Yusuf, Bocah Asal Merauke Yang Bercita-Cita Menjadi Atlet Bulutangkis Papan Atas

Muhammad YMuhammad Yusuf Arfan saat ditemui di GOR Kembangan, Jakarta Barat.usuf Arfan senang bergelut di dunia olahraga bulutangkis sejak kelas 1 Sekolah Dasar

Indonesia memiliki segudang putra/putri yang berpotensi untuk bisa menjadi seorang atlet hebat, mulai dari usia dini hingga remaja, dari olahraga yang berbasis e-Sport maupun olahraga fisik. Seperti salah satu kakak-adik ini, Yusran dan Yusuf. Kalau kemarin sudah membahas perihal profil Yusran sang kakak, kali ini sobat muda Nysn akan kami ceritakan mengenai sang adik yaitu Yusuf. Mulai senang bergelut di dunia olahraga bulutangkis sejak kelas 1 Sekolah Dasar, bermula dari sang ayah dan kakak yang juga lebih dulu hobi bermain bulutangkis, membuat Yusuf tertarik untuk bergabung bersama. “Awalnya suka main karena lihat bapak main, kakak juga main jadinya makin tertarik. Klub pertama yang diikuti PB Mandiri” jelas Yusuf. Bermain sebagai tunggal putra menjadi pilihannya karena terinspirasi dari sang idola yakni Kento Momota dan Taufik Hidayat, namun tidak menutup kemungkinan bagi dirinya untuk juga bermain di posisi ganda juga. Meski tetap rutin melakukan latihan, pendidikan juga tak luput dari aktivitas hariannya. Berbekal dengan sekolah Homeschooling seperti sang kakak, Yusif menjalani aktivitas pendidikan formal yang berjarak tidak jauh dari asrama tempat tinggalnya. “Sekolah homeschooling juga seperti kakak, tapi lebih suka latihan karena mau kejar cita-cita menjadi atlet timnas” kata yusuf saat ditemui oleh NYSN Media pada Sabtu (7/7) di GOR Kembangan, Jakarta Barat. Selain itu Yusuf juga hobi bermain sepak bola, memang Indonesia Timur identik dengan pencetak atlet-atlet potensial di dunia olahraga, khususnya sepak bola. Namun dirinya lebih suka menekuni bulutangkis. Pasalnya, selain hobi yang turun menurun dari sang ayah, cita-cita yang didambakan sejak kecil yakni bisa bergabung di pelatnas untuk menjadi atlet timnas Indonesia. Selama bermain, sang kakak Yusran maupun Yusuf belum pernah menderita cidera yang terlalu signifikan. Hanya keseleo, tergelintir, dan yang paling sering terjadi cidera engkel. Beberapa prestasi yang berhasil diperoleh diantaranya Bupati Cup, Arafuru Cup dan Sirkuit Nasional “Bupati cup saya juara 2, itu dua tahun lalu sejak kelas 2 SD, sekarang saya sudah kelas 4. Kemudian pernah ikur Arafuru Cup, Internal Cup dan Sirnas” pungkas anak berusia 11 tahun tersebut. (Ham) Profil singkat Nama : Muhammad Yusuf Arfan Tempat/Tgl Lahir : Merauke, 26 Agustus 2007 Media Sosial : Ig @yusufarfan12 Agama ; Islam Pendidikan SDN 1 Merauke (kelas 1-3) Prestasi Juara 2 Bupati Cup di Merauke kategori usia dini pada tahun 2016 Mengikuti Arafuru cup pada tahun 2016 Mengikuti Internal cup pada tahun 2016 Juara 3 ganda putra sirkuit nasional tahun 2018

Tekuk Thailand 98-86, Timnas Basket Putra Siap Kalahkan Mongolia di Laga Pamungkas

Shooting guard Indonesia Jamarr Andre Johnson menjadi bintang dengan menciptakan 28 poin. Serta pahlawan kemenangan atas Thailand dengan skor 98 - 86, di Hall Basket Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/8). (Riz/NYSN)

Jakarta- Timnas Basket Putra Indonesia berhasil memperpanjang nafas di Asian Games 2018, usai ungguli Thailand dengan skor 98 – 86, di Hall Basket Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (20/8). Dengan hasil ini, skuad asuhan Fictor Roring berpeluang lolos dari babak penyisihan grup. Pertandingan ketat terjadi di kuarter pertama. Thailand lewat dua shooting guard Chitchai Ananti dan Narkorn Jaisanuk, tampil impresif. Namun Indonesia dengan komando point guard asal klub Pelita Jaya, Xaverius Prawiro, mampu memberikan perlawanan. Kuarter pertama ditutup dengan skor 30-29 untuk kemenangan Indonesia. Thailand nyaris menyamakan kedudukan di akhir kuarter tiga. Namun Indonesia menjaga keunggulan hingga kuarter keempat berhasil. Shooting guard Indonesia Jamarr Andre Johnson menjadi bintang dengan menciptakan 28 poin. “Harus saya apresiasi dari tim ke para pemain terutama adalah fighting spirit yang hari ini sangat luar biasa dan terus fokus. Masalah poin ketat itu wajar karena kita melawan salah satu tim kuat di Asia Tenggara,” kata Roring, usai pertandingan. Dari pantauan di laman resmi Asian Games 2018, Johnson menjadi pahlawan kemenangan tim merah putih, dan meraup poin terbanyak dengan 28 angka. Ia diikuti oleh Xaverius  (18 poin), Andakara Prastawa Dhyaksa (16 poin), dan Abraham Damar Grahita (13 poin). “Padahal tekanan ada di kubu kita, main di kandang, harus menang. Tapi, fokus anak-anak tak goyah. Kuarter pertama Thailand sedang jago, mereka menemukan form-nya, nembak dari segala arah masuk. Saya yakinkan anak-anak itu hanya sementara, tidak mungkin mereka menembak masuk terus,” kata Roring. Dengan hasil ini, Indonesia harus memenangkan laga terakhir kontra Mongolia jika ingin lolos dari fase grup. “Lawan Mongolia itu laga penentuan lagi. Saya tekankan juga ke anak-anak, hari ini tidak ada capek, tidak ada sakit. Kita harus fokus ke Mongolia dan berharap bisa bermain seperti tadi,” pungkasnya. Hal serupa juga diungkap Ilyus, sapan Xaverius, soal kemenangan timnya. “Memang diawal main sempat kacau, tapi setelah itu permainan kita mulai berbentuk. Defense, komunikasi, kita saling percaya satu sama lain. Akhirnya, bisa membalikkan keadaan dan menang,” ucap pria kelahiran Surabaya, 30 Desember 1986 ini. Kemenangan Indonesia atas Thailand ini menutup rangkaian pertandingan lanjutan penyisihan bola basket, nomor putra dan putri yang dilangsungkan Senin. Bagi Indonesia, kemenangan itu membuat mereka meninggalkan dasar klasemen, dan naik ke peringkat ketiga dengan catatan 3 poin. Posisi ini di bawah Thailand, yang tetap berada di urutan kedua. Meski juga mengoleksi tiga poin, Thailand unggul dalam hal selisih skor total yakni defisit 11 poin, dibandingkan Indonesia yang masih defisit 27 poin. Di atas kertas, meski masih tertinggal Indonesia lebih berpeluang lolos lantaran di laga pamungkas “hanya” menghadapi tim juru kunci Mongolia sedangkan Thailand harus melawan pemuncak klasemen sementara Korea Selatan. (Dre) Klasemen Grup A Bola Basket Putra       Negara           M    M   K    S   P 1 Korea Selatan      2    2    0   74   4 2 Thailand              2    1    1  -11   3 3 Indonesia            2    1    1  -27   3 4 Mongolia             2    0    2  -36   2

