Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series, Dua Delapan-Buksi Back-to-Back Champion

Suasana final party Honda DBL 2019 DKI Jakarta Championship Series di GOR Soemantri.

GELARAN Honda Developmental Basketball League (DBL) 2019 DKI Jakarta Series mencapai puncaknya, Sabtu malam kemarin (26/10). Lebih dari empat ribu penonton secara bergantian dengan tertib memenuhi GOR Soemantri Brodjonegoro Kuningan, Jakarta Selatan. Mereka ikut menjadi saksi menyambut champion putra dan putri liga basket pelajar terbesar tanah air Seri Ibu Kota. Para penonton pun turut larut dalam euforia final party Honda DBL 2019 DKI Jakarta Championship Series. Laga puncak ini dikemas secara istimewa oleh DBL Indonesia selaku penyelenggara. Melalui permainan lights show, pemutaran video melalui drop screen yang digantung di langit-langit GOR Soemantri Brodjonegoro, serta giant screen yang membentang lapangan basket. Sesi pengenalan tim juga makin terasa berkelas, karena para pemain dan ofisial keluar dari lorong penuh LED. Partai puncak Seri Ibu Kota ini dibuka dengan final putri mempertemukan SMAK 1 Penabur melawan SMAN 28 Jakarta. Duel antara Kriza (julukan SMAK 1 Penabur) yang berstatus champion West Region, dengan Dua Delapan (julukan SMAN 28) yang berpredikat champion West Region ini menyuguhkan permainan seru. Selama empat kuarter bergulir, SMAN 28 berhasil mendominasi permainan dan keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 70-41. Kriza memberi perlawanan sengit lewat sang kapten, Stephanie Wijaya. Student athlete berusia 17 tahun itu membukukan double-double lewat kontribusi 18 poin dan 15 rebound. Namun, penampilan cemerlangnya tak mampu mengantarkan kemenangan bagi Kriza. Sebaliknya, Dua Delapan tampil lebih solid, karena memiliki trio pemain andalan yang juga bermain impresif. Ketiga pemain itu adalah Sophia Rebbeca, Christabel, dan Keisha Hasna. Forward Sophia berhasil membukukan double-double lewat sumbangan 25 poin dan 11 rebound. Menyusul sang kapten SMAN 28, Christabel, yang juga membukukan double-double dengan sumbangan 14 poin dan 12 rebound. Kemudian Keisha Hasna juga ikut menorehkan 17 poin, 8 rebound dan 4 steal bagi Dua Delapan. Tak ayal, Dua Delapan sukses mempertahankan predikat Ratu Ibu Kota. Tim polesan Syafiq Ali Barawas ini berhasil menorehkan back-to-back champion alias juara dua musim berturut-turut. Menyamai rekor yang pernah dicatatkan tim putri SMAN 3 Jakarta, pada musim 2013 dan 2014 silam. ”Pasti happy lah, karena SMAN 28 bisa back-to-back champion. Karena dalam sejarah Honda DBL DKI Jakarta Series sudah pernah ada yang meraih ini, tahun depan kami bertekad mau buat sejarah baru dengan triple back champion!” ungkap Syafiq Ali Barawas, head coach SMAN 28 Jakarta. Sementara itu, laga sengit tersaji pada perebutan gelar putra. Mempertemukan juara bertahan Seri Ibu Kota sekaligus jagoan West Region, SMA Bukit Sion. Menghadapi SMAN 71 Jakarta yang berstatus juara East Region. Trofi champion akhirnya berhasil dipertahankan oleh Buksi, lewat keunggulan tipis, 62-59. Buksi menyusul tim putri SMAN 28 Jakarta, mencatatkan back-to-back champion. Sejak tip-off, kedua tim saling berbalas mencetak angka. Buksi (julukan SMA Bukit Sion) unggul tipis 17-16 pada kuarter pertama. Keunggulan mereka melebar menjadi 32-27 pada akhir kuarter kedua. Setelah istirahat halftime, Sapta Eka (julukan SMAN 71) bangkit dan mengejar, hingga berbalik unggul 45-39 menutup kuarter ketiga. Mental juara anak-anak Buksi berbicara. Pada kuarter terakhir mereka kembali unggul. F1rst Juara UBS Gold Dance Competition Ibu Kota KEMERIAHAN final party kemarin juga dihibur penampilan Best 5 UBS Gold Dance Competition. Mereka tampil kembali pada malam puncak, untuk menentukan siapa tim dance terbaik. Adalah tim dance F1rst dari SMAK 1 Penabur Jakarta yang terpilih sebagai yang terbaik. Mereka berhak mewakili DKI Jakarta untuk bersaing kembali pada National Championship UBS Gold Dance. Tiga juri yang menilai penampilan para tim dance di final kemarin adalah Erwin Suganda selaku Creative Director PT Untung Bersama Sejahtera, Aziz Hasibuan selaku General Manager dari DBL Indonesia, dan Yessy Hutabarat selaku Co-Founder dan Artistic Director dari United Dance Works. Posisi kedua terbaik direbut oleh timdance SMK Santa Maria (DSMJ), dan SMA Labschool Rawamangun (Divinity) pada urutan ketiga. Selain itu ada juga prnyerahan penghargaan Best Costume yang diraih oleh SMK Santa Maria. Serta penghargaan Most Favorite yang diraih oleh SMA Cita Buana dan SMAN 71 Jakarta.

Sanur Panaskan Grup B Serta Honda Developmental Basketball League 2019

SANUR PANASKAN GRUP B

Tensi persaingan sektor putri Grup B Honda Developmental Basketball League (DBL) 2019 DKI Jakarta Championship Series memanas. Menyusul hasil dari dua laga krusial yang berlangsung Senin (21/10) kemarin di GOR Soemantri Brodjonegoro. Melakoni game pertama, runner-up North Region SMA Santa Ursula berhasil menaklukan perlawanan sengit SMA Dian Harapan dengan skor tipis 28-27. Sementara itu, juara bertahan musim lalu, SMAN 28 Jakarta, resmi mengunci satu tiket semifinal usai mengalahkan SMA Labschool Rawamangun. Dengan begitu, di Grup B hanya tersisa satu tiket semifinal yang akan diperebutkan oleh tiga tim. Yaitu, Sanur (julukan SMA Santa Ursula), Labsraw (julukan SMA Labschool Rawamangun), dan Zebaoth (SMA Dian Harapan). Posisi klasemen sementara Grup B hingga laga kemarin usai, menempatkan SMAN 28 pada puncak klasemen sementara. Dua Delapan (julukan SMAN 28 Jakarta) mengemas 4 poin hasil dari dua kemenangan. Diikuti Sanur di peringkat kedua dengan koleksi 2 poin dari satu laga. Lalu Zebaoth pada peringkat ketiga dengan 2 poin dari dua laga. Serta Labsraw di dasar klasemen dengan 1 poin dari satu laga. Ketiga tim tersebut masih sama-sama memiliki kans untuk lolos ke babak selanjutnya. Sanur tampil cukup meyakinkan pada laga kemarin saat berjumpa Zebaoth. Ivy Florentia, center andalan Sanur mencatatkan double-double pada game ini. Student athlete berusia 15 tahun membukukan 11 poin dan 13 rebound. Center yang bermain selama 31 menit 45 detik ini juga dapat membaca pergerakan lawan dengan baik. Terbukti dari 3 steal yang dilakukannya untuk menghentikan penguasaan bola lawan. Kemenangan melawan Zebaoth menjadi modal bagi Sanur. Sebab, pada laga hari ini (22/10) Sanur akan berjumpa Labsraw. Pertandingan ini merupakan laga hidup mati bagi kedua tim. Seandainya Sanur menang, tim besutan Ipung bisa dipastikan melenggang ke semifinal menemani SMAN 28. Sebaliknya, jika Labsraw yang menang, penentuan siapa yang lolos semifinal akan ditentukan dari hasil masing-masing tim pada game ketiga. Pelatih Sanur turut mengomentari jalannya pertandingan tim asuhnya kontra Zebaoth. “Anak-anak masih terlalu buru-buru dan kurang sabar mainnya. Terlebih skuad Dian Harapan secara individu punya kemampuan yang baik sera spirit yang tinggi. Tapi, syukurnya anak-anak punya tekad untuk memenangkan laga,” ungkap coach Ipung. Pada laga terakhir nanti Sanur akan berjumpa SMAN 28. Sementara Labsraw sendiri bakal meladeni Zebaoth di laga terakhirnya pada hari Rabu (23/10) besok. Diantara ketiga tim yang berebut satu tiket semifinal tersisa dari Grup B, peluang Zebaoth terbilang tipis setelah dua kali menelan kekalahan. Nasib mereka bergantung dari laga Sanur versus Labsraw hari ini. (*) CC Susah Payah Tundukkan Galan PERJUANGAN ekstra keras harus dilakoni tim putra SMA Kolese Kanisius demi meraih kemenangan perdana mereka. Pasukan CC (julukan SMA Kolese Kanisius) harus susah payah menaklukkan perlawanan sengit SMAN 39 Jakarta pada lanjutan Grup A Honda DBL 2019 DKI Jakarta Championship Series Senin (21/10). Anak-anak CC akhirnya selamat dari perlawanan tangguh Galan (julukan SMAN 39 Jakarta), dengan hasil akhir 39-31. Kemenangan ini menjadi modal positif bagi CC untuk bersaing memperebutkan slot tiket semifinal dari persaingan sengit Grup A. Sementara itu, akibat menderita kekalahan ini, nasib lolos atau tidaknya Galan akan ditentukan dari hasil laga pemungkas mereka menghadapi juara bertahan SMA Bukit Sion. Kedua tim (CC dan Galan), sama-sama tampil agresif sejak tip-off. Namun, CC lebih produktif mengemas angka. CC membuka keunggulan melalui forward Ryan Judistira Gani melalui lay up yang ia lakukan dengan baik. Tak lama kemudian, guard CC, Nicolas Alexander, menambah keunggulan timnya. CC unggul sembilan angka tanpa balas berkat tembakan three points sempurna dari guard Alexander Jason. Galan juga sempat menciptakan three points di kuarter ini melalui forward Muhammad Hanif Raihan. Kuarter pertama berakhir dengan skor 11-4 untuk keunggulan CC. Tim besuan Rizky Djauhariansyah makin trengginas. Mereka meninggalkan Galan, 11 poin berhasil diciptakan oleh CC di kuarter kedua. Selepas halftime, Galan mencoba mengejar. Pola permainanan mereka mulai terbentuk. Achmad Al Djufri, membuka poin pertama bagi Galan di kuarter ketiga melalui lay up. Hanya saja mereka belum bisa konsisten. Center Galan, Ammar dan forwarda Muhammad Hanif Raihan terpaksa meninggalkan lapangan akibat terkena fouled out pada pertengahan kuarter keempat. Hal ini dimanfaatkan CC dengan baik. Satu free throw Nicolas Alexander menjadi poin penutup bagi CC sekaligus mengunci kemenangan perdana mereka di Grup A. Kemenangan CC membuka persaingan Grup A semakin ketat. Pada laga hari ini CC bakal menjajal wakil Jaksel, SMA Cita Buana. Sementara Galan harus melakoni laga berat saat jumpa juara bertahan, SMA Bukit Sion. Nasib Galan juga ditentukan hasil dari laga Cibun (julukan SMA Cita Buana) kontra CC. Seandainya Galan kalah dari Buksi dan CC menang atas Cibun, mereka dipastikan angkat koper dari babak Championship Series. (*)

