Picu Motivasi Atlet, Juara Dunia Junior Championships 2018 Leo Rolly/Indah Cahya Diganjar Bonus Total Rp 100 Juta

Djarum Foundation memberikan penghargaan berupa bonus senilai total Rp 180 juta kepada tujuh atlet muda PB Djarum Kudus yang sukses menorehkan prestasi di World Junior Championship 2018, di Markham Pan Am Center, Ontario, Toronto, Kanada. (Adt/NYSN)

Jakarta- Menjadi kampiun pada kejuaraan bulutangkis BWF World Junior Championships (WJC) 2018, di Markham Pan Am Center, Ontario, Toronto, Kanada, pada Minggu (18/11), memberi berkah bagi duet besutan PB Djarum Kudus, Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil. Leo/Indah yang baru sebulan berpasangan itu sukses meraih gelar juara, usai mengalahkan kompatriotnya sekaligus runner-up WJC tahun lalu Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti, straight game, dengan skor 21-15, 21-9 (31 menit). Mereka diganjar bonus masing-masing berupa uang tunai senilai Rp 40 juta dan voucher dari Blibli.com, serta tiket.com senilai Rp 10 juta. Sehingga bonus untuk keduanya mencapai total Rp 100 juta. Tak hanya Leo/Indah yang mendapatkan bonus, dobel Rehan/Fadia juga diguyur bonus. Mereka masing-masing mendapatkan bonus uang tunai Rp 20 juta dan voucher blibli serta tiket.com sebesar Rp 5 juta. Dengan demikian, total bonus untuk keduanya mencapai Rp 50 juta. “Kejuaraan Dunia Junior tahun ini luar biasa karena terjadi all Indonesian final. Kedua pasangan atau empat pemain berasal dari PB Djarum Kudus, tapi semua prestasi ini untuk Indonesia,” ujar Yoppy Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, di Galeri Indonesia Kaya (GIK), Jakarta Pusat, pada Senin (26/11). “Selamat untuk Leo dan Indah yang telah membuktikan diri mampu menjadi juara. Semoga penghargaan ini menjadi pemicu semangat kalian semua untuk terus meraih prestasi lebih banyak lagi,” lanjutnya. Selain medali emas dan perak di sektor ganda campuran, prestasi juga dicatat atlet PB Djarum Kudus Iainnya. Dobel Fadia/Agatha Imanuella, dan pasangan Ribka Sugiarto/Febriana Dwipuji Kusuma, meraih medali perunggu di sektor ganda putri. Mereka juga mendapatkan bonus masing-masing berupa 1 unit televisi LED Polytron 50 inchi, ditambah voucher dari blibli.com dan tiket.com senilai Rp 2,5 juta. Bonus penghargaan juga diberikan kepada para pelatih Pelatnas PBSI, yakni Nova Widianto, Amon Santoso, dan Anggun Nugroho. Masing-masing mendapatkan voucher senilai Rp 2,5 juta dari Blibli.com dan tiket.com. Sementara itu, Leo mengaku senang dan bersyukur atas penghargaan yang diberikan Djarum Foundation. “Kami tak menyangka berhasil menjadi juara. Semoga kedepannya kami bisa lebih baik lagi dan meraih prestasi yang lebih besar,” terang Leo, yang diamini koleganya Indah. Sedangkan Gaery Undarsa, Chief Marketing Officer (CMO) & Co-Founder tiket.com, berharap para atlet muda ini terpacu jadi atlet berprestasi hingga ke level senior. “Semoga melalui prestasi yang mereka raih ini bisa memunculkan semangat atlet-atlet muda lainnya untuk ikut mengukir prestasi,” cetus Gaery. Senada, Budi Tjahjono, Event Director Blibli.com, menyatakan atlet-atlet muda harus terus mengasah skill guna meningkatkan prestasi di kejuaraan berikutnya. “Semoga prestasi yang mereka raih menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia lainnya,” tukas Budi. Kembali, Yoppy mengatakan keberhasilan para atlet muda di ajang World Junior Championships ini melengkapi prestasi atlet PB Djarum sepanjang 2018. Penghargaan ini, tambah Yoppy, sekaligus menandai pencapaian rekor pemberian penghargaan atlet PB Djarum berprestasi yang keenam kalinya sepanjang tahun ini. “Diawali Juara Ganda Putra All England 2018 untuk Kevin Sanjaya Sukomuljo, lalu berturut-turut Juara Ganda Campuran Blibli Indonesia Open 2018 Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir, Juara Ganda Putra Blibli Indonesia Open 2018 Kevin Sanjaya Sukomuljo, Juara Ganda Putri Asia Junior Championships (AJC) Ribka Sugiarto/Febriana Dwipuji Kusuma, Juara Ganda Putra Asian Games 2018 Kevin Sanjaya Sukomuljo, dan saat ini Juara Ganda Campuran World Junior Championships 2018 Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil,” ungkapnya. (Adt)

Kunci Titel Juara Umum APSKF, Bekal Indonesia ke Kejuaraan Dunia WSKF 2019

Tim Indonesia mampu menjadi juara umum pada Kejuaraan Karate Shitoryu Asia Pasifik (APSKF) ke-15. Mereka menjadi yang terbaik usai mengoleksi 17 medali emas, 12 perak, dan 15 perunggu atau total 44 medali pada pertandingan selama dua hari, Jumat-Sabtu (23-24/11). (sindonews.com)

Jakarta- Tim Indonesia mampu menjadi juara umum pada Kejuaraan Karate Shitoryu Asia Pasifik (APSKF) ke-15. Mereka menjadi yang terbaik usai mengoleksi 17 medali emas, 12 perak, dan 15 perunggu atau total 44 medali pada pertandingan selama dua hari, Jumat-Sabtu (23-24/11). Bahkan, Indonesia mampu mengungguli Jepang yang harus puas di tempat kedua dengan perolehan 16 medali emas, 3 perak, 2 perunggu atau 21 medali. Sementara posisi ketiga event Sithoryu Asia Pasifik Ke-15 itu menjadi milik China Taipei yang mengumpulkan 6 emas, 13 perak, dan 11 perunggu atau total 30 medali. Menurut Ketua Umum PB Shitoryu Indonesia Karate-Do (Shindoka) Iwan Setiawan, kesuksesan tim Merah Putih patut disyukuri. Sebab, selain sukses menjadi penyelenggara, Indonesia juga berhasil meraih prestasi membanggakan, yakni juara umum. Tentunya, itu prestasi yang sangat membanggakan bagi Indonesia. “Saya senang dan bangga dengan perjuangan segenap atlet Indonesia yang mampu dan berhasil meraih Juara umum, yaitu kedudukan teratas dan terhormat di antara 19 negara peserta,” ujar Ketua Umum PB Shindoka Iwan Setiawan, seusai penutupan acara, pada Sabtu (24/11) malam. Dari perolehan medali, terlihat perebutan medali emas dan perak yang cukup ketat antara Indonesia, Jepang, dan China Taipei. Iwan menilai, keberhasilan tim Indonesia tersebut hendaknya bisa menjadi pemacu semangat segenap atlet Indonesia untuk terus berlatih meraih prestasi optimal di kancah internasional. “Maret 2019, Shindoka/tim Indonesia akan mengikuti Kejuaraan Dunia Karate WSKF (World Shitoryu Karate-Do Federation) di Tokyo Budokan-Jepang, yang diikuti sekitar 60 negara anggota WSKF,” tegas Iwan yang baru terpilih sebagai Presiden APSKF. Iwan menyatakan, hasil di APSKF tentu akan menjadi modal berharga bagi kesiapan Indonesia di Kejuaraan Dunia WSKF. Namun, dia tetap menilai perlunya persiapan dan pelatnas lebih lanjut yang lebih intensif, guna meraih medali emas di kancah bergengsi tersebut. Terutama bersaing dengan tim Jepang, yang dipastikan akan tampil dengan kekuatan penuh. Selain perebutan medali, kata Iwan, pihaknya juga berusaha keras bisa meraih kepercayaan pimpinan puncak WSKF untuk menjadi tuan rumah (host) Kejuaraan Dunia Karate Shitoryu (WSKF) di Indonesia. “Tempatnya sebagai paparan /proposal kami akan gunakan Venue Mahaka yang memenuhi kriteria untuk digunakan sebagai lokasi ajang kejuaraan dunia. Selain lokasinya yang tidak jauh dari airport, juga dikelilingi oleh beberapa hotel, mal, dan tempat rekreasi untuk para peserta,” tegas Iwan. (Adt)

Gelar Honda DBL Camp 2018, Lima Pelatih Basket Top Australia Latih ‘Student-Athlete’ Terbaik Indonesia

Mulai 28 November - 1 Desember, para campers, sebutan peserta Honda DBL Camp 2018, pemain dan pelatih terbaik dari 30 kota 22 provinsi berkumpul di Surabaya, Jawa Timur, dalam Honda DBL Camp 2018, bersaing menuju Amerika Serikat pada Februari 2019. (DBL)

