Profil Rezcan Mass, Pelari Muda Asal Medan

Profil Rezcan Mass Siregar, Pelari Muda Asal Medan

Sumatera Utara memang dikenal kerap menyumbang para atlet-atlet berbakat. Rezcan Mass Siregar merupakan satu di antara atlet muda berbakat asal Sumatera Utara. Ia merupakan pelari dengan nomor lomba, menengah dan jauh. Diakui Rezcan, ia memulai mengenal dunia atletik sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Ia awalnya hanya ikut-ikutan. Namun, saat duduk di bangku kelas 2 SMP, ia mulai serius pada cabang olahraga (cabor) itu. “Pas SMP kelas 2, kalo gak salah tahun 2016. Alasannya karena termotivasi dari kakak saya sendiri yang juga menggeluti olahraga lari. Beliau pernah juara nasional maupun internasional,” ujar Rezcan, Minggu (4/7/2021). Diketahui, Rezcan merupakan adik kandung dari pelari wanita, Nyai Prima Agita Siregar. Nyai pernah menorehkan prestasi di berbagai kompetisi olahraga, diantaranya, meraih medali emas di nomor lari 10.000 meter puteri pada ajang Porwil Sumatera, tahun 2015, Bangka-Belitung. Prestasi-prestasi inilah yang memotivasi Rezcan semakin aktif menggeluti dunia atletik, khususnya lari. Ia mengatakan, pertama kali bergabung dengan atletik, di klub Parluatan Athletic Club. Rezcan mengisahkan tentang kompetisi yang paling berkesan menurutnya. Saat itu ia kali pertama menjadi perwakilan Indonesia di ajang kompetisi internasional. “Itu pas di Hongkong, kejuaraan Asian School Cross Country, tahun 2017. Alhamdulillah juara 1, di kategori 4 Km. Kenapa berkesan, karena waktu itu pertama kalinya berlomba di luar negeri. Jadi saya ngerasa sangat bangga, bisa berlomba untuk Indonesia dan alhamdulillah pertama kali ke luar negeri dapat medali emas,” katanya. Biodata: Nama: Rezcan Mass Siregar Tempat, Tanggal Lahir: Pintu Langit Jae, 13 Januari 2002 Daftar Prestasi: 1. Jatim Open – Remaja Junior (2016): Meraih medali emas lari 3.000 m. 2. Kejurnas Remaja Junior Jakarta (2016): Meraih medali emas lari 1.500 m & medali perunggu 3.000 m. 3. Popnas Jateng (2017): Meraih medali perak lari 5.000 m. 4. Kejurnas Antar PPLP Papua (2017): Meraih medali perak lari 5.000 m. 5. Asian School Cross Country Championship Hongkong (2017): Meraih medali emas lari 4 Km individu & medali perunggu di beregu (tim). 6. Kejurnas Antar PPLP Gorontalo (2018): Meraih medali emas lari 5.000 m. 7. SEA Youth Thailand (2018): Meraih medali perunggu lari 3.000 m. 8. Kejurnas Remaja Junior GBK (2018): Meraih medali emas lari 3.000 m & perak 1.500 m. 9. Kejurnas Antar PPLP Babel (2019): Meraih medali emas lari 5.000 m & perak 1.500 m. Sumber: Tribun Medan

Berkenalan Dengan Shiva, Petembak Muda Sarat Prestasi

Berkenalan Dengan Shiva, Petembak Muda Sarat Prestasi

Meraih prestasi di kompetisi internasional dan masih dalam usia muda tentu saja menjadi kebanggan setiap atlet. Hal ini jugalah yang dirasakan penembak asal Medan, Sumatera Utara, Shiva Awallu Nissa saat tampil di kompetisi bergengsi skala internasional dan berhasil meraih prestasi. Saat usianya masih 19 tahun, Shiva berhasil meraih medali emas pada perhelatan South East Asia Shooting Association (SEASA) dan Indonesia Shooting Championship Open Tournament, tahun 2019 lalu. “Sebenarnya pertandingan tersebut bikin tegang sih, karna lawannya selain dari beberapa daerah juga beberapa negara di Asia Tenggara,” ujarnya kepada Tribun Medan, Kamis (8/7/2021). Pada perhelatan itu, gadis yang akrab disapa Shiva ini mampu menciptakan rekor dengan meraih poin 550 di nomor lomba menembak 10-meter air pistol puteri. Lebih lanjut, Shiva mengatakan, keberhasilannya mengukir prestasi gemilang di usia belia bukanlah sebuah keberuntungan belaka. Proses menuju ke titik ini sudah ia mulai sejak usianya masih terbilang belia. Diakuinya, ia sudah familiar dengan olahraga menembak sejak masih duduk di kelas 3 SMP. Hal itu terjadi, karena ia sering melihat kakak sepupunya, Derli Amalia Putri, yang juga merupakan atlet menembak, berlatih. Selain itu, ia tertarik dengan olahraga membidik target ini karena mempunyai cita-cita sebagai polwan. “Awalnya saya lihat kakak sepupu saya ikut menembak. Dari situ saya mulai tertarik dengan menembak. Setelah saya mengikuti latihan, saya mulai suka menembak dan sekarang menembak jadi bagian dari hidup saya,” ucapnya. Dikatakan Shiva, awalnya aktif sebagai atlet saat masih SMA di Aceh. Ketika kembali ke Medan, ia masuk ke klub menembak Anugerah Shooting Club. Dari sini ia mulai berkembang menjadi atlet profesional. Pertama sekali turun ke gelanggang tahun 2015 mewakili Aceh di kompetisi Jabar Open. Pada kompetisi itu ia langsung menyabet medali emas. Pada tahun 2017 ia kembali ke Medan, dan mengikuti ajang Porkot Medan ke-9. Pada kompetisi ini ia juga menjadi juara satu di nomor lomba 10 m air pistol puteri. “Terbaru, saya akan bertanding di PON Papua, dengan nomor lomba yang sama,” katanya. Biodata: Nama: Shiva Awallu Nissa Tempat, Tanggal Lahir: Medan, 11 April 2000 Prestasi: – Juara 1 Air Pistol Putri Porkot Medan ke-9 tahun 2017 – Juara 1 Air Pistol Putri Porwil Kota Medan IV tahun 2018 – Juara 1 Air Pistol Putri Porkot Medan X tahun 2018 – Juara 3 Air Pistol Putri Sriwijaya Open Championship tahun 2018 – Juara 3 Air Pistol Team Kejurnas Menembak Antarpengprov tahun 2018 – Juara 2 Air Pistol Mix Team Kejurnas Pangdam Jaya tahun 2019 – Juara 2 Air Pistol Putri Porwil Kota Medan V tahun 2019 Sumber: Tribun Medan

