Drama Final dan Lahirnya Juara Baru Hiasi Seri Puncak MilkLife Soccer Challenge Jakarta Raya & Yogyakarta

Para champion dan runner-up MilkLife Soccer Challenge Jakarta Raya Seri 1 2026 - 2027 KU 10 dan KU 12 merayakan kemenangan di podium usai pertandingan final di Kingkong Soccer Arena, Cijantung, Jakarta Timur, Minggu (20/9).

JAKARTA & YOGYAKARTA, – Panggung sepak bola putri usia dini kembali membara! Turnamen MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Jakarta Raya dan Yogyakarta Seri 1 2026 – 2027 resmi menyelesaikan partai puncaknya pada Minggu (20/9). Gelaran yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini menghadirkan aksi-aksi memukau, drama adu penalti, hingga lahirnya deretan juara baru. Di Jakarta Raya, kejutan manis tercipta saat SDN Gedong 03 berhasil menisbatkan diri sebagai jawara di Kategori Usia (KU) 10, sementara SDN Cipayung 02 sukses mengamankan podium tertinggi di KU 12. Sementara itu, persaingan di regional Yogyakarta tak kalah sengit; SD Tarakanita Bumijo I keluar sebagai juara anyar KU 10, sedangkan SD Muhammadiyah Sapen membuktikan dominasinya dengan kembali merengkuh gelar juara di KU 12. Sengit dan Dramatis di Jakarta Raya Partai final KU 10 MLSC Jakarta Raya menyajikan dominasi mutlak SDN Gedong 03 yang mengandaskan perlawanan UPTD SDN Mampang 1 dengan skor telak 3-0. Penyerang andalan mereka, Keenar, tampil gemilang lewat torehan brace cepat di babak pertama (menit ke-10 via penalti dan menit ke-15). Neha Rayadinata kemudian melengkapi kemenangan SDN Gedong 03 di babak kedua memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan. Tensi panas dan penuh drama tersaji pada laga final KU 12. SDN Cipayung 02 sempat memimpin cepat lewat gol Keisha Rizky Ramadani di menit ke-3. Namun, SDN Kebayoran Lama Selatan 19 melakukan comeback kilat lewat gol Maura Jihan Athifa (6’) dan Alesha Kaysha Salsabila (7’) yang menutup babak pertama dengan skor 2-1. Pantang menyerah, Gildas Syauqillah menjadi pahlawan bagi SDN Cipayung 02. Ia menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di menit ke-19 lewat sepakan terukur. Skor imbang bertahan hingga peluit panjang, memaksa pertandingan berlanjut ke adu penalti. Empat penendang SDN Cipayung 02 sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna. Gildas yang maju sebagai eksekutor penentu memastikan kemenangan timnya dengan skor akhir 4-2. “Di babak pertama kami agak ragu karena lawannya banyak yang jago. Tapi pelatih meminta kami tetap semangat sampai akhir pertandingan dan akhirnya kami bisa menjadi juara karena kerja sama tim,” ujar Gildas, yang juga menyabet gelar Top Scorer KU 12 MLSC Jakarta Raya. Aksi Memukau dan Dominasi Yogyakarta Bergeser ke Yogyakarta, SD Tarakanita Bumijo I tampil perkasa di kategori KU 10. Sang striker andalan, Alisya Natalia Bandari, tampil meledak dengan memborong tiga gol (hattrick) pada menit ke-5, 24, dan 29, sekaligus menyegel kemenangan 3-1 atas SD Muhammadiyah Sapen. Alisya pun mengukuhkan dirinya sebagai pencetak gol tersubur dengan total 36 gol sepanjang turnamen! Meski gagal di KU 10, SD Muhammadiyah Sapen tidak membiarkan trofi KU 12 lepas. Lewat laga ketat melawan SD Kalasan 1, gol tunggal Ralin Adiba Fitria Sanjaya di menit ke-17 menjadi pembeda sekaligus mengunci gelar juara bertahan bagi timnya. Antusiasme Tinggi dan Fondasi Menuju Piala Dunia 2035 Edisi kali ini diikuti oleh ribuan talenta muda. Di Jakarta Raya, tercatat ada 1.928 atlet dari 111 SD/MI (176 tim), sedangkan Yogyakarta melibatkan 1.294 atlet dari 76 SD/MI (123 tim). Tak ketinggalan, ajang ini juga menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8 yang diikuti puluhan siswi usia dini. Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Welly Arisanto, mengapresiasi tinggi besarnya dukungan para orang tua dan sekolah yang kian membentuk ekosistem sepak bola putri Tanah Air. “Dukungan orang tua sangat luar biasa di setiap seri dan penting sekali untuk mental pemain. Kualitas permainan terus berkembang dan ekosistem sepak bola putri semakin terbentuk,” ungkap Welly. Senada dengan hal tersebut, Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F. Tiago, menilai teknik dasar, kepercayaan diri, hingga pemahaman taktik para peserta melompat signifikan. “Teknik dasar mereka semakin baik, passing terarah, dan mereka mulai mengerti cara bermain sebagai tim. Jika kompetisi berkelanjutan seperti ini terus berjalan, target membawa Timnas Sepak Bola Putri Indonesia lolos ke putaran final Piala Dunia 2035 bukan hal yang mustahil,” tegas mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut. DAFTAR PEMENANG MLSC SERI 1 2026 – 2027 REGIONAL JAKARTA RAYA Kategori Usia 10 (KU 10) Champion: SDN Gedong 03 Runner-up: UPTD SDN Mampang 1 Top Scorer: Keenar Inara Alfiyah (SDN Gedong 03 – 28 Gol) Best Player: Valencia Ashalyna Prayoga (SDN Gedong 10 Pagi) Best Goalkeeper: Arsyila Wahyu Qiana (SDN Gedong 03) Fairplay Team: SDN Lenteng Agung 09 Kategori Usia 12 (KU 12) Champion: SDN Cipayung 02 Runner-up: SDN Kebayoran Lama Selatan 19 Top Scorer: Gildas Syauqillah (SDN Cipayung 02 – 14 Gol) Best Player: Maura Jihan Athifa (SDN Kebayoran Lama Selatan 19) Best Goalkeeper: Khanza Aqila Salsabila (SDN Kebayoran Lama Utara 13) Fairplay Team: SDN Cipinang Muara 19 REGIONAL YOGYAKARTA Kategori Usia 10 (KU 10) Champion: SD Tarakanita Bumijo I Runner-up: SD Muhammadiyah Sapen Top Scorer: Alisya Natalia Bandari (SD Tarakanita Bumijo 1 – 36 Gol) Best Player: Gendhis Annara Putri Bazuni (SD Muhammadiyah Sapen) Best Goalkeeper: Puput Widiana (SDN Ungaran 1) Fairplay Team: SD Idea Baru Kategori Usia 12 (KU 12) Champion: SD Muhammadiyah Sapen Runner-up: SDN Kalasan 1 Top Scorer: Fuanthiffa Husnia Dea Pramita (SDN Glagah), Khayla Labiba Nasjmi (SDN Baturetno), & Putri Selena Humaira Suryawan (SD Muhammadiyah Sapen) – Masing-masing 12 Gol Best Player: Afita Nur Inderasari (SDN Kalasan 1) Best Goalkeeper: Earlyta Arsyfara Fatiyaturrahma (SDN Kalasan 1) Fairplay Team: SDN Giwangan

