Bawa Nama Indonesia, Tim Garuda Baseball Softball Club (GBSC) U-10 Raih Runner Up Kejuaraan Asia Pacific 2018 di Filipina

Tim Bisbol Indonesia U-10 yang diwakili tim Garuda Baseball Softball Club (GBSC), meraih poisisi runner up di PONY Baseball and Softball Asia Pasific di Filipina. (istimewa)

Tanauan City- Menjelang penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang pada bulan Agustus, olahraga Indonesia mendapatkan kabar gembira. Tim Bisbol Indonesia usia 10 tahun kebawah (U-10) berhasil meraih juara kedua, pada turnamen bisbol Protect Our Nation Youth (PONY) Baseball and Softball Asia Pasific, di Tanauan City, Filipina, pada 31 Mei-2 Juni 2018. Meski lolos ke final, namun Tim Indonesia yang terdiri dari 14 atlet cilik tersebut gagal membendung serangan dari Filipina. Tim tuan rumah akhirnya keluar sebagai juara pertama dan mendapat satu tiket ke kejuaraan dunia bisbol usia 10 tahun, di Amerika Serikat, pada Agustus mendatang. Irsyad Prawiradilaga, pelatih kepala Tim Bisbol Indonesia U-10 mengatakan jika dirinya sangat bangga terhadap para prestasi atlet cilik Indonesia atas raihan yang dicapainya pada kejuaraan kali ini. “Perjuangan yang ditunjukan oleh atlet Indonesia sangat luar biasa, terutama pada pertandingan final. Mereka bermain dengan semangat juang yang tinggi meskipun lawannya adalah tim yang kuat,” tambah Irsyad. Tim Indonesia U-10 kali ini diwakili oleh Garuda Baseball Softball Club (GBSC), yang sukses jadi kampiun pada kejuaraan PONY wilayah Indonesia U-10 February lalu, dan mewakili Indonesia pada kejuaraan Asia Pasifik. Febry Darmansyah, Ketua Umum GBSC menjelaskan tim GBSC yang bertanding di Filipina merupakan tim masa depan Indonesia. “Semoga dengan prestasi menjadi juara kedua ini, dapat memacu mereka untuk lebih giat berlatih dan meraih hasil maksimal di kemudian hari,” tutur Febry. Pada akhir Juni nanti, tim Indonesia U-12, U-13 dan U-16 akan berlaga di Kejuaraan Asia Pacific, di Korea Selatan dan Filipina. Ketiga tim yang mewakili Indonesia juga berasal dari Garuda Baseball Softball Club (GSBC). (art)

Punya Venue Boling Terbaik Di Dunia, Jadi Motivasi Atlet Penuhi Target Dua Emas Asian Games 2018

Menpora Imam Nahrawi meresmikan Jakabaring Boling Center di Jakabaring Sport City, yang menjadi venue boling termegah dan terbaik di dunia. (Kemenpora)

Palembang- Venue Jakabaring Boling Center di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), merupakan salah satu yang termegah dan terbaik di dunia. Keberadaan venue ini diharapkan menjadi motivasi para atlet boling Indonesia untuk memenuhi target dua medali emas Asian Games 2018. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi mengatakan fasilitas itu akan menjadi daya dorong mencetak prestasi terbaik. “Saya konsen tembus 10 besar atau 16 medali emas. Dua di antaranya dari boling,” ujar Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur, di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (30/5). Arena boling ini merupakan hibah dari Asia Pulpen & Paper (APP) Sinar Mas. Dengan memiliki arena terbaik di dunia, Imam menegaskan para atlet juga harus menciptakan prestasi maksimal. Selain itu, ia meminta masyarakat khususnya di Sumsel untuk mendoakan para atlet yang berlaga di pesta olahraga terbesar negara-negara se-Asia pada Agustus-September mendatang. “Sumsel adalah provinsi yang menjadi salah satu tuan rumah Asian Games. Saya harap seluruh masyarakat Sumsel juga ikut mendoakan Asian Games agar berjalan sukses,” tutur menteri berusia 44 tahun itu. Sementara, Saleh Husin, Manajer Direktur Sinar Mas, mengungkapkan pihaknya sebagai mitra official Asian Games 2018 akan memberikan kontribusi terbaik melalui berbagai bentuk dukungan dan salah satunya pembangunan Jakabaring Boling Center. Jakabaring Boling Center memiliki luas bangunan sekitar 4.200 meter persegi dan berdiri di atas lahan seluas 2,8 hektar. Arena ini memiliki 40 line, dan menjadi jumlah terbanyak dari rata-rata boling center lainnya yang hanya memiliki 20-30 line. Sedangkan total anggaran yang dialokasikan APP Sinar Mas dalam membangun Jakabaring Boling Center senilai Rp 27 miliar. “Kami bangga karena bisa ikut mensukseskan Asian Games. Ini adalah bagian komitmen kami untuk ikut memajukan olahraga di Indonesia,” tukas Saleh. (Adt)

Olahraga Mahal? Inilah 4 Fakta Unik Olahraga Anggar

Anggar

Apakah #SobatMudaNYSN tau tentang olahraga Anggar? Mungkin masih kurang akrab dengan salah satu cabang olahraga ini. Anggar merupakan ilmu beladiri yang dibekali dengan senjata. Lalu berkembang menjadi senibudaya olahraga dengan mengandalkan keterampilan dalam memanfaatkan kelincahan tangan menggunakan senjata yang menutamakan pada teknik kemampuan seperti memotong, menusuk atau menangkis senjata lawan. Pada zaman dahulu Anggar merupakan satu cabang olahraga yang diajarkan di sekolah – sekolah Eropa untuk melatih keahlian dalam menggunakan senjata tajam. Saat ini Anggar menjadi salah satu cabang olahraga resmi yang dipertandingkan di berbagai kejuaran. Namun ternyata ada beberapa fakta Unik soal cabang olahraga anggar yang wajib diketahui lho. Seragam Berwarna Putih Di antara cabang olahraga lainnya, anggar memiliki warna standar baju yang berbeda. Baju cabang olahraga ini menggunakan seragam berwarna putih dan terbuat dari sutra. Enggak heran kalau baju anggar terlihat lebih mewah. Olahraga Mewah Bukan hanya karena seragamnya yang berwarna putih dan terbuat dari sutra, anggar juga dikatakan sebagai olahraga mewah karena harga peralatan mainnya yang mahal, mulai dari penutup kepala hingga pedang yang digunakan harganya cukup menguras kocek. Saking mahalnya, akhirnya beberapa orang membuka penyewaan peralatan dan baju anggar. Pedang Anggar Pedang anggar ternyata telah mengalami modifikasi siring berjalannya waktu, lho. Dulu, anggar terkenal di Indonesia sejak masa penjajahan Belanda. Rakyat Indonesia tidak menggunakan pedang, tapi bamboo runcing, keris, dan tombak. Seiring berjalannya waktu dan melalui proses panjang, akhirnya olahraga anggar mengalami banyak perubahan. Pedang dalam permainan anggar dimodifikasi lebih ringan, ramping, dan tidak terlalu tajam. Bagian atas dan bawah juga dibuat sedemikian rupa sesuai fungsinya untuk menyerang dan menangkis. Bagian depan pedang sengaja dibuat tumpul, agar tidak melukai lawan saat tertusuk. Pedang yang sekarang digunakan saat ini pun tidak seperti pedang perang masa penjajahan pada masa dulu. Penutup Kepala yang Unik Seragam anggar semakin unik dengan tambahan penutup kepala seperti helm. Penutup kepala ini hampir mirip seperti penutup kepala di olahraga baseball. Fungsi penutup kepala adalah sebagai pelindung wajah dari serangan lawan dan desainnya sengaja dibuat tertutup rapat untuk menghindari cidera akibat goresan pedang. Sumber: cewekbanget.grid.id, etc.

