Keren! Pembalap Sepeda Indonesia Tembus 10 Besar di Kejuaraan Level Dunia

Keren! Pembalap Sepeda Indonesia Tembus 10 Besar di Kejuaraan Level Dunia

Atlet Indonesia meraih pencapaian yang patut dibanggakan di kejuaraan balap sepeda kelas internasional bertajuk Manavgat Side Junior UCI 2.1, Tim AS Monsters menduduki peringkat 10 besar. Pada balapan yang digelar di Turki pada 3-4 Maret 2022, tim AS Monsters digawangi oleh lima orang pembalap yaitu Julian Abimanyu, Muhammad Syelhan Nurrahmad, Davian Josef Lomboan, Syarif Hidayatullah, dan Rajasa Khamadeva. Sport Director ASC Monsters Indonesia, Handika, sangat bersyukur dengan kemenangan yang diraih. Hal ini juga semakin membanggakan karena sebagai klub sepeda yang masih sangat muda, pencapaian inni merupakan awal yang sangat baik. “Tentunya kami sangat bangga dengan prestasi yang berhasil diraih para atlet junior ASC Monsters ini. Selain karena telah turut mengharumkan nama Indonesia di Turki, prestasi ini juga diraih dengan penuh perjuangan, terutama karena para pesertanya sendiri sangat kompetitif dan sudah biasa langganan juara di Eropa,” ujarnya. “Selain itu, ASC Monsters Indonesia juga sebuah klub balap sepeda junior yang terbilang sangat baru di Indonesia, kurang lebih 1 tahun namun sudah mampu bersaing dengan atlet kelas internasional. Jadi ini merupakan pencapaian yang luar biasa,” katanya. Handika menyebut, pencapaian ini melampaui target awal di peringkat 20 besar. Para atletnya akan terus menjalani pemusatan pelatihan demi meningkatkan performa, hingga bisa terus mencetak prestasi di masa depan. “Sebenarnya target di awal hanya masuk 20 besar karena ini event sepeda Eropa pertama untuk ASC Monsters, jadi targetnya melatih mentalitas mereka di level yang lebih tinggi, namun ternyata berhasil menduduki peringkat 7 besar,” ucapnya. “Ke depannya para atlet akan menjalani pemusatan pelatihan untuk terus mengikuti kompetisi balap sepeda di Polandia dan beberapa negara Eropa lainnya. Lalu pada kesempatan ini, kami juga ingin berterima kasih kepada seluruh teman dan kerabat atas dukungannya, dan terutama kepada pembina kami Pak Ahmad Sahroni (Anggota DPR) atas berbagai dukungannya,” ungkapnya. Sahroni menyampaikan rasa kepada para atlet binaannya tersebut. Dia menyebut, dirinya akan terus berkomitmen untuk mendukung para atlet dalam mencetak prestasi, hingga ke level elit dunia. “Saya tentunya sangat bangga dengan pencapaian ini, dan saya juga berkomitmen untuk terus mendukung mereka sampai ke level elit dunia,” ujar Sahroni.

Festival SSB Anak Satria Muda Cup ke-3 Resmi Digelar

Festival SSB Anak Satria Muda Cup ke-3 Resmi Digelar

Festival SSB Anak Satria Muda Cup ke-3 yang bertempat di Stadion Gelora Banjar Patroman Langensari, resmi digelar pada hari Minggu (6/3/2022). Acara ini secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Banjar, H. Nana Suryana, S.Pd. Kegiatan yang diikuti oleh 30 tim SSB dari Kota Banjar serta Kabupaten tetangga ini mempertandingkan dua Ketegori usia, yaitu U-10 dan U-12. Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota menyambut baik digelarnya kegiatan tersebut. Kegiatan seperti ini sangat penting dalam upaya pembinaan bakat dan prestasi anak-anak. “Anak-anak sekarang sudah terbiasa dan tidak bisa lepas dari gadget, jika pemakaian gadget tidak terkontrol maka akan berdampak buruk pada tumbuh kembang anak,” terangnya. Lebih lanjut, Wakil Wali Kota mengharapkan melalui kegiatan ini anak-anak melupakan gadget dan beralih ke sepak bola. Selain itu, Wakil Wali Kota juga berharap dengan digelarnya event seperti ini akan melahirkan atlet-atlet sepakbola baru di Banjar. Menurutnya, banyak sekali potensi atlet di Kota Banjar yang belum tergali potensinya. “Saya meyakini, kedepan akan lahir atlet muda yang mampu berprestasi baik di level regional maupun nasional. Selamat bertanding, semoga para atlet dapat bermain sportif, karena sportivitas adalah kunci keberhasilan kita di masa yang akan datang,” ucap Wakil Wali Kota Banjar di akhir sambutannya.

Pesilat Bali Raih Emas di Singapura

Pesilat Bali Raih Emas di Singapura

Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh Pesilat asal Bali, Kadek Andrey Nova Prayada, beberapa waktu lalu, ia mampu menyumbangkan satu medali emas di kelas D bagi tim silat Indonesia dalam ajang SEA Pencak Silat Championship. Satu medali emas Kadek Andrey itu melengkapi tiga medali emas perolehan tim Merah Putih dalam kejuaraan yang digelar pada 22-28 Februari di Singapura . “Hasil akhir perolehan tim silat Indonesia mendapatkan tiga medali emas,” ujar pelatih tim silat Indonesia Indro Catur Haryono melalui pesan singkatnya, Senin (28/2). Ketiga emas itu disumbangkan dua pesilat Pelatnas Kejuaraan Dunia, yakni Kadek Andrey Nova Prayada di kelas D dan Safira Dwi Meilani di kelas B putri, serta pesilat Pelatnas SEA Games Rahmawati di kelas F putri Indro Catur mengatakan, Kadek Andrey memperoleh medali emas tidak terlepas dari permainannya yang sangat bagus. Bahkan, sesuai instruksi saat menghadapi pesilat Singapura Muhammad Riansyauqi Bin Mistam di final, Kadek Andrey menang dengan skor 43-21. Berbeda dengan pesilat Pulau Dewata lainnya I Kadek Adi Budiasta di kelas G yang tidak mendapat medali. Kadek Adi kalah di babak awal dari pesilat tuan rumah Sheik Ferdous bin Sheik Alauddin dengan skor 15-17. “Andre mainya sangat bagus sesuai dengan instruksi. Kadek Adi main juga bagus, tapi kurang pintar karena kurang pengalaman,” terang Indro Catur. Saat sudah unggul nilai pada lima detik pertandingan terakhir, Kadek Adi melakukan teknik jatuhan jenis guntingan. Namun hal itu justru mengakibatkan nilai diberikan pada lawan. “Padahal, waktunya sudah mau selesai. Sementara lawan dari Singapore selalu mencari celah yang bisa menguntungkan,” jelas Indro Catur. Selain meraih tiga medali emas, tim Indonesia juga meraih tiga medali perak dari Pesilat Pelatnas SEA Games tunggal putra Asep Yuldan Sani, Pesilat Pelatnas Kejuaraan Dunia Hendra Wakhyu Hidayat di kelas I dan Pesilat PPLOP Jateng Keiran Taruna Alfresh di kelas F junior. Tim Indonesia juga mendapatkan tiga medali perak dan tiga medali perunggu. Tiga perunggu dari pesilat Pelatnas SEA Games Ronaldo Neno di kelas H dan Pesilat Pelatnas Kejuaraan Dunia Tito Hendra Septa Kurnia Wijaya di kelas F dan Pesilat Pelatnas Kejuaraan Dunia Dinda Nuraidha di kelas A putri.

