Legenda Olahraga Raga Bersatu Beri Dukungan ke Jokowi, Wujudkan Impian Tuan Rumah Olimpiade 2032

Legenda olahraga bersatu untuk memberi dukungan kepada Joko Widodo-Ma'ruf Amin demi memwujudkan impian Indonesia sebagai tuan rumah Oliampiade 2032.

Jakarta- Prestasi Indonesia di bidang olahraga berada dalam masa keemasan. Hajatan Asian Games XVIII/2018 dan Asian Para Games 2018 menjadi puncak prestasi olahraga Indonesia, baik dalam capaian prestasi atlet maupun dalam penyelenggraan turnamen multievent tingkat dunia. Torehan gemilang itu bahkan diakui oleh dunia olahraga internasional. Berkaitan dengan capaian itu, pemerintah perlu terus memberikan dukungan maksimal bagi para atlet demi prestasi olahraga Indonesia dan masa depan atlet. Prestasi itu tak lepas dari tingginya kepedulian pemerintah baik pusat maupun daerah pada peningkatan prestasi atlet serta olahraga Indonesia secara umum. Atas perhatian yang diberikan pemerintah, para legenda olahraga Indonesia memberikan dukungan untuk pasangan calon presiden dan wakil Presiden, Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pilpres (pemilihan presiden) 2019. Raja Sapta Oktohari, Ketua Penasehat Komunitas Olahraga Bersatu, mengatakan dukungan yang diberikan merupakan apresiasi untuk pemerintah yang sudah membuktikan dalam periode pemerintahan Jokowi telah memberikan apresiasi yang luar biasa kepada dunia olahraga. “Pemerintah memberikan terobosan dengan memberikan kebijakan. Bukan hanya pelaksanaannya saja, namun juga prestasinya. Saya bagian dari sejarah pemerintah yang memberikan dukungan luar biasa dimana yang kelihatannya tidak mungkin, justru terlaksana dengan baik,” ujar Okto, sapaan akrabnya, di Scenic Resto Sahid Sudirman Center, Jakarta, Kamis (4/4). Okto menjelaskan dukungan yang diharapkan bisa mewujudkan impian Indonesia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade dan Para Olimpiade 2032. Guna menuju ke arah itu, ia menyebut mulai 2020, Indonesia harus maksimal dalam mempromosikan Indonesia ke dunia. “Karena 2024 sudah diambil keputusan siapa yang bakal menjadi tuan rumah Olimpiade 2023. Jokowi kami tuntut komitmennya terhadap dunia olahraga,” lanjutnya. Ditambahkannya, Jokowi khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) banyak memberikan terobosan bagi dunia olahraga Tanah Air, salah satunya pemberian bonus bagi atlet secara cepat untuk memotivasi atlet. “Bonus harus diberikan sebelum keringat kering. Ini memberikan motivasi luar biasa bagi atlet,” tambah pria yang juga pengusaha itu. Senada, Richard Sam Bera, perenang yang pernah mengikuti Olimpiade sekaligus Ketua Pelaksana ‘Deklarasi Komunitas Olahraga, Pemuda dan Influencer, Penyandang Disabilitas’, menyatakan penyelenggaraan Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018 sangat sukses. Bahkan, venue pertandingan di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, dan Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) serta beberapa venue di Jawa Barat, berkualitas dunia. “Saya juga melihat pembagian bonus bagi atlet sangat besar. Dan bonus tersebut diberikan dengan sangat cepat. Ini merupakan sejarah dalam olahraga Indonesia,” tutur Richard. Sementara itu, Harry Warganegara, Ketua Pengarah Komunitas Olahraga Bersatu, menegaskan kegiatan dukungan sangat penting mengingat dalam acara ini akan disampaikan harapan atlet dan para mantan atlet kepada Jokowi. “Para atlet dan mantan Atlet akan menyampaikan harapan mereka kepada Jokowi, sehingga prestasi olahraga Indonesia akan lebih berkembang lagi,” tukas Harry. (Adt)

7500 Pelari dari 9 Negara Akan Berkumpul di Candi Prambanan Dalam Ajang Mandiri Jogja Marathon 2019

Press Conference Mandiri Jogja Marathon 2019. (Foto: Tribunnews)

Ribuan Pelari yang berasal dari Sembilan negara akan berkumpul di Candi Prambanan untuk berkompetisi dalam ajang Mandiri Jogja Marathon 2019. Total hadiah sebanyak Rp1 millar akan diperebutkan oleh sekitar 7500 pelari dengan rute lari yang mengelilingi Kawasan Candi Prambanan. Rudi AS Aturridha selaku Vice President Corporate Communications Bank Mandiri mengatakan bahwa lomba lari yang akan digelar pada 28 April 2019 ini akan mengambil start dan finish di Kawasan Candi Prambanan. 670 pelari akan mengikuti kategori full marathon, 1530 pelari di kategori half marathon, 2280 pelari di kategori 10k dan kurang lebih 3000 pelari akan berpartisipasi di kategori 5k. Di dalamnya aka nada 24 pelari dari taraf internasional sudah dipastikan akan berpartisipasi di ajang ini. Sebanyak 13 desa di sekitar Candi Prambanan, Candi Plaosan dan Monumen Taruna akan dilintasi para pelari di kategori Full Marathon. “Dalam pemilihan rute Iari, kami mempertimbangkan kenyamanan para pelari di mana peserta lomba dapat berkompetisi sambil menikmati keindahan alam dan kehangatan masyarakat Yogyakarta,” kata Rudi yang dilansir dari Detik Sport di Hotel Marriot Yogyakarta, Kamis (4/4/2019). Sementara itu Pandu Buntaran, Race Director Mandiri Jogja Marathon menjelaskan bahwa rase pack collection akan diadakan pada 26-27 April 2019 di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta dan Race Village akan berada di kawasan Candi Prambanan serta akan diisi dengan pertunjukan musik. Start akan dilakukan di lapangan utama Roro Jonggrang, pemandangan Gunung Merapi bisa dinikmati oleh pelari di Km 13-15, selanjutnya Monumen Taruna Perjuangan dengan Museum pelataran akan menyambut pelari di Km 26. Kemudian di Km 37-39 pelari bisa menikmati pemandangan Candi Plaosan Lor dan Plaosan Kidul. Di Km 40 akan tersaji pemandangan Candi Sewu dan Candi Bubrah sebelum akhirnya finis di Candi Prambanan. “Selain titik tersebut, di beberapa rute pelari juga akan menikmati pemandangan sawah dan nuansa pedesaan yang sangat khas dengan kearifan lokal jawa khususnya Yogyakarta,” jelasnya. (IHA)

286 Atlet Berprestasi Resmi Jadi ASN, Menpora: Selalu Berikan yang Terbaik Bagi Bangsa

Imam Nahrawi (Menpora) menyerahkan SK CPNS kepada 286 atlet berprestasi menjadi ASN di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, pada Selasa (2/4). (Adt/NYSN)

