Mengulik Fakta Unik Api Obor Asian Games Yang Abadi

Kirab obor hari ini akan sampai di Jakarta loh.. Ya, provinsi terakhir lintasan kirab obor Asian Games akan berada di Ibu Kota Jakarta, dari 15 sampai 18 Agustus 2018 nanti. Akhirnya, setelah mengawali perjalanan dari India pada 15 Juli, kemudian hampir satu bulan lamanya berkelana ke beberapa provinsi di Indonesia, kirab obor pun akan sampai  di Stadion Utama Gelora Bung Karno tepat dengan acara pembukaan Asian Games pada 18 Agustus 2018. Tahukah kamu, Api pada obor Asian Games ternyata bukan sembarangan api. Pasalnya, api ini merupakan api abadi dari India, bahkan saat dibawa ke pesawat pun api itu tidak boleh mati. Bagaimana mungkin? Nah, ini dia penjelasan tentang beberapa fakta unik terkait Obor Asian Games 2018: Fakta Unik Pertama, Api tersebut Abadi dan Berasal dari India, Begini Alasannya Jadi, kenapa api abadi sengaja didatangkan jauh dari India, karena Negara ini merupakan tuan rumah Asian Games yang pertama pada tahun 1951. Api ini diambil dari tempat Asian Games yang pertama, yaitu Stadion Nasional Dhyan Chand di New Delhi. Kemudian, kenapa harus abadi? Api tersebut memang sengaja didatangkan dari sumber api abadi India, hal ini sebagai bukti semangat yang selalu menyala untuk saling menjaga kebersamaan, persahabatan serta semangat tuk meraih prestasi. Wah, ternyata api obor yang abadi tersebut punya makna yang dalam ya.. Kedua, Di Pesawat Api Abadi dari India Tidak Boleh Mati, Bagaimana Bisa? Fakta unik satu ini pasti buat kamu berpikir. Terkadang terlintas di benak kamu bagaimana sih membawa api dari India ke Indonesia dengan menggunakan pesawat dengan harus selalu menyala? Ternyata, saat api dibawa dengan pesawat Boeing 737 400 milik TNI AU, tidak sembarangan dibawa, melainkan ada alat khusus yang membuat api tersebut tetap menyala. Jadi menurut lansiran dari kompas.com, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Yuyu Sutisna berkata Api dibawa dengan alat yang disebut tinder box. Alat ini berbahan bakar gas, jadi setiap kali bahan bakar habis, diisi kembali agar tidak mati. Sekali pengisian gas, bisa kuat sampai 10 jam. Dan untuk antisipasi, panitia Asian Games 2018 menyediakan  tinder box cadangan di pesawat. Ketiga, Pesawat dikawal 5 pesawat tempur T-50 Golden Eagle Lima pesawat tempur T-50 Golden Eagle milik TNI AU Sukses mendarat di Indonesia, yaitu di Lanud Adi Sutjipto, Yogyakarta. Susi Susanti pun membawa obor turun dari pesawat. Kemudian, saat itu Susi menyerahkan kembali kepada kepala staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Yuyu Sutisna. Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Sri Sultan HB X dan Susi Susanti pun sama-sama membawa api Asian Games 2018 menuju Museum Pusat Angkatan Udara Mandala Yogyakarta. Keempat, Penyatuan Api abadi Mrapen dari Indonesia dengan api abadi dari India Fakta unik keempat ini tentang Api Abadi Mrapen. Api tersebut merupakan api yang terbentuk dari fenomena alam karena gas alam keluar dari perut bumi. Akibatnya, hingga saat ini api tersebut selalu menyala dan menjadi kebanggan Indonesia. Api abadi dari India pun kemudian disatukan dengan api abadi yang diambil dari Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah. Penyatuan api tersebut waktu itu pada hari Rabu (18/7/2018), di Candi Prambanan, Yogyakarta. Setelah disatukan, api tersebut dibawa dengan berlari menuju Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Torch atau obor Asian Games 2018 tersebut pun dibawa dengan berlari. Fakta Unik Terakhir, Obor Asian Games 2018 Dikirab keliling Nusantara Obor Asian Games 2018 telah dikirab keliling 54 kota dan kabupaten di Indonesia. Di mana pada rute; Solo (19-20 Juli) Blitar-Kepanjen-Malang (20 Juli) Bromo-Probolinggo-Situbondo- Bondowoso (21 Juli) Banyuwangi (22 Juli) Gilimanuk-Kuta-Tanah Lot-Tampak Siring-Denpasar-GWK Bali (23-25 Juli) Mataram (25 Juli) Raja Ampat-Sorong (26-27 Juli) Tanjung Bira-Makassar (28-29 Juli) Banjarmasin (30 Juli) Aceh (31 Juli) Danau Toba-Tobasa-Tapanuli Utara (31 Juli-1 Agustus) Pekanbaru-Siak (1 Agustus) Bukit Tinggi (2 Agustus) Jambi (2 Agustus) Palembang-Musi Banyuasin-Panukal Abab Lelatang Ilir-Prabumulih-Ogan Ilir-OKI (3-7 Agustus) Tulang Bawang-Lampung (7-8 Agustus) Serang (9-10 Agustus) Purwakarta-Bandung-Garut (10-12 Agustus) Cianjur-Bogor (13-14 Agustus) Istana Bogor-Gelora Bung Karno Jakarta (15-18 Agustus) Tak terasa ya, perayaan pembukaan Asian Games 2018 kian dekat. Bahkan api obor pun akan sampai di Jakarta tepatnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno tepat saat hari pembukaan Asian Games pada 18 Agustus 2018. Nah, itu tadi ulasan mengenai beberapa fakta unik api obor Asian Games 2018. Yuk, kita sama-sama rasakan euforianya!