Trio Mematikan 28 Di Honda DBL 2019 DKI Jakarta Championship

CHRISTABEL

Juara bertahan Honda DBL Seri Ibu Kota, tim putri SMAN 28 Jakarta tampil garang. Tim polesan Syafiq Barawas ini mengawali laga perdana mereka pada Grup B Honda DBL 2019 DKI Jakarta Championship Series dengan sempurna. Putri Dua Delapan (julukan SMAN 28 Jakarta) sukses menundukkan runner-up West Region, SMA Dian Harapan, dengan skor akhir 49-17, di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Sabtu (19/10) kemarin. Mengandalkan trio andalannya, Sophia Rebecca, Christabel, dan Keisha Hasna, eksplosivitas Dua Delapan sangat merepotkan Zebaoth (julukan SMA Dian Harapan). Sejak kuarter pertama hingga akhir, kombinasi ketiga pemain itu silih berganti menebar teror bagi lawan. Poin pertama SMAN 28 dibuka oleh kapten mereka, Christabel. Pemain bernomor punggung 9 itu menceploskan bola melalui two points and one untuk membawa unggul timnya. Center dengan tinggi 174 sentimeter itu menutup laga membukukan double-double dengan catatan 17 poin dan 15 rebound. Di sisi lain, forwarda andalan SMAN 28 Keisha Hasna menjadi penyumbang poin kedua terbanyak bagi timnya. Student athlete berusia 15 tahun itu mampu mengemas 12 poin bagi SMAN 28 selama bermain 22 menit 19 detik bagi SMAN 28. Aksi Keisha juga merepotkan lawan, dirinya kerap merangsek masuk ke dalam pertahanan Zebaoth. Terbukti dari catatan field goalsnya yang mencapai 31,3 persen. Daya gedor SMAN 28 juga makin mengerikan setelah Sophia kembali ke skuad tim. Sempat absen selama gelaran seri Jaksel lalu, Sophia kembali dengan kontribusi yang moncer. Mengawali laga perdananya pada musim ini bersama SMAN 28, forwarda andalan SMAN 28 itu menceploskan 11 poin bagi timnya. MVP Honda DBL DKI Jakarta Series tahun lalu itu juga membukukan 4 steal selama bermain 27 menit 50 detik bagi timnya. Ketiga pemain SMAN 28 ini benar-benar merepotkan barisan Zebaoth. SMAN 28 memang menguasai jalannya laga. Tapi, spirit juang srikandi Zebaoth patut diacungi jempol. Tim asal Kalideres itu bisa merepotkan SMAN 28 pada awal laga. Semangat mereka juga tidak pupus hingga memasuki akhir pertandingan. Kontribusi lebh diperlihatkan dua pemain Zebaoth, Clarenchia dan Casyalie yang masing-masing mencetak 7 poin dan 5 poin bagi Zebaoth. Meski meraih hasil positif, pelatih SMAN 28 Syafiq Barawas mengaku belum puas. Apalagi ketika anak didiknya sempat keteteran karena harus menghadapi lawan (SMA Dian Harapan) yang memiliki daya juang tinggi. “Anak-anak masih buru-buru. Banyak buat turnover, jadinya lawan masih bisa mencuri poin dari kami,” ucapnya. Kemenangan SMAN 28 ini membawa mereka menempati puncak klasemen sementara Grup B dengan torehan 2 poin. SementaraSMA Dian Harapan terdampar di posisi bawah klasemen. Kedua tim akan melakoni laga keduanya pada besok Senin (21/10). SMAN 28 bakal berjumpa champion East Region, SMA Labschool Rawamangun. Sementara SMA Dian Harapan akan menjajal kekuatan runner-up North Region, SMA Santa Ursula. Galan Bungkus Kemenangan Perdana HASIL positif diraih tim putra SMAN 39 Jakarta, Sabtu (19/10). Melakoni laga perdana mereka pada Grup A Honda DBL 2019 DKI Jakarta Championship Series, Galan (julukan SMAN 39 Jakarta) yang berstatus runner-up East Region berhasil mengalahkan Cibun (julukan SMA Cita Buana) dengan skor 54-30. Duo andalan Galan, Muhammad Hanif Raihan dan Muhammad Farras, tampil impresif pada laga ketat ini. Hanif memimpin rekan-rekannya dengan donasi 18 poin. Forward dengan jersey nomor 36 ini juga membukukan 5 rebound dan 4 steal bagi Galan. Disusul oleh Farras dengan tambahan 11 poin. Dari Cibun, Azriel kembali membukukan double-double setelah mencetak 15 poin dan 15 rebound. Sayang, penampilan impresif big man dengan tinggi 202 sentimeter itu tak mampu mengantarkan kemenangan bagi timnya. Ini adalah kekalahan kali kedua yang harus diderita SMA Cita Buana. Bagi Galan, kemenangan ini membawa angin segar bagi tim besutan Christian Poltak untuk melanjutkan langkah ke semifinal. Pasalnya, mereka masih meyimpan dua laga. Tim asal Cijantung itu akan menjamu champion North Region SMA Kolese Kanisius besok, Senin (21/10). Dan pada laga terakhir Grup A, Galan akan berjibaku menghadapi SMA Bukit Sion. (*)

Opening Party Honda DBL 2019 DKI Jakarta Championship

Suasana opening party Honda DBL 2019 DKI Jakarta Championship Series di GOR Soemantri kemarin.

Buksi Langsung Unjuk Gigi JUARA bertahan putra Honda DBL DKI Jakarta, SMA Bukit Sion mengawali langkah mereka dengan mulus. Tim sekolah asal Jakarta Barat berjuluk Buksi ini menang 65-29 atas runner-up South Region, SMA Cita Buana. Pada laga perdana Grup A Honda DBL 2019 DKI Jakarta Championship Series di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jumat kemarin (18/10). Sejak kuarter pertama pertandingan, kedua tim sama-sama menunjukkan permainan agresif. Buksi berhasil membuka keunggulan melalui satu free throw dari garda Aaron Nathanael. Setelah poin pertama tersebut, Buksi kembali menciptakan poin-poin yang membawa mereka unggul lima angka atas Cibun. Tak mau tertinggal, Cibun (julukan SMA Cita Buana) mencoba bangkit. Tim asal Jagakarsa itu mencoba keluar dari tekanan Buksi. Guard Cibun, Rafael Adwel berhasil memanfaatkan kesempatan two points and one dengan sangat baik. Pemain nomor punggung 26 tersebut kemudian mampu mengeksekusi lesatan three points dengan sempurna. Meski terus memangkas, Cibun belum mampu mengimbangi permainan Buksi. Kuarter pertama menjadi milik Buksi dengan skor 17-9. Dominasi Buksi mulai ditunjukkan pada kuarter kedua pertandingan. Juara West Region ini mampu menambah pundi-pundi poin guna meninggalkan Cibun. Banyaknya turnover yang dilakukan Cibun mampu dimanfaatkan dengan baik oleh para punggawa Buksi. Serangan fastbreak cepat membuahkan poin mudah bagi mereka. Buksi unggul 29-15 atas Cibun di akhir paruh awal pertandingan. Usai halftime, permainan Buksi semakin menyulitkan Cibun. Sebanyak 20 poin berhasil diciptakan oleh tim asal Kebon Jeruk ini. Tidak hanya dari sisi offense, defense Buksi pun tampak kuat. Forward Buksi, Nicholas Davin, sempat melakukan blocked shot ketika guard Cibun, Rafael melakukan fastbreak. Pemain nomor punggung 9 tersebut juga berhasil menciptakan three points yang menambah keunggulan Buksi menjelang akhir laga. Di akhir kuarter ketiga, Buksi unggul jauh dengan skor 49-28. Pada kuarter pamungkas, Buksi tetap menunjukkan permainan terbaik mereka walaupun telah unggul jauh. Buksi hanya memberi kesempatan bagi Cibun untuk menciptakan satu poin di kuarter keempat. Poin tersebut diciptakan oleh Azriel Ralie melalui free throw. Dengan tambahan 16 poin di kuarter ini, Buksi berhasil mengunci kemenangan pertama mereka di Championship Series Grup A. Nicholas Davin tampil sebagai pemain paling produktif bagi Buksi. Dengan kontribusi 16 poin, serta 3 rebounds. Sementara dari Cibun, Azriel Ralie mendominasi dengan sumbangan 13 poin disertai 9 rebounds. “Mainnya masih kurang, masih under performed. Tadi jelek mainnya, bahaya untuk ke depannya melawan tim-tim yang lebih tangguh. Defense kita masih gampang dilewatin tadi,” ujar Coach Jap Ricky Lesmana, pelatih Buksi. (*) SAVIRA MULUSKAN LANGKAH SEVENTY Cetak Double-Double, 12 Poin dan 11 Rebound MELAKONI laga perdana di Opening Party Honda DBL 2019 DKI Jakarta Championship Series tidak membuat tim putri SMAN 70 Jakarta demam panggung. Seventy (julukan SMAN 70) justru tampil trengginas pada pertandingan pertamanya di Grup A. Shavira Alifa dkk menang meyakinkan atas lawannya. Runner-up South Region itu menundukkan juara North Region, SMAN 1 Jakarta dengan skor 46-19. Tak hanya sukses memerankan sebagai kapten tim, Savira juga bermain gemilang pada laga kemarin (18/10). Ia mengemas double-double dengan torehan 12 poin dan 11 rebound. Tambahan poin itu menggenapkan koleksi poin Savira menjadi 68 poin sepanjang dirinya membela Seventy di musim ini. Selain, Savira, garda Seventy Sabrina Shafwa juga tampil impresif sepanjang 26 menit 28 detik. Dirinya mampu menceploskan 14 poin bagi Seventy. Student athlete berusia 16 tahun itu juga menyumbangkan 7 rebounds serta 1 assist. Kuarter pertama berjalan cukup ketat. Srikandi Boedoet (julukan SMAN 1) memberikan perlawanan pada Seventy. Kuarter pertama berakhir tipis untuk keunggulan Seventy. Pada kuarter selanjutnya, tim asal Bulungan itu menjauh. Saat pertengahan kuarter kedua inisiden sempat terjadi kala center Boedoet Valencia Rosaline Young harus ditarik karena mengalami cedera. Boedoet kehilangan rebounder-nya. Semenjak itu Seventy terus mendulang poin dan selalu unggul tiap kuarternya. Mereka berlari menjauh dari Boedoet hingga menutup keunggulan dengan skor 46-19. Kekalahan dari Seventy ini membuat Boedoet harus tampil maksimal pada laga keduanya. Aza Magdalena dkk bakal menjajal kemampuan runner-up East Region, SMAN 21 pada pertandingan yang berlangsung hari ini. Sementara Seventy mampu memuncaki klasemen sementara Grup A dengan koleksi 2 poin serta margin plus 27. Sabrina bersyukur atas kemenangan perdana timnya. Baginya ini modal awal untk melangkah jauh. “Aku hanya ingin menampilkan yang terbaik untuk tim. Berusaha semaksimal mungkin. Kami harus main tanpa beban pada laga selanjutnya,” ungkap Sabrina usai laga. Pertandingan lainnya yaitu: SMAN 28 Jakarta vs SMAN 71 Jakarta SMA Dian Harapan vs SMAK 5 Penabur

