Menang Telak Dari Mariana Utara, Timnas U-16 Indonesia Jadi Pemuncak Klasemen Grup G

Jakarta – Tim Nasional Indonesia U-16 menghadapi kepulauan Mariana utara pada laga kedua kualifikasi Piala Asia AFC U-16 2020, Rabu (18/9/2019) petang ini, pukul 19.00 WIB. Tim Nasional Indonesia U-16 sekali lagi sukses meraih poin penuh pada laga kedua mereka di grup G Kualifikasi Piala Asia U-16 2020, di Stadion Madya, Senayan, Jakarta. Garuda muda menang telak dengan skor 15-1 pada laga ini. Gol tersebut dicetak oleh Marselino di menit ke-8, 50,53, 63, 83 Aditya Daffa di menit 16, Athallah Arrayhan di menit 17, 18, 26, 41, Ruy di menit 57, 72 Wahyu Agung di menit 58,77, Alfredo di menit 81. Sedangkan gol Mariana Utara dicetak oleh Jim Kurt Maniago di menit ke-45. Dengan hasil ini Indonesia berhasil menggeser China dari puncak klasemen dengan selisih jumlah gol. Indonesia unggul selisih 5 gol dari China yang sama-sama telah mengoleksi 6 point. Sementara itu Mariana Utara sudah dipastikan tereleminasi setelah kalah dalam 3 laga yang sudah dijalani. Berikutnya Indonesia masih akan menjalani 2 pertandingan penentu, menghadapi Brunei Darussalam yang dijadwalkan Jumat (20/9/2019) pukul 18:30 WIB di stadion Madya, Senayan, Jakarta dan laga pamungkas melawan China di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta pada Minggu (22/9/2019) pukul 16:30 WIB.

NORTH REGION MERIAH! Boedoet Berikan Kesan Manis di Laga Perdana

Pertandingan tim putri SMAN 70 Jakarta (jersey terang) versus SMAN 43 Jakarta (jersey Gelap) menjadi rangkaian pembuka Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-South Region.

Opening Party Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-North Region berlangsung meriah kemarin (23/8). Ribuan suporter dari tim yang bertanding di hari pertama silih berganti masuk dengan tertib memadati GOR Cempaka Putih. Terdapat 4 pertandingan pada hari pertama. Setiap laga merupakan do or die bagi tim yang bertanding. Sebab, untuk pertandingan di tingkat regional menggunakan sistem knock out. Setiap pertandingan, tribun penonton seakan tidak pernah sepi. Salah satunya pada laga putri antara SMAN 1 Jakarta kontra SMAN 77 Jakarta. Ratusan pendukung setia SMAN 1 jadi saksi keperkasaan timnya melangkah ke babak selanjutnya. Pada Opening Party Honda DBL DKI Jakarta Series North Region Jumat (23/8) srikandi Boedoet (julukan SMAN 1) berhasil menumpas perlawananan rivalnya SMAN 77 Jakarta. Menguasai pertandingan sejak awal Boedoet unggul dengan skor akhir 16-5 atas Douven (julukan SMAN 77). Pada kuarter pertama, kekuatan kedua tim nampak seimbang. Boedoet membuka poin pertama pada pertandingan yang diciptakan oleh guard mereka, Aza Magdalena Pattiwael melalui lay up. Keunggulan Boedoet tidak bertahan lama. Pasalnya, Douven dengan cepat membalas melalui poin under basket yang diciptakan oleh Jovanka Reen. Boedoet tidak tinggal diam, mereka kembali mendulang poin yang membawa mereka mengungguli Douven hingga kuarter pertama berakhir. Boedoet menutup paruh pertama pertandingan dengan keunggulan 11-4 atas lawannya. Dominasi Boedoet pada pertandingan ini seakan tidak berakhir. Tim besutan Samuel ini kembali menunjukkan bahwa mereka memang pantas menjadi kuda hitam. Boedoet hanya memberi kesempatan Douven mencetak satu angka melalui free throw pada kuarter ketiga, sedangkan mereka menambah keunggulannya dengan tiga poin yang semuanya diciptakan oleh sang kapten, Aza Magdalena. Tim asal Pasar Baru, Jakarta Pusat tersebut sangat rapi menerapkan defense. Douven pun sulit menembus barikade pertahanan Boedoet. Meski hanya hanya dua poin yang berhasil diciptakan oleh Beodoet pada kuarter terakhir, hal tersebut sudah cukup untuk memastikan langkah srikandi Boedoet ke babak selanjutnya. Pelatih Boedoet, Samuel, menyampaikan bahwa keberhasilan anak-anak asuhnya kali ini merupakan hasil dari kerja keras mereka sendiri. “Anak-anak memperlihatkan kegigihan untuk tampil maksimal di Honda DBL. Semua sesuai dengan target kita. Dan ternyata anak-anak bisa buktikan di lapangan tadi,” ujarnya. Lebih lanjut, dirinya mengharapkan timnya dapat menerapkan kerjasama tim yang lebih baik pada pertandingan berikutnya. Tidak hanya itu, baginya, para pemain Boedoet juga harus lebih pandai memanfaatkan setiap peluang pada pertandingan. “Yang harus dievaluasi dari hari ini adalah teamwork kita. Beberapa kali tadi ada peluang yang seharusnya bisa dimanfaatkan tapi tadi kita gagal konversi jadi poin,” tutup Coach Samuel. Sebelum laga SMAN 1 versus SMAN 77, tim putra SMA Tarsisius 1 lebih dulu memastikan diri melangkah ke babak selanjutnya. Mereka berhasil menumpas perlawanan dari SMAN 5 Jakarta dengan skor 23-18. Pada pertandingan putra lainnya, salah satu debutan SMAN 80 Jakarta berhasil mengandaskan laju SMAN 30 Jakarta dengan skor  29-12. Dengan hasil itu Depoel (julukan SMAN 80) bakal berjibaku dengan SMAN 77 Jakarta. Sementara SMAN 68 Jakarta memastikan satu tiket ke babak selanjutnya setelah menang dari SMAN 7 Jakarta dengan skor 38-15.  

Pertandingan Indonesia VS Filipina di Ajang Kualifikasi Piala Asia U-16 2020

Salah satu pemain Filipina berusaha merebut bola dari pemain Indonesia bernomor punggung 19. (Prass/NYSN Media)

Jakarta – Tim nasional U-16 Indonesia berhasil meraih poin penuh di laga perdana kualifikasi piala Asia U-16 2020 melawan Filipina. Timnas U-16 sukses meraih kemenangan 4-0 di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Senin (16/9/2019), pada laga Indonesia vs Filipina. Empat gol tersebut dicetak oleh Ahmad Athallah Araihan, Marselino Ferdinan, Alfin Lestaluhu, dan Wahyu Agong Drajat. Jalannya pertandingan : Indonesia langsung menyerang pada awal pertandingan. Hasilnya pada menit ke-8 Elvateeh Varesia Akhada hampir membuat gol dengan tendangan jarak pendeknya yang diumpan oleh rekan setimnya. Sayangnya kiper Filipina, Emmanuel Martin Puno berhasil menghalau tendangan Elvateeh. Laga terhenti sementara pada menit ke-19 setelah kiper Filipina, Emmanuel Martin Puno mengeluh kesakitan karena cedera. Puno digantikan oleh Adrian De Sola. Selang beberapa detik, Sola mendapatkan ujian dari tuan rumah. Serangan demi serangan dilancarkan oleh Indonesia. Dua peluang emas terjadi lewat sundulan dari umpan-umpan crossing. Asik menyerang, Indonesia hampir kecolongan oleh tendangan bebas yang langsung disambut sundulan bek asal Filipina, David Nicolo Pahud yang berbuah gol. Tapi gol tersebut dianulir wasit karena Pahud berada dalam posisi offside. Tuan rumah akhirnya memecahkan kebuntuan pada menit ke-37 berkat gol Athallah yang spektakuler. Athallah yang melepaskan tembakan dari luar kotak penalti ke sudut gawang tak mampu dihalau oleh kiper Filipina. Pada menit ke-40 Indonesia semakin optimis menyerang. Kesempatan terus didapatkan oleh Indonesia namun selalu diamankan oleh kiper De Sola. Skor 1-0 bertahan hingga akhir babak pertama selesai. Hanya butuh 5 menit setelah masuk babak ke dua, Marselino Ferdinan berhasil menggandakan skor Indonesia menjadi 2-0. Setelah kerjasama satu-dua dengan rekannya Ferdinan melepaskan tembakan ke sisi kiri gawang Filipina. Unggul 2 gol, para pemain timnas U-16 semakin percaya diri. Hasilnya, pada menit ke-51, gawang Filipina kembali bobol. Gol ketiga Indonesia kali ini diciptakan oleh Alfin Farhan Lestaluhu lewat tendangan jarak pendek ke tiang jauh. Tim asuhan Bima Sakti tak mengendurkan serangan meski sudah unggul 3-0. Serangan terus dilancarkan oleh Marselino dkk. Hasilnya pada menit ke-77, gol keempat didapatkan oleh tuan rumah. Kali ini lewat pemain pengganti Wahyu Agong Drajat. Berawal dari kemelut di depan gawang, Wahyu memanfaatkan bola yang datang padanya dengan tendangan voli keras kearah gawang Filipina. Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak kedua, tak ada gol tambahan yang tercipta. Timnas Indonesia U-16 pun menang 4-0 atas Filipina. Selanjutnya, timnas U-16 Indonesia dijadwalkan menghadapi Kepulauan Mariana Utara di tempat yang sama, pada Rabu (18/9/2019) lusa. Indonesia: 23-Putra Kaicen; 2-Alfin Farhan Lestaluhu, 4-Kadek Arel Priyatna, 13-Marcell Januar Putra, 14-Alexandro Felix; 8-Resa Aditya Nugraha, 10-Marselino Ferdinan, 16-Elvateeh Varesia Akhada, 17-Raka Cahyana Rizky, 21-Valeroen; 19-Ahmad Athallah Araihan Pelatih: Bima Sakti Filipina: 1-Emmanuel Martin Puno; 2-Zachary Taningco, 4-David Nicolo Pahud, 15-Eugene Tillor; 5-Mark Dadivas, 6-Sam Rudolfo Taylor, 8-Kamil Jaser Amirul, 12-Arun Jaroensaeng, 14-Enzo Courbet; 9-Uriel Dalapo, 20-Simon Andrei Del Campo Pelatih: Bongbong Roxy Dorlas

