Mengenal Istilah “Eat Breakfast Like A King, Lunch Like A Prince, And Dinner Like A Pauper” Dalam Pola Makan Yang Benar

Adelle Davis, seorang penulis dan ahli gizi dari Amerika, yang dianggap sebagai ahli gizi paling terkenal di awal hingga pertengahan abad ke-20. Foto: azquotes.com

Pernahkah anda mendengar sebuah pepatah tentang pola makan yang benar yaitu “Eat Breakfast Like A King, Lunch Like A Prince, And Dinner Like A Pauper” atau jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah “Makan Sarapan Seperti Seorang Raja, Makan Siang Seperti Seorang Pangeran dan Makan Malam Seperti Si Miskin”. Pepatah tersebut pernah diungkapkan oleh Adelle Davis seorang penulis dan ahli gizi dari Amerika, yang dianggap sebagai ahli gizi paling terkenal di awal hingga pertengahan abad ke-20. Namun, apakah arti dari pepatah tersebut, dan apa hubungannya dengan pola makan yang benar? Mari kita ulas. Breakfast Like A King Sarapan layaknya seorang raja merupakan perumpamaan yang diartikan bahwa kita harus sarapan dengan porsi banyak. Sarapan merupakan makanan pertama yang kita konsumsi setelah beristirahat di malam hari. Hal tersebut perlu dilakukan karena kita harus mengisi glukosa dalam diri yang merupakan hal penting bagi otak dan sumber energi kita sepanjang hari. Jika kita melewatkan sarapan, gula dalam diri kita akan rendah dan akan menurunkan produktivitas diri dalam beraktifitas sepanjang hari. Pada umumnya, kita sering melewatkan sarapan, padahal sarapan sangat penting bagi diri kita untuk menjalani kehidupan maupun aktifitas sehari-hari. Dr. Hana Kahleova salah satu peneliti dari Universitas ;Loma Linda di California menyatakan bahwa makan pagi harus menjadi makanan yang terbesar yang kita konsumsi sehari-hari karena tubuh akan mengeluarkan energi yang lebih banyak maka diperlukan makanan yang cukup. Dalam sarapan, kita harus mengkonsumsi makanan yang memiliki karbohidrat tinggi agar menambah energi seperti gandum, sereal, telur dan sebagainya. Lunch Like A Prince Dalam pola makan yang benar makan siang bagaikan seorang pangeran yang diartikan kita harus mengurangi porsi makan siang kita. Seorang peneliti, Dr. Daneila Jakubowicz pernah melakukan penelitian di Wolfson Medical Center dengan beberapa wanita gemuk. Hasilnya menyatakan bahwa orang yang mengkonsumsi makan siang dengan 700 kalori dapat menurunkan berat badan setelah 12 minggu. Disaat makan siang, diharapkan mengkonsumsi makanan yang tidak terlalu berat dan lebih mengandung protein seperti kacang-kacangan, dada ayam, atau telur. Karena pada dasarnya, porsi makan siang kita harus setengah dari sarapan biasa. Dinner Like A Pauper Lalu pada saat makan malam, bisa diibaratkan makan layaknya si miskin. Dalam artian, kita dianggap tidak memiliki uang dan makan dengan porsi sedikit atau setengah dari porsi makan siang. Hal ini dikarenakan pada malam hari tubuh manusia tidak dapat melakukan proses pencernaan dengan baik bahkan akan mengalami gangguan tidur. Bahkan tidak hanya itu, makan malam dengan porsi banyak akan menaikkan berat badan kita karena tubuh akan menyimpan makanan dan minuman yang dikonsumsi sebagai lemak bukan energi. Profesor ahli gizi, Dr. Marie Pierre St.Onge yang memimpin penelitian di Columbia University’s College Of Physicians And Surgeons menjelaskan bahwa dalam hasil penelitiannya orang yang berpuasa pada malam hari kurang lebih 18-19 jam dan makan pada pagi berikutnya dapat menurunkan berat badan hingga 8 persen dari berat badan aslinya. Pada malam hari, kita disarankan makan buah-buahan untuk membuat kita tetap kenyang walaupun hanya makan sedikit. Nah, para pembaca nysnmedia yang berbahagia, artinya pepatah tersebut sangat berarti dalam pola makan yang benar dan bisa terapkan dalam kehidupan sehari-hari. (put/adt)

Rivalitas Dua Bersaudara Yang Melahirkan Adidas Dan Puma

Rivalitas-Dua-Bersaudara-Yang-Melahirkan-Adidas-Dan-Puma-1

Banyak masyarakat yang belum tahu, dua brand olahraga ternama Adidas dan Puma adalah milik kakak beradik asal kota Herzogenaurach, Jerman. Mereka adalah  Adolf dan Rudolf Dassler. Pada awalnya mereka berdua meneruskan bisnis sepatu milik ayah mereka dengan nama Gebrüder Dassler Schuhfabrik. Sang adik, Adolf bertugas menjadi perancang untuk model-model sepatu sedangkan sang kakak, Rudolf bertugas untuk melakukan penjualan dan distribusi sepatu. Kesuksesan sepatu Dassler bersaudara yang mengembangkan sepatu sepakbola, tennis dan atletik semakin populer ketika tahun 1936 pelari legendaris Jesse Owen mengenakan sepatu buatan mereka pada turnamen Olimpiade di Berlin dan memenangkan 4 medali emas. Perselisihan Popularitas nama Dassler pun tidak diikuti dengan keharmonisan hubungan kakak beradik ini. Mereka mengalami perselisihan yang menyebabkan perpecahan. Berbagai alasan mencuat yang menjelaskan ada apa dengan mereka berdua sehingga bertengkar. Ada yang mengatakan bahwa mereka berpisah karena perbedaan pendapat dan konflik politik pada masa itu. Sejak saat itu, keduanya berpisah dan memutuskan untuk tidak lagi menjalani bisnis keluarga. Pada tahun 1940-an, Rudolf pindah ke seberang sungai untuk mendirikan pabrik baru, sementara Adolf tetap mengelola pabrik lama. Adolf mengubah nama pabrik dan merek sepatunya menjadi Adidas yang diambil dari nama Adolf Dassler. Sementara Rudolf  memberi nama untuk sepatunya Puma Schuhfabrik RudolfDassler atau yang saat ini dikenal sebagai Puma. Perpecahan antara Adi dan Rudi ini menular pada penduduk kota. Pegawai Adidas dan pegawai Puma akan pergi ke restoran, bar, bahkan pasar yang berbeda untuk berbelanja. Bahkan para pegawai Adidas tidak boleh menjalin hubungan  denga pegawai Puma. Pertikaian ini juga yang mendorong kedua perusahaan ini semakin berkembang dengan pesat.  Setiap kali Adidas melakukan suatu terobosan baru atau penjualannya meningkat, maka Puma pun akan melakukan hal yang sama. Demikian pula sebaliknya. Maka dari itu, bisa dilihat bahwa model sepatu kedua merek ini tidak beda jauh. Titik Kesuksesan Persaingan yang masih berlanjut mengalami klimaksnya pada tahun 1950. Pada saat itu, Puma membatalkan kerjasama sponsor untuk sepakbola Jerman karena sang pelatih Josef Herberger  meminta bayaran yang rendah untuk mengenakan produk buatan Puma. Melihat kejadian itu Adidas  mengambil kesempatan dan menyetorkan produk untuk dikenakan para pemain nasional dalam piala duna. Tak disangka, Jerman mampu menundukkan tim top Eropa, Hungaria. Adolf Dassler pun muncul disetiap halaman utama koran dan dengan demikian nama Adidas mulai terkenal hingga internasional. Adolf pun mendapatkan tawaran dari berbagai negara di dunia untuk menjual sepatu Adidas di negara mereka. Rudolf pun mengejar ketertinggalan itu selama bertahun-tahun hingga bisa menyamai kesuksesan adiknya. Bertahun-tahun rivalitas Adidas dan Puma ini nyaris tidak pernah ada yang bisa mendamaikan bahkan hingga mereka meninggal dunia. Berakhirnya Perselisihan Saat ini, Adidas dan Puma telah menjadi merek ternama di dunia. Perselisihan antar keduanya baru dapat diselesaikan pada tahun 2009 melalui satu pertandingan sepak bola persahabatan dari pegawai Adidas dan Puma yang menandai bahwa mereka telah berdamai. Adidas dan Puma sendiri tetap mempertahankan kantor pusat mereka di kota Herzogenaurach. Perseteruan dua brand ini bahkan diangkat kelayar lebar pada tahun 2016 lalu dengan judul Duell der Brüder – Die Geschichte von Adidas und Puma. Meski sempat berseteru, Adolf dan Rudolf tetap berjasa telah menciptakan 2 merek apparel olahraga berkualitas yang saat ini sudah mendunia.(put)

