Shin Tae-yong Mengaku Puas Dengan Hasil Latihan Anak Asuhnya

Shin Tae-yong Mengaku Puas Dengan Hasil Latihan Anak Asuhnya

Timnas Indonesia U-19 telah merampungkan pemusatan latihan (TC) yang sudah bergulir sejak sejak 23 Juli lalu. David Maulana cs memperlihatkan progres yang baik pada pada pemusatan latihan (TC) kali ini. Hal tersebut membuat Shin Tae-yong selaku pelatih-manajer timnas U-19 mengaku sangat puas. “Pada TC kali ini mental dan semangat pemain sangat tinggi. Tentu ini sangat bagus untuk perkembangan timnas Indonesia,” kata Shin Tae-yong dikutip dari PSSI.org. Untuk agenda selanjutnya, pelatih asal Korea Selatan tersebut akan memberikan waktu istirahat kepada pemain timnas U-19 mulai Minggu (16/8/2020) hingga Rabu (19/8/2020) mendatang. “Pemain akan kembali latihan pada hari Kamis, 20 Agustus mendatang hingga berangkat TC ke luar negeri,” tukas Shin. Adapun lokasi tujuan utama Timnas U-19 untuk menjalani pemusatan latihan itu adalah Korea Selatan sesuai keinginan Shin Tae-yong. Namun, PSSI juga tengah membidik Prancis, Jerman, dan Belanda sebagai alternatif lain. Saat ini Timnas U-19 belum mengetahui kapan mereka akan berangkat untuk menjalani TC di luar negeri. Namun, jika izin dari PSSI sudah keluar pada bulan ini, Timnas U-19 bisa menjalani pemusatan latihan dengan durasi cukup panjang di luar negeri karena rencananya memang langsung berangkat ke Uzbekistan untuk ajang Piala Asia U-19 2020. “Setelah TC di luar negeri kami langsung berangkat menuju Uzbekistan untuk mengikuti turnamen Piala AFC U-19 2020 mulai 14 Oktober mendatang,” ungkap pelatih berusia 51 tahun tersebut. Seperti yang diketahui sebelumnya, pada ajang Piala AFC U-19 2020, Garuda Muda berada di Grup A bersama tuan rumah Uzbekistan, Kamboja, dan Iran. Jika sesuai agenda, pertandingan perdana Timnas U-19 akan berjumpa Kamboja pada 14 Oktober mendatang. Selanjutnya melawan Iran 17 Oktober dan menantang tuan rumah Uzbekistan pada 20 Oktober.

Cerita Nadine, Dari Iri Dengan Sang Kakak Hingga Jadi Penembak Muda Berprestasi

Cerita Nadine, Dari Iri Dengan Sang Kakak Hingga Jadi Petembak Muda Berprestasi

Ni Komang Nadine Vergian Dinatha, merupakan atlet tembak muda asal Bali yang sudah banyak meraih prestasi. Di usianya yang masih sangat muda, Nadine sudah bisa menjejerkan piagam dan medali di buket pribadinya. Namun siapa sangka, awal ia terjun ke dunia tembak ternyata karena ia “iri” dengan sang kakak yang juga merupakan atlet tembak. Bungsu dari tiga bersaudara ini memang mewarisi darah atlet menembak dari keluarganya. Sang ayah, I Made Sugiantara merupakan pelatih tim tembak Denpasar. Sementara kedua kakaknya, Rivan dan Rico juga merupakan atlet menembak. Bahkan Rico, kakak nomor duanya itu merupakan petembak SEA Games Indonesia 2019 lalu dan sudah malang melintang ikuti kejuaraan berskala nasional dan internasional. Hal ini yang menjadi faktor Nadine untuk menekuni olahraga tembak. Ia “iri” sekaligus termotivasi dari sang kakak. Ia merasa “iri” karena saudaranya itu bisa keluar kota bahkan keluar negeri dan berprestasi di olahraga ini. Oleh karena itu, akhirnya Nadine memutuskan terjun di dunia menembak. “Awalnya saya susah diajak latihan sama ayah. Tapi melihat kakak yang sering ke luar negeri, jadi termotivasi dan tekun berlatih sampai sekarang,” ungkap Nadine seperti dikutip dari Bali Express. Siswi SMPN 3 Denpasar ini, juga telah meraih sejumlah prestasi membanggakan. Nadine menyebutkan, ia telah mengumpulkan sebanyak 18 medali dari seluruh kejuaraan yang ia ikuti, diantaranya emas Porjar Kota Denpasar dan Provinsi Bali di kategori perorangan. Lalu ada juga kejuaraan SEASA 2019 di Jakarta dengan meraih perak di kategori beregu putri. Itu semua diraihnya di nomor spesialis Nadine yakni air pistol putri. “Saya mulai latihan sejak kelas 5 SD. Sampai sekarang menginjak kelas XIII dan sudah mengumpulkan kurang lebih 18 keping medali,” ujar Nadine. Sang ayah, I Made Sugiantara menambahkan, di nomor spesialisnya Nadine khusus untuk junior putri, bisa dibilang masih terbaik di Bali. Bahkan, skor yang putrinya raih bisa bersaing dengan petembak senior putri yang usianya jauh di atas Nadine. Berkat prestasi dan bakatnya tersebut, Nadine menjadi atlet yang menjadi proyeksi di Porprov Bali. “Nadine juga menjadi atlet proyeksi di Porprov Bali untuk Kota Denpasar. Tapi, dengan catatan ia harus bisa bersaing dengan senior lainnya jika ingin masuk ke dalam tim Porprov,” ujar Sugiantara.

