Hasil Drawing ASEAN Hyundai Cup 2026

Trofi ASEAN Hyundai Cup 2026

Tim nasional sepak bola Indonesia masuk ke dalam Grup A bersama juara bertahan Vietnam, selain itu ada Singapura, Kamboja dan tim pemenang play-off. Ini merupakan hasil pengundian (drawing) Kejuaraan ASEAN Hyundai Cup 2026 yang dilaksanakan di Studio RCTI+ Kebun Jeruk, Jakarta, Kamis (15/1) sore. Sementara, di Grup B dihuni Thailand, Malaysia, Philipina, Myanmar dan Laos. Timnas Indonesia akan berlaga di Kejuaraan sepak bola paling bergengsi di Asia Tenggara, ASEAN Hyundai Cup 2026. Kejuaraan ini merupakan edisi ke-30 sejak digelar untuk pertama kalinya di tahun 1996. ASEAN Hyundai Cup 2026 akan menjadi panggung bagi tim-tim sepak bola terbaik kawasan untuk memperebutkan mahkota Juara ASEAN, yang saat ini dipegang Vietnam setelah mengalahkan Thailand di final edisi tahun 2024 lalu. Hyundai Cup akan berlangsung pada 27 Juli hingga 26 Agustus mendatang, diikuti 11 negara peserta yang akan saling bersaing menjadi yang terbaik. Salah satunya harus melalui kualifikasi atau play-off yang digelar 2 dan 6 Juni 2026 yang akan diperebutkan oleh Brunei Darussalam dan Timor Leste. Pada fase grup, setiap tim akan menjalani empat pertandingan, terdiri dari dua laga kandang dan dua laga tandang.Tim yang finis sebagai juara grup dan runner-up berhak melaju ke babak semifinal. Pada fase empat besar, pertandingan akan dimainkan dalam format dua leg kandang dan tandang, begitu pula dengan partai final. Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, yang hadir pada pengundian ini menyebut, timnas Indonesia memiliki kesempatan besar untuk menang. Indonesia diketahui sebanyak enam kali menjadi semifinalis pada penyelenggaraan Kejuaraan ASEAN yang dulu dikenal dengan Piala AFF ini. “Saya rasa ini adalah kesempatan besar, kita sudah jadi semifinalis enam kali. Turnamen ini sangat bergengsi, punya level yang top. Tim-tim yang bermain punya kekuatan seimbang dan kita punya kesempatan (untuk menang),” harapnya saat doorstop bersama awak media. Hasil Drawing ASEAN Championship 2026: Grup A: Vietnam, Singapura, Indonesia, Kamboja, Brunei Darussalam/Timor Leste Grup B: Thailand, Malaysia, Filipina, Myanmar, Laos

Jakarta Tuan Rumah AFC Futsal Asian Cup 2026, Ini Dua Venue Resminya!

AFC Futsal Asian Cup 2026

Indonesia siap menjadi pusat perhatian futsal Asia. AFC Futsal Asian Cup 2026 akan digelar di Jakarta dengan menggunakan dua arena kelas dunia sebagai venue pertandingan. Turnamen futsal paling bergengsi di Asia itu dijadwalkan berlangsung pada 27 Januari hingga 7 Februari 2026. Sebanyak 16 negara akan ambil bagian, termasuk Timnas Futsal Indonesia yang berstatus sebagai tuan rumah. Untuk penyelenggaraan edisi kali ini, Indonesia menyiapkan dua venue dalam satu kota, yakni Jakarta. Berikut rincian dua arena resmi yang akan digunakan. 1. Indonesia Arena (Venue Utama) Kapasitas: 16.500 penonton Lokasi: Blok 10, Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat Indonesia Arena menjadi venue utama dengan kapasitas terbesar. Arena indoor ini direncanakan digunakan untuk sejumlah laga penting selama turnamen, termasuk pertandingan pembuka dan laga puncak. 2. Jakarta International Velodrome Kapasitas: 8.500 penonton Lokasi: Jalan Balap Sepeda No. 35, Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur Jakarta International Velodrome turut dipastikan menjadi lokasi pertandingan. Arena ikonik peninggalan Asian Games 2018 tersebut telah disesuaikan dengan standar internasional AFC untuk menggelar laga futsal. Indonesia sendiri akan berlaga dari grup A bersama Irak, Kirgiztan dan Korea Selatan. Pertandingan pertama Timnas Indonesia akan berlangsung pada tanggal 27 Januari 2026 melawan Korea Selatan. Info Tiket dan Penyiaran Mengutip unggahan resmi Instagram @federasifutsal_id, tiket AFC Futsal Asian Cup 2026 mulai dapat dibeli Senin (12/1/2026) melalui situs resmi AFC di the-afc.com. Bagi penonton yang tidak bisa hadir langsung di arena, pertandingan AFC Futsal Asian Cup 2026 dapat disaksikan melalui siaran MNCTV serta layanan streaming Vision+ dan platform resmi lainnya. Sumber: Detiksport

Dua Atlet Termuda Indonesia Bidik Emas Thailand

Siti Aisyah

Dua atlet termuda kontingen Indonesia siap mengincar medali emas pada ajang ASEAN Para Games di Thailand. Delima Yunia Susanti bersama Siti Aisyah menjadi tumpuan utama proses regenerasi atlet nasional dalam ajang tersebut. Keduanya dijadwalkan bertolak menuju Thailand melalui Bandara Adi Soemarmo, Kamis (15/1/2026) dini hari, pukul 04.00 WIB dan 11.30 WIB. National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) resmi mendaftarkan total 290 atlet untuk mengikuti 18 cabang olahraga. Atlet cabang para angkat berat Delima Yunia Susanti merasa optimistis dapat meraih medali emas pada laga tersebut. Perempuan berusia 15 tahun tersebut menargetkan prestasi tertinggi meskipun akan melawan banyak sekali pesaing atlet senior. “Sejujurnya, ASEAN Para Games 2025 ini lebih menegangkan dibandingkan kejuaraan-kejuaraan sebelumnya. Karena selama masa persiapan, benar-benar dibutuhkan proses dan tenaga yang besar,” ujar Adel dikutip dari RRI. “Bagi saya, ASEAN Para Games 2025 ini juga menjadi ajang untuk menguji mental. Sebagai atlet muda, saya juga ingin mencari pengalaman di ajang ini,” katanya. Selain Adel terdapat Siti Aisyah sebagai atlet berbakat pada cabang olahraga para renang dengan prestasi dunia. Aisyah menargetkan perolehan medali emas meskipun merasa grogi karena harus bersaing melawan rekan satu provinsi yang sama. “Perasaan grogi tentu ada. Saya takut enggak bisa menampilkan performa terbaik untuk Indonesia,” ucapnya. “Apalagi, saya juga akan menghadapi rekan senegara di nomor yang sama. Dia adalah senior saya sendiri dan berasal dari provinsi yang sama, ini yang membuat saya tambah merasa grogi,” ujar Aisyah. “Saya rasa, pesaing terberat yang akan dihadapi tentu adalah tuan rumah. Karena kalau menghadapi negara-negara lain, saya masih merasa yakin bisa mengalahkan mereka,” kata Aisyah. Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun menjelaskan bahwa menurunkan atlet muda merupakan bentuk komitmen proses regenerasi panjang. Senny berharap para atlet usia dini dapat memperoleh pengalaman berharga sebelum menuju laga Paralimpiade Los Angeles 2028. “Kami harus berani menampilkan mereka agar persiapan menuju Paralimpiade Los Angeles 2028 semakin matang. Ini harus dimaksimalkan menjadi ajang mencari pengalaman,” ucapnya. “Kalau tidak berani begitu, kapan lagi kita bisa melahirkan atlet-atlet hebat. Sekarang kami mulai,” ujar Senny. Rombongan kontingen dijadwalkan mendarat di Kota Bangkok sebelum menempuh perjalanan darat menuju lokasi lomba di Nakhon Ratchasima. Indonesia menargetkan total 82 medali emas dari ajang olahraga bergengsi yang diikuti oleh berbagai negara Asia Tenggara. Sumber: RRI