Surabaya- Gelaran Honda Developmental Basketball League (DBL) 2018 memasuki tahapan puncak. Mulai 28 November – 1 Desember, pemain dan pelatih terbaik dari 30 kota 22 provinsi berkumpul di Surabaya untuk bersaing dalam Honda DBL Camp 2018. Inilah camp basket pelajar terbesar tanah air, sebagai seleksi tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018. Pemusatan latihan basket pelajar terbesar ini rutin digelar sejak 2008 di Surabaya. Saat itu, masih bernama Indonesia Development Camp yang diselenggarakan atas kerja sama DBL Indonesia bersama NBA. Dilatih langsung oleh Danny Granger, anggota tim NBA All-Star 2009. Sejak 2010, DBL Indonesia bekerjasama dengan World Basketball Academy (WBA) Australia. Dipimpin legenda basket Australia Andrew Vlahov, yang bakal didampingi oleh Shane Froling, CJ Jackson, Mark Heron, dan Makailah Dyer. Kelima pelatih top WBA ini jadi camp coordinator berkolaborasi dengan tim pelatih dari DBL Academy, satu-satunya akademi basket profesional berstandar internasional di Indonesia. Honda DBL Camp merupakan tahap akhir dari penyelenggaraan Honda DBL 2018. Seperti tahun sebelumnya, dari 30 kota 22 provinsi penyelenggaraan Honda DBL, terpilih DBL First Team, yaitu pemain dan pelatih terbaik. Masing-masing berisi lima pemain putra, lima pemain putri, dan dua pelatih. Total 303 student-athlete dan pelatih yang akan mengikuti Honda DBL Camp 2018. Selama empat hari, para campers, sebutan peserta Honda DBL Camp, berlatih dan bersaing. Mereka bekerja keras mengerahkan kemampuan terbaik. Puncaknya, akan dipilih 12 putra, 12 putri, serta empat pelatih sebagai tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018. Tim elit tersebut akan belajar dan bertanding di Amerika Serikat! “Sudah 10 tahun kami konsisten mengumpulkan pemain muda terpilih dari seluruh Indonesia. Kami cari pemain yang punya kemampuan basket dan fisik terbaik dan berkarakter menjadi tim Honda DBL All-Star 2018. Mereka akan kami terbangkan ke Amerika mengikuti rangkaian program di bulan Februari ,” ungkap Masany Audri, Direktur DBL Indonesia. Melalui Honda DBL Camp, Masany meyakini bahwa jadi wadah penting bagi para student-athlete untuk bisa mengembangkan kemampuan mereka. ”Honda DBL Camp ini adalah sebuah pencapaian, satu langkah lagi mereka menjadi pemain terbaik dari yang terbaik di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (Adt)

Siapkan Atlet Karate Potensial ke Kejuaraan Dunia, Kandaga Sarana Gelar Kejurnas

Kejurnas Karate Perguruan Kandaga Prana 2018 digelar di GOR Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada 24-25 November 2018. Sebanyak 317 atlet dari 18 Pengurus Provinsi Kandaga Prana di Indonesia, tampil dalam 60 kelas, dari usia dini hingga senior. (tempo.co)

Jakarta- Pengurus Besar (PB) Perguruan Kandaga Prana menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Perguruan Kandaga Prana, yang berlangsung di GOR Cempaka Putih, Jakarta Pusat, 24-25 November. Perguruan Kandaga Prana merupakan salah satu dari 25 perguruan karate di bawah naungan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki). Ketua Dewan Guru Kandaga Prana, Aldrin Tando menyampaikan, agar atlet terus menempa diri. “Karate ini satu-satunya cabang olahraga yang tak tergantung alat, tergantung pada diri sendiri, selamat bertanding, tantangan terbesar anda adalah mengalahkan diri sendiri”, ujar Aldrin di Jakarta, Minggu (25/11). “Tahun 2020 untuk pertama kali karate dipertandingkan di Olimpiade yaitu di Jepang, kami berharap dari ajang ini atlet muda kami meniti karir sebagai atlet karate. Dan bisa bertanding di Olimpiade serta ajang nasional, dan internasional bahkan lainnya,” tutur Rocky Pesik, Ketua Pengurus Provinsi Kandaga Prana DKI. Wakil Ketua Panitia Kejurnas Harison Mocodompis, menyatakan kejuaraan ini diikuti oleh atlet Kandaga Prana dari seluruh Indonesia. “Selama dua hari ini akan bertanding 317 atlet dari 18 Pengurus Provinsi Kandaga Prana di Indonesia, mempertandingkan 60 kelas, dari usia dini hingga senior,” ungkap Harison. Kandaga Prana yang berdiri pada 1971 adalah salah satu dari 20 perguruan pendiri PB Federasi Karatedo Indonesia (Forki). Namun perguruan ini tak berkembang, dan hanya punya 5 pengurus provinsi sebelum pembenahan menejemen pada 2015 oleh Aldrin. Saat ini Kandaga Prana tersebar di 17 provinsi. Selain Kejurnas, juga diselenggarakan tiga event penting, yakni penataran untuk wasit dan guru dalam rangka penyegaran, ujian DAN, oleh Shuseki-Shihan & Direktur Federasi Shotokan Karate-Do International, Manabu Murakami (dan 8) dari Jepang. (Adt)

Festival Sepak Bola U-12 Putra dan U-16 Putri Semarakkan HUT Kota Tangsel, Wali Kota: Temukan Bibit Unggul Sepak Bola Nasional

Festival Sepak Bola Usia (U)-12 Putra dan U-16 Putri yang diikuti 30 tim, dihelat di Stadion Mini Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada 24-25 November 2018. (Riz/NYSN)

Ciputat- Festival Sepak Bola Usia (U)-12 Putra dan U-16 Putri yang diikuti 30 tim, dihelat di Stadion Mini Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada 24-25 November 2018. Festival se-wilayah Kota Tangerang Selatan itu memperebutkan Piala Wali Kota sekaligus rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tangerang Selatan Ke-10. Airin Rachmi Diany, Wali Kota Tangerang Selatan, mengatakan Festival Sepak Bola U-12 dan U-16 menjadi wadah untuk mengembangkan potensi bibit muda di bidang olahraga. “Mudah-mudahan dengan event ini kita bisa menemukan bibit-bibit yang unggul untuk persepak bolaan Indonesia,” ujar Airin saat hadir disela-sela Festival Sepak Bola U-12 Putra dan U-16 Putri, di Stadion Mini Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Minggu (25/11). Menurut perempuan kelahiran Banjar, Jawa Barat, 28 Agustus, 42 tahun silam itu, animo peserta usia muda untuk menyemarakkan Festival Sepak Bola U-12 dan U-16 sangat luar biasa. “Kondisi ini sangat membanggakan karena anak-anak bukan hanya dididik di bidang keilmuan dengan menimba ilmu di sekolah, melainkan juga prestasi di bidang olahraga. Inilah bentuk keseimbangan. Kedepan, generasi muda Indonesia akan jauh lebih baik,” lanjut Mojang Parahyangan Bandung pada 1995 itu. Airin menambahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan akan terus mendorong semua potensi yang ada, terutama di bidang olahraga, untuk membentuk generasi muda yang sehat dan tangguh. “Yang paling penting adalah anak-anak bisa memilih apa yang menjadi mimpi dan harapan mereka sebagai bekal di masa depan sebagai atlet nasional yang membela Indonesia nantinya,” tutur alumni Fakultas Hukum Universitas Parahyangan Bandung, Jawa Barat itu. Sementara itu, Entol Wiwi Kartawijaya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang Selatan, menyebut dengan festival sepak bola anak usia dini diharapkan terbangun pemain, tim, dan pelatih yang berkarakter. “Festival sepak bola yang merupakan kerjasama dengan Uni Papua ini tidak hanya menciptakan sportifitas, tapi juga membentuk karakter pemain yang tangguh dengan talenta yang menjadi bahan bibit untuk pesepak bola nasional,” tuturnya. Ia menambahkan pihaknya sangat mendukung upaya semua kalangan untuk menyelenggarakan kegiatan yang dapat memicu semangat anak-anak muda untuk mengembangkan potensi diri, khususnya di bidang olahraga. “Kami yakin bibit-bibit muda sangat banyak tersebar terutama di Kota Tangerang Selatan ini, dan tugas kami yakni selalu berusaha untuk memfasilitasi semangat mereka untuk terus meningkatkan skill yang dimiliki,” tukas Kartawijaya. (Adt)

Sukun Muda Jawa Timur dan Bandung Tectona Kampiun Kejurnas Bola Voli U-17, PBVSI Saring 30 Atlet untuk Kejuaraan Asia 2019

