Peraih Gelar Individu Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026

Klub Mitra PB Djarum 2026

Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 sukses digelar di GOR Djarum, Jati, Kudus, 9–14 Februari 2026. Dari kategori beregu campuran U-15, Champion Gading Jaya memastikan gelar juara usai menundukkan Champion Magelang dalam pertarungan sengit. Ajang yang diinisiasi PB Djarum bersama Djarum Foundation melalui program Bakti Olahraga ini juga mempertandingkan nomor perorangan U-9 dan U-11 serta beregu U-13 dan U-15. Sebanyak 25 klub mitra dan tiga klub undangan ambil bagian, di antaranya PB Talenta Manado, PB Champion Makassar, PB Victory Bandung, dan Hevindo Balikpapan. Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 tak hanya melahirkan para juara, tetapi juga mempertegas komitmen pembinaan berjenjang yang berorientasi pada kualitas dan mental bertanding demi masa depan bulutangkis Indonesia. Daftar pemenang Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 Kategori Perorangan U-9 Putra Juara I : Ray Kalandra Al Kahfi (Champion Kudus) Juara II : Yusuf Al Ghifari Prasetia (Champion Madiun) Juara III : Azka Aldric Arrasyid (Victory Bandung) & Alfarizy Shagufta Mekka Heryanto (PMS Solo) U-9 Putri Juara I : Almeera Nafisha Shareen (Champion Madiun) Juara II : Asha Adiba Zada (Champions Jepara) Juara III : Inara Kania Aulia Mufida (Arista Semarang) & Gendhis Maheswari (Panorama Solo) U-11 Putra Juara I : Zayn Abdullah Rajendra (Champion Klaten) Juara II : Kentaro Javas Kaivan Tsaqib (PB Champion Kebumen) Juara III : Ibrahim Yuki Suwandi Yamamoto (Champion Klaten) & Kenzou Leonardo Wijaya (Champion Kudus) U-11 Putri Juara I : Ailsie Elaina Sembiring (Champion Kudus) Juara II : Aqila Zyan Noufalin (Arista Semarang) Juara III : Satmika Cinta (Champion Klaten) & Biancha Ramadhani Zhafira Wardoyo (Champion Madiun) Kategori Beregu U-13 Putra Juara I : Champion Klaten A Juara II : Champion Jepara Juara III : PMS Solo & Champion Kudus A Kategori Beregu U-13 Putri Juara I : Champion Klaten Juara II : Arista Semarang Juara III : Champion Kebumen & Kayp1 Champion Academy Kategori Beregu Campuran U-15 Juara I : Champion Gading Jaya Juara II : Champion Magelang Juara III : Champion Klaten & Champion Jepara

Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026: Gading Jaya juara Beregu Campuran

kategori beregu campuran U15 pada Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026

Klub bulu tangkis asal Jakarta Timur, Champion Gading Jaya, berhasil meraih gelar juara pada kategori beregu campuran U15 dalam ajang Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 yang digelar di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu. Pelatih PB Champion Gading Jaya Daniel Bagas Irawan di Kudus, Sabtu, mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Keberhasilan ini terasa istimewa karena menjadi kompetisi perdana yang diikuti tim di bawah kepelatihannya. “Tidak gampang, persaingannya sangat ketat. Hampir semua pebulu tangkis dari klub mitra PB Djarum kualitasnya bagus. Perjuangan anak-anak luar biasa, bahkan ada atlet yang sempat sakit sebelum berangkat ke Kudus,” ujarnya usai laga final di GOR Djarum Jati, Kudus. Pada ajang yang diikuti 18 atlet usia 13 dan 15 tahun itu, kata dia, kejuaraan ini bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga momentum menambah pengalaman bertanding dan menempa mental. Terlebih, di partai final mereka harus berhadapan dengan tim kuat Champions Magelang. Menurut dia secara fisik kemampuan para pemain relatif seimbang. Namun faktor mental dan daya juang menjadi pembeda hingga akhirnya Champion Gading Jaya mampu memastikan kemenangan. Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 kembali menjadi panggung pembinaan atlet muda dengan format pertandingan yang semakin berkembang. Sebanyak 518 atlet dari 28 klub, terdiri atas 25 klub mitra PB Djarum dan tiga klub undangan, ambil bagian dalam ajang yang berlangsung pada 9–14 Februari 2026 di Kudus. Sedangkan kategorinya mulai perorangan U9 dan U11 serta nomor beregu U13 dan U15. Khusus sektor beregu, tahun ini format pertandingan mengadopsi sistem kejuaraan beregu dunia, yakni format Piala Thomas dan Piala Uber untuk U13, serta format Piala Sudirman untuk U15. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin mengatakan kejuaraan yang digagas sejak empat tahun lalu tersebut menjadi wadah peningkatan kualitas atlet muda dari berbagai daerah di Indonesia. Beberapa klub mitra dan undangan yang turut ambil bagian antara lain PB Talenta Manado (Sulawesi Utara), PB Champion Makassar (Sulawesi Selatan), PB Victory Bandung (Jawa Barat), dan Hevindo Balikpapan (Kalimantan Timur). “Kejuaraan ini merupakan salah satu upaya untuk menjaga nyala semangat bulutangkis di Indonesia. Dengan ajang ini, klub dapat mengukur kemampuan atletnya dan bersama-sama meningkatkan kualitas pembinaan,” ujarnya. Ia menambahkan sejumlah atlet binaan klub mitra bahkan telah menembus Pelatnas PBSI, seperti Selsi Jovika, Moh Zaki Ubaidillah, dan Richie Duta Richardo. Selain kompetisi, kejuaraan ini juga dirangkai dengan “coaching clinic” dan “sharing session” bagi para pelatih. Tahun ini, materi peningkatan endurance dipaparkan oleh pelatih fisik PB Djarum, Ari Subarkah. Ketua Panitia Pelaksana Sigit Budiarto menjelaskan penerapan tiga sistem pertandingan berbeda dirancang sebagai proses pembelajaran kompetitif bagi atlet muda agar terbiasa menghadapi tekanan sejak dini. “Tahun ini ada tiga kategori sistem pertandingan, mulai dari perorangan hingga beregu campuran. Harapannya, format yang berbeda-beda ini menjadi pelajaran baru bagi pelatih maupun atlet untuk terus mengasah mental dan semangat bertanding,” ujar Sigit. Meningkatnya jumlah peserta dibanding tahun lalu yang diikuti 439 atlet menjadi bukti antusiasme klub mitra terhadap kejuaraan ini. Penyelenggara berharap seluruh atlet tidak hanya menambah jam terbang, tetapi juga menjadikan ajang tersebut sebagai sarana pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas permainan.

Indonesia Turunkan Atlet Terbaik di Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026

Pertandingan Anggar

Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026. Event ini akan berlangsung di JCC Senayan, Jakarta, 20-27 Februari 2026. Atlet-atlet anggar terbaik dikerahkan Indonesia agar bisa meraih prestasi membanggakan. Ketua Umum PB Ikasi, Amir Yanto memaastikan tuan rumah menerjunkan 24 atlet di kadet dan 24 atlet di junior. Mereka akan bertanding di tiga nomor, yaitu floret, degen dan sabel baik individu maupun beregu, untuk putra dan putri. “Sebagai tuan rumah, Indonesia menurunkan kuota maksimal 24 atlet. Seluruh atlet tersebut akan tampil di semua nomor pertandingan individu dan beregu,” kata Amir Yanto saat jumpa pers di JCC Senayan, Kamis 19 Februari 2026. Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 sendiri diikuti 801 atlet dari 26 negara Asia dan Oceania. Jepang, China dan Korea masih akan menjadi pesaing terberat Indonesia di ajang tersebut. “Kita realistis, mereka masih mendominasi. Tapi mudah-mudahan kita bisa menembus tiga besar sebagai langkah pembelajaran untuk lebih maju lagi,” ujar Amir. Soal persiapan tim Indonesia, Amir Yanto yang merupakan mantan JAM Intel Kejaksaan Agung RI ini menyebut bahwa sejauh ini persiapan dilakukan secara intensif melalui Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Disebutnya, para atlet yang ikut pelatnas sebelumnya menjalani seleksi nasional (Seleknas) yang digelar di Manado dan Bitung, Sulawesi Utara. Selain itu, beberapa atlet yang berlatih di luar negeri, termasuk di Amerika Serikat, juga dipanggil untuk memperkuat skuad Merah Putih. “Kita ingin membangun kekuatan dari bawah. Mudah-mudahan ke depan bisa membawa kejayaan lagi untuk tanah air. Saat ini kita memang masih merangkak, tetapi dengan kesabaran dan kerja keras, saya yakin hasilnya akan datang,” kata Amir. Kejuaraan ini juga memiliki arti strategis karena menjadi bagian dari seleksi menuju Youth Olympic (Olimpiade Junior) 2026 di Dakar, Senegal. Karena itu, Amir meminta para atlet tampil maksimal dan tidak rendah diri. “Dengan kepercayaan sebagai tuan rumah, ini harus menjadi kebanggaan dan motivasi untuk berprestasi. Mental harus kuat,” tegasnya. Diketahui, Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia kali ini masuk kalender federasi internasional, dimana juaranya bisa lolos ke Youth Olympic di Dakar. Karenanya, para atlet Indonesia tak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Sementara itu, atlet anggar putri Indonesia Jessyca Emilia menyatakan kesiapannya tampil maksimal di nomor EP Putri. Meski baru tiba di lokasi pertandingan, ia memastikan persiapan yang dilakukan sejauh ini berjalan dengan sangat baik. “Sejauh ini persiapan sangat baik ya, soalnya kita dari kemarin sore sudah nge-push buat latihan. Memang belum ketemu sama negara lain karena kita datang kemaleman. Tapi hari ini menurut saya sudah maksimal karena kita bisa sparring sama negara Taipe, India, UAE, dan lain-lain,” ujar Emilia. Menurutnya, kesempatan berlatih tanding dengan sejumlah negara tersebut menjadi pengalaman berharga sebelum benar-benar turun ke lapangan pertandingan. Hal itu dinilai penting untuk mengukur kemampuan sekaligus mematangkan strategi.