Borong 7 Medali SEA Games, Segini Bonus Milik Martina Ayu

Martina Ayu Pratiwi

Atlet triathlon putri, Martina Ayu Pratiwi (22) mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang SEA Games 2025 Thailand. Dia mengharumkan nama bangsa dengan memborong lima medali emas dan dua medali perak. Karena jumlah medalinya banyak, Martina pun mendapatkan bonus paling besar di antara kontingen Indonesia lainnya. Martina mendapatkan satu medali emas di nomor perorangan dan empat dari nomor beregu. Satu medali emas nomor perorangan mendapatkan bonus sebesar Rp1 miliar. Untuk medali emas nomor beregu mendapatkan bonus senilai Rp500 juta per orang. Dengan mendapatkan empat medali emas dari nomor beregu, Martina mendapatkan total bonus Rp2 miliar. Ini belum termasuk bonus medali perak. Martina mendapatkan dua medali perak nomor beregu, yang membuatnya mendapatkan bonus Rp441 miliar. Sehingga total bonus yang didapat Martina Ayu adalah Rp3,441 miliar. Atas capaian tersebut, Martina menerima bonus dari Presiden Prabowo Subianto. Ini menjadi bentuk apresiasi negara terhadap perjuangan atlet berprestasi. Dia mengaku sangat bersyukur atas bonus yang diterimanya. “Senang sekali dapat bonus, akhirnya cair. Alhamdulillah,” ujar Martina. Tak hanya menjadi bentuk penghargaan, bonus tersebut juga akan dimanfaatkan secara bijak oleh Martina. Dia berkomitmen menjadikannya sebagai investasi masa depan. “Bonus ini akan saya tabung untuk investasi ke depan, dan membantu orang tua. Saat ini juga sedang dipakai untuk renovasi rumah di Magetan. Prosesnya masih berjalan,” sebutnya. Atlet yang dikenal disiplin dan pantang menyerah ini juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan yang diberikan kepada para atlet nasional. Dukungan pemerintah, kata dia menjadi tambahan motivasi bagi para atlet untuk meningkatkan prestasi. “Terima kasih Bapak Presiden dan Bapak Menpora yang sudah mendukung kami para atlet. Dukungan ini sangat berarti dan tentu menjadi motivasi bagi kami untuk berprestasi ke jenjang yang lebih tinggi,” ucap Martina. Tak ingin cepat berpuas diri, Martina telah menyiapkan target besar ke depan. Impian tampil di Olimpiade menjadi tujuan jangka panjangnya. “Target jangka panjang tentu Olimpiade ya, semoga bisa lolos. Untuk tahun ini fokus Asian Games, dan SEA Games berikutnya. Yang terpenting bagaimana menjaga performa dan konsistensi,” jelasnya. Pencapaian apik Martina Ayu itu turut mencuri perhatian Presiden Prabowo saat pemberian bonus di Istana Negara, Jakarta. Kepala Negara bahkan menghitung medali yang dikalungkan Martina. Dengan usia yang masih muda dan semangat juang tinggi, Martina Ayu Pratiwi menjadi inspirasi generasi muda Indonesia bahwa kerja keras, disiplin, dan doa mampu membawa prestasi hingga level internasional, sekaligus memberi manfaat nyata bagi keluarga dan masa depan.

SEA Plus Youth Games, Multievent untuk Atlet Muda Level Asia Tenggara

SEA Plus Youth Games

Mulai 2028, multiajang olahraga akan bertambah, khususnya di level usia muda. Multievent ini sekaligus sebagai persiapan awal para atlet sebelum turun Asian Youth Games (AYG) dan Youth Olympic Games (YOG). Ialah Southeast Asian Plus Youth Games (SEA Plus YG) yang dirancang dan diadakan setidaknya satu tahun sebelum AYG bagi atlet berusia 17 tahun ke bawah. Presiden Komite Olimpiade Filipina, Abraham ‘Bambol’ Tolentino, sebagai memimpin pembentukan kompetisi multi-olahraga berbasis pemuda di Asia Tenggara ini mengatakan tujuan digelar multiajang ini untuk memastikan kesiapan atlet-atlet regional menuju AYG dan YOG. Istilah Plus, menurut Tolentino, merujuk pada ada satu Komite Olimpiade Nasional (NOC) Asia dari zona lain untuk mengikuti setiap edisi pertandingan guna memberikan kompetisi tambahan bagi atlet-atlet pemula di kawasan ini. “SEA Plus YG adalah jawaban Asia Tenggara dalam membentuk atlet di tingkat akar rumput, membuat mereka kompetitif di level AYG, dan mampu meraih medali di YOG,” kata Tolentino seperti dikutip dari laman OCA.Asia, Sabtu (3/1/2026). Menurut Tolentino, SEA Plus Youth Games telah mendapatkan restu dari sembilan dari 11 presiden Komite Olimpiade Nasional SEA Games seperti Thailand, Malaysia, Laos, Kamboja, Myanmar, Vietnam, dan Timor Leste, termasuk Indonesia. Bahkan Dewan Olimpiade Asia dan Direktur Jenderalnya, Husain Al Musallam, juga telah memberikan dukungan dan bantuan penuh kepada SEA Plus YG dalam pertemuan antara anggota pendiri. “Tujuan akhirnya adalah agar para atlet muda ini memiliki dasar yang kuat untuk bersaing di Olimpiade Musim Panas dan Musim Dingin,” tambah Tolentino. Program SEA Plus YG rencananya akan mempertandingkan dua cabang olahraga wajib, maksimal 12 cabang olahraga Olimpiade, maksimal lima cabang olahraga Asia non-Olimpiade, dan satu cabang olahraga tradisional dengan hingga enam acara medali. Edisi perdana direncanakan akan digelar di Manila pada 2028 dan akan diadakan setiap dua tahun sekali selanjutnya agar selaras dengan pelaksanaan Asian Youth Games, acara olahraga terbesar kedua di benua ini setelah Asian Games yang diikuti 45 negara, yang akan diselenggarakan di Manama pada 2025, dan Tashkent sebagai tuan rumah berikutnya pada 2029. Sumber: Detiksport

Piala AFF Futsal U16: Indonesia Juara!