Farrahany Diva Az Zahra, Sempat Pilih Model Sebelum Sepatu Roda

Farrahany Diva Az Zahra, Sempat Pilih Model Sebelum Sepatu Roda

Muda, cantik dan berbakat. Ungkapan ini yang layak diberikan kepada atlet sepatu roda Farrahany Diva Az Zahra. Namun, siapa yang menyangka jika ia awalnya lebih dulu bergelut di dunia modeling sebelum akhirnya memilih sepatu roda dan beberapa kali menjadi perwakilan Sumatera Utara untuk setiap ajang olahraga tingkat nasional. Dara kelahiran 20 September 2003 ini memiliki bakat modeling sejak kecil. Ia mengaku pada saat kecil ia suka memilih baju sendiri dan memadu-padankan warna sehingga ia sering didaftarkan oleh sang mama untuk ikut kontes modeling. Namun, pada akhirnya ia merasa bosan dan beralih ke sepatu roda. Lebih lanjut, ia mengaku menolak pada saat pertama kali ditawari olahraga sepatu roda oleh salah seorang teman mamanya. Namun, berkat dukungan kedua orangtua, Diva akhirnya mau menekuni olahraga tersebut. Di usianya yang masih tergolong muda ini, Diva sudah cukup banyak pengalaman. Beberapa medali pernah ia raih. Bahkan, ia juga pernah ikut PON XIX Jawa Barat dan tampil di nomor lomba 15 ribu meter. Sebuah pengalaman yang berharga dan disyukuri olehnya. Saat ini, Diva sedang mempersiapkan diri untuk bersaing menjadi yang terbaik di PON Papua. Beberapa latihan pun tetap ia lakukan meski harus dari rumah. “Karena sekarang masih pandemi dan belum ada instruksi untuk latihan di luar rumah, makanya saya menggunakan alat sepeda,” ujar Diva dikutip dari Tribun Medan, Jumat (14/8/2020). Ia pun mengakui jika latihan mandiri di rumah ini sangat membantu dirinya sebagai seorang atlet. Terutama untuk menjaga ketahanan fisik dan mencegah otot-ototnya kaku. “Sesuai anjuran dari pelatih, saya bersepeda kurang lebih 1,5 jam dan itu diperlukan agar ketahanan fisik tetap terjaga dan otot kaki bisa lebih maksimal,” lanjutnya. Profile Nama: Farrahany Diva Az Zahra Tempat, Tanggal Lahir: Medan, 20 September 2003 Prestasi: Juara 1 Sumut open 1000 m putri Juara 1 Sumut open 5000 m putri Juara 1 Piala Gubsu Elim 5000 m putri Juara 2 speed junior 300 m putri Peringkat 8 Bk PON

Cari Bibit Muda Berbakat, PBVSI Buleleng Rancang Akademi Bola Voli

Cari Bibit Muda Berbakat, PBVSI Buleleng Rancang Akademi Bola Voli

Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Buleleng, Bali, mulai merancang sejumlah program untuk mendukung prestasi di cabang olahraga bola voli. Salah satu program yang kini digadang-gadang oleh PBVSI Buleleng ialah pembentukan akademi bola voli. Program tersebut dicetuskan saat PBVSI menggelar Rapat Kerja Terbatas (Rakertas) di Aula Perumda Tirta Hita Buleleng pada hari Minggu (9/8) lalu. Program ini dilandasi oleh keinginan untuk mengoptimalkan pembinaan voli di wilayah Bali Utara. Terlebih selama ini, bola voli belum pernah meraih medali pada ajang Porprov. Ketua Umum PBVSI Buleleng, Putu Mangku Mertayasa pun mengakui jika saat ini tuntutan agar cabang olahraga bola voli meraih prestasi di ajang multi event, sangat besar. Untuk itu ia merancang program pembinaan atlet secara kontinu. Sehingga muncul bibit-bibit atlet voli yang berprestasi. “Harus ada ruang profesional untuk melakukan pendidikan di olahraga bola voli dari usia dini, pemula, remaja, dan juga junior,” ujar Mangku dikutip dari Balipost.com. Ia pun melanjutkan, realisasi program ini paling lambat pada akhir tahun 2020 dan nantinya para atlet yang masuk akan digodok dengan standar internasional sehingga akan muncul bibit-bibit atlet voli yang berprestasi. “Salah satunya lewat akademi. Jadi dari usia dini, pemula, remaja, sampai junior, kami akan gembleng di akademi ini. Nanti kami juga kerjasama dengan Undiksha, agar iptek dalam olahraga juga bisa diterapkan dalam akademi ini,” kata Mangku. Terkait sarana dan prasarana yang mendukung pembentukan akademi ini, Mangku mengklaim jika PBVSI sudah mendapat kucuran dana dari Pemkab Buleleng untuk pembentukan akademi bola voli. Selain itu, ia juga ingin melakukan pendekatan ke Dinas Pendidikan Bali untuk menghidupkan kembali ektra kulikuler voli di sekolah. “Kami juga akan pendekatan ke Dinas Pendidikan Bali. Biar ekstra kurikuler voli di sekolah-sekolah itu bisa dihidupkan lagi. Kita punya banyak potensi kok di usia SMA/SMK itu. Ketika ada ekstra di sekolah, kami kan bisa melakukan talent scouting juga,” imbuhnya. Di sisi lain, Wakil Ketua II KONI Buleleng, I Ketut Wiratmaja mengapresiasi upaya PBVSI yang akan membentuk akademi. Kepengurusan yang baru pun diharapkan dapat bekerja maksimal untuk menjawab tantangan masyarakat yang meragukan prestasi olahraga voli. “Tantangan dari masyarakat yang meragukan prestasi olahraga bola voli ini yang harus dijawab. Mudah-mudahan pengurus yang baru ini bisa menjawab tantangan ini,” kata Wiratamaja.

