Tim Garuda Tangguh Juarai Liga Garuda Softball Putri U-19 Seri Kedua

Tim Garuda Tangguh Juarai Liga Garuda Softball Putri U-19 Seri Kedua

Tim Garuda Tangguh berhasil keluar sebagai juara pertama pada Liga Garuda Softball Putri U-19 seri Kedua. Pada laga pamungkas, Garuda Tangguh berhasil mengalahkan tim dari Garuda Kuat dengan skor 14-7 melalui pertandingan All Garuda Final. Amoreno, Ketua Umum Garuda mengatakan bahwa pada Liga Garuda Softball Putri U-19 seri Kedua ini, Garuda menurunkan tiga tim yakni Garuda Tangguh, Garuda Kuat dan Garuda Hebat, dan dua diantaranya bertanding pada laga final. “Sebagai ketua perkumpulan, saya merasa bangga atas hasil yang diraih oleh atlet Garuda pada kejuaraan ini, dan berharap mereka dapat terus konsisten berlatih agar skill dan mentalnya berkembang. Jangan berpuas diri karena kedepannya masih banyak kejuaraan yang akan dihadapi,” kata Amoreno. Pada pertandingan final yang berlangsung sekitar tiga jam (19/6), kedua tim menurunkan tim terbaiknya dan langsung melakukan penyerangan dengan agresif. Tim Garuda Tangguh pada inning pertama berhasil membukukan skor sembilan angka sedangkan Garuda Kuat baru berhasil mendapatkan skor pada inning kedua. Menariknya, kedua tim menurunkan Pitcher yang masih sangat muda, Sunshine Aqila Kamini (Garuda Kuat) dan Sheila Widya (Garuda Tangguh). Meski masih muda, kedua Pitcher tersebut menunjukan performa yang baik dan dinilai berpotensi menjadi pemain andalan di masa depan. Dikdik Fauzi Dermawan, Pelatih Kepala dari Direktorat Softball Garuda menjelaskan bahwa saat ini Garuda tengah fokus dalam membina atlet softball dari usia 12 tahun. “Pembinaan olahraga semenjak usia dini sangat penting bagi perolehan prestasi olahraga ke depannya. Garuda sangat menyadari hal tersebut, oleh karenanya Garuda sangat fokus dalam membina anak-anak bermain softball. Ditambah lagi, Softball Putri adalah salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada beberapa multievent,” ujar Dikdik. Liga Garuda Softball Putri U-19 seri kedua yang berlangsung 16-19 Juni 2022 diikuti oleh lima tim dari Jakarta dan Tangerang yakni Rebels Jakarta dan Gemilang Tangerang serta tiga tim dari Garuda. Garuda Kuat berhasil menjadi peringkat kedua, Gemilang berada di peringkat tiga, Garuda Hebat berada di peringkat keempat dan Rebels berada di peringkat lima. Selain itu, untuk penghargaan individual diraih oleh Franchis dari Gemilang sebagai Best Hitter, Sunshine Aqila dari Garuda Kuat sebagai Best Pitcher dan Sheila Widya Rachmallia dari Garuda Tangguh didaulat sebagai Most Valuable Player. Sebagai tambahan informasi, Liga Garuda Softball Putri U-19 rencananya akan kembali diselenggarakan enam bulan kemudian. “Semoga pada seri ketiga, tim peserta dapat bertambah, karena ajang ini sangat baik untuk pembinaan atlet,” pungkas Amoreno.

Piala Kasad Liga Santri 2022, Cari Bibit Generasi Muda Berpotensi

Piala Kasad Liga Santri 2022, Cari Bibit Generasi Muda Berpotensi

Mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali, Staf Ahli Bidang Hubungan Pusat dan Daerah, Dwijayanto Sarosa Putera, menghadiri pembukaan Piala Kasad Liga Santri 2022 di Stadion Merdeka, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (20/6). Dwijayanto mengapresiasi bergulirnya Liga Santri tahun ini yang diikuti pondok pesantren dari berbagai daerah. Ia berharap ajang tersebut bisa dijadikan wadah untuk mencari bibit atlet sepak bola. “Pesertanya banyak dan disambut dengan sangat antusias, baik dari santri maupun masyarakat. Ini merupakan langkah yang tepat dan bagus dalam rangka mencari bibit atlet sepak bola,” kata Dwijayanto. Menurutnya, terselenggaranya Liga Santri ini jadi ajang silaturahmi. Selain itu juga sekaligus meningkatkan kemampuan dalam bertanding sepak bola serta solidaritas antarsantri. “Tentu ini sangat diapresiasi pelaksanaan Liga Santri. Saya menyaksikan klub yang bertanding hari ini sangat luar biasa. Mereka memiliki potensi dan berharap kedepannya bisa meningkatkan kemampuan. Semoga bisa berkesempatan untuk memperkuat timnas,” ujar Dwijayanto. Lebih lanjut, Dwijayanto menerangkan, ajang Liga Santri ini juga membantu untuk memajukan olahraga sepak bola di Tanah Air. Hal ini sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional. “Kemenpora mengapresiasi atas terselenggaranya Liga Santri tahun ini. Semoga kejuaraan ini bisa rutin terlaksana. Besar harapan agar Liga Santri tahun 2022 berlangsung dengan sukses, lancar, dan mengedepankan sportivitas,” jelasnya. Hadir dalam kesempatan ini, Staf Khusus Bidang Pengembangan dan Prestasi Olahraga Kemenpora Mahfudin Nigara, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan serta tamu undangan lainnya.

Masniari Wolf tak mau terbebani masuk proyeksi Olimpiade

Masniari Wolf tak mau terbebani masuk proyeksi Olimpiade

Perenang keturunan Indonesia-Jerman, Masniari Wolf, mengaku tidak mau terbebani oleh proyeksi untuk tampil di Olimpiade Paris 2024 atau Olimpiade Los Angeles 2028 menyusul keberhasilannya membawa pulang emas pada SEA Games Vietnam bulan lalu. “Saya mencoba untuk tidak terlalu memikirkannya, tetapi ada banyak orang di tim nasional, sehingga mereka dapat mendukung saya dan mereka juga mencoba untuk pergi ke Olimpiade, dan tekanan tidak hanya ada pada saya,” ujar Masniari saat melakukan bincang media secara daring, Selasa. Atlet berusia 16 tahun itu berhasil meraih emas nomor 50 meter gaya punggung putri pada SEA Games Vietnam, menjadi penyumbang medali emas pertama cabang olahraga renang. Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri penantian medali emas renang putri Indonesia selama 11 tahun sejak Yessy Yosaputra berhasil merebut emas pada nomor 200m gaya punggung SEA Games 2011 Palembang. “Saat raih medali emas nomor 50 meter saya cukup terkejut karena bisa berenang secepat itu. Selanjutnya saya ingin tampil di Kejuaraan Dunia junior dan tentu ingin di nomor 100 meter gaya punggung sampai Olimpiade nanti,” ucap Masniari. Perenang yang memiliki darah Batak itu bercerita bahwa dia melakukan pelatihan sendiri bersama klubnya dan bertolak ke Vietnam langsung dari Jerman bersama ibunya untuk mengikuti SEA Games. Bergabungnya Masniari dengan timnas pada menit-menit terakhir tersebut menurut Manajer Tim Renang Indonesia, Wisnu Wardhana, dikarenakan waktu yang dibutuhkan untuk konfirmasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan panitia penyelenggara VISGOC. Wisnu mengatakan sebenarnya sudah melakukan kontak dengan Masniari sejak 2017 dan melakukan pertemuan pada 2019. Saat dunia dilanda pandemi COVID-19, Masniari terus berlatih dan catatannya hampir memecahkan rekornas, yang membuatnya lolos kualifikasi untuk masuk timnas. “Melalui proses panjang Masniari akhirnya bisa tampil di SEA Games dan meraih medali emas. Ini terobosan bagi renang Indonesia karena banyak diaspora Indonesia yang masih punya jiwa nasionalis,” kata Wisnu. “Setelah ini saya akan ke Jerman berharap bertemu pelatihnya langsung memprogramkan Masni untuk bisa masuk ke Olimpiade Paris.” lanjutnya. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI), Harlin Rahardjo, mengatakan federasi akan terus memberikan kesempatan kepada perenang-perenang muda untuk bisa lebih berkembang. “Masniari ini menjadi project kita untuk menuju Olimpiade 2024 dan 2028 karena kita tidak ingin jago kandang atau pun di SEA Games, walaupun di SEA Games kita masih ketinggalan dari Singapura dan Vietnam,” kata Harlin. “Namun, kita juga punya cita-cita untuk meloloskan atlet untuk Olimpiade yang bukan melalui wildcard atau universality. Semoga ini bisa terwujud di 2024 atau 2028,” ujarnya menambahkan.