Juarai Grup A, Uni Emirat Arab Calon Lawan Timnas U-23 Babak 16 Besar

Winger Timnas U-23, Irfan Jaya (18) melakukan selebrasi bersama Evan Dimas (6) dan Hansamu Yama (16), usai mencetak gol balasan merah putih ke gawang Timnas Hongkong, pada awal babak kedua. Timnas akhirnya menang dengan skor akhir 3-1. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 menang 3-1 atas Hong Kong pada partai pamungkas Grup A sepak bola Asian Games 2018, di Stadion Patriot Candrabhaga, Senin (20/8). Skuat Garuda menekuk Hongkong dengan skor akhir 3-1. Tiga gol pasukan Luis Milla dicetak oleh Irfan Jaya 46′, Stefano Lilipaly 85′, dan Hanif Sjahbandi 90+2′. Sedangkan gol tunggal Hongkong lahir dari kaki sang kapten Hok Ming Lau, di akhir babak pertama. Dengan kemenangan ini, Indonesia telah mengoleksi sembilan poin (tiga kali menang satu kali kalah). Di posisi runner-up adalah Palestina yang merangkum delapan angka. Evan Dimas dkk selanjutnya akan meladeni Uni Emirat Arab (UAE) di babak 16 besar. Uni Emirat finis di baris ketiga Grup C, setelah hanya mampu meraih tiga poin dari tiga laga. Poin ini didapat dari kemenangan besar saat mengandaskan Timor Leste dengan skor 4-1. Sisanya, Uni Emirat tampil tak terlalu istimewa. Mereka bahkan kalah telak dari China (1-2) serta Suriah (0-1). Berdasarkan jadwal awal, Indonesia akan bertanding di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, pada Jumat (24/8). Namun, sebagai tuan rumah, ada opsi untuk menggeser tempat penyelenggaraan. Babak 16 besar awalnya dijadwalkan dimainkan di Stadion Wibawa Mukti, dan Stadion Pakansari (Bogor). Sedianya, Stadion Patriot Candrabhaga, dipakai pada babak perempat final. Sementara itu, Palestina dipastikan akan menghadapi Suriah. Adapun Hong Kong berhadapan dengan Uzbekistan selaku juara Grup B. “PSSI telah memberi motivasi berupa bonus, dan bonus itu sudah diberikan sejak laga melawan Taiwan dan Laos,” kata Endri Erawan, manajer Timnas U-23, akhir pekan lalu. Endri menolak memerinci berapa besaran bonus buat Timnas U-23. Pastinya, bonus itu di luar pendapatan uang saku Rp 1 juta per hari, yang diberikan KOI, kepada tiap atlet yang berlaga di Asian Games 2018. Jika mengacu pada laga uji coba jelang Asian Games 2018, Timnas U-23 mengantungi bonus dengan variasi 2,5 hingga 5 juta rupiah. Perinciannya Rp 5 juta buat apresiasi kemenangan, sementara Rp 2,5 juta buat hasil imbang. Saat pelatnas Asian Games 2018, para pemain diguyur uang saku harian Rp 500 ribu. Pendapatan para pemain timnas, lebih kecil dibanding penghasilan mereka di level klub. Rata-rata penggawa Garuda Muda dibayar kisaran Rp 750 juta hingga Rp 1,5 miliar per musim. Nominal uang yang didapat, akan lebih besar lagi, saat event sesungguhnya berlangsung. Apalagi Timnas U-23 diberi target berat, yakni lolos minimal ke semifinal Asian Games 2018. Rata-rata pemain Timnas U-23 kerap mengesampingkan berapa besar bayaran yang didapat saat berlaga di Asian Games 2018. “Saya pribadi membela Timnas Indonesia merupakan sebuah kebanggaan. Tak bisa dibayar berapapun. Saya bangga menjadi warga Indonesia,” ujar Alberto Goncalves, striker naturalisasi asal Brasil. (Ham) Klasemen Timnas U-23 di Grup A No        Tim           MP     Gol    Poin 1 Indonesia U23      4       11:3     9 2 Palestina U23       4         5:3     8 3 Hong Kong U23    4         9:5     7 4 Laos U23             4         4:8     3 5 Taiwan U23          4         0:10   0 Hasil Grup A Senin (20/8) Indonesia 3-1 Hongkong Taiwan 0-2 Laos Jadwal 16 Besar Jumat (24/8) 19.00 WIB Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Indonesia vs Uni Emirat Arab

Setelah Tim Putri, Giliran Putra Indonesia Masuk Babak Empat Besar Beregu Bulutangkis Asian Games 2018

Marcus/Kevin mengandaskan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (19-21, 21-19, 21-16) di partai kedua.

Jakarta- Tim putra Indonesia berhasil menyusul tim putri ke semifinal bulu tangkis beregu Asian Games 2018, usai mengalahkan India 3-1 di Istora Senayan, Jakarta, Senin (20/8). Kemenangan tim merah putih akhirnya ditentukan di partai keempat, saat ganda putra rangking sembilan dunia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menang straight set, atas Manu Attri/Sumeeth B Reddy (21-14, 21-18). Mereka untuk kali pertama tampil di Asian Games, mengaku tak menyangka turun bertanding. Fajar mengaku sempat berharap Jonatan yang tampil di laga sebelumnya bisa memastikan kemenangan Indonesia. Namun, ia juga mengaku termotivasi setelah melihat Jonatan mengalami kekalahan. “Di awal kami masih menyesuaikan diri kondisi lapangan, arah anginnya beda-beda. Kami juga pertama kali bertemu lawan, belum tahu kelemahannya,” kata Fajar. “Tadi banyak bola yang sebetulnya gampang, tetapi tidak bisa kami matikan. Ini menjadi pelajaran, jangan sampai besok terjadi lagi,” tambah Rian dikutip dari laman PBSI. “Kami awalnya tidak menyangka bakal bermain. Saya berdoa Jonatan bisa menang. Siapa yang menyangka justru akhirnya Jonatan kalah. Namun, setelah Jonatan kalah, kami termotivasi untuk bisa menyumbangkan poin bagi kemenangan Indonesia,” lanjutnya. Tim putra Indonesia hampir memastikan tiket ke empat besar saat Jonatan “Jojo” Christie turun di partai ketiga kontra Prannoy H. S. Sempat kehilangan satu set, Jojo mampu merebut gim kedua. Sayangnya, kerja keras pebulu tangis peringkat 12 dunia ini kandas di set penentuan (15-21 21-19 19-21). Sementara dua poin lainnya diraih tunggal Anthony Sinisuka Ginting dan ganda Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Ginting yang turun di partai pertama mengalahkan Kidambi Srikanth (23-21, 20-22, 21-10) sedangkan Marcus/Kevin mengandaskan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (19-21, 21-19, 21-16) di partai kedua. “Yang pertama kami pastinya bersyukur bisa melewati pertandingan hari ini, apalagi kami sempat ketinggalan cukup jauh di game kedua. Tetapi kami bisa membalikkan keadaan,” kata Kevin usai pertandingan, dikutip dari laman PBSI. Di semifinal nanti, Indonesia ditunggu Jepang yang lebih dulu memastikan lolos usai mengalahkan Korea Selatan 0-3. Babak empat besar bakal digelar pada Selasa (21/8) . Sebelumnya, Tim putri berhasil melaju ke empat besar usai mengalahkan Korea Selatan 3-1 di perempat final. Berhasil lolos ke semifinal bulutangkis beregu putra, tim Indonesia akan menghadapi Jepang yang merupakan unggulan ketiga dalam Asian Games 2018 ini. Jepang berhasil melangkah ke semifinal, setelah menang mudah 3-0 atas Korea Selatan. (Adt) Hasil perempat final bulu tangkis beregu putra vs India 3-1 Partai Pertama Anthony Sinisuka Ginting vs Kidambi Srikanth : 23-21, 20-22, 21-10 Partai Kedua Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo vs Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty : 19-21, 21-19, 21-16 Partia Ketiga Jonatan Christie vs Prannoy H. S. : 15-21 21-19 19-21 Partai Keempat Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Manu Attri/Sumeeth B Reddy : 21-14, 21-18 Partai Kelima Ihsan Maulana Mustofa vs Sai Praneeth (tidak dimainkan)

Singkirkan Korea Selatan 3-1, Tim Beregu Putri Indonesia Tembus Semifinal Bulutangkis Asian Games 2018

Dobel Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu menekuk ganda Korea Selatan, Lee So Hee/Shin Seung Chan (21-18 21-17), pada fase perempat final, dan membawa merah putih lolos ke babak semifinal bulu tangkis beregu putri Asian Games 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Tim putri Indonesia lolos ke semifinal bulu tangkis beregu, usai menekuk Korea Selatan 3-1 di Istora Senayan, Jakarta pada Senin (20/8). Kemenangan tim Merah Putih ditentukan di partai keempat dari dobel Della Destiara Haris dan Rizki Amelia Pradipta. Duet Della dan Rziki sukses menghentikan perlawanan Baek Ha Na/Kim Hye Rin dalam permainan dua set, 21-19, 21-15. Indonesia nyaris memastikan tiket ke empat besar saat Fitriani turun di partai ketiga melawan Lee Se Yeon. Sempat kehilangan satu set, Fitriani mampu merebut gim kedua. Sayangnya, kerja keras pebulu tangis peringkat 40 dunia ini kandas di set penentuan (14-21, 21-8, 18-21). Dua poin kemenangan lain, dipersembahkan tunggal Gregoria Mariska Tunjung dan ganda Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Gregoria yang turun di partai pertama mengalahkan Sung Ji Hyun (21-13 8-21 21-18). Sedangkan Greysia/Apriyani mengandaskan Lee So Hee/Shin Seung Chan (21-18 21-17). “Kemenangan Gregoria di partai pertama, memberi pengaruh positif buat saya dan kak Greys (Greysia Polii), sehingga kami jadi lebih yakin,” kata Apriyani usai laga seperti dikutip dari laman PBSI. Berdasarkan hasil undian bulu tangkis beregu Asian Games 2018 yang dihelat pada Kamis (16/8), tim putri Indonesia ada di pool atas bersama Hong Kong, Jepang, India, dan Korea Selatan. Setelah mengatasi Hong Kong dan Korea Selatan, Indonesia bakal bertemu Jepang yang mengalahkan India 3-1, di perempat final. Adapun cabang bulu tangkis beregu Asian Games 2018, baik tim putra dan tim putri, mulai dipertandingkan sejak Sabtu (19/8), hingga Rabu (22/8). (Adt) Hasil Perempat Final Melawan Korea Selatan 3-1 Partai Pertama Gregoria Mariska Tunjung vs Sung Ji Hyun : 21-13 8-21 21-18 Partai Kedua Greysia Polii/Apriyani Rahayu vs Lee So Hee/Shin Seung Chan : 21-18 21-17 Partai Ketiga Fitriani vs Lee Se Yeon : 14-21, 21-8, 18-21 Partai Keempat Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta vs Baek Ha Na/Kim Hye Rin : 21-19, 21-15. Parta Kelima Ruseli Hartawan vs An Se Young (tidak dimainkan)

