Lanny dan Ribka Cetak Sejarah di Swiss Open 2024

Pasangan ganda putri Indonesia mampu menyumbangkan gelar juara di Swiss Open 2024. Gelar tersebut dipersembahkan oleh Lanny Tria Mayasari/Ribka Sugiarto. Lanny/Ribka juara di nomor ganda putri usai mengalahkan Hsu Ya Ching/Lin Wan Ching di final. Dalam pertandingan di St. Jakobshalle, Basel, Minggu (24/3/2024) malam WIB, Lanny/Ribka menang lewat rubber game dengan skor 13-21, 21-16, 21-8. Ini jadi gelar pertama bagi Lanny/Ribka di turnamen BWF World Tour Level Super 300. Mereka juga menjadi ganda putri Indonesia pertama yang menjuarai Swiss Open sejak pertama kali ganda putri dipertandingkan pada 1957. “Gelar ini yang pertama pasti buat keluarga, buat pelatih, buat teman-teman ganda putri dan buat PBSI. Terima kasih sudah selalu mendukung. Semoga kami bisa terus konsisten mainnya dan bisa lebih baik lagi di setiap turnamennya mau di level mana pun,” ujar Ribka. “Gelar juara ini saya ingin persembahkan untuk almarhum Papa saya karena dia ingin sekali melihat saya bisa juara. Ke depan saya ingin juara di level yang lebih tinggi,” timpal Lanny. Sementara itu, dari ganda putra, Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana harus puas jadi runner-up. Bagas/Fikri kalah dari Ben Lane/Sean Vendy lewat duel ketat 22-24, 26-28. Gregoria Mariska Tunjung juga meraih posisi runner-up di final tunggal putri. Gregoria harus mengakui keunggulan juara dunia tiga kali, Carolina Marin, lewat laga sengit tiga gim. Hasil Final Swiss Open 2024 MD: Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana vs Ben Lane/Sean Vendy: 22-24, 26-28 WD: Lanny Tria Mayasari/Ribka Sugiarto vs Hsu Ya Ching/Lin Wan Ching: 13-21, 21-16, 21-8 MS: Lin Chun-Yi vs Chou Tien Chen: 7-21, 22-20, 23-21 WS: Gregoria Mariska Tunjung vs Carolina Marin: 19-21, 21-13, 20-22 XD: Chen Tang Jie/Toh Ee Wei vs Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie: 16-21, 13-21

Giliran Fajar/Rian Cicipi Peringkat Satu Dunia

Giliran Fajar/Rian Cicipi Peringkat Satu Dunia

Penantian panjang pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto akhirnya terwujud. Juara Denmark Open 2022 asal Indonesia berhasil menempati peringkat satu dunia ganda putra, berdasarkan peringkat terbaru dari Badan Bulutangkis Dunia (BWF) per hari ini, Selasa (3/1). Fajar/Rian sukses menggusur turun saingan terberatnya, ganda putra asal Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi ke urutan dua dunia. Ini merupakan peringkat tertinggi yang pernah dicapai oleh Fajar/Rian. Fajar/Rian bercokol di peringkat satu dengan torehan 88,655 poin dari 17 turnamen. Keduanya unggul atas Takuro Hoki/Yugo Kobayashi yang mencatatkan raihan 82,700 poin dari 15 turnamen. Sementara itu, pasangan ganda putra Indonesia lain, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan turut merasakan kenaikan peringkat. Pasangan yang mendapat julukan “The Daddies” ini menempel ketat di urutan tiga dunia. Di sisi lain, dua pasangan muda Indonesia semakin mendekati peringkat sepuluh besar dunia. Juara All England 2022, pasangan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri sudah berada pada peringkat 12 dunia. Menguntit berikutnya pada urutan 15 dunia pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Tiga peringkat bisa didapat oleh Leo/Daniel yang merupakan pasangan asal PB Djarum pada pekan ini. Berbeda dengan dua ganda putra Indonesia lainnya, justru terlempar dari dua puluh besar dunia. Pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan harus menerima nasib mendapat penurunan peringkat dunia. Tidak tanggug-tanggung, Kevin/Marcus turun lima belas peringkat menjadi urutan 23 dunia, sementara Pramudya/Yeremia anjlok sebelas peringkat dan berada pada undakan ke-25. Penurunan peringkat lebih disebabkan karena Kevin/Marcus maupun Pramudya/Yeremia sedikit mengikuti kejuaraan di tahun 2022. Usai menjalani operasi, Marcus masih harus menjalani masa penyembuhan. Cedera Yeremia juga memaksanya beristirahat panjang. Kejuaraan Malaysia Open 2023 diharapkan menjadi kebangkitan kedua ganda putra andalan Indonesia. Nama pasangan Kevin/Marcus dan Pramudya/Yeremia tercatat menjadi peserta pada kejuaraan yang dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia.

