Venue Bowling Jakabaring, Sarana Pengembangan Bibit Lokal Berkelas Global

menpora_imam_nahrawi_tinjau_venue_boling

Jakarta-Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bowling dihelat di Venue Bowling Center Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Gelaran ini sekaligus sebagai tes event Asian Games 2018. Kejurnas yang berlangsung selama tiga hari dan dibuka pada Minggu (25/2) itu diikuti 33 pebowling putri dan 48 pebowling putra dari 12 provinsi. Selain tuan rumah, provinsi yang berpartisipasi diantaranya Banten, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Riau, DKI Jakarta, Bali, Jawa Timur, dan Sumatera Barat. Selain menguji kesiapan venue dan panitia penyelenggara, Alex Noerdin, Gubernur Sumsel, menyebut gelaran ini sekaligus bisa dijadikan sebagai sarana untuk mencari bibit atlet bowling nasional. “Selain mencari bibit atlet bowling, test event ini juga mencari kekurangan dari venue,” ujarnya. Kurmin Halim, Ketua Umum Persatuan Boling Indonesia (PBI) Sumsel, mengatakan venue bowling di Jakabaring yang memiliki 40 lintasan berkelas dunia itu bukan hanya untuk keperluan training center (TC) atlet nasional, namun bakal dijadikan sebagai sarana pengembangan bibit bowling lokal berkelas global. “Kami berkomitmen untuk tidak membajak atlet dari luar daerah guna memperkuat Sumsel,” tukasnya. Ia memastikan bakal melakukan pembibitan secara berkala dengan menggandeng pihak sekolah, kampus, dan perkantoran. “Janji saya tidak akan membeli atlet dari luar daerah,” sambungnya. (adt)

Cari Petinju Juara Dunia, Butuh Dukungan Semua Pihak

Mantan juara dunia tinju kelas bulu dan ringan IBO asal Indonesia, Daud Yordan. (net)

Jakarta- Semua pihak harus bersinergi dan memberikan dukungan dalam mencari petinju-petinju profesional juara dunia. Hal itu dikatakan Urgyen Rinchen Sim, Managing Director Mahkota Promotion, saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (23/2). “Kalau bicara petinju, apalagi juara dunia, maka semua pihak harus bisa bergandengan tangan. Jadi tidak hanya satu pihak saja yang memegang peranan, seperti kami yang memang sebagai promotor tinju,” ujar Urgyen Rinchen Sim. Terlebih, dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 jutaan, membuat pria yang akrab disapa Simon itu sangat optimis bakal lahir juara-juara dunia tinju di Tanah Air. “Saya sangat optimis, dari sekian ratus juta itu mestinya ada bakat-bakat tinju yang baik. Ya, paling tidak ada 5 sampai 10 juara dunia. Mestinya seperti itu,” sambungnya. Dalam melahirkan juara dunia, yang terpenting menurut Simon, selain dukungan dari semua pihak, dibutuhkan pula banyak gelaran turnamen tinju sebagai salah satu syarat mutlak guna mencapai tujuan tersebut. Ia menilai dengan adanya persaingan ketat diantara sesama petinju pada setiap penyelenggaraan turnamen, maka akan terlihat bakat-bakat petinju yang telah teruji hingga mampu berbicara di pentas dunia. “Bagi petinju setidaknya perlu 3 sampai 4 kali mengikuti turnamen dalam satu tahun. Bisa juga lebih, tapi kita mesti lihat kemampuan dari sisi pelaksanaannya. Dan, setelah mereka ditempa dan menjadi pemenang dalam setiap turnamen,” ungkapnya. “Jadi kemampuan yang dimiliki petinju itu tidak hanya sebatas menang di setiap turnamen di dalam negeri saja, tapi juga bisa unjuk kemampuan di luar negeri juga,” tutup Simon. (adt)

Nyaris Dicoret dari Pelatnas, Empat Karateka Temui Menpora

Empat karateka yang terancam dicoret dari Pelatnas bertemu Menpora. (Kemenpora)

Jakarta- Terancam dicoret dari skuat Pelatnas Asian Games 2018, empat karateka akhirnya menemui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imama Nahrawi, di Kantor Kemenpoa, Jakarta, pada Senin (12/2). Sebelumnya, Sisilia Ora (kata perorangan), Srunita Sari Sukatendel (kumite -50 kg), Cok Istri Agung Sanistyarani (kumite -55 kg), Ahmad Zigi Zaresta Yuda (kata perorangan putra), dikabarkan mangkir dan meninggalkan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Imam berharap mereka secepatnya kembali dan fokus mempersiapkan diri ke ajang Asian Games 2018. “Tapi saya ingin dengar dari kalian, apakah masih bersedia tetap di Pelatnas dengan kondisi pelatih baru? Dan sejauh mana peluang mendapatkan medali di Asian Games nanti ?,” tanya Menpora, didampingi Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Mulyana dan Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta, pada Senin (12/2). Demi ‘Merah Putih’ keempat karateka inipun siap kembali ke Pelatnas, bahkan mereka optimis mampu meraih medali emas Asian Games 2018. Mereka juga meminta agar berita negatif yang menyebutkan mereka kabur dari Pelatnas karena menolak pelatih baru yang ditunjuk Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki), serta tidak lolos seleksi tak lagi dimunculkan. “Kami tidak pernah kabur dari Pelatnas. Kami pun tak takut bersaing seleksi. Alhamdulillah kami semua sudah lolos seleksi itu. Kami hanya menolak ikut Pelatnas Premiere League di Paris, 26-27 Januari 2018. Karena permintaan kami agar pelatih yang telah dua tahun menangani kami, bisa diikutsertakan,” tukas Sisilia Ora. (adt)

