Villa Lab Andalan Akademi Klub Sepakbola Tangerang Selatan

villa lab

Jakarta- Seperti pada klub-klub olahraga lainnya, khususnya sepak bola, ideal memiliki keorganisasian dan manajemen yang baik untuk menunjang klub dan para atlet. Villa 2000 FC salah satunya, klub akademi sepak bola asal Tangerang Selatan justru selangkah lebih maju dibanding klub professional karena memiliki laboratorium klinik kesehatan, yakni Villa Lab. Saat ini, Fathia Aulia yang ditunjuk sebagai Fisioterapi untuk menangani klub Villa 2000 FC. “Villa Lab itu adalah salah satu fasilitas dari Villa 2000 FC untuk menangani kasus cedera bagi para atlet maupun siswa”, kata Fathia. Kemudian, ia juga menambahkan bahwa Villa Lab ini bukan hanya sekadar menangani pemain yang cedera saja, tetapi memberikan program dari fisioterapi itu sendiri. “Selain menangani cedera, kita juga menjalankan beberapa program, yaitu antropometri. Antropometri itu pengukuran berat dan tinggi badan pada siswa atau murid di masa pertumbuhan. Hal tersebut kita bisa mengevaluasi anak ini dalam keadaan normal, sedang, ataupun kurang. Karena masa pertumbuhan mempengaruhi segala aktivitas siswa, terutama di lapangan”, sambung perempuan lulusan dari Universitas Indonesia itu. Villa Lab beroperasi sejak Februari 2014 untuk kepentingan intern dan mulai terbuka untuk umum pada tanggal 3 Maret 2014. Status dari Villa Lab ini meskipun berada di Training Ground Villa 2000 FA namun independen dan terlepas dari Klub. Klinik ini merupakan sebuah klinik spesialis penanganan cedera sepakbola bagi semua pesepakbola usia muda, tua, amatir maupun profesioanl. Pelayanan yang dapat dilakukan adalah Tes Potensi Cedera, Program Pencegahan Cedera Sepakbola, Perawatan Cedera Sepakbola dengan Football Physiotherapy dan Rehabilitasi cedera. Untuk mendukung pelayanan tersebut, di Villa Lab menyedeiakan beberapa fasilitas: Tens, laser, Ultrasound, Exercise Area (Indoor/Outdoor-football Pitch), Tim O8 s/d Senior untuk Return to Play (Integration to Football). (Dre)

Strategi Efektif, Indra Jawara Karate Nomor Kata O2SN SMK Provinsi DKI Jakarta

Indra Lukman juara kata perorangan putra O2SN SMK DKI Jakarta. (Adt/NYSN)

Jakarta- Indra Lukman, wakil Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Telkom Shandy Putra, Jakarta Barat, berhasil menjadi jawara nomor kata perorangan putra di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMK Provinsi DKI Jakarta. Event ini dihelat di SMKN 57 Jakarta Selatan, Kamis (8/3). Ia mengalahkan Muhammad Pajri, wakil SMK Jayawisata 2, Jakarta Timur, dengan skor telak 5-0. “Strateginya itu kalau lawan tampil bagus, maka saya main Kata yang lebih tinggi. Tapi,kalau lawan tampil jelek, saya main bawah dulu. Mungkin tadi strategi saya efektif Karena pas latihan saya lihat lawan itu bagus. Saya malah mikir bakal kalah,” ujar Indra usai pertandingan. Mewakili Provinsi DKI Jakarta di ajang O2SN Tingkat Nasional di Yogyakarta, September mendatang, Indra berharap bisa tampil lebih baik, dan meraih juara nasional. “Tahun lalu untuk tingkat nasional di Medan (Sumatera Utara) saya ikut. Tapi hasilnya mengecewakah. Mudah-mudahan dengan latihan terus dan persiapan yang matang, saya bisa memberikan yang terbaik untuk DKI Jakarta, dan juara,” cetusnya. Sementara, di nomor kata perorangan putri, Fahra Fadyla, wakil SMKN 21, Jakarta Pusat, sukses meraih juara usai mengalahkan wakil SMKN 7, Jakarta Timur, Roidatul Fauziah, dengan skor 5-0. “Dalam pertandingan tadi saya berusaha memberikan yang terbaik. Apapun hasilnya baik menang atau kalah saya sudah siap menerima. Yang penting sabar dan jangan goyang saat tampil. Dan, Alhamdulillah saya bisa menang,” cetus Fahra. (Adt) Hasil Pertandingan : Kata Putra : 1. Indra Lukman (SMK Telkom Shandy Putra) Jakarta Barat 2. Muhammad Pajri (SMK Jayawisata 2) Jakarta Timur 3. Erza Rifqi Apriansyah (SMK Budi Asih) Jakarta Selatan Kata Putri : 1. Fahra Fadyla (SMKN 21) Jakarta Pusat 2. Salma Hazizah M (SMKP Djadajat) Jakarta Utara 3. Roidatul Fauziah (SMKN 7) Jakarta Timur Kumite Putra : 1. Septian S (SMKN) Jakarta Pusat 2. M. Arsha (SMK Al Wasliyah) Jakarta Timur 3. Indra Lukman (SMK Telkom Shandy Putra) Jakarta Barat Kumite Putri : 1. Salma Hazizah (SMKP Djadajat) Jakarta Utara 2. Roidatul Fauziah (SMKN 7) Jakarta Timur 3. Intan Pitalokasari (SMK Islam ‘AA’) Jakarta Barat