Jaring Atlet Voli, Banteng Ponorogo Gelar BMI Cup

Jaring Atlet Voli, Banteng Ponorogo Gelar BMI Cup

Guna menjaga regenerasi atlet-atlet yang bepotensi pada bola voli di Ponorogo, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Banteng Muda Indonesia (BMI) Ponorogo menggelar tournament yang bertajuk BMI Cup 2022. Bertempat di GOR Singodimedjo, Kecamatan Kota, Kabupaten Ponorogo. BMI Cup tahun 2022 ini diikuti sebanyak kurang lebih 32 klub baik putra maupun putri yang dimulai dari tanggal 26 Februari sampai dengan 05 Maret 2022. Dalam pelaksanaannya, tentu protokol kesehatan (prokes) tetap diterapkan. Menurut Ketua DPC BMI Ponorogo, Cholik Agus Dianto menjelaskan, dahulu di Ponorogo itu terdapat sejumlah klub voli yang hebat. Diantaranya, Brojomusti, Sparta, Macan Putih dan sebagainya. Menurutnya, BMI hadir sebagai starter, agar dapat mencetak klub bola voli yang besar nantinya. Semakin banyak event ataupun tournament, maka semakin besar pula peluang para atlet bola voli tumbuh di ‘Kota Reog’ ini. “Untuk itu, kita ingin flashback kembali. Keterbatasan bukan menjadi alasan untuk kita dapat membangkitkan lagi pemain voli hebat di masa sekarang. BMI Cup ini sebagai wadah dalam menjaring atlet bola voli yang mampu berprestasi. Serta muncul klub-klub voli hebat yang datang dari Ponorogo,” terang pria yang akrab disapa CAD tersebut, Sabtu (26/7/2022) CAD menambahkan, pihaknya juga menyiapkan stand-stand khusus kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang merupakan binaan dari Forum UMKM BMI Hebat. “Ini salah satu langkah kami menggeliatkan UMKM di tengah masa pandemi yang belum usai,” imbuhnya. Menanggapi hal ini, Wakil Bupati Ponorogo, Lisdyarita mengatakan, dengan adanya BMI Cup ini, agar para atlet dapat menyalurkan hobinya pada olahraga bola voli. “Selain itu, tournament ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi bagi para klub-klub bola voli di Kabupaten Ponorogo,” jelas Wabup Lisdyarita yang merupakan istri dari Cholik Agus Dianto. Pihaknya akan mendukung penuh gelaran ini. Terlebih, tournament ini merupakan pertama kali yang diselenggarakan oleh DPC BMI Ponorogo serta bagian dari serangkaian HUT PDI Perjuangan yang ke-49 tahun. “Tak hanya sebagai hobi, semoga nantinya lahir atlet bola voli yang mampu berbicara di kancah Nasional,” tambahnya. Disisi lain, Kepala Sekretariat DPP Banteng Muda Indonesia, Narendra Kartiyasa Kiemas mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada DPC BMI Ponorogo. Menurutnya, even bola voli ini merupakan yang pertama kali digelar oleh BMI se-Indonesia. “Ini sesuai dengan tema ulang tahun partai, yaitu bangun jiwa dan Badannya untuk Indonesia Raya. Kami dari DPP mengapresiasi sekali karena ini baru pertama kali digelar oleh BMI. Semoga cita-cita BMI mencetak atlet dan tim bola voli kedepan bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.

Gali Potensi Atlet Daerah, PSOI Aceh Gelar Surfing Competition

Gali Potensi Atlet Daerah, PSOI Aceh Gelar Surfing Competition

Puluhan peselancar mempertunjukkan aksinya menaklukkan ombak pada ajang Surfing Competition 2022 yang memperebutkan memperebutkan piala Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Besar. Kegiatan yang diikuti 24 peselancar itu, digelar sejak 26-27 Februari 2022, di Kawasan Pantai Babah Kuala, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. “Kegiatan ini bersifat lomba, tetapi di tingkat Kabupaten Aceh Besar,” kata Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Aceh, Dery Setyawan, pada Minggu (27/2/2022). Dery mengatakan, kompetisi yang keseluruhan pesertanya adalah peselancar muda di Kabupaten Aceh Besar ini sengaja digelar guna mencari potensi atlet daerah. “Jadi kita siapkan atlet-atlet peselancar dari Aceh mulai dari sekarang,” ujarnya. Atlet-atlet yang telah dipilih nantinya, dikatakan ketua Pengprov PSOI Aceh itu, akan dibina untuk dipersiapkan dalam sejumlah kompetisi. Mulai dari kejuaraan daerah (kejurda), kejuaraan wilayah (kejurwil), kejuaraan nasional (kejurnas) hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024 Aceh-Sumut (Sumatra Utara) mendatang. “Tujuan kegiatan ini adalah untuk mencari bibit-bibit baru untuk persiapan kita di PON ke depan,” ujarnya. Selain itu, kegiatan Surfing Competition yang digelar dikatakan Dery, sebagai tanda telah terbentuknya Pengurus Cabang (Pengcab) PSOI Aceh Besar beberapa waktu lalu. Terbentuknya Aceh Besar sebagai cabang baru, menambah jumlah pengurus di tingkat kabupaten kota. Sebelumnya telah terbentuk di Simeulue, Singkil, Aceh Selatan, Aceh Barat, Sabang, dan Banda Aceh. “Mudah-mudahan nanti ke depan akan kita bentukan lagi pengurus kabupaten kota yang tersebar di Aceh,” ucapnya.

PJSI Solo Tancap Gas Pembibitan Atlet Dengan Menggelar Kejuaraan

PJSI Solo Tancap Gas Pembibitan Atlet Dengan Menggelar Kejuaraan

Pesatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kota Solo menggelar Kejuaraan Judo Junior dan Senior se-Jawa Tengah Solo Open 2022. Kejuraan judo tersebut resmi dibuka dan dimulai pada Sabtu 26 Februari 2022 lalu, oleh Wakil Walikota Solo, Teguh Prakosa. Ketua PSJI Solo, Hendro Pramono mengatakan kejuaraan judo itu sekaligus menjadi ajang seleksi untuk Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Jakarta, Maret 2022 mendatang. “Pagi hari ini (Sabtu 26 Februari) diikuti 18 kabupaten dan kota di Jawa Tengah,” kata Hendro usai pembukaan. Diikuti 280 atlet, Solo Open 2022 mempertandingkan 60 nomor untuk kategori belia (usia di bawah 13 tahun), kadet (13-15 tahun), junior (usia 15-20 tahun), hingga senior (usia 20 tahun ke atas). “Sekaligus juga ada kata yang mempertandingkan jurus,” kata pria yang menjabat eselon tiga di Pemerintah Kota (Pemkot) Solo itu. Kejuaraan Solo Open 2022 digelar di hari yang sama dengan pelantikan Pengurus Kota (Pengkot) PJSI Solo. Hendro mengaku ingin tancap gas agar untuk mempercepat pembibitan atlet judo di Kota Solo. “Mudah-mudahan judo di Solo berkembang dan akan menelurkan atlet-atlet yang bisa berbicra di ajang provinsi, nasional maupun internasional,” katanya. Terpisah, Teguh mengapresiasi semangat gotong royong PJSI Pengkot Solo dalam menyelenggarakan kejuaraan. Ia mengatakan dengan kepengurusan baru PJSI diharapkan cabang olaharaga judo di Solo bisa kembali mendulang prestasi. “Kita pernah punya atlet nasional bahkan internasional. Maka dengan kepengurusan yang baru ini mari kita bangung generasi baru,” katanya. Tak hanya itu, Teguh mengingatkan agar Dinas Pemuda dan Olaharaga (Dispora) maupun KONI Kota Solo mendukung penuh cabang olahraga judo. Ia memuji salah satu judoka asal Solo, Endang Sri Lestari yang telah merelakan rumahnya untuk arena latihan judo. “Sekarang, pemerintah lewat KONI kan ada sarana prasarana untuk cabor. Ini bisa untuk memfasilitasi,” katanya. Ia menambahkan, Kejuaraan Solo Open 2022 bukan event olaharaga pertama yang digelar di Solo selama pandemi. Bahkan dalam dua bulan pertama 2022 saja, sudah ada beberapa kejuaraan olahraga yang dihelat di Kota Bengawan. “Kemarin badminton setelah pengurusnya dilantik langsung ada pertandingan,” katanya. “Sekarang judo juga sama. Begitu Pak Hendro dilantik, langsung ada kejuaraan,” katanya. Menurut Teguh, hal itu menunjukkan dukungan insan olahraga di Solo untuk menjadikan kota Solo sebagai destinasi Sport Tourism atau wisata olahraga. Satu-satunya kendala, menurut Teguh, adalah Pandemi Covid 19 yang kini masih menimpa tanah air. Saat ini wilayah aglomerasi Kota Surakarta (Solo dan kabupaten sekitarnya) berstatus PPKM Level 3. “Kendalanya sebenarnya tidak ada. Kendalanya adalah covid,” katanya. Meski demikian, Teguh optimistis Covid 19 di Kota Solo akan segera terkendali. Ia meyakini saat ini Kota Solo sudah mendekati puncak gelombang ketiga yang dipicu oleh varian omicron. “Saya yakin Maret ini. Kita kan sudah stabil di angka 300 (kasus baru). Tapi penurunannya terus meningkat dari 100, 150, bahkan pernah sampai 200,” katanya.

