LIMA Badminton 2018 Usai, Kota Bandung Bersiap Gelar Cabor Renang

LIMA 2018 menambah cabang olahraga baru dan menggandeng sponsor GO-Jek. (Prast/NYSN.com)

Jakarta- Liga Mahasiswa (LIMA) di musim keenamnya akan kembali dihelat. Ajang multievent ini pun menambah cabang olahraga baru, sekaligus berpartner dengan GO-JEK sebagai sponsor terbaru. Pada konferensi pers pada Selasa (27/2), CEO Liga Mahasiswa (LIMA), Ryan Gozali, mengumumkan turnamen ini akan ketambahan bola voli sebagai cabang olahraga keenam. Cabang ini melengkapi lima olahraga yang ada di musim-musim sebelumnya, yakni renang, futsal, basket, dan sepak bola. Ada alasan khusus untuk penambahan cabang olahraga tersebut. “Dari data, voli termasuk salah satu olahraga yang populer dan banyak dimainkan di mana-mana,” kata Ryan. LIMA musim ini akan dibuka oleh cabang olahraga (cabor) bulutangkis. Jakarta menjadi tuan rumah pembuka LIMA Badminton pada 25 Februari – 3 Maret, di GOR Kecamatan Kampung Makassar, Jakarta Timur. Liga Badminton 2018 juga digelar di 5 kota lain, yakni Bandung, Surabaya, Malang, Yogyakarta, dan Solo. Setelah badminton, LIMA memainkan cabor renang pada 13 Maret 2018 di Bandung. LIMA Basketball mulai diputar pada pekan terakhir Juni 2018, sebelum berlanjut ke Medan, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya. Cabor voli akan tampil pada Agustus 2018 di Jakarta. Untuk sepak bola dimulai di Malang, sementara futsal yang menjadi penutup akan digelar di Pontianak, Malang, Palembang, Surabaya, Yogyakarta, Bandung dan Jakarta. Ryan berharap jika ajang Liga Mahasiswa bisa menjadi ajang pemain muda berkualitas unjuk gigi untuk dilirik tim profesional. Dia menyebut bahwa LIMA akan bekerja sama dengan IBL untuk memberi kesempatan pebasket potensial berkarier secara profesional. “Musim berikutnya akan ada draf yang terdiri dari dua ronde. Pemain terbaik sudah akan dapat kontrak dan gaji,” kata Ryan. Hal tersebut disebabkan karena para pelatih tim atau pencari bakat kerap mendatangi langsung pertandingan atau memantau laga LIMA via live streaming. “Sering sekali pelatih tim datang untuk lihat talent, bahkan tim kampus datang ke SMA untuk merekrut timnya,” ujar dia. Karena itu, LIMA akan memberi daftar rekomendasi berdasarkan statistik pemain serta masukan dari para pelatih. Selain rencana-rencana di atas, LIMA juga mendapat sokongan dari sponsor baru dari penyedia aplikasi transportasi daring, GO-JEK. LIMA adalah kompetisi olahraga ketiga yang mendapat sponsor dari GO-JEK selain Liga 1 dan IBL. “GO-JEK punya komitmen dalam mengembangkan pemain muda di Indonesia melalui olahraga. Kami ingin terus berpartisipasi memunculkan bibit berprestasi. Semoga semakin banyak talenta olahraga yang membanggakan,” ujar Piotr Jakubowski, chief marketing officer GO-JEK. (adt)

Lawan Cedera, Alvindo Juara Tunggal Putra LIMA Badminton National 2018 Seri Jakarta

Ilham Sri Yulianto (merah) saat menghadapi Alvindo Saputra di babak final Badminton National LIMA 2018. (Prast/NYSN.com)

Jakarta- Pebulutangkis unggulan wakil Universitas Trisakti (USAKTI) Jakarta, Alvindo Saputra, berhasil meraih gelar juara pada ajang Liga Mahasiswa (LIMA) Badminton National 2018, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Sabtu (3/3). Ia menaklukkan kompatriotnya, Ilham Sri Yulianto. Alvindo mengaku pada pertandingan kali ini dirinya bermain tanpa beban dan berusaha menikmati pertandingan. “Saya sudah sering bermain sama Ilham. Kebetulan Ilham itu yunior saya di klub. Jadi sudah tahu cara bermainnya bagaimana,” tutur Alvin, sapaannya, usai pertandingan. “Sebenarnya Ilham bermain sangat bagus, apalagi sudah bisa sampai ke final. Cuma dia memang lagi cedera, sehingga tidak bisa mengeluarkan kemampuannya secara maksimal,” sambung pria asal Jakarta ini. Sementara, Ilham mengatakan akibat cedera yang diderita membuat permainannya tidak berkembang. “Kendalanya memang cedera. Jadi mau dimaksimalin mainnya juga susah. Apalagi minggu depan ada Sirkuit Nasional (Sirnas), dan saya harus ikut, makannya harus jaga-jaga juga biar nggak tambah parah. Makannya saya pilih ngalah, lagipula sama-sama dari Trisakti, ya sudah nggak apa-apa,” bebernya. Pada gim pertama, Ilham sebetulnya bermain baik saat dirinya mampu memberikan perlawanan ketat, hingga skor imbang 5-5. Namun, Alvin berhasil menambah empat skor berturut-turut dari kompatriotnya itu hingga skor menjadi 9-5. Setelah paruh gim pertama, Ilham kesulitan untuk mengejar poin Alvindo. Juara bertahan itu akhirnya berhasil menyudahi perlawanan Ilham di gim pertama dengan skor 21-11. Dan, akibat cedera yang dialami Ilham, maka pertandingan gim kedua tidak dilanjutkan. Sementara, peringkat ketiga diraih wakil Universitas Pelita Harapan (UPH) Keinth Chia. Ia sukses menumbangkan rekannya Tommy Boentoro, dua gim langsung, dengan skor 21-13, 21-18. (adt) Berikut Hasil Pertandingan LIMA Badminton Nasional 2018: Tunggal Putra: 1. Alvindo Saputra (USAKTI) 2. Ilham Sri Yulianto (USAKTI) 3. Keinth Chia (UPH) Tunggal Putri: 1. Made Deya Surya Saraswati (BINUS) 2. Ni Made Pranita Sulistya Devi (BINUS) 3. Marsha Indah Salsabila (USAKTI) Ganda Campuran : 1. Ario B./Felicia P. (USAKTI) 2. Ardy N./Anisa N. A. (USAKTI) 3. Wahyu H./Rahmadhani H. P. (USAKTI) Beregu Putra: 1. Universitas Trisakti 2. Universitas Budi Luhur 3. Universitas Negeri Jakarta Beregu Putri: 1. Universitas Trisakti 2. Universitas Bina Nusantara 3. Universitas Pelita Harapan

Komunitas Basket Tangerang Ramaikan Playmaker Signature Dunk 4 on 4

Even Kejuaraan Bola Basket Playmaker Signature Dunk 4 on 4 di Tangerang. (Prast/NYSN.com)

