Punya Velodrome Terbaik Dunia, Indonesia siap gelar Asian Track Series dan Asian Track Championship 2019

Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) menyatakan Indonesia siap menggelar event Asia Track Series 2019-2020, dan Asia Track Championship pada 2019, di Jakarta International Velodrome, Rawamangun. Velodrome ini dinobatkan sebagai satellite training center terbaik ke-empat di dunia, oleh The Union Cycliste Internationale (UCI). (tiwtter.com)

Jakarta- Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) menyatakan Indonesia siap menggelar Asian Track Series 2019-2020 dan Asian Track Championship pada 2019. “Indonesia siap menggelar Asia Track Championship 2019, di Jakarta International Velodrome, 8-13 Januari,” ujar Ketua PB ISSI, Raja Sapta Oktohari di Jakarta, Senin. Menurut dia, perhelatan Asian Games 2018 serta Asian Para Games 2018 membawa dampak positif terhadap perkembangan olah raga balap sepeda di tanah air. “Salah satunya, yakni Indonesia jadi punya lintasan balap sepeda track salah satu yang terbaik di dunia,” ujar pria yang akrab disapa Okto itu. Dia menuturkan Velodrome Rawamangun dinobatkan sebagai satellite training center terbaik ke-empat di dunia, oleh The Union Cycliste Internationale (UCI) yang berbasis di Swiss. Velodrome ini makin terlihat mewah dengan fasilitas lengkap berkelas dunia, usai direnovasi untuk Asian Games 2018, serta menghabiskan dana U$ 40 Juta. Kehebatan Velodrome yang dibangun oleh maestro arsitek Velodrome Dunia asal Jerman, Ralf Schuman, yakni arena balap sepeda ini memiliki ciri khas speed tinggi. Selain Kejuaraan Asia Track Championship Januari 2019, PB ISSI selangkah lagi menggelar even Asia Track Series, bersama beberapa negara kuat Asia. Tercatat Jepang, Korea, Malaysia, India dan Kazakstan, siap tampil di dua series Asia Track 2019 di Jakarta International Velodrome Rawamangun. “Itu harus terjadi di bulan Januari tahun depan. Jadi kalau bisa, event itu berlangsung pada Januari 2019 hingga awal 2020. Kebetulan, Indonesia cuma dapat dua seri,” tegas Okto. Rencananya event ini akan diikuti oleh para pebalap terbaik dari 43 negara di Asia, yang merupakan anggota ACC (Asian Cycling Confederation). Event tahunan ACC ini akan melombakan sejumlah nomor, seperti Sprint, Pursuit, Points Race serta nomor lainnya. Tahun lalu, kejuaraan ini digelar di Malaysia. Kejuaraan itu juga dijadikan sebagai ranah pengumpulan poin bagi pebalap sepeda, sebagai persyaratan untuk berlaga di Olimpiade 2020. Sementara itu, berkaitan dengan persiapan para atlet, dia mengungkapkan sampai dengan saat ini, seluruh atlet masih terus berlatih secara rutin dan intensif. Terlebih, sambung dia, pemusatan latihan nasional (pelatnas) juga memfokuskan latihan untuk Olimpiade 2020 yang akan diselenggarakan di Tokyo, Jepang. “Asia Track 019 itu poinnya besar, jadi bisa untuk persiapan bagi atlet menuju olimpiade. Pelatnas pun juga sudah fokus dengan Olimpiade 2020,” pungkas Okto. Tujuan dari Asia Track Championship Januari 2019, dan dua Asia Track Series 2019 yang diakui UCI, akan menambahpoin setiap pebalap Asia yang ikut serta. Pengumpulan poin untuk kualifikasi Olympiade 2020, akan dimulai dari awal 2019 hingga awal 2020, atau sebelum batas akhir penutupan poin Kualifikasi Olympiade oleh UCI. (Adt)

Sinergi PB ISSI-Jakpro Kelola Velodrome Rawamangun, Cetak Atlet Berpretasi Dunia

Raja Sapta Oktohari (Ketua Umum PB ISSI/Kanan) dengan Dwi Wahyu Daryoto (Direktur Utama PT Jakarta Propertindo/Jakpro), saat melakukan proses penandatanganan nota kesepahaman pengelolaan Jakarta International Velodrome Rawamangun, pada Senin (17/12). (Adt/NYSN)

Jakarta- Pengurus Besar (PB) Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) bersinergi dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro), dalam pengelolaan Jakarta International Velodrome Rawamangun, Jakarta Timur. Sinergi antara kedua institusi itu dituangkan melalui penandatanganan nota kesepahaman. Momen itu diwakili Raja Sapta Oktohari, sebagai Ketua Umum PB ISSI, dengan Dwi Wahyu Daryoto, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), pada Senin (17/12). Dwi mengatakan sinergi dilakukan sesuai permintaan Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta) agar keberadaan Velodrome bisa menjadi sarana mencetak atlet-atlet berprestasi. “Seharusnya, keberadaan Velodrome ini, bisa mencetak atlet bertaraf internasional. Namun, Velodrome ini harus di maintenance dengan baik, meski biaya pemeliharaannya sangat mahal,” ujar Dwi. Diungkapkan Dwi, untuk pemeliharaan Velodrome, pihaknya mengeluarkan dana tak kurang dari Rp 1,2 miliar per bulan. “Biaya itu untuk listrik, keamanan dan kebersihan. Sedangkan Jakpro, mendapatkan penugasan mengelola Velodrome hingga Januari 2019,” lanjutnya. Dengan pengelolaan yang baik dan profesional, Dwi Berharap akan meringankan biaya perawatan, yang menelan biaya hingga miliaran rupiah tersebut. “Mudah-mudahan kerjasama ini akan menghasilkan suatu yang baik. Memang kami paham bahwa PB ISSI merupakan lembaga non pemerintah dan non profit, berbeda dengan Jakpro. Sehingga kami sepakat, bila Velodrome ini juga terbuka untuk publik,” tegas Dwi. Sementara itu, Okto menyebut penandatanganan nota kesepahaman ini adalah awal dari kerjasama PB ISSI dengan Jakpro, guna menekan biaya perawatan yang mencapai miliaran rupiah tersebut. “Velodrome ini memiliki fasilitas yang lengkap dan mewah, sehingga perawatannya pun harus istimewa, dan yang akan menggunakan Velodrome ini dikenakan biaya yang sangat mahal. Sehingga mereka tidak lagi meragukan kualitas disini,” terang putra dari Oesman Sapta Odang (OSO) itu. Dengan kualitas venue yang berlevel internasional, Okto menyebut tak menutup kemungkinan, jika beberapa atlet luar negeri akan melakukan training center di Velodrome ini, sebagai persiapan menuju Olimpiade 2020. “Ada beberapa negara mengontak kami guna menggelar training camp disini. Setelah kejuaraan Asian Track Championship pada 8-13 Januari 2019 di Velodrome ini, sebagian atlet dari negara peserta tidak kembali, tapi lanjut training camp,” tegas Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2011-2014 itu. (Adt)

Ratusan Atlet Pelajar Dunia Bersaing Dalam Kejuaraan Junior Golf Internasional 2018 di Jakarta

Ketua Umum PB PGI Murdaya Po (ketiga kanan) bersama Ketua Panitia Penyelenggara Kejuaraan Junior Golf Internasional, Andreas Tjahjadi (kedua kiri), bersama jajaran manajemen BRI, dalam jumpa pers Kejuaraan Junior Golf Internasional Tabungan BRI Junio Pondok Indah 2018, di Jakarta, pada Senin (17/12). (tempo.co)

Jakarta- Sebanyak 162 atlet junior dari 10 negara akan saling bersaing dalam Turnamen BRI Junio Internasional Junior Golf Championship 2018, yang berlangsung mulai 17-20 Desember. 126 peserta akan bertanding di lapangan golf Pondok Indah, sedangkan 36 peserta akan bertanding di lapangan golf Senayan. “Kami menggunakan dua lapangan golf sejak menggelar kejuaraan junior ini pada 2017 yakni Pondok Indah dan Senayan karena minat keikutsertaan yang tinggi dari peserta baik dari Asia ataupun Eropa,” kata Ketua Panitia Penyelenggara Kejuaraan, Andreas Tjahjadi, di Jakarta, Senin (17/12). Turnamen BRI Junio Internasional Junior Golf Championship 2018 ini, terbagi dalam enam kelompok umur putra dan putri, yakni untuk kelompok umur A untuk peserta berusia 15-18 tahun, kelompok umur B untuk peserta berusia 13-14 tahun, kelompok umur C untuk peserta berusia 11-12 tahun. Dan kelompok umur D untuk peserta berusia 10 tahun, kelompok umur E untuk peserta berusia sembilan tahun, dan kelompok umur F untuk peserta berusia 7-8 tahun. “Para peserta itu berasal dari China, Filipina, Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Prancis, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, dan Thailand,” kata Andreas. Turnamen tahun ini merupakan pergelaran ke-7 dan secara rutin berlangsung. “Turnamen ini digelar sebagai bentuk kepedulian PT Bank Rakyat Indonesia terhadap olahraga di Indonesia, khususnya golf,” kata Handayani, Direktur Konsumer Bank BRI. Sementara, lanjut Andreas, untuk peserta Indonesia yang turut bertanding bukan hanya dari Jakarta dan sekitarnya melainkan juga dari sebelas daerah. Mereka adalah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, dan Sumatera Utara. “Kami berharap kejuaraan yang diikuti para peserta berusia 18 tahun ini meningkatkan perkembangan cabang golf di berbagai daerah secara merata dan mendorong regenerasi atlet-atlet nasional,” kata Anderas. Ketua Umum PB Persatuan Golf Indonesia Murdaya Po mengatakan, kehadiran kejuaraan junior internasional itu menambah pengalaman bertanding dan meningkatkan kepercayaan diri para pegolf muda Indonesia. “Sehingga mereka terbiasa untuk berkompetisi dengan para pegolf dari negara lain,” katanya. (Adt)