Tim putra Sukun Muda Jawa Timur menjadi kampiun Kejurnas Bola Voli Usia (U)-17 Tahun, usai mengalahkan Elektrik PLN Sulawesi Utara, dengan skor 3-2 (20-25, 25-18, 25-14, 23-25, dan 17-15). di Gelanggang Olahraga (GOR) Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Sabtu (24/11). (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim putra Sukun Muda Jawa Timur dan tim putri Tectona Bandung, sukses menjadi kampiun Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Voli Usia (U)-17 Tahun, di Gelanggang Olahraga (GOR) Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Sabtu (24/11). Kemenangan itu membuat masing-masing tim berhak membawa pulang hadiah uang tunai senilai Rp 10 juta. Memainkan laga final, Sukun Muda mematahkan peforma klub Elektrik PLN Sulawesi Utara, dengan skor 3-2 (20-25, 25-18, 25-14, 23-25, dan 17-15). Indrajaya, juru racik Sukun Muda, mengaku puas dengan performa anak didiknya di pertandingan final ini. Terlebih, ungkapnya, pertandingan kedua tim berjalan ketat dan seru. “Kami akui lawan layak menjadi finalis. Apalagi kekuatan kedua tim sama kuat,” ujar Indrajaya usai tim-nya meraih kemenangan, pada Sabtu (24/11). Diakuinya, salah satu pemain lawan memiliki kemampuan di atas rata-rata, yakni Jordan. Ia menginstruksikan anak didiknya untuk ‘mematikan’ Jordan. “Alhamdulilah anak-anak bisa menjalankan itu. Sebenarnya keunggulan kami itu ada pada tosser dengan postur yang tinggi, sehingga bisa menekan lawan,” lanjut Indrajaya. Sementara itu, Tectona Bandung yang bermaterikan pemain debutan berhasil menyudahi perlawanan Bharata Muda Jakarta dengan skor 3-2 (16-25, 23-25, 25-15, 25-22, dan 15-4). Emiel Sanger, arsitek Tectona Bandung, mengatakan kemenangan anak didiknya itu merupakan sebuah kejutan. “Ini surprise bagi kami selaku pelatih. Karena secara umur mereka masih bisa bermain kembali di Kejurnas U-17 tahun depan. Dan, hampir semua pemain adalah wajah-wajah baru. Tapi, kami bisa menang di Kejurnas tahun ini. Sangat luar biasa,” tegas Emiel. Menurutnya, dengan materi pemain muda dan baru pertama kali mengikuti Kejurnas ini, maka yang dibutuhkan adalah ketenangan untuk bisa memenangi setiap laga. “Secara materi pemain berimbang, tapi kami punya kelebihan di quicker, serta kami bermain cepat pada saat lawan tertekan,” cetusnya. Usai Kejurnas Bola Voli U-17, Pengurus Pusat (PP) PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) bakal menjaring 30 atlet untuk dipersiapkan menghadapi Kejuaraan Junior Asia pada 2019. “Setelah Kejurnas ini kami akan menjaring 30 atlet yang akan kami persiapkan untuk menghadapi Kejuaraan Junior Asia tahun depan. Kejurnas ini menambah motivasi bagi para atlet muda untuk terus giat berlatih,” terang Denny Hendri Wijaya, Ketua Panitia Pelaksana 2018 Kejurnas Bola Voli U-17 itu. Kembali, Indrajaya menyambut baik keinginan PP PBVSI yang akan menjaring 30 atlet guna menghadapi Kejuaraan Asia. “Sangat bagus karena memotivasi pembina bola voli di daerah untuk terus melakukan pembinaan atlet usia dini. Apalagi atlet-atlet muda potensial justru paling banyak berada di daerah,” tegas Indrajaya. Hal senada dikatakan Emiel. Menurutnya, hal itu akan memotivasi atlet-atlet muda untuk semangat berlatih. “Pembinaan memang harus terus berjalan. Sedangkan bagi kami akan terus melakukan pembinaan, sehingga regerasi atlet voli nasional terus terjaga,” tukas Emiel. (Adt) Hasil Final Kejurnas Bola Voli U-17: Putra Juara I: Sukun Muda Jawa Timur Juara II: Elektrik PLN Sulawesi Utara Juara III: Rajawali Yogyakarta Juara IV: Vobgard Jakarta Putri Juara I: Tectona Bandung Juara II: Bharata Muda Jakarta Juara III: Jenggolo Jawa Timur Juara IV: GMSBS Musi Banyuasin

Lima Skuat Timnas U-19 Termahal di Liga 1 2018

Saddil Ramdani (11/merah), pemuda kelahiran Raha, Sulawesi Tenggara, 2 Januari 1999, anggota Timnas U-19 dan winger Persela Lamongan, kabarnya jadi wonderkid Indonesia termahal yang tampil di Liga 1208, dengan harga mencapai Rp 2,5 Miliar. (Pras/NYSN)

Jakarta- Disaat prestasi timnas senior kian menurun, muncul generasi-generasi muda yang sanggup membuat penggemar sepakbola kembali tersenyum. Pembuktian dilakukan oleh Timnas U-16 dan U-19 di level Piala Asia. Walau tak mampu mencapai target yang ditentukan, yakni lolos hingga semifinal, namun Garuda Muda membanggakan seluruh rakyat Indonesia dengan mengantarkan Indonesia sampai ke babak 8 besar turnamen sepakbola terbesar se-Asia. Sejumlah talenta-talenta muda pun bermunculan di dalam skuat Garuda Muda. Bahkan, hal ini menjadikan beberapa dari wonderkid Indonesia tersebut menjadi yang termahal di Liga 1 2018. Dilansir Transfermarkt, berikut ini adalah lima wonderkid Indonesia termahal di Liga 1 2018. Saddil Ramdani Karir Saddil Ramdani di level klub dan Timnas terbilang sukses. Bahkan, Saddil seolah lebih sering membela Timnas, dibanding klubnya sendiri, Persela Lamongan. Saddil selalu jadi langganan skuat Timnas U-19. Ia mampu mengantarkan Garuda Nusantara mencapai babak perempat final Piala Asia U-19 2018. Bahkan, pemuda kelahiran Raha, Sulawesi Tenggara, 2 Januari 1999 seharusnya tercatat sebagai pemain yang akan memperkuat timnas senior di ajang Piala AFF 2018. Namun, lantaran tersandung kasus hukum, membuat Saddil dicoret oleh pelatih Bima Sakti di Piala AFF 2018. Di klub Persela, Saddil selalu menjadi tumpuan mengisi posisi sayap skuat Laskar Joko Tingkir. Punya kecepatan saat dribling, akurasi tembakan yag baik, kabarnya ia dihargai sebesar Rp 2,5 Miliar. Asnawi Mangkualam Bahar Asnawi Mangkualam Bahar merupakan sosok penting dalam skuat PSM Makassar dalam mengarungi Liga 1 2018. Asnawi turut andil menjaga lini pertahanan dari PSM, membuat tim berjuluk Juku Eja turut kini memuncaki tabel klasemen Liga Indonesia. Pemain kelahiran Makassar 4 Oktober 1999 ini pun jadi sosok sentral dalam Timnas U-19 pada turnamen Piala Asia 2018. Putra legenda PSM, Bahar Muharram ini pemain yang multi posisi. Selain fasih bermain menjadi gelandang bertahan, Asnawi juga natural berfungsi di bek kanan. Ia dihargai dengan nilai transfer sebesar Rp 2,5 Miliar. Todd Rivaldo Ferre Aksi lincah Todd Rivaldo Ferre dalam mengolah bola dan mencetak Hattrick kala melawan Qatar di Piala Asia U-19 2018 telah menjadi perhatian publik. Rivaldo pun kini berjuluk wonderkid dari Papua. Meski pada akhirnya kalah pada laga tersebut, namun semangat dari telah membangun mental anak asuh dari coach Indra Sjafri hingga akhirnya bisa menembus 8 besar. Nama winger kelahiran Jayapura 15 Maret 1999 pun turut melambung sejak itu. Pemain berpostur mungil dan sempat menjadi pemain terbaik Liga 1 U-19 edisi 2017 yang kini membela Persipura Jayapura itu, konon kini dihargai sebesar Rp 1,2 Miliar, jika ingin menebus jasanya Nurhidayat Haji Haris Nurhidayat Haji Haris adalah pemain tersering tampil bersama klubnya, Bhayangkara FC di Liga 1 2018, diantara seluruh pemain Timnas U-19. Hal inilah yang menjadikan Kapten Garuda Nusantara kelahiran Makassar, 5 April 1999, pada Piala Asia U-19 2018 dihargai dengan nilai transfer sebesar Rp 1,2 Miliar. Firza Andika Penampilan gemilangnya di ajang Piala Asia U-19 2018 bersama Timnas U-19, menjadikan sosok Firza Andika banyak dilirik oleh klub Eropa. Pemuda kelahiran Medan, 11 Mei 1999 kini sedang berada di Belgia, untuk menjalani trial, bersama klub AFC Tubize. Bek kiri yang punya kecepatan ini turut menjadi sosok krusial jantung pertahanan PSMS Medan di kompetisi Liga 1 2018. Sebagai pemain asal Asia yang berpeluang tampil di Eropa, Firza mendapatkan harga dengan nilai transfer cukup tinggi, yakni Rp 843 juta. (art)

Terinsiprasi Kadispora Cup di Bali, Giliran NTT Jaring Pebasket Berbakat

Kejuaraan basket tingkat pelajar di Bali Oktober lalu, jadi momentum menemukan pemain berbakat. Mantan pemain Pro Kobatama era 2000-an, Regi Jeffray Nomleni tertarik untuk menemukan bibit dari kota asalnya Kupang, Nusa Teggara Timur (NTT), dengan menggagas event Free Basketball Coaching Clinic “DARI BETA UNTUK TANAH TIMOR 2”. (tribunnews.com)