Yamindo Dukung Sepak Bola Generasi Muda Indonesia

Erlangga Arya Yazid Adiwidya dan Muhammad Shoim Fadillah adalah penerima beasiswa Yamaoka Foundation.

Jakarta, 3 September 2019 – Salah satu perusahaan Yanmar Group, PT. YANMAR AGRICULTURAL MACHINERY MANUFACTURING INDONESIA membagikan bantuan bola untuk 27 klub sepak bola anak Indonesia pada sebuah acara penghargaan khusus yang diadakan di kantor pusat perusahaan tersebut di Indonesia. Donasi ini dilakukan atas kerja sama dengan Yamaoka Scholarship Foundation, sebuah organisasi yang didirikan oleh pendiri Yanmar, Magokichi Yamaoka untuk berkontribusi pada kesejahteraan nasional dan perdamaian di dunia dengan mendukung pengembangan dan pendidikan siswa dan generasi muda. Beberapa penerima beasiswa Yamaoka Foundation menghubungi salah satu anak perusahaan Yanmar di Indonesia untuk menginisiasi donasi ini. “Ketika saya menerima permintaan tersebut, saya merasa sangat tersanjung dengan kenyataan bahwa tim tersebut mempercayai perusahaan kami karena hubungan kerja sama yang telah dibangun melalui program beasiswa Yamaoka Foundation.” kata Shuji Nishimura, Presiden Direktur dari PT. YANMAR AGRICULTURAL MACHINERY MANUFACTURING INDONESIA. “Sumbangan bola ini tidak hanya akan mendukung para siswa” penerima dan lulusan beasiswa Yamaoka Foundation, tetapi juga banyak tim lainnya di area lokal sekitar. “Tentu kami sangat senang bisa membantu para anak muda yang mencintai sepak bola ini.” Setelah menerima permintaan tersebut, tidak tanggung-tanggung perusahaan pun memutuskan untuk tidak hanya menyumbang bola pada tim tersebut tetapi juga pada 26 tim lainnya. Sebanyak 300 bola diserahkan pada tim-tim yang tersebar di Jawa Timur dan Jakarta. Perwakilan dari Yamaoka Scholarship Foundation juga menyambut baik dukungan Yanmar untuk generasi pemain sepakbola Indonesia berikutnya. Nobuyoshi Fujita, Direktur Eksekutif Yamaoka Scholarship Foundation, mengatakan “Kami berharap dapat mendukung generasi muda yang terlibat dalam sepak bola Indonesia, tidak hanya melalui program beasiswa kami, tetapi juga bisa membantu kebutuhan mereka dengan keterlibatan masyarakat melalui program-program seperti ini. Adanya komunikasi dan hubungan baik yang kami jaga terus, memungkinkan kami dapat terus mendukung dan membantu sepak bola Indonesia melalui para anak didik penerima beasiswa Yamaoka Foundation.” Melintasi budaya, bahasa, dan batasan nasional, Yanmar berupaya untuk memelihara semangat sportifitas, kerja tim, dan keunggulan individu yang dapat diperoleh melalui olahraga ini, yang di mana sejalan dengan nilai-nilai Yanmar Group sendiri. Yanmar mendukung sepak bola baik melalui dukungan langsung dari Yanmar Group, dan melalui Yamaoka Foundation, yang didirikan oleh pendiri Yanmar dari sumber daya pribadinya, untuk mewujudkan masyarakat yang kaya akan pengalaman-pengalaman menarik. ■ Tentang PT. YANMAR AGRICULTURAL MACHINERY MANUFACTURING INDONESIA Didirikan pada tahun 1976, dengan lokasi kantor dan pabrik di Pasuruan, Jawa Timur, PT. YANMAR AGRICULTURAL MACHINERY MANUFACTURING INDONESIA memproduksi berbagai macam mesin pertanian berkualitas untuk pasar Indonesia dan luar negeri. ■ Tentang Yamaoka Foundation Yamaoka Scholarship Foundation, lembaga milik Yanmar Group bertugas memberikan beasiswa kepada generasi muda yang berprestasi di bidang sepak bola dan ilmu pengetahuan di negara-negara tempat Yanmar Group beroperasi. Sejak 2013, Yamaoka Scholarship Foundation telah membantu para siswa menengah pertama Indonesia yang berbakat di bidang sepak bola, di Jakarta dan Surabaya. Mulai 2018, Yamaoka Scholarship Foundation juga telah bekerja sama dengan Universitas di Indonesia untuk memberikan bantuan bagi mahasiswa yang berprestasi. ■ Tentang Yanmar Co., Ltd. Didirikan di Osaka pada 1912, Yanmar berhasil membuat mesin diesel kecil dan praktis pertama di dunia pada tahun 1933. Sejak saat itu, Yanmar menjadi produsen mesin industri yang cukup luas dengan memberikan solusi yang mengintegrasikan industri mesin diesel sebagai pilar bisnis, produk, layanan, dan pengetahuan untuk berbagai pasar. Yanmar memiliki tujuh produk seperti mesin kecil, mesin besar, mesin dan fasilitas pertanian, mesin konstruksi, sistem energi, kelautan, peralatan dan komponen mesin, serta kami mengembangkan bisnis tersebut secara global. Kami memiliki misi “secara harmonis hidup berdampingan dengan alam, memecahkan masalah konsumen di bidang produksi makanan, dan konversi energi, berkontribusi kepada masyarakat yang mengarah kepada masa depan dan gaya hidup yang lebih sejahtera” serta dengan tujuan dapat berkontribusi untuk menciptakan kesadaran masyarakat untuk melakukan daur ulang “A SUSTAINABLE FUTURE” di dunia bisnis “kota”, “bumi”, dan “laut”.

Final Party Honda DBL 2019, Boedoet-Kanisius Kampiun North Region

SMAN 1 Jakarta berhasil menahbiskan diri sebagai juara putri Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-North Region usai mengalahkan SMA Santa Ursula dengan skor 37-33.

