri. Festival SenengMinton Semarang 2025 menerapkan sistem perorangan dengan penilaian pemenang berdasarkan catatan waktu tercepat. Untuk peserta kelas 3, terdapat lima jenis rintangan yakni Service to Target, Shuttle Run, Pyramid Shuttlecock, Throwing The Shuttlecock dan Zig Zag Run. Sementara untuk peserta kelas 1 dan 2, perlombaan Service to Target ditiadakan. Pada Service to Target, peserta melakukan service lurus dengan memasukkan shuttlecock ke dalam bidang target warna yang ditentukan. Shuttle Run berlari dari titik tengah mengambil kok, kemudian memindahkan ke sisi seberangnya, siswa berhasil menyelesaikan rintangan ialah yang berhasil memindahkan semua kok. Pyramid Shuttlecock, menyusun kok berbentuk piramid sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan. Sementara Throwing The Shuttlecock melempar kok ke dalam lubang target. Zig Zag Run berlari melalui halang rintang secara zig zag. Usai menyelesaikan seluruh perlombaan tersebut, peserta harus menekan tombol timer selesai. Masing-masing permainan dirancang untuk melatih motorik, koordinasi, serta mengenalkan dasar-dasar teknik bulutangkis dalam bentuk permainan yang menyenangkan. Setiap sekolah mengirimkan 6 siswa kelas 1 yang terdiri dari 4 putra dan 2 putri. Sedangkan untuk kelas 2 terdapat 10 peserta tiap sekolah dengan komposisi 6 putra dan 4 putri. Pada kategori kelas 3, per sekolah mengirimkan 14 siswa yang terdiri dari  8 putra dan 6 putri. Usai Kudus, Solo, Purwokerto dan Semarang, Festival SenengMinton 2025 juga akan berlangsung di Magelang pada 11 Desember mendatang. Antusias Berkenalan dengan Dunia Bulutangkis Semangat tinggi untuk ikut dalam Festival SenengMinton Semarang 2025 salah satunya datang dari SDN Bangunharjo yang mengirimkan 30 siswanya untuk berkompetisi menjadi yang tercepat. Guru Olahraga SDN Bangunharjo, Sumadi, mengapresiasi dukungan penuh dari pihak sekolah dan wali murid yang antusias untuk terlibat dalam upaya mengenalkan olahraga bulutangkis kepada para siswa yang sudah berjalan selama satu tahun kebelakang. “Alhamdulilah kami mendapatkan support dari semua pihak untuk perlahan membangun kegiatan ekstrakurikuler bulutangkis. Untuk pertama kalinya sekolah kami mengikuti Festival SenengMinton dan semoga ke depan hasilnya lebih baik. Kami berharap kegiatan perlombaan ini bisa terus berkelanjutan karena kami pasti akan ikut serta dalam kegiatan olahraga bulutangkis,” kata Sumadi. Dari tengah lapangan, antusiasme tinggi tergurat di wajah Muhammad Abdul Karim Jaelani. Siswa kelas 3 SDN Bendan Ngisor itu berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 00:47.72. Rupanya Jae, sapaan akrabnya didorong oleh sang ibu untuk berlatih bulutangkis sejak duduk di bangku kelas 2 SD. “Seru banget, karena permainannya banyak, mulai dari lari zigzag, lempar kok lalu service, terus harus cepat-cepat lari untuk pencet tombol. Dari semua tantangan, aku paling suka service karena seru sekali mukul-mukul bolanya,” cerita Jae.  Para pemenang Festival SenengMinton di tiap lomba mendapat piala, uang pembinaan, dan hadiah dari sponsor yaitu MilkLife, Dua Kelinci, Aice, Hundred dan produk Savoria. Selain itu, seluruh peserta juga mendapatkan goodie bag dari MilkLife, Dua Kelinci, produk Savoria dan Aice.  Berikut daftar pemenang Festival SenengMinton Semarang (nama peserta – nama sekolah – catatan waktu): Kelas 1 Putra Juara   : Aulian Zhafif Rafasya Wahyudi – SDN Tugurejo 01 – 00:42.41 Runner-up : Arzan Naufal Putra – SDN Tanjung Mas – 00:44.29 Semifinalis : Althaf Arkahfi Firzatullah – SDN Brumbungan – 00:44.51 Kelas 1 Putri Juara   : Audreena Hasna Kamila – SDN Petompon 02 – 00:43.36 Runner-up : Rafeeza Arsyzilla Putri – SD Islam Tunas Harapan – 00:43.62 Semifinalis : Alika Putri Dinanti – SDN Brumbungan – 00:44.74 Kelas 2 Putra Juara   : Azzam Fahri Ardana – SD Islam Tunas Harapan – 00:41.53 Runner-up : Arkana Rajendra – SDN Bangunharjo – 00:41.83 Semifinalis : Ahmad Surya – SDN Bandarharjo 01 – 00:42.38 Kelas 2 Putri Juara   : Afareen Chelsea Navalia – SD Bina Nusantara Semarang – 00:43.95 Runner-up : Cantika Putri Setiawan – … Read more