Asian Games 2018, Legenda Tinju Sebut Peluang Indonesia Berat

ilustrasi_tinju

Jakarta-Legenda tinju Indonesia Chris John, mengatakan peluang tim tinju Indonesia di pesta olahraga akbar empat tahunan negara-negara se-Asia, Agustus – Semptember mendatang, sangat berat. “Melihat peta kekuatan nggak bisa bohong. Petinju Indonesia memang masih berat buat bersaing dengan lawan dari negara lain,” ujar juara dunia kelas bulu pertama asal Indonesia itu, seperti dikutip detik, Senin (5/3). Terlebih, ia menyebut level persaiang bukan di tingkat Asia Tenggara, melainkan sudah dilingkup Asia. Mungkin, lanjut Chris, faktor tuan rumah bisa memberikan keuntungan tersendiri bagi petinju Tanah Air. Menurutnya, solusi lain yang bisa dilakukan adalah dengan merekrut pelatih dari luar maupun melakukan training camp di luar negeri. “Sebagai tuan rumah pasti Indonesia memiliki nilai lebih yang bisa dimanfaatkan guna meraih hasil terbaik,” tukas petinju berjuluk ‘The Dragon’ saat masih aktif di atas ring. (adt)

Belum Ada Kompetisi, Ketum PB Perbasasi : Kejuaraan Rutin Justru Selalu Ada Tiap Pekan di Seluruh Indonesia

Ketua Umum PB Perbasasi Andika Monoarfa (bertopi) saat acara launching Jersey Timnas PB Perbasasi di Jakarta. (Art/NYSN.com)

Jakarta- Makassar Open International Softball Men’s and Women’s 2017 diikuti 12 klub partisipan. Tak hanya berasal dari dalam negeri, kejuaraan tahun lalu itu ternyata menjadi agenda rutin bagi klub Varsity dari Malaysia. Dengan skuad putera dan puteri, tim negeri Jiran itu juga diperkuat beberapa pemain asing asal Singapura dan Australia. Bagi Ketua Umum Pengurus Besar Perserikatan Baseball Softball Seluruh Indonesia (PB Perbasasi) yang baru, Andika Monoarfa, gairah kejuaraan internasional di daerah ini menjadi benefit yang menjanjikan. Maklum, sejak 2004 silam, Liga Profesional Softball tak lagi berputar dan nasibnya timbul tenggelam. “Di era kepengurusan kini, setiap Pengurus Provinsi (Pengprov), diwajibkan menyelenggarakan kejuaraan secara rutin. Jika gagal, pasti bakal kena sangsi,” ujar pria kelahiran Jakarta, 3 Desember 1979 ini. Dan ternyata, gagasan ini justru disikapi positif oleh seluruh pengprov anggtoa PB Perbasasi. Hampir tiap pekan, Andika kerap berkunjung ke seluruh Pengprov dengan agenda membuka hingga menutup Kejuaraan yang berbasis turnamen, meski berskala daerah. “Kerjaan saya tiap pekan, membuka dan menutup Kejuaraan yang berputar di seluruh Pengprov Indonesia. Bukti gairah olahraga ini memang nyata dan terhitung sehat sebagai awal menuju era kompetisi,” tegasnya dalam acara launching Jersey Timnas PB Perbasasi pada Sabtu (3/3) di Jakarta. Meski demikian, ia memilih berasabar guna mencari konsep dan formula pelaksanaan Liga atau kompetisi secara berkala. Aktifnya beberapa kejuaraan diseluruh daerah dinyakini bila dalam waktu yang tak lama, PB Perbasasi sanggup menggulirkan Liga. “Spirit kejuaraan seperti ini harus dipupuk dan dipertahankan, toh dengan sendirinya, kelak era kompetisi atau Liga segera dibutuhkan. Apalagi, infratruktur Stadion dengan standar internasional juga sudah ada,” ungkapnya lagi. Stadion Softball dan Baseball dengan standar internasional sudah cukup banyak di Indonesia. Diantaranya Samarinda (Kalimantan Timur), Palembang (Sumatra Selatan), Bandung (Jawa Barat), Surabaya (Jawa Timur), serta fasilitas Stadion di Universitas Gajah Mada (Yogjakarta). “Intinya bersyukur dulu, kami punya infrastruktur Stadion yang memadai. Di Cabor lain, jarang malah yang punya Stadion. Saat ini pesebaran Stadionnya yang masih terus diupayakan,” ujar putera dari Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Suharso Monoarfa. Sosok muda dalam tubuh olahraga tepok bola dengan tongkat ini menyadari membangun Stadion itu bukan perkara mudah. Ketersediaan lahan dan harga tanah yang yang mahal, kerap menjadi kendala. “Bikin Stadion Softball itu aslinya murah. Field of Play-nya itu murah, karena lapangannya terdiri dari tanah gravel sama rumput, murah itu. Yang mahal itu tanahnya. Apalagi, kalo mau nambah pake lampu, tribun penonton, atau locker room, ya pasti mahal jadinya,” papar Andika. Jelang Asian Games 2018, Andika juga mengambil kebijakan non mainstream dengan mewajibkan setiap atlet pelatnas sofball dan baseball menandatangani kontrak dengan gaji Rp 8 Juta per bulan. Chief de Mission Asian Martial Art Games (AIMAG) 2017 ini mengambil kebijakan nilai gaji atlet pelatnas tak memakai platform Standar Biaya Masuk Lainnya (SBML) tetapi berpatokan dengan peraturan Menteri Keuangan (PMK). “Kalau menggunakan SBML gaji atlet hanya Rp4 juta/per bulan. Jadi, saya pakai aturan PMK dengan nilai gaji Rp8 juta per bulan,” tegasnya. Konsekuensi dengan gaji dan fasilitas memadai itu, kata Andika, seluruh atlet pelatnas Asian Games 2018 wajib mengikuti aturan yang diberlakukan. Salah satu contoh, atlet dilarang makan sembarangan dan harus mengkonsumsi makanan yang disediakan sesuai rekomendasi ahli nutrisi. “Asupan nutrisi sangat penting dalam menopang prestasi. Kalau sampai ada atlet yang ketahuan mengkonsumsi mie instan maka gajinya akan dipotong sebulan,” urainya. Apalagi, pemerintah melalui Kemenpora tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan pengajuan dana pelatnas Asian Games 2018 sebesar Rp45 miliar. Dengan kekuatan 17 atlet sofball putra dan 24 atlet baseball putri di bawah asuhan 4 pelatih asing, Kemenpora hanya memasok dana Rp12 miliar. Separuh untuk Softball dan Separuh Baseball “Dana Rp12 miliar tak cukup membiayai pelatnas. Apalagi, melibatkan 15 pelatih. Termasuk 4 pelatih asing, pelatih Strength and Conditioning dan pelatih Recovery. Makanya, saya harus siap mencari kekurangan anggarannya guna mencari sponsor,” paparnya. Andika pernah bekerja sebagai manajer artis sekaligus penyanyi, Andien. Andika juga pernah menjabat Direktur Niaga PT PT Merpati Nusantara Airlines (MNA). Di PB Perbasasi, nama Andika Monoarfa sudah tidak asing lagi. Ia pernah membantu Tim Nasional Indonesia meraih gelar juara di ASEAN Championship 2016. (art)