Pebulutangkis Muda Bondowoso Raih Dua Medali dalam Kejuaraan Suryanaga

Pebulutangkis Muda Bondowoso Raih Dua Medali dalam Kejuaraan Suryanaga

Prestasi gemilang diukir Beryl Auliya Sungkono, pebulutangkis muda Bondowoso di ajang Suryanaga Cup Surabaya yang berlangsung akhir pekan, Minggu (20/2/2022). Dalam kejuaraan tingkat nasional tersebut, atlet masa depan Bondowoso itu meraih medali perak di nomor tunggal pemula putri dan perunggu di nomor ganda pemula putri. Prestasi atlet muda dari PB Junior ini sangat membanggakan insan bulutangkis Bondowoso. Sebab dalam kejuaraan tersebut, Beryl bersaing dengan atlet dari klub-klub besar di Indonesia. “Meski berangkat dari kota kecil namun Beryl bisa membuktikan bahwa dia mampu dan bisa,” kata Rudi Cahyono, ketua bidang prestasi PBSI Bondowoso. Sementara itu ketua PBSI Bondowoso Kukuh Rahardjo mengaku akan terus mencari dan mengasah bibit-bibit atlet muda di Bondowoso. Menurut Kukuh, salah satu kunci prestasi cabor adalah pembinaan di kelompok usia dini. “Makanya dalam kejurkab kali ini, kami menggratiskan usia dini atau pemula untuk mengikuti kejuaraan,” jelas dia. Kejurkab yang berlangsung di GOR itu diikuti puluhan peserta dari berbagai kelompok umur. “Mulai pra dini, usia dini, remaja, dewasa hingga veteran,” imbuh dia.

Perenang Muda Balikpapan Sabet Tujuh Medali di Kejurnas di Yogyakarta

Perenang Muda Balikpapan Sabet Tujuh Medali di Kejurnas di Yogyakarta

Siswa SMPN 5 Balikpapan, Farand G Simon, berhasil menyabet tujuh medali di ajang Kejuaraan Renang antar Sekolah dan Perguruan Tinggi se-Indonesia, di Yogyakarta pada 12-13 Februari lalu. Farand berhasil meraih lima emas dari 400 meter, 200 meter dan 100 meter gaya bebas, 50 meter dan 100 meter gaya kupu-kupu serta dua perak dari 200 meter gaya kupu-kupu dan 50 meter gaya bebas. “Tentu saja bahagia dan bangga bisa berprestasi bagi SMPN 5 Balikpapan pada kejuaraan tingkat nasional tersebut,” ujar siswa kelas IX ini. Torehan ciamik Farand tidaklah mudah. Dia kerap dipandang sebelah mata oleh peserta lain. Selain itu, persaingan pada ajang bergengsi tersebut berat, terutama perenang asal Jawa dan Bali. “Persaingan ketat dari SMP Cita Hari Christian School, Surabaya dan SMP Negeri 1 Singraja, Buleleng,” ungkapnya. Putra pasangan anggota DPRD Balikpapan, Simon Sulean dan Yohana Mangape ini akan terus berlatih untuk mempersiapkan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) kendati belum dirilis. “Yang penting saya tetap latihan rutin saja,” katanya. Di tengah minimnya fasilitas kolam renang di Kota Beriman, remaja 15 tahun ini tetap mampu menorehkan yang terbaik. Di mana saat ini Balikpapan belum memiliki kolam renang standar sebagai sarana penunjang latihan dan kompetisi. “Makanya kami (atlet, Red) sangat berharap pemerintah bisa merealisasikan pembangunan kolam renang yang sesuai standar untuk latihan dan kejuaraan,” paparnya. Untuk diketahui Farand juga didapuk sebagai Farand sebagai perenang terbaik KU II pada kejuaraan renang antar sekolah dn perguruan Tinggi se-Indonesia. Ketua Pengkot Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Balikpapan, Ali Bausat, menyebut, ada 12 perenang Balikpapan yang ambil bagian pada kejuaraan di Yogyakarta tersebut. “Selain Farand, perenang putri, Kaysha Radji Marzeanty juga turut mempersembahkan medali. Ini tentu prestasi yang membanggakan bagi Balikpapan dan khususnya sekolah mereka,” kata Ali Bausat.

Zohri Siap Tampil Kejuaraan Dunia Atletik di Serbia

Zohri Bakal Ikuti Kejuaraan Dunia Atletik di Serbia

Atlet nasional asal Kabupaten Lombok Utara (Lotara), Lalu Muhammad Zohri, akan tampil di Kejuaraan Dunia Atletik Indoor 2022 atau World Athletics Indoor Championships 2022. Kejuaraan ini akan dihelat di Stark Arena Belgrade, Serbia 18-20 Maret. Pelari 21 tahun ini dijadwalkan akan turun pada nomor 60 meter putra. Zohri akan bersaing dengan atlet-atlet kelas dunia dalam olahraga ini. Sprinter muda ini terakhir kali tampil pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua 2-15 Oktober 2021 lalu. Dikutip dari Antara, Zohri mengaku, kondisinya sedang sehat dan bugar. “Tidak ada kendala apapun. Pada 2022 saya siap untuk bertanding,” katanya, Jumat (18/2). Zohri di awal tahun ini sebanarnya diagendakan tampil di ajang atletik internasional di Kazakhstan, namun itu ditunda karena tingginya Covid-19. “Februari saya sebenarnya tampil di Kazakhstan. Karena ada kendala jadinya batal, saya akan fokus untuk menghadapi kejuaraan dunia atletik di Serbia,” sambungnya. Zohri mengaku, sejauh ini persiapan telah dilakukan dengan baik. Dia bersama atlet lainnya menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Stadion Madya Gelora Bung Karno. “Latihan normal setiap hari, kecuali hari minggu,” ucapnya. Atlet kelahiran 1 Juli 2000 ini pun berharap doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia untuk dapat tampil maksimal di Serbia. “Semoga saya terus dapat memberikan prestasi membanggakan bagi Indonesia,” harapnya.