Jakarta- Sejumlah komunitas basket di wilayah Tangerang turut meramaikan persaingan di ajang Playmaker Signature Dunk 4 on 4, yang digelar di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Tangerang, Banten, Sabtu (3/3). Arry Ardhian, Head of DNA Production, mengatakan kompetisi basket 4 lawan 4 ini digelar di tiga kota besar yakni Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), dan DKI Jakarta. “Khusus untuk Jakarta itu ada tiga tempat, di Tangerang 1 tempat, dan Bekasi 1 tempat,” ujarnya. Ia melanjutkan para pemenang di setiap regional kembali bertanding di partai pamungkas pada pertengahan Maret mendatang. “Nanti dalam 1 regional akan diambil dua pemenang. Jadi untuk wilayah Jakarta, Tangerang dan Bekasi, akan ada 10 tim yang bertanding di partai final,” sambungnya. “Kami juga sediakan hadiah berupa uang tunai untuk para pemenang. Juara satu Rp 8 juta, juara dua Rp 6 juta, dan juara tiga Rp 3 juta,” urainya. Kedepan, Arry berharap kompetisi basket 4 lawan 4 ini dapat digelar dengan skala yang lebih besar lagi. “Kami ingin jumlah peserta lebih banyak lagi. Juga area-nya ditambah, tidak hanya Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jakarta saja. Mungkin nanti bisa juga digelar di Sumatera,” paparnya. Sementara, Rao Reynaldi, Event Departement PT Gudang Garam Tbk, menjelaskan kompetisi basket 4 lawan 4 ini menjadi wadah bagi mereka yang memiliki bakat dan kemampuan dalam bermain basket. “Sebenarnya mereka memiliki kualitas, namun wadahnya memang masih kurang. Nah, dengan adanya kompetisi ini mereka bisa menyalurkan bakatnya dalam bermain basket,” terang Rao. Selain kompetisi basket 4 lawan 4, ajang ini juga diisi dengan kegiatan menarik lainnya seperti freestyle challenge, coaching clinic, fun games, bazar dan musik. (adt)

Baju Fitness Wanita Bukan Sekedar Kaos dan Celana

Pemilihan-tepat-pakaian-fitness-untuk-wanita-demi-kenyamanan-dan-kesehatan.-Beautynesia.com_

Saat ini sudah banyak pakaian fitness wanita yang dalam berbagai model dan bentuk, yang dapat kamu sesuaikan dengan keinginan kamu. Selain memaksimalkan gerakan kamu dalam olah raga, model baju fitness sekarang juga sudah banyak yang membuat kamu tampil stylish walau sedang berolahraga. Tapi selain modelnya, ada beberapa faktor lain yang harus kamu perhatikan dalam memilih pakaian fitness, seperti jangan menggunakan jaket, harus menggunakan bra, tidak baik kalau menggunakan t-shirt dan masih banyak lagi. Memakai pakaian fitness yang pas tidak hanya dianjurkan karena membuat kamu nyaman saat memakainya, tapi juga ada faktor yang lebih penting lainnya, yaitu menghindari cedera. Contohnya, kalau kamu menggunakan pakaian yang terlalu ketat, akan membuat kamu lebih susah bernafas, dan juga menghambat aliran darah. Cedera yang dapat ditimbulkan tidak sepele, kamu bisa kekurangan oksigen saat berolahraga dan menyebabkan pingsan atau bisa juga otot kamu tertarik karena kurang bebas dalam bergerak. Dalam memilih pakaian kamu juga harus memperhatikan bahan dari pakaian tersebut. Banyak gerakan dalam fitness yang membutuhkan bahan berkualitas baik agar tidak terjadi cedera atau robek pada pakaian saat melakukan gerakan. Usahakan pilih pakaian fitness dengan bahan katun yang pastinya menyerap keringat dan juga memilih bahan yang elastis agar memudahkan kamu dalam melakukan kegiatan di fitness. Pilihan setelan baju fitness wanita yang bisa kamu jadikan rekomendasi Selain menutupi badan bagian atas, sekarang ini atasan fitness memiliki fungsi beragam yang tentunya bertujuan untuk mempermudah atau memaksimalkan segala gerakan kamu dalam olahraga fitness. Dibawah ini ada atasan fitness wanita yang bisa dibilang recommended untuk kamu : Under Armour HeatGear Armour Racer Tank Top Under Armour HeatGear Armour Racer Tank Top adalah produk keluaran produsen olah raga terkenal bernama Under Armour yang sudah memproduksi apparel olahraga dari tahun 1996. Atasan fitness ini menggunakan bahan dasar polyester yang cukup ketat namun mengikuti bentuk dan gerakan tubuh. Dengan model tank top slim fit dan tersedia dengan berbagai pilihan warna. Atasan ini memiliki fitur Transport System yang dapat menjaga tubuh tetap kering saat melakukan berbagai kegiatan fitness. Atasan fines ini dijual dengan harga Rp 459.000 dan kamu dapat membelinya di website Zalora. Adidas Ess Logo Lo Tee Adidas Ess Logo Lo Tee hadir dengan model kaos yang kece dengan logo brand Adidas pada bagian dadanya. Brand Adidas ini memang sudah terkenal dengan berbagai produknya yang memiliki kualitas tinggi. Ada fitur menarik pada kaos ini yang bernama Climalite, yang berfungsi membuat kaos tetap kering sehingga tidak berat dalam melakukan berbagai kegiatan walaupun sudah banyak berkeringat. Kaos fitness regular fit ini dijual dengan harga Rp 329.000 dan kamu dapat membelinya di website Lazada atau langsung ke store resmi Adidas terdekat. Women’s Nike Sportswear Vintage Dress  Women’s Nike Sportswear Vintage Dress merupakan salah satu keluaran produk atasan fitness Nike yang sangat cocok untuk wanita Indonesia. Nike memang sudah dikenal dengan berbagai produk apparel olahraganya yang selalu memprioritaskan kenyamanan dan aman pemakainya. Termasuk pada produknya yang satu ini yang bisa dibilang dibuat untuk muslimah, karena hampir mirip daster sehingga tidak terlalu menonjolkan bagian tubuh. Berbahan dasar katun polyester dengan kerah bulat dan memiliki panjang hingga paha ini memiliki tipe ukuran regular fit. Atasan ini dijual dengan harga Rp 479.400 dan kamu dapat membelinya di website Zalora atau langsung di gerai resmi Nike terdekat. Mango Comfort Racerback T-Shirt Mango Comfort Racerback T-Shirt merupakan produk keluaran produsen fashion terkenal asal Spanyol yang sudah mulai produksi sejak tahun 1984. Brand ini bisa dibilang sudah sangat mendunia, dapat dilihat dari jumlah toko resminya yang sebanyak 2.415 dan sudah tersebar di seluruh dunia. Perusahaan ini sudah banyak mengeluarkan produk fashion dari baju, celana, pakaian olahraga hingga gaun pesta. Produk atasan fitness-nya ini dapat membuat wanita tetap bisa tampil stylish saat fitness. Berbentuk tank top unlined dengan warna cerah, atasan ini juga memiliki slip on style yang pastinya membuat tambah kece. Atas fitness produsen Mango ini dijual dengan harga Rp 299.000 dan kamu dapat membelinya di website Lazada atau langsung ke gerai resmi Mango di Indonesia. Adidas Basic 3s Tank Ada satu lagi produk Adidas yang bisa menjadi pilihan kamu untuk memilih atasan fitness. Kali ini ada model Adidas Basic 3s Tank dengan bentuk tank top yang tentunya menambah kenyamanan dan mempermudah kamu dalam melakukan gerakan fitness. pada produk ini juga dilengkapi dengan fitur Climate dengan bahan kayu polyester yang ringan dan nyaman. Produk Adidas yang satu ini menawarkan dua warna dasar yaitu abu-abu dan navy yang dapat jadi pilihan kamu. Untuk memilih ukurannya kamu bisa sesuaikan dengan memilih ukuran normal. Dijual dengan harga yang Rp 299.000, kamu dapat membeli produk ini di website Berrybenka atau langsung di gerai resmi Adidas terdekat. (dre)