Warna Jersey Makin Minimalis, PB Perbasasi Pede Incar Prestasi Dunia

Jersey Baru yang diluncurkan PB Perbasasi jelang Asian Games 2018 dan Kejuaraan Asia di Jakarta pada April mendatang. (Art/NYSN.com)

Jakarta- Ada yang baru dengan jersey timnas Softball Indonesia di Asian Games 2018. Saat launching perayaan hari ulang tahun Pengurus Besar Perserikatan Baseball Softball Seluruh Indonesia (PB Perbasasi) ke-51 pada Sabtu (3/3) malam, jersey yang dipakai para atlet tak lagi bercorak meriah. Kesan simpel muncul kala melihat warna merah untuk pertandingan status tim tamu, dan putih untuk status pertandingan home. Tulisan “Indonesia” yang menempel di jersey bagian depan juga tidak aneh-aneh. PB Perbasasi terinspirasi dengan font tagline “Wonderful Indonesia” milik Kementerian Pariwisata. Tujuannya simpel, jersey Timnas softball dikembalikan ke khitahnya. “Kami luncurkan jersey baru. Jersey ini kembali ke basic, selama ini gonta-ganti warna, tulisan tapi minim prestasi. Kita kembalikan ke khitahnya. Ini desain tahun 1960 dengan penyempurnaan serta font mirip Wonderfull Indonesia,” ungkap Ketum PB Perbasasi Andika Monoarfa. Jersey ini sudah dipakai atlet membawa nama Indonesia di SEA Para Games 2017 lalu. Dengan wajah baru itu, Indonesia keluar sebagai juara umum. Harapannya, spirit menjadi yang terbaik dengan jersey baru ini terus menggelora di ajang berikutnya. Tuah jersey baru ini kembali diharapkan mengangkat nama Indonesia di Asian Men’s Softball Championship (Kejuaraan Softball Beregu Putera Asia) 2018, pada 23-28 April. Di ajang yang dilaksanakan di Stadion Softball GBK Senayan, para atlet wajib mengamankan medali perunggu sebagaimana prestasi Kejuaraan Asia pada 2016 di Jepang. “Minimal harus perunggu. Di ajang ini, tiga tim terbaik mendapatkan tiket ke kejuaraan dunia. Indonesia langganan lolos kualifikasi Kejuaraan Dunia. Kami ingin menjaga tradisi itu di kejuaraan Asia nanti,” jelasnya. Di ajang ini, ada 12 negara yang siap meramaikan. Selain Indonesia, ada juara dunia Jepang, kemudian China Taipei, Filipina, Korea, Pakistan, India, Iran, Hongkong, Singapura, Thailand, dan Malaysia. Menghadapi ajang ini, para atlet akan menggelar pelatnas pada 15 Maret nanti sampai pelaksanaan Asia Cup bertempat di Surabaya. “Soal pesaing, Jepang masih yang terbaik disusul China Taipei, lalu bisa Filipina,” ungkap Andika. Turnamen ini dimaksimalkan untuk memantapkan performa timnas jelang SEA Games 2019. Sebab, softball putera dipertandingkan di sana. Di arena Asian Games 2018, softball dipertandingkan untuk kategori puteri, sementara untuk baseball, hanya kategori putera. (dre)

Kenal Catur di Pos Ronda, Bocah SD Bernama Aditya Kini Menjadi Candidate Grandmaster Catur