Jakarta Tuan Rumah Asian Cadet & Junior Fencing 2026

Ketua Umum PB Ikasi, Amir Yanto saat ditemui di Jakarta pada Kamis, 19 Februari 2026

Kejuaraan Cadet dan Junior Asia 2026 akan menjadi ajang seleksi atlet anggar Indonesia untuk tampil pada Olimpiade Remaja 2026 di Dakar, Senegal. Asian Cadet and Junior Fencing Championship 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20-27 Februari 2026 di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta. Sebanyak 26 negara dari kawasan Asia dan Oseania ambil bagian dalam turnamen yang menjadi salah satu agenda penting kalender anggar Asia tersebut. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia Amir Yanto menegaskan kejuaraan ini memiliki arti strategis bagi pembinaan atlet muda nasional. Menurutnya, hasil yang diraih dalam ajang ini akan menjadi pertimbangan utama untuk menentukan wakil Indonesia ke Olimpiade Remaja di Dakar. “Ini sebetulnya kejuaraan ini adalah sebagai seleksi peserta untuk Youth Olympic Junior di Dakar tahun 2026 ini. Jadi, saya juga sudah sampaikan kepada para atlet untuk maksimal, tidak boleh rendah diri,” kata Amir. Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah berdasarkan keputusan Kongres Federasi Anggar Internasional dan Federasi Anggar Asia pada Maret 2024 di Uzbekistan. Penunjukan itu sekaligus menegaskan posisi Indonesia yang kian diperhitungkan dalam penyelenggaraan event internasional. Sebelumnya, Indonesia juga sukses menggelar kejuaraan anggar tingkat senior pada Juni 2025 di Bali. Dalam rentang waktu berdekatan, dua event internasional tersebut menjadi momentum penting bagi peningkatan kualitas penyelenggaraan sekaligus pembinaan atlet. Amir mengakui kekuatan anggar Indonesia masih tertinggal dibanding negara-negara tradisional seperti China, Jepang, dan Korea Selatan. Namun, ia menilai kesempatan menjadi tuan rumah harus dimanfaatkan maksimal untuk menimba pengalaman. “Indonesia saya akui saat ini belum menjadi suatu macan anggar. Jadi, saya kira juga realistis kita melihat China, Jepang, maupun Korea Selatan ini masih mendominasi. Namun, demikian mudah-mudahan nanti kita bisa,” ujarnya. Secara keseluruhan, sebanyak 801 atlet ambil bagian dalam kejuaraan ini. Nomor yang dipertandingkan meliputi floret, degen, dan sabel, baik kategori individual maupun beregu putra dan putri. Indonesia menurunkan 48 atlet yang terdiri atas 24 kategori cadet dan 24 kategori junior. Salah satu yang menjadi sorotan ialah Jessyca Emilia, yang sebelumnya mampu menembus babak 64 besar nomor perorangan pada Kejuaraan Anggar Asia 2025 di Nusa Dua, Bali. Kejuaraan ini bukan sekadar perebutan gelar Asia, tetapi juga menjadi panggung pembuktian bagi atlet muda Indonesia untuk menatap panggung Olimpiade Remaja di Dakar.

Bangkok tuan rumah FIBA 3×3 Champions Cup 2026

Trofi FIBA 3x3 Champions Cup.

Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) mengumumkan Kota Bangkok, Tailan, sebagai tuan rumah FIBA 3×3 Champions Cup 2026, yang diselenggarakan pada pada 13 hingga 15 Maret. Laman FIBA 3×3, Minggu, menyatakan turnamen tahunan tersebut kembali digelar setelah edisi perdana pada 2025 dinilai sukses menghadirkan persaingan tingkat tinggi antartim nasional bola basket 3×3 terbaik di dunia. Ajang itu mempertemukan juara kontinental, juara dunia, negara dengan peringkat tertinggi, serta tuan rumah dalam satu turnamen elite. Dalam sektor putra, Serbia datang sebagai juara bertahan setelah menjuarai edisi pertama. Belanda dan Australia yang masing-masing finis sebagai runner-up dan peringkat ketiga juga kembali berpartisipasi. Mereka akan bersaing bersama Amerika Serikat (AS), Lithuania, Spanyol, Madagaskar, serta tuan rumah Thailand. Grup A sektor putra dihuni Serbia, Lithuania, Spanyol, dan Thailand. Sementara grup B diisi AS, Belanda, Australia, dan Madagaskar. Sementara di sektor putri, Kanada memimpin persaingan sebagai juara bertahan. Spanyol dan Australia yang naik podium pada 2025 kembali tampil bersama Belanda, AS, Azerbaijan, Madagaskar, dan Thailand. Grup A sektor putri terdiri atas Belanda, AS, Australia, dan Madagaskar. Sedangkan grup B diisi Spanyol, Kanada, Azerbaijan, dan Thailand. Selain memperebutkan gelar juara, pemenang FIBA 3×3 Champions Cup 2026 juga akan mendapatkan tiket langsung ke FIBA 3×3 World Cup 2027, FIBA 3×3 Champions Cup 2027, serta turnamen Kualifikasi Olimpiade berbasis piala pada 2028. Seluruh rangkaian pertandingan Champions Cup digelar di CentralWorld Square, yakni salah satu kawasan pusat kota Bangkok, dengan akses masuk gratis bagi penonton selama 3 hari pelaksanaan.

Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Jakarta dan Solo Seri 2 2025 – 2026

Juara dan Runner-up KU 10 serta KU 12 merayakan keberhasilan bersama di podium usai final MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025 - 2026 di Kingkong Soccer Arena, Cijantung, Jakarta Timur, Minggu (15/2).

Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025 – 2026: Kategori Usia 10 Champion : SDN Cilangkap 01 B  Runner-up : SDN Pondok Kacang Timur 04 Semifinalis : SDN Cijantung 03 dan SDN Kebayoran Lama Selatan 19 Top Scorer : Adonia Nazma Mainika – SDN Cakung Barat 05 (15 Gol) dan Anindita Keisa Zahra – SDN Pulogebang 13 (15 Gol) Best Player : Lu’lu Faujiyah – SDN Cilangkap 01 B  Best Goalkeeper : Clarissa Abidah Kaula – SDN Cilangkap 01 B  Fairplay Team : SDN Pulogebang 13   Kategori Usia 12 Champion : SDN Mampang 3 Runner-up : SDN Kebayoran Lama Selatan 19 Semifinalis : SDN Mampang 2 dan SDN Kunciran 4 Top Scorer : Zilda Afna Syaqila – SDN Kunciran 4 (22 Gol) Best Player : Helga Cahya Yudi Sadira – SDN Kebayoran Lama Selatan 19 Best Goalkeeper : Nayla Arkana Zahran – SDN Mampang 3 Fairplay Team : UPTD SDN Mampang 1   Daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 2025 – 2026:   Kategori Usia 10 Champion : MIN 9 Sragen Runner-up : SDN 02 Malangjiwan Semifinalis : SD Al Azhar Syifa Budi dan SDIT Muhammadiyah Al Kautsar Top Scorer : Salsabilla Mustika Prasetiyo – MIN 9 Sragen (46 gol) Best Player : Shaqueena Nasha Olivia – SDN 02 Malangjiwan Best Goalkeeper : Humaira Putri Satriyawan – MI Ta’mirul Islam Fairplay Team : MIN Surakarta   Kategori Usia 12 Champion : SDN Kristen Manahan SKA Runner-up : MIN 9 Sragen Semifinalis : SD Tempel Surakarta dan MIN Surakarta Top Scorer : Ika Wonda – SDN Kristen Manahan SKA (43 gol) Best Player : Fatimah Misy Al Al Kholida – SDN Manang 1 Best Goalkeeper : Mayuri Wistarakara Harimurti – SD Kristen Manahan Surakarta Fairplay Team : SDIT Muhammadiyah Al Kautsar

Persaingan Ketat di Laga Puncak Dua Kota, Para Juara Tampil Gemilang

Pemain SDN Cilangkap 01 B Lu'lu Faujiyah saat bertanding pada final KU 10 MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025 - 2026 di Kingkong Soccer Arena, Cijantung, Jakarta Timur, Minggu (15/2).