Kendalikan Stres Dengan Wushu

Aksi atlet Wushu, Juwita Niza Wasni di Kejuaraan Wushu. (sportourism.id)

Stres bisa bisa menimpa siapa saja. Jika dibiarkan tak terkendali, berpotensi mengundang berbagai penyakit berbahaya, seperti depresi, obesitas, diabetes, bahkan jantung. Untuk mengendalikan stres dapat dilakukan dengan aktivitas olahraga, salah satunya wushu. Seni beladiri asal Tiongkok ini fokus pada kelenturan, kecepatan, jurus, serta penampilan. Melakukan gerakan-gerakan yang seimbang antara gerakan kaki dan tangan, dapat menyinkronkan kerja antara otak kiri dan kanan, dengan begitu otak dapat bekerja secara seimbang, sehingga mampu menghindari diri dari stres. Selain itu, latihan wushu juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Gerakan tubuh dan pikiran yang terus dilatih akan membuat tubuh lebih fit dan prima. Beladiri ini juga mampu melatih keseimbangan, yakni dengan cara berdiri dengan satu kaki serta belajar bagaimana menemukan pusat tubuh. Dibandingkan dengan beladiri lainnya, wushu bisa membangun fleksibilitas, dimana bagian tubuh seperti betis, pinggul, dada, punggung, lengan dan bahu, bahkan pergelangan tangan dan pergelangan kaki akan mendapatkan peregangan yang baik. Memang, untuk mendapatkan manfaat dari wushu butuh perjuangan dan latihan serius. Kendali atas diri sendiri sangat diperlukan demi penghayatan atas setiap gerakan, dengan begitu bisa memberikan dampak kesehatan baik fisik ataupun mental bagi yang menekuni beladiri ini. (adt)

Jemparingan, Seni Panahan Melatih Raga dan Rasa

Jemparingan-Kemenpora

Bagi masyarakat Yogyakarta, kata Jemparingan amat dikenal dalam keseharian. Seni panahan tradisional Jawa Mataram ini, terinspirasi dari prajurit kraton yang tengah berlatih. Namun, seiring waktu, Jemparingan dijadikan ajang lomba olahraga. Pada panahan modern, memanah dengan sesi posisi berdiri, sementara Jemparingan dilakukan dengan posisi duduk bersila. Selain itu, seorang pemanah harus mengenakan pakaian tradisional Jawa, seperti surjan, jarik (kain), stagen, sabuk timang, keris, dan blangkon untuk laki-laki. Dan, untuk wanita mengenakan kebaya, kain dan stagen. Untuk peralatan terbilang sederhana yakni bahan kayu dan bambu, tanpa adanya tambahan peralatan modern seperti stabilizer maupun viring. Kemudian, sasaran dalam Jemparingan disebut bandul atau balon, terbuat dari batang pisang dengan diameter sekitar dua centimeter, dan panjang 12 centimeter. Lebih dari itu, Jemparingan membantu meningkatkan daya konsentrasi. Fokus adalah kesulitan sekaligus tantangan. Keberhasilan dalam membidik sasaran biasanya tergantung pada suasana hati. Jika suasana hati gembira, maka anak panah akan mudah mengenai target. Tapi, jika suasana hati penuh amarah dan sedih, maka anak panah akan jauh dari sasaran. Tak ubahnya Yoga, aktifitas Jemparingan membutuhkan ketenangan pikiran serta latihan pernapasan guna mencapai kesempurnaan. (adt)