30 Pemain Ikuti Pemusatan Latihan Tim U-19 di Jakarta

30 Pemain Ikuti Pemusatan Latihan Tim U-19 di Jakarta

Pelatih Shin Tae-yong memanggil 30 nama pemain untuk pemusatan latihan (TC) di Jakarta untuk persiapan mengikuti Piala AFF U-19 pada 2-15 Juli mendatang. Seluruh pemain akan menjalani latihan mulai Senin (20/6) di Stadion Madya, Jakarta. Sebelum mengikuti Piala AFF U-19, Garuda Nusantara akan disiapkan sejumlah uji coba lokal. “Alhamdulillah mulai hari ini persiapan tim U-19 untuk mengikuti Piala AFF U-19 dimulai. Turnamen ini bagus untuk mengasah kemampuan dan tolok ukur perkembangan pemain sebagai persiapan mengikuti Kualifikasi Piala AFC U-20 dan tentunya Piala Dunia U-20 tahun depan,” kata Iriawan. Pada ajang Piala AFF U-19, Indonesia berada di Grup A bersama Vietnam, Thailand, Filipina, Myanmar, dan Brunei Darussalam. PSSI pun menyiapkan venue dua tempat untuk ajang ini yakni Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi dan Stadion Madya Senayan, Jakarta. “Kami berharap Garuda Nusantara mampu meraih hasil maksimal di turnamen ini. Semoga pemain terus fokus, disiplin, kerja keras dan berjuang maksimal,” tambah Iriawan. Sementara itu, striker Tim U-19 Indonesia, Hokky Caraka menyatakan bahwa dirinya sudah siap mengikuti turnamen ini. Apalagi mereka baru saja digembleng di Turnamen Toulon 2022 di Prancis pada akhir Mei hingga pertengahan Juni ini. “Semoga kami mampu meraih hasil maksimal di Piala AFF U-19 2022, apalagi kami bermain di Indonesia. Saya dalam kondisi oke dan tidak ada masalah. Turnamen ini juga sebagai ajang pembuktian kemampuan kami sebelum mengikuti Kualifikasi Piala AFC U-20 dan Piala Dunia U-20,” kata Hokky. 30 Pemain Tim U-19 Indonesia TC Jakarta: 1. Ahmad Rusadi 2. Alexandro Felix – Barito Putera 3. Alfriyanto Nico – Persija 4. Althaf Indie – Persis Solo 5. Arkhan Fikri – Arema 6. Cahya Supriadi – Persija 7. Dimas Juliono 8. Dimas Maulana – Persis Solo 9. Edgard Amping – PSM Makassar 10. Erlangga Setyo – Persis Solo 11. Ferdiansyah Cecep – Persib Bandung 12. Frezy Al Hudaifi – Bhayangkara 13. Hokky Caraka – PSS Sleman 14. Kadek Arel – Bali United 15. Kakang Rudianto – Persib 16. Marcell Januar – Persis Solo 17. Marselino Ferdinan – Persebaya 18. Mikael Alfredo – Waanal Bintuka 19. Muhammad Faiz – Bina Taruna 20. Muhammad Ferarri – Persija 21. Muhammad Rafli Asrul – PSM Makassar 22. Rabbani Siddiq – Borneo 23. Radzky Syahwal – Persija 24. Raka Cahyana – Persija 25. Razzaa Fachrezi – Persija 26. Ricky Pratama – PSM Makassar 27. Ronaldo Kwateh – Madura United 28. Subhan Fajri – Dewa United 29. Yogi Hermawan – Barito Putera 30. Zanadin Fariz – Persis Solo

FIFA Lakukan Kunjungan di Indonesia Terkait Piala Dunia FIFA U-20 2023

FIFA Lakukan Kunjungan di Indonesia Terkait Piala Dunia FIFA U-20 2023

FIFA dan panitia penyelenggara lokal dari PSSI untuk gelaran Piala Dunia FIFA U-20 2023 melakukan kunjungan inspeksi di 6 stadion di Indonesia. Hal ini menandakan langkah penting yang dilakukan sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan turnamen. Kunjungan inspeksi oleh delegasi FIFA ini sebagai penanda dimulainya persiapan penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U-20 2023 di Indonesia, setelah sebelumnya pada 2021 tertunda akibat pandemi covid-19. Dalam kunjungan itu FIFA itu mereka melalukan inspeksi terhadap stadion, lapangan latihan dan hotel di enam kota di Indonesia sejak 8-17 Juni. Delegasi FIFA dan perwakilan PSSI juga bertemu dengan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jonni Madrizal. Roberto Grassi sebagai Direktur Kompetisi Usia Muda FIFA mengaku terkesan dengan sambutan PSSI dan pemerintah. “Kami sangat terkesan dengan persiapan yang telah dilakukan di Indonesia. Banyak perbaikan telah dilakukan. Kami menjalani kunjungan yang menyenangkan dan percaya diri dengan dukungan dari semua pemangku kepentingan yang sudah terlibat. Masih ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, tapi semua ini cukup menjanjikan dengan melihat bagaimana segala sesuatunya terbentuk. Saya yakin bersama dengan panitia penyelenggara lokal, kami dapat menghasilkan turnamen yang sangat baik.” “Terima kasih untuk PSSI dan semua pihak otoritas terkait atas sambutan yang hangat dan keramahan yang kami terima selama berlangsungnya inspeksi.” ungkap Roberto Grassi. “Kurang dari setahun terhitung sejak hari ini, kompetisi FIFA untuk pertama kalinya akan dilakukan di Indonesia dan kami tentu sangat antusias. Piala Dunia FIFA U-20 menjadi kesempatan yang baik untuk Indonesia bisa menunjukkan kecintaannya terhadap sepakbola di mata dunia. Kunjungan yang dilakukan bersama FIFA sangat konstruktif, dan kami akan kembali melanjutkan persiapan terkait event ini agar supaya bisa berjalan sukses, dan tentu meninggalkan hal yang positif bagi kemajuan sepakbola di Indonesia,” tambah Wakil Sekretaris Jenderal PSSI, Maaike Ira Puspita. Dengan menampilkan 24 tim, Piala Dunia FIFA U-20 akan diselenggarakan di Indonesia tahun depan, di mana FIFA Council diharapkan bisa menentukan jadwal pasti turnamen ke depannya.

