Indonesia Cetak Sejarah, Atlet 17 Tahun PPLP Jatim Sabet Emas Junior Asia 2019

Atlet balap sepeda junior putra Indonesia yang masih berusia 17 tahun, Angga Dwi Wahyu Prahesta, meraih medali emas pada nomor scratch junior putra, dalam Kejuaraan Asian Track Championship 2019, di Jakarta International Velodrome (JIV), Rawamangun, Jakarta, Kamis (10/1). (suara.com)

Jakarta- Atlet balap sepeda junior Indonesia, Angga Dwi Wahyu Prahesta, mencetak sejarah perlombaan disiplin track dengan menyabet medali emas, dalam Kejuaraan Asian Track Championship 2019, yang berlangsung di Jakarta International Velodrome (JIV), Rawamangun, Jakarta, Kamis (10/1). Hesta, sapaannya, meraih medali emas pada nomor scratch junior putra. Atlet binaan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelajar (PPLP) Jawa Timur, khusus balap sepeda yang berlokasi di Malang ini, menungguli atlet India, Venkappas Kengalagutti pada posisi kedua dan atlet Taiwan, Chih Sheng Chang yang menempati posisi ketiga. “Persiapan saya hanya dua pekan sejak pertengahan Desember 2018. Saya bangga sekali bisa dapet medali emas karena perlombaan sangat ketat,” ujar alumni SMPN 3 Lumajang ini. Ia mengaku dua lap terakhir menjadi momentum untuk menyabet medali emas karena atlet-atlet lain Asia sudah kesulitan untuk melewatinya. “Target awal saya adalah medali perunggu karena ini perlombaan pertama di level Asia bagi saya,” terang remaja kelahiran Lumajang, Jawa Timur, 15 Agustus 2001 itu. Ia mengaku telah berlatih di India, selama tiga pekan pada Desember 2018, sebelum kembali ke Indonesia pada awal Januari ini. “Saya turun pada nomor point race, omnium, dan scartch pada perlombaan Asia ini,” kata pelajar, yang yang memulai karir dari nomor disiplin sepeda gunung dan road race itu. Pelatih balap sepeda nasional, Dadang Haris Purnomo, mengaku terkejut dengan hasil ini Semula, ia tak mengunggulkan Hesta menyabet medali emas, karena perlombaan Asia di Velodrome menjadi ajang penambah pengalaman bagi atlet-atlet junior. “Saya sempat tak percaya karena hasil yang diraihnya. Itu adalah pembuktian pembinaan PB ISSI yang berhasil mencari atlet-atlet penerus,” kata Dadang. (Adt)

Dua Atlet Golf Muda Indonesia, Tampil di Ajang Australian Master 2019

Pegolf amatir papan atas Indonesia berusia 18 tahun, Naraajie Emerald Ramadhan Putra, bersama Almay Rayhan Yagutah, mengawali 2019 tampil di kompetisi golf amatir bergengsi, Australian Master of the Amateurs, yang berlangsung 8-11 Januari, di Melbourne. (golfinstyle.co.id)

Melbourne- Dua pegolf amatir papan atas Indonesia, Naraajie Emerald Ramadhan Putra dan Almay Rayhan Yagutah, mengawali 2019 dengan mengibarkan bendera Indonesia dalam salah satu kompetisi golf amatir yang bergengsi, Australian Master of the Amateurs, 8-11 Januari, di Melbourne, dilansir portal golfinstyle. Ajang amatir ini layak disebut sebagai salah satu ajang bergengsi. Turnamen digelar di lapangan The Royal Melbourne Golf Club, lapangan yang bakal menjadi tuan rumah untuk Presidents Cup 2019. Lapangan yang dimainkan adalah West Course, lapangan golf terbaik di Australia. Selain itu, turnamen ini pun diikuti oleh para pegolf amatir top dunia. Pekan ini, Justin Suh asal Amerika Serikat, yang berpredikat sebagai pegolf No.1 dunia juga ikut berlaga. Termasuk sang juara bertahan, pemain tuan rumah, David Michelluzi, yang pekan ini berperingkat 7 dunia. Pada hari pertama Senin (8/1), Almay berhasil mencatatkan skor yang lebih baik. Pegolf yang tahun lalu sukses menjuarai Kejuaraan Nasional ini membukukan skor even par 72, dan untuk sementara berada di peringkat T23. Almay memulai turnamen ini dengan bermain dari hole 10. Meski sempat mendapat bogey di hole keduanya, ia lekas bangkit bahkan mendapatkan irama yang sangat baik usai mencatatkan birdie pertamanya di hole 12. Hasil positif di hole itu bahkan berhasil ia bawa di tiga hole berikutnya sehingga dalam empat hole itu, ia sudah bermain 3-under. “Green di The Royal Melbourne West Course ini super keras dan licin. Fairway-nya juga keras, rumputnya juga berbeda sehingga memberi sensasi khusus untuk short game. Ini berbeda jauh dengan di Jakarta, di mana bola biasanya bisa nangkring di atas rumput,” tutur Almay berusaha menggambarkan West Course. Memasuki sembilan hole kedua, pemuda kelahiran Jakarta 8 Agustus 1998 ini kembali membukukan bogey di hole 3, namun bisa bangkit dan mencatatkan birdie kelimanya di hole 4. Sayangnya, di hole 8, ia kembali mendapat bogey sehingga harus puas bermain even par 72. “Hari ini, saya kurang presisi dalam memperhitungkan angin. Bukannya tidak melakukan perhitungan, saya hanya kurang berkomitmen dalam melakukan pukulan. Soalnya angin berembus dengan kencang sehingga saya malah ragu,” tutur mahasiswa jurusan Bisnis Manajemen, Universitas Bina Nusantara. Hasil yang diperoleh Almay, menempatkannya satu stroke lebih baik dari Naraajie, yang mencatatkan empat birdie dengan lima bogey. Dengan skor 73 di hari pertama, untuk sementara Naraajie menempatkan dirinya di peringkat T26. Seperti halnya Almay, Naraajie sebenarnya sempat bermain dengan baik di sembilan hole pertamanya. Ia malah sempat bermain 2-under lantaran menorehkan empat birdie dengan dua bogey. Sayang, di sembilan hole terakhirnya, ia mendapat tiga bogey. “Ini putaran pertama saya setelah jeda dua minggu dari golf. Selain itu, kemarin ini saya sempat sakit juga, jadi saya menerima hasil hari ini,” tutur atlet kelahiran 26 April 2000. (Adt)

Gembleng Skuad Junior Lewat Garuda Select, PSSI Kirim 24 Remaja Ke Inggris

Tim Garuda Select hasil dari kerja sama PSSI dengan SupersoccerTV akan menimba ilmu di Inggris selama enam bulan. Sebanyak 24 pemain muda hasil seleksi di Elite Pro Academy U-16 akan berangkat ke Inggris pada 15 Januari. (Adt/NYSN)

