Taklukkan Austria, Portugal Juara Piala Dunia U17

Timnas Portugal U17

Portugal menjuarai Piala Dunia U17 2025 setelah menaklukkan Austria 1-0 di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Kamis (27/11/2025) malam. Gol kemenangan ditorehkan Anisio Cabral pada menit 32 setelah menerima umpan tarik Duarte Cunha. Gelar ini menjadi trofi pertama Portugal pada ajang Piala Dunia U17 sepanjang sejarah penyelenggaraannya. Raihan tersebut melampaui pencapaian terbaik sebelumnya yang hanya peringkat ketiga pada edisi 1989. Sedangkan Austria mencatat sejarah baru dengan menempati posisi kedua pada turnamen tahun ini. Prestasi tersebut menjadi peningkatan signifikan setelah sebelumnya hanya mampu lolos fase grup. Italia mengunci peringkat ketiga usai menang adu penalti 4-2 atas Brasil pada perebutan tempat ketiga. Kedua tim bermain imbang 0-0 selama waktu normal sehingga laga ditentukan lewat penalti. Portugal tampil agresif sejak awal laga melalui ancaman tendangan Duarte Cunha pada menit ketiga. Austria membalas lewat peluang Hasan Deshishku dan Johannes Moser, namun keduanya gagal menjadi gol. Memasuki babak kedua, Austria berusaha menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas Deshishku pada menit 48. Kiper Portugal Romario melakukan penyelamatan penting untuk menjaga keunggulan timnya. Peluang terbaik Austria lahir dari sundulan Ifeanyi Ndukwe pada menit 81 tetapi kembali digagalkan Romario. Hingga peluit akhir berbunyi, Portugal mempertahankan skor 1-0 dan memastikan gelar juara.

Gresik Lahirkan Bibit Tenis Muda di Kejurnas TDP

IMTC Sukses Gelar Kejurnas Tenis Junior TDP Piala Dandim Gresik 2025

Ratusan atlet tenis junior dari berbagai daerah di Indonesia berkompetisi dalam Kejurnas Tenis Junior TDP IMTC-Piala Dandim Gresik. Turnamen ini berlangsung di Lapangan Tenis Petrokimia Gresik, 18-22 November 2025. Sebanyak 200 atlet dari 70 daerah unjuk kemampuan untuk menjadi yang terbaik di berbagai kelompok umur. Direktur Pertandingan Kejurnas, Irawati Moerid, berhasil menghadirkan sejumlah tokoh penting Gresik. Kapolres, Kajari, Ketua KONI Gresik, Ketua Pelti Gresik, dan perwakilan manajemen Petro Kimia Gresik turut hadir. Penutupan acara berlangsung meriah dengan pengumuman para juara. Dandim Gresik, Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, memimpin langsung upacara penutupan dan pemberian penghargaan. Ia menyerahkan trofi dan medali kepada para juara, termasuk M Aryasatya Dwi T (Sukoharjo), juara KU 16 Tahun Putra. Fadly Subur Karamaha mengapresiasi para atlet yang telah menunjukkan performa terbaiknya. “Bersyukur pada hari ini kita telah selesai melaksanakan pertandingan Kejurnas Tenis ini,” ujar Fadly. Irawati Moerid menegaskan bahwa Kejurnas ini membuktikan bahwa ‘Tak Ada Juara Tanpa Kompetisi’ di Kabupaten Gresik. “Insya Allah Event Piala Dandim Gresik akan berlanjut setiap tahunnya,” pungkas Irawati. Berikut daftar lengkap para juara Kejurnas Tenis Junior TDP IMTC-Piala Dandim Gresik 2025: Tunggal Putra KU 10 Tahun Nadees Arkana (Sleman) Zakky Hildan (Tranggalek) M Raffasya Al Busra (Malang) James Edrick (Surabaya) KU 12 Tahun Al Zayki Zio Asmara (Bogor) Raffasya Putra A (Banjarnegara) Ahza Danis Alby (Nganjuk) Iffat Naratama (Palembang) KU 14 Tahun Dwi Waseso P (Pati) M Falichul Isbah (Sukoharjo) Rafif Zakhwan (Surabaya) Danio Putra Lubis (Aceh) KU 16 Tahun M Aryasatya Dwi T (Sukoharjo) Raja AGB (Semarang) Syawal Noor Kaluku (DKI Jakarta) Raffa Rizky Ramadhan (DKI JKT) KU 18 Tahun Prawara Mulya Laksana (Batam) Noorsyahyana R Albana (Bantul) I Gusti Gde Satria P (NTB) Aidan Hana Indrayana (Semarang) Tunggal Putri KU 10 Tahun Kirana Nadya PW (Tanggerang) Freia Madison H (Surabaya) Maryam Aleena BS (Blitar) Zahira Zee Az Zahra (Gresik) KU 12 Tahun Carolina Lantemona (Kendari) Dewi Ayu Anargya (Gresik) Alyssa Shakira A (Bogor) Saafia Devani Putri (Solon) KU 14 Tahun Kirana Zahra W (Tulungagung) Anastasya P A (Purwokerto) Anisa Zahra (Bojonegoro) Putu Dyvania T (Tabanan) KU 16 Tahun Kheista Rizqi AS (Kediri) Getsa Zainie (Semarang) Amelia Putri T (Bogor) Khanza R Zahira (Batam) KU 18 Tahun Cantik Qurani RR (Batu) Faiza Queena S (Bandung) Noya Myeisha NR (Batu) RR Nashwa Nafeesha (Surabaya) Ganda Putra KU 10 Tahun Nadees AA (Sleman)/M Raffasya Al Busra (Malang). Zaky Hildan P (Tranggelek)/Prasena Wira Natakusuma (Sumenep). Albarra AG (Mataram)/Anakta Hasbi MN (NTB). James Edrick/Josh Antony (Surabaya) KU 12 Tahun M Hafidz Izzadin A (Pekalongan)/ Raffasya Putra AR (Banjarnegara). Azka Putra R (Pekalongan)/Raihan Noor Kaluku (DKI Jakarta) M Faid R (Makasar)/Faidzh RF (Aceh) Al Zayki Zio A (Bogor)/ M Gibran Widiandary (Tegal) KU 14 Tahun Rafif Zakhwan Affandi/Cristiano Federer Tjahyo (Surabaya) M Azka Pradita Pasha (Lampung)/ M Naufal A (Sampang) Dwi Waseso P/Aditrta GP (Pati) Danio Putra L (Aceh)/M Abrisam Tsaqib (Surabaya). KU 16 Tahun Ziyad Hammas (Solo)/Raffa RR (DKI Jakarta) Bima Putra W (Tulungagung)/Raka Aiustha GB (Semarang) Imam Al-Zikri Suwandi (Riau)/ M Aryasatya Dwi T (Sukoharjo) Revano Rhodez R (DKI JKT)/M Ghossan Islammaaleeq (Sleman). KU 18 Tahun Rangga Wisnu KR (Sukoharjo)/Aidan Hana Indayana (Semarang) Tyaga Hijra K/Dino Alex Vergusoen (Surabaya). I Gusti Gede Satria P (NTB)/Prawara Mulya Laksana (Batam) Tito Bima Adha A (Bojonegoro)/Noorsyahyana Rifqi A (Bantul)

