Kondisi Belum Fit, Pemain 17 Tahun Asal PB Djarum Kudus Lolos ke Babak 32 Besar International Challange

Syabda Perkasa Belawa berhasil menaklukan Dean Bencha Wijaya, 21-6, 21-12, pada babak 32 besar 'Paytren Berkat Abadi Indonesia International Challange 2018', di GOR Sudirman, Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (23/10). (PB DJARUM)

Surabaya- Syabda Perkasa Belawa, tunggal putra PB Djarum Kudus, berhasil lolos ke babak kedua (32 besar) dalam event kejuaraan bulutangkis bertajuk ‘Paytren Berkat Abadi Indonesia International Challange 2018’, pada Selasa (23/10). Pemain kelahiran Jakarta, 25 Agustus 2001 itu, mampu menaklukan kompatriotnya Dean Bencha Wijaya, straight game, 21-6, 21-12, dalam tempo 21 menit, di babak pertama (64 besar), di Gelanggang Olahraga (GOR) Sudirman, Surabaya, Jawa Timur. Semifinalis Malaysia Junior International Challenge 2018 itu mengaku kondisinya belum fit usai membela tim putra U-19 pada Superliga Junior 2018, pekan lalu. “Kalau musuh tidak menyulitkan saya. Tapi, kondisi belum fit usai pertandingan Superliga kemarin,” ujar Syabda, usai laga dikutip situs resmi PB Djarum, Selasa (23/10). Namun, ia berharap maksimal pada turnamen berhadiah total 25.000 dollar Amerika Serikat (AS) itu. ”Ingin tampil maksimal, dan mengeluarkan kemampuan yang dimiliki,” lanjutnya. Di babak 32 besar, pada Rabu (24/10), pemain berpostur 1,63 meter itu akan berjumpa dengan Jia Wei Tan, asal Malaysia sekaligus unggulan 15. “Lawan memang diunggulkan dari saya. Tapi, dipertandingan besok, ya sebisa mungkin saya akan memberikan perlawanan. Semoga bisa meraih kemenangan,” tukas pemuda yang kini duduk di rangking 468 dunia versi WBF. (Adt)

Jadi Runner-up di SYNC 2018, Saint John’s Catholic School Akui Kualitas Skuat SMA YP Karya

Kiper SMA Yayasan Pendidikan (YP) Karya Kota Tangerang (Hijau), saat menghadang pemain SMA Saint John’s Catholic School, dalam laga final ‘Saint John’s Youth Nation Cup (SYNC) 2018’ cabang futsal. SMA YP Karya menjadi juara, usai menang dengan skor telak 10-2, pada Selasa (23/10). (Riz/NYSN)

Serpong- SMA Yayasan Pendidikan (YP) Karya Kota Tangerang, Banten, menjadi kampiun di ajang ‘Saint John’s Youth Nation Cup (SYNC) 2018’. Tim futsal putra yang dimotori Bagus Setiadi itu, sukses mengalahkan SMA Saint John’s Catholic School, Serpong, dengan skor telak 10-2, di laga final, pada Selasa (23/10). Di partai krusial, pesta gol SMA YP Karya diawali oleh aksi Bagus yang melakukan tendangan terarah dan tepat bersarang disisi kanan gawang SMA Saint John’s Catholic School, membuat skor berubah 1-0. Gol yang diciptakan SMA YP Karya itu berhasil meruntuhkan mental bermain tim besutan Randy Djielyandi ini. Meski begitu, tim tuan rumah berusaha keras mengejar ketertinggalan. Sempat mendapatkan peluang, namun tembakan pemain SMA Saint John’s Catholic School masih jauh dari sasaran. Alih-alih mengejar ketertinggalan, justru gawang SMA Saint John’s Catholic School kembali bobol oleh sepakan Bagus. Bahkan tim sekolah yang berlokasi di Cipondoh, Kota Tangerang itu, kembali memanen gol masing-masing melalui Hasnan Habib, Ikhsan Nurhidayat, Abdul Kholis, dan Bagus. Babak pertama berakhir dengan skor 6-0. Memainan babak kedua, para pemain SMA Saint John’s Catholic School mencoba bangkit. Mereka menebar ancaman ke jantung pertahanan lawan. Hasilnya, Ariel Jetro Christo Manurung berhasil menyarangkan bola ke gawang lawan. Skor berubah 1-6. Tak butuh waktu lama, SMA YP Karya mampu membalas lewat aksi individu Aris Sunandar. Satu gol kembali tercipta melalui kaki Bagus, yang tampil impresif sepanjang laga berlangsung. SMA Saint John’s Catholic School akhirnya berhasil memperkecil ketertinggalan melalui gol ‘hiburan’ dari pemain yang akrab disapa Thegar. Meski berada di atas angin, tim tamu tak mengendurkan serangan. Bahkan, mereka berhasil menambah dua gol lewat Dendi Nugraha Prasetyo, dan Hasnan Habib. Skor 10-2 untuk SMA YP Karya ini bertahan hingga wasit meniup pluit tanda pertandingan berakhir, sekaligus memastikan meraih gelar juara di ajang ‘Saint John’s Youth Nation Cup (SYNC) 2018’. Sedangkan posisi tiga diraih SMK Al-Amanah, Setu, Kota Tangerang Selatan, yang menang atas SMKN 1 Kota Tangerang, Banten. Randy, juru racik tim futsal SMA Saint John’s Catholic School, menyebut tim lawan memiliki kualitas permainan yang bagus. “Peluang di pertandingan tadi sebenarnya ada, tapi kami mengakui lawan memiliki kualitas pemain yang bagus, baik secara individu maupun tim,” ujar Randy, usai laga. Namun, ia tetap memberi apresiasi anak asuhnya yang berjuang keras di final ini. “Kami tetap apresiasi para pemain yang sudah berusaha dan berjuang dengan keras untuk bisa meraih kemenangan. Tapi, memang hasilnya belum maksimal. Kedepan, mereka harus lebih fokus,” lanjutnya. Sementara itu, Hikmat, arsitek tim futsal SMA YP Karya, mengaku belum puas terhadap penampilan Bagus Setiadi Cs. Sebab, menurutnya, para pemain belum menemukan lawan yang seimbang, sehingga kualitas permainan mereka bisa lebih teruji. “Belum puas 100 persen melihat penampilan mereka tadi. Karena mungkin lawan pernah mereka kalahkan disaat penyisihan, sehingga karena sudah tahu kemampuan lawan, jadi mereka menganggap remeh,” terang Hikmat. “Inilah yang membuat masing-masing pemain ingin menunjukkan skill pribadi, bukan secara tim. Mungkin lain cerita kalau misalkan lawan memiliki kemampuan di atas tim kami, bisa lebih teruji,” tambahnya. Di pertandingan lainnya, tim futsal putra SMP Annisaa Kota Tangerang Selatan, menyabet gelar juara usai menaklukan tuan rumah SMP Saint John’s Catholic School, dengan skor 7-2. Dan, peringkat ketiga direbut SMP Global Islamic School, Serpong, Tangerang Selatan, usai menyudahi SMP Ehipassiko, Serpong, Tangerang Selatan. Nur Illahi, pelatih tim futsal SMP Annisaa, mengatakan prestasi skuatnya itu sudah sesuai target. “Hasil ini sesuai target bahwa kami harus juara. Padahal, di babak penyisihan kami ketemu dan kalah dengan skor 1-3. Tapi, hari ini anak-anak bermain lebih lepas dan enjoy,” tutur pria yang juga guru pendidikan jasmani (Penjas) itu. Disisi lain, Randy yang juga menukangi tim futsal SMP Saint John’s, menegaskan timnya hanya kalah mental, dan tak beruntung. “Kami juara pool, dan lawan runner-up pada saat penyisihan. Mental kami jelek, beberapa kali kebobolan, akibat bola lambung dari kiper yang dilempar langsung ke pertahanan kami,” imbuhnya. “Dipertandingan tadi para pemain juga kurang siap, dan sering ragu-ragu, sehingga hasilnya kurang memuaskan. Yang pasti kualitas permainan mereka meningkat sejak dari penyisihan hingga ke final,” pungkas Randy. (Adt)

Nivea Men Liga TopSkor U-17 Siap Bergulir, Pemain Bakal Tampil Dengan Jam Terbang Tinggi

Nivea Men Liga TopSkor U-17 segera bergulir mulai 28 Oktober 2018 hingga pertengahan April 2019. Laga perdana musim 2018/2019 ini, akan dibuka pada Minggu (28/10), di Stadion Bea Cukai Rawamangun, Jakarta. (Pras/NYSN)

