Derek Redmond, Pelari Yang Sempat Membuat Dunia Menangis

Derek Redmond merupakan mantan atlet lari internasionnal yang lahir di Inggis pada 3 September 1965. Pria dengan nama asli Derek Anthony Redmond ini adalah atlet atletik untuk jarak 400 meter dan pernah memenangkan medali emas lari estafet 4×400 meter pada Kejuaraan Dunia dan Kejuaraan Eropa.

Pada tahun 1985, Redmond pertama kali memecahkan rekor untuk lari dengan jarak 400 meter dengan waktu 44,82 detik. Di tahun 1991, Redmond bersama tim dari Inggris berhasil menggeser tim dari Amerika pada Olimpiade Dunia. Redmond bersama Roger Black, John Regis dan Kriss Akabusi menjadi tim dengan kecepatan paling cepat dalam sejarah lari estafet 4×400 meter.

Cedera Pada Olimpiade Musim Panas 1992 

Olimpiade Musim Panas tahun 1992 di Barcelona, Spanyol merupakan momen bersejarah bagi olahraga dunia terutama dalam karir Redmond. Ia sempat membuat seluruh dunia menangis karena cedera hamstring pada saat lomba lari cepat dengan jarak 400 meter.

Pada saat itu, para pelari sudah mulai meninggalkan start termasuk Redmond. Setelah 150 meter, tiba-tiba Redmond mulai memperlambat geraknya dan terlihat seperti kesakitan. Tak lama kemudian, ia mulai tertunduk memegang bagian paha kaki kanannya. Tim medis dan para official mulai mendekati Redmond, namun ia tetap berdiri dengan perlahan dan berlari sedikit demi sedikit dengan kondisi pincang.

Raut muka Redmond yang menahan sakit membuat seluruh penonton terdiam dan melihat keteguhan Redmond berjalan menuju garis finish walaupun ia sudah tertinggal jauh dari pelari yang lain. Tak lama, ada seorang pria berlari mendekati Redmond walaupun sudah dihalangi oleh berbagai pihak. Pria itu adalah Jim Redmond, ayah dari Derek Redmond yang langsung datang memeluk dan membantu Redmond berjalan hingga ke garis finish. Redmond tidak bisa menahan air matanya melihat sang ayah datang untuk menolongnya.

Derek-Redmond-Pelari-Yang-Sempat-Membuat-Dunia-Menangis-2
Derek Redmond Bersama Sang Ayah, Jim Redmond. Foto: Daviddaggett.file.wordpress.com

Meskipun Redmond tidak menang tetapi ia mendapatkan tepuk tangan yang luar biasa dari seluruh penonton di stadion yang berjumlah kurang lebih 65.000 orang. Kejadian itu membuat seluruh penonton dan orang-orang yang melihat videonya, menangis terharu melihat kasih sayang ayah Redmond yang tidak membiarkan anaknya mengalami kesulitan. Bahkan menjadi salah satu momen mengharukan dalam sejarah olimpiade dunia.

Setelah pensiun menjadi atlet atletik, Derek Redmond memilih untuk menjadi atlet basket dalam klub Brimingham Bullets. Saat ini, Redmond menjadi pelatih untuk para atlet professional, komentator di acara olahraga dan menjadi pembicara dalam berbagai media.

Meski kini ia telah pensiun menjadi seorang atlet, kisah inspirasi Redmond dan ayahnya mengajarkan bahwa kita harus tetap melangkah meski dengan tertatih dan kita harus menyelesaikan apapun yang sudah kita mulai.

Leave a Comment