Borobudur Marathon 2022 Diharapkan Lahirkan Atlet Muda Berbakat

Borobudur Marathon 2022 Diharapkan Lahirkan Atlet Muda Berbakat

Borobudur Marathon 2022 resmi dimulai. Pada hari pertama, oara pelari kategori Elite Race Men and women dan juga kategori Young Talent dilepas langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada Sabtu pagi (12/11). Kepada peserta lomba, Ganjar memberikan semangat dan motivasi. Dia juga menjanjikan hadiah bonus bagi peserta yang berhasil naik podium dan memecahkan rekor Borobudur Marathon. “Saya berharap ada pemecahan rekor. Bonus pasti kami berikan kalau ada yang berhasil,” kata Ganjar. “Jadi pemecahan rekor untuk laki-laki dan perempuan dan khusus sebagai penyemangat untuk para pelajar yang naik podium kita berikan bonus tabungan dari Bank Jateng,” imbuhnya. Adapun untuk kategori Elite Race atau full marathon, pelari sebanyak 35 atlet nasional akan menempuh rute berjarak 42.195 km. Sementara kategori Young Talent, pesertanya sebanyak 29 orang yang terdiri dari pelajar berusia 15-18 tahun dilombakan di nomor 10k. Dijelaskan Ganjar, ajang Borobudur Marathon 2022 juga menjadi kesempatan peserta kategori Young Talent yang merupakan atlet binaan angkatan pertama dari Bank Jateng, untuk menjadi pelari profesional. “Kita harapkan Borobudur Marathon akan melahirkan atlet-atlet baru yang masih muda, penuh semangat dan menginspirasi. Mereka punya motivasi kuat untuk jadi atlet hebat,” ungkap Ganjar. Lebih lanjut Ganjar menyampaikan, ajang Borobudur Marathon juga merupakan kesempatan emas untuk membangkitkan geliat ekonomi Jawa Tengah, khususnya di Magelang. Apalagi setelah dua tahun kemarin diterpa pandemi Covid-19. Indikator kebangkitan ekonomi terlihat dari penuhnya penginapan seperti hotel, homestay hingga balai ekonomi desa (balkondes) di Magelang dan sekitarnya. Bahkan, kata dia, rumah-rumah warga juga turut disewakan lantaran penginapan telah diisi para wisatawan, bahkan dari jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan Borobudur Marathon. “Ekonomi mulai menggeliat karena besok cukup banyak ya, 5 ribu orang, itu pun kita batasi. Kalau tidak dibatas bisa membludak itu. Kalau kita lihat kiri kanan dari sini mungkin bisa cek homestay penuh atau tidak. Ini indikator, sehingga rumah-rumah penduduk pun ikut disewakan,” pungkasnya. Adapun di hari pertama, untuk pelajar pemenang kategori Young Talent Women disabet oleh Nur Asakiyah, diikuti Azziati Dina Amalina di posisi kedua dan Nagita Kurniasari di urutan ketiga. Lalu kategori Young Talent Men pelari tercepatnya adalah Iga Saputra, posisi kedua Efriyanto dan posisi ketiga Fadil Aulia Mukti. Para pelajar pemenang ini mendapatkan bonus yang dijanjikan Ganjar yakni tabungan pelajar Bank Jateng senilai Rp 2 juta. Untuk kategori Elite Race Women Marathon 2022, juaranya adalah Pretty Sihite, diikuti Yulianti Utari dan Trianingsih. Kemudian Elite Race Men, pelari tercepatnya adalah Nursodiq, kemudian Irmansyah di posisi kedua dan Musa di urutan ketiga.

7500 Pelari dari 9 Negara Akan Berkumpul di Candi Prambanan Dalam Ajang Mandiri Jogja Marathon 2019

Press Conference Mandiri Jogja Marathon 2019. (Foto: Tribunnews)