Jakarta- PSSI bekerja sama dengan SuperSoccer TV menjalankan program Garuda Select. Program ini berisi 24 pemain dengan usia dibawah usia 17 tahun, akan berlatih dan bertanding di Inggris selama enam bulan. Para pemain tersebut bakal mendapat pelatihan dengan standar Eropa, baik di dalam dan di luar lapangan, di Inggris, selama enam bulan. Pada 2019, program Garuda Select pertama ini brematerikan pemain-pemain terbaik dari klub-klub yang bertanding di program Elite Pro Academy U-16 2018, yang diikuti 18 klub Liga 1. Program Garuda Select dipimpin oleh Dennis Wise, sebagai Direktur Teknik, dan Desmond Sinclair (Des) Walker yang menjadi pelatih kepala. Wise, Legenda Chelsea ini mengatakan para pemain yang terpilih untuk mengikuti program Garuda Select ini akan bertanding melawan tim junior kategori 1 hingga kategori 3, di Inggris. Ia pun siap melatih anak-anak terpilih untuk mengembangkan kemampuan sepak bolanya. “Dalam program Garuda Select pertama ini, usia paling muda yang boleh dibawa adalah umur 16 tahun ke bawah, sesuai aturan imigrasi di Inggris. Tapi, bukan berarti tak ada pemain-pemain dari kelumpok umur lain yang akan dibawa ke Ingris di edisi selanjutnya,” ujar Wise di sesi jumpa pers program Garuda Select, Kamis (10/1). Skuat Garuda Select bertolak ke Inggris pada Selasa (15/1). Empat pelatih turut menemani Garuda Select di Inggris, yakni Bima Sakti, Gede Mahatma, Ilham Romadona, dan Sopian Hadi. Skuat Garuda Select juga didominasi oleh jebolan Timnas U-16. Di antaranya Bagas Kaffa, Bagus Kahfi, dan Sutan Zico. Selain Wise, anak-anak yang terpilih ini akan berlatih di bawah asuhan mantan penggawa Sampdoria dan Nottingham Forest, Des Walker. Para anak-anak yang terpilih akan mengikuti pelatihan sepak bola formal di London, selama enam bulan. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha menambahkan bila selama enam bulan, para pemain akan melakukan rangakain uji coba. Namun agenda tersebut tak masuk dalam kompetisi, karena baru akan bekerja sama dengan FA (red- PSSI Inggris), untuk batch (musim kompetisi) kedua. “Enam bulan yang pertama ini, mereka tak berkompetisi dengan FA. Pada enam bulan ini uji coba, lalu pada batch berikutanya baru bisa, karena ada kerja sama PSSI dan FA. Start di bulan Agustus atau setidaknya awal 2020, baru ikut kompetisi, karena basisnya dari elite pro academy,” kata Tisha. Disisi lain, Mirwan Suwarso, SuperSoccer TV Business Development Director, mengungkapkan SuperSoccer TV tertarik bekerja sama dengan PSSI dan membentuk sebuah program komersil jangka panjang yang saling menguntungkan. Menurutnya, Program Elite Pro Garuda Select ini tak sekadar bentuk kerja sama sponsorship atau donasi, namun lebih sebagai peluang bisnis yang diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan yang terus berkembang bagi kedua pihak. “Dengan program yang menyeluruh, kami bisa mendapatkan berbagai konten yang mencakup penayangan pertandingan, program liputan kegiatan mingguan, program liputan all access harian hingga program merchandising dan branding lainnya,” cetus Mirwan. (Adt) Daftar Tim Garuda Select 2019 Penjaga Gawang: Ahludz Dzikri Fikri (Persib Bandung) Risky Muhammad Sudirman (Persija Jakarta) Ernando Ari Sutaryadi (Persebaya Surabaya) Belakang: Amiruddin Bagas Kaffa, Mochamad Yudha Febrian (Barito Putera) Kartika Vedhayanto Putra (PPLP Jawa Tengah) Liba Valentino (Perseru Serui) Muhammad Reza Fauzan, Komang Teguh Trisnanda, Fadilah Nur Rahman, Muhammad Salman Alfarid (Diklat Ragunan) Vito Rendy Candra (Persebaya Surabaya) Tengah: Brylian Aldama (Persebaya Surabaya) David Maulana, Alif Jaelani (Barito Putera) Sandi Arta Samosir (PSMS Medan) Andre Oktaviansyah (PS Tira) Braif Fatari, Mochamad Supriadi (Diklat Ragunan) Yadi Mulyadi, Muhammad Fajar Fathur Rachman (Persib Bandung) Depan: Amiruddin Bagus Kahfi (Barito Putera) Sutan Diego Zico (Persija Jakarta) Amanar Abdillah (Persib Bandung) 4 Pelatih Pendamping Tim: Bima Sakti Ilham Ramadona Gede Mahatma Sopian Hadi Pelatih Kepala: Desmond Sinclair (Des) Walker Karier Timnas Inggris 1985-1988: Inggris U-21 1988-1993: Timnas Inggris Karier Piala Dunia 1990: Semifinalis Direktur Teknis: Dennis Wise Karier Timnas 1988: Timnas Inggris U-21 1989-1990: Timnas Inggris B 1991-2000: Timnas Inggris Piala Eropa  

Dipanggil Pelatnas Dayung SEA Games 2019, Atlet Putri 16 Tahun PPLP Sultra Janji Berlatih Lebih Keras

Pengurus Besar (PB) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) memanggil atlet 16 tahun dari Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sulawesi Tenggara (Sultra), Aulia Ghalib (kiri), masuk Pelatnas SEA Games 2019 Filipina. (zonasultra.com)

Kendari- Pengurus Besar (PB) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) memanggil atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) dayung Sulawesi Tenggara (Sultra), Aulia Ghalib, untuk mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas) SEA Games 2019 Filipina. Pedayung putri kelas 1 SMU (Sekolah Menengah Umum) inipun berjanji tak akan menyia-nyiakan peluang tersebut “Saya akan berlatih keras agar bisa menjadi atlet andalan Indonesia, dan akan mengeluarkan seluruh kemampuan untuk memperkuat tim nasional Indonesia di SEA Games Filipina nantinya,” ujar Aulia, sapaannya, pada Senin (7/1). Kendati bangga masuk skuat Pelatnas SEA Games 2019, namun diakui Aulia, persaingan antar atlet merebut posisi tim inti sangat berat. Ia menyebut bila para seniornya di Sultra telah menunjukan kemampuan luar biasa. “Mereka berkali-kali memperkuat Indonesia, dan saya bertekad mengikuti mereka,” terang atlet spesialis rowing itu. Pemanggilan gadis 16 tahun kelahiran Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara ini, ini merujuk permintaan langsung pelatih dayung nasional asal Belanda, Nr Boudewijn Van Opstal (Mr. B). Di pelatnas, Aulia akan menempa diri berpasangan dengan dua seniornya di nomor rowing, dan tiga atlet di nomor canoeing. Sementara itu, Wa Ode Siti Neli Nurlaila, Sekertaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sultra, mengaku bangga sebagai pengelola PPLP di Sultra, dengan pemanggilan Aulia mengikuti Pelatnas pesta multievent negara-negara se-Asia Tenggara itu. “Kami berharap Aulia bisa memberikan yang terbaik untuk daerah,” terang Nurlaila. Sedangkan Ratna, Pelatih Dayung PPLP Sultra, mengungkapkan salah satu alasan PB PODSI memanggil Aulia, adalah atlet muda berbakat andalan Indonesia. Terutama, lanjut Ratna, untuk persiapan menghadapi SEA Games 2019 yang berlangsung pada November hingga Desember mendatang. “Pemanggilan ke Pelatnas adalah momentum tepat bagi Aulia, yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, karena tidak semua atlet muda dapat dipanggil masuk ke dalam Pelatnas,” cetus mantan atlet dayung nasional ini. “Semoga, Aulia menjawab harapan dari PB PODSI, serta menjadi motivasi bagi generasi atlet selanjutnya,” pungkasnya. (Adt)

Cari Bibit Pesepak Bola Muda Dari Kalangan Pelajar, Menpora Harap Gelaran LIPEG 2019 Diperluas

Heri Santoso (kiri), Ketua Panitia Liga Pelajar Gunung Kidul (LIPEG) 2019, bertemu Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, jelang bergulirnya kompetisi antara Pelajar se-Gunung Kidul yang ke-5, yang akan berputar di Stadion Handayani, Wonosari, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). (Kemenpora)

Jakarta- Liga Pelajar Gunung Kidul (LIPEG) memasuki penyelenggaraan kelima pada 2019. Kompetisi ini diikuti 20 SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) dan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) se-Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Event tahunan dan swadaya ini bertujuan mencari bibit unggul dari kalangan pelajar. “Berkaca dari keberhasilan LIPEG sebelumnya, pada 18 Januari hingga 17 Maret 2019 akan digulirkan kembali Liga Pelajar Gunung Kidul ke-5. Event ini digelar di satu-satunya stadion yang representatif yakni Stadion Handayani Wonosari,” ujar Heri Santoso, Ketua Panitia LIPEG, di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, pada Selasa (8/1). Sementara itu, Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), mengapresiasi penyelenggaraan LIPEG. Bahkan, menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur (Jatim) itu, berharap gelaran kompetisi sepak bola bagi kalangan pelajar tersebut diperluas, tak hanya di Daerah Istimewa Yogyakarta, namun hingga ke Jawa Tengah (Jateng). Terbukti, menurut Imam, tak hanya permainan antar tim yang melahirkan pesepak bola muda, tapi juga menciptakan suporter yang sarat kreatifitas. “Saya datang di penutupan tahun lalu dan luar biasa. Tak hanya pemainnya yang hebat, tapi suporter di stadion penuh, keren, tertib, dan kreatif,” ujar menteri berusia 45 tahun itu. “Saya berharap dapat diperluas tidak hanya di Gunung Kidul, agar dampak positif dari kompetisi ini semakin meluas,” lanjutnya. Dari LIPEG ini nantinya akan diseleksi pemain yang memperkuat Tim Gunung Kidul usia (U)-16 tahun guna menghadapi kompetisi Piala Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga), dan Piala Suratin. (Adt)

Debut Perdana di Grand Slam Australia 2019, Petenis 15 Tahun Asal Jakarta Bidik Delapan Besar

Petenis Indonesia, Priska Madelyn Nugroho (tengah), akan segera memulai debutnya di Australia Open 2019. Dara kelahiran Jakarta, 29 Mei 2003 tampil di turnamen junior berlevel grand slam, di Stadion Melbourne Park, Melbourne, pada 19 Januari. (istimewa)