Perjuangan Keras FM Mohamad Ervan Melawan Tiga Grandmaster Berturut-Turut di di Kejuaraan Asia 2018

Pecatur Indonesia, FM Mohamad Ervan (kanan/kaos merah) berhasil menaklukkan GM Super dari China, GM Wang Hao (2730), sekaligus unggulan pertama 17th Asian Continental Chess Championship, yang berlangsung di Makati, Filipina. (tribunnews.com)

Makati- Partai babak kedua 17th Asian Continental Chess Championship di Makati, Filipina, ditutup dengan hasil mengejutkan dari tim Indonesia. FM Mohamad Ervan berhasil menghentikan GM Super dari China, GM Wang Hao (2730). Kemenangan itu diraih melalui adu taktik yang luar biasa di antara keduanya. “Kemenangan Ervan atas Wang Hao bukanlah kemenangan kebetulan. Pertarungannya berjalan ketat, penuh adu strategi, serta taktik. Bahkan, pada langkah ke-16 Ervan harus menyerahkan kualitas bentengnya, untuk ditukar Gajah lawan,” ujar Krisitianus Liem, Kapten Tim Catur Indonesia, Jumat (14/12). “Tapi, Ervan mendapat kompensasi penguasaan diagonal panjang b1-h7, dengan Menteri dan Gajahnya. Wang Hao yg tipe penyerang dan suka bangunan liar, tak mau bermain pasif dan bertahan. Kondisi ini menguntungkan Ervan karena terjadi perang terbuka, adu taktik,” tambahnya. Kristianus juga menjelaskan keunggulan tim Indonesia adalah kemampuan membaca taktik. Hal ini membuat Wang Hao terseok-seok. Pada langkah ke-32, saat Menteri Ervan masuk ke petak e6, menyerang Benteng Hitam di d7, seharusnya Wang memaksa pertukaran Menteri dengan skak. Dan petak g6 saat permainan, akan berjalan imbang lagi. Tak diduga, Wang justru memilih menumpuk Benteng ld lajur-d menyerang bidak d2. Pada saat itulah, Ervan nekad mengorbankan Gajahnya di petak g7. Langkah kejutan ini yang membuat Wang tak menyangka, sehingga tak ada pilihan selain ia harus memakan gajah. “Wang menjalankan 32. Bfd8. Dalam waktu pikir kurang dari semenit, Wang tak menyangka bakal ada korban Gajah. Terpaksa, ia menutup skak dengan Menterinya. Sebab jika Raja mundur ke f8, akan datang mat dalam satu langkah. Andai mundur ke h8, bisa terjadi mat dalam tiga langkah,” papar Kris. “Wang harus menyerah disini, karena posisi Gajahnya di petak c5, bakal lenyap dengan posisi tanpa harapan sama sekali. Sungguh penyelesaian yang indah. Ini sungguh layak disebut masterpiece!,” imbuhnya. Sayang, langkah Ervan tak bertahan lama. Usai tampil cemerlang di dua babak awal, saat menahan remis GM M. Amin Tabatabaei (2587) dari Iran, dan melibas unggulan utama GM Wang Hao (2730), pemuda kelahiran Probolinggo, 15 Mei 1992, akhirnya takluk dari unggulan ketiga, GM Le Quang Liem (2714) dari Vietnam. “Liem yg kelelahan ketika tiba di Filipina, usai tampil di “PON”nya Vietnam, ternyata sudah pulih. Ia menekuk Ervan, lewat langkah strategis yang halus sepanjang 45 langkah,” ujar Kris. “Keberuntungan” Ervan belum selesai. Babak keempat nanti, Ervan kembali melawan pecatur GM, kali ini dari Kazakhstan, Rustam Khusnutdinov (2470). Pada babak Ketiga, Rabu (12/12), tim Indonesia terpaksa harus berhadapan dengan rekan senegaranya. Tak ada pilihan, cepat atau lambat pertarungan sesama negara memang bisa saja terjadi, jadi siapa yg terkuat akan melaju lebih jauh. Ternyata Megaranto mengalahkan Sean, sedang Citra mengalahkan Aay. Sayangnya, pecatur Indonesia yang berjumpa pecatur negara lain, tak satupun meraih kemenangan. IM Yoseph Theolifus Taher (2454) harus puas bermain remis melawan pecatur tuan rumah nongelar, Michael Concio Jr. (1991), setelah bertarung 43 langkah. “Yoseph yang pegang Hitam tak mendapatkan keunggulan di tahap pembukaan, bahkan cenderung jelek. Walau memiliki gelar, rating, dan pengalaman tanding lebih baik, upaya Yoseph mengolah permainan tengah dan permainan akhir, hanya menghasilkan remis,” Jelas Kris. “Yang lebih tragis, dialami IM Novendra Priasmoro (2483). Ia ditaklukkan pecatur senior Filipina, IM Roderik Nava (2392). Kekalahan Novendra dipicu pengetahuan opening yang rendah,” pungkasnya. (Adt)

Dorong Atlet Muda di SEA Games 2019, Juara Dunia Asal Palu Fokus Cari Poin Olimpiade Tokyo

Juara dunia speed world record Wujiang 2018, China, Aspar Jaelolo, mengaku dirinya tak akan tampil dalam ajang multievent SEA Games 2019 Filipina. Ia memilih untuk fokus mengumpulkan poin, menuju Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. (app.kurio.co.id)

Jakarta- Juara dunia speed world record Wujiang 2018, China, Aspar Jaelolo, mengaku dirinya absen di ajang SEA Games 2019 Filipina. Hal itu bukan tanpa alasan, sebab atlet kelahiran Wani, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, 24 Januari 1988 itu, akan fokus mengumpulkan poin menuju Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. “Kalau saya pribadi, tidak akan tampil di SEA Games 2019. Tapi, misalkan FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) mengharuskan tampil, maka saya akan siap turun,” ujar Aspar, di Jakarta, pada Selasa (11/12). “Federasi menginginkan atlet yang lebih muda. Itu juga harapan saya. Supaya ada regenerasi. SEA Games itu lingkupnya Asia Tenggara, sehingga atlet muda harus diberi kesempatan untuk tampil,” lanjutnya. Ia mengungkapkan bila cabang olahraga panjat tebing masih diperdebatkan apakah bisa dipertandingkan di SEA Games 2019. “Di Asia Tenggara, Indonesia masih terkuat di cabang olahraga (cabor) panjat tebing. Sedangkan, tuan rumah punya kebijakan memasukan cabor yang jadi unggulannya. Tapi, karena panjat tebing sudah masuk Olimpiade, ya tuan rumah wajib memasukan cabang ini,” terang peraih medali perak Asian Games 2018, dalam nomor speed relay putra itu. Kedepan, harapannya, tegas Aspar, tim Indonesia yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo 2020, bisa mendapatkan poin penuh pada ajang kualifikasi 2019. Untuk, itu dirinya akan fokus mengejar poin, menuju pesta olahraga terbesar sejagat, dengan mengikuti seluruh seri world cup pada tahun depan. “Sebenarnya tahun ini, saya punya target menempati ranking 3 dunia. Tapi nggak kesampaian, karena bertepatan dengan Asian Games 2018. Dari 8 seri yang harus diikuti, saya tidak bisa tampil di tiga seri world cup,” jelasnya. “Akibatnya, ranking saya sepanjang tahun ini, harus terkoreksi dan turun ke peringkat 6 dunia. Itu sebabnya, saya harus mengejar di tahun depan untuk mendapatkan tiket Olimpiade,” pungkas atlet asal DKI Jakarta itu. (Adt)

Pecatur 19 Tahun Indonesia Tahan Remis Super Gradmaster Asal China di Kejuaraan Asia 2018

Pecatur Indonesia, IM Yoseph Theolifus Taher (kiri) berhasil menahan remis pecatur China yang memiliki gelar Super Grandmaster, GM Wang Hao (kanan), yang juga unggulan utama 17th Asian Continental Chess Championship, di Makati, Filipina. (jpnn.com)