Kalah di Clean and Jerk, Sri Wahyuni Urung Raih Emas Asian Games 2018 Cabor Angkat Besi

Gagal melakukan angkata Clean and Jerk dengan baik, Lifter putri Indonesia, Sri Wahyuni Agustiani, urung menyumbang medali emas Asian Games 2018 cabor angkat besi, di kelas 48 kilogram putri. (Pras/NYSN)

Jakarta- Lifter putri Indonesia, Sri Wahyuni Agustiani, gagal mempersembahkan medali emas Asian Games 2018 angkat besi kelas 48 kilogram putri. Dalam lomba di Hall A2 JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Senin (20/8), atlet 24 tahun itu hanya merebut perak, usai kalah bersaing dengan atlet Korea Utara, Ri Song Gum. Sri mengangat beban seberat 195 kilogram (snatch 88 kilogram dan clean and jerk seberat 107 kilogram). Sedangkan Song Gum melakukan angkata total 199 kilogram (snatch 87 kilogram dan clean and jerk 112 kilogram). Posisi ketiga ditempati Thailand, Thunya Sukchaoen, dengan total angkata 189 kilogram. Atlet Indonesia lainnya di kelas ini, Putri Yolanda, berada di posisi ke-10 dengan angkatan 162 kilogram. Dalam angkatan snatch, Sri berhasil mengangkat beban seberat 88 kilogram pada angkatan pertama, disusul beban 85 kilogram pada angkatan kedua, dan 88 kilogram pada angkatan ketiga. Ia sempat unggul, karena Ri Song Gum mampu mengangkat 86 dan 87 kilogram, tapi gagal pada angkatan 90 kilogram. Namun, pada Clean and Jerk, atlet andalan PB PABBSI ini hanya bisa mengangkat beban 107 kilogram pada percobaan pertama, dan gagal dengan angkatan 112 kilogram pada percobaan kedua. Pesaingnya dari Korea Utara berhasil mengangkat beban seberat 115 kilogram pada percobaan pertamanya. Perak dari lifter kelahiran Bandung, Jawa Barat, 13 Agustus 1994, menambah daftar pundi-pundi medali kontingan Indonesia, sehingga total mengumpulkan 4 emas, 2 perak, dan satu perunggu dalam Asian Games ini. (Ham)

Mahasiswi Universitas Semarang Jadi Wanita Ketiga Peraih Emas Asian Games 2018 Kontingen Indonesia

Atlet Balap Sepeda Indonesia, Tiara Andini Prastika tampil di Final Run Women Elite Downhill, pada Asian Games 2018 di Khe Bun Hill, Subang, Jawa Barat, Senin (20/8). Tiara meraih emas pada nomor tersebut (Dok. CDM Asian Games 2018)

Jakarta- Tiara Andini Prastika adalah salah satu atlet putri dari cabang olahraga balap sepeda, yang menyumbangkan emas ketiga bagi Indonesia paska tampil di Final Run Women Elite Downhill di Asian Games 2018. Ia menduduki peringkat pertama dengan catatan waktu 2:33.056, mengalahkan atlet Thailand Vipavee Deekaballes di posisi kedua dengan waktu 2:42.654. Gadis kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 22 Maret 1996 ini, berada di peringkat 16 Union Cycliste Internationale (UCI), atau lazim dikenal sebagai ranking dunia cabang balap sepeda. Atlet berusia 22 tahun itu pernah menjadi unggulan pertama pada Kejuaraan Asia MTB 2018 di Cebu, Filipina, 4-6 Mei lalu. Sumbangan emas Tiara menjadi yang ketiga bagi Indonesia. Medali emas pertama didapat oleh Defia Rosmaniar, atlet taekwondo putri asal Bogor ini, berhasil mengalahkan Marjan Salahshouri (Iran). Defia yang turun di final nomor tunggal putri poomsae, ungul dengan poin 8,690. Kemudian, Emas kedua dipersembahkan oleh atlet putri wushu, Lindswell Kwok. Lindswell meraup poin 9,75 dan mengalahkan Hongkong dan Filipina yang masing-masing dapat poin 9,71 dan 9,68. Dilansir www.cyclingarchives.com, pada 2017, Tiara juga berhasil merebut posisi pertama di kejuaraan Sleman Downhill, Lubuklinggau Downhill dan Ternadi Downhill. Tiara sudah pernah beberapa kali mengharumkan nama Indonesia, salah satunya saat menjadi juara Pertama, Putri – Kejurnas PB ISSI, Sentul, Jawa Barat pada 2012. Pada 2013, Mahasiswi Universitas Semarang ini dua kali mendapatkan juara pertama, yaitu pada turnamen Porprov Jawa Tengah Banyumas 2013, Baturaden, Purwokerto, Jawa Tengah. Lalu gelar kampiun berikutnya, ia sabet di event Kejurnas PB ISSI, Sentul, Jawa Barat, pada 2013. Pada 20 Agustus 2018, Tiara, menambah total medali emas Asian Games 2018 yang diraih oleh Indonesia. Dia merupakan peraih medali emas ketiga, usai memenangkan nomor downhill putri, dengan mencatatkan waktu 2 menit 33, 056 detik. (Ham)

Balap Sepeda Nomor Downhill Kawinkan Medali Emas, Indonesia Sementara Naik Ke Peringkat Tiga

Atlet balap sepeda gunung, Khoiful Mukhib dan Tiara Andini Prastika, mengawinkan medali emas putra dan putri Asian Games 2018, usai menjadi yang tercepat masing-masing di nomor Downhill. (bisnis.com)

Jakarta- Setelah Taekwondo dan Wushu, kini giliran Balap Sepeda Indonesia berkibar. Kali ini, pasukan Raja Sapta Oktohari meraup dua medali emas pada hari pertama perlombaan balap sepeda Asian Games 2018. Torehan dua emas, dari target empat emas Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI), masih dalam jangkauan. Kontingen Indonesia di Asian Games 2018 memperoleh medali emasnya yang ketiga, dari pembalap sepeda gunung putri, Tiara Andini Prastika, di Subang, Jawa Barat, Senin (20/8). Tiara tampil di Final Run Women Elite Downhill, dengan raihan waktu 2 menit 33,056 detik. Ia menang 9,598 detik atas pembalap Thailand, Vipavee Deekaballes. Pembalap putri Indonesia lainnya, Nining Porwaningsih, merebut perunggu. Munculnya Tiara sebagai peraih medali emas Asian Games 2018 bukanlah kejutan. Pasalnya, atlet berusia 22 tahun itu menempati posisi ke-16 dunia saat ini. Di Kejuaraan Asia tahun ini, dia juga mampu menempati posisi ketiga. Sementara pada Kejuaraan Dunia tahun lalu, dara kelahiran Semarang 2 Maret 1996 ini, finis di posisi ke-14. Sebelum Tiara, atlet wushu Lindswell Kwok merebut emas kedua Indonesia di Asian Games 2018 pada Senin ini. Sehari sebelumnya, Defie Rosmaniar mempersembahkan emas perdana dari taekwondo. Sukses Tiara, diikuti Khoiful Mukhib, yang turun di nomor downhill putra. Atlet asal DIY ini mengawinkan medali emas putra dan putri dengan mencatat waktu 2 menit 16.687 detik. Pria kelahiran 15 Desember 1990 ini, mengalahkan Ciang Shengsan asal Taiwan yang 1.497 detik lebih lambat dan meraih perak. Medali perunggu diraih oleh Suebsakun Sukchanya, dari Thailand dengan 1.762 detik lebih lambat dari peraih emas. Dengan dua medali emas dari nomor downhill tersebut, Kontingen Indonesia menyodok ke peringkat ketiga klasemen perolehan medali sementara dengan mengoleksi empat emas, satu perak, dan satu perunggu. (Ham)

Lindswell Kwok Rebut Emas Kedua Dari Wushu, Lalu Ingin Pensiun Membela Indonesia

Usai meraih emas di nomor Taijiquan-Taijijian putri Asian Games 2018, atlet wushu Indonesia, Lindswell Kwok, berencana pensiun dari olahraga yang membawanya menjadi peraih empat medali emas Sea GAMES berturut-turut, sejak 2011-2017. (Pras/NYSN)