Jakarta- Petenis Indonesia, Priska Madelyn Nugroho, tak sabar memulai debutnya di Australia Open 2019. Dara kelahiran Jakarta, 29 Mei 2003 itu berharap penampilannya di turnamen berlevel grand slam di Melbourne Park itu, mampu memberi kebanggaan bagi Merah Putih. Ia membidik target minimal menjejak perempat final tunggal putri kategori yunior. “Australia Open adalah grand slam pertama saya menekuni tenis. Tentu saya sangat bersemangat bertanding di ajang tersebut,” ujar Priska di Bandar Udara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, sesaat sebelum bertolak menuju Australia, pada Senin (7/1). “Target ingin masuk perempat final Australia Open, namun saya berusaha semaksimal mungkin mendapat hasil yang lebih bagus,” lanjut petenis di posisi ke-45 yunior putri dunia itu. Tak sekedar sesumbar, namun optimisme yang membuncah dalam diri Priska itu muncul, lantaran dia telah cukup mengenal kekuatan calon-calon lawannya. “Kalau petenis Eropa dan Amerika Serikat sudah cukup tahu ketika bertanding di babak final Fed Cup Junior di Hungaria, tahun lalu,” tuturnya. “Lawan dari Asia dan Australia, tak hanya kenal permainan, sebab sering berlatih bersama seperti di Bangkok, akhir tahun lalu bersama petenis Thailand, Korea dan Jepang,” jelasnya. Selain tampil di babak utama tunggal putri yunior, Priska juga berlaga di nomor ganda berpasangan dengan petenis peringkat ke-88 asal Tiongkok, Wei Sijia. Menghadapi laga debutnya di Australia Open 2019, Priska telah melakoni sejumlah persiapan matang. Selain menjalani latihan rutin bersama Elbert Sie dan Ryan Tanujoyo di Bandung, dia juga mengikuti training camp bersama mantan pelatih Andy Roddick, Tarik Benhabiles di DNA Tennis Bangkok, yang dikelola mantan petenis top Thailand, Danai Udomchoke, akhir tahun lalu. “Kami persiapkan matang semua faktor yang akan menjadi faktor penentu keberhasilan Priska di Australia Open, terutama fisik dan mental,” cetusnya. Semoga mendapat hasil yang maksimal, setidaknya masuk delapan besar,” ucap Ryan yang bersama Elbert, bakal mendapingi anak didiknya itu menjalani debutnya di Australia Open. “Mohon doanya agar keberuntungan juga memayungi langkah Priska karena semua juga tergantung hasil undian. Semoga Priska bisa berada pada top berformance selama di Autralia,” imbuhnya. Australia Open kategori yunior, akan berlangsung pada pekan kedua turnamen grand slam pembuka, yakni 19 hingga 26 Januari 2019. Namun, sebelumnya Priska akan turun di turnamen pemanasan yakni ITF Junior Grade 1, berlabel AGL Loy Yang Junior Internasional di Traralgon, Victoria, Austrlia, pada 11-16 Januari. Penampilan Priska di Australia Open 2019 memberi angin segar bagi Indonesia, sebab cukup lama wakil Merah Putih tak unjuk gigi di turnamen internasional bergengsi. (Adt)

Waktu Mepet Jelang Piala AFF U-22, Timnas Hanya Uji Coba 2 Kali

Timnas U-22 melakukan latihan perdana di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Senin (7/1). Mereka akan mengikuti Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri, akan memilih 23 pemain terbaik dan dijadwalkan menjalani dua kali uji coba lebih dulu. (bola.com)

Jakarta- Timnas U-22 akan mengikuti Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Skuat Garuda dijadwalkan menjalani dua kali uji coba lebih dulu. Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri, memanggil 38 pemain untuk mengikuti seleksi tahap pertama. Indra akan memilih 23 pemain terbaik. Pertaruhan terdekat Timnas U-22 ada di Piala AFF U-22 di Kamboja, pada Februari 2019. Indonesia berada di Grup B bersama tuan rumah Kamboja, Myanmar, Malaysia dan Singapura. Namun, waktu persiapan yang dimiliki terbilang mepet, karena mereka sudah harus berangkat ke Kamboja pada 14 Februari 2019. Indra menyebut Timnas bakal menjalani dua kali uji coba untuk mematangkan persiapan. Pertama, Timnas menghadapi salah satu konstestan Liga dan, yang kedua, melawan tim di luar Asia Tenggara. Dua-duanya direncanakan dilaksanakan pada awal Februari. “Ada dua uji coba, yakni lokal dan internasional. Belum bisa saya sebutkan, yang pasti satu dari Asia Tenggara. Kalau lokal, tunggu saja karena mereka juga persiapan kompetisi. Semua uji coba, digelar sebelum kami ke Kamboja,” ujar Indra, usai latihan di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Senin (7/1). Lawan pertama yang akan dihadapi Timnas U-22 kemungkinan adalah Timnas China U-22. Anggapan itu berlatar pernyataan PSSI yang berencana mempertemukan tim Merah Putih dengan kesebelasan tersebut. Kemudian, Persija Jakarta juga ditengarai bakal menjadi lawan uji coba Tim merah putih muda. Tim Macan Kemayoran disinyalir akan menjadikan ajang itu sebagai persiapan Liga 1 2019. Sementara itu, Egy Maulana Vikri absen pada latihan perdana Timnas U-22 ini. Tak hanya Egy yang absen pada latihan kali ini. Firza Andika, Saddil Ramdani, Osvaldo Haay, dan Ezra Walian juga tidak nampak kehadirannya. Pada latihan perdana Timnas U-22 yang dimulai pukul 06.30 WIB tersebut, Indra didampingi dua asistennya, yakni Nova Arianto dan Yunan Helmi. Indra juga menunjuk Hendro Kartiko, sebagai pelatih kiper Timnas U-22. Pria berusia 45 tahun itu bertugas menangani empat penjaga gawang seleksi. Sejatinya, pemusatan latihan (TC) ini digelar Indra untuk menyongsong tiga agenda pada 2019. Pertama adalah Piala AFF U-22 di Kamboja, 17 Februari sampai 2 Maret mendatang. Garuda muda kemudian tampil di Kualifikasi Piala Asia U-23 (22-26 Maret), serta multievent SEA Games 2019 di Filipina (30 November-10 Desember). (Adt)

Asian Track Championship 2019 Dihelat, Ratusan Pebalap Buru Poin Olimpiade 2020 di Velodrome Rawamangun

Hajatan Asian Track Championship (ATC) 2019 yang akan diikuti 300 pebalap dari 16 negara, siap dihelat di Jakarta International Velodrome (JIV), Rawamangun, Jakarta Timur, pada 8-13 Januari. Mereka berburu poin poin untuk kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. (Pras/NYSN)

Jakarta- Hajatan Asian Track Championship (ATC) 2019 siap dihelat di Jakarta International Velodrome (JIV), Rawamangun, Jakarta Timur, pada 8-13 Januari. Indonesia kembali menjadi tuan rumah setelah 10 tahun yang lalu, Kejuaraan Balap Sepeda Track level Asia ini, digelar di Velodrome Tarakan, Kalimantan Timur, pada 2008. Event ke-39 ini akan diikuti 16 negara, dengan estimasi jumlah peserta sebanyak 300 pebalap. Ajang Pengurus Besar (PB) Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) sekaligus menjadi rangkaian Para Asian Track Championship ke-8, dan Junior Track Championship ke-26. Tujuannya menjadi ajang pengumpulan poin untuk kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang, yang akan dimulai dari awal 2019 hingga awal 2020, atau sebelum batas akhir penutupan poin kualifikasi Olimpiade oleh UCI (Union Cycliste Internationale). Parama Nugroho, Ketua Penyelenggara ATC 2019, mengaku persiapan hampir mencapai 100 persen. Khusus penyelenggaraan ATC 2019 ini, pihaknya kaget dengan jumlah peserta yang melebihi target. “Kami hanya melihat dari entry by name yang kami terima yaitu 255 pebalap, dan ternyata yang hadir 297 pebalap,” ujar Parama, pada Senin (7/1). Dengan jumlah peserta yang melebihi target itu, membuat pihaknya harus menyiapkan akomodasi lain. “Pastinya bagi kami, ini menjadi tantangan yang sangat menyenangkan,” lanjutnya. Sedangkan, Terry Yudha Kusuma, pebalap Indonesia, mengungkapkan telah melakukan persiapan selama kurang lebih tiga bulan guna menghadapi event ini. “Saya sangat antusias, apalagi untuk menambah poin Olimpiade 2020. Di event ini saya fokus team sprint dan 1000 meter. Karena spesialisasi saya 1000 meter. Tapi, di nomor keirin, saya juga turun,” terang alumni SMA Negeri Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah. Ia pun berharap sanggupu memecahkan rekor nasional. “Saya memecahkan rekor nasional dengan catatan waktu 1 menit, 3 detik pada waktu Asia Championship di Malaysia, tahun lalu. Kalau bisa, disini (ATC 2019), lebih tajam catatan waktunya, inginnya 1 menit, 1 detik. Semoga bisa terwujud,” cetus pemuda kelahiran Boyolali, Jawa Tengah, 14 Maret 1999. Disisi lain, Wahyu A. Harun, Direktur Operasi PT Jakarta Propertindo (Jakpro), menyebut pihaknya bangga bisa menjamu dan turut berpartisipasi aktif dalam perhelatan ATC 2019. “Gelaran sport sepeda internasional ini penting sebagai bagian dari pengumpulan poin atlet menuju Olimpiade 2020 Tokyo,” tutur Wahyu. Dia menjelaskan JIV memiliki sertifikasi standar internasional yang ditetapkan UCI. “Venue ini terbaik untuk perhelatan sepeda internasional seperti ATC 2019, JIV kini menjadi salah satu ikon dunia sepeda internasional,” tukas Wahyu. (Adt)

Tak Melulu Soal Produksi Atlet, Indonesia Little League Pupuk Bibit Baseball dan Softball Sejak 1990

Indonesia Little League 2019 digelar di dua kota yakni Jakarta dan Surabaya. Event pertama pada 2-6 Januari, berlangsung di Senayan, Jakarta. Turnamen yang diikuti 150 anak usia 10 hingga 14 tahun, bertujuan mengasah mental dan membentuk kepribadian. (liputan6.com)