Jakarta & Solo, 15 Februari 2026 – Perhelatan MilkLife Soccer Challenge Jakarta dan Solo Seri 2 2025 – 2026 telah mencapai partai puncak usai melewati serangkaian laga yang kompetitif. Di Jakarta, SDN Cilangkap 01 B (KU 10) dan SDN Mampang 3 (KU 12) menaklukkan lawan-lawannya untuk meraih gelar juara, sementara di Solo, MIN 9 Sragen dan SDN Kristen Manahan tampil dominan, memastikan kemenangan di masing-masing kategori KU 10 dan KU 12. Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono menegaskan bahwa penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge Jakarta & Solo Seri 2 2025 – 2026 menjadi bukti komitmen jangka panjang dalam menumbuhkembangkan ekosistem sepak bola putri Indonesia sejak usia dini. Ia menyampaikan bahwa program ini telah memasuki tahun ketiga dengan peningkatan kualitas yang semakin konsisten. “MilkLife dan Djarum Foundation memiliki komitmen jangka panjang untuk mendukung sepak bola putri Indonesia. MilkLife Soccer Challenge kini memasuki tahun ketiga dan secara kualitas terus menunjukkan perkembangan yang konsisten. Jenjang berikutnya adalah Hydroplus Soccer League. Dari hasil MilkLife Soccer Challenge maupun Hydroplus Soccer League, terlihat tren yang sangat positif,” ujar Teddy. Menurutnya, peningkatan tersebut semakin terlihat pada seri Jakarta dan Solo musim 2025–2026, baik dari sisi kualitas permainan maupun jumlah peserta. Teddy juga menilai pengalaman bermain yang sarat semangat, fairplay, serta interaksi positif antar pemain menjadi nilai penting dalam setiap pertandingan. “Di seri Jakarta dan Solo terjadi peningkatan kualitas yang signifikan, begitu pula dari jumlah peserta yang terus bertambah. Ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri di Indonesia, dan kami sangat gembira melihat tren yang terus meningkat ini,” tambahnya.  Asisten Pelatih MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025 – 2026, Rici Vauzi menilai bahwa dalam seleksi pemain MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025–2026, fokus utama terletak pada teknik, insting permainan, dan mental juara para peserta. Keberhasilan SDN Cilangkap 01 B (KU-10) dan SDN Mampang 3 (KU-12) menjadi juara untuk pertama kalinya menegaskan bahwa persaingan semakin merata dan ekosistem sepak bola putri usia dini terus menunjukkan perkembangan positif. Rici menambahkan bahwa kehadiran juara baru menghadirkan semangat kompetitif bagi tim lain. “Dalam setiap laga, perbedaan antara pemain yang menguasai permainan dan yang baru belajar menjadi sangat nyata, terlihat dari kecepatan membaca situasi, ketepatan dalam mengoper dan menggiring bola, kemampuan menahan tekanan lawan, serta mental dan keberanian mereka untuk mengambil risiko demi mendominasi permainan,” kata Rici. Dalam memproyeksikan tim MilkLife Soccer Challenge All-Stars, Rici menyebut seleksi KU-12 lebih mudah karena para pemain sudah konsisten berlatih, sementara di KU-10 jumlah pemain menonjol masih terbatas. Pada Seri 2, pemilihan tim lebih diprioritaskan kepada para pemain yang telah mengikuti extra training. “Hadirnya juara baru di Seri Jakarta membuat turnamen lebih seru, karena tim yang sebelumnya mendominasi kini tergantikan. Ini menjadi pemacu semangat bagi semua tim, bahwa siapa pun bisa meraih gelar selama menunjukkan kemampuan terbaiknya di lapangan,” tutupnya. Pemenang dari Solo dan Jakarta MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 2025 – 2026 berlangsung mulai tanggal 10 – 15 Februari 2026, berlokasi di dua tempat yaitu di Lapangan Sepak Bola Kota Barat dan Lapangan Banyuanyar, Solo, Jawa Tengah. MLSC Solo Seri 2 diikuti 1.618 siswi dari 90 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), terbagi dalam 64 tim KU 10 dan 85 tim KU 12. Sedangkan, MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025 – 2026 bergulir pada 12 – 15 Februari 2026 di Kingkong Soccer Arena & Lapangan Brigif 1, Jakarta Timur. MLSC Jakarta Seri 2 diikuti oleh 2.319 siswi Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya. Pada pertandingan final MLSC Solo Seri 2 2025 – 2026, MIN 9 Sragen menjadi peraih trofi di KU 10, usai menundukkan SDN 02 Malangjiwan dengan skor 3-0 berkat hattrick Salsabilla Mustika Prasetyo yang membuka keunggulan pada menit ke-6. Di balik ketajaman lini depan, pertahanan MIN 9 Sragen yang diperkuat Keisha Fathin Azzahra turut tampil disiplin menjaga benteng terakhir tim.  “Sudah tiga kali ikut MLSC, namun kali ini aku tampil lebih percaya diri saat bertanding karena rajin latihan. Saat final tadi aku yakin bisa bikin gol karena aku fokus dan bermain lepas. Bermain sepak bola itu sangat menyenangkan,” ucap Salsabilla. Menyusul laga selanjutnya, pada KU 12, SD Kristen Manahan sukses mempertahankan gelar juara setelah bertemu lawan main yang kuat, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 9 Sragen. Ini adalah kali kedua mereka disandingkan untuk memperebutkan podium, setelah sempat adu kekuatan di seri sebelumnya. Hasil akhir pertandingan, SD Kristen Manahan mengunci kemenangan lewat serangan gol yang terus dilesakkan striker andalan SD Kristen Manahan, Ika Wonda yang menciptakan 6 dari 7 gol di gawang lawan.  Sementara, pada laga final KU 10 MLSC Jakarta Seri 2 2025 – 2026, SDN Cilangkap 01 B sukses meraih kemenangan dengan skor 3-2 setelah mematahkan benteng pertahanan lawan mainnya, SDN Pondok Kacang Timur 04. Dari peluit awal pertandingan dibunyikan, SDN Cilangkap 01 B sudah memberikan tekanan lewat tendangan gol cepat gelandang Lu’lu Faujiyah dan Aqilah Shafiya Azzahra di menit pertama, ketiga dan menit 20. Meski sempat membuat skor imbang, SDN Pondok Kacang Timur 04 akhirnya harus mengakui keunggulan SDN Cilangkap 01 B.  Lalu pada KU 12, SDN Mampang 3 berhasil menjadi juara usai menang dramatis atas SDN Kebayoran Lama Selatan 19 melalui adu penalti.  Sebelumnya, di babak pertama SDN Kebayoran Lama Selatan 19 lebih dulu unggul lewat gol yang diciptakan Maura Jihan Athifa pada menit ke-6. Namun, SDN Mampang 3 berhasil menyamakan kedudukan berkat eksekusi penalti dari Celsin Jumei Darwati Hulu di menit 18. Hingga waktu normal berakhir, skor 1-1 tetap bertahan dan harus berlanjut ke babak adu penalti. Hasilnya, SDN Mampang 3 menang 3-2 atas SDN Kebayoran Lama Selatan 19 dan memastikan gelar juara di KU 12. Pelatih SDN Mampang 3, Abdurahman Lesmana, mengaku bangga atas perjuangan timnya di MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025–2026 hingga sukses menjadi juara baru. Keberhasilan SDN Mampang 3 meraih gelar juara tak lepas dari peran para pemainnya yang tampil penuh semangat dan bermental baja. Salah satunya adalah Celsin Jumei Darwati Hulu. Celsin dan kawan-kawan mampu memenangkan adu penalti versus SDN Kebayoran Lama Selatan 19, berkat ketenangan dan kekompakan tim di lapangan. “Awalnya sempat khawatir karena harus adu penalti. Tapi saya … Read more