Jakarta- Atlet Putri wushu Indonesia, Lindswell Kwok, meraih medali emas di Asian Games 2018. Ia menjadi yang terbaik di nomor Taijiquan-Taijijian putri, dalam pertandingan di Hall B JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Senin (20/8). Dalam lomba nomor seni itu, Lindswell menjadi yang terbaik dengan meraih poin 9.75. Atlet Hong Kong, Juanita Mok Eun Ying, merebut perak dengan nilai 9,71. Sedangkan perunggu direbut atlet Filipina, Chrystenzen Wong Agatha, dengan nilai 9,68. Aksi Lindswell di arena disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Setelah berlaga, ia pun mendapat ucapan selamat langsung dari Jokowi. Emas ini menjadi yang kedua yang diraih Indonesia pada Asian Games 2018. Sebelumnya, Indonesia mendapatkan emas cabang taekwondo lewat Defia Rosmaniar. Namun, keputusan besar diambil Lindswell. Ia berencana pensiun usai mengantungi emas Asian Games 2018. “Sudah cukup. Mau rest dulu. Belum tahu mau ngapain,” kata dara kelahiran Medan, 24 September 1991, usai memastikan medali emas Wushu nomor Taijijian dan Taijiquan, pada Senin (20/8). Pernyataan itu terbilang mengejutkan mengingat usia Lindswell masih berusia 26 tahun. Dan performa apiknya, secara rutin masih terus mengharumkan nama Indonesia di ajang olahraga. Dalam kariernya di Wushu, Lindswell mengoleksi lima medali emas dalam gelaran Kejuaraan Dunia sejak 2009. Di level SEA Games, ia merupakan peraih medali emas sejak 2011 di Jakarta, 2013 Myanmar, 2015 Singapura, dan 2017 Malaysia. “Saya itu sudah terjun ke wushu sejak kecil. Jadi, tidak tahu jika tidak di dunia wushu harus bagaimana dan memang tak bisa lepas begitu saja,” ucap Lindswell. “Yang jelas, setiap kali lihat orang tanding atau latihan juga ingin. Kalau untuk benar-benar berhenti tidak mungkin sementara ini rest dulu,” ujarnya. Soal regenerasi di Wushu Indonesia, Lindswell percaya para juniornya perlahan bakal berkembang, salah satunya termotivasi dengan raihan dirinya sejauh ini. “Sekarang mungkin belum kelihatan. Semoga dengan prestasi sekarang, anak-anak bisa terpacu,” ucap atlet andalan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI). “Saya juga dulu seperti itu, awalnya tidak niat, ya sudah latihan aja. Begitu melihat senior-senior bisa juara dunia, perak juara dunia, lalu angkat nama Indonesia lewat wushu, saya akhirnya jadi semangat,” pungkas Lindswell. (Pras)

Postur Kalah Jauh Dan Telat Panas, Timnas Basket Putri Tunduk Dari Kazakhstan

Dengan tinggi 167 cm, Shooting Guard Timnas basket putri Indonesia, Christine Aldora Tjundawan (13), berduel melawan forward Kazakhstan, Oxana Ossipenko (19) yang berpostur 186 cm, pada babak penyisihan Grup X bola basket putri, Asian Games 2018, Minggu (19/8). (Riz/NYSN)

Jakarta- Timnas basket putri Indonesia kembali menelan kekalahan pada babak penyisihan Asian Games 2018 yang berlangsung di Hall Basket Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (19/8). Meladeni Kazakhstan yang tergabung dalam Grup X, timnas putri Merah Putih takluk dengan skor 73-85. Dengan hasil ini, Natasha Debby Christaline dkk sudah mengoleksi dua kekalahan. Selumnya pada laga pembuka, Indonesia kalah dari Korea Bersatu dengan skor yang lebih telak, 40-108. Pada pertandingan melawan Kazakhstan, Indonesia, sempat bermain baik. Namun, kesalahan demi kesalahan yang terus dilakukan anak asuh Arif Gunarto itu, membuat kesempatan untuk mengimbangi permainan kubu lawan hilang. Bahkan, tanda-tanda kekalahan Indonesia mulai terlihat sejak kuarter kedua, ketika Tamara Yagodkina mencetak dua poin bagi Kazakhstan melalui aksi lay-up. Melalui aksi Yagodkina , Kazakhstan memimpin skor 25-22. Setelah itu, Indonesia makin sulit keluar dari tekanan lawan. Postur tubuh yang tak seimbang, kian menyulitkan Indonesia mendulang poin. Saat laga mencapai half-time, Indonesia tertinggal 31-43. Selepas jeda, permainan Srikandi Indonesia tak kunjung membaik. Buruknya akurasi tembakan dan kegagalan memenangi rebound membuat jarak poin dengan Kazakhstan semakin melebar. Di akhir kuarter ketiga, Indonesia tertinggal 44-66 dari Kazakhstan. Memasuki kuarter keempat, para Srikandi Merah Putih mencoba untuk bangkit. Berulang kali tembakan tiga poin yang dilepas Debby menemui sasaran. Akan tetapi, upaya keras tersebut belum bisa mengubah keadaan. Technical foul yang diberikan wasit pada pemain Kazakhstan juga tak memberi keuntungan bagi Indonesia. Ketika wasit meniup peluit panjang, Indonesia dipastikan menjadi pihak yang kalah. Andre Yuwadi, selaku asisten pelatih mengatakan jika anak asuhnya telat panas saat menghadapi Kazakhstan. “Anak-anak bermain bagus dari kuarter pertama sampai akhir, tapi kami telat panas,” ujar Andre, usai laga, Senin (19/8). Kekalahan ini membuat Indonesia tercecer di dasar klasemen Grup X Asian Games 2018. “Untuk skill, kami di atas mereka, tapi karena postur mereka tinggi-tinggi, itu jadi kendalanya. Di pertandingan selanjutnya, semoga mental anak-anak lebih baik,” ucap Andre. Selanjutnya, Indonesia kembali mendapatkan lawan tangguh, yakni pemuncak klasemen sementara, Taiwan, pada Selasa (21/8). Sebagai perbandingan, postur skuat Kazakhstan yang terendah adalah Elmira Abikeyeva (2) dan Oxana Bagmet (6), dengan tinggi 170 cm. Sementara yang tertinggi, Nadezhda Kondrakova (15) dengan tinggi 192 cm. Dan sembilan pemain lainnya rata-rata memiliki tinggi diatas 180 cm. Sedangkan di kubu Indonesia, sebagian besar berpostur 170 cm, kecuali Center Indonesa, Gabriel Sophia (22), yang memiliki tinggi 184 cm. Andre pun menilai, Taiwan lawan yang sulit ditaklukkan. Jadi, menurut dia, timnas basket putri Indonesia laga yang amat berpeluang bisa memetik kemenangan, ada dilaga terakhir penyisihan Grup X Asian games 2018, kontra India. “Di antara dua laga tersisa, yang paling relevan untuk meraih kemenangan, adalah melawan India,” pungkasnya. (Dre)

Dibantai Empat Gol Tanpa Balas Oleh Taiwan, Timnas Putri Tunggu Jalur Ranking Tiga

Gelandang Timnas putri Indonesia, Zahra Muzdaliffa (11) berebut bola dengan bek Taiwan, Yahue Chen (5), pada laga kedua Grup A, babak penyisihan sepak bola putri Asian Games 2018, di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Minggu (19/8). (INASGOC)

Palembang- Timnas putri Indonesia gagal meneruskan tren positifnya. Pada laga kedua babak penyisihan Grup A sepak bola putri Asian Games 2018, srikandi Indonesia takluk 0-4 dari Taiwan di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Minggu (19/8). Padahal, di laga pertama pada Kamis (16/8), Indonesia menumbangkan Maladewa 6-0. Indonesia kebobolan cepat saat pertandingan baru memasuki menit keempat. Pemain Taiwan, Yu Hsiu-chin, sudah merobek gawang Indonesia yang dikawal Norrfince Boma. Unggul cepat, membuat Taiwan semakin percaya diri dalam menyerang barisan pertahanan Indonesia.Hasilnya, Taiwan menambah keunggulan 2-0, di menit ke-16, lewat Hsin Hsuan Pao. Indonesia yang terus ditekan, kembali harus rela gawangnya dibobol di menit ke-31 oleh Pi Han Chan. Selang delapan menit, Taiwan menyudahi perlawanan Garuda Pertiwi –julukan Timnas Putri- setelah Hsuan Pao mencetak brace, sekaligus memastikan kemenangan timnya dengan skor telak 4-0. Postur lawan yang lebih unggul membuat barisan pertahanan Indonesia kesulitan mengatasi serangan bola-bola atas. Pelatih Timnas Putri, Satia Bagdja Ijatna mengakui, para pemainnya kalah dari segi postur, sehingga kerap kedodoran dalam duel udara. “Sejak awal, kami tahu, Taiwan bakal sering melepas crossing. Kami sering berlatih mengantisipasi serangan semacam itu, tapi perbedaan postur, ya sangat berpengaruh,” ucap Satia, dalam konferensi pers pasca-laga. Kekalahan ini menempatkan Indonesia di posisi tiga klasemen sementara, dengan poin tiga dari dua partai yang dilewati. Di duel terakhir yang menentukan, Rani Mulyasari dkk harus menghadapi tim kuat asal negeri ginseng, Korea Selatan, pada Selasa (21/8). Meski belum pasti kalah, langkah ini membuat Indonesia tak bisa lolos langsung ke 16 besar. Namun, jalur peringkat tiga terbaik, bisa menjadi alternatif. (Dre) Klasemen Grup A sepak bola Putri Asian Games 2018 No       Tim         MP   Gol   Poin 1. Korea Selatan   2    10:1    6 2. Taiwan             2     5:2     3 3. Indonesia         2     6:4     3 4. Maladewa         2     0:14   0 Hasil Grup A Sepak Bola Wanita Asian Games 2018, Minggu (19/8) Maladewa 0-8 Korea Selatan Taiwan 4-0 Indonesia Jadwal Grup A Selasa (21/8) Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang 18.30 WIB Indonesia vs Korea Selatan Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang 18.30 WIB Maladewa vs Taiwan