Akankah Semangat Asian Games 1962 Terulang Kembali Pada Asian Games Jakarta-Palembang Mendatang

asian games 1962 di Indonesia

Event olahraga empat tahunan terbesar se-Asean adalah Asian Games, tahun 2018 mendatang Indonesia mendapatkan kehormatan sebagai tuan rumah berlangsungnya Asian Games berikutnya. Ini merupakan, kali kedua Indonesia di tunjuk sebagai tuan rumah, dimana sebelumnya pernah digelar juga di tahun 1962. Tim nysnmedia.com, sedikit memberikan informasi mengenai sejarah asian games. Yuk, kita simak. Asian Games atau sering juga disebut dengan Asiad (Asia dan Olimpiade) adalah ajang olahraga yang diikuti oleh atlet-atlet Asia dan diselenggarakan setiap 4 tahun sekali di Negara-negara Asia oleh Asosiasi yang bernama Dewan Olimpiade Asia (Olympic Council of Asia atau disingkat dengan OCA). India merupakan negara pertama yang menjadi tuan rumah Asian Games pada tahun 1951. Namun, sebelum dikelola oleh OCA, Asian Games dikelola oleh Asian Games Federation (AGF) hingga Asian Games ke-8 di Bangkok, Thailand tahun 1978. Hingga saat ini, tercatat 13 Kota dari 9 Negara yang telah menjadi tuan rumah Asian Games. Negara yang paling banyak menggelar Asian Games yakni Thailand sebanyak 4 kali di tahun 1966, 1970, 1978 dan 1998. Diikuti oleh Korea Selatan yang pernah menggelar di tiga kota yakni Seoul di tahun 1968, Busan 2002 dan Incheon 2014. Nah, di Asian Games 2018 ke-18, Indonesia di tunjuk menjadi penyelenggara event olahraga terbesar di Asia tersebut. Kota Jakarta dan Palembang dipilih untuk melaksanakan Asian Games. Dan ini merupakan kali kedua, Indonesia menjadi tuan rumah setelah tahun 1962. Lantas, bagaimana kiprah Indonesia sepanjang mengikuti Asian Games? Pada tahun 1951 di era kepemimpinan Presiden Ir. Soekarno saat itu, Indonesia berhasil mengumpulkan lima medali perunggu dan finish di posisi tujuh. Baru di tahun 1962 disaat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke-4 meraih prestasi terbaiknya. Dan, di saat itu pula, Stadion Gelora Bung Karno dengan kapasitas 100.000 orang dinobatkan sebagai stadion terbesar se Asia Tenggara. Presiden Soekarno bersemangat untuk menunjukan jati diri Indonesia melalui olahraga. Bahkan, semangat itu tertanam di para atlet, sehingga mampu meraih prestasi yang mencenangkan dan juga membuat Jepang kagum. Mengirimkan 290 atletnya, Indonesia berhasil meraih posisi terbaiknya yakni peringkat dua dengan mengoleksi 21 medali emas, 26 perak dan 30 perunggu. Kalah dari Jepang yang memuncaki klasemen dengan 73 emas, 68 perak dan 23 perunggu. Bulu tangkis menjadi penyumbang medali terbanyak bagi Indonesia dengan menyumbangkan lima medali, dua perak, dan dua perunggu. Setelah itu, prestasi Indonesia di Asian Games terus menurun. Indonesia baru mulai bangkit kembali pada pelaksanaan Asian Games di Bangkok, Thailand pada tahun 1970. Saat itu Indonesia menduduki peringkat empat dengan koleksi sembilan emas, tujuh perak dan tujuh perunggu. Di Asian Games Teheran, Iran pada tahun 1974, Indonesia masih aman berada di posisi lima besar dengan koleksi lima emas, empat perak dan empat perunggu. Namun, di ajang Asian Games selanjutnya, prestasi Indonesia kian menurun. Asian Games ke-18, Indonesia akan kembali menjadi tuan rumah pesta olahraga terbesar se Asia. Apakah bisa semangat juang Presiden Soekarno dan para atlet bisa tertular di dalam diri atlet Indonesia nanti? Mari kita doakan, agar atlet-atlet Indonesia bisa memberikan prestasi yang membanggakan di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang nanti.(pah/adt)

Mengenal Squash, Olahraga Paling Sehat di Dunia

olahraga-squash

Banyak pilihan olahraga yang dilakukan masyarakat untuk menjadi sehat. Olahraga menjadi cara untuk menjaga fisik agar tetap dalam kondisi prima. Tapi, apa kalian tahu olahraga paling sehat di duniat? Jika kalian menyebut, renang, sepakbola atau yang lainnya semua salah. Menurut Forbes Indonesia, yang merupakan majalah ternama, olahraga tersehat di dunia itu squash. Squash menjadi olahraga paling sehat, mengalahkan dayung, renang dan rock climbing. Apa yang membuat squash dinobatkan sebagai olahraga tersehat di dunia? Secara sederhana, squash dimainkan di lapangan 10 x 6 meter yang dibatasi empat dinding setinggi kira-kira 5—6 meter. Alat yang dibutuhkan hanyalah raket dan bola yang khusus untuk permainan squash. Dalam permainan tunggal, lapangan diisi dua pemain yang harus terus memantulkan bola ke dinding depan dan bola tak boleh memantul di lantai lebih dari satu kali. Nah dari hasil olahraga tersebut, ternyata jika kita bermain squash selama 30 menit. Bisa menghasilkan latihan pernapasan serta membakar 517 kalori. Tak hanya itu, dengan banyak berlari, squash juga bermanfaat untuk menguatkan otot, meningkatkan daya tahan tubuh serta memperbaiki kelenturan perut. Selain itu, squash juga bisa meningkatkan konsentrasi dan mental. Di Indonesia sendiri, squash mulai digandrungi masyarakat. Banyak kejuaraan dan beberapa pusat squash yang ada di Indonesia seperti di Kemang, GBK dan beberapa tempat lainnya. Bahkan, penyanyi cantik Raisa dan artis Panji Pragiwaksono juga rutin berolahraga squash di selang-selang kesibukannya. Gimana tertarik kah kalian untuk memainkan olahraga paling sehat di dunia ini? Eits, tapi jangan lupa untuk selalu melakukan pemanasan terlebih dahulu, guna menghindari cedera. Dan, satu lagi yang harus dilakukan yakni fokus. Jika tidak fokus, bisa-bisa pantulan bola atau bahkan raket lawan mengenai badan. (pah/adt)

Tarik Tambang, Olahraga Tradisional Yang Pernah Dilombakan Pada Ajang Olimpiade Kelas Dunia