Berjalan Sukses di 10 Kota, Seri 2 dan All-Stars Siap Dihelat

Pertandingan final KU 12 MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 1 2025 - 2026 antara SDN Kunciran 4 melawan Sekolah Anak Indonesia di Kingkong Soccer Arena, Minggu (23/11).

JAKARTA, 23 November 2025 – Jakarta menjadi kota penutup dari 10 kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 2025 – 2026.  Sebagai kota terakhir, peserta di Jakarta merupakan terbanyak dari 9 kota lain, yakni mencapai 2.708. SDN Cipinang Muara 19 Pagi berhasil menjadi juara pada KU 10 usai mengalahkan SDN Cipayung 02 lewat drama adu penalti dengan skor 0 (3) – 0 (2). Sementara SDN Kunciran 4 sukses merebut titel kampiun KU 12 setelah menyudahi pertandingan sengit kontra Sekolah Anak Indonesia yang berakhir dengan skor 3 (3) – 3 (2) dan kembali ditentukan melalui adu penalti. Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono mengatakan, sepanjang MLSC Seri 1 2025 – 2026 tercatat 17.365 peserta berpartisipasi pada turnamen yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut. Ia menilai hal ini merupakan respon positif dari para pesepakbola putri belia yang semakin mencintai dan menggeluti olahraga sepak bola, sesuai dengan visi yang dituju oleh penyelenggara. “Antusiasme dari peserta semakin tinggi, terutama di Jakarta yang awal penyelenggaraan di tahun 2024 hanya 368 peserta sekarang sudah lebih dari 2.700. Hal ini menunjukkan bahwa konsistensi penyelenggaraan turnamen yang kami tunjukkan sudah meningkatkan kepercayaan publik terhadap kualitas MilkLife Soccer Challenge,” kata Teddy. Lebih lanjut, Teddy menuturkan bahwa dua kota baru MLSC 2025 – 2026 yaitu Bekasi dan Malang memang masih beradaptasi dari sisi kualitas, namun diyakini dalam waktu dekat akan mampu menyaingi kota-kota yang lebih dahulu bergabung. Pertumbuhan ini juga memperlihatkan bahwa sekolah-sekolah dan akademi sepak bola kini lebih serius mempersiapkan diri mengikuti turnamen yang digelar secara rutin, yang memberikan dampak positif bagi pembinaan usia dini di berbagai wilayah.  “Dengan event yang rutin dan kualitas penyelenggaraan yang terus dijaga, secara alami akan muncul bibit-bibit baru. Kami percaya nantinya banyak pemain muda di tim nasional Indonesia akan berasal dari MilkLife Soccer Challenge,” ujarnya. Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann mengatakan seiring terus bertambahnya jumlah peserta di setiap penyelenggaraan MLSC, terjadi fenomena yang menguntungkan sekaligus mempersulit tim talent scouting. Tidak sedikit sekolah dan tim-tim yang baru ikut serta di 10 kota mampu langsung bersaing dan memunculkan bakat-bakat potensial. Kondisi tersebut tidak lepas dari popularitas dan daya tarik MilkLife Soccer Challenge yang terus meningkat di masyarakat.   “Saya melihat sekolah-sekolah yang sudah berpartisipasi sebelumnya terus berusaha meningkatkan kualitas tim masing-masing dalam persaingan menjadi juara di MilkLife Soccer Challenge. Namun, tidak sedikit sekolah yang baru kali ini ikut serta juga di luar dugaan mampu bersaing. Di satu sisi situasi itu menguntungkan kami sebagai penyelenggara karena muncul banyak bakat-bakat yang bisa dikembangkan lebih jauh. Di sisi lain juga membuat kami harus ekstra hati-hati dalam menjaring talenta-talenta terbaik,” ujar Timo.  