Raih Perunggu Di Kejuaraan Dunia Panahan di Shanghai, Indonesia Sejajar China

Xiamen- Wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia Panahan 2018 di Shanghai, China, berhasil meraih medali perunggu, lewat duet Diananda Choirunisa dan Riau Ega Agata. Keduanya menyabet medali perunggu di nomor recurve beregu campuran, dari rilis Konsulat Jenderal RI di Shanghai, Xiamen, China pada Senin (30/4). Diananda dan Ega berhasil mengalahkan ganda campuran Amerika Serikat, Brady Ellison dan Khatuna Lorig, dengan skor 6-0. Sebelum menggondol perunggu, Diananda-Ega menyudahi perlawanan dua pasangan campuran lainnya dari Italia dan Prancis, masing-masing dengan skor 5-1 dan 6-2. Namun, langkah Diananda-Ega terhenti di babak semifinal pasca ditaklukkan tim terkuat dunia, Korea Selatan. Pada kejuaraan dunia ini, Indonesia mengirimkan 14 atlet panahan yang selama ini juga dipersiapkan untuk ajang Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. “Satu medali perunggu yang diraih atlet Indonesia ini cukup membanggakan karena kejuaraan dunia ini diikuti 300 atlet dari 46 negara,” kata Konsul Jenderal RI untuk Shanghai, Siti Nugraheni Mauludiah. Korea Selatan tampil sebagai juara umum dalam kejuaraan tersebut dengan meraih tiga medali emas dan dua perak. Sementara tuan rumah China, hanya meraih satu medali perunggu, sama dengan prestasi yang dicatat oleh Indonesia dalam Shanghai 2018 Archery World Cup itu. (Adt)

Jelang Asian Games 2018, Cabor Anggar Gelar West Java International Fencing Championship 2018

PB Ikasi menggelar Kejuaraan Internasional di Sentul, Bogor, yang bertajuk West Java International Fencing Championship 2018. (bolasport.com)

Jakarta- Paska menggelar kejuaraan berskala provinsi bertajuk Sirkuit Anggar Jawa Barat, Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi) kembali mengadakan kejuaraan anggar. Event ini ialah West Java International Fencing Championship 2018, di Wisma Padepokan Voli, Sentul, Bogor, pada 28-29 April. Ajang ini diadakan dalam rangka meramaikan kegiatan menjelang Asian Games 2018. Selain itu, ajang ini juga berguna mengakrabkan komunitas anggar di Indonesia, maupun Asia Pasifik. Beberapa tim dari negara Asia Pasifik berpartisipasi, seperti Singapura, Malaysia, Brunei dan Taiwan. “Dengan semakin bertambah dalam jumlah partisipasi negara yang hadir. Tim-Tim dari Korea Selatan, Irak, Hongkong, Japan, China adalah yang sangat diperhitungkan di Asia,” ujar Asyanti Rozana Thalib, Ketua Pelaksana Kejuaraan West Java International Fencing Championship 2018, Sabtu (28/4). Kehadiran atlet asing tentu saja menjadi nilai penting dan kesempatan besar bagi atlet Indonesia. Para atlet dapat bertemu dan mencoba langsung kelebihan atlet-atlet dari negara lain. Selama ini, hanya sebagian kecil atlet Indonesia yang sempat merasakan pertandingan di luar negeri. Untuk itu pun mereka harus mengeluarkan biaya sendiri guna menambah jam terbang dan mengasah kemampuan pada kejuaraan terbuka di negara lain. Beberapa klub dan Pengprov juga bahkan telah menyiapkan sejumlah atletnya. Secara umum West Java International Fencing Championship 2018 mempertandingkan tiga nomor, yakni Foil, Epee dan Sabre. Pembagian kategori usia yang diperlombakan meliputi kategori usia 12 tahun (U-12), usia 14 tahun (U-14), serta kelompok senior/open dan veteran kelompok umur 50 sampai dengan 59 tahun. (art)

Masih Seleksi Banyak Pemain, Sofbol Putri dan Baseball Putra Siapkan Try Out ke Korsel

Ketua Umum PB Perbasasi, Andika Monoarfa merencanakan agenda Try Out ke Korea Selatan untuk Timnas Sofbol Putri dan Timnas Baseball Putra. (rayapos.com)

Jakarta– Ketua Umum PB Perbasasi, Andika Monoarfa mengatakan rencananya atlet Timnas sofbol putri dan Timnas baseball putra, akan menjalani try out (TO) ke Korea Selatan, pada awal Juni. “17 atlet akan berangkat bersama lima ofisial, totalnya 22 orang. Ini bukan ikut turnamen, tapi kerjasama dengan Federasi sofbol Korea Selatan, dan ini tahun ketiga,” kata Andika di Lapangan Softball Gelora Bung Karno, Senayan, Jumat (26/4). “Setiap tahun kami mengirim tim, dan mereka kirim tim ke sini. Semacam sister city, konsepnya berlatih bersama,” ujar Andika. “Kami berlatih bersama dan mencoba kekuatan masing-masing,” tuturnya lagi. Di Korea Selatan, ujarnya, Timnas sofbol putri dan baseball putra bakal melakoni proses TO selama tiga minggu. “Para atlet yang akan ke Korsel, baru selesai TC tahap I, dan seleksi Tahap I di lampung. Dan TO terdekat untuk baseball putra, pada bulan Juni,” sebutnya. Namun, pria 39 tahun ini mengaku tengah terkendala problem skuad utama Timnas, karena jumlah seleksi pemain mencapai 50 orang. “Belum waktunya di TO kan ke luar negeri, sebab yang berangkat cuma 24 orang. Sentralisasi 30-35 orang, yang desentralisasi hampir 50 orang,” sambungnya, Selain itu, Andika menjelaskan, jika baseball sudah cukup lama tak bertanding, dalam event internasional. “Makanya kami melakukan seleksi per minggu. Dan kami punya grafik data pemain. Saat pemain ada yang underperform, ya langsung keluar,” ucapnya. “Yang bertahan di camp itu 1-30 terbaik, andai ternyata ada yang underperform, peringkat 31 naik ke camp,” pungkasnya. (art)

Takluk Dari Singapura, Sofbol Putra Indonesia Peringkat Keempat Piala Asia 2018

Timnas sofbol putra Indonesia gagal tampil di babak Grand pada Asian Men’s Softball Championship 2018, usai takluk dari Singapura 3-10. (akurat.co)