Jelang Pemusatan Latihan di Luar Negeri, Timnas U-19 Pulangkan 11 Pemain

Jelang Pemusatan Latihan di Luar Neger, Timnas U-19 Pulangkan 11 Pemain

Sebanyak 11 pemain telah dipulangkan pada lanjutan pemusatan latihan (TC) tim nasional Indonesia U-19 di Jakarta. Keputusan perombakan tersebut diambil oleh Shin Tae-yong usai menjalani TC sejak 7 Agustus 2020 lalu. 11 pemain ini dipulangkan ke klubnya masing-masing sejak Senin (10/8/2020). Dengan dipulangkannya 11 pemain, sekarang timnas U-19 Indonesia hanya menyisakan 35 pemain. Kabarnya, Shin Tae-yong harus melakukan pencoretan beberapa pilar sebelum menjalankan pemusatan latihan di luar negeri (Korea Selatan atau Eropa). Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan “Setelah mendapat informasi dari pelatih Shin Tae-yong, 11 pemain ini kami kembalikan ke klub. Sisa pemain yang ada akan mengikuti TC hingga kami berangkat ke luar negeri (Korea Selatan/Eropa),” kata Mochamad Iriawan dikutip dari PSSI.org. Lebih lanjut, Iriawan berpesan meski tidak terpilih, 11 pemain harus tetap bersemangat dan bekerja keras karena tidak menutup kemungkinan pelatih Shin Tae-yong akan memanggil kembali. Sementara itu, Shin Tae-yong pun menegaskan kalau 11 pesepak bola muda yang dicoret dari timnas U-19 Indonesia itu tidak bisa dikatakan karena kalah bersaing. Ia akan tetap mengikuti perkembangan 11 pemain tersebut maupun pemain diluar lainnya yang belum dipanggil ikut TC timnas U-19. “Mereka tidak bisa dikatakan kalah bersaing, namun kami harus mengurangi dan memilih pemain yang akan lanjut ke TC selanjutnya terutama ke luar negeri (Korea Selatan/Eropa),” kata Shin Tae-yong. Seperti diketahui, timnas U-19 ini sedang dipersiapkan untuk mengikuti Piala AFC U-19 2020 yang akan berlangsung 14 hingga 31 Oktober mendatang di Uzbekistan. Garuda Muda tergabung di Grup A bersama tuan rumah Uzbekistan, Kamboja, dan Iran. Berikut daftar 11 pemain muda yang dipulangkan dari timnas U-19 Indonesia: Sutan Diego Zico (Persia Jakarta) Hamsa Medari Lestaluhu (Bhayangkara FC) Kartika Vedhayanto Putra (PSIS Semarang) Muhamad Rifaldo Lestaluhu (Mitra Kukar) Muhammad Darmawan (PPLP DKI) Arya Putra Gerryan S. (Borneo FC) Figo Sapta Fahrezi (Persija Jakarta) Miftahul Husyen (Bhayangkara FC) Deka Muhammad Toha (ASAD 313) Mahmud Cahyono (PPLP DKI Jakarta) Alif Jaelani (Barito Putera)

Sejarah PB Djarum, Klub Yang Rutin Melahirkan Atlet Bulu Tangkis Berprestasi

Perkumpulan Bulu Tangkis Djarum (disingkat PB Djarum) merupakan salah satu klub bulu tangkis terbesar di Indonesia. Klub yang bermarkas di Kota Kudus ini rutin menyumbang atlet yang mengharumkan nama bangsa. Mulai dari Liem Swie King hingga Kevin Sanjaya. Lantas bagaimana kah sejarah terbentuknya PB Djarum? Semua berawalnya pada tahun 1969. Saat itu, setiap sore selepas jam kerja, sejumlah karyawan pabrik bermain bulu tangkis di dalam bangunan yang biasa dipakai untuk melinting rokok, atau yang biasa disebut brak di Bitingan Lama. Mereka kemudian membentuk Komunitas Kudus. Seiring berjalannya waktu, yang ikut berlatih di perkumpulan itu bukan hanya karyawan, melainkan juga orang-orang termasuk atlet bulu tangkis dari luar pabrik. Siapa sangka, salah satu atlet yang ikut berlatih disitu ternyata kelak menjadi legenda bulutangkis Indonesia. Ialah Liem Swie King. Liem muda kala itu cukup menonjol saat latihan. Tak heran, pada tahun Pada 1972, Liem meraih gelar juara Tunggal Putra Junior di Piala Munadi ketika usianya masih 15 tahun. Tak hanya itu, ia juga berhasil menjuarai cabang bulu tangkis dalam Pekan Olahraga Pelajar Indonesia (POPSI) tingkat provinsi. Kejutan terus berlanjut. Setahun kemudian tepatnya pada tahun 1973, Liem kembali merengkuh Piala Munadi Cup untuk kedua kalinya. Kali ini ia mampu menjuarai dua sektor sekaligus, yakni tunggal putra serta ganda putra, berpasangan dengan Kartono Hariamanto yang juga berasal dari komunitas yang sama. Ditahun yang sama, Liem berhasil membawa pulang medali perak di Pekan Olahraga Nasional (PON )1973 untuk cabang bulu tangkis putra. Berkat torehan prestasi-prestasi Liem yang membanggakan tersebut, Pihak PT Djarum pun lantas berkomitmen untuk mendukung perkumpulan atau komunitas bulu tangkis di pabriknya itu. Berkat antusiasme dari karyawan pabrik maupun warga sekitar terhadap bulu tangkis, akhirnya pada tahun 1974, perkumpulan latihan badminton itu diresmikan dengan nama PB Djarum yang kala itu diketuai oleh Setyo Margono. Dua tahun berselang, PB Djarum Semarang pun diresmikan. Di tahun yang sama pula, Liem Swie King menjadi atlet asal PB Djarum pertama yang mampu mencapai partai puncak All England. Meskipun ia harus mengakui keunggulan legenda bulu tangkis Indonesia lainnya yakni Rudy Hartono. Pada 1978, Liem Swie King akhirnya menjadi pemain PB Djarum pertama yang menjuarai Tunggal Putra All England. Liem Swie King tercatat menjadi Juara Tunggal Putra asal Indonesia ketiga yang berhasil menjuarai turnamen bergengsi tersebut. Capaian paling membanggakan terjadi pada 1992 dan 2016. Alan Budikusuma mempersembahkan medali emas Olimpiade nomor tunggal putra. Pada partai final dia mengalahkan kompatriotnya, Ardy B Wiranata. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mengulang capaian tersebut 14 tahun berselang. Sama-sama besar di PB Djarum, mereka menyumbang medali emas ketujuh Indonesia di Olimpiade Selain Olimpiade, atlet asal PB Djarum juga berprestasi ajang paling bergengsi yakni Kejuaraan Dunia. Beberapa nama yang sukses merengkuh titel juara dunia yaitu Liliyana Natsir (4 kali), Tontowi Ahmad (2), Haryanto Arbi (2), dan Sigit Budiarto. Tak hanya Liem Swie King (3) yang mampu meraih juara All England lebih dari satu kali, beberapa nama atlet asal PB Djarum sukses mengikuti capaian luar biasa tersebut yakni Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (3), Haryanto Arbi (2), Rudy Gunawan (2), hingga Kevin Sanjaya (2). Atlet PB Djarum turut bersinar pada secara kolektif. Catatan paling mentereng terjadi kala Indonesia memenangkan Piala Thomas 1984. Ketika itu tujuh dari delapan anggota tim merupakan anggota PB Djarum. Rentetan prestasi tersebut tak lepas dari dukungan dari sang pemilik PT Djarum. Sejumlah agenda rutin sudah dilakukan demi menjaring bakat-bakat bulu tangkis di Indonesia. Sebut saja Audisi umum PB Djarum yang sudah bergulir sejak 2006 dan dilaksanakan setiap tahun. Audisi umum PB Djarum biasanya digelar di sejumlah kota sebelum nantinya peserta terpilih akan maju ke final audisi yang digelar di markas PB Djarum di Kudus. Berbondong-bondong para orang tua dan anaknya mengikuti screening dan tahap demi tahap untuk mewujudkan cita-cita menjadi atlet bulu tangkis kebanggaan Indonesia. Meski sempat tersandung kasus tahun lalu dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). KPAI menuduh PB Djarum telah mengeksploitasi anak lewat audisi. Setelah melalui proses mediasi, akhirnya KPAI dan PB Djarum menemukan kata sepakat untuk tetap melanjutkan program Audisi Umum PB Djarum meski dengan beberapa syarat yang sudah disepakati bersama Semoga dengan terus bergulirnya audisi ini, akan lahir juara-juara bulu tangkis asal Indonesia yang mampu berbicara banyak di kancah internasional. Beberapa nama atlet jebolan PB Djarum Kudus: Liem Swie King Kartono Heryanto Christian Hadinata Ardy B Wiranata Alan Budi Kusuma Edi Hartono Haryanto Arbi Denny Kantono Antonius Ariantho Sigit Budiarto Chandra Wijaya Tri Kusharyanto Minarti Timur Maria Kristin Yulianti Maria Febe Tontowi Ahmad Liliyana Natsir Praveen Jordan Debby Susanto Mohammad Ahsan Melati Daeva Oktavianti Kevin Sanjaya Sukamuljo