Hasil Asian Junior Finswimming Competition 2025

2025 CMAS Southeast Asia Championship Finswimming Indoor

Selesai sudah perhelatan Kejuaraan Finswimming Indoor Asia Tenggara 2025. Indonesia meraih total lima medali emas, sementara Vietnam berjaya dengan 54 emas. Pada hari terakhir kejuaraan bertajuk 2025 CMAS Southeast Asia Championship Finswimming Indoor dan Asian Junior Finswimming di Stadion Akuatik GBK Senayan, Rabu (19/11/2025), seluruh peserta yang berjumlah 98 mengikuti jalannya penyisihan di sesi pagi. Sementara itu di sesi sore atau final, kategori senior memperlombakan sembilan nomor, sedangkan pada kategori junior sebanyak tujuh nomor diperlombakan. Indonesia berhasil menambah perolehan medali emas pada final ketegori junior. Muhammad Dzulfikar Izzaturrahman sukses menyumbangkan medali dari nomor 200 Bi Fins Putra. Dia finis pertama dengan catatan waktu 1 menit 41.42 detik, di depan atlet Indonesia lainnya, Federicco Owen, di posisi kedua dengan 1 menit 42 detik dan Thanakrit Choosawasd asal Thailand di posisi ketiga dengan 1 menit 44,21 detik. Pencapaian Indonesia tahun ini lebih baik daripada penyelenggaraan sebelumnya yang berlangsung di Phnom Penh, Kamboja. Kala itu Indonesia cuma membawa pulang total tujuh medali, di antaranya dua emas, tiga perak, dan dua perunggu. Untuk tahun ini, Indonesia meraih 29 medali, empat di antaranya emas, 11 perak, dan 14 perunggu. Sementara di kategori junior, Indonesia meraih satu emas, 11 perak, dan 13 perunggu dengan total 25 medali. Sekretaris Jendral Pengurus Besar Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI), Nur Kholis, berterima kasih atas pencapaian Indonesia itu. Dia berharap kontingen Indonesia bisa meraih prestasi lebih mantap di ajang-ajang berikutnya. “Selamat kepada seluruh Atlet Finswimming yang berhasil membawa pulang medali, dia juga berpesan kepada seluruh Atlet agar terus berlatih agar senantiasa menorehkan prestasi dikompetisi mendatang,” ujar Nur Kholis dalam pernyataan resminya. “Saya juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan dan mendukung kegiatan ini, utamanya bagi para Delegasi CMAS yang turut hadir disepanjang pelaksanaan acara ini,” lanjutnya. “Tidak lupa, PB POSSI mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu terselenggaranya kompetisi ini, khususnya kepada masyarakat Indonesia yang turut mendukung atlet Finswimming Tanah Air di ajang ini,” pungkas Nur Kholis. Klasemen akhir medali 2025 CMAS Southeast Asia Championship Finswimming Indoor (Senior) 1. Vietnam : Emas 31, Perak 22, Perunggu 6, Total 59 Medali 2. Indonesia : Emas 4, Perak 11, Perunggu 14, Total 29 Medali 3. Kamboja : Emas 1, Perak 3, Perunggu 6, Total 10 Medali 4. Thailand : Emas 0, Perak 0, Perunggu 1, Total 1 Medali Asian Junior Finswimming Competition (Junior) 1. Vietnam : Emas 23, Perak 15, Perunggu 14, Total 52 Medali 2. Thailand : Emas 7, Perak 3, Perunggu 3, Total 13 Medali 3. Indonesia : Emas 1, Perak 11, Perunggu 13, Total 25 Medali Sumber: Detiksport