Cinta Keluarga Lewat Bersepeda

bersepeda

Sepeda adalah sarana transportasi yang ramah lingkungan. Tak jarang di kalangan masyrakat hampir memiliki sepeda di setiap huniannya. Bersepeda bisa membuat tetap sehat, selain itu bisa juga mengurangi polutan dengan mengendarai kendaraan non-BBM. Jadi, mari merayakan sehat dan hemat energi, misalnya: Membangun kerja otot. Bersepeda bisa meningkatkan kerja otot-otot tubuh, terutama otot-otot tubuh bagian bawah seperti panggul, pinggul paha, dan otot betis. Mengayuh sepeda adalah solusi terbaik untuk mendapatkan tubuh super bugar. Baik untuk jantung. Selain meningkatkan aliran darah dalam tubuh, bersepeda mencegah jantung dari penyumbatan. Menurut para ilmuwan, dengan melakukannya selama 30 menit secara teratur setiap hari dapat menurunkan kemungkinan stroke jantung sebesar 50%. Meningkatkan pernapasan. Bernapas dapat membantu mengeluarkan racun dan membersihkan sistem tubuh Anda. Penurunan berat badan. Bersepeda juga bikin tubuh langsing dan sangat cocok untuk yang ingin sekali diet. Dengan Bersepeda, kita bisa membakar kalori dan lemak dari dalam tubuh. Sepeda membantu melancarkan sirkulasi darah yang kaya akan oksigen dan nutrisi ke semua otot seluruh tubuh. Sepeda bisa membantu mengurangi kadar stres, hal ini karena umumnya orang melakukan sepeda sambil santai dan menghitup udara segar. Bersepeda diyakini bisa meningkatkan perlindungan tubuh terhadap berbagai penyakit seperti diabetes karena membantu menurunkan berat badan serta menghindari tekanan darah tinggi. Nah, mari mulai beraktivitas menggunakan sepeda. Disarankan untuk bersepeda di hari libur bersama keluarga. Selain membuat sehat, juga bisa menambah keharmonisan dalam keluarga. (dre)

Kota ‘Drag Bike’ Milik Kota Tangsel

Tangsel-kota-drag-bike

Tangsel-Event Satlantas Tangsel Drag Bike, merupakan salah satu cara agar meminimalisir balap liar. Karena, banyak para pemuda yang melakukan balap liar di hari weekend dan selalu kejar-kejaran dengan anggota kepolisian. Ketua Panitia Satlantas Tangsel Drag Bike, H Ipul Syaepullah, berharap lebih dengan adanya event ini dapat berjalan rutin. Ditambah, harus ada event safety riding untuk para pembalap di Tangsel. “Saya harap, ini bisa meminimilasir balap liar di Tangsel. Antusias yang bagus, semoga event ini rutin untuk membantu tidak ada balap liar lagi. Saya sempat utarakan ke Kasat Lantas Polres Tangsel, agar setiap akhir minggu di adakan safety riding buat pelampiasan mereka (pembalap),” tututnya, Sabtu (27/1) petang. Menurutnya, ada data yang diperolehnya bahwa Tangsel dijuluki sebagai Kota Drag Bike. Maka dari itu, banyak yang berharap banyak event drag yang digelar di Tangsel ini. “Event ini, banyak yang bilang jangan hanya sekali. Sempat pesimis, apakah mereka tidak bosan jika diadakan terus menerus. Tapi, saya dapat info kalau Tangsel itu dijuluki Kota Drag Bike, karena 80% pembalap drag berasal dari Tangsel dan nomor duanya Jakarta,” jelasnya. Hal senada juga diutarakan oleh salah satu penonton, Irfan Maulana yang sangat mendukung kegiatan ini berlangsung rutin. “Saya sangat mendukung event ini, semoga event ini rutin. Saya sebagai pecinta balap motor, sekali lagi sangat-sangat mendukung jika event ini rutin diadakan,” kata Irfan. (pah)

Hilman Rajai Kelas RX King di Satlantas Tangsel Drag Bike

BalapMotor-Hilman

Tangsel-Event Satlantas Tangsel Drag Bike yang berlangsung selama dua hari, terhitung dari Sabtu (27-28/1), berhasil mengundang ratusan pembalap drag dari berbagai daerah. Ada 19 kelas yang dilombakan pada event Satlantas Tangsel Drag Bike. Tak terkecuali kelas RX King. Tetapi, untuk kelas RX King, nama Hilman Subagya masih menjadi yang terbaik di kelas RX King. Pemuda kelahiran 28 Februari 1998 ini, berhasil meraih dua gelar di kelas RX King yakni kelas sport RX King 140cc frame standart dengan catatan waktu 8.206 detik, dan sport RX King 140cc standart pemula dengan catatan waktu 8.403 detik. Hilman Ompong begitu sapaan akrabnya yang bergabung dengan tim Byson Racingstar, merasa bangga dengan raihannya di Satlantas Tangsel Drag Bike. “Pastinya senang bisa juara, usaha temen-temen dari mulai setting motor gak sia-sia. Pokoknya senang, bisa dapet juara,” tuturnya, Minggu (28/1) malam di Lapangan Sunburst BSD. Hilman yang sudah menggeluti balap motor ini khususnya di lintasan lurus ini, sudah merasakan juara di baik event di Tangsel maupun luar Tangsel. Hilmam juga menjelaskan, bahwa event ini sangat baik untuk menyalurkan bakat atau hobi bagi para pembalap drag dan menambah jam terbang. “Ini sangat bagus, saya setuju jika event ini bisa rutin diadakan. Setidaknya, bisa ngurangin balapan liar,” jelasnya. Hilman juga berharap, agar Tangsel mempunyai lintasan balap drag yang layak agar pembalap bisa menjajal motornya dengan baik. (pah)