Makati- Pecatur Indonesia, IM Yoseph Theolifus Taher menahan remis pecatur China, GM Wang Hao, yang juga unggulan utama 17th Asian Continental Chess Championship, di Makati, Filipina. Meski remis, hasil ini cukup membanggakan mengingat selisih elo rating yang cukup besar di antara keduanya. “Keberhasilan ini, tidak terlepas dari persiapan pembukaan yang bagus. 20 langkah pertama mereka ini, sama persis dengan pertandingan, Wang Hao vs Wen Yang di China bulan lalu, saat Yoseph diutus PB Percasi main di sana,” jelas Kapten Tim Indonesia, Kristianus Liem. Sekedar catatan, Yoseph ‘hanya’ memiliki elo rating 2454, sementara Wang Hao adalah pecatur yang termasuk memiliki titel Super Grandmaster, dengan elo rating 2730. Meskipun langkah Wang Hao serupa dengan permainan sebelumnya, Yoseph mengatakan jika ada langkah perbaikan oleh lawannya, pada partai kali ini. “Saya ingat betul partai tersebut. Cuma pada langkah ke-20, Wang Hao memukul di G4 dengan bidak. Sebelumnya dia memukul dengan Menteri, dan berakhir remis dalam 38 langkah. Langkah baru Wang Hao ini memang sebuah perbaikan,” ujar pemuda kelahiran Jakarta, 28 Maret 1999. “Langkah 20. HGX4 memang membuat Hitam tertekan. Tapi saya bisa mempertahankan posisi tidak sampai kalah,” imbuhnya. Pertandingan sempat memanas saat memasuki langkah 39 hingga 44. Yoseph menjalankan langkah yang sama menteri bolak balik dari petak a7 ke c7, seolah menantang Wang Hao untuk terus menyerang. Namun guna menghindari terjadinya klaim remis tiga kali bangunan yang sama, Wang Hao membongkar posisi dengan terobosan bidak f4 pada langkah ke-45. Alumni SMA Citra Berkat, Citra Raya Tangerang, ini berhasil menekan. “Usai pertukaran Gajah dengan kuda pada langkah ke-50, Menteri Putih masuk ke pertahanan sayap-raja hitam, tapi sendirian menyerang tak ada yang dihasilkan menteri putih, selain skak bolak-balik. Akhirnya disepakati remis pada langkah ke-54,” jelasnya. Akhirnya, partai pun disepakati remis pada langkah ke-54. Dengan hasil remis ini, Yoseph berhasil ‘mencuri’ rating Wang Hao sebanyak 3,3 poin. Hasil remis pada babak pembukaan ini, diikuti dengan hasil tiga kemenangan dari GM Susanto Megaranto, WGM Medina, dan WIM Citra. Meski sebuah kemenangan, hal tersebut sebagai sebuah kewajaran, karena lawan mereka memiliki rating yang rendah. Sedangkan kekalahan tim Indonesia diderita Sean Winshend dan Dita Karenza. (Adt)

Hadirkan Indoor Climbing Gym Pertama di Jakarta, Sarana Pembibitan Atlet Muda Panjat Tebing

IndoClimb dengan FX Sudirman resmi bekerjasama, untuk menghadirkan indoor climbing gym pertama di pusat kota Jakarta, sekaligus jadi wadah latihan atlet panjat tebing nasional. Kesepakatan itu dilakukan di Kawasan Sudirman, Jakarta, pada Selasa (11/12) (dreamclimbingwalls.com)

Jakarta- Rock climbing merupakan olahraga outdoor yang melibatkan petualangan, adrenalin, dan kebugaran fisik. Aktifitas rock climbing tak sedikit serta berbahaya seperti dibayangkan sebagian orang. Bila dilakukan dengan dengan peralatan yang lengkap, serta teknik yang benar. Terlebih, olahraga ini memiliki komunitas yang besar di Indonesia dan mancanegara. Kini, olahraga outdoor dan extreme berkembang dan mulai digemari berbagai kalangan. Namun, untuk melakukan aktifitas rock climbing di alam bebas setiap hari, bagi masyarakat perkotaan tak memungkinkan. Sehingga, dibutuhkan lokasi yang terletak di pusat perkotaan agar rock climbers bisa berlatih. Di negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura dan negara Asia Tenggara lainnya, rock climbing sudah populer dan memiliki fasilitas climbing gym di pusat kota, sehingga sudah menjadi urban lifestyle bagi masyarakat perkotaan. Untuk itu, IndoClimb dengan FX Sudirman resmi bekerjasama, untuk menghadirkan indoor climbing gym pertama di pusat kota Jakarta, sekaligus wadah latihan atlet panjat tebing nasional. Denny Maruhum Pasaribu, Vice President Marketing Communication dan Komersial FX Sudirman, mengaku indoor climbing gym sesungguhnya sudah ada. Namun, tak berkembang dengan baik. “Kami melihat tak hanya dari sisi bisnis. Sebab, FX s itu merupakan home of sport. Dan, kami lihat ide membangun indoor climbing gym adalah peluang, dan sesuatu yang berbeda,” ujar Denny, di Jakarta, pada Selasa (11/12). “Bedanya, di tempat lain tidak strategis. Apalagi di kawasan ini rata-rata mereka adalah orang kantoran, yang suka berolahraga, yang sifatnya urban lifestyle. Jadi ini sebenarnya peluang besar,” lanjutnya.Terlebih, tambah Denny, paska Asian Games 2019 harus terus dijaga momentumnya. Sedangkan Fedi Fianto, dari pihak IndoClimb, mengungkapkan indoor climbing gym menjadi tempat ideal untuk semua kategori, mulai speed, lead dan boulder. “Kami pastikan arenanya sangat aman. Untuk speed record itu tingginya mencapai 15 meter, sedangkan lead bisa sampai 18 meter,” terang Fedi. Ketiganya bisa dinikmati pengunjung umum dan akan diadakan kelas program bagi yang ingin mendalami. Namun fasilitas panjat tebing ini baru akan hadir pada bulan April 2019. “Yang speed 15 meter, boulder yang cukup luas, pendek karena buruh movement dan tidak terlalu tinggi, dan lead climbing tingginya 18 meter,” jelas Fedi. Nantinya, tiket panjat tebing indoor ini akan dibandrol sekitar Rp 150.000 untuk satu hari dan tidak terbatas jam. Perbedaan Climbing gym di kawasan sentra olahraga Jakarta ini dengan tempat lain, yakni skenario rute memanjat yang bisa diubah, demi meningkatkan teknik pemanjat. Kehadiran indoor climbing gym ini adalah salah satu upaya melahirkan atlet muda panjat tebing. “Semoga makin banyak indoor climbing gym. Di Jepang, mereka punya ratusan arena seperti ini. Mereka kadang pusing menentukan atlet untuk timnas, karena atletnya terlalu banyak,” cetus Aspar Jaelolo, atlet pelatnas panjat tebing,. Ia berharap makin banyak pihak yang bisa menghadirkan indoor climbing gym, serta menggelar event. “Selain atlet-atlet nasional yang berlatih ditempat ini nantinya, juga bisa mengundang juara dunia, sehingga makin menarik minat masyarakat untuk datang ke indoor climbing gym,” tukas kampiun dunia di Wujiang 2018, China itu. (Adt)

Sembilan Atlet Indonesia Berlaga di Kejuaraan Asia, Lawan Pecatur Super Grandmaster

PB Percasi mengirim kontingen catur Indonesia berjumlah sembilan atlet, yang terdiri dari lima pria dan empat wanita, menuju Makati, Filipina, tampil dalam ajang 17th Asian Continental Chess Championship 2018. (beritsatu.com)

