Melesat ke Partai Puncak Chinese Taipei, Dobel Alfian/Gischa Pilih Tetap Jaga Fokus

Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami tetap menjaga fokus, jelang laga fnal ganda campuran kejuaraan bulutangkis Chinese Taipei Open 2018 BWF World Tour Super 300, pada Minggu (7/10). (Humas PBSI)

Jakarta- Tetap menjaga fokus kini menjadi prioritas dobel Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami saat melakoni laga puncak kejuaraan bulutangkis Chinese Taipei Open 2018 BWF World Tour Super 300, pada Minggu (7/10). Di final turnamen berhadiah total 500 ribu dollar Amerika Serikat (AS) itu, duet Merah Putih yang menempati unggulan delapan itu bersaing menjadi kampiun dengan wakil tuan rumah, Yang Po-Hsuan/Wu Ti Jung. Berdasarkan statistik, kedua pasangan belum pernah saling berhadapan. Namun, ganda campuran ranking 87 dunia itu, memiliki peluang besar menaklukkan Yang/Wu. Terkait persiapan di laga final, diakui Gischa, dirinya dan kolega belum pernah menjajal kemampuan lawan. “Kami belum pernah bertemu. Tapi, harus jaga fokusnya dulu,” ujar Gischa, dikutip situs resmi PBSI, Sabtu (6/10). Di semifinal, pada Sabtu (6/10), Alfian/Gischa sukses meredam kompatriotnya Ronald Alexander/Annisa Saufika, straight game, dengan skor 21-16, 21-16. Berjumpa dengan rekan satu Pelatnas PBSI Cipayung Jakarta, pemegang gelar juara Finnish Open 2018 itu menilai mereka mampu menerapkan pola permainan yang akurat. Terlebih, kedua pasangan ini kerap berlatih bersama. “Melihat kondisi lapangan, kami berusaha terus menyerang sejak awal,” ungkap Gischa. “Soalnya ada pengaruh dari angin juga. Jadi, jangan sampai kami diserang duluan,” tambah pemain putri kelahiran Blitar, Jawa Timur, 25 Maret 1997 itu. Di pertandingan yang berlangsung selama 32 menit itu, menurut Gischa, mereka tampil percaya diri. Selain itu, mereka juga menjaga fokus, sehingga berhasil memanen poin demi poin. “Apalagi kalau ketemu teman sendiri, jadi bisa cepat menyesuaikan permainan. Sudah tahu juga kelemahan mereka,” tukas peraih juara Malaysia International 2017 bersama Yantoni Edy Saputra. (Adt)

Menang di Laga Perdana Asian Para Games 2018, 3 Atlet Para Tenis Meja Indonesia Ditantang Pemain Dunia

Atlet tenis meja Indonesia, Yayang Gunaya (oranye), mengalahkan wakil Jepang, Hiroki Sakazaki 3-0 (11-8, 12-10, 11-7), pada laga hari pertama Asian Para Games 2018 di Ecovention Ancol, Jakarta, Sabtu (6/10). (INAPGOC)

Jakarta- Tim para tenis meja Indonesia mengawali Asian Para Games 2018 dengan gemilang. Tiga atlet Adyos Astan, Yayang Gunaya and Ana Widyasari mencatat kemenangan di fase kualifikasi. Adoys mengalahkan atlet Filipina, Smith Billy 3-0 (11-3, 11-4, 11-4) di kelas TT4 (kursi roda). Yayang yang juga tampil di kelas TT4 Asian Para Games 2018 mengalahkan wakil Jepang, Hiroki Sakazaki 3-0 (11-8, 12-10, 11-7). Sementara Ana, mencetak kemenangan atas atlet Hong Kong, Li Hiu Tung. Ana yang tampil di kelas T11 (intellectual disability) menang 3-2 (12-10, 9-11, 11-6, 11-13 and 11-5). Menurut pemuda kelahiran Garut 1 Mei 1996 ini, beberapa pemain dari negara lain patut diwaspadai. Yayang yang merupakan atlet tenis meja putra Indonesia kelas TT4 (kursi roda), meyakini lawan tersulit berasal dari Korea Selatan. “Rata-rata, atlet yang main di Asian Para Games 2018 punya peringkat dunia. Namun, saya mewaspadai atlet Korea Selatan,” ujarnya. “Pemain Korea itu bagus. Peringkat pertama dunia untuk kategori wheelchair TT4 ditempati pemain Korea,” tukasnya. Pemain Korea yang dimaksud Yayang adalah Kim Young-gun. Berdasarkan situs ITTF Para Table Tennis Ranking Lists, Kim Young-gun menempati peringkat pertama dengan rating 1451. Tak hanya Korea. Atlet tenis meja Thailand dari kelas TT9 (standing), Rungroj Thainiyom, juga patut diperhitungkan. Thainiyom adalah peraih medali emas pada Paralimpiade London 2012. Sayangnya, dua atlet Indonesia lainnya, Audy Ngangi (TT2, tunggal putra) dan Lola Amalia (TT tunggal putri), harus menderita kekalahan di hari pertama Asian Para Games 2018. Sementara itu, laga Ana kontra Liu, berjalan menarik. Selain tampil apik, kedua pemain kerap melakukan reli panjang. Seusai pertandingan, Ana mengakui sempat kesulitan meladeni permainan impresif lawan. “Lawannya bagus. Dia memiliki backhand dan forehand yang bagus,” ucap Ana singkat kepada para awak media. “Saya banyak latihan saja,” ucap Ana menambahkan. Pelatih Ana, Galih Mowo Perbowo, menyebut bahwa sengitnya pertandingan membuat Ana sempat merasa tegang. Hal itu dinilai Galih membuat Ana sulit mengeluarkan performa terbaiknya. Saat bertanding, Galih berkali-kali melontarkan kalimat ojo kesusu (jangan terburu-buru). “Mainnya harus rileks, supaya pernapasan pun juga enak. Kalau tegang, pukulan Ana menjadi tidak bagus. Salah sedikit, dia bakal gagal fokus,” ujar Galih. Ana merupakan salah satu atlet tenis meja disabilitas andalan Indonesia. Dia pernah mempersembahkan medali emas bagi Indonesia di ajang ASEAN Para Games 2017 di Kuala Lumpur. Saat ini, Ana menempati peringkat ke-4 dunia untuk kelas T 11. Pada fase grup Asian Para Games 2018, Ana tergabung di Grup A bersama Hiu Tang Li, Yang Hee-seo (Korea Selatan), dan Harumi Kimura (Jepang). (art) Hasil Pertandingan Para Tenis Meja Indonesia Adyos Astan vs Smith Billy Cartera (Philippine) 3-0 (11-3, 11-4, 11-4) Yayang Gunaya vs Hiroki Sakazaki (Japan) 3-0 (11-8, 12-10, 11-7) Ana Widyasari vs Li Hiu Tung (Hong Kong) 3-2 (12-10, 9-11, 11-6, 11-13, and 11-5) Audy Ngangi vs Hassan Janfeshan (Iran) 0-3 (4-11, 4-11, 4-11) Lola Amalia vs Wong Ka Man (Hong Kong) 1-3 (1-11, 7-11, 11-8)

Takluk Dari Korea, Pengalaman dan Jam Terbang Jadi Pekerjaan Rumah Supriadi/Sri Maryati

Duet Supriadi/Sri Maryati takluk dari wakil Korea Selatan, Lee Dong Seop/Lee Sun Ae, pada laga bulutangkis kursi roda (wheelchair) nomor perorangan Asian Para Games III/2018, di Istora Senayan, Jakarta, pada Sabtu (6/10). (Pras/NYSN)