Jakarta- Basket menjadi olahraga populer di kalangan anak muda Indonesia. Seiring waktu, mempopulerkan olahraga ini terus terjadi di beberapa daerah, seperti yang dilakukan Bali dengan menggelar Kejuaraan basket antar SMA tingkat Nasional putra-putri, bertajuk Kadispora Cup 2018. Kejuaraan basket tingkat pelajar itu jadi momentum menemukan pemain berbakat. Regi Jeffray Nomleni pun kini tertarik menemukan bibit dari kota asalnya, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Eks pemain klub Utama Jogja (tampil di Pra Kobatama di era 2000-an), pun menggagas event free Basketball Coaching Clinic “DARI BETA UNTUK TANAH TIMOR 2 ” di tiga kota di NTT, sebagai lanjutan event yang sama pada Juli silam. “Saya ingin basket di NTT lebih maju dari sebelumnya. Tujuan lainnya mengajak generasi muda di tanah kelahiran saya mencintai olahraga dan menjauhi hal negatif. Jika di sepak bola ada Yabes Roni, mudah-mudahan di basket juga ada calon atlet potensial baik putra dan putri seperti dia,” kata Regi dalam rilisnya. Kegiatan pelatihan yang diikuti pelajar ini akan digelar di tiga kota di NTT. Pelatihan bola basket ini diberikan secara gratis dan akan dilaksanakan di Kupang, Soe dan Kefa. (Kupang, 1-2 Dec 2018 pk. 14.00-21.00; Kefa, 4 Dec 2018 pk. 15.00-20.00; Soe, 6 Dec 2018 pk. 15.00-20.00). Soal keterbatasan prasarana, pelatih privat khususnya bagi anak-anak usia dini, tim kampus BSI, Klub AirOne Basketball, dan salah satu perusahaan minyak asing British Petroleum, ini mengaku tak risau. Yang terpenting, kata dia, kaum muda NTT gemar berolahraga salah satunya lewat basket. Meski demikian, defense_id, produsen t-shirt bertema basket yang digemari anak anak muda di ibukota, aktif mendukung. Juga Intiland, Tbk memberi dukungan penuh untuk kegiatan ini dengan menyediakan 30 bola size 5 dan 30 tas yang nantinya akan di berikan kepada beberapa peserta terbaik. Pria kelahiran Kupang, 10 Januari 1978 memiliki kerinduan agar basket di NTT dibina sejak usia dini tak hanya mengajarkan skill semata, tetapi juga membentuk karakter mereka menjadi pribadi yang tak mudah menyerah dan memiliki attitude yang baik. Sejak informasi mengenai kegiatan ini disampaikan melalui sosial media (Facebook dan Instagram), sudah lebih dari 200 peserta mendaftarkan diri. Bahkan untuk Chapter Kota Kupang, pendaftaran sudah ditutup mengingat kuota yang disediakan cukup terbatas. “Tak ada yang tak mungkin untuk membangun basket di NTT. Yang penting, mau mencoba dan berusaha. Meski kami hanya didukung beberapa donatur saja, itu tak menyurutkan mimpi, membangkitkan basket di tanah kelahiran saya,” pungkas suami dari Tirza Halapiry dan salah satu pelatih di program Junior NBA ini. (Adt) Jadwal Free Basketball Coaching Clinic “Dari Beta Untuk Tanah Timor 2” KUPANG (GOR Pitoby Sport Centre) Kategori TK dan SD Minggu, 2 Dec 2018 pk. 15.30 – 17.30 Kategori SMP/SMA Sabtu, 1 Dec 2018 pk 14.00 – 19.00 Kategori Mhs/Umum Sabtu, 1 Dec 2018 pk 19.00 – 21.30 KEFA Kategori TK dan SD Selasa, 4 Dec 2018 pk. 15.00 -16.30 Kategori SMP/SMA Selasa, 4 Dec 2018 pk. 16.30 – 19.00 Kategori Mhs/Umum Sabtu, 1 Dec 2018 pk 19.00 – 21.30 SOE Kategori TK dan SD Selasa, 4 Dec 2018 pk. 15.00 -16.30 Kategori SMP/SMA Selasa, 4 Dec 2018 pk. 16.30 – 19.00 Kategori Mhs/Umum Sabtu, 1 Dec 2018 pk 19.00 – 21.30

Indonesia Targetkan Juara Umum 15th APSKF 2018 Dan Incar Posisi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia

Tim Kata beregu putra Indonesia yang terdiri dari Erlando Stefano, Muhammad Wisnu Hidayat dan Chogun Miyagi, meraih emas di hari pertama ajang 15 Asia Pasific Shitoryu Karate-do Federation (APSKF) 2018 yang digelar di Britama Arena, 23-24 November 2018. (tribunnews.com)

Jakarta- Indonesia menargetkan juara umum ajang 15 Asia Pasific Shitoryu Karate-do Federation (APSKF) 2018 yang digelar, 23-24 November 2018 di Britama Arena, Mahaka Square, Kelapa Gading Jakarta. Ketua umum Shitoryu Indonesia Karate-do (Shindoka), Iwan Setiawan, pada Jumat (24/11) di Jakarta menyatakan, sebagai tuan rumah Indonesia membidik gelar juara umum. “Kita pernah menempati peringkat kedua. Kali ini kita yakin juara umum. Apalagi Jepang tak menurunkan tim kata yang utama,” terang Iwan. Iwan yang juga presiden Asia Pasifik Shitoryu Karate Federation (ASKF), berharap setelah sukses menggelar APSKF 2018 Indonesia bisa menjadi tuan rumah kejuaraan dunia. “Melalui ajang ini kita yakinkan Presiden World Shitoryu Karate Federation, bahwa Indonesia layak menjadi tuan rumah kejuaraan dunia. Tahun depan kejuaraan dunia Shitoryu akan digelar di Tokyo, Jepang, dan diikuti sekitar 70 negara. Kita akan meninjau kesana. Kita yakin bisa menggelar kejuaraan dunia,” lanjutnya. 15th APSKF 2018 diikuti oleh 459 peserta dari 19 negara. Sebagai tuan rumah, Indonesia menurunkan 56 atlet putra dan putri. Ajang ini juga untuk memberi kesempatan tampil bagi atlet usia dini, pemula, kadet dan junior. Ajang ini juga mempertandingkan kelas senior dan Veteran. Sekjen PB.FORKI Lumban Sianipar usai acara pembukaan menyatakan sangat gembira dengan kejuaraan ini. “Saya sangat senang dengan ajang ini. Kita berharap Indonesia mampu merebut gelar juara disini”. “Kita tengah mempersiapkan tim untuk pelatnas. Baik itu untuk SEA Games 2019 dan Olimpic 2020. Makin banyak kejuaraan, tentu kita bisa lihat lebih banyak calon atlet yang akan masuk Pelatnas,” terangnya. Selain Lumban, sejumlah pejabat yang hadir dalam acara pembukaan antara lain, Presiden World Shitoryu Karate Federation Sensei Iwata Genzo, Grand Master Soke Ken Yu Mabuni, dan Senior Advisor Shindoka Sensei Rusmanhadi. Di hari pertama laga, Indonesia meraih dua medali emas nomor bergengsi, dari Kata Beregu Putra dan Putri. Kata beregu putra yang terdiri dari Erlando Stefano, Muhammad Wisnu Hidayat dan Chogun Miyagi, di partai final menang 5-0 atas tim Srilanka. Sedangkan kata beregu Putri yang terdiri dari Navita Azzahra, Marzella Sekar Damayanti, Cintya Auraria, merebut emas usai unggul 4-1, dari Kata Beregu Hong Kong. (Adt)

Tampil Superior, Tectona Bandung dan Vobgard Jakarta Melenggang ke Semifinal Kejurnas Bola Voli U-17

Tim putri Tectona Bandung (hijau/kanan) lolos ke semifinal Kejurnas Bola Voli U-17 usai mengalahkan Yuso Sleman dengan skor 3-0 (25-21, 25-19, 25-17), di GOR Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/11). (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim putri Tectona Bandung dan tim putra Vobgard Jakarta, tampil superior pada laga perempat final Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Voli Usia (U)-17 Tahun, pada Jumat (23/11). Bertanding di Gelanggang Olahraga (GOR) Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Tectona tanpa kesulitan membungkam Yuso Sleman dengan skor 3-0 (25-21, 25-19, 25-17). Emiel Sanger, Arsitek Tectona Bandung, mengatakan kemampuan anak didiknya sedikit di atas lawan. “Jadi memang secara recieve maupun spike kami lebih unggul dibandingkan lawan. Apalagi block lawan juga kurang rapat, sehingga saya biarkan anak-anak main secara terbuka di pertandingan tadi,” ujar Emiel usai laga, pada Jumat (23/11). Diakui Emiel, pihaknya belum menerapkan strategi khusus pada pertandingan kontra Yuso. “Kami tidak ada strategi khusus untuk pertandingan tadi. Yang kami lakukan ada melakukan bongkar pasang pemain. Jadi siapa yang siap dan tidak siap untuk dimainkan pada semifinal nanti,” lanjutnya. “Selain untuk menghemat fisik dan tenaga mereka menghadapi laga selanjutnya,” tambahnya. Memainkan laga semifinal, Emiel meminta anak didiknya bermain tenang. “Jangan sampai mainnya terburu-buru, dan benar-benar konsentrasi ke pertandingan,” tegas Emiel. Sementara itu, Vobgard menghentikan kekuatan Borneo Kalimantan Timur, dengan skor 3-0 (25-18, 25-20, 25-21). Ikhsan Pascal, arsitek Vobgard Jakarta, mengapresiasi anak didiknya yang bermain gemilang di pertandingan ini. “Kekhawatiran kami soal fisik tak terbukti di pertandingan hari ini. Mereka sangat fight menghadapi Borneo,” cetus Ikhsan. Bermain di semifinal, Ikhsan tak ingin anak didiknya itu menganggap remeh lawan. Menurutnya, semua tim yang melaju ke semifinal merupakan tim-tim terbaik. “Pertandingan selanjutnya pasti akan sulit, karena tim yang lolos semifinal adalah tim kuat dan terbaik. Apalagi kami juga belum tahu kekuatan lawan yang kami hadapi nanti. Sehingga kami belum bisa menyusun strategi guna menghadapi semifinal pada sore (Jumat, 23/11) nanti,” jelas Ikhsan. (Adt)