Rahmad Adi Mulyono, Pemuda 19 Tahun dengan Target Prestasinya di Asian Games & Olimpiade di Panjat Tebing

Inilah Target Rahmad Adi Mulyono di Asian Games dan Olimpiade

Pemanjat dinding Indonesia, Rahmad Adi Mulyono, mengincar dua target kemenangan di Asia Games 2022 dan Olimpiade Paris 2024. Adi yang berhasil meraih emas di IFSC Connected Speed Knockout 2020 pada 2 Agustus 2020 lalu itu mengaku siap bersaing dengan para seniornya untuk bisa berprestasi di level internasional. “Kalau latihan tidak mau kalah sama yang senior, pengen sih ngalahin prestasi yang senior-senior itu,” kata Adi seperti dikutip dari Sport.tempo.co, Senin, 10 Agustus 2020. Tentang target, atlet yang baru menginjak usia 19 tahun ini mematok juara di Asian Games Hangzhou 2022 dan Olimpiade Paris 2024. Sedangkan Olimpiade Tokyo 2021, ia memilih realistis karena cabang olahraga panjat tebing masih memperlombakan nomor kombinasi yakni speed, lead, dan boulder. “Targetnya 2024, kalau Olimpiade Tokyo itu tiga kategori. Kalau saya fokus ke Asian Games 2022 dan Olimpiade 2024,” ungkap Adi. Adi merupakan anggota klub panjat dinding Life Sport Climbing di Surabaya. Spesialisasinya adalah panjat dinding kecepatan. Ia mengaku pertama kali mengenal olahraga panjat tebing saat ia berada di kelas 6 SD. Pada awalnya, Adi merasa tertantang oleh adiknya yang lebih dahulu mengenal olahraga panjat tebing. “Lihat-lihat kok menantang, akhirnya ikut sendiri. Pertama diejek sama adek, dulu adikku sering juara, kamu tidak bisa seperti aku,” kata Adi menirukan tantangan adiknya. “Aku latihan terus, tak buktiin. Jadi saling bersaing, sekarang adekku masih di Pengcab (pengurus cabang) Surabaya,” lanjutnya. Nama Adi kian melejit saat ia menjuarai Kejuaraan Nasional kelompok umur pada 2015. Setelah itu, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mempercayakan dirinya tampil di Asian Youth Championship 2017 di Singapura. Namun, Adi belum mendapatkan hasil maksimal kala itu. Setelah itu, satu demi satu kejuaraan baik level nasional mau pun internasional diikuti oleh atlet kelahiran Surabaya, 31 Oktober 2000 ini. Adi pun bisa mempersembahkan beberapa medali hasil dari kerja kerasnya tersebut. Diantaranya medali emas di kejuaraan daerah dan nasional, medali perunggu untuk nomor perorangan dan medali emas untuk nomor beregu di Asian Youth Championship 2019. Ia juga menjadi kontingen Indonesia yang berangkat ke IFSC Youth World Championships di Arco, Italia. Adi berhasil membawa pulang medali perunggu.