Inilah Lawan Garuda Muda Pada Kualifikasi Piala AFC U-23

Inilah Lawan Garuda Muda Pada Kualifikasi Piala AFC U-23

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) baru menuntaskan drawing babak Kualifikasi Piala AFC U-23 2022 di Tashkent, Uzbekistan, pada Jumat (9/7/2021). AFC telah mengundi 42 negara untuk disebar ke dalam 11 grup, dari Grup A hingga K pada babak Kualifikasi Piala AFC U-23 2022. Berdasarkan hasil drawing tersebut, Timnas Indonesia U-23 tergabung di Grup G (Timur) pada babak Kualifikasi Piala AFC U-23 2022. Tim Garuda Muda bakal menghadapi Australia, China, dan Brunei Darussalam. Timnas Indonesia U-23 akan menjadi tuan rumah untuk Grup G. Babak Kualifikasi Piala AFC U-23 2022 rencananya bakal bergulir pada Oktober 2021. Timnas Indonesia U-23 dijadwalkan menghadapi Tiongkok pada partai pertama, kemudian melawan Australia di laga kedua, dan Brunei Darussalam dalam matchday terakhir. 📢 Presenting the 1️⃣1️⃣ groups for #AFCU23 Qualifiers! The competition will be played from Oct 23-31, 2021. Which 15 teams will join 🇺🇿 Uzbekistan in the 2022 Finals? pic.twitter.com/oF5PtHe3cg — #AsianQualifiers (@afcasiancup) July 9, 2021 Piala AFC U-23 2022 akan digelar di Uzbekistan pada 1 hingga 19 Juni 2022. Sebanyak 15 negara akan memperebutkan tiket untuk menemani tuan rumah lolos ke putaran final. Piala AFC U-23 adalah turnamen sepak bola usia di bawah 23 tahun yang berlangsung dua tahunan. Pada edisi sebelumnya, Korea Selatan berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Arab Saudi. Sementara itu, terkait hasil drawing, Sekjen PSSI, Yunus Nusi mengatakan bahwa Timnas Indonesia siap menghadapi ajang kualifikasi tersebut. Babak Kualifikasi Grup G akan berlangsung pada 27 hingga 31 Oktober mendatang di Indonesia. “Kami menargetkan Indonesia dapat lolos ke putaran final Piala AFC U-23 2022. Apalagi di babak Kualifikasi Piala AFC U-23 2022 kami menjadi tuan rumah Grup G,” kata Yunus. “Untuk itu, PSSI ingin pelatih Shin Tae-yong dapat mempersiapkan tim dengan maksimal untuk mengikuti event tersebut. PSSI tentu mendukung penuh program latihan dari pelatih Shin Tae-yong demi torehan terbaik Timnas Indonesia,” tambahnya. Jadwal Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala AFC U-23 2022 27 Oktober 2021, Tiongkok vs Indonesia 29 Oktober 2021, Indonesia vs Australia 31 Oktober 2021, Indonesia vs Brunei Darussalam

Bersiap! Pencarian Atlet e-Sports Kembali Digelar

Bersiap! Pencarian Atlet e-Sports Kembali Digelar

Ajang pencarian para bintang atlet e-Sports Mobile Legends 2021 akan kembali digelar. Turnamen e-Sports Star Indonesia musim kedua rencananya bakal dimulai Agustus hingga November 2021 mendatang. Kepastian digelarnya ajang olahraga elektronik ini dengan adanya kerjasama PT Esports Star Indonesia dengan Moonton selaku pengelola gim Mobile Legends. Esports Star Indonesia memilih gim Mobile Legends karena merupakan gim seluler peringkat 1 di Indonesia berdasarkan pengguna aktif bulanannya menurut Hootsuite. Di musim kedua, ada beberapa terobosan yang akan dilakukan, salah satunya dengan kehadiran Celebrity Gamers sebagai manager di masing-masing tim. Nantinya para manager akan beradu strategi dibantu pelatih untuk membentuk tim ideal. Beberapa artis yang akan menjadi manager antara lain Olla Ramlan, Edho Zell dan Tiara Andini. “Tentunya saya sangat senang dan bangga dipilih menjadi salah satu manager di Esports Star Indonesia kali ini. Karena pada dasarnya saya memiliki ketertarikan untuk membangung komunitas e-Sports khususnya mencari bakat anak muda Indonesia,” kata Olla Ramlan secara virtual, Selasa (6/7/2021). Pada musim pertamanya, Esports Star Indonesia dimenangi oleh tim Blue Rhinos. Pemain andalan Blue Rhinos, Jodie Bun (Jbun) menjadi pemain terbaik atau MVP. Menjadi MVP, Jbun otomatis bergabung dengan tim e-Sports profesional RRQ. Antusiasme pecinta e-Sports untuk ikut ajang pencarian bakat ini sangat besar. Di musim pertama, ada lebih dari 27.000 orang yang mendaftar Esports Star Indonesia. “Tentunya target kami, program ini akan menjadi ajang pencarian bakat yang dapat melahirkan bintang-bintang e-Sports yang nantinya dapat bersaing di kancah nasional dan internasional,” ujar Direktur Utama PT Esports Star Indonesia, Valencia Tanoesoedibjo.

Rizky Ridho Masuk Radar Klub K-League 1

Rizky Ridho Masuk Radar Klub K-League 1

Satu lagi pemain muda Indonesia yang disebut akan bergabung ke klub Korea Selatan, yakni Rizky Ridho. Tak tanggung-tanggung, bek muda berusia 19 tahun itu disebut-sebut masuk dalam radar klub asal K-League 1. Pesepakbola asal klub Persebaya Surabaya itu diisukan diminati oleh Pohang Steelers. Sama seperti Pratama Arhan, isu Rizky Ridho juga dihembuskan oleh akun media sosial asal Korea. Bahkan, kabar klub Korea kepincut dengan Arhan sudah terdengar lebih dahulu. Arhan disebut akan menjadi pemain asing klub K-League lainnya, Seongnam FC. 🇰🇷 Overview of K League 1 foreigners including latest rumours Right now in K League 1 are nine Brasilians and five Serbians active. Also remarkable that there might be six Australians playing in K1 soon. Right now there is one ASEAN player in the first division. #KLeague #K리그 pic.twitter.com/Xkef7GDHNw — Korea football (inactive) (@CLvis91) June 30, 2021 Andai benar, Rizky Ridho dan Pratama Arhan akan menyusul Asnawi Mangkualam yang sebelumnya sudah lebih dahulu bermain di Korsel. Sebagai pengingat, K League (K League 1 dan K League 2) punya kuota khusus buat pemain ASEAN. Sejauh ini, Asnawi bermain cukup baik sehingga diyakini klub-klub Korea mulai membuka mata terhadap bakat-bakat dari Indonesia. Terlebih ada koneksi dari pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong yang bisa menjadi informan kepada klub-klub Korea soal kualitas pemain Indonesia. Rizky sendiri saat ini masih berstatus pemain Persebaya Surabaya. Situs Transfermarket mencatat, pemain kelahiran 21 November 2001 itu memiliki kontrak bersama Persebaya hingga 31 Desember 2023.

Satu-satunya Wakil Tunggal Putri, Gregoria Harapkan Hasil Maksimal di Olimpiade Tokyo

Satu-satunya Wakil Tunggal Putri, Gregoria Harapkan Hasil Maksimal di Olimpiade Tokyo