Lolos ke Final Sirkuit Nasional Premier Jawa Timur U-17, Tunggal PB Djarum Akui Lampaui Target

Mochamad Fajar Ardi Pradana lolos ke final usai menyingkirkan rekan satu klubnya PB Djarum Kudus, Kana Luthfan Naufal, di semifinal, pada Jumat (23/11), rubber game, dengan skor 26-28, 21-15 dan 21-16. Ia berharap meraih gelar juara di Sirnas Premier Jawa Timur Open 2018. (kompas.com)

Surabaya- Mochamad Fajar Ardi Pradana, pebulutangkis tunggal remaja putra, besutan PB Djarum Kudus sukses melangkah ke partai final Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jawa Timur Open 2018. Melakoni semifinal, pada Jumat (23/11), Fajar sapaannya, yang menempati unggulan dua, menaklukan rekan satu klubnya Kana Luthfan Naufal (5), dalam drama pertarungan melelahkan tiga gim selama 69 menit, dengan skor 26-28, 21-15, 21-16, di Gelanggang Olahraga (GOR) Sudirman, Surabaya, Jawa Timur. Sukses melenggang ke partai puncak, diakui pemuda yang bercita-cita menjadi polisi ini, sudah melampaui target yang dibidiknya. Ia berharap bisa membawa pulang gelar juara di ajang kejuaraan bulutangkis paling bergengsi di Tanah Air itu. Keinginan pemuda kelahiran Banyumas, 7 Maret 2002 ini bukan tanpa alasan. Sebab, perjuangannya selama 2018 ini kerap berakhir dengan posisi runner-up, yakni di Sirnas Riau Open 2018, dan Sirnas Sulawesi Selatan Open 2018. “Sudah melampaui target. Semoga saja di final nanti hasilnya bagus, karena 2018 ini belum pernah juara,” ujar Fajar usai laga, dikutip situs resmi PB Djarum, pada Jumat (23/11). Di partai utama, pada Sabtu (24/11), Fajar akan meladeni perlawanan wakil PB Jaya Raya Jakarta Yohanes Saut Marcelino (7) yang lolos ke final usai memulangkan wakil PB Djarum Kudus Muh. Asqar Harianto (3), rubber game, dengan skor 21-13, 13-21, 21-18, dalam tempo 69 menit. Ini menjadi pertemuan pertama Fajar dengan Yohanes. Fajar mengaku buta dengan kekuatan lawan. “Kawan-kawan yang pernah melawan Yohanes bilang kalau dia kuat tenaganya dan ulet. Harus mau capek serta optimis dipertandingan nanti,” pungkasnya. (Adt)

Indonesia Rebut 10 Medali Emas di Belgia, Siswi SMPN 1 Palasah Majalengka Jawara Kata Perorangan Putri U-14

Siswi SMPN 1 Palasah, Kabupaten Majalengka, Jabar, Lala Diah Pitaloka, meraih juara nomor kata perorangan putri usia (U)-14 tahun pada kejuaraan karate bertajuk ‘3rd Edition International Karate Open of the Province of Liege, di Kota Herstal, Provinsi Liege, Belgia, pada 17-18 November, pekan lalu. (Istimewa)

Liege- Kontingen atlet karate pelajar Indonesia sukses meraih 10 medali emas, 6 perak, dan 5 perunggu pada kejuaraan karate bertajuk ‘3rd Edition International Karate Open of the Province of Liege’, di Kota Herstal, Provinsi Liege, Belgia, pada 17-18 November, pekan lalu. Hasil itu menempatkan Indonesia berada diposisi empat setelah tuan rumah Belgia (24 emas, 27 perak, 56 perunggu), Belanda (12 emas, 9 perak, 17 perunggu), dan Perancis (10 emas, 9 perak, 12 perunggu). Di event itu, skuat Garuda Muda mengirimkan 18 atlet pelajar mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Salah satu medali emas Merah Putih disumbang Lala Diah Pitaloka, di nomor kata perorangan putri usia (U)-14 tahun. Prestasi gemilang siswi SMPN 1 Palasah, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (Jabar)itu, melengkapi prestasi yang pernah diraihnya di ajang International Banzai Cup Open Karate Championship 2015, di Jerman. Selain kategori putri, Indonesia melalui Christpher Edbert Setiabudi juga berhasil membawa pulang medali emas di kata perorangan putra U-14. Dan, Komang Sastrawan menambah koleksi medali emas, usai meraih gelar juara di nomor kumite putra U-14. Sedangkan di tingkat SD, Nandana Putra Purnaman menjadi kampiun di nomor kata perorangan dan kumite U-12 putra. Diikuti Erine Brythania Auroro yang tampil superior di nomor kata perorangan putri U-12. Sedangkan di tingkat SMA, medali emas disumbang Paramitha Nur Dea Pujiastuti di nomor kata putri U-21, Muhammad Rizaldi di nomor kata putra U-21, Maslikhah Surani di nomor kumite putri U-18 di kelas -48kg, dan Rizal Eka kumite putra U-18 di kelas -68kg. Yuri O. Thamrin, Duta Besar RI di Belgia, mengaku bangga atas prestasi pelajar Indonesia yang berlaga di ajang 3rd Edition International Karate Open of the Province of Liege ini. “Kami berharap para pelajar Indonesia sukses pada event berikutnya,” ujar Yuri seperti dikutip antaranews, pada Jumat (23/11). Sementara itu, Ade Indra Setiadi, pelatih yang menangani tim SMP, menilai perjuangan atlet pelajar Indonesia sangat berat. Selain harus menghadapi lawan yang memiliki postur tinggi besar, menurutnya, anak didiknya juga dihadapkan persoalan suhu yang dingin di Belgia. “Suhu di Hall Herstal Sportive tempat bertanding antara tiga sampai enam derajat. Tapi dengan semangat juang yang tinggi, para atlet dapat bertanding dengan maksimal. Sehingga mereka berhasil mengibarkan bendera Merah Putih,” jelas Ade. (Adt)

Libas Mitra Utama Jawa Timur 3-0, Vobgard Jakarta Kunci Predikat Juara Pool Kejurnas Bola Voli U-17