H-2 Panpel Satlantas Tangsel Drag Bike Sterilisasi Trek Aspal

Satlantas-tangsel-drag-bike2

Tangsel-Pelaksanaan Satlantas Tangsel Drag Bike tinggal menghitung hari lagi. Ini merupakan, event yang digagas oleh Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin H. Satlantas Tangsel Drag Bike sendiri akan digelar pada Sabtu-Minggu (27-28/1) di Lapangan Sunburst BSD, Serpong, Tangsel. Dan, akan mempertandingkan 19 kelas yang dikelompokkan dalam empat kelas, seperti kelas utama, supporting, braket dan eksebisi. Seluruh panitia pelaksana (panpel) pun, terus melakukan segala persiapan agar Satlantas Tangsel Drag Bike bisa berjalan dengan sukses. “Persiapan saat ini sudah mencapai 90% untuk persiapan Satlantas Tangsel Drag Bike,” ujar Ketua Panitia Satlantas Tangsel Drag Bike, Ipul Syaepullah di Lapangan Sunburst BSD, Kamis (24/1). Panitia pun, akan kebut kekurangan 10% nya. Di H-2, panpel mulai melakukan sterilisasi aspal agar para pembalap tidak tergelincir saat bertanding. Seperti, membersihkan aspal dari debu dan batu-batu kecil yang bisa membahayakan pembalap. “Hari ini, kami melalukan sterilisasi aspal bersama dengan panitia yang lain. Dan, juga melakukan tanda batas atau garis bagi para pembalap,” terangnya. Lanjutnya, Satlantas Tangsel Drag Bike yang digelar selama dua hari (Sabtu-Minggu) akan mendapat respon yang bagus dari pecinta olahraga balap dan para penonton. Penonton yang hadir pun akan dikenakan Harga Tiket Masuk (Htm). “Untuk tiket sendiri kami kenakan biaya sebesar Rp 15 ribu bagi para penonton yang ingin menyaksikan event drag ini,” tutupnya. (pah)

Orangtua Dukung Jadi Atlet Softball, Jadi Modal Tambahan Bagi Monic

Softball-Monica-isella

Keberhasilan anak tak lepas dari dukungan serta doa orang tua. Ini yang di alami oleh atlet softball Indonesia, Monic Isella yang akan berlaga di Asian Games 2018. Anak ketiga dari empat bersaudara ini, beruntung bila orang tuanya selalu mendukung prestasi di bidang olahraga. Meski, orang tuanya bukan dari kalangan atlet, tetapi selalu mendukung sang putri. Ini menjadi semangat tambahan baginya untuk terus berlatih dengan keras. “Orang tua selalu dukung banget olahraga aku (softball). Beruntungnya, punya orang tua yang selalu support aku,” ucapnya, Rabu (24/1). Monic mengawali terjun di dunia olahraga melalui basket. Softball merupakan olahraga baru bagi dirinya. Tak lama, iaa mulai tertarik terjun ke softball. “Ingin coba olahraga baru, sebelumnya di SMP-SMA aku main basket. Pas, lihat softball langsung mikir softball belum banyak atletnya dan berkarir di softball mungkin lebih terbuka. Puji tuhan bisa masuk ke Timnas,” tutur gadis cantik lulusan Universitas Mercu Buana, Jakarta ini. Dari olahraga basket dan terjun ke softball, bukan perkara mudah bagi Monic. Butuh adaptasi yang begitu lama. Namun, berkat dorongan temannya dari alumni SMA Negeri 7 Tangerang membuat dirinya masuk ke klub softball Altras. “Dulu, awalnya alumni dari SMA aku yang ajak di sekolah main softball. Karena, ingin mencoba olahraga baru, aku langsung ikutan dan masuk ke klub Altras terus latihan,” ungkap Monic. Monic konsisten menampilkan performa apik, sejak tampil di arena PON XIX Jawa Barat 2016 dan kejuaraan nasional (Kejunas) 2017 lalu. Monic pun, terus menjaga kondisi fisiknya dan juga mengasah kekuatan tangannya agar di Asian Games 2018, demi memberikan hasil terbaik bagi Indonesia. (pah)