Tim Nasional Futsal Putra U-16 Indonesia

Tim Nasional Futsal Putra U-16 Indonesia berhasil mengukir sejarah manis dengan menjuarai ASEAN U16 Boys’ Futsal Championship 2025. Dalam laga final yang berlangsung sengit di Nonthaburi Hall, Bangkok, Pasukan Garuda Muda sukses menundukkan tuan rumah Thailand dengan skor tipis 4-3. ​Pertandingan yang dipimpin oleh wasit Janah Nurul Atikah (Malaysia) ini berlangsung dengan intensitas tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Disaksikan oleh hampir 1.000 penonton, Indonesia menunjukkan mental juara meski sempat tertinggal cepat di menit awal. Aksi Balas Berbalas Gol ​Laga baru berjalan satu menit, Thailand langsung mengejutkan pertahanan Indonesia lewat gol cepat Phuwipadawat Thanawat. Namun, Indonesia merespons dengan tenang. Tiga menit berselang, tepatnya di menit ke-4, Hetson Messi Hamonangan Sirait berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. ​Jual beli serangan terus terjadi. Thailand kembali unggul di menit ke-17 melalui Petchtiam Boonyarit. Namun, semangat pantang menyerah ditunjukkan anak asuh pelatih Reka Cahya Punthoadi. Tepat di penghujung babak pertama (menit ke-20), Muhammad Faisal Gumilang mencetak gol penyeimbang krusial yang menutup paruh pertama dengan skor imbang 2-2. Kunci Kemenangan Garuda ​Memasuki babak kedua, Indonesia tampil lebih agresif. Momentum kemenangan didapat ketika Muhamad Dafa Ramadan membalikkan keadaan menjadi 3-2 lewat golnya di menit ke-26. Hanya berselang dua menit, Muhammad Faisal Gumilang mencetak gol keduanya (brace) di menit ke-28, memperlebar jarak menjadi 4-2. ​Tertinggal dua gol, Thailand mencoba bangkit dan berhasil memperkecil ketertinggalan melalui Wangsilpakhun Punno di menit ke-34. Sisa waktu pertandingan berlangsung menegangkan dengan tingginya tensi permainan yang memaksa wasit mengeluarkan kartu di menit-menit akhir, termasuk untuk kapten Indonesia Akmal Nashrur Rizki dan pemain Thailand di menit ke-38. ​Hingga peluit panjang berbunyi, skor 4-3 untuk kemenangan Indonesia tidak berubah. Hasil ini memastikan Indonesia membawa pulang trofi juara dari kandang lawan. Pelatih Kepala Timnas Futsal U16 Indonesia, Reka Cahya, menyatakan bahwa kunci kemenangan Indonesia berasal dari kerja keras berbagai elemen. “Kami selalu bersama, dalam keadaan apapun kami selalu bersama. Kami juga selalu disiplin, entah itu dalam pertandingan, penginapan, dimanapun. Karena ini semua kerja keras dari semua elemen. Federasi, Staff, dan Pemain. Menurut saya kunci kemenangan hari ini kami sama-sama saling mengingatkan, kerja keras, saling menguatkan dan bekerja sama. Serta do’a dari masyarakat Indonesia dan Keluarga,” ujarnya.

Piala AFF Futsal U-19 2025: Indonesia ke Final

M. Dafa Erlangga

Piala AFF Futsal U-19 2025: Indonesia ke Final Timnas Futsal Indonesia U-19 lolos ke final Piala AFF Futsal U-19 2025. Garuda Muda melaju usai menggasak Vietnam 7-3. Semifinal Piala AFF Futsal U-19 mempertemukan Indonesia vs Vietnam. Pertandingan digelar di Nonthaburi Hall, Sabtu (27/12/2025) sore WIB. Gol Indonesia dicetak oleh M. Dafa Erlangga (dua gol), Haekel Ayyasy (satu gol), Sulaiman Riski (satu gol), Reivan Revian (satu gol) dan menariknya, penjaga gawang Indonesia, Guntur Rochmatdani, turut mencatatkan namanya dipapan skor! Tak cuma satu, melainkan dua gol! Sementara Vietnam, hanya mampu membalas lewati gol bunuh diri Dafa, Vu Dai Hoc dan Quang Huy. Indonesia melangakah ke final dan akan menghadapi pemenang laga antara Thailand dan Malaysia yang baru akan bertanding pada Sabtu (27/12) malam. Pertandingan final sendiri akan berlangsung pada hari Senin, 29 Desember 2025 pukul 19.00 WIB.