Jadwal Timnas Indonesia U23 di SEA Games 2025

Timnas Indonesia U23

SEA Games 2025 akan berlangsung di Thailand pada 9-20 Desember 2025. Cabor sepakbola akan start lebih dulu. Berikut schedule beraksi Timnas Indonesia U23. Indonesia ada di Grup C, bersaing dengan Singapura, Filipina, dan Myanmar. Laga-laga Grup C akan berlangsung di 700th Anniversary Stadium, Chiangmai, Thailand. Indonesia akan menjalani pertandingan pertama pada 5 Desember 2025, Singapura yang akan menjadi lawannya. Setelah itu, Indonesia berturut-turut akan melawan Filipina dan Myanmar. Menatap SEA Games kali ini, Indonesia menyandang status sebagai peraih emas di edisi sebelumnya. Dari tiga grup, masing-masing juara grup akan lolos langsung ke semifinal. Satu slot lain di semifinal akan diberikan kepada runner-up terbaik. Indonesia ditangani oleh Indra Sjafri di SEA Games 2025. Garuda Muda tengah mengupayakan pemain-pemain diaspora seperti Ivar Jenner, Justin Hubner, Mauro Zijlstra agar bisa memperkuat tim. Selain itu, Marselino Ferdinan juga tengah diusahakan bisa bermain di SEA Games 2025. Di SEA Games kali ini, Indonesia tak ditarget meraih emas oleh PSSI. Tim Merah-Putih hanya diberi beban medali perak. Jadwal SEA Games 2025 Cabor Sepakbola Putra Grup C 5 Desember 2025 Indonesia vs Singapura – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai Myanmar vs Filipina – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai 8 Desember 2025 Filipina vs Indonesia – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai Singapura vs Myanmar – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai 12 Desember 2025 Filipina vs Singapura – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai Indonesia vs Myanmar – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai Sumber: Detiksport

Rekor, Sejarah, dan Dominasi Baru di Indonesia Arena

Final DBL Jakarta 2025 di Indonesia Arena

Gelaran Final Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Jakarta kembali menjadi panggung lahirnya sejarah baru. Indonesia Arena, venue indoor terbesar kebanggaan Tanah Air kembali menjadi saksi bagaimana basket pelajar Jakarta terus berkembang, melahirkan cerita besar, dan memantik ambisi baru dari generasi muda. Tak hanya soal siapa yang keluar sebagai juara, tetapi juga tentang banyaknya rekor dan capaian bersejarah yang tercipta di dalamnya. Mulai dari konsistensi sekolah-sekolah unggulan, kembalinya tradisi juara, hingga gebrakan tim yang akhirnya mampu mematahkan dominasi lawan. Inilah rangkuman rekor-rekor bersejarah yang lahir di Final Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Jakarta di Indonesia Arena. 1. SMAN 70 Jakarta Jadi Sekolah Pertama yang “Double Final” di Indonesia Arena SMAN 70 Jakarta membuktikan kelasnya sebagai sekolah unggulan di dua dunia, basket dan dance. Musim ini, mereka menjadi sekolah pertama yang kompak mengirimkan tim basket dan tim dance-nya ke partai final di Indonesia Arena. Sebuah pencapaian yang menegaskan bahwa kultur kompetitif SMAN 70 Jakarta (Bulungan) bukan hanya soal gelar, tetapi juga bagaimana usaha mereka untuk bisa mencapai ke panggung tertinggi. Namun, akhir cerita pahit justru dialami oleh skuad basket putri Bulungan. Mereka gagal menjemput gelar juara kelima beruntun di DBL Jakarta 2025 atau quintuple. Dan terhenti sebagai runner up. Beruntung, tim dance SMAN 70 Jakarta (Bulungan Dance Crew) berhasil memetik sejarah baru dan meraih Third Place Azarine DBL Dance Competition 2025 Jakarta. 2. Srikandi Jubilee Pecahkan Kutukan, Hentikan Dominasi Bulungan Empat musim menembus final, tiga musim berakhir sebagai runner up. Hasil ini terus menghantui skuad putri SMA Jubilee Jakarta sejak debutnya di DBL Jakarta 2022. Namun, penantian akhirnya terbayar tuntas. SMA Jubilee Jakarta akhirnya tercatat sebagai juara DBL Jakarta 2025 pasca menekuk SMAN 70 Jakarta lewat duel ketat yang berlanjut ke babak overtime dengan skor akhir 36-32. Gelar ini menandai titik balik besar, di mana hegemoni empat gelar beruntun dari Bulungan resmi berhenti di tangan Jubilee. 3. Rekor Baru Penonton Olahraga di Lapangan Indoor Catatan sejarah lain juga terukir dari tribun. Final musim ini mencatat 15.729 penonton, menjadi rekor tertinggi pertandingan olahraga indoor pada gelaran DBL Jakarta. Dukungan luar biasa itu mengubah atmosfer final menjadi sebuah pertunjukan megah setara dengan laga profesional. Padahal, mereka adalah pelajar SMA yang bermain dengan mimpi besar. 4. Buksi Penyandang Gelar Juara Terbanyak DBL Jakarta Di sektor putra, SMA Bukit Sion Jakarta (Buksi) makin menancapkan dominasinya. Kemenangan atas SMA Jubilee Jakarta di DBL Jakarta 2025 menambah koleksi gelar mereka menjadi 7 trofi juara dari 10 final dalam 13 musim penyelenggaraan DBL Jakarta. Mereka hanya absen dari partai final pada 2012, 2016, dan 2017. Dinasti Buksi? Hal ini menjadi bukti bahwa dinasti Buksi tak lekang oleh waktu. 5. Putra dan Putri Jubilee Tak Pernah Absen dari Indonesia Arena Tak hanya putrinya yang pecah kutukan, pasukan Jubilee juga mencatatkan konsistensi luar biasa. Mereka menjadi satu-satunya sekolah yang selalu mengirimkan tim putra dan putrinya ke Final DBL Jakarta di Indonesia Arena dalam tiga musim terakhir. Konsistensi yang membuktikan program pembinaan mereka terus berkembang ke arah yang tepat. Sekalipun Jubilee belum pernah kompak meraih gelar juara atau kawin gelar. Mengingat, tim putri SMA Jubilee Jakarta berhasil keluar sebagai juara baru DBL Jakarta 2025. Namun, skuad putra Jubilee justru terhenti sebagai runner up. Sumber: DBL

Ratusan Atlet Se-Indoneisa Ikuti Kejurnas Tenis Meja 2025

Kejuaraan Nasional Tenis Meja 2025

Kejuaraan Nasional Tenis Meja 2025 Kalimantan Selatan dibuka dan digelar di GOR Hassanudin HM Banjarmasin, Senin siang (24/11/25). Kejuaraan ini diikuti sekitar 500 petenis meja dari 28 provinsi, terdiri dari petenis meja junior hingga senior. Seluruh atlet ini akan bertarung dan memperebutkan medali dari 27 kategori yang dipertandingkan. Ketua Umum PTMSI Pusat, Peter Layardi Lay, berharap dari Kejurnas ini dapat muncul petenis muda berbakat yang bisa membela Indonesia di kancah internasional. “Jadi tenis meja ini adalah cabor yang banyak atletnya, jadi setiap tahun kita gelar dan selalu meningkat pesertanya. Jadi kita melihat prestasi bagaimana pembinaan, dan kita akan mendapat anak-anak yang baik, dan kalau sudah besar kita arahkan ke internasional,” ujarnya. Ahmad Faridi, Ketua Panitia Kejuaraan Nasional Tenis Meja 2025 Kalimantan Selatan, menjelaskan bahwa kejuaraan ini diikuti oleh 28 provinsi. Ia menambahkan bahwa dari 27 kategori yang dipertandingkan, ada sekitar 500 petenis meja yang turun bertanding mulai dari kelompok junior hingga senior. Ariadi Noor, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalsel, mengaku pihak Pemprov sangat mendukung adanya kejuaraan ini. “Jadi kita dari Pemprov sangat mendukung dan saya tadi membacakan sambutan dari Pak Gubernur. Dan kita sangat mendukung penuh,” ungkapnya. Sementara itu, Kejuaraan Nasional ini akan digelar pada 24 hingga 30 November mendatang dan diharapkan bisa banyak memunculkan bibit petenis meja handal.

