Olahraga Mahal? Inilah 4 Fakta Unik Olahraga Anggar

Anggar

Apakah #SobatMudaNYSN tau tentang olahraga Anggar? Mungkin masih kurang akrab dengan salah satu cabang olahraga ini. Anggar merupakan ilmu beladiri yang dibekali dengan senjata. Lalu berkembang menjadi senibudaya olahraga dengan mengandalkan keterampilan dalam memanfaatkan kelincahan tangan menggunakan senjata yang menutamakan pada teknik kemampuan seperti memotong, menusuk atau menangkis senjata lawan. Pada zaman dahulu Anggar merupakan satu cabang olahraga yang diajarkan di sekolah – sekolah Eropa untuk melatih keahlian dalam menggunakan senjata tajam. Saat ini Anggar menjadi salah satu cabang olahraga resmi yang dipertandingkan di berbagai kejuaran. Namun ternyata ada beberapa fakta Unik soal cabang olahraga anggar yang wajib diketahui lho. Seragam Berwarna Putih Di antara cabang olahraga lainnya, anggar memiliki warna standar baju yang berbeda. Baju cabang olahraga ini menggunakan seragam berwarna putih dan terbuat dari sutra. Enggak heran kalau baju anggar terlihat lebih mewah. Olahraga Mewah Bukan hanya karena seragamnya yang berwarna putih dan terbuat dari sutra, anggar juga dikatakan sebagai olahraga mewah karena harga peralatan mainnya yang mahal, mulai dari penutup kepala hingga pedang yang digunakan harganya cukup menguras kocek. Saking mahalnya, akhirnya beberapa orang membuka penyewaan peralatan dan baju anggar. Pedang Anggar Pedang anggar ternyata telah mengalami modifikasi siring berjalannya waktu, lho. Dulu, anggar terkenal di Indonesia sejak masa penjajahan Belanda. Rakyat Indonesia tidak menggunakan pedang, tapi bamboo runcing, keris, dan tombak. Seiring berjalannya waktu dan melalui proses panjang, akhirnya olahraga anggar mengalami banyak perubahan. Pedang dalam permainan anggar dimodifikasi lebih ringan, ramping, dan tidak terlalu tajam. Bagian atas dan bawah juga dibuat sedemikian rupa sesuai fungsinya untuk menyerang dan menangkis. Bagian depan pedang sengaja dibuat tumpul, agar tidak melukai lawan saat tertusuk. Pedang yang sekarang digunakan saat ini pun tidak seperti pedang perang masa penjajahan pada masa dulu. Penutup Kepala yang Unik Seragam anggar semakin unik dengan tambahan penutup kepala seperti helm. Penutup kepala ini hampir mirip seperti penutup kepala di olahraga baseball. Fungsi penutup kepala adalah sebagai pelindung wajah dari serangan lawan dan desainnya sengaja dibuat tertutup rapat untuk menghindari cidera akibat goresan pedang. Sumber: cewekbanget.grid.id, etc.

Jalani latihan dua bulan, Satia Bagja Keluhkan Pola Komunikasi Timnas Putri Senior

Timnas Putri Senior (Hijau) unggul 7-1 atas klub sepak bola putri asal Yogjakarta, Pansa FC, pada Sabtu (12/5). (Ham/NYSN)

Sawangan- Sudah dua bulan, Timnas Putri Senior menjalani rangkaian TC dan latihan yang dilaksanakan di National Youth Training Centre (NYTC) Sawangan, Depok, Jawa Barat, sejak awal Maret hingga Sabtu (12/5). Beberapa laga uji coba dilaksanakan guna mengevaluasi perkembangan pemain selama mengikuti instruksi pelatih Timnas Putri Senior, Satia Bagja. Pada Sabtu (12/5), anak asuhnya kembali merumput guna menjalani uji coba, menantang klub sepak bola putri asal Yogyakarta, Pansa FC. Satia membeberkan perkembangan anak asuhnya pasca laga. Menurut dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini, perkembangan dan kualitas bermain kini cukup pesat, salah satunya penguasaan dan kontrol bola. “Saat tim ketiga bermain, mereka melakukan kombinasi serangan, di dalam kotak pinalti. Berani memainkan bola-bola pendek dan berapa kali mereka lakukan itu. Biar permainan kita tak monoton, hanya lari-angkat, gitu terus,” tutur Satia. Namun yang menjadi catatan bagi pria berusia 57 tahun tersebut yakni perihal finishing yang dilakukan Zahra Musdalifah dkk. Beberapa pemain kerap menunda kesempatan untuk melakukan tendangan. Aksi seperti meliuk-liuk, atau mengumpan kepada teman saat peluang terbuka, menjadi perhatian Satia. Selain finishing, kerjasama antar pemain juga masih harus diperhatikan. Penting dilakukan oleh pemain saat bermain untuk berkomunikasi dengan rekan satu tim. Saat melakukan serangan, pemain kerap salah komunikasi dengan kawan. Akibatnya counter attack datang dari lawan. Meski saat ini kerangka tim terbentuk menjadi tiga, Satia masih melakukan ‘bongkar-pasang’ guna memaksimalkan kemampuan pemain. Beberapa nama kualitasnya justru tak berkembang. Namun ada juga yang progresnya bagus. “Misal dari posisi sayap dari Papua, Yudit. Meski usia senior diantara teman-temannya, dia masih mumpuni saat pegang bola, lari kedepan terus crossing, makanya bongkar pasang masih perlu” tambahnya. (Ham) Rekap Hasil Uji Coba Timnas Putri Timnas Putri vs Tim Pelatih Lisensi B : 1-3 Timnas Putri vs SSB Pelita Jaya : 0-4 Timnas Putri vs SSB Pelita Jaya : 1-4 Timnas Putri vs SSB Akademi Sepak Bola Tangsel Muda (ASTAM) : 3-1 Timnas Putri vs UNJ 50 tahun ke atas: 4-0 Timnas Putri vs SSB Goal Axis: 23-0 Timnas Putri vs Univ Bina Nusantara (Putri) : 21-0 Timnas Putri vs Legend Timnas U-50: 3-2 Timnas Putri vs Villa 2000 U-13: 1-2 Timnas Putri vs Gunungkidul United Senior : 1-1 Timnas Putri vs UNJ Putri Umum : 10-0 Timnas Putri vs Pansa FC : 7-1

Dua Kali Uji Coba dengan Thailand Saat Ramadan, Pelatih Timnas Putri Kecewa

Timnas Putri Senior (hijau) dijadwalkan melakukan dua kali uji coba dengan klub putri asal Thailand, di Palembang, Sumsel. (Ham/NYSN).

Sawangan- Datangnya bulan Ramadan dan ibadah puasa sebulan penuh bagi umat muslim, bukan halangan bagi Timnas Putri Senior melanjutkan jalannya TC latihan. Hal ini demi memantapkan persiapan jelang tampil di Piala AFF 2018 Womens Championship Juni mendatang, serta perhelatan Asian Games 2018, pada Agustus. “Kami agendakan libur selama tiga hari yakni 15-17 Mei, di awal Ramadan. Dan kembali latihan, pada Jumat (18/5) sore”, ungkap Satia Bagja, Pelatih Timnas Putri Senior, pada Sabtu pagi (12/5). Proses latihan di bulan Ramadan, tetap berlangsung sehari dua kali. Namun, Zahra Musdalifah dkk memulainya saat sesi sore jelang waktu berbuka puasa, dan dilanjutkan malam, usai sholat tarawih. “Kami menunggu pemasangan lampu, yang sedang digarap di lapangan bawah NYTC Sawangan. Semoga lampu penerangan terpasang sebelum Ramadan, dan kami bisa tetap rutin berlatih,” lanjutnya. Di sela-sela program latihan di bulan Ramadan, anak asuh Satia akan bertolak ke Palembang. Sebab, pada (27/5) dan (30/5), akan kedatangan klub sepak bola putri, dari Thailand. Kesempatan uji coba menghadapi tim asal Thailand, membuat Satia tertantang. Thailand adalah satu-satunya negara Asean yang lolos Piala Dunia Wanita 2019 Perancis. Namun, Satia justru merasa kecewa. “Sebenarnya, bertemu Thailand sampai dua kali ini, bukan agenda saya. Tetapi dari PSSI. Kalau saya ‘kan inginnya dua negara berbeda, tapi ya sudah, dijalani saja,” tutupnya. (Dre)

Liga NIVEA MEN Topskor 2018 Selesai, Lima Pemain Muda Terbaik Berlatih Ke Spanyol

Liga NIVEA MEN Topskor U-16 meyiapkan lima pemain terbaik hasil seleksi untuk berlatih di klub Real Madrid, Spanyol. (istimewa)