Debut Indah Bagas/Fikri Juara All England 2022.

Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri berhasil jadi juara di kategori ganda putra di turnamen All England 2022. Setelah sebelumnya mengalahkan pasangan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dan juga pasangan ganda putra nomer satu dunia Kevin/Marcus di semi final. Pada babak final mereka berhadapan dengan pasangan Ahsan/Hendra dengan skor 21-19, 21-13. Hal ini tentunya mengejutkan banyak orang. Pasangan debutan tapi bisa menumbangkan banyak unggulan dunia. “Saya masih belum bisa berkata-kata, terharu, tidak percaya, senang dan bangga campur aduk jadi satu,” ujar Bagas usai pertandingan seperti dikutip dari situs www.pbsi.id “Sama sekali tidak menyangka bisa naik podium tertinggi. Saat pertandingan selesai perasaan tidak tahu lagi seperti apa. Yang pasti senang banget,” lanjutnya. Rasa haru menyeruak ketika Bagas/Fikri berhasil menyelesaikan pertandingan, bahkan Fikri tak kuasa membendung air matanya. “Saya terharu sampai keluar air mata tidak bisa ditahan karena tidak menyangka bisa juara di sini,” ungkap Fikri. “Gelar ini kami persembahkan untuk Indonesia, PBSI, pelatih, keluarga dan orang-orang tersayang yang selalu dukung selama ini,” tukas Fikri. Bagas/Fikri tampil dengan pola permainan menyerang. Tetap tenang dan sedikit mungkin melakukan kesalahan. “Pertandingan hari ini sangat luar biasa. Kami selalu selalu fokus satu poin demi satu poin, tidak memikirkan menang atau kalah,” tutur Fikri. “Pencapaian sampai final buat saya sudah luar biasa, mungkin kemenangan hari ini hanya bonus dan rezeki saja,” ungkap Fikri. Sementara pasangan Ahsan/Hendra yang didera cidera tetap memberikan apresiasi atas kemenangan Bagas/Fikri. Peraih dua kali juara All England itu mengatakan juniornya tersebut pantas meraih podium teratas. “Mereka bermain baik hari ini, terus menyerang dan rotasinya sangat cepat. Selamat untuk mereka. Kami berlatih bersama setiap hari, mereka memang punya kualitas,” tukas Hendra. “Saya tidak mau berbicara tentang cedera saya, Bagas/Fikri memang bermain sangat bagus. Mereka pantas mendapatkannya. Saya harap mereka bisa konsisten ke depannya, jangan cepat puas dan terus bekerja keras,” harap Ahsan. Sumber: www.pbsi.id

