Kloter Kedua IJL Sukses, Lebih dari 1500 Pemain Membanjiri Sawangan

Lebih dari 1500 calon pemain rumput hijau menghadiri screening IJL kloter kedua pekan lalu (3/3) di sawangan, depok. Foto IJL

Setelah sukses menggelar screening kompetisi Indonesia Junior League (IJL) kloter pertama, kloter kedua pun digelar pekan lalu, Minggu (3/3/19) masih berlokasi di Sawangan. Screening kloter kedua pun dibanjiri oleh lebih dari 1500 calon calon pemain IJL yang siap unjuk gigi di IJL 2019. Gelombang kedua pun berjalan lancar dan sesuai prediksi tim IJL bahwa animo yang ada jauh lebih membludak dibandingkan hari gelombang pertama. Mendadak lapangan sepakbola Sawangan dibanjiri oleh lautan pemain muda calon bintang sepakbola tanaha air. Acara tersebut diawali dengan ASTAM dan diakhiri oleh FIFA Farmel. “Alhamdulilah berjalan lancar biarpun di pagi hari ada kendala cuaca dan banyaknya crew yang terhambat datang karena hujan deras tapi screening tetap on-time digelar sesuai jadwal,” ujar CEO Indonesia Junior League, Rezza Mahaputra Lubis. “Kendalanya banyak tim-tim yang dapat jadwal di pagi hari telat datang alhasil bertumpuk pada sore harinya. Ya tapi ini sebagian dari konsekuensi membludaknya animo untuk ikut IJL 2019,” tambah Rezza lagi. Setiap tahapan dalam proses screening dijalani oleh para pemain sepakbola cilik ini, tak pelak banyak orang tua yang mendampingi anak-anak mereka menjadi penasaran dan mencoba mengintip masuk ke ruang screening. Seperti diinformasikan sebelumnya bahwa tahap screening IJL terbagi menjadi empat tahap, yaitu keabsahan dokumen, tes forensik (cek gigi), sesi foto (database pemain) dan diakhir dengan validasi sidik jari. “Sebenarnya banyak orangtua khususnya dari U-9 mempertanyakan kenapa screeningnya membutuhkan waktu yang cukup lama,” tutur Rezza. “Screening yang dilakukan memang sangat ketat khususnya untuk pemain-pemain yang belum pernah ikut IJL. Pengecekan administrasi seperti cek ijazah, akte lahir dan nomor induk pelajar, pengecekan sidik jari sampai forensik meliputi rekam medis gigi. Ini memang bagian dari regulasi kompetisi,” terang Rezza. Dalam hal rekam medis IJL sangat menganggap hal ini serius, karena ini dinilai sebagai asset jangka panjang untuk mendapatkan database lengkap di masa depan bagi dunia sepakbola tanah air. “Screening medis kami melibatkan dokter gigi Rumah Sakit Mayapada yang sudah berpengalaman dan sangat kompeten di bidang screening usia. Selain memeriksa gigi, tahapan ini juga menjadi faktor penentu lolos tidaknya pemain untuk bermain di kompetisi IJL,” tegas Rezza. “Saya beri acungan jempol untuk beberapa SSB yang sangat tertib dan terorganisir dalam screening kemarin dan begitu memahami tahapan demi tahapannya. Bahkan tim komite IJL dan dokter RS Mayapada sampai membuat rangking delapan besar,” sambungnya lagi. “Pemeriksaan rekam medis ini nantinya pasti juga akan berguna bagi anak-anak di masa mendatang terutama bagi mereka yang punya komitmen menjadi seorang atlet profesional, karena itu kami menerapkan tahapan yang sangat ketat saat proses screening,” tambah Rezza. Dalam waktu dekat acara IJL 2019 akan segera digelar dengan kemeriahan dari 66 tim SSB, sembari menunggu proses rehabilitas lapangan GOR sawangan tersebut. “Semuanya tergantung kondisi lapangan POR Sawangan yang sedang dalam fase perawatan. Kick-off paling cepat 24 Maret, selambat lambatnya awal April. Kita lihat saja progresnya mulai dari sekarang karena soal lapangan IJL sebisa mungkin tidak mau setengah-setengah, kami ingin memberikan wahana terbaik untuk anak-anak,” pungkas Rezza. Berikut adalah daftar tim kontestan IJL 2019: U-9: ASTAM Salfas Soccer Ragunan Soccer School ASIOP Apacinti FU15FA Bina Sentra M’Private Soccer School All Star Galapuri CISS BMIFA Pro:Direct Academy Pelita Jaya SS Indonesia Rising Star Metro Kukusan Garuda Muda Soccer Academy Maesa Cijantung Ocean Stars Serpong Jaya GRT Sitanala Indonesia Muda Utara SoccerEd Cipondoh Putra SSJ Kota Bogor Alba FC Fifa Farmel Sparta Garec’s Remci Kancil Mas Kembangan 8 Putra Agung Young Warrior D’Joe Soccer U-11: ASTAM Salfas Soccer Ragunan Soccer School ASIOP Apacinti FU15FA Bina Sentra M’Private Soccer School All Star Galapuri CISS BMIFA Pro:Direct Academy Pelita Jaya SS Putra Sejati Giras FC Gagak Rimang Maesa Cijantung Ocean Stars Serpong Jaya GMSA Indonesia Rising Star Indonesia Muda Utara Java Soccer Academy GRT Sitanala Tajimalela FA Sparta Remci Young Warrior Satria Muda FA Fifa Farmel Alba FC Brazillian Soccer School Stoni Indonesia Garec’s D’Joe Soccer B24HABS. (IHA)

Empat Sosok Muda ini Dianggap Sebagai Kunci Perubahan PSSI

Bob Hippy, legenda Timnas era 60-an mendukung empat sosok muda untuk membenahi PSSI.

Banyak orang berpikir bahwa ini saatnya bagi PSSI untuk mengadakan perubahan atau revolusi, terutama di dalam tubuh dan pengurus besar PSSI itu sendiri, mengingat beberapa insiden yang akhir-akhir ini terkuak, lengsernya Edy Rahmayadi dan juga kasus terkaitnya PLT Joko Driyono sebagai tersangka dalam tragedy “Match Fixing”. Semenjak itu banyak sekali dorongan dari pihak eksternal untuk merevolusi tubuh PSSI, bahkan salah satu legenda timnas era 60-an Bob Hippy ikut buka suara, Ia menantang para sosok muda untuk keluar dari “Persembunyiannya”. Bob Hippy, pria berusia 71 tahun itu terlihat lelah dengan bobrok yang tak berujung di dalam organisasi sebesar PSSI. “Saya kira PSSI memerlukan sosok yang benar-benar komit membangun sepak bola Indonesia yang bersih dan bertanggung jawab. Ini bukan hanya soal Ketua Umum atau Wakilnya saja tapi juga anggota Komite Eksekutif (Exco),” tegas Bob Jumat (29/2/19). “Juga Asprov di 34 Provinsi. Para voters yang punya hak suara harus pun harus dibekali visi-misi yang jelas, ya apalagi kalau bukan sepak bola bersih,” sambung Bob yang pernah mengoyak gawang Jerman Timur saat masih berseragam Persija Jakarta. Akhir-akhir ini ramai dibahas di kalangan media, mengenai siapa sosok muda yang dinilai memiliki kapabilitas untuk memimpin PSSI. Tercatat ada empat sosok muda yang mendominasi pembahasan tersebut, yaitu: Rezza Mahaputra Lubis (CEO Indonesia Junior League). Ahmad Zaki Iskandar (Bupati Tangerang) Munafri Arifudin (CEO PSM Makassar) Azrul Ananda (CEO Persebaya Surabaya) Siapa saja dan apa saja prestasi empat sosok diatas dalam bidang olahraga, tepatnya cabang olahraga sepakbola di tanah air, sehingga mereka disebut layak untuk me-“Revolusi” organisasi sepakboal terbesar di Indonesia. Ahmad Zaki sendiri jadi salah tokoh pemimpin daerah yang sukses membangun 27 stadion mini di Kabupaten Tangerang. Munafri Arifudin, sepak terjangnya cukup sukses dengan mengkomandoi klub legendaris sekelas PSM Makassar, hanya dalam jangka waktu dua tahun ia mampu mengembalikan marwah Juku Eja. Azrul Ananda, sebelum menjadi orang nomor satu di Persebaya adalah pendiri DBL (Development Basketball League), sosok milenial pula di kalangan media. Rezza Mahaputra Lubis, bersama Indonesia Junior League tengah hebat-hebatnya menyusun kerangka sepak bola Tanah Air lewat investasi di kompetisi level usia muda. Keempat sosok tersebut pun terdengar cocok bagi Bob, bahkan Ia berharap bukan hanya salah satu dari empat sosok tersebut, tetapi semuanya dapat maju bersama untuk melakukan pembenahan total di tubuh PSSI. “Yang paling penting tentunya harus punya waktu yang penuh untuk PSSI artinya tidak memegang jabatan lain. Wawasannya di sepak bola pun harus luas, tidak hanya skala nasional tapi juga Asia hingga Dunia,” ujar Bob di Jakarta. “Kalau mau revolusi ya harus benar-benar dari akarnya, jangan terulang lagi yang sudah, bersih-bersih total,” ujar Bob lagi.Rencananya PSSI akan mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB), ide ini tercetus setelah anggota Komite Eksekutif (Exco) mengadakan rapat di Jakarta (19/2) pasca penetapan Joko Driyono sebagai tersangka. KLB ini pada dasarnya memiliki dua agenda besar, yaitu membentuk perangkat Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP). Bagaimana menurut pendapat sobat muda NYSN? silahkan komen dibawah ini. (IHA)