Persiapan Matang, Gading Muda Incar Juara U-12 Turnamen Pengkot JakBar

Klub Gading Muda U-12 sedang berlatih jelang Turnamen Perbasi Pengkot Jakarta Barat. (Prast/NYSN.com)

Jakarta-Klub Basket Gading Muda memasang target juara pada Kejuaraan Basket U-12 Pengurus Kota (Pengkot) Perbasi, Jakarta Barat (Jakbar), di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Kebon Jeruk, Jakarta Barat, 3 Maret – 11 April 2018. Christian, Manajer U-12, mengatakan guna menghadapi kejuaraan ini, anak didiknya melakukan persiapan sejak Agustus 2017. Ia mengaku persiapan tahun ini jauh lebih serius dibanding tahun lalu. “Kami ikuti beberapa kompetisi untuk mencari jam terbang. Jadi untuk kejuaraan kali ini sangat siap. Dan, harapannya jauh lebih baik dari tahun lalu. Tahun lalu U-12 itu peringkat ke-2 .Niatnya tahun ini finalis lagi,” ujar manajer yang akrab disapa Kentung itu, Jumat (2/3). Belajar dari tahun lalu, ia mengungkapkan tim-nya terkendala pada persiapan. Sebab, terjadi transisi di sektor kepelatihan. “Saat itu pelatih harus resign, sebab ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Lalu ada pelatih baru sehingga transisi waktunya sangat pendek untuk persiapan,” sambungnya. “Tahun ini, persiapan sudah dari Agustus tahun lalu, semoga jauh lebih baik dan ikatan dengan anak-anak sudah ada. Pelatih juga tahu kapasitas tim kami seperti apa,” tambah pria bertubuh gempal itu. Terkait, peta persaingan, ia menyatakan juara tahun lalu, tim Rockstar Gym Blitz masih menjadi ancaman serius bagi tim-nya. “Rockstar Gym Blitz tetap menjadi saingan untuk tim kami. Selain itu, ada Indonesia Falcons dan Cakra Sakti,” sambungnya. Dengan waktu yang tersisa sebelum menghadapi pertandingan, Kentung menjelaskan saat ini timnya lebih menekankan kepada suasana pertandingan. “Kalau ketemu penjagaan dengan preasure yang ketat, kami harus antispasi dengan kecepatan. Kalau lawan punya postur yang besar-besar, ya kami antipasi jangan sampai mereka main lambat,” tutupnya. (adt)

Kenal Catur di Pos Ronda, Bocah SD Bernama Aditya Kini Menjadi Candidate Grandmaster Catur

Aditya-Bagus-Arfan-Catur

Jakarta – Beranilah bermimpi. Kata itu mungkin punya makna bagi Aditya Bagus Arfan. Melalui catur, olahraga yang digelutinya sejak berusia 4,5 tahun, ia memiliki mimpi besar menjadi Grandmaster di tahun 2025. Adit, begitu sapaan akrabnya, kini menyandang gelar Candidate Master dengan Elo rating 2.023. Dan, untuk bisa meraih titel Grandmaster, pecatur berusia 11 tahun itu harus mencapai norma GM sebanyak tiga kali serta menaikkan rating Elo-nya hingga 2.500. Mimpi siswa kelas 5 Sekolah Dasar (SD) Islam Terpadu (IT) Global Insani, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar) itu sepertinya tanpa hambatan. Sebab, salah satu perusahaan distribusi kendaraan berat di Tanah Air siap memuluskan langkahnya. Kini, Adit tengah bersiap mengikuti turnamen catur internasional ‘Asian Youth Chess Championship’ di Chiang Mai, Thailand, 13-21 April 2018, dan ‘World School Chess Championship’ di Durres, Albania, 20-29 April 2018. “Target mau-nya sih juara April nanti. Selain itu ingin menjadi Grandmaster. Persiapannya paling belajar dan melihat video permainan pecatur dunia,” ujar pecatur kelahiran Bekasi, Jabar itu saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta, beberapa waktu lalu. Perkenalan pertama Adit dengan catur bermula dari melihat warga yang bermain catur di pos ronda yang berjarak tak jauh dari rumah sang Kakek. Selepas itu, ia memaksa sang Kakek untuk mengajarinya bermain catur. “Pertama melihat catur langsung senang. Mainnya juga saling menyerang. Terus pakai strategi juga. Jadi makin ketagihan,” sambung anak pertama dari dua bersaudara itu. Keseriuasan menggeluti catur ia tunjukkan dengan belajar dari berbagai sumber. Mulai dari buku, bermain catur di komputer, hingga menonton aksi pecatur kelas dunia di YouTube. Sampai akhirnya, Eka Prasaja, sang ayah, memasukkan Adit ke sekolah catur Utut Adianto. Mengikuti berbagai turnamen catur baik tingkat nasional maupun internasional membuat kemampuannya makin teruji. Meski, diakui, dirinya kerap mengalami kekalahan di awal-awal mengikuti turnamen, namun itu dijadikan pelajaran berharga untuk terus mengasah kemampuannya hingga bisa meraih hasil yang terbaik. “Awal-awal ikut kejuaraan kalah terus. Lalu saya belajar terus dan akhirnya bisa menang di beberapa turnamen catur,” papar pehobi renang itu. Seiring berjalannya waktu, prestasi Adit makin bersinar. Di tingkat nasional, ia meraih juara 1 Kejuaraan Nasional U-9 pada 2013, hingga juara 1 Japfa Chess Festival U-14 pada 2016. Sementara, di level internasional, ia menyabet juara 1 Penang Int Challengger U-10 di Malaysia, pada 2016, serta juara 2 dan 3 Kejuaraan Asian School U-13 di China, pada 2017. “Turnamen yang paling berkesan itu di Olimpiade Children of Asia kelompok U-16 tahun 2016. Karena saya waktu itu masih umur 9 tahun dan menjadi atlet termuda disitu,” cetus pemilik akun instagram @pecaturcilik_aditya itu. (adt) Nama : Aditya Bagus Arfan Tempat / Tgl Lahir : Bekasi, 31 Oktober 2006 Sekolah : SD IT Global Insani (Kelas V) Gelar Saat Ini : Candidate Master Elo Rating Saat Ini : 2023 (Target Elo Rating untuk GM 2500) Website / Instagram : www.adityabagusarfan.net / @pecaturcilik_aditya Hobby : Catur dan Renang Prestasi Nasional : Juara 1 Kejuaraan Nasional U-9 (2013) Juara 1 Kejuaraan Nasional U-11 (2015) Juara 1 Festival Catur Pelajar U-11 (2016) Juara 1 Japfa Chess Festival U-14 (2016) Prestasi Internasiuonal : Juara 1 Penang Int Challenger U-10, Malaysia (2016) Juara 1 Kejuaraan ASEAN +Age U-10, Thailand (2016) Juara 2 dan 3 Kejuaraan Asian School U-13, China (2017)