Final Party Honda Developmental Basketball League (DBL) 2019 DKI Jakarta Series-North Region di GOR Cempaka Putih, Jumat kemarin (30/8) berlangsung heboh. Kapasitas tempat duduk yang terbatas, tak mampu membendung antusiasme suporter dari keempat sekolah yang tampil pada partai puncak. Beberapa suporter terpaksa harus nonton bareng (nobar) di luar GOR. Melalui big screen yang telah disediakan panitia. Adapula yang turut live streaming di aplikasi DBL Play. Keseruan final party dimulai dengan laga tim putri. Mempertemukan dua debutan, SMAN 1 Jakarta kontra SMA Santa Ursula. Berlangsung sengit sejak tip-off hingga menit-menit kuarter terakhir, srikandi Boedoet (julukan SMAN 1) akhir keluar sebagai kampiun Honda DBL 2019 regional Jakarta Utara dan Pusat. Mereka unggul 37-33 atas Sanur (julukan SMA Santa Ursula). Adalah Aza Magdalena Pattiwael yang menjadi bintang keberhasilan Boedoet menjadi juara baru North Region. Student-athlete yang berposisi sebagai guard itu menutup pertandingan dengan mencatatkan double-double. Kapten tim Boedoet itu mencatatkan torehan 24 poin dan 11 rebound. Selalu tertinggal sejak kuarter awal, Boedoet justru berhasil menemukan momentum kebangkitan pada dua menit terakhir kuarter pemungkas. Dalam posisi tertinggal 31-33, center Boedoet Valencia Rosaline Yong menyamakan keadaan melalui aksi lay up. Menyusul tamabahan 1 poin berkat free throw dari Nadia Dana Salsabila, Boedoet berbalik unggul 34-33. Putri Boedoet makin menjadi. Tambahan dua poin melalui layup dari Aza, membuat Boedoet unggul 36-33 atas Sanur. Saat waktu menyisakan kurang dari semenit, Aza menambah 1 poin melalui free throw dan mempertegas keunggulan Boedoet atas Sanur dengan skor 37-33. “Nervous sekali bermain di final Honda DBL, disaksikan penonton segitu banyaknya. Nggak nyangka banget bisa menang karena Sanur lawan yang kuat dan kami terus tertinggal sejak awal. Tapi aku dan tim selalu berusaha menunjukan yang terbaik di lapangan. Terimakasih pada barisan Boedoet Stovia. Aku bisa tidur nyenyak malam ini,” ujar Aza Magdalena usai pertandingan. Pertarungan sengit juga mewarnai final sektor putra yang mempertemukan juara bertahan SMAK 5 Penabur dengan SMA Kolese Kanisius. Laga ketat ini akhirnya dimenangkan oleh SMA Kolese Kanisius dengan skor 59-52. Sejak kuarter pertama hingga ketiga, Kanisius secara mengejutkan selalu memimpin. Unggul cukup lebar 12-6 pada kuarter pertama. Mereka juga mampu menjaga keunggulan  menjadi 25-21 saat half time. Menutup kuarter ketiga, Kanisius masih unggul tipis 39-38. Bermain konsisten hingga akhir, Kanisius berhasil memecahkan kutukan dan keluar menjadi kampiun regional Jakarta Utara-Pusat usai mengandaskan SMAK 5 Penabur.

WTA Future Stars Indonesia 2019, Joanne Hanya Ingin Terbaik

Petenis asal Bandung, Joanne Lynn Hartono berhasil melangkah ke semi final KU-14 tahun turnamen kualifikasi WTA Future Stars Indonesia 2019.

Petenis asal Bandung, Joanne Lynn Hartono berhasil melangkah ke semi final KU-14 tahun turnamen kualifikasi WTA Future Stars Indonesia 2019. Di perempat final, Kamis (29/8), unggulan keempat itu sukses memenangi duel Jawa Barat untuk menyisihkan Nazwa Syamsabila (Ciamis). Joanne yang bercokol di peringkat nasional (PNP) keempat itu unggul dalam laga rubber set, 4-6 7-5 6-4. Pada babak empat besar perhelatan yang digelar untuk memilih wakil tim Merah Putih pada ajang puncak WTA Future Stars di Shenzhen, China ini, siswi kelas VII SMP Tri Mulia Bandung itu bakal menantang seeded kedua, Tiara Naura Nur Azizah dari Pelalawan (Riau). “Rekor pertemuan dengan Naura, saya masih tertinggal 1-2. Namun pada pertemuan terakhir di Bantul, tahun lalu, saya berhasil mengalahkan Tiara. Tentu saja, saya ingin mengubahnya jadi sama kuat 2-2 dengan memenangi pertandingan semi final di ajang ini,” ucap Joanne di arena kejuaraan, lapangan tenis The Sultan Hotel & Residence Jakarta. Namun belia kelahiran 17 April 2007 ini mengaku tak mematok target apapun di ajang bergengsi ini. “Saat ini saya hanya ingin menampilkan permainan terbaik saja di ajang ini. Perjalanan masih panjang, saya masih bisa bermain di kelompok umur ini hingga dua tahun ke depan,” tuturnnya. Partai empat besar KU-14 lainnya, Jumat (30/8) akan mempertemukan unggulan teratas, Kholisa Siti Maisaroh (Kudus) dengan kuda hitam asal Gresik, Hasna Raissaneva. Kholisa yang berperingkat nasional pertama itu melaju ke semi final setelah menang atas Bunga Nuraini (Surabaya) 6-3 6-2. Sedangkan Hasna unggul atas Fransisca Heidi Tan (Purworejo) 6-0 6-2. Pada KU-16, Jessica Christa Wirahadipoernomo menjadi satu-satunya petenis unggulan yang masih bertahan hingga semi final WTA Future Stars Indonesia setelah membekap Justmin Da Costa 6-1 6-0. Pada babak empat besar, Jessica akan meladeni tantangan non-unggulan asal DKI Jakarta, Felicia Halim yang menyingkirkan seeded kedua, Niken Ferlyana (Pati) 6-4 7-5. Wakil ibukota, Aurellia Azzahra Putri membuat kejutan menyingkirkan unggulan teratas, Rara Sima Kusuma Wardani asal Semarang. Aurel menang rubber set 2-6 6-1 7-5 untuk menghadapi wakil Bali, Anggi Hidayati di semi final. Anggi juga membuat kejutan dengan menepiskan perlawanan seeded keempat Keila Mangesti Paath (Depok) 6-0 7-5. Hasil Kamis (29/8) Perempat Final U-14 1-Kholisa Siti Maisaroh (Kudus) v Bunga Nuraini (Surabaya) 6-3 6-2 Hasna Raissaneva (Gresik) v Fransisca Heidi Tan (Purworejo) 6-0 6-2 4-Joanne Lynn Hartono v Nazwa Syamsabila (Ciamis) 4-6 7-5 6-4 2-Tiara Naura Nur Azizah (Pelalawan) v Cylova Zuleyka Hukmasabiya (Banten) 6-2 6-3 Perempat Final U-16 Aurellia Azzahra Putri (DKI) v 1-Rara Sima Kusuma Wardani (Semarang) 2-6 6-1 7-5 Anggi Dwi Hidayati (Bali) v 4-Keila Mangesti Paath (Depok) 6-0 7-5 3-Jessica Christa Wirahadipoernomo (Semarang) v Justmin Da Costa (Tangerang Selatan) 6-1 6-0 Felicia Halim (DKI) v 2-Niken Ferlyana (Pati) 6-4 7-5 Jadwal Jumat (30/8) Semi Final U-14 1-Kholisa Siti Maisaroh (Kudus) v Hasna Raissaneva (Gresik) 4-Joanne Lynn Hartono v 2-Tiara Naura Nur Azizah (Pelalawan) Semi Final U-16 Aurellia Azzahra Putri (DKI) v Anggi Dwi Hidayati (Bali) 3-Jessica Christa Wirahadipoernomo (Semarang) v Felicia Halim (DKI)

Medco International Junior Championships 2019, Kejutan Lucky Candra Kurniawan

Lucky Candra Kurniawan (15 tahun) membuat kejutan dengan berhasil melangkah ke babak final tunggal putra Medco International Junior Championships 2019.

Petenis Indonesia, Lucky Candra Kurniawan (15 tahun) membuat kejutan dengan berhasil melangkah ke babak final tunggal putra Medco International Junior Championships 2019. Pada laga semi final yang berlangsung di Stadion Tenis Bukit Asam Jakabaring Sport City Palembang, Sabtu (24/8), petenis itu sukses mendepak seeded teratas asal Malaysia, Jian Keong Takeshi Koey. Kendati hanya menempati posisi unggulan ke-15, Lucky menang atas Koey yang bercokol di peringkat ke-615 yunior dunia melalui laga straight set 6-4 6-4. “Tidak ada kunci khusus hari ini, sejak awal ikut turnamen ini saya tidak ditargetkan apapun oleh pelatih.Cuma harus terus bermain baik di setiap pertandingan,” ungkap petenis kelahiran Sragen 20 Desember 2003 ini seusai laga. “Saya cuma terus mengejar bola dan sebisa mungkin tidak membuat kesalahan sendiri. Saya bersyukur sekali bisa lolos ke partai final,” imbuhnya. Pada babak puncak turnamen ITF Junior Grade 5 ini, Minggu (25/8), Lucky akan berjibaku menghadapi petenis Malaysia, Mitsuki Wei Kang Leong. Meskipun bukan unggulan, wakil negeri jiran itu dalam perjalanan menuju final menumbangkan seeded kedua di babak awal. Di empat besar, Leong mengandaskan andalan tuan rumah lainnya, Gunawan Trismuwantara 6-2 7-6(4). Di kelompok putri, kubu Merah Putih juga berhasil meloloskan seorang wakil di babak pamungkas tunggal putri. Jessica Christa Wirahadipoernomo yang menempati posisi unggulan kedua melangkah ke final setelah menang atas Lin Xin Tan (Malaysia) 6-4 7-6(5). Di final yang berlangsung Minggu (25/8), petenis asal Semarang itu bakal terlibat bentrok dengan non-unggulan asal Korea Selatan, Ji Woo Choi yang unggul atas Chen Chen Liao (Taiwan) 7-6(6) 7-6(3). Sama-sama tergusur di semi final nomor tunggal, Jian Keong Takeshi Koey yang berpasangan dengan Gunawan Trismuwantara sedikit terhibur lantaran sukses mengangkat trophy juara ganda. Duet gado-gado Malaysia dan Indonesia itu membekap andalan tuan rumah di final ganda putra, Ari Fahresi dan Muhammad Ali Akbar Ramadhani 2-6 7-6(2) [10-8]. Sementara gelar juara ganda putri diboyong oleh duet asal Taiwan, Ya Chi Hsu/Chen Chen Liao yang menepiskan perlawanan ganda China dan Korea Selatan, Ji Woo Choi/Xintong Zhou 2-6 6-2 [11-9].