Tiga Pebasket Berbakat Indonesia Gabung Basketball Without Borders Di Canberra

Angelica Jenifer Candra, Deewell Windy Gosal, Vanissa Renata Siregar

Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) kembali menyumbang atletnya untuk menimba ilmu di program bergengsi Basketball Without Borders yang ke-12 di Canberra, Australia pada 7-10 Agustus 2022. Kali ini ada tiga atlet. Mereka adalah Angelica Jenifer Candra, Deewell Windy Gosal dan Vanissa Renata Siregar. Dikatakan Wakil Ketua PP Perbasi Bidang Pembinaan dan Prestasi, George Fernando Dendeng, pemanggilan tiga atlet ini membanggakan. Ini karena mereka menjaga tradisi PP Perbasi dalam mengirimkan atlet di program yang diprakarsai NBA dan FIBA tersebut. Pada edisi 2019 lalu, tiga atlet muda Indonesia masuk program ini. Mereka adalah Hendrick Xavi Yonga, Amelia Ryan Ayu Ardhany, dan Jesslyn Angelique Aritonang. Sementara pada 2018, satu atlet masuk Basketball Without Borders yakni Sebastia Darryl. “Kami menyambut baik terpilihnya tiga putri dari Indonesia untuk bisa menunjukkan skill terbaik mereka di ajang bergengsi Basketball Without Borders ini. Sekaligus kami bersyukur bahwa pemanggilan ini menandakan bahwa pembinaan kita berjalan baik,” ungkap George. Geroge menaruh harapan tinggi terhadap ketiga atlet yang masuk program Basketball Without Borders (BWB) tahun ini. Mereka bisa menimba ilmu sebanyak mungkin. Ini agar pengalamannya ke depan berguna untuk Indonesia. “Harapannya mereka bisa memberikan penampilan terbaik di sana dan pulang bawa banyak pengalaman yang berguna untuk Indonesia kedepannya,” jelasnya. Melalui ajang ini, lanjut George, Angelica, Deewell, dan Vanissa bisa belajar dari peserta dari negara lain. Ini karena program ini diikuti atlet bertalenta dari Asia, Oceania, dan Pacific. Diharapkan, dari program ini bisa bertukar pikiran. “Basketball Without Borders ini berkumpulnya atlet dengan talenta terbaik di dunia untuk kemudian dilatih dan diberikan pengalaman oleh pelatih atau pemain NBA. Basketball without Borders ini juga telah melahirkan banyak bintang NBA. Melalui program ini juga para pemain bisa berteman dengan anak-anak bertalenta seluruh asia, oceania dan pacific yang kedepannya bisa saling bertukar ilmu,” jelasnya

Keren! Atlet Muda Indonesia Juara Dunia Angkat Besi di Meksiko

Keren! Atlet Muda Indonesia Juara Dunia Angkat Besi di Meksiko

Lifter muda Indonesia Luluk Diana Tri Wijayana merebut medali emas pada ajang IWF Youth World Championship 2022 di Leon, Guonojuoto, Mexico, Selasa (14/6) dini hari WIB. Luluk menjadi juara dunia di di nomor 49 kilogram putri. Luluk berhasil merebut medali emas dengan total angkatan 170 kg melalui angkatan snatch 75 kg dan clean & jerk 95 kg. Luluk mengalahkan lifter Polandia nama Oliwia W. Drzazga dengan total angkatan 161 kg (snatch 70 kg, clean & jerk 85 kg). Medali perunggu menjadi milik wakil tuan rumah Gonzalez J. Lopez dengan total angkatan 153 kg (snatch 68 kg, clean & jerk 85 kg). Usai merebut medali emas, lifter kelahiran Pacitan, Jawa Timur, 9 Agustus 2005, itu mengaku bangga mampu memberikan prestasi tertinggi dan bertekad tampil di Olimpiade. “Saya sangat bangga dapat memberikan hasil yang terbaik untuk Indonesia pada ajang ini dan hasil ini menjadi tambahan motivasi bagi saya untuk tampil di Olimpiade ke depannya,” ucap Luluk dalam rilis resmi PABSI. Sementara itu Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) PB PABSI, Hadi Wihardja yang menjadi tim leader mendampingi Luluk berlaga mengatakan pihaknya terus berupaya mempersiapkan pelapis untuk tim senior. “Kami dari PB. PABSI selalu menyiapkan pelapis-pelapis untuk regenerasi seniornya. Untuk ke depannya, kami mengharapkan perhatian dari semua pihak terhadap pembinaan usia dini agar pembinaan dapat terus berkesinambungan,” ucap Hadi. “Terima kasih PB PABSI serta Pengprov Pabsi Jatim kepada semua pihak yang selalu memberikan support untuk hasil juara dunia Luluk Diana,” ujar Hadi. Kejuaraan dunia angkat besi remaja tahun ini diikuti 205 lifter remaja (115 lifter putri dan 90 lifter putra) dari 39 negara.

Kembali Terjun, Ini Target Atlet Muda Loncat Indah di Kejuaraan Budapest Hungaria 2022

Kembali Terjun, Ini Target Atlet Muda Loncat Indah di Kejuaraan Budapest Hungaria 2022

Setelah vakum hampir dua tahun dari kompetisi di tingkat internasional karena pandemi Covid-19, atlet loncat indah Jawa Timur, Gladies Lariesa Garina Haga Kore (16), akhirnya bisa berlaga lagi. Kali ini, dia berkompetisi tingkat dunia pada FINA World Championships ke-19 di Kota Budapest, Hungaria, 26 Juni – 3 Juli 2022 mendatang. Atlet peraih tiga medali emas PON Papua 2021 itu berkesempatan mengukur kemampuan di tingkat yang lebih tinggi. Ajang ini sekaligus menjadi sarana mengasah mental tanding hingga lebih siap menghadapi Olimpiade 2024 mendatang. Pelatih Loncat Indah Jatim, Ronaldy Herbintoro, mengungkapkan saat persiapan kejuaraan di Surabaya dari sisi kesiapan, salah satu atlet binaan Dispora Jatim melalui program SPOP (Sentra Pembinaan Olahraga Pelajar) ini memiliki materi loncatan yang bisa disejajarkan dengan atlet-atlet loncat indah dunia. “Hasil di PON Papua bisa jadi tolok ukur kemampuan teknik dan mental Gladies. Dengan pertimbangan itulah, kami selaku pelatih mendaftarkan Gladies pada kejuaraan dunia,” ungkap Ronaldy Herbintoro, Rabu (15/6/2022). Lebih lanjut, Ronaldy berharap, Gladies mendapatkan pengalaman berharga bisa berkompetisi dengam atlet-atlet loncat indah dunia, yang tentunya mereka sekelas atlet Olympic Games. “Dengan kesempatan ini, Gladies bisa belajar banyak dan mengukur sudah sejauh mana kamampuan teknik loncatan yang dimilikinya,” harapnya. Disisi lain dalam ajang event tersebut, Gladies bisa melampaui limit nilai untuk kualifikasi Olympic Games. “Capaian nilai ini bisa dijadikan acuan untuk mengembangkan kemampuan Gladies agar menjadi lebih baik lagi,” imbuhnya. Bahkan kesempatan besar ini tak lepas dari peran serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui KONI Jatim, kemudian dukungan dari PB PRSI dan Pengprov PRSI Jatim. “Para pemangku kepentingan sangat support terhadap langkah-langkah kami untuk mewujudkan prestasi kelas dunia, khususnya di cabor loncat indah,” ucap Ronaldy.