Jakarta- Sebanyak 286 atlet berprestasi resmi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal itu ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemenpora yang diserahkan Imam Nahrawi (Menpora), di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (2/4). SK CPNS ini sesuai dengan Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Nomor 30 Tahun 2019 tentang Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil. Ini menjadi salah satu penghargaan yang diberikan pemerintah atas prestasi para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa. Baik di ajang SEA Games dan ASEAN Para Games 2017, Asian Games dan Asian Para Games 2018, maupun Olimpoiade dan Paralimpiade. “Selamat datang di Kementerian Pemuda dan Olahraga, rumah baru yang nantinya akan kalian tempati sebagai tempat pengabdian dan perjuangan untuk meneruskan prestasi yang kalian pernah lakukan. Di tempat baru ini seluruh atlet dan masyarakat Indonesia menggantungkan harapannya untuk bersama-sama mengibarkan Sang Saka Merah Putih,” ujar Menpora dalam sambutannya. Disebutkan Imam, pengabdian baru ini sangat berbeda saat berada di Pelatnas (pemusatan latihan nasional). Namun dari sisi ketepatan, kecermatan dan kedisiplinan, menurut Imam, hampir sama. “Saya tidak pernah khawatir ketika Presiden memberikan arahan bagi para peraih medali untuk diangkat sebagai PNS,” lanjutnya. Menteri kelahiran Bangkalan, Madura, Jawa Timur, 45 tahun silam itu, menilai para atlet penerima SK CPNS ini merupakan pribadi yang tangguh, karena telah mengorbankan segenap kegembiraan dan kesenangannya di masa indahnya hanya untuk mempersembahkan medali bagi merah putih. “Sebelumnya kalian masih bebas melakukan apa saja, tapi mulai sekarang kalian adalah CPNS yang berpihak kepada kebenaran dan keadilan, berpihak kepada tugas dan kewajiban sebagai pegawai negeri sipil,” tambah Imam. “Meski kalian sudah CPNS, kalian boleh kembali ke Pelatnas dengan beberapa persyaratan yang nantinya akan dikeluarkan oleh Biro Kepegawaian Kemenpora. Kepala Biro Kepegawaian akan mengkoordinasikan dengan baik seperti halnya para senior kalian yang ada di sini. Selagi kalian dibutuhkan di Pelatnas melalui seleksi yang baik, silahkan kembali, jangan pernah mengendorkan motivasi, kalian sudah diangkat sebagai PNS tetap harus memberikan yang terbaik bagi bangsa ini,” tutur menteri yang hobi bermain bulutangkis itu. Sementara itu, Eko Yuli Irawan, Atlet Angkat Besi Indonesia, berharap SK CPNS yang diterimanya dapat memicu dirinya untuk terus berprestasi. “Semoga tetap konsisten dan olahraga Indonesia tetap maju kedepannya. Apresiasi ini tidak menyurutkan semangat kami. Di kejuaraan lainnya akan kami buktikan. Saya terus berjuang untuk Indonesia. Terdekat, ada SEA Games dan Olimpiade, tentu kami inginnya hasil yang terbaik,” ujar peraih medali emas Asian Games 2018 itu. Eko yang meraih medali emas Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018, di Ashgabat, Turkmenistan, November 2018 itu, memotivasi atlet lainnya agar bisa mengukir prestasi, dengan cara berlatih serta mengikuti bimbingan dari tim pelatih. “Setelah menerima SK CPNS ini, semoga saya bisa membantu dan memberi kontribusi yang nyata, dan bisa memberikan ide ataupun gagasan,” tegas peraih lifter terbaik di Kejuaraan Dunia Yunior 2007 itu. Senada, Liliyana Natsir, Atlet Bulutangkis Merah Putih yang telah menyatakan pensiun bersamaan dengan gelaran Indonesia Masters 2019, akhir Januari lalu, di Istora Senayan, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, berharap dirinya dapat menjalankan tugas dengan baik sebagai ASN. “Semoga bisa melaksanakan tugas dengan baik. Ini juga menjadi motivasi bagi atlet lainnya. Untuk adik-adik yang ingin jadi atlet, jangan ragu, raihlah prestasi. Saya harus komitmen nanti ketika menjalankan tugas,” tukas perempuan asal Manado, Sulawesi Utara, berusia 33 tahun itu. (Adt)

Pembinaan Usia Dini, Jadi Tolak Ukur Atlet Gapai Prestasi

Legenda tenis Indonesia Yayuk Basuki menyebut pembinaan atlet usia dini di semua cabor bisa mendorong lahirnya atlet baru syarat prestasi. (rmoljateng)

Jakarta- Pembinaan atlet usia dini yang dilakukan secara intensif serta berkesinambungan di semua cabang olahraga (cabor) bisa mendorong lahirnya atlet baru syarat prestasi yang dapat mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional. Hal itu dikatakan Yayuk Basuki, Anggota Komisi X DPR RI, saat menyaksikan Turnamen Sepak Bola Usia Dini Kelompok Umur (KU) 2006/2007 Piala Yayuk Basuki di Lapangan Gelora Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (28/3). “Semua cabang olahraga saya gerakkan, karena atlet berprestasi itu pasti muncul dari daerah kemudian berjenjang hingga tingkat atau kelas internasional,” ujar Yayuk, dikutip rmoljateng, pada Selasa (2/4). Dan, sebagai bagian dari upaya untuk mendorong perkembangan olahraga di Indonesia, legenda tenis kelahiran Yogyakarta, 30 November, 46 tahun silam itu, bahkan telah menggelar berbagai turnamen, seperti tenis meja, tenis, bulutangkis, serta voli. Dengan turnamen sepak bola, terlebih diikuti oleh para peserta yang datang dari beberapa Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, dinilai Yayuk, akan menjauhkan mereka pada hal negatif. “Ini membuat tidak ada waktu lagi bagi mereka untuk bermain ponsel, mengenal miras (minuman keras), bahkan narkoba. Ketika berbicara soal pembinaan atlet, wajib diarahkan ke sisi positif,” lanjut petenis Merah Putih yang pernah mencapai babak perempat final turnamen Grand Slam Wimbledon pada 1997 itu. Ditegaskan Yayuk, upaya yang dilakukan merupakan implementasi dari apa yang diserukan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tentang gerakan revolusi mental yang salah satunya, bisa diawali dengan mendidik budi pekerti para atlet dengan olahraga. “Dengan dimulai dari olahraga, tentunya bisa membentuk mental-mental yang baik agar berprestasi,” tambah peraih penghargaan atlet terbaik versi SIWO (Seksi Wartawan Olahraga) PWI Jaya pada 1995 itu. Turnamen sepak bola usia dini yang berlangsung sehari penuh itu diikuti 40 tim yang berasal dari Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Yayuk menjelaskan dengan adanya pembinaan dengan pendampingan wasit berlisensi diharapkan akan dapat memacu prestasi, disiplin dan sportifitas atlet sejak usia dini. “Terlebih turnamen ini kami laksanakan jelang gelaran ASEAN School Games, pada Juli nanti,” tukas peraih medali emas Asian Games tiga edisi (Seoul 1986/ganda putri, Beijing 1990/ganda campuran, Beijing 1990/ganda putri, Bangkok 1998/tunggal putri). (Adt)

Spiderwoman Asal Grobogan Aries Susanti, Masuk Daftar 17 Milenial Paling Berprestasi se-Asia versi Majalah Forbes

Atlet panjat tebing Aries Susanti masuk dalam daftar 17 milenial paling berprestasi se_Asia versi majalah Forbes. (istimewa)

Jakarta- Spiderwoman Aries Susanti Rahayu tak berhenti menginspirasi. Kali ini, perempuan asal Grobogan, Jawa Tengah itu, masuk daftar bergengsi 30 Under 30 Asia 2019 versi majalah Forbes. 30 Under 30 Asia merupakan daftar orang berprestasi se-Asia dan masih berusia di bawah 30 tahun. Setiap tahunnya majalah Forbes rutin merilis daftar terbaru para bintang muda itu. Dikutip dari Forbes, ada sederet kriteria untuk masuk dalam daftar ini. Hanya mereka yang membawa perubahan bagi dunia melalui temuan atau prestasi yang bisa masuk daftar tersebut. Terdapat sekitar 2.000 peserta dari 23 negara se-Asia Pasifik yang masuk dalam daftar 30 Under 30 Asia 2019. Mereka diseleksi oleh reporter dan juri hingga terpilih 300 orang. “Jika Anda mencari generasi pemimpin Asia berikutnya, ini adalah panduan definitif Anda,” tulis Forbes. Di Indonesia, ada 17 orang yang masuk dalam kriteria tersebut. Salah satunya peraih juara dunia speed world record, Aries Susanti Rahayu. Deretan prestasi Aries di kancah dunia membuat Forbes tak ragu memasukkan atlet berusia 24 tahun ini sebagai salah satu perempuan muda paling berprestasi se-Asia. Prestasi Aries yang paling disorot adalah raihan medali emas di Asian Games 2018 dan 3 kali meraih juara dunia IFSC Climbing Worldcup pada 2017 dan 2018. “Perempuan berjulukan spiderwoman ini adalah salah satu pemanjat speed dengan ranking tertinggi di dunia,” tulis Forbes. Dari 17 orang asal Indonesia yang masuk daftar 30 Under 30 Asia, hanya Aries yang berasal dari kalangan atlet. 16 Orang sisanya merupakan founder dan cofounder berbagai aplikasi atau produk. Menanggapi penghargaan yang diberikan oleh Forbes itu, Aries mengaku bersyukur. Ia tidak menyangka dirinya bisa masuk ‘radar’ Forbes. “Senang, enggak nyangka aja ternyata Aries kepilih gitu kan. Soalnya banyak juga anak muda sekarang yang berprestasi. Terima kasih untuk semuanya,” ujar Aries. (Adt)