Pemain Ipwich Town, Elkan Baggott Dipanggil Untuk Membela Kandang Timnas U-19

Pemain Ipwich Town, Elkan Baggott Dipanggil Untuk Membela Kandang Timnas U-19

Elkan Baggott merupakan salah satu dari 46 pemain yang dipanggil ke pemusatan latihan Timnas U-19 Indonesia. Pemilik nama lengkap Elkan William Tio Baggott itu menjadi satu-satunya pemain blasteran yang masuk ke dalam daftar pemain asuhan Shin Tae-yong. Pemain berpostur 194 cm tersebut memiliki darah Indonesia dari sang ibu dan ayahnya merupakan pria berkewarganegaraan Inggris. Namun, ia juga sempat diberitakan akan dipanggil oleh Timnas Thailand karena ia lahir di Bangkok. Akan tetapi akhirnya Elkan memutuskan untuk membela Timnas Indonesia. Ia mengaku senang dan bangga karena dapat membela tanah kelahiran ibunya tersebut. “Saya merasa bangga dan terhormat bahwa saya dapat mewakili negara saya dan saya ingin segera menyatu dengan tim dan memenangkan beberapa kompetisi dan piala.” Ungkap Elkan dalam video wawancara eksklusif bersama PSSI. “Semua keluarga terdekat saya tinggal di sini dan saya ingin membela negara saya (juga) membuat bangga negara dan kedua orang tua saya, itulah mengapa saya memilih Indonesia,” lanjutnya. Perlu diketahui, Elkan saat ini merumput di Inggris bersama klub Ipswich Town U-18. Pemain yang baru berusia 17 tahun tersebut nantinya akan menambah kekuatan pada sektor pertahanan timnas U-19 Indonesia. Saat ditanya harapan kedepannya, Elkan mengaku ingin terlebih dahulu fokus untuk lebih menyatu dengan tim dan memenangkan Piala AFC serta melakukan yang terbaik untuk Piala Dunia U-20. Elkan dan 45 pemain lain yang dipanggil pemusatan latihan kali ini memang diproyesikan untuk tampil di Piala AFC U-19 2020 pada 14-31 Oktober dan Piala Dunia U-20 2021 yang akan berlangsung di Jakarta. Sebelum pemusatan latihan Timnas U-19 yang digelar sejak akhir bulan lalu, PSSI dan pelatih Shin Tae-yong, memang sudah bergerak aktif mencari pemain keturunan. Beberapa nama sudah masuk list, sebelum akhirnya Elkan Baggott menjadi nama pertama yang dipilih. Menurut Shin, ada salah satu keunggulan Elkan yang menarik minatnya, yaitu terkait postur. “Setelah melihat Elkan, postur tubuhnya tinggi. Bagus. Saya pilih dia,” ujar Shin usai latihan perdana timnas (7/8/2020).

Rio Waida, Peselancar Muda Asal Bali Penuh Prestasi

Rio Waida merupakan salah satu peselancar muda asal Bali yang saat ini baru genap 20 tahun. Namun, dibalik usianya yang masih muda tersebut, Rio berhasil menaklukkan berbagai kejuaraan mulai dari kategori Boys, Junior hingga Men’s. Rio mengaku jika ia menemukan kedamaian dan ketenangan dengan berselancar. Deretan prestasi pun menjadi pelengkap hobi yang ditekuninya sejak dini. Ditambah ia tinggal di “surga” bagi para peselancar dan juga keluarga yang menyukai selancar. Hal tersebut yang seakan menjadi pendukung bagi Rio. Namanya mulai mencuat saat meraih posisi keempat untuk leg pertama even Billabong Grommet Attack tahun 2015 lalu. Sejak saat itu, karirnya terus menanjak. Beberapa kali ia mampu merasakaan naik ke atas podium. Ia bahkan pernah membuat kejutan saat mengalahkan juara dunia dua kali, Gabriel Medina, pada ajang World Surf League (WSL) 2019. Di tahun yang sama, Atlet kelahiran 25 Januari 2000 ini juga menjadi salah satu atlet Indonesia yang mampu menyumbang medali pada gelaran SEA Games 2019 di Filipina. Di babak final, Rio bersaing ketat dengan sesama atlet Indonesia asal NTB Hairil Anwar. Karir dan Prestasi Rio Waida: Posisi 3 – Corona Open China 2020 Medali Perak SEA Games 2019, Filipina Juara Billabong Junior Series Ballito 2018 Posisi 2 – Minami Boso Junior Pro Juara Ise Shima Pro Junior 2018 Posisi 3 – Taiwan Open World Junior Championships – Men’s 2018 Posisi 2 – NIB Pro Junior 2017 Posisi 3 – Ise Shima Pro Junior 2017 Posisi 3 – Minami Boso Junior Pro 2016 Posisi 4 – Rip Curl GromSearch International 2016 Juara Quiksilver Young Guns Surf 2016 Posisi 3 – Rote Open International Surfing 2015 Posisi 1 – Final Leg Billabong Grommet Attack 2015 Posisi 2 – Quiksilver Canggu Challenge 2015 Posisi 4 – First Leg Billabong Grommet Attack 2015