Menjadi satu-satunya wakil Indonesia di nomor tunggal putri, Gregoria Mariska tak ingin terbebani dan berharap bisa melewati satu demi satu pertandingan dengan maksimal. Pebulutangkis berusia 21 tahun tersebut mengharapkan hasil maksimal di Olimpiade kali ini. Selain menjadi wakil tunggal putri satu-satunya, Gregoria juga merupakan debutan untuk Olimpiade. Hal tersebut sempat mengganggu konsentrasinya. “Pikiran saya sempat berkecamuk, tabrakan gitu. Di satu sisi saya senang bisa tampil di Olimpiade, tapi di sisi lain saya bertanya-tanya, apakah saya sudah layak main di sana?” tutur Gregoria saat diwawancara Tim Humas dan Media PP PBSI, Jumat (2/7) siang. “Tampil di ajang sebesar Olimpiade dengan lawan-lawan yang sudah punya nama dan prestasi besar, membuat saya sempat merasa belum mampu bersaing, apalagi dengan hasil turnamen terakhir saya yang kurang memuaskan. Tapi seiring waktu, saya coba melupakan pikiran itu. Sekarang saya sudah lebih lepas dan siap menghadapinya karena saya berpikir kalau saya menyia-nyiakan kesempatan tahun ini, belum tentu saya bisa punya kesempatan lagi di tahun 2024 nanti,” lanjut Gregoria. Gregoria sendiri saat ini masih dalam tahap latihan ekstra untuk mencapai titik maksimal. Selama dua minggu terakhir, juara Kejuaraan Dunia Junior 2017 ini mengaku menjalani program latihan yang berat. “Persiapan dua minggu terakhir ini, dari pelatih saya diberi latihan ekstra, seperti penambahan latihan besi dan peningkatan fisik, juga termasuk latihan di dalam lapangannya. Intens banget programnya,” ungkap Gregoria. “Selain itu, di sisi nonteknis mulai tahun ini saya mencoba untuk konsultasi ke psikolog karena masalahnya kan mindset saya sudah lumayan lama kalau bisa dibilang seperti ini. Dari tahun 2019 masih begitu-begitu saja masalahnya. Unggul jauh, terkejar lalu kalah. Jadi saya merasa perlu ada orang yang bisa pelan-pelan mengubah mindset itu dan membuat saya kembali percaya diri,” kata Gregoria lagi. Gregoria yang saat ini berperingkat 23 dunia berharap mampu tampil baik di Olimpiade Tokyo mendatang. “Untuk nanti di Olimpiade, saya mencoba untuk terus menyemangati diri sendiri tanpa memikirkan hasil. Kadang yang membuat saya tidak bisa nengontrol diri sendiri itu karena terlalu menggebu-gebu. Jadi sebisa mungkin motivasi itu dijadikan sesuatu hal yang positif, bukan menjadi merugikan,” tukas Gregoria. “Harapan di Olimpiade nanti, pastinya mau hasil terbaik. Apalagi saya sudah diberi kesempatan untuk tampil karena tidak semua atlet punya kesempatan tampil di sana. Saya beryukur mendapat kesempatan itu dan saya mau maksimalkan tanpa banyak berpikir macam-macam. Saya harus lebih tahu saja apa yang akan saya lakukan nanti,” tutupnya. Sebagai catatan, Indonesia sejauh ini sudah meloloskan 28 atlet yang akan berlaga pada Olimpiade Tokyo 2020, Juli mendatang. 11 orang diantaranya berasal dari cabang olahraga bulu tangkis sekaligus menjadi cabang yang paling banyak mengirim wakil.

Atlet Panjat Tebing Indonesia Juara IFSC World Cup 2021 di Swiss

Atlet Panjat Tebing Indonesia Juara IFSC World Cup 2021 di Swiss

Atlet panjat tebing kebanggaan Indonesia, Veddriq Leonardo, menorehkan prestasi gemilang dalam ajang IFSC World Cup 2021 di Swiss, pada Jumat (2/7/2021) malam waktu setempat. Atlet 24 tahun tersebut sukses menaklukkan wall atau dinding panjang setinggi 15 meter dalam waktu 5,32 detik. Catatan tersebut jauh lebih baik daripada rivalnya di final, Dmitrii Timofeev (Rusia), yang kalah cepat sejak awal dan hanya menorehkan waktu 7,35 detik saja. Veddriq Leonardo mengaku sangat senang karena sukses berdiri di podium utama ajang panjat tebing sekelas IFSC World Cup 2021 lagi. “Saya sangat berterima kasih kepada semua orang yang terus mendukung saya,” ujar Veddriq usai lomba seperti dilansir dari Olympics.com. “Saya sangat senang bisa meraih medali emas. Saya sangat antusias dengan hasil yang saya dapat dalam kompetisi besar seperti ini,” lanjutnya. Ini menjadi gelar juara dunia kedua dalam sebulan terakhir untuk atlet asal Kalimantan Barat setelah kemenangan di ajang Climbing World Cup 2021, Salt Lake City, Amerika Serikat, awal bulan Juni lalu. And that's it! Veddriq Leonardo wins it! 🇮🇩 Watch more sport climbing on https://t.co/RG08DMKMzK 🧗#VillarsWC #ClimbingSurOllon pic.twitter.com/ot8D7CyoBf — The Olympic Games (@Olympics) July 2, 2021 Saat itu, Veddriq mampu mengemas catatan waktu 5,208 detik untuk memastikan medali emas di Salt Lake City. Tidak hanya dari Veddriq, Indonesia juga mendapatkan tambahan medali di ajang yang sama dari Kiromal Katibin. Kiromal Katibin tampil apik di small final hari Jumat kemarin dengan mencatatkan waktu 5,3 detik dan memastikan medali perunggu. Setelah Swiss, kejuaraan dunia panjat tebing masih menyisakan dua turnamen lagi yang akan berlangsung di Prancis dalam waktu dekat sebelum Olimpiade Tokyo resmi dibuka. Panjat tebing akan debut di Olimpiade Tokyo dengan satu nomor yang dipertandingkan, yakni combined antara tiga disiplin speed, bouldering and lead. Baik Veddriq Leonardo maupun Kiromal Katibin berharap mendapat kesempatan untuk tampil di Olimpiade Paris 2024. “Saya dan Veddriq akan terus (berupaya) membawa nama dan prestasi Indonesia ke pentas dunia,” ujarnya bulan Juni kemarin.

Sabet Dua Juara Sekaligus, Petembak Muda Ini Curi Perhatian

Sabet Dua Juara Sekaligus, Petembak Muda Ini Curi Perhatian

Prestasi membanggakan diukir Khansa R. Maani. Diusianya yang baru menginjak 12 tahun, ia mampu meraih prestasi membanggakan pada tournamen menembak Kapolda Sulut Cup yang digelar dalam rangka HUT Bhayangkara Ke–75. Tak tanggung-tanggung, Putri kedua pasangan Santo Maani dan Nadzira Alamri warga Kelurahan Motoboi Kecil ini, menyabet juara di dua kelas berbeda. Masing-masing, Juara I di Kelas 10 Meter Air Rifle Match Women dan Juara II di Kelas Multi Range 18 Meter, 27 Meter, 33 Meter dan 41 Meter Open. Penyerahan hadiah dan trophy kepada para pemenang lomba, dilaksanakan di Halaman Polda Sulut, tepat di Hari Bhayangkara ke-75, Kamis 1 Juli 2021, yang dihadiri Kapolda Sulut Irjen Pol Nana Sudjana. “Lomba menembak ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-75, sekaligus untuk menjalin sinergitas antar instansi dan mencari atlet berbakat dalam menembak,” ujar Kapolda Sulut Irjen Pol Nana Sudjana usai menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba. Sebelumnya, pada tahun 2020 silam, atlet asal Kota Kotamobagu yang tercatat sebagai siswi di SMP Negeri 2 Kotamobagu ini, meraih peringkat 6 dalam kejuaraan Nasional Kelas Air Riffel 10 Meter Match Women Youth. Santo Maani, selaku orang tua sekaligus pelatih Khansa yang saat ini mengantongi lisensi nasional menembak laras panjang dan pendek, berharap adanya dukungan dan perhatian dari pemerintah melalui dinas terkait. Terpisah, saat dihubungi media ini Kepala Dinas pemuda dan olahraga (Dispora) Kota Kotamobagu, Marham Anas Tungkagi, mengaku bangga dengan prestasi yang telah ditorehkan atlet muda asal Kota Kotamobagu ini, sehingga nantinya tetap akan menjadi perhatian pemerintah. “Pada dasarnya Pemkot lewat Dispora sudah mengusulkan anggaran di tahun 2022 untuk semua cabang olahraga termasuk menembak/ Perbakin. Memang tahun ini belum ada, karena anggaran belum memadai ditambah dengan adanya refocusing untuk penanganan dampak pandemi. Namun pada intinya, semua cabor apalagi yang sudah ada prestasi adalah prioritas,” ungkap Anas.