Jakarta- Duet Supriadi/Sri Maryati akhirnya harus menerima kekalahan dari wakil Korea Selatan, Lee Dong Seop/Lee Sun Ae, pada laga bulutangkis kursi roda (wheelchair) nomor perorangan Asian Para Games III/2018, di Istora Senayan, Jakarta, pada Sabtu (6/10). Sejak awal laga, wakil Merah Putih selalu kesulitan memundi angka dari pasangan Negeri Ginseng itu. Saat jeda interval gim pertama, Supriadi/Maryati tertinggal jauh 2-11. Kesalahan demi kesalahan yang dilakukan Maryati membuat poin yang diraih Lee/Lee makin menjauh. Supriadi/Maryati bahkan hanya mampu menambah enam poin, dan dipaksa melepas gim pertama dengan skor terpaut jauh 8-21. Memainkan gim kedua, situasi tak berubah. Dobel Korea tak memberikan kesempatan tuan rumah berkembang. Meski didukung penuh suporter yang hadir, namun itu belum cukup membangkitkan semangat Supriadi/Maryati. Jeda interval kedua harus berakhir dengan kedudukan 11-1 untuk Lee/Lee. Sadar tertinggal perolehan poinnya, Supriadi/Maryati berusaha tampil fight. Tapi usaha mereka harus terhenti, karena Lee/Lee mengunci gim kedua ini dengan kemenangan 21-8. Sejatinya ini bukanlah pertemuan pertama bagi kedua pasangan. Sebab, di Thailand Open 2018, beberapa waktu lalu, mereka pernah bentrok. “Sebelumnya penah ketemu di Thailand Open, kami juga kalah. Saya rasa faktornya pengalaman. Berdasarkan evaluasi dari pertemuan seblumnya, dari kami masih banyak yang harus diperbaiki, terutama teknik,” ujar Sri usai laga. “Mereka lebih matang secara terknik, dan pergerakan kursi roda. Belasan tahun mereka bergelut di bulutangkis wheelchair. Pastinya, pengalaman tanding dan jam terbang mereka jauh di atas kami. Itu salah satu pekerjaan rumah yang harus dicarikan solusi untuk bersaing dengan negara-negara seperti Korea,” urai Supriadi. Bagi Supriadi dan kolega, faktor non teknis tak menjadi persoalan serius. “Kalau angin di dalam lapangan, saya rasa tak berpengaruh. Kami sama-sama merasakan angin dan berpindah lapangan. Jadi tidak bermasalah,” jelas pria 32 tahun kelahiran Pati, Jawa Tengah itu. Kendati takluk di nomor ganda campuran, namun Supriadi masih berpeluang di nomor tunggal. “Potensi saya di nomor tunggal. Saingan terberat Korea dan Hongkong. Tapi, wakil dari China dan Malaysia juga tidak bisa dianggap remeh,” tegas atlet yang mengalami kecelakaan sepeda motor usai pulang kerja menuju kediamannya pada 2005.join Supriadi dan Maryati memang tidak dibebankan target di nomor ganda campuran, terlebih mereka merupakan pasangan yang baru diduetkan menjelang hajatan Asian Para Games III/2018 ini. “Supriadi dan Maryati baru kami pasangkan di event ini. Sebelumnya, prestasi mereka di tingkat nasional ya lumayan bagus, sehingga mereka berdua bisa masuk Pelatnas Asian Para Games 2018. Tapi, untuk event ini mereka baru dipasangkan,” cetus Jarot Hernowo, Pelatih Bulutangkis Kursi Roda. Jarot mengungkapkan ia memberikan motivasi kepada anak didiknya pada kali ini. “Saat skor awal, mereka ketinggalan jauh. Saya hanya beri motivasi, dan kepercayaan diri mereka supaya bangkit. Jangan kasih angka mudah ke lawan. Dan, kalau bisa kasih perlawanan ke lawan, maka peluang untuk meraih poin,” tambahnya. Ia menilai pertandingan tersebut setidaknya memberikan sebuah pencerahan bagi Supriadi dan Maryati. Sebab, lawan yang dihadapi bukanlah sembarangan dari sisi prestasi maupun peringkat. “Ini penting untuk menambah pengalaman mereka. Kami punya proyeksi kedepan, yakni ASEAN Para Games 2019, di Filipina. Dan, mungkin saja duet ini bisa berubah, tapi juga bisa kami pertahankan, jika memang mereka punya potensi,” tukas Jarot. (Adt)

Satria Muda Pertahankan Dior Lowhorn dan Jamarr Andre Johson, Rookie IBL 2018-2019 Gunakan Pemain LIMA

Indonesia Basketball League (IBL) menggelar draft pemain asing dan rookie musim depan dari ajang LIMA, yang akan meramaikan persaingan kompetisi basket di Tanah Air untuk musim 2018-2019. (Pras/NYSN)

Jakarta- Indonesia Basketball League (IBL) menggelar draft pemain asing yang akan meramaikan persaingan kompetisi basket tertinggi di Tanah Air itu untuk musim 2018-2019, di Hotel Premiere Slipi, Jakarta, pada Jumat (5/10). Klub peserta memutuskan pilihan mereka untuk pemain asing dan rookie musim depan. Terdapat 186 pemain asing, serta 26 pemain debutan atau rookie, yang dipilih klub profesional itu. Untuk draft pemain rookie lokal, para pemain disaring melalui ajang Liga Mahasiswa (LIMA). Satria Muda Pertamina Jakarta, kampiun IBL Pertalite 2017-2018, mempertahankan Dior Lowhorn dan Jamar Andre Johnson dalam draft 2018. Sedangkan Wayne Bradford tetap menghuni skuat Pelita Jaya Jakarta, dan Satya Wacana Salatiga masih memakai jasa Maddarious Gibbs. “Pilihan pemain asing memberikan dampak signifikan pada penampilan klub-klub saat kompetisi IBL Pertalite 2018-2019. Dan, dengan pelatihan dan pembinaan yang baik, maka para rookie pun bisa berkembang dengan baik,” ujar Hasan Gozali, Direktur IBL, Jumat (5/10). Menurutnya, setiap klub mendapatkan jatah dua pemain asing, termasuk pemain naturalisasi, dengan gaji yang telah ditetapkan, sesuai mekanisme. “Gaji total dua pemain asing setiap klub, tidak boleh lebih dari 4 ribu dollar AS (Amerika Serikat),” terangnya. Dalam kesempatan itu, Gatot S. Dewa Broto, Sekertaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), berharap aura Asian Games 2018, khususnya di cabang oalahraga (cabor) basket dapat terbawa, pada saat kick-of f IBL musim 2018-2019. “Ini momentum yang bagus. Karena pada saat Asian Games 2018 lalu, kalau melihat auranya, gaduhnya, serta kehebohannya di basket, sangat luar biasa. Kita semua melihat para rising star dari China hadir, juga dari beberapa negara pesertalainnya. Semoga aura itu ada saat IBL kick-off pada 30 November bergulir,” terang Gatot. Sementara itu, Hasan juga menyebut jika kompetisi pra-musim Liga Bola Basket Indonesia (IBL), direncanakan akan berputar 9-14 Oktober 2018. “Jadwal itu setelah draft pemain lokal debutan. Saat ini semuanya sedang dipersiapkan,” ujar Hasan. Dia melanjutkan, seluruh laga di turnamen yang menjadi ajang pemanasan tim-tim peserta IBL menyongsong musim baru 2018-2019 itu, kemungkinan besar digelar di Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah. Menurut Hasan, pemilihan Solo menjadi tempat tunggal penyelenggaraan adalah atas permintaan sponsor kompetisi pra-musim yakni perusahaan aplikasi transportasi Go-Jek. “Pihak sponsor memilih Solo dari beberapa kota yang kami usulkan. Arena di Solo juga tersedia untuk kegiatan di rentang waktu yang dijadwalkan,” tutur dia. Kompetisi pra-musim IBL ini akan diikuti 10 kontestan IBL 2017-2018 yakni Satria Muda Pertamina, Garuda Bandung, BSB Hangtuah, Bank BPD DIY Bima Perkasa Jogja, NSH, Pelita Jaya Basketball, Stapac Jakarta, Pacific Caesar Surabaya, Satya Wacana Salatiga dan Siliwangi Bandung. Nantinya di turnamen tersebut, semua tim peserta hanya diperkenankan menggunakan jasa para pemain Indonesia. “Kami berharap event pra-musim ini dimanfaatkan sebagai ajang uji coba kemampuan para pemain ‘rookie’ (debutan). Namun, keputusan terkait itu kami kembalikan ke masing-masing klub,” pungkasnya. (Adt) Hasil IBL Draft 2018 Pemain Asing Siliwangi Bandung: 1. Martaviuos Tarell Irving 2. Michael Vigilance Jr NSH: 1. Anthony Simpson 2. Dashaun Najee Wiggins Bima Perkasa Jogja: 1.Zachary David Allmon 2. Leshaun Murphy Satya Wacana Salatiga: 1. Madarious Gibbs 2. Ronald Whitaker BSB Hangtuah: 1. Jarad Lee Scott 2. Gary Jacobs Jr Pacific Caesar: 1. Anthony Dennel January 2. Matthew Douglas Van Pelt Garuda Bandung: 1. Jamal Ray 2. Dallarian Williams Stapac Jakarta: 1. Keenan Allah Peterson 2. Jordin Mayes Satria Muda: 1. Dior Lowhorn 2. Jamarr Andre Johnson Pelita Jaya: 1. Wayne Bradford 2. Kore Ricardo White Hasil IBL Draft 2018 Pemain Rookie Siliwangi Bandung: 1. Sabdayagra Ahessa (University of Notre Dame/22 Tahun) 2. Gustav Leopold (SMA PSKD 1/29 Tahun) NSH: 1. Rizky Agung Pranata (STIE Bhakti Pembangunan/20 Tahun) 2. Dio Freedo Putra P (Universitas Ma Chung/20 Tahun) Bima Perkasa Jogja: 1.Tidak memilih 2.Faried Andy Brata (Universitas Negeri Malang/22 Tahun) Satya Wacana Salatiga: 1. Daniel Anggoro (Institut Teknologi Harapan Bandung/23 Tahun) 2. Tidak memilih BSB Hangtuah: 1. Tidak memilih 2. Syechfi Nuzula Ramadhani (Institut Teknologi Harapan Bandung/23 Tahun) Pacific Caesar: 1. Ananda Syahputra Caesar (Universitas Widyatama/22 Tahun) 2. Tidak memilih Garuda Bandung: 1. Irwanto (Universitas Muhammadiyah Malang/21 Tahun) 2. Tidak memilih Stapac Jakarta: 1. Tidak memilih 2. Bilal Al Nauval (Universitas Pendidikan Indonesia/19 Tahun) Satria Muda: 1. Tidak memilih 2. Kelvin Tirta Sanjaya (Universitas Heritage/21 Tahun) Pelita Jaya: 1. Muhammad Basith Ravi (ABFI Institute Perbanas/21 Tahun) 2. Tidak memilih

Resmi Diperkenalkan INAPGOC, Ada ‘Bunyi’ Dalam Medali Asian Para Games 2018

Panitia Pelaksana Indonesia 2018 Asian Para Games (INAPGOC) resmi memperkenalkan medali unik yag bisa mengeluarkan suara gemerincing jika digoyang-goyangkan, dalam ajang multievent penyandang disabilitas se-Asia itu. (Pras/NYSN)