Sejarah eSports Indonesia Akan Dibangun di Kawasan BSD

CEO NXL, Richard Permana

Jakarta – Fenomena eSports (Elektronik Sports) terus berkembang dan mulai memancing perhatian dari berbagai kalangan, mulai dari gamers, media, hingga perusahaan-perusahaan besar yang sama sekali tidak bergerak di bidang eSports. Perkembangan eSports pun atau biasa yang lebih dikenal dengan olahraga yang menggunakan game sebagai bidang kompetitif utama yang dimainkan oleh profesional di Indonesia sudah lebih baik. Guna mewadahi para gamers eSports Indonesia, NXL sebagai tim eSports yang menjadi penggagas awal munculnya eSports di Indonesia akan memiliki NXL eSports Center di kawasan BSD. “Nanti kita punya fasilitas di kawasan BSD, NXL dari A sampai Z akan ada disitu. Mulai sejarah NXL dari tahun 2005 sampai 2019, bagaimana perjuangan kita menjadi pioner eSports di Indonesia,” ucap CEO NXL, Richard Permana, Minggu (3/3/2019). Di NXL eSports Center itu, nantinya para pengunjung baik itu fans NXL maupun gamers-gamers yang ingin merasakan bermain eSports bisa datang ke NXL eSports Center. “Ya kami akan open to public jadi fans siapapun bisa datang, bisa merasakan bermain juga. Rencananya, NXL eSports akan mulai dibangun akhir Maret ini,” imbuhnya. Bukan hanya itu saja, di NXL eSports Center akan lebih banyak mengadakan event eSports, yang bertujuan untuk mewadahi atau mencari atlet eSports terbaik. “Bakal ada event-event eSports nantinya. Misalnya, kita mau cari atlet eSports dari game PUBG kita buka audisi untuk cari yang terbaik,” tutur Richard. (Lan)

Indonesia Targetkan Tiga Emas Sea Games Manila 2019 di Cabor eSports

CEO NXL, Richard Permana sedang memantau para peserta qualifikasi, Minggu (3/3/2019).

Jakarta – Perkembangan eSports (Elektronik Sports) atau biasa yang lebih dikenal dengan olahraga yang menggunakan game sebagai bidang kompetitif utama yang dimainkan oleh profesional di Indonesia sudah lebih baik. Fenomena eSports terus berkembang dan mulai memancing perhatian dari berbagai kalangan, mulai dari gamers, media, hingga perusahaan-perusahaan besar yang sama sekali tidak bergerak di bidang eSports. Berbagai event atau kejuaraan bergengsi Esports kerap kali digelar dan antusias para gamers sangat luar biasa. Bahkan, eSports ini pada saat Asian Games Jakarta-Palembang lalu sudah di uji lombakan meski tidak dihitung kedalam jumlah medali kontingen. Jika di Asian Games masih menjadi ajang uji lomba bagi cabang olahraga (Cabor) eSports. Kini eSports sudah resmi masuk dalam cabor di Sea Games Manila 2019 mendatang dan akan dihitung medali yang di dapat kontingen. Di eSports Asian Games, Indonesia sukses meraih 1 emas di nomor game Clash Royale dan 1 perak di nomor game Hearthsone. Nantinya di Sea Games Manila, Indonesia mematok tiga emas untuk cabor eSports. Meski ada 6 game yang dipertandingkan yakni NBA2K19, Tekken 7 (konsol), Dota 2, StarCraft II (PC), dan terakhir Mobile Legends dan Arena of Valor (mobile). “Game yang dipilih oleh Filipina ini game keunggulan mereka semua, kaya NBA2K19 tapi, Kemenpora nargetin kita tiga emas. Kita optimis bisa dapat emas di nomor game Mobile Legends, Tekken 7 dan Dota 2. Indonesia untuk game Mobile Legend itu jago banget, optimis emas,” ucap CEO NXL, Richard Permana dibilangan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Minggu (3/3/2019). “Yang Dota 2 kami malahan nyewa pelatih yang jadi pemenang Dota 2 di The Internasional. Pokoknya Dota kita nggak boleh kalah dari Thailand, Filipina, Singapura sama Malaysia,” sambungnya. Richard yang merupakan pelopor eSports di Indonesia, nantinya akan dipercaya untuk menangi para pemain mulai dari pemilihan pemain dan lain sebagainya. “Nanti kan ada lima pemain yang dipilih untuk wakilin Indonesia di eSprots Sea Games. Dan, nanti akan kita kumpulin dan pilih 20 pemain yang akan dikarantina selama sebulan. Kemudian, akan diadu dan dipilih yang terbaik,” ujarnya. Dan, rencananya 20 atlet eSports Indonesia akan menjalani Pelatihan Nasional (Pelatnas) dua belum sebelum ajang Sea Games Manila 2019. (Lan)

Turnamen Asiana Cup V Kembali Bergulir, Wujud Konsistensi ASS Lakukan Pembinaan Sepak Bola Usia Dini

Agus Gumiwang Kartasasmita, Pendiri ASS, membuka Asiana Cup V/2019. Menurutnya pembinaan usia dini sangat penting. (Adt/NYSN)

Jakarta- Turnamen sepak bola usia dini Asiana Cup kembali dihelat di Lapangan Panahan, Komplek Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, pada 2-3 Maret 2019. Asiana Cup merupakan event tahunan yang diselenggarakan Asiana Soccer School (ASS). Tahun ini, turnamen ini telah memasuki penyelenggaraan kelima. Event yang diperuntukan bagi kelompok usia (KU) 10 tahun itu sekaligus merupakan ajang bertemunya anak-anak bertalenta dari berbagai kota dan mancanegara yang siap berlaga secara sportif. Pada Asiana Cup V/2019 diundang 9 SSB (Sekolah Sepak Bola) terbaik dari berbagai kota di Tanah Air, seperti Jakarta, Bandung, Medan, Yogyakarta, Semarang, dan Malaysia. Agus Gumiwang Kartasasmita, Pendiri ASS, mengatakan pembinaan sepak bola usia dini mutlak diperlukan jika Indonesia ingin menorehkan prestasi di level Asia Tenggara maupun Asia. “Penting untuk dilihat dari anak-anak usia dini yakni menanamkan dasar-dasar sepak bola dan menguasai wawasan dalam bermain sepak bola. Karena tidak mungkin mereka bisa berprestasi nantinya tanpa adanya pembinaan usia dini,” ujar Agus Gumiwang usai membuka turnamen Asiana Cup V, di Lapangan Panahan, Kompleks GBK Senayan, Jakarta, Sabtu (2/3). Ditegaskannya, semua stakeholder yang konsen terhadap sepak bola memiliki tanggung jawab bersama untuk melahirkan pemain yang bagus. “Indonesia tidak pernah kekurangan talenta-talenta muda sepak bola. Dan untuk menciptakan pemain yang memiliki karakter permainan yang bagus dimulai dari usia dini,” lanjut pria yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial (Mensos) RI itu. Sementara itu, Galih Dimuntur Kartasasmita, Presiden Direktur (Presdir) PT Asiana Raga Prestasi, menyebut dari gelaran Asiana Cup yang telah memasuki tahun kedua, dan penyelenggaraan kelima ini diharapkan lahir bibit pemain usia dini yang nantinya bisa membawa harum nama Indonesia di tingkat internasional. “Kami melihat anak-anak ini merupakan bibit dan masa depan sepak bola bukan hanya di Indonesia, tapi juga Asia. Sehingga kami konsisten menggelar turnamen Asian Cup ini,” jelas Galih. Menurutnya, kunci dari pengembangan sepak bola terdapat di usia dini. Ia mencontohkan keberhasilan tim nasional (Timnas) U-22 yang berhasil menjadi kampiun di ajang AFF tak lepas dari peran pembinaan usia dini. “Ini menjadi tugas dan tanggung jawab dari orang tua, pelatih, dan semua pihak untuk membawa mereka ke level yang lebih tinggi,” tutur Galih. Sedangkan Luthfi Kamal Baharsyah, salah satu skuat Timnas U-22 yang sukses merajai Piala AFF U-22/2019, meminta para pemain tampil penuh semangat tinggi dan bisa menujukan sportifitas ketika bertanding. “Untuk semuanya bisa bermain dengan semangat dan sportif serta jangan takut bermimpi, semoga bisa membela timnas nantinya,” tukas Luthfi. (Adt)