Atlet Panjat Tebing Indonesia Termuda Peraih Medali Emas SEA Games 2025

Podium Panjat Tebing SEA Games 2025

Atlet panjat tebing Indonesia, Ardana Cikal Damarwulan, mencuri perhatian publik setelah berhasil meraih medali emas di SEA Games 2025 yang digelar di Thailand. Prestasi ini bukan sekadar kemenangan biasa, karena Cikal merupakan atlet termuda dalam kontingen Indonesia yang tampil di ajang olahraga multievent terbesar Asia Tenggara tersebut. Pada kompetisi SEA Games 2025, Cikal yang masih berusia 15 tahun ini turun di nomor lead putra panjat tebing dan menunjukkan performa yang luar biasa sejak babak awal hingga final. Cikal berhasil mencapai titik pegangan tertinggi di antara para pesaingnya, sehingga memastikan dirinya berada di puncak podium sebagai juara. Hasil ini sekaligus menyumbangkan satu medali emas penting bagi tim panjat tebing Indonesia. Kemenangan remaja asal Bandung, Jawa Barat, ini tak lepas dari persiapan matang dan dukungan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Sejak awal tahun, ia bersama rekan-rekan tim melakukan rangkaian kompetisi persiapan, termasuk berlaga di kejuaraan regional seperti ASEAN Climbing Championship 2025 di Malaysia. Pengalaman tersebut dianggap penting untuk membentuk kesiapan mental dan teknik menghadapi lawan di SEA Games. Untuk Cikal, SEA Games 2025 menjadi ajang debut besar di tingkat regional. Meski usianya masih sangat muda jika dibandingkan dengan atlet senior lain, dia mampu mengatasi tekanan kompetisi dan tampil konsisten di setiap babak. Prestasi ini menunjukkan bahwa regenerasi atlet panjat tebing Indonesia berjalan dengan baik dan mulai menunjukkan tajinya di panggung internasional. Tercatat kontingen panjat tebing Indonesia berhasil mengumpulkan empat medali emas pada SEA Games 2025, termasuk dari Cikal, Alma Ariella Tsany, antasyafi Robby Al Hilmi, dan Puja Lestari. Perolehan ini menjadi bukti dominasi Indonesia di cabang panjat tebing selama pertandingan berlangsung. Usai sukses meraih medali emas SEA Games 2025, Ardana Cikal Damarwulan langsung menatap target berikutnya, yakni kompetisi tingkat dunia. Ia telah menyatakan kesiapan untuk mengikuti kejuaraan dunia panjat tebing 2027 dan terus meningkatkan kualitas serta persiapannya agar bisa bersaing di level yang lebih tinggi. Prestasi Cikal tidak hanya memberikan satu tambahan medali emas bagi kontingen Indonesia, tetapi juga memperlihatkan kedalaman talenta atlet muda di cabang panjat tebing. Regenerasi yang baik menjadi kunci keberhasilan jangka panjang dalam membangun prestasi nasional di cabang olahraga ini. Dengan keberhasilan tersebut, harapan besar pun kini ditujukan agar lebih banyak generasi muda Indonesia terinspirasi untuk menekuni panjat tebing dan membawa nama bangsa lebih tinggi lagi di kompetisi dunia.

Ukir Sejarah, Urban Cheer Dance Junior 1 Raih Juara Dunia

Timnas Cheerleading Indonesia

Indonesia mencatatkan prestasi bersejarah di Cheerleading World Championship (CWC) 2025. Dalam ajang yang digelar di Jepang itu, tim Merah Putih meraih total tujuh medali, termasuk satu gelar juara dunia. Capaian ini diraih Timnas Cheerleading Indonesia di bawah pembinaan Federasi Cheerleading Seluruh Indonesia (FCSI), dan menandai peningkatan signifikan posisi Indonesia dalam peta persaingan cheerleading dunia. Partisipasi Indonesia pada CWC tahun ini memiliki arti khusus, karena adanya medali perdana Indonesia di kategori Cheerleading Doubles dan Senior Mixed, setelah 12 tahun keikutsertaan serta sembilan kali partisipasi di Cheerleading World Championship. Selain itu, total tujuh medali, menjadi capaian terbanyak Indonesia dalam satu edisi CWC. Sedangkan untuk gelar juara dunia pertama Indonesia di CWC, diraih melalui kategori Urban Cheer Dance. Kejuaraan ini diikuti negara-negara dengan tradisi cheerleading yang kuat seperti Jepang, Italia, Jerman, Korea Selatan, Brasil, Lithuania, Kazakhstan, Taiwan, Singapura, dan Filipina, sehingga mempertegas tingkat kompetisi dan nilai strategis prestasi Indonesia. Seluruh atlet Timnas Cheerleading Indonesia merupakan pemenang Kejuaraan Nasional (Kejurnas), dan hasil dari pembinaan prestasi yang dijalankan secara berjenjang oleh federasi dan klub. Dalam proses pembinaan tersebut, United Allstars menjadi salah satu basis pembinaan nasional yang berperan aktif dalam pengembangan atlet hingga level kejuaraan nasional dan internasional. Pelatih Timnas Cheerleading Indonesia, Novan Jeremy, menyampaikan capaian ini diraih melalui proses yang penuh tantangan. Mereka berhasil melewati semua batasan yang ada. “Puji Tuhan, hasil yang diraih menjadi yang terbaik bagi Indonesia sejauh ini. Ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan komitmen seluruh atlet serta tim pendukung,” ujar Novan dalam keterangan resminya. Ketua Umum Federasi Cheerleading Seluruh Indonesia (FCSI), Irvinsyah Pratama, menegaskan capaian ini merupakan hasil dari kerja kolektif seluruh ekosistem cheerleading nasional. “Prestasi ini menunjukkan kesinambungan antara pembinaan klub, kejuaraan nasional, dan kesiapan atlet di level internasional. Ini menjadi pijakan penting untuk memperkuat prestasi Indonesia secara berkelanjutan,” ujar Irvinsyah. Sementara itu, Sekretaris Jenderal FCSI, Ardiyansyah Djafar, menyampaikan ke depan federasi akan memberi perhatian lebih pada penguatan struktur nasional. “FCSI akan terus memperkuat hubungan dengan klub-klub sebagai ujung tombak pembinaan, sekaligus mendorong pemassalan cheerleading di Tanah Air. Prestasi di level dunia harus diikuti dengan penguatan ekosistem nasional,” ujar Ardiyansyah. Berikut adalah rincian perolehan medali Timnas Cheerleading Indonesia di Cheerleading World Championship 2025 di Takasaki, Jepang, yang dimulai pada 13 Desember 2025: Kategori Cheerleading Cheerleading Doubles – Perunggu Senior Small Group All Female – Perunggu Cheerleading Junior 2 – Perunggu Cheerleading Senior Mixed – Perunggu Kategori Urban & Cheer Dance Junior 2 Urban Cheer Dance Double – Perunggu Junior 1 Urban Cheer Dance – Emas Junior 2 Urban Cheer Dance – Perak

Piala AFF Futsal U19: Gasak Malaysia, Indonesia Juara Grup B

Timnas Futsal Indonesia U19

Timnas Futsal Indonesia U19 memastikan diri melangkah ke babak semifinal Piala AFF Futsal U-19 2025 dengan catatan gemilang. Skuad Garuda Muda sukses menumbangkan rival abadi, Malaysia, dengan skor tipis 1-0 dalam laga pamungkas Grup B yang berlangsung di Nonthaburi Gymnasium, Thailand, Kamis (25/12/2025) sore WIB. Kemenangan ini tidak hanya membawa gengsi besar, tetapi juga mengukuhkan posisi Indonesia sebagai juara Grup B yang tak tergoyahkan. Performa impresif sepanjang fase grup ini menjadi modal kuat bagi Garuda Muda untuk membidik trofi juara di tanah Thailand. Lawan Indonesia di semifinal masih menunggu hasil Grup A. Persaingan memanas karena Vietnam dan Thailand sama-sama mengemas tiga poin setelah menang telak atas Brunei. Thailand menang 9-0 atas Brunei, sementara Vietnam menang 18-0 atas Brunei. Malam ini, laga penentu bakal digelar. Thailand vs Vietnam, Kamis (25/12/2025) pukul 20.00 WIB. Pemenang kemungkinan menjadi lawan Indonesia di semifinal. Jika imbang, selisih gol akan jadi penentu. Garuda Muda masih on track menuju final.