Jakarta- Timnas sofbol putra Indonesia gagal tampil di babak Grand pada Asian Men’s Softball Championship 2018 (Sofbol Piala Asia) 2018. Pada pertandingan page system bawah yang digelar di Lapangan Sofbol Gelora Bung Karno Jakarta, Jumat (27/4) siang, Lucky Fidel dkk dikalahkan Singapura dengan skor telak 3-10. Indonesia pun harus puas di peringkat keempat, dari hasil 5 kali menang dan 4 kalah dalam 9 penampilan. Pada pertandingan pertama, Kamis (26/4/) pagi, Timnas terpaksa harus mengakui ketangguhan Thailand dengan skor tipis 3-4. “Thailand bisa mencuri menang karena pemainnya tampil pantang menyerah. Kali ini, anak-anak tampil di bawah form dan batting tak maksimal,” kata Asisten Pelatih sofbol putra Indonesia, Leonard Djarkasih yang dihubungi usai pertandingan. Pada laga kedua yang digelar siang, Timnas mampu bermain maksimal menaklukkan India dengan skor telak 8-1. Sementara itu, Tim Sofbol Jepang yang diunggulkan meraih gelar juara tampil tak terkalahkan dalam 7 pertandingan. Dan, Tim Sofbol Filipina meraih 7 kemenangan dan sekali kalah. “Perjuangan anak-anak sudah maksimal. Posisi di peringkat empat sudah cukup bagus. Kami harus akui Singapura jauh lebih siap menghadapi pertandingan page system,” kata Djarkasih, panggilan akrab Leonardus Djarkasih. Ketua Umum Perbasasi Andika MY Monoarfa mengatakan menempati peringkat keempat, itu tak terlalu mengecewakan karena sesuai target. Menurutnya, kegagalan dikarenakan kurangnya waktu persiapan. “Mereka hanya punya 13 hari untuk berlatih,” kata Andika. Hasil Piala Asia tahun ini pun akan segera dievaluasi untuk mempersiapkan tim sofbol putra jadi lebih baik. Tim yang ada sekarang, kata Andika, bakal diterjunkan ke SEA Games 2019 di Filipina. Persiapan menuju ajang itu akan dilakukan di Piala Asia Tenggara di Thailand, pada Juli nanti. “Target jangka panjang adalah SEA Games 2019. Target kami juara. Setelah Piala Asia ini, para atlet akan istirahat, pulihkan stamina dan kembali lagi berlatih. Semoga dengan waktu lebih panjang, bisa dapat hasil terbaik di Thailand,” pungkas Andika. Perjalanan Timnas memang sempat terseok-seok di babak penyisihan. Tim Merah Putih memastikan tiket ke page system setelah mengalahkan Chinese Taipei dengan skor 5-1 pada pertandingan, Jumat (27/4) pagi. Pada pertandingan terakhir, Sabtu (28/4), Singapura akan menghadapi Filipina yang ditaklukkan Jepang dengan skor 0-6. Pemenang hasil pertandingan Singapura melawan Filipina akan menghadapi tim unggulan Jepang dalam pertandingan Grand Final. Sedangkan tim yang kalah langsung berada di peringkat ketiga. (art)

Turnamen JAPFA Grandmaster and Women Grandmaster 2018, Dua Pecatur Tuan Rumah Lolos Babak Pertama

Fidle Master (FM) Priasmoro Novendra (kaos hitam) mengalahkan pecatur Filipina, GM Gonzales Jayson dalam JAPFA Chess tournament, di Solo, Kamis (26/4). (tribunnews.com)

Solo- Satu poin berhasil diraih oleh dua pecatur Indonesia dalam JAPFA Grandmaster and Women Grandmaster Chess tournament 2018, babak pertama yang diadakan di Solo Paragon Hotel, Solo. Poin dicetak Fide Master (FM) Novendra Priasmoro dan Women International Master (WIM) Lestari Baiq Vina. Menurut Ketua Bidang Pembinaan PB Percasi, Kristianus Liem, raihan poin ini amat berharga untuk menjadi modal meraih gelar lebih tinggi. Liem menjelaskan, untuk babak pertama Indonesia meraih hasil yang cukup bagus. Dua dari 12 wakilnya dari kategori putra dan putri, berhasil meraih kemenangan. Dirinya menilai hasil tersebut bisa dipertahankan sampai babak selanjutnya. “Di babak pertama ini, diharapkan dapat poin yang terbaik. Ini menjadi poin baik, mengingat lawan yang dihadapi pecatur Indonesia, memiliki gelar yang lebih tinggi,” urainya, Kamis (26/4). Dalam pertandingan babak pertama, di kategori putra, Novendra berhasil mengalahkan pecatur Filipina, GM Gonzales Jayson. Sedangkan untuk wakil putri, Lestari berhasil mengalahkan Women International Master (WIM) asal Serbia, Blagojevic Tijana. Ia menjelaskan, saat ini Novendra memang dalam kondisi bagus. “Sebelumnya ia juga juara di Bangkok Open, dengan raihan nilai 8 poin, dari sembilan babak yang digelar,” jelas Liem. Liem berharap, performa terbaik dari Novendra ini bisa tetap dipertahankan sampai kejuaraan rampung digelar. “Kami sengaja mengundang para pecatur kelas dunia dalam kejuaraan ini. Tujuannya untuk meningkatkan prestasi dari para pecatur Indonesia,” tutur Liem yang juga Ketua Panpel turnamen. Diakuinya, secara rating pecatur Indonesia rata rata secara rating gelar memang masih di rendah dibanding pecatur luar negeri yang menjadi lawannya. “Sehingga di atas kertas mereka (pecatur luar negeri) lebih kuat,” tandas Liem. Dalam pertandingan catur, atlet yang menang mendapatkan satu point, seri nilainya ½ dan kalah nol. Point yang diperoleh nantinya diakumulasi dan yang paling tinggi keluar sebagai juara. Turnamen berlangsung ½ kompetisi sehingga mereka saling bertemu. JAPFA Grandmaster and Women Grandmaster Chess tournament 2018, juga menjadi ajang pecatur Indonesia untuk menaikkan gelarnya dari Fide Master (FM) ke Internasional Master (IM) dan Grand Master (GM). “Namun, jika kalah maka ratingya juga dipertaruhkan karena akan kehilangan point,” lanjutnya. Gelar Grand Master ratingnya minimal harus mencapai 2.500, Internasional Master minimal mencapai 2.400 dan Fide Master minimal 2.300. Sementara untuk kelompok WGM ratingnya minimal 2.300, WIM rating minimal 2.200 dan WFM 2.100. Rating yang akan dicapai para pecatur bakal ketahuan, setelah seluruh pertandingan selesai. (art)

Pecatur 19 Tahun Ini, Bidik Gelar Turnamen Grandmaster 2018 di Solo

FM Novendra Priasmoro membidik gelar juara di JAPFA GM dan WGM Turnmen Catur 2018 di Solo, Jawa Tengah, 25 April - 1 Mei. (bangkokchess.com)