Baru Berusia 13 Tahun, Inilah Atlet Skateboard Termuda yang akan Berkompetisi di Olimpiade Tokyo

Meski dihiasi pro dan kontra pada awal dikeluarkan keputusan, skateboard kini resmi jadi olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade. Selain skateboard, ada empat cabang olahraga lain, yakni selancar, baseball, surfing, karate, dan panjat tebing yang memulai debutnya atau kembali ke kejuaraan ini. Tak hanya itu, ada satu skateboarder muda yang mencuri perhatian pada Olimpiade kali ini. Skateboarder muda tersebut ialah Sky Brown. Ia menjadi atlet skateboard termuda yang akan berkompetisi di Olimpiade Tokyo 2021 dengan usia 13 tahun 11 hari. Dia dinobatkan bersama Bombette Martin yang berusia 15 tahun sebagai atlet muda yang akan mencuri perhatian di Olimpiade musim panas ini. “Ini adalah perasaan yang gila, lebih dari mimpi yang menjadi kenyataan, hanya gila,” kata Brown yang dibesarkan di Jepang dan Amerika Serikat dikutip dari Sun Sport. “Saya hanya ingin melakukan yang terbaik untuk Inggris dan bahkan lebih luar biasa bagi saya untuk memiliki rekan setim,” lanjutnya. Ayah Sky Brown, Stu, yakan bertindak sebagai pendamping atlet Brown di Tokyo adalah orang Inggris, sedangkan ibunya, Mieko adalah keturunan Jepang. Luar biasanya, Brown kini telah bangkit kembali dari cedera serius tahun lalu ketika dia menderita patah tulang tengkorak serta patah pergelangan tangan yang hampir memupuskan mimpinya untuk tampil di olimpiade. Sejak usia 8 tahun, Brown telah menjadi peserta termuda di Vans US Open. Sejak saat itu, berbagai prestasi mampu diraih oleh Brown, termasuk memenangkan acara TV AS Dancing with the Stars: Juniors, bersama mitra JT Church. Selain itu, ia juga menjadi wanita pertama yang menyelesaikan trik ‘frontside 540’. Sebelumnya, rekor atlet termuda Olimpiade dipegang oleh Margery Hilton yang berusia 13 tahun 44 hari ketika dia berkompetisi di Olimpiade Amsterdam 1928 dalam renang gaya dada 200m.

NBA Gelar Program Virtual NBA Academy Women

NBA Gelar Program Virtual NBA Academy Women

National Basketball Association (NBA) mengumumkan peluncuran Virtual NBA Academy Women, program pengembangan olahraga basket dan kepemimpinan selama delapan pekan untuk lebih dari 40 pemain basket terbaik berusia sekolah menengah atas (14-17 tahun) dari luar AS. Global Technical Director Program NBA Academy Women dan Peraih Medali Emas Olimpiade 1996, Jennifer Azzi menjelaskan, peserta akan bertemu dengan pemain sebaya lain dari seluruh dunia dan ambil bagian dalam program basket serta pengembangan keterampilan hidup (life skill) yang dibimbing langsung oleh pemain dan mantan pemain WNBA serta staf NBA Academy. Setiap orangtua atau wali yang tertarik mengajukan permohonan atas nama anak mereka harus mengirimkan profil HomeCourt anak mereka atau mengunggah video keterampilan sebagaimana dijelaskan dalam formulir permohonan di situs NBA Academy paling lambat pada 18 Juni. Peserta Program Virtual NBA Academy Women akan diumumkan pada Juni, dimana program tersebut akan dimulai pada Juli dan berlangsung hingga Agustus. Sebagai bagian dari kurikulum lapangan (on-court), peserta akan menerima pelajaran, petunjuk, dan tantangan bola basket secara virtual setiap minggunya, yang diberikan langsung oleh pemain dan mantan pemain WNBA. Pelajaran interaktif akan mencakup berbagai pelatihan menembak (shooting), pengelolaan bola (ball handling), dan pengondisian (conditioning drill) guna meningkatkan keterampilan secara menyeluruh. Atlet dengan permainan terbaik akan dipertimbangkan untuk mengikuti pengembangan dan kesempatan menunjukkan keterampilan basketnya secara langsung di masa depan. Program life skill akan tersedia dalam acara mingguan, yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan, gizi, goal setting, personal branding, kesehatan mental dan kebugaran, player pathway education, dan pemberdayaan perempuan. Program akan menampilkan pembicara tamu dan pakar dari seluruh anggota NBA dan WNBA, termasuk Global Technical Director Program NBA Academy Women dan Peraih Medali Emas Olimpiade 1996, Jennifer Azzi. “Program Virtual NBA Academy Women akan melanjutkan misi kami dalam membantu perempuan muda di seluruh dunia agar dapat berkembang sebagai manusia dan pemain,” kata Azzi. “Pemain internasional memberikan dampak berarti di semua tingkatan permainan untuk perempuan dan program ini akan membantu pemain basket internasional dapat terhubung dengan pemain-pemain lain, belajar langsung dari pemain WNBA, dan melanjutkan perkembangan mereka,” kata Jennifer Azzi. Sejak Program NBA Academy Women diluncurkan pada 2018, 25 peserta berkomitmen bersekolah di Divisi I NCAA. Han Xu dari Cina menjadi peserta pertama Program NBA Academy Women yang mengikuti WNBA Draft dan terpilih pada urutan ke-14 secara keseluruhan oleh New York Liberty pada WNBA Draft 2019.

Atlet Muda Indonesia Juara Turnamen Panahan Kuda di Turki

Atlet Muda Indonesia Juara Turnamen Panahan Kuda di Turki

Persatuan Panahan Kuda Seluruh Indonesia (KPBI) berhasil meraih dua gelar pada Piala Panahan Kuda Melingkar ke-2 2021 yang diselenggarakan Akademi Panahan Kuda Pertunjukan di Ankara, Turki pada 18-19 Juni. Arsya Wenning meraih gelar di kategori junior sementara Charisma Jackie meraih juara pertama di kategori senior. Atlet Indonesia lainnya, Nuslus Shoba, menempati posisi kedua di divisi junior. Presiden KPBI, Alta F. Amta, mengatakan kunci keberhasilan tim adalah doa dan latihan moral yang ketat. “Alhamdulillah (alhamdulillah), kemenangan kami di Turki tahun ini di tengah wabah melengkapi capaian asosiasi di World Horse Archery Forum,” ujarnya. Untuk mengapresiasi upaya tersebut, Dubes RI untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal mengundang perwakilan KPBI ke Wisma Indonesia di Ankara. Iqbal mengucapkan selamat kepada para atlet Indonesia yang berhasil meraih juara pada kejuaraan yang digelar di negara dengan tradisi dan sejarah yang luar biasa di dunia pacuan kuda ini. “Menjadi juara di negara yang memiliki tradisi memanah kuda seperti Turki bukanlah tugas yang mudah. ​​Namun dengan upaya serius kami, tim Indonesia bisa meraih juara pertama di divisi senior dan juara pertama dan kedua di divisi junior. Saya sangat bangga dengan kalian semua,” katanya. Diselenggarakan dua kali secara nasional di Turki, kompetisi ini menampilkan 51 pemanah kuda terbaik Turki. Indonesia yang mewakili KPBI mendapat undangan khusus untuk mengirimkan empat delegasi, antara lain dua delegasi senior, Karishma Jackie dan M. Yahya Ayyas, serta dua delegasi junior – Arsa Wenning Arosyat dan Aram Nasslus Shoba. Tim KPBI telah menjalankan misi dengan baik dan sukses. Selanjutnya, pada hari Sabtu (26/6) malam waktu Ankara tim akan kembali ke Indonesia. Sesuai protokol, setibanya di Indonesia, tim KPBI akan menjalani masa karantina lebih dulu sebelum kembali ke rumah masing-masing dan dinyatakan bebas Covid-19.