Tarik-Tambang-Salah-Satu-Olahraga-Yang-Pernah-Ada-Di-Olimpiade-Dunia-1

Siapa yang tidak kenal permainan tarik tambang? Permainan yang sering diselenggarakan pada hari kemerdekaan Indonesia ini merupakan salah satu permainan yang menyenangkan dan menjadi favorit masyarakat Indonesia. Dua tim dengan jumlah anggota yang sama akan beradu kekuatan menarik tali tambang hingga batas yang ditentukan. Namun, siapa yang sangka bahwa permainan yang berasal dari India Kuno ini menjadi salah satu cabang olahraga yang pernah meramaikan olimpiade musim panas dunia. Ajang tarik tambang atau Tug Of War pernah tampil selama dua dekade dalam pelaksanaan olimpiade musim panas pada tahun 1900 hingga tahun 1920. Bermula dipertandingkan di Olimpiade Paris pada tahun 1990, usia cabang olahraga ini berhenti dipertandingkan pada Olimpiade di Antwerpen tahun 1920. Pada saat itu, Inggris menjadi juara bertahan. Inggris telah mengumpulkan 2 medali emas, 2 medali perak dan 1 medali perunggu. Disusul oleh Amerika Serikat yang mendapatkan 1 medali emas, 1 medali perak dan 1 medali perunggu. Swedia juga menjadi negara yang pernah memenangkan 1 medali emas pada cabang olahraga tarik tambang. Tarik tambang juga merupakan bagian dari olahraga dunia dan memiliki organisasi yaitu Tug Of War International Federation (TWIF). Bahkan TWIF, menyelenggarakan kejuaraan dunia untuk tim nasional setiap dua tahun sekali. Peraturannya tidak jauh berbeda dengan permainan yang sekarang masih rutin dilakukan. Masing-masing tim akan terdiri dari 8 peserta dan menarik tali tambang dengan panjang kurang lebih 1,8 meter. Namun, tarik tambang harus dihapuskan pada tahun 1920. Komite Olimpiade Internasional menyatakan bahwa tarik tambang bukan olahraga yang memiliki asosiasi yang baik dan tidak bisa mewadahi secara global. Selain itu, tarik tambang memiliki resiko yang cukup tinggi bagi para pemain. Meski telah dihapus, tarik tambang tetap ada dan menjadi salah satu permainan tradisional yang rutin ada dalam acara kemerdekaan Indonesia.(put)

4 Barang Yang Ada di Rumah Kamu, Ternyata Bisa Digunakan Sebagai Alat Fitnes

Ilustrasi Fitness di rumah. Foto: whole-health-fitness.com

Siapa bilang Fitness hanya bisa dilakukan di gym oleh kalangan tertentu. Bagi kamu yang tidak ada waktu, uang dan tenaga untuk berpergian ke tempat gym, kamu tetap bisa kok fitness di dalam rumah. Alat fitness harus beli dong? dan mahal kan? Eitss, tentu tidak harus dan tidak mahal. Barang-barang di rumah berikut ini bisa loh ternyata kamu manfaatkan sebagai pengganti alat-alat fitness di tempat gym: 1. Tangga Tangga yang ada di dalam rumah bisa kamu manfaatkan untuk fitness. Gerakan naik turun tangga merupakan latihan kardio yang baik. Tetapi jika kamu ingin membangun beberapa otot, coba lakukan cara ini. Berdiri di tepi anak tangga dan turunkan tumit sejauh yang kamu bisa. Lalu, perlahan-lahan dorong kembali tumit setinggi yang kamu bisa dan ulangi beberapa kali. Gerakan ini dapat membangun otot betis. Bila tidak ada tangga di rumah kamu, coba dengan barang selanjutnya ini.

Derek Redmond, Pelari Yang Sempat Membuat Dunia Menangis

Derek-Redmond-Pelari-Yang-Sempat-Membuat-Dunia-Menangis-1

Derek Redmond merupakan mantan atlet lari internasionnal yang lahir di Inggis pada 3 September 1965. Pria dengan nama asli Derek Anthony Redmond ini adalah atlet atletik untuk jarak 400 meter dan pernah memenangkan medali emas lari estafet 4×400 meter pada Kejuaraan Dunia dan Kejuaraan Eropa. Pada tahun 1985, Redmond pertama kali memecahkan rekor untuk lari dengan jarak 400 meter dengan waktu 44,82 detik. Di tahun 1991, Redmond bersama tim dari Inggris berhasil menggeser tim dari Amerika pada Olimpiade Dunia. Redmond bersama Roger Black, John Regis dan Kriss Akabusi menjadi tim dengan kecepatan paling cepat dalam sejarah lari estafet 4×400 meter. Cedera Pada Olimpiade Musim Panas 1992  Olimpiade Musim Panas tahun 1992 di Barcelona, Spanyol merupakan momen bersejarah bagi olahraga dunia terutama dalam karir Redmond. Ia sempat membuat seluruh dunia menangis karena cedera hamstring pada saat lomba lari cepat dengan jarak 400 meter. Pada saat itu, para pelari sudah mulai meninggalkan start termasuk Redmond. Setelah 150 meter, tiba-tiba Redmond mulai memperlambat geraknya dan terlihat seperti kesakitan. Tak lama kemudian, ia mulai tertunduk memegang bagian paha kaki kanannya. Tim medis dan para official mulai mendekati Redmond, namun ia tetap berdiri dengan perlahan dan berlari sedikit demi sedikit dengan kondisi pincang. Raut muka Redmond yang menahan sakit membuat seluruh penonton terdiam dan melihat keteguhan Redmond berjalan menuju garis finish walaupun ia sudah tertinggal jauh dari pelari yang lain. Tak lama, ada seorang pria berlari mendekati Redmond walaupun sudah dihalangi oleh berbagai pihak. Pria itu adalah Jim Redmond, ayah dari Derek Redmond yang langsung datang memeluk dan membantu Redmond berjalan hingga ke garis finish. Redmond tidak bisa menahan air matanya melihat sang ayah datang untuk menolongnya. Meskipun Redmond tidak menang tetapi ia mendapatkan tepuk tangan yang luar biasa dari seluruh penonton di stadion yang berjumlah kurang lebih 65.000 orang. Kejadian itu membuat seluruh penonton dan orang-orang yang melihat videonya, menangis terharu melihat kasih sayang ayah Redmond yang tidak membiarkan anaknya mengalami kesulitan. Bahkan menjadi salah satu momen mengharukan dalam sejarah olimpiade dunia. Setelah pensiun menjadi atlet atletik, Derek Redmond memilih untuk menjadi atlet basket dalam klub Brimingham Bullets. Saat ini, Redmond menjadi pelatih untuk para atlet professional, komentator di acara olahraga dan menjadi pembicara dalam berbagai media. Meski kini ia telah pensiun menjadi seorang atlet, kisah inspirasi Redmond dan ayahnya mengajarkan bahwa kita harus tetap melangkah meski dengan tertatih dan kita harus menyelesaikan apapun yang sudah kita mulai.