Jakarta- Event Liga NIVEA MEN Topskor U-16 bergulir sejak 3 Februari 2018, dan babak final sekaligus penentuan pemenang, dilaksanakan di Stadion Bea Cukai Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada Minggu (5/5). Partai puncak ini menampilkan SSB Bina Taruna kontra ASAD 313 Jaya Perkasa Purwakarta. Laga menarik yang berjalan ketat sejak awal menit ini berhasil dimenangkan oleh Bina Taruna dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang itu dicetak oleh Unggul Perkasa melalui titik putih. Kemenangan ini membuat Bina Taruna menjadi juara Divisi Utama Liga NIVEA MEN Topskor U-16 untuk perhelatan tahun ini. Acara ini juga dihadiri oleh Pelatih Timnas U-16 Fakhri Husaini, Marketing Director Belersdorf Indonesia Tomasz Schwarz, dan gelandang Barito Putra, Gavin Kwan Adsit. “Semoga event ini kedepannya bisa bekerja sama dengan Pemerintah, dan rutin sebagai kompetisi untuk usia muda. Dan ajang ini menciptakan pemain berbakat sejak dini,” ujar Fakhri, saat memberikan kata sambutan. Tomasz Schwarz juga mengatakan sepak bola penting dikenalkan kepada anak-anak sejak usia dini, dengan berlatih nantinya akan terus mengasah kemampuan individu maupun kemampuan dalam tim saat bermain. “Dengan latihan, membentuk karakter anak. Bagi pemenang jangan puas, karena diluar sana masih sangat banyak tim yang lebih baik, dan yang belum juara jangan berkecil hati, jadikan laga ini sebagai evaluasi untuk memperbaiki kesalahan yang dialami,” tambahnya. Liga NIVEA MEN Topskor U-16 berhasil menarik minat 20 Sekolah Sepak Bola (SSB) divisi utama dan 14 SSB divisi 1 se-Jabodetabek dan Bandung. Liga ini juga menyeleksi lima pemain terbaik (penjaga gawang, bek, gelandang, striker, dan pemain terbaik), untuk mengikuti latihan bersama klub Real Madrid F.C. di Spanyol. Nama-nama itu adalah Diego Muhammad Iqbal sebagai kiper dari Soccer One, Thoriq Tifana sebagai bek dari ASAD, Unggul Prakasa sebagai gelandang dari Bina Taruna, Ari Kurnia Restu sebagai penyerang dari Persira Rajeg dan Usman Fatahillah sebagai pemain terbaik (best player) dari Big Star Babek. (Dre/Ham) Juara Divisi 1 Liga NIVEA MEN Topskor U-16 2018 Juara 1: Persira Rajeg Juara 2: Mutiara 97 Juara 3: Remci Juara Divisi Utama Liga NIVEA MEN Topskor U-16 2018 Juara 1: Bina Taruna Juara 2: ASAD 313 Jaya Perkasa Purwakarta Juara 3: Big Star Lima Pemain Terbaik Liga NIVEA MEN Topskor U-16 2018 Kiper : Diego Muhammad Iqbal (Soccer One) Bek : Thoriq Tifana (ASAD 313 Jaya Perkasa Purwakarta) Gelandang : Unggul Prakasa (Bina Taruna), Striker : Ari Kurnia Restu (Persira Rajeg) Best Player : Usman Fatahillah (Big Star Babek)

Waspadai Cuaca Yang Labil, Pelatih Timnas U-16 : Hati-Hati Dengan Petir

Timnas U-16 kembali kedatangan tamu, yakni dari Liga Topskor U-16 Seleksi, melakukan uji coba pada Kamis (10/5) nanti. (Ham/NYSN)

Jakarta- Pekan kedua pemusatan latihan (TC), Timnas U-16 kembali kedatangan tamu, yakni tim Liga Topskor U-16 Seleksi, dalam gelaran uji coba kedua, usai melawan PS TIRA U-17, pada Kamis (3/5) lalu. Sebelumnya, agenda uji coba kedua dilakukan sebelum pemain dipulangkan, yakni pada Jumat (11/5). Namun, uji coba akhirnya dimajukan menjadi Kamis (10/5), di Lapangan Atang Sutresna, Cijantung, Jakarta Timur. “Tak ada persiapan khusus untuk uji coba kedua ini. Ya seperti laga sebelumnya, uji coba itu adalah ajang evaluasi untuk para pemain, setelah melakukan latihan,” ujar Fakhri Husaini, pelatih Timnas U-16, Senin (7/5). Memantau pada latihan Senin (7/5), total pemain yang tergabung mencapai 25 pemain. Satu nama lainnya yang belum sempat diumumkan saat rilis kemarin adalah Nata, dari PPLP Ragunan Jakarta. Ditemui usai latihan, Fakhri membeberkan perkembangan dan fokus latihan. “Anak-anak sangat berkembang pesat selama TC. Dan hari ini, kami fokus pada latihan metode transisi positif,” terangnya pada nysnmedia.com. Latihan ini menerapkan skema bertahan ke posisi menyerang. Proses ini menuntut pemain, mampu merancang serangan saat mendapat tekanan dari lawan. Ketika lawan menyerang, tim harus berhasil merebut bola dan membalikkan keadaan. Rutinnya intensitas durasi latihan, juga membuat staf kepelatihan Timnas U-16 wajib memperhatikan kesehatan para pemain agar tetap prima, mengingat cuaca Indonesia yang sedang memasuki fase pancaroba. “Kemarin, tiga orang pemain sempat sakit, namun kami berikan vitamin dan menjaga ketat pola makan. Kami agak khawatir, karena belakangan ini hujan turun justru menjelang sore hari, saat kami di puncak sesi latihan,” jelas Fakhri. Mantan Kapten Timnas era 90’an ini meyakini, jika ia belum membutuhkan kontrol kondisi VO2 Max anak asuhnya, karena belum ada pemain yang cidera serius. “Soal cuaca hujan, yang jadi fokus kami kondisi pemain saja, juga bahaya petir. Tapi untuk durasi, volume dan intensitas latihan, ya tidak akan berkurang,” tutup pria kelahiran Aceh 27 Juli 1965 itu. Pemusatan latihan yang diikuti 25 pemain pada tahap dua ini, berakhir pada Jumat (11/5), kemudian mereka dipulangkan ke tempat asalnya masing-masing. Namun, saat bulan Ramadan, Timnas U-16 akan memproyeksikan program latihan reguler. Bentuk latihan akan disesuaikan dengan kondisi pemain, yang banyak melakukan ibadah puasa. (Dre/Ham)

Takluk dari Gol Pemain Seperti Laki-laki, Timnas Putri U-16 Tersingkir dari AFF U-16

Laga Timnas Putri U-16 (putih) vs Laos di Piala AFF U-16, Minggu (6/5), di Stadion Atletik Jakabaring 1, Palembang. (Bola.com)

Palembang- Timnas Putri U-16 akhirnya terhenti di penyisihan grup Piala AFF U-16 Girls Championship 2018. Di laga terakhir, mereka takluk dari Laos dengan skor 0-2, di Stadion Atletik Jakabaring, Palembang, Minggu (6/5). Indonesia kembali mengulang hasil negatif 2017 lalu, yang juga tak lolos penyisihan grup Piala AFF U-15. Pada laga penentuan ini, anak asuh Rully Nere gagal memperbaiki hasil di dua pertandingan sebelumnya yakni kalah dengan Thailand 1-4, dan menang melawan Kamboja 2-0. Indonesia pun terpaksa mengubur mimpi ke semifinal. Mereka hanya mendulang tiga poin dan berada di peringkat ketiga, terpaut tiga angka dari Laos, yang ada di urutan kedua klasemen akhir Grup B. Thailand akhirnya melenggang ditemani Laos, menuju fase empat besar. Pada jam pertandingan yang sama, Thailand mengalahkan Kamboja dengan skor 4-0 di Stadion Bumi Palembang. Empat gol diciptakan Yadaporn Meelun menit 25, Janista Jinantuya menit 41, Janista Jinantuya menit 55 dan Janista Jonantuya menit 76. Di partai Indonesia melawan Laos, dua gol Laos diciptakan Pe Pe menit ke-4 dan Inthida Khounsy menit ke-53. Indonesia sebenarnya tampil menyakinkan di pertandingan itu dengan berinisiatif menekan jantung pertahanan Laos sejak menit-menit awal. Serangan pertama kandas, kemudian dilanjutkan dengan skema serangan yang kedua. Rupanya, tim Laos mencari celah menerapkan skema serangan balik. Benar saja, gelandang serang Laos Pe pe, lepas dari pengawalan. Menyisir dari sektor sayap, Pe pe melepas tendangan terukur ke arah sisi kiri penjaga gawang. Gol pembuka pun berhasil tercipta setelah penjaga gawang Indonesia Sofingatun tak mampu menangkap bola. Skor berubah 1-0 untuk Laos. Hasil ini membuat Indonesia bermain lebih agresif untuk mencari peluang gol. Jika dibandingkan Laos, Indonesia relatif kesulitan mencapai area kotak penalti. Sementara sebaliknya, Laos memiliki sejumlah pemain yang piawai memberikan umpan silang ke kotak penalti. Rully lalu menarik dua pemain, yakni Agnes dan Reva, untuk mengubah irama permainan, dan memasukkan Anisa dan Sheva Imut. Namun, kokohnya benteng pertahanan lawan tetap sulit ditembus hingga turun minum. Memasuki babak kedua, permainan Timnas justru menurun. Laos bahkan mampu menguasai arena pertahanan Indonesia. Kondisi ini semakin membuat Indonesia tertekan atas serangan bergelombang Laos. Seakan tinggal menunggu waktu, pada menit ke-53, kembali gawang Indonesia bergetar oleh sepakan keras stiker Inthida Khounsy. Penjaga gawang Sofingatun sempat menangkap bola, namun sepakan yang deras itu tak mampu dibendungnya. Kurangnya performa pemain Timnas sepanjang babak kedua membuat hasil pertandingan berakhir dengan skor 2-0, untuk Laos. Usai pertandingan, Rully menyebut gol cepat Laos pada menit ke-4 membuat mental pemain jatuh. “Selain itu, banyak pemain yang sakit. Bahkan, tiga pemain kami diinfus. Pertandingan ini sangat berat buat kami,” kata dia. Timnas U-16 dihadapkan sejumlah masalah sebelum bertanding di ajang Piala AFF U-16 Girls Championship, sehingga gagal tampil maksimal. Satu pekan jelang event, terdapat 12 pemain yang harus dicoret dari 12 orang yang disiapkan, karena terganjal aturan pembatasan usia dari regulasi FIFA. Akibatnya, Indonesia terpaksa merekrut salah satu penjaga gawang, hanya berdasarkan pantauan rekaman video, ditambah kondisi pemain yang tengah melakukan ujian sekolah. Dalam konferensi pers usai pertandingan, Rully sempat meragukan status pemain Laos, Pe pe, yang dinilainya menyerupai anak laki-laki. Namun, hal ini langsung dibantah pelatih Laos, Phonethip Sengmany. Ia memastikan, Pe pe adalah anak perempuan normal berusia 16 tahun yang rajin berlatih, sehingga berperforma jauh lebih baik daripada teman-temannya. (Dre/Ham) Susunan Pemain Timnas Putri U-16 Pelatih: Rully Nere Sofingatun (pg), Gwen (Rachmayanti Indah M/66), Shalika Aurelia Ramadhanti, Helsya Maeisyaroh, Firanda, Jasmine Sefia Waynie Cahyono, Safira Ika Putri Kartini (c), Agnes (Anisa Febiana/37), Azra Zifa Kayla (Portia Louise Fischer/70), Reva Octaviani (Sheva Imut Furyzcha/29) Laos U-16 Pelatih: Phonethip Sengmany Phatthalavady Sophothirath (pg), Katen Vongasavanh, Vilayphone Phengsana, Inthida Khounsy, Pe pe, Pimpha Thongsavang, Sengdeuan Phongphailath (Panatha Phothisame/68), Chaikham (Souphaphone Xaysoula/72), Phonesavanh, Saysamone Inthaphone (c), Ladee Chanthavongsa