Jakarta- PB Persatuan Catur Seluruh Indonesi (PB Percasi) mengirim sembilan pecatur Indonesia, terdiri atas lima pria dan empat perempuan, ke 17th Asian Continental Chess Championship 2018, di Makati, Filipina, 9-19 Desember 2018. Turnamen ini menjadi ajang pecatur Indonesia melawan pecatur kaliber dunia, yang berasal dari Asia. “Pecatur China masih menjadi yang terkuat di dalam ajang kali ini. Mereka mengirim pecatur Super Grandmaster, Wang Hao (2730) dan Wei Yi (2828) yang merupakan unggulan pertama dan kedua, dalam ajang pertarungan perorangan ini,” ujar Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi, Kristianus Liem dalam rilisnya, Minggu (9/12). Kristianus Liem menambahkan, PB Percasi mengirimkan lima orang pecatur putra, yaitu GM Susanto Megaranto, IM Novendra Priasmoro, IM Sean Winshand Cuhendi, IM Yoseph Theolifus Taher, dan FM Mohamad Ervan, sedangkan pecatur Putri adalah WGM Medina Warda Aulia, WIM Dewi Ardhiani, WIM Dita Karenza, dan WFM Aay Aisyah Anisa. “Pada kompetisi kali ini, PB Percasi kembali mendapatkan dukungan dari Japfa sebagai sponsor utama,” kata Kristianus. Ia juga menjelaskan, dukungan Japfa kali ini merupakan kali kedua pada 2018. Dukungan tersebut cukup membantu para pecatur Indonesia untuk mengasah kemampuan di ajang internasional. “Japfa bercita-cita untuk melahirkan pecatur Indonesia yang mampu menorehkan prestasi gemilang di tingkat Internasional. Dukungan sepanjang 2018 merupakan komitmen Japfa untuk berinvestasi pada ajang prestasi Indonesia di masa datang,” ujar R. Artsanti Alif, head of social investment JApfa. Artsanti menjelaskan, dua dekade lalu, China masih belum memiliki prestasi yang luar biasa di dunia catur. Negri Tirabi bambu itu masih tertinggal jauh dari negara-negara Balkan dan eks Uni Soviet. Tetapi, saat ini, China mampu menduduki posisi teratas di catur dunia. “Bagi Indonesia, cita-cita menjadi juara dunia tentunya masih membutuhkan perjuangan panjang, sebuah perjuangan berat, tapi bukan sebuah hal yang mustahil. Harapannya, tim yang berangkat bisa memperoleh prestasi gemilang di ajang ini,” papar dia. Ajang kali ini memakai format pertandingan utama Catur Standar/Klasik dengan jatah waktu berpikir setiap pemain adalah 90 menit untuk 40 langkah, ditambah 30 menit sampai dengan selesai, dengan increment (bonus waktu) 30 detik setiap langkah sejak langkah pertama. Sistem pertandingan: Swiss 9 Babak. Lima peserta peringkat teratas di kelompok Open berhak maju ke Kejuaraan Catur Dunia pada 2019 mendatang, dan hanya Juara pertama saja di kelompok Women, yang berhak maju ke Kejuaraan Catur Dunia Wanita 2019. Pada ajang yang sama di tahun 2014, International Master (IM) Irine Kharisma Sukandar, berhasil menjadi juara di kategori women, sehingga saat itu ia berhak ikut-serta pada Kejuaraan Catur Dunia Wanita 2015. (Adt)

Dukung Indonesia, Komunitas Golf Filipina Galang Dana Pendidikan Lewat Turnamen

Komunitas Golf Filipina menggalang dana pendidikan lewat turnamen yang berlangsung di Senayan National Golf Club, Jakarta, Minggu (9/12). Event ini untuk menggalang dana pembangunan dan perawatan perpustakaan di Indonesia. (ilustrasi)

Jakarta- Komunitas golf Filipina siap mengikuti turnamen amal Filipino Community in Indonesia (Filcomin) Charity Golf Tournament yang berlangsung di Senayan National Golf Club, Jakarta, pada Minggu (9/12). Dilansir beritsatu.com, Turnamen ini untuk menggalang dana pembangunan dan perawatan perpustakaan di Indonesia. Asosiasi pecinta golf warga Filipina yang tinggal di Indonesia ini mendukung perkembangan pendidikan di Indonesia. Duta Besar Filipina untuk Indonesia, Lee Hiong Wee mengatakan turnamen digelar dengan format 18 hole. Ini merupakan event tahunan yang diselenggarakan sebagai wadah mempererat hubungan masyarakat Filipina dan Indonesia. Dana yang terkumpul nantinya disalurkan untuk membantu sekolah-sekolah umum di Indonesia. “Turnamen golf penggalangan dana bantuan ini menunjukkan simpati Komunitas Filipina di Indonesia, untuk komunitas lokal di Indonesia. Dana yang dikumpulkan bertujuan menghadirkan perpustakaan di sekolah-sekolah umum di Indonesia,” ujar Lee di Kantor Kedutaan Besar Filipina ketika dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (8/12). Lee mengatakan program penggalangan dana untuk membangun perpustakaan itu sudah berlangsung sejak 2013 yang juga bekerjasama dengan organisasi kemanusiaan Rotary Club Indonesia dan sekretariat ASEAN. “Ini adalah turnamen golf pertama kali yang digelar Filcomin untuk menggalang dana sosial. Kami akan pertimbangkan untuk menghadirkan atlet pada penyelenggaraan tahun berikutnya karena Filipina berhasil meraih 2 medali emas pada cabang golf Asian Games 2018 lalu,” kata Lee. Presiden Asosiasi Golf Filcomin, Riche Tiblani mengatakan, 200 pegolf yang akan mengikuti turnamen di Senayan itu terdiri dari peserta pemain golf dan bukan pemain golf asal Filipina. “Dana yang akan kami kumpulkan nanti cukup untuk biaya pembangunan dan perawatan perpustakaan. Bantuannya pun tak hanya buku, namun peralatan olahraga dan peningkatan kompetisi Bahasa Inggris,” katanya tentang target dana yang akan dikumpulkan dari permainan 18 hole di Senayan itu. Tiblani mengatakan organisasinya bersama Rotary Club telah menggalang dana hingga 1,2 juta dolar yang disalurkan melalui Badan Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Dana Darurat bagi Anak-Anak (UNICEF) untuk proyek kesehatan dan pendidikan. “Kami juga turut membantu para korban bencana alam di Palu dengan membangun rumah yang juga bekerjasama dengan organisasi-organisasi internasional,” katanya. Filcomin, lanjut Tiblani, berharap hubungan masyarakat Filipina dan Indonesia akan semakin kokoh dengan penyelenggaraan turnamen golf dan penggalangan dana itu. (Adt)

Abdul Kosim Terjatuh di Panjat Tebing, Jadi Juara Lomba Lari Ekstrem OCR 2018

Abdul Kosim sedang bahagia, wajahnya selalu tersenyum karena dia baru saja menjuarai lomba lari halang rintang super ekstrem, Obstacle Course Race (OCR) Spartan Race, di Johor, Malaysia, pada Minggu (1/12). (spartanrace.my)

Jakarta- Abdul Kosim sedang bahagia, wajahnya selalu tersenyum karena dia baru saja menjuarai lomba lari halang rintang ekstrem, Obstacle Course Race (OCR) Spartan Race. Ajang lari ekstrem yang sedang ngetren ini, digelar di Johor, Malaysia, pada Minggu (1/12). Kosim memenangi nomor Beast (21 km) untuk tingkat Asia Tenggara. “Saya senang sekali, sebab ini prestasi pertama untuk saya, juga Indonesia. Tiga bulan lalu, saya ikut kejuaraan di Putra Jaya, Malaysia, namun hanya bisa 10 besar untuk nomor super atau 13 km,” kata Kosim, pelari asal Bima, NTB, dilansir Tempo.co, pada Kamis (6/12). Kosim sejatinya baru 6 bulan menekuni lari OCR. Sebelumnya dia adalah atlet panjat tebing. Kosim melihat peluang baru berprestasi, setelah dia tersisih dari timnas panjat tebing. Di bawah arahan pelatih Rachmat Rukmantara, Kosim perlahan-lahan menekuni cabang olahraga barunya itu. “Melihat postur Kosim, saya yakin dia mampu berprestasi di lari OCR. Cabang ini tak semata memerlukan daya tahan, namun juga kekuatan dan kelenturan seperti selama ini biasa dihadapi Kosim di panjat tebing,” kata Rachmat, soal pelari berusia 26 tahun itu. OCR adalah lari halang rintang ekstrem yang dibagi dalam 5 nomor dalam setiap lomba, yaitu Sprint (5 km), Super (13 km), Beast (21 km), dan Ultra (50 km). Kosim memenangi nomor Beast. OCR mengombinasikan lari lintas alam, halang rintang, dan panjat tebing. Seorang atlet OCR harus menyelesaikan jarak tertentu dan menaklukkan puluhan rintangan yang sengaja dibikin seperti layaknya pelatihan militer. OCR baru berkembang di Asia Tenggara sekitar 3 tahun terakhir, diawali di Malaysia dan Singapura. “Saya tertantang untuk meraih prestasi lebih tinggi, setelah menang di Johor. Saya ingin bersaing dan diakui sebagai pelari OCR elit dunia,” ujar Kosim bertekad untuk cabang lari yang kini ditekuninya. Lantaran mampu berprestasi bagus di tingkat Asia Tenggara, Kosim lantas direncanakan untuk meningkatkan raihannya di level Asia Pasifik dan Dunia. “Tahun depan Kosim dijadwalkan ikut 3 ajang Spartan Race Asia Pasifik. Kalau dapat sponsor, bukan tidak mungkin dia akan mencoba ke tingkat dunia,” cetus Rachmat. Rachmat menambahkan lari halang rintang ultra OCR ini direncanakan tampil di ajang SEA Games 2019 Filipina sebagai cabang eksebisi. “Ini kesempatan Indonesia menambah medali, jika OCR nantinya dikompetisikan secara resmi di SEA Games atau kompetisi multi cabang lainnya,” pungkasnya soal lomba lari ekstrem jenis baru ini. (Adt)

Thunder11 dan Sahabat Olahraga Gelar Diskusi, Datangkan Pelatih dan Atlet Peraih Emas Asian Games 2018

Dalam acara forum diskusi terbuka di Bekasi, hadiri Iko Uwais (kaos putih/Founder Thunder11), bersama Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto (kaos merah) serta Taufik Krisna (Pelatih Atlet Nasional Taekwondo Indonesia), Anis Fuad (CEO Sahabat Olahraga), Defia Rosmaniar (Peraih Medali Emas Asian Games 2018), dan Sandy Suardi (Pelatih Fisik Atlet Nasional Taekwondo Indonesia). (istimewa)