Piala AFF Futsal U16: Indonesia Hajar Brunei

Timnas Futsal U16 Indonesia

Timnas Futsal Indonesia U16 berhasil mengalahkan Brunei dengan skor telak 5-0 dalam laga Piala AFF U-16 2025 di Thailand, Kamis (25/12). Indonesia berhasil mendominasi permainan dan sudah memimpin 3-0 atas Brunei di babak pertama. Alfian Nurhayadi membuka keunggulan Indonesia di menit ketujuh. Setelah itu, Muhammad Faisal Gumilang mengubah kedudukan jadi 2-0 di menit ke-11. Gol dari Muhammad Al Fayyadh Rafarrel Haerul di menit ke-12 melengkapi keunggulan 3-0 Indonesia di babak pertama. Keberhasilan Indonesia unggul 3-0 tidak membuat mereka berpuas diri. Faisal dan kawan-kawan terus berusaha menekan pertahanan Brunei. Brunei sendiri kesulitan mengembangkan permainan. Tiap serangan yang coba mereka susun bisa terbaca dengan baik oleh pemain-pemain Indonesia. Indonesia akhirnya bisa menambah dua gol di babak kedua. Muhammad Ibnu Alan mencetak gol di menit ke-22 sedangkan Faisal menorehkan gol keduanyab di laga itu pada menit ke-25. Hasil ini jelas jadi catatan positif bagi Indonesia. Pasalnya di laga sebelumnya, Indonesia hanya bermain imbang 2-2 lawan Vietnam. Kemenangan di laga ini jadi modal bagus bagi Timnas Futsal Indonesia U16 untuk menghadapi laga lawan Thailand pada Sabtu (27/12). Duel tersebut bakal jadi duel krusial untuk perebutan posisi dua besar dan peluang lolos ke babak final perebutan gelar juara.

Emas SEA Games 2025, Persembahan Terakhir Edgar untuk Indonesia

Edgar Xavier Marvelo

Atlet wushu Indonesia Edgar Xavier Marvelo mempersembahkan medali emas pada nomor taolu gabungan Chang Quan, Dao Shu, dan Gunshu di ajang SEA Games Thailand 2025. Medali ini sekaligus menandai penampilan terakhir Edgar membela Indonesia di pesta olahraga Asia Tenggara tersebut. Edgar tampil gemilang sepanjang pertandingan dan berhasil menunjukkan performa maksimal sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan bersama tim pelatih. Seusai pertandingan pada Minggu, Edgar mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. “Puji Tuhan hari ini saya bisa mendapatkan medali emas. Selama dua hari pertandingan, apa yang kami latih dan persiapkan bisa ditampilkan secara maksimal di arena,” ujar Edgar. Medali emas di Thailand ini menjadi emas keempat yang diraih Edgar sepanjang partisipasinya di ajang SEA Games. Sebelumnya, atlet berusia 27 tahun itu meraih dua emas pada SEA Games 2019 melalui nomor daoshu/gunshu dan duilian, serta satu emas pada nomor changquan di SEA Games 2023. Edgar menegaskan bahwa pencapaiannya tidak terlepas dari dukungan banyak pihak. Menurutnya, medali yang diraih merupakan hasil kerja kolektif dari seluruh tim dan orang-orang terdekat yang selalu mendukung perjalanan kariernya. “Medali ini kalau dilihat orang mungkin hanya kepingan logam. Tapi cerita di baliknya sangat panjang. Banyak sekali orang yang berkontribusi,” kata Edgar. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Tuhan, keluarga, pelatih, pengurus, serta rekan-rekan atlet. Edgar menyebut medali emas tersebut memiliki makna khusus karena dipersembahkan untuk Indonesia, keluarga, dan calon anaknya. Selain menjadi emas keempat di SEA Games, capaian ini juga menandai akhir perjalanan Edgar sebagai atlet SEA Games. Ia menyatakan akan mengalihkan fokusnya ke keluarga setelah turnamen ini, meski tetap ingin berkontribusi bagi Indonesia di bidang lain. “Mungkin ini medali terakhir saya untuk Indonesia di SEA Games. Ke depan saya masih ingin berkontribusi untuk Indonesia, tapi di bidang lain. Prioritas saya sekarang adalah keluarga,” ujarnya

Jelang Akhir Tahun 2025, Ini Peringkat FIFA Indonesia

Tim nasional Indonesia U23

Ranking FIFA terbaru sudah dirilis. Indonesia menutup tahun 2025 di urutan 122, masih di bawah Malaysia, Vietnam, dan Thailand. Posisi Timnas Indonesia tidak mengalami perubahan per 22 Desember 2025. Indonesia ada di urutan ke-122 dengan 1144,73 poin. Indonesia sudah ada di posisi tersebut sejak Oktober 2025. PSSI, selaku federasi sepakbola Indonesia, tidak memanfaatkan agenda FIFA Matchday pada November lalu. Pertandingan terakhir Indonesia adalah melawan Arab Saudi dan Irak di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Indonesia kalah dalam dua laga tersebut. Walaupun turun satu peringkat, Thailand menjadi negara di ASEAN yang punya posisi paling bagus setelah ada di tempat ke-96 dengan 1243.27. Vietnam naik tiga peringkat dengan duduk di posisi ke-107 setelah mengoleksi 1189,62 poin. Malaysia berada satu peringkat di atas Indonesia dengan 1145,89. Malaysia diketahui saat ini sedang dalam masalah karena pemalsuan dokumen naturalisasi. Posisi puncak ranking FIFA bulan ini masih ditempati Spanyol dengan 1877,18 poin. Argentina di urutan kedua dengan diikuti Prancis pada posisi ketiga. Sumber: detiksport