Gilas Nepal, Indonesia Lolos Ke Piala Asia Setelah 16 Tahun

Gilas Nepal, Indonesia Lolos Ke Piala Asia Setelah 16 Tahun

Indonesia vs Nepal tersaji pada matchday ketiga Grup A Kualifikasi Piala Asia di Jaber Al-Ahmad International Stadium, Rabu (15/6/2022) dini hari WIB. Tak tanggung-tanggung, tujuh gol disarangkan skuad Garuda ke gawang Nepal untuk mengunci tiket ke putaran final Piala Asia. Tim nasional Indonesia berhasil lolos ke Piala Asia 2023 setelah memastikan diri dalam lima runner-up terbaik. Tambahan tiga poin ini membuat Tim Garuda mengoleksi enam poin dan duduk di urutan kedua klasemen Grup A, sementara itu, Nepal menjadi juru kunci dengan setelah tak mampu menghasilkan satu poin pun. Dalam klasemen runner-up terbaik, Fachruddin Aryanto cs menempati urutan kedua setelah unggul selisih gol dari Malaysia, Thailand dan Hong Kong — dan itu membuat Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia tahun depan setelah absen lebih dari 15 tahun. Sejak awal pertandingan, pasukan Tae-yong langsung mengambil inisiatif serangan dan langsung mengancam saat pertandingan belum genap satu menit melalui Saddil Ramdani setelah melakukan umpan kombinasi dengan Dimas Drajad, namun tendangannya mengarah ke pelukan penjaga gawang Nepal, Deep Karki. Umpan Asnawi berhasil ditanduk dengan sukses oleh Dimas Drajad.#KitaGaruda #MeraihImpian #TimnasDay pic.twitter.com/8QP4DfxeMZ — PSSI (@PSSI) June 14, 2022 Pada menit kelima, Indonesia berhasil membuka pesta gol mereka di laga ini lewat Dimas. Berawal dari umpan melengkung Asnawi Mangkualam dari sisi kanan, striker Persikabo 1973 itu mencetak gol melalui sundulannya. Setelah mencetak satu gol, Indonesia semakin bersemangat untuk menambah skor. Tetapi, alih-alih menambah gol, gawang skuad Garuda justru terancam pada menit ke-13. Prince George Karki memanfaatkan kesalahan yang dilakukan Pratama Arhan dan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Beruntung bola masih melambung di atas mistar. Pada menit ke-33, Nepal terpaksa bermain dengan sepuluh pemain setelah Suman Aryal mendapatkan kartu kuning kedua karena melakukan terjangan keras kepada Asnawi. Umpan cut-back dari Asnawi mampu dilesakkan dengan baik oleh Witan! ✊🏼🇮🇩 Sementara, Indonesia unggul di babak pertama.#KitaGaruda #MeraihImpian #TimnasDay pic.twitter.com/CMng20foxf — PSSI (@PSSI) June 14, 2022 Unggul sepuluh pemain membuat Indonesia semakin mengurung pertahanan Nepal. Dan dua menit sebelum paruh pertama selesai, Witan Sulaeman menggandakan keunggulan tim Garuda setelah memanfaatkan umpan tarik dari Asnawi. Skor 2-0 menutup pertandingan babak pertama. Di paruh kedua, Indonesia masih menguasai jalannya pertandingan. Our capt, Fachruddin 🔥#KitaGaruda #MeraihImpian #TimnasDay pic.twitter.com/iUKQf5PPXm — PSSI (@PSSI) June 14, 2022 Pada menit ke-53, Fachruddin mencetak gol ketiga untuk Indonesia. Berawal dari sepak pojok yang diambil oleh Marselino Ferdinan, sapuan bek Nepal yang tidak sempurna malah mengarah ke tiang jauh, dan sang kapten dengan mudah menjebloskan bola ke gawang Deep Karki. Good finishing Saddil ☄️#KitaGaruda #MeraihImpian #TimnasDay pic.twitter.com/8L2qGUz9v7 — PSSI (@PSSI) June 14, 2022 Satu menit kemudian, tim Garuda mencetak gol keempat mereka. Muhammad Rafli yang merebut bola mengirimkan umpan kepada Saddil, yang tanpa kontrol langsung melepaskan bola dengan kaki kirinya. Tendangan jarak jauh Elkan mampu menambah angka untuk Indonesia! ☄️#KitaGaruda #MeraihImpian #TimnasDay pic.twitter.com/X3NPVq9tTF — PSSI (@PSSI) June 14, 2022 Pemain naturalisasi Elkan Baggott turut mencetak gol di laga ini. Tepatnya pada menit ke-79, bek Ipswich Town itu melepaskan tembakan dari luar kotak penalti menuju sisi kanan, Deep Karki tak mampu menjangkau bola, dan Indonesia sementara unggul 5-0 atas Nepal. Tak lama kemudian, Witan mencatatkan namanya di papan skor untuk kedua kalinya. Setelah kick-off dilakukan oleh Nepal, Ricky Kambuaya langsung merebut bola dan memberikan umpan terobos kepada Witan. Pemain FK Senica itu melewati satu bek Nepal sebelum mengecoh kiper Nepal Deep Karki. Tidak cukup sampai di situ. Di detik-detik akhir pertandingan, Marselino tak ingin ketinggalan untuk mencetak gol dalam pembantaian di laga ini. Gelandang muda Persebaya Surabaya tersebut melepaskan tembakan mendatar dari luar kotak penalti meneruskan umpan dari Rafli dan membuat tim Garuda unggul tujuh gol tanpa balas. Di sisa laga, tidak ada tambahan gol tercipta dan Indonesia menang dengan skor telak 7-0 atas Nepal.

Bela Indonesia di SEATTA Bangkok, Edi Natar Lepas Atlet Junior Tenis Meja Asal Riau

Bela Indonesia di SEATTA Bangkok, Edi Natar Lepas Atlet Junior Tenis Meja Asal Riau