Bekasi- Thunder11 Martial arts yang didirikan oleh Iko Uwais, berkolaborasi bersama Sahabat Olahraga (sahabatolahraga.com), menggelar forum diskusi terbuka bersama ratusan anggota komunitas olahraga dan beladiri di Bekasi, bertajuk Membangun Generasi Emas Indonesia, pada Senin (3/12). Hadir pada acara ini, Founder Thunder11 Martial Arts Iko Uwais yang baru saja menyelesaikan Musim Pertama Serial Televisi Netflix, berujudul Wu Assassins, mengatakan diskusi ini merupakan wujud nyata dari kontribusi Thunder11, untuk masyarakat Bekasi. “Berdiri pertama kali di kota yang tumbuh dengan sangat pesat, kami berharap Thunder11 mampu menjadi katalis pertumbuhan budaya beladiri dalam masyarakat Bekasi. Salah satu dari katalisasi tersebut adalah event ini yang mampu mengumpulkan para praktisi di bidang beladiri,” ujar Iko. Iko juga turut memberi apresiasinya pada atlet dan pelatih peraih emas cabang beladiri Asian Games 2018, yang hadir dan berbagi materi cerita suskses sebagai motivasi kepada para peserta yang telah hadir. Peraih medali emas nomor poomsae individu putri Asian Games 2018, Defia Rosmaniar, Taufik Krisna (Pelatih Taekwondo Timnas Indonesia nomor kyorugi putri) dan Sandy Suardi (Pelatih Fisik Timnas Taekwondo), tampak dalam diskusi ini. Berlangsung di Hotel Horison Ultima, Bekasi, acara ini dibuka oleh Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto, didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Bekasi, Tedy Hafni. “Sebagai kota yang berkembang pesat, Bekasi butuh sumber daya manusia yang unggul dan tangguh. Kami butuh lebih banyak generasi emas demi menunjang semua hal itu. Saya optimis bahwa dengan kolaborasi berbagai pihak termasuk hari ini bersama Thunder11 dan Sahabat Olahraga, Kota Bekasi dapat semakin melaju cepat,” ujar Tri. Selama sesi berlangsung, Defia yang hadir sebagai salah satu pembicara, mengutarakan jika perjalanannya meraih emas bukanlah perjalanan yang singkat dan mudah karena membutuhkan semangat juang yang tak kenal lelah. “Sempat saya merasa ingin berhenti kalau sedang latihan, apalagi menjelang kompetisi. Tapi, demi sebuah tujuan yaitu mengharumkan nama bangsa, saya teruskan berlatih sampai saya bisa memetik susesnya suatu saat nanti,” ujar Defia, mengenai kunci suksesnya. Setelah perhelatan pertama ini, Thunder11 juga akan mengadakan sesi diskusi selanjutnya dengan tema serta pembica yang berbeda untuk mendukung majunya martial arts Indonesia. (Pras/NYSN)

Kirim Sembilan Petinju di Kejurnas Tinju Amatir Lampung, Pertina DKI Bidik Dua Emas

Tim tinju DKI Jaya yang bermaterikan sembilan petinju diantaranya petinju wanita nasional berusia 21 tahun, Novita Sinadia, membidik target dua medali emas dalam Kejuaraan Nasional Tinju Amatir Elite 2018, di GOR Saburai, Bandar Lampung, 5-12 Desember. (Pertina DKI)

Jakarta- Tim tinju DKI Jaya membidik target dua medali emas dalam Kejuaraan Nasional Tinju Amatir Elite 2018, di GOR Saburai, Bandar Lampung, 5-12 Desember. “Dalam kejurnas ini, kami menurunkan sebanyak 9 petinju,” ujar Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PB Pertina) DKI Jaya, Hengky Silatang SH. Tim asal ibukota ini bermaterikan petinju-petinju nasional diantaranya, Vinky Montolalu kelas 75 kilogram, Aldom Sugoro (52 kilogram), Mathias Mandiangan (60 kilogram), serta petinju wanita kelahiran Manado, Novita Sinadia (21 tahun), di kelas terbang 51 kilogram. “Kejurnas ini jadi barometer persiapan menuju Pra-Kualifikasi PON 2029. Target kami adalah meloloskan sebanyak mungkin petinju, di setiap kelas yang dipertandingkan,” tukas Hengky, usai melepas para petinju di Hotel Atlet Century, Jakarta, awal pekan ini. Ia juga mengatakan, tim tinju DKI Jaya melakukan persiapan yang cukup panjang jelang event PON 2020 Papua. Mereka juga telah digembleng di HS Camp Ciseeng selama tiga bulan. Namun, di sisi lain, Hengky menyayangkan bahwa dalam kejurnas kali ini, wasit asal DKI Jaya tidak diakomodir tanpa alasan yang jelas. “Ini kami anggap adalah hal yang tidak masuk akal. Padahal, seharusnya semua daerah mengirim atlet dan juga wasit dalam kejurnas,” paparnya lagi. Terpisah, pelatih tim DKI, Hugo Muslim mengatakan, saat ini peta kekuatan para petinju di kejurnas merata. “Kondisi para petinju sudah siap untuk bertanding. Mereka, tinggal jaga kondisi saja. Dan ajang ini juga dijadikan seleksi untuk pembentukan kerangka tim SEA Games Filipina 2019. Apalagi, peta kekuatan tiap provinsi juga merata,” tandasnya. Kejuaraan Nasional Tinju Amatir Elite 2018 ini, sejatinya sudan mulai di gelar sejak Senin (3/12), di GOR Saburai, Bandar Lampung, Lampung, dan memperebutkan tiga piala bergengsi, yakni Piala Gubernur, Piala Kapolda dan Piala Danrem. (Adt)

Tampil Tanpa Target, Boling Indonesia Sabet Perak di Kejuaraan Dunia di Hong Kong

Tim Boling Indonesia sukses meraih medali perak pada Kejuaraan Dunia Team Trio Event, yang berlangsung di Hong Kong. Tim Indonesia 1 yang terdiri Hardy Rachmadian, Ryan Leonard Lalisang, dan Billy Muhammad Islam, takluk dari Amerika Serikat, dengan skor 551-632 (PB. PBI)

Jakarta- Tim boling Indonesia sukses menyabet medali perak pada Kejuaraan Dunia Team Trio Event, di Hong Kong, yang berlangsung 23 November – 5 Desember 2018. Manajer Tim Boling Indonesia, Gatot Aryo, pada Selasa (4/12) menyebut hasil di kejuaraan ini merupakan momen sejarah. Raihan sebelumnya diukir atlet boling putri Nadia Pramanik, di Kejuaraan Dunia AMF bulan lalu, di Las Vegas Amerika Serikat. “Ini pencapaian terbaik kami, setelah terpuruk di Asian Games dan gagal meraih medali,” ujar Gatot, yang juga Kabid Binpres Pengurus Besar Persatuan Boling Indonesia (PB PBI). Di babak penyisihan yang memainkan 6 gim, tim Indonesia 1 yang terdiri Hardy Rachmadian, Ryan Leonard Lalisang, dan Billy Muhammad Islam ada di posisi ke-2 dengan angka 3.918, di bawah Korea Selatan 3.960. Sementara, posisi ke-3 Swedia 3.883 dan ke-4 Amerika Serikat 3.881. Pada babak semifinal, Tim Amerika Serikat sukses mengalahkan Korea Selatan 695-654. Sedangkan Indonesia menundukkan Swedia 632-591. Di babak final tim Indonesia gagal mengatasi Amerika Serikat kalah 551-632 dan harus puas dengan medali perak. Kejuaraan Dunia World Men Championship diikuti 47 negara dan masing-masing negara mengirimkan 6 atlet putra. “Ini adalah medali pertama Indonesia dalam tiga kali mengikuti Kejuaraan Dunia Putra Boling atau dalam 10 tahun terakhir keikutsertaan kita,” kata pelatih tim boling Indonesia, Thomas Tan, pada Senin (3/12) malam. Thomas yang menemani enam atletnya di Hong Kong mengatakan tim putra Indonesia turun pada lima nomor perlombaan boling dua tahunan itu. Lima nomor itu adalah nomor perorangan, nomor dobel, nomor trio, nomor team lima, dan nomor master. “Sebenarnya, kami mengikuti kejuaraan ini hanya untuk meninjau posisi kami di antara negara yang akan turun dalam SEA Games 2019. Pencapaian kami dalam kejuaraan dunia ini selalu di luar 15 besar. Maka, kami mematok posisi 10 besar sebelum mengikuti kejuaraan pada 2018,” jelasnya. Arti penting perolehan medali kejuaraan dunia putra itu bagi Indonesia, menurut Thomas, adalah peluang tim Garuda untuk meraih dua medali emas pada SEA Games 2019 yaitu pada nomor trio putra dan tim lima putra. “Tim-tim negara lain Asian Tenggara, seperti Singapura, mengirim semua atlet terbaik mereka. Mereka kekuatan penuh dengan tim inti, yang meskipun belum tentu turun dalam SEA Games. Tapi, kami sudah mendapatkan gambaran persaingan nanti,” tambahnya. Tim putra Indonesia masih melanjutkan perjuangan mereka di kejuaraan boling ini, pada Selasa (4/12), untuk nomor master, menyusul Ryan dan Hardy yang lolos sebagai pemain 24 terbaik pada kejuaraan itu. (Adt)