Jakarta- Nivea Men Liga TopSkor U-17 segera bergulir. Laga perdana musim 2018/2019 ini, akan dibuka pada Minggu (28/10), di Stadion Bea Cukai Rawamangun, Jakarta. Jumpa pers penyelenggaraan kompetisi yang sebelumnya menggelar kompetisi untuk U-16 ini, dilakukan di Wisma Kemenpora RI Jakarta, pada Selasa (23/10). Hadir dalam acara tersebut adalah Deputi III Kemenpora Raden Isnanta, Direktur Liga TopSkor M. Yusuf Kurniawan, pelatih Timnas U-16 Indonesia Fakhri Husaini, serta dua pemainnya yakni Rendy Juliansyah dan Andre Oktaviansyah. Raden Isnanta atas nama Menpora RI Imam Nahrawi mengucapkan selamat atas diselenggarakannya Nivea Men Liga TopSkor U-17 musim ini. Diharapkan dari kompetisi ini makin banyak pemain yang terpantau ke timnas usia muda Indonesia. Sedangkan Yusuf mengungkapkan usaha menggelar kompetisi ini tidaklah mudah. Namun, dengan segala usaha dan didukung Nivea Men, gelaran kompetisi usia muda ini kembali bisa diselenggarakan dan berlangsung hingga pertengahan April 2019. Rencananya ada 20 tim yang bertanding di Nivea Men Liga TopSkor U-17. Jumlah tim itu dibagi ke dala dua grup. Nantinya dari penyisihan dua grup, akan dipecah menjadi 5 grup berdasarkan peringkat. Dengan begitu akan terdapat banyak pertandingan yang dijalani pemain. Dan, memang itulah yang diharapkan karena pemain butuh jam terbang tinggi dalam berkompetisi. Fakhri sebagai pelatih yang nantinya akan menangani Timnas U-17, berharap dari kompetisi ini bisa memunculkan pemain yang pantas untuk direkrut. Tapi dipastikan para pemain yang berkompetisi, harus menunjukkan kemampuan optimal. Pasalnya para pesaing dari banyak daerah juga punya peluang yang sama untuk masuk ke timnas. Sementara Rendy dan Andre yang sejak lama berkiprah di Liga TopSkor sejak U-13, menyambut positif kompetisi seperti ini. Dengan ada kompetisi yang berjenjang, membuat para pemain tidak khawatir kehilangan tempat untuk mengasah kemampuan. “Kompetisi ini benar-benar memicu kami untuk memberikan yang terbaik. Semangat yang sama membakar kami sehingga dapat mengharumkan nama Indonesia di Piala AFF U-16 dan AFC U-16 kemarin, bersama pelatih dan teman-teman timnas,” ungkap Rendy. (Adt)

Lawan UEA Tepis Skenario Hitung-hitungan Lolos, Timnas U-19 Wajib Tiru Spirit Era Evan Dimas dkk

Timnas U-19 melakoni laga hidup-mati dalam matchday terakhir babak penyisihan grup A kompetisi sepak bola Benua Asia, Piala Asia U-19 2018, kontra sang pemuncak klasemen, Uni Emirat Arab (UEA) U-19, pada Rabu (24/10). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 akan melakoni laga hidup-mati dalam matchday terakhir babak penyisihan grup A kompetisi sepak bola Benua Asia, Piala Asia U-19 2018, kontra sang pemuncak klasemen, Uni Emirat Arab (UEA) U-19. Pertandingan yang bakal berlangsung pada Rabu (24/10), di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta itu, menjadi pertandingan penentu bagi Egu Maulana Vikri dan kolega untuk dapat melangkah ke babak selanjutnya. Andai Timnas U-19 meraih hasil seri sekalipun, mereka masih harus berharap pada pertandingan lainnya. Terlebih bila mendapatkan kekalahan, dapat dipastikan mimpi untuk Indonesia tampil di Piala Dunia U-20, kembali pupus tahun ini. Kemenangan atas UEA akan meloloskan Indonesia, berapapun skornya. Namun bagaimana jika Indonesia kalah? Akankah Merah Putih Muda bakal otomatis tersingkir? Jawabannya tidak. Andai kalah berapapun skornya, Indonesia masih bisa lolos, dengan syarat Taiwan menang atas Qatar. Jika syarat tersebut terpenuhi, UEA bisa dipastikan menjadi juara grup dengan 9 poin. Lalu Taiwan, Qatar, dan Indonesia sama-sama mengantongi 3 poin dan memperebutkan posisi runner up. Menurut regulasi, tim dengan poin yang sama akan dilihat dari head to head. Bila Indonesia dan Qatar sama-sama menang, maka akan dilakukan proses hitung-hitungan selisih gol antara kedua tim dan UEA, yang akan sama-sama memiliki nilai 6. Untuk itu hasil atas Taiwan akan diabaikan. Posisi sebelum laga ketiga itu, selisih gol masing-masing tim adalah sebagai berikut: UEA 2-1 (+1), Qatar 7-7 (0), dan Indonesia 5-6 (-1). Dengan demikian kemenangan 2-0 atas UEA, cukup membuat Timnas U-19 lolos. Dari jejak UEA U-19 kontra tim-tim asal Asia Tenggara di gelaran Piala Asia U-19, sejatinya tim asal Timur Tengah ini tak mempunyai rekor pertandingan yang impresif, bahkan mereka sempat dipermalukan salah satu wakil Asia Tenggara. Edisi tahun ini menjadi keikutsertaan ke-14 sepanjang sejarah. UEA baru sekali menjadi juara di Piala AFC yakni pada edisi 2008. Pada edisi sebelumnya, kiprah UEA hanya sampai babak penyisihan grup. Timnas UEA U-19 pertama kali tampil di Piala Asia U-19, pada 1982. Tercatat, mereka sudah 17 kali tampil di Piala Asia U-19. Dalam 17 kesempatan tersebut, Timnas UEA U-19 sudah tujuh kali berhadapan dengan tim asal Asia Tenggara. Hasilnya beragam, meski secara statistik UEA U-19 masih unggul dari keseluruhan pertemuan. Pertemuan pertama terjadi di Piala Asia U-19 1985, saat melayanai Thailand U-19. Pada laga itu, sekaligus menjadi kemenangan perdana UEA kontra tim Asia Tenggara, usai unggul telak dengan skor 7-1. Hasil pun berlanjut hingga gelaran Piala Asia 1996 dan 2002, saat Al Sukoor (The Falcons) kembali menang atas Thailand dan tim asal Asia Tenggara lainnya, Vietnam. Justru torehan minor sempat mereka terima, kala takluk dari Thailand 2-1 di Piala Asia U-19 2006, dan menyerah dari Myanmar 1-0 di perempatfinal Piala Asia U-19 2014. Artinya anak asuh Indra Sjafri, memang harus mewaspadai tim yang kini yang diasuh Mahdi Redha itu. Namun, Timnas U-19 setidaknya memiliki kenangan manis tentang UEA, yaitu kemenangan 2-1, di uji coba pada 2014. Empat tahun lalu, Garuda Nusantara yang masih diperkuat generasi Evan Dimas, mampu memaksa skuat berjuluk Alap-alap (The Falcons) ini, kehilangan dua pemain akibat kartu merah. (art) Rekor UEA U-19 vs Asia Tenggara UEA U-19 (7) vs (1)Thailand U-19 (Piala Asia U-19 1985) Thailand U-19 (2) vs (3) UEA U-19 (Piala Asia U-19 1996) UEA U-19 (2) vs (0) Vietnam U-19 (Piala Asia U-19 2002) Thailand U-19 (2) vs (1) UEA U-19 (Piala Asia U-19 2006) UEA U-19 (4) vs (0) Vietnam U-19 (Piala Asia U-19 2010) UEA U-19 (0) vs (1) Myanmar U-19 (Piala Asia U-19 2014) Vietnam U-19 (1) vs (1) UEA U-19 (Piala Asia U-19 2016)

Kalahkan Banten 4-3 Lewat Adu Penalti, Jawa Timur Rebut Juara Gala Siswa Indonesia 2018 Dan Kunjungi Juventus

Kompetisi Gala Siswa Indonesia (GSI) SMP Tingkat Nasional yang berlangsung sejak 8 Oktobe melahirkan juara pertama yakni Provinsi Jawa Timur, usai mengalahkan Provinsi Banten melalui adu pinalti dengan skor 4-3. Tim Jawa Timur berfoto bersama Mendikbud Muhadjir Effendy. (menara62.com)

Jakarta- Provinsi Jawa Timur (Jatim) menjadi juara di Gala Siswa Indonesia (GSI) 2018 setelah mengalahkan Provinsi Banten di partai final, Sabtu (21/10). Jatim menang lewat drama adu penalti 0-0 (4-3) di Stadion Madya, Gelora Bung Karno. Keberhasilan tim asuhan Nurul Huda ini membuat arek-arek Jawa Timur berhak meraih beasiswa dan latihan di Juventus. Di klub juara bertahan Seri A itu, pemain akan melakukan uji coba dengan beberapa tim junior serta tim akademi skuad berjuluk La Vecchia Signora tersebut. “Kami bangga dengan apa yang diperlihatkan pemain. Mereka bermain baik sepanjang pertandingan,” kata Nurul usai pertandingan. Laga berlangsung menarik karena kedua tim sama-sama bermain terbuka. Tapi, setelah waktu normal dan perpanjangan waktu berakhir belum ada pemenang, laga dilanjutkan melalui adu penalti. Jatim sempat unggul 3-1 setelah tiga dari empat penenandang berhasil menjalankan tugas, tapi Banten berhasil menyamakan menjadi 3-3. “Kami puas dengan permainan meski hasilnya kurang memuaskan,” kata Pelatih Banten Suwandi. Keluarnya Jatim sebagai juara, lalu Banten menempati runner up dan Jawa Tengah di peringkat ketiga, menjadi akhir GSI 2018 yang digelar mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi sampai nasional. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi memberi ucapan selamat dan memberikan apresiasi pada para pemain. Mendikbud mengatakan, pertandingan final berlangsung menarik dan merasa senang melihat kualitas dari para pemain. Termasuk bagaimana para finalis bermain. “Tahun depan GSI akan digelar lagi,” tutur Mendikbud. Selain Mendikbud, hadir juga Sekjend Kemendikbud Didik Suhardi, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad, Dirjen Guru dan Tenaga Pendidikan Supriano, Plt. Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Sutanto, Ketua Umum KON Tono Suratman, Sekjend PSSI Ratu Tisha, serta pelatih U-19 yang menjadi duta GSI Indra Sjafri. “Ini merupakan bagian terintegrasi. Pertandingan sepak bola ini dalam program pendidikan karakter melalui sepak bola,” ujar Dirjen Hamid. Indra melihat cukup banyak bakat dari siswa SMP yang bertanding sepanjang musim kompetisi GSI. Dia berharap kompetisi GSI dapat berlanjut setiap tahunnya. “Ini kan pas untuk timnas U-16. Kami dapatkan rekomendasi dari tim talent scouting nama-nama pemain mendukung tim U-16,” tuturnya. Sebagai kompetisi perdana bidang sepak bola bagi siswa SMP, GSI 2018 telah menyelenggarakan 3.554 pertandingan, dengan melibatkan sekitar 205 ribu orang siswa. Dio Rizky Saputra (Jawa Timur), yang berhasil meraih penghargaan sebagai pencetak gol terbanyak sekaligus Atlet berprestasi pada GSI 2018, mengungkapkan rasa harunya karena berhasil meraih penghargaan tersebut. Untuk prestasinya tersebut, Dio mendapatkan hadiah sepatu emas dan uang tunai sebesar Rp 15 juta. “Saya berhasil mencetak enam gol, tidak menyangka bisa mendapatkan penghargaan sebagai pencetak gol terbanyak,” ucap siswa SMP Negeri 2 Sidoarjo, Jawa Timur. Hal yang sama disampaikan Aprilius Amanah Bentriska, peraih penghargaan penjaga gawang terbaik. Ia tampak terkejut saat diumumkan sebagai penjaga gawang terbaik. Trofi dan uang sebesar Rp 5 juta resmi dikantunginya. “Saya kaget sata diumumkan jadi kiper terbaik. Saya sangat bersyukur sekali,” tutur siswa SMP Negeri 5 Sidoarjo. Beasiswa bakat dan prestasi Para peserta GSI SMP Tingkat Nasional mendapatkan Beasiswa Bakat dan Prestasi masing-masing sebesar Rp3 juta dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sedangkan untuk kategori penjaga gawang terbaik, pemain belakang terbaik, gelandang terbaik, pemain penyerang terbaik, dan pelatih terbaik, masing-masing mendapat hadiah uang sebesar Rp 5 juta. Selanjutnya, provinsi peraih juara pertama mendapatkan hadiah sebesar Rp 150 juta, juara kedua sebesar Rp 100 juta, juara ketiga sebesar Rp 50 juta, dan juara keempat sebesar Rp 25 juta. Juara pertama GSI akan diberangkatkan ke kandang klub sepak bola Juventus, Italia, untuk berlatih sepak bola. (art)