Pertama Kali Dipanggil TC Timnas, Bunga Syifa Ingin Tampil Maksimal

Pertama Kali Dipanggil TC Timnas, Bunga Syifa Ingin Tampil Maksimal

Ada satu wajah baru pada pemusatan latihan (TC) Timnas Wanita Indonesia. Dia adalah Bunga Syifa Fadillah. Gadis asal Solo ini tak menyangka dipanggil pelatih kepala, Rudy Eka. Momen pemanggilan perdananya untuk mengikuti TC bersama skuad Garuda Pertiwi membuatnya tak mau setengah-setengah. “Saya sangat tidak menyangka dan senang bisa dipanggil untuk mengikut TC Timnas Wanita di Jakarta. Ini merupakan pengalaman pertama saya bergabung dengan beberapa teman-teman yang sudah pernah memperkuat Timnas di beberapa kejuaraan. Saat diberitahu saya akan mengikuti TC, saya langsung memberitahu orang tua terutama bapak, karena bapak pernah cerita dulu beliau sangat bekerja keras di dunia sepak bola, namun cita-cita memperkuat Timnas belum kesampaian,” kata Bunga. Orang tua terutama bapak memang menjadi motivator utama Bunga untuk berkecimpung di dunia sepak bola. Sosok sang ayah yang menekuni sepakbola terlebih dahululah yang memperkenalkan si kulit bundar kepada Bunga. Pemain kelahiran Surakarta, 9 Februari 2005 ini sedianya mengenal dan bermain olahraga lain yakni voli sejak duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar (SD) hingga kelas 3 bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang kala itu Bunga menimba ilmu Kelas Khusus Olahraga (KKO) di SMPN 1 Surakarta. Berkecimpung di dunia voli dalam rentang beberapa tahun memang membawa Bunga masuk ke jalur pendidikan yang manis. Dirinya bahkan masuk ke SMA Negeri 4 Surakarta yang merupakan salah satu sekolah favorit di Solo. Namun semenjak menggunakan seragam abu-abu, pandemi Covid-19 menyerang sehingga kegiatan di KKO pun dihentikan sementara. Disitulah momen ketika Bunga diperkenalkan dengan sepak bola. “Awal bermain sepak bola sejak Agustus 2020, jadi sudah kurang lebih satu tahun. Selama adanya pandemi, bapak yang pertama mengenalkan sepak bola kepada saya.,itu pun awalnya untuk sekedar menjaga kondisi saja karena aktivitas voli dihentikan. Setelah berjalannya waktu, makin lama saya makin nyaman bermain sepak bola. Semenjak itu saya mulai berlatih di klub Putri Surakarta dan menekuni cabang olahraga ini,” lanjutnya. Setelah tiba dan mengikuti pemusatan latihan di Jakarta, Bunga pun diperhadapkan dengan pola latihan dengan intensitas yang tinggi. Anak keempat dari empat bersaudara ini mengaku pola latihan yang didapatkan jauh lebih banyak dan sangat disiplin. Walaupun pemusatan latihan baru digelar kurang dari sepekan, namun para pemain diminta untuk bersungguh-sungguh dan penuh kerja keras selama TC berlangsung. “Satu-satunya yang membuat saya semangat adalah pesan bapak saya sebelum berangkat ke Jakarta. Bapak memberikan motivasi kepada saya bahwa saya tidak boleh setengah-setengah jika mau memulai sesuatu. Saya ingin bermain sepak bola secara sungguh-sungguh, dan pesan bapak saya harus fokus berlatih dan harus menambah porsi latihan diluar jadwal biasa agar bisa tampil maksimal,” tutup Bunga.

Sabet Dua Medali Emas, Ini Target Selanjutnya Kaniya

Sabet Dua Medali Emas, Ini Target Selanjutnya Kaniya

Nama Kaniya Rizki Noviarni melejit usai sukses meraih dua medali emas dari Dao Shu dan Gun Shu Senior Putri pada Sirkuit Nasional Wushu Taolu Seri II yang digelar secara virtual. Usai meraih dua medali emas tersebut, Kaniya pun membeberkan target yang ingin ia capai selanjutnya. “Alhamdulillah terimakasih kepada orang tua, pelatih dan teman-teman yang selalu mendukung usaha aku. Aku bersyukur banget bisa ikut menyumbang medali 2 emas buat DKI. Melalui waktu yang aku korbanin bisa ngehasilin hasil yang baik dan akan lebih baik kedepannya. Buat temen-temen lain yang masih ada tanding, tetep semangat dan selamat bertanding,” ujar Kaniya, Jumat (25/6/2021). Kaniya menekuni olahraga wushu saat duduk di bangku kelas 3 SD pada tahun 2011. Dia berlatih di Sasana Wushu Yayasan Inti Bayangan di bawah asuhan Hulaefi, Rizki, dan Ahmad Rifai. “Ke depan, saya punya target bisa memperkuat Kontingen Indonesia pada SEA Games maupun Asian Games,” tutupnya. Bersama Richard Dean Kurnia, Kaniya merupakan andalan tim DKI Jakarta pada sirkuit yang digelar PB WI pimpinan Airlangga Hartarto dengan dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tersebut. Keduanya sama-sama menyumbang dua medali emas. Richard meraih dua medali emas pada kategori Dao Shu Junior C Putra dan Chang Quan. Berkat sumbangan medali emas dari keduanya, tim DKI Jakarta kian kokoh memimpin klasemen sementara perolehan medali dengan mengoleksi 23 emas, 14 perak, dan 9 perunggu. Biodata Nama: Kaniya Rizki Noviarni Panggilan: Kaniya Lahir: 16 November 2002 Orang Tua: Ir. Raden Ismanadi (ayah) & Ir. Ida Montissori (ibu) Pendidikan: Semester 2 Universitas Bina Nusantara Jakarta Sasana: Yayasan Inti Bayangan Pelatih: Hulaefi, Rizki, dan Ahmad Rifai Idola: Zhao Hua (Tiongkok) dan Achmad Hualefi (Indonesia)