Bobby Setiabudi, Pebulutangkis 17 Tahun Ini Incar Gelar Juara di Belanda

pemain_tunggal_bobby_setiabudi

Jakarta-Bobby Setiabudi, pebulutangkis binaan klub PB Djarum mengincar gelar juara pada turnamen bulutangkis junior 2018, yang dihelat di Hall Duinwijck, Belanda, 28 Februari – 4 Maret mendatang. Remaja berusia 17 tahun itu, mengaku sudah melakukan persiapan secara maksimal dan dirinya juga telah siap untuk bertanding. “Semoga bisa tampilkan permainan yang paling terbaik di kejuaraan nanti dan mudah-mudah juga dapat hasil yang bagus,” cetus juara Djarum Sirkuit Nasional Jawa Tengah Open 2017 (tunggal remaja putra) itu, seperti dikutip pbdjarum.org, Senin (26/2). Meski diakui untuk mencapai target yang diinginkannya terbilang berat, namun bagi pebulutangkis kelahiran Situbondo, Jawa Timur, 22 Maret 2001, turnamen di Negeri Kincir Angin tersebut bisa dijadikan sebagai ajang menambah pengalaman bertanding. “Setidaknya dapat pengalaman kalau hasilnya tidak memuaskan. Sekaligus ingin menakar kemampuan bermain juga. Semoga saja selama bertanding tidak ada kendala,” sambungnya. Di laga perdana, Bobby bakal berhadapan dengan wakil India Rahul Bharadwaj B M. Berdasarkan data, kedua pemain ini belum pernah bertemu sekalipun. “Pemain India biasanya kuat dan ulet, jadi saya harus berani bertahan dan harus percaya diri. Meski belum pernah bertemu dengan pemain India itu yang penting fokus mainnya dan sudah in duluan ketika dilapangan nanti,” tutup juara Wali Kota Surabaya Bank Jatim Victor Open 2017 (tunggal remaja putra) itu. (adt)

Puas Jadi Striker, Risky Merintis Karir Timnas di Posisi Kiper

Risky muhammad Sudirman kiper villa 2000 saat tampil di Turnamen Nivea U-16. (Rizal/NYSN)

Jakarta- Darah sepak bola mengalir deras dalam tubuh Risky Muhammad Sudirman. Bisa jadi, lantaran sang Ayah, Sudirman adalah mantan Kapten tim nasional (Timnas) yang memperkuat pasukan Garuda era 90-an. Kala anak-anak sebayanya menghabiskan waktu untuk bermain, Risky kecil sudah fokus berlatih si kulit bundar. Hingga kini, ia terus mengasah kemampuannya di bawah naungan klub Villa 2000. “Saya suka sepak bola sejak SD (Sekolah Dasar). Ayah pemain sepak bola dahulunya, tapi bermain sepak bola itu karena keinginan sendiri, jadi bukan paksaan dari orang tua,” beber penyuka ikan lele itu. Meski kini mantap menempati posisi kiper, namun remaja berusia 16 tahun itu sempat bermain sebagai penyerang. Pilihannya itu bukan tanpa alasan. Sebab, penikmat musik dangdut itu terinspirasi sang idola yakni kiper timnas Jerman Manuel Neuer. Penjaga gawang andalan Bayern Munchen itu telah lima kali meraih penghargaan sebagai kiper terbaik UEFA. Bahkan, Gianluigi Buffon (kiper Juventus) pernah memberikan pujian untuk Neuer dengan menyebut pria 31 tahun itu sebagai pionir dari peran sweeper-keeper, yang kerap ditunjukkan saat membawa Jerman meraih gelar juara Piala Dunia 2014. “Kalau ngelihat dia (Neuer) senang aja. Posturnya juga tinggi, pokoknya ideal banget kalau jadi kiper. Apalagi pernah terpilih jadi kiper terbaik dunia. Keren banget dah,” tambah adik dari Nandita Ayu Salsabila, spiker timnas bola voli Indonesia. Risky memang menjadi sosok ideal di bawah mistar gawang. Kemampuan dalam membaca serangan lawan jadi kekuatan yang terus diasahnya. Berkat ketekunan dan kerja kerasnya, pemilik tinggi di atas 170 centimeter itu terpilih dalam seleksi timnas U-16 yang dinahkodai Fakhri Husaini. “Nggak nyangka aja lolos seleksi timnas U-16. Kedepannya juga nggak tahu seperti apa. Ya, mudah-mudahan bisa memberikan yang terbaik untuk tim,” tutup siswa SMA Atthairin, Ciledug, Kota Tangerang, Banten itu. (adt) Nama : Risky Muhammad Sudirman Tempat/Tgl. Lahir : Jakarta, 2 Februari 2002 Klub : Villa 2000 Posisi : Penjaga Gawang Sekolah : SMA Atthairin, Kota Tangerang, Banten Nama Ayah : Sudirman Nama Ibu : Tri Wahyuni Kakak : 1. Nandita Ayu Salsabila 2. Tasya Aprilia Putri

Cari Petinju Juara Dunia, Butuh Dukungan Semua Pihak

Mantan juara dunia tinju kelas bulu dan ringan IBO asal Indonesia, Daud Yordan. (net)

Jakarta- Semua pihak harus bersinergi dan memberikan dukungan dalam mencari petinju-petinju profesional juara dunia. Hal itu dikatakan Urgyen Rinchen Sim, Managing Director Mahkota Promotion, saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (23/2). “Kalau bicara petinju, apalagi juara dunia, maka semua pihak harus bisa bergandengan tangan. Jadi tidak hanya satu pihak saja yang memegang peranan, seperti kami yang memang sebagai promotor tinju,” ujar Urgyen Rinchen Sim. Terlebih, dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 jutaan, membuat pria yang akrab disapa Simon itu sangat optimis bakal lahir juara-juara dunia tinju di Tanah Air. “Saya sangat optimis, dari sekian ratus juta itu mestinya ada bakat-bakat tinju yang baik. Ya, paling tidak ada 5 sampai 10 juara dunia. Mestinya seperti itu,” sambungnya. Dalam melahirkan juara dunia, yang terpenting menurut Simon, selain dukungan dari semua pihak, dibutuhkan pula banyak gelaran turnamen tinju sebagai salah satu syarat mutlak guna mencapai tujuan tersebut. Ia menilai dengan adanya persaingan ketat diantara sesama petinju pada setiap penyelenggaraan turnamen, maka akan terlihat bakat-bakat petinju yang telah teruji hingga mampu berbicara di pentas dunia. “Bagi petinju setidaknya perlu 3 sampai 4 kali mengikuti turnamen dalam satu tahun. Bisa juga lebih, tapi kita mesti lihat kemampuan dari sisi pelaksanaannya. Dan, setelah mereka ditempa dan menjadi pemenang dalam setiap turnamen,” ungkapnya. “Jadi kemampuan yang dimiliki petinju itu tidak hanya sebatas menang di setiap turnamen di dalam negeri saja, tapi juga bisa unjuk kemampuan di luar negeri juga,” tutup Simon. (adt)