Tim putra Vobgard Jakarta (kanan) membukukan kemenangan ketiga pada laga penyisihan grup Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Voli Usia (U)-17 Tahun. Melakoni laga di GOR Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis (22/11), anak didik Ikhsan Pascal itu melibas Mitra Utama Jawa Timur dengan skor 3-0. (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim putra Vobgard Jakarta membukukan kemenangan ketiga pada penyisihan grup Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Voli Usia (U)-17 Tahun. Melakoni laga di GOR Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis (22/11), anak didik Ikhsan Pascal itu melibas Mitra Utama Jawa Timur dengan skor 3-0. Pada set awal pertandingan berjalan seru, silih berganti serangan demi serangan dilancarkan kedua tim. Namun, Vobgard lebih siap dalam mengantisipasi kekuatan lawan. Hasilnya, set pertama berakhir dengan skor 25-21. Tak ingin mengulang kesalahan, Mitra Utama berusaha bangkit di set kedua. Bahkan smash keras dan tajam yang dilancarkan para pemain wakil Jawa Timur itu memundi angka. Namun, hal itu belum cukup untuk menghentikan perlawanan Vobgard. Tampil tenang serta percaya diri dalam mengeksekusi bola membuat wakil ibukota itu kembali membukukan kemenangan di set kedua dengan skor 25-20. Kembali Vobgard menunjukkan kelasnya sebagai tim juara bertahan. Memainkan set ketiga, Vobgard terus memimpin perolehan angka. Mitra Utama berusaha memangkas angka dengan lawan. Namun, kerja keras mereka belum membuahkan hasil. Vobgard justru mengunci kemenangan di set ini, dengan skor 25-23. Dengan hasil tiga kali menang atas Mitra Utama, dan sebelumnya dengan tim Maluku (Selasa, 20/11), serta tim Perkasa (Rabu, 21/11), otomatis Vobgard berhak menyandang predikat juara pool. Usai laga, Ikhsan mengaku senang tim-nya sukses meraih kemenangan ketiga pada laga penyisihan. Kendati demikian, ia menilai kondisi fisik anak didiknya itu menurun dibanding dua penampilan sebelumnya. “Alhamdulillah anak-ank bermain dengan baik di pertandingan tadi. Tapi memang kondisi fisik anak-anak tidak bisa dibohongi. Penampilan mereka menurun dibanding laga sebelumnya,” ujar Ikhsan. “Kami mampu menjadi juara pool, tapi tak otomatis kami mudah menghadapi laga berikutnya di fase gugur. Banyak yang harus diperbaiki. Semua tim yang lolos ke fase gugur pasti telah mempersiapkan diri dengan baik. Dengan sisa waktu yang ada akan kami manfaatkan sebaik-baiknua untuk recovery fisik,” terangnya. Ikhsan menambahkan pendeknya waktu persiapan menghadapi Kejurnas Bola Voli U-17 ini menjadi bahan evaluasia bagi tim pelatih. Bahkan, ia mengungkapkan kerap melakukan bongkar pasang tim inti hingga mengatur strategi jitu demi memaksimalkan performa anak asuhnya itu. “Karena mereka pelajar, sehingga fokus dan konsentrasinya terbagi antara sekolah dan pertandingan. Berbeda dengan atlet profesional yang fokus bertanding. Mungkin ini salah satu kendala yang kami hadapi, namun kami tidak ingin hal itu sebagai alasan. Semoga kami bisa tetap tampil baik hingga final nanti,” tukas Ikhsan. Kejurnas Bola Voli U-17 adalah ajang kejuaraan yang digagas Ikatan Atlet Voli Indonesia (IAVI) dan mendapatkan dukungan dari PB (Pengurus Besar) PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) serta Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga). Bahkan, Kejurnas Bola Voli U-17 sudah masuk dalam kalender resmi PBVSI dalam rangka pembinaan usia dini. Tahun ini merupakan edisi keempat yang sudah berlangsung sejak 2015. Sebelumnya event ini dihelat di Malang, Jawa Timur (2015, 2016), dan Yogyakarta (2017). Kali ini, Jakarta mendapat kehormatan sebagai tuan rumah. Ajang ini mengikutsertakan 16 tim putra dan 16 tim putri. Tak hanya dari Jawa, peserta juga muncul dari berbagai wilayah Indonesia seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Tujuan utamanya adalah mencari atlet muda berbakat yang tersebar di seluruh Indonesia sekaligus mengukur pembinaan yang telah dilakukan di level klub. (Adt)

Skuad Timnas U-16 Bubar, Setelah Itu Rame-rame Reuni Dan Berlatih di Inggris

Gelandang Timnas U-16 yang kini bergabung dengan klub Persebaya Surabaya U-16, Brylian Aldama, dikabarkan akan segera berlatih di Inggris, usai merampungkan Liga Elite Pro Academy U-16 2018. (goal.com)

Surabaya- Setelah Mochammad Supriadi, beberapa nama pilar Timnas U-16 dikabarkan juga segera bertolak ke Inggris, untuk menimba ilmu sepak bola di tanah leluhur si kulit bundar tersebut. Salah satu pemain yang dikabarkan masuk dalam skema kerja sama PSSI dan asosiasi sepak bola Inggris (FA) itu adalah Brylian Aldama. Gelandang Garuda Asia sekaligus Persebaya Surabaya U-16 ini, rencananya akan segera dikirim ke Inggris untuk berlatih di sana. Andai rencana itu benar-benar terlaksana, maka Brylian dipastikan akan menyusul pilar timnas U-16 lain yang lebih dahulu mendarat di Negeri Ratu Elizabeth tersebut, Mochammad Supriadi. Supriadi dikirim oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk berlatih di Liverpool, kota pelabuhan di Inggris. Rencananya, pemain kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur ini akan berangkat ke Inggris bersama dengan 24 anak terpilih lainnya. Mendengar rencanaya itu, Brylian mengaku amat senang dengan kesempatan itu. “Wah, pastinya senang banget dapat tawaran itu. Susah digambarkan,” kata Brylian, dikutip dari Tribun Jatim. Namun, remaja kelahiran 23 Februari 2002 itu belum mengetahui pasti dan mendetail terkait keberangkatannya tersebut. Dari beberapa yang dirinya dengar, kemungkinan besar 25 anak yang terpilih, termasuk dirinya akan bertolak ke Inggris pada Desember tahun ini. Ia menakar program ini akan berjalan setelah kompetisi putaran 4 Elite Pro Academy U-16 berakhir. Sebab, seluruh peserta yang akan berangkat merupakan pemain yang berlaga dalam kompetisi itu. “Saya belum tahu detailnya, tapi saya prediksi bulan depan (Desember), sambil menunggu kompetisi U-16 putaran 4 berakhir,” ujarnya. Sementara itu, manajemen klub Liga 1, Barito Putera, sangat serius melakukan pembinaan pemain usia muda. Langkah strategis dilakukan dengan merekrut si kembar bintang Timnas U-16, Bagus Kaffi dan Bagas Kaffa, jadi tulang punggung Barito Putera U-16. “Keseriusan kami tunjukkan dengan silaturahmi langsung ke orang tua Bagus dan Bagas. Di pertemuan itu, kami paparkan semua program akademi, sehingga wali pemain yakin melepas anak-anak mereka ke Barito Putera,” ungkap Mundari Karya, Direktur Akademi Barito Putera. Mundari menyebut Barito Putera bukan sekedar memanfaatkan tenaga duo kembar asal Magelang saja. Mereka bahkan memberi fasilitas yang ditawarkan mulai dari pendidikan formal, kesehatan, hingga jenjang karier sepak bola mereka. “Karena usia mereka belum memenuhi syarat secara hukum formal, jadi tak dikontrak seperti pemain profesional. Tapi, kami siap beri jaminan masa depan pendidikan dan karier. Tapi urusan uang saku, saya tak tahu. Itu urusan bos Barito, dengan orang tua pemain,” ujar Mundari. Mantan pelatih Pelita Jaya itu menambahkan, mulai Desember mendatang, Bagus dan Bagas serta tiga pemain Barito Putera U-16 lainnya akan menimba ilmu di Akademi Chelsea di London, Inggris, selama enam bulan. “Kelima pemain kami, lolos ke Inggris, setelah diseleksi langsung Dennis Wise, mantan bintang Chelsea dan Timnas Inggris. Ini juga bentuk komitmen kami dengan orang tua pemain soal karier sepak bola mereka,” tutur Mundari. Selain Bagus-Bagas, ada tiga eks Timnas U-16 yang bergabung di Barito Putera. Mereka adalah Yuda Febrianto, Alif Zailani, dan Dandi Maulana. “Semua eks Timnas U-16 yang ada di Barito akan berangkat ke Inggris. Ilmu mereka akan berguna bagi Barito Putera dan Timnas Indonesia mendatang,” jelasnya. (art)

Shindoka Gelar Seminar Kata dan Kejuaraan Junior-Senior, Pada APSKF ke-15 di Kelapa Gading

Ketua Perguruan Shindoka Sumut, Zulkarnain (paling kiri), bersama kelima atlet binaanya, yang akan memperkuat Indonesia di Asia Pasific Shitoryu Karate Federation (APSKF) 2018 pada 22-24 November 2018, di Mahaka Mall Sport, Kelapa Gading, Jakarta. (tribunnews)