Kisah Awal Pekan Olahraga Nasional (PON) Dimulai Pertama Kali

Kisah-Awal-Pekan-Olahraga-Nasional-(PON)-Dimulai-Pertama-Kali-1

Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan ajang olahraga nasional yang diadakan setiap 4 tahun sekali yang diikuti oleh atlet dari seluruh provinsi di Indonesia. Ajang yang terakhir diadakan di Jawa Barat ini sudah terlaksanakan selama 16 kali. Di tahun 2020, Jayapura di pilih untuk menjadi tempat berlangsungnya perhelatan olahraga terbesar di Indonesia. Namun, bagaimana kisah awal mula terbentuknya PON dan apa saja cerita dibalik PON pertama? Pada awalnya, para atlet Indonesia hendak mengikuti Olimpiade Internasional ke-14  Musim Panas di London, Inggris pada tahun 1948. Ditahun ketiga kemerdekaan Indonesia itu, para atlet Indonesia ditolak dan tidak bisa diberangkatkan ke London karena paspor yang ditahan oleh pihak Inggris. Indonesia dianggap belum diakui kemerdekaannya oleh dunia dan belum memenuhi standar untuk mengikuti Olimpiade bertaraf internasional. Tidak hanya itu, Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) juga belum diakui oleh International Olympic Committee(IOC). Semangat Indonesia saat itu sangat menggebu dan tidak terima ditolak untuk bergabung dalam ajang internasional. Oleh sebab itu, PORI mengadakan konferensi  dan sepakat untuk membentuk ajang olahraga nasional untuk Indonesia yaitu Pekan Olahraga Nasional (PON). PON juga dianggap telah menghidupkan kembali pekan olahraga yang pernah diadakan oleh Ikatan Sport Indonesia (ISI) yaitu ISI Sportweek atau Pekan Olahraga ISI pada tahun 1938. PON 1 diadakan di Surakarta, Jawa Tengah pada 9-12 September 1948. Kota Surakarta dianggap kota yang memiliki fasilitas terlengkap ditambah dengan adanya Stadion Sriwedari yang merupakan stadion pertama di Indonesia. Pembukaan PON 1 dilakukan pada tanggal 9 September 1948 yang diresmikan oleh Presiden pertama, Ir. Soekarno dan penutupan PON dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Tanggal 9 September memang momentum yang sangat beharga bagi olahraga di Indonesia dan menjadikan tanggal tersebut sebagai Hari Olahraga Nasional. Sebanyak 600 atlet bertanding untuk 9 cabang olahraga yaitu Atletik, Bola Keranjang, Bulutangkis, Tenis, Sepakbola, Panahan, Renang (termasuk Polo Air), Basket dan Pencak Silat. Pada saat itu, atlet yang mengikuti PON tidak diambil dari tingkat provinsi, melainkan dari tingkat kota atau karesidenan. PON 1 diikuti 13 kota atau karesidenan yaitu Karesidenan Surakarta, Karesidenan Yogyakarta, Karesidenan Kediri, Karesidenan  Jakarta, Karesidenan  Kedu, Karesidenan Madiun, Karesidenan Malang, Karesidenan  Madiun, Karesidenan Pati, Karesidenan Surabaya, Bandung, Banyuwangi dan Magelang. Karesidenan Surakarta mendapatkan juara dengan membawa 36 medali. Diposisi kedua adalah Karesidenan Yogyakarta dengan 23 medali dan juara ketiga adalah Karesidenan Kediri sebanyak 12 medali. Pelaksanaan PON 1 sangatlah sederhana dan hanya diikuti oleh para atlet yang berada di pulau Jawa. Para pemenang dalam PON 1 dari seluruh cabang olahraga tidak mendapatkan medali berupa emas, perak dan perunggu bahkan sebuah piala. Pengakuan kemenangan hanya dituliskan pada sebuah kertas berbentuk piagam. Namun, piagam tersebut sangatlah bermakna dan membanggakan bagi para atlet dan wilayah yang menjadi pemenang. Meski ajang PON 1 diadakan karena kondisi yang belum mendukung dan kurang dalam persiapan, perhelatan nasional ini masih terus berlangsung hingga sekarang dan sebagai bentuk dukungan Indonesia terhadap dunia olahraga.

Tatsuki Machida, Ice Skater Jepang yang Kisah Inspiratifnya di Angkat Menjadi Kartun Anime Jepang

Ice Skating, olahraga yang mengandalkan keseimbangan tubuh dan kelenturan tubuh ini sangat di minati berbagai umur, mulai dari anak-anak hingga kalangan remaja. Olahraga ice skating yang di mainkan di atas bongkahan es ini pun banyak di pertandingkan di berbagai negara. Dari kejuaraan ice skating banyak melahirkan atlet-atlet berbakat dan menginspirasi banyak orang. Seperti ice skater muda asal Jepang, Tatsuki Machida yang sempat menjadi perwakilan Jepang untuk Grand Prix di Sochi, Rusia tahun 2014. Namun, ia justru mendapat peringkat bawah di kejuaraan tersebut hingga harus turun ke level nasional. Mental Tatsuki rupanya sedang tidak Stabil. Di level nasional pun ia tak menampilkan permainan yang baik. Hal ini di karenakan Tatsuki memiliki banyak pikiran, terutama karena harus mengimbangi antara karier olahraganya dan kuliah. Sebab, orang tua Tatsuki rupanya mendesaknya untuk segera menyelesaikan kuliah. Nah, konflik keluarga serupa juga diceritakan dalam YOI. Perjuangan seorang atlet berbakat yang harus bertahan dalam beratnya persaingan di lapangan, serta desakan dari keluarga yang meragukan pilihan kariernya, wajar saja kalau kisah hidup Tatsuki ini menarik untuk diangkat jadi film/anime.     Keberhasilan di World Championship Menariknya, setelah jatuh dalam tekanan yang memnimbulkan kekecewaan, Tatsuki ternyata mampu bangkit dan berhasil menyingkirkan krisis percaya diri dan tekanan dari keluarganya. Dalam rentang waktu kurang dari setahun, Ia mampu kembali ke performa terbaiknya dan berangkat ke World Championship yang diselenggarakan di Saitama, Jepang. Kiprah di World Championship itu akhirnya tercatat sebagai prestasi terbaik yang pernah ditorehkan Tatsuki Machida. Pada World Championship itu Tatsuki berhasil meraih runner-up, alias peringkat kedua dan mendapat medali perak! Ia tertinggal 0,33 poin dari kompatriot sekaligus kawannya, Yuzuru Hanyu yang juga berasal dari Jepang. Nah melihat kedua skater berbakat asal Jepang tersebut, rasanya tak salah sebagian penggemar menyebut tokoh Anime yang bernama Yuri Katsuki adalah perpaduan dari prestasi Yuzuru Hanyu dan Tatsuki Machida. Dari segi prestasinya mencontoh Yuzuru , sedangkan dari segi nilai juangnya mencontoh Tatsuki. Tatsuki Umumkan Pensiun Muda Tapi tak dapat di pungkiri, dunia nyata tetap tidak bisa sesempurna drama. Beda dengan YOI, karier Tatsuki Machida tidak bisa dibilang berakhir happy ending. Sebab, ia tiba-tiba memutuskan pensiun pada tahun 2015 lalu di usia baru 24 tahun. Alasannya, ia memilih fokus di dunia pendidikan. Sejumlah orang pun mengkritik cara Machida pensiun itu ‘sangat tidak Jepang’ karena nggak berpamitan terlebih dahulu dengan rekan-rekannya. Namun sebaliknya, bagi pengamat seperti Tokyo Girls Update mengindikasikan bahwa pensiunnya Machida lah yang menginspirasi dibuatnya anime Yuri!!! on Ice. Terlepas dari kontroversi itu, Tatsuki Machida jelas merupakan nama yang layak dimasukkan dalam Hall of Fame. Selain runner upWorld Championship, ia juga pernah memenangi Grand Prix China, America, dan Rostelecom, serta torehan juara Asian Trophy. Dari prestasi dan perjuangan Tatsuki dalam menggeluti dunia ice skating sungguh menginspirasi banyak orang, termasuk Mitsurou Kubo sang pencipta Yuri!!! on Ice.

Berlari Sambil Berdonasi, Nusanta.run Chapter 5 Digelar Demi Pendidikan Di Indonesia

Nusanta.run Chapter 4 yang digelar Cirebdion-Purwokerto tahun lalu

Nusanta.run adalah gerakan lari demi mengumpulkan donasi untuk mengembangkan pendidikan di Indonesia. Jarak lari yang ditempuh adalah jarak ultra atau lebih dari 42 kilometer. Setiap tahunnya, misi yang dilakukan oleh Nusanta.run berbeda-beda, seperti pembangunan sekolah, bantuan untuk anak-anak yang putus sekolah ataupun pengembangan kualitas guru. Tahun ini, menjadi tahun kelima bagi Nusanta.run untuk mengembangkan kualitas 400 guru di Dieng, Jawa Tengah yang akan diadakan pada 15-17 Desember 2017 yang akan diikuti 222 pelari. Tak hanya itu, target untuk tahun ini akan mengumpulkan donasi sebesar 2 Miliyar Rupiah. Adji Dara Vania salah satu pelari menjelaskan misi dari Nusanta.run tahun ini. “Ditahun sebelumnya kita sudah berdonasi untuk pembangunan sekolah. Tahun ini kita berdonasi untuk pembinaan dan pengembangan 400 guru di Dieng dan sekitarnya. Waktu itu disana ada tes standar mengajar untuk guru dan 75% guru di Dieng tidak lulus tes. Makanya kita bantu untuk berkembang karena pastinya juga sebagai guru mereka ingin murid-muridnya dapat kualitas yang terbaik dan pastinya kalau gurunya memilki kualitas yang baik, muridnya juga akan berkualitas baik.” Ujarnya https://www.instagram.com/p/BbbEAMilapc/?taken-by=nusanta.run Nusanta.run sebelumnya sudah melewati Jakarta-Bogor ditahun pertama dengan jarak 53,5 kilometer, tahun kedua Bogor-Bandung dengan jarak 118 kilometer, tahun ketiga dari Bandung ke Cirebon dengan jarak 135 kilometer, dan tahun keempat Cirebon-Purwokerto dengan jarak 145 kilometer. Gerakan lari ini akan dibagi menjadi 2 kategori yaitu Full Course dengan jarak 127,9 kilometer dan Half Course kurang lebih menempuh 64 kilometer. Adji Dara juga menjelaskan harapannya dari diadakannya Nusata.run ini. “Nusanta.run ini juga sebagai wujud kecintaan kita sama Indonesia, jadi Nusanta.run akan keliling Indonesia dimulai dari Jakarta. Kalau tahun ini kan titiknya sudah di Dieng dan diharapkan tahun-tahun setelahnya akan terus berlanjut sampai seluruh pelosok Indonesia akan terlewatkan.”tutupnya(put/adt)