Jakarta- Asian Para Games III/2018, siap dihelat pada 6-13 Oktober. Panitia Pelaksana Indonesia 2018 Asian Para Games (INAPGOC) resmi memperkenalkan medali bagi pesta multievent terbesar penyandang disabilitas se-Asia itu, di GBK Arena Senayan, Jakarta, pada Jumat (5/10). Medali Asian Para Games yang diperkenalkan INAPGOC memiliki keunikan, karena medali mengeluarkan suara gemerincing jika digoyang-goyangkan. Suara itu berasal dari bola-bola kecil yang terdapat di dalam kepingan medali. “Medali emas berisikan 26 bola-bola kecil, sedangkan perak 20. Dan perunggu ada 16 bolanya,” ujar Fanny Irawan, Direktur Sport INAPGOC, di GBK Arena Senayan, Jakarta, Jumat (5/10). Menurutnya, medali sengaja diciptakan seperti itu untuk memudahkan atlet tuna netra dalam mengenali medali yang diraihnya. Medali yang dibuat di Guangzhou, China, ini bisa mengeluarkan suara. Hal itu diakibatkan adanya bola-bola kecil yang dimasukkan di dalam tubuh medali. Bila medali itu digerakan, maka bunyi akan keluar dari medali tersebut. Rinciannya, 26 bola terdapat di dalam medali emas, 20 bola di medali perak, dan 16 bola di medali perunggu. Medali bersuara ini terinspirasi dari Paralimpiade Rio de Janeiro 2016 lalu. “Ide awal medali bunyi ini dari Tarek Souei (CEO APC). Dan, atlet powerlifting Indonesia, Ni Nengah Widiasih, pernah meraih perunggu yang berbunyi di Paralimpiade Rio Janeiro, Brazil 2016,” tuturnya. “Kami mengambil contoh dari medali milik Widi (sapaannya). Bahkan, kami harus ke Bali (asal Nengah) mengambil medali itu,” tambahnya. Medali yang terbuat dari besi solid dan dilapisi emas ini, dibuat dengan teknik semprot. Fanny menyebut Ferry Kono (Wakil Sekretaris Jenderal INAPGOC) adalah orang yang merancang desain medali tersebut. Keunikan lain dari medali ini, yaitu pada bagian depan terdapat logo Asian Para Games 2018, dan slogan ‘The Inspiring Spirit and Energi of Asia’. Sedangkan di bagian belakang medali, tertera logo Asian Paralympic Committee (APC). Lalu, terdapat kode yang menggunakan huruf brille (huruf khusus bagi penyandang tuna netra). Fanny menjelaskan bila pembuatan medali membutuhkan waktu 4 bulan. “Medali ini kami buat di Guangzhou (Cina),” tukas Fanny. Opening ceremony Asian Para Games III/2018 akan berlangsung pada Sabtu (6/10), terdapat 18 cabang olahraga yang dipertandingkan dengan nomor pertandingan mencapai 337, dan memperebutkan 568 medali. (Adt)

Jelang Uji Coba Internasional, Skuat Final Timnas U-19 Diumumkan Hari Senin

Witan Sulaeman (10), Saddil Ramdani (11), dan M. Rafli Mursalim (13), bakal mendapat kepastian tampil membela Timnas U-19 di ajang Piala Asia U-19, pada Senin (8/10), sebelum melewati dua laga uji coba. (Pras/NYSN)

Jakarta- Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri menyebut, Senin (8/10), menjadi momen pengumuman skuat final untuk tampil di Piala Asia U-19. Pengumuman itu dilakukan dua hari, sebelum pertandingan uji coba melawan Arab Saudi, pada Rabu (10/10), di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang. Skuat Timnas U-19 berkekuatan 29 pemain, termasuk Egy Maulana Vikri, yang masih bermain di klub Polandia, Lechia Gdansk. “Kami lakukan evaluasi dari latihan, dan laga termasuk uji coba. Tim sudah ingin ditentukan 29 pemain, termasuk Egy, yang akan diciutkan tanggal 8,” ujar Indra di Lapangan A, Senayan, Jakarta, Jumat (5/10). “Hari per hari, akan kami lihat terus siapa pemain yang akan didaftarkan. Karena, nanti tidak bisa diubah lagi, setelah resmi didaftarkan,” tandasnya. Selain beruji coba dengan Arab Saudi, Skuat Garuda Nusantara beruji tanding kontra Yordania, pada Sabtu (13/10). Uji coba melawan Yordania, menjadi yang terakhir sebelum turun di ajang Piala Asia U-19, 18 Oktober-4 November. Nurhidayat Haji Haris dan kawan-kawan akan memulai petualangan melawan Taiwan pada Kamis (18/10), di Jakarta. Meski gagal pada babak kualifikasi, Timnas U-19 tetap bisa tampil di putaran final. Jatah wild card diberikan karena Indonesia sebagai tuan rumah. Penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah dilakukan AFC pada 25 Juli 2017 lalu. Putaran final Piala Asia U-19 2018 diikuti oleh 16 tim yang dibagi ke dalam 4 grup. Indonesia berada di Grup A bersama dengan Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan Taiwan. Sejak pertama kali digelar 1959 lalu, Indonesia sudah tiga kali melaju ke final. Pada Piala Asia U-19 yang berlangsung di Thailand 1961 lalu, Indonesia bahkan keluar sebagai juara bersama Myanmar, usai kedua tim bermain imbang tanpa gol di babak final. Indonesia kembali melaju ke final pada 1967. Namun, Timnas U-19 gagal mengangkat trofi, setelah di babak final, kalah 0-3 dari Israel. Sementara pada Piala Asia U-19 yang berlangsung di Filipina 1970 lalu, Indonesia juga sampai di babak puncak, tapi takluk 0-3 dari Myanmar. Tahun ini, Tim Merah Putih Remaja mendapat target dari PSSI untuk lolos hingga babak semifinal. Empat semifinalis Piala Asia U-19 pada edisi 2018, akan mewakili Asia di Piala Dunia U-20 di Polandia, pada 2019. (art) Fase Grup Piala Asia U-19 2018 Grup A 18 Oktober 2018 Indonesia vs Taiwan 18 Oktober 2018 Uni Emirat Arab Vs Qatar 21 Oktober 2018 Taiwan vs Uni Emirat Arab 21 Oktober 2018 Qatar vs Indonesia 24 Oktober 2018 Indonesia vs Uni Emirat Arab 24 Oktober 2018 Qatar vs Taiwan Fase Gugur Perempat Final 28 Oktober 2018 Pemenang Grup A vs Runner-up Grup B (perempat final 1) 28 Oktober 2018 Pemenang Grup B vs Runner-up Grup A (perempat final 2) 29 Oktober 2018 Pemenang Grup C vs Runner-up Grup D (perempat final 3) 29 Oktober 2018 Pemenang Grup D vs Runner-up Grup C (perempat final 4) Semifinal 1 November 2018 Pemenang Perempat Final 1 vs Pemenang Perempat Final 3 (semifinal 1) 1 November 2018 Pemenang Perempat Final 2 vs Pemenang Perempat Final 4 (semifinal 2) Final 4 November 2018 Pemenang Semifinal 1 vs Pemenang Semifinal 2

Pelatnas Wajib Manfaatkan Sport Science, Menpora: Atlet Indonesia Berprestasi di Olimpiade

Imam Nahrawi (Menpora) saat membuka acara bertajuk ‘2nd annual meeting Indonesia Society of Exercise and Sports Science’, di Auditorium Soerjo Rumah Sakit (RS) Metropolitan Medical Centre (MMC), Jakarta, Kamis (4/10). (Adt/NYSN)

Jakarta- Teknologi atau sport science sudah selayaknya diterapkan dalam penanganan olahraga di Tanah Air. Tujuannya, apalagi kalau bukan meraih prestasi tinggi di masa depan. Pasca Asian Games XVIII/2018, narasi tentang kebangkitan olahraga Indonesia sontak berhamburan. Skuat Merah Putih berhasil menempati peringkat empat dalam daftar perolehan medali negara-negara peserta, dengan 31 medali emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Torehan itu nyaris dua kali lipat dari jumlah yang ditargetkan pemerintah, yakni 16 medali emas. Prestasi yang diraih pahlawan-pahlawan olahraga Idonesia bukan sesuatu yang mudah dicapai. Namun, menjadi penting, langkah apa yang harus dilakukan pasca Asian Games 2018. Dan, bagaimana cara menjaga euforia serta melanjutkan tren prestasi gemilang itu? “Tidak ada cita-cita atlet yang ingin juara dua ataupun tiga. Pasti mereka ingin yang nomor satu. Atlet ingin juara satu dan tentu ingin memberikan yang terbaik,” ujar Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), di Jakarta, Kamis (4/10). Membuka acara bertajuk ‘2nd annual meeting Indonesia Society of Exercise and Sports Science’, di Auditorium Soerjo Rumah Sakit (RS) Metropolitan Medical Centre (MMC), Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu, mengatakan dalam penanganan atlet semua pihak harus meninggalkan pola lama. “Tinggalkan kebiasaan atlet ini titipan si A atau si B, dan faktor kedekatan. Indonesia punya orang hebat, sperti profesor, dokter, psikolog. Mereka yang menilai atlet ini layak dan pantas mewakili jutaan masyarakat Indonesia di pentas olahraga nasional dan internasional. Pendekatannya harus sport science,” lajutnya. “Untuk kedepanya perkembangan atlet harus dikawal dokter medis, tim psikologi, serta ahli yang mengerti struktur otot dan tulang. Bagaimana juga menyangkut recovery, dan tim masseur. Tapi, yang paling penting adalah menjaga semangat dan motivasi atlet,” tambah menteri berusia 45 tahun itu. Pemanfaatan sport science sangat luas dengan melibatkan lintas profesi, sehingga tak hanya sebatas pelatih. Karena terdapat dokter olahraga, pelatih fisik, ahli gizi, biomekanik, fisioterapi, marketing sports, arsitek perencanaan venue olahraga dan arsitek urban development, masseur, insurance. Sebab, salah satu basis penerapan sports science adalah mencatat dan mengumpulkan data, serta membandingkan data dengan nilai tertentu. Lebih utama, yakni bagaimana mengkoordinasikan data yang dimiliki, secara lintas profesi bukan hanya dimiliki satu kelompok tertentu. “Kalau semua itu terlibat, maka dipastikan olahraga Indonesia menjadi pilar yang sangat kuat bagi persatuan nasional,” urai suami Shobibah Rohmah itu. Menurut Imam, keberhasilan Indonesia di ajang Asian Games XVIII/2018, tak lepas dari usaha penerapan sport science. Pemerintah, jelas ayah 7 anak itu, akan melanjutkan penggunaan teknologi di dunia olahraga, sehingga nantinya para atlet tak hanya berprestasi di level Asian Tenggara (SEA Games), dan Asia (Asian Games), melainkan dunia, yaitu Olimpiade. “Pemerintah siap melanjutkan penerapan teknologi ini, sehingga atlet Indonesia berprestasi di level Olimpiade,” cetusnya. “Harapan kami semua Pelatnas harus ada tim lintas profesi demi kemajuan olahraga Indonesia,” tukas peraih gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur itu. (Adt)