Daftar Pebulu Tangkis Indonesia Yang Masuk 10 Besar Rangking BWF Junior

Daftar Pebulu tangkis Indonesia Yang Masuk 10 Besar Peringkat BWF Junior

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) memang telah membekukan peringkat dunia untuk level senior dan junior terhitung sejak Selasa, 31 Maret 2020 lalu. Keputusan ini diambil karena tidak adanya turnamen seusai gelaran All England Open 2020. Dalam keterangan resminya, BWF membekukan peringkat dunia hingga waktu yang belum ditentukan. Namun, siapa saja kah para pebulu tangkis muda Indonesia yang mampu masuk deretan 10 besar Rangking BWF Junior? Dari nomor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani dan Stephany Widjaja mampu masuk ke dalam daftar 10 besar dalam Rangking BWF Junior per 17 Maret 2020. Putri Kusuma Wardani berada di peringkat ke-5 dengan raihan 14,610 poin dari 8 turnamen musim ini. Sementara Stephany Widjaja berada satu strip dibawahnya dengan raihan 13,670 poin dari 11 turnamen. Beralih ke nomor ganda putri, Melani Mamahit dan Tryola Nadia mampu meraih posisi runner-up dengan raihan total poin sebanyak 15,800 dari 11 turnamen. Posisi Melani berada di bawah Zhou Xin Ru dari China yang menempati posisi ranking 1 dunia dengan raihan poin 17,210 dari 5 turnamen. Sementara itu, Indah Cahya Sari Jamil mampu memuncaki Rangking BWF Junior dengan total 25,430 poin dari 10 turnamen. Disusul oleh Teges Satriaji Cahya Hutomo dengan raihan 12,965 poin dari 7 turnamen. Yang menjadi catatan dalam Rangking BWF Junior adalah di tunggal putra dan ganda putra. Di dua nomor bergengsi tunggal itu, pemain Indonesia tertinggal dari negara lain. Ini harus menjadi perhatian bagi PB PBSI untuk mendongkrak kualitas tunggal putra dan ganda putra junior Indonesia. Dengan keadaan yang serba terbatas saat ini, tentu menjadi tantangan tersendiri yang mau tidak mau harus dihadapi dan dipersiapkan dengan matang. Karena setelah semua ini berlalu, setiap negara maupun individu akan saling berlari kencang untuk menjadi yang terbaik dan mengejar semua ketertinggalan.

Pandemi Justru Membuka Kesempatan Bagi Atlet Junior Menembak Untuk Unjuk Gigi

Ebrahim Inanlou saat memberikan instruksi kepada anak didiknya di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Jumat (12/6). (Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra)

Pengurus Besar (PB) Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin) saat ini memberikan kesempatan kepada Pelatnas menembak untuk lebih fokus membina para atlet junior mereka. Fokus Pelatnas tahun ini seharusnya mempersiapkan para atlet menghadapi kualifikasi Olimpiade Tokyo. Namun, karena adanya pandemi COVID-19 ini Olimpiade Tokyo pun ditunda pelaksanaannya. Akhirnya, fokus Pelatnas menembak pun diubah, program latihan saat ini diberikan kepada seluruh atlet termasuk para junior. Menurut sang Pelatih kepala PB Perbakin, Ebrahim Inanlou, fokus ini digunakan untuk mempersiapkan atlet muda untuk berlaga pada SEA Games 2021 di Vietnam. “Kami saat ini sedang mempersiapkan atlet untuk SEA Games Vietnam. Ini waktu yang bagus untuk kami dan kami rasa kami bisa manfaatkan ini untuk SEA Games nanti,” kata Ebrahim dikutip dari Sport.tempo.co. Indonesia sebenarnya sudah meloloskan satu perwakilan mereka untuk berlaga di Olimpiade Tokyo melalui Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba. Fika yang saat ini baru menginjak usia 19 tahun tersebut dinyatakan lolos ke gelaran Olimpiade Tokyo usai mengikuti turnamen Asian Shooting Championship (ASC) di Qatar pada November 2019 lalu. Fika dinyatakan lolos kualifikasi dengan menempati urutan ke-14 peringkat penembak se-Asia. “Sekarang kami mulai 50 m riffle 3 position khusus Fika (Vidya Rafika) karena dia harus menembak air rifle dengan 3 position. Untungnya dengan waktu yang kami punya, kami jadi bisa mulai 3 position dengan atlet lainnya juga,” Ebrahim menjelaskan. Terkait peluang Indonesia untuk menambah wakil atlet menembak ke Olimpiade, menurut pelatih asal Iran tersebut dirasa cukup sulit untuk bisa terpenuhi mengingat hanya ada 12 kuota tersisa yang akan diperebutkan petembak yang menduduki ranking dunia. Meskipun memang masih ada kesempatan hingga tahun depan, tapi peluang itu dinilainya kecil. “Peluangnya kecil tapi kami akan coba meski sangat sulit. Sekarang saya fokus ke atlet remaja, SEA Games dan mungkin kompetisi di masa mendatang,” tuturnya. Namun, pembinaan para atlet junior sejak dini sangat penting demi melahirkan tim petembak junior yang kuat pada setiap kejuaraan sekaligus regenerasi atlet senior ketika mereka memutuskan untuk pensiun.

Mengintip Peluang Pemain Muda Untuk Menembus Tim Piala Uber Indonesia

Putri Kusuma Wardani Saat Melakukan Selebrasi. (Foto: PP PBSI)

Beberapa waktu lalu, Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sukses menggelar PBSI Home Tournament. Tunggal putri pun menjadi sektor terakhir yang dipertandingkan dan beberapa pemain muda sukses mencuri perhatian dengan memberikan kejutan sepanjang jalannya turnamen. Beberapa nama tersebut ialah Putri Kusuma Wardani dan Saifi Rizka Nur Hidayah yang mampu mencuri perhatian lewat permainan apiknya di sepanjang turnamen yang berlangsung di kompleks Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur ini. Secara luar biasa, Putri mampu keluar sebagai runner-up, sedangkan Saifi finis di posisi ketiga. Meski baru berusia 18 tahun dan menempati ranking 261 dunia, Putri mampu mengalahkan sang unggulan, Gregoria Mariska Tunjung di fase penyisihan Grup M dan Fitriani di babak perempat final. Sementara Saifi yang baru berusia 17 tahun mampu melangkah hingga babak semifinal. Pencapaian para pemain di PBSI Home Tournament menjadi bekal evaluasi PP PBSI untuk mempersiapkan diri ke Piala Thomas dan Uber yang direncanakan berlangsung pada 3-11 Oktober mendatang di Aarhus, Denmark. Untuk mempersiapkan Piala Thomas dan Uber tersebut, PBSI melakukan evaluasi secara menyeluruh, khususnya dari sektor tunggal putri. Kabid Binpres PP PBSI, Susy Susanti, mengatakan ada angin segar dari sektor tunggal putri setelah melihat hasil dari turnamen internal PBSI Home Tournament. “Hasil dari keseluruhan turnamen ini memang cukup baik. Perlawanan juga bagus antara junior dan senior,” kata Susy dikutip dari laman Bolasport.com. Lebih lanjut Susy mengatakan, pemain muda memang tampil menjanjikan, tapi peringkat pemain memang menjadi faktor penentu dalam perekrutan tim Piala Uber. Walaupun itu bukan yang utama. “Ada capaian prestasi, bagaimana perkembangan performa mereka, dan tentu saja mentalnya. Itu yang paling penting. Bisa main bagus tapi mental nggak mendukung, ya percuma,”  tutup Susy. Tim Uber Indonesia sendiri tergabung dalam grup b bersama Korea, Malaysia dan Australia. Saat ini, Korea jelas menjadi lawan yang cukup berat buat tim Uber Indonesia. Tapi peluang srikandi Merah Putih untuk lolos ke babak-babak selanjutnya masih terbuka lebar.