Diikuti Lebih dari 1500 Pemain, IJL Musim 2019 Resmi Dibuka

IJL Resmi Dibuka dengan jumlah peserta lebih dari 1500 pemai dari 66 SSB pekan lalu (31/03/19). (Foto:IJL)

Indonesia Junior League (IJL) 2019 Resmi dibuka pekan lalu (31/3/19) di lapangan Nirwana Park Sawangan, Depok. Kompetisi musim ini diikuti oleh total lebih dari 1500 pemain dari 66 SSB yang siap berlaga di lapangan hijau. IJL sendiri terus membuktikan komitmentnya dalam berkontribusi untuk masa depan sepakbola Indonesia demi menciptakan iklim kompetisi yang sehat. IJL yang sudah memasuki musim keempatnya ini akan meluncurkan IJL Elite di akhir kompetisi. “Di musim keempat ini kami langsung menggelar tiga kategori yakni U-9, U-11 dan U-13. Tiap akhir kompetisi dirilis susunan pemain terbaik yang digabungkan menjadi satu tim dan diberi nama IJL Elite,” terang CEO Indonesia Junior League, Rezza Mahaputra Lubis. “IJL Elite ini yang kami harapkan nantinya bisa menjadi generasi penerus Timnas Indonesia di masa yang akan datang, database tiap pemain kami jaga tiap tahunnya,” ujar Rezza. “Bukan hal mudah memang menembus skuat IJL Elite, tidak hanya dari segi skill-teknik, visi bermain tapi juga attitude,” tambah Rezza. Washiyatul Akmal, Direktur Teknik IJL Elite yang juga mantan pemain Persija pun berkomentar bahwa dia selalu berharap bahwa proyek maya rantai IJL Elite ini akan berjalan mulus. “Tidak mudah memang menembus skuat IJL Elite, ibarat masuk Timnas, semua pemain terbaik berlomba-lomba dan benar-benar dipantau progresnya. Ini jadi semacam stimulus juga agar tiap SSB bisa menelurkan generasi terbaik tiap musimnya,” ujar Akmal. “Ini menariknya, saya pernah mengirim satu anak didik menembus skuat IJL Elite pada 2017 lalu. Ada satu kebanggaan besar tidak hanya dari sisi pemain tetapi juga orangtua,” tambah salah satu mantan pemain Persija lainnya, Aris Indarto. Menciptakan atmosfer kompetisi sepak bola usia dini yang segar dan sehat tetap jadi fokus utama IJL. Poin-poin khusus bahkan diciptakan untuk suporter dari tiap SSB. “Dinamika sepak bola usia muda Indonesia memang masih jadi pekerjaan rumah bersama. Penilaian untuk suporter bahkan kami jadikan rujukan mengakomodir keikutsertaan SSB di musim berikutnya, artinya harus ada sinergi agar kompetisi tidak hanya berjalan ketat tapi juga sehat, respect ke kawan, lawan juga perangkat pertandingan,” tegas Rezza. “IJL bebas dari intervensi karena semua SSB adalah mitra strategis kami,” tutup Rezza. Daftar Lengkap Tim Kontestan IJL 2019: U-9: 1. ASTAM 2. Salfas Soccer 3. Ragunan Soccer School 4. ASIOP 5. FU15FA Bina Sentra 6. M’Private Soccer School 7. All Star Galapuri 8. CISS 9. BMIFA 10. Pro:Direct Academy 11. Pelita Jaya SS 12. Indonesia Rising Star 13. Metro Kukusan 14. Garuda Muda Soccer Academy 15. Maesa Cijantung 16. Ocean Stars 17. Serpong Jaya 18. GRT Sitanala 19. Indonesia Muda Utara 20. SoccerEd 21. Cipondoh Putra 22. SSJ Kota Bogor 23. Alba FC 24. Fifa Farmel 25. Sparta 26. Garec’s 27. Remci 28. Kancil Mas Karawang 29. Young Warrior FA 30. D’Joe FC 31. Kembangan 8 32. Putra Agung 33. Abstrax FA 34. Atlas U-11: 1. ASTAM 2. Salfas Soccer 3. Ragunan Soccer School 4. ASIOP 5. FU15FA Bina Sentra 6. M’Private Soccer School 7. All Star Galapuri 8. CISS 9. BMIFA 10. Pro:Direct Academy 11. Pelita Jaya SS 12. Putra Sejati 13. Giras FC 14. Gagak Rimang 15. Maesa Cijantung 16. Ocean Stars 17. Serpong Jaya 18. Garuda Muda Soccer Academy 19. Indonesia Rising Star 20. Indonesia Muda Utara 21. Java Soccer Academy 22. GRT Sitanala 23. Tajimalela FA 24. Sparta 25. Remci 26. Young Warrior 27. Satria Muda FA 28. FIFA Farmel 29. Alba FC 30. Brazillian Soccer School 31. Stoni Indonesia 32. Garec’s 33. D’Joe FC 34. B24HABS. (IHA)

Zohri Kembali Mengukir Prestasi Emas di Malaysia Open Grand Prix

Lalu Muhammad Zohri. (Foto: Tempo)

Lalu Muhammad Zohri, Sprinter asal Lombok NTB kembali mengukir prestasi bagi Indonesia pada ajang 1st Malaysia Open Grand Prix di Bukit Jalil, Kuala Lumpur. Zohri berhasil mencatat waktu 10,20 detik pada nomor 100 meter putra pekan lalu (30/3/19) mengungguli pelari Malaysia, Zulfiqar Ismail dengan catatan waktu 10,41 detik dan pelari asal Taiwan, Wei-Hsu Wang dengan waktu 10,44 detik. Zohri yang berlari di lintasan keenam tersebut pada awalnya sempat tertinggal, hingga ia berhasil berjuang dan menempati urutan terdepan. Sebelumnya pada ajang Singapore Open 2019, banyak sejumlah atlet atletik Indonesia yang juga meraih medali emas, seperti Agustina Mardika manik pada nomor lari 800 meter putri dengan total waktu 2 menit 11,88 detik. Agustina juga menyumbangkan medali emas di nomor estafet 4×400 meter putri bersama Marselina, Sri Mayasari dan Gusti Ayu Ningsih. Mereka berempat berhasil mencatatkan waktu 3 menit 56,52 detik. (IHA)

NBA Undang Delapan Pemain DBL Berbagi Inspirasi Dalam Program Jr. NBA Indonesia Camp

Student-athlete Honda DBL berfoto bersama Coach Carlos (tengah) dari Jr. NBA usai ikut berpartisipasi dalam Jr. NBA Indonesia Camp 2019 yang berlangsung di Cilandak Sport Center, Jakarta Selatan, Sabtu (30/3).