Kejurnas PBSI 2025: Salsabila Sabet Dua Medali

Salsabila Zahra Aulia

Pebulutangkis putri asal Jawa Tengah, Salsabila Zahra Aulia menjadi pemain tersukses di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI 2025, dengan merebut dua gelar juara. Pada babak final, Sabtu (20/12), Salsabila meraih gelar ganda campuran dengan Ikhsan Lintang Pramudya. Kemudian di ganda putri, Salsabila juga menang dengan pasangannya Adelia Nirul. “Perasaannya happy dan bangga. Karena di akhir tahun di Kejurnas semua pasti mau juara. Terus di sini juga yang main rangking 32 besar, jadi pasti happy bisa menang di dua sektor,” kata Salsabila ditemui di Malang Badminton Arena, Malang, Jawa Timur. “Saya punya motivasi yang besar, karena Kejurnas ini kan penting. Jadi saya benar-benar fokus satu minggu ini untuk Kejurnas. Saya juga sama partner sama-sama mau menang,” ujar Salsabila. Bersama Lintang, Salsabila mengalahkan Moses Andar Simanjuntak/Reya Azzahra Yulianti (Jawa Barat) dengan skor 21-23, 21-17, 21-13. Sementara di ganda putri, Salsabila/Adelia mengalahkan rekannya sesama Jawa Tengah, Selsi Josika/Yasintha Ristyna Putri, 21-18, 21-10. “Hasil ini sesuai target. Kalau di ganda putri pas lihat bagan, sama seperti Sirnas Premier. Dan di finalnya ketemu dengan lawan yang sama. Tapi kalau di mixed kan saya baru main lagi sama Lintang. Jadi saya ada motivasi tersendiri lagi buat juara juga di campuran,” ungkap Salsabila. Salsabila mengatakan, dua gelar ini menjadi modal baik baginya untuk menghadapi Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI tahun depan. Ia berharap bisa terus menunjukkan tren positif dan berhasil lolos menjadi bagian tim nasional di Cipayung, Jakarta Timur. “Ini modal yang bagus buat ke Seleknas. Hasil ini membuat saya lebih percaya diri di Seleknas nanti, dan saya mau terus menjaga konsistensi di lapangan,” pungkas Salsabila.

Astana International Challenge 2025: Indonesia Borong Empat Gelar

Astana International Challenge 2025

Hasil babak final kejuaraan bulutangkis Astana International Challenge 2025 membuat Indonesia tersenyum. Indonesia tampil menjadi juara umum. Empat gelar bisa direbut oleh ponggawa merah putih dari kejuaraan yang dilaksanakan di Beeline Arena, Republik of Kazakhstan. Sektor tunggal putra malah berhasil menciptakan All Indonesian Final. Perang saudara pada babak puncak yang digelar hari ini (21/112) di sektor tunggal putra antara Muhamad Yusuf dengan Prahdiska Bagas Shujiwo memunculkan nama Muhamad Yusuf sebagai pemenang. Yusuf menjadi juara usai menjalani laga tiga gim. Thalita Ramadhani Wiryawan muncul sebagai yang terbaik dari sektor tunggal putri. Thalita mengalahkan unggulan pertama dari Kroasia, Polina Buhrova asal pada babak final. Ganda putra racikan baru Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat tidak mau kalah. Gelar juara ganda putra juga berhasil mereka rebut. Pasangan dari Rusia Rodion Alimov/Maksim Ogloblin bisa mereka taklukan pada babak final dengan dua game langsung. Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran dari sektor ganda campuran melengkapi kejayaan Indonesia dari kejuaraan ini. Hanya saja butuh perjuangan lama di karpet hijau. Ganda campuran asal Serbia MihajloTomic/Andjela Vitman memaksa unggulan pertama dari Indonesia bermain tiga gim. Usaha menyapu bersih gelar juara gagal. Pasangan ganda putri Lanny Tria Mayasari/Amalia Cahaya Pratiwi belum berhasil meraih gelar juara. Lanny/Amalia dikalahkan pasangan dari Ukraina Polina Bugrova/Yevheniia Kantemyr. Hasil babak final Astana International Challenge 2025 Tunggal putri: Thalita Ramadhani Wiryawan [INA] – Polina Buhrova [KRO] : 21-7, 21-14 Tunggal putra: Muhamad Yusuf [INA] – Prahdiska Bagas Shujiwo [INA] : 21-19, 18-21, 21-16 Ganda campuran: Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran [INA] – MihajloTomic/Andjela Vitman [SER] : skor 19-21, 21-14, 21-13 Ganda putri: Polina Bugrova/Yevheniia Kantemyr [UKR] – Lanny Tria Mayasari/Amalia Cahaya Pratiwi [INA] : 21-12, 11-21, 21-13 Ganda putra: Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat [INA] – Rodion Alimov/Maksim Ogloblin [RUS] : 21-10, 21-14.