PODSI Kirim Mayoritas Atlet Junior, Bidik Juara Umum SEA Games 2019 Filipina

Hifni Hasan (Ketua Bidang Organisasi PB PODSI), usai pembukaan Rakernas menyebut dengan menurunkan mayoritas atlet junior, cabor dayung membidik gelar juara umum SEA Games 2019. (Adt/NYSN)

Jakarta- Keinginan pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk menurunkan mayoritas atlet junior di ajang multievent SEA Games 2019 Filipina disambut positif oleh Pengurus Besar (PB) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI). Hal itu ditegaskan Hifni Hasan selaku Ketua Bidang Organisasi PB PODSI usai pembukaan Rakernas (Rapat Kerja Nasional) PB PODSI, di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpera), Jakarta, pada Rabu (27/2) malam. “Kalau kami di cabang olahraga dayung untuk event seperti PON (Pekan Olahraga Nasional) yang diturunkan adalah atlet junior semua, sedangkan yang senior sudah tidak boleh bertanding. Jadi pembinaan untuk atlet junior sudah mantap dan telah kami lakukan,” ujar Hifni. Ia menegaskan dengan komposisi mayoritas atlet junior di pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara, PB PODSI membidik gelar juara umum. Di SEA Games 2019 Filipina, cabang olahraga (cabor) dayung akan memperebutkan sebanyak 18 medali emas. “Dengan adanya Rakernas ini, PB PODSI atas perintah Ketua Umum agar segenap pengurus menjadikan cabor dayung menjadi juara umum pada SEA Games 2019 dengan meraih 9 medali emas. Artinya kami akan mengambil 50 persen dari total medali yang diperebutkan,” lanjutnya. Selain prestasi tinggi di SEA Games 2019, ungkap Hifni, PODSI juga mematok target di multievent bergengsi lainnya, yakni Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang, dan Asian Games 2022 Hangzhou, China. “Kami menargetkan untuk bisa meloloskan minimal dua atlet pada Olimpiade 2020,” tambah Hifni. Lebih lanjut, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) KOI (Komite Olimpiade Indonesia) itu, menyebut PODSI berencana memindahkan Pelatnas (Pemusatan Latihan Nasional) cabang kano dan kayak dari Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta ke Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sebagai persiapan kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. “Lokasi Pelatnas PODSI di Pangalengan nantinya akan termasuk atlet-atlet kano dan tidak hanya bagi atlet-atlet dayung,” terangnya. Namun, Pelatnas perahu naga, menurutnya, akan tetap berada di Jatiluhur. Ia beralasan pemindahan lokasi Pelatnas cabang kano dan kayak ke Pangalengan dari Jatiluhur dikarenakan atlet-atlet kano juga membutuhkan lokasi latihan dengan ketinggian 1.500 meter hingga 2.000 meter. “Harus ada suasana latihan yang bagus bagi mereka untuk bisa mencapai prestasi,” cetusnya. Sementara itu, Budiman Setiawan, Wakil Ketua Umum PB PODSI, menyatakan selepas Asian Games 2018, Pelatnas cabor dayung terus berlanjut. “Pelatnas tidak pernah berhenti. Setelah Asian Games 2018, kami hanya libur 2 minggu, dan para atlet sudah mulai latihan lagi. Karena kami diberikan anggaran oleh Kemenpora sampai dengan akhir Desember lalu. Jadi kami manfaatkan dengan benar,” terang Budiman. Guna persiapan SEA Games 2019, Budiman menyebut pihaknya mengajukan 35 atlet untuk nomor rowing, 26 atlet nomor kano, dan 52 atlet nomor perahu naga. “Mereka ini kami siapkan sasarannya menuju Asian Games 2022. Jadi jangan sampai di Asian Games 2022 medali kurang dari pencapaian Asian Games 2018,” urainya. Dalam kesempatan itu, Hadi Muljono, Ketua Umum PB PODSI, menuturkan Rakernas ini adalah upaya untuk memantapkan persiapan menuju SEA Games 2019, Olimpiade 2020, dan Asian Games 2022. “Saya kira Rakernas ini akan menyiapkan program kerja, pelatih, dan kesiapan untuk menghadapi event-event internasional maupun nasional seperti juga PON 2020,” tukas Hadi yang juga menjabat Menteri PUPR itu. (Adt)

Animo IJL Musim 2019 tak Terbendung, Lebih Dari 1000 Pemain Mengikuti Screening Kloter Pertama

Proses foto untuk mengumpulkan database pemain dalam screening IJL 2019 U-9 dan U-11 kloter pertama di sawangan, depok Minggu lalu (24/02/19). Foto: IJL

Indonesia Junior League (IJL) musim 2019 U-9 dan U-11 akan segera menyemarakkan kompetisi sepak bola usia dini di Indonesia. Ajang ini akan diawali dengan proses screening pemain yang dimulai di hari minggu (24/02/2019) hingga 3 Maret 2019. Proses screening hari pertama untuk kompetisi yang akan diikuti oleh 66 SSB ini dibuka dengan antusiasme yang tinggi. Tercatat lebih dari 1000 calon pemain laga IJL menyerbu lokasi screening yang terletak di Sawangan, Depok. Seperti diketahui Sawangan memang bukan tempat yang baru dikenal dalam dunia sepak bola tanah air. “Nama Sawangan sudah identik dengan Timnas Indonesia khususnya program pengembangan usia muda, setidaknya kehadiran IJL nantinya bisa memberi warna dan gairah baru lebih segar,” ujar Rezza Mahaputra Lubis yang menjabat sebagai CEO IJL. “Sebisa mungkin dari proses screening sampai kick-off kompetisi IJL 2019 bergulir, atmosfer itu yang akan kami bawa utamanya agar anak-anak bisa kenal Sawangan lebih dekat,” tambah Rezza. “Kami kan juga punya tim Elite semacam timnasnya IJL tiap musimnya, semoga dari Sawangan bibit-bibit baru akan lebih banyak bermunculan,” sambung Rezza lagi. Proses tahapan screening akan terbagi menjadi empat tahap mulai dari pengecekan data dokumen, cek gigi, sesi foto sampai validasi finger print. “Banyak dari mereka yang baru menjalani proses screening lewat sesi cek gigi, tidak jarang banyak hal lucu menghampiri. Anak-anak ini kita mereka akan disuntik,” ungkap Rezza seraya tertawa lebar. IJL tetap berlaku secara professional dalam menggelar proses screening ini, salah satunya adalah dengan konsisten menggandeng SSB sebagai mitra strategisnya dan juga menganggap serius pencatatan database pemain sebagai asset jangka panjang dunia sepak bola tanah air. “Tak lain kami ingin lebih menekankan soal profesionalisme ke teman-teman SSB, tidak gampang memang tapi setidaknya dari proses screening yang ketat akan menggambarkan pentingnya database pemain sebagai investasi jangka panjang masa depan sepak bola Indonesia. Harus dimulai sejak usia dini memang, kalau tidak sekarang ya kapan lagi,” tandas Rezza. (IHA)

Mengukir Sejarah, Indonesia Lolos Sebagai Kampiun Pada Ajang Piala AFF U-22 LG CUP 2019

Selebrasi Timnas Indonesia setelah menjuarai ajang Piala AFF U-22 2019 seusai menaklukkan Thailand 2-1 di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (26/2/2019). (foto : pojoksatu)

Sejarah baru dalam dunia olahraga Indonesa hari ini telah dicetak dari cabang olahraga Sepakbola, Indonesia berhasil lolos sebagai juara pada ajang Piala AFF U-22 2019 usai menaklukkan Thailand dengan hasil 2-1. Pertandingan final yang diadakan di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (26/2/2019) tersebut diawali dengan kondisi imbang 0-0 pada babak pertama. Walaupun Thailand sempat memimpin pada menit ke 57, tetapi tim merah putih dapat menyamakan keadaan dengan hanya dengan selisih satu menit melalui tendangan Sani Rizki yang membentur pemain bek Thailand. Pada menit ke 63, Osvaldo Haay pun tampil sebagai penentu kemenangan Indonesia dengan sundulannya setelah mendapatkan umpan tendangan bebas dari M. Luthfi Kamal. Meski dalam pertarungan sengit tersebut tim Indonesia harus kehilangan Kapten Bagas Adi Nugroho karena kartu merah, tetapi Indonesia mampu bertahan dan menuntaskan pertandingan tersebut sebagai Juara dengan hasil akhir 2-1 atas Thailand. (IHA)