Kapolri Cup 2020 Jadi Ajang Unjuk Gigi Para Atlet Muda Menembak

Kapolri Cup 2020 Jadi Ajang Ujuk Gigi Para Bibit Atlet Menembak Profesional

Kejuaraan Menembak Kapolri Cup 2020 memang sudah selesai beberapa waktu lalu. Namun, kejuaraan yang berlangsung di Lapangan Menembak Senayan, Jakarta, ini seakan menjadi ajang unjuk gigi bagi para atlet muda menembak profesional Indonesia. Beberapa penembak junior berhasil membuktikan diri pada ajang tingkat nasional tersebut, diantaranya adalah Abdullah Imam dan M Rifky yang mampu menyabet total tiga keping medali emas. Abdulah Imam tercatat meraih dua medali emas untuk nomor Grade D Junior dan Production Junior. Sementara M. Rifky mencatat sukses meraih juara di nomor Standart Junior. Berkat raihan tersebut, Abdullah Imam dan M Rifky menambah perolehan medali emas Banten menjadi 4 pada ajang Kapolri Cup, baik Kejurnas menembak virtual maupun benchrest dan tembak reaksi. Sebelumnya, Banten telah mengamankan 1 medali emas dari nomor air rifle putri, atas nama Monica Daryanti dari Kabupaten Tangerang. “Hasil ini sebenarnya tidak mengejutkan karena Imam (sapaan Abdulah Imam) dan Rifky sudah punya pengalaman tampil di berbagai event nasional maupun internasional. Tapi juara di Kapolri Cup menambah keyakinan keduanya menjadi atlet andalan Banten di masa depan,” ucap Pelatih Menembak Banten, Raden Imam Susandhi Nugraha seperti dikutip dari Kabar-banten.com. Sementara itu, terkait prestasi dua penembak junior Banten, Sekretaris Umum Pengcab Perbakin Kota Cilegon, M. Ferry Muchdiana mengatakan, hal tersebut tidak lepas dari dukungan orangtua kedua atlet tersebut. “Terakhir mereka tampil di Filipina awal tahun lalu. Di sana keduanya mendapat tambahan pengalaman tampil dan juga mental bertanding. Ke depan saya yakin Imam dan Rifky akan menjadi aset penembak andal bukan saja buat Kota Cilegon tapi juga Banten,” ucap Ferry. Oleh karena itu, prestasi di Kejurnas Kapolri Cup semakin menambah semangat Pengcab Perbakin Kota Cilegon dalam melakukan pembinaan nomor tembak reaksi. “Saat ini nomor tembak reaksi banyak peminatnya dan makin bertambah tiap tahunnya. Ke depan kami yakin akan menghasilkan atlet andal lain baik di kategori senior atau junior,” tuturnya.

Mengenal M. Fakhri Akbar Siregar, Petenis Junior Ranking Satu Nasional Saat Ini

Mengenal M. Fakhri Akbar Siregar, Petenis Junior Ranking Satu Nasional Saat Ini

Mungkin banyak dari Anda yang masih asing dengan nama M. Fakhri Akbar Siregar. Fakhri Siregar atau yang akrab dipanggil Abang ini merupakan seorang atlet tenis junior Indonesia yang saat ini menempati peringkat 1 Kelompok Umur (KU) 10 tahun nasional dari 274 petenis yang berasal dari seluruh daerah di Indonesia. Berdasarkan data terakhir dari PP (Pengurus Pusat) Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) tanggal 10 Mei 2020, tercatat nama M. Fakhri Akbar Siregar, petenis binaan Cibinong Tenis Club (CTC) asuhan Mei Sarwanto itu menduduki peringkat nomor 1. Anak ketiga dari pasangan Fahlan Siregar dan Citra Fajar Rininta ini sudah sering mengikuti turnamen tenis bahkan sejak ia masih kelas 1 SD. Keinginan Fakhri untuk menjadi petenis nampaknya memang sesuai dengan cita-citanya sejak kecil. “Aku ingin menjadi petenis dari kecil, dan aku ingin bermain di tingkat internasional,” ucap Fakhri dikutip dari Bogorsportnews.id. Sang ibu menambahkan, selama ini Fakhri selalu mengikuti dan mampu bersaing di berbagai turnamen tenis di KU 10 tahun yang ada di Tanah Air seperti di Jogjakarta, Bandung, Magelang dan Tegal. “Alhamdulilah Fakhri selalu masuk grand final dan sering jadi juara 1 di berbagai event tenis yang diikutinya selama ini,” ungkap Citra yang kerap mendampingi anaknya saat berlatih di Lapangan Tenis Pendopo Bupati Bogor. Bakat serta minat Fakhri untuk bermain tenis nampaknya berasal dari sang ayah dan juga kakeknya yang juga merupakan atlet tenis nasional. Tak heran jika atlet yang saat ini duduk di kelas V SDIP Daruul Janah, Cibinong , Kabupaten Bogor, tersebut sangat bersemangat jika tiba waktunya untuk berlatih bahkan di masa pandemi seperti saat ini. “Aku gak mau ketinggalan sama atlet tenis yang lain, jadi harus tetap latihan,” tegas Fakhri. Dengan ambisi dan semangat yang ia miliki saat ini, Fakhri merupakan harapan di masa depan bagi tenis Indonesia. Jalannya masih terbentang luas untuk terus berkembang dan tidak cepat puas.