Semifinal Honda DBL 2019, IPSUN Melesat Lewat Edwin

Guard andalan SMA IPEKA Sunter, Edwin (jersey nomor 23) saat mencoba melewati hadangan dari 3 pemain SMAN 1 Jakarta pada lanjutan pertandingan Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-North Region Senin (26/8)

Satu tempat di babak semifinal Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-North Region berhasil dikunci tim putra SMA IPEKA Sunter. Tim besutan Herbert Wijaya itu menaklukan salah satu tim debutan, SMAN 1 Jakarta dengan skor 38-25 pada laga hari keempat Senin (26/8). Kemenangan Ipsun (julukan SMA IPEKA Sunter) terasa sudah di depan mata. Edwin dkk sudah berhasil unggul empat poin pada kuarter pertama. Kemenangan Ipsun ini tidak lepas dari permainan apik sang kapten Edwin Kurniawan. Mendapat kesempatan bermain cukup lama, garda Ipsun tersebut menorehkan 11 poin bagi timnya kala bersua dengan Boedoet (julukan SMAN 1). Tercatat minutes played Edwin mencapai 30 menit 45 detik. Pemain bernomor punggung 23 itu juga menjaga pertahanan Ipsun dengan baik. Hal itu dibuktikan dengan torehan 2 steal darinya. Permainan eksplosif Ipsun telah mereka tunjukkan sejak kuarter awal. Forwarda Ipsun, Ezekiel Lewi membuka keunggulan timnya melalui lay up. Meski begitu, Boedoet juga sempat merepotkan barisan pertahanan Ipsun. Konsisten bermain dengan tempo cepat mengandalkan fastbreak Ipsun bermain lebih menekan, Tim yang bermarkas di daerah Sunter itu beberapa kali menciptakan poin melalui fastbreak hasil pressing mereka terhadap lawan. Hingga halftime, Ipsun unggul atas Boedoet dengan skor 16-9. Usai jeda halftime, Boedoet mencoba keluar dari tekanan. Rafael Fadhlurrahman dkk berhasil memangkas ketertinggalan, kuarter ketiga menjadi miliki Boedoet, mereka unggul satu poin atas Ipsun. Ipsun tak mengendurkan serangan sama sekali. Justru pada kuarter pamungkas, Edwin dkk melesat meninggalkan lawannya dengan margin 13 poin. Edwin menutup keran poin Ipsun dan memastikan satu tiket ke babak semifinal melalui three points untuk menyudahi pertandingan dengan skor 38-25. Meski menorehkan hasil positif, coach Herbert masih merasa banyak pekerjaan rumah. Performa timnya kemarin masih di luar ekspetasi sang pelatih. Baginya, anak asuhnya masih bisa bermain jauh lebih baik. “Buat game hari ini (re: kemarin) masih banyak catatan penting. Saya pribadi masih belum bisa mencapai target yang diinginkan. Masih kendor saat di daerah pertahanan, Hal ini tidak bisa terulang karena target kita adalah final North Region,” ujarnya. Laga sengit juga terjadi pada penguasa North Region musim lalu tim putra SMAK 5 Penabur kontra SMA Advent2 berjalan menegangkan. The Lions (julukan SMAK 5) yang datang sebagai juara bertahan, sempat kewalahan menghadapi Advent 2 yang seringkali menusuk tajam daerah pertahanan The Lions. The Lions akhirnya menang dengan skor 40-29 atas Advent 2.

Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-North Region, Rafael Pahlawan Kemenangan Jerusalemba

Guard dan juga rookie SMA Advent 2, Rafael Manalif (jersey nomor 9) mendapat hadangan dari dua pemain SMAN 27 Jakarta saat dirinya mencetak poin bagi timnya. Rafael turut menorehkan 8 poin dan 7 rebounds kala timnya bersua dengan SMAN 27 pada lanjutan Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-North Region, Minggu (25/8)

Bermain selama 37 menit 52 detik, Rafael Manalif berhasil membawa SMA Advent 2 menang tipis 24-23 atas SMAN 27 Jakarta kemarin (25/8). Hasil itu membuat Jerusalemba (julukan SMA Advent 2) melaju ke babak selanjutnya pada Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-North Region. Perjuangan Rafael patut diacungi jempol. Pemain berusia 15 tahun itu berani menusuk ke dalam paint area lawan sehingga merepotkan pertahanan lawan. Sebelum akhirnya, dia jatuh terkapar pada 25 detik akhir kuarter empat berakhir. Rafael jatuh saat mencoba menutup pergerakan dari pemain SMAN 27 Jakarta di area pertahanan Jerusalemba. Tanpa sengaja, dirinya berbenturan dengan rekan setimnya, Rafael pun mendapat penanganan pertama dari tim medis Eminence. Dirinya sempat ditandu ke luar lapangan dan tidak bisa meneruskan pertandingan. Namun Rafael tidak mengalami luka serius. Sepanjang 37 menit dirinya bermain, rookie Jerusalemba itu berhasil menorehkan 8 poin untuk timnya. Student athlete kelas X itu juga tak segan beradu duel dengan para pemain Mars (julukan SMAN 27). Dengan tinggi sekitar 174 sentimeter Rafael berhasil menorehkan 7 rebounds untuk timnya. 6 diantaranya dilakukan saat keadaan bertahan. Pemain bernomor punggung 9 itu juga menjadi keran poin bagi Jerusalemba. Melalui two points and one, Rafael membawa Jerusalemba unggul pada menit awal. Pada kuarter berikutnya, pertarungan semakin sengit. Bahkan Mars bisa unggul 5 poin pada kuarter kedua atas Jerusalemba. Setelah halftime, pertandingan semakin panas. Terutama pada kuarter terakhir pertandingan. Jerusalemba yang sempat tertinggal, mengambil alih kedudukan melalui three points pemain bernomor punggung 10, Jacksen Michael. Tak berhenti disitu, Rafael garda Jerusalemba juga mencetak three point bagi timnya, sebelum dirinya ditandu keluar lapangan. Free throw forwarda Mars, Ebenezer Ryan pada detik-detik akhir laga belum berhasil membawa Mars memenangi pertandingan. Skor tipis 24-23 milik Jerusalemba menjadi penutup pertandingan. Coach Jerusalemba, Jeremia Bernadito mengungkapkan bahwa Rafael memang merupakan salah satu pemain kunci dan dia telah memberikan yang terbaik bagi Jerusalemba pada pertandingan kemarin. “Dia memang salah satu pemain yang kita andalkan. Dari awal mainnya 100 persen, totalitas pokoknya,” ujar Jeremia. Keiziabetellina, tim medis dari Jerusalemba juga menyatakan kondisi Rafael sudah kembali baik, hanya perlu istirahat untuk siap tanding. “Dirinya sedikit shock saat duel udara tadi. Tapi sekarang kondisi Rafael sudah pulih kembali, dia siap main untuk tim,” pungkasnya usai pertandingan. () #9 Rafael Manalif Field Goals                  21,4% Points                         8 Rebounds                    7 Minutes Played            37:52

Indonesia Keluar Menjadi Juara Group A Setelah Imbang Melawan Myanmar Pada Laga AFF 2019

Imbang dengan Myanmar dengan skor 1-1, Indonesia berhasil menjadi juara Group A piala AFF 2019. Foto: Antara`