Siapkan Atlet Muda, PRSI Bidik Prestasi Tinggi di SEA Games 2019 Filipina

Anindya Novyan Bakrie, Ketua Umum PB PRSI (kedua dari kiri), menyebut PRSI akan mengirimkan atlet muda ke SEA Games 2019 Filipina dan membidik enam medali emas. (Adt/NYSN)

Jakarta- Pengurus Besar (PB) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas), di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, pada 24-25 Februari 2019. Tercatat, 34 utusan Pengurus Provinsi (Pengprov) PRSI dari seluruh Indonesia hadir dalam pertemuan yang mengusung tema ‘Sukseskan PON 2020 serta ukir prestasi pada SEA Games 2019 untuk menuju Olimpiade 2020’ tersebut. Dengan agenda utama Rakernas yakni membahas kinerja, pencapaian prestasi serta rencana program kerja orgnisasi cabang olahraga akuatik sepanjang tahun ini. Anindya Novyan Bakrie, Ketua Umum PB PRSI, menyebut terdapat lima poin penting pada Rakernas ini. Pertama, mendukung upaya PRSI termasuk budget untuk memastikan SEA Games 2019 berjalan lancar. “Kedua, PRSI kedepannya akan bekerja sama dengan Pengprov untuk memberikan kajian maupun dukungan-dukungan seperti apa yang diberikan pemerintah daerah kepada Pengprov PRSI. Dan PRSI berencana akan menggelar PRSI Award pada 2020, serta akan mengundang tiga gubernur yang dianggap memberikan dukungan kepada Pengprov PRSI,” ujar Anindya usai penutupan Rakernas, pada Senin (25/2). Ketiga, lanjut pengusaha berusia 44 tahun itu, PRSI berupaya lebih memperbanyak lagi pelatihan wasit, dan pelatih di daerah maupun di pusat. Bahkan, PRSI akan bekerja sama dengan FINA (Federation Internationale de Natation/federasi renang internasional) supaya mendapatkan tenaga ahli agar mereka yang berada di daerah dapat berkembang dan melahirkan atlet. “Keempat, PRSI memastikan akan memasyarakatkan renang lebih besar lagi dengan memantapkan program ‘Ayo Berenang’ bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Pariwisata,” tambahnya. “Dan, kelima, PRSI memberikan Akte Notaris kepada setiap Pengprov secara gratis,” sebut Anindya. Soal Akte Notaris ini, juga ditegaskan Sarman Simanjorang, Wakil Ketua Umum (Waketum) PB PRSI. Menurut Sarman, pihaknya memfasilitasi setiap Pengprov untuk memiliki Akte Notaris secara gratis. “Ini kami lakukan karena banyak sekali klub-klub renang belum memiliki dokumen hukum. Dan tadi kami sudah berikan kepada salah satu klub di Sumartera Utara,” ungkap Sarman. (edited) Sementara itu, terkait SEA Games 2019 Filipina, Anindya menegaskan induk organisasi renang yang dipimpinnya memiliki target yakni bisa melebihi pencapaian SEA Games 2017 Kualalumpur, Malaysia. Di Negeri Jiran Malaysia, dua tahun lalu, cabang renang hanya mampu membawa pulang empat medali emas melalui I Gede Siman Sudartawa, Triady Fauzi Sidiq, Gagarin Nathaniel Yus, dan Indra Gunawan. “Kami berharap di SEA Games 2019 Filipina bisa meraih enam medali emas. Kami mohon doa, semoga keinginan ini bisa tercapai,” jelas putra sulung pengusaha nasional Aburizal Bakrie (ayah) dan Tatty Murnitriati (ibu) itu. Ia juga menyatakan PRSI sebisa mungkin akan mengirimkan atlet yang lebih muda ke pesta multievent olahraga terbesar se-Asia Tenggara itu. “Persiapan kami terus berjalan. Dari tahun lalu sehabis Asian Games lalu, kami langsung melihat kekurangan yang ada serta berupaya untuk memastikan perenang-perenang muda bisa beraksi dan berhasil di SEA Games 2019 di Filipina,” cetus Anindya. Hal membanggakan, ungkap pria kelahiran 10 November 1974 itu, terdapat dua perenang muda Indonesia, yakni Azzahra Permatahani (16 tahun), dan Adinda Larasati Dewi (18 tahun) yang lolos limit kualifikasi A Youth Olympic (Olimpiade Remaja), di Buenos Aires, Argentina, Oktober tahun lalu. “Bagi kami ini suatu ‘angin segar’ dan capaian ini harus terus dilanjutkan. Jadi strategi kami di SEA Games nanti sebisa mungkin menurunkan yang muda-muda. Karena selepas SEA Games yang berikutnya ada Olimpiade Tokyo 2020 yang tantangannya jauh lebih berat lagi dari SEA Games maupun Asian Games,” tuturnya. “Setelah itu di 2021 ada SEA Games lagi, kemudian disambung Asian Games 2022. Jadi benar-benar atlet-atlet muda ini harus diberikan pengalaman di SEA Games, biarkan mereka menambah pengalaman dan jam terbang untuk bisa memecahkan prestasi di Asian Games 2022 nantinya,” terang Anindya. Ditegaskan suami dari Firdani Saugi, Rakernas ini tidak hanya membicarakan target yang ingin dicapai pada 2019 hingga 2020 saja, namun juga membahas proyek jangka panjang dan masa depan atlet muda. “Kami memikirkan ke depannya nanti seperti apa. Karena kami harus mempersiapkan sistem-sistem yang baik, dan memikirkan atlet-atlet muda. Mereka harus dipikirkan sekolahnya agar bisa berkembang bukan hanya sebagai atlet, tapi harus diperhatikan dengan baik dari pelatihnya, lingkungannya. Karena lingkungan yang kompetitif akan membawa mental yang lebih kuat,” tukas Anindya. (Adt)

Dua Pemain Sepakbola Akademi Tiga Naga Pekanbaru Akan Mengirimkan Pemain U-16 & U-18 ke CD Numancia Spanyol

Presiden CD Numancia, Moises (Kiri) bersama Rudi SInaga (Kanan) pemilik akademi Tiga Naga di Spanyol

Bertemunya pihak akademi Tiga Naga, sebuah klub pembinaan sepakbola di Pekanbaru, Riau dengan pihak CD Numancia di Soria, SPanyol pada Oktober tahun lalu membuka kesempatan bagi pihak Tiga Naga untuk mengirimkan pemainnya berlatih dan bermain di CD Numancia. Rudi Sinaga sendiri selaku pemilik dari Klub Tiga Naga saat itu bertemu langsung dengan Presiden dan pemilik Klub CD Numancia Moises Israel Garzon, tim Segunda Division Spanyol – Liga 2 Spanyol. Dalam pertemuan tersebut ternyata pihak CD Numancia tertarik untuk melihat penampilan dan kualitas para pemain Tiga Naga. “Pihak CD Numancia tertarik dengan pemain kita. Mereka minta untuk dikirimkan,” kata Rudi, Sabtu (9/2/2019). Karena hal tersebut maka mereka sepakat untuk mengirimkan dua pemain Tiga Naga untuk berlatih dan bertanding di kompetisi liga 2 Spanyol tersebut. Pemain yang akan dikirimkan adalah dari kelompok umur U-16 dan U-18, mengenai siapa yang akan dikirimkan Rudi Belum bisa memberikan komentar pasti. Bulan Maret depan Rudi berencana untuk bertolak kembali ke Madrid, Spanyol, untuk mendalami aturan dan prosedur perihal pengiriman pemain bola dari Indonesia ke Spanyol. “Di Madrid kita akan ketemu dengan Pak Moises dan tim. Di situ akan kita finalisasi pengiriman pemain kita ke CD Numancia,” ujarnya. Pihak Tiga Naga juga berterima kasih kepada CEO Uni Papua, Harry Widjaja yang telah berkontribusi untuk menjalin kerjasama antara Akademi Tiga Naga dan CD Numancia, sehingga Tiga Naga dapat menjalankan program pengembangan pemain usia dini dengan maksimal. Dalam jangka panjang, kerjasama antara Tiga Naga, Uni Papua dan CD Numancia akan terus terjalin demi menyaring bibit-bibit muda yang berbakat di kelompok umur U-16 dan U-18 di Indonesia. “Setelah kita dapat, bisa dibina di Akademi Tiga Naga dulu atau langsung ke CD Numancia,” ujarnya. Tidak lupa Rudi juga turut berkomentar mengenai pemain sepakbola Indonesia yang saat ini juga sedang menjalani masa trial di CD Numancia, Osvaldo Ardiles Haay, seorang rising star di Indonesia yang juga merupakan pemain terbaik Liga 1 Musim 2018 di Indonesia. “Kita harapkan semua pihak bisa mendukung langkah Osvaldo Ardiles Haay. Dia pemain bagus yang saat ini butuh pengalaman di luar,” ujar Rudi. (IHA)