WTA 1000 Dubai: Janice Tjen Melaju ke 16 Besar

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen berhasil mengalahkan petenis Kanada Leylah Fernandez, Senin, untuk mencapai babak ketiga Dubai Duty Free Tennis Championships. Bertanding pada babak kedua WTA 1000 Dubai, Janice meraih kemenangan straight set atas Fernandez setelah melalui awal yang sulit dengan skor akhir 7-6(5), 6-4, demikian catatan WTA. Set pertama berlangsung ketat. Servis kuat menjadi kunci serangan Fernandez, namun Janice bermain dengan lebih sabar dan berhati-hati. Ia memenangi 68,4 persen pengembalian bola dan mencatat empat double fault — lebih sedikit dari Fernandez. Memasuki tie-break, Janice memimpin dengan kedudukan 3-1. Meski runner-up US Open 2021 itu mengejar, petenis kelahiran Jakarta berusia 23 tahun itu menjaga selisih poin hingga sukses merebut set pertama dengan ace. Tak ingin bermain panjang, Janice bermain agresif di set kedua. Berbekal servis kuat, ia berhasil mencatatkan 93,8 persen poin servis pertama, dan mengkonversi satu-satunya peluang break point. Janice akhirnya berhasil mengemas kemenangan setelah satu jam 43 menit untuk mencapai babak ketiga WTA 1000 Dubai. Kemenangan itu meningkatkan catatan head to head Janice atas Fernandez 2-0 setelah mengalahkan petenis berusia 23 tahun itu pada babak pertama Australian Open 2026. Selanjutnya, pada babak 16 besar Janice akan menanti pemenang babak kedua antara petenis Ceko Barbora Krejcikova atau unggulan kedua asal AS Amanda Anisimova, yang akan berlangsung malam hari ini. Sebelumnya pada laga pembukanya di Dubai, Janice berhasil mengalahkan petenis Ukraina Dayana Yastremka dengan skor dominan 6-4, 6-1. Janice juga akan tampil di sektor ganda dengan menggandeng petenis Ceko Marie Bouzkova. Mereka akan berhadapan dengan Jiang Xinyu/Ulrikke Eikeri pada babak pertama yang dijadwalkan pukul 21.30 WIB. Turnamen Dubai merupakan ajang WTA 1000 ketiga bagi Janice. Ia debut di level tersebut dengan memanfaatkan wild card pada Abu Dhabi Open awal bulan ini. Namun, ia kandas di babak kedua setelah dihadang unggulan kelima Liudmila Samsonova. Pekan selanjutnya, Janice mengikuti ajang WTA 1000 keduanya di Doha, namun ia juga terhenti di babak kedua saat berhadapan dengan unggulan teratas petenis No.2 dunia Iga Swiatek.

Candra Wijaya gelar kejuaraan bulu tangkis khusus nomor tunggal

Single Special Championships 2026 Presented by Candra Wijaya di Hall Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya

Legenda bulutangkis Indonesia, Candra Wijaya memperluas program pembinaan dengan menggelar turnamen bertajuk Single Special Championships 2026 Presented by Candra Wijaya di Hall Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya, Banten, 12-14 Februari 2026. Turnamen yang untuk pertama kalinya secara khusus mempertandingkan nomor tunggal itu diikuti 330 pebulu tangkis dari 130 perkumpulan. Nomor yang dipertandingkan meliputi tunggal putra dan putri kelompok pra usia dini (U-9), usia dini (U-11), anak-anak (U-13), pemula (U-15), remaja (U-17), serta dewasa amatir (30+). Candra mengatakan penyelenggaraan kejuaraan tunggal tersebut merupakan langkah lanjutan setelah sejak 2009 rutin menggelar kejuaraan khusus nomor ganda yang telah memasuki edisi ke-13 pada 2025. “Setelah sekian lama turut berkecimpung di dunia bulu tangkis nasional dengan mendirikan klub, membina atlet, membangun gedung olahraga, serta membuat kejuaraan khusus ganda, kini kami juga ingin terus menyemai guna memunculkan bibit-bibit unggul sektor tunggal,” kata Candra dikutip dari keterangan tertulis, Minggu. “Apa yang kami lakukan ini sesuai visi-misi kami untuk turut memajukan prestasi bulu tangkis nasional secara menyeluruh dan bukan hanya di sektor ganda saja,” katanya melanjutkan. Ia berharap kejuaraan khusus tunggal tersebut dapat semakin menggairahkan pembinaan atlet sejak usia dini. “Kejuaraan khusus tunggal ini tentunya juga untuk membudayakan pembinaan sejak dini dan sekaligus melestarikan prestasi bulu tangkis Indonesia di kancah dunia,” ujar Candra. Dari hasil pertandingan, sejumlah talenta muda tampil menonjol. Pada tunggal putri usia dini (U-11), Kharissa Lubna Ramadhani (SDN Ciracas 06, Jakarta Timur) keluar sebagai juara setelah mengalahkan Zevanya Cantika Hamzah (Sriwijaya Badminton Academy) dengan skor 21-15, 23-21. Di tunggal remaja (U-17) putri, Haura Kamila Assopiah (Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya) menjadi yang terbaik usai menundukkan Katrina Gwendelyn Setiawan (Jaya Raya Solo) 21-10, 21-7. Pada kelompok pra usia dini (U-9) putra, Muhammad Haufanhazza Firdaus (Amour Badminton Club) meraih gelar juara setelah mengatasi Arka Pratama Sitepu (Flash) 21-16, 21-18. Sementara itu, Didin Khoerul Ma’mur dari Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya (DYSCW) menjuarai tunggal pemula (U-15) putra dengan mengalahkan Aurial Sakha Wiratama (Jaya Raya Jakarta) 21-15, 21-11. Berkat raihan dua medali emas dan satu perak, klub tuan rumah DYSCW keluar sebagai juara umum. Satu medali perak disumbangkan Gibran Sandya Prayoga di tunggal anak-anak (U-13) putra setelah pada final dikalahkan Muhammad Davin Abrisam (SDN 1 Panaragan Bogor) 10-21, 18-21. Ketua Pengprov PBSI Banten, Sudarto Adinagoro saat menutup kejuaraan, Sabtu (14/2), menilai ajang tersebut menjadi bagian penting dari proses pembinaan jangka panjang. “Saya menilai kejuaraan ini merupakan sebuah proses panjang untuk melahirkan atlet-atlet tunggal potensial yang kelak bisa menjadi juara di level nasional dan internasional. Saya pun mengapresiasi atas ide-ide dan inisiatif pahlawan bulu tangkis Candra Wijaya yang mau menggelar kejuaraan khusus tunggal ini,” tegas Sudarto.

Janice Tjen menangi pertandingan pembukaan di Dubai Championship 2026

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, memenangi pertandingan pembukaannya di Dubai Championship yang berlangsung di Dubai Tennis Stadium, Dubai, Minggu. Pada pertandingan turnamen tipe WTA 1000 itu, Janice berhasil menaklukkan petenis asal Ukraina, Dayana Yastremska, dengan kemenangan dua set langsung, 6-4, 6-1, dikutip dari laman resmi WTA, Minggu. Kemenangan itu membuat Janice berhak lolos ke putaran kedua. Ia selanjutnya akan bertemu pemenang pertandingan antara Liudmila Samsonova melawan Leylah Fernandez pada Senin (16/2). Pada laga melawan Yastremska, petenis Ukraina itu berhasil memenangi gim pertama. Namun Janice mampu membalikkan situasi dan berbalik unggul 2-1. Setelah Yastremska menyamakan kedudukan menjadi 2-2, Janice kembali merestorasi keunggulan dengan memenangi gim kelima dan memimpin 3-2. Janice kemudian selalu dalam posisi unggul, sebelum kemudian ia menutup set pertama dengan kemenangan 6-4. Situasi serupa terulang pada set kedua, Janice mampu membuka set tersebut dengan keunggulan 4-0. Yastremska berhasil mencuri satu gim untuk mengubah skor menjadi 4-1, namun itu menjadi satu-satunya gim yang mampu dimenangi Yastremska pada set kedua, sebab setelah itu Janice melaju mulus untuk mengunci kemenangan meyakinkan 6-1 sekaligus mengamankan tiket ke putaran selanjutnya.