Kamu Harus Tahu, Tiga Tokoh Olahraga Ini Juga Pahlawan Bangsa

10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan di Indonesia. Tahukah kamu perjuangan para pahlawan bangsa bukan hanya untuk melawan gerakan penjajah yang hadir di dunia diplomasi dan pemerintahan. Namun, perjuangan pahlawan itu juga hadir dalam dunia sepak bola. Nah, artikel kali ini akan membahas tokoh pahlawan Indonesia di dunia sepak bola yang pasti belum kamu ketahui… Menurut lansiran dari bola.com, dahulu saat Indonesia masih terjajah, sepak bola menjadi alat membangkitkan semangat nasionalisme masyarakat. Perlawanan dari lapangan hijau pun bermacam-macam loh. Salah satunya dengan membentuk Persatuan Sepakraga Seluruh Indonesia (PSSI) di Mataram pada 19 April tahun 1930. PSSI didirikan untuk menyaingi klub-klub bentukan Belanda yakni NIVB atau NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie). Teguhnya pendirian tim PSSI, Hingga saat Piala Dunia 1938 berlangsung, PSSI pun ikut mengirimkan pemain-pemain pribumi yang mewakili nama Indonesia. Perlawanan anak bangsa lewat jalur sepak bola telah memunculkan nama sejumlah tokoh. Mereka sebagai pahlawan bangsa yang punya peran masing-masing dalam melawan penjajah. Tentunya melawan lewat kiprah mereka di lapangan. Ini dia 3 tokoh sepak bola Indonesia yang ikut memperjuangkan Indonesia versi lansiran dari bola.com: Soeratin Soesrosoegondo Berlatar belakang bukan dari dunia sepak bola bagi pria kelahiran Yogyakarta ini. Semasa muda, Soeratin menempuh pendidikan sekolah teknik di Jerman. Meski lulusan dari sekolah Jerman, semangat membela tanah air dan mengusir penjajah tetap tertanam di jiwa raga Soeratin.  Sumpah Pemuda 1928, Ia membuat suatu perlawanan dengan membentuk organisasi PSSI pada tahun 1930. Ini merupakan satu cara membangkitkan semangat nasionalisme masyarakat Indonesia dalam sepak bola. Kemudian, Soeratin terpilih jadi ketua umum PSSI pertama. Maulwi Saelan Saat tahun-tahun awal bangsa Indonesia merdeka, namanya mencuat. Maulwi berhasil memperkuat timnas Indonesia melawan Uni Soviet pada Olimpiade Melbourne 1956. Tak sampai disitu, Maulwi juga berhasil meraih medali perunggu di Asian Games 1958 dan melaju ke semifinal Asian Games 1954. Kiprahnya begitu gemilang dalam dunia sepakbola, mengharumkan nama bangsa Indonesia di kanca Internasional. Di luar kiprah gemilang tersebut, ternyata Maulwi juga gemilang di bidang militer, Ia ikut angkat senjata melawan penjajah.  Tercatat, Ia pernah melawan Belanda antara lain penyerbuan markas NICA di Makassar pada 1945. Hingga Maulwi masuk sebagai anggota pasukan pengamanan presiden pada 1962. “Pengawal setia Presiden Soekarno” Raden Maladi Maladi tercatat aktif memperkuat sepak bola Indonesia hingga 1940. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum PSSI 1950-1959. Sementara di ranah politik, Menteri Pemuda dan Olahraga (1964-1966). Maladi tidak hanya berjuang di lapangan hijau. Seperti halnya Maulwi dan Soeratin, Maladi juga ikut angkat senjata mengusir penjajah. Salah satunya saat Pertempuran Empat Hari di Solo. Maka itu, tahun 2003 kota Solo menyematkan nama Raden Maladi ke Stadion legendaris, Stadion Sriwedari untuk menghormati pria yang wafat 30 April 2001 tersebut.   Itulah ketiga tokoh pahlawan bangsa Indonesia di lapangan hijau. Ternyata perjuangan mengharumkan nama bangsa sudah dilakukan oleh para tokoh terdahulu. Sekarang saatnya generasi muda Indonesia, untuk semangat dan bangkit meraih kemenangan di setiap laga. Semua itu atas nama “Indonesia” Selamat Hari Pahlawan!

Lima Merek Raket Bulutangkis Yang Banyak Digunakan di Indonesia

Lima-Merek-Raket-Bulutangkis-Yang-Banyak-Digunakan-di-Indonesia-1

Berbagai merek raket sudah memenuhi pasar cabang olahraga bulutangkis. Untuk membeli raket dapat ditentukan dari gaya pemain dalam menyerang, bertahan dan menjaga keseimbangan. Selain itu, berat dari raket, fleksibilitas dan ukuran genggaman tangan juga menentukan kenyamanan saat bermain bulutangkis. Berikut 5 merek raket yang sudah banyak digunakan di Indonesa. 1. Yonex   Merek raket asal Jepang ini sudah sangat populer di dunia. Yonex telah menciptakan raket dengan kualitas tinggi dan banyak digunakan pada pertandingan internasional. Yonex diyakini sudah mendominasi hingga 80% penggunaan raket di Indonesia. Para atlet bulu tangkis Indonesia juga sudah menggunakan merek ini, seperti Tommy Sugiarto, Greysia Polii, Taufik Hidayat dan Candra Wijaya Di tahun 2007, Yonex merayakan ulangtahun yang ke 25 dengan menjadi sponsor utama kompetisi internasional All England. Yonex juga banyak digunakan diberbagai pertandingan seperti Olimpiade Beijing, Sudirman Cup dan juga menjadi partner Badminton World Federation(BWF). Salah satu jenis yang menjadi produk terlaris dari Yonex adalah jenis Yonex Arcsaber FB yang memiliki berat yang ringan dan dapat menghasilkan keseimbangan yang baik. 2. Li Ning Li Ning adalah merek asal China yang menjadi produsen utama barang olahraga di China. Negara tirai bambu dianggap sebagai negara yang menghasilkan para atlet bulutangkis kelas dunia. Desain dari Li Ning juga disesuaikan dengan kualitas pemain bulutangkis China. Li Ning menjadi terkenal sejak menjadi sponsor dalam China Nasional Senior Squad. Li Ning N80 menjadi salah satu jenis dari merek ini yang banyak digunakan dan banyak di ulas di internet. Jenis ini memiliki keunggulan dapat menghasilkan smash yang cukup baik dan dapat mengeluarkan tenaga yang lebih kencang. 3. Wilson Merek asal Chicago, Amerika Serikat ini tidak hanya memproduksi raket. Wilson juga banyak memproduksi alat olahraga untuk baseball, basket, sepakbola, golf, tennis, voli dan tentunya badminton. Wilson juga memiliki banyak varian yang berbeda dari segi berat dan harga. Berbagai jenis varian ini juga dibedakan dari beratnya yang bisa disesuaikan kemampuan dan kenyamanan pemakai. Jenis terlaris adalah adalah jenis BLX. Jenis ini menjadi laris karena dapat mengurangi getaran saat melakukan pukulan. 4. Pro Ace Pro Ace merupakan raket yang banyak digunakan kelas menengah dan lumayan banyak digunakan di Indonesia. Merek asal Inggris ini dianggap lebih murah dibandingkan dengan merek kelas dunia. Namun, dari segi kualitas dan performa, Pro Ace tidak kalah dengan merek terkenal lainnya. Pro Ace juga memiliki berbagai varian dengan harga yang berbeda-beda.  Raket ini juga dapat digunakan untuk para pemula atau pemain yang tingkat lanjut baik untuk latihan atau ikut turnamen. Salah satu variannya adalah Pro Ace Sweet Spot 1000. Jenis ini dapat menghasilkan smash dan lob yang bagus. 5. Victor Victor mengambil nama dari “Victory” yang memiliki arti kemenangan dengan harapan para pemain bisa meraih kemenangan dengan menggunakan merek Victor. Sejak 1968, Victor memproduksi berbagai alat olahraga. Merek ini juga pernah dipakai Tantowi ahmad dan Lilyana Natsir sebagai Brand Ambassador. Ketika pasangan ganda campuran ini menjadi pemenang di kompetisi All England, nama Victor semakin meroket. Merek asal Korea Selatan ini dirancang khusus untuk menyerang. Victor sudah mencakup berbagai wilayah di dunia seperti Taiwan, China, Amerika Serikat, Eropa dan berbagai wilayah lainnya. Hingga saat ini, Victor terus melakukan inovasi melalui penelitian yang berkualitas dan pengembangan yang luas sampai menjadi produsen terkemuka peralatan bulutangkis dunia. Salah satu jenis yang menjadi jenis terlaris adalah Victor Thruster K. Jenis ini nyaman saat digunakan dan baik untuk pemain yang sering melakukan smash. Nah itu tadi 5 raket yang banyak digunakan di Indonesia. Mana raket favorit kamu?