KONI Sulteng Komit Untuk Jalankan Program Pembinaan Atlet Usia Dini

Komitmen KONI Sulteng Jalankan Program Pembinaan Atlet Usia Dini

Upaya untuk menjaring bibit atlet calon juara terus dilakukan. Sulawesi Tengah menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang gencar mencari bibit-bibit potensi tersebut. Hal ini didukung langsung oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Tengah yang terus berupaya untuk meningkatkan prestasi atlet melalui program pembinaan atlet usia dini. “Program itu seharusnya menjadi prioritas bagi pengurus provinsi setiap cabang olahraga yang ada di Sulteng,” kata Ketua KONI Provinsi Sulawesi Tengah, Anwar Ponulele di Palu, dikutip dari Antara Sulteng. Menurut Anwar, tidak ada atlet yang langsung menjadi besar dan mecapai prestasi tertentu tanpa melalui sebuah sistem pembinaan yang dilakukan sceara terprogram oleh masing-masing cabang olahraga. “Semua atlet yang telah mengukir prestasi cemerlang, baik tingkat lokal, regional sampai tingkat nasional maupun internasional tentu sebelumnya telah melalui tahapan pembinaan deari usia dini,” lanjutnya. Menurut Anwar, program pembinaan atlet usia dini harus dilakukan secara kontinuitas sehingga atlet berprentasi tidak terputus, dan jika program ini dilaksanakan dengan baik dan benar, niscaya Sulteng akan melahirkan atlet berprestasi secara berkelanjutan. Selain itu, tentu perlu mendapat dukungan penuh baik dari KONI maupun pemerintah daerah. “Ini artinya prestasi atlet tidak terputus, sebab sejak usia dini mereka sudah mendapatkan pembinaan yang baik dan stok atlet berprestasi selalu tersedia. Ketika atlet sudah masuk ke jenjang junior dan senior tetap ada prestasi, dan begitu atlet senior pensiun, maka ada atlet junior yang bisa melanjutkan prestasi mereka,” ujarnya. Oleh sebab itu, KONI terus mendorong semua cabang olahraga di kabupaten/kota di Provinsi Sulteng untuk benar-benar fokus pada pembinaan atlet usia dini, seiring juga dengan tetap perhatian pada pembinaan atlet junior dan senior. Beberapa atlet asal Sulawesi Tengah pernah mencatatkan beberapa prestasi di kancah internasional. Salah satunya yaitu Abdul Rahman Darwin dari cabang olah raga taekwondo. Abdul pernah beberapa kali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Diantaranya, meraih medali perunggu di kategori Freestyle Poomsae Mixed Team pada ajang SEA Games 2019 di Manila dan dua medali bersama timnas taekwondo pada turnamen JEJU Korea Open Internasional Taekwondo Championship 2018 di Korea Selatan. Tidak hanya itu, provinsi Sulawesi Tengah juga kerap menyumbang atletnya sebagai langganan tim Indonesia untuk bertanding di even-even olahraga internasional. 

Persiapan Jelang Piala AFC U-16, Timnas Indonesia Rencanakan Mulai Gelar Latihan

Persiapan Jelang Piala AFC U-16, Timnas Indonesia Rencanakan Mulai Gelar Latihan

Sejak mengadakan latihan pertama pada Senin (6/7/2020) lalu di Stadion Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi, Timnas U-16 sudah memainkan dua kali laga uji coba, pertama melawan Asosiasi Kabupaten Bekasi U-18 dan menang dengan skor 5-0, Jumat (24/7/2020). Terakhir melawan Bina Taruna U-18 yang berakhir dengan skor imbang 0-0, Selasa (28/7/2020). Seluruh rangkaian latihan dan uji coba tersebut merupakan bagian dari persiapan sebelum berkiprah di Piala AFC U-16 2020. Selanjutnya, Jika sesuai rencana, Timnas U-16 akan kembali latihan pada bulan Agustus ini. Seperti yang diutarakan oleh sang kepala pelatih, Bima Sakti. “InsyaAllah di tanggal 9 Agustus 2020 nanti kami akan kembali mengadakan pemusatan latihan,” ujar mantan kapten Timnas Indonesia era 1990-an itu dalam rilis PSSI. Timnas U-16 Indonesia akan berlaga di Piala AFC U-16 pada 25 November hingga 12 Desember 2020 di Bahrein. Indonesia sendiri tergabung dalam Grup D bersama Jepang, Arab Saudi, dan Tiongkok. Untuk kembali me-refresh ingatan, Timnas U-16 berhasil lolos ke putaran final sebagai runner-up grup G usai melewati babak kualifikasi Piala Asia U-16 2020 yang dilaksanakan di Jakarta, September tahun lalu. Kepastian lolosnya Timnas Indonesia U-16 ke Piala AFC U-16 2020 didapat usai menahan imbang Tiongkok 0-0 pada laga pamungkas Grup G di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (22/9/2019). Alexandro Felix Kamuru dan kawan-kawan berhasil mengumpulkan 10 poin hasil 3 kemenangan dan 1 kali imbang. Sementara itu, empat tim yang mencapai semi final Piala AFC U-16 2020 akan lolos ke Piala Dunia U-17 2021 mendatang di Peru. Indonesia merupakan satu-satunya negara dari ASEAN yang tampil pada salah satu turnamen usia muda Asia bergengsi dua tahunan tersebut.