Timnas Indonesia U22 Tahan Imbang Mali

Timnas Indonesia U22

Timnas Indonesia U22 bermain imbang 2-2 melawan Mali pada laga uji coba kedua yang digelar di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Selasa 18 November 2025 malam. Dalam international friendly match jelang SEA Games 2025 itu, Garuda Muda tampil lebih ngotot dan menunjukkan karakter. Sejak kick-off, Indonesia langsung menekan. Baru dua menit berjalan, Mauro Zijlstra sudah melepaskan dua tembakan, namun keduanya masih mampu diantisipasi barisan pertahanan Mali. Tekanan di awal laga berbuah hasil pada menit ke-8. Pertahanan Mali yang panik membuat bola liar mengarah ke Ivar Jenner, namun sepakan Jenner tersebut belum berujung gol. Keasyikan menyerang, Mali justru mampu membuka keunggulan. Menit ke-11, Sekou Kone menyambar umpan cutback dari sisi kanan dan menaklukkan Daffa Fasya. Indonesia tertinggal 0-1. Garuda Muda mencoba membalas. Peluang hadir menit ke-36 melalui sundulan Muhammad Ferarri yang memanfaatkan skema sepak pojok, tetapi kiper Mali, Mayame Sissoko, masih sigap menangkap bola. Indonesia akhirnya menyamakan skor pada menit ke-38. Mauro Zijlstra menerima umpan matang dari Hokky Caraka, mengecoh bek Mali, lalu menembak dengan kaki kiri ke sisi kanan gawang. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai. Memasuki babak kedua, Indonesia tampil lebih agresif. Menit ke-52, Raka Cahyana melepas umpan cutback yang mengarah kepada Rafael Struick tanpa kawalan. Bola sempat mengenai tiang sebelum masuk ke gawang, membuat Indonesia berbalik unggul 2-1. Mali nyaris membalas pada menit ke-60 lewat tendangan salto spektakuler, namun Daffa Fasya melakukan penyelamatan gemilang. Tekanan Mali akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-71. Sekou Kone kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah lolos dari pengawalan dan menyelesaikan peluang dengan tenang. Skor kembali imbang 2-2. Pelatih Indra Sjafri merespons dengan melakukan tiga pergantian pada menit ke-76. Jens Raven, Rayhan Hannan, dan Brandon Scheunemann masuk menggantikan Dion Markx, Rafael Struick, dan Mauro Zijlstra. Indonesia mendapat peluang lewat tendangan bebas Dony Tri Pamungkas pada menit ke-84, namun Sissoko kembali tampil sigap. Satu menit kemudian, Robi Darwis masuk menggantikan Raka Cahyana. Di sisa waktu, kedua tim berupaya mencari gol penentu, namun tak ada tambahan gol hingga peluit akhir dibunyikan. Hasil imbang 2-2 ini menjadi bahan evaluasi sekaligus modal berharga bagi Garuda Muda sebelum terbang ke Thailand untuk menghadapi SEA Games 2025.

Torehkan Sejarah Baru, Indonesia Juara Umum Atletik Asia Tenggara U18 dan U20

Kontingen Indonesia Untuk Kejuaraan Atletik Asia Tenggara U18 dan U20

Indonesia mencatat sejarah baru di dunia atletik. Untuk pertama kali, tim atletik Indonesia menjadi juara umum Kejuaraan Atletik Asia Tenggara U18 dan U20. Indonesia naik ke podium tertinggi setelah meraih 14 emas, unggul atas Vietnam yang mendapat 13 emas dan Filipina 11 emas. Atlet muda masa depan atletik Indonesia lahir di ajang itu. ”Indonesia berhasil menjadi juara umum. Kita sangat bersyukur karena ini belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Ketua Panitia Tigor Tanjung di Stadion Madya Atletik Sumut, Deli Serdang, Selasa (18/11/2025). Atlet-atlet muda Indonesia mengalahkan atlet dari sembilan negara lain yang ikut berlomba dalam kejuaraan tahunan itu. Atlet Indonesia mendapat emas di nomor-nomor favorit, antara lain lari 100 meter putri U18, lari 400 meter putri U18, dan lari estafet 4 x 100 meter putri U18. Indonesia juga mendapat emas di nomor lari 100 meter putra U18, lari 200 meter putra U18, dan lari 1.500 meter putra U20. Sejumlah atlet juga mencetak rekor baru di sejumlah nomor. Tim Indonesia mendapat total 45 medali, terdiri dari 14 emas, 15 perak, dan 16 perunggu. Tigor mengatakan, kejuaraan atletik tersebut menjadi ajang yang sangat penting untuk pembinaan atlet-atlet muda Indonesia. Atlet-atlet muda itu akan menjadi tulang punggung cabang olahraga atletik Indonesia di masa depan. ”Atlet-atlet muda ini harus terus dijaga dan dibina,” kata Tigor yang juga merupakan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) itu. Kejuaraan Atletik Asia Tenggara U18 dan U20 berlangsung pada 15-18 November. Sebanyak 278 atlet dari 10 negara berlomba dalam 63 nomor. Ini pertama kali single event atletik bertaraf internasional diselenggarakan di luar Pulau Jawa. Kemajuan atletik didukung oleh Stadion Madya Atletik Sumut yang telah mengantongi Sertifikat Kelas 1 dari World Athletics. Sertifikasi ini menandakan bahwa lintasan dan semua fasilitas teknis stadion warisan Pekan Olahraga Nasional 2024 Aceh-Sumut itu memenuhi standar tertinggi untuk penyelenggaraan kompetisi atletik resmi tingkat dunia, termasuk untuk pencatatan rekor nasional ataupun internasional. Kejuaraan ini juga terdaftar dalam World Athletics Global Calendar dan berlabel World Rankings Competition. Dengan demikian, semua hasil pertandingan akan secara resmi tercatat dan dihitung dalam sistem poin peringkat dunia.