Salah Baca Bendera Penanda, Siman Sudartawa Gagal Total Raih Medali Cabor Renang Hari Pertama

Perenang andalan Indonesia, I Gede Siman Sudartawa (ungu), akhirnya gagal mempersembahkan medali, hari pertama cabor renang Asian Games 2018, pada Minggu (19/8), di di Stadion Aquatik, Senayan. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas renang Indonesia berpartisipasi pada empat, dari tujuh nomor yang dipertandingkan pada cabang olahraga (cabor) renang Asian Games 2018 di Stadion Aquatik Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (20/8). Namun, Timnas renang Indonesia gagal menyumbangkan satu pun medali. Dimulai saat Dewi Ressa Kania, memilih untuk tak mengikuti nomor gaya bebas 1.500 putri. Ressa terpantau dengan status DNS (did not start). Fitriyati Nurul Fajar pun gagal mengangkat nama Indonesia di nomor gaya punggung 200 meter putri. Catatan waktu 2:19, 38 detik, hanya membuatnya mengakhiri lomba di peringkat ketujuh. I Gede Siman Sudartawa yang memikul ekspektasi tinggi, untuk menyumbang medali pun, akhirnya juga gagal unjuk kebolehan. Kesalahannya saat berlomba dalam nomor gaya punggung 100 meter putra, membuat Siman menyelesaikan lomba di posisi buncit. Tampil di final nomor andalannya, Siman memulai perlombaan di balok start nomor urut satu. Namun, kejadian mengejutkan terjadi, saat para perenang lainnya kembali berputar untuk menuju titik start. Siman, yang sempat berada di posisi keempat, tampak terlihat berhenti sejenak, yang mengakibatkan dia tertinggal dari perenang lain. “Tadi itu, bendera lima meternya benar-benar tidak kelihatan. Yang seharusnya (melakukan) split salto, ini malah aku hempaskan (tangan lagi),” jelas Siman, di Stadion Akuatik, Minggu (19/8) malam. Bendera lima meter yang dimaksud Siman adalah bendera yang membentang di atas dua sisi kolam renang. Akibat ketidakmampuannya melihat bendera penanda itu, Siman harus finis di posisi buncit. Jiayu Xu menjadi perenang asal China yang merebut medali emas nomor 100 meter gaya punggung putra. Lalu, diikuti oleh Ryosuke Irie (Jepang) dan Juho Lee (Korea Selatan) di tempat kedua dan ketiga. Siman bakal kembali tampil pada Senin (20/8), di nomor 50 meter gaya punggung. Dia berharap bisa lebih fokus lagi di nomor tersebut. “Lebih fokus lagi. Hari ini sih kayanya kurang fokus. Bendera lima meter kurang kelihatan,” tambah atlet adalan PB Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) ini. Harapan terakhir Indonesia di cabor renang pada hari pembuka ini, ada di nomor estafet gaya bebas 4×100 meter putra. Indonesia yang diwakili empat atlet, Sagita Putri Krisdewanti, Adinda Larasati Dewi, Patricia Yosita Hapsari, Ressa Kania Dewi, urung berprestasi. Tim Indonesia hanya mengakhiri lomba di peringkat ketujuh. (Ham)

Pebulutangkis 19 Tahun Asal Garut Jadi Penentu, Indonesia Kunci Tiket Perempat Final Kontra Korea

Tunggal pertama tim beregu putri Indonsia, Gregoria Mariska Tunjung, menang atas pebulutangkis asal Hongkong, Cheung Ngan Yi, dalam duel tiga set, 19-21, 21-8, dan 21-18, di partai 16 besar beregu putri bulutangkis Asian Games 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Indonesia memastikan tiket perempat final bulutangkis beregu Asian Games XVIII/2018, dan berduel dengan unggulan empat, Korea Selatan. Negeri Ginseng itu langsung ke perempat final karena mendapatkan bye di babak 16 besar. Fitriani, pemain tunggal yang turun di partai ketiga, menjadi penentu kemenangan atas Hongkong dengan skor 3-0, di babak 16 besar di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (19/8). Sebelum memastikan kemenangan, pebulutangkis kelahiran Garut, Jawa Barat, 27 Desember 1998 itu harus melewati pertarungan melelahkan saat berjumpa dengan Yip Pui Yin. Pemain asal PB Exist Jaya Jakarta itu menang rubber game, 18-21, 21-13, dan 21-10. “Di game pertama poinnya ketat. Di akhir game saya kecolongan. Mau mematikan lawan, tapi malah mati sendiri. Saya juga berusaha mengeluarkan permainan terbaik. Banyak ngolah bola. Apalagi lawan fisiknya juga sudah mulai menurun, mungkin dadanya sesak,” ujar Fitriani usai laga. “Pelatih juga mengingatkan ke saya jangan sampai terpengaruh. Alhamdullilah bisa sumbang kemenangan untuk Indonesia,” lanjutnya. Sebelumnya, kemenangan Indonesia atas Hongkong disumbang tunggal pertama, Gregoria Mariska Tunjung. Pebulutangkis kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah, 11 Agustus 1999 itu menuntaskan tugasnya dengan baik paska menumbangkan Cheung Ngan Yi, dengan duel sengit rubber game, 19-21, 21-8, dan 21-18. Indonesia memimpin 1-0 atas Hongkong. “Saat gim pertama saya kalah angin. Selain itu, saya juga merasa adaptasinya terlalu lama, terlalu santai. Dan sebelum bertanding rasanya tegang banget. Ini pertama kalinya main sebagai tunggal pertama, jadi tuan rumah, serta turnamen besar,” terang anak didik Minarti Timur itu. Gregoria tampil sebagai tunggal pertama karena peringkatnya lebih baik dari Fitriani. “Cheung adalah pemain yang temponya cepat dan menyerang. Saya tahu permainan dia lewat video pertandingan. Cheung kalau diajak reli cepet capek juga mainnya,” tambah pemain yang menghuni Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta sejak 2013 itu. Sementara itu, duet Greysia Polii/Apriyani Rahayu juga sukses menambah angka bagi kubu Indonesia menjadi 2-0. Mereka mengatasi dobel Ng Tsz Yau/Yuen Sin Ying, dalam duel straight game, 21-14 dan 21-11. “Lawan lumayan bagus dan ada kendala angin di lapangan. Tapi, kami fokus pada permainan di lapangan saja,” ujar Apriyani. Greysia menambahkan pada pertandingan tadi dirinya bersama Apriyani ingin cepat mengakhiri permainan, namun justru hal itu yang membuat mereka melakukan kesalahan sendiri. “Tapi dari situ kami bisa coba pukulan dan coba lapangan lagi. Jadi kami selalu ambil positifnya,” jelas pemain berusia 31 tahun itu. (Adt) Hasil Babak 16 Besar Bulutangkis Beregu Asian Games 2018: Putra 1. Nepal vs Pakistan 3-1 2. Malaysia vs Jepang 3-0 3. Hongkong vs Mongolia (walkover) 4. Korea vs Thailand 3-1 5. Maladewa vs India 0-3 Putri 1. Pakistan vs China Taipeh 0-3 2. Maladewa vs Nepal 3-2 3. Hongkong vs Indonesia 0-3

Dominasi Kejuaraan International Junior Open 2018, Indonesia Sabet Tiga Gelar Di Malaysia

Unggulan pertama ganda campuran event Malaysia International Junior Open 2018 asal Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti, takluk dari seeded 8, Ghifari Anandaffa Prihardika/Lisa Ayu Kusumawati, di babak final. (Pras/NYSN)

Jakarta- Para pebulutangkis junior Indonesia sukses membawa pulang tiga gelar di ajang Malaysia International Junior Open 2018. Tiga gelar disumbang wakil Merah Putih melalui sektor ganda campuran, tunggal putra, dan ganda campuran. Melakoni laga final pada Sabtu (18/8), di Dewan Wawasan 2020, Kangar, Perlis, Malaysia, gelar pertama Indonesia sudah diraih duet Ghifari Anandaffa Prihardika/Lisa Ayu Kusumawati. Unggulan delapan itu secara mengejutkan menekuk Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Rehan/Fadia yang tampil di event ini diplot sebagai unggulan satu, menyerah usai memainkan drama pertarungan melelahkan tiga game berdurasi 49 menit, dengan skor 21-19, 14-21, dan 21-16. Hasil positif juga ditorehkan Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay di sektor tunggal putra. Unggulan satu asal PB Djarum itu mengandaskan perlawanan kompatriotnya Muhammad Aldo Apriyandi. Ikhsan butuh waktu 38 menit untuk memastikan kemenangan straight game, 21-14 dan 21-10. Penampilan cemerlang juga diperlihatkan dobel Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin (7). Mereka berhasil menghadirkan kejutan, setelah melumpuhkan rekannya yang menempati unggulan dua, Rehan Naufal Kusharjanto/Pramudya Kusumawardana Riyanto. Duo Leo/Daniel menyudahi lawannya dengan straight game, 21-17 dan 21-12, dalam tempo 33 menit. Sayang, Indonesia harus merelakan gelar sektor tunggal putri dan ganda putri, yang harus jatuh ke tangan China, dan tuan rumah, Malaysia. Stephanie Widjaja yang sempat mebuat kejutan lantaran menempati unggulan 15, dipaksa menelan pil pahit usai kandas dari pemain non unggulan asal China, Han Qianxi. Wakil Negeri Tirai Bambu itu menuntaskan perlawanan Stephanie dalam tempo 27 menit, dengan skor meyakinkan 21-12 dan 21-11. Serupa, pasangan binaan PB Djarum, Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto juga harus menelan kekecewaan. Unggulan dua masa depan Indonesia itu, justru tak berdaya menghadapi ketangguhan Pearly Tan Koong Le/Toh Ee Wei. Duet Negeri Jiran itu menang straight game, 21-13 dan 21-18, pada laga berdurasi 35 menit. (Adt)