Dua Gol Kemenangan Timnas Putri U-16, Modal Kuat Hadapi Laos

Dua Gol Firanda (8), sukses taklukkan Kamboja U-16,, dan menjaga peluang Timnas Putri U-16 maju ke Semifinal AFF U-16 Girls Championship 2018. (net)

Palembang- Timnas Putri U-16 mencapai hasil positif, di AFF U-16 Girls Championship 2018. Skuat Rully Nere itu meraih kemenangan perdana usai menekuk Kamboja U-16 dengan skor 2-0, pada matchday kedua Grup B. Tampil di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Jumat (4/5), Indonesia langsung menyerang sejak awal laga bergulir. Taktik ini membuat mereka berhasil mencetak dua gol melalui kreasi gelandang tim Srikandi, Firanda, pada menit ke-31′ dan 71′. Meski demikian Rully menilai, masalah pertama timnya ada di lini tengah yang seret mendistribusikan bola ke penyerang. Lalu, persoalan kedua adalah banyaknya pemain yang belum fit, sehingga membuat performa tim mengalami penurunan. “Secara tim kami masih banyak kekurangan. Lini tengah kami sering menahan bola. Mereka memilih menggiring bola dibanding memberi operan ke lini depan. Itu tentunya masalah, karena aliran bola menjadi tidak lancar,” kata Rully usai laga. Selain itu, faktor labilnya cuaca masih menjadi persoalan ketiga, yang belum terselesaikan di kubu Timnas Putri U-16. Cuaca yang kurang bersahabat membuat kondisi fisik Safira Ika dkk. memburuk. “Winger kami kurang maksimal karena belum fit akibat cedera. Penyerang sayap kami pun sejujurnya belum fit 100 persen. Dan beberapa pemain juga sakit akibat cuaca yang mudah berubah dari panas terik, hingga hujan deras, sejak hari pertama,” ujar Rully. Di sisi lain, Thailand Putri U-16 makin tak terbendung. Mereka menang tipis 1-0 atas Laos Putri U-16 ketika melakoni laga di Stadion Atletik Jakabaring, Jumat kemarin. Kedua tim silih berganti melancarkan serangan untuk bisa mendulang angka. Namun, Thailand yang akhirnya bisa memecah kebuntuan berkat gol dari Janista Jinantuya, pada menit ke-81. Namun, hasil-hasil ini tak memengaruhi posisi di klasemen sementara Grup B. Thailand kokoh menghuni puncak Grup B, dengan torehan enam poin. Meski mendulang tiga poin, Timnas Putri U-16 masih bertengger di urutan ketiga, terpaut selisih gol dari Laos, yang duduk di posisi kedua. Sementara, Kamboja harus mengubur mimpi ke semifinal Piala AFF U-16, lantaran tanpa angka di dasar klasemen. Di tabel peringkat grup B, posisi puncak masih dikuasai Vietnam dan dibayangi Malaysia di posisi kedua. Jika situasi tak berubah, maka di babak semifinal, Indonesia berpeluang bersua Vietnam. (Dre/Ham) Klasemen Sementara AFF U-16 GIRLS CHAMPIONSHIP 2018 GRUP A No TIM M Mn S K G P 1 Vietnam 2 1 1 0 4-0 4 2 Malaysia 2 1 1 0 5-3 4 3 Myanmar 1 0 1 0 0-0 1 4 Singapura 2 0 1 1 3-7 1 5 Filipina 1 0 0 1 0-2 0 GRUP B No TIM M Mn S K G P 1 Thailand 2 2 0 0 5-1 6 2 Laos 2 1 0 1 3-4 3 3 Indonesia 2 1 0 1 3-4 3 4 Kamboja 2 0 0 2 1-5 0 HASIL Grup B Rabu (2/5) Indonesia 1–4 Thailand Laos 3–1 Kamboja Jumat (4/5) Indonesia 2–0 Kamboja Laos 0–1 Thailand Minggu (6/5) Thailand vs Cambodia Laos vs Indonesia

Bangkit Dari Cedera Panjang, Pemuda 22 Tahun Ini Jadi Gelandang Modern Timnas Indonesia

Sosok anyar yang menjadi kepercaan Luis Milla di Timnas U-23 yakni gelandang Sriwijaya FC kelahiran Bireun, Zulfiandi (16). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 kini punya pemain baru yang menjadi kepercayaannya di sektor tengah permainan. Sosok anyar yang menjadi kepercaan Luis Milla yakni gelandang Sriwijaya FC, Zulfiandi. Pemuda kelahiran Bireuen, Aceh, 17 Juli 1995, menjadi pemain kepercayaan Luis Milla di jajaran skuat Garuda Muda. Pada empat laga terakhir yang dilakoni Garuda Muda, Cole, sapaannya, selalu jadi pilihan utama pelatih asal Spanyol itu untuk menjaga keseimbangan permainan. Bertugas di lini tengah, gelandang jebolan Timnas U-19 asuhan Indra Sjafri ini tak tergantikan semenjak kembali berseragam timnas. Usai kembali terpanggil bergabung ke pemusatan latihan pada Februari lalu, Cole telah empat kali terpilih menjadi starter pada empat laga terakhir yang dilakoni timnas U-23. Sebelumnya, Cole, harus mundur dari sepak bola lantaran cedera lutut yang membekapnya. Tiga tahun lalu, pada Senin (15/6/2015), menjadi laga terakhir baginya bersama Timnas U-23, yang saat itu ditaklukkan Vietnam dalam perebutan medali perunggu, di ajang SEA Games 2015. Sejak saat itu, pemain berusia 22 tahun ini absen dari Timnas, hingga di level klub. Namun, setelah sembuh dari cedera, Cole bangkit dan menunjukkan pada publik bahwa talenta dan kemampuannya masih belum habis ditelan cedera. Bahkan, performa impresifnya bersama Timnas U-23 dan makin mengukuhkannya sebagai pilihan utama di lini tengah skuat Garuda Muda. Posisi gelandang jangkar ini disebut pelatih beken, Rahmad Darmawan, sebagai gelandang yang sangat unik. Ia dinilai memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata. Statistik Zulfiandi di Timnas U-23 Empat laga terakhir: Laga Pertama Timnas U-23 vs Timnas U-23 Singapura Timnas U-23 mengalahkan timnas U-23 Singapura dengan skor 3-0 pada laga uji coba di Stadion Nasional, Singapura, Rabu (21/3). Tiga gol timnas U-23 Indonesia masing-masing dicetak oleh Febri Hariyadi pada menit ke-44, Muhammad Hargianto (51′), dan Septian David Maulana (65′). Tim asuhan Luis Milla memang tampil mendominasi dengan menguasai penguasaan bola sebesar 66 persen. Zulfiandi tampil gemilang sebagai gelandang jangkar saat timnas U-23 Indonesia berhasil membungkam timnas U-23 Singapura dengan skor 3-0. Ia menjadi pemain yang menorehkan angka operan tepat terbanyak (64 kali), tekel sukses terbanyak (4 kali), dan akurasi operan tertinggi di kubu Garuda Muda yakni sebesar 88.8%. Laga Kedua Timnas U-23 vs Timnas U-23 Bahrain Kendati menelan kekalahan dari Bahrain dengan skor 0-1, timnas U-23 Indonesia sebenarnya tampil lebih mendominasi. Mereka memimpin dalam hal penguasaan bola hingga 64 persen. Jumlah operan sukses mereka bahkan mencapai 393 dari total 484 upaya alias 81 persen tepat sasaran. Sementara itu, Bahrain cuma melepaskan 182 operan sukses dari 265 percobaan atau tingkat akurasi menyentuh 68 persen. Lantas, siapa anak asuh Luis Milla yang paling sering dioper rekannya? Dia adalah gelandang bertahan Zulfiandi. Zulfiandi menjadi pemain Indonesia yang sangat dipercaya teman-temannya. Sepanjang pertandingan, pesepak bola berusia 22 tahun ini menerima 53 operan. Catatan Zulfiandi mengungguli Hansamu Yama Pranata (48), Bagas Adi Nugroho (47), Febri Hariyadi (45), dan Muhammad Hargianto (45). Laga Ketiga Timnas U-23 vs Timnas U-23 Korea Utara Zulfiandi bermain penuh saat timnas U-23 Indonesia ditahan imbang timnas U-23 Korea Utara. Pada laga kedua turnamen PSSI Anniversary Cup 2018 ini, Zulfiandi juga menjadi memegang peran krusial di lini tengah skuat Garuda Muda. Bertugas sebagai gelandang, Zulfiandi mencatatkan operan sukses sebesar 32 dari 36 kali percobaan. Artinya, ia menorehkan presentase keberhasilan operan sebesar 88%. Angka akurasi operan ini sekaligus menjadi yang tertinggi di kubu Garuda Muda. Akurasi Zulfiandi lebih tinggi dari Hargianto (74%), Hansamu Yama (79%) dan Septian David Maulana (75%). Zulfiandi juga impresif secara defensif. Terbukti, ia mencatatkan tiga kali tekel sukses dari lima percobaan dan clearence sebanyak dua kali. Laga Keempat  Timnas U-23 vs Timnas U-23 Uzbekistan Uzbekistan menjadi lawan terakhir Zulfiandi dkk di turnamen PSSI Anniversary Cup 2018. Bermain imbang dengan skor 0-0, Zulfiandi kembali tampil moncer di jantung permainan Garuda Muda. Pada laga ini, skuat besutan Luis Milla unggul tipis di wilayah penguasaan bola, yakni 52% berbanding 48%. Lagi-lagi, Zulfiandi jadi sosok penting di balik stabilitas lini tengah Garuda Muda. Peran gelandang berusia 22 tahun ini tentu saja tak bisa dipandang sebelah mata begitu saja. Berduet dengan Hargianto, Zulfiandi mencatatkan 53 operan sukses dari 61 kali percobaan. Ia menorehkan 86% operan sukses selama 90 menit pertandingan. Presentase keberhasilan operan Zulfiandi hanya kalah dari raihan Bagas Adi Nugroho yang mencatatkan 47 operan sukses dari 51 percobaan (92%). Bahkan, rekan duetnya di lini tengah, Hargianto, hanya mencatatk 35 kali operan sukses dari 53 percobaan (66%). Performa defensif Zulfiandi juga tak kalah moncer. Ia sering membantu pertahanan dan melakukan empat kali intersep dan dua kali sapuan. Bahkan, ia menyumbangkan lima kali tekel sukses dari sembilan kali percobaaan. (art)