Timnas Garuda U-18 berhasil mendaratkan langkahnya sebagai juara Group A piala AFF 2019 setelah menghadapi Myanmar dengan skor imbang 1-1 di Thong Nhat Stadium, Ho Chi Mhin, Vietnam, Rabu (14/8/2019). Peluang pertama didapatkan oleh Amiruddin Bagus bekat umpan Fathur Rachman dari sisi kanan lapangan. Bagus yang berada persis di depa gawang lawan menyambut umpan tersebut dengan sundulan, tetapi amat disayangkan karena sundulan tersebut gagal menembus jala. Kemudian peluang kedua diraih kembali oleh Bagus pada menit ke 8 setelah menerima operan bola dari sisi kiri kotak penalty. Dengan sigapnya Bagus berhasil mengecoh salah satu pemain Myanmar dan lanjut dengan melepaskan tembakan kaki kirinya ke arah gawang Myanmar, akan tetapi Pyae Phyo Thu masih berhasil meredam tendangan Bagus tersebut. Pertandingan berjalan cukup alot bagi Myanmar pada 10 menit pertama, karena semua serangan yang mereka Bangun dari sisi sayap dapat dengan mudah dipatahkan oleh Timnas Indonesia. Selepas menit ke 10, tepatnya pada menit ke 13, Fathur Rahman juga berhasil mendapatkan peluang dengan sundulannya melalui sundulan bagus, tetapi hasilnya masih belum bisa menembus gawang Myanmar. Selanjutnya pertandingan berjalan dengan cukup tegang, bahkan di menit-menit terakhir Rendy Juliansyah juga nyaris membobol gawang Myanmar, namun serangan tersebut masih berhasil dipatahkan oleh bek lawan, hingga akhirnya babak satu ditutup dengan hasil imbang 0-0. Pada babak kedua, gawang Indonesia pun harus menerima hentakan kaki kanan Hein Htet Aung, setelah Adi Satryo selaku penjaga gawang Timnas Indonesia gagal menepis tendangan tersebut. Sehingga Myanmar unggul dengan skor 1-0. Walaupun sulit, tetapi Timnas Garuda pun akhirnya juga membobol gawang Myanmar melalui tendangan Kapten Rizky Ridho pada menit ke 69 melalui tendangan penalti. Skor pun menjadi 1-1. Hingga laga tuntas, tidak ada gol tambahan tercipta. Skor 1-1 menjadi hasil akhir Myanmar U-18 vs Indonesia U-18. Dengan skor itu, Indonesia dipastikan menjadi juara Grup A dengan raihan 13 poin dari lima laga, sama dengan Myanmar, namun unggul produktivitas gol. Myanmar pun cuma menjadi runner up. Berikutnya di semifinal, Indonesia akan berhadapan dengan runner up Group B antara Malaysia, Australia atau Vietnam, yang hasilnya akan diketahui setelah ketiganya menyelesaikan laga penentuan mereka kamis esok (15/8). (IHA)

Nayaka & Arjuna, Dua Pelajar Asal Malang Yang Sukses Memenangkan Medali Emas Catur di Bangkok

Nayaka Budhi Dharma (12), pelajar yang meraih medali emas di bangkok pada ajang Eastern Asia Youth Chess Championship 2019. Foto : Detik

Dua pelajar asal Malang, Jawa Timur, Nayaka Budhi Dharma (12) dan Arjuna Satria Pamungkas (11) asal berhasil menorehkan prestasi dengan meraih medali emas pada ajang Kejuaraan Catur Remaja tingak Asia. Eastern Asia Youth Chess Championship 2019 adalah ajang yang diikuti oleh Nayaka dan Arjuna di Bangkok, Thailand. Mereka tergabung dengan 11 atlet catur remaja lainnya yang juga mengikuti ajang tersebut. Keduanya berhasil meraih hasil yang gemilang, Nayaka yang bertanding di kelompok Junior C atau kelompok umur dibawah 15 tahun dan Arjuna yang bertanding di kelompok junior D atau kelompok umur dibawah 13 tahun. Nayaka, siswa kelas 1 SMP Negeri 5 kota Malang tersebut berhasil meraih satu media emas yang dimenangkan setelah berhasil mengalahkan pecatur tuan rumah di kelas catur klasik (90 menit). Selain medali emas, Nayaka juga berhasil meraih dua medali perak, di kelas catur cepat (15 menit) dan catur kilat (5 menit). Dari kejuaraan yang dilangsungkan 1-10 Agustus 2019 dan diikuti oleh 18 negara di Asia itu, Nayaka, siswa kelas 1 SMP Negeri 5 Kota Malang, memperoleh sekeping medali emas dan dua perak. Emas diraih setelah mengalahkan pecatur tuan rumah. Medali emas diraih Nayaka di kelas catur klasik (90 menit) dengan mengalahkan pecatur junior tuan rumah. Nayaka juga mendapat dua medali perak, masing-masing di kelas catur cepat atau rapid chess (15 menit) dan catur kilat (5 menit) melawan pecatur asal Thailand dan Malaysia. Ini bukan pertama kalinya Nayaka mewakili Indonesia dalam kompetisi catur tingkat dunia, karena sebelum berlaga di ajang yang diikuti oleh 18 negara di Asia ini, Nayaka juga sudah memperkuat tim Indonesia dalam Kejuaraan Catur Kelompok Umur Terbuka ASEAN ke 18 (18thAsean Age Group 2017) yang diadakan di Kuantan, Pahang, Malaysia, tahun 2017 silam. Selain Nayaka, Arjuna, pelajar SD Negeri 5 Mojolangu, Malang ini juga berhasil meraih satu medali emas, satu medali perak dan juga satu medali perunggu. Medali emasnya dimenangkan setelah sukses mengalahkan pecatur asal Thailand. Thatit Boedisucahyo selaku Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Malang, menyatakan bahwa PB Percasi secara spesifik meminta Nayaka dan Arjuna untuk ikut serta dalam kejuaraan Asia tersebut setelah meraih medali emas di Kejuaraan Nasional Catur ke-47 di Banda Aceh, oktober tahun 2018 silam. Wali Kota Sutiaji bersama Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menyambut kehadiran Nayaka dan Arjuna di Balai Kota Malang, Senin siang. Wali Kota berjanji akan memberikan beasiswa bagi kedua pecatur junior itu. “Kita janjikan beasiswa, tapi kepastiannya menunggu PAK APBD tahun 2020,” ujar Sutiaji terpisah. (IHA)

Timnas Merah Putih U-18 Melaju ke Semifinal AFF Setelah Mengalahkan Myanmar 2-1

Timnas Indonesi melaju ke semifinal setelah mengalahkan Myanmar 2-1, Senin (12/08/19). Foto: Detik.com

Timnas Indonesi U-18 lanjut melangkah ke semifinal AFF U-18 2019 setelah sukses menundukkan Laos sebesar 2-1 dalam rangka memperebutkan babak empat besar. Indoesia berhasil mengalahkan Laos pada laga keempat Group A di Thong Nhat Stadium, Ho Chi Minh City, Vietnam, Senin (12/8/2019). Walaupun pada awalnya Tim Merah Putih sempat tertinggal oleh gol Alounnay Lounlasy di menit ke-69, tetapi kemudian Tim Garuda berhasil membalik keadaan melalui gol yang dihasilkan oleh Bagus Kahfi dan ditutup dengan gol bunuh diri dari Anoulack Vannalath. Berkat kemenangan ini Timnas Indonesia kini berada di urutan teratas Group A dengan 12 poin dari empat laga, yang diikuti oleh Myanmar di posisi kedia dengan Sembilan poin dari total tiga laga, pertandingan berikutnya antara Myanmar dengan Brunei baru akan dilangsungkan malam ini. Dengan ini Timnas Muda U-18 mengkukuhkan posisinya untuk meraih tiket ke semifinal. Walaupun Myanmar menang terhadap Brunei, maka Indonesia tetap akan lolos sebagai runner up di Group A, mengingat Tim Merah Putih masih punya selisih gol yang cukup banyak (16-6). Pada laga terakhir Indonesia akan berhadapan dengan Myanmar pada hari Rabu esok (14/8). Sedangkan yang bertengger di posisi ketiga adalah Laos dengan total enam poin dari empat pertandingan. Kesempatan Laos pun untuk maju ke semifinal masih terbuka andaikan Myanmar kalah dari Brunei yang sudah dipastikan akan tersingkir bersama Filipina karena tidak ada poin sama sekali. (IHA)

MedcoEnergi Junior Tennis Championships 2, Menjaga Martabat Sumatera Selatan

Petenis Musi Banyuasin (Sumatera Selatan), Sherena Valencia memborong gelar juara tunggal dan ganda putri KU-10.