Jika Lolos 16 Besar Lewat Jalur Ranking Tiga Terbaik, Timnas U-23 Bakal Ditunggu China

Jika Timnas U-23 lolos 16 besar dari jalur ranking tiga terbaik, maka skenario lawan yang akan dihadapi adalah juara Grup C. Saat ini, China berada di puncak klasemen Grup C, disusul Suriah dan Uni Emirat Arab. (Pras/NYSN)

Jakarta- Sepak Bola Asian Games 2018 sudah berputar sejak 10 Agustus lalu. Ada 25 tim yang berpartisipasi dalam ajang multievent di Asia ini. Semua peserta dibagi ke dalam enam grup. Grup A yang diisi tuan rumah Indonesia, menjadi yang terbanyak penghuninya. Selain Indonesia, ada Hong Kong, Taiwan, Laos, dan Palestina. Sementara masing-masing grup lainnya diisi empat tim. Status Tim yang berhak lolos ke babak 16 besar, adalah juara dan runner-up grup, plus empat tim dari posisi tiga terbaik. Untuk penghuni peringkat ketiga terbaik di tiap klasemen, perhitungannya tak jauh berbeda dengan dua tim terbaik tiap grup. Persoalan terjadi, jika ternyata ada dua atau lebih tim, memiliki poin sama dalam satu grup. Maka kriteria tim yang dinyatakan lolos, dihitung melalui selisih gol, dan produktivitas tim. Andai masih sama, diberlakukan perhitungan selisih gol dari seluruh pertandingan yang sudah dimainkan di grup. Bila masih sama juga, harus dilakukan adu tendangan penalti, dengan syarat tim bersangkutan berada dalam satu lapangan dan sedang bertanding. Penentuan lainnya, yakni melalui skor terendah dari jumlah kartu kuning dan kartu merah yang diterima, saat penyisihan grup. Terakhir adalah penentuan berdasarkan pot, saat dilakukan drawing. Tim yang berada di pot atas saat drawing, bakal mendapat lampu hijau untuk lolos. Lalu bagaimana penentuan empat tim di posisi tiga terbaik? Penentuan dilihat dari tim mana saja yang menempati posisi ketiga di klasemen grup. Namun, tim yang berada dalam satu grup yang jumlahnya lebih banyak dari grup lain, ada mekanisme lain. Grup A yang dihuni lima tim, maka penentuan tim peringkat ketiganya, akan menghilangkan hasil laga pertandingan dengan penghuni dasar klasemen grup, yang mereka huni. Hal ini ditempuh, agar jumlah pertandingannya, bisa dihitung sama dengan peringkat ketiga grup lainnya. Terakhir, empat peringkat tiga terbaik ditetapkan, melalui jumlah poin yang dikoleksi tim, selisih gol, jumlah gol yang dicetak, kriteria fair play (skor terendah dari jumlah kartu kuning dan kartu merah) dan juga ditentukan berdasarkan pot tertinggi. Dari seluruh tim Grup A, baru Palestina yang resmi merampungkan empat partai pertandingan. Empat tim lain menyisakan laga pamungkas pada Senin (20/8). Indonesia akan berhadapan dengan Hong Kong pada laga pamungkas. Kemenangan pada laga tersebut akan memastikan posisi Indonesia sebagai juara grup atau tidak. Jika menjadi juara Grup A, Hansamu Yama dan kolega, akan berhadapan dengan salah satu tim peringkat ketiga terbaik, dari Grup C, D, atau E. Andaipun seri, Indonesia menyimpan peluang lolos sebagai salah satu dari empat peringkat ketiga terbaik. Hanya saja, lawan mereka akan lebih sulit pada babak 16 besar. Salah satu potensi terbesar jika Garuda Muda lolos melalui jalur ranking tiga terbaik ini, adalah skenario menantang juara Grup C. Saat ini, China ada di puncak klasemen Grup C, disusul Suriah dan Uni Emirat Arab. China sangat produktif dengan mencetak 9 gol, dan belum kebobolan hingga laga kedua, pada Kamis (16/8) lalu. (Ham) Group C Klasemen Grup C No         Tim                    MP   Gol   Poin 1  China U23                     2     9:0     6 2  Suriah U23                    2     1:3    3 3  Uni Emirat Arab U23      2      4:2    3 4  Timor Leste U23            2     1:10   0 Klasemen Timnas U-23 di Grup A No      Tim           MP   Gol  Poin 1 Palestina U23     4     5:3    9 2 Hong Kong U23  3     8:2    7 3 Indonesia U23    3     8:2    6 4 Taiwan U23        3     0:8    1 5 Laos U23           3     2:8    0 Jadwal Grup A Senin (21/8) Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi 19.00 WIB Hongkong vs Indonesia Stadion Pakan Sari, Bogor 19.00 WIB Taiwan vs Laos

Superior, Universitas Pelita Harapan (UPH) Empat Kali Juara LIMA Basketball Nationals

Tim Putra Universitas Pelita Harapan (UPH/Merah) Banten, kembali menjadi kampiun LIMA Basketball Nationals 2018. Selama empat tahun berturut, gelar juara itu mampu digenggam The Eagles. (LIMA)

Surabaya- LIMA Basketball Nationals 2018 telah rampung. Sebelumnya, fase conference telah digelar dengan keikutsertaan lima regional, yakni Greater Jakarta Conference (GJC), West Java Conference (WJC), Sumatra Conference (SMC), Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference (CJYC) dan East Java Conference (EJC). Perhelatan akbar yang digelar di GOR Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, bergulir 9-16 Agustus 2018. Sebanyak 12 tim putra dan 8 tim putri saling beradu dalam ajang bola basket nasional antarmahasiswa ini. Universitas Pelita Harapan (UPH) Banten masih menjadi yang terkuat di sektor putra LIMA Basketball Nationals. Seperti laga ulangan final GJC tahun ini, UPH sukses menaklukkan Universitas Esa Unggul (UEU) di final nasional ini. Selama empat tahun berturut-turut, gelar juara itu mampu digenggam The Eagles. Di sektor putri, gantian Universitas Esa Unggul (UEU) yamg superior dan kembali mempertahankan status kampiun. UEU finis di puncak LIMA Basketball Nationals usai menekuk UPH di final. Selama tiga musim, The Swans, julukan UEU, mempertahankan takhta juaranya. Kejutan disajikan peringkat ketiga sektor putra, Institut Perbanas. Absen selama tiga tahun di fase nasional, Perbanas comeback dengan finis di posisi ketiga. Peringkat ketiga GJC itu sukses menundukkan juara EJC, Universitas Surabaya (Ubaya), pada laga perebutan peringkat ketiga. Selain itu, LIMA juga memberi gelar top block, top steal, top rebound, top assist, top scorer, best management, dan juga MVP. LIMA pun turut mengapresiasi para student athlete, yang memiliki prestasi cemerlang. Status gelar all academic player, khusus disematkan untuk student athlete yang juga mengukir Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi. (Adt) Hasil LIMA Basketball Nationals 2018 Putri Juara Putri Universitas Esa Unggul Jakarta Peringkat 2 Universitas Pelita Harapan Banten Peringkat 3 Universitas Surabaya Putra Juara Putra Universitas Pelita Harapan Banten Peringkat 2 Universitas Esa Unggul Jakarta Peringkat 3 Institut Perbanas Jakarta Gelar individual LIMA Basketball Nationals 2018 Top Assist Tiara Aulia Denaya (Univ. Esa Unggul Jakarta) Christian Pascal (Univ. Padjadjaran Bandung) Top Rebound Lea Elvensia W Kahol (Univ. Surabaya) Agus Salim (Univ. Esa Unggul Jakarta) Top Block Ni Komang Sitha Dewi Marino (Univ. Pelita Harapan, Banteng) Agung Eko Prabowo (Univ. Surabaya) Top Steal Tiara Aulia Denaya (Univ. Esa Unggul Jakarta) Muhammad Basith (Institut Perbanas Jakarta) Top Scorer Lea Elvensia W. Kahol (Univ. Surabaya) Dandung O’Neal Pamungkas (Univ. Atmajaya Yogyakarta) Best Management Institut Teknologi Harapan Bangsa, Bandung Institut Perbanas, Jakarta All Academic Player Zulfa Nur Umniyah – Univ. Pendidikan Indonesia, Bandung – 3,91 Alfi – Univ. Ahmad Dahlan, Yogyakarta – 3,90 MVP Jane Charissa Adelaide Purwandoyo – Univ. Esa Unggul Jakarta Yesaya Alesandro Saudale – Univ. Pelita Harapan, Banten