AHM siapkan 10 pembalap muda mengaspal di lintasan dunia

Program Astra Honda Racing School

PT Astra Honda Motor (AHM) menyiapkan 10 pembalap muda melalui jalur pembinaan dalam Program Astra Honda Racing School (AHRS) untuk menjadi pembalap Indonesia yang kelak mengaspal di lintasan dunia. “AHRS menjadi pijakan awal bagi lahirnya pembalap-pembalap Indonesia yang tangguh secara teknik, mental, dan fisik,” kata General Manager Marketing Planning and Analysis PT AHM Andy Wijaya dalam keterangan yang resmi yang diterima di Jakarta, Minggu. Ke-10 pembalap muda itu adalah M Hagy Agasi dari Jawa Barat, Hiroshi Eka Putra Jaya Wisesa dari Yogyakarta, Mikhail Zafran Almi dari Nusa Tenggara Barat, Andrea Dovi Mega Bustomi Jakarta, M Gibran Lalae dari Jawa Barat. Selain itu, Gandewa Abimanyu, Anindya Baskoro Setiawan, dan Edrin Ahza Hartge dari Yogyakarta serta Omar Asyfaq dan Daffa Ikhwanul Dzakwan dari Jawa Tengah. Ke-10 pembalap itu terpilih dari puluhan pembalap yang mengikuti proses seleksi ketat di Astra Honda Safety Riding & Training Center (AHM SRTC) Deltamas, Jawa Barat untuk menjadi siswa AHRS 2026. Seleksi dilakukan secara bertahap dengan penilaian komprehensif terhadap berbagai aspek seperti teknik balap mulai dari posisi balap, teknik pengereman, jalur balap, teknik menikung, pergerakan tubuh, hingga kesadaran terhadap ruang dan posisi sekitar. Andy menjelaskan, Program AHRS hadir dengan pembaruan signifikan pada pola pelatihan. Tidak hanya berpusat di AHM SRTC Deltamas, para siswa juga akan menjalani program latihan di sirkuit permanen, salah satunya adalah Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Langkah ini dilakukan untuk memberikan pengalaman atmosfer balap yang lebih nyata sekaligus mengasah kemampuan kecepatan tinggi dan teknik menikung, sebagai bekal penting menghadapi persaingan di ajang balap tingkat nasional hingga internasional. “Kami ingin memberikan pengalaman balap yang lebih utuh agar para siswa semakin siap menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi dan membawa nama Indonesia dengan penuh kebanggaan,” katanya. Selain latihan teknis di lintasan, siswa AHRS juga dibekali pengetahuan dasar balap yang komprehensif mencakup manajemen balap, komunikasi dengan tim, hingga pembentukan karakter sebagai atlet profesional. Dalam aktivitas latihan harian, para siswa menggunakan NSF100 yang dipadukan dengan CBR150R dan CRF150R untuk melatih kontrol kecepatan dan penguasaan motor. Seluruh program Latihan didampingi oleh instruktur serta pelatih balap nasional berpengalaman. Sebagai bagian dari pembinaan menyeluruh, AHRS juga menggelar program camp yang dirancang untuk memperkuat fisik, mental, dan daya juang para siswa. Berbagai aktivitas seperti latihan fisik terstruktur, lintasan tanah hingga simulasi kompetisi melalui ajang balap turut menjadi bagian penting dalam membentuk mentalitas pembalap sejak usia dini. Pola latihan fisik yang diterapkan mengadopsi standar pelatihan pembalap kelas dunia dengan pendampingan pelatih profesional. Dia menambahkan, sejak pertama kali digelar pada 2010, AHRS telah melahirkan ratusan pembalap yang kini berkiprah di berbagai kejuaraan balap nasional, Asia, hingga dunia. Sejumlah nama seperti Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama yang saat ini berkompetisi di MotoGP, serta Fadillah Arbi Aditama, Andi Farid Izdihar, juga Gerry Salim merupakan bagian dari alumni AHRS yang terus mengharumkan nama Indonesia di arena.

John Herdman berharap menemukan pemain muda potensial di Liga 2

John Herdman

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman mengatakan tujuannya menonton pertandingan Liga 2 Indonesia atau Championship adalah berharap dapat menemukan pemain muda potensial. Hal ini dikatakan oleh Herdman setelah ia menonton secara langsung pertandingan Championship Grup A antara Garudayaksa menghadapi Persekat Tegal di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu. “Sangat penting untuk memahami apa yang ada di bawah divisi pertama (Super League) di sini. Penting untuk mengetahui pemain muda mana yang sedang muncul. Di level ini Anda bisa melihat banyak pemain yang jauh lebih muda. Pemain yang tengah berjuang untuk mendorong dirinya ke level selanjutnya,” kata Herdman. Laga itu dimenangkan oleh tuan rumah Garudayaksa dengan skor 2-1. Diawali oleh gol Alfin Kelilaw (24’), Garudayaksa memastikan kemenangannya pada menit-menit akhir melalui gol sundulan Adittia Gigis (89’), setelah tim tamu sebelumnya memaksa skor imbang sejak menit ke-78 berkat gol Hamdi Sula. Kemenangan ini membuat Garudayaksa menjaga puncak klasemen Grup A dengan 37 poin, selisih satu poin dengan Adhyaksa yang menempel di posisi kedua. Pertandingan antara Garudayaksa melawan Persekat adalah laga Liga 2 pertama yang disaksikan oleh Herdman setelah sebelumnya ia memantau beberapa laga Super League atau Liga 1. “Jadi, saya pikir di 10 tahun awal karier Anda penting untuk melihat segalanya. Setiap level di kompetisi dan untuk memahami strukturnya seperti apa, fasilitasnya seperti apa, intensitasnya seperti apa. Jadi, ini adalah pengalaman yang bagus,” kata pelatih asal Inggris tersebut. Sementara itu, pemain Garudayaksa Andik Vermansah mengaku kaget melihat kedatangan Herdman. Ia mengaku, tak mungkin pelatih timnas Indonesia itu sedang memantau aksinya, mengingat usianya sudah tak muda dan juga sangat lama tak masuk panggilan tim Garuda. “’Wah, lihat siapa ini? Tidak mungkin saya,” kata pemain 34 tahun itu. Lebih lanjut, ia berharap Herdman dapat menemukan pemain muda potensial dari timnya untuk ke depan membela tim nasional. Dalam hal ini, Andik menyebut nama salah satu pencetak gol kemenangan, Alfin Kelilauw. Menurutnya, pemain berusia 19 tahun yang musim ini sudah mengemas satu gol dan tiga assist itu layak dicoba untuk bermain di tim Garuda. “Saya berharap dari tim Garudayaksa, terus terang banyak pemain-pemain muda yang berbakat. Semoga bisa dicoba begitu. Seperti contohnya, maaf, Alfin Faiz Kelilauw sangat mempunyai prospek yang sangat bagus menurut saya. Insya Allah ingin saya Alfin bisa ke timnas suatu saat nanti,” kata Andik.