Jakarta- Tak populer, itu gambaran sederhana untuk olahraga baseball dan softball. Dua olahraga ini terbatas kalangannya dan belum terlalu populer di Indonesia hingga 2019 ini. Tidak heran jika nama Indonesia tak terlalu moncer di pentas internasional dalam dua olahraga tersebut. Kondisi ini tak menjadi hambatan bagi Indonesia Little League untuk menggelar turnamen. Justru, mereka setia menggelar kompetisi level usia dini. Sejak 1990, Indonesia Little League sudah bergulir. Para relawan pecinta olahraga baseball dan softball di Indonesia, secara rutin menggelar turnamen ini. Tujuannya cuma satu, yakni memupuk rasa sportivitas di level junior lewat olahraga baseball dan softball. Ada tiga aspek yang ditekankan lewat Indonesia Little League, yakni karakter, keberanian, dan loyalitas. “Ketiga nilai ini bisa mendukung anak memiliki watak positif, berani, juga setia. Tak cuma dalam olahraga, tapi juga sehari-hari. Dalam dunia olahraga khususnya, tiga nilai ini jadi elemen terpenting dalam mengasah mental dan kemampuan atlet,” kata Roy Romaya, selaku Ketua Umum Indonesia Little League, pada Sabtu (5/1). Tujuan menggelar Indonesia Little League, tak melulu bicara soal produksi atlet. Mengasah mental dan membentuk kepribadian sejatinya adalah fokus utama dari Indonesia Little League. Ibaratnya, jika ada jebolan Indonesia Little League yang jadi atlet, itu menjadi sebuah bonus. “Faktanya kecakapan kepribadian untuk berbagai aspek kehidupan seperti pekerjaan, perlu dimatangkan. Little League menawarkannya,” jelas Roy. “Kami menjalin kerjasama dengan PB Perbasasi dalam upaya pembinaan usia dini. Tak mudah memang, untuk mengembangkan baseball dan softball,” jelasnya Indonesia Little League 2019, dilaksanakan mulai 2 Januari hingga 27 Januari. Kompetisi ini diikuti oleh 10 tim yang berasal dari kota Jakarta, Banten, Bandung, dan Surabaya. Dari 10 Tim tersebut, dibagi ke dalam tiga kategori laga yakni Major League (U-11), Intermediate League (U-12), dan Junior League (U-14). Kompetisi baseballnya berlangsung di Gelora Bung Karno, Jakarta, sejak 2 – 6 Januari 2019. Sedangkan untuk turnamen softball mulai bergulir di Surabaya, Jawa Timur, pada 27 Januari mendatang. Para pemenang dalam kompetisi baseball dan softball itu, akan berangkat mewakili Indonesia di tingkat Asia Pasifik. Setelah itu, pemenang kompetisi tingkat Asia Pasifik, kembali mengikuti turnamen puncak Little League 2019 tingkat dunia, di Amerika Serikat, tanpa dipungut biaya sepeserpun. Indonesia pernah mencatat prestasi pada 2006 silam, saat lolos hingga babak utama katagori U-14 (Junior League), di Michigan, Amerika Serikat. (Adt)

SEA Games Tak Lagi Bidik Prestasi, Menpora Tegaskan 60% Kontingen Indonesia ke Filipina Diisi Atlet Junior

SEA Games kini menjadi batu loncatan bagi atlet Indonesia menuju Asian Games dan Olimpiade. Itu sebabnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menegaskan komposisi kontingen Indonesia ke SEA Games 2019 di Filipina, 60 persennya bakal diisi oleh atlet junior berprestasi, seperti sprinter 18 tahun asal Lombok, Lalu Muhammad Zohri. (asiatimes.com)

Jakarta- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menegaskan komposisi kontingen Indonesia ke SEA Games 2019 Filipina. Sebanyak 60 persen skuat Merah Putih bakal diisi atlet junior. Komposisi antara atlet senior dan junior ke SEA Games 2019 Filipina itu sempat dilontarkan pada medio akhir 2018. Sempat menuai pro dan kontra, Imam bersikukuh, kontingen dihuni pemain muda. “Ini untuk memberikan suasana keunggulan dan kompetisi yang lebih baik lagi bagi atlet junior,” kata Imam, usai menggelar rapat persiapan Pelatnas dan Percepatan Prestasi Olahraga Nasional, Senin (7/1). “SEA Games tak lagi jadi patokan bagi Indonesia untuk juara atau menempati peringkat. SEA Games adalah batu loncatan bagi atlet menuju Asian Games dan Olimpiade,” dia menambahkan. Menpora juga memiliki pertimbangan agar atlet dan cabang olahraga bisa berfokus mencari poin ke Olimpiade 2020 Tokyo. Sebab, pengumpulan poin ke Tokyo sudah dimulai tahun ini. Lagipula, anggaran pelatnas tahun ini menurun ketimbang tahun lalu. Jika tahun lalu APBN menyiapkan dana 735 miliar kini menjadi Rp 500 miliar. Imam berharap anggaran itu juga bisa difokuskan untuk membiayai nomor pertandingan potensial medali pada Olimpiade 2020. “Ini akan menjadi kesempatan untuk nomor-nomor unggulan Indonesia menuju Olimpiade, karena terbiayai dengan baik dan dapat mengikuti sejumlah uji coba ke luar negeri,” kata dia. Kendati menginstruksikan agar kontingen didominasi atlet muda, Imam tak memberikan sanksi kepada cabang olahraga yang bandel. “Yang terpenting, pelatnas segera berjalan. Saya minta Komite Olimpiade Indonesia melakukan klasifikasi. Usai penetapan Surat Keputusan Percepatan Prestasi Olahraga Nasional akan diketahui tingkatan atlet internasional, atlet regional, dan atlet nasional, karena ada catatan mereka meraih gelar juara di mana,” ujar Imam. Menpora menambahkan nomor-nomor pertandingan dalam Asian Games 2018 yang menyumbang medali emas bagi Indonesia, akan mendapatkan prioritas untuk mengikuti kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. Saat ini, lanjut Menpora, baru 30 persen cabang olahraga, yang mengajukan proposal kegiatan pelatnas 2019. Pada SEA Games nanti, kemungkinan ada 56 cabor yang diusulkan National Olympic Committee Filipina. Jumlah tersebut terbanyak dalam sejarah penyelenggaraan SEA Games. Dengan penambahan itu, bulu tangkis yang sebelumnya tak masuk cabor yang di pertandingan, kembali masuk. Tak hanya bulu tangkis, cabor atletik, taekwondo, karate, dan beberapa cabor unggulan Indonesia untuk mendulang emas di SEA Games, tertarik dengan ide dari pemerintah yang memprioritaskan atlet junior lebih dominan di dalam skuadnya. Sebab Indonesia sangat membutuhkan atlet muda untuk meregenerasi jangka panjang. (Adt)

Menuju Piala AFF U-22 di Kamboja, PSSI Gelar Seleksi Singkat 38 Pemain

Osvaldo Haay (25) masuk seleksi Timnas U-22. Ia masyhur sebagai winger berkecepatan tinggi. Namun pemuda 20 tahun asal Jayapura ini pernah menghuni pos striker murni bersama timnya, Persebaya Surabaya, di Liga 1 2018. Ia pun pemain multifungsi. Empat pos sanggup dimainkannya, yakni bek kiri, gelandang, sayap, dan penyerang. (medcom.id)