Aditya-Bagus-Arfan-Catur

Jakarta – Beranilah bermimpi. Kata itu mungkin punya makna bagi Aditya Bagus Arfan. Melalui catur, olahraga yang digelutinya sejak berusia 4,5 tahun, ia memiliki mimpi besar menjadi Grandmaster di tahun 2025. Adit, begitu sapaan akrabnya, kini menyandang gelar Candidate Master dengan Elo rating 2.023. Dan, untuk bisa meraih titel Grandmaster, pecatur berusia 11 tahun itu harus mencapai norma GM sebanyak tiga kali serta menaikkan rating Elo-nya hingga 2.500. Mimpi siswa kelas 5 Sekolah Dasar (SD) Islam Terpadu (IT) Global Insani, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar) itu sepertinya tanpa hambatan. Sebab, salah satu perusahaan distribusi kendaraan berat di Tanah Air siap memuluskan langkahnya. Kini, Adit tengah bersiap mengikuti turnamen catur internasional ‘Asian Youth Chess Championship’ di Chiang Mai, Thailand, 13-21 April 2018, dan ‘World School Chess Championship’ di Durres, Albania, 20-29 April 2018. “Target mau-nya sih juara April nanti. Selain itu ingin menjadi Grandmaster. Persiapannya paling belajar dan melihat video permainan pecatur dunia,” ujar pecatur kelahiran Bekasi, Jabar itu saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta, beberapa waktu lalu. Perkenalan pertama Adit dengan catur bermula dari melihat warga yang bermain catur di pos ronda yang berjarak tak jauh dari rumah sang Kakek. Selepas itu, ia memaksa sang Kakek untuk mengajarinya bermain catur. “Pertama melihat catur langsung senang. Mainnya juga saling menyerang. Terus pakai strategi juga. Jadi makin ketagihan,” sambung anak pertama dari dua bersaudara itu. Keseriuasan menggeluti catur ia tunjukkan dengan belajar dari berbagai sumber. Mulai dari buku, bermain catur di komputer, hingga menonton aksi pecatur kelas dunia di YouTube. Sampai akhirnya, Eka Prasaja, sang ayah, memasukkan Adit ke sekolah catur Utut Adianto. Mengikuti berbagai turnamen catur baik tingkat nasional maupun internasional membuat kemampuannya makin teruji. Meski, diakui, dirinya kerap mengalami kekalahan di awal-awal mengikuti turnamen, namun itu dijadikan pelajaran berharga untuk terus mengasah kemampuannya hingga bisa meraih hasil yang terbaik. “Awal-awal ikut kejuaraan kalah terus. Lalu saya belajar terus dan akhirnya bisa menang di beberapa turnamen catur,” papar pehobi renang itu. Seiring berjalannya waktu, prestasi Adit makin bersinar. Di tingkat nasional, ia meraih juara 1 Kejuaraan Nasional U-9 pada 2013, hingga juara 1 Japfa Chess Festival U-14 pada 2016. Sementara, di level internasional, ia menyabet juara 1 Penang Int Challengger U-10 di Malaysia, pada 2016, serta juara 2 dan 3 Kejuaraan Asian School U-13 di China, pada 2017. “Turnamen yang paling berkesan itu di Olimpiade Children of Asia kelompok U-16 tahun 2016. Karena saya waktu itu masih umur 9 tahun dan menjadi atlet termuda disitu,” cetus pemilik akun instagram @pecaturcilik_aditya itu. (adt) Nama : Aditya Bagus Arfan Tempat / Tgl Lahir : Bekasi, 31 Oktober 2006 Sekolah : SD IT Global Insani (Kelas V) Gelar Saat Ini : Candidate Master Elo Rating Saat Ini : 2023 (Target Elo Rating untuk GM 2500) Website / Instagram : www.adityabagusarfan.net / @pecaturcilik_aditya Hobby : Catur dan Renang Prestasi Nasional : Juara 1 Kejuaraan Nasional U-9 (2013) Juara 1 Kejuaraan Nasional U-11 (2015) Juara 1 Festival Catur Pelajar U-11 (2016) Juara 1 Japfa Chess Festival U-14 (2016) Prestasi Internasiuonal : Juara 1 Penang Int Challenger U-10, Malaysia (2016) Juara 1 Kejuaraan ASEAN +Age U-10, Thailand (2016) Juara 2 dan 3 Kejuaraan Asian School U-13, China (2017)

Pembinaan Atlet Catur Terkendala Dana

catur_terkendala_dana

Jakarta – Induk organisasi catur seluruh Indonesia mengaku terkendala dana dalam melakukan pembinaan terhadap bibit muda atlet catur terbaik di Tanah air. Hal itu dikatakan Kristianus Liem, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi), di kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa (27/2). “Kami terkendala dana untuk melakukan pembinaan para atlet. Kalau soal bibit pecatur kami tidak kekurangan,” ucapnya. Akibat kendala dana, sebut Kristianus, berimbas pada penyelenggaraan turnamen catur yang masih kurang banyak. “Memang kami mengakui bahwa kejuaraan catur masih kurang. Dan, sebenarnya potensi atlet catur yang dimiliki Indonesia itu sangat besar,” sambungnya. “Karena kami sendiri mengambil atlet yang bagus itu melalui turnamen untuk selanjutnya kami melakukan pembinaan bagi atlet yang bersangkutan,” tambah Kristianus. Oleh sebab itu, ia mengatakan, pihaknya sangat senang bila ada perusahaan yang mau berkontribusi dalam melakukan pembinaan terhadap atlet-atlet catur yang memiliki prestasi bagus. “Kami sangat senang bila perusahaan-perusahaan turut berkontribusi dalam pembinaan atlet catur seperti yang dilakukan PT United Tractors. Karena kami tidak mungkin melakukan pembinaan sendiri dan butuh bantuan dari pihak lain,” tutupnya. (adt)

Tekad PT United Tractors Tbk. Lahirkan Grandmaster Catur Unggulan Indonesia

ilustrasi_catur

Jakarta-Sebagai bentuk komitmen terhadap masa depan generasi muda Indonesia dan pembinaan atlet muda serta memajukan olahraga Indonesia, khususnya di cabang olahraga catur, PT United Tractors Tbk (UT), berkontribusi mendukung dua atlet catur muda, Novendra Priasmoro (18 tahun) dan Aditya Bagus Arfan (10 tahun), dalam meraih Grandmaster. Gidion Hasan, Presiden Direktur UT, mengungkapkan dengan membina para generasi muda, pihaknya turut berkontribusi untuk memajukan bangsa Indonesia mengingat mereka adalah generasi penerus bangsa. “Dukungan kami kepada Novendra dan Aditya adalah bentuk partisipasi kamu untuk mewujudkan kebanggaan Indonesia dengan melahirkan Grandmaster unggulan baru di olahraga,” cetus Gidion, di kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa (27/2). Saat ini, Novendra menyandang gelar FIDE Internasional Master dengan rating Elo 2438 dan Aditya memiliki gelar Candidate Master dengan rating Elo 2023. Dan, untuk dapat menyandang gelar Grandmaster, kedua atlet muda ini harus mencapai Norma GM sebanyak tiga kali dan menaikkan rating Elo-nya hingga 2500. “Lewat program UT (United Tractors) Inspiring Youth, Novendra ditargetkan meraih gelar Grandmaster pada 2020, sedangkan Aditya ditargetkan mampu meraih gelar Grandmaster pada 2025,” sambungnya. Untuk itu, lanjut Gidion, pembinaan terhadap Novendra dan Aditya dilakukan secara intensif melalui pelatihan dan dibimbing oleh pelatih terbaik, termasuk mengikuti beberapa pertandingan internasional secara kontinyu. “Harapannya program UT Inspiring Youth ini mampu memberikan gambaran kemajuan cabang olahraga Indonesia, serta menginspirasi masyarakat terhadap hadirnya atlet muda berprestasi,” tambahnya. Utut Adianto, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi), menyatakan kedua pecatur ini memiliki bakat istimewa, dan bisa mencetak sejarah sebagai Grandmaster. “Kalau untuk potensi sangat banyak bibit catur di Indonesia. Tapi, yang kami masih kesulitan adalah soal pendanaan untuk mereka mengikuti berbagai turnamen di dunia,” tukas Utut. (adt)