Jakarta- Turnamen catur internasional JAPFA Grandmaster (GM) dan Woman Grandmaster Chess (WGM) 2018, resmi dibuka oleh (Plt) Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko, di Solo, Jawa Tengah, Rabu (25/4). Pembukaan turnamen catur internasional yang untuk kedua kalinya itu ditandai dengan pemukulan gong oleh (Plt) Gubernur disaksikan Ketua Umum PB Percasi GM Utut Adianto dan Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo. Dalam sambutannya Utut mengatakan, kota Solo memiliki banyak pecatur berbakat yang bisa ditingkatkan prestasinya. “Peluang untuk menjadi Grandmaster itu selalu ada,” katanya. “Masyarakat Solo supaya tertarik masuk klub catur sehingga ke depan akan melahirkan grandmaster- grandmaster baru,” katanya. Turnamen Grandmaster telah dimulai dengan mempertandingkan babak pertama dan akan berakhir pada 1 Mei 2018. Pertandingan berlangsung selama 11 babak dengan sistem setengah kompetisi. Pecatur muda Indonesia yang belum lama ini menjuarai turnamen catur internasional Bangkok Terbuka di Thailand, FM Novendra Priasmoro, mengaku siap untuk berlaga di JAPFA Grandmaster 2018 di Solo, Jawa Tengan dan merebut gelar juara. “Saya siap dan akan berjuang merebut gelar juara di Solo nanti,” kata Novendra di Jakarta, Selasa, yang akan ikut turnamen internasional Grandmaster 2018 yang dimulai 25 April hingga 1 Mei di kota Bengawan, atau juga dikenal sebagai kota industri batik itu. Dikatakan pecatur berusia 19 tahun itu, dirinya harus waspada untuk menghadapi para pecatur asing yang rata-rata bergelar grandmaster, dalam turnamen Grandmaster itu. “Mereka semua pecatur hebat kelas dunia, saya tetap harus waspada,” katanya. Selain Novendra, PB Percasi yang menjadi penyelenggara, juga menurunkan beberapa pecatur muda putra dan putri, dan tidak ketinggalan juga GM Susanto Megaranto yang juga akan menjadikan event ini sebagai pemanasan jelang Olimpiade Catur ke-34 di Batumi, Georgia, pada September tahun ini. Sementara itu, peserta turnamen dari luar negri, termasuk pecatur AS kelahiran Tashkent, Uzbekistan , GM Timur Gareyev yang dikenal pemegang rekor catur buta yang dibuatnya di Universitas Nevada, Las Vegas pada 3 Desember 2017. Saat itu, Gareyev dengan mata tertutup di atas sepeda statis, mampu memainkan catur melawan 48 orang dengan hasil menang 35 papan, tujuh remis, dan kalah enam papan. Selain itu juga akan ikut bertanding pecatur nomor sembilan dunia asal China GM Ma Qun yang memiliki rating 2645. Sedangkan di bagian putri pecatur WGM Keti Tsatsalashvili dari Georgia, dan tiga dari Serbia yaitu WIM Tijana Blagojevic dari Montenegro yang membela bendera Serbia, serta WIM Mila zarkovic, akan dihadapi para pecatur putri Indonesia. Utut berharap para pecatur bisa mengasah ketrampilan mereka dengan menjajal para pecatur top dunia itu. “Kecuali untuk Susanto, ini menjadi ajang pemanasan dia untuk ke Olimpiade Catur di Georgia nanti,” katanya. (art) Daftar pecatur asing dan nasional Turnamen JAPFA Grandmaster dan Woman Grandmaster  2018 Putra: 1. GM Jayson Gonzales (Filipina) 2. GM Nguyen Anh Dung (Vietnam) 3. GM Ma Qun (China) 4. GM Timur Garayev (AS) 5. IM Kevin Goh Wi Ming (Singapura) 6. GM Anton Demchenko (Rusia) 7. GM Susanto Megaranto (Indonesia) 8. FM Novendra Priasmoro (Indonesia) 9. IM Sean Winshand Cuhendi (Indonesia) 10. IM Muhammad Lutfi Ali (Indonesia) 11. WGM Medina Warda Aulia ( Indonesia) 12. FM Yoseph Theoligus Taher (Indonesia) Putri: 1. IM Alina Lami (Rumania) 2. WGM Keti Tsatsatvili (Georgia) 3. WGM Janelle Mar Frayna (Filipina) 4. WGM Anda Safranska (Prancis) 5. WIM Tijana Blagojevic (Serbia) 6. WIM Mila Zarkovic (Serbia) 7. WIM Dewi AA Citra (Indonesia) 8. WFM Umi Fisabilillah (Indonesia) 9. WIM Chelsie Monica Sihite (Indonesia)

Usai Dicukur Jepang, Indonesia Gasak Singapura 8-2 dalam Kejuaraan Sofbol Piala Asia

Timnas Indonesia (merah) sukses menekuk permainan Singapura dengan poin 8-2, pada event Kejuaraan Sofbol Piala Asia ke-10, di Senayan, Jakarta. (bola.com)

Jakarta- Timnas sofbol putra Indonesia menumbangkan Singapura, 8-2 pada hari ketiga Asian Men’s Softball Championship 2018 atau Sofbol Piala Asia ke-10, di Lapangan Sofbol Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (25/4). Meski skor berbeda enam angka, asisten pelatih timnas sofbol Indonesia Leonard Zarkasih menyebut kemenangan itu tidak diraih dengan mudah karena sampai inning keempat skor masih imbang 1-1. “Singapura bermain baik dengan variasi bola. Namun semua berubah saat mereka mengganti pitcher utamanya,” ujar Leonard usai pertandingan. Pergantian pitcher di inning kelima itu, lanjut dia, membuat Singapura sedikit goyah. Pitcher atau pelempar bola pengganti Singapura, ternyata tak sepadan dengan pitcher nomor dua Indonesia Feriyanto, yang juga bermain mulai inning kelima menggantikan pitcher andalan Merah Putih, Nelwan Yumame. Indonesia pun semakin leluasa mencetak angka dan membuat skor menjad 6-1 di akhir inning kelima dan berikutnya menutup laga dengan poin kemenangan 8-2. “Kami berhasil bertahan dengan mengatur pergantian pitcher. Feriyanto bermain sesuai dengan strategi, juga Nelwan. Saat Nelwan melempar, memang beberapa kali terjadi `home run`, tetapi itu bagian dari permainan,” tutur Leonard. Dengan kemenangan tersebut, peluang Indonesia untuk lolos ke empat besar kejuaraan Asia semakin terbuka karena sebelumnya sudah mengoleksi dua kemenangan yakni kala berhadapan dengan Malaysia dan Hong Kong. Namun, mereka sudah menelan dua kali kekalahan yakni dari dua tim unggulan turnamen, Filipina dan Jepang. Filipina menyudahi perlawanan Timnas Merah putih dengan poin 6-4. Dan pada Rabu (25/4), Timnas dicukur 10-0 tanpa mendapatkan 1 poin sekalipun, dari tim terkuat, Jepang. Jika ingin lolos ke empat besar, Indonesia harus bisa menyapu bersih tiga pertandingan yang tersisa dengan kemenangan pada Kamis (26/4), yakni menghadapi Thailand (mulai pukul 08.00 WIB) dan India (mulai pukul 14.45 WIB), serta Taiwan (mulai pukul 10.15 WIB) pada Jumat (27/4). “Tidak boleh kalah pokoknya. Untuk itu kami harus meningkatkan mental bertanding. Selain itu juga perlu meningkatkan kemampuan di sektor `batter` atau pemukul,” tutur Leonard. (art)

Timnas Sofbol Takluk Dari Filipina, Lalu Cukur Hongkong Dengan Skor Telak

Timnas Sofbol Indonesia harus takluk dari Fipina dengan poin 6-4, di hari kedua Piala Asia 2018, pada Selasa (24/4). (dewasport.com)