Lawan 79 Negara, Tim Karate Inkanas Dilepas Menuju Shanghai

Kiri ke kanan (atas) Binpres PB Inkanas Mursalim Badoo, Wasekjend Andi Taletting, Ketua Umum Jenderal Pol (Purn) Badrodin Haiti dan Sekjend Irjen Pol Sam Budigusdian, turut melepas enam karateka menuju Kejuaraan WKF Karate 1 Series A di Shanghai, China. (Inkanas)

Jakarta- Ketua Umum Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) Jenderal Pol (Purn) Badrodin Haiti melepas enam atlet yang bakal berlaga di Kejuaraan WKF Karate 1 Series A Shanghai, China, pada 7-9 Desember 2018. Pelepasan itu digelar di Kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan, pada Selasa (4/12). Daftar keenam atlet yang bakal tampil itu yakni Krisda Putri (Kata Individu Putri), Tri Winarni (Kumite -61 Kg Putri), Dwi Fadhilah (Kumite -50 Kg Putri), Andi Jerni (Kumite -50 Kg Putri), Aqtur (Kumite -67 Kg Putra) dan Aditya (Kumite +84 Kg Putra). Adapun pendamping tim Karate Indonesia yang bernamakan INKANAS EMAS ini adalah Mursalim Bado’o (Manager), Ricky Muchtar (Official) Yedih Lesmana (Pelatih), Aam Siti Aisyah (Pelatih) dan Donny Zaiko (Pelatih). Kejuaraan yang diselenggarakan oleh World Karate Federation ini, diikuti 79 negara dari seluruh dunia. Kejuaraan ini merupakan ajang untuk meraih poin menuju Olimpiade Tokyo 2020. Kegiatan ini sebagai bentuk keseriusan Badrodin Haiti dalam membina atlet Karate Inkanas, yang secara aktif mengirimkan atlet berprestasi unjuk kebolehan di ajang internasional. Terutama, ajang resmi World Karate Federation (WKF). “Kesempatan ini jangan disia-siakan dan dimanfaatkan betul oleh atlet. Selain itu, kedepannya para pelatih perlu untuk mendapatkan kesempatan di event international untuk memperoleh sertifikasi International,” ujar Badrodin. Hal senada diucapkan oleh Sekretaris Jenderal PB Inkanas, Irjen Pol Sam Budigusdian. Dalam kesempatan yang sama dia menerangkan bahwa PB Inkanas berkomitmen agar dapat berpartisipasi pada setiap seri Kejuaraan International WKF ini. (Adt) Daftar Kontingen Indonesia Atlet Krisda Putri (Kata Individu Putri), Tri Winarni (Kumite -61 kg Putri), Dwi Fadhilah (Kumite -50 kg Putri), Andi Jerni (Kumite -50 kg Putri), Aqtur (Kumite -67 kg Putra),Aditya (Kumite +84 kg Putra) Pendamping Mursalim Bado’o (Manager), Ricky Muchtar (Official), Yedih Lesmana (Pelatih), Aam Siti Aisyah (Pelatih), Donny Zaiko (Pelatih)

Berburu Poin Olimpiade Tokyo, Inkanas Siapkan Karateka Tampil di Shanghai

Menuju Olimpiade Tokyo 2020, Perguruan Karate Institut Karate-Do Nasional (Inkanas), menyiapkan 6 orang atlet tampil di Kejuaraan WKF Karate 1 Series A, di Shanghai, China, pada 7-9 Desember 2018. (istimewa)

Jakarta- Perguruan Karate Institut Karate-Do Nasional (Inkanas), yang dipimpin oleh Ketua Umum Jenderal Pol (Purn) Badrodin Haiti, sudah menyiapkan 6 orang atlet untuk mengikuti Kejuaraan WKF Karate 1 Series A, di Shanghai, China, pada 7-9 Desember 2018. Kejuaraan yang diselenggarakan oleh World Karate Federation (WKF), diikuti oleh 79 negara dari seluruh dunia, yang akan berlomba untuk meraih poin menuju Olimpiade Tokyo 2020. Pada Olimpiade Tokyo ini, Karate pertama kali secara resmi akan ditandingkan di Olimpiade. Untuk mencapai hal ini, karateka Indonesia harus tampil di sejumlah kejuaraan Federasi Karate Dunia mengumpulkan rating poin (seperti bulutangkis). Sebagai syarat tampil pada Olimpiade 2020 Tokyo, para karateka harus bisa masuk 100 besar di peringkat WKF. Agar menjaga peluang para karatekanya bisa tampil di Tokyo, Inkanas memberi kesempatan tampil di ajang WKF, baik kejuaraan dunia, WKF Premier League, maupun Series A. Guna mempersiapkan hal itu, Inkanas selenggarakan Training Camp (TC) sejak 27 November, hingga tanggal keberangkatan pada Selasa (4/12). Selain Mursalim Badoo sebagai pelatih kepala, tim yang bernamakan Inkanas Emas ini, turut didampingi pelatih Yedih Lesmana, Donny Zaiko, Aam Siti Aisyah, dan Official Ricky Muchtar. Mursalim yang juga menjadi manajer mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan tahap awal Bidang Prestasi PB INKANAS, di kepengurusan 2018-2021. Sedangkan, atlet-atlet yang akan bertanding adalah Krisda Putri (Kata Perorangan Putri), Dwi Fadhilah (Kumite Putri -50 Kg), Tri Winarni (Kumite Putri -61 Kg), Andi Mesyara Jerni (Kumite Putri -50 Kg), Aqtur Dimarsyah (Kumite Putra -67 Kg) dan Aditya Suhendar (Kumite Putra +84 Kg). Ketua Dewan Guru PB Inkanas, Shihan Ellong Tjandra, memberi dukungan penuh pada ajang ini. “Saya berharap nanti makin banyak atlet PB Inkanas yang dikirim ke Kejuaraan International. Begitu pula, untuk pengiriman Wasit dan Pelatih, dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM),” ujarnya. Hal senada diucapkan oleh Wakil Ketua Bidang Luar Negeri PB Inkanas, Ricky Muchtar. Sesuai arahan Ketua Umum yang merupakan mantan Kapolri, Inkanas sangat fokus untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat Internasional. Inkanas juga akan mengirimkan beberapa Karate-Ka untuk berlatih ke Jepang, di akhir Januari 2019. “Selain pengiriman atlet ke Kejuaraan di Luar Negeri, Inkanas akan mendatangkan 2 orang pelatih, dari Dojo Pusat Jepang yakni Takashi Yamaguchi (DAN VII) dan mantan juara Dunia, Shinji Nagaki (DAN V), pada 15-19 Desember 2018 di Surabaya dan Medan,” kata Ricky, melalui keterangan tertulisnya, Minggu (2/11). (Adt)

Jawa Timur Juara Umum Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018, Nurul Iqamah Sabet Emas Hari Terakhir

Pada Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018 yang berlangsung di Solo Sport Climbing Center, Kompleks Stadion Manahan, Solo 27 November-2 Desember, Jatim kembali menjadi nomor satu. Mereka total mengumpulkan delapan emas, enam perak, dan tiga perunggu. (suaramerdeka.com)