Venue Bowling Jakabaring, Sarana Pengembangan Bibit Lokal Berkelas Global

menpora_imam_nahrawi_tinjau_venue_boling

Jakarta-Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bowling dihelat di Venue Bowling Center Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Gelaran ini sekaligus sebagai tes event Asian Games 2018. Kejurnas yang berlangsung selama tiga hari dan dibuka pada Minggu (25/2) itu diikuti 33 pebowling putri dan 48 pebowling putra dari 12 provinsi. Selain tuan rumah, provinsi yang berpartisipasi diantaranya Banten, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Riau, DKI Jakarta, Bali, Jawa Timur, dan Sumatera Barat. Selain menguji kesiapan venue dan panitia penyelenggara, Alex Noerdin, Gubernur Sumsel, menyebut gelaran ini sekaligus bisa dijadikan sebagai sarana untuk mencari bibit atlet bowling nasional. “Selain mencari bibit atlet bowling, test event ini juga mencari kekurangan dari venue,” ujarnya. Kurmin Halim, Ketua Umum Persatuan Boling Indonesia (PBI) Sumsel, mengatakan venue bowling di Jakabaring yang memiliki 40 lintasan berkelas dunia itu bukan hanya untuk keperluan training center (TC) atlet nasional, namun bakal dijadikan sebagai sarana pengembangan bibit bowling lokal berkelas global. “Kami berkomitmen untuk tidak membajak atlet dari luar daerah guna memperkuat Sumsel,” tukasnya. Ia memastikan bakal melakukan pembibitan secara berkala dengan menggandeng pihak sekolah, kampus, dan perkantoran. “Janji saya tidak akan membeli atlet dari luar daerah,” sambungnya. (adt)

Cari Petinju Juara Dunia, Butuh Dukungan Semua Pihak

Mantan juara dunia tinju kelas bulu dan ringan IBO asal Indonesia, Daud Yordan. (net)

Jakarta- Semua pihak harus bersinergi dan memberikan dukungan dalam mencari petinju-petinju profesional juara dunia. Hal itu dikatakan Urgyen Rinchen Sim, Managing Director Mahkota Promotion, saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (23/2). “Kalau bicara petinju, apalagi juara dunia, maka semua pihak harus bisa bergandengan tangan. Jadi tidak hanya satu pihak saja yang memegang peranan, seperti kami yang memang sebagai promotor tinju,” ujar Urgyen Rinchen Sim. Terlebih, dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 jutaan, membuat pria yang akrab disapa Simon itu sangat optimis bakal lahir juara-juara dunia tinju di Tanah Air. “Saya sangat optimis, dari sekian ratus juta itu mestinya ada bakat-bakat tinju yang baik. Ya, paling tidak ada 5 sampai 10 juara dunia. Mestinya seperti itu,” sambungnya. Dalam melahirkan juara dunia, yang terpenting menurut Simon, selain dukungan dari semua pihak, dibutuhkan pula banyak gelaran turnamen tinju sebagai salah satu syarat mutlak guna mencapai tujuan tersebut. Ia menilai dengan adanya persaingan ketat diantara sesama petinju pada setiap penyelenggaraan turnamen, maka akan terlihat bakat-bakat petinju yang telah teruji hingga mampu berbicara di pentas dunia. “Bagi petinju setidaknya perlu 3 sampai 4 kali mengikuti turnamen dalam satu tahun. Bisa juga lebih, tapi kita mesti lihat kemampuan dari sisi pelaksanaannya. Dan, setelah mereka ditempa dan menjadi pemenang dalam setiap turnamen,” ungkapnya. “Jadi kemampuan yang dimiliki petinju itu tidak hanya sebatas menang di setiap turnamen di dalam negeri saja, tapi juga bisa unjuk kemampuan di luar negeri juga,” tutup Simon. (adt)

Nyaris Dicoret dari Pelatnas, Empat Karateka Temui Menpora

Empat karateka yang terancam dicoret dari Pelatnas bertemu Menpora. (Kemenpora)

Jakarta- Terancam dicoret dari skuat Pelatnas Asian Games 2018, empat karateka akhirnya menemui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imama Nahrawi, di Kantor Kemenpoa, Jakarta, pada Senin (12/2). Sebelumnya, Sisilia Ora (kata perorangan), Srunita Sari Sukatendel (kumite -50 kg), Cok Istri Agung Sanistyarani (kumite -55 kg), Ahmad Zigi Zaresta Yuda (kata perorangan putra), dikabarkan mangkir dan meninggalkan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Imam berharap mereka secepatnya kembali dan fokus mempersiapkan diri ke ajang Asian Games 2018. “Tapi saya ingin dengar dari kalian, apakah masih bersedia tetap di Pelatnas dengan kondisi pelatih baru? Dan sejauh mana peluang mendapatkan medali di Asian Games nanti ?,” tanya Menpora, didampingi Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Mulyana dan Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta, pada Senin (12/2). Demi ‘Merah Putih’ keempat karateka inipun siap kembali ke Pelatnas, bahkan mereka optimis mampu meraih medali emas Asian Games 2018. Mereka juga meminta agar berita negatif yang menyebutkan mereka kabur dari Pelatnas karena menolak pelatih baru yang ditunjuk Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki), serta tidak lolos seleksi tak lagi dimunculkan. “Kami tidak pernah kabur dari Pelatnas. Kami pun tak takut bersaing seleksi. Alhamdulillah kami semua sudah lolos seleksi itu. Kami hanya menolak ikut Pelatnas Premiere League di Paris, 26-27 Januari 2018. Karena permintaan kami agar pelatih yang telah dua tahun menangani kami, bisa diikutsertakan,” tukas Sisilia Ora. (adt)