Pertama Kali Masuk Timnas, Monic Incar Status Pitcher Utama

Softball-Monica

Membela Tim Nasional (Timnas) Indonesia tentunya hal yang paling di idam-idamkan, bagi para atlet. Mereka akan sangat bangga, membawa nama Indonesia untuk berprestasi. Juga atlet softball putri yakni Monica Isella. Dara cantik kelahiran, 20 Mei 1992 ini terpilih ke dalam skuad timnas softball yang akan berlaga di Asian Games 2018. Monic sapaan akrabnya, mengatakan, terpilih masuk skuad timnas merupakan prestasi yang membanggakan. Sejak 2007, ia sudah menggeluti olahraga ini. Monic pun, berhasil melewati tahapan seleksi pada bulan Desember 2017 lalu. “Awalnya 40 orang ikut seleksi di Lapangan Lodaya, Bandung, pada 2-4 November lalu. Yang lolos, akan ikut Asia Cup di Taichung, Taiwan 28 November-5 Desember 2017. Dan, aku terpilih. Ini pertama kali jadi pemain Timnas, dan angan-angan berseragam Timnas tercapai,” papar Monic kepada nysnmedia.com, pada Rabu (24/1). Ia pun, terus melalukan persiapan guna membawa nama Indonesia meraih prestasi terbaik di Asian Games. Fokusnya kini menghadapi Training Centre (TC). Meski pertama kali memperkuat Timnas, atlet yang dibesarkan di Club Softball Altras Alam Sutera, Tangerang Selatan ini, tak minder dengan para seniornya. Bahkan, Monic langsung menargetkan menjadi pithcer utama di Timnas. Pitcher utama adalah pelempar yang menjadi andalan tim untuk menghasilkan nilai untuk tim. “Tentunya, target aku bisa jadi pitcher utama dong,” tegasnya. Wanita lulusan Universitas Mercu Buana Jakarta ini, termasuk atlet senior di tim Softball Kota Tangerang Selatan dan kerap memperkuat tim Softball Provinsi Banten. https://www.instagram.com/p/BdDJdFdBFZt/?taken-by=monicaisella “Pertama kali masuk timnas, tapi aku melihat program untuk Asian Games ini sangat luar biasa. Dari mulai pelatih, tim recovery, nutrisionis dan semua adalah orang-orang terbaik. Kami dituntut untuk berkomitmen dalam latihan serta selalu menjadi kondisi,” jelasnya. (pah)

Kurang Dua Unit Jelang Porprov Banten 2018, IMI Tangsel Siap “Patungan” Untuk Pembelian Unit Motor

IMI-Tangsel-2

Tangsel- Pengurus cabang (Pengcab) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Tangerang Selatan (Tangsel) mengajukan penawaran ke KONI Tangsel untuk pengadaan empat unit motor untuk kesiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Banten 2018 ini. Namun, KONI Tangsel hanya memberi dua unit motor, yakni Honda Sonic 150cc dan Honda Supra X 125cc. “Kami mengajukan empat unit, karena ada kelas beregu. Tapi, hanya diberikan dua unit. Padahal empat motor itu, untuk ikut Kejurda dan Kejurnas, sebelum turun di Porprov 2018,” terang Ketua Pengcab IMI Tangsel, H Bahrudin di Sekre IMI Tangsel, Pamulang, pada Rabu (17/1). Meski hanya diberikan dua unit, IMI Tangsel menargetkan juara di Porprov V Banten 2018. Dengan segala kekurangan yang ada, para pengurus IMI Tangsel terus mempersiapkan dan menutupi kendala yang ada. “Andai tak mendapatkan dua motor lagi, Pengurus IMI siap untuk patungan membeli dua unit motor lainnya,” ucap Bahrudin. Dua motor yang diterima oleh IMI Tangsel, sampai saat ini pun belum bisa dirombak untuk dijadikan motor balap. Beruntung, IMI Tangsel mendapat dukungan dari para sponsor. “Motor yang diterima masih standar, belum kami rombak. Alhamdulillah, beberapa sponsor membantu untuk merombak motor sampai siap balapan. Ini memperkecil anggaran perombakan,” tutupnya. (pah)

Biaya Sewa di Sentul Mahal, IMI Tangsel ‘Latihan’ Lewat Kejurda

IMI-Tangsel

Tangsel- Kota Tangerang Selatan (Tangsel) punya segudang atlet berbakat di cabang olahraga (cabor) balap motor. Beberapa pekan lalu, atlet Tangsel dengan segala kekurangan fasilitas yang ada, sukses naik podium ke-5 di Kejuaraan Daerah (Kejurda) di Cianjur, Jawa Barat. Ketua Pengurus cabang (Pengcab) IMI Tangsel, H Bahrudin mengatakan, saat ini mereka punya problem utama terkait sirkuit. IMI Tangsel selalu mengeluarkan biaya ekstra saat latihan di Sentul. “Minimnya ketersediaan fasilitas sirkuit latihan di Tangsel, memaksa kami menempuh jarak cukup jauh, dan biaya mahal ke Sentul,” ucapnya pada Rabu (17/1). Guna meminimalisir besarnya bujet latihan, para atlet balap Tangsel rutin tampil di even Kejurda dan Kejurnas guna menambah jam terbang. “Kami rutin mengirim atlet ikut Kejurda maupun Kejurnas, itung-itung mereka latihan juga,” lanjutnya. Para pengurus pengcab IMI Tangsel, berharap Pemkot Tangsel segera membangun sirkuit balap. (pah)