Penuh Drama, Tim Putra Indonesia Atasi Perlawanan Korsel

Luar biasa. Laga menegangkan dan penuh drama akhirnya mampu dimenangkan oleh tim putra bulutangkis Indonesia saat berjumpa Korea Selatan. Sempat tertinggal, Chico cs. menang tipis 3-2 atas Korea Selatan. Chico Aura Dwi Wardoyo yang tampil sebagai ujung tombak tim Indonesia, sukses menunaikan tugas. Dia membawa Skuad Garuda Muda memimpin 1-0 atas Korea Selatan pada pertandingan kedua babak penyisihan Grup A Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu (BATC) 2022. Pada laga yang berlangsung Kamis (17/2) pagi di Setia City Convention Centre, Selangor, Malaysia, Chico bermain lebih tenang dan percaya diri saat menghadapi Jeon Hyeok Jin. Lewat pertarungan selama 66 menit, Chico menang 21-18, 15-21, 21-19. “Senang bisa melaksakan tugas dengan baik dan bisa sumbang poin kemenangan untuk Indonesia. Semoga dengan kemenangan saya ini makin memotivasi teman-teman yang lain untuk juga bermain maksimal dan menang,” ujar Chico. Di gim ketiga saat memimpin 18-12, Chico seperti kehilangan fokus. Permainan monoton dan kurang bervariasi. Pukulan-pukulannya bisa diantisipasi lawan, sehingga sempat tersusul hingga 18-16. Syukurlah setelah itu kapten tim Merah-Putih ini bisa kembali fokus ke permainan terbaiknya. “Tadi saya agak kurang in dan sempat kehilangan konsentrasi. Setelah itu saya lebih berkonsentrasi dan bisa in kembali. Saya mencoba fokus untuk mengambil satu poin agar lebih tenang di poin-poin kritis. Syukurlah akhirnya menang,” ujar Chico. Sayang pada partai kedua, penampilan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan gagal menyumbangkan angka. Hanya dalam durasi 31 menit, mereka menyerah kalah kepada Jin Yong/Na Sung Seung, 10-21, 19-21. Indonesia tertinggal 1-2 setelah pemain tunggal kedua, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay dikalahkan Kim Joo Wan. Meski sudah berjuang keras dan pantang menyerah, Ikhsan takluk 18-21, 14-21. Pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin kembali tampil apik dengan membawa Indonesia menyamakan kedudukan 2-2. Pasangan berjulukan The Babbies ini menang atas Noh Jin Seong/Yoon Dae Il dengan skor 21-13, 21-13 dalam 32 menit. “Kami main normal saja. Bisa mengeluarkan permainan terbaik dan tidak memikirkan soal Indonesia tertinggal 1-2,” ujar Daniel. “Ya, tadi permainan kami lebih oke. Adaptasi dengan lapangan juga jauh lebih baik,” timpal Leo. Adalah Christian Adinata yang tampil di partai pamungkas saat skor 2-2, sempat dicekam ketegangan. Namun, setelah bisa menguasai keadaan dan beradaptasi dengan lapangan, dia akhirnya mampu mengatasi Jeong Min Sun, 21-19, 11-21, 21-17. “Puji tuhan bisa menyelesaikan pertandingan dan tak ada cedera. Senang bisa main maksimal dan menyumbangkan poin, meski tegang tapi akhirnya bisa mengatasi,” tutur Christian usai pertandingan kepada Tim Humas PBSI. “Tadi start di gim pertama kurang bagus dan banyak kesalahan sampai ketinggalan 3-11. Tetapi makin lama feeling saya bisa kembali. Saya pelan-pelan bisa mengejar dan akhirnya menang,” ujar Christian. Pada pertandingan selanjutnya, tim putra bulutangkis Indonesia akan jumpa India pada hari Jumat, 18 Februari, pukul 10.00 waktu setempat.

Libas Korea Selatan, Tim Putri Indonesia Juara Grup

Libas Korea Selatan, Tim Putri Indonesia Juara Grup

Tim putri bulutangkis Indonesia yang awalnya dianggap sebelah mata, justru menjadi juara grup. Pada pertandingan terakhir babak penyisihan Grup Z Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu (BATC) 2022, Gregoria Mariska Tunjung dkk., berhasil menekuk Korea Selatan. Dalam pertandingan di Setia City Convention Centre, Selangor, Malaysia, Kamis (17/2) petang, putri Skuad Garuda Muda sukses menjungkalkan tim Negeri Ginseng dengan 3-2. Sebelumnya Indonesia menang 4-1 atas Hong Kong dan mengungguli 5-0 Kazakhstan. Gregoria berhasil membawa Indonesia memimpin 1-0 setelah mengalahkan Sim Yu Jin. Lewat penampilan apik, terutama di gim pembuka, kapten tim putri Indonesia itu menang 21-6, 21-18. “Puji Tuhan saya bisa main baik dan menyumbangkan poin. Tadi di gim pertama, permainan saya memang sudah seperti direncanakan, sementara lawan banyak melakukan kesalahan sendiri,” kata Gregoria. Penampilan Gregoria di gim pembuka memang mengilap. Lawan tidak bisa berbuat banyak. Variasi serangan dan tidak banyak melakulan kesalahan, mengantarkannya menang mudah dengan skor 21-6. Sayang di gim kedua, Gregoria seperti kehilangan fokus. Dia mengikuti pola permainan lambat lawan. Adaptasi dengan lapangan juga terganggu. Setelah unggul 12-6, malah bisa terkejar. “Pada gim kedua, saya terbawa dan mengikuti pola permainan lambat lawan. Selain itu, saat unggul 12-6, saya juga kerap melakukan kesalahan sendiri dan kurang tenang. Padahal saya sudah leading banyak dan permainan saya pun jadi tegang dan terkejar,” sebut juara Kejuaraan Dunia Junior 2017 itu. “Untung, berkat kembali fokus, gim kedua pun dimenangi Gregoria dengan 21-18. “Setelah itu, saya bisa kembali fokus ke pola permainan sendiri. Tekanannya ditambah dan lebih cepat, hingga saya bisa memenangi gim kedua,” tambah Gregoria. Pada ganda putri pertama, pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi juga sudah berjuang dan menampilkan seluruh kemampuan terbaik. Namun, perjuangannya tidak menghasilkan kemenangan setelah kalah dengan skor 20-22, 19-21. Posisi Indonesia jadi tertinggal 1-2 setelah Putri Kusuma Wardani yang turun di partai ketiga, dikalahkan Lee Se Yeon, 16-21, 19-21. Pasangan dadakan Nita Violina Marwah/Lanny Tria Mayasari berhasil menyamakan krdudukan 2-2 setelah menang 21-16, 22-20 atas Kim Min Ji/Lee Seo Jin. “Alhamdulliah saya merasa senang karena bisa menang setelah Indonesia tertinggal dan bisa menyamakan kedudukan jadi 2-2,” ujar Lanny. Nita dan Lanny adalah pasangan dadakan setelah Jesita Putri Miantoro mengalami cedera paha kiri. Meski pasangan baru, cemistry Nita dan Lanny sudah oke karena sering latihan bareng di Pelatnas Cipayung. Kepastian Indonesia sebagai juara grup ditentukan Stephanie Widjaja yang tampil di partai kelima setelah mengatasi Kim Joo Eun, 21-11, 21-13. “Saya tegang juga sih, tetapi berusaha tenang biar mainnya lebih bagus. Kunci kemenangannya, saya yakin kalau saya lebih bagus. Saya senang karena bisa menang dan menjadi penentu,” kata Stephanie.