Tunggal Putri Asal PB Exist Jaya Jakarta Menang Mudah, Tiga Wakil Dobel Campuran Tembus Perempat Final

Pebulutangkis PB Exist Jaya Jakarta, Fitriani (19 th), lolos babak perempat final Kejuaraan Bulutangkis Chinese Taipei Open 2018 BWF World Tour Super 500, usai menang mudah atas wakil Amerika Serikat (AS), Crystal Pan. (Pras/NYSN)

Jakarta- Indonesia mengirim satu wakilnya ke babak perempat final Kejuaraan Bulutangkis Chinese Taipei Open 2018 BWF World Tour Super 500, melalui Fitriani, di sektor tunggal putri. Pemain asal PB Exist Jaya Jakarta itu menang mudah atas wakil Amerika Serikat (AS), Crystal Pan, di Taipei Arena. Di babak 16 besar, Fitri unggul straight game, 21-8, 21-16, dalam tempo 29 menit, pada Kamis (4/10). Torehan remaja putri kelahiran Garut, Jawa Barat (Jabar), 19 tahun silam itu, memperlebar statistik pertemuannya dengan pebulutangkis Negara Paman Sam itu menjadi 3-0. Kemenangan Fitriani diraih di ajang BWF World Junior Championships 2014 (21-12, 21-18), dan terakhir di New Zealand Open 2018 (21-12, 21-2). Selanjutnya, Fitriani akan menantang Line Hojmark Kjaersfeldt (Denmark) sekaligus unggulan tiga. Line menembus perempat final usai menekuk wakil tuan rumah Lin Ying Chun, straight game, 21-10, 21-6. Sementara itu, tiga dobel campuran Merah Putih memastikan langkah di perempat final. Duet Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari (6) lebih dulu lolos. Dalam tempo 26 menit, mereka memaksa wakil tuan rumah Tseng Min Hao/Hsieh Pei Shan menelan pil pahit usai menang straight game, 21-14, 21-18. Pitha mengatakan, kunci kemenangan pertandingan ini akibat dirinya dan kolega sejak awal berusaha terus untuk memberikan tekanan pada lawan. “Kami berusaha untuk tak bermain lob. Jaga fokus juga faktor paling penting,” terang Pitha, usai laga seperti dikutip situs resmi PBSI, Kamis (4/10). Kendati memiliki target pada turnamen ini, namun diakuinya, ia akan fokus melakoni setiap laga yang dimainkan. “Kami sudah beradaptasi main di turnamen level senior dan seharusnya kami sudah siap di level ini,” lanjutnya. “Tapi banyak yang harus kami tingkatkan lagi, terutama dari segi teknik maupun non-teknik,” tambah pebulutangkis putri kelahiran 1 Juli 1999 itu. Di perempat final, Rinov/Pitha menantang unggulan tiga, Chen Tang Jie/Peck Yen Wei, yang menang atas wakil Hongkong Chung Yonny/Wu Yi Ting, straight game, 22-20, 21-17. Ditegaskan Pitha, lawan memiliki serangan yang sangat berbahaya, terutama Chen. Tren positif juga menghinggapi duet Ronald Alexander/Annisa Saufika. Ganda Indonesia itu menuntaskan perlawanan tuan rumah, Chang Ko-Chi/Cheng Chi Ya, dengan skor 21-14, 21-19, pada duel berdurasi 34 menit. Ronald/Annisa akan beradu kekuatan dengan unggulan delapan, Kohei Gondo/Ayane Kurihara (Jepang). Berdasarkan statistik, ini menjadi pertemuan pertama bagi kedua pasangan. Di partai lain, Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami (8) juga memastikan tiket ke perempat final. Mereka berhasil menyingkirkan Lin Yong Sheng/Li Zi Qing (Taiwan), straight game, 21-18, 21-15. Di babak berikutnya, Alfian/Marsheilla, kembali ditantang wakil tuan rumah, Po Li Wei/Chang Ching Hui, yang berhasil menghadirkan kejutan, usai memenangi perang saudara atas unggulan dua, Lee Yang/Hsu Ya Ching, rubber game, 14-21, 21-17, 25-23. (Adt)

Miliki SDM Handal, Dunia Pendidikan Berperan Penting Tingkatan Prestasi Olahraga Indonesia

Prof. Dr. Ahmad Sofyan Hanif, M.Pd, Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan Univeritas Negeri Jakarta (kiri), menyebut dunia pendidikan memiliki peranan penting dalam peningkatan prestasi olahraga Indonesia. (Adt/NYSN)

Jakarta- Ahmad Sofyan Hanif, Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan Univeritas Negeri Jakarta (UNJ), mengatakan jika dunia pendidikan memiliki peranan sentral dan penting dalam meningkatkan prestasi olahraga Indonesia. “Dunia pendidikan memiliki SDM (Sumber Daya Manusia) yang handal, serta kualifikasi SDM yang baik. SDM itu untuk menyiapkan pelatih, para ahli, event organizer, serta manajemen. Dan, itu sangat memungkinkan,” ujar Hanif, di Auditorium Soerjo Rumah Sakit (RS) Metropolitan Medical Centre (MMC), Jakarta, Kamis (4/10). “Kami juga menyiapkan atlet untuk berkompetisi, baik di level nasional maupun internasional. Tentu atlet tersebut harus memiliki modal kemampuan yang baik,” lanjutnya. Para atlet yang berlaga di ajang Asian Games XVIII/2018, menurut Hanif, rata-rata masih bersatus mahasiswa Perguruan Tinggi. “Sebab, atlet yang ada di Perguruan Tinggi, berada pada usia emas. Abdul Malik (pencak silat) kuliah di Unima (Univeritas Negeri Manado), Aries Susanti Rahayu (panjat tebing) adalah mahasiswi Universitas Muhammadiyah Semarang. Begitu juga dengan atlet lainnya,” tambahnya. “Jika di prosentasekan, maka 50 hingga 60 persen atlet itu, dominan berstatus mahasiswa di Perguruan Tinggi,” cetus Hanif. Ia menyebut pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga prestasi para atlet dapat terus terjaga. “Di Perguruan Tinggi ada PPLM (Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mahasiswa), sedangkan inputnya itu PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar), dan PPOP (Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar),” cetusnya. Ia menyatakan, andai PPLM tidak ada di Perguruan Tinggi, maka pembinaan atlet akan berhenti. “Nantinya, atlet terbaik yang berasal dari PPLM, ada yang memperkuat Pelatda (Pemusatan Latihan Daerah), dan ada pula yang dipersiapkan ke event internasional, bahkan ke tingkat yang lebih tinggi, yakni Olimpiade, tentunya setelah terjaring masuk Pelatnas (Pemusatan Latihan Nasional),” ungkapnya. Terkait penerapan sport science, Hanif mempersilahkan masing-masing pengurus besar cabang olahraga untuk melakukan hal itu dengan kontrol dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). (Adt)

Pemerintah Jamin Pendidikan Pemain Timnas U-16 hingga Kuliah, Menpora : Harus Ada BUMN Yang Bantu

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, menerima kedatangan kontingen Timnas U-16, yang baru saja tampil di ajang Piala Asia U-16 2018, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (4/10). (Liputan6.com)