Jakarta- Piala AFF U-22 akan segera bergulir pada 17 Februari hingga 2 Maret 2019, di Kamboja. Menghadapi turnamen penting itu, PSSI memanggil sekaligus menseleksi 38 pemain, yang bakal memperkuat skuat Garuda Muda, di bawah asuhan Indra Sjafri. Para pemain ini memulai pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk Timnas U-22 mulai 7 Januari, di Jakarta. Dari 38 nama yang rencananya dipanggil, sebagian besar merupakan skuat Timnas U-19. Di antaranya Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, dan Todd Rivaldo Ferre. Selain itu, terdapat nama Ezra Walian, yang saat ini bermain untuk klub Belanda, Almere City. Namun, pemain berpostur 177 cm itu sedang menjalani masa pinjaman di RKC Waalwijk. Ezra sempat menjadi bagian dari Timnas U-22 di SEA Games 2017. Namun, pada Piala AFF 2018, ia gagal mendapatkan izin dari klub untuk membela Timnas Indonesia senior. Selain Ezra, PSSI turut memanggil bomber Persik Kediri sekaligus pemegang titel topskor Liga 3, Septian Satria Bagaskara. “Kami memilih pemain yang bermain di kompetisi Liga 1, 2, dan 3, sehingga memiliki jam terbang. Ini jadi landasan utama kami dalam menentukan pemain. Kami juga sudah mengumpulkan data dari tim HPU (high performance unite),” ujar Indra, di Jakarta, pada Jumat (4/1). Juru racik tim kelahiran Lubuk Nyiur, Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), 2 Februari, 55 tahun silam itu, mengatakan semua pemain dari U-19 masuk ke dalam skuat Garuda. “Semua pemain dari Timnas U-19 yang kemarin itu masuk, tapi minus striker. Banyak striker bagus, dan paling tidak, kini ada 4 striker yang kami siapkan,” tambah pelatih yang mengecap karir junior di PSP Padang 1981-1986. Sementara itu, terkait sempitnya waktu persiapan timnas, Indra tak mempermasalahkan. “Training center untuk timnas tak perlu lama. Saya inginnya satu, dua, tiga hari. Harusnya mereka yang dipanggil pemain yang pembinaan di klubnya bagus, sehingga kami hanya tinggal memantapkan program saja kepada para pemain ini,” jelas Indra. Untuk staf pelatih, mayoritas staf Indra dari Timnas U-19 akan disertakan. Namun, Indra juga membawa dua asisten pelatih baru yang dipastikan sudah memiliki lisensi kepelatihan yang sesuai arahan AFC. “Tim ini adalah tim yang terbaik, termasuk team behind the team, pelatih yang kami pilih adalah yang terbaik karena mengikuti standar arahan dari AFC. Asisten satu nanti akan dibantu oleh Yunan Helmi dari Barito (Putera),” papar Indra. “Asisten dua, yakni Nova Arianto dari Lampung Sakti, dan kebetulan sekarang dalam posisi tidak dalam kontrak. Seluruh pelatih itu masuk kriteria AFC soal sertifikasi,” tukas pria yang memulai karir sebagai pelatih U-12 ini. Sedangkan Ratu Tisha, Sekertaris Jenderal (Sekjen) PSSI, menyebut jika Indra memiliki beban berat dalam mempersiapkan Timnas U-22. Sebab, menurutnya, selain Piala AFF U-22 pada 2019 ini, tim merah putih muda juga akan berlaga di kualifikasi Piala Asia U-23 pada 2020, dan SEA Games 2019 Filipina. “Ada beberapa target dari PSSI, seperti Piala AFF di Kamboja, AFC U-23 Qualifiers, juga menyongsong target emas di SEA Games 2019. Mulai 7 Januari akan ada rangkaian program-program itu,” cetus Tisha. “Kami harapkan dukungan, doa, serta semangat dari masyarakat demi kejayaan sepak bola Indonesia,” lanjutnya. Timnas U-22 akan menjalani laga perdana pada 18 Februari kontra Timnas U-22 Myanmar, pada babak penyisihan grup Piala AFF U-22 2019. Setelah itu, skuat Garuda bakal berjumpa dengan Singapura, Malaysia, dan tuan rumah Kamboja. (Adt) Daftar 38 pemain Timnas Indonesia U-22: Kiper 1. Hilman Syah (PSM Makassar) 2. Awan Setho (Bhayangkara) 3. Satria Tama (Madura United) 4. M Riyandi (Barito Putera) Belakang 5. Nurhidayat (Bhayangakara) 6. Rachmat Irianto (Persebaya Surabaya) 7. Bagas Adi (Arema FC) 8. Dallen Ramadhan (Bali United) 9. Dandi Maulana (Barito Putera) 10. Andi Setyo (PS TIRA) 11. Fredyan Wahyu (PSMS Medan) 12. Indra Mustafa (Persib Bandung) 13. Firza Andika (PSMS Medan) 14. Asnawi Mangkualam (PSM Makasar) 15. Adnan Lestaluhu (Persija Jakarta) 16. Samuel Christianson (Sriwijaya FC) Tengah  17. Hanif Sjahbandi (Arema FC) 18. Wahyudi Hamisi (Borneo FC) 19. Rafi Syaharil (Barito Putera) 20. Todd Rivaldo (Persipura Jayapura) 21. Gian Zola (Persela Lamongan) 22. Saddil Ramdani (Persela Lamongan) 23. Sani Riski Fauzan (Bhayangkara) 24. M Luthfi Kamal (Mitra Kukar) 25. Witan Sulaeman (SKO Ragunan) 26. Egy Maulana (Lechia Gdansk) 27. Osvaldo Haay (Persebaya Surabaya) 28. Rifal Lastori (PSS Sleman) 29. Kadek Agung (Bali United) Striker 30. Billy Keraf (Borneo FC) 31. Yoga Pratama (PSIM Yogyakarta) 32. Dalmiansyah Matutu (Arema FC) 33. Dimas Drajad (PS TIRA) 34. Beni Oktaviansyah (Kalteng Putra) 35. Marinus Wanewar (Bhayangkara) 36. Ezra Walian (RKC Waalwijk) 37. Septian Satria Bagaskara (Persik Kediri) 38. M Rafli (Arema FC)

Koleksi 282 Poin Sepanjang 2018, Atlet Boulder Putri 20 Tahun Jadi Nomor Satu di Indonesia

Gadis kelahiran Kudus, Jateng, 6 Januari 1998, Ndona Nasugian, menjadi atlet boulder putri nomor satu Indonesia 2018. Pememgang medali perak Asian Youth Championship 2011 di Singapura itu, mengoleksi total poin 282, dari empat kompetisi selama 2018. (FPTI)

Jakarta- Atlet panjat tebing asal Jawa Tengah (Jateng), Ndona Nasugian, menjadi atlet boulder putri nomor satu Indonesia 2018. Gadis kelahiran Kudus, Jateng, 6 Januari 1998 yang mememgang medali perak Asian Youth Championship 2011 di Singapura itu, mengoleksi total poin 282, dari empat kompetisi selama 2018. Yakni di ajang MOCC (23-27 April), Wali Kota Cup (18-21 Juli), ZTC Bali (3-5 Agustus), dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) XVII (27 November – 2 Desember). Mahasisiwi Jurusan Ilmu Olahraga Universitas Negeri Semarang ini, berbagi gelar dengan Nadya Putri Virgita, asal Bali, yang juga mengumpulkan total poin 282. Diikuti Kharisma Ragil Rakasiwi asal Jawa Timur (Jatim), yang berada di peringkat ketiga dengan total poin 243. Sedangkan peringkat keempat dihuni Fitria Hartani yang juga berasal dari Jatim dengan total poin 200. Sementara itu, peringkat kelima dan selanjutnya diisi Indahwati asal Jateng (175 poin), Anggun Yolanda asal Nusa Tenggara Barat (160 poin), Betti Nawafatus Y.N asal Jawa Barat (157 poin). Kemudian, Ni Komang Ayu Suartini asal Bali (149 poin), dan Dyah Puspitaningtyas asal Daerah Istimewa Yogyakarta (147 poin). (Adt)

Gregoria Minim Gelar Selama 2018, Pelatnas Cipayung Darurat Tunggal Putri

Tunggal putri Indonesia 19 tahun berperingkat 15 versi BWF, Gregoria Mariska Tunjung, ditargetkan PP PBSI tembus hingga peringkat 10 besar dunia dan meraih juara pada turnamen Super 1000 pada 2019. (Pras/NYSN)

Jakarta- Tak bisa dipungkiri, prestasi tunggal putri bulu tangkis Indonesia sangat kurang menjanjikan sepanjang 2018. Gregoria Mariska Tunjung dkk tak mampu bersaing di turnamen BWF World Tour. Kondisi ini sebenarnya sudah berlangsung dalam satu dekade terakhir. Minimnya sumber daya pemain tunggal putri yang berkualitas membuat proses regenerasi terhambat. Belum lagi, saat bersaing di level internasional, mereka kerap tampil inferior. Sejauh ini, pelatnas PP PBSI, biasa disebut Pelatnas Cipayung, masih mengandalkan empat pebulu tangkis utama stok lama. Yakni Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia dengan peringkat BWF tertinggi, yakni Jorji (sapaan Gregoria), di posisi 15. Selain Jorji, Indonesia memiliki dua tunggal putri lain di deretan 50 besar BWF yakni Fitriani (peringkat ke-33) dan Dinar Dyah Ayustine (peringkat ke-49). Sementara itu, Ruselli Hartawan ada di posisi 51 besar. Empat srikandi ini tahun lalu menjadi kekuatan utama bagi tunggal putri Indonesia. “Saya berharap tim yang kemarin dipertahankan, tapi ya tergantung PBSI nanti,” ujar Minarti Timur, pelatih tunggal putri Indonesia. Selain itu, Minarti juga berharap adanya pemain junior yang bisa masuk di skuat utama, tahun ini. Menurutnya, ada beberapa pebulu tangkis yang memperlihatkan progres. Di sisi lain, ada juga yang masih mengalami kesulitan untuk tampil konsisten dari satu turnamen ke turnamen yang lain. Tahun lalu, Jorji hanya mampu meraup satu gelar dengan level International Challenge, yaitu: Finnish Open 2018 pada bulan April di Finalandia, usai mengalahkan Ruselli Hartawan. Sedangkan untuk kejuaraan berkategori BWF World Tour (Super 300, 500, 750, dan 1000), atlet berusia 19 tahun ini selalu pulang dengan tangan hampa. Minarti menekankan agar anak didiknya asal Wonogiri, Jawa Tengah, mampu meraih gelar pada tahun ini. “Kami menargetkan Jorji masuk peringkat 10 besar dunia dan juara pada turnamen yang diikuti, apakah tingkat Super 500, Super 300, bahkan kalau bisa pada turnamen Super 1000,” ujar Minarti, dikutip dari Antara. Pada bulan Januari, Jorji diagendakan untuk turun di dua turnamen BWF dengan kategori World Tour Super 500. Pertama, pebulutangkis putri yang baru saja mengantarkan klubnya Mutiara Cardinal meraih posisi runner-up di Kejurnas PBSI tersebut, akan turun di turnamen Malaysia Masters 2019, dari tanggal 15 sampai 20 Januari. Menyusul kejuaraan Indonesia Masters 2019 yang rencananya mulai digelar pada 22 sampai 27 Januari. Selanjutnya, kesempatan pertama diberikan kepada Fitri dan Ruselli di Thailand Masters. “Kalau Jorji belum tahan main tiga turnamen sekaligus, makanya dia dikasih Malaysia Masters dan Indonesia Masters,” terangnya. Informasi yang beredar, kepastian SK pelatnas 2019 terbaru bakal disampaikan pekan ini. Sementara itu, Susy Susanti Kabidbinpres PP PBSI masih berpedoman pada prestasi dan attitude para pebulu tangkis pelatnas dalam menentukan promosi dan degradasi. “Yang pasti kami ingin yang terbaik juga,” katanya. (Adt)