Asean School Games 2025: Tim Renang Indonesia Raih 18 Medali

Tim Renang Indonesia

Tim renang Indonesia berhasil meraih total 18 medali pada hari pertama dan kedua cabang olahraga ajang 14th ASEAN School Games 2025 yang berlangsung di National Pool Hassanal Bolkiah Sport Complex, Minggu dan Senin, 23 & 24 November 2025. Cabor renang sendiri masih akan bertanding pada hari Selasa (25/11) dan Rabu (26/11). Untuk ke 14th ASEAN School Games 2025, Tim Renang Indonesia yang berisikan 30 perenang telah menjalani Traning Camp di Kolam Renang Pertamina Simprug, Jakarta Selatan pada 15-21 November 2025 lalu. Per 25 November 2025, Indonesia memuncaki klasemen peraihan medali sementara 14th ASEAN School Games 2025 dengan total raihan 33 medali (14 emas, 7 perak, 12 perunggu). Torehan medali dari Tim Renang Indonesia hari pertama dan kedua ASG 2025: 1. Medali Emas Nomor 400M Gaya Bebas Putra (M. Akbar Putra Taufik) 2. Medali Perunggu Nomor 400M Gaya Bebas Putra (Sebastian Federick Harsono) 3. Medali Emas Nomor 100M Gaya Bebas Putra (Kevin Erlangga Prayitno) 4. Medali Perak Nomor 100M Gaya Bebas Putra (Samuel Maxson Septionus) 5. Medali Emas Nomor 100M Gaya Bebas Putri (Adelia Chantika Aulia) 6. Medali Perak Nomor 100M Gaya Bebas Putri (Chelsea Alexandra) 7. Medali Emas Nomor 200M Gaya Punggung Putri (Adelia Chantika Aulia) 8. Medali Perunggu Nomor 400M Gaya Bebas Putri (Nicolle Callysta Phiong) 9. Medali Emas Nomor 4x200m Estafet Gaya Bebas Putri (Fiore Gaia El Zahra, Chelsea Alexandra, Nicolle Callsyta Phiong, Adelia Chantika Aulia) 10. Medali Emas Nomor 4x200m Estafet Gaya Bebas Putra (M. Akbar Putra Taufik, Sebastian Federick Harsono, Kevin Erlangga Prayitno, Samuel Maxson Septionus) 11. Medali Perak Nomor 400M Gaya Ganti Perorangan Putri (Michelle Surjadi Fang) 12. Medali Emas Nomor 100M Gaya Kupu-Kupu Putra (I Nyoman Gede Yajama) 13. Medali Perunggu Nomor 100M Gaya Kupu-Kupu Putri (Michelle Surjadi Fang) 14. Medali Emas Nomor 200M Gaya Bebas Kupu-Kupu Putra (M. Akbar Putra) 15. Medali Perunggu Nomor 200M Gaya Bebas Kupu-Kupu Putra (Sebastian Frederick Harsono) 16. Medali Emas Nomor 200M Gaya Bebas Kupu-Kupu Putri (Adelia Chantika Aulia) 17. Medali Perunggu Nomor 200M Gaya Bebas Kupu-Kupu Putri (Fiore Gaia El Zahra) 18. Medali Emas Nomor 100M Gaya Dada Putra (Didi June Elbert)

Asean School Games 2025: Dua Medali Indonesia Dari Lari 100 Meter

Podium nomor lari 100 meter putri ASEAN School Games.

Indonesia menambah pundi-pundi medali mereka pada ASEAN School Games (ASG) ke-14 yang berlangsung di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Medali pertama berasal dari Giersha Imanuella Saimima, Ia meraih medali perak pada nomor lari 100 meter putri Pada final 100 meter putri, Giersha mencatatkan waktu 12,12 detik, menempati posisi kedua. Medali kedua hadir melalui Sava Salvia Waranggani yang meraih pedali perunggu di nomor yang sama dengan torehan 12,21 detik. Sementara itu, medali emas diraih atlet Thailand dengan 11,95 detik. Selain nomor 100 meter, Giersha juga mewakili Indonesia pada nomor 200 meter dan estafet 4×100 meter putri, yang dijadwalkan berlangsung pada sesi lomba berikutnya. Wattimena menyebut peluang Giersha menambah medali masih terbuka lebar. ASEAN School Games 2025 diikuti lebih dari 1.000 atlet dari 10 negara ASEAN, mempertandingkan delapan cabang olahraga yang digelar pada 20–28 November 2025 di Hassanal Bolkiah National Sports Complex. Sementara itu saat ini Indonesia berada di peringkat pertama klasemen sementara dengan total 16 medali, terdiri dari tujuh emas, tiga perak, dan enam medali perunggu Thailand menempati posisi kedua dengan 18 medali, diikuti Filipina dan Singapura.