Atlet junior asal Provinsi Riau, Muhammad Al Ghifari akan membela Indonesia dalam ajang Kejuaraan Tenis Meja Asia Tenggara (SEATTA) di Bangkok, Thailand pada 14 hingga 29 Juni 2022. Di kejuaraan ini, Al Ghifari akan membela Tim Merah-Putih bersama tujuh atlet lainnya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sebagai bentuk apresiasi serta dukungan terhadap Muhammad Al Ghifari, Wakil Gubernur Riau, Brigjen (Purn) Edi Natar Nasution menerima kunjungan atlet muda tersebut serta melakukan pelepasan, Kamis (9/6/2022) siang. Dalam pelepasan tersebut dihadiri langsung Ketua Umum PP PTMSI, Komjen Pol (Purn) Oegroseno, Sekjen PP PTMSI Dimas AP beserta rombongan, Kadispora Riau, Boby Rachmat, Asisten I Kabupaten Bengkalis Andris, Ketua Pengprov PTMSI Riau beserta jajaran serta kedua orang tua Muhammad Al Ghifari. Wakil Gubernur Riau, Edi Natar Nasution menyampaikan dirinya menerima permintaan dari Ketua Pengprov PTMSI Riau untuk jamuan Al Ghifari sekaligus pelepasan sebagai atlet tenis meja. “Meskipun ada hal yang terjadi di organisasi tenis meja saat ini, saya mengenyampingkan itu. Sebagai Wakil Gubernur Riau saya wajib memberikan motivasi kepada atlet. Ibarat dalam rumah tangga apabila ibu dan bapak bertengkar, anak tidak boleh jadi korban,” katanya disela pelepasan atlet. “Untuk anak kita Al Ghifari dalam kejuaraan nanti tetap fokus berjuang dan jangan pikirkan yang lain. Karena kami semua disini dan masyarakat Riau bahkan Indonesia akan mendukung perjuangan Al Ghifari untuk membela Merah Putih di Bangkok, Thailand,” sambung Wagub. Kadispora Riau, Boby Rachmat dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan berharap Al Ghifari dapat meraih juara pada kejuaraan tenis meja U15. “Kita mendukung Al Ghifari sampai meraih juara. Dan Al Ghifari akan langsung dimasukkan sebagai atlet mewakili Provinsi Riau pada POPNAS 2023 sebagai atlet tenis meja,” kata Boby. Ketua Umum PP PTMSI, Komjen Oegroseno mengucapkan selamat kepada Pengprov PTMSI Riau yang sudah berhasil mendidik atlet hingga lolos Seleksi Nasional (Seleknas) sampai mengirimkan atlet terbaiknya ke Bangkok, Thailand. “Itu semua adalah kerja keras serta kerja sama. Selagi kita berniat dan berusaha, tentu hasil yang baik akan diraih. Kedepannya saya akan coba melihat apakah Riau bisa dijadikan pusat Pelatnas Tenis Meja Indonesia. Meskipun saat ini wadah tenis meja masih dalam kemelut dualisme, dirinya tetap berikhtiar akan terus mengembangkan atlet-atlet. Ingat atlet tidak boleh menjadi korban dan selalu terus dibina untuk terus berkembang,” beber Oegroseno. Sementara itu diwaktu bersamaan, Ketua Pengprov PTMSI Riau Dedi Harianto Lubis mengucapkan terimakasih banyak kepada Wakil Gubernur Riau yang telah berkenan melaksanakan acara pelepasan atlet. “Kita Pengprov PTMSI Riau berharap Al Ghifari nantinya dapat menjadi juara dan terus melaju ke kejuaraan tingkat asia dan dunia. Untuk kedua orang tua Al Ghifari kami ucapkan terimakasih banyak telah mendukung selama ini. Semoga kedepannya ada Al Ghifari lainnya dari Riau mengikuti jejak Al Ghifari,” harap Dedi.

30 Persen Atlet Indonesia Peraih Medali Emas SEA Games 2021 Vietnam Berusia Dibawah 23 Tahun

30 Persen Atlet Indonesia Peraih Medali Emas SEA Games 2021 Vietnam Berusia Dibawah 23 Tahun

Kontingen Indonesia berhasil memenuhi target untuk menempati posisi ketiga pada SEA Games 2021 Vietnam. Kontingen yang dipimpin Ferry Kono sebagai Chief de Mission (CdM) ini meraih total 69 medali emas, 91 perak, dan 81 perunggu pada SEA Games 2021 Vietnam. Tidak hanya itu, dari total 69 medali emas, ternyata 30 persen di antaranya diraih atlet yang berusia masih di bawah 23 tahun ke bawah. Ferry Kono pun bangga dengan torehan atlet Merah-Putih di Vietnam. “Dari 69 medali emas yang kita dapatkan, 21 di antaranya diraih oleh atlet muda atau 30 persen,” kata Ferry Kono. “Sementara gabungan atlet senior-junior memberikan 12 medali emas atau 17 persen. Sedangkan 36 medali emas lainnya atau 52 persen diberikan atlet senior,” lanjutnya. Lelaki yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) ini mengatakan dari sisi pembinaan, NOC Indonesia bersama pemerintah memang menginginkan induk organisasi cabang olahraga (PP/PB) memberikan kesempatan kepada atlet muda. Hal ini kemudian yang menjadi dasar mayoritas yang dikirim ke SEA Games didominasi atlet-atlet muda. “Atlet termuda yang mendapatkan medali emas itu perenang Flairene Candrea Wonomiharjo, 16 tahun, yang turun di nomor 100m gaya punggung putri,” kata Ferry. “Ada juga Masniari Wolf yang tampil 50m gaya punggung putri. Dia masih berusia 17 tahun. Sama seperti pemanah Arif Dwi Pangestu yang memberikan emas di nomor recurve perorangan putra,” lanjutnya. Di sisi lain, Ferry juga bangga dengan torehan atlet senior. Seperti misalnya Eko Yuli Irawan, lifter 33 tahun yang mampu membawa pulang medali emas di kelas 61kg putra. “Eko tak lagi muda, tetapi pengalaman membuat dia dapat menyumbang medali untuk Tim Indonesia. Kombinasi senior dan atlet muda ini juga kami harapkan bisa berjalan beriringan sehingga atlet muda termotivasi dengan baik dan atlet senior kita mampu membimbing atlet muda dengan pengalaman tersebut,” ujar Ferry. “Itu bisa menjadi modal yang baik bagi Indonesia di multi event olahraga ke depan, terutama dalam merealisasikan misi lima besar dunia melalui DBON,” tambahnya. PERAIH EMAS – ATLET MUDA Kickboxing – Low kick -52kg Putri – Amanda La Loupatty (22 Tahun) Gymnastic Artistic – All-Around Putri – Rifda Irfanaluthfi (23) Gymnastic Artistic – Floor Putri – Rifda Irfanaluthfi (23) Wushu – Taolu Taijiquan Putri – Alisha Mellynar (21) Wushu – Taolu Daoshu+Gunshu Putra – Seraf Naro Siregar (21) Wushu – Sanda 48kg putri – Juanita Malay (21) Aquatic Swimming – 50m gaya punggung putri – Masniari Wolf (17) Aquatic Swimming – 100m gaya punggung putri – Flairene Candrea Wonomiharjo (16) Esports – Free Fire Team – Victor Innosensius (21), Shahih Taskhir (22), Richard William Manurung (23), Nur Ivaldi Fajar (21), Ibnu Nasir Ramdani (21) Shooting – 10m Air Rifle Putri – Mubarokah Dewa Laila (23) Shooting – 10m Air Rifle Putra – Fathur Gustafian (23) Shooting – Mixed Team Air Rifle – Citra Dewi Resti (18), Fathur Gustafian (23) Archery – Recurve Perorangan Putra – Arif Pangestu Dwi (17) Archery – Recurve Perorangan Putri – Rezza Octavia (22) Taekwondo – Kyorugi 63kg putra – M Bassam Raihan (21) Chess – Team Rapid Putri – Medina Wards Aulia (23), Ummi Fisalbillah (22) Cycling – Road Individual Time Trial Putri – Ayustina Priatna Delia (21) Fin Swimming – 100m Bi Fins – Harvey Hubert Marcelo Hutasuhut (20) Badminton – Ganda Putra – Daniel Martin (21), Leo Rollycarnando (21) Weightlifting – 73kg Putra – Rahmat Erwin Abdullah (21) Boxing – 75kg – 81kg – Maikhel Roberrd Muskita (21)