Petenis asal Musi Banyuasin, Sherena Valencia berhasil memborong gelar juara tunggal dan ganda Kelompok Umur (KU) 10 tahun Kejurnas seri kedua MedcoEnergi Junior Tennis Championships. Pada laga final yang berlangsung di Stadion Tenis Bukit Asam, Jakabaring Sport City Palembang, Sabtu (27/7), Sherena sukses menepiskan perlawanan wakil Banten, Maula Sa’ya 8-5. “Senang sekali bisa menjadi juara di Palembang,” ujar belia kelahiran Sekayu , 8 Desember 2010 ini. Sherena juga sukses meraih gelar juara ganda turnamen diakui PP Pelti (TDP) kategori J5 ini, berpasangan dengan Syakirah Aqillah Putri. Duet Muba ini unggul atas pasangan Raden Ayu Deva Kusumaningrum (Bengkulu)/Dinara Syafina (Jambi) 8-1. Wakil Sumatera Selatan masih berpeluang mengoleksi tambahan gelar di turnamen yang mendapat dukungan dana dari PT Medco Energi Tbk ini. Bahkan petenis putri tuan rumah berhasil menguasai KU-14 dengan menciptakan laga All Palembang Final antara Tiara Regita melawan Dwi Rahmasari dan All Musi Banyuasin Final melalui pertemuan Indah Septi Putri dengan Meliana Mona Rizki di partai puncak KU-18, Minggu (28/7). Suguhan pertandingan puncak antar wakil tuan rumah pun tersaji pada final tunggal putra KU-14 antara Rafael Ramadhan (Lubuk Linggau) dan M. Aji Fauzal Nizam (Muba). Sedangkan trio Muba, Jackquillyn Savio A Yoza (KU-12) dan Jones Pratama (KU-18) putra serta Finasti Kusuma Dewi (KU-16 putri) bakal mengusung martabat Sumsel dari gempuran petenis luar daerah di partai pamungkas. Hanya di laga akhir KU-16 putra, wakil Sumatera Selatan gagal lolos hingga ke fase akhir. Petenis peringkat teratas nasional, Rafli Zulkarnain dari Sidoarjo (Jawa Timur) akan meladeni Faried Widya Rohmadiansyah (DKI). “Saya sudah cukup sering bertemu Faried dan selalu menang. Tahun ini sudah dua kali bertemu di Ambarawa dan Yogya, bulan lalu,” ujar Rafli. Final Tunggal Hasil Sabtu (27/7) KU-10 Putra Giftbrain Rizqzain Fadhrezy (Bangka Belitung) v Reifan Mu’izzataya Martadiredja (Banten) 8-1 KU-10 Putri Sherena Valencia (Musi Banyuasin) v Maula Sa’ya (Banten) 8-5 Jadwal Minggu (28/7) Putra KU-12 Jackquilynn Zavio A Yoza (Musi Banyuasin) v Rasyel Trianda (DIY) KU-14 M. Aji Faizal Nizam (Musi Banyuasin) v Rafael Ramadhan (Lubuk Linggau) KU-16 Rafli Zulkarnaen (Sidoarjo) v Faried Widya Rohmadiansyah (DKI) KU-18 Owissa Makuta Annas (Bangka Belitung) v Jones Pratama (Musi Banyuasin) Putri KU-14 Tiara Regita (Palembang) v Dwi Rahmasari (Palembang) KU-16 Finasti Kusuma Dewi (Musi Banyuasin) v Ghean Desya Zahrani (Jambi) KU-18 Indah Septia Putri (Musi Banyuasin) v Merliana Mona Rizki (Musi Banyuasin)

MedcoEnergi Junior Tennis Championships 2, Kejutan Luar dan Dalam Lapangan

Stadion Tenis Bukit Asam, Jakabaring Sport City Palembang, menghadirkan kejutan di dalam dan luar lapangan.

Kejutan mulai mewarnai Kejurnas Tenis Yunior bertajuk MedcoEnergi Junior Tennis Championships 2 di Stadion Tenis Bukit Asam, Jakabaring Sport City, Palembang, Kamis (25/7). Petenis non-seeded asal Lampung, Andhixa Izzadin Brillian berhasil menyingkirkan unggulan teratas Kelompok Umur (KU) 14 putra, Achmad Zidan (Palembang). Peringkat nasional (PNP) ke-142 itu memenangi babak perempat final melalui laga straight set atas andalan tuan rumah, 7-5 6-2. “Inilah menariknya sebuah kejuaraan tenis, dimana perhitungan di atas kertas bisa berbeda dengan hasil di lapangan. Petenis dengan peringkat lebih rendah mampu mengalahkan peringkat yang lebih tinggi,” komentar Direktur Turnamen, August Ferry Raturandang di arena pertandingan. Namun di KU lainnya, hampir semua petenis yang menempati posisi unggulan teratas sukses bertahan di turnamen seri kedua MedcoEnergi Junior Tennis Champs yang masuk dalam kalender kompetisi resmi PP Pelti (TDP) berkategori J5 ini. Diantaranya adalah Owissa Makuta Annas dari Bangka Belitung (KU-18), Rafli Zulkarnain asal Sidoarjo (KU-16) dan wakil Musi Banyuasin, Jackquilynn Zavio A Yoza (KU-12) serta Reifan Mu’izzataya Martadiredja dari Banten (KU-10). Sementara itu muncul pula kejutan di luar lapangan yakni tidak tersedianya aliran listrik untuk menyalakan lampu penerangan di stadion tenis yang menjadi arena Asian Games 2018 itu. Sepuluh partai ganda yang telah dijadwalkan berlangsung sore hari pun terpaksa harus tertunda karena gelap mulai menyelimuti kawasan Jakabaring. “Sungguh sayang bila arena tenis yang menjadi kebanggaan Indonesia ini tidak dirawat dengan baik. Kami terpaksa menggunakan genset sebagai sumber listrik selama turnamen,” tutur pria yang akrab disapa AFR ini.

MedcoEnergi Panaskan Palembang

MedcoEnergi Junior Tennis Championships kini bergulir di Stadion Tenis Bukit Asam, Jakabaring Sport City, Sumatera Selatan.

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Yunior berlabel MedcoEnergi Junior Tennis Championships 2 bakal memanaskan agenda olahraga di Palembang (Sumatera Selatan), 24-28 Juli 2019. Stadion Tenis Bukit Asam di Jakabaring Sport City bakal menjadi arena kejuaaraan yang masuk dalam kalender kompetisi resmi Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) ini. Perhelatan ini menggelar pertandingan tunggal dan ganda, baik putra maupun putri untuk Kelompok Umur (KU) 10, 12, 14 dan 16 serta 18 tahun. Palembang, ibu kota Provinsi Sumatera Selatan, merupakan tuan rumah pertama di luar Pulau Jawa setelah seri pembuka turnamen ini berlangsung di Bandung, Maret 2019. “Dengan dukungan sponsor dari MedcoEnergi ini, PP Pelti mengupayakan adanya persebaran turnamen tenis yunior mampu menjangkau hingga ke seluruh wilayah Tanah Air,” tutur Sekretaris Jenderal PP Pelti, Lani Sardadi, Rabu (24/7). “Hal ini penting sebagai sarana pembinaan dan ajang pencarian bibit baru yang berbakat serta berpotensi sebagai petenis Indonesia pada masa yang akan datang,” imbuhnya. Lebih lanjut, Sekjen induk organisasi tenis nasional ini menyatakan bahwa terpilihnya Palembang sebagai kota penyelenggara MedcoEnergi Junior Tennis Championships ini adalah karena memiliki fasilitas lapangan tenis yang sangat layak, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. “Terlebih lagi, Provinsi Sumatera Selatan ini merupakan salah satu pusat kegiatan perusahaan yang menjadi sponsor event ini, yakni PT Medco Energi Internasional Tbk. Hal ini juga untuk mengakomodir petenis yunior di wilayah Sumatera agar dapat mencicipi turnamen level nasional,” pungkasnya.

Honda DBL 2019 Tayangkan Langsung 100 Laga Basket dari Aceh Hingga Papua

Honda DBL 2019 Tayangkan Langsung 100 Laga Basket dari Aceh Hingga Papua. (DBL Indonesia)