Albert Januarta, Pebiliar Muda Penuh Prestasi

Albert Januarta, Pebiliar Muda Penuh Prestasi

Meski usianya baru beranjak 12 tahun,Albert Januarta kerap dinilai sebagai pemain muda yang berbakat dan berpeluang menjadi andalan di masa depan. Berbagai prestasi pun pernah ia raih. Lahir di Tanjung Uban, Kepulauan Riau, pada 1 Januari 2009, Albert baru lulus dari sekolah dasar. Ia mulai belajar bermain biliar sekitar 2 tahun lalu. Sang ayah lah yang memperkenalkan olahraga biliar ke Alrbert sekaligus menjadi pelatihnya hingga saat ini. Albert memang lahir di tengah keluarga pebiliar. Tak heran, sehari-hari Albert berlatih di rumah biliar OBC Pool di Bintan Utara Kepulauan Riau yang menjadi tempat usaha dari orang tuanya. Ayah Albert, Ahuat, adalah atlet biliar dari Kepulauan Riau. Ia selalu memberi semangat dan mendukung Albert. Ia berharap Albert akan menjadi atlet nasional. Albert disiplin menyiapkan diri karena ayahnya selalu berpesan bahwa jalan menuju prestasi di tingkat nasional, apalagi internasional bukan hal yang mudah. Ia selalu berusaha untuk bisa membagi waktu antara sekolah dan latihan biliar. Ia berlatih setiap hari di OBC POOL. Pandemi covid-19 hampir dua tahun ini membuat ia mengurangi jam latihan. Tetapi dia tetap berlatih rutin minimal 5 jam per hari. “Selama pendemi ini saya latihan di OBC POOL Tanjung Uban, dilatih sama ayah dan kakak saya. Latihan sehari 5 jam dari jam 4 sore sampai jam 9 malam,” kata Albert Januarta dilansir Sindo News. Ia menambahkan latihan fisik untuk menjaga kebugaran. Menurut Albert, selain latihan fisik, istirahat yang teratur dan menjaga pola makan adalah hal yang tidak bisa dilupakan jika ingin beprestasi di bidang olahraga. “Dengan latihan teratur olahraga (joging) 2 kali seminggu dan tidur teratur serta dengan jaga pola makan. Menambah jam latihan, olahraga fisik ditingkatkan dan mengikuti turnamen nasional maupun Internasional,” ujar Albert. Latihan ketat dan mengatur pola hidup sehat bukan berarti membuat Albert tertinggal dalam urusan pelajaran di sekolah. Albert baru saja lulus dari sekolah dasar dan tahun ini akan melanjutkan ke salah satu SMP di Tanjung Uban. Di sekolah ia adalah siswa dengan prestasi akademik yang bagus. Ia memang bercita-cita menjadi atlet biliar nasional. Tetapi menurutnya bekal pendidikan tetap hal yang mutlak harus dimiliki. Ahuat berharap Albert juga akan semakin sering mengikuti berbagai turnamen. Pengalaman bertanding akan menjadi modal penting bagi Albert untuk meraih prestasi yang lebih tinggi. Salah satu turnamen yang akan diikuti dalam waktu dekat adalah turnamen internasional junior di Las Vegas, Amerika Serikat pada September mandatang. Baik Albert maupun sang ayah Ahuat mengharapkan adanya dukungan dari PB POBSI. “Saya mengharap dari PB POBSI mengperhatikan anak junior ini dan support dia,” Kata Ahuat. Albert menyampaikan harapan yang sama kepada PB POBSI. “Mendapatkan dukungan penuh untuk meningkatkan kualitas permainan saya dan men-support saya untuk mengikuti Turnamen Internasional Junior di Las Vegas Amerika Serikat September nanti,” kata Albert. Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI), Achmad Fadil Nasution mengatakan, Albert Januarta cukup menjanjikan. Peluang berprestasi di kelomppk junior juga masih terbuka lebar. Tapi untuk bisa konsisten menjaga prestasi, Albert harus rutin mengikuti turnamen. “Sebenarnya untuk kelompok umur ini kita masih ada dua atlet lain yaitu Derin Asaku Sitorus dan Brian Axel Ferdian. Albert Januarta cukup menjanjikan untuk ke depan, khususnya kejuaraan dunia junior U-16 yang mana masih bisa diikuti sampai 3 tahun kedepan. Pada saat usia yang bersangkutan 15 tahun kita menjadi tuan rumah kejuaraan dunia U-16,” Kata Achmad Fadil Nasution. Berikut ini rangkaian prestasi Albert Januarta: Juara Open Handicap di Tanjung Pinang 8 November 2020 Bali Open: 32 besar 6-17 Desember 2020. Rama Billiard Jogja Open: 16 besar 17-27 Maret 2021. RK 87 Open di Padang: 8 besar 26-30 Januari 2021. Pocket Pool Open Pekanbaru: 32 besar 10-17 Januari 2021. Semifinalis pertandingan double di Kingdom Semarang 26 – 30 Mei 2021 Runner-up pertandingan handicap di Galaxy Surabaya 2 Juni 2021 Juara 3 9 ball handicap Bandung Open 1 – 13 Juni 2021 Juara 3 Handicap 5+ Rama Jogja 8-18 Juni 2021

Didominasi Pemain Muda, Garuda Pertiwi Kembali Jalani TC

Didominasi Pemain Muda, Garuda Pertiwi Kembali Jalani TC

PSSI memanggil sebanyak 30 pemain dalam pemusatan latihan (TC) Timnas Wanita Indonesia yang akan dimulai pada 23 Juni hingga 6 Juli mendatang. TC akan digelar di Lapangan D, Senayan, Jakarta. Ketua Umum PSSI, Mohamad Iriawan mengatakan bahwa Timnas Wanita juga menjadi fokus dan perhatian utama PSSI, selain Timnas yang lainnya. “Setelah menyelesaikan seleksi untuk Timnas U-16 pekan lalu, pekan ini kami akan menjalankan untuk Timnas Wanita. PSSI tentu mendukung penuh program latihan yang sudah direncanakan untuk skuad Garuda Pertiwi,” kata Iriawan. “Program tetap berjalan, namun angka Covid-19 sedang naik kembali, terutama di Jakarta, ini harus menjadi perhatian kita bersama. Saya selalu mengingatkan semua pemain dan ofisial untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat pada TC ini,” tanbah Iriawan. TC ini akan digelar dengan sistem bubble. Tentu setiap pemain dan ofisial hanya diperkenankan untuk beraktivitas di hotel serta lapangan latihan. “Terimakasih kepada bapak Ketua Umum PSSI (Mochamad Iriawan) yang sudah mendukung agar terlaksananya pemusatan latihan bulan ini. Pada TC kali ini kami memanggil 30 pemain untuk melakukan latihan selama kurang lebih dua pekan. Pemain yang didatangkan rata-rata adalah mereka yang berusia dibawah 18 tahun dan 23 tahun,” kata pelatih Timnas Wanita, Rudy Eka Priyambada. Rudy menambahkan komposisi pemain senior yang dipanggil untuk mengikuti TC memang tidak sebanyak pada pemanggilan sebelumnya. Hal ini didasari dari adanya regenerasi pemain serta perubahan komposisi tim untuk mengikuti beberapa kompetisi internasional ke depannya. Pada TC ini, tim pelatih akan fokus pada pembentukan kerangka Timnas Wanita ke depan. Sebelum adanya pemanggilan, tim pelatih maupun dokter timnas sudah melakukan monitor secara virtual kepada pada pemain, dengan mengingatkan pola-pola latihan di rumah secara mandiri dan mewajibkan pemain memberikan laporan terkait kegiatan latihan mereka. Para pemain dan ofisial akan mulai berkumpul di Hotel Ibis, Jakarta pada Rabu (23/6) seusai melakukan tes swab PCR di Rumah Sakit Royal Progress pada hari Selasa (22/6) untuk mereka yang tinggal di area Jabodetabek. Pada tahun 2021, Timnas Wanita rencananya akan mengikuti dua event yakni Piala AFF dan SEA Games 2021 Daftar nama 30 pemain di TC Timnas Wanita 23 Juni-6 Juli, Jakarta: 1. Ade Mustikiana Oktafiani – Asprov Babel 2. Amanda Florentinae – Asprov Kalteng 3. Azra Zifa Kayla – Asprov DKI Jakarta 4. Baiq Amiatuh Shalihah – Asprov NTB 5. Bunga Syifa – Asprov Jawa Tengah 6. Fani – Asprov Jawa Tengah 7. Firanda – Asprov Bangka Belitung 8. Hanipa Halimatusyadiah Suandi – Asprov Jawa Barat 9. Helsya Maeisyaroh – Asprov Jawa Barat 10. Indri Yuliyanti – Asprov Jawa Barat 11. Insyafadya Salsabillah – Asprov Jawa Timur 12. Jasmine Sefia Waynie Cahyono – Arema FC 13. Marsela Yuliana Awi – Asprov Papua 14. Nastasia Suci Ramadhani – Asprov Maluku Utara 15. Nurhayati – PS Sleman 16. Pani Tri Oktavianti Asprov – Jawa Barat 17. Reva Octaviani – Asprov Jawa Barat 18. Remini Chere Rumbewas – Asprov Papua 19. Riska Aprilia – PS Sleman 20. Rosdilah Siti Nurrohmah – Asprov Jawa Barat 21. RR Azizah Kusuma Dewi – Asprov DIY 22. Sabrina Mutiara Firdaus Wibowo – Arema FC 23. Safira Ika Putri Kartini – Arema FC 24. Sasi Kirana – Non Club 25. Shalika Aurelia Viandrisa – Non Club 26. Sheva Imut Furyzcha – Arema FC 27. Syafira Azzahra Ramadhanti – Arema FC 28. Viny Silfianus Sunaryo – Asprov DKI Jakarta 29. Yolanda Krismonica – Asprov Jawa Barat 30. Zahra Muzdalifah – Asprov DKI Jakarta

Jelang BK Porpov, Tim Kota Depok Tingkatkan Stamina dan Pola Permainan

Tim basket putri kota Depok persiapan BK porprov.