Yuk! Kenal Lebih Dekat Dengan Atlet Petarung MMA, Stefer Rahardian

Stefer Rahardian, petarung kelas seni bela diri campuran atau mixed martial arts (MMA) One Championship asal Indonesia, mengaku menjadi atlet MMA adalah sebuah pilihan hidupnya. Tahun 2016, saat Stefer pertama kali bertanding di One Championship, ia berhasil mengalahkan Yotha Hutagalung di babak kualifikasi. Kemudian Stefer bertarung lagi melawan Hendrick Wijaya. Perjuangannya pun tidak sia-sia. Ia menang bertarung dua kali dalam semalam di turnamen tersebut. Stefer pun terus meningkatkan beberapa teknik pukulan. Ia mengaku terus melakukan program latihan yang ketat, seperti teknik Brazilian Jiujitsu, gulat, tinju hingga muaythai. Sebagai seorang atlet ia berpikir harus berlatih keras dan kerja keras karena ingin menjadi seorang petarung yang lebih baik lagi. Seperti lansiran dari kompascom (14/01/2018), dia berkata alasan menekuni olahraga seni bela diri campuran tersebut adalah karena atlet MMA adalah pilihan hidupnya.Ia berkeinginan menjadi petarung yang bagus dan bisa menginspirasi orang agar menggeluti olahraga MMA. “Ada anggapan bahwa olahraga ini liar dan keras, orang diadu, padahal semua ada aturannya. Ini adalah profesi yang membanggakan,” kata Stefer berdasar yang dilansir dari kompas.com. Untuk kedepannya, Stefer akan  mempertahankan rekor enam kali tak terkalahkan dalam pertarungan MMA. Dalam waktu terdekat, Sabtu (20/01/2018), ia akan bertarung dalam ONE Championship 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) dengan petarung asal Pakistan, Muhammad Imran.

Satlantas Tangsel Drag Bike Kejar 500 ‘Pembalap Jalanan’

satlantas-tangsel-drag-bike-2

Tangsel-Kota hasil pemekeran Kabupaten Tangerang yakni Kota Tangsel akan menggelar event yang dapat merangkul pembalap muda. Event merupakan gagasan Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin H, dengan tajuk Satlantas Tangsel Drag Bike Competition. Gelaran yang akan berlangsung pada 27-28 Januar, bertempat di Lapangan Sunburst, BSD City, Serpong, Tangsel. H-11 jelang lomba, animo pembalap muda mulai muncul. Hal ini disampkan oleh, Ketua Panitia Satlantas Tangsel Drag Bike, Ipul Syaepullah. Ķimonya sangat antusias. Update tanggal 15 Januari sudah ada 100 orang yang mendaftar. Semoga hari-H, target 500 starter bisa tercapai,” ujar Ipul, pada Selasa (16/1). Drag bike ini menempuh jarak 201 meter dan memperlombakan 19 kelas yang dikelompokkan dalam empat kelas. Yakni kelas utama, supporting, braket dan eksebisi. Dari empat kelas yang diperlombakan, kelas braket masih menjadi daya tarik pembalap. “Kelas braket ini peminatnya paling banyak. Ada 30 pembalap yang terdaftar,” terang Ipul. Sementara itu lewat pesan whatsapp, Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin H berharap ajang ini bisa merangkul para pembalap muda untuk menunjukan bakat yang dimilikinya. “Saya berharap, ini bisa menyalurkan bakat mereka, dari pada ikut balapan liar yang membahayakan pengguna jalan dan diri mereka sendiri,” jelas Lalu. (pah)

Balapan di Satlantas Tangsel Drag Bike, Peserta Daftar via Aplikasi Online

satlantas-tangsel-drag-bike

Tangsel- Para pembalap drag yang ingin mendaftar di Satlantas Tangsel Drag Bike Competition 2018, tak perlu jauh-jauh mendatangi lokasi panitia di kawasan BSD, Serpong. Even perdana Kasat Lantas Polres Tangsel pada 2018 ini, mengenalkan terobosan baru kali ini. Peserta yang mendaftar, cukup mendownload applikasi Rekor di Play Store dan melakukan login, selanjutnya sudah bisa mendaftar di event Satlantas Tangsel Drag Bike rencananya kan digelar 27-28 Januari, di Lapangan Sunburst BSD City, Serpong, Tangsel. “Ini terobosan baru dan untuk memudahkan pendftaran peserta dari luar daerah. Saat ini pendaftar via aplikasi ini sudah 20 pembalap dari Jawa Tengah dan Jawa Barat,” terang Ketua Panitia Satlantas Tangsel Drag Bike, Ipul Syaepullah, Selasa (15/1). Terobosan baru Satlantas Tangsel Drag Bike merupakan bentuk kerjasama dengan PT Rekor Sinergi Perkasa untuk mensukseskan event ini. “Aplikasi online ini, mempermudah proses registrasi pembalap di luar kawasan Tangsel, tanpa repot datang ke Sekre Rekor,” tuturnya lagi. Pendaftaran akan ditutup pada 26 Januari mendatang. (pah)