Jakarta- Perguruan Shitoryu Indonesia Karate-Do (Shindoka) menggelar seminar nomor kata dan Kejuaraan APSKF 2018, dalam rangkaian acara Asia Pacific Shitoryu Karate Federation (APSKF) ke-15 di Britama Arena Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta, 21-24 November. Tak tanggung-tanggung seminar kata yang digelar pada hari pertama perhelatam APSKF Ke-15, Rabu (21/11), itu dipimpin Direktur Teknik APSKF Sensei Kyoshi Sakamoto, pemilik Dan 8 Shitoryu. “Ini program penyeragaman kata. Khususnya nomor kata pappuren,” ujar Ketua Umum PB Shindoka Iwan Setiawan di sela-sela seminar kata. Seminar kata diikuti lebih dari 70 karateka dari 16 negara. Yang menarik, event seminar ini juga dihadiri para petinggi Shitoryu. Di antaranya Guru Besar Sithoryu Soke Ken Yu Mabuni, Presiden WSKF Genzo Iwata, dan Presiden APSKF Sensei George Tan. Menurut Iwan, setiap perhelatan APSKF, panitia selalu menggelar seminar kata seperti itu. Ini penting agar para karateka shitoryu di seluruh dunia, mampu memahami perkembangan teknik kata mereka. “Kebetulan di event APSKF ke-15 ini, kami menggelar seminar nomor kata pappuren, termasuk Bunkainya. Kami berharap karateka shitoryu di seluruh dunia bisa mempelajari nomor kata ini dengan baik,” ujar Iwan. Setelah seminar kata, pada hari yang sama Shindoka juga menggelar Referee & Coaches Clinic, di Ballroom Hotel Santika, Kelapa Gading. Termasuk pula ujian wasit juri. Sementara perhelatan Kejuaraan APSKF Ke-15 akan dilangsungkan pada 23-24 November, di Mahaka Mall Sport, Kelapa Gading, Jakarta. PB Shindoka mengikutsertakan lima karateka Shindoka Sumut memperkuat Tim Karate Shindoka Indonesia. Kejuaraan karate khusus Shitoryu tingkat Asia Pasifik ini tercatat akan diikuti 14 negara, termasuk Jepang, yang turun di semua kelas dan kategori, serta memilih Indonesia sebagai tuan rumah tahun ini. Kelima atlet Sumut itu yakni M. Dhijey Lexie (pra pemula 10-11 tahun), Azizul Akbar Lubis (kategori pemula 12-13 tahun), Ruth Meilani Hutabarat (pemula 12-13 tahun), Nicky Dwi Oktari (senior 18 tahun) dan Nur Intan (senior 18 tahun) Kelima atlet terbaik Shindoka itu didampingi pelatih Zeffry Nico Budiman ST, Ichwan Helmi Nasution SH, dan Fachri, serta turut mengirimkan seorang wasit Bambang Eko Prastiyo. “Kami dari Perguruan Shindoka Sumut merasa berbangga, sebab ini menunjukkan pembinaan yang sudah dilakukan dalam kurun tiga tahun terakhir ini mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan,” ungkap Ketua Perguruan Shindoka Sumut, Zulkarnain, pada Rabu (21/11). Dijelaskannya, kelima karateka yang dikirim tersebut merupakan atlet yang meraih juara dalam Kejurnas Shindoka beberapa waktu lalu dan dipilih berdasarkan perkembangan prestasi yang dipantau sebelumnya. “Perguruan Shindoka juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada pihak yang ikut memberikan dukungan bagi perkembangan Shindoka di Sumut termasuk FORKI Medan dan Sumut,” tegasnya. Zulkarnain juga menyampaikan, karateka putri terbaik binaanya, Nicky Dwi Oktari, setelah mengikuti APSKF ini juga langsung akan dipersiapkan PB FORKI untuk mengikuti seri kejuaraan dunia karate APSKF, di Cina, pada Desember mendatang. (Adt)

Target Revans Lawan Persib U-19, The Young Tiger Nyaman Tampil di Gianyar

Pelatih Perrsija Jakarta U-19, Sudirman (kanan/hitam), terus memantapkan timnya jelang menghadapi Persib Bandung U-19 dalam laga final Liga U-19 melawan Persib Bandung U-19, pada Senin (26/11) di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Bali. (Persija.id)

Jakarta– Persija Jakarta U-19 terus memantapkan diri jelang menghadapi Persib Bandung U-19 dalam laga final Liga 1 U-19 melawan Persib Bandung U-19, pada Senin (26/11) di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Bali. Alasannya, tak lain agar kemenangan bisa diperoleh. Segala aspek pun diperbaiki agar hasil kemenangan lain. Maklum, Persija U-19 mengalami kekalahan telak 0-4 dari Maung Ngora, saat tampil di babak 8 besar Liga 1 U-19. Evaluasi dan beberapa kekuatan lawan, jadi perhatian tim pelatih agar Desly Nur dan kolega, siap melakukan merevans di partai puncak. Salah satu fokus yang utama adalah lemahnya respon para pemain, saat terjadi transisi dari menyerang ke bertahan, atau sebaliknya. Kondisi ini kerap menjadi titik bocornya kekuatan tim yang berjuluk The Young Tiger. “Evaluasi terbesarnya soal transisi. Saat kami menyerang, lalu lawan dapat bola. Mereka melakukan fast break dan counter attack. Ternyata respon pemain kami sering telat mengantisipasinya. Jadi, itu fokus latihan kami,” ujar Sudirman, pelatih Persija U-19. Ia pun menilai semua lini serang tim yang diasuh Budiman ini, cukup berbahaya. Maka dari itu ia tidak mau kecolongan lagi. “Persib U-19 itu tim yang punya penyerang- penyerang yang bagus. Tak hanya striker, sektor gelandangnya juga subur karena mereka bisa mencetak gol. Dan itu harus kami antisipasi,” tambahnya. Selain memantap transisi, Sudirman memberi materi finsihing dan serta how to defence. “Peluangnya 50-50, apalagi ini laga final. Partai yang auranya berbeda dengan pertandingan biasa. Tim yang punya mental juara, itulah yang bisa memenangkan pertandingan,” tegas mantan Kapten Timnas era ’90an ini. Sejatinya, jadwal Final U-19 2018 berlangsung pada Minggu (25/11), di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi. Namun, PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai pihak penyelenggara, lalu merubah lokasi dan menjadwal ulang waktu partai puncak event junior Liga 1 ini, ke Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Persija pun mengapresiasi keputusan PT Liga Indonesia Baru menggelar final di pulau Dewata. Sudirman, menyatakan kepastian itu melegakan. “Alhamdulilah keputusan kapan dan dimana laga final sudah kami ketahui. Kami bisa melanjutkan program persiapan babak final yang sudah dilakukan pada Senin kemarin,” ujarnya. Sebelumnya, PT LIB mengeluarkan surat bernomor 357/LIB/XI/2018 terkait laga final itu. Bali menjadi pilihan usai aparat keamanan enggan memberi izin laga final digelar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat. Sudirman tak mempermasalahkan penunjukkan Stadion Kapten I Wayan Dipta. Bahkan, dia memberi indikasi hal itu menguntungkan laskar ibukota. “Bali bukan hal baru, karena kami melakukan pemusatan latihan selama 10 hari pada Agustus, jelang Liga 1 U-19 bergulir. Anak-anak tak masalah dengan stadion Kapten Dipta,” pungkasnya. (art)

Taklukan SMAN 4 Samarinda 4-1, SMAN 8 Bekasi Kampiun Pocari Sweat Futsal Championship 2018

Salah satu pertandingan grand final di event Pocari Sweat Futsal Championship 2018, di GOR Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, pada Minggu (18/11). (Dok. Pocari Sweat)

Solo- Bertanding di Gelanggang Olahraga (GOR) Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, pada Minggu (18/11), tim futsal SMAN 8 Bekasi, Jawa Barat, berhasil menjadi kampiun Pocari Sweat Futsal Championship 2018. Mereka berhak membawa pulang Piala Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga). Di final, Bagas Wijaya dan kolega sukses membantai juara bertahan SMAN 4 Samarinda, Kalimantan Timur, dengan skor 4-1. Pencapaian wakil Bekasi sebagai juara baru di ajang kompetisi futsal pelajar paling heboh di Indonesia itu makin lengkap setelah Alip Setyo P didapuk menjadi Best Player, yang dipilih langsung oleh Kensuke Takahashi, Pelatih Futsal Tim Nasional Indonesia. Empat gol SMAN 8 Bekasi masing-masing dicetak, Bagas Wijaya (3 gol), dan Budi Alfatar (1 gol). Sedangkan satu-satunya gol SMAN 4 Samarinda dicetak Apriyanto Samuel Jaya. Kendati kalah, SMAN 4 Samarinda patut berbangga. Sebab, Apriyanto, yang merupakan kapten tim, berhasil menyabet predikat sebagai top skor dengan torehan 7 gol. Sedangkan SMA Yayasan Pendidikan (YP) Karya, Kota Tangerang, Banten, menempati juara 3, dan SMAN 12 Makassar, Sulawesi Selatan, harus puas sebagai juara 4. Selain memberikan hadiah kepada para juara, dan top skor, panitia juga menganugerahkan hadiah individu The Most Favourite Tim kepada SMAN 1 Cimahi, Jawa Barat. Tujuan Pocari Sweat mengadakan event ini guna mewadahi seluruh pelajar SMA di Indonesia agar mereka memiliki wadah menyalurkan bakat yang mereka miliki melalui sebuah kompetisi futsal pelajar bertaraf nasional. “Sudah ke-9 kalinya Pocari Sweat mengadakan Pocari Sweat Futsal Championship yang didukung penuh Kemenpora, dan menjadi konsistensi kami untuk menaungi seluruh pelajar di Tanah Air agar mereka dapat menyalurkan bakat terutama di cabang olahraga futsal,” ujar Ricky Suhendar, Marketing Directory PT Amerta Indah Otsuka, di GOR Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, seperti keterangan yang diterima nysnmedia, pada Senin (19/11). (Adt)

Bermain Tanpa Beban, Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Rebut Gelar Juara World Junior Championship 2018

Duet Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil sukses merebut gelar juara BWF World Junior Championship 2018 usai memenangi perang saudara dengan Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti, straight game, 21-15, 21-9, di Markham Pan Am Center, Ontario, Toronto, Kanada, pada Minggu (18/11). (Dok. Humas PBSI)