Jakarta– Indonesia mendapatkan hasil berwarna, di hari kedua di 10th Asian Men’s Softball Championship atau Piala Asia Softball 2018. Berlaga di Lapangan Softball Gelora Bung Karno, Senayan, Selasa (24/4), Indonesia meraih hasil minor dan positif. Timnas harus menelan kekalahan saat berjumpa Filipina. Sebenarnya, laga ini digelar kemarin. Tapi, karena faktor penerangan, laga diskors, dan digelar kembali pada Selasa pagi. Ada pengaruh yang dirasakan. Sempat mengimbangi Filipina di lima ining pertama, Indonesia malah kedodoran dalam masa selanjutnya. Filipina mampu mencetak home-run di sisa pertandingan dan menyudahinya dengan poin 6-4. “Kekalahan ini, bukan kesalahan pemain atau karena kami beda kualitas. Filipina menang karena beruntung bisa dapat satu home-run. Kekalahan yang bagus buat anak-anak. Mereka punya dorongan untuk menang di laga-laga selanjutnya,” ujar asisten pelatih Indonesia, Leonard Djarkasih. Usai kalah dari Filipina, Indonesia kemudia mengamuk pada game selanjutnya, melawan Hongkong, di siang harinya. Mereka mengukir kemenangan telak. Kali ini, Hongkong dipermak dengan poin 15-7. Indonesia sempat direpotkan Hongkong di ining kelima. Sempat tertinggal 1-7, Hongkong sempat menyamakan skor di masa tersebut. Namun, dua ining selanjutnya, Indonesia menambah skor dan menang 15-7. Indonesia sudah meraih dua kemenangan dalam tiga pertandingan. Pada pertandingan pembuka, Indonesia mengalahkan Malaysia dengan skor telak 11-1. Dan, dipertandingan ketiga menang atas Hong Kong dengam skor 15-7. “Saya melihat permainan anak-anak cukup meningkat,” kata Ketua Umum PB Perbasasi, Andika Monoarfa yang rutin menyaksikan pertandingan. Pada hari ketiga, Rabu (25/4), Indonesia meladeni Jepang dan Singapura. “Permainan anak-anak cukup memuaskan. Mereka bisa jaga konsentrasi di dua ining terakhir, setelah Hongkong menyamakan skor. Kami dapat poin karena pemain tampil fokus. Dan, tak banyak kesalahan yang mereka lakukan,” kata Leonard. (art)

Jepang Raja Sofbol, Timnas Putra Indonesia Pede Masuk Final Asia Cup 2018

Pemain Timnas softball putra Indonesia Alfan Sontiara memukul bola, saat mengalahkan Timnas Malaysia 11-1 pada babak penyisihan Asian Men Softball Championship di lapangan softball Senayan, Jakarta, Senin (23/4). (antarafoto.com)

Jakarta- Timnas Sofbol putra Indonesia enggan sekedar berpartisipasi pada kejuaraan Sofbol Asia 10th Asian Men’s Softball Championship 2018, di Lapangan Sofbol Gelora Bung Karno Jakarta, 23-28 April 2018. Mereka bertekad untuk menembus target final. “Timnas Sofbol Indonesia siap habis-habisan memberikan yang terbaik di Asia Cup 2018,” kata Asisten Pelatih Timnas Sofbol Indonesia, Leonardus Djarkasih di Jakarta, Sabtu (21/4), dilansir topskor.co.id. Meski persaingan di Asia Cup 2018 cukup ketat, kata Leonardus, Timnas sofbol putra tetap ditargetkan masuk final. “Persaingan pasti ketat di Asia Cup nanti, tapi kami mentargetkan jadi finalis,” tegasnya. Kejuaraan Sofbol Asia Cup 2018 diikuti 9 negara. Yakni, Filipina, Jepang, Indonesia, Taipei, Hongkong, Thailand, Singapura, India, dan Malaysia. Pengurus Besar Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (PB Perbasasi) memang memasang target meraih medali perunggu di Asia Cup 2018 menyamai hasil empat tahun lalu di Singapura. Menurut Leonardus, Asia Cup kali ini dijadikan persiapan menghadapi SEA Cup di Thailand, akhir Juli 2018 dan SEA Games Filipina 2019. Secara terpisah, pemain senior Timnas Sofbol Filipina, Leo Barredo juga mengakui persaingan di Asia Cup 2018, cukup ketat. “Bukan Jepang saja yang merajai sofbol Asia, tapi Indonesia patut diperhitungkan. Banyak pemain-pemain muda yang berkualitas,” ujarnya. Pemain berusia 31 tahun ini memang sangat mengenal sofbol Indonesia. Dia pernah memperkuat salah satu klub sofbol Indonesia pada Kejuaraan Sofbol Makassar Open 2017. “Saya sudah dua kali ke Indonesia dan banyak kenal dengan pemain sofbol Indonesia. Dan, saya juga pernah memperkuat salah satu klub yang menjadi juara di Makassar Open 2017,” ungkapnya. (Art) Skuat Timnas Sofbol Putra Indonesia: Nelwan Yumame (Papua Barat), Ferryanto (Kaltim), Aditya Pratama Hamzah (Sultra), Abriansyah (Sultra), Aditya Aulia Rachman (Jatim), Ahmad Ronaldo (Lampung), Anggana Budiman (Jabar), Heri Hairuman (Jabar), Dikdik Fauzi Darmawan (Dki Jakarta), Maliqul Mulqi Kentanadaku (Sultra), Luki Fidel Pacellengi (Sultra), Hermansyah (Kaltim), Rahman Yakin (Sultra), Efrianto Tri Syahputra (Sultra), Elwin Nulmansyah (DKI Jakarta), Alfan Sontiara (Jabar), dan Roli Mahendra (Kaltim).

Sabet Perunggu di Rusia, Tim Panjat Tebing Indonesia Mulai Bersaing di Level Dunia

Atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo (merah) sukses naik podium ketiga, di nomor speed world record putra dalam event IFSC Climbing World Cup Moscow, Rusia 2018. Minggu (22/4). (sportesnews)

Jakarta- Timnas panjat tebing Indonesia membuktikan kualitasnya menembus jajaran elite dunia dengan meraih medali perunggu pada kejuaraan International Federation of Sport Climbing (IFSC) Climbing World Cup Moscow, Rusia 2018, 21-22 April 2018. Dalam siaran pers Pengurus Pusat (PP) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), menyebut Veddriq Leonardo, yang notabene atlet pendatang baru di pelantas, menunjukkan kemampuannya. Ia masuk semifinal nomor speed world record putra, usai mengalahkan rekan senegara, Pangeran Septo Wibowo. Sayang, saat menantang Vladislav Deulin dari Rusia di semifinal, Veddriq kalah dengan catatan waktu 6,21 detik dibanding 5,81 detik. Di partai lain, Muhammad Hinayah juga masuk semifinal berhadapan dengan Reza Alipourshena dari Iran. Reza menang dengan catatan waktu 5,71 detik, sedangkan Hinayah 5,81 detik. Veddriq pun harus berhadapan dengan Hinayah dalam perebutan juara ketiga. Veddriq menang setelah Hinayah melakukan false start. Sementara, juara pertama untuk men’s speed world record diraih Reza Alipourshena dengan catatan waktu 5,82 detik dan posisi kedua Vladislav Deulin yang mencatatkan waktu 6,81 detik saat partai final. Untuk nomor speed world record putri, satu atlet Indonesia Aries Susanti Rahayu berhasil masuk semifinal. Namun, ia dikalahkan Iuliia Kaplina dari Rusia. Ia pun berhak melakoni ajang perebutan juara ketiga, dengan melawan Elen Timofeeva dari Rusia yang pada semifinal dikalahkan Anouch Jaubert dari Prancis. Dalam perebutan juara ketiga, Aries harus mengakui keunggulan Elen yang mencatatkan waktu 7,61 detik, sedangkan Aries 8,47 detik. Posisi pertama direbut Anouch setelah lawannya yakni Iuliia melakukan False Start. Meskipun dinyatakan menang, Anouch meminta kesempatan untuk melakukan pemanjatan solo guna memuaskan dirinya. Ia berhasil mencatatkan waktu 7,32 detik dan mendekati rekor dunia. Hasil lebih baik diharapkan bisa ditorehkan saat tampil di IFSC World Cup berikutnya di China.  “Senang sekali Indonesia sudah mulai bisa berbicara di IFSC World Cup. Atlet-atlet kita sudah masuk di jajaran elite dunia,” kata Ketua Umum PP FPTI Faisol Riza, dalam rilisnya. “Dengan meraih perunggu, kami sudah membuktikan bisa mengatasi lawan-lawan dari negara lain,” ujar Faisol. (Art)