Tim Basket Putri Kota Depok menjadi salah satu tim yang ambil bagian dalam babak kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat tahun 2021. BK tahun 2021 merupakan bagian dari rangkaian Porprov Jawa Barat XIV tahun 2022 di Kabupaten Ciamis, Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat. Babak kualifikasi sendiri rencananya akan berlangsung pada 10-16 Juli mendatang. Sejumlah persiapan sudah dilakukan oleh Tim Basket Putri Kota Depok, mulai dari latihan fisik hingga pola permainan. Direktur Teknik Tim Putri Kota Depok, Ari Adiska mengatakan, Tim Putri Kota Depok sudah melakukan persiapan dan proses seleksi sejak Januari 2020 lalu. Namun, karena pandemi melanda, semua kegiatan latihan terpaksa dilakukan melalui aplikasi Zoom. Latihan virtual tersebut berlangsung hingga bulan Oktober lalu, setelah itu Tim Putri Kota Depok sudah kembali turun ke lapangan langsung. Hingga kini, tersisa kurang dari sebulan jelang BK Porpov, persiapan demi persiapan kian dimatangkan guna mendapatkan hasil yang maksimal. Para pemain pun mengaku antusias jelang BK Porpov kali ini. Salah satu pebasket yang antusias adalah Vania Rivaputri. Vania merupakan salah satu andalan Tim Putri Kota Depok pada BK Porpov kali ini. Wanita kelahiran 21 Agustus 2004 silam itu bercerita tentang bagaimana awalnya ia bisa kenal dengan olahraga basket hingga target untuk BK Porpov. Berikut wawancara eksklusif NYSN Media dengan Vania Rivaputri, pebasket muda andalan Kota Depok: Bagaimana awalnya kamu bisa menyukai olahraga basket? Awalnya, saya penasaran sama basket itu waktu kelas 2 SD, gara-gara melihat kakak kelas suka main basket. Tapi waktu itu, di sekolah saya baru boleh ikut ekstra kulikuler basket saat kelas 3. Jadi pas kenaikan kelas 3 saya langsung ikut ekstra kulikuler basket. Awalnya memang hanya penasaran terus akhirnya jadi suka banget sama basket. Selama SD saya selalu menyempatkan untuk main setiap istirahat saking sukanya sama basket. Kapan kamu mulai mengikuti pertandingan atau kompetisi bola basket? Waktu kelas 4 SD, pada saat itu saya baru mulai mengikuti kompetisi yang ada di sekolah. Pada usia berapa akhirnya kamu memutuskan ingin menjadi atlet basket? Pada usia 13 tahun. Dalam seminggu berapa kali kamu berlatih basket? Minimal latihan 3 kali seminggu. Tapi untuk sekarang ini latihan setiap hari kecuali hari Minggu karena biasanya untuk istirahat. Persiapan kamu untuk BK Porpov? Selama ini kita sudah latihan kurang lebih setahun dari awal latian masih fokus ke footwork-nya terus berlanjut ke latian fisik terus individual skill, sampe ke pola permainan. dan sering sparing sama tim lainnya. Target BK Porpov? Juara pool dan lolos BK Porpov. Pemain basket idola (nasional maupun internasional) Stephen Curry Biodata Nama: Vania Lailiimtiyaz Rivaputri Panggilan: Vania Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, 21 Agustus 2004 Posisi Bermain: Shooting Guard (SG) Prestasi: – Juara 2 Avia Cup (2016) – Juara 3 NBC 3×3 (2017) – Juara 2 NBC 3×3 (2018) – Juara 3 Alki Cup (2018) – Juara 3 Diprolution (2019)

Persiapan Menuju Piala Dunia U-20, PSSI Gelar Pemusatan Latihan

Persiapan Menuju Piala Dunia U-20, PSSI Gelar Pemusatan Latihan

PSSI selaku induk sepak bola Indonesia baru saja menetapkan tanggal digelarnya pemusatan latihan (TC) untuk timnas U-18 Indonesia. Rangkaian TC ini sebagai bagian persiapan menuju Piala Dunia U-20 yang akan digelar tahun 2023 mendatang. Rencananya PSSI akan mengadakan TC untuk timnas U-18 Indonesia pada 28 Juni – 15 Juli 2021 mendatang. Untuk TC timnas U-18 Indonesia akan berlangsung di Kota Jakarta. “Setelah menerima update road map dari pelatih Shin Tae-yong yang menginginkan TC Timnas U-18 dimulai akhir bulan ini. Untuk itu, PSSI akan menyiapkan teknis pelaksanaan TC seperti hotel, tempat latihan dan pemanggilan pemain,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi. “TC Timnas U-18 direncanakan hingga 15 Juli mendatang dan diikuti sebanyak 144 pemain. TC ini juga ada sistem promosi dan degradasi untuk pemain. Kami ingin membentuk tim yang solid agar bisa bersaing di Piala Dunia U-20 2023 mendatang, oleh karena itu persiapan dimulai dari bulan ini,” tambah Yunus Nusi. Seperti diketahui Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 mendatang. Selain mempersiapkan hal-hal yang menyangkut teknis penyelenggaraan dengan baik, PSSI juga menyiapkan tim yang kuat agar dapat meraih prestasi di ajang bergengsi tersebut. Selain Timnas U-18, Timnas U-16 juga sudah menjalani seleksi pemain dari bulan April lalu. Timnas U-16 juga persiapan untuk mengikuti ajang Piala AFF U-15 dan Piala AFC U-16 2022 mendatang.