Hasil Drawing Piala AFF U-16, U-19 dan U-18 Women’s

Hasil Drawing Piala AFF U-16, U-19 dan U-18 Women’s

Indonesia mendapat kesempatan dan dipercaya untuk menjadi tuan rumah tiga turnamen sepak bola oleh AFF (Asean Football Federation). Turnamen tersebut yakni AFF U-16 Boys dan AFF U-19 Boys dan AFF U-18 Women’s. Untuk itu, undian pembagian grup dilakukan di kantor PSSI, Jakarta, Kamis (9/6). AFF U-16 Boys, akan berlangsung dari tanggal 31 Juli – 13 Agustus 2022 di Jakarta dan Bekasi. Sedangkan AFF U-19 Boys akan berlangsung dari tanggal 2 – 15 Juli 2022 di Bekasi dan Jakarta. Kemudian untuk AFF U-18 Women’s akan berlangsung dari tanggal 22 Juli – 4 Agustus 2022 di Palembang. Di AFF U-16, Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura dan Filipina. Sedangkan di AFF U-19, Indonesia juga berada di Grup A bersama Myanmar, Vietnam, Thailand, Brunei Darussalam dan juga Filipina. Sementara itu untuk kejuaraan AFF U-18 Women’s, Indonesia berada di Grup A bersama dengan Vietnam, Thailand, Kamboja dan Singapura. Indonesia terakhir menjadi juara gelaran AFF U-16 di tahun 2018, ketika itu era Ernando Ari Sutaryadi, dkk dimana Fakhri Husaini menjadi pelatihnya dan Ernando tampil heroik dan menjadi man of the match dengan menepis beberapa tendangan penalti Thailand. Malaysia menjadi juara di edisi terakhir gelaran ini tahun 2019. Setelah itu turnamen ini vakum karena pandemi covid-19. Di gelaran AFF U-19, Indonesia terakhir kali merasakan gelar juara di tahun 2013, dimana era Evan Dimas, dkk dibawah asuhan pelatih Indra Sjafri yang memberikan gelar tersebut. Edisi terakhir gelaran ini tersaji di tahun 2019 dimana Vietnam keluar sebagai juaranya. Dua tahun belakangan turnamen ini juga terhenti akibat dari pandemi covid-19. Kemudian untuk gelaran AFF U-18 Women’s Indonesia belum pernah merasakan gelar juara. Thailand keluar sebagai juara pada edisi terakhir gelaran ini pada tahun 2018 dengan mengalahkan Australia. Berikut ini adalah pembagian grup AFF U-16, U-19 Boys dan AFF U-18 Women’s: AFF U-16 Boys: A: Indonesia, Vietnam, Singapura, Filipina B: Thailand, Timor Leste, Laos, Brunei Darussalam C: Malaysia, Australia, Myanmar, Kamboja AFF U-19 2022 Boys: A: Indonesia, Myanmar, Vietnam, Thailand, Brunei Darussalam, Filipina B: Malaysia, Laos, Timor Leste, Kamboja, Singapura AFF U-18 Women’s: A: Vietnam, Thailand, Kamboja, Singapura, Indonesia B: Australia, Myanmar, Malaysia, Filipina

Tim U-19 Indonesia Belajar Banyak dari Turnamen Toulon 2022

Tim U-19 Indonesia Belajar Banyak dari Turnamen Toulon 2022

Tim U-19 Indonesia dinilai mampu memetik banyak pelajaran dari pergelaran Turnamen Toulon 2022 atau yang kini bernama resmi Maurice Revello Tournament. Dalam turnamen usia muda yang berlangsung di Perancis itu, tim U-19 Indonesia bersaing di Grup B bersama Venezuela, Ghana, dan Meksiko. Tim U-19 Indonesia mengakhiri perjuangan di fase grup Turnamen Toulon 2022 dengan catatan satu kemenangan dan dua kekalahan. Skuad Garuda Muda memetik satu-satunya kemenangan kala bersua Ghana pada laga kedua fase grup, Kamis (2/6/2022). Kala itu, tim U-19 Indonesia mampu memenangi laga kontra Ghana dengan skor 1-0 berkat gol yang dicetak pemain muda Persija Jakarta, Raka Cahyana. Selain kemenangan tersebut, skuad Garuda Muda harus menelan kekalahan pada dua laga lainnya, yakni ketika bersua Venezuela (0-1) dan Meksiko (0-2). Hasil itu membuat tim U-19 Indonesia tertahan di peringkat ketiga klasemen Grup B Turnamen Toulon 2022. Ronaldo Kwateh dkk menempati peringkat ketiga dengan koleksi tiga poin dari tiga laga. Mereka unggul atas Ghana yang terpuruk di dasar klasemen. Tertahan di peringkat ketiga klasemen Grup B sekaligus membuat tim U-19 Indonesia tak bisa melanjutkan perjuangan ke babak semifinal. Kendati demikian, mereka dinilai mampu memetik banyak pelajaran selama berjuang dalam Turnamen Toulon 2022. Pelatih yang dipercaya menukangi tim U-19 Indonesia pada Turnamen Toulon 2022, Dzenan Radoncic, menilai anak-anak asuhnya telah berkembang pesat berkat pelajaran tersebut. Menurut Dzenan Radoncic, hal ini juga bisa menjadi modal berharga bagi Garuda Muda yang akan menjadi tuan rumah dalam ajang Piala Dunia U20 2023. “Sejauh ini, saya puas dengan penampilan pemain selama turnamen, dengan satu modal kemenangan atas Ghana, ini merupakan yang terbaik bagi para pemain,” kata Dzenan Radoncic, dikutip dari laman resmi PSSI. “Jadi, kami akan mempersiapkan lebih baik lagi untuk Piala Dunia U-20 nanti. Sejauh ini, mereka bekerja dengan baik. Saya senang, mereka berkembang pesat, mereka belajar banyak tentang sepak bola dunia,” ujar Dzenan Radoncic.

SBY Didedikasikan untuk Pembinaan Anak Usia Dini

SBY Didedikasikan untuk Pembinaan Anak Usia Dini

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mendukung penuh tumbuhnya atlet olahraga sepak bola yang berkualitas di Kabupaten Jayapura. Namun tentunya butuh dukungan sarana prasarana agar harapan itu bisa terwujud. Ini merupakan bentuk dukungan dari pemerintah Kabupaten Jayapura terhadap pengembangan sepak bola di Kabupaten Jayapura, sehingga menyerahkan pemanfaatan Stadion Barnabas Youwe (SBY) untuk pembinaan anak usia dini. “Stadion Barnabas Youwe ini didedikasikan untuk anak usia dini. Itu arahan langsung dari bapak bupati,” ujar Kepala Dinas Olahraga kabupaten Jayapura, Yaan Yoku kepada Cenderawasih Pos, Kamis (2/6). Oleh karena itu pihaknya sedang merancang jadwal untuk anak-anak usia dini, yang tergabung di beberapa SSB di Kabupaten Jayapura untuk bisa bertanding di stadion tersebut. “Pembinaan SSB tetap jalan di masing-masing klub. Kami hanya memfasilitasi untuk ada sparing antar SSB,” imbuhnya. Terkait rencana itu, pihaknya sudah membangun komunikasi dengan sejumlah pelatih dan dipastikan dalam waktu dekat jadwal sparing itu sudah bisa dijalankan di stadion tersebut. Pihaknya memastikan pemanfaatan lapangan itu bagi anak-anak di SSB di Kabupaten Jayapura diberikan waktu dari Hari Senin sampai Jumat. Sementara untuk Hari Sabtu dan Minggu akan dipakai untuk umum, yang kemudian didorong adanya pemasukan PAD dari pemanfaatan stadion tersebut. Di Kabupaten Jayapura sendiri sejauh ini ada sekitar 13 SSB yang sudah ada komunikasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jayapura. Ini merupakan dukungan dari pemerintah Kabupaten Jayapura untuk pengembangan talenta sepak bola muda Papua yang dibina mulai dari usia dini. Selama ini sejumlah SSB ini tetap menjalankan kegiatan berlatih dengan memanfaatkan dana atau dukungan seadanya. “Ada SSB yang mungkin dia mengalami kesulitan karena tidak ada lapangan latihan. 13 SSB yang ada ini berdasarkan data kami mereka bertahan dari semangat sendiri dan dukungan dari orang tua,” pungkasnya.