Pecatur 19 Tahun Paksa Legenda Dunia Remis, Novendra Juara di Bangkok

Pecatur Indonesia yang baru berusia 19 tahun, Novendra Priasmoro, menjuarai Turnamen Bangkok Chess Open 2018. (net)

Jakarta- Target PB PERCASI mencetak Grandmaster baru, perlahan mulai menunjukkan hasilnya. Lewat atlet ranking kedua Indonesia, Novendra Priasmoro, 19 tahun, impian melahirkan GM baru sudah di depan mata. Novendra menjadi kampiun turnamen Bangkok Chess Club Open, di Thailand, yang berakhir Sabtu (21/4). Ia membukukan 8 poin tanpa terkalahkan dalam kejuaraan diikuti oleh 196 pecatur dari 37 negara itu. Ia meraih 7 kemenangan dan dua kali remis. Hasil yang diraih pecatur nomor dua nasional ini cukup spektakuler. Dalam perjalanan menjadi juara, ia antara lain mengalahkan unggulan pertama GM Hrant Melkumyan (rating 2669) dari Armenia. Ia juga menahan remis GM Nigel Short (2662). Situasi yang menegangkan dihadapi pecatur Indonesia di akhir turnamen. Pada partai tekahir, atau kesembilan, pecatur dengan rating 2449 itu, harus menghadapi pecatur legendaris asal Inggris, Nigel Short, yang pernah tiga kali juara di ajang ini. Kristianus Liem, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi, berkisah, sejak malam sebelum pertandingan ia menginstruksikan agar Novendra lebih dulu menawarkan remis sekitar tiga sampai lima langkah. “Tujuannya untuk menghormati nama besar Nigel Short. Sebab, sangat tak mungkin Nigel Short yang akan menawarkan posisi remis duluan, kalau tak terpaksa benar,” kata dia, seperti tertuang dalam rilis PB Percasi. Dalam lomba terakhir itu, Novendra dengan dingin meladeni Nigel, yang memakai Pertahanan Prancis. Di partai sebelumnya, ia mampu mengalahkan GM Anton Smirnov(2546), dari Australia, yang memakai pembukaan sama. Nigel mengambil taktik berbeda dengan Smirov pada langkah kesembilan. Tapi, hingga langkah ke-13 posisinya tetap tak bisa unggul. Pada langkah ke-16, Novendra sempat berniat menawarkan remis. Tapi melihat banyak pecatur yang menonton partainya, ia mengaku malu melakukannya. Pertarungan pun terus berlanjut. Akhirnya, waktu yang menentukan datang juga, pada langkah ke-28 setelah melihat posisi lawannya begitu kokoh, Nigel memutuskan menawarkan remis. “I offer you draw,” ucap Nigel sambil menatap Novendra. Tanpa berpikir lagi Novendra langsung mengulurkan tangannya yang berarti menerima tawaran tersebut. “Tawaran ini memang yang saya tunggu,” cerita Novendra. “Remis kan udah pasti juara sendirian, jadi saya ga pakai berpikir lagi, langsung saya sambar tangannya.” Dengan hasil ini, Novendra membukukan 8 poin tanpa pernah terkalahkan. Ia mencetak 7 kemenangan dan dua kali remis. Sungguh suatu gelar juara yang membanggakan. Selain itu, remis dari Nigel memberikan tambahan rating 2,7 poin atau secara total Novendra mendapatkan tambahan rating sebanyak 25,5 poin. Sejak Desember 2017, Novendra mendapat dukungan penuh dari United Tracktors (UT), perusahaan yang menjadi “bapak angkat” nya. Ia menjadi salah satu pecatur muda yang diproyeksikan untuk segera meraih gelar Grandmaster. Dengan posisi teratas Novendra, program PB PERCASI pada 2018, mengukir prestasi gemilang di ajang internasional. Sebelumnya, dalam Asian Youth Chess Championship 2018 di Chiangmai, Indonesia merebut dua medali emas dan satu perunggu, dan seluruh enam pecatur yang dikirim mampu masuk 10 besar dalam berbagai kategori. Ketua Umum PB Percasi Utut Adianto menyatakan rasa bangganya dengan prestasi yang diraih Novendra. “Semoga ini jadi penyemangat bagi pecatur lainnya, untuk tak mudah menyerah dalam meraih prestasi. Bukti bahwa atlet-atlet catur kita layak didukung dunia usaha, karena talentanya memang luar biasa,” kata Utut. (Art)

Masuki Usia Perak ke-25, Klub Garuda Inginkan Baseball-Softball Jadi Sport Industri

Garuda Baseball-Softball Club merayakan ulang tahun yang ke-25, pada Sabtu (21/4), di kawasan, Senayan, Jakarta. (Ham/NYSN)

Jakarta- Usai melangsungkan turnamen Tee Ball pada 14-15 April lalu, Garuda Baseball-Softball Club merayakan ulang tahun yang ke-25, pada Sabtu (21/4). Klub yang berdiri sejak 1993 ini, merayakan ulang tahunnya yang bertepatan dengan hari Kartini, di Plaza FX Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat. Harapan demi harapan selalu disematkan, dalam setiap acara perayaan tahunan klub baseball-softball yang berasal dari dari kawasan Selatan Jakarta ini. Apalagi, kini usia klub sudah memasuki usia perak (silver anniversary). “Di usai kami yang ke-25 ini, kami fokus pada pembinaan atlet usia dini, dan prestasi. Yang Kedua, membangun hubungan baik serta kerjasama, antara klub Garuda dengan Pengprov Perbasasi DKI Jakarta, serta menjaga hubungan horizontal dengan klub-klub baseball di DKI Jakarta,” ujar Febrinaldy Darmansyah, ketua umum Garuda Baseball-Softball Club periode 2017-2018. Febrinaldy juga menginginkan jika kelak Baseball-Softball menjadi sebuah industri olahraga, seperti halnya cabang olahraga sepak bola. Namun, semua itu dijalankan segala proses yang tidak pendek, mengingat olahraga Baseball-Softball belum cukup populer. “Kita berharap olahraga baseball-softball menjadi sebuah industri olahraga. Tantangannya adalah agar khalayak umum mau menonton olahraga ini, dan harus memiliki bukti dari segala sisi, jika olahraga ini pun bisa sejajar dengan sepak bola, ” tambah pria kelahiran Jakarta 48 tahun silam. Hingga kini, Garuda tidak menggandeng sponsor dari pihak manapun dalam menjalankan aktifitasnya. Dukungan bagi klub di kawasan Lebak Bulus ini banyak berasal dari swadaya seperti swasta, maupun instansi terkait. “Support atas persiapan dan keberangkatan tim saat terlibat dalam sebuah event, selalu dilakukan secara swadaya. Dan hingga saat ini, kami masih mampu menghidupi kegiatan kami sendiri,” pungkasnya. (Dre/Ham)