National Basketball Association (NBA) pekan lalu (30/3) mengundang delapan pemain muda Indonesia dalam program Jr. NBA Indonesia Camp di Jakarta. Mereka adalah para student-athlete yang berprestasi pada Honda Developmental Basketball League (DBL), liga basket pelajar terbesar di Indonesia. Dalam program tersebut, para pemain muda berprestasi ini ikut memberikan motivasi kepada adik-adik yang terlibat dalam Jr. NBA Indonesia Camp di Cilandak Sport Center, Jakarta Selatan. Kedelapan student-athlete itu adalah Sophia Rebecca (DBL Indonesia All Star 2018), Felicia Huang (DBL First Team 2018), Ferdinand Nursalim (DBL First Team 2018), Rayhan Alvaro Ferdinand (DBL First Team 2018), Dewa Made Ayu Sriartha (DBL Indonesia All-Star 2015/Indonesia Women’s National 3×3 Team Asian Games 2018), Regita Pramesti (DBL Indonesia All-Star 2013 & 2014/peraih medali perunggu tim putri 3×3 SEA Games 2017), Erlan Perkasa (Champion DBL 3×3 Competition 2015/Timnas putra FIBA National 3×3 U-18), dan Darryl Sebastian (DBL Indonesia All-Star 2017 dan 2018, Timnas Basket 3×3 U-18 dan Timnas Basket U-18 untuk World Cup 2023) ”DBL Indonesia (penyelenggara Honda DBL) sudah lama menjalin hubungan baik dengan NBA untuk tujuan pengembangan. Bahkan, event resmi pertama NBA di Indonesia pada tahun 2008 lalu, adalah hasil kerjasama dengan DBL Indonesia,” ujar Masany Audri, Direktur DBL Indonesia. ”Kami berterima kasih NBA mengundang dan mengajak kedelapan pemain muda dan berprestasi yang tak lain adalah output dari Honda DBL. Untuk ikut terlibat dengan berbagi di program internasional Jr. NBA. Kami berharap, mereka bisa memberikan inspirasi ke junior-juniornya untuk terus mewujudkan mimpinya, terutama di basket. Sehingga bisa meningkatkan partisipasi anak muda dalam olahraga,” lanjut wanita yang akrab disapa Sany ini. Jr. NBA Indonesia Camp merupakan program untuk mencari pemain-pemain usia 10-15 tahun dari Indonesia. Mereka nantinya akan menjadi bagian dari para pemain terpilih dari berbagai negara yang akan mengikuti seleksi tingkat Asia Pasifik. Dan puncaknya, akan mewakili regional Asia Pasifik dalam NBA Global Championship, berlaga melawan pemain-pemain dari seluruh dunia. ”Ini bukan soal latihan untuk profesional player. Tapi untuk memberi materi dasar kepada anak-anak usia dini. Karena itu kami terus konsisten hingga tahun ke enam, ” ucap Carlos Barroca, Head Coach Jr. NBA Asia. Lebih lanjut Carlos melihat potensi yang baik di Indonesia. “Indonesia punya potensi basket yang bagus. Karena itu kami ada di sini sampai tahun ke enam,” ungkapnya. Berlokasi di Cilandak Sport Center, Jakarta Selatan, delapan orang pemain dan alumni DBL tersebut menceritakan apa yang memotivasi mereka untuk terus berlatih basket hingga mencapai berbagai prestasi. Salah seorang diantaranya adalah Darryl Sebastian yang masuk ke dalam skuad DBL Indonesia All-Star 2017 dan 2018. Dia juga merupakan anggota Timnas Basket 3×3 U-18 Indonesia, dan akanbertanding di World Cup 2023 bersama Timnas Basket U-18. “Gara-gara basket, saya bisa sampai ketemu dan main basket bareng Presiden RI Pak Jokowi di Istana Negara Bogor. Lalu menjadi salah satu pemain di timnas muda Indonesia. Tapi ini nggak akan bisa dicapai kalau saya mudah menyerah bermain basket,” ujar Darryl Sebastian. “Peserta Jr. NBA Indonesia Camp ini punya kesempatan yang masih panjang karena mereka masih SMP. Jadi bisa mempersiapkan diri untuk bisa mencapai mimpi-mimpinya. Seandainya mereka gagal, coba terus jangan pernah nyerah,” tambahnya. Selama penyelenggaraan Jr. NBA, para peserta akan menjalani 5 skill stations yakni, Dribbling, Shooting, Passing, Footwork & Layups. Dari 50 pemain putra dan 50 pemain putri yang terpilih di hari pertama memiliki kesempatan untuk mengikuti basketball drills scrimmages. Nantinya akan terpilih 5 pemain terbaik putra dan 5 pemain terbaik putri yang akan mendapatkan gelar 2019 Jr.NBA Indonesia All-Stars. (IHA)

Seleknas Tahap Pertama PB Forki Berakhir, Karateka DKI Jakarta Dominasi Rimbawan Indonesia Karate-Do Championship 2019

Karateka DKI Jakarta mendominasi seleknas tahap pertama PB Forki bertajuk Rimbawan Indonesia Karate-Do Championship 2019, pada 28-29 Maret. (Istimewa)

Jakarta- Seleksi nasional (Seleknas) bertajuk Rimbawan Indonesia Karate-Do Championship, di Auditorium Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), berakhir pada Jumat (29/3). Dalam event yang dihelat selama dua hari dan diikuti ratusan karateka dari 36 tim se-Indonesia itu, para karateka DKI Jakarta berhasil mendominasi tiga nomor pertandingan. Yakni, karateka Ceyco Georgia Hutagalung dari perguruan Inkado, kelahiran 24 Juni 1999, yang turun di kelas senior kumite putri +68kg. Lalu, senior kata beregu putri Emelia Sri Hanandita, Dian Monika Nababan, dan Anugrah Nurul Lucky dari perguruan Lemkari, dan kelas senior kumite putri -50kg Maya Sheva, kelahiran 29 Agustus 1999 dari perguruan Inkai. Raja Sapta Ervian, Sekertaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar (PB) Federasi Karate-Do Indonesia (Forki), usai penutupan mengatakan, program seleknas ini adalah proyeksi pembentukan tim nasional (timnas) karate SEA Games 2019 Manila, Filipina. Namun, diungkapkannya, bila event ini bukan satu-satunya seleksi karena masih banyak rangkaian event yang akan diikuti para karateka. “Alhamdulillah, para karateka putra-putri senior saling beradu skill. Ini yang kami harapkan dari PB Forki, pasca mereka latihan keras di dojonya masing-masing, dan ini bukti bahwa mereka benar-benar menunjukkan kemampuannya, sebelum nantinya tampil di event yang sudah diprogramkan oleh PB Forki,” ujar Raja, di Jakarta, Jumat (29/3). Nantinya, jelas Raja, mereka yang akan terpilih masuk dalam pelatnas (pemusatan latihan nasional) SEA Games 2019, namun mereka akan diuji kembali pada ke kejuaraan SEAKAF dan AKF 2019. Pada April nanti ada dua event bergengsi yakni kejuaraan karate Asia Tenggara (SEAKAF) di Thailand pada 12-14 April dan Kejuaraan Karate Asia (AKF) di kota Kinabalu, Sabah, Malaysia pada 26-28 April. Sementara itu, perguruan Inkanas menempati peringkat kedua setelah meloloskan 2 karatekanya, yakni Sandi Firmansyah dan Febi Ramadhan Saputra, peringkat ketiga kontingen Sumatera Utara atas nama Desynta Banurea, Daniel Hutapea dari perguruan KKI. Para karateka yang tampil di ajang Rimbawan Indonesia Karate-Do Championship Seleksi Nasional senior PB Forki mempertandingkan 15 nomor yaitu 4 nomor kata putra-putri, serta beregu dan perorangan. Sedangkan 11 nomor lainnya adalah nomor komite perseorangan putra-putri. (Adt)

Peluang Indonesia Tuan Rumah Olimpiade 2032, Erick Thohir: Tergantung Kesuksesan Gelar Event Internasional