Berkenalan Dengan Fikri dan Bagas, Calon Juara All England

Berkenalan Dengan Fikri dan Bagas, Calon Juara All England

Penampilan cemerlang Muhammad Shohibul Fikri dan Bagas Maulana di All England Open 2022 membuat publik terkagum-kagum. Bagaimana tidak? Mereka tinggal selangkah lagi menjuarai salah satu kejuaraan bulu tangkis paling bergengsi di dunia. Bagaimana kah sepak terjang mereka sebelum menjadi seperti sekarang? Muhammad Shohibul Fikri adalah salah satu talenta muda Indonesia jebolan dari klub SGS (Sangkuriang Graha Sarana) Bandung PLN. Kini, Muhammad Shohibul Fikri tercatat sebagai atlet Pelatnas Cipayung. Penampilan dan prestasi apik Muhammad Shohibul Fikri sudah terlihat sejak usianya masih belasan tahun. Pada tahun 2017 misalnya, dia sukses membawa pulang medali perak Asian Junior Championship 2017 ke Tanah Air. Sementara itu, Bagas Maulana merupakan atlet bulu tangkis kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, pada 20 Juli 1998. Dia mengawali cinta dengan bulu tangkis sejak usia 7 (tujuh) tahun. Awalnya, dia terjun di dunia bulu tangkis berkat arahan sang ayah. Kemudian, pada tahun 2012, Bagas Maulana bergabung dengan PB Djarum. Hingga kini, namanya masih tercatat sebagai pemain PB Djarum. Selain bermain di ganda putra, Bagas Maulana dulunya bermain di sektor ganda campuran. Bersama Muhammad Shohibul Fikri, Bagas Maulana membuat gebrakan pada tahun 2019. Saat itu mereka berhasil juara di BWF Tour Super 100 Hyderabad Open. Masih pada tahun yang sama, mereka juga sempat juara Finnish Open 2019 dan runner-up Kejurnas PBSI 2019. Pada partai puncak All England 2022, Fikri/Bagas akan menghadapi kompatriot sekaligus senior mereka, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Siapa pun yang menang, Indonesia dipastikan akan tetap meraih medali dari sektor ganda putra. Biodata Nama: Muhammad Shohibul Fikri Tempat lahir: Bandung, Jawa Barat Tanggal lahir: 16 November 1999 Tangan terkuat: Kanan Tinggi badan: 176 cm Asal klub: SGS Bandung PLN Nama: Bagas Maulana Tempat lahir: Cilacap, Jawa Tengah Tanggal lahir: 20 Juli 1998 Tinggi badan: 182 cm Tangan terkuat: Kanan Klub: PB Djarum

All England 2022. Bagas/Fikri Tundukkan The Minions.

Duel sesama wakil Indonesia di sektor ganda putra babak semi final turnamen bulutangkis All England 2022 dimenangkan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri. Pasangan ini secara mengejutkan menghentikan langkah ganda nomor satu dunia peraih dua gelar All England, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Berlaga di Utilita Arena Birmingham, Sabtu (19/3), Bagas/Fikri menang dengan pertarungan sengit tiga gim 22-20, 13-21, 21-16. Tampil dengan penuh kepercayaan diri, agresivitas tinggi dan tak henti menyerang, Bagas/Fikri berhasil membuat The Minions tidak bisa keluar dari tekanan. Permainan ini pula yang mengantarkan mereka menjungkalkan juara dunia di babak perempat final kemarin (18/3). “Alhamdulillah kami lagi-lagi bisa menyelesaikan pertandingan dengan lancar dan diberikan kemenangan. Hari ini kami bermain cukup baik, all out dan mengeluarkan semua kemampuan secara maksimal,” kata Fikri usai pertandingan. “Gim pertama kami bisa memegang kendali permainan, tidak membiarkan Koh Sinyo dan Mas Kevin untuk berkembang. Kami menyerang terus walau sempat terkejar poinnya. Di gim kedua kami kehilangan fokus dan poinnya jauh, di gim ketiga kami berusaha bangkit dan fokus kembali untuk mencari serangan,” jelas Fikri. Tiba di laga puncak di penampilan perdana di All England bak mimpi bagi pasangan ini. “Saya masih merasa seperti mimpi. Bila ini mimpi saya tidak mau terbangun. Kami menjalani hari-hari sulit di tahun lalu, tahun ini kami mau bangkit. Semoga ini jadi awal yang baik buat kami,” ucap Fikri. “Tidak menyangka bisa masuk final All England pertama kali. Tapi kami tidak mau terlalu senang dulu karena tugas belum selesai, masih ada final besok,” tutur Bagas. Sementara di sisi lain, Marcus/Kevin mengakui keunggulan juniornya itu. “Mereka hari ini bermain sangat bagus dan kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Selamat untuk Bagas/Fikri,” sahut Marcus. “Kami memang berharap bertemu Bagas/Fikri karena Indonesia akan punya wakil di final. Tapi seperti saya bilang kemarin lawan siapa pun pasti sulit. Kami sudah tahu permainan masing-masing. Mereka bermain tanpa beban dan kami selalu di bawah tekanan,” sambung Kevin. Indonesia masih menyisakan satu wakil lain di ganda putra yang akan bertanding. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan melawan He Ji Ting/Tan Qiang dari China. Sumber: www.pbsi.id