Galan Bertahan Via Double Overtime

Tim putra SMAN 39 Jakarta mampu bertahan dalam persaingan ketat Honda Developmental Basketball League (DBL) 2019 DKI Jakarta Series – East Region. Bahkan, tim berjuluk Galan ini sukses melenggang ke fase semifinal. Keberhasilan itu tidak didapat dengan mudah. Tim sekolah yang bermarkas di daerah Cijantung itu harus bekerja ekstra demi menyingkirkan lawannya, SMAN 59 Jakarta. Dalam laga super seru di GOR Pulogadung, Rabu kemarin (2/10). Melalui drama double overtime, atau dua kali babak tambahan waktu, Galan akhirnya berhasil menumbangkan Smalix (julukan SMAN 59), dengan skor akhir 53-48. Secara head to head kedua tim sudah pernah bersua pada musim lalu (2018). Kala itu, Galan berhasil menjinakkan Smalix. Pada pertemuan di fase perempatfinal musim ini, lagi-lagi Galan kembali sukses menaklukan rivalnya itu. Smalix sejatinya adalah tim yang lagi naik daun musim ini. Mereka sukses menembus perempatfinal, usai menyingkirkan lawan-lawan yang berstatus unggulan. Smalix berhasil menumbangkan juara East Region musim lalu, SMAN 21 Jakarta pada babak awal. Setelah itu, giliran SMA Labschool Rawamangun yang menjadi korban kegarangan punggawa Smalix. Tim asal Duren Sawit itu juga sempat merepotkan Galan pada laga kemarin. Apalagi pada awal kuarter para punggawa Galan terlihat bermain dengan tergesa-gesa. Passing yang dilakukan pada paint area kurang efektif. Meski mereka akhirnya bisa mencuri satu poin pertama berkat tembakan free throw dari center Galan, Ammar A.S. Para punggawa Galan mencoba bermain set play dan bermain dengan tempo. Mereka lebih sabar setelah beberapa peluang gagal dikonversi menjadi poin. Galan menutup kuarter pertama dengan keunggulan skor 10-6. Tertinggal di kuarter pertama Smalix tetap tampil ngotot demi merebut satu tiket semifinal. Soni Dewantoro dkk terus mencoba menggedor lini pertahanan Galan. Perlawanan Smalix semakin kencang terutama saat menginjak kuarter ketiga dan keempat. Tim besutan Mario Hutapea itu mampu memangkas ketertinggalan. Drama pun mulai terjadi saat Galan memimpin dengan skor 35-34. Memasuki 20 detik terakhir Smalix mendapat free throw. Satu poin berhasil dikonversi oleh guard benomor punggung empat, Muhammad Irbah. Kedudukan berubah menjadi 35-35. Smalix paksa Galan untuk melanjutkan pertandingan via overtime alias babak tambahan. Guard Smalix, Fajar Dwi membuka keunggulan bagi Smalix pada menit pertama babak tambahan. Tak lama berselang guard Galan, Achmad Al Jufri membalas lewat dua poin free throw skor kembali imbang 37-37. Galan terlihat lebih mendominasi pada overtime pertama ini. Mereka unggul 41-37. Namun dominasi tersebut tak bertahan lama. Smalix justru berbalik unggul melalui three point dari Fajar Dwi dan dua poin Ramzy untuk merubah skor menjadi 42-41. Beruntung M.Hanif, forward Galan mampu menyamakan kedudukan pada 10 detik akhir pertandingan. Skor kedua tim imbang 42-42, laga pun berlanjut ke overtime yang kali kedua. Galan akhirnya mampu menunjukkan keunggulan mental dan fisiknya pada babak tambahan kedua. Sementara itu, Smalix justru kehilangan salah satu pemain andalannya, Soni Dewantoro, karena harus menerima foul out. Galan pun berlari meninggalkan Smalix. Mereka mampu melesat dengan tambahan 11 poin dan menutup laga dengan keunggulan 53-48 atas lawannya. Menurut coach Galan, Christian Poltak babak overtime pada pertandingan kemarin sangat menegangkan. ”Pertandingan yang luar biasa menegangkan. Saya bersyukur dengan hasil ini, dan bisa belajar apa saja yang menjadi kekurangan kami. Salah satunya, anak-anak terlalu banyak membuang peluang dari free throw,” komentar Christian Poltak, pelatih Galan. (*) Kampanyekan Lawan Body Shaming   Tak  hanya penampilan koreografi apik dan menawan yang ditunjukkan oleh tim dance SMAN 39 Jakarta. Saat mendapat kesempatan perform mendampingi tim basket putranya, di GOR Pulogadung, Rabu (2/10) kemarin. Kontestan UBS Gold Dance Competition 2019 ini juga mengirim pesan kampanye melawan body shaming. Perilaku mengomentari fisik diri sendiri atau orang lain, yang marak dilakukan anak milenial belakangan ini. Tampil dengan mengusung karakter Belle, salah satu Disney Princess yang dikenal melalui film Beauty and The Beast, tim dance SMAN 39 benar-benar all out dalam membawakan konsep. Baik dalam alunan musik pengiring, properti yang digunakan, hingga plot dalam film tersebut. Dengan jalan cerita menyesuaikan film Beauty and The Beast, White Shadow Dance Crew (julukan tim dance SMAN 39) mengajak audience agar tak melakukan body shaming. Dalam tariannya, salah satu personel memerankan putri Belle dengan kostum warna kuning. Sedangkan personel lainnya menggunakan kostum biru merupakan villain serta bisa juga dikatakan dayang-dayang dari Belle. Satu personel putra, memerankan The Beast atau si buruk rupa. “Kami membawa pesan tersendiri supaya mereka juga mengerti bahwa body shaming itu nggak baik. Jangan berteman dengan seseorang karena secara rupa dia cantik ataupun ganteng. Berteman dengan orang-orang yang baik dan bisa menerima kita apa adanya,” ungkap leader White Shadow Dance Crew, Ekalina Rahayu. Lebih lanjut Ekalina dan tim juga berharap orang-orang yang menyaksikan penampilannya bisa mengerti bahwa mereka tidak hanya tampil untuk menghibur saja. “Kami berharap dengan tarian kami ini, para penonton bisa memahami betul jalan cerita dari Putri Belle ini,” ucap siswi kelas XI tersebut.

Sukses Terapkan Run and Gun, Ababil Kuasai Pertandingan

Rusdy, Guard SMA Al-Ma’ruf (tengah) melakukan jump shoot untuk menambah pundi-pundi poin bagi timnya saat berjumpa dengan SMAN 14 Jakarta pada lanjutan Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-East Region, Minggu (29/9).

Permainan run and gun tim putra SMA Al-Ma’ruf berhasil meredam kegarangan SMAN 14 Jakarta. Tim asal Ciracas itu menaklukan Fourteen (julukan SMAN 14) dengan skor akhir 42-28 pada hari ketiga Honda DBL (Developmental Basketball League) 2019 DKI Jakarta Series-East Region, Minggu (29/9) kemarin. Penyerangan Run and Gun yang diterapkan para punggawa Ababil (julukan SMA Al-Ma’ruf) sangat membuat tim lawan kewalahan. Hasil ini membawa Ababil nyaman melaju mulus ke babak perempatfinal. Baik Al-Ma’ruf ataupun Fourteen sudah mencicipi ketatnya Honda DBL seri Ibu Kota tahun lalu. Musim ini merupakan tahun kedua Ababil ambil bagian di Honda DBL seri Jaktim. Tahun lalu perjalanan tim besutan Angga Muhammad Rhamdani terhenti pada babak semifinal usai takluk dari SMAN 61. Sementara Fourteen harus puas terhenti pada babak awal penyisihan East Region kandas dari SMAN 39. Dengan permainan cepat, Ababil tampil dominan sejak kuarter awal pertandingan. Fourteen sebenarnya tidak kalah tanpa perlawanan. Mereka sempat beberapa kali mengancam pertahanan Ababil. Guard Fourteen, Dhafin Shaffah berhasil melesatkan empat tembakan three points dengan sempurna di pertandingan kali ini. Meski demikian, Ababil rupanya terlalu kuat untuk dikalahkan. Sejak poin pertama yang diciptakan oleh guard Ababil, Rusdy tim asal Ciracas itu terus menggempur pertahanan Fourteen dengan tempo yang cepat. Pemain bernomor punggung 1 itu menorehkan 6 poin sebelum jeda half time. Hal itu membuat repot lini pertahanan Fourteen. Pada akhir paruh awal pertandingan, Ababil sudah unggul delapan angka atas Fourteen dengan skor 23-15. Selepas jeda halftime, Ababil dan Fourteen sama-sama menyajikan permainan yang ngotot. Kedua tim tidak ada yang mau mengalah, demi menjaga asa mengarungi perjalanan panjang di wilayah Jakarta Timur. Bukan hanya Rusdy saja yang kerap mendulang poin bagi timnya. Bagas Anggit juga menebar ancaman bagi pertahanan Fourteen. Forawarda Ababil itu mencetak 10 poin dan 3 rebounds bagi timnya pada pertandingan kemarin. Rusdy sendiri membukukan 9 poin, 2 rebounds, dan 3 steal. Pada dua kuarter terakhir Ababil semakin menekan Fourteen. Berkali-kali fastbreak yang dilancarkan Dandy Haryo Bimob berbuah angka bagi timnya. Dengan tambahan 19 poin Ababil berlari meninggalkan pesaingnya, Ababil menutup kemenangan meyakinkan dengan skor 42-28 atas Fourteen. Bagi pelatih Ababil, Angga Muhammad Rhamdani pada pertandingan kemarin, tim besutannya berhasil menerapkan offense run and gun yang selama ini menjadi andalannya. Namun dia mengharapkan para pemain Ababil untuk mampu mengatur tempo dengan lebih baik ke depannya. “Kalau untuk bermain cepat emang itu tipikal permainan kita. Tapi anak-anak belum bisa mengatur ritme permainan. Masih terpancing emosi,,” jelas pelatih berusia 31 tahun itu. () EVANDER TAMPILKAN KETANGGUHAN MULAN Penampilan menakjubkan nan enerjik selalu datang dari para tim dance yang mengikuti kompetisi UBS Gold Dance Competition wilayah Jakarta Timur. Kali ini tim dance putri SMAN 39 Jakarta yang kegiliran membuat kagum seisi GOR Pulogadung pada saat tampil di UBS Gold Dance Competition kemarin (29/9). Evander (nama tim dance SMAN 39) tampil dengan menggunakan kostum ala putri Shanghai. Dengan warna dasar merah bermotif coklat serta aksen kuning cerah pada bagian kerah dan ikat pinggang. Pada bagian outfit atasan dan celananya mereka juga menambahkan motif bordiran bunga yang cantik. Di tengah penampilannya, para anggota Evander melepas kostum pertamanya. Mereka mendadak tampil serba hitam dengan bawahan merah, layaknya pejuang wanita. Tema yang diusung Evander ini adalah putri Mulan. Seperti yang diketahui banyak orang bahwa Mulan ini merupakan seorang karakter Disney Princess yang menjadikan dirinya seorang prajurit demi menolong Ayahanda tercintanya. Evander pun memiliki misi yang sama. Arghea Nurazlia dan tim sengaja membawa tema Mulan. Dengan harapan bahwa stigma mengenai perempuan yang dikatakan lemah bisa terhapus. Karena pada kenyataannya perempuan di masa lalu dan masa kini sama-sama mempunyai peranan besar pada kehidupan. Mereka juga ingin menunjukkan bahwa Mulan merupakan seorang perempuan yang tangguh dan berani bisa dijadikan sebagai panutan. Meski konsep mereka tidak terlalu dominan menggunakan alur cerita Mulan, Evander mampu membuat penampilan semegah mungkin dengan genre modern dance. Sebagai tambahan demi memaksimalkan penampilannya tersebut, Evander menambahkan payung, tongkat dengan lambang UBS, juga sebuah kipas kertas dan tidak lupa backdrop bertuliskan Mulan yang mereka buat sendiri. “Effort untuk UBS Gold Dance Competition tahun ini cukup besar. Kami membuat kostum. Kami persiapkan koreografi agar sesuai dengan tema yang kami ambil,” ungkap leader Evander, Arghea Nurazlia. Dengan effort yang besar mereka berharap bisa mendapatkan posisi yang terbaik di kompetisi kali ini. ()

Jaktim Juga Meriah, Putri Labsraw Melenggang Mulus

Laga ketat terjadi antara tim putra SMAN 22 Jakarta kontra SMAN 31 Jakarta padapertandingan Opening Party Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-East Region Jumat (27/9) di GOR Pulogadung, Jakarta Timur.