Piala AFF Futsal U19: Gebuk Myanmar, Indonesia ke Semifinal

Timnas Futsal Indonesia

Hasil Timnas Futsal Indonesia vs Myanmar di Grup B Piala AFF U19 2025 berakhir dengan skor 4-1 bagi kemenangan skuad Garuda, Rabu 24 Desember. Empat gol Daffa Erlangga, Reivan Revian, Andi Umayyah, dan Haekal Ayyasy di Nonthaburi Gymnasium, Thailand, membawa Indonesia lolos ke semifinal. Tiket semifinal pasti diraih Timnas Futsal U19 Indonesia dengan satu kemenangan dari Myanmar. Hasil ini membuat Indonesia mengoleksi 3 poin, mengungguli Myanmar dan Malaysia yang masing-masing baru memperoleh 1 poin. Hanya tersisa satu pertandingan yaitu antara Indonesia vs Malaysia pada hari Kamis 25 Desember pukul 14.00 WIB. Artinya, Indonesia tidak mungkin terlempar dari dua besar yang merupakan zona lolos ke semifinal. Lantas, bagaimana dengan jalannya pertandingan Timnas Futsal U19 Indonesia vs Myanmar? Timnas Futsal U19 Indonesia asuhan Naim Hamid berlaga dengan Guntur Rochmatdhani Pratikno sebagai penjaga gawang. Empat pemain lain di starting five adalah Muhammad Fatih Zidan, Ahmad Firdaus, Andi Umayyah Ramadhan, dan kapten Reivan Revian. Sementara itu Myanmar hanya melakukan satu perubahan dibandingkan saat bermain imbang 3-3 melawan Malaysia kemarin. Pelatih Soe Moe Kyaw kini memainkan kiper Zwe Lu Htut menggantikan Aung Htoo Khant. Empat pemain lainnya adalah Hae Mar Htay, Kaung Htet Naing, Nyi Nyi Zaw, dan kapten Lin Thuya Hein. Jalannya pertandingan babak pertama cukup ketat antara kedua tim. Tapi kebuntuan pecah di menit 6 saat tembakan jarak jauh Muhammad Daffa Erlangga membuat gawang Myanmar bobol. Setelah gol itu permainan menjadi lebih cair dan kedua tim saling berbalas serangan. Menit 7 ada sepakan Muhammad Fatih Zidan dan dibalas tembakan Kyaw Zaw Thein yang ditepis Guntur. Dua peluang lantas diperoleh Timnas U19 melalui Andika Ferdiansyah dan Haekal Ayyasy Caserio walau masih melebar. Peluang emas didapatkan Hae Mar Htay di menit 12 namun belum berbuah gol. Guntur kemudian menjadi sangat sibuk saat ia mematahkan dua peluang beruntun Myanmar di menit 15. Salah satunya dari tembakan jarak dekat Khin Zaw Hein. Dua peluang Myanmar berikutnya juga bisa dibendung Guntur. Masing-masing dari Ye Yint Shwe Paul di menit 16 dan Aung Khant Zaw di menit 18. Myanmar lantas menutup babak pertama melalui dua peluang Lin Thuya Hein yang melebar dari gawang Timnas U19. Ketika babak kedua belum lama berlangsung, Revian mencetak gol apik bagi Indonesia. Aksi individu dari sisi flank saat melewati satu pemain Myanmar diakhiri dengan sepakan keras kaki kiri dari sudut sempit. Skor pun berubah menjadi 2-0 bagi Indonesia. Tidak lama kemudian Indonesia nyaris saja mencetak gol ketiga. Bisa merebut bola dari lawan, Muhammad Akran mendapatkan peluang bagus saat berhadapan satu lawan satu dengan kiper lawan. Sayang, sepakan Akran masih bisa ditepis Lu Htut. Skor akhirnya berubah menjadi 3-0 di menit 26 melalui tendangan bebas Andi Umayyah Ramadhan. Sebelumnya, Indonesia mendapatkan tendangan bebas di depan kotak penalti saat Robby ditekel oleh Khin Zaw Hein. Sayangnya dua menit kemudian gawang Guntur bobol. Gol Myanmar bermula saat Haekal kehilangan bola karena dicuri oleh Hae Mar Htay. Dengan tenang ia lantas melewati satu pemain Indonesia dan menaklukkan Guntur dalam posisi satu lawan satu. Setelah itu kedua tim mendapatkan banyak peluang untuk mencetak gol. Myanmar sendiri baru memainkan skema power play di tiga menit terakhir namun tidak berbuah hasil. Justru, Indonesia yang mencetak gol keempat melalui Haekal ketika laga tersisa 20 detik. Gol tercipta ketika sapuan bola pemain Myanmar justru mengenai Haekal dan langsung masuk ke gawang Myanmar. Tidak ada lagi gol yang tercipta hingga wasit Xayavongsy Khampasong asal Laos meniup peluit akhir pertandingan. Bagi Indonesia, pertandingan melawan Malaysia besok akan menentukan apakah mereka lolos sebagai juara atau runner-up Grup B. Myanmar sendiri kini tinggal berharap hasil laga lain untuk bisa lolos. Jika ingin lolos, Myanmar akan berharap Indonesia bisa mengalahkan Malaysia dengan minimal selisih empat gol. Rekap Pertandingan Timnas Futsal U19 Indonesia vs Myanmar Indonesia vs Myanmar 4-1 (Muhammad Daffa Erlangga 6′, Reivan Revian 21′, Andi Umayyah Ramadhan 26′, Haekal Ayyasy Caserio 40′ / Hae Mar Htay 28′) Daftar Pemain Timnas Futsal U19 Indonesia: Guntur Rochmatdhani Pratikno (Kiper) Muhammad Fatih Zidan (Anchor) Ahmad Firdaus (Anchor) Muhammad Sofian Attasauri (Kiper) Muhammad Farhan (Anchor) Andika Ferdiansyah (Flank) Sulaiman Riski Hidayat (Flank) Andi Umayyah Ramadhan (Flank) Muhammad Robby Faturrahman (Pivot) Haekal Ayyasy Caserio (Flank) Samuel Patrice Evra Aibesa (Flank) Muhammad Daffa Erlangga (Anchor) Reivan Revian (Flank) Muhammad Akran (Pivot) Pelatih: Naim Hamid Daftar Pemain Timnas Futsal U19 Myanmar: Aung Htoo Khant Zwe Lu Htut Hae Mar Htay Gwar Dee Kyaw Min Khant Lin Thuya Hein Kaung Htet Naing Ye Yint Shwe Paul Aung Chan Myae Aung Khant Zaw Nyi Nyi Zaw Kyaw Zaw Thein Myo Jet Khin Zaw Hein Pelatih: Soe Moe Kyaw

Deretan rekor yang dipecahkan atlet Indonesia pada SEA Games 2025

Rizki Juniansyah

Indonesia tidak hanya mencatat prestasi dari sisi perolehan medali pada SEA Games 2025 Thailand, tetapi juga menorehkan sejumlah rekor baru, baik tingkat SEA Games maupun dunia. Rekor tertinggi dicetak oleh lifter Rizki Juniansyah pada cabang angkat besi kelas 79 kg putra. Atlet asal Banten itu memecahkan dua rekor dunia sekaligus, masing-masing pada angkatan clean and jerk seberat 205 kg dan total angkatan 365 kg. Pencapaian tersebut mempertajam rekor dunia sebelumnya yang juga atas nama Rizki. Pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi IWF 2025 di Forde, Norwegia, Oktober lalu, ia mencatat clean and jerk 204 kg dantotal angkatan 363 kg. Rekor SEA Games lain lahir dari atletik. Diva Renata Jayadi memecahkan rekor lompat galah putri dengan lompatan setinggi 4,35 meter. Hasil tersebut mempertajam rekor nasional atas namanya sendiri 4,30 meter, dan melampaui rekor SEA Games lama 4,25 meter yang dipegang atlet Filipina Natalie Uy pada SEA Games 2019 di Filipina. Deretan rekor tersebut memperkuat kontribusi atlet-atlet Indonesia dalam perolehan medali SEA Games 2025. Indonesia menutup SEA Games 2025 Thailand di peringkat kedua klasemen dengan 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu. Itu runner-up pertama Indonesia dalam 30 tahun terakhir dan salah satu hasil tandang terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia dalam SEA Games. Indonesia juga membuat rekor baru SEA Games cabang menembak. Muhammad Iqbal Raja Prabowo membukukan skor 582 pada babak kualifikasi nomor 10 meter air pistol putra, menyamai rekor SEA Games yang dipegang petembak Vietnam Hoang Xuan Vinh pada SEA Games 2015 di Singapura. Rekor-rekor atlet Indonesia selama SEA Games 2025 Rekor Dunia Rizki Juniansyah Cabang: Angkat besi Nomor: Kelas 79 kilogram putra Clean and Jerk: 205 kilogram (Rekor dunia, sebelumnya 204 kilogram) Total Angkatan: 365 kilogram (Rekor dunia, sebelumnya 363 kilogram) Rekor SEA Games Muhammad Iqbal Raja Prabowo Cabang: Menembak Nomor: 10 meter air pistol putra Skor: 582 poin Keterangan: Menyamai rekor SEA Games yang sebelumnya dicatat Hoang Xuan Vinh (Vietnam) pada SEA Games 2015 di Singapura Diva Renata Jayadi Cabang: Atletik Nomor: Lompat galah putri Hasil: 4,35 meter Keterangan: Rekor SEA Games baru Mempertajam rekor nasional miliknya sendiri (sebelumnya 4,30 meter) Melampaui rekor SEA Games lama 4,25 meter atas nama Natalie Uy (Filipina) pada SEA Games 2019