Gelar Kadispora Cup 2018, Turnamen Basket SMA Tingkat Nasional Yang Jadi Seleksi Atlet Pra PON Bali

Sebanyak 18 Tim Putra-Putri tampil dalam Turnamen Basket SMA tingkat Nasional, dengan titel Kadispora Cup 2018. Turnamen ini digelar di GOR Ngurah Rai, Denpasar, mulai 22-28 Oktober dan memperebutkan Piala Kadispora. (republika.co.id)

Denpasar- Bali sejak lama dikenal sebagai lumbung pemain basket top Indonesia. Cokorda bersaudara, I Made Lolik Sudiadnyana, dan Riko Hantono menjadi nama pebasket kebanggaan Tanah Air pada masanya. Dan untuk melestarikan tradisi tersebut, Bali kini menggelar Kadispora Cup 2018. Sebanyak 18 Tim SMA Putra-Putri akan berlaga di kejuaraan bola basket SMA tingkat Nasional itu. Turnamen ini akan digelar di GOR Ngurah Rai, Denpasar, mulai 22-28 Oktober dan memperebutkan Piala Kadispora. Hajatan yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bali dan menggandeng All Star Winners (ASW) sebagai mitra. Turnamen ini diharapkan mencetak bibit-bibit pebasket baru khususnya di Provinsi Bali. “Prestasi diasah dari kompetisi yang berjalan dengan baik dan konsisten. Kejuaraaan ini akan kami jadikan sebagai ajang seleksi pemain Pra PON Bali. Mereka nantinya adalah penerus kami di generasi selanjutnya,” ucap Cokorda Satrya Wibawa, selaku ketua panitia dalam rilis kepada media. Tidak hanya peserta asal Bali, event ini ternyata juga diminati sekolah dari luar Bali, seperti SMK 1 Bina Bakti Bandung dan SMA Kesuma Mataram (putra) dan tim putri SKO Ragunan Jakarta. “Kepada seluruh peserta saya ucapkan selamat bertanding. Silakan berkompetisi namun tetap menjaga sportivitas dan persaudaraan. ASW dan Dispora Bali ingin melihat dan mencetak Cokorda Bersaudara, Lolik, Riko Hantono yang baru agar nama Bali tetap disegani di Indonesia,” ujar Ali Santoso Wibowo, mantan pebasket Bali era 90an. Pelatih SMA Negeri 1 Denpasar, IGN Rusta Wijaya, menyambut baik diadakannya Kadispora Cup 2018. Eks pebasket Pelita Jaya yang membawa timnya juara back to back DBL tersebut merasa kompetisi harus digelar secara rutin. “Semoga turnamen ini menjadi agenda tahunan. Harapan kita semua, turnamen yang pertama ini bisa sukses dan menjadi salah satu turnamen yang bergengsi di Pulau Bali”, ujar Rusta. Panitia Kadispora Bali juga berencana mempertandingkan eksebisi basket antar sekolah dasar, yang diikuti oleh empat SD antara lain SD Cipta Dharma, SD Saraswati 2, SD Saraswati 3, SD Bali Public School. Selain itu juga akan ada hadiah bagi suporter SMA terbaik selama ajang Kadispora 2018 berlangsung. (Adt)

Bukti Keangkeran Denmark Terbuka 2018, Juara Di Semua Nomor Berstatus Rangking 1 Dunia

Duet berstatus rangking satu dunia, yakni Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjadi kampiun di kejuaraan Bulutangkis Denmark Open 2018 BWF World Tour Super 750, setelah di final menang mudah atas wakil Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda 21-15 dan 21-16, di Odense Sport Park, pada Minggu (21/10). (Badzine.net)

Odense– Odense Sport Park, venue Denmark Terbuka, memang sangat angker bagi pebulutangkis level dunia. Buktinya semua yang juara di kejuaraan Bulutangkis Denmark Open 2018 BWF World Tour Super 750, hanyalah pebulutangkis pemegang rangking 1 dunia. Juara tunggal putra Denmark Terbuka, merupakan juara dunia pemegang rangking 1 BWF, yaitu Kento Momota. Di partai final, pebulutangkis asal Jepang ini, mengalahkan pemegang rangking 4 dunia asal Taiwan, Chou Tien Chen, dalam pertarungan ketat rubber game, 22-20, 16-21 dan 21-15 selama 77 menit. Juara di tunggal putri juga dipegang rangking satu dunia, yakni Tai Tzu Ying. Pebulutangkis asal Taiwan ini menjuarai Denmark Terbuka, setelah di final mengalahkan pemain India, Saina Nehwal. Dalam pertandingan tiga gim itu, akhirnya Tzu Ying menang dengan poin akhir 21-13, 13-21 dan 21-6. Hal yang sama juga terjadi di ganda putra. Pasangan yang menjuarai kategori ini juga berstatus rangking satu dunia, yakni Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Kevin/Marcus mengunci gelar Denmark Terbuka, setelah di final menang mudah atas wakil Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda 21-15 dan 21-16. Sedangkan di dobel putri, pasangan rangking satu dunia, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota juga unggul dari duet senegaranya, Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto dalam dua gim dengan poin 21-19 dan 21-16. Dan di ganda campuran, pemegang rangking 1 dunia di kategori ini juga naik podium juara, yakni pasangan China, Zheng Siwei/Huang Yaqiong. Mereka merebut juara, setelah mengalahkan pasangan Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai, dua gim dengan poin 21-16 dan 21-13. (Adt)

Sepeda Nusantara 2018 Etape Manakarra, Cetak Generasi Emas Olahraga Mamuju

Sepeda Nusantara 2018 etape Manakarra, Mamuju, Sulawesi Barat, yang dilepas Irwan Satya Pababari (Wakil Bupati Mamuju), diharapkan bisa mencetak generasi emas olahraga di Kota Mamuju. (istimewa)