Kendalikan Stres Dengan Wushu

Aksi atlet Wushu, Juwita Niza Wasni di Kejuaraan Wushu. (sportourism.id)

Stres bisa bisa menimpa siapa saja. Jika dibiarkan tak terkendali, berpotensi mengundang berbagai penyakit berbahaya, seperti depresi, obesitas, diabetes, bahkan jantung. Untuk mengendalikan stres dapat dilakukan dengan aktivitas olahraga, salah satunya wushu. Seni beladiri asal Tiongkok ini fokus pada kelenturan, kecepatan, jurus, serta penampilan. Melakukan gerakan-gerakan yang seimbang antara gerakan kaki dan tangan, dapat menyinkronkan kerja antara otak kiri dan kanan, dengan begitu otak dapat bekerja secara seimbang, sehingga mampu menghindari diri dari stres. Selain itu, latihan wushu juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Gerakan tubuh dan pikiran yang terus dilatih akan membuat tubuh lebih fit dan prima. Beladiri ini juga mampu melatih keseimbangan, yakni dengan cara berdiri dengan satu kaki serta belajar bagaimana menemukan pusat tubuh. Dibandingkan dengan beladiri lainnya, wushu bisa membangun fleksibilitas, dimana bagian tubuh seperti betis, pinggul, dada, punggung, lengan dan bahu, bahkan pergelangan tangan dan pergelangan kaki akan mendapatkan peregangan yang baik. Memang, untuk mendapatkan manfaat dari wushu butuh perjuangan dan latihan serius. Kendali atas diri sendiri sangat diperlukan demi penghayatan atas setiap gerakan, dengan begitu bisa memberikan dampak kesehatan baik fisik ataupun mental bagi yang menekuni beladiri ini. (adt)

Jemparingan, Seni Panahan Melatih Raga dan Rasa

Jemparingan-Kemenpora

Bagi masyarakat Yogyakarta, kata Jemparingan amat dikenal dalam keseharian. Seni panahan tradisional Jawa Mataram ini, terinspirasi dari prajurit kraton yang tengah berlatih. Namun, seiring waktu, Jemparingan dijadikan ajang lomba olahraga. Pada panahan modern, memanah dengan sesi posisi berdiri, sementara Jemparingan dilakukan dengan posisi duduk bersila. Selain itu, seorang pemanah harus mengenakan pakaian tradisional Jawa, seperti surjan, jarik (kain), stagen, sabuk timang, keris, dan blangkon untuk laki-laki. Dan, untuk wanita mengenakan kebaya, kain dan stagen. Untuk peralatan terbilang sederhana yakni bahan kayu dan bambu, tanpa adanya tambahan peralatan modern seperti stabilizer maupun viring. Kemudian, sasaran dalam Jemparingan disebut bandul atau balon, terbuat dari batang pisang dengan diameter sekitar dua centimeter, dan panjang 12 centimeter. Lebih dari itu, Jemparingan membantu meningkatkan daya konsentrasi. Fokus adalah kesulitan sekaligus tantangan. Keberhasilan dalam membidik sasaran biasanya tergantung pada suasana hati. Jika suasana hati gembira, maka anak panah akan mudah mengenai target. Tapi, jika suasana hati penuh amarah dan sedih, maka anak panah akan jauh dari sasaran. Tak ubahnya Yoga, aktifitas Jemparingan membutuhkan ketenangan pikiran serta latihan pernapasan guna mencapai kesempurnaan. (adt)

Cinta Keluarga Lewat Bersepeda

bersepeda

Sepeda adalah sarana transportasi yang ramah lingkungan. Tak jarang di kalangan masyrakat hampir memiliki sepeda di setiap huniannya. Bersepeda bisa membuat tetap sehat, selain itu bisa juga mengurangi polutan dengan mengendarai kendaraan non-BBM. Jadi, mari merayakan sehat dan hemat energi, misalnya: Membangun kerja otot. Bersepeda bisa meningkatkan kerja otot-otot tubuh, terutama otot-otot tubuh bagian bawah seperti panggul, pinggul paha, dan otot betis. Mengayuh sepeda adalah solusi terbaik untuk mendapatkan tubuh super bugar. Baik untuk jantung. Selain meningkatkan aliran darah dalam tubuh, bersepeda mencegah jantung dari penyumbatan. Menurut para ilmuwan, dengan melakukannya selama 30 menit secara teratur setiap hari dapat menurunkan kemungkinan stroke jantung sebesar 50%. Meningkatkan pernapasan. Bernapas dapat membantu mengeluarkan racun dan membersihkan sistem tubuh Anda. Penurunan berat badan. Bersepeda juga bikin tubuh langsing dan sangat cocok untuk yang ingin sekali diet. Dengan Bersepeda, kita bisa membakar kalori dan lemak dari dalam tubuh. Sepeda membantu melancarkan sirkulasi darah yang kaya akan oksigen dan nutrisi ke semua otot seluruh tubuh. Sepeda bisa membantu mengurangi kadar stres, hal ini karena umumnya orang melakukan sepeda sambil santai dan menghitup udara segar. Bersepeda diyakini bisa meningkatkan perlindungan tubuh terhadap berbagai penyakit seperti diabetes karena membantu menurunkan berat badan serta menghindari tekanan darah tinggi. Nah, mari mulai beraktivitas menggunakan sepeda. Disarankan untuk bersepeda di hari libur bersama keluarga. Selain membuat sehat, juga bisa menambah keharmonisan dalam keluarga. (dre)