Juara Dunia Jadi “Korban” Berikutnya Bagas/Fikri

Juara Dunia Jadi "Korban" Berikutnya Bagas/Fikri

Ledakan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri di turnamen bulutangkis All England 2022 belum berakhir. Teranyar, ganda putra muda Indonesia ini berhasil menumbangkan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi asal Jepang yang berstatus juara dunia 2021 di babak perempat final. Berlaga di Utilita Arena Birmingham, Jumat (18/3), Bagas/Fikri menang rubber gim 16-21, 21-18, 22-20. Penampilan ngotot dan pantang menyerah menjadi kunci kemenangan. “Alhamdulillah hari ini kami masih diberikan kemenangan,” kata Fikri mengucap syukur. “Kami berjuang habis-habisan di lapangan sampai selesai, walau ketinggalan terus poinnya tapi selalu berusaha untuk mengejar,” ujar Fikri. Aksi heroik terjadi di gim ketiga. Bagas/Fikri berhasil menyelamatkan tiga kali match point lawan dan lalu memborong lima poin beruntun untuk memenangkan pertandingan dari skor 17-20 menjadi 22-20. “Kami tidak menyiapkan persiapan spesial, sama seperti biasanya saja tapi kami tahu mereka juara dunia. Jadi kami di lapangan coba nothing to lose,” ucap Bagas. “Rasanya senang, bangga, merinding. Kami seakan tidak percaya bisa sampai di semi final tapi perjuangan belum berakhir, masih ada besok. Harus fight lagi,” tuturnya. Kemenangan Bagas/Fikri ini juga menandakan Indonesia sudah punya satu wakil di final karena di babak empat besar mereka sudah ditunggu kompatriot Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Secara rekor pertemuan, Bagas/Fikri unggul 1-0 atas seniornya tersebut. Kemenangan diraih pada babak 16 besar Denmark Terbuka 2021, dengan skor 17-21, 21-17, 23-21. “Kami kalah menang lawan Marcus/Kevin di latihan, semua sudah saling mengenal permainan masing-masing,” sahut Fikri. “Di pertemuan terakhir di ajang resmi kami bisa menang, itu modal untuk pertandingan besok,” sambung Bagas.

All England 2022. Marcus/Kevin Akan Bertemu Bagas/Fikri di Semi Final.