Hadapi Kamboja U-16, Pelatih Timnas Indonesia Berdoa Agar Tak Hujan

Timnas Putri U-16 berada di posisi terbawah klasemen Grup B Piala AFF U-16 Girls Championship 2018. (net)

Palembang- Lanjutan Piala AFF U-16 Girls Champiomship 2018, di laga kedua grup B, Indonesia akan berjumpa Kamboja di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (4/5). Timnas Putri U-16 lantas dalam sorotan karena gagal mendulang poin. Mereka kini terbawah di klasemen sementara Grup B, terpaut tiga angka dari Laos, yang menghuni posisi kedua atau batas akhir untuk melaju ke semifinal. Meski berlatar statistik buruk, Srikandi remaja diprediksi tak akan larut dalam keterpurukan. Mereka tentunya bertekad bangkit saat bersua Kamboja. Apalagi, dukungan langsung dari publik Tanah Air kemungkinan bakal memompa moral pasukan Rully Nere tersebut. Di atas kertas, Kamboja juga bukanlah tim dengan skuat mumpuni. Kekalahan 1-3 dari Laos menjadi alasan utamanya. Selain itu, Indonesia Putri U-16 juga sempat bermain 1-1 melawan Kamboja pada laga fase grup Piala AFF 2017 di Laos. Rully mengaku tidak menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi Kamboja. Sang pelatih menganggap laga kali ini hanyalah wadah membentuk kualitas pemain-pemain sepak bola wanita. “Saya tak memiliki persiapan khusus karena ini kan masih sepak bola anak-anak. Saya hanya menerapkan latihan ringan agar mereka bisa kembali fit di laga ini,” kata Rully. “Saya sama sekali tidak mengetahui kualitas Kamboja. Namun, saya optimistis bisa meraih hasil baik dan anak-anak bisa tampil maksimal. Dan semoga cuaca tidak buruk dalam laga nanti karena berpotensi merugikan pemain kami,” tambahnya. Kekalahan 4-1 dua hari sebelumnya, membuat Srikandi Muda Merah-Putih terperosok diperingkat akhir klasemen. Pada hari yang sama, Laos menghadapi Kamboja. Laos tampil apik dan berhasil membungkam lawannya dengan skor telak 3-1. Pada laga sore ini, merupakan laga penentuan hidup-mati Srikandi dibawah asuhan Rully Rudolf Nere. Sebab, jika Srikandi Muda kalah ataupun seri, agaknya sangat sulit untuk bisa lolos ke fase berikutnya. “Yang penting hari ini anak-anak harus bisa memenangkan pertandingan sebagai penentu kedepannya”, kata Papat Yunisal, selaku manager Timnas Indonesia Putri sekaligus ketua ASBWI (Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia), Jumat (3/5). Ia juga membeberkan, nantinya anak asuh Rully Nere bakal bermain fokus mengandalkan permainan sayap. “Persiapan kita lebih fokus bermain dari sayap, karena Kamboja bermain selalu berkumpul ditengah. Kita akan banyak main 1-2 dari lapangan tengah”, pungkasnya. (Dre)

Tak Pernah Menang dan Cetak Gol di Anniversary Cup 2018, Timnas U-23 Buka Loker Untuk Striker

Septian David Maulana (29) yang menjadi eksekutor penalti, gagal memanfaatkan kesempatan mencetak gol kala menjamu Timnas Uzbekistan U-23, pada Kamis (3/5). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 finis diperingkat 3 di ajang PSSI Anniversary Cup 2018 dengan koleksi dua poin, hasil dua kali imbang dan satu kali kalah. Lawan Uzbekistan pada laga terakhir di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Kamis (3/5), skuat Garuda kembali imbang tanpa gol. Pertandingan antara Indonesia dan Uzbekistan berlangsung dengan tensi tinggi. Terutama para pemain Indonesia yang banyak mengedepankan emosi bermain kasar dibandingkan teknik tinggi. Indonesia sempat punya peluang untuk unggul pada menit ke-37. Wasit memberi hadiah penalti setelah pemain Uzbekistan handsball di kotak terlarang sendiri. Tapi, Septian David Maulana yang menjadi eksekutor penalti, gagal memanfaatkan kesempatan itu untuk mencetak gol. Hal ini menjadi catatan khusus bagi arsitek Timnas U-23, Luis Milla. Dari tiga striker murni yang mengisi pos lini depan, yakni Ilham Udin Armaiyn, Lerby Eliandry, dan Ilija Spasojevic, tak seorang pun mencetak skor. Milla pun dikabarkan kembali mencari kandidat striker menuju Asian Games 2018. Timnas U-23 mengakhiri test event Asian Games 2018 ini tanpa satu kali pun meraih kemenangan dan tak mencetak satu gol pun, paska dilaga pertama kalah 0-1 dari Bahrain dan bermain imbang tanpa gol dengan Korea Utara di laga kedua. Timnas U-23 Korea Utara menjadi juru kunci karena memiliki nilai sama dengan Tim Merah-Putih, tapi kalah selisih gol. Timnas U-23 Bahrain menjuarai PSSI Anniversary Cup 2018 usai mencetak nilai 7 dari 3 laga. Dalam laga terakhirnya, Kamis (3/5), Bahrain menggasak Timnas U-23 Korea Utara 4-1. (Pras) Susunan pemain Timnas Indonesia (4-2-3-1): Andritany Ardhiyasa (kiper); Putu Gede Juni Antara, Bagas Adi Nugroho, Hansamu Yama Pranata, Ricky Fajrin (belakang); Zulfiandi, Muhammad Hargianto, Febri Hariyadi, Osvaldo Ardiles Haay, Septian David Maulana (tengah); Lerby Eliandry (depan) Pelatih: Luis Milla Timnas Uzbekistan (4-4-2): Umidjon Ergashev (kiper); Khojiakbar Alijonov, Sharof Mukhitdinov, Doniyorjon Narzullaev, Ilkhomjon Alijanov, (belakang); Husniddin Gofurov, Nurillo Tukhtasinov, Islom Kenjabaev, Sukhrob Nurulloev (tengah): Azizbek Amonov, Andrey Sidorov (depan) Pelatih: Ravshan Xaydarov

Dibawah Guyuran Hujan Deras, Timnas U-16 Ditahan Imbang PS TIRA U-17

Ditengah guyuran hujan yang cukup deras, uji coba melawan PS TIRA U-17, Timnas U-16 (hijau) dipaksa bermain imbang 1-1 pada Kamis (3/5). (Ham/NYSN)