SEA Games 2025: Kokoh di Posisi Dua, Indonesia Kemas 91 Emas

Atlet dan ofisial kontingen Indonesia

Kontingen Indonesia menutup keikutsertaan di SEA Games 2025 Thailand dengan raihan 91 medali emas. Jumlah medali emas itu melampaui target awal 80 emas dan menjadi catatan penting dalam sejarah partisipasi Indonesia di ajang Asia Tenggara. Secara keseluruhan, Indonesia membawa pulang 333 medali, terdiri dari 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu. Raihan 91 emas tercatat sebagai jumlah terbanyak ketiga saat Indonesia tampil sebagai peserta tamu sejak pertama kali mengikuti SEA Games pada 1977. Catatan tandang terbaik masih dipegang SEA Games Kuala Lumpur 1989 dengan 102 emas, lalu SEA Games Manila 1991 lewat 92 emas. Capaian di Thailand juga menjadi hasil terbaik Indonesia selama 32 tahun terakhir ketika bertanding di luar negeri. Jumlah emas kali ini melampaui raihan SEA Games Singapura 1993 dengan 88 emas. Hasil tersebut menunjukkan peningkatan performa Indonesia saat berlaga jauh dari dukungan tuan rumah. Klasemen Akhir Raihan Medali SEA Games 2025: Peringkat Negara Medali Emas Medali Perak Medali Perunggu Total 1 Thailand 233 154 112 499 2 Indonesia 91 111 131 333 3 Vietnam 87 81 110 278 4 Malaysia 57 57 117 231 5 Singapore 52 61 89 202 6 Philippines 50 73 154 277 7 Myanmar 3 21 49 73 8 Laos 2 9 28 39 9 Brunei Darussalam 1 3 5 9 10 Timor-Leste 0 1 7 8

Kontingen Indonesia Peraih Medali SEA Games 2025 Terbanyak

Martina Ayu Pratiwi

Pagelaran SEA Games 2025 berakhir pada Sabtu (20/12). Perjalanan multievent selama 11 hari resmi ditutup. Ada seorang atlet muda Indonesia yang mencatatkan rekor pribadi. Dia adalah Martina Ayu Pratiwi. Atlet berusia 21 tahun itu menjadi atlet dengan raihan medali SEA Games 2025 terbanyak dalam kontingen Indonesia. Kini, setiap kontingen mulai berhitung, merekapitulasi perolehan medali selama kejuaraan multicabang ini digelar. Di satu sisi, perjuangan atlet meraih medali SEA Games 2025 patut diapresiasi tinggi. Salah satunya Martina Ayu Pratiwi dari Indonesia. Martina Ayu jadi sorotan karena mengoleksi medali emas SEA Games 2025 paling banyak, yakni lima keping. Medali-medali itu bertambah karena atlet asal Gresik, Jawa Timur, ini juga mendapatkan dua perak. Total Martina Ayu dapat tujuh medali di SEA Games 2025. Jumlah itu jadi yang terbanyak untuk kontingen Indonesia. Ia ini tampil dalam tiga cabang olahraga (cabor) pada SEA Games 2025: aquathlon, duathlon, dan triathlon. Pada cabang aquathlon, Martina Ayu meraih dua emas melalui nomor team 3 women relay dan team mixed relay 2 men + 2 women. Dua emas juga didapat Martina Ayu dari duathlon melalui nomor team 3 women relay dan team mixed relay 2 men + 2 women. Sementara dari triathlon, Martina Ayu dapat 1 emas dan 2 perak. Medali emas dari triathlon didapat dari nomor individual putri, sedangkan dua perak dari nomor team 3 women relay dan team mixed relay 2 men + 2 women.

SEA Games 2025: Indonesia Capai Target Medali Emas

Medali Emas SEA Games 2025

Kontingen Indonesia sukses kumpulkan 80 emas dan penuhi target yang dicanangkan dalam keikutsertaan di SEA Games 2025 Thailand. Pencapaian target emas ini dipastikan pada Kamis (18/12) petang setelah tim putri kabaddi beranggotakan Ni Komang Tri Meiyoni, Yuni Amirta, Ni Luh Happy Restia, Oktavia Riska Della dan Ni Kadek Ari Wartini mengalahkan Malaysia 24-23 dan berhasil naik podium teratas di nomor women three stars finals. Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Menpora RI), Erick Thohir, bersyukur atas terpenuhinya target emas SEA Games 2025, dan mengucapkan selamat kepada para atlet yang menunjukkan semangat patriotik, kegigihan, pengorbanan, dan performa maksimal demi mempersembahkan emas dan menunjukkan kedigdayaan Indonesia. “Alhamdulillah Indonesia sukses menembus target 80 emas. Ini semua berkat perjuangan para atlet yang gigih, dan tak kenal menyerah. Terima kasih, kalian adalah pahlawan olahraga yang membuat lagu kebangsaan Indonesia Raya terus berkumandang dari arena ke arena SEA Games. Kemudian juga terima kasih untuk para official, serta para ketua umum federasi yang selama masa persiapan sampai pelaksanaan SEA Games selalu bersama para atlet terus memberikan motivasi,” kata Menpora Erick “Kita juga bersyukur kita menempati peringkat kedua sampai saat ini, di mana setelah tahun 1995, saat kita tidak menjadi tuan rumah, kita hanya bisa maksimal ada di ranking tiga. Artinya kita merangkai kembali sejarah baru catatan baik Indonesia di pentas olahraga Asia Tenggara seperti pesan Bapak Presiden,” ujar Menpora Erick. Sebelumya sejak kamis pagi, keran emas dibuka oleh trio Eva Desiana, Martina Ayu Pratiwi, dan Zahra Bulan Aprillian Putri yang meraih emas pertama hari ini di cabang triathlon. Sumbangan emas kembali bertambah ketika tim triathlon turun di mixed team relay duathlon. Kontribusi dua emas hari ini datang juga dari cabang panahan melalui para srikandi panahan andalan yang turun di women’s team compound dan women’s individual compound. Perahu naga tak mau kalah dengan hadirkan dua emas dari nomor Men Small Boat 200 m dan mixed small boat 200 m. Selanjutnya di modern pentathlon, Dea Salsabila datangkan emas ke-79. Menpora Erick berpesan bahwa keberhasilan di SEA Games ini jangan membuat kita lupa diri, karena ada Asian Games di penghujung tahun depan yang sudah menanti. “Kita boleh berbangga atas pencapaian kita saat ini. Tapi jangan tenggelam dalam euforia, Kita harus segera kembali rapatkan barisan, kembali fokus dan jalani pemusatan latihan untuk kembali berjuang di Asian Games 2026,” pungkas Menpora Erick.