Jakarta- Liga basket pelajar terbesar di Tanah Air Honda Developmental Basketball League (DBL) segera memulai musim 2019. Pada 26 Juli mendatang, liga ini akan mulai dihelat di Padang (Sumatera Barat), Samarinda (Kalimantan Timur), serta Banjarmasin (Kalimantan Selatan), dan terus berlanjut hingga nantinya mengunjungi 30 kota, di 22 Provinsi.Pada musim ke-16 ini, DBL Indonesia selaku penyelenggara meluncurkan DBL Play, aplikasi yang akan menjadi panggung bagi seluruh anak muda Indonesia untuk unjuk gigi. Azrul Ananda, CEO dan Founder DBL Indonesia, mengatakan peluncuran DBL Play adalah bagian komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan partisipasi anak muda di basket.“Prinsip kami konsisten. Bila kami terus mengembangkan partisipasi, maka partisipasi akan membiayai prestasi. Dan DBL Play akan menjadi platform untuk memperluas partisipasi anak muda di DBL,” ujar Azrul dalam peluncuran Honda DBL 2019, di Kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (23/7/2019). Tak tanggung-tanggung, di tahun awal peluncurannya, DBL Play akan langsung menyajikan ribuan konten yang membahas 1.400 lebih pertandingan Honda DBL dari Aceh hingga Papua. Ini termasuk ratusan pertandingan pilihan yang akan ditayangkan via livestream, ribuan berita dan feature dari setiap tim, sekolah, serta setiap pertandingan, juga konten-konten feature basket dan hiburan.“Honda DBL adalah panggung untuk anak Indonesia membuktikan kemampuan. DBL Play adalah panggung bagi mereka untuk berbagi se-Indonesia,” lanjut Azrul. Saat ini, siapapun bisa mengikuti langsung perkembangan basket di penjuru Tanah Air. Ada 100 livestream dari Aceh hingga Papua. Bagi yang ingin belajar teknik basket, semua dibahas dengan cara fun di DBL Play. Sedangkan bagi yang membutuhkan konten hiburan, DBL Play memiliki program DBL ‘Bajak Sekolah’ bersama Augie Fantinus.“Setiap sekolah peserta, setiap pertandingan, pasti ada berita dan fotonya. Semua juga bisa berbagi pandangan lewat kolom opini. Semua bisa diakses dari genggaman ponsel,” tutur Azrul.Sementara itu, Astra Honda Motor (AHM) selaku mitra utama penyelenggaraan liga ikut senang dengan peluncuran DBL Play.“Sudah lebih dari satu dekade Honda menjadi saksi perkembangan Honda DBL di seluruh Indonesia. Ada begitu banyak cerita positif, inspiratif, bagaimana anak muda Indonesia mengejar impian. Dan sekarang DBL Play akan bisa menjadi motor bagi cerita-cerita positif itu agar bisa menggerakkan anak-anak muda Indonesia yang lain mengejar impiannya,” cetus Andy Wijaya, Deputy General Manager PT Astra Honda Motor.Nantinya, Honda juga akan ikut berkontribusi menyajikan konten-konten yang menarik dan menginspirasi. “Honda senantiasa berbagi misi masa depan yang menginspirasi masyarakat Indonesia agar berani bermimpi, sehingga memberikan semangat untuk hidup lebih baik. Inilah semangat One Heart,” terang Andi.“Seperti apa konten yang akan kami sajikan, tunggu notifikasinya muncul di DBL Play,” tambahnya.Selain terus dekat dengan kebutuhan anak muda lewat aplikasi, DBL Indonesia juga memperluas partisipasi dengan melakukan roadshow ke lebih dari 750 sekolah. “Kami yakin bahwa anak muda sebagai pemimpin masa depan harus terus menjaga kesehatan. Lewat basket, kami ingin mengajak mereka bergerak dan olahraga dengan cara yang fun,” ungkap Masany Audri, Direktur DBL Indonesia.“Tahun ini, kami berupaya bisa menjangkau lebih dari satu juta anak muda, lewat program roadshow berkonsep student athlete ini saja,” jelas Masany.Honda DBL memang terus mengembangkan konsep student athlete. Karenanya, liga ini melarang kerjasama dengan mitra dari rokok, minuman beralkohol, dan minuman energi.Tahun ini, selain Honda (AHM), DBL Indonesia juga bekerjasama dengan UBS Gold (PT Untung Bersama Sejahtera) melahirkan kompetisi dance terbesar di Indonesia, juga dengan Toracafe (PT Torabika Eka Semesta), Teh Botol Sosro (PT Sinar Sostro), Honda mobil (PT Honda Prospect Motor), serta official supplier Ultramilk (PT Ultrajaya Milk Industri), Ardiles (PT Wangta Agung), Proteam (PT Inkor Bola Pacific), dan ViCee (PT Darya Varia Laboratoria Tbk).Disisi lain, pada 2019, pemain-pemain alumni liga-liga DBL Indonesia kembali mendominasi seleksi Timnas putra proyeksi SEA Games 2019 Filipina dan FIBA Asia Cup 2021 Qualifiers.Dari 54 pemain yang dipanggil, sebanyak 28 orang tercatat sebagai alumni. Begitu juga di Timnas putri yang saat ini tahapan seleksi telah mengerucut ke 15 pemain.Dari jumlah itu, 9 pemain adalah alumni liga di DBL Indonesia. Salah satunya adalah Rivaldo Tandra Pangestio, Honda DBL All-Star 2012 dan 2013. Alumni SMA Santu Petrus Pontianak itu mengakui Honda DBL sangat berpengaruh besar untuk karir basketnya.“Saya sendiri dari kota kecil. Kita tahu kota kecil kurang dilihat. Namun berkat DBL saya membuktikan bisa berkiprah hingga level internasional,” tutur pemain yang sempat menempati ranking satu di Indonesia FIBA 3X3 itu. Alumni DBL Indonesia di Seleksi Timnas Basket Putra: Sandy Ibrahim Aziz – SMA PSKD 1 Jakarta (Honda DBL Selection 2012) 2. Yesaya Saudale – SMAN 116 Jakarta (Champion DBL 3×3 Competition 2016) 3. Aldy Izzatur – SMAN 116 Jakarta (Champion DBL 3×3 National Competition 2016) 4. Darryl Sebastian – SMA Bukit Sion Jakarta (Honda DBL All-Star 2017 & 2018) 5. Patrick Nicholas – SMA Marsudirini Bogor (Big 8 DBL 3×3 National Competition 2015) 6. Azzriel Rallie – SMA Cita Buana Jakarta (Participants Honda DBL DKI Jakarta 2018) 7. Respati Ragil – SMA Theresiana 1 Semarang (Honda DBL All-Star 2008) 8. Andre Adriano – SMA Karangturi Semarang (Participants Honda DBL Central Java Series 2011) 9. Mario Davidson – SMA Karangturi Semarang (Honda DBL All-Star 2018) 10. Habib Titoaji – SMA Karangturi Semarang (Participants DBL 3×3 National Competition 2014) 11. Avan Seputra – SMP Petra 5 Surabaya (Participant Junior DBL East Java 2007 & 2008) 12. Vincent Rivaldi Kosasih – SMP Cita Hati East Surabaya (Champion Junior DBL Surabaya 2010) 13. William Rivaldi Kosasih – SMA Cita Hati East Surabaya (Honda DBL All-Star 2017) 14. Bartholomew Javier – SMP NSA Surabaya (Champion Junior DBL Surabaya 2017/2018) 15. Abraham Wenas – SMAN 1 Balikpapan (Best 24 Honda DBL Camp 2013) 16. Reggie William Mononimbar – SMA Rex Mundi Manado (Top 50 Honda DBL Camp 2011) 17. Yudha Saputra – SMAN 2 Cirebon (Participants Honda DBL 2014 & 2015 Bandung) 18. M. Reza Guntara – SMAN 9 Bandung (Honda DBL All-Star 2012) 19. M. Fhirdan Maulana – SMAN 9 Bandung (Honda DBL All-Star 2014 & DBL Selection 2014) 20. Andre Rorimpandey – SMA Don Bosco Bitung (Honda DBL All-Star 2013) 21. Rivaldo Tandra P – SMA Santu Petrus Pontianak (Honda DBL All-Star 2012 & 2013) 22. Steven Orlando – SMA Santu Petrus Pontianak (Top 50 Honda DBL Camp 2018) 23. I.B Ananta Wisnu – SMAN 2 Denpasar (Honda DBL All-Star 2016) 24. M. Rizal Falconi – SMAN … Read more

DBL Bajak Sekolah Episode 3, Augie Belajar Bela Diri bersama Jagoan Silat SMAN 31 Jakarta.

DBL Bajak Sekolah episode 3 terasa berbeda. Sebab, DBL Indonesia bersama Augie Fantinus mendatangi SMAN 31 Jakarta. Mereka “membajak” anak-anak ekskul pencak silat. Loh kok pencak silat? Ya, acara reality show ini memang tak hanya berkaitan dengan basket. Dalam setiap episodenya DBL Bajak Sekolah akan menonjolkan nilai cerita dari setiap sekolah yang “dibajak”. Terlepas cerita itu berkaitan dengan basket atau tidak. SMAN 31 Jakarta sudah dua kali berpartisipaisi di Honda DBL DKI Jakarta Series. Menariknya, sekolah tersebut punya banyak ekskul. Selain basket, ada juga pencak silat. Sekolah yang ada di bilangan Kayumanis, Jakarta Timur itu juga dikenal memiliki murid berprestasi di cabang silat. Itulah alasan kenapa Kak Augie membajak SMAN 31. Di episode 3 ini juga bercerita tentang salah satu anak yang memang berprestasi di bidang silat. Anak tersebut bernama Aliyaef Karzaiy Balya. Sejak kelas 5 SD, pesilat andalan SMAN 31 Jakarta sudah menyukai seni bela diri pencak silat. Berawal dari kesukaan, Alif panggilan akrabnya mulai cinta dengan silat, karena melihat sang kakak berhasil menjadi langganan juara pencak silat tingkat SMA. Sejak itu, dirinya bertekad supaya bisa berhasil seperti kakaknya. Alif sendiri fokus di dua kategori, yaitu tanding dan seni. Memasuki tingkat SMP pada tahun 2016, dirinya membuktikan konsistensi di bidang silat mampu mendulang prestasi. Dirinya keluar menjadi juara 1 tanding Jakarta Championship 5. Di tahun yang sama pula Alif berhasil menjadi runner up seni tunggal di event internasional Jakarta Pencak Silat Championship (JKTC). Torehannya medalinya terus bertambah pada event tingkat regional dan juga pertandingan antar sekolah. Rentetan prestasi yang didapat Alif bukan tanpa hambatan. Cowok berusia 16 tahun tersebut pernah jatuh terkapar dan harus menepi dari dunia silat saat kelas 8. Lututnya sempat mengalami gangguan saat dirinya bertanding. Alhasil Alif sempat absen lebih dari 3 bulan. “Aku memiliki tujuan untuk memperkenalkan budaya pencak silat di mata dunia. Saat mentalku jatuh, orang tua dan kakakku mengingatkan apa yang menjadi tujuanku. Dari situ aku bisa kembali bangkit dan kembali bertanding,” ucapnya. Sementara prestasi di tingkat SMA juga tidak kalah mentereng. Dirinya sudah berhasil meraih empat medali.  Diantaranya adalah peringkat 3 tanding Indonesian Youth & Sport. Juara 1 tanding Jakarta Pusat Champion (JPC). Lalu ada juara 1 tanding Kejuaraan Pencak Silat Jakarta Utara (KPJU), dan juara 1 seni tunggal KPJU. Namun, dirinya masih memiliki keinginan untuk bisa juara di level Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Dan satu lagi mimpinya yan masih dia kejar saat ini adalah bisa membela Indonesia di level internasional salah satunya Asian Games. Saksikan DBL Bajak Sekolah episode 3 di Channel Youtube DBL  