Skor Kembar, Tim Putra Juga Kalahkan Hong Kong 4-1

Skor Kembar, Tim Putra Juga Kalahkan Hong Kong 4-1

Tim putra bulu tangkis Indonesia sukses mengikuti rekan putri dengan memenangi laga perdana penyisihan Grup A Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu (BATC) 2022. Seperti tim putri, Chico Aura Dwi Wardoyo dkk., juga mengalahkan Hong Kong dengan skor 4-1. Pemain tunggal pertama, Chico Aura Dwi Wardoyo sukses melakoni peran sebagai ujung tombak Indonesia. Lewat penampilan penuh percaya diri dan terus mengontrol permainan, Chico dalam pertemuan pertamanya, sukses menggusur Lee Cheuk Yiu dengan 21-14, 18-21, 21-18. Indonesia pun bisa memimpin 1-0 atas Hong Kong. “Saya senang bisa mempersembahkan angka pertama bagi Indonesia. Kemenangan ini begitu penting biar teman-teman juga makin tambah semangat,” sebut Chico. Menurut Chico, kemenangan itu berkat strategi untuk terus memegang kendali permainan. “Dari awal saya mencoba memegang tempo permainan dan jangan mengikuti pola permainan cepat lawan. Sebab kalau mengikuti permainan lawan, saya kalah cepat,” ujar Chico. Hanya, setelah memenangi pertarungan di gim pembuka, di gim kedua Chico kurang konsisten. Dia juga banyak mati sendiri. Akibatnya, dia pun merelakan gim kedua untuk Lee. Pada gim ketiga, Chico sempat tertinggal 16-18. Namun, pelan tapi pasti dan terus memegang kendali permainan, Chico bisa merebut lima poin secara terus-menerus hingga menutup gim ketiga dan akhirnya menang 21-18. Hasil sebaliknya diukir Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Pasangan muda ini kalah secara menyakitkan dari Law Cheuk Him/Lee Chun Hei Reginald dengan skor 12-21, 21-18, 20-22. Padahal di gim ketiga, Pram/Yere sudah memimpin 20-16. Artinya tinggal butuh satu angka untuk menang dan membawa Indonesia memimpin 2-0 atas Hong Kong. Namun karena terburu-buru dan kurang pengalaman, Pram/Yere justru kalah menyesakkan. Enam angka beruntun malah didapat lawan dan pasangan muda Merah-Putih itu pun justru takluk di gim penentuan dengan 20-22. “Tadi kita terlalu buru-buru mau cepat-cepat menang. Ingin satu poin banget, dampaknya terlalu hati-hati dan kurang sabar. Kami juga terlalu menonton dalam serangan. Sayang nyaris menang, malah kalah. Ini tentu menjadi pelajaran penting bagi saya dan Yere untuk ke depannya,” sebut Pramudya. Pemain tunggal kedua, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay yang tampil dalam kedudukan 1-1, malah sukses membawa Indonesia jadi unggul 2-1. Dia berhasil mengatasi permainan Chan Yin Chak dengan skor 16-21, 22-20, 21-17. “Saya tadi tidak memikirkan soal kedudukan 1-1. Tetapi lebih fokus ke permainan diri sendiri untuk bisa tampil terbaik saja. Rasanya biasa saja bisa menang dan menyumbangkan angka. Saya baru akan sangat senang kalau Indonesia bisa juara,” sebut Ikhsan. Indonesia akhirnya memimpin 3-1 lebih dahulu setelah pasangan ganda kedua, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menang 22-20, 21-16 atas Ho Wai Lun/Yeung Ming Nok di partai keempat. “Syukur alhamdulillah bisa menang. Meski begitu dari sisi permainan saya belum puas. Banyak yang perlu diperbaiki seperti adaptasi dan tekniknya,” kata Leo. Christian Adinata yang turun di partai kelima berhasil menggenapkan kemenangan 4-1 Skuad Muda Garuda atas Hong Kong. Pemain tunggal ketiga ini berhasil menundukkan Jason Gunawan dengan 21-15, 21-14 dalam pertandingan yang berlangsung di Setia City Convention Centre, Selangor, Malaysia, Selasa (15/2) malam. “Puji Tuhan saya bisa menyumbangkan angka dan bermain tidak ada cedera. Saya terus terang merasa senang bisa tampil maksimal dan apa yang sudah diberikan oleh pelatih, bisa keluar semua dalam pertandingan ini,” kata Christian, dilansir dari laman PBSI.

Stephanie Widjaja Pertegas Kemenangan Indonesia

Stephanie Widjaja Pertegas Kemenangan Indonesia

Pebulu tangkis berusia 18 tahun, Stephanie Widjaja berhasil menutup laga Indonesia vs Hong Kong di awal Kejuaraan Beregu Asia 2022 dengan kemenangan. Tim bulu tangkis putri Indonesia yang didominasi atlet muda berhasil meraih kemenangan di laga pertama babak penyisihan grup Z Kejuaraan Beregu Asia 2022, Selasa, 15 Februari 2022. Di partai terakhir, Indonesia yang diwakili pebulu tangkis berusia 18 tahun, Stephanie Widjaja sukses meraih kemenangan. Stepahnie mampu mengalahkan wakil Hong Kong, Saloni Samirbhai Mehta dengan dua gim langsung 21-18, 21-13. Sebelumnya, Gregoria Mariska Tunjung yang turun pada partai pertama tunggal putri mampu mengalahkan Cheung Ying Mei dua gim langsung, 21-16 dan 21-12. Namun di partai kedua, Hong Kong menyamakan skor melalui wakil ganda putrinya, Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam. Di mana Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam sukses menaklukkan wakil Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi, melalui rubber game dengan skor 21-19, 19-21, 23-21. Di partai berikutnya, Hong Kong kembali menelan kekalahan dari wakil tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani. Putri KW mampu menaklukkan perlawanan wakil Hong Kong, Yeung Sum Yee, dengan skor 21-14, 21-15. Di partai keempat, pasangan ganda putri, Lanny Tria Mayasari/Jesita Putri Miantoro menjadi penentu kemenangan tim putri Indonesia. Lanny Tria Mayasari/Jesita Putri Miantoro memastikan Indonesia menang 3-1 atas Hong Kong setelah mengalahkan Fan Ka Yan/Yau Mau Ying, dengan skor, 12-21, 21-14, 21-19. Kemudian di partai terakhir, pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Stephanie Widjaja, menyempurnakan poin kemenangan Indonesia menjadi 4-1. “Tadi saya berprinsip main tenang saja agar bisa mengeluarkan permainan terbaik saja,” sebut Stephani, dilansir dari laman resmi PBSI. Setelah menaklukkan Hong Kong, Indonesiakini memiliki dua laga tersisa di fase grup. Jika Srikandi Indonesia berhasil meraih satu kemenangan lagi, maka bisa dipastikan langkah merah putih untuk lolos ke babak selanjutnya terbuka lebar. Tim bulu tangkis putri Indonesia akan kembali bertanding melawan Kazakhstan pada laga kedua babak penyisihan grup Z. Pertandingan melawan Kazakhstan akan digelar pada Kamis (17/2/2022) di Setia City Convention Centre, Shah Alam, Selangor, Malaysia.