ISSOM 2018, ABM Motorsport Tambah Skuat Pebalap Muda

Peserta balap touring Indonesian Sentul Series of Motorsport (ISSOM). (net)

Jakarta- Jelang kejuaraan balap touring Indonesian Sentul Series of Motorsport (ISSOM) 2018, dimana seri pembuka bakal mulai bergulir pada 23-25 Maret mendatang, tim ABM Motorsport menambah amunisi pebalap muda. Masayu Anastasia, Public Relation Manager ABM Motorsport, mengatakan pebalap baru yang dimiliki tim-nya sudah teruji melalui seleksi yang ketat. Selain usia yang masih relatif muda, lanjutnya, pihaknya juga sudah melihat karakter dan kemampuan balap mereka. “Mereka sudah termasuk dalam 17 racer kami untuk ISSOM. Kami akan memperkenalkan drifter baru kami, Valentino Ratulangi yang punya sederet prestasi dalam berbagai kompetisi drift nasional maupun internasional,” papar Masayu saat peluncuran logo dan nama tim baru ABM Motorsport dikawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (25/2). Untuk persiapan ISSOM 2018, tambah Masayu, ABM Motorsport bakal menurunkan 25 mobil dan 17 pebalap. “Kami juga turut serta dalam 8 kelas dari 12 kelas yang ada pada ISSOM 2018. Diantaranya Super Touring Car (STC) 1 dan 2, (ETCC) Euro 2000, Euro 3000, BMWCCI, JSTC, Honda Jazz Speed Challenge (HJSC) dan MB INA,” sambungnya. “Di tahun ini pula ABM Motorsport mengikuti kelas HJSC. Beberapa mobil juga dinaikkan speknya, seperti 2 mobil BMW M3 dipersenjatai dengan mesin S54 dan 2 BMW M3 lainnya menggunakan mesin S50,” tambahnya. M. Diponegoro, senior racer ABM Motorsport, berharap pada tahun ini ABM Motorsport dapat menjuarai berbagai kelas balapan dan mendominasi podium pada ISSOM 2018, ditambah dua tim baru racing team dan drift team, sehingga masing-masing pebalap bisa lebih fokus terhadap kemampuannya serta peningkatan spek mobilnya. “Tentu tim ABM Motorsport juga harus bisa meningkatkan prestasi dari berbagai kelas,” urainya. (adt)

Jelang Asian Games 2018, Atlet Bridge Indonesia Try Out di Hongkong Hingga Bulgaria

Cabang olahraga (cabor) bridge akan berlatih di luar negeri jelang Asian Games 2018, yang akan digelar pada 18 Agustus hingga 2 September 2018. Ada Empat negara yang akan jadi tujuan, dua diantaranya ada di benua Eropa. Negara yang akan disambangi adalah Monako, India, Bulgaria, dan Hong Kong. Di lansir dari Tempo.co, Ketua Umum Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB Gabsi), Ekawahyu Kasih, mengatakan, try out dimulai sejak Rabu, 14 Februari 2018 dengan mengikuti European Winter Games di Monako. “Sekaligus training camp hingga 28 Februari 2018,” kata Eka kepada Tempo. Jadwal yang telah di tetapkan, waktu untuk training camp,  para atlet berlatih mulai pukul 09.00 hingga 17.30 waktu setempat. Ada 32 atlet, empat pelatih lokal, satu pelatih asing, dan satu manajer, yaitu Ekawahyu akan ikut mendampingi atlet berlatih di luar negeri. “Total ada 38 orang,” ujar Eka. Setelah try out dan training camp di Monako, tim bridge Indonesia akan mengikuti Kejuaraan Asia Cup di India pada 4-10 Juni 2018. “Pada 8-15 Juni langsung try out untuk team men dan women di kejuaraan itu,” kata dia. Masih pada bulan Juni, tim bridge Merah Putih akan lanjut mengikuti training camp di Bulgaria pada 14 Juni- 1 Juli 2018. Di negara itu, para atlet akan mengikuti International Bridge Festival. Setelah itu, try out diteruskan ke Intercity Hong Kong, 17 – 21 Juli. Sejumlah latihan, try out, dan training campakan berhenti pada minggu tenang (rest period) pada 13- 19 Agustus 2018. Saat itu, tim bridge Indonesia bisa berkonsultasi dengan pelatih melalui surat elektronik. Jeda yang ada dari try out dan training camp dari satu negara ke negara lain akan diisi dengan dua kali pelatnas Bridge Base on Line pada 6-20 Maret 2018 dan 10-20 Mei 2018. Selain itu, pada 13-15 Juli 20118 akan berlangsung Try In International Kepri Governur Cup di Batam. Terkahir, jeda menjelang Asian Games 2018 akan diisi dengan pelatnas di Jakarta. “Pelatih Krisztov Martens yang akan mendampingi latihan di Wisma PKBI,” ujar Eka.

Ditunggu Tiga Event Berdekatan, Timnas U-16 Butuh Pelapis Tim Utama

Pelatih Timnas U-16, Fakhri Husaini memberi instruksi pada anak asuhnya. (net)

Jakarta- Pada 2018, Timnas U-16 dibawah asuhan Fakhri Husaini akan mengikuti tiga event yakni turnamen Jenesys di Jepang bulan Maret, Piala AFF U-15 pada Juli hingga Agustus dan Piala AFC U-16 di Malaysia saat September mendatang. Padatnya agenda yang diikuti, membuat Fakhri harus mencari pemain segar guna melengkapi skuad terbaiknya dan akan melakukan pemusatan latihan kedua yang akan digelar pada akhir Februari. “Rencananya pemusatan latihan periode kedua akan kami adakan pada pekan ketiga Februari 2018. Kami masih terus mencari pemain baru lagi karena saya belum mendapatkan pemain untuk melapisi tim utama,” ujar Fakhri Husaini seperti dikuti bola.com. Dalam pemusatan latihan tahap kedua ini, Fakhri hanya memanggil 25 nama pemain. Berbeda pada sebelumnya, di pemusatan latihan tahap pertama yang memanggil 30 nama pemain. “Kami akan memanggil 25 pemain pada TC tahap kedua ini. Untuk nama-nama pemain, kami akan rilis secepatnya. Saat ini saya dan tim pelatih masih memastikannya terlebih dahulu,” lanjutnya. Adapun di pemusatan latihan tahap kedua ini, Fakhri sudah menentukan apa saja yang akan menjadi porsi latihan bagi 25 pemain yang dipanggil. Yakni meliputi empat aspek, yaitu fisik, teknik, taktik, dan mental. “Empat materi akan terus kami latih dan perbaiki dalam TC tahap dua. Saya ingin pemain bisa punya pemahaman karena ini merupakan salah satu fondasi penting dalam persiapan kami mengikuti beberapa ajang pada tahun ini,” ujar Fakhri. (pah)