Jakarta- Apresiasi terus mengalir Timnas U-16 setelah performa apik di Piala Asia U-16 2018. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, menjanjikan jaminan pendidikan untuk David Maulana dan kolega. Dengan mayoritas usia yang menginjak 16 tahun, jalan para pemain memang masih panjang. Banyak tahap yang dilalui, hingga kelak tampil bersama Timnas Indonesia di level senior. Termasuk pendidikan. Mayoritas skuat Timnas U-16, masih duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA). Dan, untuk menjamin masa depan para pemain di luar olahraga, Imam coba memberikan beasiswa kepada mereka. “Ini pelajar. Pelajar bukan dapat bonus, tapi apa ya namanya, beasiswa,” tutur Imam, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (4/10). “Kami harap sampai selesai, kalau bisa harapannya bisa sampai kuliah. Tentu seperti arahan Pak Presiden (Joko Widodo, red) harus ada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dampingi mereka,” tambahnya. Kedatangan Imam ke Istana bertujuan mendampingi Timnas U-16 yang diundang langsung oleh Jokowi. Dalam kesempatan itu, Jokowi berjanji mencarikan BUMN sebagai penopang pembiayaan Timnas U-16. Dengan begitu, anak asuh Fakhri Husaini tak perlu mengkhawatirkan faktor fulus saat menjalani uji tanding atau turnamen resmi. Lantas, bagaimana mekanismenya? Imam menyatakan tak ada payung hukum yang bisa menjegal BUMN untuk membantu Timnas U-16. “Enggak. Langsung saja, mereka ‘kan punya CSR (corporate social responsibility, red), ya. Itu otomatis. Selain itu ada pula sponsor,” ucap Imam menambahkan. Meski gagal membawa tiket ke Piala Dunia U-17, penampilan Garuda Asia di Piala Asia U-16 telah menarik banyak perhatian. Permainan yang diperagakan Bagus Kahfi dan kawan-kawan mencerminkan masa depan yang cerah bagi masa depan sepak bola Indonesia. Sejak ditangani Fakhri, Timnas U-16 sudah meraih setidaknya tiga trofi. Mereka pernah menjuarai tiga event, yakni Tien Phong Plastic Cup 2017, yang digelar di Da Nang City, Vietnam, lalu turnamen Jenesys Japan U-16 2018 di Jepang, dan Piala AFF U-16 2018, di Sidoarjo, Indonesia. Di Piala Asia U-16 2018, tim Merah Putih remaja juga tak tampil buruk. Selama babak penyisihan, Amiruddin Bagus Kahfi dkk mencetak sejarah tak terkalahkan. Indonesia menjadi juara Grup C dengan hasil sekali menang dan dua kali imbang. (Adt)

Febriana Dwipuji/Ribka Sugiarto Tekuk Unggulan Lima Asal Malaysia, Dua Tunggal Putri Indonesia Lolos ke Babak 16 Besar

Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto sukses menekuk wakil Malaysia, Lim Chiew Sien/Tan Sueh Jeou, sekaligus unggulan lima, dibabak pertama (32 besar) Chinese Taipei Open 2018 BWF World Tour Super 300, dalam pertarungan rubber game. (bulutangkis-indonesia.com)

Jakarta- Usai melalui laga sepanjang 60 menit, duet Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto menghadirkan kejutan pada Kejuaraan Bulutangkis Chinese Taipei Open 2018 BWF World Tour Super 300. Melakoni laga di Taipei Arena, pada Rabu (3/10), dobel asal PB Djarum Kudus itu sukses menekuk wakil Malaysia, Lim Chiew Sien/Tan Sueh Jeou, sekaligus unggulan lima, dibabak pertama (32 besar), dalam pertarungan rubber game. Di gim pertama, Febriana/Ribka dipaksa kerja keras saat berduel dengan pasangan Negeri Jiran itu. Namun, wakil Merah Putih yang kini bertengger di ranking 91dunia itu berhasil menyudahi gim ini dengan skor 21-19. Laga berlanjut, pasangan Indonesia pemegang gelar Kejuaraan Asia Junior 2018 itu tak mampu mengamankan kemenangan yang diraihnya. Lim/Tan mampu mendikte lawan hingga berhasil memainkan gim penentu usai menang jauh dengan skor 21-12. Di gim penentu, Febriana/Ribka tak ingin kehilangan momentum. Mereka berusaha bangkit untuk terus memberikan tekanan pada dobel Malaysia berperingkat 60 dunia itu. Akhirnya, Febriana/Ribka menyudahi gim penentu dengan kemenangan 21-16. Di babak kedua (16 besar), pada Kamis (4/10), Febriana/Ribka akan berjumpa dengan wakil Jepang, Akane Araki/Riko Imai. Pasangan Negeri Sakura itu melaju usai menyingkirkan wakil tuan rumah, Tseng Yu Chi/Ye Jing Ya, rubber game, 17-21, 22-20, 21-12. Hasil positif juga diraih tunggal putri Fitriani (8). Ia berhasil menyingkirkan pemain tuan rumah Lin Hsiang Ti, straight game, 21-10, 21-13, dalam tempo 32 menit, pada babak pertama. Ini menjadi kemenangan kedua Fitriani atas Lin. Terakhir, mereka bertemu di ajang Indonesia Masters 2018. Saat itu, Fitriani menang straight game, 21-15, 21-18. Ia akan berhadapan dengan Crystal Pan (Amerika Serikat) yang menyudahi perlawanan kompatriotnya Lauren Lam, rubber game, 21-9, 18-21, 21-19. Langkah menggembirakan juga dialami Ruselli Hartawan. Tunggal putri Pelatnas PBSI Cipayung itu berhasil memaksa wakil Taipe, Tang Wan Yi angkat koper dari turnamen berhadiah total 500 ribu dollar AS itu. Ruselli mengakhiri perlawanan Tang, dalam laga berdurasi 57 menit, rubber game, 17-21, 21-18, 23-21. Di babak berikutnya, pemain asal PB Jaya Raya Jakarta itu sudah ditunggu lawan tangguh tuan rumah, Pai Yu Po. Pai yang menempati unggulan empat lolos menghentikan langkah wakil Merah Putih Dinar Dyah Ayustine, rubber game, 13-21, 21-14, 21-9. (Adt)

Ingin Berburu Pernak-pernik Asian Para Games 2018, INAPGOC Siapkan Delapan Lokasi Khusus

Usai meluncurkan pernak-pernik Asian Para Games 2018, INAPGOC menyebut terdapat 8 titik yang bisa dikunjungi masyarakat untuk bisa mendapatkan merchandise kompetisi olahraga para atlet disabilitas se-Asia 2018 ini. (Adt/NYSN)

Jakarta- Hajatan Asian Para Games 2018 hanya tinggal menghitung hari. Panitia Pelaksana Indonesia 2018 Asian Para Games (INAPGOC) memastikan berbagai elemen pendukung dari pesta multievent bagi para penyandang disabilitas se-Asia itu berjalan sesuai rencana, termasuk merchandise. Bertempat di GBK Arena, Senayan, Jakarta, pada Rabu (3/10), INAPGOC secara resmi meluncurkan merchandise Asian Para Games 2018. “Pernak pernik ini diproduksi sebagai lambang ekspresi cinta Indonesia sebagai bangsa yang bangga menjadi tuan rumah perhelatan internasional ini,” ujar Raja Sapta Oktohari, pada Rabu (3/10). Okto, sapaannya, mengatakan belajar dari pengalaman Asian Games XVIII/2018, INAPGOC memastikan pusat penjualan pernak-pernik Asian Para Games 2018 tak akan dilakukan hanya di satu titik saja. “Tapi akan dilakukan di beberapa titik, yang tersebar di Gelora Bung Karno, dan juga Wisma Atlet, Kemayoran,” lanjutnya. Lebih lanjut Okto menjelaskan INAPGOC memiliki beberapa indikator kesuksesan, salah satunya adalah sukses legacy secara fisik dan nonfisik. Adapun merchandise menjadi salah satu legacy fisik yang sifatnya lebih lama yang mengingatkan pada Asian Para Games 2018. “Bisa jadi untuk kolektor item dan dibawa sebagai suvenir para pembelinya,” ujarnya. Sementara itu, Susan Asiani, Plt Wakil Direktur Revenue and Sponsorship INAPGOC, menegaskan terdapat 8 titik yang disiapkan INAPGOC untuk masyarakat yang ingin berburu pernak-pernik Asian Para Games 2018. “Titik yang kami siapkan yaitu di Mega Store Senayan yang ada di Parkir Selatan. Kemudian di venue akuatik, dan 5 titik yang di venue olahraga favorit seperti Istora, Lapangan Tembak, Basketball, Tennis Indoor, dan Velodrome. Sedangkan satu titik ada di Kemayoran,” jelas Susan. Terkait harga yang ditawarkan untuk pernak-pernik, Susan menyebut berkisar mulai dari Rp 50 ribu hingga 900 ribu. “Saat ini digudang ada 200 ribu pcs dan akan terus bertambah. Kami berusaha maksimal untuk semua titik bakal siap,” tukasnya. Susan juga menjelaskan jika dalam pembuatan produk tidak melibatkan Unit Usaha Kecil Menengah. Tapi, membeli hak eksklusif kepada vendor yang mampu memproduksi suvenir dalam waktu cepat. Adapun pernak pernik Asian Para Games 2018 mulai dijual pada 6 Oktober 2018, atau saat pembukaan multievent olahraga tersebut. (Adt) Berikut Daftar Merchandise Asian Para Games 2018: 1. Tas pinggang 2. Polo shirt 3. T-shirt 4. Tote bag 5. Balon tepuk 6. Sendal 7. Stiker 8. Notebook 9. Tas serut 10. Tempat Pensil Kanvas 11. Mug 12. Luggage Tag 13. Lanyard 14. Gantungan Kunci 15. Bantal Leher 16. Hoodie

Undang Seleksi Rider Usia 12-21 Tahun, PP Pordasi Cari Penunggang Serasi Terbaik Dalam Event AEF U-21

Atlet berkuda Indonesia, Ferry Wahyu Hadiyanto, menorehkan sejarah saat lolos babak final nomor jumping Asian Games 2018, di Jakarta International Equestrian Park (JIEP), Pulomas, Jakarta, Kamis (30/8). (liputan6.com)