Asean School Games 2025: Indonesia Raih Dua Emas

Tim Bulutangkis Indonesia

Tim bulutangkis Indonesia meraih sukses ganda di nomor beregu ajang Asean School Games 2025 yang berlangsung pada 21-24 November di Brunei Darussalam. Indonesia meraih dua medali emas dari beregu putra dan beregu putri. Di babak final, Senin (24/11), beregu putra menang telak 3-0 atas Malaysia sedangkan beregu putri unggul 3-1 dari Thailand. Atas raihan ini, Ellen Angelina, pelatih yang mendampingi, mengungkapkan apresiasinya kepada para atlet. “Daya juang anak-anak bagus sekali, meski mereka dari beberapa klub tapi secara tim mereka bersatu berjuang untuk Indonesia,” kata Ellen. “Perkembangan bulutangkis di pelajar-pelajar Asean sendiri cukup bagus dan merata. Untuk putra Indonesia sepertinya cukup dominan ya. Untuk putri yg harus diwaspadai, khususnya di tunggal putri ada Thailand bagus. Filipina juga ada tunggal putri yg cukup bagus,” lanjut Ellen. Namun perjuangan tim bulutangkis Indonesia belum selesai. Setelah ini tim akan melanjutkan pertandingan di nomor perorangan yang berlangsung pada Selasa (25/11) hingga Rabu (26/11) mendatang. Ellen berharap punggawa Merah-Putih bisa menyapu bersih medali emas. “Recovery yang harus diperhatikan karena besok sudah main perorangan dan ada beberapa anak yg waktu di beregu ada sedikit cedera. di sini sangat dibantu sekali recoverynya dari tim medis Indonesia,” jelas Ellen. “Target mau sapu bersih. Kerja keras di tunggal putri, semoga bisa buat kejutan lagi seperti di penyisihan group. Lawan terkuat Thailand ada satu tunggal putri yang ranking empat junior BWF,” kata Ellen lagi. Asean School Games adalah Pesta Olahraga Tahunan Pelajar Asia Tenggara yang tahun ini bergulir pada 20-28 November. Indonesia mengirimkan 152 atlet pelajar yang akan berlaga pada sejumlah cabang olahraga seperti atletik, badminton, wushu, renang, pencak silat, basket, dan sepak takraw. Berikut hasil final beregu bulutangkis Asean School Games 2025: Beregu Putra: Indonesia 3-0 Malaysia BS1: Denis Azzarya vs Muhammad Nur Azhar Zunaide 21-16, 21-16 BD1: Anju Siahaan/Faizal Pangestu vs Daniel Tan Ying Enn Tan/Muhammad Luqman Hakim Yusof Daneel 21-11, 21-15 BS2: Fardhan Rainanda Joe vs Kashah Bin Khairul Azlan 21-15, 21-12 BD2: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Ahmad Qaid Darwisy Ahmad Fuad/Syed Harraz Sayed Muzir (Tidak Dimainkan) BS3: Radithya Bayu Wardhana vs Chong Lee Qian (Tidak Dimainkan) Beregu Putri: Indonesia 3-1 Thailand GS1: Jolin Angelia vs Tonrug Saeheng 16-21, 18-21. GD1: Selsi Josika/Yasintha Ristyna Putri vs Aphichaya Wannasupphaphon/Thipchira Chaiwichitworakhun 21-13, 21-13 GS2: Christabel Calista Purwanto vs Ratnacha Sompoch 21-18, 21-13 GD2: Atresia Naufa Candani/Aurelia Syakira Putri vs Piyatida Chosuwanchart/Surada Vechpanich 21-19, 21-14 GS3: Shaafiya Yasmin Maitsaa vs Dolbundarn Kullathumneab (Tidak Dimainkan)

Rekor Baru? Ini Calon Pevoli Termuda Tampil di Proliga

Arimbi Syifana Andayani

Proliga 2026 diprediksi menjadi titik balik pelatihan atlet muda Indonesia setelah Jakarta Livin Mandiri resmi merekrut lawan main seorang pemain muda dari 02C Rajawali. Ia bernama Arimbi Syifana Andayani yang baru berusia 13 tahun. Sebelumnya, Arimbi mencuri perhatian publik saat tampil mengesankan di Livoli Divisi Utama 2025. Di usia yang masih belia, kualitas serangannya dianggap setara dengan pevoli dewasa yang sudah berpengalaman. Langkah berani ini tidak hanya mencetak sejarah, tetapi juga menjadi sinyal bahwa klub-klub besar mulai menata ulang strategi regenerasi. Keputusan ini juga berpotensi memecahkan rekor pemain termuda Proliga, menggeser torehan Nurlaili Kusumah yang debut pada usia 14 tahun. Asisten Pelatih Jakarta Livin Mandiri, Octavian, menegaskan bahwa ketajaman Arimbi bukan didorong ambisi mencatatkan rekor, melainkan bagian dari proyek pelatihan jangka panjang. “Kami melihat potensi luar biasa pada Arimbi. Dia pemain dengan paket komplit, punya power dan insting bermain yang bagus,” ujar Octavian pada Sabtu (22/11). “Usianya yang sangat muda membuat kami harus ekstra hati-hati dalam manajemen beban latihan dan ekspektasi.” jelasnya. Octavian, yang sebelumnya mengenal Arimbi saat masih di klub O2C, menegaskan bahwa tim tidak akan memberikan target muluk-muluk di musim perdananya. “Kehadiran Arimbi adalah investasi jangka panjang, baik untuk klub maupun masa depan voli Indonesia,” tambahnya. Arimbi Syifana Andayani lahir di Semarang, Jawa Tengah pada 16 Maret 2012. Ia bermain sebagai opposite di Rajawali O2C. Sejak kecil, Arimbi Syifana telah menyukai olahraga bola voli. Ia telah menekuni olahraga ini sejak bersekolah di SD Negeri Karangayu 02 Semarang. Selain itu, Arimbi Syifana bergabung dengan akademi voli BIN O2C sejak usia sangat muda. Bakatnya mulai terlihat sejak kecil. Pemain dengan tinggi 176 cm ini telah dikenal volimania khususnya saat Kejurda Bola Voli Indoor Antar Klub U14 Jawa Barat 2025. Arimbi Syifana berhasil meraih penghargaan individu sebagai pemain terbaik Kejurda Bola Voli Indoor Antar Klub U14 Jawa Barat 2025 lalu. Arimbi sering disebut mengikuti jejak idolanya, bintang Timnas Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi. Meski belum ada kepastian tanggal debut, kehadirannya telah menjadi magnet baru bagi penonton yang penasaran melihat aksi “bocah ajaib” ini di kasta tertinggi voli nasional. Musim Proliga sendiri akan digelar pada 8 Januari – 6 April 2026 di 10 kota di Indonesia.

Asean School Games 2025: Emas Untuk Indonesia Dari Lari Gawang

Novi Anggun Lestari

Novi Anggun Lestari, mengharumkan nama Indonesia setelah merebut emas ASEAN Schools Games (ASG) XIV pada nomor 400 meter gawang putri. Lomba berlangsung pada 23-27 November 2025 di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Pada final yang berlangsung Minggu, 23 November 2025, atlet asal Lampung itu tampil dominan sejak start. Ia memimpin dengan stabil dan finis pertama dengan catatan 63,33 detik. Catatan ini memperkuat posisinya sebagai pelari muda terbaik Indonesia di nomor 400 meter gawang putri. Medali Perak di nomor ini diraih Loraine Audrey Batalla dari Philipina dengan catatan waktu 64.41 detik, dan medali Perunggu direbut Supharat Wanchongkham dari Thailand dengan waktu terbaiknya 64.98 detik. Di nomor ini satu pelari Indonesia lainnya, Nur Farisha Ardeana Ardy berada di urutan ke-7 yakni Milani Fauziah Putri dengan waktu terbaiknya, 68.36 detik. Sedangkan satu pelari Lampung lainnya yang juga memperkuat timnas Pelajar Indonesia di event ini, Galuh Candra Hidayat yang turun di nomor 800 meter putra menempati urutan ke-4 di nomor itu. Medali Emas diraih Anthony dan Mark Dave meraih Perak keduanya atlet Philipina, dan medali Perunggu direbut Oliver Fiore asal Singapura, hanya terpaut 0,45 sekon dengan Galuh. Oliver mencatat waktu 1.56.43 sekon, sementara Galuh mencatat waktu 1.56.83 sekon. Pelatih atletik Lampung, Sarmiyati, mengapresiasi performa anak didiknya. Ia menilai keduanya menunjukkan progres signifikan meski tampil di luar negeri. “Mereka tampil konsisten. Namun, kita harus memikirkan keberlanjutan pembinaan setelah mereka lulus SMA pada Juli 2026,” ujar Sarmiyati, Minggu, 23 November 2025. Ia juga menegaskan pembinaan atlet berbakat membutuhkan dukungan anggaran, fasilitas, dan struktur yang kuat. “Kami menjaga latihan tetap maksimal. Tapi sistem pembinaan harus ikut bergerak,” katanya.