OPENING party Honda Developmental Basketball League (DBL) 2019 DKI Jakarta Series-East Region mendapat sambutan meriah dari warga Jakarta Timur. Suporter dari masing-masing sekolah saling berlomba memberi dukungan bagi tim kebanggaan, Jumat (27/9) kemarin. GOR Pulogadung pun sampai tak mampu menampung antusiasme mereka. Hingga memaksa setiap kelompok suporter harus bergiliran masuk dan keluar, sesuai dengan sekolah yang bertanding. Empat laga ketat tersaji pada hari pertama regional Jakarta Timur ini. Dibuka oleh oleh pertandingan sengit sektor putri. Mempertemukan tim basket SMA Lab school Rawamangun kontra SMAN 53 Jakarta. Tiga laga berikutnya menyajikan persaingan sengit dari sektor putra. Tim basket putri Labsraw (julukan SMA Lab school Rawamangun) akhirnya berhasil melewati laga perdana dengan mulus. Mereka berhasil mengatasi perlawanan sengit Leega (julukan SMAN 53) dengan keunggulan 28-21. Labsraw harus tertinggal lebih dahulu dari Leega melalui medium shot guard, Alifia Azzahra. Tim asal Rawamangun, itu juga masih kesulitan mencetak angka di kuarter awal. Terbukti, Labsraw hanya unggul 4-2 atas lawannya di akhir kuarter pertama. Mulai memasuki kuarter kedua, Labsraw mampu bermain lebih lepas. Poin demi poin yang mereka ciptakan berhasil memperlebar keunggulan tim ini atas lawannya. Eksekusi three point shot sempurna guard Labsraw, Almira Putri, membantu semifinalis musim lalu ini meninggalkan Leega. Dengan keunggulan tujuh poin, Labsraw pimpin laga sebelum menutup jeda half time. Namun, Labsraw nampak kesulitan mencetak poin usai halftime. Leega justru mampu mengimbangi permainan dari Labsraw. Tim yang bermarkas di daerah Jatinegara itu menambah pundi-pundi poin mereka, dengan harapan memangkas ketertinggalan. Pemain nomorpunggung 11 Leega, Alifia Azzahra sempat mengeksekusi tembakan three points dengan sempurna yang perlahan-lahan mengejar ketertinggalan. Meski sempat kehilangan momentum, Labsraw tetap tampil konsisten hingga akhir laga. Permainan mereka tidak lengah meski lawannya terus-menerus mengancam. Hingga akhir laga, Labsraw mampu mempertahankan keunggulan mereka. Hasil positif ini membawa tim polesan Agus Sutiana itu melenggang ke babak selanjutnya. Mereka akan menjajal kemampuan SMAN 12 Jakarta pada babak perempatfinal. Coach Labsraw, Agus Sutiana, mengungkapkan bahwa dia kurang puas atas penampilan perdana anak didiknya. Menurutnya, masih banyak yang perlu ditingkatkan untuk pertandingan berikutnya. Terutama saat defense yang banyak berbuah pelanggaran.”Offense kita udah oke cuma defense-nyaitu banyak fouling. Anak-anak harus kurangi foul-foul gak penting,” jelasnya. Divinity Kombinasikan Disney Princess dengan Sentuhan Tradisional Opening Party Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-East Region berlangsung meriah di GOR Pulogadung, Jakarta Timur kemarin (27/9). Menghadirkan empat pertandingan dari delapan tim sekolah, Tak ketinggalan juga penampilan yang akan membuat tribun semakin panas menggelora yakni penampilan para tim dance di UBS Gold Dance Competition 2019 wilayah Jakarta Timur. Divinity, tim dance dari SMA Lab school Rawamangun merupakan salah satu tim yang mampu menarik perhatian penonton. Itutak lain karena status mereka sebagai juara UBS Gold Dance Competition tahu nlalu. Tampilannya memang begitu mencolok. Dengan mengenakan kostum hijau bercorak batik di bagian lengan, dada, pergelangan tangan, pinggul, serta bagian bawah celananya. Meskipun tema yang mereka usung adalah Princess Merida, mereka mengaku bahwa mereka tak ingin menghilangkan unsur Indonesia dalam konsepnya kali ini. Alasan pemilihan konsep Merida sendiri awal mulanya mereka terinspirasi pada sosok putri Merida yang berani dan kuat. Helga dan menunjukkan keberanian Merida dari properti kuda pada penampilannya. Divinity sendiri melakuka nperubahan konsep. Pada Roadshow UBS Gold Dance Competition lalu, Divinity menampilka ntema Pocahontas. Perubahan konsep ini diterapkannya agar tidak monoton saat di venue. Konsep tema dari Merida ini di aplikasikan melalui gerakan saat Merida memanah.Usur properti dan aspek yang berbeda dari yang lainnya. Aspek pertama yang berbeda ini berupa kostumnya yang lebih mengandung unsur batik dibandingkan menggunakan gaun yang digunakan oleh Princess Merida. Unsur tradisional memang telah diterapkan oleh Divinity sejak tahun lalu. Selain menerapkan unsur tradisional, Divinity juga menerapkan jalan cerita Princess Merida meski tidak secara full. Namun mereka lebih mengutamakan penggambaran sosok Merida dalam konsepnya dengan bersumber dari potongan adegan film Brave. Uniknya lagi saat penampilan mereka menggantikan sosok kuda yang ditunggangi Princess Merida menjadi kuda lumping. Dalam tariannya juga mereka memasukan unsurtari Saman dan tarian khas Betawi. “Kami menggunakan properti kuda lumping sebagai pengganti kuda tunggangan Merida di film Brave. Sekalian kuda lumping menambah unsur tradisional dalam penampilan kami,”ungkap Helga Sheren.Untuk genre dari tarian Divinity sendiri adalah hip-hop tradisional. “Pelatih kami uda hbuat gerakan yang bagus banget. Sebisa mungkin kami menampilkan penampilannya yang maksimal,”tutupnya.()  

SMAN 28 Jakarta Penguasa Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-South Region

CHAMPIONSHIP BOYS - SMAN 28

Luar biasa, SMAN 28 Jakarta cetak sejarah. Tim basket putra dan putri mereka berhasil kawin gelar. Keduanya memastikan diri jadi penguasa Honda DBL (Developmental Basketball League) 2019 DKI Jakarta Series-South Region. Titel itu diraih setelah tim putri Dua Delapan sukses mengalahkan SMAN 70 Jakarta dengan skor 51-39. Sementara tim putra SMAN 28 berhasil menundukkan SMA Cita Buana di partai puncak, Rabu (25/9) kemarin. Sukses itu langsung disambut suka cita oleh Brigata 28 (julukan suporter SMAN 28) yang menyesaki tribun dan tak lelah memberi dukungan. Berbaur dengan ribuan penonton dari masing-masing sekolah yang meramaikan final party malam itu. Laga final pertama dibuka dari sektor putri. Pertandingan antara SMAN 70 Jakarta kontra SMAN 28 Jakarta sungguh membuat penonton gusar. Pasalnya, laga berlangusng sengit. Tegang dan riuh dua kata yang menggambarkan susasana panasnya atmosfer GOR Bulungan. Ratusan pasukan Brigata 28 (nama supporter SMAN 28) jadi saksi tim putrinya merengkuh gelar Jaksel. Baik SMAN 28 atau Seventy (julukan SMAN 70) bermain impresif di laga final. Bahkan, Savira Alifa dkk dapat mengimbangi permainan cepat yang disuguhkan SMAN 28 hingga kuarter kedua.  Namun setelah jeda half time, SMAN 28 mendapatkan momentum mereka. Walau lawannya cukup merepotkan lini pertahanan mereka, tim asal Pasar Minggu ini dapat menggemukan poin. Christabel dkk memimpin 9 angka dari Seventy. Forward andalan SMAN 28 Keisha Hasna, bermain apik. Rookie SMAN 28 itu mencatatkan double-double, 28 poin dan 11 rebound selama bermain 37 menit 56 detik. Meski dapat berlari jauh di kuarter akhir, spirit Seventy untuk mengejar ketertinggalan patut diacungi jempol. Mereka tetap membuat repot hingga kuarter akhir. Namun, sayang tim asal Bulungan itu gagal membawa pulang titel juara. Tim polesan Syafiq ini berhasil memenagi laga dengan skor akhir 51-39. Mereka berhasil back to back champion wilayah Jakarta Selatan. “Seru banget, tadi sempet kejar-kejaran poin karena kekuatan lawan juga imbang sama kita. Tadi komunikasi tim dilapangan sempet kurang baik. Tapi setelah kita perbaiki dan atur ulang strategi, kita bisa unggul dan menang. Aku senang bisa bawa juara SMAN 28 di debut pertamaku ini,” ujar Keisha Hasna Forward no 8 SMAN 28. Sementara, tim putra SMAN 28 melengkapi torehan manis tim putrinya. Dengan perkasa, mereka menaklukan tim kuda hitam, SMA Cita Buana. Sejak awal kuarter, tim polesan Diogi Novatama langsung ambil kendali pertandingan. Reinhard Robot dkk tancap gas. Mereka unggul jauh di dua kuarter awal.

Final Perdana Cita Buana Serta Penantian Panjang Putri Seventy

Pemain SMA Cita Buana, Rafael Adwel (tengah) tampil luar bias. Dirinya membukukan 28 poin dan 8 rebound untuk membawa timnya melangkah ke final untuk pertama kalinya.

Luar biasa tim putra SMA Cita Buana Jakarta. Tim polesan Muhammad Ghozy Dwiputro ini menorehkan sejarah baru. Sukses menembus final Honda Developmental Basketball League (DBL) 2019 DKI Jakarta Series – South Region. Menyusul kemenangan 76-62 atas SMAN 8 Jakarta pada laga semifinal regional Jakarta Selatan di GOR Bulungan, Senin (23/9) kemarin. Tembus ke babak final regional Jaksel jadi pencapaian terbaik Cibun (julukan SMA Cita Buana). Sepanjang empat kali berpartisipasi pada kompetisi basket pelajar terbesar di tanah air ini. Musim lalu, tim asal Jagakarsa itu harus tersungkur di babak awal. Rafael Adwel dkk kala itu takluk dari SMA Al-Izhar Pondok Labu. Tahun ini, justru Cibun yang sukses melaju hingga final. Sementara Al-Izhar gagal mengulang sukses setelah kalah dari SMAN 3 Jakarta di perempatfinal. Perjuangan yang harus dilalui Cibun untuk menapakkan kaki di final tidaklah mudah. Rafael Adwel dkk harus melakoni empat pertandingan dengan lawan yang sulit sebelum mencapai final. Termasuk menghadapi perlawanan sengit pasukan Bukit Duri (julukan SMAN 8 Jakarta) pada semifinal kemarin. Adalah kapten tim Rafael Adwel dan sang big man Azriel Ralie yang paling punya andil atas keberhasilan Cibun menaklukkan Bukit Duri kemarin. Dua pemain berbeda posisi itu memperlihatkan kerja sama yang baik. Azriel Ralie yang merupakan tipikal permain besar, dengan tinggi 202 sentimeter dan berat 125 kilogram, mampu membuat paint area lawan kerepotan. Hal itu dibuktikan dengan raihan double-double dari pemain bernomor punggung 13 itu. Tercatat, 21 poin dan 17 rebound mampu ditorehkan oleh Azriel. Tidak hanya dahsyat di paint area, akurasi three point pemain berposisi center itu juga mencapai 75%. Itu menandakan Azriel memiliki efektivitas yang baik untuk mencetak poin dari luar garis tembakan tiga angka. Azriel juga menjadi pilar pertahanan Cibun. Catatan 17 reboundnya merupakan duel udara saat berada dalam paint area Cibun. Tak kalah dengan Azriel, Rafael Adwel juga menjadi kunci kemenangan Cibun atas Bukit Duri. Pemain berposisi guard itu kerap berani merangsek ke dalam jantung pertahanan Bukit Duri. Hal itu terlihat dari presentase field goals garda andalan Cibun yang mencapai 64,7%. Dari 17 kali percobaan 11 diantaranya berahasil dikonversi menjadi poin oleh Rafael. Student athlete berusia 16 tahun itu juga berhasil membukukan 26 poin bagi Cibun. Dirinya bermain sangat apik. Cibun sendiri mengawali laga dengan baik. Mereka bisa unggul dua poin dari Bukit Duri pada kuarter pertama. Azriel luar biasa. Dirinya mencetak double three point di kuarter pertama ini. Total 10 poin sudah dibukukan pada kuarter pertama olehnya. Pada kuarter selanjutnya, Cibun terus memimpin, meski Bukit Duri juga memberi perlawanan kuat. Puncaknya ada pada kuarter terakhir. Laga ketat, kuarter empat berakhir imbang. Sayang pada kuarter sebelumnya, Cibun lebih dulu unggul dengan margin 17 angka. Hingga kuarter akhir selesai, Cibun menutup kemenangan dengan skor 76-62. “Alhamdulillah anak-anak main bagus kali ini. Mereka banyak mencetak three point. Mereka termotivasi untuk mencapai final. Dan syukur kami bisa tembus final,” ujar Muhammad Ghozy Dwiputro usai laga. () Dari persaingan putri, Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series – South Region juga meloloskan finalis baru. Adalah tim putri SMAN 70 Jakarta, yang sukses memastikan satu tiket final regional Jakarta Selatan. Setelah menyudahi laga ketat melawan SMAN 82 Jakarta dengan keunggulan 46-40 di GOR Bulungan, Senin (23/9). Sukses melaju hingga final adalah pencapaian terbaik Seventy (julukan SMAN 70) sepanjang enam kali keikutsertaan mereka pada kompetisi basket pelajar terbesar Seri Ibu Kota ini. Pencapaian terbaik putri Seventy adalah menembus semifinal pada tahun 2012. Setelah itu, mereka selalu tersingkir di babak awal masing-masing pada edisi 2013, 2014, 2015, dan 2018 lalu. Keberhasilan menembus final musim ini sekaligus menjaga asa bagi tim yang ber-homebase di Bulungan ini untuk menjadi penguasa Jaksel. Kemenangan Seventy tak lepas dari trio utama trio Seventy. Kapten Inas Fathinah menyumbangkan 6 poin dan 6 rebound selama bermain 32 menit 17 detik. Keisha Ayu, forwarda bernomor punggung 15 yang tampil selama 37 menit 58 detik menyumbang 14 poin, 6 rebound, serta 2 steal. Dan center andalan Seventy, Savira Alifa tampil mengesankan. Dirinya kembali mencetak double-double. Lewat donasi 17 poin dan 17 rebound. Sejak awal kuarter, kedua tim bermain impresif. Drama kejar-kejar poin terjadi. Baik Seventy maupun Daha (julukan SMAN 82) ngotot ingin memenangi laga ini. Sebenarnya, Daha banyak mendapat free throw dari kesalahan para pemain Seventy. Hanya saja, punggawa tim asal Kebayoran Baru gagal mengonversinya menjadi poin. Seventy unggul 6 angka atas Daha di kuarter pertama. Serangan Seventy makin moncer di kuarter selanjutnya. Daha belum bisa menyamakan kedudukan, Seventy masih leading dengan skor 18-13 pada penghujung kuarter kedua. Tertinggal pada dua kuarter awal membuat Daha mulai gencar melakukan serangan tajam usai jeda half time. Pertahanan Seventy sempat kerepotan. Tembakan three point forwarda Daha, Raissa Bachtiar menjadi pecutan semangat pemain lainnya untuk mulai menambah pundi-pundi angka untuk Daha. Namun perolehan skor itu masih belum cukup untuk menyamakan kedudukan dari lawannya. Seventy masih unggul 10 poin pada kuarter ketiga. Makin mendekati akhir laga, pertandingan makin berjalan panas dan keras. Forward andalan Seventy, Keisha harus diganhar foul out pada kuarter terakhir. Hal tersebut membuat Daha makin gencar menerobos paint area Seventy. Namun hingga pertandingan berkahir, Daha gagal memangkas jarak ketertinggalan. Kemenangan tetap menjadi milik Seventy. Tim asuhan Abdul Karim itu bisa mempertahankan keunggulan dan lolos dari jeratan Daha dengan skor 46-40. Meski sukses masuk final, Mikki selaku assisten coach Seventy menyampaikan evaluasi untuk anak asuhannya yang sering melakukan foul. “Anak-anak memang kurang sabar dan terlalu bersemangat. Saat defense itu mereka harusnya bisa lebih sabar agar tidak timbul foul. Di final hal ini harus diminimalisir,” terangnya usai laga.