Jakarta- Equestrian Indonesia kian kembali menggeliat. Pasca gelaran berkuda ketangkasan Asian Games XVIII/2018, kompetisi equestrian di tanah air kembali berlangsung. Beberapa event equestrian sudah diselenggarakan. Terbaru, Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) menggelar seleksi. Pembinaan berkelanjutan untuk atlet/rider yunior kini semakin diprioritaskan oleh Pengurus Pusat Persatuan Berkuda Seluruh Indonesia, khususnya bidang equestrian atau berkuda ketangkasan. Walau disiplin cabor berkuda ini tak terlalu memperhitungkan masalah usia, namun progress pembinaan rider usia muda harus tetap dikedepankan. Event seleksi ini untuk menentukan satu atlet/rider terbaik, yang akan mewakili Indonesia dalam ajang Asian Equestrian Federation (AEF) U-21 Dressage Championship. Seleksi atau kualifikasi AEF U-21 Championship ini dilangsungkan Kamis dan Jumat, 4-5 Oktober 2018, di Anantya Riding Club (ARC), Karanggaan, Gunung Putri, Bogor. Event AEF U-21 Dressage Championship adalah program dari Asian Equestrian Federation (AEF/Federasi Equestrian Asia) dalam membina rider muda di kawasan Asia. Kompetisi tunggang serasi ini, diadakan bergantian di delapan negara Asia. Tiap negara, akan diwakili rider terbaik, untuk mengikuti final di Doha, Qatar, pada 3-5 April 2019. Dalam surat bertanggal 24 September dan bernomor 155/WK-U-EQ/PP/IX/2018 yang langsung ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum II Bidang Equestrian PP Pordasi, Jose Rizal Partokusumo, disebutkan beberapa nama rider terbaik dari kategori usia 12-21 tahun (kelahiran 1997-2006), diundang khusus oleh PP Pordasi, untuk mengikuti seleksi. Beberapa rider yang diundang mengikuti seleksi atau kualifikasi AEF U-21 Dressage Championship, yakni Rosad Natsir, Glory Gabrielle Surya, Mia Sri Andhika, Muhammad Akbar Maulana, Muhammad Akbar Kurniawan, Ivana Santosa, Sausan Intan, Audirania Amanda, dan Gendhis Anjali. “Itu yang terdata dan terpantau oleh kita. Di luar nama-nama itu, kamui juga membuka kesempatan dengan menginformasikan data diri masing-masing, berikut kudanya, tentu dengan ringkasan prestasi dalam satu tahun terakhir,” ungkap Jose Rizal pada Rabu (3/10). Jose Rizal menambahkan, peserta seleksi atau kualifikasi AEF U-21 Dressage Championship ini maksimal 40 rider. “AEF mengirimkan trophy untuk pemenang babak kualifikasi ini. Trophy dikirimkan melalui DHL, dari Qatar dan saat ini sudah sampai di Singapura, mungkin Kamis besok sampai di Jakarta,” pungkasnya. Terkait dengan proses pembinaan rider yunior tersebut, setidaknya masih ada 4 event internasional hingga akhir tahun 2018 ini. Yakni, seleksi/kualifikasi AEF U-21 Dressage Championship pada 4-5 Oktober ini Anantya Riding Club (ARC), Gunung Putri. Lalu event CSIJ-B di Taipei, 9-12 November. Kemudian, kejuaraan CSIJ-B di Thailand, 17-20 November, dan yang terakhir, yakni World Jumping Challenge, akhir November hingga awal Desemeber, di Detasemen Kavaleri Berkuda (Denkavkud) TNI-AD, Parongpong, Lembang, Jawa Barat. (Art)

Pendidikan dan Nasib Timnas U-16 Dipantau Pemerintah, Fakhri Husaini : Harus Konkrit Pembinaan Usia Muda

Usai berlaga di Piala AFC U-16 2018, Kuala Lumpur, Malaysia, Skuat Timnas Indonesia U-16 berfoto bersama, saat disambut Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta, di gedung Kemenpora, Jakarta, Rabu (3/10). (Antaranews)

Jakarta- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyatakan Timnas U-16 memiliki potensi besar dan masa depan yang masih panjang untuk meningkatkan performa mereka ke jenjang yang lebih tinggi, usai berlaga di Piala AFC U-16 2018, Kuala Lumpur, Malaysia. “Pemerintah terus fokus bagaimana rencana pendidikan dan latihan pemain Timnas U-16, akan dipantau terus, baik sekolah, pendidikan formal, maupun latihan sehari-hari, karena perjalanan masih panjang,” kata Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta, saat menyambut Garuda Asia di kantor Kemenpora, Rabu (2/10). Mewakili Menpora Imam Nahrawi yang berhalangan hadir, Isnanti menyampaikan apresiasi, dari pemerintah untuk tim asuhan Fakhri Husaini ini, karena mampu menorehkan hasil delapan besar di Piala Asia U-16. “Ada impian masuk Piala Dunia U-17. Impian itu belum terwujud, tapi sesungguhnya, masuk delapan besar Asia dan Asia Tenggara, ini dahsyat,” kata Isnanta. “Bukti Garuda Asia itu sudah benar-benar bisa disejajarkan dengan kekuatan Asia. Inilah progres yang memang harus diapresiasi,” kata Isnanta. Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, mengemukakan David Maulana dkk akan kembali ke klub mereka masing-masing, kembali ke sekolah dan menjadi satu elemen masyarakat yang bisa menunjukkan nilai sepak bola, yakni “respect”, disiplin dan sportifitas. “Kita tak berhenti di sini. Perjuangan kita menuju ranking 25 besar dunia pada 2045 dimulai dari kaki anak-anak kita. Ini yang harus dibantu dengan sistem sepak bola yang baik di sekitar kita,” kata Ratu Tisha. Sementara Fakhri Husaini menambahkan, di level usia muda yang jadi perhatian utama bukan banyaknya piala yang bisa diraih. “Bagi saya ini pelajaran penting. Kami bisa memetakan peluang-peluang Indonesia, dengan tim-tim yang tampil di World Cup kelompok umur 17 tahun,” ucap Fakhri. Di Piala Asia U-16, tak ada satu negara pun yang mendominasi, ungkap eks gelandang era 90’an ini. Indonesia bisa menang melawan Iran yang sebelumnya adalah runner up Piala Asia, dan meladeni India. “Artinya, peluang itu bisa kami ambil, jika bekerja keras lagi, di masa yang akan datang,” jelasnya. Setelah pertemuan dengan Kemenpora dan PSSI, Fakhri berharap nantinya ada langkah-langkah konkret terkait sistem pembinaan sepak bola usia muda yang terintegrasi dan berkelanjutan dari semua pemangku kebijakan. Hal senada ditegaskan Ratu. “Kami memang tak menerapkan sistem pelatnas jangka panjang, setelah ini para pemain kembali ke klub masing-masing, sambil menunggu program pelatnas berikutnya. Kita akan tetap memperhatikan jenjang pembinaan dan pembibitan, untuk skuad pelatnas kita,” ujar Ratu. Timnas U-16 di Piala Asia U-16 terhenti di babak perempat final, setelah kalah 2-3 dari Australia di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Senin (1/10). Dengan hasil tersebut, mereka gagal mengamankan peluang untuk mendapatkan tiket ke Piala Dunia U-17 2019, yang akan berlangsung di Peru. (Adt)

AIA Championship for Women 2018 Digelar 1 Desember, 16 Wanita Terbaik Bersaing Menuju Tottenham Hotspur

Sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan wanita dalam olahraga, terutama sepakbola, PT AIA Financial menggelar ajang AIA Championship for Women, pada 1 Desember 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Dalam beberapa tahun terakhir, sepak bola wanita mengalami perkembangan yang cukup baik di dunia. Bahkan berbagai kompetisi sepak bola wanita juga digelar dan mampu menarik antusiasme penggemar sepak bola. Dan sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap pemberdayaan wanita dalam olahraga, terutama sepakbola, PT AIA Financial menggelar AIA Championship for Women, pada 1 Desember 2018. Melalui event ini, salah satu perusahaan asuransi tersebut makin mempertegas dukungannya terhadap persepak bolaan di Tanah Air dengan memperluas partisipasi bagi perempuan untuk menunjukkan bakat mereka dalam sepak bola. “AIA Championship for Women diluncurkan untuk mengakomodasi minat para wanita terhadap sepak bola dan membantu mengembangkan potensi mereka,” ujar Kathryn Monika Parapak, Head of Brand and Communication PT AIA Financial, di Kawasan Episentrum, Jakarta Selatan, Selasa (2/10). Dengan kompetisi ini, Kathryn berharap melihat lebih banyak talenta pwsepak bola putri Indonesia, berlaga di kancah nasional hingga internasional, dan menginspirasi lebih banyak wanita untuk berpartisipasi dalam olahraga, terutama sepak bola. “Terselenggaranya kompetisi ini sekaligus membuka kesempatan masyarakat dan talenta-talenta muda agar mereka mengetahui tentang AIA Championship. Semoga informasi ini bisa tersebar luas,” lanjut Kathryn. Proses pendaftaran bakal dibuka mulai 16 November, dan AIA akan mencari 16 tim terbaik untuk berlaga di kejuaraan tingkat regional Asia. Finalis kejuaraan tingkat regional akan diboyong ke kejuaraan tingkat dunia, yang bakal diselenggarakan di markas Tottenham Hotspur di London, Inggris. “Nanti sehari penuh pada 1 Desember 2018, kejuaraan dilangsungkan, dan kami akan menyiapkan dua tim mewakili Indonesia di kejuaraan tingkat regional, di Bangkok pada Maret 2019,” ujar Kathryn. “Selama Desember hingga Maret, kami berikan pendampingan pelatih profesional dala persiapan kejuaraan regional tersebut,” tegasnya. Gelaran Asian Games XIII/2018 menjadi momentum besar bagi dunia sepak bola putri Indonesia. Timnas sepak bola putri mampu menduduki peringkat 77 dalam FIFA World Cup Ranking yang dirilis Juni 2018, sedangkan timnas sepak bola putra menghuni peringkat 164 dunia. Sementara itu, Zahra Muzdalifah, gelandang serang Timnas Putri Indonesia, menyambut baik event AIA Championship for Women. Menurutnya, banyak talenta-talenta muda sepak bola putri yang potensial di Indonesia, namun belum memiliki wadah, untuk berkompetisi. “Sebenarnya banyak talenta muda, terutama yang berusia di bawah 15 tahun. Termasuk yang dewasa, namun belum ada wadah, dan mereka juga bingung untuk berlatih dimana. Event ini sangat mendukung bagi wanita-wanita di Indonesia untuk gemar sepak bola. Apalagi ini bukan sekadar kompetisi, tapi juga ajang seleksi,” cetusnya. Nantinya, AIA Championship for Women akan mempertandingkan 16 tim, guna meraih gelar juara nasional. Dari turnamen ini, akan dipilih 16 orang pemain terbaik yang akan dibentuk menjadi 2 tim, untuk bertanding di tingkat regional di Bangkok, Thailand. Jika, sukses menjadi finalis di kompetisi di Negeri Gajah Putih itu, maka tim Indonesia berlaga dalam babak final yang diselenggarakan di markas Tottenham Hotspur, di London, Inggris. “Tottengam Hotspur dan saya sangat senang dapat mendukung AIA dalam memajukan persepak bolaan wanita di Asia melalui AIA Championship for Women,” ucap Anton Blackwood, International Development Coach, dari klub Tottenham Hotspur. “Selama 2 tahun bekerjasama dengan AIA di Asia, saya telah melihat banyak bakat hebat dalam sepak bola junior. Sungguh kesempatan yang luar biasa bagi saya untuk dapat terlibat dalam pengembangan kemampuan pesepak bola usia dewasa,” tukasnya. (Adt)

Bawa 23 Orang Skuat Junior di Kejuaraan Dunia 2018, Indonesia Bidik Gelar Juara di Kanada

Berkekuatan 23 0rang dalam skuatnya, Indonesia membidik satu gelar juara di kejuaraan bulutangkis BWF World Junior Championship 2018, di Markham Pan Am Venue, Ontario, Kanada, pada 5-18 November. (Humas PBSI)

Jakarta– Indonesia membidik satu gelar juara di kejuaraan bulutangkis BWF World Junior Championship 2018, di Markham Pan Am Venue, Ontario, Kanada, pada 5-18 November. “Target kami satu gelar juara. Kami usahakan untuk bisa mempertahankan dua gelar,” terang Susy Susanti, Manajer Tim Junior Indonesia, pada Selasa (2/10). Susy, yang juga Ketua Bidang (Kabid) Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), menyebut pemilihan atlet junior yang akan berlaga di Kanada berdasarkan prestasi, ranking, serta potensi atlet, dan kebutuhan tim. Demi mewujudkan target itu, sebanyak 23 atlet junior bakal berjibaku dengan negara peserta lain guna meraih podium tertinggi, di nomor beregu dan perorangan. Terlebih, skuat muda yang diturunkan telah memiliki pengalaman di tim junior Merah Putih, pada Asia Junior Championship 2018, di Jakarta, Juli lalu. Saat kejuaraan yang sama tahun lalu, Indonesia sukses membawa pulang dua gelar juara. Gelar juara masing-masing diraih tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung, dan ganda campuran, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. (Adt) Daftar Nama Pemain BWF World Junior Championship 2018: Beregu: Putra: 1. Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay 2. Karono 3. Alberto Alvin Yulianto 4. Leo Rolly Carnando 5. Daniel Marthin 6. Ghifari Anandaffa Prihrdika 7. Pramudya Kusumardana Riyanto 8. Rehan Naufal Kusharjanto 9. Christian Adinata 10. Bernadus Bagas Kusumawardana Putri: 1. Putri Kusuma Wardani 2. Stephani Widjaja 3. Yasnita Enggira Setiawan 4. Siti Fadia Silva Ramadhanti 5. Agatha Imanuela 6. Ribka Sugiarto 7. Febriana Dwipuji Kusuma 8. Lisa Ayu Kusumawati 9. Putri Syaikah 10. Nita Violina Marwah Perorangan: Tunggal Putra: 1. Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay 2. Karono 3. Alberto Alvin Yulianto 4. Christian Adinata Tunggal Putri: 1. Putri Kusuma Wardani 2. Stephani Widjaja 3. Yasnita Enggira Setiawan 4. Olivia Chelin Maria Ganda Putra: 1. Daniel Marthin 2. Leo Rolly Carnando 3. Ghifari Anandaffa Prihrdika 4. Pramudya Kusumardana Riyanto 5. Dwiki Rafian Restu 6. Bernadus Bagas Kusumawardana Ganda Putri: 1. Siti Fadia Silva Ramadhanti 2. Agatha Imanuela 3. Ribka Sugiarto 4. Febriana Dwipuji Kusuma 5. Putri Syaikah 6. Nita Violina Marwah Ganda Campuran: 1. Rehan Naufal Kusharjanto 2. Siti Fadia Silva Ramadhanti 3. Ghifari Anandaffa Prihrdika 4. Lisa Ayu Kusumawati 5. Pramudya Kusumardana Riyanto 6. Ribka Sugiarto 7. Leo Rolly Carnando 8. Indah Cahya Sari Jamil

Cuma Sparring Lawan Senior, Tim Voli Pantai asal SMANOR Sidoarjo Realistis Hadapi Youth Olympic Games 2018

Bintang Akbar (kiri) dan Danang Herlambang (kanan), saat tampil menjadi juara pada 2018 Asian U19 Beach Volleyball Championship, yang diselenggarakan di Nakhon Pathom, Thailand, pada Maret lalu. (bolasport.com)

Jakarta- Duet atlet, Danang Herlambang dan Bintang Akbar menjadi wakil Indonesia di ajang Summer Youth Olympic Games (YOG) 2018, di Buenos Aires, Argentina, pada 6-18 Oktober mendatang. Tampil di cabor voli pantai, keduanya harus bersaing dengan negara-negara lainnya, dengan modal pengalaman tanding dan mental yang kuat. Hal itulah yang menjadi kekhawatiran Bambang Eko Suhartawan, sang juru racik voli pantai Indonesia, di ajang olimpiade bagi para atlet junior itu. Anak didiknya justru baru merasakan kejuaraan di luar negeri sebanyak dua kali, yakni di Thailand (Asian U-19 Championships 2018), dan China (Kejuaraan Dunia U-19). Namun, ia tak patah semangat. “Saya siasati anak-anak latihan sparring bersama senior-seniornya,” ujar Wawan, sapaannya, akhir pekan lalu. Bambang menyebut Muhammad Ashfiya dan Rendy Verdian Licardo sebagai pemain senior, kini kerap menjadi lawan sparring partner, bagi Danang dan Bintang. Sebab, Ashfiya dan Rendi memiliki jam terbang serta pengalaman tanding yang tinggi ,di berbagai ajang kejuaraan. Pada Asian Games XVIII/2018, Ashfiya merupakan pemegang medali perak bersama koleganya Ade Candra Rachmawan. Ashfiya dan Rendy pun berduet mewakili skuat Merah Putih, di YOG 2014, di Nanjing, China. Sayang, saat itu, keduanya harus pulang dengan tangan hampa dari Negeri Tirai Bambu itu. Paska jadi kampiun di ajang Asian U-19 Championship, di Nakhon Pathom, Thailand, pada 23-25 Maret 2018, dan dinyatakan lolos kualifikasi YOG 2018, dobel junior Danang dan Bintang langsung mematangkan persiapan. Sebab, hanya tiga negara yang berhak mewakili Asia ke pentas YOG 2018, yaitu Indonesia, Thailand, dan Korea Bersatu. Menurut Bambang, keberhasilan anak didiknya menembus 8 besar itu sangat baik. “Karena pengalaman bertanding kejuaraan internasional mereka memang kurang,” terangnya Di Argentina, kedua siswa SMAN Olahraga Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) itu, diharapkan lolos ke semifinal. Target itu bukan perkara mudah bagi keduanya. Karena mereka harus menghadapi Rusia, yang notabene juara dunia usia 19 tahun. Selain Rusia, Jerman juga dinilai bakal menjadi lawan berat Garuda muda Indonesia itu. “Harus kerja keras dan latihan. Optimistis bisa,” tutur Bintang, kelahiran Mojokerto , 5 Maret 2001. Senada dengan Bintang, Danang, atit asal Tarakan, Kalimantan Utara ini yakin, dirinya bisa meraih hasil terbaik. “Kalau bisa, ya, naik podium,” tutur Danang, pemuda kelahiran 8 oktober 2001. (Adt)

Kirim 18 Atlet ke Youth Olympic Games 2018, Atlet Muda Indonesia Dijamin Beasiswa dan Tabungan Emas

Kontingen Indonesia mengirimkan 17 atlet untuk berpartisipasi pada 8 cabor, pada ajang Summer Youth Olympic Games atau Olimpiade Remaja Musim Panas 2018, dihelat di Buenos Aires, Argentina, 6-18 Oktober mendatang. (Kemenpora)