Peselancar Muda Indonesia Pastikan Tiket Tampil di Olimpiade Tokyo

Peselancar Muda Indonesia Pastikan Tiket Tampil di Olimpiade Tokyo

Indonesia berhasil menambah kontingen yang berlaga di Olimpiade Tokyo 2020. Kali ini, kabar baik datang dari cabang olahraga surfing untuk nomor shortboard putra. Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh International Surfing Association (ISA). Adalah peselancar muda asal Bali, Rio Waida, yang dinyatakan lolos setelah dua peselancar Jepang Shun Murakami dan Hiroto Ohhara harus berebut satu slot tersisa Surf City El Salvador ISA World Surfing Games 2021. Adapun Rio tampil hingga perempat final. Meski lolos, Rio mengaku perjuangannya masih panjang dan tidak mudah. Ia berencana akan langsung mengebut persiapan setibanya di Bali. “Saya belajar banyak di kualifikasi Olimpiade di El Salvador, terutama mungkin mental saya. Lalu, saya juga lebih menguasai tingkatan ombak dan mempersiapkan yang sesuai dengan karakteristik ombak di Jepang yang tidak terlalu besar,” ujar Rio saat penyambutan kedatangan Tim Nasional Surfing Indonesia beberapa waktu lalu. Sementara itu, Pengurus Besar Persatuan Olahraga Selancar Ombak Indonesia (PB PSOI) merasa bahagia dengan hasil yang diraih oleh atletnya tersebut. “Kita bahagia sekali, surfing pertama kali masuk Olympic dan Indonesia berhasil menempatkan satu atletnya dan kita juga sangat senang karena kita baru dilantik anggota KONI belum setahun. Surfing cabor yang perlu dapat perhatian,” ujar Ketua Umum PB PSOI, Arya Subyakto. Berdasarkan aturan kualifikasi olimpiade, satu negara hanya boleh diwakili dua peselancar. Sementara Jepang sudah memiliki satu wakil yakni Kanoa Igarashi yang lolos usai masuk Top 10 Liga Surfing Dunia WSL 2019. Dengan demikian, tiket milik Jepang yang sempat diamankan Murakami di World Surfing Games 2019 dialokasikan untuk Rio yang menjadi terbaik kedua di zona Asia. Sementara itu, surfing menjadi salah satu cabang olahraga debutan pada Olimpiade 2020 Tokyo, yang akan dihelat Juli mendatang tersebut. Ada dua medali yang akan diperebutkan masing-masing untuk kategori putra dan putri. Surfing Olimpiade Tokyo akan digelar di Pantai Shidashita yang terletak sekitar 64km dari Tokyo. Olimpiade Tokyo 2020 juga akan kembali menampilkan para atlet pengungsi. IOC telah mengumumkan 29 nama atlet yang tergabung dalam Tim Olimpiade Refugee untuk Tokyo 2020. Sebelumnya sebanyak 55 atlet yang merupakan pengungsi mengikuti seleksi Tim Olimpiade Refugee dengan mendapat beasiswa untuk berlatih dari negara barunya. Sebanyak 29 atlet yang terpilih merupakan peningkatan dari 10 atlet yang sebelumnya tampil pertama kali di Olimpiade Rio 2016. Mereka berasal dari Afghanistan, Kamerun, Kongo, Republik Kongo, Eritrea, Iran, Irak, Sudan Selatan, Suriah, dan Venezuela. Mereka akan bertanding di cabang olahraga renang, atletik, tinju, kano, balap sepeda, judo, karate, menembak, angkat besi, dan gulat. Salah satu atlet yang kembali lolos adalah Kimia Alizadeh. Ia adalah atlet putri Iran pertama yang memenangi medali olimpiade di usia 18 tahun.

Pratama Arhan Diincar Klub Korea Selatan

Pratama Arham Diincar Klub Korea Selatan

Bek kiri PSIS Semarang, Pratama Arhan diisukan diminati oleh salah satu klub asal Negeri Gingseng. Kabar tersebut didukung dengan berbagai postingan-postingan di media sosial asal Korea. Adapun Arhan memang tengah naik daun atas penampilan ciamiknya di Piala Menpora 2021. Klub yang dimaksud adalah Seongnam FC yang bermain di divisi K League 1. Berita tentang ketertarikan Seongnam FC rupanya sudah sampai ke klub Pratama Arhan saat ini. CEO klub  PSIS, A. S. Sukawijaya alias Yoyok Sukawi, angkat bicara. Menurutnya, Ia mengaku senang salah satu pemain muda terbaiknya di PSIS Semarang itu mendapat perhatian dari klub Korea. “Bagus dong, membanggakan. PSIS akan mendukung Arhan bermain di Korea Selatan. Kami terbuka untuk itu,” kata Yoyok Sukawi dilansir detikSport. Arhan is rumoured to transfer to K League 1 club Seongnam FC who are looking for another leftback option. He debuted for the national team last May. PSIS and Seongnam did not reach an agreement yet and a transfer can not be confirmed yet (CLvis) #PSSI #KitaGaruda #Bola #SepakBola pic.twitter.com/BoJlP2sJur — Korea football (inactive) (@CLvis91) June 17, 2021 Seongnam FC adalah klub yang pernah diperkuat Shin Tae-yong, baik sebagai pemain maupun pelatih. Ada kemungkinan Shin Tae-yong yang merekomendasikan Arhan ke Seongnam. Sebelumnya, Pelatih Timnas Indonesia itu juga pernah merekomendasikan Asnawi Mangkualam ke Ansan Greeners, klub K League 2. Sejauh ini, Asnawi mampu tampil ciamik dan dianggap sebagai transfer sukses buat Ansan. Kesuksesan Asnawi disinyalir mulai membuka mata terhadap potensi pemain-pemain asal Indonesia. Apalagi Liga Korea (K League 1 dan K League 2) memang punya kuota khusus untuk pemain ASEAN. “Rumornya kan begitu ya. Untuk pembicaraan atau tawaran resmi belum ada. Sekarang enggak usah berandai-andai dulu. Yang jelas Arhan punya kontrak di PSIS sampai tahun 2024,” ucap Yoyok. Meski masih muda, Pratama Arhan yang memiliki lemparan dalam maut itu juga ikut dipanggil Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Pemain berusia 20 tahun itu bahkan selalu tampil penuh bersama Timnas Indonesia melawan Thailand, Vietnam, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Ini Target Vidya Rafika di Olimpiade Tokyo

Ini Target Vidya Rafika di Olimpiade Tokyo

Atlet menembak putri Indonesia, Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba, menjadi salah satu andalan tim Merah-Putih pada Olimpiade Tokyo 2021, yang akan berlangsung pada 23 Juli- 8 Agustus. PB Perbakin pun menjelaskan mengenai target yang diberikan kepada atlet berusia 20 tahun tersebut. Menurut PB Perbakin, target dari Vidya Rafika adalah mencapai babak final. Lebih lanjut, Sekretaris Jenderal PB Perbakin, Firtian Yudit Swandarta, mengatakan target tersebut sudah sesuai perhitungan setelah melihat skor yang dicatatkan Vidya dalam sesi latihan yang kerap menyamai skor petembak kelas dunia. “Perbakin menargetkan Vidya di Olimpiade itu adalah masuk di final. Karena final delapan besar ini nanti skornya menjadi 0 semua dan atlet yang sudah mempersiapkan dirinya dengan mental yang kuat itu yang akan menjadi juara di final nanti,” kata Firtian. “Perhitungan kami menembak ini olahraga terukur jadi kami bisa mengukur sejauh mana Vidya bisa masuk final. Karena skor dia itu sudah skor kelas dunia, jadi kesempatan dapat tiket ke final itu cukup besar,” sambung dia. Terkait dengan persiapan Vidya ke Tokyo, Firtian mengatakan para atlet telah didampingi psikolog demi menjaga kondisi mentalnya sehingga bisa tampil rileks saat bertanding di Olimpiade nanti. Ada beberapa pelatihan yang telah diberikan, salah satunya adalah imagery training yang merupakan teknik untuk membantu atlet memvisualisasikan kegiatan yang akan dilakukan sebagai upaya untuk mempersiapkan mental bertanding. “Psikolog, memang setiap atlet selalu didampingi terutama untuk melakukan imagery training, membayangkan mereka sudah berada di Olimpiade. Fungsinya untuk mengurangi tekanan atlet,” kata dia. Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali, mendukung dan berharap Vidya bisa sukses pada ajang olahraga internasional tersebut. “Memang di Olimpiade Tokyo ini kan kita juga sudah berhitung ya secara realistis. Nah, dari persiapan yang sudah dilakukan, kami optimis Vidya bisa sukses dan meraih hasil terbaik di Olimpiade nanti,” kata Menpora Amali, Selasa (15/6). Menpora Amali menilai, Vidya Rafika memiliki potensi yang sangat baik. Ini mengingat Vidya masih berusia 20 tahun, namun sudah tampil di kompetisi olahraga terbesar dunia. “Vidya ini kan usianya masih muda ya, dua puluh tahun. Sehingga harapannya kedepan bisa terus berprestasi dan apa yang ditargetkan kedepannya bisa tercapai,” jelasnya.