Junio Junior Open 2022, Jadi Magnet Petenis Muda Indonesia

Junio Junior Open 2022, Jadi Magnet Petenis Muda Indonesia

Turnamen Tenis Junio Junior Open 2022 tandingkan lima kelompok umur berbeda. Turnamen yang digelar sejak Minggu (13/2/2022) kemarin ini akan berlangsung hingga Sabtu (19/2/2022) mendatang. Untuk venue pertandingan, kejuaraan ini digelar di empat lapangan berbeda, antara lain; Lapangan Tenis Kompleks Stadion Sultan Agung, Lapangan Tenis RS DKT, Lapangan Tenis UNY dan Lapangan Tenis Sinduadi. Direktur Turnamen Junio Junior Open 2022, Anshari Nuraida menjelaskan kejuaraan dengan level nasional ini memberikan kesempatan untuk bertanding bagi petenis dengan kelompok umur 10, 12, 14, 16 dan 18 tahun. Kemudian mereka akan bertanding dalam dua nomor, yakni nomor tunggal dan ganda. “Dari kuantitas dan kualitas peserta yang datang ke Yogya, kami bersyukur dapat menaikkan gengsi event ini. Namun kami tak henti-hentinya mengingatkan peserta untuk mematuhi protokol kesehatan. Tenis beruntung termasuk cabang olahraga yang berisiko rendah paparan Covid-19,” ulasnya. Selain itu salah satu alasan dari penyelenggaraan kejuaraan ini DIY dapat menjadi magnet bagi petenis muda dari seluruh daerah di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan kenyataan dimana beberapa nomor pertandingan seperti KU 12, 14 dan 16 tunggal putra turnamen ini harus menggelar 128 draw size. Artinya, atlet harus melewati tujuh babak lebih dulu sebelum menjadi juara. Tak hanya dari segi antusiasme peserta, Kejurnas Junior yang masuk dalam kalender kompetisi resmi PP Pelti ini turut diramaikan petenis papan atas junior Indonesia. Beberapa nama petenis junior ternama yang andil di dalamnya antara lain; Aditya Yudha Pratama asal Slawi, Tegal yang menempati peringkat nasional petenis (PNP) 1 di KU 10 tahun putra. Kemudian Quora Prince asal Banjarmasin, yang juga PNP 1 KU 10 putri. Selain itu masih ada Rafalentino Dacosta (PNP 2 KU 14 putra) dan Mischka Sinclaire Goenadi (PNP 1 KU 14 Putri). Untuk KU 16 putra, petenis unggulan yang ambil bagian yakni Raphael Dandi dari Semarang (PNP 1), serta Tiara Naura Nur Azizah asal Riau (PNP 2 putri). Setelah Junio Junior Open 2022 ini, turnamen akan dilanjutkan dengan kelompok senior umum berlabel Britama Open dengan total hadiah Rp 100 juta. Sejumlah petenis nasional telah memastikan ikut meramaikan persaingan, diantaranya calon penghuni skuad Piala Davis Indonesia yang akan berlaga di babak play off Grup ll menjamu Venezuela awal Maret di Jakarta. “Kami masih memantau beberapa petenis seperti petenis Bantul yang membela Papua Barat, yakni Achad Imam Maruf dan rekannya, Althaf Baehaqi serta Tegar Abdi Satrio Wibowo dari Kalimantan Selatan,” kata Ketua Umum PP Pelti, Rildo Ananda Anwar.

Persiapan SEA Games Vietnam, Vidya Rafika Tampil di Kejuaraan ISSF Grand Prix

Persiapan SEA Games Vietnam, Vidya Rafika Tampil di Kejuaraan ISSF Grand Prix

Petembak muda andalan Indonesia, Vidya Rafika terus mempersiapkan diri jelang SEA Games Vietnam. Vidya bersama puluhan atlet senior dan junior di Pelatnas Perbakin tampil di kejuaraan ISSF Grand Prix Rifle/Pistol Jakarta pada 8-18 Februari ini. Ajang yang diikuti juga oleh atlet Malaysia, Thailand, Singapura, Bangladesh dan Rumania ini menjadi ajang persiapan Indonesia sebelum SEA Games Vietnam. “Jadi ajang ini sekaligus sebagai tes event ke SEA Games tapi masih ada beberapa kejuaraan di luar (negeri) untuk menuju SEA Games,” jelas Ketua Perbakin, Letjen Joni Supriyanto, di Lapangan Tembak Senayan, Selasa (8/2/2022). Sebagai salah satu atlet andalan cabang menembak, Vidya akan turun di tiga nomor sektor putri. Langkah ini dilakukan sebagai strategi menghadapi para negara Asia Tenggara yang turut mengirim wakil di kejuaraan ini. Sebagai atlet muda cabang menembak, Vidya sudah menorehkan banyak prestasi gemilang untuk Indonesia. Pada SEA Games 2019, Vidya sukses meraih dua medali emas. Selain itu ia jadi atlet menembak pertama Indonesia yang tampil di Olimpiade tanpa wildcard. Bio Data Nama: Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba Panggilan: Vika Lahir: Depok, Jawa Barat, 27 Mei 2001 Tinggi Badan: 161 cm Pegangan Tangan: Kanan Debut Kompetisi: 2010 Nomor Lomba: AR60W, R3X40 Prestasi – SEA Games 2019 Filipina (Satu emas Air Rifle Women, satu emas Air Rifle Mix) – Asian Shooting Championships Qatar 2019 (Lolos Olimpiade Tokyo 2020) – SEASA 2019, Indonesia (Dua emas) – SEASA 2017, Malaysia (Satu perak, 1 perunggu) – ISSF World Cup 2021 (Satu medali perunggu) – ISSF Grand Prix 2021 (Satu medali emas)

Jelang Turnamen Internasional, PAGI Development Series Sukses Diselenggarakan

Jelang Turnamen Internasional, PAGI Development Series Sukses Selenggarakan

Jelang beragam turnamen internasional, Perkumpulan Akademi Golf Indonesia (PAGI) sukses menyelenggarakan “PAGI Development Series”. Turnamen ini diikuti oleh 70 peserta dari kelas junior dan amateur. Sekretaris Jendral PAGI, Diana mengatakan, pihaknya pertama kali menggelar series pertama sebagai permulaan 2022 pada Februari kali ini. Rencananya series tersebut akan diadakan dua bulan sekali dan turnamen pertama kali ini diselenggarakan di Senayan Golf Club, Jakarta “Kami mengundang seluruh akademi, seluruh PGI-PGI daerah, atlet-atlet yang junior untuk bergabung bersama dan berkompetisi dengan anak-anak PAGI,” ujar Diana. Adapun tujuan dari turnamen ini adalah mengukur prestasi internal dari anak-anak yang bernaung dalam PAGI. Nantinya turnamen akan bermuara pada Ajang Menpora PAGI Junior Championship yang rencananya akan diselenggarakan pada Mei 2022 mendatang. Selain itu juga akan ada ajang Menpora PAGI Junior International Championship dan Menpora Emeralda Amateur International. “Kami juga berterima kasih kepada panitia parents-parents PAGI yang mau bersusah payah mendukung acara ini. Diantaranya Pak Abdullah-Papa dari Albidzar, Pak Irwan-Papa Fadhlan, Pak Arnel, Bu Wirna-Mama Aleyna dan Bu Ira-Mama Bima,” tutup Diana. Pada kesempatan berbeda, turut hadir pula Persatuan Golf Indonesia (PGI) dari Provinsi Aceh, Teuku Muda. Dia sengaja datang ke Jakarta secara khusus untuk menghadiri turnamen yang diselenggarakan oleh PAGI. Teuku Muda turut membawa seorang atlet bernama Cut Mutiara Puloie untuk menambah jam terbang pemain dan jadi semangat untuk maju di turnamen kejuaraan nasional lainnya. Tidak hanya Cut Mutiara, harapannya bisa bertambah lagi bibit-bibit atlet Aceh di masa yang akan datang. “Atlet Aceh kami baru kirimkan Cut Mutiara Puloie yang main di kelas junior. Ke depan, akan saya bina lagi atlet muda dari Aceh dan akan kami titipkan di PAGI,” ujar Teuku Muda. Teuku Muda berterima kasih karena merasa bangga diundang oleh PAGI. Harapan besarnya, ke depan golf di Aceh bisa semakin maju dan dibukalah PAGI di Aceh. Tidak hanya dari PGI Aceh, turut hadir pula Ketua PGI Pemkab Bekasi, Erwin. Erwin sangat mengapresiasi penyelenggaraan turnamen yang diselenggarakan PAGI. “Terutama yang menyangkut super junior, bukan junior lagi. Selama ini atlet binaan kami aktif di junior maupun amateur,” ujar Erwin. Erwin mengaku, pihaknya juga sedang membuka kelas next generation. Artinya kelas untuk anak-anak di bawah usia 12 tahun. Di ajang kali ini, pihaknya sendiri menurunkan pegolf bernama Elevania Nurfasya dan rencanany dalam turnamen yang lain, akan menurunkan atlet lebih banyak lagi. “Acara PAGI ini sangat baik karena mewakili daripada super junior itu sendiri. Saya setuju bahwa pembinaan harus dimulai sedini mungkin,” ujar Erwin. Erwin berharap, penyelenggaraan PAGI Development Series dilakukan sesering mungkin agar anak-anak tidak hanya berlatih tetapi juga bisa menjadi ajang evaluasi. Selain itu, anak-anak juga bisa beetemu dengan teman-teman sesama golfer dari club lain. Sumber: Netralnews.com