Jakarta- Jelang sepekan TC tahap ketiga Timnas U-16, agenda uji coba dilakukan. Melawan PS TIRA U-17, Timnas U-16 dipaksa bermain imbang 1-1, di lapangan Atang Sutresna, Cijantung, Kamis (3/5). Uji coba ini dihadirkan dalam rangka pemusatan latihan untuk persiapan Piala AFF U-15 di Jawa Timur dan Piala AFC U-16 September di Malaysia. Gol satu-satunya dari skuat Timnas Garuda Muda diciptakan gelandang asal Medan, David Maulana. “PS TIRA U-17 Lawan yang cukup berat. Teknik dan Taktik mungkin kami kalah, tetapi urusan mental, wajib menang. Selama di markas Kopassus, semangat pantang menyerah semoga menular ke anak-anak,” ungkap Pelatih Timnas U-16, Fakhri Husaini, pada Kamis (3/5), usai bertanding. Pada uji coba kali ini, hujan turun begitu deras sejak sebelum pertandingan berlangsung. Akibatnya kondisi lapangan dengan kualitas seadanya, menjadi tergenang. Punggawa Merah-Putih pun sulit mengendalikan permainan, bahkan berkali-kali mendapat tekanan dari PS TIRA U-17. “Kami harus cepat adaptasi dengan situasi lapangan, sebab selama latihan belum pernah diguyur hujan deras seperti ini,” ungkap kapten Tim, Brylian Aldama, pemain yang berasal dari SSB Gelora Putra Delta. Brylian memuji permainan lawan yang mampu cepat beradaptasi dengan kondisi lapangan ‘banjir’. “PS TIRA U-17, saya rasa cukup bagus, meski lapangan terhitung banjir, tapi kelihatanya mereka bisa beradaptasi. Itu sebabnya, lawan sering memberi serangan yang berbahaya ke gawang kami,” sambungnya. Pekan depan, sebelum para atlet muda dipulangkan, mereka kembali mengadakan uji coba yang didatangkan dari skuat Liga Topskor U-16 Selection, pada Jumat (11/5) pagi. (Dre/Ham)

Masih Uji Coba, Juara Piala Indonesia 2018 Tak Dapat Jatah Ke Piala AFC

PSSI menggelar drawing Piala Indonesia 2018, di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Kamis (3/5). (Pras/NYSN)

Bogor– PSSI memberi konfirmasi jika juara Piala Indonesia (PI) 2018 tak akan mewakili Indonesia di ajang Piala AFC tahun depan. Hal itu diutarakan Ratu Tisha Destria selaku sekretaris jenderal PSSI, usai proses undian di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (3/5). Tisha mengungkapkan, alasan juara PI 2018 tak masuk ke kompetisi Asia, karena pihaknya baru memberikan usulan kepada AFC untuk mlakukan verifikasi terhadap bergulirnya turnamen PI 2018. “PI 2018 ibaratnya baru bangun. Jadi, AFC harus memverifikasi dulu, apakah turnamen ini layak menuju Piala AFC. Kami sudah lakukan submission ke AFC-nya, untuk menunggu apakah ini turnamennya layak disetujui jika juaranya lanjut ke Piala AFC,” kata Tisha. Selain itu, PI 2018 berhimpitan waktunyaa dengan jadwal akhir turnamen yang diperkirakan bakal tuntas pada Januari 2019. Padahal, batas akhir pendaftaran klub peserta Piala AFC tahun depan yaitu bulan Desember 2018. Tisha menuturkan jadwal PI 2018 cenderung fleksibel dan menyesuaikan jadwal tim yang bersangkutan. Saat Agustus, PI 2018 tak menggelar pertandingan karena event Asian Games 2018. “Jadi ini adalah turnamen uji cobanya PSSI. Untuk tahun 2019, mungkin juaranya ke AFC,” tegasnya. “Itu hanya main sebulan sekali, tim itu dari sekarang sampai babak terakhir, total hanya main 11 kali. Jadi kalau dirinci sampai Januari, tim maksimal main dua kali sebulan. Agustus tidak main, mungkin awal-awal ada, tapi menuju Asian Games-nya tidak,” pungkasnya. Selama menjalani putaran pertama turnamen, 127 kontestan akan menggunakan sistem single match. Kalah berarti gugur. Sistem ini juga berlanjut di putaran kedua turnamen pada 64 besar. Pertandingan-pertandingan yang berakhir imbang di putaran pertama dan kedua akan berlanjut ke adu penalti. Sistem single match masih akan digunakan di putaran ketiga (32 besar). Hanya saja, pertandingan-pertandingan yang berakhir imbang di putaran ini tidak akan berlanjut ke adu penalti, tetapi diulang di kandang kesebelasan yang bertindak sebagai tim tamu pada pertandingan asli. Memasuki 16 besar, kesebelasan-kesebelasan yang terlibat akan memainkan dua pertandingan dengan sistem kandang-tandang (dua leg). Sistem yang sama akan digunakan untuk pertandingan-pertandingan perempatfinal dan semifinal. (Pras)

Piala Indonesia 2018 Berputar, 127 Tim Bertarung Hingga Januari 2019

PSSI menggelar drawing Piala Indonesia 2018, di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Kamis (3/5). (Pras/NYSN)

Bogor– Setelah enam tahun vakum, Piala Indonesia 2018 bergulir tahun ini. Sebelum bergulir pada 8 Mei, PSSI menggelar drawing di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Kamis (3/5). Drawing dilakukan per zona yang seluruhnya berjumlah 16 Zona. Ajang ini diikuti 127 tim dari seluruh kasta kompetisi di tanah air. Mereka bakal saling bersaing demi memperebutkan trofi juara. Laga Persibo Bojonegoro vs Madura United bakal menjadi partai pembuka dan digelar pada sore hari. Sedangkan pada malam harinya bakal digelar duel antara PSBK Blitar menjamu Arema FC. Dalam turnamen kali ini, PSSI sama sekali tak pandang bulu. Semua tim Liga 1 harus memulai eksistensinya dari babak pertama alias 127-besar. Tak ada yang diistimewakan. Artinya kemungkinan tim dari kasta tertinggi tersingkir sejak awal, berpotensi terjadi. Untuk babak I (127 besar) dan II (64 besar) berlaku sistem satu pertandingan. Sedangkan ronde III (32 besar) hingga babak final, akan diterapkan sistem kandang-tandang. Yang menarik, tim Liga 3 bisa saja bentrok kontra wakil dari Liga 1. Sejumlah laga menarik tersaji di babak awal. Persikabo Kabupaten Bogor langsung menantang Persija Jakarta, Persik Kediri vs Persela Lamongan, hingga Persiba Bantul vs PS Tira. Total ada 16 zona yang diisi oleh masing-masing 6-8 kesebelasan. Saat ini masih ada tiga slot kosong untuk tiga klub. Di Piala Indonesia edisi tahun ini, klub yang berada di liga atau kasta lebih tinggi dari lawannya, akan bermain sebagai tim tamu. Dari hasil drawing ada 16 zona yang akan digelar mulai bulan Mei sampai akhir Juli nanti. Ketua Organizing Comitte (OC) Piala Indonesia, Iwan Budianto, menjelaskan Piala Indonesia akan berlangsung dalam kurun waktu beberapa bulan terhitung dari Mei hingga akhir Januari tahun depan. Untuk babak 32 besar akan dilaksanakan periode Oktober hingga November. Sementara untuk laga semifinal atau 4 besar hingga final, akan didadakan dari Desember sampai Januari. “Babak 64 besar akan dilangsungkan pada Agustus hingga akhir September, 32 besar antara Oktober hingga akhir November, lalu babak 4 besar hingga final diadakan dari Desember sampai Januari,” ujar Iwan. Pada Piala Indonesia 2018, tim yang keluar sebagai juara akan mendapatkan hadiah sebesar Rp3 miliar rupiah, peringkat kedua Rp2 miliar, dan peringkat ketiga Rp1 miliar. (Pras) Hasil undian Piala Indonesia 2018 Zona 1 Kuala Namu vs PSMS Medan PSB Langsa vs PSDS Deli Serdang Persiraja Banda Aceh vs Aceh United PS Keluarga USU vs (Menunggu waiting list dari PSSI untuk zona satu) Zona 2 Kepri 757 Jaya vs PSPS Pekanbaru Persih Tembilahan vs Semen Padang PES Pessel vs Batang Anae FC PS Bintan vs Nabil FC Zona 3 PS Bangka Selection vs Sriwijaya FC Persimura Musi Rawas vs PS Timah Bangka PS Belitung Timur vs PS Bengkulu PS Benteng vs Persijam Jambi Zona 4 Persitangsel vs Bhayangkara FC Lampung Sakti FC vs Perserang Serang Sakai Sambayan Lampung FC vs Cilegon United Persilat Lampung Tengah vs Persita Tangerang Zona 5 Persikabo Bogor vs Persija Jakarta Villa 2000B vs Persiwa Wamena Bogor FC vs Persika Karawang Patriot Candrabhaga vs Bintang Kranggan Zona 6 PSKC Cimahi vs Persib Bandung Maung Anom FC vs Persibat Batang PSCS Cilacap vs Persibangga Purbalingga Persibas Banyumas vs PSGC Ciamis Zona 7 Persab Brebes vs PSIS Semarang Persekat Tegal vs Persik Kendal PSIP Pemalang vs PSIR Rembang Persik Pekalongan vs Persijap Jepara Zona 8 Persiba Bantul vs PS TIRA Persitema Temanggung vs PSIM Yogyakarta PSD Demak vs PSS Sleman Persibara Banjarnegara vs Gadjah Mada FC Zona 9 PSBK Blitar vs Arema FC Persinga Ngawi vs Persis Solo Madiun Putra vs Blitar United Persekam Metro vs Persega Trenggalek Zona 10 Persibo Bojonegoro vs Madura United Persegres Gresik vs Persatu Tuban Madura FC vs Persepam Madura Persekap Pasuruan vs Persu Sumenep Zona 11 Persik Kediri vs Persela Lamongan PSBI Blitar vs Persebaya Surabaya Blitar Putra vs Mojokerto Putra Persekabpas vs Persid Jember Zona 12 PS Sumbawa Barat vs Bali United PS Badung Bali bs Persigo Semeru FC Persekaba Bali vs Perse Ende PSKT Sumbawa vs Persewangi Banyuwangi Zona 13 Kota Baru FC vs Barito Putra Persibeng Bengkayang vs Martapura FC Persipon Pontianak vs Kalteng FC Perseban Banjarmasin vs (menunggu konfirmasi satu klub dari Kalimantan) Zona 14 Persikap Kapuas vs Mitra Kukar PSAD Balikpapan vs Borneo FC Deltras Sidoarjo vs Persiba Balikpapan Persida Sidoarjo vs (menunggu) Zona 15 Persidrap vs PSM Makassar Persbul Buol vs Persbit Bitung Persidago Gorontalo vs Matra Mamuju Persiter Ternate vs Celebest FC Persipal Palu vs (menunggu) Zona 16 Yahukimo FC vs Persipura Jayapura Persintan Intan Jaya vs Perseru Serui Persewar Waropen vs PSBS Biak Pelauw Putra vs Perseka Kaimana