Debut Super 500, Raymond dan Joaquin Langsung Juara

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Podium Australia Open 2025

Ganda putra muda, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menjadi juara setelah mengalahkan seniornya, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di final Australian Open 2025, 22-20, 10-21, 21-18. Pada pertandingan yang berlangsung di di Quaycentre, Olympic Boulevard, Sydney, Minggu (23/11), Raymond/Nikolaus tampil ngotot. Di gim pertama Raymond Indra/Nikolaus Joaquin berhasil menuntaskan gim dengan skor 22-20. Namun di gim kedua, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri langsung tancap gas dan menyudahi permainan dengan skor 21-10. Memasuki gim ketiga, pertarungan sengit kembali terjadi. Saling curi poin tak terelakan hingga gim ketiga berhasil dimenangkan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dengan skor 21-18. Hasil ini menjadikan Indonesia sudah memastikan kedua gelar ganda baik putri maupun putra. Raymond / Nikolaus lolos ke partai puncak setelah tampil gemilang menghadapi pasangan Malaysia peringkat keempat dunia Goh Sze Fei / Nur Izzuddin yang menjadi unggulan kedua di turnamen ini. Ini merupakan debut perdana mereka di final turnamen BWF Seri 500 dan berhasil meraih juara.

Indonesia Akan Andalkan Atlet Junior di SEA Games 2025

SEA Games Thailand 2025

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memastikan sejumlah cabang olahraga akan menurunkan skuad muda pada SEA Games 2025 di Thailand. Langkah itu diambil sebagai bagian dari strategi pembinaan jangka panjang menuju Asian Games dan Olimpiade. Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, menyebut panjat tebing menjadi salah satu cabang yang akan mengandalkan atlet junior. “Khusus untuk panjat tebing kita itu layer (skuad) utamanya adalah persiapan Asian Games dan olimpik khususnya nomor speed,” ujar Surono. Ia menjelaskan, sektor junior panjat tebing Indonesia memiliki potensi besar untuk tetap bersaing di kawasan Asia Tenggara. “Junior kita itu juga bagus semua bahkan yang usia 16, 17, 18 itu setiap kejuaraan Asia pun kita sering menjadi juara,” ucapnya. Surono optimistis tim panjat tebing Indonesia tetap mampu mempertahankan dominasi di level ASEAN meski turun dengan skuad muda. “Kami bisa meyakini kalau panjat tebing kemungkinan masih bisa juara umum di cabor itu, karena gap-nya di ASEAN ini terlalu jauh,” katanya. Adapun untuk cabang bulutangkis, Kemenpora memastikan PBSI tetap menurunkan pemain terbaik meski ada proses regenerasi. “Bulu tangkis sendiri kemarin saat review juga ada perkembangan yang sangat signifikan, yaitu mereka akan menurunkan juga atlet-atlet terbaik,” ujar Surono. Ia menambahkan, PBSI tengah mengajukan perubahan susunan pemain untuk memastikan kekuatan maksimal di SEA Games nanti. “Malaysia dan Thailand itu ternyata skuadnya terbaik. Makanya disepakati akan ada beberapa pergantian pemain, yang terbaik masuk di situ,” tutur Surono. Dari 51 cabang olahraga yang dipertandingkan pada SEA Games ke-33 di Thailand, Tim Indonesia akan mengikuti 48 cabang olahraga. Indonesia ditargetkan bisa meraih sekitar 80 medali emas dan berada di posisi 3 besar klasemen akhir.

FTI DKI Dorong Pembinaan Atlet Lewat Ancol Aquathlon 2025

Ancol Aquathlon 2025

Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan PT Taman Impian Jaya Ancol sukses menyelenggarakan Ancol Aquathlon 2025 pada Sabtu, 22 November 2025 di Lagoon Beach, Ancol Taman Impian, Jakarta Utara. Ajang yang menggabungkan dua disiplin olahraga, yaitu renang dan lari, ini diikuti sekitar 350 atlet dari berbagai kalangan,mulai dari pelajar, komunitas olahraga, hingga mantan atlet nasional. Event ini digelar untuk memperkenalkan cabang Aquathlon kepada masyarakat luas sekaligus menjadi wadah bagi atlet-atlet junior dalam mengembangkan kemampuan mereka. Selain peserta, acara ini juga menarik lebih dari 850 pengunjung, termasuk keluarga dan komunitas olahraga yang datang memberikan dukungan. Dengan kategori lomba yang variatif, Ancol Aquathlon 2025 menjadi sarana bagi atlet muda untuk terus mengasah kemampuan dan memperluas pengalaman di dunia multisport. Ketua FTI DKI Jakarta, Michelle Surjaputra, mengapresiasi besarnya antusiasme peserta dan penonton. “Kami sangat senang dengan antusiasme peserta dan pengunjung. Ancol Aquathlon 2025 bukan hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga langkah penting mengembangkan ekosistem olahraga multisport di Jakarta,” kata Michelle. “Kami berharap event ini dapat menjadi platform bagi atlet junior untuk terus berkembang dan berprestasi,” ujarnya, menambahkan. Kesuksesan acara ini turut ditopang oleh dukungan Ancol Taman Impian sebagai Official Venue Partner. Ancol menyediakan fasilitas lengkap, venue yang aman, serta dukungan logistik dan keamanan untuk memastikan kelancaran jalannya pertandingan. Direktur PT Taman Impian Jaya Ancol Tbk, Eddy Prastiyo, mengatakan pihaknya bangga bisa terlibat dalam event ini. “Kami bangga menjadi Official Venue Partner Ancol Aquathlon 2025. Komitmen kami adalah mendukung kegiatan olahraga di Jakarta dan menginspirasi masyarakat untuk hidup lebih aktif dan sehat. Kami ingin memberi ruang bagi para atlet muda untuk terus mengembangkan potensinya,” ujarnya. Eddy Ancol juga memastikan bahwa kualitas air dan keamanan area perlombaan selalu dalam pemantauan standar operasional. “Kami rutin mengecek kualitas air, baik oleh tim internal maupun sertifikasi laboratorium eksternal. Kami juga melakukan pemulihan air secara berkala. Dengan dukungan pemerintah, komunitas, dan federasi, kami percaya diri Ancol siap menjadi venue event internasional,” ujar Eddy. Sementara itu, Ketua KONI DKI Hidayat Humaid menegaskan pentingnya keberlanjutan event seperti ini untuk mendukung pembinaan atlet. “Pemerintah DKI sangat mendukung event kompetisi seperti ini. Nomor campuran seperti aquathlon punya tantangan karena atlet harus menguasai dua disiplin sekaligus,” kata Hidayat. “Proses pembinaannya dimulai dari klub. Dengan adanya event seperti ini, masyarakat jadi tahu dan tertarik berlatih,” ujarnya, menambahkan. FTI DKI mencatat bahwa minat masyarakat terhadap triathlon dan aquathlon di Indonesia terus bertumbuh, terutama dari kategori open dan master yang banyak mengikuti event seperti Ironman dan T100. Federasi kini fokus membina atlet usia 8–17 tahun dengan target medali di PON 2028. Untuk ajang internasional seperti SEA Games, atlet Indonesia sudah menjalani training camp di Belitung selama tiga bulan dan akan menuju Thailand. Dari DKI sendiri, ada dua atlet yang tergabung di tim nasional. “Kompetisi adalah aspek paling penting bagi atlet. Latihan saja tidak cukup. Mereka perlu ajang seperti ini untuk menguji kemampuan,” pungkas Michelle. Sumber: VIVA