Skuad Muda Indonesia Bertolak ke Malaysia

Skuad Muda Indonesia Bertolak ke Malaysia

Tim bulu tangkis Indonesia optimistis menghadapi Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu 2022 atau Badminton Asian Team Championship (BATC) yang digelar di Selangor, Malaysia, pada 15-20 Februari. Optimisme tersebut terpancar dari wajah-wajah skuad Garuda Muda yang dilepas ke medan laga. Pada Senin (7/2) siang di pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Senin (7/2) siang, rombongan secara resmi dilepas. Rombongan Indonesia ke BATC 2022 beranggotan 32 orang. Terdiri dari 10 pemain putra dan 10 pemain putri, ditambah pelatih teknik, pelatih fisik, masseur, terapis, dokter gizi, psikolog, dan tim pendukung lainnya. Tim meninggalkan Tanah Air dengan menggunakan maskapai Malaysia Airlines dari Bandara Soerkarno-Hatta, Cengkareng, Banten, pada pukul 15.45 WIB. Menurut Aryono Miranat, manajer tim yang juga asisten pelatih ganda putra utama pelatnas Cipayung Aryono Miranat, skuad “Garuda Muda” siap tempur di ajang BATC 2022. Dengan kekuatan 10 pemain putra dan 10 putri, tim Indonesia muda siap menampilkan performa terbaik. “Meski persiapan termasuk pendek, hanya sekitar tiga minggu, tim Indonesia siap tempur di BATC. Dengan kekuatan pemain muda, kita siap untuk bersaing dengan negara-negara lain,” katanya, melalui siaran pers Humas PP PBSI, Senin (7/2). “Kami memohon doa dan dukungan masyarakat Indonesia agar bisa berprestasi seperti yang diharapkan,” Aryono, menambahkan. Sementara, pemain tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung, menyatakan siap mengemban tugas sebagai ujung tombak tim putri Indonesia. “Saya dan teman-teman juga sudah siap bertanding. Persiapan kami juga cukup untuk bersaing di BATC,” tegasnya. Skuad “Garuda Muda” berangkat pada hari ini dengan harapan pada 12 Februari sudah dapat berlatih. Pasalnya, sesampai Malaysia pada Senin (7/2) malam, tim Indonesia wajib menjalani karantina selama lima hari. Setelah itu, jika kondisi pemain sehat dan bebas Covid-19, mereka diizinkan untuk berlatih. Berikut skuad “Garuda Muda” di BATC 2022: Tim Putra: 1. Chico Aura Dwi Wardoyo 2. Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay 3. Christian Adinata 4. Yonathan Ramlie 5. Leo Rolly Carnando 6. Daniel Marthin 7. Pramudya Kusumawardana 8. Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan 9. Bagas Maulana 10. Muhammad Shohibul Fikri Tim Putri: 1. Gregoria Mariska Tunjung 2. Putri Kusuma Wardani 3. Saifi Rizka Nurhidayah 4. Bilqis Prasista 5. Stephanie Widjaja 6. Nita Violina Marwah 7. Febriana Dwipuji Kusuma 8. Amallia Cahaya Pratiwi 9. Lanny Tria Mayasari 10. Jesita Putri Miantoro

Sukses Gelar Gili Ocean Swim, BSF Sanggup Bina Atlet Berkebutuhan Khusus Di Lombok Utara

Sukses Gelar Gili Ocean Swim, BSF Sanggup Bina Atlet Berkebutuhan Khusus Di Lombok Utara