Tonjolkan Kearifan Lokal, Riors Luncurkan Jersey Anyar PSIS Semarang

Perusahaan apparel asli Indonesia, Riors meluncurkan jersey anyar PSIS Semarang. Yudhi Setiawie mengatakan design jersey tersebut menonjolkan kearifan lokal Kota Semarang. (Adt/NYSN)

Jakarta– Perusahaan apparel asli Indonesia, Riors dan klub sepak bola PSIS Semarang kembali menjalin kerjasama. Sinergi kedua belah pihak yang sudah terjalin selama tiga tahun, sejak 2017, ditandai dengan peluncuran jersey anyar bagi klub berjuluk ‘Laskar Mahesa Jenar’ tersebut. Jersey yang disediakan Riors untuk PSIS Semarang dalam mengarungi kompetisi musim 2019 yakni berwarna biru (kandang) dan putih (tandang). Yudhi Setiawie, Owners Riors, mengatakan design jersey yang dikenakan klub kebanggaan warga Semarang tersebut diambil dari kearifan lokal Kota Semarang. “Untuk design jersey ini, kami ingin lebih menonjolkan kearifan lokal Kota Semarang. Selain dari segi bahan dan pola, kami juga sangat fokus pada kenyamanan serta fungsional untuk dikenakan oleh para pemain,” ujar Yudhi, di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (18/2). Dibandingkan dengan jersey sebelumnya, kali ini Riors memasang kepala Naga di bagian depan jersey berwarna biru PSIS Semarang. “Jersey ini kami konsepkan dengan matang. Kami juga perlihatkan ada wajah naga di bagian depan jersey,” lanjutnya. Dan, untuk jersey berwarna putih, ungkap Yudhi, terdapat sisik-sisik naga. “Kami ingin para pemain ini juga kuat seperti naga pada saat bertanding,” tambah Yudhi. Sedangkan untuk Jersey PSIS Semarang yang akan dikenakan untuk mengarungi Liga 1 Indonesia musim mendatang, Yudhi menjelaskan pihaknya akan merancang jersey dengan design terbaik, dengan kualitas yang terus ditingkatkan. “Menatap Liga 1 Indonesia musim 2019-2020, Riors akan merancang jersey PSIS Semarang yang pastinya jauh lebih baik dari jersey yang kami luncurkan saat ini,” cetus Yudhi. Dalam kesempatan yang sama, Yoyok Sukawi, CEO PSIS Semarang, menyebut Riors selalu memberikan kejutan kepada klub sepak bola kebanggaan warga Kota Atlas. Ia juga menyebut selama kurun waktu tiga tahun menjalin kerjasama, Riors telah menjadi bagian dan setia menemani PSIS Semarang sejak dari Liga 2 hingga Liga 1 Indonesia. “Atas dukungan maupun support yang luar biasa ini, kami ucapkan banyak terima kasih pada Riors,” cetus Yoyok. Disisi lain, Yoyok mengaku mendapatkan keuntungan lebih atas penjualan jersey resmi PSIS Semarang, dimana totalnya mencapai ribuan jersey. “Tahun kemarin kami cukup bagus penjualannya. Dan kami menargetkan penjualan tahun ini bisa lebih besar atau dua kali lipat,” tutur Yoyok. Sementara itu, salah satu skuat PSIS, Bayu menyebut dengan jersey baru ini akan dapat menambah kepercayaan diri dalam melakoni setiap pertandingan. “Dengan jersey baru ini, secara pribadi semakin menambah kepercayaan diri, dan berusaha melakukan yang terbaik dalam setiap pertandingan untuk bisa meraih kemenangan,” tukas Bayu. (Adt)

IJC Gelar Festival Judo 2019, Undang 5 Negara Ramaikan Persaingan

JC akan menggelar Festival Judo 2019, di Park Mall, Karawang Barat, Jawa Barat, 23-24 Februari mendatang. (Adt/NYSN)

Jakarta- Indonesia Judo Community (IJC) menggelar Festival Judo 2019, di Park Mall, Jalan Resinda Raya, Karawang Barat, Jawa Barat, pada 23-24 Februari mendatang. Event ini dihelat dalam rangka menyambut HUT (Hari Ulang Tahun) pertama komunitas pimpinan Arnold Silalahi itu. Hingga kini, tercatat 450 peserta dari tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan SD (Sekolah Dasar) bakal meramaikan persaingan pada Festival Judo 2019 yang mempertandingkan 3 kategori, mulai dari kelas 1-3 SD, kelas 4-6 SD, serta SMP, dan memperebutkan total 44 medali emas. Selain itu, IJC juga mengundang peserta dari 5 negara di Asia, di antaranya Filipina, Taiwan, China, Singapura, dan Malaysia. “Sebenarnya Uzbekistan ingin ikut berpartisipasi, tapi tidak jadi karena pasport mereka belum selesai sampai dengan sekarang,” ujar Arnold, Presiden IJC, di One Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (15/2). Arnold menyebut bila IJC tidak berada di bawah kepengurusan PB (Pengurus Besar) PJSI (Persatuan Judo Seluruh Indonesia), namun selevel dengan induk organisasi judo tersebut. “Kami memiliki misi turut serta memasyarakatkan olahraga judo di Tanah Air,” lanjutnya. Ditambahkannya, IJC sangat terbuka bagi seluruh Pengprov (Pengurus Provinsi) diseluruh Indonesia. “Tapi, kami sebagai komunitas tidak menghasilkan atlet nasional. Tugas IJC hanya sebatas memberi masukan serta kritikan saja. Ini kami lakukan demi kemajuan judo Indonesia,” tambah Arnold. Di event ini, IJC menggandeng Pengprov PJSI Jawa Barat (Jabar) dan Pencab (Pengurus Cabang) PJSI Karawang. “Mengapa kami menggelar kejuaraan ini di Mall? Supaya masyarakat luas dapat menyaksikan langsung dan mendapatkan informasi lebih mengenai judo,” cetusnya. Arnold berharap kedepannya event ini mendapatkan dukungan dari PJSI. Hal itu diingatkan, karena bertepatan dengan Festival Judo 2019, PJSI juga menggelar Kejurnas (Kejuaraan Nasional) Judo Senior dan Junior di Jakarta. “Harapan dari IJC, bahwa PJSI sebagai organisasi tertinggi resmi dapat memberikan dukungan terhadap Festival Judo 2019,” tukas Arnold. (Adt)

Kolaborasi DBL-Ardiles, Luncurkan Sepatu Basket Produk Lokal yang Terjangkau

Development Basketball League (DBL) bersama Ardiles, produsen sepatu dalam negeri asal Surabaya, Jawa Timur (Jatim), meluncurkan sepatu basket berkualitas, dengan harga terjangkau. Bahkan, Ardiles sudah merilis sepatu AD1, signature shoe pebasket profesional pertama di Indonesia, milik Abraham Damar Grahita (tengah). (DBL)