Indonesia Akhiri Laga di Islamic Solidarity Games Riyadh 2025

Kontingen Indonesia Pada Islamic Solidarity Games Riyadh 2025

Islamic Solidarity Games Riyadh 2025 resmi ditutup di Princess Noura University, menandai berakhirnya persaingan olahraga antarnegara Islam yang berlangsung sengit. Tim Indonesia menutup keikutsertaannya dengan membanggakan, menempati posisi ke-13 dari total 57 negara peserta. Dalam parade penutupan yang meriah, 28 orang kontingen Indonesia tampil, terdiri dari atlet dan official cabang anggar dan gulat, tim headquarter, serta Chef de Mission (CdM), Endri Erawan. Atlet anggar nomor epee putra, Arval Raziel Ridwan Sundara dan Yusma Deswita mewakili atlet gulat kelas freestyle 53kg putri berada di barisan paling depan defile dengan membawa bendera Merah Putih untuk mengibarkan semangat Indonesia di panggung olahraga dunia. Meski jumlah kontingen relatif minimalis, 39 atlet Indonesia dari tujuh cabang olahraga mampu menunjukkan semangat juang yang tinggi. Hasilnya, Tim Indonesia meraih empat medali emas, 12 perak, dan sembilan perunggu, membawa Merah Putih bersinar di tengah 57 negara peserta. Berikut 13 besar klasemen perolehan medali Islamic Solidarity Games Riyadh 2025: Peringkat Negara Emas Perak Perunggu Total Medali 1 Turki 72 44 39 155 2 Uzbekistan 29 35 32 96 3 Iran 29 19 33 81 4 Saudi Arabia 18 12 27 57 5 Mesir 17 11 17 45 6 Bahrain 16 11 7 34 7 Kazakhstan 15 20 21 56 8 Nigeria 11 12 7 30 9 Maroko 10 7 9 26 10 Azerbaijan 9 19 31 59 11 UAE 6 7 14 27 12 Algeria 5 8 21 34 13 Indonesia 4 12 9 25

Final DBL Jakarta 2025 Kembali Pecahkan Rekor

Full House Indonesia Arena - Final DBL Jakarta 2025

Gelaran Honda DBL with Kopi Good Day kembali membuktikan diri sebagai kompetisi basket pelajar yang paling dinanti di Indonesia. Untuk ketiga kalinya beruntun, partai puncak musim DBL Jakarta digelar di Indonesia Arena, venue indoor terbesar kebanggaan Tanah Air, dan setiap tahunnya antusiasme penonton terus meningkat. Ketika pertama kali dilaksanakan di venue megah tersebut, jumlah penontonnya mencapai 12.107 orang. Tahun berikutnya bertambah menjadi 14.517 penonton. Dan puncaknya, final musim ini yang berlangsung pada Jumat, 21 November 2025, sukses memecahkan rekor baru dengan 15.729 penonton memenuhi kursi arena. Angka itu terasa luar biasa jika mengingat yang bertanding adalah pelajar SMA. Bahkan kedua partai puncaknya mempertemukan sekolah yang sama seperti empat musim ke belakang. SMAN 70 Jakarta dan SMA Jubilee Jakarta kembali berjumpa di sektor putri, sementara SMA Jubilee Jakarta dan SMA Bukit Sion Jakarta bersaing memperebutkan takhta sektor putra. CEO sekaligus Founder DBL Indonesia, Azrul Ananda, menyampaikan rasa bangga sekaligus terima kasih atas dukungan yang membuat rekor ini kembali tercipta. “Kami berusaha menyelenggarakan ini sebaik mungkin, sekonsisten mungkin, kita selalu berusaha belajar dari tahun sebelumnya. Tim kami selalu bekerja keras, karena kami tahu ini impian banyak anak-anak Indonesia untuk bisa main di DBL, khususnya di Jakarta,” ujarnya. Tahun ini, atmosfer penonton semakin meriah berkat hadirnya pertunjukan musik sebagai bagian dari rangkaian Final Party. Konsep baru ini menghadirkan area khusus konser di dalam venue dengan tajuk “Sekalian Konser”. Kombinasi panasnya laga basket dan hiburan musik terbukti menjadi magnet kuat bagi puluhan ribu pasang mata. Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition 2025-2026 dan Azarine DBL Dance Competition 2025-2026.

Sejarah Tercipta, Buksi Juara Dua Musim Beruntun di Indonesia Arena

Tim Basket Putra SMA Bukit Sion

Raja Honda DBL with Kopi Good Day 2025 DBL Jakarta masih punya Buksi. Kepastian ini didapat setelah tim basket putra SMA Bukit Sion Jakarta mengalahkan SMA Jubilee Jakarta di partai final. Buksi menang dengan skor 60-52. Laga final DBL Jakarta 2025 berlangsung pada Jumat, 21 November 2025. Kemenangan Buksi atas Jubilee begitu spesial. Belum pernah ada tim putra yang sukses dua kali juara beruntun di Indonesia Arena. Sejak tepis mula Buksi langsung melesat. Keinginan mereka untuk menjaga legasi begitu besar. Di kuarter pertama, Buksi sempat melaju delapan poin tanpa balas. Bahkan skuad asuhan Ricky Lesmana menutup paruh pertama dengan keunggulan 13 poin (38-25). Jubilee bukan tanpa perlawanan. Tertinggal dua digit angka hingga kuarter ketiga, Jubilee mengejar di kuarter akhir. Margin skor berhasil dipangkas pelan-pelan oleh Benjamin Hernusi dan kawan-kawan. Ketika kuarter akhir tersisa tiga menit, Buksi hanya unggul empat angka saja dari Jubilee (55-51). Sayang, setelahnya Jubilee tak kunjung menemukan momentum untuk berbalik unggul. Tembakan dua angka Efrael Yerusyalom ketika kuarter akhir tersisa satu menit mempertegas mentalitas Buksi untuk mempertahankan takhta mereka. Efrael Yerusyalom bersinar lagi di partai final. Bermain selama 30 menit, Efrael mengantongi 17 poin plus 4 steal. Efrael berhasil menggantikan peran Riovaldo Renjiro yang menepi karena cedera di kuarter pertama. Bersinarnya Efrael di laga final sudah kami prediksi. Sang pelatih, Ricky Lesmana, memang sengaja mempersiapkan Efrael untuk laga pamungkas. Bala Bantuan juga datang dari salah satu ruki Buksi. Berangkat dari bangku cadangan Mohammad Alkaysan Aldirono mencetak dobel-dobel 11 poin plus 10 rebound. Pada tubuh Jubilee, Benjamin Hernusi menjadi pencetak angka terbanyak dengan catatan 17 poin dan 6 steal. Di belakangnya ada Chimaobi Nzekwue yang mencetak dobel-dobel 14 poin dan 17 rebound. Kemenangan ini membuat rekor pertemuan Buksi dan Jubilee seimbang (2-2). Namun, akhirnya Buksi mengalahkan Jubilee dua kali di Indonesia Arena sekaligus mengunci back-to-back Champion. Gelar ini menjadi yang ketujuh kalinya sepanjang sejarah mereka.