Honda Dream Cup 2018 Berputar Hingga Oktober, Hadirkan Kelas Pebalap Usia 12 Tahun

Honda Dream Cup (HDC) 2018 menghadirkan kelas U-12 yaitu khusus untuk pebalap muda berbakat dengan usia maksimal 12 tahun. (net)

Jakarta- PT Astra Honda Motor (AHM) menggulirkan lagi ajang Honda Dream Cup (HDC) 2018. Pesta balap one make race terbesar di Tanah Air ini dijadwalkan berlangsung pada April hingga Oktober 2018. Dengan tema “Satu Hati Raih Impian”, HDC hadir sebagai ajang balap berstandar nasional yang digelar secara konsisten tiap tahun oleh AHM. Ajang balap ini memberi kesempatan pebalap berbagai daerah untuk merasakan suasana kompetisi balap sesungguhnya dengan regulasi berstandar nasional yang mengedepankan unsur keselamatan. Selain itu, HDC tahun ini pun jadi makin berbeda, seiring dengan semua fokus dukungan dan pembinaan balap diwujudkan pada kelas 150cc. Terdapat tujuh kelas yang dapat diikuti pembalap daerah untuk menunjukkan potensi dan keterampilan balap terbaiknya. Yakni Sonic 150R / Supra GTR150 Tune Up Seeded, Sonic 150R / Supra GTR150 Tune Up Pemula, Sonic 150R / Supra GTR150 Standard Pemula – U16, Sonic 150R / Supra GTR150 Standard Pemula Terbuka, Honda CBR150R Standard Seeded, Honda CBR150R Standard Pemula, dan Sonic 150R / Supra GTR150 Standard Pemula – U12. Kota Cimahi, Jawa Barat, berkesempatan menjadi pembuka HDC tahun ini pada 21 April 2018. Seri berikutnya digelar di Palangkaraya – Kalimantan Tengah (Mei), Pekanbaru-Riau (Juli), Medan-Sumatra Utara (Agustus), Surabaya-Jawa Timur, Makassar-Sulawesi Selatan (September), dan ditutup di Yogyakarta (Oktober). Selain ajang balap itu, one make race Honda lokal juga akan diadakan di dua provinsi yaitu Sumatra Barat dan Sulawesi Utara. Pada 2018 AHM berharap mimpi di dunia balap ini bisa diraih oleh siapapun sejak usia dini dengan dukungan ketangguhan sepeda motor Honda di lintasan balap HDC. HDC yang sudah memasuki tahun gelaran ke-14 ini melakukan penyegaran pada kelas yang dilombakan. Tahun ini, HDC menghadirkan kelas U-12 yaitu khusus untuk pebalap muda berbakat dengan usia maksimal 12 tahun. General Manager Marketing Planning & Analysis Division AHM, Agustinus Indraputra, mengatakan HDC digelar dengan semangat tinggi guna mewadahi dukungan bagi pebalap muda dan tim balap berbakat di berbagai daerah untuk menapaki prestasi balap yang semakin tinggi. “Kami menghadirkan kelas baru khusus untuk pembalap muda berbakat berusia maksimal 12 tahun untuk memberi ruang pembinaan kepada para pembalap muda yang potensial. Dengan semangat Satu Hati yang diwujudkan melalui Honda Dream Cup, kami yakin pertumbuhan potensi pembalap dan tim di daerah akan semakin meningkat dan mampu melahirkan pebalap berprestasi yang bisa menjadi kebanggaan daerahnya masing-masing,” ujar Indraputra, dalam rilisnya pada Selasa (17/4). (art)

Bertekad Bangun Karakter Bangsa, Klub Garuda Softball Langsungkan Turnamen Tee Ball Usia 8 Tahun

Garuda Baseball Softball Academy mengelar 'Garuda Tee Ball Tournament' pada akhir pekan lalu yang berlangung di kawasan Lebak Bulus. (istimewa/Fanila Artsis)

Jakarta- Meski jarang terdengar ditelinga, Turnamen Tee Ball, suskes dilangsungkan oleh Garuda Baseball Softball Academy. Bertajuk ‘Garuda Tee Ball Tournament’, Turnamen baseball ini memang dikhususkan bagi atlet dibawah usia 8 tahun. Turnamen ini jadi salah satu turnamen Baseball yang pertama kali diadakan di Indonesia, untuk anak-anak dibawah usia 8 tahun. Garuda berinisiatif menyelenggarakan turnamen olahraga tee ball, dalam rangka mengembangkan olahraga Baseball serta membentuk karakter bangsa sejak usia dini. “Turnamen ini diikuti oleh empat tim, yakni Garuda (Jakarta) yang mengirim dua tim, Flash (Bandung), dan Sekolah Madaniyah (Bogor). Awalnya diundang tujuh tim, tetapi hanya Bogor dan Bandung yang bisa mengikuti turnamen ini”, ujar Cahyo Heri Setiabudi, Ketua Pelaksana Turnamen, pada Sabtu (14/4). Bertempat di Lapangan Onny Arunadi Prawiradilaga (OAP), Lebak Bulus, Jakarta Selatan, turnamen Tee Ball dimulai sejak Sabtu (14/4) hingga Minggu (15/4). Regulasi turnamen yang dimainkan 8 anak ini, memakai konsep setengah kompetisi, untuk menentukan sang juara. “Format yang dipakai sistem liga setengah kompetisi. Saat diakhir semuanya sudah mendapatkan poin dan peringkat, maka akan ditandingkan lagi. Peringkat 1 dan 2 akan bertanding untuk menentukan juara 1, kemudin peringkat 3 dan 4 untuk menentukan juara 3,” jelasnya. Dilain sisi diadakannya turnamen ini untuk menarik minat anak-anak lain agar mau bergabung dan belajar, karena menurut Cahyo, untuk kategori Tee Ball pesertanya masih sangat minim. Latihan Baseball dan Softball sejatinya dikelompokkan berdasarkan beberapa kategori usia. Untuk rentang usia 4/5-8 tahun, dikategorikan dalam Tee Ball, lalu usia 8-10 tahun masuk kategori Minor. Sementara usia 10-12 tahun dikategorikan sebagai Mayor, kemudian 12-14 tahun sebagai Junior. Dan level 14-16 tahun sebagai Senior, dan 18 tahun keatas dikategorikan sebagai Big. “Klub Garuda fokus di seluruh kategori usia. Khusus, untuk turnamen Tee Ball ini pesertanya tak hanya dari Jakarta saja, ada yang dari Bogor, Bekasi, Tangerang juga ada,” tukas pria kelahiran Jakarta, 4 juli 1981. Bagi klub yang berlokasi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, turnamen kali ini diharapkan meningkatkan jam bermain anak-anak, karena turnamen Tee Ball sangat terbatas, dan jumlahnya tidak sebanyak kategori umur yang lebih dewasa. (Dre/Ham)

Pertajam Skill di Kejuaraan Dunia, Timnas Panjat Tebing Bidik Pecahkan Rekor

Timnas Panjat Tebing Indonesia akan segera melakukan training camp (TC) di dua negara yakni Rusia dan China. (viva.co.id)