Jakarta- Development Basketball League (DBL) bersama Ardiles, produsen sepatu dalam negeri asal Surabaya, Jawa Timur (Jatim), meluncurkan beragam sepatu basket berkualitas, dengan harga terjangkau. Terbaru, DBL-Ardiles merilis Pride2. Rilis sepatu generasi kedua seri Pride ini dilakukan di Jakarta, pada Rabu (13/2). Pride2 semakin melengkapi line-up DBL-Ardiles. Setelah kolaborasi ini juga sukses merilis sepatu AZA6 pada Desember 2018. Berlanjut dengan diluncurkannya sepatu AD1, signature shoe pebasket profesional pertama di Indonesia pada 26 Januari 2019. Hadir dengan tiga kombinasi warna, yakni hitam-kuning, merah-hitam, dan hitam-hijau, Pride2 adalah sepatu basket berkualitas, namun dengan harga terjangkau. Sepatu ini tersedia dengan ukuran 39 hingga 47, dan dijual kisaran Rp 300 ribu. “Lewat Pride2, kami ingin terus mengembangkan barisan pilihan sepatu basket berkualitas dengan harga terjangkau. Kami ingin terus mendorong industri pendukung olahraga di Indonesia. Semoga nantinya brand Indonesia bisa menjadi raja di negeri sendiri,” ujar Azrul ‘AZA’ Ananda, founder dan CEO DBL Indonesia, Rabu (13/2). Sepatu AZA6, bukan hanya diperuntukan untuk bermain basket, tapi bisa dikenakan untuk bersekolah maupun bekerja. Berbahan dasar upper pada AZA6 terbuat dari mesh yang berasal dari nilon rajut. Sehingga memberikan sirkulasi udara saat digunakan. Baik saat pertandingan maupun aktivitas lainnya Demi mendukung mobilitas yang tinggi, Megatonic Tech yang terbuat dari poly urathane membuat pijakan kaki saat melakukan drive dan pivot lebih kuat. Selain itu, hitmap dan motif alas kaki herringbone juga mempunyai fungsi untuk mendistribusikan beban yang dikeluarkan sesuai dengan kontur kaki. Dan penggunaan phylon sole untuk meminimalisir terjadinya cedera, juga menjadi keunggulan lain pada sepatu AZA6 ini, seharga Rp 428 ribu. Sedangkan AD1 adalah sepatu basket yang mengutamakan performa, khususnya pemain dengan gerakan cepat. Nama AD1 adalah akronim nama pebasket muda yang sedang melejit yakni Abraham Damar Grahita. Guard 23 tahun skuat klub Stapac Jakarta ini adalah bintang masa depan tim nasional basket Indonesia. Sederet prestasi disandangnya, berpredikat Most Improved Player IBL 2017. Pemuda asal Bangka Belitung itu juga ikut meraih gold medal pada SEABA Championship 2018. Serta Mempersembahkan medali perak di SEA Games 20 17 (Malaysia). Ia juga menjadi andalan di Asian Games 2018. DBL Indonesia dan Ardiles sudah mengembangkan AD1 selama 1,5 tahun. Bahkan, Abraham Damar sudah menjalani proses scan dan cetak kaki untuk membantu risetnya. Sepatu AD1 tersedia dalam tiga kombinasi warna. Hitam-Merah, sesuai warna khas timnya, Stapac Jakarta. Kemudian Merah-Putih, dipakai saat membela Timnas, dan Biru-Orange muda, warna khas DBL Academy. Sepatu ini dijual kisaran Rp 400 ribu. “Saya diundang ke Surabaya, tapi tidak diberi tahu untuk apa. Ketika melihat sepatu itu, saya langsung tidak bisa berkata apa-apa. Bangga, bahagia, terharu,” ungkap Abraham. Ia juga menjadi Pebasket pertama Indonesia yang memiliki signature shoe tersebut. Sementara itu, Kim Pan Seung, Direktur A1 Ardiles, menegaskan bahwa visi dan misi DBL Indonesia dan Ardiles sama. “Yakni ikut mengembangkan basket Indonesia. Ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk show off, bahwa produk lokal juga tak kalah dengan brand luar,” tukasnya. (Adiantoro)

Bocah 14 Tahun Asal Magetan, Pimpin Uji Coba Balapan Asia Talent Cup 2019 di Sepang

Pebalap muda Indonesia, Mohammad Adenanta Putra (14 tahun), tampil gemilang dalam uji coba di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia. Uji coba yang berlangsung setelah tes pramusim MotoGP itu merupakan persiapan jelang Asia Talent Cup 2019. (otomotifzone.com)

Kuala Lumpur- Pebalap muda Indonesia, Mohammad Adenanta Putra, tampil gemilang dalam uji coba di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia. Uji coba setelah tes pramusim MotoGP itu, merupakan persiapan jelang Asia Talent Cup 2019. Dalam uji coba itu, Adenanta menjadi pembalap tercepat dalam hasil kombinasi. Remaja kelahiran Magetan, 21 April 2004 itu berhasil mencatatkan waktu putaran lebih cepat 0,5 detik dari pembalap Jepang, Sho Nishimura, di posisi kedua. Mencetak catatan waktu 2 menit 16,293 detik pada sesi kedua, Minggu (10/2), ia sekaligus memecahkan rekor lap miliknya sendiri. Sebelumnya saat hari pertama, Sabtu (9/2), Adenanta membukukan 2 menit 16,737 detik. Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh rekan senegara Sho Nishimura, Takuma Matsuyama, yang lebih lambat 0,016 detik. “Tahun lalu, saya belum menunjukan kemampuan secara maksimal. Cedera pada tangan dan sejumlah balapan harus berakhir di gravel, membuat penampilan saya kurang mengilap sepanjang 2018,” ucap Adenanta mengomentari penampilan keduanya di Asia Talent Cup. “Tahun ini saatnya pembuktian. Saya berusaha sebaik mungkin untuk tambil baik. Apalagi, AHM memberi kesempatan saya fokus hanya di kejuaraan ATC,” ujarmya lagi. Hasil positif tersebut tentunya bisa menjadi modal bagus untuk siswa kelas 8 SMPN 2 Parang, Magetan, yang akrab disapa Keceng, jelang musim berlangsung. Berdasarkan jadwal, seri pertama Asia Talent Cup 2019, dimulai di Sirkuit Losail, Qatar, pada 8-10 Maret mendatang. Indonesia memiliki lima pembalap muda yang tampil pada Asia Talent Cup 2019. Selain Keceng, empat pembalap lainnya adalah Afridza Syach Munandar, Muhammad Hildhan Kusuma, Herjun Atna Firdaus, dan Abdul Gofar Mutaqim. Tahun lalu, Mario Suryo Aji, jadi pebalap Indonesia yang gemilang di ajang Asia Talent Cup 2018. Pemuda kelahiran 16 Maret 2004 ini mengakhiri 2018 di peringkat kelima dengan torehan tiga kali podium dan satu kemenangan. Pada 2019, Mario yang juga berasal dar Magetan, tampil pada ajang CEV Moto3 Junior World Championship. (Adiantoro)

Pengurus Periode 2018-2022 Terbentuk, PGI Pimpinan Muchdi Pr Gencarkan Jumlah Turnamen

Ketua Umum PB PGI Muchdi Purwoprandjono mengukuhkan Pengurus PGI Periode 2018-2022, di Jakarta Golf Club, Rawamangun, Jakarta Timur, pada Senin (11/2). Muchdi siap memperjuangkan golf berprestasi di pentas internasional. (Adt/NYSN)

Jakarta- Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Golf Indonesia (PGI) Muchdi Purwoprandjono (Pr) mengukuhkan kepengurusan PGI periode 2018-2022, di Jakarta Golf Club, Rawamangun, Jakarta Timur (Jaktim), pada Senin (11/2). Dengan pengukuhan ini, Muchdi Pr siap menahkodai organisasi serta memperjuangkan golf Indonesia agar lebih berprestasi di dunia internasional. Max Sopacua, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB PGI, mengatakan PB PGI pimpinan Muchdi Pr akan menggencarkan turnamen, guna meningkatkan prestasi para pegolf Indonesia. “Di kepengurusan ini, kami manfaatkan kondisi atlet yang ada dari hasil evaluasi selama ini. Jadi pengurus PB PGI yang sekarang lebih banyak menggelar kompetisi bagi para atlet dari berbagai aspek, apakah atlet itu sudah masuk ranking atas atau bawah,” ujar Max, di Jakarta Golf Club, Rawamangun, Jaktim, Senin (11/2). Max menegaskan turnamen itu tak hanya digelar di Jakarta, namun juga di berbagai daerah. “Kami akan lebih banyak memfasilitasi semua atlet untuk berada di lapangan mengikuti berbagai turnamen,” lanjutnya. Tak hanya itu, Max menambahkan target terbesar kepengurusan PB PGI periode 2018-2022 adalah mensejajarkan prestasi Indonesia dengan negara-negara, seperti Thailand, Korea, dan Jepang. “Target ini akan selalu jadi obsesi bagi PGI periode ini. Selain itu, PB PGI pimpinan Muchdi Pr akan meneruskan yang sudah baik di kepimpinan terdahulu dan memperbaiki kelemahan serta kekurangan yang dikeluhkan Pengurus Provinsi (Pengprov) PGI di masa kepemimpinanan yang lalu,” jelasnya. Namun, lanjut Max, pencapaian target besar PGI tak akan terealisasl tanpa dukungan Pengprov PGI yang merupakan fondasi utama menopang kinerja PB PGI. Diungkapkannya, eksistensi organisasi golf amatir nasional tak akan berarti, jika tak mampu menjalin hubungan baik dengan organisasi golf amatir daerah. Untuk itu, Max menegaskan PB PGl pimpinan Muchdi Pr lebih banyak menjemput bola ke daerah. “Jika sebelumnya PB PGI hanya menunggu hasil dari Pengprov, kali ini PB PGI pimpinan Muchdi Pr akan lebih giat untuk mendatangi Pengprov-Pengprov agar bisa bekerja sama dalam meningkatkan prestasi golf di daerah-daerah,” cetusnya. (Adiantoro)