Juara baru warnai MilkLife Soccer Challenge Seri 2

MilkLife Soccer Challenge Seri 2

Sejumlah juara baru mewarnai gelaran MilkLife Soccer Challenge Jakarta dan Solo Seri 2 musim 2025-2026 yang berlangsung pada 10–15 Februari 2026. Di Jakarta, SDN Cilangkap 01 B merebut gelar kategori usia (KU) 10, sementara SDN Mampang 3 menjadi kampiun KU 12. Adapun di Solo, MIN 9 Sragen keluar sebagai juara KU 10 dan SD Kristen Manahan SKA mempertahankan gelar di KU 12. Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengatakan turnamen ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk membangun ekosistem sepak bola putri sejak usia sekolah dasar. “MilkLife dan Djarum Foundation memiliki komitmen jangka panjang untuk mendukung sepak bola putri Indonesia. MilkLife Soccer Challenge kini memasuki tahun ketiga dan secara kualitas terus menunjukkan perkembangan yang konsisten,” ujar Teddy dikutip dari keterangan tertulis. “Jenjang berikutnya adalah Hydroplus Soccer League. Dari hasil MilkLife Soccer Challenge maupun Hydroplus Soccer League, terlihat tren yang sangat positif,” lanjutnya. Ia menambahkan, peningkatan kualitas permainan dan jumlah peserta terlihat nyata pada seri Jakarta dan Solo musim ini. “Di seri Jakarta dan Solo terjadi peningkatan kualitas yang signifikan, begitu pula dari jumlah peserta yang terus bertambah. Ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri di Indonesia, dan kami sangat gembira melihat tren yang terus meningkat ini,” tambahnya. MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 2025-2026 digelar di Lapangan Sepak Bola Kota Barat dan Lapangan Banyuanyar, Solo, Jawa Tengah, dengan melibatkan 1.618 siswi dari 90 sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah. Mereka terbagi dalam 64 tim KU 10 dan 85 tim KU 12. Pada final KU 10 Solo, MIN 9 Sragen menundukkan SDN 02 Malangjiwan dengan skor 3-0 melalui tiga gol Salsabilla Mustika Prasetyo yang membuka keunggulan pada menit keenam. Pada KU 12 Solo, SD Kristen Manahan SKA kembali mengamankan gelar juara setelah mengalahkan MIN 9 Sragen di partai final. Striker Ika Wonda mencetak enam dari tujuh gol timnya dalam laga tersebut. Sementara itu, MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025-2026 berlangsung di Kingkong Soccer Arena dan Lapangan Brigif 1, Jakarta Timur, dengan partisipasi 2.319 siswi dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di Jakarta dan sekitarnya. Di final KU 10 Jakarta, SDN Cilangkap 01 B menang 3-2 atas SDN Pondok Kacang Timur 04. Gol cepat dicetak Lu’lu Faujiyah dan Aqilah Shafiya Azzahra pada menit pertama, ketiga, dan ke-20. Untuk KU 12 Jakarta, SDN Mampang 3 memastikan gelar juara setelah menang adu penalti 3-2 atas SDN Kebayoran Lama Selatan 19, menyusul skor imbang 1-1 pada waktu normal. Gol SDN Kebayoran Lama Selatan 19 dicetak Maura Jihan Athifa pada menit keenam, sedangkan penyama kedudukan SDN Mampang 3 lahir dari eksekusi penalti Celsin Jumei Darwati Hulu pada menit ke-18. Asisten Pelatih MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025-2026, Rici Vauzi, mengatakan seleksi pemain difokuskan pada teknik dasar, insting permainan, dan mental bertanding. Ia menyebut kehadiran juara baru di Jakarta menunjukkan persaingan yang semakin merata. “Hadirnya juara baru di Seri Jakarta membuat turnamen lebih seru, karena tim yang sebelumnya mendominasi kini tergantikan. Ini menjadi pemacu semangat bagi semua tim, bahwa siapa pun bisa meraih gelar selama menunjukkan kemampuan terbaiknya di lapangan,” tutupnya.

Uni Papua FC Gemakan Sepak Bola untuk Perdamaian ke Perbatasan Thailand-Myanmar

Uni Papua FC Kirim Tiga Pelatih, Tebar Semangat Football for Peace di Asia Tenggara.

Uni Papua FC terus memperluas pengaruh gerakan sosialnya ke level internasional. Berdiri sejak 2013 dengan fokus pembentukan karakter anak melalui sepak bola, organisasi ini konsisten mengusung kampanye “Football For Peace” sejak 2017 dan kini menjangkau komunitas lintas negara. Pada 13–15 Februari 2026, Uni Papua FC ambil bagian dalam Mae Sariang Friendship Tour yang digelar di Mae Sariang, wilayah perbatasan antara Thailand dan Myanmar. Dalam agenda tersebut, Uni Papua mengirim tiga pelatih utama mereka. Frans Gasper Paraibabo (lisensi AFC B) sebagai pelatih kepala, Willy Gultom (lisensi PSSI C), serta pelatih utama perempuan sekaligus Sekretaris Umum Uni Papua FC, ‘Bunda’ Hirma Sjarif, yang dikenal luas sebagai aktivis pembinaan usia dini dan pemulihan cedera atlet. CEO Uni Papua FC, Harry Widjaja, menjelaskan bahwa partisipasi ini merupakan undangan langsung dari Dr. Joe Manickam, Founder Arelti, NGO berbasis di Kansas, Amerika Serikat. Uni Papua FC diminta untuk memberikan pelatihan dan berbagi pengalaman kepada guru sekolah, pelatih sepak bola, murid sekolah dasar dan menengah, hingga komunitas sepak bola di wilayah perbatasan. “Komitmen Uni Papua FC pada gerakan Sepak Bola Perdamaian telah mendapatkan perhatian dari beberapa organisasi di dunia. Kami mengirimkan tiga pelatih terbaik untuk mengajarkan materi pelatihan tentang resolusi konflik, pengembangan komunitas, toleransi, dan pembentukan karakter dengan bermain sepak bola,” ujar Harry Widjaja. Inisiatif ini mengusung tema “One Game, One Community, One Shared Future”, yang menekankan pentingnya persatuan dan masa depan bersama melalui olahraga. Pembina Uni Papua FC, Dr. Abdurrahman M. Fachir, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah manifestasi nyata dari semangat persaudaraan dan kepedulian. “Kegiatan ini adalah wujud dari rasa persaudaraan dan kepedulian dari Uni Papua FC untuk turut menyemai benih damai untuk menciptakan perdamaian, kontribusi secara langsung dengan interaksi antar organisasi beberapa negara ini merupakan bagian penting dari ‘Sports Diplomacy’,” kata Dr. Abdurrahman M. Fachir. Sementara itu, Dr Joe Manickam mengapresiasi kontribusi Uni Papua FC dalam kegiatan tersebut. Ia menilai paparan dan pengalaman yang dibagikan sangat menginspirasi para pemimpin komunitas di Mae Sariang. Menurutnya, wilayah tersebut memiliki banyak pemain berbakat, namun minim akses pengembangan. Kehadiran Uni Papua FC dinilai membuka peluang dan harapan baru bagi pengembangan sepak bola sekaligus pembangunan karakter generasi muda di kawasan perbatasan.

Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026, Asah Mentalitas Juara Atlet Muda

Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026

Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum kembali digelar di tahun 2026. Turnamen yang rutin diselenggaran sejak tahun 2022 ini, diikuti oleh 518 atlet dari 25 klub mitra dan 3 klub undangan dan berlangsung di GOR Djarum Jati Kudus, pada 9-14 Februari. Berbeda dari tahun sebelumnya, Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum kali ini memainkan tiga pertandingan besar. Yaitu nomor perorangan untuk U9 dan U11, beregu putra dan putri untuk U13, serta beregu campuran untuk kelompok U15. Ketua Pelaksana Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026, Sigit Budiarto mengatakan perubahan sistem pertandingan ini ditujukan untuk mengasah mentalitas para atlet muda di laga beregu. Sehingga ketika para atlet turun bertanding di kejuaraan yang lebih besar nantinya, mereka sudah terbiasa dengan kompetisi beregu ini. “Ini memang sedikit berbeda dengan tahun lalu. Tahun lalu ada perorangan dan beregu, tapi formatnya beregu putra dan putri, seperti Piala Thomas & Uber. Tahun ini U-9 dan U-11 perorangan, U-13 beregu putra dan putri, sementara U-15 beregu campuran seperti Piala Sudirman,” kata Sigit. “Selain pertandingan perorangan, kami ingin mengenalkan dan mensimulasikan pertandingan beregu. Karena anak-anak ini kedepannya akan menghadapi berbagai pertandingan beregu, mulai Kejuaraan Asia Junior, Kejuaraan Dunia Junior, lebih jauh lagi nanti ada Thomas & Uber, Sudirman, SEA Games, Asian Games dan masih banyak lagi,” jelas Sigit lagi. Sigit menambahkan, ajang Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum juga diselenggarakan sebagai wadah sharing pengalaman dan mencari solusi bersama atas kendala di masing-masing klub. Lewat turnamen ini, pelatih dan Pembina klub mitra bisa banyak berdiskusi untuk meningkatkan kemampuan anak didiknya. “Ajang ini untuk silaturrahmi untuk seluruh klub mitra dan juga memantau sejauh mana perkembangan masing-masing atlet klub mitra. Apa yang menjadi kekurangan dan kelebihan dari masing-masing klub, kita bisa saling sharing. Sehingga semua klub punya standar yang baik. Bukan hanya kepentingan klub mitra tapi demi perkembangan bulutangkis kedepannya,” ungkap Sigit. Lebih lanjut Sigit memaparkan antusiasme dari klub mitra dalam mengikuti kejuaraan ini. Tak hanya kompetisi antar atlet, para pelatih pun tampil all out dalam mempersiapkan dan mengarahkan timnya di lapangan. “Mereka sangat antusias di lapangan. Melihat animo saat di lapangan bermain beregu, situasinya, ketegangannya, pertandingannya pun tensinya semakin tinggi. Bukan hanya pada atletnya saja, tapi pelatihnya juga ingin menciptakan kompetisi yang bagus,” ujar Sigit. Selain pertandingan di lapangan, klub mitra yang hadir juga mengikuti sharing session dengan tim PB Djarum, serta mengikuti Djarum Foundation tour, yaitu berkeliling ke beberapa spot dan fasilitas olahraga yang dikembangkan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation.