SMA Jubilee Juara Baru DBL Jakarta

SMA Jubilee Juara DBL Jakarta 2025 Putri

SMA Jubilee akhirnya mengukir tinta emas perjalanan mereka di kompetisi DBL. Setelah tiga musim sebelumnya selalu datang ke partai puncak dan selalu pulang dengan kekalahan, akhirnya Jubilee menemukan akhir yang berbeda. Mereka berhasil mematahkan hegemoni SMAN 70 Jakarta (Bulungan), sang juara bertahan yang sedang mengejar gelar kelima beruntun. Kemenangan itu bahkan diraih lewat jalan yang tidak mudah. Pertarungan super dramatis harus melalui babak overtime, dan akhirnya Jubilee menang 36-32 pada Jumat, 21 November 2025 di Indonesia Arena. Drama ke babak tambahan waktu ini bukan pertama kali terjadi di final sektor putri DBL Jakarta. Terakhir kali muncul momen serupa adalah tahun 2016, ketika SMAN 3 Jakarta menumbangkan SMAN 34 Jakarta dengan skor 43-38. Setelah sembilan tahun, penonton kembali dibuat menahan napas hingga detik terakhir. Dan kini, panggung megah Indonesia Arena menjadi saksi jatuhnya takhta sang juara bertahan. Sejatinya, Bulungan sempat selalu unggul di paruh pertama. Namun margin itu tidak pernah aman, akhir kuarter tidak pernah lebih dari dua poin. Bahkan margin terjauh hanya menyentuh enam angka (19-13) di pertengahan kuarter kedua. Jubilee yang datang dengan trauma akan kekalahan di tiga final sebelumnya, justru menjadikannya motivasi. Paruh kedua, segalanya berubah. Jubilee menutup kuarter ketiga dengan skor 23-23, lalu kembali menyamakan keadaan 29-29 hingga waktu habis. Tripoin dari Billie Eva Pandora di sisa dua menit, seolah menyelamatkan Jubilee dan membawa pertandingan ke babak tambahan waktu. Di babak tambahan waktu itu, Billie Eve, rookie Jubilee yang juga melepaskan tripoin buzzer beater di akhir kuarter kedua itu membuka poin lewat lay up. Momentum itu tidak pernah mereka lepaskan lagi. Bulungan memang terus mengejar, tapi Jubilee seolah sudah menemukan ritme pertandingan. Membuka jalan menuju lahirnya sejarah baru. Usai mengangkat trofi, Tasya membagikan apa yang ia rasakan selama 40 menit lebih perjuangan yang seolah tak berakhir itu. “Aku sih nggak terlalu mikirin poin atau enggaknya, yang penting enjoy, nggak usah mikirin sekitar. Fokus, karena tujuannya menang, menang, dan menang aja,” ucapnya tegas. Tak bisa dipungkiri, rasa takut kalah sempat muncul. Tapi ia dan rekan-rekannya sepakat tidak boleh menyerah sebelum buzzer berbunyi. “Kita sempat down, tapi tetap percaya satu sama lain, percaya sama coach, percaya sama pola yang dikasih coach. Dan akhirnya terbukti (menang).” Ketika overtime tiba, Tasya sama sekali tidak terkejut. “Udah predict bakal overtime. Soalnya dari tahun lalu juga kalau ketemu (SMAN) 70, entah kenapa begini terus. Jadi ya udah, kita siapin aja sekalian,” tuturnya sambil tersenyum lega. Kini, ia bisa menutup karier SMA-nya dengan kepala tegak. “Rasanya lega. Campur aduk. Sedih karena nggak bisa (juara) bareng kakak-kakak yang sebelumnya. Tapi kita mau melanjutkan mimpi mereka. Yang penting, sekarang nama Jubilee makin diketahui semua orang.” Malam itu, Jubilee bukan sekadar mengakhiri kutukan tiga musim runner-up. Mereka meneguhkan bahwa tidak ada kerja keras yang sia-sia. “Kutukan itu nggak ada. Buat kami, ini cuma soal timing. Tahun lalu belum waktunya, dan tahun ini akhirnya kita buktiin.”

Asean School Games 2025: Kontingen Indonesia Optimis Raih Prestasi Terbaik

Kontingen Indonesia di ASG 2025

Kontingen Indonesia tampil penuh percaya diri dan semangat dalam Opening Ceremony Asean School Games (ASG) yang digelar di Indoor Stadium Hassanah Bolkiah National Stadium Complex Brunei Darrusalam, Kamis (20/11). Pembukaan Asean School Games 2025 secara resmi dideklarasikan oleh Menteri Pendidikan Brunei Darussalam, Romaizah Binti Haji Mohd Saleh. Acara pembukaan berlangsung meriah dengan pertunjukan budaya dan tarian tradisional dari negara tuan rumah menambah kemegahan pembukaan. Para atlet Indonesia terlihat antusias mengikuti rangkaian acara, sekaligus menunjukkan rasa bangga dapat mewakili tanah air. Upacara dimulai dengan parade kontingen dari negara-negara peserta disambut meriah oleh para penonton. Rombongan Indonesia memasuki arena saat parade kontingen dimulai. Mereka tampil dengan seragam bernuansa putih-putih, disambut tepuk tangan meriah dari para penonton. Chief De Mission (Cdm) Indonesia, Aziz Ariyanto menyampaikan rasa optimisme jelang pertandingan. “Para atlet agar dapat bermain maksimal dan mendapatkan prestasi yang terbaik serta membawa semangat sportivitas dan memperkuat persahabatan dengan negara – negara Asean lainnya,” kata Azis Arianto. Lebih lanjut Azis menyampaikan harapan untuk para atlet setelah kejuaraan ini agar dapat berlatih dengan lebih keras lagi dan semoga dari atlet yang mengikuti ASG ini selanjutnya dapat mewakili di ajang yang lebih tinggi. Asean School Games (ASG) ke 14 akan berlangsung mulai 20 s.d 28 november. Indonesia mengirimkan 152 atlet pelajar yang akan berlaga pada sejumlah cabang olahraga seperti atletik, badminton, wushu, renang, pencak silat, basket, dan sepak takraw.