MLSC Seri 2 & All-Stars 2025 – 2026  Sukses diselenggarakan pada Seri 1, MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025 – 2026 siap bergulir mulai Januari 2026 yang kembali menarget ke 10 kota yakni Kudus, Semarang, Surabaya, Tangerang, Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Solo, Bekasi, dan Malang. Setelahnya para atlet terpilih akan mengikuti MilkLife Soccer Extra Training untuk berlatih secara intensif sebelum berlaga di MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025 – 2026 pada Juni di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Mereka akan mewakili kota masing-masing untuk memperebutkan podium juara. Senior Brand Executive MilkLife, Wisnu Renggo Pambudi mengatakan MilkLife kembali turut andil menyukseskan gelaran MLSC Seri 2 2025 – 2026 sebagai bentuk keberlanjutan visi perusahaan dalam mendukung gaya hidup sehat dan aktif bagi anak-anak Indonesia. Ia meyakini dengan semakin banyaknya siswi yang menggemari olahraga sepak bola, mampu menyehatkan generasi masa depan. Hal tersebut sejalan dengan visi MilkLife serta anjuran WHO untuk aktivitas fisik anak ialah satu jam setiap harinya.  “Kami bangga dengan semangat para siswi di 10 kota penyelenggaraan dan melihat sendiri bagaimana para siswi bermain penuh keceriaan serta keberanian. Itu adalah gambaran dari anak-anak yang sehat, aktif, dan percaya diri, nilai yang juga menjadi spirit MilkLife. Kami yakin pembinaan usia dini harus dilengkapi dengan nutrisi yang baik. Karena itu kami terus mendukung mereka agar semakin kuat, berani, dan siap menunjukkan kemampuan terbaik di lapangan,” ujar Wisnu. Teddy Tjahjono mengatakan, iklim positif yang terjadi di Seri 1 diharapkan juga berlanjut pada seri mendatang. Selain animo peserta yang dipertahankan, para atlet yang sudah memiliki kualitas teknik dasar di atas rata-rata dapat mengembangkan kemampuannya. Jadwal penyelenggaraan Seri 2 juga disesuaikan dengan kalender akademik, agar tidak mengganggu aktivitas siswi di sekolah. “Berkaca dari pengalaman MilkLife Soccer Challenge 2024, terjadi situasi di mana siswi-siswi yang sudah terpilih di kota masing-masing tapi ternyata tidak bisa ikut bermain di All-Star karena terkendala dengan kalender akademik. Faktor itu membuat kami melakukan penyesuaian jadwal penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 berjalan beriringan dengan kalender akademik dan masa libur Lebaran. Perubahan tersebut dimaksudkan agar partisipasi peserta dapat dimaksimalkan. Semua sudah kami perhitungkan termasuk persiapan All-Star di bulan Juni,” ujarnya. Timo Scheunemann, menyebut peta persaingan pada MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025 – 2026 dipastikan semakin ketat. Kudus yang menjadi juara pada All-Stars periode sebelumnya terancam mempertahankan gelar. Hal tersebut karena semangat maupun daya juang dari setiap atlet di setiap kota begitu tinggi.  “Saya melihat peningkatan yang sangat terasa di aspek teknik dasar, pemahaman taktik, dan mental bertanding. Sehingga persaingan di All-Star nanti juga pasti akan lebih ketat karena setiap kota memiliki waktu persiapan yang cukup dan kualitas di setiap kota terus mengalami peningkatan sehingga peluang menjadi juara cenderung berimbang. Setiap kota membawa karakter permainan masing-masing, dan itulah yang membuat MLSC selalu menarik,” tuturnya. Di samping itu, terdapat perbedaan format pertandingan MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025 – 2026, yakni yang sebelumnya 7 vs 7 kini menjadi 9 vs 9. “Dari mulai extra training sudah berlatih 9 vs 9 karena juga untuk dipersiapkan bertanding di Hydroplus Soccer League maupun Pertiwi Cup yang memang mengadopsi format itu jadi biar selaras,” imbuh Timo.