Unggul Sakti Patahkan Kutukan, Segel Gelar Juara Perdana!

SMK Unggul Sakti Jambi

Sektor putra mempertemukan dua tim terbaik musim ini, SMAN 1 Kota Jambi (Satu) dan SMK Unggul Sakti Jambi. Keduanya datang dengan rekor sempurna, belum tersentuh kekalahan, dan memikul ambisi serupa, yakni mematahkan status runner up yang sempat melekat di musim-musim sebelumnya. Laga ini bukan sekadar final. Ini adalah pembuktian. Baik bagi Satu maupun Unggul Sakti, pernah merasakan pahitnya berdiri di posisi kedua. Maka ketika keduanya dipertemukan di partai puncak, tensi pertandingan langsung terasa sejak tip off pertama. Meski pada akhirnya skor akhir menunjukkan kemenangan meyakinkan 43-29 untuk Unggul Sakti, jalannya laga tidak semudah yang terlihat di papan skor. Paruh pertama berlangsung alot. Unggul Sakti memang memimpin, tetapi tak pernah benar-benar menjauh dengan margin dua digit. Satu terus menjaga jarak, membuat pertandingan berlangsung ketat. Namun, usai jeda turun minum, arah permainan mulai berubah. Unggul Sakti bermain lebih stabil. Mereka menemukan ritme serangan yang konsisten, dan disiplin dalam bertahan untuk meredam upaya berbalik unggul dari lawan. Perlahan tapi pasti, margin dua digit tercipta. Situasi ini membuat Satu dipaksa untuk bermain lebih agresif, namun justru membuka celah yang dimanfaatkan dengan baik oleh Unggul Sakti. Hingga peluit buzzer berbunyi, keunggulan 14 poin tetap bertahan. Momen itu sekaligus meresmikan lahirnya juara baru di DBL Jambi. SMK Unggul Sakti Jambi akhirnya menuntaskan penantian dan mematahkan kutukan runner up yang selama ini membayangi. Kemenangan ini tidak lahir dari satu nama saja. Justru kekuatan utama Unggul Sakti terletak pada kolektivitasnya. Hampir seluruh pemain berkontribusi di laga final, menunjukkan bahwa mereka tidak bergantung pada satu poros permainan. Dalam pertandingan sebesar final sekalipun, semua mengambil peran. Secara statistik, ada tiga nama yang mencatatkan dua digit kontribusi penting. Devven Fernando memimpin perolehan poin dengan 11 angka. Sementara itu, Winsen Tandersen tampil dominan di bawah ring dengan 11 rebound, disusul Marvel Hendra Pratama yang mengamankan 10 rebound. Lebih dari sekadar angka. Singgasana DBL Jambi kini resmi berganti pemilik, dan musim ini akan selalu diingat sebagai musim ketika SMK Unggul Sakti Jambi menegaskan diri sebagai raja baru.

Debut Langsung Juara, SHS Penghuni Baru Singgasana DBL Jambi

Suria Harapan School

Berstatus debutan di kategori lima lawan lima, Suria Harapan School (SHS) menutup musim dengan gelar juara usai menundukkan SMAN 1 Batang Hari dengan skor meyakinkan 51-27 pada Jumat, 13 Februari 2026. Hasil ini bukan sekadar kemenangan biasa. SHS seperti menegaskan bahwa kehadiran mereka di DBL Jambi bukan hanya untuk meramaikan persaingan, tapi untuk langsung mengambil alih takhta. Musim lalu mereka mencicipi panggung tiga lawan tiga dan keluar sebagai kampiun. Kini, di musim debut lima lawan lima, trofi kembali mereka genggam. Final berjalan cukup alot pada awalnya. Kedua tim sama-sama disiplin menjaga wilayah pertahanan mereka. Kuarter pertama pun ditutup dengan skor 6-4 untuk keunggulan SHS, mencerminkan betapa ketatnya duel di menit-menit pembuka. Namun memasuki kuarter kedua, ritme permainan mulai berubah. SHS tampak semakin percaya diri dan menemukan tempo terbaiknya. Transisi mereka lebih rapi dan penguasaan rebound lebih solid. Sejak momen itu, margin poin perlahan melebar. SMAN 1 Batang Hari berupaya menjaga jarak agar tak terlalu jauh tertinggal, tapi tekanan yang terus diberikan oleh SHS membuat SMAN 1 Batang Hari sulit mengembangkan permainan. Dominasi itu berlanjut hingga paruh kedua. Intensitas tetap terjaga, konsistensi tak menurun. Saat buzzer akhir berbunyi, papan skor menunjukkan jarak yang cukup jauh. SHS resmi memastikan kemenangan 51-27 sekaligus menandai lahirnya juara baru di DBL Jambi sektor putri. Keberhasilan ini tidak lepas dari performa impresif para pemain kunci mereka. Clarissa tampil luar biasa dengan torehan double-double, 13 poin dan 19 rebound. Agresivitasnya di bawah ring jadi fondasi penting bagi kokohnya permainan SHS. Sementara itu, Carissa Reyna Kho menjadi motor serangan tim. Ia mencatatkan 21 poin dan 9 rebound, nyaris menyentuh double-double juga. Kontribusinya bukan hanya terlihat dari angka, tetapi juga dari keberanian mengambil keputusan di momen-momen penting. Sebagai pelengkap musim yang sempurna, nama Carissa Reyna Kho resmi dinobatkan sebagai pemain terbaik Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 Jambi sektor putri. Penghargaan tersebut menjadi simbol betapa besar pengaruhnya dalam perjalanan SHS musim ini. Dua musim, dua gelar. Suria Harapan School datang sebagai pendatang baru, tetapi pulang sebagai penguasa baru. DBL Jambi kini punya ratu baru, dan namanya adalah Suria Harapan School.

Menpora puji pebiliar lima tahun tampil di ajang internasional

Fajar Alamri

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir memuji atlet biliar berusia lima tahun Fajar Alamri yang tampil dalam ajang Carabao International Open (CIO) 2026 di Jakarta. “Luar biasa, kecil-kecil cabe rawit,” tulis Erick Thohir dalam narasi video penampilan Fajar Alamri di CIO 2026 yang diunggah melalui media sosial resminya yang dipantau di Jakarta, Kamis. Dia menjelaskan bahwa Fajar menunjukkan bakatnya dalam turnamen internasional yang diikuti 341 atlet dari 31 negara itu. Menpora juga menuliskan narasi motivasi kepada atlet cilik asal Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah itu untuk terus semangat berlatih dan berkompetisi agar bisa meraih prestasi untuk Indonesia. Penampilan Fajar di kategori Carabao Junior Open 2026 yang berlangsung pada 4-8 Februari mencuri perhatian karena masih belia dan tinggi badannya tidak sebanding dengan meja biliar. Fajar harus naik ke atas papan pijakan setiap kali hendak memukul bola putih. Langkah Fajar harus terhenti dalam sesi pertama hari kedua saat menelan kekalahan tipis 3-4 dari sesama peserta Indonesia, Mustofa Nur Ali. Setelah kekalahannya itu, dia pun menangis di pelukan ayahnya, yang menandai kekecewaannya sekaligus ambisi besarnya dalam menggeluti dunia biliar. Penampilan Fajar juga menarik perhatian dua legenda biliar dunia asal Filipina Efren Reyes dan Django Bustamante yang berkesempatan menyaksikan langsung aksinya saat tampil dalam ajang Battle For Legacy yang diselenggarakan Moor Production bersama Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI). Dalam kesempatan itu, Reyes mengungkapkan bahwa Fajar merupakan salah satu atlet biliar muda dengan potensi besar untuk menjadi talenta unggulan Indonesia. Dia mengatakan bahwa di banyak negara sudah banyak anak-anak yang mulai menekuni biliar sejak usia sangat muda, termasuk di Indonesia dan Filipina. Meski demikian, kata dia, kunci utama untuk membawa para pebiliar muda ke level yang tinggi adalah pembinaan secara berkelanjutan.