Solo- Atlet panjat tebing putri Nusa Tenggara Barat (NTB), Nurul Iqamah, menuntaskan hari terakhir Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018 dengan meraih medali emas. Pada final nomor combined putri yang digelar, Minggu (2/12), atlet kelahiran Bima, 6 Mei 1995, sukses menjadi yang terbaik. Nurul mencatat 2 poin di kategori speed, 1 poin di kategori boulder, dan 4 poin di kategori lead. Catatan tersebut sukses membuatnya unggul dari atlet tuan rumah yaitu Jawa Tengah, yang mendapat medali perak. Jawa Tengah yang menurunkan Aries Susanti Rahayu, mendapat medali perak dengan perolehan 1 poin di kategori speed, 2 poin di kategori boulder, dan 5 poin di kategori lead. Sementara itu, Widia Fujiyanti yang merupakan atlet Jawa Barat, meraih medali perunggu. Widia mencatat 3 poin di kategori speed, 3,5 di kategori boulder, dan 2 poin di kategori lead. Pada Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018 yang berlangsung di Solo Sport Climbing Center, Kompleks Stadion Manahan, Solo 27 November-2 Desember, Jatim kembali menjadi nomor satu. Jawa Timur kembali menjadi juara umum dalam kejuaraan nasional panjat tebing, setelah pada Kejurnas 2017 di Jogjakarta, tim Kota Pahlawan itu menjadi juara umum. Untuk tahun ini, mereka total mengumpulkan delapan medali emas, enam perak, dan tiga perunggu. Medali emas Jatim didapat dari nomor boulder perorangan putra, boulder perorangan putri, boulder tim putra, lead tim putra, lead tim putri, speed klasik putra, speed track perorangan putri, dan combined putra. Sementara, medali perak didapat dari nomor speed WR rellay putra, speed WR rellay putri, boulder perorangan putra, boulder tim putri, speed klasik perorangan putra, dan speed klasik perorangan putri. Dan medali perunggu didapat dari nomor lead perorangan putri, speed klasik perorangan putri, dan speed track perorangan putra. Manajer sekaligus pelatih Kontingen Jatim, Galar Pandu Asmoro mengaku, bersyukur dengan pencapaian saat ini lantaran melihat persaingan dari Jawa Tengah dan dari daerah lain sudah mulai ketat. “(Persaingan ketat) dari hari pertama, terlebih dengan Jateng sebagai tuan rumah,” ujar Galar, pada Minggu (2/12). Galar juga menyebutkan, perolehan emas kali ini mampu melebihi target emas yang dicanangkan. “Kalau target Jatim lima emas. Ini lebih dari target,” ungkapnya. Meski demikian, Galar mengakui ada target nomor yang meleset di samping nomor lain yang sesuai target. Nomor tersebut yakni speed WR rellay yang baik putra maupun putri direbut Jawa Tengah. Menurutnya, hasil ini bisa dicapai karena Jatim memiliki pola pembinaan yang baik. “Kami dari tim Jatim puslatda (pemusatan latihan daerah) jangka panjang. Jadi, selalu nyambung dan kontinyu,” katanya. Ketua Umum Pengda FPTI Jatim, Danu Iswara, senang Jatim bisa mempertahankan gelar juara umum. Namun, ia mengakui akan ada evaluasi yang dilakukan usai Kejurnas. “Banyak yang perlu dievaluasi juga karena ga semua provinsi hadir dan ada provinsi lain yang persiapannya belum maksimal,” katanya. Menurutnya, Jatim akan memperkuat nomor speed karena masih didominasi Jawa Tengah. Sementara itu, peringkat kedua diduduki Jawa Tengah dengan empat emas, empat perak, dan tiga perunggu. Emas Jateng didapat dari speed WR perorangan putri, speed WR rellay putra, speed WR rellay putri, dan boulder tim putri. Medali perak didapat dari speed WR perorangan putra, boulder tim putra, lead perorangan putra, dan combined putri. Perunggu diperoleh dari speed WR perorangan putri, lead tim putri, dan combined putra. Peringkat ketiga diduduki DKI Jakarta dengan dua emas, satu perak, dan tiga perunggu. Emas DKI didapat dari speed WR perorangan putra dan speed track perorangan putra. Lalu, Perak dari speed WR perorangan putri, sedangkan perunggu dari speed WR rellay putri, lead perorangan putra, dan speed track perorangan putri. (Adt)

Kunjungi Jakarta, Pegolf Putri Nomor 1 Dunia Asal Thailand Beri Resep Sukses ke Atlet Junior Indonesia

Pegolf putri ranking satu dunia versi LPGA (The Ladies Professional Golf Association), Ariya Jutanugarn, yang baru berusia 23 tahun, berbagi pengalaman dengan pegolf junior Indonesia dalam acara “Golf Inspiration”. (beritasatu.com)

Jakarta- Pegolf putri ranking satu dunia versi LPGA (The Ladies Professional Golf Association), Ariya Jutanugarn, berbagi pengalaman dengan pegolf junior Indonesia dalam acara “Golf Inspiration”. Pegolf asal Thailand itu ingin menularkan passion dalam golf kepada pegolf muda Indonesia. Jutanugarn berbagi inspirasi di depan 50 pegolf junior dalam acara yang digelar SCG (Siam Cement Group) di Jakarta, pada Sabtu (1/12). Ia mengaku, sangat mencintai golf dan yakin jika olahraga ini adalah passion-nya. Didorong dengan semangat yang sama, Jutanugarn dan SCG ingin menginspirasi orang lain untuk mengejar mimpi mereka. “Apa yang saya pelajari dari kisah sukses kebanyakan orang adalah, bahwa mereka bekerja bukan karena uang, tapi karena cinta,” ujar Jutanugarn. “Orang yang sukses juga memiliki tujuan jelas yang mendorong mereka menghargai hidup setiap hari dan mengetahui apa yang akan mereka lakukan saat bangun di pagi hari,” lanjutnya. Ia pun melihat semangat yang luar biasa dari generasi muda Indonesia mengejar passion mereka dan menjadi orang yang lebih baik setiap harinya. “Tips dari saya untuk berhasil mengejar passion mereka adalah, pahami dan temukan passion sesungguhnya, dan selalu berikan usaha 110% meraih passion atau impian tersebut” jelasnya. Sementara itu, Country Director SCG Indonesia, Nantapong Chantrakul, menambahkan, olahraga adalah sarana yang baik untuk membangun kepercayaan diri generasi muda, mendorong perkembangan ekonomi dan menciptakan perdamaian di kawasan regional. “Bagi SCG, olahraga adalah salah satu energi pendorong pembangunan masyarakat dan negara. Acara ini menjadi bagian dari passion kami, mendukung perkembangan olahraga. Kami yakin bahwa olahraga berdampak positif pada generasi muda dalam hal mengembangkan potensi diri,” jelas Nantapong. SCG telah mendukung Jutanugarn sejak ia memulai karir golf profesionalnya. Sejak kecil, Jutanugarn adalah pegolf muda yang penuh semangat dan memiliki dedikasi yang kuat, moral yang baik, dan ketekunan. Dara kelahiran Bangkok, 23 November 1995, adalah golfer pertama Asia Tenggara, yang menduduki peringkat pertama di LPGA. Pada usia 21 tahun 6 bulan 20 hari, wanita yang akrab disapa May ini adalah pegolf wanita termuda kedua, yang meraih pucuk ranking pegolf wanita dunia. Ia menjadi pegolf Thailand pertama, yang akhirnya memiliki gelar nomor satu dunia. Belum pernah ada pegolf Thailand, baik laki-laki atau perempuan, di nomor satu dunia sebelumnya. “Jutanugarn adalah teladan bagi orang yang memiliki semangat ‘Passion for Better’. Dan kami lihat banyak potensi di dalam dirinya. Saat ini, kami berkolaborasi dengan Jutanugarn untuk membagikan passion-nya kepada para pemuda Indonesia,” pungkasnya. (Adt)

Spiderwoman Aries Susanti Sabet Emas Speed World Record, Pemanjat Junior Berthdigna Taklukan Atlet Pelatnas

Aries Susanti Rahayu (Jawa Tengah) meraih medali emas nomor speed world record putri Kejurnas Panjat Tebing di Solo, Jawa Tengah, usai mengalahkan rekan satu Pelatnas Puji Lestari (kiri), pada Jumat (30/11). Sementara, pemanjat junior 19 tahun, Berthdigna Devi Surya Kusuma (kanan), mendapat perunggu. (FPTI)

Solo- Perebutan medali emas nomor speed world record putri kejuraan nasional (Kejurnas) XVII seakan mengulang momen Asian Games 2018 lalu. Spiderwomen Grobogan Aries Susanti Rahayu, kembali berduel dengan Puji Lestari di Solo Sport Climbing Center, Kompleks Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (30/11). Mewakili Jawa Tengah, Aries memenangi duel panas, dengan Puji, usai mencatat catatan waktu 7,76 detik. Sedangkan Puji yang merupakan utusan DKI Jakarta, mengoleksi waktu 8,92 detik. Di pertandingan lain, suasana panas juga terjadi dalam perebutan medali perunggu. Atlet 19 tahun asal Blora, Berthdigna Devi Surya Kusuma berhadapan dengan atlet nasional asal Banten, Rajiah Salsabillah. Bertha, sapaanya, yang membela Jawa Tengah, berhasil memenangkan pertandingan, setelah Rajiah sempat terpeleset. Catatan waktu Bertha 8,74 detik, sedangkan Rajiah 8,85 detik. Bagi mahasiswi Universitas Dian Nuswantoro, Semarang, Fakultas Bisnis ini begitu berkesan, karena dirinya bisa mengalahkan atlet nasional dan lebih senior darinya. “Nggak nyangka, Alhamdulillah banget bisa menang,” ujar dara kelahiran Kudus, 21 September 1999. Kemenangan Bertha disambut positif oleh Puji dan Aries. Ini menunjukkan adanya regenerasi yang bagus di speed. “Semoga akan ada lebih banyak atlet-atlet junior yang berprestasi sehingga panjat tebing semakin dikenal luas oleh masyarakat,” ujar Aries kelahiran Grobogan, Jawa Tengah, 21 Maret 1995 itu. Sementara itu, dibagian putra, Aspar Jaelolo (DKI Jakarta) berhasil mengunci medali emas nomor speed world record setelah menyingkirkan rekan satu Pelatnas Alfian M. Fajri (Jawa Tengah). Aspar berhasil meraih medali emas dengan catatan waktu 6,78 detik, sedangkan Alfian hanya mencetak waktu 7,30 detik. Lalu, Pangeran Septo Wibowo Siburian yang merupakan atlet Pelatnas harus rela menyerahkan medali perunggu akibat kalah cepat dengan Wira Hutanianto. Catatan waktu Wira 5,95 detik, sedangkan Pangeran 6,96 detik. Wira mengaku bangga dengan perolehan medali perunggu ini. Ia tak menyangka mampu mengalahkan atlet nasional yang jam terbangnya jauh lebih tinggi. “Saya senang sekali, nggak nyangka bisa satu karantina sama atlet-atlet Pelatnas. Ini pertama kalinya bagi saya,” tukas Wira. (Adt)