Jakarta- Guna mematangkan persiapan menuju Asian Games 2018, Timnas Panjat Tebing Indonesi akan mengikuti serangkaian kejuaraan dunia. Agenda ini merupakan program Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) dalam sesi latihan luar negeri, atau training camp (TC) di dua negara yakni Rusia dan China. Mereka bertolak ke Rusia pada 27 April. Caly Setiawan, Pelatih Kepala Timnas Panjat Tebing Indonesia, menyebut pemusatan latihan di Rusia dan China dikhususkan untuk tim speed. Sedangkan untuk tim combined, terang Caly, akan melakukan sesi latihan ditempat berbeda. “Para atlet speed akan menjajal kemampuannya dalam World Cup di Moskow, Rusia, pada 19-23 April. Setelah itu, mereka melakoni training camp di Tyumen, Rusia, pada 24 April hingga 2 Mei 2018,” ujar Caly, Minggu (15/4). Ia melanjutkan, setelah dari Tyumen, skuat panjat tebing bertolak ke China untuk mengikuti World Cup di Chongqing, 5-6 Mei 2018. “Lalu, mereka akan mengikuti World Cup di Tai’an, pada 12-13 Mei 2018. Targetnya pecah rekor atau medali emas,” tegasnya. Usai kembali dari Rusia dan China, tambah Caly, atlet pelatnas ini kembali menjalani pelatnas di Yogyakarta hingga Juli. “Rencananya seperti itu. Kami lihat, apakah awal Agustus bisa langsung ke Palembang, atau bisa menjajal venue beberapa hari terus kembali ke Yogyakarta. Kita Lihat nanti,” cetusnya. Sementara, untuk tim combined, pelatnas tetap dilakukan di Yogyakarta hingga April. Mereka bakal menggelar TC bersama tim Kamboja. “Mereka juga diproyeksikan ke Manila (Philipina), untuk ikut kompetisi, tapi nanti masih pertengahan Mei,” tukasnya. Triyanto Budi, Pelatih Tim Combined Timnas Panjat Tebing Indonesia, mengungkapkan, para atlet akan bersaing dalam Kejuaraan Zero Gravity Bouldering Competition 2018, pada 19-20 Mei, di Manila. “Kami targetnya mereka bisa masuk final,” tutup Triyanto. (Adt)

Kejurnas Junior Hoki Digelar Usai Asian Games 2018, FHI : Masih Minim Pembinaan

Atlet Hoki Indonesia tengah melakukan pemusatan latihan nasional, jelang bergulirnya Asian Games 2018, pada Agustus-September mendatang.(Adt/NYSN)

Jakarta- Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Federasi Hoki Indonesia (FHI), Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Yus Adi Kamrullah, akan melakukan pembinaan junior dengan menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kelompok Umur (KU). “Pembinaan junior akan kami gelar dalam event Kejurnas Kelompok Umur. Dan pembinaan usia matang, akan fokus bagi mereka kelas 2 atau 3 Sekolah Menengah Atas (SMA),” ujar Yus Adi, di Jakarta, Selasa (10/4). Diakuinya, bila pembinaan junior di cabang hoki masih tertinggal. Sehingga, menurut Yus Adi, untuk mereka yang sudah menjadi atlet nasional, pihaknya berharap para atlet ini dikhususkan bermain di turnamen internasional. “Untuk junior, kami berikan kesempatan dengan cara tampil rutin di Kejurnas Kelompok Umur. Kalau yang senior, mereka harus fokus bermain untuk turnamen-turnamen internasional,” tambah pria yang sehari-hari menjadi Staf Khusus Kasad ini. Yus menyebut agenda Kejurnas KU akan direncanakan dihelat pada September 2018. Namun, ia belum bisa memastikan tanggal pelaksanaannya. “Kami jadwalkan pada September 2018, setelah Asian Games,” terangnya. Soal lokasi penyelenggaraan Kejurnas KU, Yus Adi, menjelaskan bakal diselenggarakan di Jakarta. “Karena venue hoki terbaik dan bersertifikat internasional itu ada di Jakarta. Selain itu, ada juga di Surabaya (Jawa Timur) dan di Bandung (Jawa Barat),” ungkapnya. Namun, mantan Kepala Pusat Keuangan (Kapusku) TNI ini berharap Kejurnas KU ini berlangsung di Jakarta, sebab venue hoki yang akan digunakan sudah memenuhi standar internasional. (Adt)

Targetkan 1000 Atlet Ikut Serta, IKASI Jabar Gelar Kejuaraan Anggar Internasional di Sentul

Kejuaraan anggar Internasional bertajuk Jabar Open 2018, akan berlangsung pada 28-29 April medatang di Sentul, Bogor, Jawa Barat. (net)

Bandung- Enam negara Asia dipastikan akan mengikuti kejuaraan anggar Internasional bertajuk Jabar Open 2018. Ajang ini rencananya digelar pada 28-29 April 2018 di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Enam negara yang sudah memastikan ikut adalah Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Thailand, dan Vietnam. Sementara Hongkong masih dalam penjajakan. Hal itu dikatakan Ketua Pengprov IKASI (Ikatan Anggar Seluruh Indonesia) Jawa Barat, Asyanti Rozana Thalib, pada Jumat (6/4) malam, di Bandung. Menurut Asyanti, kejuaraan ini dihelat guna mengukur kemampuan atlet anggar di Indonesia, khususnya Jabar agar bisa bersaing di tingkat internasional. “Selama ini IKASI Jabar hanya menggelar Sirkuit anggar di beberapa daerah di Jabar. Sekarang kami mencoba menggelar event internasional dengan nama Jabar Open,” jelas Asyanti. Asyanti berharap seluruh atlet anggar perwakilan daerah di Indonesia bisa tampil di even internasional ini. “Target kami atlet yang ikut kejuaraan anggar internasional ini sebanyak 750 sampai 1000 atlet, karena kejuaraan anggar sirkuit saja rata-rata diikuti 500 atlet,” tegas politisi Fraksi PDIP ini. Asyanti juga berharap kejuaraan ini bisa membuat para atlet anggar di Indonesia bisa lebih baik lagi dan mampu bersaing hingga ke tingkat internasional. Dengan jumlah peserta yang banyak, ia berharap menjadi tantangan bagi atlet Indonesia. “Saya melihat Indonesia ini masih bisa menjadi juara kejuaraan anggar tingkat internasional asal rutin digelar. Rencananya Jabar Open ini akan menjadi agenda rutin IKASI Jabar,” tukas Ketua Panitia Anggaran (Panggar) DPRD Jawa Barat ini memaparakan. Kejuaraan ini akan mempertandingan Kelompok Usia 12 sampai 14 tahun (KU) dan semua yang ikut akan ambil bagian merupakan para atlet yang disiapkan daerah untuk PON 2020 mendatang. “Ini sangat bagus buat mengasah persiapan mereka, dan sebelum diturunkan di ajang nasional nanti seperti PON,” tambahnya. “Dan semua nomor akan kita tampilkan yaitu, degen, floret serta sable. Atlet-atlet kita di Jawa Barat akan diturunkan semua, karena ini sangat penting bagi mereka untuk persiapan PON dan Asian Games, sekaligus untuk memberikan kesempatan bagi para atlet pelatnas,” ujar 75 persen atlet anggar sudah masuk daftar sebagai peserta. “Kita berharap, Sumsel, Sulses dan Jatim yang saat ini menjadi daerah terkuat bisa mengikuti kejuaraan ini. Agar persaingan makin ketat dan bagus untuk menguji atlet muda kita,” pungkasnya. (Art)