Indonesia Masuk di Grup B Piala Asia U17 2026

Timnas Indonesia U17

Timnas Indonesia U17 akan menghadapi persaingan ketat pada Piala Asia U17 2026 setelah hasil drawing menempatkan Garuda Muda di Grup B bersama Jepang, Tiongkok, dan Qatar. Pengundian resmi itu dilakukan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) bertempat di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis 12 Februari 2026. Seperti diketahui, turnamen ini akan diikuti 16 tim yang terbagi ke dalam empat grup, dengan masing-masing grup berisi empat negara peserta dan dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi pada 30 April hingga 17 Mei 2026 mendatang. Sebelumnya, Indonesia memastikan tempat di putaran final melalui jalur otomatis, bersama delapan negara lainnya, setelah keberhasilan melaju ke Piala Dunia U17 2025. Partisipasi ini sekaligus melanjutkan tren positif Timnas Indonesia U17 di level Asia. Pada edisi sebelumnya, I Putu Panji Apriawan dkk berhasil menembus babak perempat final Piala Asia U17 2025 dan mengamankan tiket ke Piala Dunia U17 2025 Qatar. Dengan komposisi grup yang kompetitif, Timnas Indonesia U17 diharapkan mampu memaksimalkan persiapan guna menampilkan performa terbaik di ajang kontinental tersebut. Berikut Hasil Drawing Piala Asia U17 2026: Grup A Arab Saudi Tajikistan Thailand Myanmar Grup B Jepang Indonesia Tiongkok Qatar Grup C Korea Selatan Yaman Vietnam Uni Emirat Arab Grup D Uzbekistan Australia India Korea Utara

Komitmen Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pengembangan Sepak Bola Putri Lewat MilkLife Soccer Challenge

MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025 - 2026 mempertandingkan KU 10 dan KU 12 berlangsung di Kingkong Soccer Arena dan Lapangan Brigif 1, Jakarta Timur, 12 - 15 Februari 2026.

JAKARTA, 12 Februari 2026 – MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025 – 2026 kembali digelar pada 12–15 Februari 2026 di Kingkong Soccer Arena dan Lapangan Brigif 1, Jakarta Timur. Ajang sepak bola putri usia dini yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini memperoleh dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melalui Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi DKI Jakarta, Dr. Ali Maulana Hakim, S.IP., M.Si., yang hadir dalam seremoni pembukaan, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pembinaan sepak bola putri sejak usia dini. Partisipasi pemerintah daerah dalam turnamen ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang progresif dan berkesinambungan. Sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan pemangku kepentingan olahraga diharapkan mampu menciptakan kompetisi yang sehat, terbuka, dan berkelanjutan. Ali menyampaikan bahwa pemerintah senantiasa mendukung dan memfasilitasi tumbuhnya talenta muda, khususnya para atlet putri. Menurut Ali, MilkLife Soccer Challenge menjadi ruang pembinaan positif yang melengkapi proses pendidikan karakter di luar ruang kelas.  “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam hal ini Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur mengucapkan terima kasih atas inisiasi dari Djarum Foundation dan MilkLife sehingga turnamen MilkLife Soccer Challenge ini kembali diadakan. Antusiasme sangat bagus di tahun ini, oleh karena itu kita akan terus dukung  agar menjadi agenda rutin di DKI Jakarta. Dan saya kira, turnamen ini menjadi contoh bagi semua pihak untuk bersama-sama membina olahraga  baik berkolaborasi dengan pemerintah maupun dengan pihak swasta,” ucap Ali Maulana. Staf Khusus Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Diky Soemarno yang turut hadir dalam seremoni pembukaan MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025 – 2026 menyampaikan, bahwa dukungan Pemprov DKI terhadap ajang seperti ini akan terus diperkuat. Menurutnya, DKI Jakarta memiliki ambisi besar dalam bidang olahraga, termasuk sepak bola, sehingga pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan menjadi prioritas utama. “Kalau dukungan dari Pemprov DKI tentu sangat besar, karena ini menjadi wadah pembibitan, terutama bagi atlet-atlet DKI. Kami memang punya ambisi besar terhadap olahraga. Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur juga sering menyampaikan bahwa untuk olahraga, DKI akan memberikan dukungan maksimal, apalagi untuk sepak bola,” ujar Diky. Diky juga menekankan pentingnya peran sekolah dalam mendukung pengembangan potensi siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Menurutnya, bakat di bidang olahraga perlu mendapat perhatian serius agar dapat menjadi jalan masa depan yang positif bagi generasi muda. “Kami berharap para kepala sekolah dan tenaga pendidik juga bisa melihat bahwa potensi para murid di bidang non-akademik. Bakat olahraga ini harus dikembangkan agar bisa menjadi tujuan dan peluang yang baik di masa depan,” tutup Diky. Sementara itu, Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menegaskan bahwa kompetisi ini kembali mencatatkan partisipasi yang signifikan. Tingginya animo peserta mencerminkan semakin kuatnya posisi turnamen ini sebagai platform kompetisi dan pembinaan sepak bola putri usia dini di DKI Jakarta. Pada seri ini, tercatat sebanyak 2.319 siswi dari 128 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) ambil bagian, dengan rincian 85 tim di kategori usia (KU) 10 dan 123 tim di KU 12. Teddy juga menyampaikan apresiasi atas dukungan strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Dinas Pendidikan yang berperan aktif dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ajang ini. Menurutnya, sinergi lintas pemangku kepentingan menjadi elemen krusial dalam membangun fondasi ekosistem pembinaan sepak bola putri yang terstruktur dan berkelanjutan sejak usia dini. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan ruang kompetisi yang aman, positif, sekaligus kompetitif bagi para atlet untuk mengembangkan potensi terbaiknya. “Kami melihat tingkat partisipasi yang sangat positif dari para atlet muda di Jakarta, dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan dan turut ambil bagian dalam program ini. Capaian tersebut merefleksikan pertumbuhan minat yang kian kuat terhadap sepak bola putri di tingkat usia dini. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, atas dukungan strategis yang diberikan sehingga penyelenggaraan kegiatan ini dapat berjalan optimal. Kami berharap seri ini dapat menjadi fondasi yang kokoh dalam memperkuat keberlanjutan MilkLife Soccer Challenge di Jakarta pada penyelenggaraan berikutnya,” ujar Teddy. Pada kesempatan yang sama, Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F. Tiago, menyampaikan kekagumannya terhadap perkembangan dan potensi besar sepak bola putri usia dini yang ia saksikan, baik dari dua seri sebelumnya hingga seri terbaru di Jakarta. Menurut Jacksen, babak kualifikasi MLSC Seri 2 Jakarta 2025 – 2026 digelar selama empat hari mengingat tingginya jumlah peserta yang mendaftar. “Proses kualifikasi hingga babak knockout dan fase grup memberi kesempatan lebih luas bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Tim pelatih regional nantinya akan menyeleksi pemain-pemain potensial untuk dibentuk menjadi satu tim yang akan mewakili Jakarta di ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars di Kudus pada Juni 2026,” jelasnya. Jacksen menambahkan, antusiasme peserta yang dibarengi kualitas permainan menunjukkan sinyal positif bagi masa depan sepak bola wanita Indonesia. Ia menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan setelah setiap seri turnamen.“Kami selalu melakukan evaluasi setelah event. Kami meninjau beberapa aturan yang bisa disesuaikan, misalnya terkait faktor usia, sehingga anak-anak bisa berkembang lebih optimal dan berjenjang. Mereka akan belajar bagaimana bermain sebelas lawan sebelas, dan dengan evaluasi yang tepat, kami berharap permainan mereka tetap menarik dan semakin berkualitas,” ujar Jacksen. Salah satu peserta yang mengikuti MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025 – 2026 adalah Amanda Aqhila Putri dari SDN Cikini 01. Sekolahnya menjadi salah satu tim yang berhasil lolos ke babak utama setelah melewati babak kualifikasi yang digelar pada 22–25 Januari lalu. Manda mengaku bangga bisa tampil di ajang prestisius ini, terlebih timnya baru pertama kali mengikuti turnamen namun langsung berhasil menembus fase grup. “Ini pertama kali saya ikut turnamen sebesar ini, sampai terasa speechless karena venue-nya sangat besar, ada empat lapangan! Kami harus benar-benar siap dan punya strategi jika ingin menghadapi tim-tim besar,” ujar Amanda. Ia menambahkan, perjuangan dari babak kualifikasi hingga babak utama bukanlah hal yang mudah. “Perjalanan dari kualifikasi sampai tahap ini cukup menantang. Kami ingin fokus di setiap pertandingan agar bisa meraih kemenangan dan memberikan yang terbaik, apalagi ini pertama kalinya sekolah kami ikut serta. Semoga kami bisa membuat penampilan yang membanggakan,” tutupnya. Rangkaian MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025-2026 akan berlangsung di total 12 kota penyelenggaraan. Setelah Semarang dan Tangerang, rangkaian kompetisi akan bergulir ke Bandung dan Yogyakarta (27 Januari – 1 Februari), Solo dan Jakarta (10 – 15 … Read more