Perebutan Sabuk Emas Kelas Amatir & Professional Di Piala Panglima Kostrad

Piala-panglima-kostrad

Divisi infanteri 1 kostrad gelar pertandingan tinju kelas amatir profesional dan juga amatir. Tinju yang memperebutkan sabuk emas dan piala panglima kostrad divisi infanteri 1 kostrad berlangsung di area parkir mall living world Jln. Alam Sutera boulevard kav 21, Pakulonan, Serpong Utara, Tangerang Selatan. Sabtu (13/1/2018) Ketua panitia penyelenggara Kolonel Infantri Agus Bhakti mengatakan kepada nysnmedia.com, bahwa olahraga tinju di Indonesia masih kurang populer di kalangan masyarakat karena faktor minimnya ajang yang di adakan “Di Indonesia, olahraga tinju sudah kurang populer di kalangan masyarakat, hal ini dikarenakan akibat kurangnya ajang yang di ciptakan. Oleh sebab itu divif 1 kostrad dan AMPRO mengadakan pertandingan yang memperebutkan sabuk juara nasional versi ATI dan juga sabuk emas PANGDIVIF 1 Kostrad. Karena memang, kami di militer memiliki altet tinju yang sangat banyak dengan segudang talenta. Oleh sebab itu, bakat yang di asah akan menjadi sesuatu yang berguna,”tandas Agus Pertandingan tinju 3 ronde yang di mulai dari pukul 15.30 wib ini, cukup menyita perhatian pengunjung mall ataupun decak kagum dari para prajurit yang menyaksikan kompetisi fair play. Dari 16 peserta yang tampil unjuk kebolehan terbagi menjadi 2 kategori, yaitu amatir dan profesional. “Kami hanya mencoba membangkitkan gairah pecinta tinju agar kembali menjadi olahraga yang di cintai masyarakar indonesia. Kali ini, Kejuaraan tinju amatir kelas Bantam 54 Kg, kelas Welter ringan 64 Kg, kelas ringan 60 Kg dan kelas layang 49 Kg. Sedangkan untuk kelas profesional yaitu Mandatory Fight 2018 versi ATI kelas Bantam 53,5 Kg,”tambah Agus Untuk kategori yang memperebutkan sabuk emas Pangdivif 1 kostrad kelas welter yunior dengan klasifikasi berat 63.5 Kg, sedangkan untuk profesional non title versi (Asosiasi Tinju Indonesia) ATI pusat adalah kelas bulu 57.1 Kg, dan juga kelas Bantam junior 52.2 Kg. Di lokasi acara turut hadir Promotor tinju Nasional, Pertina Banten, Pertina Tangsel, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Tangsel, Dirut Living world, petinggi jajaran TNI AD dan juga ratusan prajurit yang larut dalam suasana semangat dari atas ring bersama iringan lantunan musik rock dari candil band .(adt)

Inspirasi Olahraga Panahan dari Atlet Cilik

Achmad Firdaus Assabil adalah atlet cilik panahan asal Surabaya. Ia tidak hanya terkenal karena banyak prestasi di usia yang masih muda, tapi juga berkesempatan memanah bersama Presiden, Joko Widodo. Awal Mula Ketertarikan Dunia Memanah Seperti yang dilansir dari Tempo.co, awal mula Assabil tertarik dunia memanah, saat Ia menonton Film “The Message” dan melihat prestasi atlet Panahan Indonesia di Olimpiade Rio De Janeiro 2016. Sejak saat itulah Ia mulai mencoba cabang olahraga panahan. Prestasi yang Diraih di Usia Muda Prestasi yang telah diraih Assabil yaitu Juara 1 Surabaya Eksebition Program 2016, dan runner-up  Bogor Open 2017. Pada kesempatan lomba di Bogor itulah, Ia berhasil memanah bersama Presiden Jokowi. Ada juga banyak prestasi lainnya, seperti juara 2 di Surabaya Internasional junior Champhionship Tahun 2017, Juara 1 Piala Walikota Kediri Tahun 2017, dan juara 2 di Surabaya Eksebition Stage 2. Terakhir Ia mendapatkan 2 medali perak dan 1 perunggu pada Pekan Olahraga SD/MI se- Jawa Timur di Lumajang. Tak hanya berprestasi dibidang atletik, ternyata putra Achmad Basjori dan Retno Mardiningsih ini berprestasi juga di bidang akademik, antara lain pernah juara Harapan Olimpiade Science Tahun 2017, juara 3 Lomba Pidato Se-Surabaya, Juara lomba Tahfidz dan cerdas cermat tentang agama, Juara Pildacil (Pemilihan Dai Cilik Se- kecamatan Gayungan), dan Juara 2 Show and Tell yang diselengarakan Lembaga Indonesia Amerika. Kunci dari kesuksesan Assabil adalah fokus. “Jika di sekolah tidak boleh mikir panahan, sebaliknya waktu latihan gak usah mikir sekolah,” katanya yang dilansir dari tempo.co Assabil bisa membagi waktunya antara prestasi bidang akademik dan dunia panahan adalah dengan Pelatih Panahan, Huda Sarbiantoro, memberikan porsi latihan di rumah. Berhubung waktu berlatih di lapangan yang terbatas, menyebabkan ia harus berlatih juga di rumah. Sedangkan untuk waktu latihan di lapangan panahan KONI Jatim hanya 2 kali seminggu. Tentang Panahan Dikatakan Assabil olahraga panahan ini dapat melatih mental para atlet. Berdasarkan pengalamannya, atlet banyak yang berpikir untuk menang dan meraih hadiah di pertandingan. Padahal, hal tersebut malah bisa memecah konsentrasi dalam memanah. Cabang olahraga panahan ini butuh konsentrasi dan fokus. Tidak boleh berpikir tentang hadiah dari kemenangan tersebut, melainkan harus tetap fokus untuk kebanggaan dan kesuksesan tim. Diakui sang pelatih bahwa Assabil merupakan atlet yang memiliki fisik dan mental bertanding yang bagus. Assabil pasti bisa menjadi atlet panahan andalan jika ia terus tekun berlatih.