Mamuju- Anjungan Pantai Manakarra, Mamuju, Sulawesi Barat, dipenuhi ribuan orang. Mereka adalah peserta yang melakukan senam ria disela event Sepeda Nusantara 2018, pada Minggu (21/10). Sepeda Nusantara merupakan salah satu program andalan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), di bawah komando Imam Nahrawi (Menteri Pemuda dan Olahraga). Memulai start di depan Monumen Gong Perdamaian, Kota Mamuju, ribuan peserta larut dalam kemeriahan Sepeda Nusantara 2018 etape Manakarra, yang dilepas Irwan Satya Putra Pababari (Wakil Bupati Mamuju), bersama Abdul Rafur (Asisten Deputi Organisasi Kepemudaan dan Pengawasan Kepramukaan Kemenpora), dengan menempuh jarak sepanjang 10 km melintasi Kota Mamuju. Dalam event itu, semua kalangan, baik anak-anak, remaja, hingga orang tua, memenuhi tiap sudut jalan di Kota yang menjadi jembatan ekonomi maupun budaya diantara Kota Palu (Sulawesi Tengah) dan Makassar (Sulawesi Selatan) itu. Seluruh peserta berbaur bersama dengan Wakil Bupati, dan perwakilan Kemenpora, serta Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), maupun pejabat Muspida Mamuju. Hingga garis finish, para peserta tetap semangat meski panas matahari menyengat. “Kami mengapresiasi kegiatan Sepeda Nusantara dari Kemenpora dengan program andalannya ‘Ayo Olahraga’. Melalui kegiatan ini, kita bisa bertemu, bersilaturahmi melalui olahraga sepeda,” ujar Irwan. “Sepeda Nusantara ini merupakan gerakan masyarakat untuk hidup sehat,” lanjutnya. Ia menyebut sekitar 1500 peserta yang mendaftar bukan hanya dari Mamuju, namun ada yang berasal dari luar daerah. Menurutnya, antusias peserta terjadi karena olahraga sepeda ini terbilang murah, dan hampir semua masyarakat Mamuju memiliki sepeda, terlebih masyarakat Mamuju juga gemar berolahraga. “Gabungan ini diharapkan akan membuat generasi Mamuju makin sehat dan menjelma menjadi generasi emas olahraga Mamuju. Untuk itulah, kami berharap kegiatan ini bisa berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Dukungan dari pemerintah pusat, khususnya Kemenpora tetap kami nantikan,” ungkapnya. Irwan menjelaskan Mamuju terus membenahi sarana dan prasarana olahraga yang ada. Dan, dengan adanya Sepeda Nusantara ini pembenahan itu bisa makin digalakkan. Apalagi, tambah Irwan, bila pemerintah pusat memberikan perhatian dan dukungan, sehingga ada pemerataan sarana olahraga di seluruh daerah. Sementara itu, Rafur mengatakan jika kegiatan bersepeda melalui Sepeda Nusantara ini merupakan kebiasaan yang baik di masyarakat. “Dulu ada slogan, Memasyarakatkan Olahraga dan Mengolahragakan Masyaakat, maka kini Kemenpora memantapkannya dengan tagline ‘Ayo Olahraga’. Masyarakat di seluruh Tanah Air perlu terus berolahraga untuk tetap sehat dan meningkatkan prestasi Indonesia di tingkat internasional,” ungkap Rafur. “Kita baru saja sukses penyelenggaraan dan prestasi di Asian Games XVIII dan Asian Para Games III. Bukan saja harus dipertahankan, namun perlu ditingkatkan. Mamuju diharapkan bisa melahirkan atlet dengan prestasi nasional dan internasional,” kata Abdul Rafur. Disisi lain, ia menyoroti bahwa dengan olahraga sepeda ini masyarakat bisa makin bergairah berolahraga dan beraktifitas. Rafur berharap suatu hari nanti ada Hari Wajib Sepeda di Mamuju. “Jadi melalui Sepeda Nusantara dengan tagline ‘Ayo Olahraga’ dari Kemenpora ini diharapkan masyarakat Mamuju makin semangat berolahraga,” tegas Rafur. (Adt)

Choirunnisa, Pebulutangkis 19 Tahun, Meraih Gelar Juara di Singapore International Series 2018

Choirunnisa berharap bisa tampil konsisten di level yang lebih tinggi usai meraih gelar juara Singapore International Series 2018, pada Minggu (21/10). (PBSI)

Jakarta – Choirunnisa, tunggal putri besutan PB Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat itu, sukses meraih gelar juara di kejuaraan bulutangkis Singapore International Series 2018, pada Minggu (21/10). Remaja kelahiran 31 Agustus 1999 itu, berharap bisa tampil konsisten di level yang lebih tinggi. Melakoni laga puncak di Singapore Badminton Hall, Choirunnisa, yang menempati unggulan tujuh, berhasil mengalahkah rekan senegara Aurum Oktavia Winata, dalam tempo 28 menit, dengan skor 21-14, 21-15. Usai laga, penghuni ranking 99 dunia itu, Choirunnisa mengaku bersyukur dengan pencapaian gemilang yang diraihnya pada kejuaraan bulutangkis yang berhadiah total 10.000 dollar Amerika Serikat (AS) itu. “Alhamdulillah, lawan juga teman sendiri, mungkin Aurum sudah tahu permainan saya. Cuma mungkin dia kurang sabar saja, dan banyak melakukan kesalahan sendiri,” ujar Choirunnisa. “Semoga saya bisa terus konsisten di level yang lebih tinggi lagi,” lanjut pemain berusia 19 tahun itu. Selain Choirunnisa, Indonesia juga membawa pulang gelar tunggal putra melalui Krishna Adi Nogroho (4). Ia menghadirkan kejutan dengan menyingkirkan unggulan satu asal Hongkong Lee Cheuk Yiu, straight game, 21-12, 21-12, dalam tempo 30 menit. Sementara itu, tiga gelar lainnya, yakni di ganda putra dan putri, serta campuran berhasil dibawa pulang Hongkong. Ganda Chung Yonny/Tam Chun Hei (3) mengalahkan wakil tuan rumah Danny Bawa Chrisnanta (1), rubber game, dengan skor 13-21, 21-18, 21-19, dengan menghabiskan waktu 45 menit. Kemudian, duet Ng Tsz Yau/Yuen Sin Ying (2) berhasil menumbangkan rekan senegaranya Ng Wing Yung/Yeung Nga Ting (1), pada duel berdurasi 31 menit, straight game, dengan skor 21-17, 21-17. Sedangkan dobel campuran Yeung Ming Nok/Ng Tsz Yau mampu meredam perlawanan pasangan Indonesia Adnan Maulana/Masita Mahmudin, rubber game, dengan skor 19-21, 21-7, 21-18, yang memakan waktu 44 menit. (Adt)

Tuntaskan Laga Selama 162 Menit Dengan PB Exist Jakarta, PB Djarum Kudus Putra U-19 Rebut Juara Piala Liem Swie King Superliga Junior 2018

PB Djarum Kudus Putra U-19 merebut juara Piala Liem Swie King Superliga Junior 2018, usai mengalahkan PB Exist Jakarta, dengan skor 3-1. (PB Djarum)

Magelang – Tim putra U-19 PB Djarum Kudus memastikan merebut gelar juara Piala Liem Swie King pada kejuaraan bulutangkis Superliga Junior 2018, usai menuntaskan laga selama 162 menit dengan PB Exist Jakarta, dengan skor 3-1, di Gelanggang Olahraga (GOR) Bulutangkis Djarum, Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu (21/10). Di laga puncak, tunggal pertama PB Djarum Kudus, Alberto Alfin Yulianto, gagal menyumbang poin bagi tim-nya. Ia takluk ditangan Yonathan Ramlie, dua gim langsung, pada pertarungan yang menghabiskan waktu selama 57 menit, dengan skor 14-21, 18-21. Akibatnya, PB Exist memimpin 1-0. Beruntung, di partai kedua, duet PB Djarum Kudus Daniel Marthin/Leo Rollycarnando berhasil membuat kedudukan imbang 1-1. Mereka sukses menghentikan perlawanan Caesar Bagus Sadewo/Dejan Ferdinansyah, straight game, dengan skor 21-19, 21-13, dalam tempo 32 menit. PB Djarum Kudus melalui tunggal kedua Syabda Perkasa Belawan, mampu membuat PB Exist cemas. Turun di partai ketiga, Syabda tak memberikan kesempatan pada Iqbal Aji Tri Pamungkas bisa bernafas lega dengan meraih kemenangan dua gim langsung, dengan skor 21-13, 21-11, pada duel berdurasi 43 menit. PB Djarum unggul 2-1. Dobel PB Djarum Kudus Pramudya Kusumawardana/Rehan Naufal Kusharjanto, akhirnya sukses mengunci kemenangan atas PB Exist Jakarta menjadi 3-1. Bertanding di partai keempat, mereka hanya butuh waktu 30 menit untuk membuat timnya bersorak bahagia usai memenangi duel atas Arya Adi Saputra/Muhammad Yusuf Maulana, straight game, dengan skor 21-9, 21-13. “Tentunya senang sekali bisa menjadi penentu kemenangan kali ini bagi PB Djarum. Ini merupakan yang kedua kalinya bagi saya, setelah tahun lalu juga membela PB Djarum hingga juara. Senang sekali pokoknya rasanya bisa mempertahankan gelar,” ujar Rehan dengan rona bahagia. “Arti kemenangan kali ini bagi saya sendiri sangat berharga. Karena ini terakhir kalinya bagi saya untuk membela PB Djarum di Superliga Junior. Semoga PB Djarum bisa terus Berjaya kedepannya di turnamen ini,” lanjut Rehan. Kemenangan itu membuat tim putra U-19 PB berhak membawa pulang gelar juara Piala Liem Swie King, sedangkan PB Exist harus puas menjadi runner-up. Sayang, tim putri U-19 PB Djarum Kudus yang memainkan laga lebih dahulu, harus menelan pil pahit. Akibatnya, mereka gagal membawa pulang Piala Susy Susanti, setelah di laga puncak melawan PB Exist Jakarta, tim yang bermarkas di Kota Kudus itu menyerah dengan kedudukan tipis 2-3. Kemenangan PB Djarum Kudus disumbang dari dua ganda utama, yakni Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto yang berhasil mengandaskan perlawanan Nita Violina Marwah/Putri Syaikah Ulima Hidayat, rubber game, dengan skor 14-21, 21-17, 21-18, dalam tempo 77 menit. Dan, pasangan Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang menumbangkan Melani Mamahit/Nur Aisyah, straight game, dengan skor 21-17, 21-11, dengan waktu 43 menit. Sedangkan PB Exist Jakarta tampil perkasa melalui wakilnya di nomor tunggal. Pertama lewat Putri Kusuma Wardani yang mampu menyingkirkan Desima Aqmar Syarafina, straight game, dalam tempo 39 menit, dengan skor 21-8, 21-15. Hasil positif juga dicetak tunggal kedua Yasnita Enggira Setiawan. Ia menaklukan Savira Sandradewi, dua gim langsung, dengan skor 21-15, 21-17, yang memakan waktu 46 menit. Akhirnya, Hana Sri Najilah, yang menjadi tunggal ketiga menunaikan tugasnya dengan sempurna. Sebagai penentu, ia sukses melumat Virginia Sarce Runtukahu, pada duel ketat selama 45 menit, dengan skor 21-19, 21-19. Fadia mengaku sedih dengan kekalahan timnya di ajang Superliga Junior 2018 kontra PB Exist Jakarta. “Tentunya sedih karena belum berhasil juga juara. Ditambah lagi ini menjadi yang terakhir kalinya bagi saya bermain di Superliga Junior kali ini,” ujar Fadia yang tak mampu menutupi kesedihannya. “Karena tahun depan saya sudah naik ke level dewasa. Tapi, saya tetap bangga dengan hasil ini, karena bagaimana pun seluruh tim sudah berusaha menampilkan seluruh kemampuannya,” lanjutnya. “Semoga tahun depan meskipun saya sudah tidak main lagi, saya berharap junior-junior saya bisa merebut piala Susy Susanti,” tukas pemain kelahiran Bogor, Jawa Barat, 16 November 2000 itu. (Adt)