Ganda putra nomor satu dunia asal Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo sukses menembus babak semi final turnamen bulutangkis All England 2022. Hasil ini mereka raih usai mengalahkan wakil India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dua gim langsung 24-22, 21-17. Berlaga di Utilita Arena Birmingham pada Jumat (18/3) pagi waktu setempat, The Minions tidak memulai laga dengan mudah. Banyak melakukan kesalahan sendiri di gim pertama membuat mereka harus tertinggal 15-20 terlebih dahulu. Tapi dengan semangat pantang menyerah, Marcus/Kevin berhasil membalikkan keadaan dan menang 24-22. “Kami hampir kalah di gim pertama. Lawan bermain sangat baik, cepat, dan punya power. Setelah tertinggal 15-20 kami coba main nothing to lose, melakukan yang terbaik, fokus satu poin demi satu poin dan beruntung bisa balik menang,” kata Kevin usai pertandingan. “Di gim pertama kami banyak melakukan kesalahan sendiri, terutama di servis. Tiga sampai empat kali kami kehilangan poin dari servis,” sambung Marcus. Setelah menang di gim pertama, penampilan Marcus/Kevin membaik di gim kedua. Kontrol permainan pun dapat dipegang sepenuhnya. Mereka mengakui kemenangan di gim pertama menambah kepercayaan diri. “Bisa mengejar poin di gim pertama membuat kami lebih percaya diri. Akhirnya di gim kedua kami tidak banyak melakukan kesalahan sendiri,” ucap Marcus. “Kami sangat senang bisa masuk ke semifinal tapi besok pertandingan akan semakin berat, jadi kami harus fokus lagi,” ungkap Marcus. Saat berita ini ditulis pasangan Bagas Maulana/ Muhammad Shohibul Fikri menang atas pasangan Takuro Hoki/Kobayashi dengan skor 16-21, 21-16, 22-20. Dengan hasil ini maka Bagas/Fikri akan berjumpa Kevin/Marcus dibabak semifinal. Sumber: www.pbsi.id

Luar Biasa, Pasangan Muda Ini Tembus Perempat Final All England

Luar Biasa, Pasangan Muda Ini Tembus Perempat Final All England

Ganda putra muda Indonesia, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, baru saja membuat kejutan dengan melaju ke babak perempat final turnamen bulutangkis All England 2022. Hasil ini mereka dapatkan secara luar biasa usai menumbangkan unggulan delapan Malaysia, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi dengan rubber game 24-22, 13-21, dan 21-17. Berlaga di Utilita Arena Birmingham Kamis (17/3) siang waktu setempat, Bagas/Fikri bermain penuh semangat dan eksplosif. Gabungan gerakan rotasi yang cepat dan arah pukulan yang keras dan tidak terduga membuat pasangan Malaysia kesulitan membendungnya. “Pertandingan hari ini cukup memuaskan, alhamdulillah bersyukur diberikan kemenangan dan keselamatan sampai selesai,” kata Fikri dikutip dari tim Humas dan Media PP PBSI. “Di gim pertama beruntung kami bisa membalikkan angka ketika mereka gim poin duluan, di gim kedua kami kehilangan tempo dan banyak mati sendiri. Di gim ketiga coba lebih fokus lagi cari poin satu demi satu, berusaha lebih tenang lagi di lapangan,” jelasnya. Walau menang, Bagas/Fikri mengaku hari ini permainan mereka malah tidak seenak kemarin saat mengalahkan rekan senegara, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Sehingga besok mereka ingin lebih siap lagi. “Sebenarnya lebih enak kemarin, karena kondisi lapangannya beda. Hari ini sedikit ada angin jadi harus adaptasi lagi,” tutur Bagas. “Persiapan untuk besok harus lebih matang lagi sih, sama fokusnya dijaga dan persiapan tenaga. Siapapun lawannya kami mau maksimal,” ujar Bagas. Sementara itu, lawan Bagas/Fikri di babak perempat final adalah pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, yang menang melawan Ben Lane/Sean Vendy (Inggris) dengan skor akhir 21-11, 19-21, dan 24-22 Sebagai debutan di All England, Bagas/Fikri mengatakan bisa masuk perempat final merupakan hal yang membanggakan. “Tentu sangat senang dan bangga bisa maju sejauh ini, apalagi ini Alll England pertama kali. Semoga besok diberikan kelancaran dan kemenangan,” harap Fikri. Tak lama berselang, kemenangan juga diraih ganda putra nomor satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. The Minions, julukan mereka, ke perempat final setelah mengalahkan wakil Jepang Akira Koga/Taichi Saito. Tidak mudah bagi Marcus/Kevin untuk mengalahkan ganda peringkat 22 dunia itu. Perlawanan alot diberikan sepanjang tiga gim dengan durasi 68 menit sebelum selesai dengan skor 15-21, 21-18, 21-18. Pada laga semi final, The Minions akan berjumpa Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty asal India. Peluang All Indonesian Final terbuka besar. Jika dua pasangan Indonesia mampu mengalahkan lawan mereka masing-masing.