Indonesia Youth Selection Bawa Pulang Dua Medali Dari China, Faktor Cuaca Masih Jadi Kendala

Tim basket Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Youth Selection berhasil membawa pulang medali perak dan perunggu di ajang China Winter U-17 International Basketball Championship 2018, di Tonglu, Hangzhou, China, pada 21-25 Desember 2018. (Istimewa)

Jakarta- Tim basket putra dan putri yang tergabung dalam Indonesia Youth Selection berhasil membawa pulang medali perak dan perunggu pada ajang China Winter U-17 International Basketball Championship 2018, di Tonglu, Hangzhou, China, pada 21-25 Desember 2018. Event ini didominasi para peserta dari Negeri Tirai Bambu, sedangkan dari Asia Tenggara hanya Indonesia dan Malaysia. Kendati baru pertama kalinya tampil di ajang tersebut, namun prestasi anak didik Agung Christyantho itu tak bisa dipandang sebelah mata. Bertanding di Jinbe Sports Hall, Tonglu, dan bermaterikan pemain yang berasal dari beberapa kota di Tanah Air, seperti Jakarta, Tangerang, Serang, Bogor, Bandung, dan Surabaya, skuat muda Indonesia itu mampu menunjukan performa maksimal. Tim putra Indonesia berhasil menjadi runner-up, dan harus puas membawa pulang medali perak usai takluk di final melawan Malaysia. James Marshall dan kolega menyerah dari skuat Negeri Jiran itu dengan skor 55-73. Sedangkan tim putri berhasil meraih medali perunggu. Devina dan kawan-kawan gagal mengatasi tim Hangzhou di semifinal, dan kalah dengan skor 27-66. Dan, pada perebutan tempat ketiga, srikandi muda Indonesia itu sukses mengandaskan tim dari China dengan skor 30-21. Agung mengungkapkan sangat sulit bermain pada suhu 7 derajat celcius dihampir setiap game. Kendati demikian, dia mengapresiasi anak didiknya yang secara keseluruhan tampil maksimal dengan usaha dan kerja keras. “Secara tidak langsung kami mengikuti event ini mewakili Indonesia. Dan, kami sebisa mungkin meminimalisir turnover serta memanfaatkan setiap kesempatan yang ada,” ujar Agung dari keterangan yang diterima redaksi nysnmedia, pada Jumat (28/12). Lebih lanjut, diakui Agung, keunggulan lawan yang dihadapi timnya ada pada postur tubuh mereka yang tinggi. Selain itu, menurutnya, lawan bermain sangat efektif. “Tinggi postur tim dari China dan Malaysia luar biasa. Tim putra Malaysia masih U-14, tapi tingginya kurang lebih 190 centimeter, dan Malaysia baik tim putra maupun putri bermain sangat efektif dengan mengandalkan transisi fastbreak. Sedangkan tim China lebih mengandalkan fisik dan speed,” tambahnya. Agung menyebut tim Indonesia masih belum bisa bermain simple seperti yang diterapkan China dan Malaysia di awal-awal laga. “Disaat semifinal, baru seluruh tim bermain lebih baik lagi. Ini menjadi bahan evaluasi dari kami untuk menghadapi event-event internasional berikutnya,” tukas Agung. (Adt) Susunan Tim Indonesia Youth Selection: Manager : Christina Ratnawati Pernah mengikuti pelatihan basket dan materi strength conditioning di Australia Pelatih : Agung Christyantho Pelatih DBL Allstar 2015, Pelatih Junior NBA Asia 2015, Assisten Pelatih Timnas Pelajar ASEAN School Games (ASG) 2016 di Thailand, Advisor (Penasehat) Pelatih untuk Provinsi Banten dan Kepala Bidang Kepelatihan untuk Tangerang Selatan Assisten Pelatih : Taufik Shaleh Pelatih DBL allstar 2016 dan Pelatih SMA 1 Baleendah, Bandung Para Pemain : Putra : 1. James Marshall – SPH Lippo Village 2. Kenzie – SPH Lippo Village 3. Dius – SPH Lippo Village 4. Ryan Andreas – Saint John’s BSD 5. Alvyn Winathan – Saint John’s BSD 6. Jevon – SMA Ora et Labora BSD 7. Alby Yusriy – SMAN 1 Baleendah Bandung 8. Bilal – SMAN 1 Kota Serang, Banten 9. Zidan – SMAN 1 Kota Serang, Banten 10. Khansa – SMAN 1 Kota Serang, Banten 11. Gary – SMAK Ipeka Puri, Jakarta Barat 12. Aditya – Bina Bangsa School, PIK Putri : 1. Joan – SMA Ora et Labora BSD 2. Aulia – NSA Nation Star Academy Surabaya 3. Santun – SMAN 1 Kota Serang, Banten 4. Zahwa – SMAN 7 Kota Tangerang 5. Tasya – SMAN 1 Kota Tangerang Selatan 6. Grace – SMAK Ipeka Puri, Jakarta Barat 7. Vianca – Mentari Intercultural School Grand Surya 8. Rizqika – SMAN 1 Kota Bogor 9. Angel – SMAN 1 Kota Bogor 10. Calissya – SMA Ora et Labora BSD 11. Tias – SMAN 2 Kota Tangerang 12. Devina – SMA Kharisma Bangsa Tangerang Selatan

Masih Belum Punya Pelatih, Dua Agenda Penting Menanti Timnas U-19 Tahun Depan

Fakhri Husaini memberikan instruksi kala Timnas U-16 berlaga melawan Australia. PSSI belum menentukan pelatih Timnas U-19. Padahal, Timnas sudah dinanti dua agenda penting pada 2019. Timnas U-19 akan tampil di Piala AFF U-18 dan Kualifikasi Piala Asia U-19 2020. (AFC.com)

Jakarta- PSSI belum menentukan pelatih Timnas Indonesia U-19. Padahal, Timnas sudah dinanti dua agenda penting pada 2019. Timnas U-19 akan tampil di Piala AFF U-18 dan Kualifikasi Piala Asia U-19 2020. Butuh persiapan matang untuk meraih hasil maksimal di dua ajang tersebut. Piala AFF U-18 tahun depan akan dihelat di kota Hanoi, Vietnam. Turnamen akan digelar sejak 4-18 Agustus. Garuda Nusantara menjadi juara di turnamen ini pada 2018 dan publik sepak bola tanah air tentu berharap melihat Garuda kembali mengangkat piala. Usai Piala AFF, Garuda Nusantara dinanti Kualifikasi Piala Asia U-19 2020. Ajang prestisius di kelompok junior ini, akan dihelat mulai 1-6 Oktober 2019. Skuat U-19 tahun depan kemungkinan besar, akan menggunakan pemain jebolan Timnas U-16 asuhan Fakhri Husaini. Sutan Diego CS tampil bagus dengan menjadi juara Piala AFF U-16 medio 2018 dan lolos hingga perempat final Piala Asia U-16. PSSI hingga kini masih menimbang siapa yang akan menjadi pelatih Timnas U-19. Fakhri meski mendulang prestasi, belum tentu dipercaya menukangi merah putih muda. Thailand merupakan tim terbanyak meraih gelar Piala AFF U-19. Tim negeri Gajah Putih ini empat kali menjadi juara yakni 2002, 2009, 2011 dan 2015. Myanmar berada di urutan dengan raihan dua gelar, yakni pada 2003 dan 2005. Vietnam dan Indonesia masing-masing satu gelar. Sekedar catatan, selain level U-18, event Piala AFF U-15 2019, rencananya bakal diselenggarakan di Bangkok, Thailand. Lalu, turnamen Piala AFF U-22 digelar di ibukota Kamboja, Phnom Penh, pada 17 Februari-2 Maret. (Adt) Daftar Prestasi Peserta Piala AFF U-18 Thailand Tampil : 13 Prestasi Juara : 2002, 2009, 2011, 2015 Myanmar Tampil : 11 Prestasi Juara: 2003, 2005 Vietnam Tampil : 13 Prestasi Juara : 2007 Indonesia Tampil: 8x Prestasi Juara : 2013 Malaysia Tampil: 11 Prestasi Runner-up : 2003, 2005, 2006, 2007 Laos Tampil : 9 Prestasi Urutan Ketiga : 2002, 2005, 2015 Singapura Tampil : 10 Prestasi Urutan Ketiga : 2003 Timor Leste Tampil : 6x Prestasi Urutan Ketiga : 2013 Kamboja Tampil : 8x Prestasi Penyisihan Grup : 2002, 2007, 2009, 2011, 2013, 2015, 2016 Brunei Darussalam Tampil : 7x Prestasi Penyisihan Grup : 2002, 2005, 2007, 2011, 2013, 2015 Filipina Tampil: 7x Prestasi Penyisihan Grup : 2002, 2003, 2011, 2015, 2016

Delapan Menit Debut di Tim Utama Lechia Gdansk, Egy Maulana Vikri Jadi Kado Natal

Egy Maulana Vikri (kiri)mencatatkan debut bersama Lechia Gdansk. Dia tampil delapan menit, masuk menggantikan Lukas Haraslin, saat Lechia melibas Gornik Zabrze 4-0, di Stadion Energa Gdansk, Minggu (23/12) dinihari WIB. (Twitter @LechiaGdanskSA)