Tergugah Dengan Kondisi Mental Pemuda Indonesia, Gunawan Rutin Menggelar Pembinaan MMA

MMA

Tim management Gunawan lakukan seminar keliling guna menambahkan pengetahuan tentang daya tarung pemuda yang di sinyalir dapat menjadi pegangan hidup kemudian hari, di mall lippo Cikarang, Sabtu (6/1/18) Sebanyak 25 bibit petarung muda mendapatkan pembinaan pengetahuan tentang tehnik bertarung bebas. Tidak hanya itu, Gunawan juga memperagakan langsung cara-cara melumpuhkan lawan di atas arena. Ketua Management Gunawan, Irwan Taufik Spd, mengatakan bahwa moment ini akan di rutinkan hingga ke seluruh wilayah Indonesia dalam rangka mengangkat harkat dan martabat pemuda Indonesia untuk bisa mengambil peran pembangunan. “Pembangunan Indonesia sudah cukup pesat. Artinya, jika pemudanya masih mengandalkan emosi sesaat bisa-bisa makin kacau negara ini. Adanya seminar tentang pembekalan pemuda di latar belakangi keprihatinan kami terhadap peluang kerja yang makin sempit. Era ini mewajibkan kepada seseorang bagaimana caranya harus mempunyai skill tambahan guna bertahan hidup. Ini salah satunya yang kami lakukan,”papar Irwan Perlu di pahami, Mixed Martial Arts (MMA) merupakan olahraga beladiri  kontak fisik yang memperbolehkan berbagai teknik pertarungan, seperti pergumulan, tendangan, dan pukulan. Kali ini sosok Gunawan, yang juga menjadi Icon MMA Indonesia tergugah untuk berbagi ilmu kepada pemuda Indonesia. Kegelisahannya terhadap masa depan merupakan faktor utama seminar bercampur diskusi interaktif ini di adakan. Irwan juga menambahkan bahwa selain di Cikarang, pihaknya Tim Gunawan, akan membuat seminar serupa di wilayah Banten, terutama di wilayahnya sendiri yaitu Kota Tangerang Selatan. “Saya fikir seminar ini bertujuan membentuk pemuda yang tangguh dan tergantung orangnya juga sih, kalau mau kerja rutin bisa ambil peluang kerja menjadi tim pengamanan, kalo mau kejar prestasinya ya jadi atlet saja. Setelah ini, kami akan adakan seminar serupa di wilayah Banten, tapi temanya lebih kepada tujuan kami menjadi wadah yang membentengi skill individu terhadap teman-teman ormas wilayah pada Januari ini. Target kami, agar ormas juga memiliki skill khusus di bidang beladiri,”tutup Irwan (adt)

Menpora Uji Sparing Atlet Bowling Dalam Persiapan Asian Games 2018

Tannya-Roumimper-Bersama-Imam-Nahrawi

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi datang mengunjungi arena cabang olahraga bowling yang bertempat di Jaya Ancol Bowling Center, Jakarta. Bersama atlet bowling nasional, Tannya Roumimper yang sangat senang saat Imam Nahwari datang pada Jumat, 5 Januari lalu. “Saya senang sekali didatangi pak Menteri, beliau sangat perhatian banget walaupun hingga malam padahal sudah kerja seharian,”ujar Tannya, seperti yang telah dilansir website Kemenpora.go.id Tak hanya itu, Tannya juga menambahkan bahwa ia sangat bersemangat dengan kehadiran Menpora disela-sela latihannya. “Buat saya ada arti tersendiri kehadiran pak menteri disini, saya ditelponin dan ikut latihan bareng. Saya terharu sehingga memacu semangat saya untuk terus latihan dan bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,”tambahnya Cabang olahraga bowling diprediksi akan menyumbangkan medali emas untuk Indonesia. Menpora Imam Nahrawi sangat senang melihat optimis dan kegigihan Tannya yang akan menghadapi Asian Games 2018. “Saya senang karena semangat dan optimisme Tannya sekaligus harapannya untuk menjadi yang terbaik betul-betul kelihatan, dan saya kira dia akan memberikan yang terbaik untuk Indonesia,”tuturnya Imam Nahrawi pun langsung meminta Tannya untuk mengajarkannya bagaimana cara bermain bowling. Tak disangka, dilemparan pertama ia langsung mendapatkan strike. Di game satu, Imam Nahrawi berhasil mengumpulkan 136 poin sedangkan Tannya mendapatkan 166 poin. Lalu pada game selanjutnya, Tannya kembali memimpin dengan 180 poin dan Imam Nahrawi mendapatkan 152 poin.(put/adt)