Rookie Bukit Duri Unjuk Gigi, Kunci Tiket Semifinal, SMAN 8 Hadapi SMA Cita Buana

Aksi layup pemain SMAN 8 Jakarta, Hakim (tengah) turut membawa timnya menang atas SMAN 38 Jakarta dengan keunggulan 46-37 dan membawa timnya melaju ke babak semifinal.

Satu tiket semifinal Honda DBL (Developmental Basketball League) 2019 DKI Jakarta Series-South Region berhasil dikunci tim putra SMAN 8 Jakarta. Pasukan Bukit Duri (julukan SMAN 8 Jakarta) berhasil memupuskan harapan salah satu debutan di wilayah Jaksel, SMAN 38 Jakarta. Tim polesan  Rachmat Hidayat itu menang 46-37 atas Smantila (julukan SMAN 38), dalam babak perempatfinal sektor putra di GOR Bulungan, Minggu kemarin (22/9). Sukses Bukit Duri melaju hingga ke semifinal ini tidak lepas dari kontribusi duo rookie atau pemain berstatus debutan, Hakim dan Raqi Fadhillah. Meski baru kali pertama tampil pada kompetisi basket pelajar terbesar tanah air, keduanya tidak demam panggung. Bahkan, baik Hakim maupun Raqi memberi kontribusi luar biasa. Hakim, yang bermain pada posisi forward tampil sangat efektif. Student athlete berusia 15 tahun itu bahkan tampil dengan catatan waktu bermain terbanyak diantara rekannya, selama 35 menit 13 detik. Pemain bernomor punggung 34 itu mengemas double-double, dengan torehan 10 poin dan 10 rebound. Persentase tembakan dua poinnya pun mencapai 55,6%. Sementara Raqi Fadhillah juga tidak kalah impresif. Pemain yang juga berposisi forward itu menjadi pencetak poin paling banyak bagi timnya. Dengan kontribusi 22 poin. Hampir setengah poin kemenangan Bukit Duri atas Smantila dicetak oleh student athlete berusia 15 tahun itu. Selain itu akurasi tembakan free throw Raqi mencapai 70%, dirinya benar-benar jadi momok menakutkan bagi Smantila. Bukit Duri sendiri sudah menebar ancaman sejak awal laga. Raqi membukukan poin terbanyak pada kuarter pertama. Dirinya menorehkan 6 poin pada kuarter pertama untuk membawa unggul Bukit Diri 13-8 atas Smantila. Pada kuarter selanjutnya, Bukit Duri tak mengendurkan serangan. Bahkan, mereka bisa unggul 12 poin atas Smantila sebelum jeda half time. Namun, bukan berarti Smantila tanpa serangan. Tim yang bermarkas di daerah Lenteng Agung itu mulai memangkas jarak ketertinggalan dengan margin 6 poin, meski keunggulan 31-25 masih untuk Bukit Diri.  Menginjak kuarter penentu, duet Hakim dan Raqi makin menebar ancaman. Total 12 poin berhasil ditorehkan Hakim dan Raqi pada kuarter terakhir ini. Poin yang dicetak oleh keduanya membawa Bukit Duri semakin meninggalkan sang lawan. Empat poin Raqi pada under 10 second menutup kemenangan 46-37 Bukit Duri atas Smantila. Raqi pun turut berkomentar mengenai keberhasilannya melaju ke semifinal. “Kami sempat kehilangan momentum menjelang akhir laga. Tapi kami masih memiliki keinginan untuk menjaga asa ke semifinal. Jadi kami terus berusaha sampai detik akhir. Syukur kami bisa keluar sebagai pemenang,” jelas Raqi usai laga. Pada babak semifinal yang akan dilangsungkan Senin hari ini (23/9), Bukit Duri akan bersua dengan SMA Cita Buana Jakarta. Cibun (julukan Cita Buana), juga membuat kejutan dengan menembus semifinal setelah menundukkan SMAN 63 Jakarta dengan keunggulan 49-32 kemarin. (*) Srikandi SMAN 34 Tak Terbendung Performa apik terus ditunjukkan skuad putri SMAN 34 Jakarta.  Laju tim basket sekolah yang ber-home base di Pondok Labu itu tak terbendung pada Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series -South Region. Tim polesan Harry Prayogo ini melaju ke semifinal regional Jakarta Selatan, setelah menundukkan tim putri SMAN 63 Jakarta dengan keunggulan 30-10, di GOR Bulungan, kemarin. Srikandi SMAN 34 sudah tancap gas sejak kuarter pertama. Walau serangan mereka beberapa kali sempat gagal karena ketatnya lini pertahanan SMAN 63. Tempo permainan cepat diperlihatkan putri Pondok Labu sepanjang laga. SMAN 34 menutup keunggulan dengan skor 9-3 atas lawannya. Memasuki kuarter kedua, SMAN 63 terus mencoba keluar dari tekanan. Tim asal Pesanggarahan itu berusaha memangakas ketertinggalan. Tapi, lini pertahanan SMAN 34 terlalu sulit untuk ditembus. Setelah jeda half time SMAN 34 tampil lebih menawan. Serangan tajam mereka tak terbendung oleh punggawa SMAN 63. Kerja sama antara Safira Kayla dan Tyazara Fatima menjadi momok menakutkan bagi defense tim SMAN 63. Keduanya berhasil mengemas poin terbanyak bagi timnya. Safira denan 9 poin serta 5 assist. Dan Tyazara dengan torehan 4 poin serta 4 rebound. Keunggulan SMAN 34 tak terkejar. hingga kuarter akhir SMAN 34 tetap memimpin jalannya pertandingan. Sebelum laga usai, Safira mmenambahkan lima poin untuk menggenapkan skor menjadi 30-10. Hasil ini membawa SMAN 34 melaju ke semifinal. “Hari ini anak-anak tampil lebih baik dari laga sebelumnya. Mereka lebih tenang dan nggak demam panggung lagi. Untuk semifinal besok (hari ini), kami nothing to lose aja. Mau ketemu SMAN 28 atau SMAN 3 tidak masalah,” ucap coach Harry Prayogo. (*) Blaze Suguhkan Tiga Karakter Berbeda Kreativitas tanpa batas ditunjukkan tim dance SMAN 70 Jakarta (PA) pada lanjutan UBS Gold Dance Competition wilayah Jakarta Selatan. Blaze (nama tim dance SMAN 70) membawakan tiga karakter Disney Princess sekaligus. Ketiga karakter itu adalah Aurora, Ariel, dan juga Cinderella. Konsep yang dibawakan Blaze memlikir alur cerita masing-masing. Seperti Aurora yang tertidur lelap akibat jarum pemintal. Cerita putri Ariel yang merupakan seorang putri duyung yang ingin menunjukkan diri sebagai manusia. Serta putri Cinderella yang selalu ditindas oleh ibu dan saudara tirinya. Ide untuk menampilkan dance ini dibuat sedemikian kreatif agar bisa menghibur para penonton. Konsep sesungguhnya dari penampilan mereka ini yaitu dengan mengedepankan personality princess tersebut dengan kuatnya karakter dari masing-masing Disney Princess. Karakter Aurora dan Maleficent menunjukkan suasana tegang antara keduanya. Dilanjutkan karakter Ariel yang tergambar sebagai sosok putri yang pantang menyerah, serta Cinderella yang lebih ke arah putri pemimpi. Pada penampilannya,para dara cantik anggota Blaze mengenakan kostum berupa celana, kemben, dibalut jaket berwarna putih dengan aksen kuning ala hip-hop. Ditambah balutan kain berwarna biru yang dipegang masing-masing dancer sebagai properti. Untuk properti utama sendiri, Naya Wahab dan tim menggunakan tiga kotak berwarna biru yang dipakai untuk menutup aksinya menunjukkan logo UBS. “Aku sangat puas dengan penampilan tim kami di UBS Gold Dance Competition ini. Karena apa yang kami tunjukkan merupakan penampilan terbaik yang bisa kami berikan. Semoga bisa tembus hingga Best  Three mewakili South Region tahun ini,” cetus leader tim Blaze, Naya Wahab.

Honda DBL DKI Jakarta Series-South Region, SMAN 28 Susah Payah Hadapi Bukit Duri

Pemain SMAN 28 Jakarta, Keisha Hasna (kiri) berhasil melewati kawalan dari pemain SMAN 8 Jakarta, Kamis (19/9).

Ketangguhan tim putri SMAN 28 Jakarta hampir saja direnggut oleh lawannya, SMAN 8 Jakarta. Datang sebagai predikat juara bertahan Honda DBL DKI Jakarta Series-South Region bukan jaminan srikandi SMAN 28 melenggang nyaman. Bukit Duri (julukan SMAN 8) mampu memberikan perlawanan yang menyulitkan. Hanya saja, SMAN 28 tetap tangguh mempertahankan nama besarnya. Lewat keunggulan 45-30. SMAN 28 menurunkan skuad mudanya pada laga kemarin. Tercatat tiga pemain yang diberi kesempatan turun sebagai starting merupakan rookie. Adalah Yasyfa Shabrina, Keisha Hasna, dan juga Christabel. Ketiganya bermain impresif, terutama Keisha Hasna. Student athlete berusia 15 tahun kerap merepotkan pertahanan putri Bukit Duri. Bermain dengan minutes played terlama bagi timnya dengan catatan 38 menit 54 detik, Keisha menjadi pilar utama SMAN 28. Most Valuable Player (MVP) Junior DBL Jakarta dua tahun silam itu menyumbangkan 22 poin bagi timnya. Keisha juga bermain apik dalam menjaga pertahanan tim. Tercatat 5 steal berhasil ditorehkan Keisha. Pada kuarter pertama, SMAN 28 bisa menjauh dari lawannya dengan skor 14-3, enam poin di antaranya ditorehkan oleh pemain dengan nomor jersey 8 itu. Namun, meskipun unggul SMAN 28 ternyata bermain dengan tidak nyaman. Bahkan, Tim besutan Syafiq itu sempat kerepotan. Mereka sempat tertinggal dua poin di kuarter kedua dan ketiga. Akhir kuarter ketiga menjadi hal yang menegangkan, perbedaan kedua tim hanya 7 angka. Skor kuarter ketiga berakhir 30-23 SMAN 28 masih unggul. Pada kuarter penentu, SMAN 28 mencoba keluar dari tekanan. Beruntung, SMAN 28 punya Keisha. Fowarda yang masih duduk di bangku kelas X itu tidak mengendurkan serangannya. Dirinya menyumbangkan 5 poin bagi timnya di kuarter penentu ini. SMAN 28 mampu berlari meninggalkan rivalnya dengan mencetak 15 angka. Torehan dua angka dari Christabel menutup kemenangan SMAN 28 atas rival lamanya SMAN 8. Kemenangan SMAN 28 ini membawa mereka ke babak selanjutnya. Di laga berikutnya tim asal Pasar Minggu itu akan bersua dengan tim tangguh lainnya, SMAN 3 Jakarta. Ditemui usai pertandingan, sang pelatih mengakui, memang sangat menaruh harapan pada rookienya. “Tahun ini kami punya beberapa rookie. Cara main Keisha sangat sesuai dengan harapan saya. Dia berani menusuk ke jantung pertahanan lawan,” ucap Syafiq, pelatih SMAN 28. “Tidak mudah untuk mengalahkan SMAN 8 tadi. Tentu evaluasi utamanya adalah komunikasi, karena memang beberapa pemain baru main di DBL. Untuk melawan SMAN 3 diharapkan anak-anak bisa lebih lebih kompak,”tambah pelatih berusia 31 tahun itu. Pertandingan ketiga Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-South Region antara tim putra SMAN 47 Jakarta kontra SMAN 32 Jakarta berlangsung ketat. Kedua tim bermain ngotot, sama-sama tidak ingin melepas kans untuk melangkah ke babak selanjutnya. Meski pada akhirnya Forsev (julukan SMAN 47) berhasil menumpas perlawanan Thunder (julukan SMAN 32) dengan skor 36-29. Dan pertandingan ditutup kemenangan SMA Cita Buana atas MAN 4 Jakarta, dengan skor akhir 38-12.