Kota ‘Drag Bike’ Milik Kota Tangsel

Tangsel-kota-drag-bike

Tangsel-Event Satlantas Tangsel Drag Bike, merupakan salah satu cara agar meminimalisir balap liar. Karena, banyak para pemuda yang melakukan balap liar di hari weekend dan selalu kejar-kejaran dengan anggota kepolisian. Ketua Panitia Satlantas Tangsel Drag Bike, H Ipul Syaepullah, berharap lebih dengan adanya event ini dapat berjalan rutin. Ditambah, harus ada event safety riding untuk para pembalap di Tangsel. “Saya harap, ini bisa meminimilasir balap liar di Tangsel. Antusias yang bagus, semoga event ini rutin untuk membantu tidak ada balap liar lagi. Saya sempat utarakan ke Kasat Lantas Polres Tangsel, agar setiap akhir minggu di adakan safety riding buat pelampiasan mereka (pembalap),” tututnya, Sabtu (27/1) petang. Menurutnya, ada data yang diperolehnya bahwa Tangsel dijuluki sebagai Kota Drag Bike. Maka dari itu, banyak yang berharap banyak event drag yang digelar di Tangsel ini. “Event ini, banyak yang bilang jangan hanya sekali. Sempat pesimis, apakah mereka tidak bosan jika diadakan terus menerus. Tapi, saya dapat info kalau Tangsel itu dijuluki Kota Drag Bike, karena 80% pembalap drag berasal dari Tangsel dan nomor duanya Jakarta,” jelasnya. Hal senada juga diutarakan oleh salah satu penonton, Irfan Maulana yang sangat mendukung kegiatan ini berlangsung rutin. “Saya sangat mendukung event ini, semoga event ini rutin. Saya sebagai pecinta balap motor, sekali lagi sangat-sangat mendukung jika event ini rutin diadakan,” kata Irfan. (pah)

Hilman Rajai Kelas RX King di Satlantas Tangsel Drag Bike

BalapMotor-Hilman

Tangsel-Event Satlantas Tangsel Drag Bike yang berlangsung selama dua hari, terhitung dari Sabtu (27-28/1), berhasil mengundang ratusan pembalap drag dari berbagai daerah. Ada 19 kelas yang dilombakan pada event Satlantas Tangsel Drag Bike. Tak terkecuali kelas RX King. Tetapi, untuk kelas RX King, nama Hilman Subagya masih menjadi yang terbaik di kelas RX King. Pemuda kelahiran 28 Februari 1998 ini, berhasil meraih dua gelar di kelas RX King yakni kelas sport RX King 140cc frame standart dengan catatan waktu 8.206 detik, dan sport RX King 140cc standart pemula dengan catatan waktu 8.403 detik. Hilman Ompong begitu sapaan akrabnya yang bergabung dengan tim Byson Racingstar, merasa bangga dengan raihannya di Satlantas Tangsel Drag Bike. “Pastinya senang bisa juara, usaha temen-temen dari mulai setting motor gak sia-sia. Pokoknya senang, bisa dapet juara,” tuturnya, Minggu (28/1) malam di Lapangan Sunburst BSD. Hilman yang sudah menggeluti balap motor ini khususnya di lintasan lurus ini, sudah merasakan juara di baik event di Tangsel maupun luar Tangsel. Hilmam juga menjelaskan, bahwa event ini sangat baik untuk menyalurkan bakat atau hobi bagi para pembalap drag dan menambah jam terbang. “Ini sangat bagus, saya setuju jika event ini bisa rutin diadakan. Setidaknya, bisa ngurangin balapan liar,” jelasnya. Hilman juga berharap, agar Tangsel mempunyai lintasan balap drag yang layak agar pembalap bisa menjajal motornya dengan baik. (pah)

H-2 Panpel Satlantas Tangsel Drag Bike Sterilisasi Trek Aspal

Satlantas-tangsel-drag-bike2

Tangsel-Pelaksanaan Satlantas Tangsel Drag Bike tinggal menghitung hari lagi. Ini merupakan, event yang digagas oleh Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin H. Satlantas Tangsel Drag Bike sendiri akan digelar pada Sabtu-Minggu (27-28/1) di Lapangan Sunburst BSD, Serpong, Tangsel. Dan, akan mempertandingkan 19 kelas yang dikelompokkan dalam empat kelas, seperti kelas utama, supporting, braket dan eksebisi. Seluruh panitia pelaksana (panpel) pun, terus melakukan segala persiapan agar Satlantas Tangsel Drag Bike bisa berjalan dengan sukses. “Persiapan saat ini sudah mencapai 90% untuk persiapan Satlantas Tangsel Drag Bike,” ujar Ketua Panitia Satlantas Tangsel Drag Bike, Ipul Syaepullah di Lapangan Sunburst BSD, Kamis (24/1). Panitia pun, akan kebut kekurangan 10% nya. Di H-2, panpel mulai melakukan sterilisasi aspal agar para pembalap tidak tergelincir saat bertanding. Seperti, membersihkan aspal dari debu dan batu-batu kecil yang bisa membahayakan pembalap. “Hari ini, kami melalukan sterilisasi aspal bersama dengan panitia yang lain. Dan, juga melakukan tanda batas atau garis bagi para pembalap,” terangnya. Lanjutnya, Satlantas Tangsel Drag Bike yang digelar selama dua hari (Sabtu-Minggu) akan mendapat respon yang bagus dari pecinta olahraga balap dan para penonton. Penonton yang hadir pun akan dikenakan Harga Tiket Masuk (Htm). “Untuk tiket sendiri kami kenakan biaya sebesar Rp 15 ribu bagi para penonton yang ingin menyaksikan event drag ini,” tutupnya. (pah)