Alinskha Hanamaira Sukses Meraih Emas Wushu All Games 2021, Jadi Pertandingan Paling Berkesan

Alinskha Hanamaira Sukses Meraih Emas Wushu All Games 2021, Jadi Pertandingan Paling Berkesan

Alinskha Hanamaira atlet muda wushu Indonesia mampu melampaui prestasi kakaknya, Achmad Hulaefi yang berhasil meraih perunggu di nomor Daoshu-Gunsu putra pada Asian Games 2018. Melalui akun Instagram pribadi miliknya @alinskha, dia membagikan momen kemenangannya pada pertandingan Indonesia Wushu All Games 2021. Saat itu, adik ipar dari atlet wushu, Lindswells Kwok ini menjadi juara pertama dan mampu membawa pulang emas pada pagelaran nasional yang digelar di GBK, Senayan. Wanita yang biasa disapa Chika ini mengatakan, pertandingan itu merupakan pertandingan yang paling berkesan dalam hidupnya. “Itu adalah kejuaraan pertama kali aku mendapatkan gold medal selama ikut pertandingan. Dari kecil aku belum pernah dapat gold medal,” katanya ketika ditemui di gedung iNews, belum lama ini. Tak hanya itu, dia juga mengaku kerap mendapat medali perunggu dan perak dalam setiap pertandingan. “Aku selalu dapat perak dan perunggu. Tapi baru tahun 2021 kemarin, aku akhirnya dapat gold medal pertama untuk kejuaraan nasional,” ujarnya. Atlet muda ini juga punya target-target yang ingin dicapai untuk kedepannya. Chika akan mengikuti seleksi PON (Pekan Olahraga Nasional) nantinya. “Kalau masuk seleksi PON, ikut pertandingan PON dulu, abis itu mungkin kalau menang, InsyaAllah lanjut ke Sea Games biasanya gitu,” ucapnya. Dia juga memiliki wishlist target yang membuatnya makin semangat dengan seni bela diri ini. “Pasti target-targetnya menang di ajang-ajang internasional, itu wishlist-ku. Dan kalau itu sudah tercapai, aku udah bersyukur banget dan mungkin akan memutuskan pensiun,” ujar Chika. Biodata Nama: Alinskha Hanamaira Panggilan: Chika Lahir: Jakarta, 5 November 2001 Pendidikan: Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Sasana: Yayasan Inti Bayangan Pelatih: Achmad Hulaefi, Rizki, dan Ahmad Rifai Idola: Zhao Hua (Tiongkok) dan Achmad Hualefi Prestasi: – 2 Perak Kejurnas Wushu Bangka Belitung 2019 – 1 Perak, 1 Perunggu Kejurnas Wushu Yogyakarta 2018

Jhezekel Jason Wakili Indonesia di Bangkok

Jhezekel Jason Wakili Indonesia di Bangkok

Prestasi membanggakan diukir petenis meja junior Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) Jhezekel Jason Christian. Petenis 13 tahun itu jadi salah satu atlet yang akan mewakili Indonesia di ajang Seatta Table Tennis Championships U-15 di Bangkok, Thailand, 17-22 Juni mendatang. Keberhasilan Jason itu didapat setelah dirinya lolos dalam seleksi nasional (Seleknas) kelompok umur 15 tahun di Kudus, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Atas prestasi itu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ memberikan apresiasi berupa penghargaan dan uang saku kepada petenis muda asal Kota Jogja itu. Ketua Umum (Ketum) KONI DIJ, Djoko Pekik Irianto mengatakan, prestasi yang dicatatkan Jason di Seleknas sangat membanggakan. Dari banyak atlet muda yang ikut seleksi, wakil DIJ sukses menempati peringkat tiga bersama (empat besar). “Harapannya Jason bisa mengibarkan bendera Merah-Putih di Thailand. Bahkan kalau bisa, jangan hanya mengibarkan bendera, tapi memperdengarkan lagu Indonesia Raya di luar negeri. Artinya, bisa jadi juara, kalau bendera kan bisa peringkat dua atau tiga,” ujarnya di sela acara di ruang rapat KONI DIJ kemarin sore (3/6). Dalam kesempatan tersebut, Djoko mengucapkan rasa terima kasih yang besar kepada Pengda PTMSI DIJ. Menurutnya PTMSI DIJ sukses melakukan pembinaan kepada atlet-atletnya. Itu dibuktikan dengan keberhasilan Jason menembus Seleknas dan masuk tim Indonesia. Sementara itu, Ketum Pengda PTMSI DIJ Bagiya Rakhmadi menuturkan, keberhasilan Jason merupakan kebanggaan dan keberhasilan PTMSI DIJ dalam memenuhi janji ke Ketum PTMSI untuk melahirkan atlet berkualitas. Sebab, kali terakhir DIJ mewakilkan atlet ke nasional yakni pada 2009. “Dan, baru 2022 ini kami kembali mampu mengirimkan lagi,” terangnya. Sementara itu Jason yang didampingi kedua orang tuanya, Andy Kristiyanto dan Yessy Wijaya sangat bangga dan senang bisa mewakili Indonesia di ajang tersebut. Dia pun berjanji akan bekerja lebih keras dan siap memberikan yang terbaik untuk Merah-Putih. “Impian saya bisa masuk tim Indonesia sejak kelas 6 SD, tapi tertunda dan akhirnya masuk saat sudah kelas 1 SMP. Saya bertekad meraih hasil terbaik dan meraih medali emas,” tegas anak pertama dari tiga bersaudara itu.

Pegolf Muda Indonesia Juara LLD International Amateur Championship 2022

Pegolf Muda Indonesia Juara LLD International Amateur Championship 2022

Kabar baik datang dari pegolf muda Indonesia, Elaine Widjaja, yang baru saja menyabet trofi juara di ajang LLD International Amateur Championship 2022. Pegolf belia asal Jawa Tengah tersebut memastikan diri sebagai pemenang Girl Division di Golf Resort Singapura pada Rabu (1/6/2022). Elaine mengalahkan para pesaing kuat dari berbagai negara di Asia seperti Thailand, Malaysia, Myanmar, Filipina, Australia, Hong Kong, Jepang, India, dan tuan rumah Singapura. Kemenangan tersebut disambut kegembiraan yang luar biasa oleh Elaine yang saat ini baru berusia 16 tahun tersebut. “Saya sangat bersyukur dapat mengakhiri bulan yang ketat ini dengan kemenangan,” tulis Elaine di Instagram @elaine.wgolf sehari setelah kemenangannya. “Terima kasih kepada para panitia dan sukarelawan yang telah menggelar kejuaraan luar biasa ini. Saya bisa berjumpa dengan banyak orang luar biasa dan berjumpa teman (baru).” Setelah kemenangan di Singapura, Elaine bertekad meningkatkan kemampuan bermainnya. “Saya sangat antusias untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjadi pribadi yang lebih baik secara fisik maupun mental,” ujarnya. Sebelum juara LLD International Amateur Championship 2022, Elaine tampil sebagai satu dari tiga pegolf putri muda Indonesia di ajang Queen Sirikit Cup 2022 di Singapura. Sayangnya, Elaine dan kolega hanya mampu peringkat dua terbawah dari 14 negara yang tampil.