Anak Penjual Martabak di Solo, Jadi Juara Karate Internasional di Belgia

Nandana Putra Purnama (11), Siswa kelas V SD Al Islam 2 Jamsaren, Solo, diapit ayah dan ibunya didepan rumah mereka yang sederhana, serta membawa piala hasil juara di 3rd edition of International Karate Open of Province de Liege, Herstal, Belgia, 14-21 November lalu. (medcom.id)

Solo- Tak ada yang istimewa dari rumah berwarna krem di Jalan Ponconoko I, Tipes, Serengan, Solo, Jawa Tengah ini. Bahkan beberapa cat di bagian pintunya tampak telah mengelupas. Sebuah gerobak bertulis ‘Martabak Bagong’, terparkir di sisi timur rumah. Siapa sangka, rumah serta gerobak itu telah menjadi saksi bisu perjuangan Nandana Putra Purnama (12). Nanda, sapaannya, adalah juara internasional di ajang 3rd edition of International Karate Open of Province de Liege, Herstal, Belgia, pada 14-21 November 2018 lalu. Selain meraih emas di nomor kumite putra, ia juga mengukir medali emas untuk nomor Kata. “Di sini, kami masih ngontrak,” ungkap ayah Nanda, Rohman Sidik Purnomo, akhir pekan lalu, dilansir Medcom.id. Nanda adalah anak kedua dari pasangan Rohman Sidik Purnomo (41) dan Nuryani Puji Lestari (37). Sehari-hari, Rohman bekerja menjual martabak di Jalan Radjiman, Solo. Rohman berjualan setiap pukul 17.00 WIB hingga 22.00 WIB. Sedangkan istrinya adalah ibu rumah tangga biasa. Penghasilan sebagai penjual martabak, lanjut Rohman, memang tak seberapa. Namun semangat Rohman untuk mengasah potensi anak keduanya dalam bidang karate tak pernah surut. Nanda, ucap Rohman, menggemari olahraga karate sejak duduk di kelas TK nol besar. Potensi bocah kelahiran Solo, 6 September 2007 itu, dipengaruhi oleh minat Nanda saat menonotn film laga Ultraman. “Sejak bayi, ia suka nonton Ultraman,” sahut Rohman sembari tertawa dan menunjukkan koleksi keping VCD film Ultraman di rumahnya. Selama menggeluti karate, seringkali Nanda mengikuti berbagai kompetisi karate. Hanya saja, mereka sering terbentur biaya pendaftaran, transportasi dan akomodasi. Terlebih jika kompetisi digelar di luar kota. Sebab, keluarga Rohman hanya mengandalkan penghasilan jualan martabak yang setiap hari tak tentu jumlahnya. “Kuncinya Nanda harus tahu tanggal kompetisi, minimal sebulan sebelumnya. Jadi, kami menabung lebih dahulu untuk bayar pendaftaran dan akomodasi,” terang Rohman. Ia menyebut akan menabung sehari Rp20ribu, jika Nanda memberi jadwal sebuah kompetisi. Selain kompetisi, Rohman mengaku perlengkapan karate tidaklah murah. Satu set perlengkapan mulai dari kostum, hingga pelindung dan sabuk, bahkan bisa mencapai Rp7 juta. Namun bukan Rohman namanya, jika menyerah pada mimpi anaknya menjadi juara karate. Perjuangannya sebagai tulang punggung keluarga tidak sia-sia. Meniti kompetisi demi kompetisi, Nanda pun akhirnya memenangi kejuaraan karate tingkat internasional di Herstal, Belgia. Disiplin. Demikian Rohman mengungkapkan kunci kesuksesan anaknya. Di rumah, Rohman selalu menanamkan bahwa kedisiplinan penting untuk selalu diterapkan. “Shalat harus tepat waktu, begitu juga dengan latihan,” ujar bapak dua anak tersebut. Sejak meminta izin mengikuti karate, Rohman tak pernah khawatir anaknya menyalahgunakan karate untuk berkelahi. Sebab Nanda, akunya, adalah anak pintar, pengertian dan tidak neko-neko. “Kalau di rumah sering juga bantuin saya membeli bahan untuk jualan martabak,” beber pria berusia 41 tahun itu sembari tersenyum. Terus mengasah potensi Nanda dan menyekolahkan putranya hingga perguruan tinggi menjadi impian Rohman dan istrinya. Ia berharap, dari prestasinya suatu saat Nanda akan mendapatkan beasiswa hingga jenjang universitas. Sebelum tampil di Belgia, Nanda menyabet gelar Juara dalam putaran final Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabor Karate, yang berlangsung di Jogja, September lalu. Siswa kelas V SD Al Islam 2 Jamsaren ini, mengalahkan wakil Kalimantan Timur di partai puncak. Ia meraih medali emas dari nomor kumite tingkat SD/MI. Beruntung, Pemerintah Kota Solo, Jawa Tengah, akhirnya berjanji menjamin pendidikan untuk anak berprestasi tersebut. Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo akan memberikan kemudahan Nanda untuk masuk ke Kelas Khusus Olahraga (KKO) di SMPN 1 Surakarta. “Minimal itu yang bisa kita berikan,” kata Rudy pada Senin (26/11). Menurutnya, KKO yang dimiliki Pemkot Solo tepat membina prestasi Nanda. Apalagi, KKO juga menyediakan kelas khusus untuk olahraga karate. Selain menjamin pendidikan untuk Nanda, pemerintah Solo juga akan berusaha memberi hadiah prestasi, dalam bentuk uang pembinaan. Rudy, begitu dia disapa, belum dapat menjanjikan kapan hadiah itu bisa cair. “Kalau untuk dana tidak terencana seperti ini kan kita kesulitan. Sekarang selain bencana tidak bisa cair. Tapi kita tetap akan usahakan,” ujar Rudy. (Adt)

Tampil Impresif di Kejurnas Panjat Tebing, Lead Tim Putra Sumbang Emas Pertama Bagi Jawa Timur

Lead tim putra kontingen Jawa Timur (kaos hijau), akhirnya sukses meraih medali emas pada hari pertama, pelaksanaan Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018, di Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (28/11). (FPTI)

Solo- Kontingen Jawa Timur (Jatim) menyabet satu medali emas dan satu medali perak pada hari pertama kejuaraan nasional (Kejurnas) XVII Panjat Tebing 2018, pada Rabu (28/11), di Solo Sport Climbing Center, Solo, Jawa Tengah (Jateng). Medali emas didapat dari kategori lead tim putra. Sedangkan perak didapat dari boulder tim putri. Lead tim putra Jatim dihuni Yohanes Angel Rossy Que, Akbar Huda Wardana, dan Fatchur Roji. Untuk medali perak lead tim putra direbut kontingen Jabar yang diperkuat Muhammad Rizal Ramdhan, Dimas Wahyu NR, dan Bim Sigrid. Dan, medali perunggu direbut kontingen Bali yang menurunkan Rifaldi Ode Sandjaya, Danes Devrian Sandehang, dan Temi Teli Lasa. Sementara itu, Jatim juga meraih medali perak melalui boulder tim putri. Jatim menurunkan Pradeva Adelin, Choirul Umi Cahyaning Ayub, Fitria Hartani, dan Amanda Nanda Mutia. Dalam babak final, boulder tim putri Jatim menorehkan 1 top, 1 zone, 1 AT, dan 6 AZ. Danu Iswara, Ketua Umum Pengda (Pengurus Daerah) FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) Jatim, mengaku bersyukur bisa meraih medali emas dan perak di hari pertama Kejurnas. “Awal yang baik. Semoga performa atlet terus berlanjut sampai hari terakhir Kejurnas,” ujar Danu, pada Rabu (28/11) malam. Dengan raihan ini, Jatim yang merupakan juara umum Kejurnas tahun lalu itu memuncaki klasemen perolehan medali sementara, dengan meraih 1 medali emas dan 1 medali perak. Pada urutan kedua, Jateng mengantongi satu medali emas yang didapat dari tim putri pada kategori Boulder. Sementara kontingen Jabar di posisi ketiga dengan satu medali perak yang diraih tim putra pada kategori Lead. Kontingen Bali menempati posisi keempat dengan satu perak dan dua medali perunggu. Adapun kontingen daerah lain belum mendapat medali pada hari pertama ini. Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018 berlangsung selama lima hari ke depan, mulai 28 November hingga 2 Desember 2018. Diikuti oleh 27 kontingen yang memperebutkan medali pada 18 nomor, termasuk 2 nomor olimpiade yang diikuti 129 atlet. (Adt)