Mahakam Repotkan Teladan, SMAN 3 Selamat Lewat Drama Overtime

Pertandingan antara SMAN 6 Jakarta kontra SMAN 3 Jakarta berlangsung ketat. Laga ini harus berakhir hingga babak overtime. SMAN 3 berhasil unggul atas SMAN 6 dengan skor tipis 40-39

LAGA superseru kembali tersaji dalam lanjutan Honda Developmental Basketball League (DBL) 2019 DKI Jakarta Series – South Region. GOR Bulungan benar-benar dibuat ’gerah’, Kamis (19/9). Selain karena padatnya suporter dari kedua sekolah yang memenuhi tiap sisi tribun. Duel sengit antara tim putra SMAN 6 Jakarta versus SMAN 3 Jakarta benar-benar menguras keringat. Ketatnya skor, hingga memaksa dimainkan overtime alias babak tambahan. Teladan (julukan SMAN 3) pun menutup laga ini dengan keunggulan tipis, 40-39. Berstatus sebagai juara bertahan, sejatinya pasukan Teladan lebih diunggulkan. Salut atas mental tempur anak-anak Mahakam (julukan tim basket SMAN 6). Sejak tip-off hingga detik-detik akhir, Mahakam pantang menyerah. Babak overtime terpaksa dimainkan, setelah kedua tim bermain imbang 29-29 hingga buzzer akhir kuarter empat berbunyi. Sebenarnya, pada dua menit terakhir kuarter keempat Teladan (julukan SMAN 3) bisa mengamankan keunggulan saat keadaan 28-27. Bahkan Teladan mendapatkan kesempatan untuk memperlebar jarak keunggulan melalui free throw Vito Angga. Namun, sayang pemain bernomor punggung 91 itu gagal mengonversi kesempatan itu menjadi poin tambahan. Sebaliknya, justru pemain Mahakam (julukan SMAN 6) Ardian Edgar mampu mengembalikan keadaan bagi timnya pada 30 detik akhir pertandingan kuarter empat. Garda Mahakam itu membawa timnya unggul 29-28 melalui akurasi tembakan free throw. Di situlah drama mulai terjadi. Detik demi detik berharga bagi kedua tim. Namun, Eizzer Hatta mengamankan asa Teladan. Satu poin hasil free throw pemain bernomor punggung 4 itu merubah skor menjadi 29-29. Mahakam memaksa Teladan berlanjut ke babak overtime. Menginjak overtime, Teladan langsung mengambil alih kendali pertandingan. Eizzer merangsek menusuk ke dalam jantung pertahanan Mahakam. Percobaannya mendapat gangguan dari pemain Mahakam. Dirinya justru dilanggar. Teladan mendapatkan free throw. Itu menjadi peluang emas Teladan di awal kuarter pertama babak overtime. Harapan membuka keunggulan berada penuh di pundak Eizzer. Sayang, pemain berusia 17 tahun itu gagal membawa Teladan unggul. Tembakan free throw nya hanya mencapai bibir ring, keadaan masih imbang 29-29 untuk keduanya. Jual beli serangan terus tersaji pada babak overtime. Mahakam kini balik menyerang. Kali ini pemain dari Mahakam Raffi Ahmad mencoba menerobos kokohnya pertahanan Teladan. Forwarda Mahakam itu mendapatkan pelanggaran. Hal itu dimanfaatkan oleh Raffi. Dirinya membawa unggul timnya, skor berubah menjadi 31-29, Mahakam menebar ancaman bagi sang juara bertahan. Mahakam semakin berlari meninggalkan Teladan. Tembakan tiga angka dari Bagas Rizky membawa unggul Mahakam 34-29. Namun, Teladan memperlihatkan mental juara. Eizzer memangkas ketertinggalan menjadi 34-31 Teladan masih tertinggal. Tembakan tiga angka dari Indra Ali Wijaya membuat skor sama 34-34. Pada tiga detik akhir menjadi momen krusial bagi Teladan. Saat skor imbang 39-39, Eizzer mendapatkan free throw. Satu poin pun berhasil dikonversi oleh Eizzer untuk membawa Teladan unggul satu poin. Skor berakhir 40-39 bagi Teladan. “Ini pertandingan yang ketat sampai harus bearkhir dengan overtime. Kejar-kejaran poin dengan skor sangat tipis ini jadi evaluasi untuk kami. Beberapa kali kami juga miss saat melakukan free throw dan lay up,” ungkap kapten tim Teladan, Vito Angga usai laga. (*)

NORTH REGION MERIAH! Boedoet Berikan Kesan Manis di Laga Perdana

Pertandingan tim putri SMAN 70 Jakarta (jersey terang) versus SMAN 43 Jakarta (jersey Gelap) menjadi rangkaian pembuka Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-South Region.

Opening Party Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-North Region berlangsung meriah kemarin (23/8). Ribuan suporter dari tim yang bertanding di hari pertama silih berganti masuk dengan tertib memadati GOR Cempaka Putih. Terdapat 4 pertandingan pada hari pertama. Setiap laga merupakan do or die bagi tim yang bertanding. Sebab, untuk pertandingan di tingkat regional menggunakan sistem knock out. Setiap pertandingan, tribun penonton seakan tidak pernah sepi. Salah satunya pada laga putri antara SMAN 1 Jakarta kontra SMAN 77 Jakarta. Ratusan pendukung setia SMAN 1 jadi saksi keperkasaan timnya melangkah ke babak selanjutnya. Pada Opening Party Honda DBL DKI Jakarta Series North Region Jumat (23/8) srikandi Boedoet (julukan SMAN 1) berhasil menumpas perlawananan rivalnya SMAN 77 Jakarta. Menguasai pertandingan sejak awal Boedoet unggul dengan skor akhir 16-5 atas Douven (julukan SMAN 77). Pada kuarter pertama, kekuatan kedua tim nampak seimbang. Boedoet membuka poin pertama pada pertandingan yang diciptakan oleh guard mereka, Aza Magdalena Pattiwael melalui lay up. Keunggulan Boedoet tidak bertahan lama. Pasalnya, Douven dengan cepat membalas melalui poin under basket yang diciptakan oleh Jovanka Reen. Boedoet tidak tinggal diam, mereka kembali mendulang poin yang membawa mereka mengungguli Douven hingga kuarter pertama berakhir. Boedoet menutup paruh pertama pertandingan dengan keunggulan 11-4 atas lawannya. Dominasi Boedoet pada pertandingan ini seakan tidak berakhir. Tim besutan Samuel ini kembali menunjukkan bahwa mereka memang pantas menjadi kuda hitam. Boedoet hanya memberi kesempatan Douven mencetak satu angka melalui free throw pada kuarter ketiga, sedangkan mereka menambah keunggulannya dengan tiga poin yang semuanya diciptakan oleh sang kapten, Aza Magdalena. Tim asal Pasar Baru, Jakarta Pusat tersebut sangat rapi menerapkan defense. Douven pun sulit menembus barikade pertahanan Boedoet. Meski hanya hanya dua poin yang berhasil diciptakan oleh Beodoet pada kuarter terakhir, hal tersebut sudah cukup untuk memastikan langkah srikandi Boedoet ke babak selanjutnya. Pelatih Boedoet, Samuel, menyampaikan bahwa keberhasilan anak-anak asuhnya kali ini merupakan hasil dari kerja keras mereka sendiri. “Anak-anak memperlihatkan kegigihan untuk tampil maksimal di Honda DBL. Semua sesuai dengan target kita. Dan ternyata anak-anak bisa buktikan di lapangan tadi,” ujarnya. Lebih lanjut, dirinya mengharapkan timnya dapat menerapkan kerjasama tim yang lebih baik pada pertandingan berikutnya. Tidak hanya itu, baginya, para pemain Boedoet juga harus lebih pandai memanfaatkan setiap peluang pada pertandingan. “Yang harus dievaluasi dari hari ini adalah teamwork kita. Beberapa kali tadi ada peluang yang seharusnya bisa dimanfaatkan tapi tadi kita gagal konversi jadi poin,” tutup Coach Samuel. Sebelum laga SMAN 1 versus SMAN 77, tim putra SMA Tarsisius 1 lebih dulu memastikan diri melangkah ke babak selanjutnya. Mereka berhasil menumpas perlawanan dari SMAN 5 Jakarta dengan skor 23-18. Pada pertandingan putra lainnya, salah satu debutan SMAN 80 Jakarta berhasil mengandaskan laju SMAN 30 Jakarta dengan skor  29-12. Dengan hasil itu Depoel (julukan SMAN 80) bakal berjibaku dengan SMAN 77 Jakarta. Sementara SMAN 68 Jakarta memastikan satu tiket ke babak selanjutnya setelah menang dari SMAN 7 Jakarta dengan skor 38-15.  

Stanley Taring The Lions Cetak 13 Poin dan 9 Rebound, Loloskan SMAK 5 Penabur ke Semifinal

Kapten tim The Lions, Stanley Hidayat, menunjukkan ketajaman ’taringnya’. Dengan kontribusi 13 poin, tertinggi diantara rekan setimnya.