Buka Kejuaraan Tenis Meja, Menpora Berharap Libatkan Pelajar

Menpora ingin Kejuaraan Tenis Meja libatkan pelajar. Foto: Kemenpora

Jakarta– Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi membuka Kejuaraan Tenis Meja Piala Menpora 2018, di Auditorium Wisma Menpora, Senayan, Jakarta, pada Jumat (9/2). Kejuaraan ini diikuti karyawan dan kalangan media. Pria asli Bangkalan, Madura, itu berharap kejuaraan ini terus dikembangkan, khususnya bisa dipertandingkan dikalangan pelajar, dimana bisa menjadi salah satu ajang menyambut Asian Games 2018. “Saya berharap, nantina peserta kejuaraan ini adalah siswa sekolah agar lebih masif. Sehingga Asian Games dan Asian Para Games ini betul-betul menjadi ajang nasional kita,” ujar Imam. Ia berharap event ini tak hanya berlangsung di lingkungan Kementeraian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) saja, namun bisa lebih luas. “Semoga tenis meja Indonesia bangkit lagi, ditambah adanya industri lokal yang fokus pada lapangan tenis meja yakni Shiamiq yang diakui dan bertaraf internasional-ITTF. Saya berhara beberapa medali bisa dipersembahkan para atlet tenis meja Indonesia,” lanjut pria berusia 44 tahun itu. Sementara, Yuni Poerwanti, Ketua PTM Gerbang Pemuda sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara, menyebut event ini bisa meningkatkan semangat Indonesia sebagai tuan rumah yang baik pada Asian Games 2018. “Semoga event ini menginspirasi seluruh rakyat Indonesia agar Asian Games 2018 lancar dan sukses,” tegas Yuni. (adt)

Pemerintah Optimis Test Event Asian Games 2018 Lancar

Wakil Ketua INASGOC, Sjafrie Sjamsoeddin (tengah) memeriksa kesiapan venues jelang berlangsungnya Test Event Asian Games 2018. (net)

Jakarta- Pemerintah melalui Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto dan Ketua INASGOC Erick Thohir serta Wakil Ketua Sjafrie Sjamsoeddin, pada Kamis (8/2) meninjau beberapa venue untuk Test Event Asian Games di Jakarta, 8-15 Februari 2018. Gatot menyatakan bahwa secara umum venue pertandiangan sudah siap. Namun, lanjutnya, ada beberapa kekurangan yang perlu segera diselesaikan secara maksimal oleh masing-masing penanggung jawab venue pada sore ini. Mulai Kamis sore ini, beberapa cabang dipertandingkan di test event. Gatot dan pimpinan INASGOC mengadakan cek fisik terakhir beberapa venue yang akan dipakai, mulai dari kawasan Gelora Bung Karno (GBK) hingga beberapa tempat lainnya. Diantaranya Tenis Indoor untuk cabang olahraga (cabor) bola voli, Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Basket, Panahan, dan Atletik, kemudian JIExpo Kemayoran untuk Taekwondo serta Padepokan Pencak Silat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). “Hari ini kami beserta seluruh pimpinan INASGOC mengadakan cek fisik terakhir, khususnya venue-venue yang dipakai test event atau invitation tournament, dan dipastikan seluruh fasilitas yang ada betul-betul siap,” ujar Gatot. “Secara umum (persiapan) 95% fine. Nanti ada cek lagi dari tim monitoring, karena janji mereka (penanggung jawab venue) sore ini siap. Secara umum kami puas dan optimis, itu fungsinya test event untuk mengantisipasi kekurangan, agar saat event sesungguhnya tak ada lagi kendala,” tambahnya. Selain itu, Gatot juga menekakan pentingnya papan-papan petunjuk arah (sign board), mengingat peserta dari negara-negara asing sangat membutuhkan hal itu. “Kelemahan kita di signing, apalagi orang asing yang tak tahu utara-selatan sangat memerlukan hal tersebut,” tutupnya. (adt)

Awalnya Tegang, Pebulutangkis 19 Tahun Buka Jalan Runtuhkan Tembok China

Fitriani turut andil saat tim Indonesia menundukkan tim China 3-2 dalam even Badminton Asia Team Championship 2018. (net)

Kedah- Tim ‘Merah Putih’ sukses meruntuhkan tim bulutangkis China 3-2 pada babak penyisihan di ajang Badminton Asia Team Championship 2018. Fitriani, yang turun di partai pertama sukses mematahkan perlawanan pebulutangkis Chen Yufei, tiga gim dengan skor 16-21, 21-12, dan 21-15, di Stadion Sultan Abdul Halim, Alor Setar, Kedah, Malaysia, Kamis (8/2). Kemenangan atlet kelahiran Garut, Jawa Barat (Jabar), 19 tahun silam itu membuka jalan bagi rekan setimnya untuk membawa ‘skuat’ Pelatnas Cipayung itu jadi pemuncak Grup Z. “Alhamdulillah, sumbang angka untuk tim. Awalnya agak tegang karena saya jadi tunggal pertama. Apalagi rekor pertemuan saya 1-3,” beber Fitri, sapaan akrabnya, seperti dilansir Badmintonindonesia.org, Kamis (8/2). Dia melanjutkan, pada gim pertama dirinya mengaku masih ragu-ragu, karena faktor tiupan angin. “Gim kedua, saya lebih berani relinya. Pukulan lawan yang susah itu bisa saya kembalikan, lama-lama dia nggak percaya diri juga sama pukulannya,” tambahnya. Di partai kedua, duet ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu menambah keunggulan tim usai menundukkan Du Yue/Li Yinhui, dua gim langsung dengan skor 21-18, 21-12. Dobel Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta di partai keempat, mengandaskan Cao Tong Wei/Yu Zheng, melalui drama tiga gim dengan skor 21-14, 19-21, dan 23-21. Sedangkan China mampu mencuri kemenangan yakni dari tunggal putri He Bingjiao dan Chen Xiaoxin. Bingjiao mengandaskan Gregoria Mariska Tunjung, dua gim langsung dengan skor 23-21, 21-10. Dan, Chen menyudahi perlawanan Ruselli Hartawan, dengan skor 21-17, 21-17. Sebelumnya, pada Selasa (6/2), Srikandi Indonesia melipat tim Singapura dengan skor 5-0. Hasil akhir 3-2 atas China ini membuat tim putri Indonesia terhindar dari para juara grup lainnya pada babak delapan besar, yang kembali bertanding pada Jumat (9/2). (adt) Hasil Babak Penyisihan Grup Z: Indonesia vs China 3-2 Indonesia vs Singapura 5-0