Toronto- Bertanding tanpa beban di Markham Pan Am Center, Ontario, Toronto, Kanada, pada Minggu (18/11) waktu Kanada, duet Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil sukses merebut gelar juara. Di final kejuaraan bulutangkis BWF World Junior Championship 2018 itu, Leo/Indah mampu menaklukan rekan senegaranya Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti, dua gim langsung dalam tempo 31 menit, dengan skor 21-15, 21-9. “Rasanya nggak nyangka. Nggak percaya bisa menang. Kami senang sekali dan bersyukur atas hasil ini, karena melebihi target kami. Kami pikir akan cukup sulit menghadapi pertandingan hari ini. Karena Rehan/Fadia merupakan pemain yang bagus dan pengalamannya lebih dari kami,” ujar Indah usai laga. “Mereka seperti tertekan karena mungkin unggulan, terakhir di junior dan ingin memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Sementara kami main lepas saja. Nggak mikir apa-apa. Bahkan tidak berpikir bisa juara,” lanjut remaja putri kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 16 Maret 2002 itu. Senada, Leo mengungkapkan bila dirinya bersama kolega memainkan laga secara normal. “Kelebihan kami cuma bermain lepas saja. Nggak ada beban sama sekali,” timpal Leo. Kemenangan yang diperoleh Leo/Indah menjadi sebuah kejutan. Karena mereka datang ke Kanada dengan status pasangan non unggulan. Berbeda dengan Rehan/Fadia yang berpredikat sebagai unggulan dua sekaligus runner-up BWF World Junior Championship 2017. “Medali ini kami persembahkan untuk klub kami Djarum (Kudus), keluarga, pelatih, dan semua masyarakat Indonesia,” cetus Indah. Sementara itu, Susy Susanti, Manajer Tim Indonesia, menilai penampilan anak didiknya tersebut sudah sangat baik. Kendati demikian, menurut Susy, masih perlu ditingkatkan lagi. Mantan pebulutangkis nasional peraih medali emas Olimpiade 1992 Barcelona, Spanyol itu menambahkan dirinya bersama tim pelatih sudah mempersiapkan pemain pelapis untuk kejuaraan dunia junior berikutnya. Ia meminta para junior yang masih memiliki kesempatan bertanding tahun depan, dapat mengambil pengalaman dari laga yang berlangsung di Markham Pan Am Center, Ontario, Toronto, Kanada ini. “Sebagian besar pemain yang kami bawa merupakan gabungan. Ada yang tahun ini akhir junior, namun ada pula yang masih bisa satu sampai dua kali atau bahkan tiga kali lagi turun di junior. Jadi suatu hal yang bagus bagi mereka untuk mencari pengalaman,” tukas istri dari Alan Budikusuma itu. (Adt) Hasil Pertandingan Final BWF World Junior Championship 2018: 1. Tunggal Putra Kunlavut Vitidsarn (Thailand/1) vs Kodal Naraoka (Jepang): 21-9, 21-11 2. Tunggal Putri Goh Jin Wei (Malaysia/3) vs Line Chritophersen (Denmark/13): 21-13, 21-11 3. Ganda Putra Di Zijian/Wang Chan (China/1) vs Tae Yang Shin/Chan Wang (Korea Selatan/10): 21-19, 22-20 4. Ganda Putri Liu Xuanxuan/Xia Yuting (China/1) vs Pearly Koong Le Tan/Ee Wei Toh (Malaysia/3): 21-16, 21-16 5. Ganda Campuran Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil (Indonesia) vs Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti (Indonesia/2): 21-15, 21-9

Tegaskan Dominasi Honda DBL DKI Jakarta Series

Champion Honda DBL Jakarta Series

DKI JAKARTA- Sementara dari persaingan putra, SMA Bukit Sion Jakarta mengukuhkan sebagai Raja Basket Ibu Kota. Buksi (julukan SMA Bukit Sion) mengalahkan SMAN 61 Jakarta dengan skor 44-23. Ini adalah koleksi trofi champion ketiga kali bagi Buksi pada gelaran Honda DBL DKI Jakarta Series yang dimulai sejak 2012. Setelah sebelumnya mereka pernah mencatatkan back-to-back champion pada edisi 2014 dan 2015. Sejak awal permainan, Buksi tidak pernah memberi Nasa (jukukan SMAN 61 Jakarta) nafas untuk beristirahat. Permainan dengan tempo tinggi serta pertahanan yang menekan secara rapat membuat para pasukan Kebon Jeruk tersebut dapat secara dominan menguasai bola. Nasa sama sekali tak berkutik sepanjang laga. Guard andalan Buksi Dixie Sterling Wang juga menjadi pemain yang sangat berbahaya di segala sudut lapangan. Student Athlete yang kini duduk di kelas X tersebut mampu mengoleksi 8 poin 3 rebound. Kesempatan demi kesempatan Nasa untuk menyerang dapat dimentahkan oleh tim polesan Jap Ricky Lesmana tersebut. Hingga trofi champion berhasil mereka pastikan untuk dibawa pulang. Para pendukung SMA Bukit Sion langsung bersuka-cita saat buzzer akhir berbunyi. Dengan kemenangan ini, Buksi semakin memperkokoh gengsinya sebagai sekolah yang paling kuat di Jakarta. “Dua tahun gagal juara menjadi motivasi untuk tim. Dan tentu itu membuktikan Buksi tim yang tangguh daripada tim lain,” ujar Jap Ricky Lesmana, pelatih Buksi.

SMANDU The Giant Killer, Dampingi SMAN 61 Wakili Grup B ke Fantastic Four

Guard SMAN 2 Jakarta, Nico Candra (3/Hitam), hendak mencetak poin, saat timnya mengalahkan SMAN 3 dengan skor 22-15, di laga terakhir fase Grup Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018, di GOR Soemantri, pada Rabu (14/11). (DBL)

Jakarta- Luar biasa peforma tim putra SMAN 2 Jakarta. Tim polesan Rudi Ohandi ini layak menyandang julukan The Giant Killer. Menyusul keberhasilan Malvin Hariyanto dkk memastikan tiket semifinal Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018 dengan catatan yang cukup mengesankan. Berstatus sebagai runner-up West Region, Smandu (julukan SMAN 2) sejatinya kurang diperhitungkan. Sebab, mereka tergabung pada persaingan sengit Grup B, yang dihuni SMAN 3 Jakarta (Juara South Region), dan SMAK 5 Penabur (juara North Region). Namun, siapa sangka, justru melawan kedua tim yang diunggulkan itulah, Smandu meraih poin sempurna. Itu pula yang berhasil mengantarkan Smandu keluar dari persaingan sengit fase Grup B, serta melaju ke babak Fantastic Four, yang akan digelar pada Kamis (15/11), di GOR Soemantri. Usai menundukkan SMAK 5 Penabur pada laga Senin (12/11), korban keganasan Smandu berikutnya adalah SMAN 3. Anak-anak Smandu tampil luar biasa pada laga do or die, Rabu (14/11). Tim berkostum gelap ini menutup laga terakhir fase Grup, dengan keunggulan 22-15. Laga ini berlangsung sangat alot. Bahkan, kedua tim tak kunjung mengemas poin alias scoreless, sepanjang tujuh menit awal. Saat kuarter awal berakhir, skor hanya 2-2. Memasuki kuarter kedua, kedua tim pun kesulitan mencetak angka. Skor 7-7 di akhir kuarter kedua, bukti menandakan alotnya laga. Adalah Smandu yang berhasil keluar dari tekanan, sejak memasuki kuarter ketiga. Saat laga memasuki menit kelima, under basket Stephen Sanjaya Prischou menjadi titik balik keperkasaan Smandu untuk unggul atas Teladan. Pemain bernomor punggung 15 itu membawa Smandu unggul 9-7. Mulai dari momen itu, Smandu menjelma bagaikan monster, bagi pertahanan Teladan. Perolehan poin Smandu menjauh dari juara dua kali Honda DBL DKI Jakarta edisi 2012 dan 2016 tersebut. Smandu makin tak terbendung setelah berhasil mendapatkan 7 poin beruntun pada 20 detik terakhir. Empat poin diantaranya berhasil ditorehkan sang kapten, Malvin. Skor 22-15 menjadi milik Smandu, sekaligus memaksa Teladan angkat koper. Hasil ini mengantarkan Smandu lolos ke semifinal sebagai runner-up Grup B setelah mengemas 5 poin, hasil dari 2 kali menang dan sekali kalah. Satu tiket lainnya direbut SMAN 61, sebagai pemuncak klasemen. Menyusul kemenangan 41-37 atas SMAK 5 Penabur. NASA (julukan SMAN 61) juga mengemas 5 poin, hasil dari dua kemenangan dan sekali kalah. Namun, NASA memiliki keunggulan head to head karena pada pertemuan awal fase Grup B, NASA menang atas Smandu. Pada babak Fantastic Four alias semifinal, Smandu akan meladeni anak-anak SMA Bukit Sion, yang sukses menjadi pemuncak Grup A. Sedangkan SMAN 61 akan bentrok dengan skuat SMA Al-Izhar Pondok Labu. ”Berhasil lolos ke semifinal, rasanya tanggung kalau tidak sekalian memasang target maksimal (juara). Apalagi, anak-anak bermain lebih lepas tanpa beban dan kolektif. Jadi, siapapun lawannya akan kami hadapi sekuat tenaga,” ungkap Om Abok, sapaan Rudi Ohandi, pelatih Smandu. (Adt)