Gdansk- Egy Maulana Vikri mencatatkan debut bersama Lechia Gdansk. Dia tampil delapan menit, saat Lechia sukses melibas Gornik Zabrze 4-0. Gol kemenangan Lechia atas Gronik, di Stadion Energa Gdansk, Minggu (23/12) dinihari WIB, dicetak oleh Artur Sobiech, Rafal Wolski, Filip Mladenovic, dan Flavio Paixao. Striker Timnas U-19 Indonesia itu dimasukkan oleh pelatih Lechia, Piotr Stokowiec, pada menit ke-82 untuk menggantikan Luka Haraslin. Penampilan ini menjadi penanda debut Egy di Liga Polandia (Ekstraklasa), sekaligus debut profesionalnya di liga profesional. Pemuda kelahiran Medan, 7 Juli 2000 ini, resmi menjadi tim Lechia sejak Juli 2018. Dia sebelumnya kerap bermain di tim junior Lechia. Sepanjang laga, Lechia melepaskan empat tembakan akurat dari tujuh usaha, dengan penguasaan bola 59 persen. Adapun tim tamu melepasan satu tembakan jitu dari sembilan percobaan. Hasil tersebut semakin mengukuhkan posisi Lechia Gdansk di puncak klasemen Ekstraklasa. Kini mereka mengemas 42 poin, hasil 12 kemenangan, enam kali imbang, dan dua kekalahan, atau unggul tiga angka, dari Legia Warsawa selaku runner-up. Meski tidak memberikan dampak signifikan selama penampilan singkatnya di menit-menit akhir, Egy dianggap layak untuk medapatkan debutnya di skuat senior. Penilaian ini keluar langsung dari penuturan Stokowiec. “Dia layak menjalani debut. Segala sesuatunya berjalan dengan baik. Egy menantikan kesempatannya (untuk dimainkan), dan ini menjadi modal untuk laga-laga berikutnya,” ucap Stokowiec. Egy mengaku senang dengan debut tersebut. Ia berharap ke depannya bisa berkontribusi lebih untuk tim utama. “Terima kassih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk menjalani debut di Liga Polandia. Saya merasa senang, dan berterima kasih kepada rekan-rekan yang sudah mempercayai saya,” tandas pemuda lulusan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan ini. Media kenamaan Polandia, Przeglad Sportowy, pun turut serta mewartakan aksi lincah wonderkid dari Indonesia ini. Media lokal Polandia itu menyebut Egy Maulana telah mendapatkan kado natal dari pelatih Lechia Gdansk, Piotr Stokowiec. “Setelah melanjutkan pertandingan, Lechia masih mendapatkan satu keuntungan besar bahwa pelatih Piotr Stokowiec memberi hadiah Natal kepada pemain muda asal Indonesia, Egy Maulana Vikri, yang memulai debut di kasta tertinggi Liga Polandia,” tulis Przeglad Sportowy, pada Sabtu (22/12). Meski hanya bermain selama kurang lebih delapan menit, Egy mampu mencuri perhatian 9.757 penonton yang menyaksikan langsung di Stadion Energa. Dengan formasi 4-2-3-1 yang diterapkan pelatih Stokowiec, Egy tak bergeser dari posisi yang sebelumnya ditempati Haraslin. Ia diberi tanggung jawab menjalankan tugas di sayap kiri. (Adt)

Tampil di Myanmar, Pegolf Junior Indonesia Bidik Emas Kejuaraan Beregu Amatir 2018

Pelatihan intensif yang berlangsung sejak Oktober 2018 telah disiapkan bagi para atlet Indonesia yang akan berlaga pada ajang Sea Amateur Golf Team Championship mulai 20-23 Desember, di Nay Pyi Taw, Myanmar. Kejuaraan Beregu Golf Amatir Asia Tenggara ini berisi empat event dalam pelaksanaannya. (golfinstyle.co.id)

Jakarta- Tim Indonesia membidik medali emas di South East Asia Amateur Golf Team Championship 2018 di Naypyitaw, Myanmar. Kejuaraan Beregu Golf Amatir Asia Tenggara ini berlangsung 20-23 Desember. “Kami bidik medali emas atau perak, meski tak mudah,” kata Ketua Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia, Murdaya Po di Jakarta, Kamis (21/12). Tim golf Indonesia, menurut Murdaya, saat ini mampu memberikan harapan meraih prestasi dalam kejuaraan-kejuaraan internasional dibanding tahun sebelumnya. Indonesia mengirimkan 12 atlet dalam Kejuaraan Beregu Golf Amatir Asia Tenggara 2018, yang berlangsung di Nay Pyi Tuw, Myanmar, pada 20-23 Desember. “Tim yang bertanding di Myanmar itu merupakan atlet-atlet junior dari PGI, yang telah kami lakukan pembinaan pada tahun sebelumnya. Pembinaan atlet golf itu butuh tiga hingga empat tahun, dan bukan lima atau enam bulan sebagaimana pelatnas,” katanya. Manajer Tim Nasional Golf Indonesia, Gian Perkasa mengaku, atlet Indonesia yang bertanding di Myanmar, telah masuk dalam pelatnas PGI sejak Oktober 2018. “Mereka telah berlatih bersama dalam dua pekan terakhir, di lapangan golf Emeralda. Kami menekankan tiga aspek dalam latihan yaitu teknik, skill, dan mental,” kata Gian. Pelatih golf nasional, Lawrie Montague mengatakan, keikutsertaan atlet junior Indonesia dalam kejuaraan di Myanmar itu punya arti penting bagi pembinaan.”Lawan juga berat, terutama Thailand. Tapi, segala sesuatu bisa terjadi. Ini kesempatan ini menjadi pengalaman bagus bagi mereka,” kata Lawrie. Ada empat event yang dipertandingan, dalam kejuaraan beregu amatiri ini. Ajang pertama ialah Putra Cup, yang memasuki penyelenggaraan ke-58. Putra Cup diperuntukkan pegolf amatir yang lebih senior. Lalu ada ajang Lion City Cup, yang diprakarsai Singapura pada 2004, dengan tujuan memberi pengalaman bagi tim golf junior beregu, yang kala itu sangat langka. Jika Putra Cup dan Lion City Cup ditujukan bagi para pegolf putra, ajang Santi Cup dan Kartini Cup ditujukan bagi pegolf putri. Santi Cup, digelar pertama kalinya pada 2006 sebagai prakarsa dari Thailand. Sementara Indonesia menyumbangkan Kartini Cup, bagi para pegolf putri yang lebih junior, yang mulai dipertandingkan pada 2013. Pada 2018 ini, tim Putra Cup Indonesia diwakili oleh Almay Rayhan Yagutah, M. Rifqi Alam Ramadhan, Seandy Alfarabi, dan Alfred Raja Sitohang. Sementara untuk Tim Lion City Cup, Kentaro Nanayama, Gabriel Hansel Hari, dan Dominikus Glenn Yuwono terpilih untuk turun bertanding. Adapun dari ajang putri, Ribka Vania, Marcella Pranovia, dan Nanda Winnet Soraya diplot untuk turun pada ajang Santi Cup. Ribka yang masih berusia 18 tahun, mewakili Indonesia di Youth Olympic Games 2018, Oktober lalu. Sedangkan Viera Permata Rosada, Aurelia Grace Nicole, dan Meva Helina Schmit, akan turun pada ajang Kartini Cup. Tantangan terbesar ajang ini ialah lapangan yang belum pernah dicoba oleh semua atlet Indonesia. Beruntung kekhawatiran soal lapangan akhirnya pupus setelah Tim Indonesia menjajal lapangan, pada Selasa (18/12). “Kondisi lapangan sangat baik, hanya saja green masih agak lambat,” ujar Gian, yang turut mendampingi tim. (Adt)

Masuk List Pemain Utama, Dua Pemain Indonesia Tampil di Liga Spanyol U-19 Sore Ini

Helmy Putra Damanik dan Muhammad Reza Kusuma, termasuk dalam daftar pemain Club Internacional de la AMISTAD (CIA) Palencia, Sabtu (22/12) petang, yang akan bertanding melawan Real Madrid U-19, dalam Division de Honor U-19 atau Liga Spanyol U-19. (tribunnews.com)