DBL Bajak Sekolah 2. Carmela Andrena, Awalnya Ditentang Sekarang Juara

Carmela Andrena siswi SMAN 7 Jakarta

Hobi Carmela Andrena bermain basket sempat tak mendapat dukungan orang tua. Tapi, siswi SMAN 7 Jakarta itu tetap keukeuh. Dia terus membuktikan dirinya bisa berprestasi di bidang basket. Saat itu, diam-diam Carmela terus berlatih basket untuk mengasah bakatnya. Nah, pada episode kedua DBL Bajak Sekolah ft Augie Fantinus yang tayang pada hari kamis 11 juli ini kita akan berkenalan lebih dekat dengan Carmela Andrena. Saat mulai menekuni basket, student athlete itu memang sempat tak mendapat dukungan orang tua. Orang tua siswi kelas XII itu sempat mengira basket hanya sekedar permainan biasa. Orang tua aku pernah bilang ngapain sih basket, cuma main-main doang. Kalau nanti cidera bagaimana, kenang Carmela. Keraguan orang tuanya itu coba diluruskan oleh Carmela. Gadis 17 tahun itu tak patah arang. Dia terus berlatih untuk membuktikan bahwa dari basket dirinya bisa berprestasi. Aku emang cinta sama basket. Ketika orang tua berkata seperti itu, aku curi-curi waktu buat latihan. Apalagi saat itu kan dari SD ke SMP, tuturnya. Kerja keras tak akan pernah mengkhianati hasil. Carmela pun berhasil menjawab keraguan orang tuanya. Saat usianya menginjak 13 tahun, dia mendapatkan beasiswa bersama klub Pandawa. Beranjak remaja, cewek yang ngefans Daniel Wenas itu makin menunjukkan torehan positif. Carmela dipercaya bermain untuk tim putri Porprov Jakarta Pusat, dua tahun berturut-turut. Bersama SMAN 7 Jakarta, cewek berzodiak Leo itu juga berhasil meraih juara Porkot (Pekan Olahraga Kota) pada 2019. Tak sampai di situ, Carmela juga mampu mengantarkan SMAN 7 melaju hingga babak semifinal Honda DBL DKI Jakarta Series North Region tahun lalu. Tumpukan prestasi itu tentu membuat orang tua Carmela bangga. Aku memberikan bukti bahwa di basket aku bisa berprestasi. Sekarang orang tua aku sangat mendukung. Aku yakin berkat doa mereka, aku bisa sampai di titik ini, pungkas Carmela. Penasaran dengan kisah Carmela yang didatangi Daniel Wenas?? Langsung tonton keseruannya di Youtube channel DBL

Postur Tubuh Kecil Tidak Menyurutkan Ambisi Shahnaz & Raiden Untuk Berlaga Sebagai Crosser di Belgia

Raiden Raga saat menjadi juara 1 kelas chalenge di BMX Asia Championship Thailand 2018

Raiden Raga (Putra) dan Shahnaz Mumtaz (Putri) resmi dilepas keberangkatannya oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta untuk berlaga di ajang World Championship 2019 di Zolder, Belgia untuk cabang olahraga BMX Cross U-13 Pelajar pada 19-27 Juli 2019. Mereka berdua merupakan salah satu atlet yang dilepas kepergiannya oleh kepala Dispora DKI Jakarta, Achmad Firdaus. Jelang keberangkatannya Shahnaz mengatakan bahwa walaupun postur tubuhnya lebih kecil dari lawan-lawannya nanti, tetapi Ia tidak merasa gugup sama sekali. “Saya tidak grogi untuk masalah postur karena saya punya ahli gizi, jadi dia yang ngatur protein saya, karbohidrat saya, semuanya dia yang ngatur,” kata Shahnaz di Gedung Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta, Jatinegara, Jakarta Timur. Hal ini karena Shahnaz sudah bersiap untuk ajang BMX ini selama lima bulan penuh, dan Ia yakin akan dapat bersaing dengan para atlet dari belahan dunia lain untuk meraih gelar juara dalam kategori BMX 13 tahun. “Saya mempersiapkan turnamen ini sudah lama sekitar 3 sampai 5 bulan, cuma saya sempat kena DBD, jadi latihan saya dipadatkan lagi pagi dan sore. Target saya ingin juara pertama di Belgia.” Munurut Shahnaz, Belanda dan Inggris adalah lawan terberat yang akan dihadapinya nanti, karena mereka terkenal memiliki teknis, fisik dan kecepatan yang bagus. ng bagus. “Belanda dan Inggris adalah negara yang perkembangan olahraga sepedanya itu bagus. Atletnya dari segi teknik, fisik, kecepatan, power sudah hebat,” ujar Mumtaz. Selain Shahnaz, Raiden yang akan terjun dalam dua kategori yaitu BMX Cruiser dan BMX 13 tahun juga membeberkan targetnya di kejuaraan ini untuk meraih gelar juara. Raiden dan Shahnaz adalah dua pembalap DKI Jakarta muda yang beberapa waktu belakangan ini rutin menyabet juara nasional di kategori usianya, bahkan juga mencatat prestasi nasional. Selain itu mereka juga juara internasional yang diselenggarakan secara resmi oleh Union Cycliste Internationale (UCI), organisasi sepeda kelas dunia. Sebelumnya mereka baru saja berlaga di Kejuaraan Asia BMX Championship yang diadakan di Malaysia, bulan April lalu. Disitu Shahnaz meraih juara kedua sedangakn Raiden menempati podium keempat. (IHA)

Ulang Tahun Ke 15 DBL Bajak Sekolah

Behind The Scene (BTS) episode pertama DBL Bajak Sekolah bersama Augie Fantinus di SMAN 22 Jakarta.

Tepat hari ini 4 Juli 2019, DBL Indonesia merayakan hari ulang tahunnya ke-15. Dari tahun ke tahun, DBL Indonesia terus menunjukkan konsistensinya sebagai perusahaan yang bergerak di bidang sport, youth, dan entertainment. Salah satu bukti konsistensi itu adalah penyelenggaraan kompetisi Developmental Basketball League (DBL) yang terus berkembang. Kompetisi DBL telah berhasil digelar 30 kota di Indonesia. Salah satu gebrakan terbesar dalam kompetisi ini adalah seri DKI Jakarta. Di tahun lalu, seri ibu kota terbagi menjadi 4 regional (West, North-Central, South, dan East) serta 1 seri Championship. Tentu di tahun ini DBL Indonesia bakal terus menjawab semua tantangan yang ada. Selain menyuguhkan liga basket pelajar terbesar se-Indonesia, DBL Indonesia juga turut mengapresiasi para peserta kompetisinya. Dalam rangka ulang tahun ke-15 ini, DBL Indonesia berkolaborasi dengan Augie Fantinus menayangkan episode perdana program reality show terbaru, DBL Bajak Sekolah. Episode perdana DBL Bajak Sekolah ini sangat terasa spesial. Sebab, DBL Indonesia memberikan hadiah kepada salah satu siswa spesial di SMAN 22 Jakarta. Konsep reality show ini memang akan menonjolkan nilai cerita dari setiap sekolah yang “dibajak. Nah, sekolah pertama yang dibajak oleh Augie Fantinus adalah SMAN 22 Jakarta. Pada episode perdana tersebut, DBL Bajak Sekolah menceritakan salah satu siswa spesial bernama Septian. Dia memiliki mimpi besar untuk bermain di Liga DBL DKI Jakarta Series. Septian ingin membuktikan bahwa tekad dan kerja keras merupakan kunci utama untuk mengejar mimpi. Dia paling pertama datang kalau tim kami latihan. Saya salut sama dia. Meski kondisinya ‘spesial’ dia menunjukkan tekad dan kerja keras kepada tim, ujar Putra, pelatih SMAN 22 Jakarta. Bukan hanya itu, Septian juga memiliki cita-cita membangun Gelanggang Olahraga (GOR). Alasannya sederhana, dirinya ingin semua orang bisa bermain basket. Aku ingin membantu semua orang biar bisa bebas latihan kapan aja di GOR yang aku buat, pungkas siswa kelas X tersebut. Simak keseruan DBL Bajak Sekolah disini: