Baru Berusia 14 Tahun, Atlet Asal Tiongkok Ini Sabet Medali Emas Olimpiade

Baru Berusia 14 Tahun, Atlet Asal Tiongkok Ini Sabet Medali Emas Olimpiade Tokyo 2020

Luar biasa. Mungkin kata itu yang cocok diberikan untuk Quan Hongchan. Ia tidak hanya mampu menyabet medali emas, namun juga meraih skor hampir sempurna dalam cabang olahraga loncat indah di Olimpiade Tokyo 2020 pada Kamis (5/8/2021). Melansir The Straits Times pada Kamis (5/8/2021), Quan melakukan debut internasional yang baik di Tokyo Aquatics Centre. Quan yang baru berusia 14 tahun pada Maret, merupakan atlet termuda yang mewakili Tiongkok di Olimpiade Tokyo, tetapi dia berhasil menyelesaikan lontacan 10 meter putri dengan skor 10 dari ketujuh juri pada ronde kedua dan keempat. Quan melompat dengan postur sempurna dan gerakan tajam saat dia melompat dari papan kolam renang, disebut dalam NBC Olympics ia terlihat seperti seorang penyelam veteran di usia 14 tahun. Di akhir penampilannya disambut sorak-sorai atlet loncat indah Tiongkok lainnya dengan mengibarkan bendera negara, seperti Shi Tingmao, atelt loncat indah papan 3 meter putri, dan Xie Siyi, atelt loncat indah papan 3 meter putra. Quan yang memiliki tinggi 143 cm, terlihat imut menerima medali emas di podium. Quan telah mencetak total 466,20, menjadi wanita termuda kedua yang meraih emas di ajang loncat indah internasional. Sebelumnya, rekan senegaranya Fu Mingxia memenangkan medali emas di usia 13 tahun di Olimpiade Barcelona pada 1992. Disebutkan oleh NBC Olympics, juara muda Olimpiade internasional ini berusaha berprestasi dalam cabang olahraga loncat indah sebagai cara untuk membantu biaya pengobatan ibunya yang memiliki penyakit yang membutuhkan perawatan sepanjang tahun. Quan mengatakan bahwa orang tuanya berpesan, “mengatakan kepada saya untuk tidak gugup, bahwa tidak masalah jika saya mendapatkan medali atau tidak, tetapi tetaplah menjadi diri saya sendiri”. “Kata-kata itu sangat membantu saya,” ujar Quan, mengatakan dia berencana untuk makan latiao, street food Tiongkok yang populer, untuk merayakan malam ini. Quan mengungkapkan dia sangat emosional, “Saya merasa semua usaha saya terbayar,” “Bahkan kalau saya tidak juara, medali perak sangat berarti bagi saya,” ungkapnya. Melissa Wu dari Australia (29 tahun), peraih perunggu dengan skor 371,40 dalam rival Quan, mengatakan dia sangat bangga pada dirinya sendiri dan mengagumi para atlet loncat indah Tiongkok tersebut. “Mereka luar biasa untuk ditonton dan saya selalu mengagumi semua peloncat indah Tiongkok,” ujar Wu. “Saya benar-benar mencoba untuk meniru etos kerja mereka dan saya sangat senang bahwa mereka juga memiliki kinerja yang sangat baik hari ini,” imbuhnya. Tiongkok telah menyabet medali emas di semua cabang loncat indah sejak Olimpiade Beijing 2008.

6 Atlet Termuda di Olimpiade Tokyo

6 Atlet Termuda di Olimpiade Tokyo

Olimpiade bukan hanya milik para atlet dengan segudang pengalaman. Gelaran olahraga terbesar di dunia ini juga menjadi panggung bagi para atlet belia. Meski masih muda, atlet-atlet belasan tahun ini juga dipercaya untuk mewakili negaranya. Berikut adalah 6 atlet di bawah 17 tahun yang akan bertanding di Olimpiade Tokyo 2020 mendatang. 1. Brighton Zeuner (16 tahun) – Skateboard Meski masih berusia 16 tahun, pemain skateboard Brighton Zeuner akan menjadi salah satu atlet yang dikirim oleh Amerika Serikat. Olimpiade 2020 di Tokyo ini pun akan menjadi yang pertama baginya. Zeuner sendiri sudah pernah menjadi juara X Games pada tahun 2017 saat masih berusia 13 tahun. 2. Sky Brown (13 tahun) – Skateboard Stok pemain skateboard di Amerika Serikat memang tak pernah habis. Selain Zeuner, AS juga bakal mengikutkan pemain berusia 13 tahun bernama Sky Brown. Brown bahkan melampaui rekor atlet renang Margery Hinton yang berusia 13 tahun 44 hari ketika ia berkompetisi di Olimpiade Amsterdam 1928 lalu. Diberitakan ESPN, sebelumnya telah memenangkan beberapa gelar seperti medali perak di Dew Tour, serta perunggu pada kejuaraan dunia di Rio de Janeiro 3. Katie Grimes (15 tahun) – Renang Sebagai salah satu kandidat juara umum, Amerika Serikat juga mengirim atlet muda berusia 15 tahun. Ia adalah perenang bernama Katie Grimes. Dikutip dari Today.com, ini akan menjadi Olimpiade pertama Grimes. Sebelumnya, AS juga pernah mengirim perenang 15 tahun Katie Ledecky pada Olimpiade 2012 di London lalu. 4. Quan Hongchan (14 tahun) – Menyelam Tak mau kalah dengan Amerika Serikat, Tiongkok juga mengirim atlet belianya. Dikutip dari South China Morning Post, mereka akan mengirim penyelam berusia 14 tahun bernama Quan Hongchan. Quan memulai kompetisi resminya pada tahun usia tujuh tahun saat mewakili Provinsi Guangdong pada perhelatan olahraga nasional. Bahkan, tahun lalu ia memenangkan emas pada kejuaraan nasional. 5. Chen Yuxi (15 tahun) – Menyelam Selain Quang Hongchan, Tiongkok juga memiliki penyelam belia berusia 15 tahun bernama Chen Yuxi. Tak sekadar mencari pengalaman, Yuxi bahkan ditargetkan bisa meraih emas. Ia diyakini mampu menggondol emas dari kelas 10 meter. Maklum jika Tiongkok memasang target tinggi, dua tahun lalu, Yuxi memenangkan gelar dunia. 6. Hend Zaza (11 tahun) – Tenis Meja Predikat atlet termuda pada gelaran Olimpiade 2020 di Tokyo mendatang dipegang oleh petenis meja asal Suriah, Hend Zaza. Dikutip dari website resmi Olimpiade Tokyo, remaja berusia 11 tahun ini memiliki rangking 155 dunia. Ia lolos ke Tokyo setelah mengalahkan petenis meja asal Lebanon, Mariana Sahakian. Rekor pemain termuda Olimpiade sendiri masih dimiliki oleh atlet senam asal Yunani, Dimitrios Loundras. Saat berlaga pada Olimpiade tahun 1896, ia masih berusia 10 tahun dan memenangkan perunggu. Sumber: IDN Times