Apresiasi Timnas Pertahankan Tiket Group I Piala Fed, PP Pelti : Modal Positif ke SEA Games 2019

Tim nasional (Timnas) Piala Fed Indonesia sukses mempertahankan tiket di group I Asia Oceania. Torehan itu didapat setelah Aldila Sutjiadi Cs menaklukan Tim Thailand dengan skor 2-1, di Astana, Kazakhstan, pekan lalu. (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim nasional (Timnas) Piala Fed Indonesia sukses mempertahankan tiket di group I Asia Oceania. Torehan itu didapat setelah Aldila Sutjiadi Cs menaklukan Tim Thailand dengan skor 2-1, di Astana, Kazakhstan, pekan lalu. Rildo Ananda Anwar, Ketua Umum PP (Pengurus Pusat) Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti), mengapresiasi hasil positif ini. “Kami sangat mengapresiasi keberhasilan yang sudah ditorehkan para atlet kami di Asia Oceania,” ujar Anwar, di Sekretariat Pelti Senayan, Jakarta, Senin (11/2). Dijelaskannya, torehan positif ini akan menjadi modal berharga menghadapi pesta multievent terbesar di Asia Tenggara, pada akhir tahun nanti. “Ini tentu akan menjadi modal kami untuk menuju ajang SEA Games 2019 yang akan digelar di Filipina nanti,” lanjutnya. Lebih lanjut, Anwar menerangkan hasil yang diraih Tim Piala Fed Indonesia kali ini dapat dikatakan mengalami kemajuan. Sebab, ungkapnya, pada tahun sebelumnya skuat Indonesia meraih hasil yang kurang konsisten. “Selama ini posisi Tim Fed Cup selalu pasang-surut. Tapi, kali ini mereka stabil di Grup 1,” cetus Anwar. Ia menegaskan Tim Piala Fed Indonesia yang terdiri dari Beatrix Gumulya, Aldila Sutjiadi, Jessy Rompies, dan Deria Nur Halizq, didampingi Dedy Tedjamukti (Pelatih) itu akan dipertahankan dalam ajang SEA Games 2019 Filipina. “Tim ini akan dipertahankan, selama seleksi junior belum masuk ke level mereka. Tapi, untuk SEA Games 2019, kami akan akomodir 60 persen junior dan 40 senior,” tutur Anwar. Sementara itu, Aldila mengatakan, hasil positif mempertahankan posisi untuk tetap berada di Group I tidaklah mudah. Apalagi, lawan yang dihadapi memiliki peringkat di atas para pemain Indonesia. “Di Piala Fed ini, semua lawan kami, seperti Korea, Cina dan Thailand memiliki ranking di atas kami. Bahkan, di Group I itu, kami adalah underdog,” tukas peraih medali emas tenis ganda campuran Asian Games 2018 bersama Christopher Rungkat. Menurut Aldila, selama ini performa dirinya dan kolega kerap naik turun, sehingga untuk tetap berada di Group I sangat sulit. “Akhirnya kami bisa tetap bertahan dan tahun depan masih berada di Group I,” pungkas dara kelahiran Jakarta, 2 Mei 1995. (Adiantoro)

Bulan Juli Berlaga di Pentas Internasional, Kemenpora-BLiSPI Berangkatkan Tim Pelajar U-15 ke Portugal

Kemenpora bersinergi dengan BLiSPI (Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia) dan sponsor akan memberangkatkan Tim Pelajar Usia (U)-15 ke Portugal, mengikuti turnamen sepak bola usia muda Iber Cup 2019, di kota Lisbon, pada 1-6 Juli. Raden Isnanta berharap skuat Garuda Muda mendapatkan pengalaman berlaga di pentas internasional. (Istimewa)

Jakarta- Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) bersinergi dengan BLiSPI (Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia) dan sponsor akan memberangkatkan Tim Pelajar Usia (U)-15 ke Portugal, mengikuti turnamen sepak bola usia muda Iber Cup 2019, di kota Lisbon, pada 1-6 Juli mendatang. Raden Isnanta, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, menyebut keberangkatan atlet pelajar ke kancah internasional akan memberikan pengalaman yang sangat luar biasa. “Kami berharap anak-anak ini memperoleh pengalaman yang luar biasa. Sebab, pengalaman internasional dari para atlet top dari ‘benua sepak bola’ merupakan sesuatu yang harus diperoleh,” ujar Isnanta, di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (6/2). Diungkapkan Isnanta, bahwa gelar juara bukan tujuan utama dari skuat Garuda Muda ini, namun pengalaman menjadi sesuatu yang lebih berharga. “Kalau juara memang bukan target tim pelajar ini. Apalagi kompetitornya memang luar biasa, karena selama ini tim terbaik Indonesia saja hanya masuk 8 besar,” lanjutnya. “Tapi dengan melawan postur tinggi dan pola pembinaan yang benar disana, harapan kami mereka bisa mendapatkan ilmu yang berharga,” tambah Isnanta. Pria Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu, menegaskan pemerintah menyiapkan generasi muda sepak bola ini untuk go internasional bukan tanpa tujuan. “Terlebih Indonesia ingin kembali menjadi “macan Asia’ untuk itu kami bersyukur anak-anak ini diperkenalkan ke pentas Eropa sejak usia dini,” terangnya. Lebih lanjut, ungkap Isnanta, dengan dana yang sangat terbatas membuat Kemenpora selama ini baru bisa memberangkatkan para atlet ke level Asia Tenggara. Sehingga, pihaknya berharap para sponsor bisa memberikan dukungan yang besar bagi kemajuan olahraga, khususnya sepak bola di usia muda. “Kekuatan dari sponsor-sponsor ini akan menjadi sumbangan yang besar untuk sekitar 18 atlet sepak bola pelajar U-15 dari 90 atlet nantinya,” tegasnya. Sementara itu, Ray Manurung, Manajer Timnas U-15, menerangkan nantinya dari 90 atlet yang terjaring akan disaring menjadi 18 pemain pada waktunya. Dan, dari 90 pemain yang terpilih, ungkap Ray, mereka akan diikutkan dalam tiga training center (TC). “TC pertama diawal April, dan Juli mendatang akan kami sampaikan TC berikutnya seperti apa. Kemungkinan TC kami gelar di Lembang (Bandung), Bali dan Jakarta,” tutur Ray. Ditambahkannya, nantinya dari TC kedua akan terbentuk paling tidak 18 pemain. Para pemain ini akan masuk pada TC ketiga, di Portugal. “Mereka akan bertanding pada 1 hingga 6 Juli 2019. Sedangkan konsekuensi TC di Portugal ini biayanya sangat tinggi, modal kami hanya yakin dan percaya saja, karena ini untuk bangsa dan negara. Jika ingin hasil ‘buah’ yang bagus, maka harus tanam bibit yang bagus pula,” tegas Ray. Sedangkan Subagja Suihan, Ketua BLiSPI, mengungkapkan pemain yang akan berangkat ke Portugal merupakan hasil kejuaraan Liga Sepak bola Pelajar U14 dan U16 Piala Menpora 2018. “Kami menunjuk Pak Ray, agar BLiSPI bisa memperoleh hasil yang terbaik dan berkualitas di Portugal. demi kepentingan sepak bola nasional,” tukas Subagja. (Adt)

Bertabur Bintang, One Pride Pro Never Quit 2019 Dihelat di Tennis Indoor Senayan

One Pride PRO Never Quit yang diselenggarakan atas kerjasama Komite Olahraga Beladiri lndonesia (KOBI), PT. Merah Putih Berkibar (MPB), dan tvOne sebagai broadcast partner, kembali meraih kesuksesan dalam menyelenggarakan laga-laga Mixed Martial Arts (MMA) terbaik di Indonesia. (Adt/NYSN)