Tim Ayu Pusaka Indonesia Raih ‘Best of The Best’ Jakarta Pencak Silat Championship (JKTC) 2018, Pembinaan Pencak Silat Usia Dini Tak Putus

Tim pencak silat Ayu Pusaka Indonesia sukses meraih gelar ‘Best of The Best’, di ajang Jakarta Pencak Silat Championship (JKTC) ke-10, di Gelanggang Olahraga (GOR) POPKI Cibubur, Jakarta Timur, pada 20-21 Oktober 2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim pencak silat Ayu Pusaka Indonesia sukses meraih gelar ‘Best of The Best’, di ajang Jakarta Pencak Silat Championship (JKTC) ke-10, di Gelanggang Olahraga (GOR) POPKI Cibubur, Jakarta Timur, pada 20-21 Oktober 2018. Sedangkan Perguruan Silat Nasional Perisai Putih (PSN PP) Jakarta Timur menempati peringkat kedua, diikuti tim pencak silat Prisai Sakti Mataram, yang berada di posisi ketiga. Sebanyak 2.345 atlet ikut serta, dalam kejuaraan yang bergulir dua kali dalam setahun ini. JKTC yang dimulai sejak 2013, bertujuan untuk memasyarakatkan olahraga pencak silat. Mereka ingin olahraga yang tumbuh berkat budaya Indonesia ini terus menghasilkan bibit-bibit potensial. Sistem pertandingan pun berbeda dengan biasanya. Tiap kelas diatur dengan mengukur tinggi badan, usia, dan tingkat pendidikan, serta terdiri dua hingga empat peserta. Paiman, Kepala Sub Bidang (Kasubid) Manajemen Industri Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), menilai event ini sangat luar biasa. Pihaknya tak menduga jumlah peserta mencapai 2.000 atlet muda. “Dampak Asian Games 2018, cabang pencak silat berhasil menjadi juara umum, membuat respon pesilat mengikuti event ini sangat tinggi. Usai Asian Games 2018, event ini harus terus diselenggarakan,” ujar Paiman disela pemberian trophy Jakarta Pencak Silat Championship (JKTC), di GOR POPKI Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (21/10). Ia menilai ajang ini memberikan banyak manfaat bagi para peserta, selain menambah pengalaman, juga dapat mengasah mental tanding, dan mereka yang ikut berkompetisi merupakan bibit muda potensial. Artinya, dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan, maka Indonesia tak akan kekurangan bibit muda di cabang olahraga pencak silat “Kami harap para peserta bisa mengambil pelajaran, pengalaman, dan mengasah mental tanding dengan mengikuti berbagai event yang digelar, salah satunya Jakarta Pencak Silat Championship. Karena mereka adalah penerus atlet-atlet senior yang berada di Pelatnas,” tegas Paiman. Sementara itu, Iskandar, Ketua Pelaksana JKTC 2018, menyebut pihaknya mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah, melalui Asisten Deputi Industri dan Promosi Olahraga, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, serta dukungan dari BUMN (Badan Usaha Milik Negara), sehingga event ini dapat berlangsung dengan semarak. “Alhamdulillah, event ini bisa terselenggara dengan baik. Animo peserta juga sangat tinggi, yang pada penyelenggaraan sebelumnya mencapai 1500, tapi saat ini peserta meningkat menjadi 2300 orang, ini memberikan dampak positif, baik dari segi kuantitas maupun kualitas,” terang Iskandar. Ia berharap event ini bisa dijadikan jenjang pesilat untuk bisa beprestasi di tingkat nasional dan internasional. “Jenjang prestasi bisa terukur mulai dari PON (Pekan Olahraga Nasional), SEA Games, Asian Games, dan kami juga berharap pencak silat bisa menjadi cabang eksibisi di Olimpiade 2020, Tokyo, Jepang,” pungkasnya. (Adt)

Lewati Drama 11 Gol, Timnas U-19 Takluk Dari Qatar Dan Cemas Menuju Laga Berikutnya

Usai takluk 5-6 dari Timnas U-19 Qatar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (21/10), ternyata peluang Witan Sulaiman (8/putih) dan kolega untuk lolos dari fase grup Piala Asia U-19 2018, masih besar. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 kalah 5-6 dari Timnas U-19 Qatar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (21/10). Gol Qatar dicetak Hashim Ali (menit 11, 51′), Abdulrasheed Umaru (14′, 41′, 56′), Mohammed Waad (24′). Indonesia membalas lewat Luthfi Kamal (28′), Rivaldo Ferre (65′, 73′, 80′), Saddil Ramdhani (69′). Hasil ini membuat posisi pasukan Indra Sjafri di klasemen grup A Piala Asia U-19 2018, turun ke posisi ketiga dengan koleksi 3 poin. Garuda Nusantara kalah head to head dari Qatar di posisi kedua, walau mengoleksi poin yang sama. Peluang untuk meraih satu dari dua tiket ke perempat final masih ada, meski tidak mudah. Setelah pertandingan, Indra mengakui ada kesalahan yang dilakukan para pemain karena faktor psikologis. “Ada masalah psikologis, seolah anak-anak ingin memenangkan pertandingan lebih cepat. Itu yang membuat terjadi kesalahan. Ada gol cepat di bawah 10 meni, dan ada tiga gol yang terjadi dalam 23 menit,” ujar tegas Indra. Sementara, asisten pelatih Qatar U-19, Lino Godinho menyebut kemenangan melawan Timnas Indonesia memiliki arti yang penting. Kemenangan ini membuat asa Qatar untuk bisa melaju ke babak berikutnya masih terbuka. “Pertandingan ini adalah laga yang sangat penting bagi kami dan sangat penting untuk kami menangkan. Kami menunjukkan dengan jumlah gol yang kami cetak. Selain itu, pemain datang dengan niat yang sangat tinggi,” ucap Lino. Pada pertandingan terakhir, Qatar akan menghadapi Taiwan, di Stadion Pakansari, Rabu (24/10). Lihat foto-foto pertandingan Indonesia vs Qatar Disini Sedangkan Egy Maulana Vikri harus menghadapi pemuncak klasemen Uni Emirat Arab (UEA), di pertemuan pamungkas. Padahal Indonesia membutuhkan hasil sempurna guna menjaga peluang lolos dari fase grup. Ada beberapa situasi yang membuat Indonesia bisa lolos. Pertama, jika Qatar tumbang dari Taiwan, Indonesia hanya perlu imbang dengan UEA. Dengan hasil itu, klasemennya adalah UEA (7 poin), Indonesia (4), Taiwan (3), Qatar (3). Kedua, jika Qatar dan Taiwan bermain seri, Indonesia harus meraih kemenangan karena hasil imbang akan membuat mereka kalah head to head dari Qatar. Jika terwujud, Indonesia (6 poin) memimpin klasemen, disusul UEA (6), Qatar (4), Taiwan (1). Ketiga, jika Qatar menang, Indonesia harus menang. Maka, UEA, Qatar, dan Indonesia sama-sama mengoleksi 6 poin. Klasemen akan ditentukan oleh selisih gol, di antara ketiga tim. Dua tim dengan agregat terbaik akan lolos ke perempat final. UEA memimpin sementara klasemen Grup A Piala Asia U-19 2018, usai dua laga yang dijalani. UEA meraih kemenangan besar dan kedua mereka di fase grup, paska melibas Taiwan dengan skor 8-1, dalam partai yang digelar pada Minggu (21/10) sore. (Art)

Indonesia Kampiun Kategori Speed di China, Aspar Jaelolo dan Aries Susanti Rahayu Sandingkan Gelar Juara Dunia

Aries Susanti Rahayu meluapkan kegembiraannya usai merebut gelar juara dunia dalam kategori women’s speed, di ajang IFSC Climbing World Cup, di Wujiang, China, pada 20-21 Oktober 2018. (FPTI)