Baru Dipasangkan Tiga Kali, Ganda Muda Rehan/Lisa Merebut Gelar Juara di Finlandia

Dobel Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati meraih gelar Finnish International Challenge 2019 usai mengalahkan Mathias Bay-Smidt/Rikke Soby, 22-20, 15-21, 21-14. (Humas PBSI)

Finladia- Indonesia berhasil membawa pulang dua gelar juara pada kejuaraan bulutangkis Finish International Challenge 2019. Dua gelar datang dari ganda putra Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana, dan ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati. Di partai final, Minggu (7/4), dobel Fikri/Bagas menuntaskan perlawanan wakil Jerman Jones Ralfy Jansen/Peter Kaesbauer, dua gim langsung, dengan skor 21-17, 21-17. Pertandingan memakan waktu 37 menit. Hasil positif itu membuat Fikri/Bagas berhak menaiki podium utama sebagai pemegang gelar turnamen berhadiah total 25 ribu dollar Amerika Serikat (AS) itu. Sebelumnya, di pertandingan pertama, duet Rehan/Lisa tampil gemilang. Pasangan muda Merah Putih itu secara mengejutkan menghentikan langkah wakil Denmark Mathias Bay-Smidt/Rikke Soby, dalam drama duel tiga gim, dengan skor 22-20, 15-21, 21-14. Rehan/Lisa mengalahkan juara Swiss Open 2019 Super 300 itu dalam waktu 58 menit. Dikatakan Rehan, menerapkan pola permainan setengah ke depan, dengan cepat menurunkan bola menjadi kunci keberhasilan mereka meredam permainan lawan. “Ini untuk meredam permainan mereka yang mengandalkan placing,” ujar Rehan usai laga di Vantaan Energia Arena, Finlandia. “Selain itu, kami coba main lepas saja. Yakin sama kemampuan kami dan fokus satu demi satu poin,” lanjut pria kelahiran 28 Februari, 20 tahun silam itu. Bagi Rehan dan Lisa, gelar yang didapat sangat penting guna membangun kepercayaan diri. Terlebih, mereka merupakan pasangan baru. Rehan dan Lisa memang hadir sebagai pasangan baru. Finish International Challenge 2019 merupakan turnamen ketiga mereka bersama usai Orleans Masters 2019 Super 100, dan Polish International Challenge 2019. Rehan sebelumnya dipasangkan dengan Siti Fadia Silva Ramadhanti, sedangkan Lisa berduet dengan Ghifari Anandafa Prihardika. “Gelar ini sangat penting bagi saya dan Lisa sebagai pasangan baru. Ini menjadi bukti kalau kami yakin pasti bisa,” tambah putra dari legenda bulutangkis ganda campuran Indonesia, Tri Kusharjanto itu. “Ke depan kami bakal lebih membangun chemistry dan kekompakan. Semoga terus menjadi lebih baik,” cetus Rehan. Indonesia sebenarnya berpotensi meraih tiga gelar di turnamen ini, namun ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto (4) harus puas meraih posisi runner-up. Mereka takluk dari wakil Jepang Erina Honda/Nozomi Shimizu (5), straight game, dengan skor 15-21, 14-21, dalam tempo 30 menit. Sedangkan tunggal putra diraih wakil Thailand, Kunlavut Vitidsaran. Ia menekuk Lin Chun-Yi asal Taiwan, straight game, dengan skor 21-16, 18-21, 21-14. Pertandingan berakhir selama 53 menit. Dan, gelar tunggal putri berhasil diraih Julie Dawall Jakobsen asal Denmark. Pemain unggulan lima itu menang dua gim langsung, dengan skor 21-18, 23-21, dari wakil Thailand Porntip Buranaprasertsuk (3), pada pertandingan berdurasi 41 menit. (Adt)