Orangtua Dukung Jadi Atlet Softball, Jadi Modal Tambahan Bagi Monic

Softball-Monica-isella

Keberhasilan anak tak lepas dari dukungan serta doa orang tua. Ini yang di alami oleh atlet softball Indonesia, Monic Isella yang akan berlaga di Asian Games 2018. Anak ketiga dari empat bersaudara ini, beruntung bila orang tuanya selalu mendukung prestasi di bidang olahraga. Meski, orang tuanya bukan dari kalangan atlet, tetapi selalu mendukung sang putri. Ini menjadi semangat tambahan baginya untuk terus berlatih dengan keras. “Orang tua selalu dukung banget olahraga aku (softball). Beruntungnya, punya orang tua yang selalu support aku,” ucapnya, Rabu (24/1). Monic mengawali terjun di dunia olahraga melalui basket. Softball merupakan olahraga baru bagi dirinya. Tak lama, iaa mulai tertarik terjun ke softball. “Ingin coba olahraga baru, sebelumnya di SMP-SMA aku main basket. Pas, lihat softball langsung mikir softball belum banyak atletnya dan berkarir di softball mungkin lebih terbuka. Puji tuhan bisa masuk ke Timnas,” tutur gadis cantik lulusan Universitas Mercu Buana, Jakarta ini. Dari olahraga basket dan terjun ke softball, bukan perkara mudah bagi Monic. Butuh adaptasi yang begitu lama. Namun, berkat dorongan temannya dari alumni SMA Negeri 7 Tangerang membuat dirinya masuk ke klub softball Altras. “Dulu, awalnya alumni dari SMA aku yang ajak di sekolah main softball. Karena, ingin mencoba olahraga baru, aku langsung ikutan dan masuk ke klub Altras terus latihan,” ungkap Monic. Monic konsisten menampilkan performa apik, sejak tampil di arena PON XIX Jawa Barat 2016 dan kejuaraan nasional (Kejunas) 2017 lalu. Monic pun, terus menjaga kondisi fisiknya dan juga mengasah kekuatan tangannya agar di Asian Games 2018, demi memberikan hasil terbaik bagi Indonesia. (pah)

Pertama Kali Masuk Timnas, Monic Incar Status Pitcher Utama

Softball-Monica

Membela Tim Nasional (Timnas) Indonesia tentunya hal yang paling di idam-idamkan, bagi para atlet. Mereka akan sangat bangga, membawa nama Indonesia untuk berprestasi. Juga atlet softball putri yakni Monica Isella. Dara cantik kelahiran, 20 Mei 1992 ini terpilih ke dalam skuad timnas softball yang akan berlaga di Asian Games 2018. Monic sapaan akrabnya, mengatakan, terpilih masuk skuad timnas merupakan prestasi yang membanggakan. Sejak 2007, ia sudah menggeluti olahraga ini. Monic pun, berhasil melewati tahapan seleksi pada bulan Desember 2017 lalu. “Awalnya 40 orang ikut seleksi di Lapangan Lodaya, Bandung, pada 2-4 November lalu. Yang lolos, akan ikut Asia Cup di Taichung, Taiwan 28 November-5 Desember 2017. Dan, aku terpilih. Ini pertama kali jadi pemain Timnas, dan angan-angan berseragam Timnas tercapai,” papar Monic kepada nysnmedia.com, pada Rabu (24/1). Ia pun, terus melalukan persiapan guna membawa nama Indonesia meraih prestasi terbaik di Asian Games. Fokusnya kini menghadapi Training Centre (TC). Meski pertama kali memperkuat Timnas, atlet yang dibesarkan di Club Softball Altras Alam Sutera, Tangerang Selatan ini, tak minder dengan para seniornya. Bahkan, Monic langsung menargetkan menjadi pithcer utama di Timnas. Pitcher utama adalah pelempar yang menjadi andalan tim untuk menghasilkan nilai untuk tim. “Tentunya, target aku bisa jadi pitcher utama dong,” tegasnya. Wanita lulusan Universitas Mercu Buana Jakarta ini, termasuk atlet senior di tim Softball Kota Tangerang Selatan dan kerap memperkuat tim Softball Provinsi Banten. https://www.instagram.com/p/BdDJdFdBFZt/?taken-by=monicaisella “Pertama kali masuk timnas, tapi aku melihat program untuk Asian Games ini sangat luar biasa. Dari mulai pelatih, tim recovery, nutrisionis dan semua adalah orang-orang terbaik. Kami dituntut untuk berkomitmen dalam latihan serta selalu menjadi kondisi,” jelasnya. (pah)

Kurang Dua Unit Jelang Porprov Banten 2018, IMI Tangsel Siap “Patungan” Untuk Pembelian Unit Motor

IMI-Tangsel-2

Tangsel- Pengurus cabang (Pengcab) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Tangerang Selatan (Tangsel) mengajukan penawaran ke KONI Tangsel untuk pengadaan empat unit motor untuk kesiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Banten 2018 ini. Namun, KONI Tangsel hanya memberi dua unit motor, yakni Honda Sonic 150cc dan Honda Supra X 125cc. “Kami mengajukan empat unit, karena ada kelas beregu. Tapi, hanya diberikan dua unit. Padahal empat motor itu, untuk ikut Kejurda dan Kejurnas, sebelum turun di Porprov 2018,” terang Ketua Pengcab IMI Tangsel, H Bahrudin di Sekre IMI Tangsel, Pamulang, pada Rabu (17/1). Meski hanya diberikan dua unit, IMI Tangsel menargetkan juara di Porprov V Banten 2018. Dengan segala kekurangan yang ada, para pengurus IMI Tangsel terus mempersiapkan dan menutupi kendala yang ada. “Andai tak mendapatkan dua motor lagi, Pengurus IMI siap untuk patungan membeli dua unit motor lainnya,” ucap Bahrudin. Dua motor yang diterima oleh IMI Tangsel, sampai saat ini pun belum bisa dirombak untuk dijadikan motor balap. Beruntung, IMI Tangsel mendapat dukungan dari para sponsor. “Motor yang diterima masih standar, belum kami rombak. Alhamdulillah, beberapa sponsor membantu untuk merombak motor sampai siap balapan. Ini memperkecil anggaran perombakan,” tutupnya. (pah)