Pertama Kali Masuk Timnas, Monic Incar Status Pitcher Utama

Softball-Monica

Membela Tim Nasional (Timnas) Indonesia tentunya hal yang paling di idam-idamkan, bagi para atlet. Mereka akan sangat bangga, membawa nama Indonesia untuk berprestasi. Juga atlet softball putri yakni Monica Isella. Dara cantik kelahiran, 20 Mei 1992 ini terpilih ke dalam skuad timnas softball yang akan berlaga di Asian Games 2018. Monic sapaan akrabnya, mengatakan, terpilih masuk skuad timnas merupakan prestasi yang membanggakan. Sejak 2007, ia sudah menggeluti olahraga ini. Monic pun, berhasil melewati tahapan seleksi pada bulan Desember 2017 lalu. “Awalnya 40 orang ikut seleksi di Lapangan Lodaya, Bandung, pada 2-4 November lalu. Yang lolos, akan ikut Asia Cup di Taichung, Taiwan 28 November-5 Desember 2017. Dan, aku terpilih. Ini pertama kali jadi pemain Timnas, dan angan-angan berseragam Timnas tercapai,” papar Monic kepada nysnmedia.com, pada Rabu (24/1). Ia pun, terus melalukan persiapan guna membawa nama Indonesia meraih prestasi terbaik di Asian Games. Fokusnya kini menghadapi Training Centre (TC). Meski pertama kali memperkuat Timnas, atlet yang dibesarkan di Club Softball Altras Alam Sutera, Tangerang Selatan ini, tak minder dengan para seniornya. Bahkan, Monic langsung menargetkan menjadi pithcer utama di Timnas. Pitcher utama adalah pelempar yang menjadi andalan tim untuk menghasilkan nilai untuk tim. “Tentunya, target aku bisa jadi pitcher utama dong,” tegasnya. Wanita lulusan Universitas Mercu Buana Jakarta ini, termasuk atlet senior di tim Softball Kota Tangerang Selatan dan kerap memperkuat tim Softball Provinsi Banten. https://www.instagram.com/p/BdDJdFdBFZt/?taken-by=monicaisella “Pertama kali masuk timnas, tapi aku melihat program untuk Asian Games ini sangat luar biasa. Dari mulai pelatih, tim recovery, nutrisionis dan semua adalah orang-orang terbaik. Kami dituntut untuk berkomitmen dalam latihan serta selalu menjadi kondisi,” jelasnya. (pah)

Idan, Pelajar SMA Yang Ukir Rekor Baru di Kejuaraan Senior 2017

Atletik-Idan

Mengukir sejarah menjadi pemecah rekor merupakan pengalaman yang tak terlupakan. Sempat gagal dalam Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNas), prestasi membanggakan justru diukir Idan Fauzan Richsan pada Kejuaraan Senior yakni Kejuaraan Nasional Atletik 2017. Idan memecahkan rekor dalam kategori senior. Ia bahkan memecahkan rekor nasional setelah melakukan loncatan pada kesempatan kedua setinggi 5,20 m, yang bertahan sejak 2002. “Saya gagal di POPNas Jawa Tengah gak dapat nilai sama sekali. Saya belajar kekalahan, latihan lebih giat, berusaha dan berdoa terus yang saya lakukan tanpa bosan untuk terus lebih baik. Hasilnya, Alhamdulillah pecah rekor nasional. Memang nyata kerja keras, berusaha dan berdoa itu tidak akan mengkhianati hasilnya,”tuturnya Idan sudah menekuni atletik cabang lompat galah selama 4 tahun. Bermula dari mengikuti O2SN saat duduk kelas 5 Sekolah Dasar, Idan ikut seleksi hingga tingkat Provinsi Jawa Barat. Ia mulai latihan dari lari pendek, lari jauh 100 meter gawang dan 400 meter gawang sudah ia tekuni. Sejak saat itu, ia berhasil mengikuti Pelatnas di Jakarta. “Kelas 1 SMP, saya mengikuti test Pelatnas jangka panjang di Jakarta. Disitu saya test lompat galah dan lolos masuk ke Pelatnas. Begitu saya masuk, banyak pengalaman-pengalaman yang belum saya dapat sebelumnya. Belajar mandiri, disiplin, berusaha semaksimal mungkin agar tidak kena degradasi dari Pelatnas,”ujarnya Remaja yang lahir pada 11 Januari 18 tahun silam ini juga sedang menempuh pendidikan di SMAN 6 Bogor. Baginya, perkembangan olahraga atletik di Indonesia sudah cukup bagus. Idan berpendapat bahwa sejak menjadi atlet , ia memberikan suatu kebanggaan untuk bisa membahagiakan orang tua. “Orang tua saya bangga, dan saya juga mau bahagiain mereka. Meski masa remaja saya gak seenak anak-anak lain, yang bisa nongkrong sama teman atau jalan-jalan bareng teman sekolah,”tutupnya.(put)

Josephine Nikita, Atlet Basket Termuda Di PON 2016

basket-Josephine-Nikita

Josephine Nikita merupakan salah satu atlet basket termuda yang mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) pada 2016 lalu. Ia bersama tim Jawa Barat berhasil menduduki peringkat 4. Bagi gadis asli Bandung, Jawa Barat ini bukan sebuah masalah menjadi pemain termuda bahkan ia bisa menambah pengalaman dari senior yang sudah lebih dulu menekuni basket. “Waktu PON, aku kan paling muda di tim. Jadi, aku dapat banyak pengalaman dari senior-senior sih,” tukas Nikita. Siswa kelas 12 di SMA Bintang Mulia, Bandung, mengaku tak mudah menjadi seorang atlet dan juga pelajar. Meski tak mendapatkan keringanan dari sekolah, ia tetap semangat mengejar pelajaran. Bahkan, ia harus menambah waktu setelah pulang sekolah untuk ulangan susulan dan sebagainya. “Duka menjadi atlet itu kalau sudah bolos sekolah gara-gara tanding, jadi banyak susulan. Untuk tugas sih gak dikasih keringanan. Tetap ngejar sama kayak murid lain. Selama ini sih gak ada masalah buat ngejar pelajaran. Jadi, harus lebih rajin saja sih,”ungkapnya Nikita yang lahir pada 25 Juli 2000 menyukai basket sejak dibawa sang orangtua yang juga atlet basket Sea Games untuk bermain di lapangan basket. Meski pada awalnya malu-malu bermain basket, Nikita pun semangat mengikuti basket ketika bergabung dalam klub basket Tunas. “Papa Mama atlet basket yang ikut Sea Games. Dari awalnya gara-gara Papa dan Mama terus masih malu-malu ikut latihan di Tunas soalnya paling kecil sendiri. Awalnya Cuma latihan di pinggir lapangan pas latihan. Sampai akhirnya diajak sama 1 pelatih dan terus ikut latihan setiap Minggu,”ucap gadis yang genap berusia 17 tahun Sebagai salah satu atlet wanita di Indonesia, Nikita pun memiliki pandangan tentang perkembangan basket di Indonesia. Menurutnya, basket wanita di Indonesia bisa dikatakan mundur dilihat dari pertandingan yang sudah jarang untuk pebasket wanita di Indonesia. “Buat pemain putri professional malah mundur. Soalnya Wome’s Indonesian Basketball League (WIBL) kan sudah gak ada. Kayak event tertinggi di Indonesia buat cewek sudah gak ada, cumin mereka sekarang hanya bikin cup sendiri gitu,”tutupnya.(put)

Ikut Seleksi Asian Games 2018, Sophie Bertemu Sang Idola

Sophia Rebecca Adventa (no.9) saat tampil dalan event Loop 3x3 pada 2017.