Jangan Menyesal, Gunakan 5 Tips Ini Untuk Memilih Bola Futsal Yang Berkualitas

Jika Kamu salah satu orang yang ingin beli bola futsal, jangan lewatkan untuk membaca artikel kali ini! Dalam membeli bola futsal dibutuhkan juga skill dasar dalam memahami mana bola yang berkualitas. Bola sangat berpengaruh loh dalam keuntungan tim futsal Kamu. Awet atau tidaknya bola yang dimiliki, sebenarnya tergantung dari kualitas bola yang Kamu pilih. Maka itu, ini dia tips yang tepat buat Kamu dalam memilih bola futsal yang berkualitas: 1. Ketahui Arti Approved & Inspected Umumnya bola futsal itu dilihat dari 2 jenis tulisan yaitu approved dan inspected.  tulisan approved berarti bola tersebut digunakan untuk pertandingan resmi. Sedangkan inspected dikategorikan sebagai bola standar. Satu lagi, Kamu juga harus tau merek-merek brand bola futsal yang terdapat di pasaran, seperti Molten,Mitre, Mikasa, Adidas, Nike, Proteam, dan lainnya.

Kisah Inspiratif: “The Hammer” Pegulat Tuna Rungu Pertama Yang Menjuarai National Callegiate Wrestling Championship

Kisah-Inspiratif-“The-Hammer”-Pegulat-Tuna-Rungu-Pertama-Yang-Menjuarai-National-Callegiate-Wrestling-Championship-1

Terlahir dengan kondisi tuna rungu bukanlah sesuatu yang bisa menghalangi untuk berkarir dan memilki prestasi. Seperti yang dialami Matthew Stanley Hamill atau Matt Hamill. Nama “The Hammer” dipilih menjadi nama panggung untuk pegulat ini. Pria yang lahir pada 5 Oktober 1976 di Ohio, Amerika Serikat ini dikenalkan gulat oleh ayah tirinya yang juga pelatih gulat di SMA Loveland. Latar Belakang Pada awalnya, sang kakek melihat bakat gulat yang terpendam dari Matt dan memotivasi dirinya agar mendapatkan beasiswa untuk atlet di Universitas Purdue. Saat di bangku kuliah, ia kesulitan untuk belajar tanpa bantuan bahasa isyarat dan akhirnya dikelurkan dari Universitas Purdue. Matt sempat putus asa dan mencoba untuk kuliah lagi di Rochester Institute of Technology (RIT). Berbeda di kampus sebelumnya, RIT memiliki beberapa mahasiswa tuna rungu. Matt mulai belajar untuk bersosialisasi dengan membuka diri kepada lingkungannya dan kembali membangun kepercayaan diri. Ketika masih berkuliat di RIT, Matt sudah menjuarai National Callegiate Wrestling Championship (NCAA) Divisi III Nasional dalam gulat pada tahun 1997, 1998 dan tahun 1999 . Dia juga pernah menjuarai medali perak di Greco-Roman Wrestling dan medali emas di Freestyle Wrestling di tahun 2001 Deaflympics. Pria dengan tinggi 193 cm ini pernah mengikuti acara reality show Ultimate Fighter 3 di kelas berat 93 kg. Dia memenangkan pertarungan awal melawan Mike Nickels, namun tidak dapat melanjutkan ke semifinal karena cedera.

Kejayaan Stadion Lebak Bulus Yang Kini Tinggal Kenangan

Kejayaan-Stadion-Lebak-Bulus-Yang-Kini-Tinggal-Kenangan-1

Masih ingatkah anda dengan stadion Lebak Bulus? Walau kini sudah dihancurkan, stadion ini tetap menjadi salah satu stadion yang banyak menyimpan kenangan bagi dunia sepakbola di Indonesia. Stadion Lebak Bulus Dahulu Stadion Lebak Bulus terletak di Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Stadion yang memiliki kapasitas 12.500 orang dan memiliki 4 tribun ini pertama kali dibangun pada tahun 1987 oleh Bakrie Grup. Stadion Lebak Bulus menjadi saksi bisu dari sejarah kejayaan klub sepakbola kebanggaan Ibukota, Persija Jakarta. Tim Persija pindah ke stadion Lebak Bulus sejak stadion Menteng diruntuhkan. Bagi pemain Persija, bermain di stadion Lebak Bulus seakan memberikan kekuatan tersendiri. Para lawan yang bertanding seolah takut akan melawan Persija apalagi melihat dukungan dari para The JakMania. Bahkan pada tahun 2005 lalu, musuh bebuyutan dari Persija yaitu Persib Bandung sempat tidak jadi bertanding karena melihat para The JakMania yang sudah memenuhi stadion untuk menunggu kedatangan Persib dan akhirnya Persib harus pulang karena takut terjadi tindakan yang tidak diinginkan. Tak heran, stadion Lebak Bulus dijuluki “Sarang Macan”. Berbagai aksi bentrok antar supporter di stadion Lebak Bulus sudah tidak bisa terhitung baik didalam maupun diluar stadion terutama jika Persija sedang bertanding. Para supporter akan memenuhi stadion Lebak Bulus hingga meluber. Lokasi yang dekat dengan Terminal menjadi sangat strategis bagi para supporter yang akan datang dari berbagai daerah. Posisi lapangan dan tribun penonton sangatlah dekat, jadi ketika pertandingan seluruh pemain yang berada dilapangan bisa mendengarkan teriakan, dukungan bahkan makian yang keluar dari mulut supporter. Hal tersebut menjadi teror bagi lawan karena kerap mendengarkan sorakan untuk para lawan. Sejak pindah ke stadion Lebak Bulus, supporter The JakMania meningkat hingga 100.000 orang yang merupakan sejarah bagi klub Persija. Tak hanya klub Persija, klub Pelita Jaya pun pernah menyambangi stadion ini dan menjadikan markas pada tahun 1987 hingga tahun 2000an. Stadion Lebak Bulus juga pernah menjadi tempat dimana ajang internasional seperti Klasifikasi Piala Asia U-16 2008 dan SEA Games 2011 pernah diadakan di stadion ini dan menjadi stadion yang cukup menampung banyak orang selain stadion Gelora Bung Karno, Senayan. Ditahun 2008, Badan Liga Indonesia meminta Persija untuk mengganti markasnya ke stadion Gelora Bung Karno karena menganggap stadion Lebak Bulus sudah tidak layak. Persija resmi berpisah dengan stadion Lebak Bulus pada 21 Desember 2014 lalu tepat di hari jadi Persija ke-17 dan tahun 2015 stadion Lebak Bulus sudah runtuh. Stadion Lebak Bulus Sekarang Stadion Lebak Bulus berada diantara pusat perbelanjaan Poins Square dan Terminal Lebak Bulus telah digusur untuk pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Lebak Bulus menjadi titik awal atau stasiun utama MRT yang akan menghubungkan beberapa wilayah Jakarta dari Lebak Bulus menuju Bundaran Hotel Indonesia. Tak hanya untuk pembangunan MRT, stadion ini juga diruntuhkan karena dianggap menjadi faktor kemacetan diwilayah sekitar Lebak Bulus. Selamat Tinggal stadion lebak bulus, kejayaanmu kini tinggallah kenangan yang akan menjadi memori, tidak hanya untuk Persija saja namun untuk dunia sepakbola di Indonesia.