Lakoni Laga Perdana AFF U-16 Girls’ Championship 2018, Timnas Putri U-16 Dicukur Thailand 1-4

Bek Timnas Putri U-16, Jasmin Sefia, mencetak gol satu-satunya meski timnya takluk dari Thailand, di laga perdana AFF U16 Grils Championship 2018. (Pras/NYSN)

Palembang- Superioritas Timnas Thailand ternyata masih di atas Indonesia. Setidaknya hal ini yang tergambar dari ajang AFF U-16 Girls’ Championship 2018. Sempat unggul lebih dahulu, Timnas Putri U-16 harus kalah telak dengan skor 1-4, Rabu (2/5), di Stadion Atletik Jakabaring I, Palembang. Sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit Bui Thi Thun Trang dari Vietnam, Timnas sebetulnya membuka inisiatif serangan ke kubu Thailand. Bahkan, di menit kedua, Indonesia sudah menciptakan gol dari sepakan pemain termuda Timnas, Jasmin Sefia. Bek yang masih berusia 12 tahun ini, membuka skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Srikandi Indonesia. Keunggulan Indonesia tak menyurutkan semangat timnas Thailand. Bahkan, sejak tertinggal, Thailand terus menggempur pertahanan Indonesia. Pada menit ke-22, Thailand berhasil menyamakan skor melalui tendangan pemain tengah, Janista Jinantuya. Timnas Thailand kembali menjebol gawang Indonesia di menit ke-27 lewat tendangan Crathaya Pratumkul. Skor pun berubah 2-1 untuk keunggulan Thailand dan bertahan hingga akhir babak pertama. Di babak kedua, Indonesia semakin terpuruk. Gelombang serangan tanpa henti dari Thailand, membuat mereka lebih banyak bertahan. Thailand pun menambah keunggulan menjadi 3-1 pada menit 67. Tak sampai disitu, Thailand kembali menambah keunggulan menjadi 4-1 lewat tendangan Suchada di menit ke-73. Skor 4-1 untuk keunggulan Thailand bertahan hingga peluit panjang dibunyikan tanda berakhirnya pertandingan. (Dre/Ham) Susunan pemain Indonesia: Sofingatun; Gwen, Shalika Aurelia, Syafira Azzahra, Safira Ika; Heisya Maeisyaroh, Hanipa Suandi, Jasmine Sefia, Reva Octaviani, Sheva Imut; Firanda Pelatih: Rully Nere Thailand: Thichanan Sodchuen; Sawitta Boonwong, Atiya Tonwattanapaibon, Supapron Intaraprasit, Suchavadee Chompaeng; Janistya Jinantuya, Pluemjai Sontisawat, Samanya; Chattaya Pratumkul, Thanat Bungthong, Thawanrat Promthongmee Pelatih: Naruephon Kaenson Wasit: Bui Thi Thu Trang (Vietnam)

Gelar Forum Marathon, PSSI Agendakan National Coaching Conference di ISEF 2018

PSSI rencananya akan menggelar National Coaching Conference pada Sabtu (5/5) di Indonesia Sport Expo and Forum (ISEF) 2018. (net)

Tangerang- PSSI akan menggelar National Coaching Conference pada Sabtu (5/5) di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai, Tangerang. Ajang tersebut merupakan salah satu program agenda dalam Indonesia Sport Expo and Forum (ISEF) 2018, bekerja sama dengan PT Expotama Sinergi. Bagi PSSI, ini pertama kalinya mengadakan pertemuan pelatih dari seluruh Indonesia dengan suatu wokrshop atau forum dengan berbagai tingkatan lisensi. Ini pun selaras dengan visi dan misi PSSI untuk terus meningkatkan kualitas para pelatih di Tanah Air. “National Coaching Conference adalah ajang bertemunya pelatih di Indonesia, dalam satu workshop penuh selama sehari, dari pagi sampai sore. Kami bicara perkembangan sepak bola Indonesia. Ajang ini akan diikut 300 pelatih, dari level lisensi D hingga yang sedang ikut Pro AFC,” kata Direktur Teknik PSSI, Danurwindo, Rabu (5/5). Pria berusia 66 tahun ini menambahkan bahwa dalam acara tersebut akan dijelaskan potret dan perkembangan sepak bola Indonesia saat ini. Apalagi ia ingin semua pelatih harus mengetahui berada dimana level sepak bola kita, dan dimana harus mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain yang lebih maju dalam sepak bola. “Para pelatih ini akan bertukar pikiran, seperti kurikulum dan jenjang kepelatihan. Selain saya akan ada pelatih Luis Milla, Eduardo Perez, Mundari Karya, Emral Abus. Selain itu ada coaching clinic bersama Ponaryo Astaman dan Kurniawan Dwi Yulianto,” ungkap mantan pelatih Timnas Indonesia ini. Danur menjelaskan PSSI tengah menggenjot program kursus pelatih yang di Tanah Air. Kursus pun disebar ke beberapa Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI. “Tahun 2018 ini ada 30 kursus C AFC, dua kali B AFC, dan dua kali A AFC. Selain itu, ada kursus pelatih fisik dan pelatih kiper berlisensi AFC,” ungkapnya. Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dikenakan biaya masuk. Oleh karena itu, PSSI mengajak kepada siapapun untuk hadir dalam diskusi dan workshop ini yang bertujuan untuk memajukan sepak bola Indonesia. (Dre)

ISEF 2018 Jadi Ajang Bisnis Industri Olahraga, PSSI Gencar Lakukan Promo

Indonesia Sport Expo & Forum (ISEF) 2018 resmi dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, di ICE, BSD City, pada Rabu (2/5). (Ham/NYSN)

Tangerang- Indonesia Sport Expo & Forum (ISEF) 2018 resmi dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, di Indonesia Convention Exhibiton (ICE), BSD City, Tangerang, pada Rabu (2/5). ISEF digelar mulai 2 hingga 6 Mei 2018 mendatang. Dalam sambutannya, Imam Nahrawi, selaku Menpora yang mewakili Pemerintah Republik Indonesia, mendukung penuh penyelenggaraan ISEF 2018. Ia berpesan jika bisa ISEF diselenggarakan setiap bulan atau tiga bulan sekali. Menurutnya, ISEF sangat penting untuk kemajuan industri olahraga. Tak hanya itu, ISEF juga dapat memberikan wawasan atau pengetahuan kepada masyarakat terkait olahraga di Indonesia beserta pengembangannya. “Selamat atas ISEF 2018, ini tahun ketiga penyelenggaraan ISEF. Kalau bisa sebulan atau tiga bulan sekali diadakan. Olahraga membawa kesejahteraan dibangun dengan industri komersil dan pengembangan yang lain. Saya ingin semua cabor (cabang olahraga) menuju ke sana, tidak hanya PSSI,” kata Imam.(2/5). “Hubungan olahraga dan masyarakat serta industri harus di-branding dengan baik. Saya menyambut ISEF sangat penting untuk memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai peran koneksi pemerintah, cabor, dan masyarakat sendiri, untuk bersinergi mengembangkan olahraga di Indonesia,” tambahnya. PSSI pun turut berkolaborasi dalam event ini. Dalam forum ini, PSSI juga menjalin kerja sama dengan beberapa pihak seperti pusat database, Genius Sport dan Oxigen untuk mempromosikan produk-produk mereka. ISEF dan PSSI memiliki visi yang sama khususnya dalam pembangunan dan pengembangan industri olahraga. Keduanya juga satu pendapat soal peningkatan prestasi di pentas internasional. “Kami bangga bisa mengikuti acara ini untuk pertama kalinya. Lewat momentum ini, kami ingin perkembangan sepak bola makin baik dan maju,” ujar Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono. “Di acara ini juga, PSSI ingin memberi wawasan sepak bola, baik dari kepelatihan, perwasitan, medis, hingga sesi football parenting. Ini semua kami lakukan sebagai bentuk komitmen PSSI dalam meningkatkan jumlah masyarakat yang melek soal sepak bola,” katanya menambahkan. Bagi PSSI, kolaborasi mereka di ISEF bisa membantu tujuan mereka mempromosikan sepak bola Tanah Air. Pasalnya, di tahun 2018, Indonesia akan menjadi tuan rumah di berbagai ajang, Asian Games, Piala AFF, Piala AFF U-19, Piala AFF U-16, Piala AFF Wanita, futsal, dan sepak bola pantai. Dalam kesempatan ini juga, PSSI kembali menambah partner mereka. PSSI menjalin kerja sama dengan Genius Sport dan Oxygen. “Mmentum luar biasa. Kita semua mencoba sepak bola bukan sekadar panggung lapangan. Tapi kami ingin memperlihatkam semua yang berada di belakang panggungnya. Genius Sport akan membantu PSSI,” ucapnya. Sementara itu, Raditia Zahir Ahmad selaku Direktur PT Expotama Sinergi, penyelenggara ISEF, mengatakan, pihaknya mengadakan forum ini guna menunjang kesiapan Indonesia menggelar Asian Games 2018, Agustus mendatang. “Kami menyelenggarakan ISEF untuk mewujudkan perkembangan olahraga di tanah air melalui peningkatan industri, infrastruktur, dan fasilitas olahraga,” ujarnya singkat. Tahun ini, penyelenggaraan ISEF mengangkat tema ‘Be The Future of Sport Business’ yang sejalan dengan arah kebijakan pembangunan keolahragaan Indonesia. Perhelatan yang merupakan edisi ketiga ini juga menampilkan produk peralatan olahraga dalam negeri dengan lima kategori yaitu stadium and venue facilities, sport and textile material, sport tourism, fitness and health, serta outdoor and indoor equipment. (Ham)