Sophia Rebecca Adventia atau yang akrab disapa Sophie menjadi salah satu atlet basket yang mengikuti seleksi untuk Asian Games 2018. Gadis cantik berusia 16 tahun ini telah mengikuti tahap pertama seleksi yang akan diumumkan Februari mendatang. Saat mengikuti seleksi, ia tak menyangka tampil bersama sang idola, Helena. Helena Tumbelaka atau Helena Maria Elizabeth, adalah shooting guard klub Merpati Bali. Selain piawai tampil di posisi Small Forward, perempuan kelahiran Mei 1992 dan bertinggi 166 cm berat 50kg, juga berparas cantik. “Aku sempat ngefans sama Kak Helena pas aku umur 12 tahun. Eh kemarin kesempatan main bareng pas seleksi asian games 2018. Wah seneng banget, nervous, kaget juga soalnya gak tahu Kak Helena bakal ikut seleksi juga,” ujar Sophie. Prestasi Sophie perlu diacungi jempol. Ia sempat menjadi Most Valuable Player (MVP) dalam beberapa turnamen seperti DBL 3X3 2017, Kejuaraan Nasional 2015 dan masih banyak lagi. Siswa SMAN 28 Jakarta ini, pada mulanya tak menekuni basket hingga ia bergabung dalam Bintang Muda Basketball Academy. “Awalnya aku memang sudah suka olahraga dari TK. Sebelum basket, aku main badminton golf sama renang. Tapi aku gak betah soalnya itu olahraganya perseorangan. Jadi pas kelas 4 SD, Papa masukin aku ke club basket Bintang Muda, soalnya dekat rumah dan waktu itu Papa denger dari temennya bahwa club basketnya juara 1 di wilayah barat,”tutur gadis yang menyukai LeBron James dan Kevin Durant Menjadi atlet memang tak jauh dari kata lelah. Sophie pun mengalami hal yang sama dan sudah menjadi resiko sebagai seorang atlet. “Selama proses latihan buat persiapan bertanding itu cape banget. Aku diwajibkan Papa latihan sendiri di rumah, skipping penguatan shooting dribbling. Kadang kalau aku capek abis sekolah, temen aku lagi jalan-jalan atau tidur, aku harus latihan. Tapi duka yang paling mendukakan sih, pas kalah di babak final,”ungkapnya Namun, dibalik duka itu, Sophie merasa basket di Indonesia sudah sangat maju, melihat berbagai turnamen dari segala usia yang rutin dipertandingkan bahkan hingga mencapai tingkat internasional. Tak hanya itu, berbagai sekolah juga menerima beasiswa untuk atlet berbakat. “Atlet-atlet yang berprestasi di basket juga dapat kemudahan masuk sekolah lewat jalur prestasi seperti aku. Tapi di universitas masih sedikit jalur prestasinya. Seperti UI, karena aku sebenarnya pengen banget masuk Fakultas Hukum UI lewat jalur prestasi,”tutupnya

Rifda Irfanaluthfi, Gadis Muda Yang Berhasil Menyabet Medali Nasional Maupun Internasional

Rifda-Irfanuluthi

Rifda Irfanaluthfi, namanya mungkin masih asing  di telinga masyarakat indonesia, namun prestasinya dapat membuat kita tercengang. Rifda, panggilan akrabnya, lahir pada 16 Oktober 1999. Gadis berusia 18 Tahun ini merupakan atlet Senam Artistik asal Jakarta yang bernaung di bawah asuhan pelatih Eva Novalina Butarbutar. Ia mulai menggeluti dunia Senam artistik sejak kecil dan telah mengumpulkan berbagai macam mendali, namun ia baru mulai mengikuti kejuaraan berkelas Internasional beberapa tahun belakangan ini. Pada 2014 lalu, ia berhasil meraih dua medali emas di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja sebagai perwakilian Provinsi Jakarta. Mulai dari sanalah ia bertekad untuk bisa maju ke ajang internasional. Debut internasionalnya dimulai pada Maret 2015 lalu, ketika mengikuti pertandingan Doha World Cup yang di selenggarakan di Qatar. di mana dia bertanding di nomor meja lompat, balok keseimbangan, dan senam lantai. Pada Juni 2015 pada SEA Games yang di selenggarakan di Singapura, ia berhasil meraih medali perak di nomor senam lantai. Tak sampai disitu, pada bulan Juli di Asian Artistic Gymnastics Championships di Tokyo Jepang, ia bertanding lagi, namun tak meraih medali. Hal yang sama terjadi saat ia bertanding di ajang World Artistic Gymnastics Championships Glasgow yang di adakan di Inggris. Pada September 2016 sebelum ia berangkat ke Inggris. Ia mengikuti kejuaraan Pekan Olahraha Pelajar Nasional (POPNas), Rifda meraih tiga medali emas dan Indonesian National Youth Games meraih dua medali emas. Tak puas dengan kesuksesannya di ajang Nasional saja, Rifda terus berjuang meraih emas di ajang Internasionalnya. Pada Mei lalu ia mewakili Indonesia di ajang Islamic Solidarity Games 2017 yang di selenggarakan di Azerbaijan. Ia berhasil meraih perunggu di nomor tim bersama Tazsa Miranda Devira dan Armartiani. Serta medali perunggu di nomor meja lompat. Belum puas hanya mendapatkan mendali perunggu di ajang Internasional, Rifda mencoba peruntungannya di ajang SEA Games 2017 yang di selenggarakan di Malaysia pada bulan Agustus lalu. Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta ini berhasil memborong Lima mendali di SEA Games 2017 lalu, ia berhasil mengumpulkan empat medali yang salah satunya adalah Emas. Mendali yang ia raih dari berbagai nomor pertandingan, yaitu Mendali perak di nomor vault, Perunggu di nomor uneven bars, Emas di nomor balance beam, dan perunggu di nomor floor. Tak hanya itu, Dalam ajang tersebut, Rifda bersama teamnya berhasil meraih medali perunggu untuk nomor team all-around. Namun, Perolehan emas ini merupakan yang pertama bagi Rifda setelah mengikuti berbagai ajang internasional. Pada 21 Desember kemarin, Rifda baru saja menambahkan koleksi mendalinya dengan meraih Perunggu di ajang Voronin Cup 2017 yang di adakan di Moscow, Rusia. Tahun 2017 merupakan tahun gemilang Rifda, ia berhasil mengumpulkan pundi-pundi mendali dari berbagai Ajang perlombaan. Semoga di tahun 2018 nanti, ia dapat menambah koleksi mendali. Yang pada rencananya, ia akan terjun dalam ajang Asian Games 2018 yang akan di adakan di Jakarta dan Palembang.