Madrid- Kiprah anak-anak Indonesia yang tergabung dalam Vamos Indonesia akan dibuktikan pada petang ini, saat pertandingan melawan Real Madrid di Division de Honor U-19 atau Liga Spanyol U-19. Helmy Putra Damanik, kelahiran Balikpapan, 9 April 2000, dan Muhammad Reza Kusuma (17 tahun), akan turun merumput. Helmy yang berposisi striker dan Reza bermain sebagai gelandang bertahan, sudah masuk di daftar pemain Club Internacional de la AMISTAD (CIA) Palencia, Sabtu (22/12), pukul 12.00 siang ini waktu Spanyol (atau pukul 18.00 WIB), bertanding melawan Real Madrid U-19. Project Director Vamos Indonesia, Fanny Riawan menyebut, pertandingan petang ini adalah sangat bersejarah karena Helmy dan Reza bermain dalam kasta tertinggi Liga U19 Spanyol (Division de Honor Juvenille). “Semoga tim bermain bagus dan Helmy dan Reza bisa membantu memenangkan Pertandingan. Kita bisa belajar banyak dari pertandingan nanti bagaimana kualitas permainan Liga U19 Spanyol atau Juvenille Division de Honor, pekan ke 18,” tegas Fanny. Helmy dan Reza tergabung dalam Proyek Vamos Indonesia. Proyek Vamos Indonesia itu sepenuhnya didanai perorangan guna melahirkan pemain bola muda berbakat Indonesia agar bisa bermain di liga-liga profesional, terutama di Eropa. Untuk tahap awal, Spanyol dipilih, karena memiliki kelengkapan sekolah akademi bola terbaik bagi atlet usia muda. “Sekali lagi, ini yang dibutuhkan anak muda Indonesia, Liga yang berputar dengan jadwal yang tertata rapi dengan durasi minimal 30 game pertahun. Mencetak pemain bagus itu proses yang tidak bisa instant, maka Liga Pemuda adalah wadahnya,” ujar pria yang sempat menjabat Direktur Divisi Sport INAPGOC. Laga hari ini Amistad harus bisa mengambil keuntungan sebagai tuan rumah. Sebab di pertandingan sebelumnya saat away, Amistad kalah telak 0-5 dari Real Madrid. “Semoga sore ini anak Indonesia bisa membantu tim Amistad membuat sejarah menantang Real Madrid U-18 yang diperkuat beberapa pemain timnas Spanyol U-19,” pungkasnya. (Adt)

Berburu Pelapis Eko Yuli, PB PABBSI Gelar Sentra Latihan di SKO dan PPLP

Para lifter dan pengurus PB PABBSI, usai menggelar Test Evaluasi Terakhir 2018 di Mess Marinir Kwini, Jakarta, Juma (21/12). PB PABBSI berencana membentuk sentra latihan di 7 daerah, guna mendukung latihan bagi atlet sekolah khusus olahraga (SKO) ataupun pusat pembinaan dan latihan olahraga pelajar (PPLP), mulai Januari 2019 demi percepatan proses pembinaan para atlet. (beritasatu.com)

Jakarta- Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) berburu atlet-atlet pelapis nasional. Langkah itu dilakukan dengan cara membentuk sentra latihan di 7 daerah, mulai Januair 2019, demi percepatan proses pembinaan para atlet. Wakil Ketua PB PABBSI, Djoko Pramono mengakui, selama 8 tahun ini nyaris tak ada atlet pelapis yang mendekati prestasi Eko Yuli Irawan, padahal ia sudah mencarinya ke berbagai daerah. Namun sayangnya, hingga saat ini belum kelihatan. Tujuh Sentra latihan angkat besi di daerah ini diproyeksikan akan mendukung latihan bagi atlet-atlet sekolah khusus olahraga (SKO) ataupun pusat pembinaan dan latihan olahraga pelajar (PPLP) di daerah. “Saya punya banyak alat latihan dan saya sudah melaporkan itu kepada Menteri Pemuda dan Olahraga. Kami ingin membuat sentra latihan di tujuh daerah, dengan menggunakan peralatan itu,” ujar Djoko, usai Tes Evaluasi Pelatnas Terakhir tahun 2018, Mess Marinir Kwini, Jakarta, pada Jumat (21/12). “PB PABBSI menargetkan sentra latihan di 7 daerah itu berjalan mulai Januari 2019. Kami sudah mengirim surat kepada Menteri Pemuda dan Olahraga sejak dua bulan lalu, dan kami masih menunggu persetujuan dari Menpora,” kata mantan Komandan Korps Marinir TNI Angkatan Laut itu. Pihaknya hanya membutuhkan lokasi latihan dan akan menyediakan peralatan, serta pelatih latihan di daerah-daerah. Aceh dan Bengkulu, kata dia, sudah sangat berminat dengan program sentra latihan daerah itu. Ia berharap ada sentra latihan di kawasan barat, kawasan tengah, dan kawasan timur Indonesia, dengan syarat tempat latihan. Djoko mengatakan, kehadiran sentra latihan angkat besi di 7 daerah di Indonesia ini, diharapkan segera mempercepat perkembangan latihan atlet-atlet daerah yang akan menjadi atlet-atlet nasional. PB PABBSI akan melanjutkan program pendirian sentra latihan di 7 daerah itu bersama pemerintah provinsi, serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) jika Kemenpora belum juga memberikan persetujuan hingga pertengahan Januari 2019. “Kami tidak ingin peralatan latihan angkat besi di sini mubazir dan tidak terpakai. Kami tidak ingin mencampuri program latihan PPLP ataupun SKO di daerah. Kami hanya ingin menyediakan peralatan latihan, program, dan pelatih saja,” katanya. Sementara itu, 14 atlet pelatnas PABBSI yang melakukan tes evaluasi prestasi akhir 2018 adalah enam atlet putri dan delapan atlet putra. Di sektor putri yakni Syarah Anggraini, Accedya Jaghaditha, Yurifah Melsandi, Desi Rahayu, Melinda Gusti, dan Nurul Akmal. Dan atlet putra, yaitu Muhammad Faathir, Surahmat, M. Furkon, Eko Yuli Irawan, Mohammad Yasin, Deni, Triyatno, dan Rahmat Erwin Abdullah. (Adt)

Kampiun Kejurnas PBSI 2018 Usai Hentikan Unggulan Satu, Pebulutangkis 17 Tahun Asal Wonogiri Siap Huni Pelatnas

Alifia Intan Nurrokhim (17 tahun), sukses menjadi kampiun Tiket.com Kejurnas PBSI 2018, usai menang dari unggulan satu, Desima Aqmar Syarafina (Jawa Tengah), 21-9, 21-14, di Britama Arena, Mahaka Square Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Sabtu (22/12), dan Alifia siap menghuni Pelatnas PBSI. (PB Djarum)

Jakarta- Melakoni laga pamungkas di Britama Arena, Mahaka Square Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Sabtu (22/12), tunggal taruna putri U-19, Alifia Intan Nurrokhim, tampil gemilang. Wakil Jawa Tengah itu, sukses menjadi kampiun kejuaraan bulutangkis Tiket.com Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI 2018. Alifia menaklukan kompatriotnya sekaligus unggulan satu kejuaraan ini, Desima Aqmar Syarafina, straight game, dengan skor 21-9, 21-14, dalam waktu 33 menit. Usai laga, dara kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah, 18 Mei 2001 itu, mengaku puas dan tak menyangka atas pencapaian terbaik di turnamen penutup 2018 ini. “Nggak menyangka bisa meraih hasil di pertandingan ini. Desima mainnya bagus di kejuaraan ini. Karena sejak babak pertama hingga ke final, Desima selalu menang dua gim langsung, dan lawan yang dihadapinya juga sangat tangguh,” ujar Alifia. Terlebih, dia berhasil menghentikan perlawanan seniornya di klub PB Djarum Kudus itu. Padahal, diakui Alifia, performa Desima dalam kondisi cemerlang selama menapaki turnamen ini. “Sedangkan saya selalu menang rubber game. Bagi saya, kondisi seperti itu cukup melelahkan,” lanjutnya. Pemain berpostur 1,62 meter itu, mengaku dirinya mewaspadai permainan lawan yang memiliki kelebihan pada bola net yang bagus. “Desima lebih senior maka saya hanya modal yakin dan bermain lepas. Itu kunci kemenangan pertandingan hari ini,” tambah juara Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Kalimantan Timur (Kaltim) Open 2018 itu. Diungkapkan Alifia, banyak pemain senior yang lebih bagus dari dirinya, sedangkan ia mengikuti hanya tampil di dua turnamen. “Saya itu ikut turnamen hanya sedikit dan itupun hanya di kejuaraan Djarum Sirnas Balikpapan dan Kejurnas PBSI ini,” terang lulusan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2014 itu. Berkat hasil ini, Alifia berkesempatan menghuni Pelatnas PBSI Cipayung Jakarta. Ia siap berlatih di kawah candradimuka stlet bulutangkis elite Indonesia itu. “Pastinya harus ada yang perlu dibenahi dari permainan saya seperti harus lebih tahan dan lebih sabar di lapangan,” cetus juara Wali Kota Cirebon Open 2016 itu. (Adt) Hasil Pertandingan Final Taruna Divisi Satu Kejurnas PBSI 2018 Tunggal Putra Karono (DKI Jakarta/1) vs Iqbal Aji Tri Pamungkas (DKI Jakarta/2): 21-9, 16-21, 21-10 (64 menit) Tunggal Putri Alifia Intan Nurrokhim (Jawa Tengah) vs Desima Aqmar Syarafina (Jawa Tengah/1): 21-9, 21-14 (33 menit) Ganda Putra Syahrizal Dafandi Arafixqli/Syahrozi Dafandi Arafixqli (Jawa Timur/1) vs Bernadus Bagas Kusuma Wardana/Dwiki Rafian Restu (Jawa Tengah): 17-21, 22-20, 21-18 (60 menit) Ganda Putri Amalia Cahaya Pratiwi/Rayhan Vania Salsabila (Jawa Barat) vs Aldira Rizki Putri/Ayu Gary Luna Maharani (Jawa Tengah/2): 21-17, 21-10 (41 menit) Ganda Campuran Andre Timotius Tololiu/Dinda Dwi Cahyaning (DKI Jakarta/4) vs Alif Rafsyah Mauthuthihona/Rayhan Vania Salsabila (Jawa Barat/2): 21-18, 21-14 (36 menit)