Jakarta- Summer Youth Olympic Games atau Olimpiade Remaja Musim Panas 2018, dihelat di Buenos Aires, Argentina, 6-18 Oktober mendatang. Sebanyak 3.998 atlet berusia 15-18 tahun dari 206 negara bakal bersaing pada 32 cabang olahraga (cabor). Kontingen Indonesia mengirimkan 18 atlet untuk berpartisipasi pada 8 cabor, yakni badminton (Maharani Sekar Batari dan Ikhsan Leonardo Immanuele Rumbai), atletik (Diva Renatta Jayadi dan Adi Ramli Sidiq), renang (Adinda Larasati Dewi Kirana, Farrel Armando Tangkas, Azzhara Permatahani, dan Azel Zelmi Arialingga). Kemudian, angkat besi (Nur Vinatasari), basket 3×3 (Ni Putu Eka Liana, Michelle Kurniawan, Hoo Valencia Angelique, dan Nathania Claresta Orville), menembak (Muhamad Naufal Mahardika), golf (Vania Ribka), dan voli pantai (Bintang Akbar dan Danang Herlambang). Usai pelepasan oleh Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemnpora), Jakarta, Senin (1/10), para atlet dan official kontingen Indonesia berangkat menuju Buenos Aires, pada Rabu (3/10). Dito Ario Tejo, Chief de Mission (CdM) Kontingen Indonesia Youth Olympic Games (YOG) 2018, menegaskan persaingan multievent olahraga terbesar bagi atlet remaja itu sangat ketat. Namun, Dito optimistis kontingen Indonesia bisa meraih prestasi lebih baik dari hasil yang diperoleh pada penyelenggaraan YOG 2014, Nanjing, China. “Target kami adalah meraih medali melebihi di YOG 2014,” ujar Dito, awal pekan ini. Pada Youth Olympic Games 2014, Nanjing, China, pada 16-28 Agustus, diikuti sebanyak 3579 atlet dari 203 negara. Para atlet bertanding untuk memperebutkan 224 medali emas, 220 medali perak, dan 240 medali perunggu, dari 28 cabang olahraga. Saat itu, Indonesia mengirimkan 27 atletnya yang bertanding di 10 cabang olah raga, dan hanya membawa pulang satu perunggu dari cabang bulutangkis di nomor tunggal putra. Hasil itu mengulangi prestasi Indonesia di Youth Olympic Games 2010, Singapura, saat Indonesia juga mendapat 1 medali perunggu dari cabang angkat besi. “Tahun 2014, kami hanya dapat perunggu dari bulutangkis melalui Anthony Ginting. Semoga tahun ini prestasinya bisa lebih baik,” terangnya. Ketua Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) DKI Jakarta itu, menilai Indonesia memiliki peluang meraih medali di semua cabang. Tapi, diakuinya, pada YOG 2018 ini, hanya dua cabor yang menjadi unggulan yaitu angkat besi dan bulutangkis. Sementara itu, demi menjamin masa depan para atlet, Dito menyebut para atlet bakal mendapatkan insentif. “Bentuknya berupa beasiswa dan tabungan emas,” jelas Dito. Sedangkan Imam berharap para atlet yang berlaga di ajang Olimpiade Remaja dapat bertanding dengan semangat, sehingga nantinya sukses menorehkan prestasi. “Para atlet remaja ini adalah masa depan Indonesia menghadapi Olimpiade mendatang,” cetus Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu. (Adt)

Bakal Paling Meriah, Pawai Obor Asian Para Games 2018 di Jakarta Diikuti Pejabat dan Artis Ibukota

Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum Panitia Pelaksana Indonesia 2018 Asian Para Games (INAPGOC), menjanjikan sejumlah pejabat hingga artis ibukota, bakal memeriahkan pawai api obor Asian Para Games III/2018, di Jakarta, pada Minggu (30/9). (Pras/NYSN)

Jakarta- Sejumlah pejabat hingga artis ibukota bakal memeriahkan pawai api obor Asian Para Games III/2018, di Jakarta, pada Minggu (30/9). Sebelumnya, api obor Asian Para Games III/2018, telah melintasi beberapa kota di Indonesia. Berawal dari pengambilan api abadi di Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah (Jateng), selanjutnya melintasi Solo, Jawa Tengah (5/9), Ternate, Maluku Utara (9/9), Makassar, Sulawesi Selatan (12/9), Denpasar, Bali (16/9). Kemudian, Pontianak, Kalimantan Barat (19/9), Medan di Sumatera Utara (23/9). Lalu menuju Pangkal Pinang, Bangka Belitung (26/9). Dan, terakhir di DKI Jakarta (30/9). Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum Panitia Pelaksana Indonesia 2018 Asian Para Games (INAPGOC), menjanjikan pawai obor di ibukota Jakarta akan lebih meriah dibandingkan dengan kota-kota yang pernah disinggahi sebelumnya. “Pawai obor Asian Para Games 2018 di Jakarta, InsyaAllah akan menjadi yang paling meriah dari perjalanan pawai obor di beberapa kota sebelumnya,” ujar Okto, sapaan akrabnya, di GBK Arena, Senayan, Jakarta, Jumat (28/9). Sementara itu, Ainrika Armina, Wakil Direktur Divisi Ceremonies INAPGOC, menyebut pawai obor dimulai dari Balaikota DKI Jakarta, pada pukul 07.00 WIB, dan berakhir di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). “Pelepasan obor akan dilakukan Gubernur DKI Jakarta. Selanjutnya, obor akan diarak dengan berlari serta menggunakan kendaraan. Kami juga siapkan beberapa pertunjukan dari negara peserta,” terang Ainrika. Sedangkan Rahmat Tri Yaniarto, Member Divisi Ceremonies INAPGOC, mengatakan pihaknya siap menunjukan kemeriahan pawai obor di Jakarta pada negara-negara peserta pesta multievent terbesar se-Asia bagi para penyandang disabilitas tersebut. “Di Bunderan HI sebagai titik pemberhentian akan ada hiburan. Lalu, ada pawai dari beberapa klub mobil. Selain itu, ada juga hiburan rakyat yang dimeriahkan artis ternama,” terangnya. “Adapula komunitas disabilitas, atlet Asian Para Games, serta atlet Olimpian seperti Lukman Niode, dan Krisna Bayu. Tak ketinggalan sejumlah pejabat hadir dan terlibat dalam pawai obor,” tambah Rahmat. (Adt)

Kejurnas KU XIII/2018 Kategori Lead Junior Putra Berakhir, Atlet 18 Tahun Skuat Timnas Masih Perkasa

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kelompok Umur (KU) XIII/2018, Kategori Lead Junior (18-19 tahun) Putra, akhirnya masih dikusai Seto, atlet junior skuat tim nasional asal asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). (FPTI)

Rengat- Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kelompok Umur (KU) XIII/2018, Kategori Lead Junior (18-19 tahun) Putra, berakhir pada Jumat (28/9), di Pematang Reba, Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Di laga final, atlet tim nasional (Timnas) panjat tebing masih perkasa di kategori itu. Seto, atlet Timnas panjat tebing asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meraih medali emas usai mencapai top di partai puncak setelah membukukan poin 41+, di babak semifinal. “Di babak kualifikasi, Seto menorehkan catatan waktu 7,04 menit,” ujar Anugrah Agung, Presiden Juri Kejurnas KU XIII/2018, Jumat (28/9). Di Asian Games XVIII/2018, Seto menjadi salah satu atlet yang diturunkan di nomor combine. Namun, atlet junior kelahiran Sleman, 3 November 2000 ini, gagal mengharumkan nama Indonesia, akibat gagal menembus baak final. Sedangkan Muhammad Elfarzy Rizky asal Kalimantan Selatan berhak mendapatkan medali perak. “Elfarzy mengumpulkan 39 poin di babak final, dan 41 poin di babak semifinal. Dia menorehkan catatan waktu 7,04 menit,” lanjutnya. Sementara itu, medali perunggu direbut wakil Jawa Tengah, Kiromal Katibin, yang juga punggawa Timnas. Ia mencetak 39 poin di babak final, dan 38+ di babak semifinal. “Di babak kualifikasi, Kiromal menorehkan catatan waktu 7,04 menit,” tambahnya. Lalu, diposisi empat diduduki Septi Afriandani Zain (Jawa Timur), dan peringkat lima ditempati Achmad Tegar Prasojo (Jawa Timur). “Peringkat enam dihuni Ivan Alana asal Sulawesi Tengah, dan posisi tujuh ada Eko Putra. Dan, posisi delapan ada Jufri Naldi Darwansa dari Riau,” tukasnya. Di laga putri, juga berlangsung sengit. Sebab, kedua atlet yang berlaga di babak final mengumpulkan poin sama, yakni 39. Bahkan waktu pemanjatan di babak kualifikasi pun serupa yakni 3,24 menit. Namun, Juskerina asal Kalimantan Timur, sukses menjadi yang terbaik, setelah memundi catatan waktu lebih cepat dibandingkan rivalnya dengan 5,21 menit. Ia berhak atas medali emas setelah menyingkirkan Diah Puspaningtyas (Daerah Istimewa Yogyakarta). Diah harus puas menjadi runner up, dengan mengukir waktu 5,46 menit. “Medali perunggu diraih atlet asal Bali Ni Komang Ayu Suartini yang berhasil mengumpulkan 38 poin. Di babak kualifikasi, Ni Komang meraih catatan waktu 3,24 menit,” jelas Anugrah. (Adt)