Erick Thohir (Ketua KOI), mengatakan kesuksesan MotoGP 2021, dan Kejuaraan Dunia Bola Basket 2023 akan berpengaruh terhadap dipilihnya Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. (Adt/NYSN)

Jakarta- Usai sukses menggelar Asian Games 2018, sejumlah event internasional akan kembali digelar di Tanah Air. Salah satu event olahraga internasional yang akan digelar yakni MotoGP. Dua tahun lagi, atau tepatnya pada 2021, ajang lomba balap motor terbesar di dunia, MotoGP, akan hadir di Indonesia. Dimana sirkuit yang akan digunakan yakni Sirkuit Jalan Raya, Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain itu, Indonesia juga akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Bola Basket 2023, bersama Jepang dan Filipina. Erick Thohir, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), mengatakan kesuksesan MotoGP 2021, dan Kejuaraan Dunia Bola Basket 2023 akan berpengaruh terhadap dipilihnya Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. “Sukses Asian Games 2018, tidak lantas kita puas. Namun harus menciptakan sukses event internasional lainnya. Dua ajang internasional di depan mata, MotoGP 2021 dan FIBA Wolrd Cup 2023 menjadi pertaruhan kita untuk lebih mendapat kepercayaan dunia,” ujar Erick dalam acara Pameran Kreatif dan Eksperential, di Senayan City Jakarta, Jumat (29/3). Menurut Erick, penentuan tuan rumah Olimpiade 2032, akan ditetapkan saat pelaksanaan Olimpiade 2024 di Paris, Perancis. Indonesia sendiri telah mengajukan diri sebagai calon tuan rumah Olimpiade 2032 melalui surat Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) kepada Thomas Bach selaku Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC). Dan, jika berhasil menjadi tuan rumah, maka Indonesia akan menjadi negara Asia keempat yang menyelenggarakan Olimpiade setelah Jepang (1964), Korea Selatan (1988), dan China (2008). Sedangkan Tokyo (Jepang), Paris (Prancis), dan Los Angeles (Amerika Serikat) telah ditetapkan sebagai tuan rumah Olimpiade secara berturut-turut pada 2020, 2024, dan 2028. Sementara untuk menyelenggarakan Olimpiade 2032, Indonesia bersaing dengan India serta Korea Selatan yang bersatu dengan Korea Utara. Ditegaskan Erick, sebagai bentuk keseriusan sekaligus kesiapan Indonesia, maka usai hajatan pemilu (pemilihan umum) harus segera membentuk kepanitiaan yang melibatkan pemerintah dan KOI. Namun, ungkap Erick, terpenting adalah bagaimana memastikan bahwa event-event olahraga internasional yang digelar di Indonesia bisa berjalan dengan sukses, prestasi olahraga Indonesia makin meningkat, dan secara ekonomi Indonesia sudah siap, begitu juga dengan fasilitas yang akan digunakan nantinya. “Hal-hal itulah yang juga menjadi pertimbangan utama. Jadi untuk menuju kesana kita harus bisa membuktikan dengan keberhasilan menggelar event olahraga internasional,” lanjut pendiri Mahaka Group itu. “Kalau nanti kita dipercaya menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Bukan lagi saya yang akan mengemban tugas itu. Namun generasi muda, yang kemarin sebagian ikut menjadi volunteer Asian Games 2018 itu yang akan mengemban tugas ini,” tukas lulusan program Master of Business Administration dari Universitas Nasional California, Amerika Serikat, pada 1993 itu. (Adt)

Gowes Nusantara 2019 Kembali Dihelat, Tingkatkan Kebugaran dan Kesehatan Masyarakat

Gowes Nusantara yang berada di bawah payung Ayo Olahraga kembali digelar. Kota Padang, Sumbar, akan menjadi penanda dimulainya program ini pada 31 Maret 2019. (Adt/NYSN)

Jakarta- Gelaran sepeda santai bertajuk ‘Gowes Nusantara 2019’, di bawah payung Ayo Olahraga ini mengusung tema ‘Kita Semua Bersaudara’. Tema ini diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan bagi seluruh rakyat Indonesia, terlepas apapun sukunya, bahasanya, warna kulitnya, maupun agama yang dianutnya. Dan, kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), pada 31 Maret nanti akan menjadi penanda dimulainya program bernama Gowes Nusantara 2019. Program yang bertujuan mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahaga ini akan dilaksanakan di 50 titik Kabupaten/Kota yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Tanah Air. “Kami ingin berbuat untuk masyarakat dalam rangka hidup aktif, sehat dan bugar dengan cara Gowes Nusantara. Ini adalah tahun ketiga sejak 2017, dan dilaksanakan di 50 titik Kabupaten/Kota. Konsepnya juga masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Raden Isnanta, Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga), Jumat (29/3). “Dengan menguatkan rasa kebanggaan pada bangsa, bersamaan dengan kegiatan ini kami akan mengumpulkan olahraga tradisional,” tambahnya. Sedangkan puncak Gowes Nusantara 2019 rencananya bakal dilaksanakan pada September 2019. Tepatnya, saat perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas), pada 9 September mendatang. Lebih lanjut, Isnanta menilai kesuksesan gelaran yang sama pada dua tahun sebelumnya di luar ekspektasi. “Tolak ukurnya ialah dari antusiasme masyarakat yang begitu tinggi dalam mengikuti program Kemenpora di tiap titiknya. Program ini nantinya harus bisa menjadi stimulus yang mampu membangun kesadaran tiap individu untuk berolahraga,” tutur Isnanta. Ditambahkannya, kondisi tersebut secara otomatis akan meningkatkan angka kesehatan dan kebugaran. “Tren ini begitu terlihat selama dua tahun terakhir, di mana karakter serta partisipasi masyarakat berolahraga terus menanjak,” tegasnya. Menurut data dari pemerintah, presentase partisipasi masyarakat berolahraga selalu menunjukkan peningkatan yang melebihi target. Pada 2017 misalnya, target 30 persen partisipasi yang dicanangkan, ternyata mendapat capaian atau realisasi sebesar 32 persen. Begitu pula pada 2018, dari target 33 persen, realisasinya adalah 34 persen. Kendati sudah melebihi ekspektasi, partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga pada level 34 persen pada 2018 ini ternyata dinilai masih rendah jika dibandingkan dengan total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 265 juta jiwa. “Di tiap titik kami targetkan 2000 peserta, tapi juga bisa lebih. Tergantung kesiapan dari masing-masing Kabupaten/Kota tersebut,” tegas Isnanta. Sementara itu, Teguh Rahardjo, Asisten Deputi III Pengelolaan Olahraga Rekreasi Kemenpora, menjelaskan program Sepeda Nusantara ini makin digemari masyarakat. “Program ini sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan kebugaran masyarakat. Kami perkirakan akan ada 5000 peserta pada saat kick-off nanti di Padang,” tutur Teguh. Di sisi lain, seperti tahun-tahun sebelumnya, Jelajah Sepeda Nusantara kembali hadir sebagai rangkaian dari Gowes Nusantara 2019. Dimulai dari daerah paling ujung di Timur Indonesia (Papua). Mulai dari Merauke, Jayapura, Papua Barat, Maluku Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, rombongan yang terdiri dari 15 pesepeda itu akan menyusuri jalanan Indonesia, mengayuh sepedanya sejauh 5000 Km yang akan berakhir di Mataram (Nusa Tenggara Barat). (Adt)

Ini Pesan Jason Richardson, Mantan Guard Golden State Warriors Kepada Anak Muda Indonesia

Jason Richason, mantan guard Golden State Warriors saat melatih anak-anak mendrible bola dalam acara coaching clinic di SMA 82 Jakarta.