Siapkan Dua Stadion, Asprov PSSI Jatim Siap Langsungkan Piala AFF U-15 dan Piala AFF U-18 2018

Sebanyak 24 nama kembali mengikuti pemusatan latihan Timnas U-16, yang berlangsung 28 April-11 Mei, di lapangan Atang Sutresna, Cijantung. (Ham/NYSN)

Surabaya- Asprov PSSI Jawa Timur resmi ditunjuk PSSI melangsungkan dua hajatan besar pada 2018, yakni Piala AFF U-15 dan Piala AFF U-18. Meski terhitung masih beberapa bulan lagi, Asprov PSSI Jatim sudah mulai mempersiapkan diri. Asprov PSSI Jatim ditunjuk sebagai tuan rumah Piala AFF U-15 yang akan dilaksanakan 29 Juli-11 Agustus 2018. Selain itu, Jatim juga menjadi satu di antara satu tuan rumah event Piala AFF U-18 yang berlangsung 2-14 Juli 2018. Untuk Piala AFF U-15, Asprov PSSI Jatim telah mempersiapkan dua stadion yang akan digunakan sebagai tempat penyelenggaraan. Dua venue tersebut adalah Stadion Gelora 10 November Surabaya dan Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Selain lokasi pertandingan, Jatim juga mempersiapkan akomodasi dan tempat latihan bagi para kontestan. Piala AFF U-15 ini dibagi menjadi dua grup. Indonesia selaku tuan rumah tergabung di Grup A bersama Vietnam, Myanmar, Kamboja, Timor Leste, dan Filipina. Semua laga di grup ini akan dimainkan di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Sementara Grup B terdiri dari Thailand, Malaysia, Laos, Brunei Darussalam, dan Singapura. Mereka akan bermain di Stadion 10 November, Surabaya. Sedangkan untuk Piala AFF U-18, Jatim harus berbagi dengan Jawa barat (Jabar). Stadion Pakansari, Bogor, akan menjadi venue pertandingan untuk grup yang berisi Timnas Indonesia. Sementara Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, yang pelaksanaannya di bawah kendali Asprov PSSI Jatim, digunakan untuk menggelar laga grup lain. “Semoga Piala AFF di Jatim tahun ini berjalan sukses. Ini adalah sumbangsih PSSI Jatim untuk Indonesia,” ucap Ketua Asprov PSSI Jatim, Ahmad Riyadh UB. Sekretaris Umum Asprov PSSI Jatim, Amir Burhannudin, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan semua keperluan penyelenggaraan Piala AFF U-15 maupun U-18, baik itu berupa hotel, lapangan pertandingan, lapangan untuk latihan, dan lain-lainnya, termasuk keamanan. “Untuk keamanan kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait, terutama untuk Piala AFF U-15, karena Timnas U-16 akan bermain di Sidoarjo. Yang pasti, kami siapkan semua kebutuhannya,” jelas Amir. (Dre/Ham) Piala AFF U-15 2018 Venue : Stadion Gelora Delta, Sidoarjo Grup A Vietnam Myanmar Kamboja Indonesia Timor Leste Filipina Venue : Stadion 10 November, Surabaya Grup B Thailand Malaysia Laos Brunei Singapura

Manfaatkan Libur Sekolah, Skuat Garuda U-16 Kembali Jalani TC di Cijantung

Sebanyak 24 nama kembali mengikuti pemusatan latihan Timnas U-16, yang berlangsung 28 April-11 Mei, di lapangan Atang Sutresna, Cijantung. (Ham/NYSN)

Jakarta- Persiapan kembali dilakukan oleh punggawa muda Timnas U-16, asuhan Fakhri Husaini. Sebanyak 24 nama mengikuti pemusatan latihan yang memanfaatkan waktu libur sekolah. TC sudah berlangsung sejak 28 April, dan akan berkahir pada 11 Mei nanti, di Lapangan Atang Sutresna, Cijantung, Jakarta Timur. “Total pemain di hari ketiga ini masih 24 pemain. Tapi, kami masih menyeleksi mereka. Akan ada yang dipulangkan, dan ada yang kita panggil,” tutur Fakhri, usai latihan pagi, Selasa (1/5). Jika ada pemain yang dipulangkan, berarti ada pemain yang mengisi kekosongan. Namun, pemain yang bakal mengisi kekosongan itu bakal didapat berdasarkan rekomendasi dari Asprov (PSSI). “Indonesia sangat luas, banyak pemain berbakat. Jika ada yang pulang, kami tak sekadar ambil pemain lain secara terbuka saja. Ada nama yang sudah direkomendasikan Asprov,” jelasnya. Dari 24 pemain, 17 di antaranya merupakan pemain yang ikut andil menjarai turnamen Jenesys di Jepang, Maret lalu. Sisanya pemain baru yang dipantau dari beberapa daerah, meski juga pernah ikut di pemusatan latihan sebelumnya. Pelatnas lanjutan ini untuk persiapan timnas U-16 guna menghadapi event Piala AFF U-15, pada 29 Juli-11 Agustus, di Jawa Timur. Dan Piala Asia U-16, di Malaysia, pada 20 September-7 Oktober. Untuk ajang AFC U-16, Indonesia tergabung di Frup C bersama dengan Iran, Vietnam dan India. Menurut Fakhri, target empat besar di Piala Asia U-16 2018 sangat mungkin dicapai. Target itu menjadi kunci lolos Piala Dunia U-17 2019 di Peru. “Di kelompok usia ini, kekuatan setiap negara merata. Tentu kami akan berusaha keras untuk mencapai target itu,” pungkasnya. (Dre/Ham) Skuat Timnas U-16 KIPER 1. Ahludz Dzikri Fikri – ASAD 313 2. Ernando Ari – PPLP Jawa Tengah 3. Risky Muhammad Sudirman – SSB Villa 2000 BELAKANG 4. Mochamad Yudha Febrian – SSB Cibinong Putra 5. Muhammad Salman – SSB Jakarta Football Academy 6. Ahmad Rusadi – SSB Prima Palaran Utama 7. Fadilah Nur Rahman – PPLP Sumatra Barat 8. Amiruddin Bagas – Chelsea Soccer School 9. Muhammad Reza Fauzan – Patriot FC Aceh 10. Nadhif Girasta Kosasi – ASIOP APAC INTI TENGAH 11. David Maulana – PPLP Medan 12. Hamsa Lestaluhu – ASAD 313 13. Andre Oktaviansyah – SSB Pelita Jaya Soccer School 14. Brylian Aldama – SSB Gelora Putra Delta 15. Rendy Juliansyah – ASIOP APAC INTI 16. Amanar Abdillah – PS TIRA U-17 17. Mochammad Supriadi – SSB Rungkut 18. Komang Teguh Trisnanda – Diklat Ragunan 19. Muhammad Talaohu – ASAD 313 20. Zidane Pramudya – SSB Candrabaga Bekasi 21. Yadi Mulyadi – ASAD 313 DEPAN 22. Sutan Diego Armando Ondriano Zico – Chelsea Soccer School 23. Amiruddin Bagus – Chelsea Soccer School 24. Alvin Setyawan – SSB Beruang Madu Sakti

Lika Liku Lisensi Kursus Pelatih di Indonesia

Lisensi D yang dimiliki seorang pelatih, merupakan bagian dari Introductory/Grassroots yang dimaksud dalam piramida AFC. (panditfootball.com)