Fakta Menarik: Sejarah Olahraga Tarung Derajat Yang Belum Anda Ketahui

Demo Tarung Derajat Di Ho Chi Minh City, Vietnam Sumber: www.tarungderajat-aaboxer.com

Pernahkah anda mendengar cabang olahraga Tarung Derajat? Untuk anda yang belum tahu, Tarung Derajat adalah olahraga yang diambil dari nama Achmad Dradjat. Siapakah dia? Yuk kita ulas lebih dalam lagi. Tarung Derajat memiliki definisi sebagai ilmu, tindakan moral dan sikap hidup yang memanfaatkan kemampuan daya gerak otot, otak dan nurani secara realistis dan rasional dengan penerapan 5 daya gerak moral, yaitu kekuatan, kecepatan, ketepatan, keberanian dan keuletan pada diri. Achmad Dradjat lahir pada 18 Juli 1951 di Bandung, Jawa Barat. Achmad Dradjat memiliki panggilan Aa Boxer yang awal mulanya mengajarkan kepada rekan-rekannya teknik bela diri ini sehingga ia juga memiliki panggilan Sang Guru. Sejak tahun 1960an, ia mengembangkan teknik bertarung dijalanan. Berangkat dari pengalamannya yang hidup dengan keras membuat ia mengalami berbagai tindak kekerasan dan perkelahian. Bahkan pada usia 13 tahun ia mengalami kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda yang hampir merenggut jiwanya. Bersamaan dengan itulah proses penciptaan gerak dan diuji dari perkelahian. Lalu proses ini disempurnakan melalui suatu penempaan diri, baik secara fisik maupun mental. Achmad Dradjat mulai merintis olahraga bela diri ini pada 18 Juli 1972 dengan terbentuknya kepengurusan Tarung Derajat yang bernama Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB. KODRAT) pada tahun 1989 yang awalnya dipimpin oleh Letjen (Purn.) Arie Sudewo. Berlanjut pada tahun 1988, Perguruan Pusat Tarung Derajat untuk pertama kalinya menyelenggarakan “Kejuaraan Tarung Bebas AA BOXER Cup I” yang diikuti oleh 36 petarung dari 4 provinsi yaitu Jawa Barat, Sumatera Barat, Bali, dan NTB. Namun masih sangat sederhana dan aturan serta gaya pertandingan masih bebas. Sejak itu, Kejuaraan Tarung Bebas AA BOXER Cup diselenggarakan setiap dua tahun sekali hingga tahun 1997. Sedangkan titik terang perjuangan mulai tampak pada tahun 1998, Tarung Derajat Resmi menjadi anggota ke-53 Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan dipertandingkan sebagai kategori olahraga beladiri di arena PON (Pekan Olahraga Nasional). Hingga saat ini, cabang olahraga Tarung Derajat telah dipertandingkan 3 kali dalam PON, yang diawali dengan pertandingan ekshibisi PON Tahun 2000 di Jawa Timur. Sebagai anggota KONI, Tarung Derajat telah di transformasi dari sekedar ilmu bela diri perkelahian untuk membela kehormatan diri sendiri menjadi sebuah cabang olahraga yang memiliki aturan pertandingan yang ketat dan berdisiplin dengan mengutamakan nilai-nilai sportifitas keolahragaan yang bersifat universal. Kini, Tarung Derajat juga digunakan sebagai latihan bela diri dasar TNI Angkatan Darat dan Brigade Mobil Polri. Tak hanya itu, Tarung Derajat juga memiliki semboyan yaitu: “Aku ramah bukan berarti takut Aku tunduk bukan berarti takluk“. (put/adt)

Walaupun Cedera, Gadis Ini Tetap Gigih Bertanding Bola Basket Dan Membawa Pulang Medali Sea Games 2017

Agustin-Gradita-saat-berlaga-di-Surabaya

Membawa pulang medali emas, merupakan sebuah kebanggaan bagi setiap manusia, khususnya para atlet. Hal itu pernah dirasakan oleh dara cantik asal Jakarta saat bertanding bola basket, gadis ini bernama lengkap Agustin Gradita atau yang biasa disapa Dita. Dita dan tim basketnya telah berhasil menyabet medali emas pada ajang POMNas 2017 lalu di Makassar, Sulawesi Selatan. Dita berbagi cerita kepada nysnmedia.com, bahwa awal mula mengikuti basket pernah ragu, pasalnya meski dahulu ia menekuni taekwondo, kini dirinya telah membuktikan prestasi pada cabang olahraga basket. “Awalnya, saya disuruh orang tua saya untuk ikut basket. Padahal awalnya saya ikut taekwondo tapi karena ada satu pertandingan dimana temen saya ada yang nendang musuh sampai berdarah dan pada saat itu juga, saya di suruh berenti, lalu ikut basket. Yaudah saya ikut aja karena papa saya selalu serius untuk olahraga,” tuturnya Selain POMNas 2017, Dita juga memenangkan 2 medali perak Asean School Games, 1 medali perak Asean University Games dan Sea Games mendapatkan medali perak dan medali perunggu. Saat ajang Sea Games, Dita juga menuturkan perasaan bangga ketika membawa nama Indonesia masuk ke peringkat ketiga setelah lebih dari 20 tahun tidak menang dalam cabang olahraga basket. “Ya yang paling berkesan sih saat bisa dapat medali perak Sea Games 2015 karena Indonesia baru itu mendapat medali di Sea Games setelah 20 tahunan gitu jadi berkesan banget dan bersyukur” ucap mahasiswi Universitas Bakrie Jakarta ini. Prestasinya bukan tanpa perjuangan dan hambatan, Dita juga pernah mengalami cedera dibagian sikunya ketika ingin berangkat Sea Games 2017 lalu di Malaysia. Namun karena keterbatasan waktu, Dita berangkat dan tetap bertanding bola basket dalam kondisi cedera. “Iya jadi saat mau sea games 2017 kemarin di Malaysia, saya cedera 3 hari sebelum berangkat. Lalu saya periksa ke dokter, tapi pas saya mau minta cek MRI, dokternya bilang gak usah, nanti malah saya gak berangkat. Jadi pas tanding saya nahan sakit, tapi tangan saya di balut pakai deker dan tapping gitu. Pas main masih bisa di tahan lah sakitnya. Kan ada adrenaline juga di dalam diri saya, dan sakitnya jadi gak kerasa. Namun setelah main baru terasa,” tutupnya. (put/adt)

Dellie Threesyadinda, Tengok Kiprah Gadis Cantik Ini Hingga Sukses Menjadi Pemanah Kelas Internasional

Dellie Threesyadinda, Gadis cantik yang berhasil meraih medali emas pada ajang Sea Games