Menang di HUT RI 73, Dua Gol Striker Naturalisasi Bantu Indonesia Jaga Peluang

Cukur Laos 3-0 dalam laga penyisihan Grup A Asian Games 2018, dua gol Timnas U-23 diborong pemain naturalisasi Alberto "Beto" Goncalves (9) pada ment ke-13 dan 47, di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jumat (17/8). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 sukses mengalahkan Laos 3-0 dalam pertandingan Grup A cabang sepak bola Asian Games 2018 di Stadion Patriot Bekasi, Jumat (17/8). Indonesia akan lolos ke babak 16 besar, bila mampu mengalahkan Hong Kong pada laga terakhir pada Senin (20/8). Indonesia tampil dominan di laga ini. Dua gol diborong pemain naturalisasi Alberto “Beto” Goncalves pada ment ke-13 dan 47. Gol lainnya diceploskan Ricky Fajrin pada menit ke-75. Dengan hasil ini, Indonesia mengemas nilai 6 dari tiga laga. Dua gol yang dicetak oleh Beto, membuat pemain Sriwijaya FC itu masuk jajaran pencetak gol terbanyak sementara di Asian Games 2018. Beto sejauh ini sudah mencetak tiga gol untuk Timnas U-23. Selain Beto, ada nama Stefano Lilipaly yang masuk daftar pencetak gol terbanyak dengan torehan 2 gol. Tiga gol yang telah dicetak Beto membuat pemain naturalisasi ini sama dengan torehan pemain Hong Kong, Tan Chun Lok, dan striker Malaysia, Safawi Rasid. Jumlah gol yang ditorehkan Beto bersama Timnas U-23 hanya kalah dari pemain Korea Selatan, Hwang Ui-jo, yang mengoleksi 4 gol. Tim asuhan Luis Milla itu menempati posisi ketiga klasemen, tertinggal satu poin dari Hong Kong di urutan kedua. Sementara Palestina statusnya lolos ke babak 16 besar karena sudah mengemas 8 poin, dari 4 laga. Gelandang Timnas U-23, Evan Dimas sukses menyabet tite sebagai raja operan dalam laga. Dilansir BolaSport.com dari data Labbola, Evan memang menjadi pemain yang paling banyak melepas passing. Bermain sejauh 81 menit, gelandang Selangor FA itu sukses melepas 88 operan. Namun hanya 78 operan bola yang berhasil, sepuluh lainnya tak tepat sasaran. Catatan ini seolah merupakan titik kembalinya Evan dalam skuat timnas U-23. Dari dua laga sebelumnya yang dilakoni Indonesia, sosok Evan yang dikenal sebagai pembagi bola tak tampak. Pada partai pertama melawan Taiwan, Evan yang dimainkan 67 menit hanya melepas 49 passing. Sementara pada laga kedua melawan Palestina, Evan absen. Namun, Evan sangat berkontribusi dalam permainan Indonesia menantang Laos. Selain sukses menjadi raja passing, eks Bhayangkara FC juga tercatat melepas tiga tembakan. (Ham) Hasil Jumat (18/8) Grup A Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi Palestina 1-1 Hong Kong Indonesia 3-0 Laos Klasemen Timnas U-23 di Grup A No   Tim               MP     Gol     Poin 1 Palestina U23       4      5:3      9 2 Hong Kong U23    3      8:2      7 3 Indonesia U23      3      8:2      6 4 Taiwan U23          3      0:8      1 5 Laos U23             3      2:8      0 Jadwal Grup A Senin (21/8) Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi 19.00 WIB Hongkong vs Indonesia Stadion Pakan Sari, Bogor 19.00 WIB Taiwan vs Laos Daftar Top Skorer Sementara Asian Games 2018 4 gol Hwang Ui-jo (Korea Selatan) 3 gol Tan Chun Lok (Hong Kong) Alberto Gonçalves (Indonesia) Safawi Rasid (Malaysia) 2 gol Stefano Lilipaly (Indonesia) Gao Zhunyi (Tiongkok) Wei Shihao (Tiongkok) Zhang Yuning (Tiongkok) Jordi Tarrés (Hong Kong) Yuto Iwasaki (Jepang) Ernist Batyrkanov (Kirgizstan) Abdulrahman Gharib (Arab Saudi) Supachai Jaided (Thailand) Zayed Al-Ameri (Uni Emirat Arab)

Gelar TC Hingga Akhir Agustus, Skuat Timnas U-19 Komplet Usai Asian Games 2018

Timnas U-19 kembali melaksanakan program pemusatan latihan (TC), jelang even Piala Asia U-19, di Lapangan UNY, Yogyakarta, sejak Minggu (12/8) hingga akhir Agustus. (radarjogja.co.id)

Yogyakarta- Timnas U-19 kembali memulai pemusatan latihan (TC) even Piala Asia U-19, di Lapangan UNY, Yogyakarta, sejak Minggu (12/8) hingga akhir Agustus. Tiga pemain dari Liga 1 2018 yakni Rachmat Irianto (Persebaya), Asnawi Mangkualam (PSM Makassar), dan Nurhidayat (Bhayangkara FC), tampak sudah bergabung, pada Kamis (16/8). Dalam sesi latihan itu, total ada 28 pemain hadir, dari 33 nama yang dipanggil. Pada TC ini masih kurang lima pemain yang mash absen, termasuk dua pemain Persipura Jayapura, Todd Rivaldo dan David Rumakiek. Sedang Saddil Ramdani dan Rafli Mursalim, masih bergabung dalam skuat Timnas U-23 mengikuti Asian Games 2018. Kemudian satu nama lagi, Egy Maulana Vikri, yang masih menjalani kompetisi bersama klub asal Polandia, Lechia Gdansk. Assisten pelatih Timnas U-19, Miftahudin Mukson mengatakan latihan awal ini bertujuan mengevaluasi kelemahan di ajang Piala AFF 2018 lalu. “Ini adalah bagian dari program kami, hasil evaluasi AFF U-19 kemarin. Kami adopsi lagi untuk level lebih tinggi di Piala Asia U-19,” ujarnya, dilansir BolaSport.com dari Tribun Jogja. Sisi pertahanan dinilai Miftahudin masih lemah dan terus dilakukan perbaikan. “Kami coba untuk terus memperbaiki lagi pertahanannya, dan ini mulai agak baik,” ucap Miftahudin. Dalam rangkaian TC ini, skuat besutan Indra Sjafri berencana untuk menggelar sejumlah agenda uji coba. Sebanyak enam laga uji coba disiapkan oleh Indra. “Untuk laga internasional, rencananya ada dua atau tiga kali. Soal lawannya, PSSI masih melakukan penjajakan,” tambah Indra. Sempat terbesit kabar, Arab Saudi menjadi kandidat sparring partner Nurhidayat dan kolega, meski statusnya belum dipastikan kapan. Satu laga uji coba yang pasti digelar ialah melawan klub Liga 2, Semen Padang pada Sabtu (25/8). Di Piala Asia U-19 2018, Timnas U-19 tergabung di Grup A bersama Uni Emirat Arab, Qatar dan Taiwan. Laga pertama Garuda Nusantara bakal meladeni Taiwan, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, pada Kamis (18/10). (Dre) Daftar 33 Pemain Timnas U-19 yang dipanggil TC Yogyakarta Kiper 1. M. Aqil Savik (Persib Bandung) 2. Gianluca Pagliuca Rossy (Persija Jakarta) 3. Rakasurya Handika (Bali United) 4. M. Riyandi (Barito Putera) 5. Muhammad Adisatryo (SKO Ragunan) Belakang 6. Nurhidayat Haji Haris (Bhayangkara FC) 7. Juliyano Pratama (PS Tira) 8. Kadek Raditya (Persiba Balikpapan) 9. Habel Boaz Inzaghi Isir (Perseru Serui) 10. Firza Andika (PSMS Medan) 11. Indra Mustofa (Persib Bandung) 12. M Firly (Bogor FC) 13. Asnawi Mangku Alam Bahar (PSM Makassar) 14. Rachmat Irianto (Persebaya Surabaya) 15. Anan Mirgaf Lestaluhu (Persija Jakarta) 16. David Kevin Wato Rumakiek (Persipura Jayapura) 17. Samuel Christianson Simanjuntak (Sriwijaya FC) 18. Rifad Marasabessy (Madura United) Tengah 19. M Luthfi Kamal (Mitra Kukar) 20. Syahrian Abimanyu (Sriwijaya FC) 21. Witan Sulaeman (SKO Ragunan) 22. Resky Fandi Witriawan (Martapura FC) 23. Teuku Nur Fadil (Borneo FC) 24. Todd Rivaldo Ferre (Persipura Jayapura) 25. M. Raffi Syarahil (Barito Putera) 26. Saddil Ramdani (Persela Lamongan) 27. Feby Eka Putra (Bali United) 28. Egy Maulana Vikri (Lechia Gdansk) Depan 29. Hanis Saghara Putra (Bali United) 30. Aji Kusuma (Persika Karawang) 31. Rafli Mursalim (Mitra Kukar) 32. Kahar Muzakar (Persikota Tangerang) 33. Aulia Hidayat (Borneo FC)