THE LIONS (julukan SMAK 5 Penabur) melenggang mulus ke semifinal Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series – North Region. Tim dengan status juara bertahan di regional Jakarta Utara dan Pusat itu sukses melangkah ke semifinal, usai menundukkan SMA Yakobus dengan skor 35-14 di GOR Cempaka Putih, Selasa (27/8) kemarin. Kapten tim The Lions, Stanley Hidayat, menunjukkan ketajaman ’taringnya’. Dengan kontribusi 13 poin, tertinggi diantara rekan setimnya. Kevin Lo ikut menyumbang tambahan 7 poin bagi The Lions, disusul Kevin Widiatmaka yang mengemas 3 poin. Dengan minutes play paling banyak, 35 menit 18 detik, Stanley juga menjadi andalan bagi The Lions saat berebut bola di udara. Forward dengan tinggi 181 sentimeter ini juga nyaris membukukan double-double, lewat sumbangan 9 rebound. Tidak mudah bagi Stanley untuk mengatarkan timnya lolos ke semifinal. Dia mendapat pengawalanan ketat dari kapten SMA Yakobus, Nicho Deven. Stanley bahkan sempat dibuat frustrasi, karena sangat minim di paint area lawan. Forwarda andalan The Lions itu nampak kesulitan menembus pertahanan Yakobus menit awal kuarter pertama. Kekuatan kedua kapten nampak terlihat seimbang. Stanley berhasil mencuri 3 poin, begitu pun dengan Deven yang menorehkan 3 poin juga di kuarter pertama. The Lions tertinggal 8-9 atas lawannya. Pada kuarter kedua, tensi masih berlangsung panas. Para penonton dibuat tegang setiap aksi para pemain di lapangan. Namun, malapetaka datang saat pertengahan kuarter kedua. Deven, melakukan foul terhadap Stanley. Foul tersebut menambah jumlah catatan pelanggaran yang dibuat oleh Deven menjadi empat kali. Hal itu, membuat pelatih Mumig Hartawan berhati-hati dengan menarik keluar sang kapten. Pasalnya, jika Deven melakukan satu kali lagi pelanggaran, maka dirinya harus diganjar foul out. Benar saja, Stanley lebih leluasa bergerak pada sisa kuarter kedua. Tambahan 3 poin dari student athlete berusia 17 tahun itu membawa The Lions melesat dengan keunggulan 10 angka atas Yakobus. Di dua kuarter berikutnya, Pemain bernomor punggung 10 itu benar-benar menjadi momok mengerikan bagi Yakobus. Dirinya mampu menorehkan tambahan 7 poin untuk menggenapkan catatan poinnya menjadi 13 poin. Di 30 detik akhir kuarter keempat, Kevin Widiatmaka  menutup kemenangan The Lions. Dengan menusuk masuk ke paint area Yakobus, pemain bernomor 1 itu mencetak poin lewat layup untuk mengubah skor menjadi 35-14. Usai laga kemarin, Stanley pun mengomentari performa timnya. “Tadi pertandingan seru. Tensi pertandingan juga panas, sedikit keras sih. Akhirnya kita bisa ngerasain lagi pertandingan panas seperti tahun lalu. Kalau untuk poin sih relatif, itu kan didapatkan berkat kerjasama tim juga,” cuap pemain berusia 17 tahun itu. Dua Debutan Berebut Tiket Final North Region Duel sengit bakal terjadi pada semifinal putri Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series – North Region di GOR Cempaka Putih, hari ini (28/8). Dua tim putri berstatus debutan, SMA Santa Ursula dan SMA IPEKA Sunter akan saling berhadapan demi memuluskan tiket ke final. Walau berstatus debutan, Ipsun (julukan SMA IPEKA Sunter) telah menunjukkan ancamannya. Menyusul keberhasilan mereka menyingkirkan juara bertahan North Region putri musim lalu, SMAN 30 Jakarta. Modal kemenangan atas juara bertahan itu diharapkan Herbert Wijaya, pelatih Ipsun, dapat menebalkan rasa percaya diri anak didiknya. “Saya selalu memotivasi anak-anak. Saya ingin kemenangan atas SMAN 30 bisa jadi motivasi, bahwa kita bisa melangkah jauh sampai final nanti,” cuap Herbert. Lebih lanjut, Herbert mengakui, bahwa lawan yang akan dihadapi pada semifinal tidaklah mudah. Menurutnya, Sanur (julukan SMA Santa Ursula), telah bermain baik pada laga awal. “Ini bukan sembarang duel antar debutan. Sanur adalah tim yang bagus dan komplet, dari segi pelatih dan pasukannya.”Kedalaman skuad mereka harus diwaspadai,” lanjutnya. Sanur berhasil melangkah ke semifinal setelah menyingkirkan SMA Permai. Salah satu pemain yang cukup menonjol milik Sanur adalah Ivy Florentia Wijaya. Dia punya andil besar atas keberhasilan melaju hingga semifinal. Dengan torehan torehan 9 poin dan 10 rebounds Coach Sanur, Ipung, sangat optimistis anak didiknya bisa menghadapi laga krusial hari ini melawan Ipsun. “Anak-anak dalam kondisi fisik dan mental yang baik menghadapi semifinal. Tapi, saya terus mewanti-wanti agar mereka tidak sampai over confident,” ujarnya.

Semifinal Honda DBL 2019, IPSUN Melesat Lewat Edwin

Guard andalan SMA IPEKA Sunter, Edwin (jersey nomor 23) saat mencoba melewati hadangan dari 3 pemain SMAN 1 Jakarta pada lanjutan pertandingan Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-North Region Senin (26/8)

Satu tempat di babak semifinal Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-North Region berhasil dikunci tim putra SMA IPEKA Sunter. Tim besutan Herbert Wijaya itu menaklukan salah satu tim debutan, SMAN 1 Jakarta dengan skor 38-25 pada laga hari keempat Senin (26/8). Kemenangan Ipsun (julukan SMA IPEKA Sunter) terasa sudah di depan mata. Edwin dkk sudah berhasil unggul empat poin pada kuarter pertama. Kemenangan Ipsun ini tidak lepas dari permainan apik sang kapten Edwin Kurniawan. Mendapat kesempatan bermain cukup lama, garda Ipsun tersebut menorehkan 11 poin bagi timnya kala bersua dengan Boedoet (julukan SMAN 1). Tercatat minutes played Edwin mencapai 30 menit 45 detik. Pemain bernomor punggung 23 itu juga menjaga pertahanan Ipsun dengan baik. Hal itu dibuktikan dengan torehan 2 steal darinya. Permainan eksplosif Ipsun telah mereka tunjukkan sejak kuarter awal. Forwarda Ipsun, Ezekiel Lewi membuka keunggulan timnya melalui lay up. Meski begitu, Boedoet juga sempat merepotkan barisan pertahanan Ipsun. Konsisten bermain dengan tempo cepat mengandalkan fastbreak Ipsun bermain lebih menekan, Tim yang bermarkas di daerah Sunter itu beberapa kali menciptakan poin melalui fastbreak hasil pressing mereka terhadap lawan. Hingga halftime, Ipsun unggul atas Boedoet dengan skor 16-9. Usai jeda halftime, Boedoet mencoba keluar dari tekanan. Rafael Fadhlurrahman dkk berhasil memangkas ketertinggalan, kuarter ketiga menjadi miliki Boedoet, mereka unggul satu poin atas Ipsun. Ipsun tak mengendurkan serangan sama sekali. Justru pada kuarter pamungkas, Edwin dkk melesat meninggalkan lawannya dengan margin 13 poin. Edwin menutup keran poin Ipsun dan memastikan satu tiket ke babak semifinal melalui three points untuk menyudahi pertandingan dengan skor 38-25. Meski menorehkan hasil positif, coach Herbert masih merasa banyak pekerjaan rumah. Performa timnya kemarin masih di luar ekspetasi sang pelatih. Baginya, anak asuhnya masih bisa bermain jauh lebih baik. “Buat game hari ini (re: kemarin) masih banyak catatan penting. Saya pribadi masih belum bisa mencapai target yang diinginkan. Masih kendor saat di daerah pertahanan, Hal ini tidak bisa terulang karena target kita adalah final North Region,” ujarnya. Laga sengit juga terjadi pada penguasa North Region musim lalu tim putra SMAK 5 Penabur kontra SMA Advent2 berjalan menegangkan. The Lions (julukan SMAK 5) yang datang sebagai juara bertahan, sempat kewalahan menghadapi Advent 2 yang seringkali menusuk tajam daerah pertahanan The Lions. The Lions akhirnya menang dengan skor 40-29 atas Advent 2.

Genta Santa Ursula Putihkan Tribun Bawa Semangat Girl Power

Genta (nama supporter SMA Santa Ursula) terus mendukung tim kesayangannya sampai akhir pertandingan, saat pertandingan tim putri SMA Santa Ursula melawan SMA Permai.

Ada yang menarik saat Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-North Region memasuki hari ketiga, Minggu (25/8). Saat laga tim putri antara SMA Permai kontra SMA Santa Ursula, suporter Sanur (julukan SMA Santa Ursula) menyita perhatian. Sorak sorai suporter Sanur tidak henti-henti sepanjang pertandingan demi mendukung tim kesayangannya. Bukan soal dukungan yang tak henti saja, tapi anggota suporter Sanur adalah perempuan semua. Kalau SMA Kanisius punya Alaska (nama suporter Kanisius), Sanur punya Genta (nama suporter SMA Santa Ursula). Genta sendiri merupakan akronim dari Gerombolan Putri Santa Ursula. Para anggota Genta kompak mengenakan pakian serba putih bertuliskan ‘girl power’ dengan pita motif kotak-kotak berwarna hijau muda-putih yang dipasang di lengan kanan, Hal itu untuk menunjukkan identitas sekolahnya. Genta datang dengan pasukan sekitar 350 orang demi mendukung tim basket dan tim dance kesayangannya, Tak ayal tribun GOR Cempaka Putih sesak dipenuhi Genta. Bukan hanya datang dengan ratusan orang, Genta juga mempersiapkan berbagai property. Seperti, bendera bertuliskan ‘Genta’ dan juga tulisan nama sekolah kebanggaan, SMA Santa Ursula. Mereka juga menyiapkan 7 yel-yel yang dinyanyikannya tanpa henti sepanjang pertandingan berlangsung. Tak tertinggal juga dua maskot iconic Genta yaitu kuda dan tokoh santa. Menurut Rachel Pramana koordinator Genta, maskot tersebut memiliki filosofi tersendiri. “Dalam kepercayaan kami, tokoh Santa itu adalah seorang perempuan. Perempuan yang kuat dan tidak bisa dipandang sebelah mata,” ujarnya. Sementara maskot kuda dipercaya sebagai tunggangan dari santa saat sedang berperang. “Sebagai perempuan pemberani, Santa ikut ke medan perang. Santa naik kuda saat berperang demi membela perempuan,” lannjut Rachel. Uniknya, kekompakan Genta ini terinspirasi dari suporter SMA Kanisius, Alaska. “Kami memang sering sharing dengan Alaska, selain jarak sekolah yang tak jauh kami juga belajar bagaimana Alaska mendukung Kanisius. Ini adalah salah satu kreativitas dari yang membanggakan nama sekolah,” cuapnya. Sokongan Genta, tidak pernah pilih-pilih harus mendukung siapa di sekolah. Seluruh kegiatan, baik akademik maupun non akademik akan dukung penuh oleh Genta. “Kami diajarkan satu hal, satu sekolah merupakan satu keluarga. Ini cara kami menunjukkan semangat girl power,” kata dara cantik berusia 17 tahun itu. ()

Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-North Region, Rafael Pahlawan Kemenangan Jerusalemba

Guard dan juga rookie SMA Advent 2, Rafael Manalif (jersey nomor 9) mendapat hadangan dari dua pemain SMAN 27 Jakarta saat dirinya mencetak poin bagi timnya. Rafael turut menorehkan 8 poin dan 7 rebounds kala timnya bersua dengan SMAN 27 pada lanjutan Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-North Region, Minggu (25/8)

Bermain selama 37 menit 52 detik, Rafael Manalif berhasil membawa SMA Advent 2 menang tipis 24-23 atas SMAN 27 Jakarta kemarin (25/8). Hasil itu membuat Jerusalemba (julukan SMA Advent 2) melaju ke babak selanjutnya pada Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-North Region. Perjuangan Rafael patut diacungi jempol. Pemain berusia 15 tahun itu berani menusuk ke dalam paint area lawan sehingga merepotkan pertahanan lawan. Sebelum akhirnya, dia jatuh terkapar pada 25 detik akhir kuarter empat berakhir. Rafael jatuh saat mencoba menutup pergerakan dari pemain SMAN 27 Jakarta di area pertahanan Jerusalemba. Tanpa sengaja, dirinya berbenturan dengan rekan setimnya, Rafael pun mendapat penanganan pertama dari tim medis Eminence. Dirinya sempat ditandu ke luar lapangan dan tidak bisa meneruskan pertandingan. Namun Rafael tidak mengalami luka serius. Sepanjang 37 menit dirinya bermain, rookie Jerusalemba itu berhasil menorehkan 8 poin untuk timnya. Student athlete kelas X itu juga tak segan beradu duel dengan para pemain Mars (julukan SMAN 27). Dengan tinggi sekitar 174 sentimeter Rafael berhasil menorehkan 7 rebounds untuk timnya. 6 diantaranya dilakukan saat keadaan bertahan. Pemain bernomor punggung 9 itu juga menjadi keran poin bagi Jerusalemba. Melalui two points and one, Rafael membawa Jerusalemba unggul pada menit awal. Pada kuarter berikutnya, pertarungan semakin sengit. Bahkan Mars bisa unggul 5 poin pada kuarter kedua atas Jerusalemba. Setelah halftime, pertandingan semakin panas. Terutama pada kuarter terakhir pertandingan. Jerusalemba yang sempat tertinggal, mengambil alih kedudukan melalui three points pemain bernomor punggung 10, Jacksen Michael. Tak berhenti disitu, Rafael garda Jerusalemba juga mencetak three point bagi timnya, sebelum dirinya ditandu keluar lapangan. Free throw forwarda Mars, Ebenezer Ryan pada detik-detik akhir laga belum berhasil membawa Mars memenangi pertandingan. Skor tipis 24-23 milik Jerusalemba menjadi penutup pertandingan. Coach Jerusalemba, Jeremia Bernadito mengungkapkan bahwa Rafael memang merupakan salah satu pemain kunci dan dia telah memberikan yang terbaik bagi Jerusalemba pada pertandingan kemarin. “Dia memang salah satu pemain yang kita andalkan. Dari awal mainnya 100 persen, totalitas pokoknya,” ujar Jeremia. Keiziabetellina, tim medis dari Jerusalemba juga menyatakan kondisi Rafael sudah kembali baik, hanya perlu istirahat untuk siap tanding. “Dirinya sedikit shock saat duel udara tadi. Tapi sekarang kondisi Rafael sudah pulih kembali, dia siap main untuk tim,” pungkasnya usai pertandingan. () #9 Rafael Manalif Field Goals                  21,4% Points                         8 Rebounds                    7 Minutes Played            37:52