Jason Richardson, mantan guard Golden State Warriors berpesan kepada anak-anak di Indonesia, bahwa edukasi dan sekolah adalah hal utama yang harus diraih sebelum memilih olahraga bola basket. Richardson datang ke Jakarta, Kamis (28/3/2019) sebagai pelatih tamu yang akan memilih 10 atlet basket muda sebagai peserta kamp Jr NBA akhir pekan nanti yang juga masuk ke dalam rangkaian acara Jr NBA. Richardson berpendapat bahwa secinta apapun seseorang dengan olahraga bola basket, tetap pendidikan adalah pangkal dari kesuksesan yang bisa diraih oleh seseorang. “Hal paling penting bagi pemain muda adalah edukasi. Anda harus sekolah terlebih dahulu untuk belajar banyak hal berbeda dan memperhatikan guru/pelatih di sana untuk mengerti banyak situasi,” Ujar richardson yang dilansir dari detiksport pada acara coaching clinic di SMPN 37 Jakarta. “Hal kedua adalah bekerja keras. Benar-benar bekerja untuk menjadi lebih baik, disiplin, makan yang sehat dan benar. Itu akan sangat membantu Anda,” tambahnya. Program Jr NBA bukan hanya dalam rangka mengasah bakat anak-anak dalam bola basket, akan tetapi juga sebagai ajang pelatihan bagi para pelatih bola basket di Indonesia agar dapat melatih bola basket dengan baik dan benar. “Pesan untuk pelatih adalah melatih dengan kecintaan pada permainan itu sendiri. Jr NBA muncul bukan untuk mencari pemain terbaik, tapi mengumpulkan anak-anak yang mencintai basket, juga pelatih yang senang dalam melatih olahraga ini, kemudian memberikan mereka pelajaran dasar di dunia basket. Sehingga anak-anak punya hasrat dan mampu mengerti lebih soal basket sedangkan pelatih bisa melatih dengan cara yang tepat,” demikian Richardson. (IHA)

Putri Yusril Ihza Mahendra: “Saatnya Sepak Bola Wanita Mengharumkan Nama Bangsa”

Kenia Khairunnisa Mahendra

Sepak bola hanya milik pria, itu adalah “mind set” dan tradisi yang tumbuh di kalangan orang saat ini, Sepak bola wanita sangatlah dipandang sebelah mata. Bahkan saat ini pelatih timnas wanita Indonesia, Rully Nere mengalami kendala yang besar dalam mencari potensi pemain sepak bola wanita. Dengan proses seleksi yang tiada henti, bongkar pasang, tuntutan turnamen internasional, Ia masih kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pemain untuk Timnas Wanita Indonesia. Salah satu alasan yang paling kuat adalah minimnya kompetisi yang diselenggarakan. Lain halnya dengan Kenia Khairunnisa Mahendra, Ia pun berharap Persija Jakarta bisa punya tim khusus wanita. Menurutnya peran wanita dalam mengharumkan nama bangsa melalui sepak bola harus dianggap serius. “Perempuan saat ini sudah mulai terlepas dari jeratan budaya patriarki. Dimana peran kami tidak sebatas menjadi pelengkap bagi kebutuhan pria. Layaknya laki-laki, perempuan harus mandiri dengan pendidikannya dan penghasilannya sendiri termasuk jika pilihannya menjadi atlet sepak bola,” ujar Kenia. “Terlebih lagi, justru saya menilai timnas wanita mempunyai kesempatan yang lebih untuk memajukan nama Indonesia,” tegasnya lagi. Kenia yang juga merupakan putri dari Yusril Ihza Mahendra berpendapat bahwa untuk membuat bangsa lebih maju adalah dengan mendengar suara Srikandi Tanah Air. Berlatar belakang dari keluarga yang kental dengan perputaran politik di Indonesia, membuat Kenia berani menyuarakan isi hatinya secara lantang. “The Girl Power” tegas Kenia yang juga kebetulan adalah anak cucu dari Jama Sandon, seorang penggawa Timnas Hindia-Belanda pada tahun 1922 silam. “Semakin banyak perempuan yang bersuara, maka akan semakin banyak pula hak-hak mereka yang terpenuhi. Ambil contoh, perempuan sudah memiliki keterwakilan sebanyak 30 persen di parlemen, hal tersebut tentu harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menyuarakan aspirasi bagi Indonesia ke depan. Termasuk soal kepentingan untuk srikandi rumput hijau yang membawa nama bangsa,” harapnya lagi. Walupun Ia sadar bahwa suara lantang yang Ia suarakan tidaklah mudah untuk direalisasikan, butuh keberanian dan investasi yang luar biasa untuk mendobrak tradisi sepak bola yang di dominasi oleh kaum Adam ini. Dari sekian banyak tim yang ada Ia berharap Persija yang akan dapat membantu membangun mimpinya ini. Alasannya cukup logis, mengingat Jakarta adalah miniatur bangsa Indonesia, dimana semua pusat politik, ekonomi dan olahraga berpusat di Jakarta yang tentunya bisa jadi landasan kuat untuk terciptanya 11 srikandi yang akan berlaga diatas rumput hijau, hal ini akan dapat merubah animo dan atmosfer dunia sepak bola tanah air. “Di Eropa, klub-klub sepak bola seperti Manchester City, Manchester United, Inter Milan, Barcelona sudah mempunyai tim-tim sepak bola wanita. Itu menunjukkan bahwa, kaum hawa tidak bisa dipandang remeh, kami juga mempunyai potensi dalam olahraga atau pekerjaan yang notabenenya dilakukan oleh laki-laki,” tegas Kenia. “Jadi, cukup menarik ketika hal tersebut juga diterapkan oleh klub-klub sepak bola di Indonesia, khususnya Persija yang notabene adalah tim Ibu Kota. Pastinya hal tersebut bisa menjadi bahan rujukan klub lainnya nanti,” tandas Kenia yang mengaku ngefans dengan Persija sejak 2001 tersebut. (IHA)

Ratusan Karateka Ikuti Seleknas PB Forki, Jaring Atlet ke Kejuaraan SEAKAF dan AKF 2019

PB Forki menggelar Seleknas Karate Senior 2019, di Manggala Wanabakti, Jakarta, 28-29 Maret. Ajang ini untuk pembentukan Timnas SEA Games 2019, dan kejuaraan di Thailand dan Malaysia. (Adt/NYSN)

Jakarta- Pengurus Besar (PB) Federasi Karate-Do Indonesia (Forki) menggelar Seleksi Nasional (Seleknas) bertajuk Rimbawan Indonesia Karate-Do Championship, di Auditorium Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jakarta, 28-29 Maret 2019. Event seleksi yang diikuti 320 karateka dari 36 tim se-Indonesia, baik mewakili perguruan maupun mewakili Forki Provinsi itu, sekaligus sebagai seleksi tahap awal Forki sebelum membentuk tim nasional (Timnas) karate di SEA Games 2019. Selain itu, ajang seleksi atlet senior potensial ini juga untuk diproyeksikan pada Kejuaraan Karate Asia Tenggara (SEAKF) dan Kejuaraan Karate Asia (AKF) 2019. Para karateka ini akan tampil di 15 nomor yang dipertandingkan pada ajang Seleknas tersebut, yakni 4 nomor kata putra dan putri baik beregu maupun perseorangan. Sedangkan 11 nomor lainnya adalah nomor kumite perseorangan putra dan putri, yakni kumite -55 kg putra -60 kg putra, -67 kg putra, -75 kg putra, -84 kg putra, +84 kg putra, serta kumite 50 kg putri, 55 kg putri, -61 kg putri, -68 kg putri, dan +68 kg putri. Yusran Arief, Ketua Panitia, mengatakan sasaran utama program Seleknas ini adalah pembentukan Timnas karate untuk SEA Games 2019 Filipina. Namun, ungkap Yusran, ini bukan satu-satunya seleksi karena masih ada beberapa event lain yang akan menjadi ajang seleksi pembentukan Timnas karate. “Khusus ajang seleksi ini, kami akan mencari atlet-atlet senior potensial yang bakal diproyeksikan untuk Kejuaraan SEAKF dan AKF 2019,” ujar Yusran, Kamis (28/3). Senada, Raja Sapta Ervian, Sekertaris Jenderal (Sekjen) PB Forki, mengungkapkan event ini merupakan Seleknas untuk menuju tim senior untuk kejuaraan di Thailand pada minggu pertama April nanti. Ditambahkannya, atlet senior yang pernah membela Timnas di ajang Asian Games 2018 juga harus mengikuti seleknas lagi untuk bisa lolos. “Atlet yang pernah membela Timnas di Asian Games lalu harus ikut seleksi lagi. Karena yang pernah menjadi juara belum menjadi jaminan untuk bisa meraih gelar lagi di kejuaraan yang akan datang,” cetus Raja. Sementara itu, Siti Nurbaya Bakar, Penasihat PB Forki, menyebut Seleknas karate senior PB Forki 2019 diharapkan mampu membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul. “Karena para karateka ini bisa mengedepankan kejujuran dan disiplin yang tinggi dalam menghadapi tantangan yang ada,” tutur Nurbaya yang juga menjabat Menteri KLHK dalam sambutan pembukaan Seleknas Karate Senior PB Forki 2019 itu. Diketahui, pada April nanti terdapat dua event internasional yang akan diikuti tim karate lndonesia. Kedua event itu adalah SEAKF, di Thailand, pada 12-14 April, dan AKF, di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, pada 26-28 April. Karena itu, hasil Seleknas Karateka Senior ini akan menjadi acuan keikutsertaan lndonesia di Thailand dan Malaysia. Dan, ajang Seleknas Karate Senior ini juga menjadi event nasional pertama di bawah pimpinan Ketua Umum PB Forki yang baru, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Hadi terpilih secara aklamasi dalam Kongres Forki di Menara Peninsula, Jakarta Barat, pada 15-16 Februari 2019. Di bawah kendalinya, Hadi ingin Forki bisa terus menjaga dan meningkatkan prestasinya. Bahkan, selain memburu sukses di SEA Games 2019 Filipina, Panglima TNI ini berharap Merah Putih bisa berkibar di Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. (Adt)

Indonesia ‘Host’ SEASF 1st South East Asian Master Swimming Championship 2019, Diramaikan Perenang Peraih Empat Medali Emas Olimpiade

Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah renang master internasional (SEASF 1st South East Asian Master Swimming Championship 2019, di Stadion Akuatik GBK, Senayan, Jakarta, 30-31 Maret. (Adt/NYSN)

Jakarta- Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah (host) renang master internasional bertajuk ‘SEASF 1st South East Asian Master Swimming Championship 2019’. Event ini dihelat di Stadion Akuatik, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, pada 30-31 Maret 2019. Ini merupakan kejuaraan renang master jarak pendek kolam 25 meter pertama di GBK. Sebanyak 400-an perenang dari berbagai negara, yakni Thailand, Filipina, Singapura, Hong Kong, Jepang, Australia, Amerika Serikat, Italia, Uni Emirate Arab, Aljazair, Belanda, dan lainnya, turut berpartisipasi. Bahkan diantara peserta internasional yang hadir yaitu perenang asal Amerika Serikat yang juga peraih empat medali emas Olimpiade kategori estafet 4×100 meter (Sydney 2000, Athens 2004, Beijing 2008, dan Beijing 2008), Jason Lezak, dan peraih medali emas Olimpiade (Sydney 2000) asal Australia, Bill Kirby. Harlin Erlianto Rahardjo, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI), mengatakan kejuaraan ini merupakan event besar, dan Indonesia merupakan negara pertama di kawasan Asia Tenggara yang diberi kepercayaan sebagai tuan rumah. “Kami melihat dari peserta maupun dari segi kewarganegaraan sangat banyak. Dan, tujuannya tentu saja mempopulerkan olahraga renang di Indonesia,” ujar Harlin, di Stadion Akuatik, Kompleks GBK Senayan, Jakarta, Rabu (27/3). Harlin menilai publik sangat percaya dengan venue akuatik yang dimiliki Indonesia dan berstandar internasional. “Dengan banyaknya event internasional, maka ini juga mendukung usaha lndonesia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032,” lanjut pria yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) SEASF (South East Asian Swimming Federation). Senada, Wisnu Wardhana, Ketua Panitia, menyebut bahwa ini merupakan event renang master internasional pertama di GBK Aquatic Stadium, dimana panjang kolam yang digunakan adalah 25 meter, atau setengah dari kolam 50 meter. “Pesertanya selain dari kawasan Asia, juga terbuka untuk umum. Artinya non Asia diperbolehkan mendaftar sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” terang Wisnu. Ditambahkannya, peserta yang mengikuti kejuaraan ini sangat banyak. Begitu juga dengan animo dari masyarakat pecinta renang yang sangat tinggi, terlebih adanya venue dengan fasilitas yang terawat dengan baik. “Saat ini yang telah terdaftar mencapai 378 peserta atau hampir mencapai 400-an peserta, dengan total 17 negara. Ini adalah satu pertandingan yang terus kami lakukan di luar pembinaan yang sudah berlangsung selama ini,” tegas Wisnu. Event yang berlangsung selama dua hari itu melombakan 34 nomor, dan diikuti mulai dari perenang berusia 25 tahun ke atas. Bahkan, perenang tertua ada yang mencapai usia sekitar 84 tahun. “Berangkat dari sukses Asian Games 2018 ini untuk menjaga momentum semakin mempopularkan olahraga renang di masyarakat umum. Khususnya renang bisa menjadi gaya hidup sehat masyarakat lndonesia yang memang dikenal sebagai negara bahari,” cetus pria yang juga menjabat sebagai Kabid Binpres (Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi) PB PRSI. Sementara itu, kategori usia yang dilombakan adalah usia 25-29 tahun, usia 30-34 tahun, usia 35-39 tahun, usia 40-44 tahun, usia 45-49 tahun, usia 50-54 tahun, usia 55-59 tahun, 60-64 tahun, dan seterusnya. Lalu, nomor yang dipertandingkan adalah putra-putri gaya bebas, gaya punggung, gaya dada, serta gaya kupu-kupu. Semua melombakan mulai jarak 25 meter, 50 meter, dan 100 meter. Hanya gaya bebas yang ada jarak jauh yakni 200 meter. Kemudian, ada nomor 100 meter gaya ganti. Untuk estafet nomor yang dilombakan 4×25 meter gaya bebas, 4×25 meter gaya ganti, 4×25 meter gaya ganti campuran, 4×25 meter gaya bebas campuran. Dalam kesempatan itu, Jason menilai Indonesia memiliki banyak anak berbakat di renang yang bisa menjadi juara di masa depan. “Saya belum banyak mengetahui, karena baru satu hari disini (Indonesia). Tapi, saya melihat mereka sangat antusias, dan banyak anak-anak berpotensi di Indonesia,” tuturnya. “Bagi saya kejuaraan renang master ini sangat baik, karena selain baik dalam menjaga kesehatan, juga pertemanan. Sangat positif dan ini harus bisa berjalan terus,” tukas Jason. Disisi lain, sebagai upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Akuatik, PB PRSI akan menyelenggarakan FINA Coaching Clinic untuk pelatih loncat indah (25-29 April), dan pelatih renang (29 April-3 Mei). (Adt)

Simak Lima Unggulan Indonesia Ini Pada Turnamen India Open 2019

Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta. (Dok: Humas PBSI)

Indonesia mengirimkan total 14 pemain untuk ternamen India Open 2019 yang mulai digelar mulai hari ini 26 sampai dengan 31 Maret 2019 di KD Jadhav Indoor Hall, New Delhi. 14 Pemain tersebut terdiri dari pemain Pelatnas maupun non-Pelatnas, dan diantarana ada lima yang akan menjadi unggulan untuk Tunggal Putra, Ganda Campuran dan Ganda Putri. Tommy Sugiarto, Pemain Tunggal Putra Indonesia akan menempati unggulan keempat untuk kategori tunggal putra. Tommy akan bersaing ketat dengan pemain besar seperti Viktor Axelses (Denmark) dan Kidambi Srikanth (India). Kemudian unggulan tim Indonesia pada nomor ganda putri adalah Greysia Polii/ Apriyani Rahayu yang merupakan juara bertahan India Open. Tahun lalu mereka menjadi juara India Open seusai mengalahkan Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai (Thailand), 21-18, 21-15. Selain itu ganda putri lain, Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta, berada di posisi ketujuh dar daftar unggulan. Sedangkan pada nomor ganda campuran, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang tahun lalu tersisih pada babak pertama berada pada urutan unggulan keempat. Turnamen tahun ini merupakan kesempatan bagi Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja untuk meraih prestasi lebih ketimbang tahun lalu. Disusul dengan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang berada persis di bawah Hafiz/Gloria. Praveen/Melati merupakan runner-up India Open 2018 setelah kalah dari Mathias Christiansen/Christinna Pedersen (Denmark) pada babak final, 21-14, 21-15. (IHA)

Meski Gagal Masuk Final Piala Asia, Sepakbola Indonesia Tidak Akan Mati

Indra Sjafri saat konferensi Press di Hanoi, Vietnam.(foto:Istimewa)

Walaupun Timnas Garuda Muda U-23 tidak berhasil lolos untuk masuk ke putaran final Piala Asia U-23 2020, Indra Sjafri angkat bicara bahwa hal ini tak membuat sepakbola Indonesia mati. Timnas Indonesia kalah di laga Perdana bersaing melawan Thailand dengan skor 0-4, kemudian disusul dengan kekalahan saat melawan Vietnam di stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, pekan lalu (24/3/29) dengan skor 0-1 yang disumbangkan oleh Trieu Viet Hung yang sekaligus mengubur satu-satunya kesempatan bagi timnas Indonesia untuk masuk ke putaran final. Walaupun masih ada satu pertandingan lagi yang tersisa melawan Brunei, selasa (26/3/19) ini, Indonesia takkan mampu mengejar ketinggalannya terhadap Thailand dan Vietnam yang sudah mendulang 6 poin. Indra Sjafri selaku pelatih dengan lapang dada mengucapkan selamat kepada Vietnam yang akan lolos ke putaran final Piala Asia, dan Ia juga mengingatkan bahwa kekalahan ini tidak akan membuat sepakbola Indonesia mati. “Kami ucapkan selamat untuk Vietnam, saya pikir Vietnam akan lolos karena Thailand sebagai tuan rumah otomatis lolos,” kata Indra dalam konferensi pers usai laga. “Dengan kekalahan ini, sepakbola Indonesia tetap berkembang dan apa yang akan kami lakukan tentu ada target lain yang akan kami capai. Tapi yang kami pastikan, sepakbola Indonesia tidak akan mati dengan kekalahan ini,” tegasnya. (IHA)

Indonesia Keluar Sebagai Juara Umum Pada Kejuaraan Binaraga dan Fisik di Singapura

Indonesia berhasil menyabet juara umum pada ajang WFF Dennis World Wide Classic 2019 di Marina Bay Sand, Singapura. Walaupun bersaing dengan 11 negara, tim Indonesia berhasil mendapatkan 14 medai yang terdiri dari Sembilan medali emas, empat medali perak dan satu medali perunggu. “Alhamdulillah, semua melewati target awal kami di kejuaraan ini,” Kata Kemalsyah Nasution Ketua Umum Perbafi yang dilansir dari detikSport, Senin (25/3/2019). Hal ini sangat tidak disangka oleh Perbafi waktu mereka mengirimkan 10 atlet mereka ke ajang ini, saat itu Perbafi hanya mentargetkan posisi tiga besar Delapan dari sepuluh atlet berhasil meraih gelar, dan ada atlet yang berhasil memboyong lebih dari satu medali. Pencapaian tim Garuda di Singapura ini sangat membanggakan, karena sebelas negara lain yang bersaing selama ini adalah pesaing ketat. Rincian Medali: Emas 1.Krisna Purnama (Tiga emas) -Men Beach Model <172 cm -Overall Men Beach Model -Men Beach Model Pro Division 2.Monica Sinatra (empat emas) -Women sportmodel <163 cm -Women SportModel >30 Tahun -Overall Women Sport Model -Women Sportmodel Pro Division 3. Yofanly R (tiga emas) -Men Sport Model <172cm -Overall Men Sport Model -Men Sport Model Pro Division Perak 1. Krisna Purnama -Men Body Building Athlete 2. Dika -Men Beach Model <172cm 3. Amirudin Azis -Men Sport Model > 30 tahun 4. Elly -Women Sport Model > 30 tahun 5. Firma Diana -Ms. Bikini Model >163 cm Perunggu 1. Dian Bagol -Men Bodybuilding Fitness. (IHA)

14 Negara Panaskan Persaingan Kejuaraan Dunia Jetski 2019 di Ancol, Indonesia Bidik Juara Umum

Saiful Sutan Aswar, Ketua IJBA (kiri), mengatakan kejuaraan dunia jetski 2019 yang untuk pertama kali digelar di Indonesia bisa memajukan jetski di Tanah Air. (Adt/NYSN)

Jakarta- Pengurus Pusat (PP) Indonesia Jetsport Boating Association (IJBA) siap menggelar Kejuaraan Dunia Jetski 2019, di venue Jetski Indonesia Academy, Taman Impian Jaya (TIJ) Ancol, Jakarta Utara, pada 27-31 Maret 2019. Event ini mempertandingkan beberapa nomor diantaranya Pro F1 Open, Pro F1 (normally aspirated), dan Amateur F1 Open (grand tourismo). Dan sebanyak 22 tim dari 14 negara turut memanaskan persaingan di kejuaraan dunia yang untuk pertama kalinya dihelat di Indonesia itu. Saiful Sutan Aswar, Ketua IJBA, mengatakan event ini bisa menjadi trigger kedepan, dimana venue yang dibangun bisa terus dimanfaatkan untuk menggelar kejuaraan secara kontinyu. Ditambahkannya, event ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk ‘unjuk gigi’ di hadapan dunia. “Ini merupakan kejuaraan dunia jetski yang pertama di Indonesia. Kami berharap ini menjadi trigger kedepan. Venue ini dibangun tidak diabaikan dan akan secara kontinyu menggelar kejuaraan demi memajukan jetski di Indonesia,” ujar Fully, sapaan akrabnya, di Jetski Indonesia Academy, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (23/3). Lebih lanjut, ia menegaskan Indonesia menargetkan juara umum pada kejuaraan dunia ini, meski yang hadir merupakan para juara dunia. “Persaingan terberat dari negara seperti Prancis, Rusia, Portugal. Tapi kami ingin semua kelas bisa memberikan penampilan yang maksimal,” terangnya. Pada kejuaraan dunia ini, IJBA menurunkan delapan atlet, dimana dua diantaranya adalah kakak beradik Aero Sutan Azwar dan Aqsa Sutan Aswar, yang merupakan andalan utama Merah Putih, dan bakal berlaga di nomor Pro F1 Open. Diharapkan kejuaraan ini menjadi tonggak sejarah pengembangan dan pembinaan olahraga jetski baik di Indonesia maupun Asia, bahkan dunia. “Kejuaraan ini berjalan secara kontinyu, karena setelah ini akan digelar di Maroko. Kedepan kami juga akan membuat kejuaraan dunia junior. Sehingga pembinaan atlet jetski tak putus serta berkesinambungan. Terlebih dengan dukungan venue yang terbaik yang dimiliki saat ini,” tukas Fully. (Adt)