Beregu Indonesia Hadapi Lawan Berat, PBSI Minta Kerja Keras Sejak Awal

Anthony Sinisuka Ginting, salah satu andalan skuat tim bulutangkis beregu putra Indonesia Asian Games XVIII/2018 harus berjuang keras sejak awal. Sebab, mereka dihadapkan tantangan berat. (Pras/NYSN)

Jakarta- Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) meminta tim beregu putra dan putri Asian Games XVIII/2018 harus berjuang keras sejak awal. Sebab, mereka dihadapkan tantangan berat. Hal itu dikatakan Achmad Budiharto, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBSI menanggapi hasil undian beregu cabang bulutangkis, di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (16/8) malam. “Kita tidak bisa mengeluhkan hasil drawing. Itu adalah fakta yang harus dipersiapkan. Yang penting tim berjuang keras sejak awal,” ujar Budiharto. Tim putra Indonesia berada di pool bawah bersama tim India, Maladewa, Jepang, Malaysia, Thailand, dan Korea Selatan (Korsel). Indonesia yang menempati unggulan dua mendapat jatah bye di laga perdana. “Hasil tim putra, ini perjuangan berat untuk semuanya. Karena tim-tim bagus terkumpul di pool bawah. Untuk babak pertama kalau digambarkan, Jepang bertemu Malaysia, Korsel berhadapan dengan Thailand. Empat tim tersebut terkumpul dan hanya satu yang ke semifinal,” lanjutnya. Jika di babak kedua berhasil melewati hadangan pemenang antara India dan Maladewa, Indonesia bakal menghadapi lawan berat di semifinal. “Kami menunggu pemenang antara Maladewa dan India. Memang perjuangan berat nantinya di semifinal. Siapa pun yang melewati India. Tim yang dihadapi relatif kuat,” tambahnya. Sementara, tim putri Indonesia menempati pool atas bersama Hongkong, Korsel, India, dan Jepang. Srikandi Merah Putih memulai laga pembuka menantang Hongkong. Jika berhasil melewati Hongkong, Fitriani dan kolega di perempat final bakal berjumpa dengan Korsel yang mendapatkan bye di babak pertama. Dan jika langkah mereka terus berlanjut, maka mereka akan bertarung dengan pemenang antara Jepan dan India. Baik Jepang maupun India, turut mendapatkan bye di babak pertama. “Kalau tim putri, kami tahu karena tidak seeded. Hasil undian itu realitas yang harus dihadapi. Kami berada di pool atas. Pertama, kami sudah harus berjuang menghadapi Hongkong. Jika lolos bertemu Korsel. Jadi ini yang harus dihadapi,” tukas Budiharto. (Adt) Skuat Beregu Bulutangkis Indonesia Asian Games 2018 : Putra : 1. Jonatan Christie 2. Anthony Sinisuka Ginting 3. Ihsan Maulana Mustofa 4. Kevin Sanjaya Sukamuljo 5. Marcus Fernaldi Gideon 6. Fajar Alfian 7. Muhammad Rian Ardianto 8. Mohammad Ahsan 9. Tontowi Ahmad 10. Ricky Karanda Suwardi Putri : 1. Fitriani 2. Gregoria Mariska Tunjung 3. Ruselli Hartawan 4. Greysia Polii 5. Apriyani Rahayu 6. Della Destiara Haris 7. Rizki Amelia Pradipta 8. Ni Ketut Mahadewi Istarani 9. Liliyana Natsir 10. Debby Susanto

Lawan Laos, Kartu Truf Timnas U-23 Itu Bernama Evan Dimas Darmono

Merotasi beberapa pemain, usai menang telak kontra Taiwan U-23 di partai perdana, pelatih Luis Milla mengistirahatkan nama Evan Dimas Darmono, saat Timnas U-23 takluk 1-2 dari Palestina, pada Rabu (15/8). (INASGOC)

Jakarta- Takluk 1-2 dari Palestina U-23, pada Rabu (15/8), di laga kedua penyisihan Grup A Asian Games 2018, Timnas U-23 ternyata menyimpan strategi khusus. Merotasi beberapa pemain, usai menang telak kontra Taiwan U-23 di partai perdana, pelatih Garuda Muda, Luis Milla mengistirahatkan nama Evan Dimas Darmono. Evan sejatinya dikenal sebagai pengumpan jitu saat bermain. Ternyata, anggota klub Selangor FA ini handal sebagai pemain bertahan. Hal ini ia tunjukkan saat Timnas U-23 mengalahkan Taiwan dengan skor 4-0, pada Minggu (12/8). Evan memang tak mencetak gol atau menyumbang assists. Namun, pemuda 23 tahun dibawah manajemen Munial Sport Group ini, mendukung timnya mencatatkan clean sheet alias tak kebobolan. Bermain 67 menit, Evan mencetak total 4 tekel, dan 3 diantaranya sukses. Presentasi kesuksesan tekelnya mencapai 75 persen. Catatan tekel Evan, lebih tinggi daripada torehan tekel keempat bek Garuda Muda. Hansamu Yama, misalnya, melakukan 3 kali tekel, namun hanya 2 diantaranya berujung sukses. Torehan tekel Evan cukup produktif, lantaran label pengumpan sudah lekat dengan dirinya, dibanding peran menahan serangan lawan. Selain itu, Evan juga menorehkan satu kali intersep dan clearences dalam partai itu. Lalu bagaimana dengan statistik Evan sebagai pengoper bola? Pemain asal Jawa Timur itu melepaskan 43 umpan sukses dari total 49 passes. Ia menjadi pemain keempat dengan umpan terbanyak. Pemain terbanyak melepaskan umpan adalah Ricky Fajrin. Bek Bali United tersebut mencatat 65 umpan sukses dari total 67. Evan kini ‘dipromosikan’ menjadi central midfielder, yang memainkan fungsi deep lying playmaker, dalam skema dua gelandang bertahan sejajar. Milla menilai Evan tak flamboyan, lantaran ia mampu mengemban tugas layaknya gelandang petarung, sekaligus pemain lini tengah yang serba bisa. Namun, Evan masih terbelit ‘penyakit’ akibat kebiasaannya melakukan drive (menerobos berikade lawan sembari menggiring bola) muncul di waktu yang tidak tepat. Padahal dirinya adalah gelandang sentral, yang bertugas memastikan progresi bola berjalan bersih, agar Timnas U-23 tak mudah kehilangan bola. Milla menyadari, penyakit Evan ini tak menguntungkan jika terus terlihat di Asian Games 2018. Saat meladeni Taiwan, Pelatih Spanyol ini menggantinya dengan Hargianto. Dua tujuan ingin dicapai Milla dari pergantian ini. Pertama, memastikan lini tengah Timnas U-23 lebih stabil. Kedua, memaksimalkan sepakan jarak jauh spesialiasi Hargianto sebagai opsi membongkar pertahanan Taiwan. Dua tujuan Milla tercapai. Hargianto berhasil “menenangkan” lini tengah yang terlalu agresif, ketika Evan masih ada di atas lapangan. Bahkan Hagi, sapaanya, mencetak gol dari tendangan canon ball di luar kotak penalti. Dan diantara 20 pemain yang menghuni skuat Timnas U-23 di Asian Games 2018, ada dua nama berpengalaman membobol gawang Laos, calon lawan pada Jumat (17/8). Garuda Muda akan berhadapan dengan Laos U-23 dalam laga ketiga Grup A Asian Games 2018, di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Laos kerap bertemu di level junior atau kelompok usia di bawah 16 tahun dan 19 tahun. Pada Piala AFF U-19 2016, skuat muda Merah Putih yang berada di bawah asuhan Eduard Tjong, bertemu dengan Laos di fase grup. Laga yang berlangsung di Hanoi, Vietnam, dimenangkan Timnas U-19 dengan skor 3-1, berkat gelontoran gol-gol yang dicetak Pandi Lestaluhu, Saddil Ramdani, dan M Rafli Mursalim. Saddil kini tercatat sebagai pilar Timnas U-23 di Asian Games 2018. Pemain asal Persela Lamongan itu selalu tampil dari bangku cadangan dalam dua laga terakhir saat menghadapi Taiwan dan Palestina. Rafli yang dua tahun lalu mencetak gol ke gawang Laos, juga tercatat sebagai pemain pelapis skuat U-23. Jebolan Liga Santri Nusantara 2016 itu, baru tersingkir menjelang Asian Games 2018 berputar. Pemain lain yang pernah mencetak gol ke gawang Laos dan masuk dalam skuat pilihan Milla adalah Evan. Berbeda dengan Saddil yang mencetak gol ke gawang Laos di level junior, Evan memproduksi gol di ajang Piala AFF 2014. (Dre)