Ribuan Pelari yang berasal dari Sembilan negara akan berkumpul di Candi Prambanan untuk berkompetisi dalam ajang Mandiri Jogja Marathon 2019. Total hadiah sebanyak Rp1 millar akan diperebutkan oleh sekitar 7500 pelari dengan rute lari yang mengelilingi Kawasan Candi Prambanan. Rudi AS Aturridha selaku Vice President Corporate Communications Bank Mandiri mengatakan bahwa lomba lari yang akan digelar pada 28 April 2019 ini akan mengambil start dan finish di Kawasan Candi Prambanan. 670 pelari akan mengikuti kategori full marathon, 1530 pelari di kategori half marathon, 2280 pelari di kategori 10k dan kurang lebih 3000 pelari akan berpartisipasi di kategori 5k. Di dalamnya aka nada 24 pelari dari taraf internasional sudah dipastikan akan berpartisipasi di ajang ini. Sebanyak 13 desa di sekitar Candi Prambanan, Candi Plaosan dan Monumen Taruna akan dilintasi para pelari di kategori Full Marathon. “Dalam pemilihan rute Iari, kami mempertimbangkan kenyamanan para pelari di mana peserta lomba dapat berkompetisi sambil menikmati keindahan alam dan kehangatan masyarakat Yogyakarta,” kata Rudi yang dilansir dari Detik Sport di Hotel Marriot Yogyakarta, Kamis (4/4/2019). Sementara itu Pandu Buntaran, Race Director Mandiri Jogja Marathon menjelaskan bahwa rase pack collection akan diadakan pada 26-27 April 2019 di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta dan Race Village akan berada di kawasan Candi Prambanan serta akan diisi dengan pertunjukan musik. Start akan dilakukan di lapangan utama Roro Jonggrang, pemandangan Gunung Merapi bisa dinikmati oleh pelari di Km 13-15, selanjutnya Monumen Taruna Perjuangan dengan Museum pelataran akan menyambut pelari di Km 26. Kemudian di Km 37-39 pelari bisa menikmati pemandangan Candi Plaosan Lor dan Plaosan Kidul. Di Km 40 akan tersaji pemandangan Candi Sewu dan Candi Bubrah sebelum akhirnya finis di Candi Prambanan. “Selain titik tersebut, di beberapa rute pelari juga akan menikmati pemandangan sawah dan nuansa pedesaan yang sangat khas dengan kearifan lokal jawa khususnya Yogyakarta,” jelasnya. (IHA)

Bikin Turnamen Sepak Bola Big Stars U-16, Maria Lawalata Gandeng Kemenpora

Turnamen sepak bola Big Stars U-16 memperebutkan Piala Menpora, akan berlangsung pada 3-9 Mei, di kawasan Sunter, Jakarta Utara. (suarakarya.id)

Jakarta- Meski cabang olahraga atletik yang membesarkan namanya, tapi mantan atlet nasional, Maria Lawalata, justru siap membina sepak bola. Melalui Yayasan Big Stars Nusantara, peraih medali emas nomor Marathon putri pada SEA Games 1991, menggelar Turnamen Sepak bola Big Stars U-16 Piala Menpora. “Saya tertarik menggelar turnamen sepak bola karena saat saya menyumbang medali emas pertama bagi Kontingen Indonesia, sepak bola menutupnya dengan perolehan emas, di SEA Games Manila 1991. Dan, saya ingin sepakbola Indonesia berprestasi lebih baik nantinya,” kata Maria di Jakarta, pada Selasa (3/4). Kejuaraan yang melibatkan 24 tim dari berbagai daerah ini akan berlangsung di kawasan Sunter, Jakarta Utara, pada 3-9 Mei. Maria, yang juga pendiri Yayasan Big Stars, mengaku tujuan diadakannya turnamen ini adalah untuk melakukan pembibitan. Semua atlet yang berpotensi, akan dibina oleh Akademi Sepak Bola Big Stars. “Kami ingin seluruh insan sepak bola, para pemangku kepentingan yang terkait dengan olahraga dapat mendukung turnamen ini demi kemajuan prestasi nasional. Semua bentuk dukungan sangat dibutuhkan,” ujarnya. Selain Yayasan Big Stars Nusantara, turnamen ini juga didukung penuh pengusaha minuman sari buah apel, Juni Eko Susanto. “Saya sangat menyenangi sepak bola. Dan, saya akan mendukung penuh niat Maria Lawalata untuk menggelar Turnamen Sepak bola U-16 Piala Menpora,” kata Juni. Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi mengatakan kepastian diadakannya Big Stars Piala Menpora ialah setelah Yayasan Big Stars menjadi mitra Kemenpora pada tahun lalu. “Jangan lupa, Big Stars Piala Menpora diharapkan juga bisa ikut menyosialisasikan Asian Games 2018,” tutur Imam. Lewat Asisten Deputi Pembinaan Sentra Olahraga Kemenpora, Teguh Rahardjo mengatakan, pihak Kemenpora hanya mendukung pelaksanaan turnamen remaja ini. Alasannya, panitia tidak mengajukan proposal bantuan dana. “Kita hanya bantu doa saja,. Saat ini, kita belum bisa support dana,” kata Teguh saat menjawab pertanyaan tentang dukungan dana terhadap Turnamen Sepakbola U-16 Piala Menpora. (Art)