Jakarta- One Pride PRO Never Quit yang diselenggarakan atas kerjasama Komite Olahraga Beladiri lndonesia (KOBI), PT. Merah Putih Berkibar (MPB), dan tvOne sebagai broadcast partner, kembali meraih kesuksesan dalam menyelenggarakan laga-laga Mixed Martial Arts (MMA) terbaik di Indonesia. Sepanjang 2018, One Pride telah menggelar 10 Fight Night termasuk 3 Celebrity Fight, 2 International Fight, dan lebih dari 10 Title Fight di 8 kelas berbeda, yakni kelas bulu, kelas bantam, kelas terbang, kelas ringan, kelas welter, kelas straw putra-putri, dan kelas atom, yang baru pertama kali diselenggarakan. Pada 2019 ini akan menjadi musim yang luar biasa di One Pride PRO Never Quit. Diantaranya venue One Pride Arena yang berpindah ke pusat kota, yaitu di Tennis Indoor, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Pemilihan Tennis Indoor Senayan bukan tanpa alasan. Karena dinilai dapat menjangkau pecinta MMA semakin banyak lagi, karena tempat yang lebih strategis, serta lebih luas, dan berkelas internasional. Selain itu, juga bertambahnya jumlah internasional fight. Dan, pada 2019, akan menjadi laga-laga MMA yang bertabur bintang dan pertandingan para jawara. Sebab, sebanyak 10 Fight Night akan digelar selama One Pride PRO Never Quit 2019, termasuk diantaranya adalah 3 Celebrity Fight, 5 International Fight, dan lebih dari 200 Local National Fight. Saat ini, One Pride telah menjadi brand beladiri MMA pertama dan terbesar di Indonesia. Sejak digelar pada April 2016, One Pride menjadi kompetisi MMA yang paling banyak mendapat perhatian dari masyarakat Indonesia. Bahkan, pencapaian jumlah penonton One Pride sampai dengan 2018 mencapai 76 juta orang, naik 25 juta dari tahun sebelumnya. Lebih dari itu, One Pride juga merupakan ajang beladiri satu-satunya yang menaungi lebih dari 80 persen atlet MMA di Indonesia, yang jumlahnya mencapai 500 atlet. Pada 2018, fighter putri One Pride, Linda Darrow juga menjadi atlet MMA pertama yang mendapat beasiswa. Ia mengikuti pelatihan di UFC Performance Institute, Las Vegas, Amerika Serikat (AS). Langkah ini sejalan dengan cita-cita KOBI untuk meningkatkan kualitas fighter Indonesia. Anindra Ardiansyah Bakrie, Ketua Umum KOBI, mengatakan KOBI bersama PT Merah Putih Berkibar dan tvOne selalu dan akan terus berupaya untuk mengembangkan olahraga MMA (One Pride PRO Never Quit). “Sehingga ini bisa menjadi alternatif olahraga dan tempat yang tepat untuk para atlet olahraga beladiri dalam menunjukan keterampilan, keindahan, dan sportifitas dalam bertarung,” ujar Ardiansyah, di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta, Rabu (6/2). “Melalui langkah-langkah yang telah ditempuh ini, KOBI dan One Pride berharap fighter-fighter Tanah Air dapat juga berlaga di event internasional, dan mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia,” lanjutnya. Pada akhir pekan ini, pada Sabtu (9/2), One Pride PRO Never Quit kembali digelar, 3 sabuk juara nasional akan diperebutkan. Sang juara kelas terbang Suwardi akan ditantang petarung yang aktif di dunia gulat yaitu Erpin Syah. Ini merupakan pertemuan kedua mereka. Li,a tahun lalu Suwardi berhasil memenangkan pertarungan pada ajang turnamen submission. Laga ini akan menjadi laga yang panas karena kedua petarung mempunyai keahlian bertarung yang lengkap. Perebutan sabuk kedua adalah Title Fight kelas bulu antara juara nasional One Pride Hafid Nur Maradi kontra Laode Abdul Harris. Laga perebutan sabuk kelas bulu dipastikan berlangsung menarik, sebab kedua fighter memiliki kelebihan yang berbeda, Hafid lebih unggul bermain bawah dengan background fight BJJ. Sementara Laode lebih unggul bermain atas dengan background fight Wushu.Selanjutnya, sabuk juara kelas bantam yang sedang lowong sejak ditinggal Fajar juga akan kembah diperebutkan oleh Eko Priandono dan Sony Rizaldi. Ini merupakan ajang balas dendam Eko Priandono. Pada pertarungan pertamanya di One Pride, Sony berhasil memenangkan pertarungan dengan kemenangan angka mutlak. Sedangkan, Teguh Rahardjo, Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga pada Deputi III Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), menyebut One Pride progresnya sangat luar biasa, dan makin digemari masyarakat. “Kedepan, olahraga beladiri ini harus terus kita tingkatkan. Dan kami (pemerintah) pasti akan mendukung kalau olahraga ini bisa dipertandingkan ke Olimpiade,” ungkap Teguh. Ia menilai di daerah terdapat banyak potensi besar untuk melahirkan atlet berbakat dalam olahraga beladiri ini. “Kalau semakin banyak melakukan pembinaan di daerah seluruh Indonesia, supaya nanti bisa masuk ke Olimpik,” tambahnya. Teguh berjanji pemerintah akan terus memantau serta mendorong agar olahraga ini terus berkembang. “Harapannya adalah event yang sudah digemari ini tetap dipertahankan. Ini juga memiliki manfaat yang sangat besar dalam membangun strategi Pembudayaan olahraga ini, mulai dari daerah hingga ke nasional,” tukas Teguh. (Adt)

Koleksi 10 Emas, Bocah 10 Tahun Asal Bali Jadi Perenang Terbaik Kejurnas Pelajar 2019

Perenang kelahiran Singaraja, Buleleng, 4 Oktober 2008, Made Bayu Artiana Putra Dhananjaya, menjadi yang terbaik Kelompok Umur (KU) IV Kejurnas Renang Antar Pelajar dan Mahasiswa Seluruh Indonesia 2019, di Kolam Renang Tirta Krida, Yogyakarta, pada 2-3 Februari. (rri.co.id)

Singaraja- Perenang asal Buleleng, Bali, Made Bayu Artiana Putra Dhananjaya, menjadi perenang terbaik Kelompok Umur (KU) IV Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Renang Antar Pelajar dan Mahasiswa Seluruh Indonesia 2019, di Kolam Renang Tirta Krida, Kompleks Akademi Angkatan Laut (AAL) Yogyakarta, pada 2-3 Februari. Perenang kelahiran Singaraja, Buleleng, 4 Oktober 2008 itu, sukses mengoleksi 10 medali emas. Bayu, sapaannya, yang turun di KU IV tampil gemilang. Ia menyabet medali emas dari 10 nomor yang diikutinya. Pada hari pertama event tersebut, perenang Mola-mola Swimming Club Buleleng itu menyapu bersih kemenangan. Masing-masing di nomor 200 meter gaya bebas, 100 meter gaya kupu-kupu, 50 meter gaya dada, 100 meter gaya punggung, dan 50 meter gaya bebas. Tren positif anak asuh Wayan Setaya itu berlanjut pada hari kedua. Bayu menjadi kampiun usai mencapai finish pertama di lima nomor berbeda. Yakni 100 meter gaya bebas, 50 meter gaya punggung, 100 meter gaya dada, 50 meter gaya kupu-kupu, dan 200 meter gaya ganti. Wayan Artanayasa, orang tua Bayu yang turut mendampingi putranya itu, menyebut penampilan Bayu sangat maksimal. Ia menegaskan hasil di Yogyakarta jadi barometer program latihan yang dijalani putranya itu. “Tak semua emas diraih dengan best time, karena Bayu selama latihan dalam masa lelah setelah mengikuti Indonesia Open 2018,” ujar Artanayasa, dikutip dari rri, Senin (4/1). Kedepan, terang Artanayasa, banyak yang harus diperbaiki dari Bayu, terutama segi fisik. “Sehingga di kejuaraan selanjutnya, catatan waktu yang ditorehkan makin tajam,” tambah Artanayasa. Berkat torehan 10 medali emas, atlet yang masih mengenyam pendidikan di SDN 3 Banjar Jawa Buleleng itu, dinobatkan sebagai atlet terbaik KU IV putra. Selain Bayu, perenang Buleleng lainnya, yakni Made Pryamanaya Satria Dewadatta Ganesha Pooja, berhasil meraih dua perak dan satu perunggu. Medali perak dari perenang klub Bina Sakti itu berasal dari nomor 200 meter gaya kupu-kupu serta 200 meter gaya punggung. Dan, medali perunggu dihasilkan dari nomor 100 meter gaya kupu-kupu. Sedangkan di tingkat mahasiswa, perenang Dewa Gede Anom Artha Tanaya, menjadi atlet terbaik putra pada Kejurnas ini. Mahasiswa Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) itu sukses membawa pulang tiga medali emas, yakni di nomor 100 meter gaya kupu-kupu, 100 meter gaya bebas, dan 100 meter gaya punggung. (Adt)