Bali Sport Foundation (BSF) punya kantor cabang Di Lombok Utara tepatnya di Kecamatan Pemenang, hal tersebut guna mencari bakat-bakat atlet muda, terutama atlet yang berkebutuhan khsusus. Demikian diungkapkan pendiri sekaligus Direktur BSF Rodney James Holt setelah sesaat itu sukses menggelar lomba renang bertajuk “Gili Ocean Swim” di Teluk Jambianom Hotel By Marina pada Minggu 6 Februari lalu. Yayasan yang sudah 12 tahun bergerak di Bali dan berkiprah di bidang pengembangan dan pembinaan olahraga bagi penyandang disabilitas ini, menyelenggarakan event lomba berenang di pantai untuk pertama kalinya di Lombok. “Kalau di Bali kami sudah 12 tahun menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sport tourism seperti ini, di Lombok ini perdana,” ucapnya. Dikatakan Rodney kegiatan Gili Ocean Swim merupakan ajang promosi perkenalan BSF di Lombok, selain itu kegiatan lomba renang (Ocean Gili Swim) tersebut sebagai kegiatan daya dukung kebangkitkan kembali pariwisata diamasa pandemi, ujarnya. Menurut Rodney, event Gili Ocean Swim ini rencananya akan dijadikan sebagai event reguler tahunan. Di acara perdana ini, banyak anak-anak yang terlibat sebagai peserta, ini membuktikan antusiasme generasi muda atau bibit-bibit atlet kita begitu tinggi, ujarnya bersemangat. “Banyak anak-anak yang terlibat sebagai peserta, ini membuktikan antusiasme generasi muda atau bibit-bibit atlet kita begitu tinggi,” imbuhnya. Selain di Bali dan Lombok, BSF juga pernah menyelenggarakan event serupa di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tepatnya di Kupang, dan akan diagendakan hal serupa di Labuhan Bajo dan Dili (Timor Leste). Nantinya, BSF akan mengadakan Liga Perenang dari lima lokasi yang tersebut setiap tahunnya. Bukan hanya olahraga renang, tapi ada 17 cabang olahraga yang menjadi konsentrasi pembinaan sport tourism di BSF, seperti Rugby dengan kursi roda, Balap Sepeda, Memanah dengan kursi roda dan lainnya. “Di Bulan Maret 2022 ini BSF akan agendakan untuk bersepeda dari Bali ke Lombok lalu ke Sumbawa,” papar Rodney. Sebagai saran untuk pemerintah, Rodney masih melihat ada kekurangan yang cukup vital bagi pengembangan sport tourism di Lombok Utara, khususnya fasilitas pendukung untuk atlet penyandang disabilitas. Menurutnya, daerah masih banyak kekurangan dalam hal tersebut dan harus dilengkapi. “Lombok ini indah, kita punya banyak spot yang bagus untuk sport tourism, orangnya juga ramah-ramah, tapi untuk menunjang atlet disabilitas fasilitasnya masih minim,” terangnya. Wakil Ketua Panitia Gili Ocean Swim Cok Ima menuturkan, lomba renang ini diikutsertai oleh 34 atlet perenang. Dengan spesifikasi jarak tempuh 1,2 kilometer, 5 kilometer, dan 10 kilometer. Semua terbagi dalam kategori gender (laki-laki dan perempuan) serta kategori usia (anak-anak, junior, remaja, master dan veteran). “Untuk jarak tempuh 1,2 kilometer diikuti oleh kategori anak-anak (di bawah 12 tahun) sampai kategori junior (12-17 tahun), Sementara untuk jarak 5 kilometer kita mulai dari usia junior (di atas 12 tahun) sampai veteran (di atas 50 tahun), untuk 10 kilometer ada dua orang peserta yang kategorinya master (30-50 tahun),” jelas Ima. Perlombaan tersebut untuk jarak 1,2 kilometer dengan kategori Anak-anak dimenangkan masing-masing oleh Dayaan Alhanif Haryoni (laki-laki) dengan waktu 24:15:04, dan Rayya Nesya Aura (perempuan) dengan waktu 24:32:55. Sementara di kelas Junior dimenangkan Frederico Owen (laki-laki) dengan waktu 27:34:53 dan Novel Mahaputri Agustina (perempuan) dengan waktu 25:24:44. Untuk jarak tempuh 5 kilometer kelas Junior dimenangkan masing-masing oleh Genta Buana B (laki-laki) dengan waktu 1:32:30 dan Sekar Ayu B (perempuan) dengan waktu 2:12:22. Pada kelas Master dimenangkan oleh Cedric Allen (laki-laki) dengan waktu 2:10:55 dan Larasati Moerdijat (perempuan) dengan waktu 2:38:26. Terakhir pada kelas Veteran dimenangkan oleh Chris Thompson (laki-laki) dengan waktu 1:35:57 dan Rara Nastiti (perempuan) dengan waktu 2:42:38. Adapun dengan jarak tempuh 10 kilometer dimenangkan oleh Rafi Papazian, dengan capaian waktu sekitar 4 jam. Komposisi peserta pada lomba ini tidak hahya diikuti oleh perenang setempat tetapi juga para perenang dari berbagai negara. Acara ini pun didukung oleh berbagai pihak seperti Medana Bay Marina Hotel, Pemda Lombok Utara, Basarnas, Kepolisian dan TNI, Bara Siaga, serta berbagai komunitas olahraga dan sponsorship. “Ini dapat menjadi awal yang baik sehingga ke depan banyak perenang yang bisa terlibat terutama perenang penyandang disabilitas,” lanjutnya. Meski pada gelaran Gili Ocean Swim kali ini belum ada perenang penyandang disabilitas yang ikut lomba, pihaknya mengaku optimis ke depan akan banyak talenta yang muncul di Lombok, tutupnya menyemangati.

BATC Bakal Jadi Pengalaman Pertama Ikhsan Tampil di Kejuaraan Beregu

BATC Bakal Jadi Pengalaman Pertama Ikhsan Tampil di Kejuaraan Beregu

Pebulutangkis tunggal putra, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay, menjadi salah satu atlet yang terdaftar menjadi skuad Indonesia di ajang Badminton Asia Team Championships atau BATC 2022. Turnamen beregu yang akan diikuti Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay ini akan segera berlangsung di Setia City Convention Centre, Selangor, Malaysia, pada 15-20 Februari 2022 mendatang. Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay yang merupakan pebulutangkis binaan PB Djarum Kudus, mengaku sangat senang bisa mendapat kesempatan mewakil merah putih di salah satu kejuaraan beregu yang cukup bergengsi, BATC 2022. “Iya saya sudah diberi tau masuk dalam skuad Indonesia di BATC 2022. Rasanya tentu sangat senang, karena ini kali pertama saya masuk dalam Tim di kejuaraan beregu di kelas senior,” kata Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay seperti dikutip dari laman PB Djarum, Jumat 4 Februari 2022. “Selain itu juga atmosfer di kejuaraan ini pasti berbeda,” lanjutnya. Dikatakan Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay, meski sempat mengalami penurunan dari segi fisik karena usai menjalai libur akhir tahun 2021, namun saat ini kondisinya sudah mulai kembali normal dan siap untuk bertanding. “Kalo dari segi persiapan sudah oke, memang kemarin ada kendala usai liburan pasti ada penurunan fisik dan otot, tetapi saat ini sudah berjalan normal,” ungkapnya. Di sisi lain, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay mempunyai target di BATC 2022 nanti. “Target saya bisa memberikan yang terbaik buat tim,” ucapnya.

Kabar Gembira! Bendera Indonesia Bisa Berkibar Saat Piala AFF U-23

Kabar Gembira! Bendera Indonesia Bisa Berkibar Saat Piala AFF U-23

Keinginan PSSI untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih saat mengikuti kegiataan multiajang di level internasional akhirnya terealisasi setelah Komite Eksekutif World Anti-Doping Agency (WADA) mencabut sanksi itu melalui mekanisme voting. “Kita patut bersyukur dengan pencabutan sanksi ini. Itu berarti kita bisa mengibarkan bendera Merah Putih di ajang internasional. Terima kasih kepada pemerintah dalam hal ini Kemenpora dan semua yang terlibat sehingga sanksi WADA ini akhirnya dicabut,” ujar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. Timnas Indonesia dalam waktu dekat akan mengikuti Piala AFF U-23 di Kamboja 14-23 Februari 2022. Itu artinya bendera Indonesia akan bisa berkibar. “Akan ada kebanggan bagi siapa pun kalau atlet bertanding kemudian menjadi juara dan Merah-Putih bisa berkibar. Alhamdulillah,” imbuh Iriawan. Dalam rilisnya WADA mengatakan Indonesia sudah resmi memenuhi standar internasional untuk kepatuhan kode oleh penandatanganan. Hal yang sama juga berlaku untuk Thailand yang sebelumnya terkena sanksi. Sebagaimana diketahui WADA menjatuhkan sanksi selama satu tahun terhadap LADI karena dinilai non-compliance terhadap WADA Code pada 7 Oktober 2021. Imbas sanksi tersebut, Merah Putih tak bisa berkibar saat atlet Indonesia naik podium. Namun, saat ini WADA sudah resmi mencabut sanksi doping itu dari Indonesia dan Thailand. Dengan begitu, dipastikan Merah-Putih bisa berkibar lagi di kancah turnamen olahraga Internasional. Mulai hari ini juga, Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) resmi berganti nama menjadi Indonesia Anti Doping Organization (IADO) setelah sanksi WADA resmi dicabut. Pengumuman nama baru lembaga antidoping tersebut dilakukan di Kemenpora, hari ini. Dengan ini IADO dinyatakan resmi sebagai lembaga antidoping independen dan profesional dari Indonesia. Menpora Zainudin Amali mengatakan, saat ini IADO sudah tidak menjadi bagian dari Kemenpora. Meski demikian IADO masih akan mendapat subsidi dana dari pemerintah untuk keperluan operasional. “Dengan kejadian ini IADO harus profesional, jadi independen. Tidak boleh lagi pengurus yang dari cabor dan juga pemerintah. Jangan sampai ada yang menitipkan ini dan itu,” kata Amali. “Sekarang IADO sudah punya kantor sendiri di Kebayoran, tetapi anggarannya tetap didukung pemerintah. Kalau kebijakan tidak boleh ada campur tangan pemerintah,” ujar Amali menambahkan.