Jakarta- Indonesia awalnya mengenali lisensi pelatih C Nasional, B Nasional, dan A Nasional. Tapi saat ini, lisensi tersebut sudah tidak berlaku lagi karena prosedur dan aturan kursus kepelatihan di setiap negara, langsung dipegang oleh konfederasi sepakbola benua masing-masing. Dilansir panditfootball.com, maka untuk Indonesia, aturan kursus kepelatihan mengacu pada aturan yang dikeluarkan konfederasi sepakbola Asia, AFC. Maka lisensi-lisensi pelatih yang berlaku Indonesia bukan lagi C Nasional, B Nasional, atau A Nasional, melainkan C AFC, B AFC, A AFC dan AFC Pro. AFC sebenarnya sudah memulai kursus-kursus kepelatihan sejak 1989. Tapi untuk tingkatan C, B, dan A, baru dimulai bertahap sejak 1994. Level AFC Pro baru mulai digelar per 2001. Semakin berkembangnya zaman, lisensi kepelatihan pun tak hanya sekadar menjadi pelatih klub sepakbola profesional, tapi memunculkan spesialiasi kepelatihan lainnya seperti pelatih kiper, pelatih fisik, dan pelatih futsal pada 2006. Bahkan pada 2008, mulai digelar kepelatihan sepakbola untuk penyandang disabilitas. Dengan perkembangan kepelatihan AFC di atas, maka AFC kini memiliki tingkatan sendiri, dalam level kepelatihan. AFC pun mengejawantahkan level kepelatihan AFC tersebut dengan “AFC Coaching Progression Pyramid”. Hal ini menjawab keraguan bagi mereka yang bercita-cita menjadi pelatih. Karena saat mencari informasi terkait proses merintis karier sebagai pelatih, maka jawaban yang tersedia yakni PSSI sebagai federasi sepakbola Indonesia, hanya menggelar lisensi C AFC sebagai level terendah kepelatihan. Sementara untuk persyaratan yang wajib dipenuhi dalam mengikuti kursus kepelatihan tersebut, sebagaimana yang dirilis AFC, wajib memiliki pengalaman bermain yang didukung oleh Curriculum Vitae. Termasuk adanya kursus kepelatihan lisensi D di Indonesia. Awalnya lisensi D seolah tidak ada dalam piramida AFC, dan punya risiko tak diakui. Tapi ternyata, setelah memahami, lisensi D tersebut merupakan bagian dari Introductory/Grassroots yang dimaksud dalam piramida AFC. Untuk Introductory/Grassroots ini, AFC tak mensyaratkan khusus seperti syarat mengikuti kursus C AFC, B AFC, dan seterusnya. AFC menyerahkan pada setiap anggota federasi sepakbolanya dalam mengembangkan pendidikan kepelatihan untuk akar rumput, atau usia muda di negaranya masing-masing. Lalu apakah lisensi D ini berlaku atau tidak? Ternyata ini bisa menjadi jawaban atas persyaratan C AFC di atas, terkait poin keenam yaitu mengenai “Coaching Capacity”. Apalagi penyelenggaraan kursus kepelatihan lisensi D pun memang dibawahi oleh PSSI. Kelak, nantinya PSSI yang bisa merekomendasikan pelatih yang berlisensi D tersebut pada AFC, sebagai syarat pengganti “Playing Experience”, jika ingin mengikuti kursus kepelatihan C AFC. Pada kursus kepelatihan lisensi D alias lisensi kepelatihan akar rumput (grassroots), karena diselenggarakan oleh masing-masing federasi negara, maka persyaratannya pun diatur oleh masing-masing federasi. Untuk di Indonesia, lisensi D ini biasanya bisa diselenggarakan lewat Asprov (asosiasi sepakbola tingkat provinsi) atau Askot (asosiasi sepakbola tingkat kota) daerah masing-masing. Hanya saja, jika mengikuti kursus kepelatihan lisensi D yang diselenggarakan Asprov atau Askot, terdapat salah satu persyaratan harus memiliki surat rekomendasi dari Sekolah Sepak Bola (SSB) atau Persatuan Sepakbola (PS). Untuk mendapatkan ini, bagi orang awam, syarat ini berarti harus aktif setidaknya di SSB atau PS, yang terdaftar di Asprov atau Askot, baik sekedar bertugas membantu pelatih-pelatih di sana, atau hanya untuk mendapatkan rekomendasi. Kini, Villa 2000 Football Academy, bisa menyelenggarakan proses kursus kepelatihan lisensi D, tanpa harus menyerahkan surat rekomendasi dari SSB atau PS (bahkan hanya mengirimkan foto KTP saja), sehingga bagi yang tak punya pengalaman melatih pun, bisa mengikuti kursus ini. Namun, biaya yang dikeluarkan untuk mengikuti kursus kepelatihan di Villa 2000 lebih mahal dari yang diselenggarakan di Asprov atau Askot. Yang perlu menjadi catatan, berapapun biaya yang dikeluarkan untuk lisensi D, dijamin tak akan merugikan, karena partisipan lisensi D semua akan diloloskan. Hal ini tak seperti C AFC, B AFC, dan seterusnya, yang punya kemungkinan gagal mendapatkan lisensi. Untuk biaya mengikuti lisensi D ini, partisipan akan merogoh kocek mulai dari 3 juta sampai 4,5 juta rupiah. Materi yang dibahas pun seputar FIFA Laws of the Game dan cara melatih anak-anak usia dini, dimulai dari umur 6 tahun sampai 13 tahun. Durasi agenda pelatihan, minimal 6 hari (total minimal 30 jam pembelajaran teori dan praktik). Di hari terakhir pelatihan, walau semua calon pelatih dipastikan lulus, tetap harus mengikuti ujian teori dan ujian praktik. Saat ini, kursus kepelatihan lisensi D di Indonesia, sangat disesuaikan dengan kursus kepelatihan Lisensi C AFC, sehingga ketika mengikuti lisensi C AFC sudah familier. (art)

30 Peserta Kursus Lisensi D Nasional di Villa 2000 FC Tunjukkan Antusias Tinggi

Kursus pelatih lisensi D Nasional gelombang pertama 30 April-6 Mei, berlangsung di markas Villa 2000 FC, dan Blitz Tarigan bertindak (biru) sebagai pelatih. (Ham/NYSN)

Tangerang Selatan- Demi menciptakan pelatih berbakat dan berkualitas, Villa 2000 FC bekerja sama dengan PSSI, mengadakan kursus pelatih lisensi D Nasional di markas Villa 2000 FC, Pamulang, Tangerang Selatan. Pelatihan ini diadakan dua gelombang, yakni gelombang pertama 30 April-6 Mei, dan gelombang kedua 8-15 Mei 2018, dengan Iwan Setiawan bertindak sebagai instruktur pelatih. Selain Iwan, Villa 2000 FC selain menjadi panitia penyelenggara, juga mengirimkan satu nama, yaitu Blitz Tarigan, yang bertugas asisten instruktur pelatih. “Total peserta ada 30 orang, dan ini sudah memenuhi kuota standar kursus pelatihan. Peserta datang dari berbagai daerah, dan dari luar Jawa, yakni Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera,” ungkap Blitz, usai hari pertama pelatihan, Senin (30/4). Lokasi Pamulang, sempat menjadi kendala bagi peserta yang memang jauh dari tempat tinggal. Villa 2000 FC tak menyediakan biaya tambahan untuk peserta yang jauh, tetapi merekomendasikan akomodasi penginapan. “Sejak awal, kami tak menyediakan akomodasi, transportasi, dan lain sebagainya. Tapi, kami merekomendasikan tempat tinggal. Mereka yang jauh dari rumah, kami tempatkan di mess kami,” tukasnya. Nantinya, 30 peserta ditempa selama sepekan, dan dimulai pukul 07.30 WIB – 18.00 WIB. Pada Senin (30/4) adalah menjadi hari pertama, gelombang pertama dilaksanakannya rangkaian kursus, dengan Blitz sebagai pelatih, dan Iwan sebagai pemateri utama. “Tujuan umum dilaksanakannya kegiatan menciptakan pelatih-pelatih yang berkualitas untuk bisa membina pemain usia dini, karena sepak bola untuk usia dini perlu mendapat perhatian khusus,” ujar Iwan. Menurut mantan Pelatih Borneo FC ini, pembinaan sepak bola pada usia muda perlu mendapat perhatian serius, dan event kursus ini menjadi ajang sekaligus tempat menimba ilmu, bagi wajah baru pelatih usia dini. “Yang saya lihat, bahwa tingkat antusias dari para peserta ini sangat tinggi. Mereka bersemangat ketika materi di kelas maupun praktek di lapangan, dan itu modal yang dibutuhkan, yakni semangat mereka” tambah pria kelahiran Medan 5 Juli 1968. Meski beberapa peserta ada yang mulai dari nol dan bukan dari pemain sepak bola, bahkan tidak tahu menahu seputar dunia sepak bola, namun mereka bersemangat untuk belajar. Metode baru yang digunakan pemateri yakni Villanesia, yaitu metode yang membuat siswa atau peserta terlibat langsung dalam proses belajar mengajar, dan tak hanya mendengarkan atau mencatat, namun bisa langsung dipraktekkan di lapangan. “Tak sekedar belajar jadi instruktur yang berdiri di depan berbicara, tapi mereka turun langsung ke lapangan, untuk mengaplikasikan materi yang sudah diberikan selama di kelas. Jadi keseharian mereka sudah bisa mengajar, bagaimana menjadi seorang pelatih,” tutup pria 50 tahun tersebut. (Dre/Ham)