Akhir-akhir ini olahraga memanah atau yang biasa disebut panahan mulai digandrungi oleh kaum hawa di Indonesia. Sebenarnya cukup banyak atlet perempuan yang menggeluti panahan, namun Sayangnya tidak banyak yang mengetahui siapa atlet-atlet panahan yang telah berprestasi dan mengharumkan nama bangsa Indonesia. Salah satu Atlet Panahan Nasional Indonesia bernama Dellie Threesyadinda, gadis cantik ini mulai belajar memanah sejak umur 7 tahun. Dellie Threesyadinda yang biasa di panggil dinda, lahir di Surabaya 12 Mei 1990, Bakat memanahnya turun dari sang ibunda yang juga seorang atlet Pemanah Legendaris bernama Lilies Handayani yang pernah mendapatkan medali perak pada Olimpiade tahun 1988, sejak kecil sang Ibunda telah mengenalkan Dinda dengan olahraga Panahan. Waktu kecil, Dinda sering diajak sang ibunda berlatih memanah, lama kelamaan kecintaannya pada olahraga panahan pun mulai tumbuh. Seiring bertambahnya usia, minat dinda terhadap olahraga memanah kian bertambah. Hal ini membuat sang ibunda memutuskan untuk melatihnya langsung agar kelak Dinda menjadi atlet panahan profesional. View this post on Instagram A post shared by Dellie Threesyadinda (@delliedinda) Dinda juga berlatih di salah satu sekolah panahan di Surabaya, di bawah asuhan pelatih Yahya Buari. Dinda mulai menjadi anak didik Yahya sejak tahun 1997. Hebatnya, baru 6 bulan sejak mulai berlatih, Dinda langsung mengikut kejuaraan memanah pertamanya. Sekarang, Dinda adalah salah satu atlet panahan wanita terbaik yang telah berhasil menjadi juara pada berbagai ajang kompetisi panahan baik dalam negeri maupun internasional. Pada tahun 2012 silam, Dinda telah berhasil merebut 2 medali emas. Selain itu, satu tahun kemudian tepatnya pada tahun SEA Games 2013, Dinda berhasil meraih 1 medali emas dan 1 medali perak. Penghargaan pun datang berturut-turut, salah satunya adalah dari kejuaraan panahan internasional di Inggris. “memanah itu melatih kesabaran, karena memanah tidak hanya olahraga tapi juga olahrasa. Kalau sedang mood-moodan, memanah akan terasa sulit. Memanah juga membutuhkan fisik yang kuat, karenanya saya rutin ngegym dan lari.” Ujar Dinda kepada wartawan pada jumpa pers Marina Hydro Cool Gel Lotion, tanggal 19-10-2015 lalu. Pada SEA Games Kemarin Dellie Threesyadinda dan tim berhasil menang melawan tim panahan putri Thailand dalam perebutan medali perunggu saat final compound beregu putri SEA Games XXIX di Synthetic Turf Fild, kawasan Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia. View this post on Instagram A post shared by Dellie Threesyadinda (@delliedinda) Seringnya di banding-bandingkan antara pemanah wanita dengan pemanah pria Walaupun hanya sedikit perbedaannya, namun tidak ada perbedaan yang mencolok antara pemanah pria dan wanita. Bedanya hanyalah pada jarak yang digunakan ketika memanah, untuk wanita jaraknya lebih pendek dari pria. Namun hal ini bersifat situasional. di bio instagramnya dinda menulis quote: Life Balance, Free spirit, Listen to your gut and Be Unstoppable –Dellie Threesyadinda- View this post on Instagram A post shared by Dellie Threesyadinda (@delliedinda) ditengah kesibukannya berlatih dan bertanding panahan, dinda menyempatkan waktu untuk merileksasikan pikiran dan tubuhnya dengan sering berjalan-jalan atau biasa kita sebut Traveling keberbagai tempat. melalui akun instagram miliknya terlihat banyaknya foto yang ia abadikan dikala Traveling.  

3 Fakta Hebat Dari Gregoria Mariska, Si Atlet Cantik “Penerus Susi Susanti”

Gregoria Mariska Tanjung berhasil mencetak sejarah untuk tunggal putri Indonesia di Asia Junior Championships 2016. Foto : SindoNews

Kisah inspiratif satu ini berasal dari atlet Indonesia. Usianya masih terbilang muda, namun prestasi yang Ia hasilkan sudah banyak. Bahkan Ia disebut-sebut sebagai penerus Susi Susanti, loh!! Siapakah Dia? Dia adalah Gregoria Mariska Tunjung.. Tahukah Kamu dengan Gregoria Mariska Tunjung? Perempuan ini atlet pebulutangkis Indonesia yang mampu meraih medali emas di nomor tunggal putri pada BWF World Junior Championships 2017. Menurut lansiran dari indosport.com, aksi Gregoria berhasil mengalahkan wakil dari China, Han Yue, lewat permainan rubber set. Ia mengakhiri pertandingan dengan skor 21-13, 13-21, dan 24-22. “nama” juara mampu diraih oleh Gregoria Mariska Tunjung. Kalangan masyarakat pun jadi banyak yang memberi perhatian kepada atlet satu ini. Pasalnya, dulu usai era Susy Susanti, Mia Audina, ataupun Maria Kristin Yulianti, ada kekhawatiran banyak pihak terhadap prestasi pebulutangkis putri Indonesia. Sebab, belum ada lagi pebulutangkis putri Indonesia yang mampu memberikan prestasi besar khususnya di ajang internasional. Dengan melihat prestasi Georgia tersebut, Ia akhirnya digadang-gadang sebagai “The next Susi Susanti“. Kini, secerca harapan pun muncul untuk mendongkrak kembali perkembangan bulutangkis putri di Indonesia. Lantas, Ini Dia 3 Fakta yang belum banyak diketahui oleh publik tentang si Cantik Gregoria Mariska: Halaman Selanjutnya >

Review Bola Basket Merek Molten, Harga Terjangkau Dengan Kualitas Super

BGM7X_AD__Bola_basket_merk_molten

Mungkin anda pernah menggunakan atau mendengar bola basket merk Molten. Namun berasal dari mana dan apa saja kelebihan dari Molten sehingga menjadi pilihan masyarakat Indonesia? Molten merupakan perusahaan dari Jepang yang memproduksi bola untuk basket, voli dan olahraga tangan lainnya. Untuk olahraga basket, Molten sudah resmi digunakan pada berbagai olimpiade seperti di Los Angeles (1984), Seoul (1988), Barcelona (1992), Atlanta (1996), Sydney (2000), Athens (2004), Beijing (2008) and London (2012). Tak hanya itu, Molten juga diresmikan sebagai bola basket yang digunakan oleh the International Basketball Federation (FIBA). Tak hanya itu, PERBASI juga sudah resmi menggunakan Molten dalam ukuran 6 dan 7. Molten memiliki pola khusus untuk bola basket yaitu dengan jumlah 12 panel yang menjadi pembeda dari merek bola basket lain yang memiliki 8 panel. Memiliki banyak pilihan jenis, kualitas dan harga menjadi faktor utama Molten yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Molten mempunyai 3 jenis bahan yang berbeda yakni: A. Full Leather Merupakan bahan kulit asli. Namun bahan ini kurang cocok untuk negara iklim tropis seperti Indonesia karena bahan akan mudah terkelupas B. PU Leather Merupakan bahan dari kulit sintesis yang dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama dan lebih nyaman. Bahan seperti ini cocok digunakan untuk lapangan indoor maupun outdoor C. PVC Merupakan bahan dari kulit sintetik namun lebih keras daripada bahan PU Leather. Selain 3 bahan tersebut diatas, ada juga jenis-jenis tipe dari merk Molten seperti GM5X,GG6X,GG7X, GG7 dan masih banyak lagi. Jenis tersebut memiliki harga yang berbeda-beda. Dalam website gudangbola.com, harga untuk bola basket Molten berkisar mulai dari Rp. 175.000 hingga Rp.1.500.000. Dengan banyaknya pilihan dan variasi harga, bola basket ini dianggap terjangkau untuk didapatkan sesuai dengan budget yang anda punya. Kelebihan dari bola basket Molten adalah daya tahan bola yang dapat dikatakan awet dan grip yang bagus dan juga sangat nyaman digunakan ketika dribble. Namun, pada umunya bola basket Molten lebih aman untuk digunakan pada lapangan indoor terutama lapangan yang bersih karena jika digunakan dalam lapangan outdoor, bola ini memiliki kelemahan yaitu mudah licin sehingga tidak enak digunakan, selain itu mengingat karakteristik lapangan outdoor yang cenderung mudah kotor dan berdebu, akan membuat bola basket ini juga mudah tertempel debu. (put/adt)