Wujiang- Prestasi gemilang ditorehkan dua atlet panjat tebing andalan Indonesia, di ajang IFSC Climbing World Cup, di Wujiang, China, pada 20-21 Oktober 2018. Aspar Jaelolo dan Aries Susanti Rahayu, berhasil menyandingkan gelar juara dunia kategori speed di Negeri Tirai Bambu itu. Torehan ini menunjukkan kelas dua atlet panjat tebing Merah Putih itu sebagai pemain elit dunia, sebab world cup merupakan kejuaraan tertinggi di sport climbing. Aspar menunjukkan kelasnya sebagai juara dunia setelah merebut posisi pertama kategori men’s speed. Pria kelahiran Wani, Sulawesi Tengah, 24 Januari 1988 itu, mengalahkan atlet asal Italia Ludovico Fossali. Ia mencatatkan waktu 5,810 detik, sedangkan Fossali 5,940 detik. Dan, posisi ketiga diduduki pemanjat asal Iran, Reza Alipourshena. Aspar mengaku bahagia dengan prestasi yang diraihnya kali ini. “Saya hanya ingin mengatakan bahwa selama masih punya mimpi, maka masih ada waktu untuk membuktikan. Meski saya sering dianggap spesialis perak, namun saya tidak pernah menghapus mimpi saya untuk jadi nomor satu. Dan, hari ini saya buktikan. Terima kasih, ini untuk Indonesia,” ujar Aspar, di Wujiang, pada Minggu (21/10). Sementara, Aries meraih medali emas kategori women’s speed setelah mengalahkan atlet Prancis Anouck Jaubert. Di babak final, ‘Spiderwoman Grobogan’ itu mengungguli Jaubert dengan catatan waktu 7,740 detik, berbanding 8,010 detik. Sedangkan tempat ketiga diduduki Iuliia Kaplina dari Rusia. Aries mengaku bahagia, namun ia tak ingin jemawa dan cepat puas. Wanita kelahiran Grobogan, Jawa Tengah, 21 Maret 1995, ingin terus melaju dengan menorehkan prestasi-prestasi lainnya yang membanggakan untuk Indonesia. “Terima kasih. Ini podium kedua di world cup. Namun, saya tak ingin berhenti di sini. Saya masih ingin memecahkan rekor dunia agar Indonesia bangga,” tegas Aries. Sementara itu, Hendra Basir, Pelatih Speed Indonesia, mengungkapkan sebetulnya tim tidak menargetkan apa-apa dalam kompetisi ini. Namun, para atlet tetap akan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dan, terbukti hasilnya, dimana atlet dari Indonesia mampu melesat ke posisi pertama. Ia juga mengakui bila misteri medali emas Aspar akhirnya terpecahkan. Menurutnya, capaian ini semakin menunjukkan kelas atlet Indonesia sebagai atlet dunia. “Iya (Aspar pecah emas). Banyak dapat ucapan selamat dari pemain lain. Kita atlet elit tingkat dunia,” tegas Hendra. Sedangkan Caly Setiawan, Kepala Bidang Pembinaan Pengurus Pusat (PP) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), menyebut sebelum berangkat ke China, para atlet diharapkan menunjukkan kelasnya sebagai atlet top. “Untuk Aspar ini memang kami harapkan bisa pecah emasnya dan untuk Aries kami harapkan dapat emas, sehingga semakin memantapkan kalau dia memang atlet top dan medali emas-nya memang merupakan hasil kerja kerasnya selama ini,” tukas Caly. (Adt)

Absen Dua Tahun, Putri SMAN 28 Comeback Sempurna Jadi Kampiun South Region

Babak final Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region, menasbihkan tim putri SMAN 28 Jakarta sebagai juara. Anak asuh Syafiq Ali menyudahi perlawanan SMAN 3 Jakarta, dengan skor 64-52, pada Sabtu (20/10), di GOR Bulungan. (DBL)

Jakarta- Babak final Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region sektor putri, menasbihkan SMAN 28 Jakarta sebagai juara. Tim polesan Syafiq Ali berhasil memukul perlawanan dari SMAN 3 Jakarta, dengan skor yang cukup jauh 64-52, pada Sabtu (20/10), di GOR Bulungan. Hasil ini jadi torehan manis bagi SMAN 28 yang sebelumnya absen di dua tahun terakhir. Mereka berhasil melakukan comeback sempurna. Tim yang bermarkas di daerah Jati Padang, Pasar Minggu, percaya diri mampu bersaing di babak Championship Honda DBL DKI Jakarta Series, pada November. Usai tip off, pertarungan antara kedua sekolah rival itu membuat para penonton tidak bisa diam. Jual beli serangan terjadi di awal laga. Pemain bernomor 9 dari Teladan (julukan SMAN 3), Jofinka Bandini Putri mencuri poin untuk timnya di lima menit babak awal. Aksi pemain berposisi forward sulit dibendung punggawa SMAN 28. Sebanyak 10 poin beruntun dia torehkan dalam lima menit guna mengamankan posisi Teladan. Melalu akurasi tembakan dua poin dari dalam garis three point, Jofinka membawa Teladan unggul. Namun, Sophia Rebecca Adventa dkk terus mengejar ketertinggalan. Dikomandoi Komang Raissa Istyana, SMAN 28 berbalik bermain lepas di lapangan. Pass to pass serta kesabaran srikandi Jati Padang itu, perlahan sanggup merobek ring lawan. Meski setiap kuarter Teladan tertinggal dari segi perolehan nilai, tim asal Setiabudi tersebut tampak tak kenal lelah, untuk memangkas poin dari lawannya. Dua starter andalan Teladan yaitu Jofinka dan Zhara Mauritzka Syafrizal, bahu membahu memberi secercah asa kemenangan timnya. Total perolehan poin Jofinka sebanyak 16 poin disertai 8 rebound dan 1 steal, memperlihatkan kegigihannya berjuang sampai titik darah penghabisan. Juga dengan Zhara, yang membukukan 11 poin, 3 rebound dan 5 steal. Namun usaha putri Teladan seperti pupus, kala performa Sophia mendogkrak kekuatan SMAN 28. Student athlete kelas XI itu mencetak double double dengan 24 poin, 16 rebound, 3 assist, 1 block dan 6 steal, dapat mengangkat kegaharan timnya. Teladan tertinggal jauh, bahkan mereka harus mendapat respect the game pada kuarter ketiga, karena terpaut 20 poin dari sang lawan. Kampiun dua tahun silam hanya mampu memangkas enam poin saja merubah kedudukan akhir, menjadi 64-52. Usai buzzer akhir berbunyi, anak-anak SMAN 28 larut dalam euforia. Keceriaan sang kapten, Sophia tak terbendung lagi. Dirinya bersyukur menaklukkan perlawanan Teladan. “Dua tahun kami absen di DBL. Senang banget bisa jadi juara tahun ini, apalagi mengalahkan Teladan. Kami berpeluang menebar ancaman di babak Championship,” ujar Sophia seraya tersenyum usai pertandingan. Arsitek SMAN 28 Syafiq Ali mengaku keberhasilan timnya berkat performa apik first dan second teamnya. “Saya senang, lapis kedua kami bermain baik. Mereka nggak mau kalah dari starting five-nya. Bahkan mereka menahan laju dari permainan Teladan yang skillful pada kuarter dua,” ujarnya. (Adt)

Peraih Perunggu Asian Games 2018 Wiji Lestari Meriahkan Sepeda Nusantara Etape Blitar, Tingkatkan Kecintaan Olahraga Sepeda

Sepeda Nusantara 2018 di Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim), pada Minggu (21/10),sangat istimewa. Di tengah ribuan peserta terdapat atlet peraih medali perunggu nomor BMX Asian Games XVIII/2018, Wiji Lestari. (istimewa)