Pertaruhan Gengsi, 16 Pertandingan Honda DBL Ditayangkan Live Streaming

Perhelatan Honda DBL 2019 di sejumlah kota telah memasuki babak penting. Pada Sabtu (3/8/2019), pertandingan di seri Padang (Sumetara Barat), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Samarinda (Kalimantan Timur), dan Kupang (Nusa Tenggara Timur), telah sampai babak final. Sementara untuk pertandingan seri Bekasi dan Cirebon mulai memasuki fantastic four. Pertandingan tersebut akan mempertaruhkan gengsi masing-masing sekolah dari setiap kota penyelenggaraan. Untuk menjangkau penggemar diseluruh penjuru negeri, DBL Indonesia menyediakan semua pertandingan puncak tersebut melalui live streaming secara gratis yang tersaji di aplikasi DBL Play. Aplikasi tersebut baru saja diluncurkan saat Launching Honda DBL 2019 lalu dan telah diunduh ribuan pengguna smartphone. Honda DBL merupakan panggung untuk anak Indonesia membuktikan kemampuannya. Sementara, DBL Play dihadirkan sebagai panggung bagi mereka untuk berbagi se-Indonesia sesuai dengan visi DBL Indonesia untuk memperbanyak partisipasi anak muda melalui olah raga basket. Aziz Hasibuan , General Manager DBL Indonesia, mengatakan Honda DBL sengaja menghadirkan live streaming agar anak-anak Indonesia, dari Aceh sampai Papua, bisa saling melihat pertandingan. Dari sana diharapkan mereka bisa saling belajar dari pertandingan yang mereka saksikan. “Dengan adanya live streaming atas pertandingan-pertandingan ini, kami berharap setiap tim bisa saling menginspirasi dan memotivasi tim lain di seluruh Indonesia, dari Aceh sampai Papua. Semoga suatu hari nanti, semakin banyak pertandingan yang bisa kami siarkan melalui DBL Play,” ujar Aziz dalam keterangan persnya, Jumat (2/8/2019). Sepanjang penyelenggaraan Honda DBL 2019 ini akan ada lebih 100 pertandingan yang akan ditayangkan via live streaming. Selain itu pengguna yang telah mempunyai aplikasi DBL Play juga dapat meng-update seluruh skor dan pertandingan melalui aplikasi itu. Berikut adalah pertandingan yang akan ditayangkan live streaming, Sabtu (3/8/2019): Seri Padang (Final Party) Tim Putri: SMAN 10 Padang vs SMA Don Bosco Padang Tim Putra: MA AR-Risalah Padang vs SMA Don Bosco Padang Seri Kupang (Final Party) Tim Putri: SMAN 3 Kupang vs SMA Regina Pacis Bajawa Tim Putra: SMAN 5 Kupang vs SMAN 3 Kupang Seri Banjarmasin (Final Party) Tim Putri : SMAN 1 Banjarbaru vs SMAN 2 Banjarmasin Tim Putra: SMAN 1 Banjarmasin vs SMAN 7 Banjarmasin Seri Samarinda (Final Party) Tim Putri: SMAN 3 Samarinda vs SMKN 2 Balikpapan Tim Putra: SMAN 2 Samarinda vs SMAN 1 Balikpapan Seri Cirebon (Fantastic Four) Tim Putri: MAS HAD AL Zaytun vs SMAN 2 Majalengka SMA Terang Bangsa vs SMA Penabur Cirebon Tim Putra: SMAN 1 Sindang vs SMAN 2 Cirebon SMAN 1 Indramayu vs SMA Penabur Cirebon Seri Bekasi (Fantastic Four) Tim Putri: SMAN 1 Cikarang Utara vs SMAN 5 Karawang SMAN 1 Cikampek vs SMKN 2 Cikarang Tim Putra: SMAN 2 Purwakarta vs SMKN 1 Cikarang Utara SMAN 2 Bekasi vs SMAn 1 Cikampek

Honda DBL 2019 Tayangkan Langsung 100 Laga Basket dari Aceh Hingga Papua

Honda DBL 2019 Tayangkan Langsung 100 Laga Basket dari Aceh Hingga Papua. (DBL Indonesia)

Jakarta- Liga basket pelajar terbesar di Tanah Air Honda Developmental Basketball League (DBL) segera memulai musim 2019. Pada 26 Juli mendatang, liga ini akan mulai dihelat di Padang (Sumatera Barat), Samarinda (Kalimantan Timur), serta Banjarmasin (Kalimantan Selatan), dan terus berlanjut hingga nantinya mengunjungi 30 kota, di 22 Provinsi.Pada musim ke-16 ini, DBL Indonesia selaku penyelenggara meluncurkan DBL Play, aplikasi yang akan menjadi panggung bagi seluruh anak muda Indonesia untuk unjuk gigi. Azrul Ananda, CEO dan Founder DBL Indonesia, mengatakan peluncuran DBL Play adalah bagian komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan partisipasi anak muda di basket.“Prinsip kami konsisten. Bila kami terus mengembangkan partisipasi, maka partisipasi akan membiayai prestasi. Dan DBL Play akan menjadi platform untuk memperluas partisipasi anak muda di DBL,” ujar Azrul dalam peluncuran Honda DBL 2019, di Kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (23/7/2019). Tak tanggung-tanggung, di tahun awal peluncurannya, DBL Play akan langsung menyajikan ribuan konten yang membahas 1.400 lebih pertandingan Honda DBL dari Aceh hingga Papua. Ini termasuk ratusan pertandingan pilihan yang akan ditayangkan via livestream, ribuan berita dan feature dari setiap tim, sekolah, serta setiap pertandingan, juga konten-konten feature basket dan hiburan.“Honda DBL adalah panggung untuk anak Indonesia membuktikan kemampuan. DBL Play adalah panggung bagi mereka untuk berbagi se-Indonesia,” lanjut Azrul. Saat ini, siapapun bisa mengikuti langsung perkembangan basket di penjuru Tanah Air. Ada 100 livestream dari Aceh hingga Papua. Bagi yang ingin belajar teknik basket, semua dibahas dengan cara fun di DBL Play. Sedangkan bagi yang membutuhkan konten hiburan, DBL Play memiliki program DBL ‘Bajak Sekolah’ bersama Augie Fantinus.“Setiap sekolah peserta, setiap pertandingan, pasti ada berita dan fotonya. Semua juga bisa berbagi pandangan lewat kolom opini. Semua bisa diakses dari genggaman ponsel,” tutur Azrul.Sementara itu, Astra Honda Motor (AHM) selaku mitra utama penyelenggaraan liga ikut senang dengan peluncuran DBL Play.“Sudah lebih dari satu dekade Honda menjadi saksi perkembangan Honda DBL di seluruh Indonesia. Ada begitu banyak cerita positif, inspiratif, bagaimana anak muda Indonesia mengejar impian. Dan sekarang DBL Play akan bisa menjadi motor bagi cerita-cerita positif itu agar bisa menggerakkan anak-anak muda Indonesia yang lain mengejar impiannya,” cetus Andy Wijaya, Deputy General Manager PT Astra Honda Motor.Nantinya, Honda juga akan ikut berkontribusi menyajikan konten-konten yang menarik dan menginspirasi. “Honda senantiasa berbagi misi masa depan yang menginspirasi masyarakat Indonesia agar berani bermimpi, sehingga memberikan semangat untuk hidup lebih baik. Inilah semangat One Heart,” terang Andi.“Seperti apa konten yang akan kami sajikan, tunggu notifikasinya muncul di DBL Play,” tambahnya.Selain terus dekat dengan kebutuhan anak muda lewat aplikasi, DBL Indonesia juga memperluas partisipasi dengan melakukan roadshow ke lebih dari 750 sekolah. “Kami yakin bahwa anak muda sebagai pemimpin masa depan harus terus menjaga kesehatan. Lewat basket, kami ingin mengajak mereka bergerak dan olahraga dengan cara yang fun,” ungkap Masany Audri, Direktur DBL Indonesia.“Tahun ini, kami berupaya bisa menjangkau lebih dari satu juta anak muda, lewat program roadshow berkonsep student athlete ini saja,” jelas Masany.Honda DBL memang terus mengembangkan konsep student athlete. Karenanya, liga ini melarang kerjasama dengan mitra dari rokok, minuman beralkohol, dan minuman energi.Tahun ini, selain Honda (AHM), DBL Indonesia juga bekerjasama dengan UBS Gold (PT Untung Bersama Sejahtera) melahirkan kompetisi dance terbesar di Indonesia, juga dengan Toracafe (PT Torabika Eka Semesta), Teh Botol Sosro (PT Sinar Sostro), Honda mobil (PT Honda Prospect Motor), serta official supplier Ultramilk (PT Ultrajaya Milk Industri), Ardiles (PT Wangta Agung), Proteam (PT Inkor Bola Pacific), dan ViCee (PT Darya Varia Laboratoria Tbk).Disisi lain, pada 2019, pemain-pemain alumni liga-liga DBL Indonesia kembali mendominasi seleksi Timnas putra proyeksi SEA Games 2019 Filipina dan FIBA Asia Cup 2021 Qualifiers.Dari 54 pemain yang dipanggil, sebanyak 28 orang tercatat sebagai alumni. Begitu juga di Timnas putri yang saat ini tahapan seleksi telah mengerucut ke 15 pemain.Dari jumlah itu, 9 pemain adalah alumni liga di DBL Indonesia. Salah satunya adalah Rivaldo Tandra Pangestio, Honda DBL All-Star 2012 dan 2013. Alumni SMA Santu Petrus Pontianak itu mengakui Honda DBL sangat berpengaruh besar untuk karir basketnya.“Saya sendiri dari kota kecil. Kita tahu kota kecil kurang dilihat. Namun berkat DBL saya membuktikan bisa berkiprah hingga level internasional,” tutur pemain yang sempat menempati ranking satu di Indonesia FIBA 3X3 itu. Alumni DBL Indonesia di Seleksi Timnas Basket Putra: Sandy Ibrahim Aziz – SMA PSKD 1 Jakarta (Honda DBL Selection 2012) 2. Yesaya Saudale – SMAN 116 Jakarta (Champion DBL 3×3 Competition 2016) 3. Aldy Izzatur – SMAN 116 Jakarta (Champion DBL 3×3 National Competition 2016) 4. Darryl Sebastian – SMA Bukit Sion Jakarta (Honda DBL All-Star 2017 & 2018) 5. Patrick Nicholas – SMA Marsudirini Bogor (Big 8 DBL 3×3 National Competition 2015) 6. Azzriel Rallie – SMA Cita Buana Jakarta (Participants Honda DBL DKI Jakarta 2018) 7. Respati Ragil – SMA Theresiana 1 Semarang (Honda DBL All-Star 2008) 8. Andre Adriano – SMA Karangturi Semarang (Participants Honda DBL Central Java Series 2011) 9. Mario Davidson – SMA Karangturi Semarang (Honda DBL All-Star 2018) 10. Habib Titoaji – SMA Karangturi Semarang (Participants DBL 3×3 National Competition 2014) 11. Avan Seputra – SMP Petra 5 Surabaya (Participant Junior DBL East Java 2007 & 2008) 12. Vincent Rivaldi Kosasih – SMP Cita Hati East Surabaya (Champion Junior DBL Surabaya 2010) 13. William Rivaldi Kosasih – SMA Cita Hati East Surabaya (Honda DBL All-Star 2017) 14. Bartholomew Javier – SMP NSA Surabaya (Champion Junior DBL Surabaya 2017/2018) 15. Abraham Wenas – SMAN 1 Balikpapan (Best 24 Honda DBL Camp 2013) 16. Reggie William Mononimbar – SMA Rex Mundi Manado (Top 50 Honda DBL Camp 2011) 17. Yudha Saputra – SMAN 2 Cirebon (Participants Honda DBL 2014 & 2015 Bandung) 18. M. Reza Guntara – SMAN 9 Bandung (Honda DBL All-Star 2012) 19. M. Fhirdan Maulana – SMAN 9 Bandung (Honda DBL All-Star 2014 & DBL Selection 2014) 20. Andre Rorimpandey – SMA Don Bosco Bitung (Honda DBL All-Star 2013) 21. Rivaldo Tandra P – SMA Santu Petrus Pontianak (Honda DBL All-Star 2012 & 2013) 22. Steven Orlando – SMA Santu Petrus Pontianak (Top 50 Honda DBL Camp 2018) 23. I.B Ananta Wisnu – SMAN 2 Denpasar (Honda DBL All-Star 2016) 24. M. Rizal Falconi – SMAN … Read more