Tim Astara U-12 Siap Berlaga di Korea Selatan

Tim Astara U-12 Siap Berlaga di Korea Selatan

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, melepas 13 atlet tim Akademi Sepakbola Nusantara (Astara) U-12 Kabupaten Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Rabu (1/6/2022). Tim tersebut siap berlaga mewakili Indonesia pada Son Heung Min International U-12 Friendship Soccer Competition di Gangwon Korea Selatan (Korsel), 7-12 Juni 2022. Kustini menyampaikan selamat kepada atlet muda yang akan berangkat mewakili Indonesia di Korea Selatan. Kustini sangat bangga mengingat pada usia dini, tim Astara U-12 ini mampu tampil di tingkat internasional. Kustini berharap tim Astara U-12 dapat tampil sebaik mungkin dan mengharumkan nama Indonesia serta Kabupaten Sleman. “Saya berharap tim Astara U-12 dapat tampil maksimal dan tetap junjung tinggi komitmen dan sportivitas ketika berlaga,” kata dia. Ketua Askab PSSI Kabupaten Sleman, Wahyudi Kurniawan, menjelaskan pihaknya telah melakukan seleksi dan diperoleh 13 pemain yang akan didampingi 3 ofisial tergabung dalam tim sepakbola Astara Sleman. Dari 13 atlet yang berangkat, 10 di antaranya berasal dari Sleman. “Kami memohon doa restu sekaligus berpamitan kepada Bupati Sleman untuk dapat berlaga di Korea Selatan dan membawa prestasi untuk Indonesia dan Sleman,” kata Wahyudi.

Indonesia Siapkan 30 Atlet Muda untuk Cabor Triathlon

Indonesia Siapkan 30 Atlet Muda untuk Cabor Triathlon

Sebanyak 30 atlet muda triathlon mendapat pelatihan untuk membawa nama Indonesia di SEA Games mendatang. Para atlet muda itu dibina oleh Pesut Triathlon Club. Mereka dilatih langsung oleh coach Denny Pasaribu di Aquatic Centre, GBK, Senayan, Jakarta. Pria yang karib disapa Coach DMP ini mengatakan bahwa para atlet muda tersebut sudah lolos tahap seleksi terlebih dahulu. “Tak hanya latihan fisik saja, mental juga menjadi fokus dalam program trining ini agar anak-anak siap bertanding,” kata coach Denny, Kamis (2/6). Menurut dia, para atlet triathlon itu mendapat pelatihan intensif 4 kali dalam seminggu dengan jadwal pagi pukul 05.00 WIB dan sore pukul 16.00 WIB. “Kami memang fokus membina para atlet muda, agar mereka mendapatkan pembekalan yang kuat,” ujarnya. Dia mengungkapkan atlet yang mengikuti pelatihan tersebut dari usia 11-16 tahun. “Harapan kami, kelak membawa nama Indonesia di SEA Games mendatang,” imbuhnya. Olahraga triathlon makin popular di Indonesia. Olahraga ini memiliki tiga cabang berbeda, yakni berenang, bersepeda, dan berlari. Para atlet berkompetisi untuk menyelesaikan race dalam waktu paling cepat. Oleh karena itu, para atlet memerlukan asupan gizi yang cukup untuk mengikuti olahraga berbasis endurance ini. Pesut Triathlon Club berkolaborasi dengan Limitless Athlete untuk terus memberikan update perkembangan program pelatihan para atlet. Mereka berharap agar para atlet mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat Indonesia untuk maju di SEA Games berikutnya dan mencetak Triathlete Indonesia berkelas dunia.

Ini Keuntungan Indonesia Jika Menjadi Tuan Rumah Dua Event Basket Dunia Menurut Menpora

Ini Keuntungan Indonesia Jika Menjadi Tuan Rumah Dua Event Basket Dunia Menurut Menpora

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali mengungkapkan sejumlah keuntungan yang didapatkan Indonesia saat menjadi tuan rumah kegiatan olahraga bertaraf internasional, yakni FIFA World Cup U-20 dan FIBA World Cup 2023. Rencanannya, tahun 2023 Indonesia akan menjadi tuan rumah FIFA World Cup U-20 untuk sepakbola, FIBA World Cup untuk Bola basket, dan World Beach Games serta event olahraga lainnya. Hal ini disampaikan Menpora Amali saat melakukan Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi X DPR RI, di Ruang Komisi X, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (2/6). Menurut Menpora Amali, dirinya telah diberi keluasaan oleh Presiden Joko Widodo untuk mengambil sebanyak mungkin kesempatan menjadi tuan rumah event olahraga internasional. Namun demikian, dirinya tidak asal menerima tawaran menjadi tuan rumah sebab ada ukuran-ukuran yang menjadi standar salah satunya dampak atau benefitnya terhadap Indonesia. “Kita akan ambil (menjadi tuan rumah), kalau event yang punya dampak benar-benar terhadap pengembangan prestasi. Kemudian pertumbuhan ekonomi dan tentu tentang diplomasi internasional. Jadi ada standar-standar yang akan dijadikan sebagai ukuran dari kami menerima atau tidak menerima tawaran tuan rumah,” ungkapnya. Sementara itu, terkait FIFA World Cup U-20, Indonesia menjadi tuan rumah karena memenangkan bidding dan mengalahkan negara lainnya yang tradisi sepak bola lebih kuat dari Indonesia. Apa yang sudah dicantumkan di dalam tambahan ini adalah yang sudah dikomitkan, misalnya FIFA World Cup U 20, kita menang karena itu bidding, dan kita memenangkan negara-negara yang tradisi sepak bolanya harusnya lebih kuat dari kita. “FIFA memberikan kesempatan kepada Indonesia karena satu-satunya peserta yang presidennya mengirim surat itu adalah Indonesia. Jadi kita ikut bidding dan kita menang, Presiden FIFA sangat menghargai karena Pak Jokowi mengirim surat langsung dan itu menjadi pertimbangan,” bebernya. Menurut Menpora Amali, dengan Indonesia menjadi tuan rumah maka akan berdampak tehadap prestasi dan ekonomi. Dia pun mencontohkan Korea yang pada tahun 2002 menjadi tuan rumah FIFA World Cup 2022 (tim senior) bersama Jepang prestasinya langsung naik dan ekonominya meningkat luar biasa. “Jadi dampak-dampak yang dihasilkan dari. Kita menjadi tuan rumah itu sangat besar,” katanya. Terkait pembiayaan FIFA World Cup U-20, Menpora Amali menegaskan bahwa FIFA tidak ingin kegiatannya itu dibiayai satu rupiah pun dari Indonesia. Menurutnya, FIFA memang mengeluarkan anggaran untuk mulai dari urusan pengangkutan bus, hotel, dan lainnya. Sementara, anggaran yang diajukan Kemenpora dalam penambahan anggaran murni untuk renovasi stadion dan persiapan lainnya. “Jadi benar semua itu dibiayai (FIFA) tetapi bukan berarti karena semua dibiayai kemudian kita tidak mengeluarkan apa-apa. Tetap ada yang harus kita keluarkan sebagai tuan rumah, kalau FIBA bahkan ada hosting fee dan lain sebagainya,” katanya. Menpora Amali mengatakan, event-event internasional yang Indonesia tuan rumah 2023 tetap akan digelar karena sudah menjadi komitmen pemerintah. Meskipun anggaran sebesar Rp.3.041.450.000.000 yang diajukan Kemenpora sebagai tambahan anggaran tidak masuk dalam pagu indikatif. “Jadi ini (tuan rumah sejumlah event internasional) sesuatu yang pasti yang sudah dikomitkan oleh pemerintah, oleh negara tetapi belum dicantumkan dalam pagu indikatif maka kami cantumkan di dalam tambahan anggaran. Jadi usulan tambahan ini bukan sesuatu yang belum pasti dan belum dikomitkan oleh pemerintah. Jadi Insya Allah pasti akan terjadi dan bahkan FIFA itu langsung bapak Presiden yang menulis surat,” katanya.