Olahraga Mahal? Inilah 4 Fakta Unik Olahraga Anggar

Apakah #SobatMudaNYSN tau tentang olahraga Anggar? Mungkin masih kurang akrab dengan salah satu cabang olahraga ini. Anggar merupakan ilmu beladiri yang dibekali dengan senjata. Lalu berkembang menjadi senibudaya olahraga dengan mengandalkan keterampilan dalam memanfaatkan kelincahan tangan menggunakan senjata yang menutamakan pada teknik kemampuan seperti memotong, menusuk atau menangkis senjata lawan. Pada zaman dahulu Anggar merupakan satu cabang olahraga yang diajarkan di sekolah – sekolah Eropa untuk melatih keahlian dalam menggunakan senjata tajam. Saat ini Anggar menjadi salah satu cabang olahraga resmi yang dipertandingkan di berbagai kejuaran. Namun ternyata ada beberapa fakta Unik soal cabang olahraga anggar yang wajib diketahui lho. Seragam Berwarna Putih Di antara cabang olahraga lainnya, anggar memiliki warna standar baju yang berbeda. Baju cabang olahraga ini menggunakan seragam berwarna putih dan terbuat dari sutra. Enggak heran kalau baju anggar terlihat lebih mewah. Olahraga Mewah Bukan hanya karena seragamnya yang berwarna putih dan terbuat dari sutra, anggar juga dikatakan sebagai olahraga mewah karena harga peralatan mainnya yang mahal, mulai dari penutup kepala hingga pedang yang digunakan harganya cukup menguras kocek. Saking mahalnya, akhirnya beberapa orang membuka penyewaan peralatan dan baju anggar. Pedang Anggar Pedang anggar ternyata telah mengalami modifikasi siring berjalannya waktu, lho. Dulu, anggar terkenal di Indonesia sejak masa penjajahan Belanda. Rakyat Indonesia tidak menggunakan pedang, tapi bamboo runcing, keris, dan tombak. Seiring berjalannya waktu dan melalui proses panjang, akhirnya olahraga anggar mengalami banyak perubahan. Pedang dalam permainan anggar dimodifikasi lebih ringan, ramping, dan tidak terlalu tajam. Bagian atas dan bawah juga dibuat sedemikian rupa sesuai fungsinya untuk menyerang dan menangkis. Bagian depan pedang sengaja dibuat tumpul, agar tidak melukai lawan saat tertusuk. Pedang yang sekarang digunakan saat ini pun tidak seperti pedang perang masa penjajahan pada masa dulu. Penutup Kepala yang Unik Seragam anggar semakin unik dengan tambahan penutup kepala seperti helm. Penutup kepala ini hampir mirip seperti penutup kepala di olahraga baseball. Fungsi penutup kepala adalah sebagai pelindung wajah dari serangan lawan dan desainnya sengaja dibuat tertutup rapat untuk menghindari cidera akibat goresan pedang. Sumber: cewekbanget.grid.id, etc.