Blitar- Sepeda Nusantara 2018 di Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim), pada Minggu (21/10), terasa sangat istimewa. Sebab, di tengah ribuan peserta terdapat atlet peraih medali perunggu nomor BMX Asian Games XVIII/2018, Wiji Lestari. Dara berusia 18 tahun itu berbaur dengan masyarakat yang antusias berpartisipasi dalam event yang menjadi salah satu program unggulan Kemenpora di bawah kepemimpinan Imam Nahrawi (Menpora) itu, melalui gerakan ‘Ayo Olahraga’, bertajuk Bangun Indonesia itu. “Saya senang melihat antusias masyarakat Kabupaten Blitar menyambut dan mensukseskan acara ini. Sepeda Nusantara sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan kebugaran serta gaya hidup sehat,” ungkap Wiji, sapaannya. Wiji yang tercatat sebagai atlet andalan Indonesia yang telah mewakili Merah Putih di multievent olahraga tingkat internasional itu, turut melakukan senam bersama di depan halaman Kantor Bupati Blitar, sebelum start dimulai. Bahkan, sebelum para peserta mengayuh sepeda, Wiji sempat memamerkan kebolehannya menaklukkan tantangan dengan sepeda andalannya. Ia terbang di atas empat orang yang berbaring di lapangan, dan sukses menjawab tantangan tersebut. Atraksi itu spontan mendapatkan aplaus dari para peserta Sepeda Nusantara 2018. “Saya berharap dari kegiatan ini meningkatkan kecintaan terhadap olahraga bersepeda dan memunculkan atlet menjadi pendamping saya di ajang internasional,” tutur Wiji. Ia mendapatkan bonus dari Bupati Blitar selain bonus dari Pemerintah sebesar Rp 250 juta berkat medali perunggu yang diraihnya di ajang Asian Games XVIII/2018. Wiji menorehkan prestasi di nomor BMX, di Internasional Race, Pulomas, Jakarta, usai membukukan catatan waktu 40,788 detik. Medali emas direbut pebalap China, Zhang Yaru, usai mencetak waktu 39,843 detik. Diikuti pebalap Thailand, Kitwanitsathian Chuttikan yang meraih medali perak dengan catatan waktu 40,379 detik. Kembali, Waluyono, Ketua Bidang (Kabid) Olahraga Rekreasi Kemenpora, mengapresiasi antusias masyarakat Kota Blitar. Sebab, kurang lebih 8000-an masyarakat, mulai dari Bupati dan wakilnya, Kapolres, Dandim 0808 Blitar, dan anggota DPR, serta masyarakat memeriahkan program Kemenpora di bawah program Deputi Pembudayaan Olahraga itu. “Kami sangat apresiasi apa yang dilakukan masyarakat Kabupaten Blitar menyemarakkan Sepeda Nusantara. Mereka sangat antusias. Ini bagus karena artinya mereka sukseskan gerakan masyarakat sehat yang digulirkan Kemenpora. Apalagi, pedagang kaki lima juga banyak. Kegiatan ini juga sekaligus menggerakkan perekonomian rakyat,” ungkap Waluyono. Di Bumi Bung Karno itu, para peserta Sepeda Nusantara 2018 menaklukkan lintasan sepanjang 20 km dengan start di Kantor Bupati di Kanigoro, kemudian menuju Tumpang, Bendungan Wlingi Raya, Njegu, Sukorejo, Mbacem, Sukojayan, dan kembali ke Kanigoro. Dan, sekembalinya dari menggowes, para peserta disuguhkan sarapan nasi pecel khas Blitar. Tak sampai disitu, ada kejutan menanti peserta, yakni doorprize berupa enam ekor kambing, selain sepeda dan sepeda motor. “Biasanya doorprize sepeda motor, sepeda, dan peralatan elektronik. Kali ini kami hadirkan kambing, agar bisa dimanfaatkan oleh si penerima. Tentunya jika dipelihara bisa beranak pinak dan menambah ekonomi, tapi jika yang dapat komunitas mau dimasak untuk menambah kebersamaan juga bagus,” imbuh Rijanto, Bupati Blitar, Jatim. Rijanto merasa senang melihat masyarakatnya menyambut baik gelaran Sepeda Nusantara. Ia menilai kegiatan ini sangat bagus untuk menggerakkan semangat gotong royong masyarakat, selain juga mengajak hidup sehat. “Ini tahun kedua setelah tahun kemarin mencatatkan rekor sebagai pelaksana dengan peserta terbanyak dengan 15000 peserta. Kami harapkan Kemenpora mempercayai kami menggelar event ini setiap tahunnya,” tegasnya. Sementara itu, Anggia Esmarini, Staf Khusus Menpora Bidang Komunikasi dan Kemitraan, menyebut Blitar selalu istimewa pada pelaksanaan Sepeda Nusantara. Selain itu, ungkapnya, Blitar selalu total merespons program Pemerintah, dalam hal ini Kemenpora. Tahun lalu, Kabupaten ini mendapatkan penghargaan sebagai tempat penyelenggara dengan peserta terbanyak, yakni 15000 orang. “Kali ini tak sebanyak tahun lalu, tapi antusiasmenya luar biasa. Semua kalangan masyarakat ikut mensukseskan. Tak hanya sisi olahraga, tapi ada hadiah dan kebersamaan serta momentum sosialisi,” tuturnya. Sedangkan Titik Prasetyo, Anggota Komisi X DPR RI, mengaku takjub dengan antusiasme masyarakat dalam mensukseskan penyelenggaraan Sepeda Nusantara. Apalagi, tambah Titik, kegiatan bersepeda merupakan kegiatan murah dan menyehatkan. Ia juga merekomendasikan kegiatan ini dilakukan setiap tahun. “Sepeda Nusantara merupakan kegiatan sangat positif, apalagi animo masyarakat luar biasa. Mereka merindukan hal-hal sepeti ini. Ini olahraga murah, tapi melibatkan banyak orang, maka sebaiknya diadakan setiap tahun. Ini budaya bagus karena ikut menyehatkan banyak orang, dan dapat menghindarkan diri dari narkoba,” tegasnya. “Olahraga juga bisa menekan orang sakit dan menghemat biaya pengobatan,” tukas pria pemegang gelar juara dunia pada Kejuaraan Dunia Karate di Meksiko (1991), dan Tokyo (1993) itu. (Adt)

Berlaga di IFSC Climbing World Cup China, Spiderwoman Grobogan Aries Susanti Rahayu Cs Diminta Tampil Fight

Sebelum tampil di kualifikasi Olimpiade, di Prancis pada 2019, Aries Susanti Rahayu (tengah) dan kawan-kawan, diminta tampil fight pada kejuaaraan dunia IFSC Climbing World Cup, di Wujiang, China, pada 20-21 Oktober 2018. (FPTI)

Wujiang- Aries Susanti Rahayu dan kolega bakal berlaga pada kejuaaraan dunia IFSC Climbing World Cup di Wujiang, China, pada 20-21 Oktober 2018. Mereka diminta tampil fight di Negeri Tirai Bambu itu. Dalam event bergengsi ini, Indonesia turun di nomor men’s speed, men’s lead, women’s speed, dan women’s lead. Selain Aries Susanti, terdapat nama lain yakni Aspar Jaelolo, Alfian M Fajri, Sabri, Muhammad Hinayah, Veddriq Leonardo, Pangeran Septo Wibowo, Puji Lestari, Rajiah Sallsabillah, Agustina Sari, Nurul Iqamah, dan Mudji Mulyani. “Kami akan fight dan menunjukkan kemampuan terbaik kami dalam ajang bergengsi ini. Kami akan memaksimalkan semua kemampuan yang ada,” ujar Hendra Basir, Pelatih Speed Indonesia, dikutip situs resmi FPTI, pada Sabtu (20/10). Sementara itu, Pristiawan Buntoro, Wakil Ketua II Pengurus Pusat (PP) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), menjelaskan usai gelaran Asian Games 2018, para atlet panjat tebing elit Indonesia terus menempa diri dengan mengikuti berbagai event internasional. “Anak-anak ini levelnya sudah dunia. Mereka sedang mempertahankan level dunia mereka,” tegas Pristiawan. Ia berharap para atlet terus menempa diri, sehingga skillnya semakin terasah. Menurutnya, keikutsertaan mereka di event tingkat internasional amat penting guna mempertahankan level mereka. Terlebih, event akbar Olimpiade, di Tokyo, Jepang, semakin dekat. Sebelumnya, Aries Susanti Cs mengikuti dua event ‘The Belt and Road International Climbing Master Tournament 2018’, di Huaian dan Wanxianshan, China, beberapa waktu lalu. Dalam kedua event tersebut atlet Indonesia mampu mengawinkan emas dan memborong medali. “Kami berharap prestasi yang terbaik untuk mereka,” cetusnya. Selanjutnya, usai seri piala dunia di Wujiang, mereka akan mengikuti seri piala dunia di Xiamen, China, pada 27-28 Oktober 2018. Para atlet juga akan beraksi di Asian Championship, pada 7-11 November 2018, di Kurayoshi, Jepang. “Ini sebagai bekal mereka mempersiapkan diri kualifikasi Olimpiade di Prancis pada 2019. Itu tujuan utama kami agar lolos ke Olimpiade Tokyo 2020,” tukas Pristiawan. (Adt)

Bawa Pulang Medali Perunggu Dari Youth Olympic Games 2018, Menpora Bangga Dengan Perjuangan Atlet Muda Indonesia

Imam Nahrawi (Menpora), mengaku bangga dengan perjuangan atlet muda Indonesia di ajang Youth Olympic Games 2018, Buenos Aires, meskipun hanya mampu meraih medali perunggu melalui Nur Vinatasari dari cabang angkat besi. (Kemenpora)

Buenos Aires- Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), akhrinya menyaksikan langsung perjuangan atlet Indonesia di Youth Olympic Games 2018, Buenos Aires, Argentina, pada Kamis (18/10) waktu setempat. Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu, memberikan apresiasi kepada Vinatasari Nur dan kawan-kawan, sekaligus bangga karena sudah berjuang maksimal untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah event internasional. Pada hajatan Youht Olympic Games 2018, skuat Merah Putih berhasil mendapatkan satu medali perunggu melalui cabang olahraga Angkat Besi atas nama Nur Vinatasari yang turun di kelas 53 kg. Lifter remaja kelahiran Pringsewu, Lampung, 5 Juli 2001 itu, membukukan total angkatan 162 kg, yakni 72 kg angkatan snatch, dan 90 kg untuk clean and jerk. Sementara itu, Sabina Baltag asal Rumania meraih medali emas usai mencatatkan total angkatan 177 kg (snatch 77 kg dan clean and jerk 100 kg). Dan, medali perak menjadi milik Junkar Acero asal Kolombia dengan total angkatan 176 kg (snatch 78 kg dan clean and jerk 98 kg). Imam mengatakan yang sudah dilakukan para atlet muda Indonesia di ajang ini sudah sangat luar biasa. “Terima kasih atas pengalaman yang berharga untuk para atlet-atlet muda kita. Olimpiade adalah level tertinggi dari pesta olahraga multievent. Tidak mudah untuk masuk ke dalam level ini,” ujar Menteri berusia 45 tahun itu. Suami dari Shobibah Rohma itu, berharap atlet muda yang turun di Youth Olympic Games 2018, Buenos Aires, Argentina, terus semangat berlatih, sebagai modal menghadapi event-event internasional lainya. “Kita tahu, Indonesia baru saja sukses secara prestasi di Asian Games dan Asian Para Games 2018. Hasil ini sudah menjadi modal besar bagi atlet muda Indonesia untuk menghadapi ajang yang lebih tinggi seperti Olimpiade. Terus semangat dan jangan mudah putus asa,” tegasnya. Sedangkan Dito Ario Tejo, Chief de Mission (CdM) Kontingen Indonesia Youth Olympic Games (YOG) 2018, menyebut hasil di Youth Olympic Games 2018 ini menjadi pelajaran berharga untuk menghadapi event-event berskala dunia. “Sangat bangga dan senang dengan prestasi yang diraih oleh para atlet. Mereka sudah berjuang dengan luar biasa,” tukas Dito. Olimpiade Remaja 2018 di Buenos Aires, Argentina, berlangsung pada 6-18 Oktober. Terdapat 32 cabang dengan 241 nomor yang dipertandingkan. Kontingen Indonesia mengirimkan 18 atlet untuk berpartisipasi pada 8 cabor. Yakni badminton (Maharani Sekar Batari dan Ikhsan Leonardo Immanuele Rumbai), atletik (Diva Renatta Jayadi dan Adi Ramli Sidiq), renang (Adinda Larasati Dewi Kirana, Farrel Armando Tangkas, Azzhara Permatahani, dan Azel Zelmi Arialingga). Kemudian, angkat besi (Nur Vinatasari), basket 3×3 (Ni Putu Eka Liana, Michelle Kurniawan, Hoo Valencia Angelique, dan Nathania Claresta Orville), menembak (Muhamad Naufal Mahardika), golf (Vania Ribka), dan voli pantai (Bintang Akbar dan Danang Herlambang). (Adt)