Pelatih dan Atlet Usia Muda Dapat Pembekalan di Talent Development Scheme 2025

Talent Development Scheme 2025

PSSI menggelar Talent Development Scheme (TDS) pada 7-11 November 2025 di Jakarta. Program yang merupakan inisiatif FIFA ini dirancang untuk memperkuat kemampuan talent scouting pelatih Indonesia, sekaligus memberi pemahaman kepada para pemain muda tentang pentingnya memantau perkembangan performa sejak usia dini. Kegiatan ini terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu Talent Scout Evaluation Programme – Piala Soeratin 2025 serta sesi pengembangan bagi pemain-pemain muda potensial dari berbagai klub dan sekolah sepak bola di Indonesia. Kartono Pramdhan, Kepala Departemen Coach Education PSSI, menegaskan bahwa program ini memperlihatkan kedekatan FIFA dengan federasi anggotanya. “Talent Development Scheme ini adalah program FIFA sebenarnya. Fokusnya bagaimana FIFA lebih dekat ke anggotanya, termasuk PSSI, untuk mengembangkan talent scouting. Sehingga pemain-pemain berbakat di seluruh Indonesia bisa ditemukan oleh para pelatih Indonesia,” ujarnya pada Jumat 7 November 2025. Sementara itu, M. Fahmi Hasan selaku Koordinator Tim Riset TDS PSSI menekankan pentingnya edukasi mengenai pemantauan pertumbuhan atlet usia muda. “Para pelatih dan para atlet diberi pemahaman bahwa sejak usia 13 tahun mereka perlu melakukan pengetesan secara rutin agar mengetahui perkembangan relatif mereka. Atlet pun harus memahami bahwa pengetesan sangat penting,” jelas Fahmi. Rendi Irwan Saputra, Asisten Pelatih Deltras FC U15, mengaku mendapatkan banyak wawasan berharga dari program ini. “Pengalaman yang saya dapat luar biasa. Kami bertukar pikiran dengan pelatih dari seluruh Indonesia, dari Aceh sampai Papua. Saya pulang membawa ilmu tentang teknik, taktik, mental, sampai penilaian performa harian pemain,” ujarnya. Pada TDS kali ini, peserta datang dari beragam daerah, klub, dan sekolah sepak bola, sehingga proses diskusi serta penyamaan standar talent scouting semakin kaya dan komprehensif. Daftar peserta untuk kategori pelatih: U13 Peter Sianjuon Sihombing, Pelatih Kepala, Terang Bangsa Budi Hariyanto, Pelatih Kiper, Persebaya Surabaya Rizky Habibilah, Asisten Pelatih, Persib Bandung Muslidar H. Ahmad, Analis, Alfarlaky FC Apridiawan, Pelatih Kepala, ASIOP Football Academy Yoga Nofril Nanda, Asisten Pelatih, SSB Sumbawa Muda Niko Ardiansah, Pelatih Kiper, Mataram Utama FC Izaac Johannis Wanggai, Pelatih Kepala, PS Freeport Indonesia Dwi Joko Priihatin, Manajer, PFA Surakarta M. Syafiq, Asisten Pelatih, PS Ogan Ilir Ahmad Syauqi Doreis, Pelatih Fisik, SSB Bimba Aiueo SS U15 Katon Cahyo Gumilang, Asisten Pelatih, PSDS Deli Serdang Rendi Irwan Saputra, Asisten Pelatih Kepala, Deltras FC Randi Barten Kansil, Asisten Pelatih, PS Freeport Indonesia Deris Herdiansyah, Pelatih Kepala, Persipan Pandeglang Mulya Saputra, Pelatih Kepala, Juang FC Iif Afriyandi, Pelatih Kepala, Persikota Tangerang U17 Julian Kusumah, Pelatih Kepala, Persija Jakarta M. Nurhadi El Hamid, Pelatih Kepala, Persika Karanganyar Fajar Subekti, Pelatih Kepala, PSS Sleman Andreas Johanes Kastanja, Pelatih Kepala, Persebaya Surabaya Muh Hasrul M, Manajer Klub, PS Bangau Putra Markus Mandowen, Sekretaris Tim, Doberay FC Manokwari Peserta TDS untuk kategori pemain: TIM A Avico Naufal Paramaditya – GK – Terang Bangsa Putra Ardiansyah – GK – Sumbawa Muda Nagata Akmal Fawwaz – CB – Mataram Utama FC Sakti Dwi Abhiseka – CB / LB – Terang Bangsa Davin Dwi Ardian – RB / CB – Persib Bandung Achmadi Ardian Naurafky – LB / LWF / CB – Persebaya Surabaya Muhammad Naufal Maulidan Saputra – DMF – Persebaya Surabaya Shefaro Wildan Muhammad – MF – Mataram Utama FC Keznie Al Rasyid Dewantara – MF – Persebaya Surabaya Kevin Ardiansyah – MF – Terang Bangsa Mahardico Abirza – MF – DY FC Batam Mochammad Ridho Susanto – RWF – Persebaya Surabaya Mahargia Ananta Putra – ST – Terang Bangsa Faissal Nuralifianto – LWF / RWF – Persib Bandung Satria Margo Wijaya – RWF – Terang Bangsa TIM B Dastan Alam – GK – Persib Bandung Iwank Bintang Asmara – GK – Mataram Utama FC Andika Dwi Pratama – CB – Terang Bangsa Chen Cen Herdiansyah – RB / RWF / CB / LWF / LB / ST – Persib Bandung Bangkit Maulana Ibrahim – RB – Terang Bangsa Rausyan Ocank Syam – LB / MF / DMF – Persib Bandung Syifaul Umam Nasution – DMF – Persebaya Surabaya Muhammad Dilham Putra Aryyan – MF / DMF – Persib Bandung Muhammad Rizky – MF – Sumbawa Muda Putu Suteja Rumana Kartika – DMF – Terang Bangsa Rafa Aqilah Maghribi Ryanto – RWF / MF – Persebaya Surabaya Bagas Hamzah Aditya – LWF / RWF – Terang Bangsa Bagas Tri Nugraha – ST – Mataram Utama FC Darrel Kennard Kalani Defianto – ST – Persebaya Surabaya

Nova Arianto Jadi Pelatih Timnas U20

Alexander Zwiers, Sumardji, Yunus Nusi, Nova Arianto

PSSI resmi menetapkan Nova Arianto sebagai pelatih Timnas U20 Indonesia. Hal ini diumumkan saat sesi jumpa media bersama anggota Exco sekaligus Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, Sekjen PSSI, Yunus Nusi, Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers. Nova Arianto sebelumnya melatih Timnas U17 dan sukses membawa Garuda Muda mengikuti Piala Dunia U17 2025 di Qatar. Pada momen tersebut, Indonesia mencetak sejarah dengan meraih kemenangan perdana di Piala Dunia U17 dengan mengalahkan Honduras 2-1. “Terima kasih PSSI atas kesempatan yang diberikan kepada saya. Ini sangat luar biasa bagi karier saya. Pastinya saya akan mencoba memberikan yang terbaik untuk Timnas U20,” kata Nova Arianto. “Karena di awal semenjak saya ditunjuk sebagai pelatih di Tim Nasional U17 di tahun 2024, tujuan saya adalah bagaimana pemain-pemain muda ini bisa tampil di Tim Nasional senior. Karena di situ menjadi poin pentingnya adalah bagaimana mereka bisa sampai di Tim Nasional,” tambahnya. Nova memastikan bahwa program jangka pendek dan jangka panjang akan dibahas bersama PSSI. Dalam waktu dekat, ia akan menyampaikan rencana persiapan menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-20 pada September 2026 mendatang. “Dan setelah ini, pastinya kita akan membuat roadmap bagaimana persiapan kita karena di bulan September, Timnas U20 akan tampil di kualifikasi Asian Cup. Jadi kita akan menyampaikan roadmap kepada PSSI dan setelah disetujui, baru kita akan melanjutkan dengan sesuai program yang akan kita persiapkan,” jelas Nova Arianto. Sementara itu, Sumardji mengatakan bahwa keputusan PSSI memilih Nova Arianto berdasarkan rekomendasi dari Direktur Teknik, Alexander Zwiers. “Untuk timnas U20, sesuai dengan rekomendasi, sesuai dengan usulan dari Dirtek, Alexander [Zwiers], rekan-rekan Exco menyetujui bahwa pelatih timnas u20 putra ini akan kita berikan tugas dan tanggung jawab sepenuhnya ke Nova Arianto,” kata Sumardji. “Karena berkaitan dengan Timnas U20 Putra, ini boleh dikatakan 85 persen pemainnya adalah pemain Timnas U17 yang kemarin baru saja melaksanakan kegiatan Piala Dunia U17,” tambahnya.