Catatan Kelam Timnas U-19 Kontra Qatar vs Impian Lolos Piala Dunia U-20 di Polandia

Jika sanggup mengandaskan Qatar, saat laga kedua Grup A Piala Asia U-19, pada Minggu (21/10), di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, maka akan membuka peluang Egy Maulana Vikri dan Kolega lolos ke fase 16 Besar. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 selangkah lagi bisa menapakkan kaki ke babak delapan besar Piala Asia U-19 2018. Satu kemenangan saja akan membuka peluang Egy Maulana Vikri dan Kolega lolos ke fase 16 Besar. Indonesia akan melawan Qatar, di laga kedua Grup A Piala Asia U-19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (21/10) malam. Bagaimana catatan penampilan Timnas U-19 kontra Qatar di Piala Asia U-19? Timnas U-19 sudah empat kali bertemu Qatar di Piala Asia U-19. Ternyata, Qatar sanggup menang tiga kali dan sisanya berakhir imbang. Jika memenangkan laga atas Qatar, Garuda Nusantara mengemas enam poin. Lalu, jika Uni Emirat Arab (UEA) memenangkan laga melawan Taiwan, pada Minggu (21/10), otomatis, hanya Timnas U-19 dan UEA yang akan lolos ke babak 16 besar. Sebab jika Qatar dan Taiwan mengalami dua kekalahan, maka saat mereka saling berhadapan di laga pamungkas Grup A, hasil apapun tak akan mengejar perolehan poin Timnas U-19 dan UEA. Ceritanya akan berbeda, jika hasil laga antara Timnas U-19 melawan Qatar berkesudahan imbang. Torehan nilai tim asuhan Indra Sjafri ini hanya empat poin, dan Qatar meraih satu poin. Bahkan, laga Al-Annabi (julukan Qatar) kontra Taiwan di laga terakhir Grup A, amat berpotensi menjadi kejutan yang menyakitkan. Maka, Timnas U-19 hanya punya opsi melibas UEA di partai penutup Grup A, jika ingin lolos ke babak delapan besar. Sementara, jika UEA menang dari Taiwan, maka tim berjuluk Al Sukoor (The falcons) itu mengantungi enam poin. Sebaliknya, bila Taiwan yang unggul atas UEA, maka tim yang dulu dikenal sebagai negara Formosa ini, akan mengumpulkan tiga poin. Keadaan Grup A justru akan menjadi dramatis, kala di laga kedua besok, Timnas U-19 terpaksa kalah dari Qatar, dan Taiwan menyudahi UEA dengan kemenangan. Maka, seluruh kontestan total memiliki tiga poin, dan partai bernuansa “Final” bakal tersaji di partai terakhir, pada Rabu (24/10) nanti. Maka jika ingin menjaga asa lolos, Timnas U-19 harus mengalahkan Qatar. Selain itu, merah putih muda pun wajib menang dengan margin gol besar, demi mengantisipasi resiko tersisih, andai selisih gol menjadi paramater lolos atau tidaknya ke perempat final. Setelah itu, Timnas U-19 harus menang di babak perempat final melawan juara atau runner-up Grup B, lalu tampil di babak semifinal sekaligus merebut tiket ke Piala Dunia U-20, yang akan berlangsung pada bulan Mei-Juni pada 2019, di Polandia. (art) Rekor Pertemuan Timnas U-19 vs Qatar U-19 25 September 2004 Grup B Piala Asia U-19 2004 Qatar 1-0 Indonesia 11 September 1994 Grup A Piala Asia U-19 1994 Indonesia 1-1 Qatar 3 November 1990 Grup A Piala Asia U-19 1990 Indonesia 1-2 Qatar 1 Desember 1986 Grup A Piala Asia U-19 1986 Qatar 3-0 Indonesia

Kalah Straight Set dari Wakil India, Gregoria Gagal Rebut Tiket Final Denmark Open 2018

Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, gagal merebut tiket final Denmark Open 2018. Jorji, sapaannya takluk dari wakil India, Saina Nehwal, pada semifinal Denmark Open 2018, pada Sabtu (20/10). (Humas PBSI)

Odense- Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, gagal merebut tiket final Denmark Open 2018. Gregoria Mariska Tunjung berhadapan dengan wakil India, Saina Nehwal, pada semifinal Denmark Open 2018. Wakil Indonesia satu-satunya pada sektor tunggal putri itu menyerah dua gim langsung pada pertandingan yang berlangsung di Odense Sports Park, Denmark, Sabtu (20/10). Saina Nehwal berhasil keluar sebagai pemenang, setelah unggul 21-11, 21-12 atas Jorji, sapaannya. Dara 19 tahun ini memulai gim pertama dengan kurang bagus. Nehwal mampu mendominasi jalannya pertandingan. Tunggal putri India itu bahkan mampu mengakhiri interval gim pertama dengan keunggulan 11-5. Selepas jeda interval, Nehwal kembali memperlebar jarak poin dari Jorji. Beberapa kali wakil Indonesia itu melakukan kesalahan yang menguntungkan lawan. Sempat mengejar keunggulan Nehwal, Jorji lalu menyerah 21-11 pada gim pertama. Pada gim kedua, ia memulai pertandingan dengan kurang baik. Tiga kali pengembalian bolanya keluar lapangan. Sempat tertinggal empat angka, Jorji berusaha mengejar keunggulan Nehwal. Upaya tersebut berhasil dan mampu mengubah kedudukan menjadi sama kuat, 7-7. Namun, Nehwal kembali melebarkan jarak poin untuk mengakhiri interval gim kedua dengan keunggulan 11-8. Selepas jeda interval gim kedua, Korji masih belum mampu dan makin kesulitan memangkas keunggulan Nehwal. Wakil Indonesia itu pada akhirnya harus mengakui keunggulan Nehwal setelah kalah 12-21 pada gim kedua. (Adt)

Kunci Gelar Juara Piala Yuni Kartika Superliga Junior 2018, PB Djarum Putri U-17 Raih Rp 50 Juta

PB Djarum Putri U-17 mengunci gelar juara Blibli.com Supersoccer Junior 2018 dan meraih Trofi Yuni Kartika, usai mengalahkan PB Jaya Raya Jakarta 3-1, di GOR Djarum, Magelang, Sabtu (20/10). (beritasatu.com)

Magelang- Tim putri U-17 PB Djarum Kudus mengunci gelar juara kejuaraan bulutangkis Superliga Junior 2018 dan meraih Trofi Yuni Kartika, usai mengalahkan PB Jaya Raya Jakarta 3-1, di GOR Djarum, Magelang, Sabtu (20/10). Selain Trofi, Tim U-17 PB Djarum berhak atas uang pembinaan Rp50 Juta. Sementara itu, PB Jaya Raya harus puas dengan uang pembinaan Rp25 Juta. Sedangan semifinalis yang ditempati PB Exist dan PB Mutiara Cardinal memperoleh masing-masing Rp15 Juta. Kemenangan yang diperoleh pemain muda putri PB Djarum terbilang berliku. Mereka bahkan harus kehilangan partai pertama setelah Nurani Ratu Azzahra dipaksa mengakui keunggulan Stephanie Widjaja dalam pertarungan tiga game. Setelah bertanding satu jam lebih, Nurani bisa memenangkan duel dengan skor 20-22, 21-19, 21-13. Ketinggalan 0-1 membuat PB Djarum harus memenangkan partai kedua yang memainkan nomor ganda. Pasangan Berliona Alma Pradisa/Indah Cahya Sari Jamil berhasil menjalankan tugasnya dengan baik setelah mengandaskan perlawanan Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia dengan 21-15, 21-15. Kedudukan imbang ini membuat tunggal kedua PB Djarum Aisha Galuh Maheswari makin bersemangat untuk menyumbangkan angka. Galuh pun bisa membayar kepercayaan untuk menambang poin untuk membawa PB Djarum menjauh dari PB Jaya Raya. Kemenangan 21-14, 21-19 atas Tasya Farahnilah menjadikan skor menjadi 2-1. Pasangan Khusnul Khatimah/Sintia Dewi Yuliana akhirnya menjadi penentu kemenangan PB Djarum. Mereka berhasil memastikan gelar tersebut usai mengalahkan Maria Devanya Kemanutu/Mayang Permata Sari dengan 21-19, 18-21, 21-17. Manajer tim PB Djarum Fung Permadi kepada media mengungkapkan apresiasi pada para pemain. “Mereka mengeluarkan tenaga dan pikiran untuk mencapai ini,” ucapnya. Namun Fung tetap menilai penampilan pemainnya ada yang harus dibenahi. “Pemain ganda banyak kesalahan mendasar. Tapi yang menyumbangkan poin berperan besar karena ini beregu dan persiapan kami jauh lebih panjang. Dan kami sebagai penyelenggara,” tukasnya. (Adt) Hasil Final PB Jaya Raya VS PB Djarum Stephanie Widjaja vs Nurani Ratu Azzahra 20-22 21-19 21-13 Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia vs Berliona Alma Pradisa/Indah Cahya Sari Jamil 15-21 15-21 Tasya Farahnailah vs Aisha Galuh Maheswari 14-21 19-21 Maria Devanya Kelmanutu/Mayang Permata Sari vs Khusnul Khatimah/Sintia Dewi Yuliani 19-21 21-18 17-21