Rexona Ajak Pria Indonesia Aktif Bergerak Wujudkan Mimpi Lewat “Manchester City Trophy Tour 2019”

Suasana talkshow press conference ‘Rexona X Manchester City’ dalam rangkaian Manchester City Trophy Tour 2019 bersama Fedi Nuril – aktor dan ‘Cityzens’ sejati, Anggya Kumala - Senior Brand Manager Rexona Deodorant PT Unilever Indonesia Tbk., Paul Dickov – Manchester City legend, dr. Andi Kurniawan Sp.KO – Spesialis Kedokteran Olahraga.

Jakarta, 17 Oktober 2019 – Rexona produksi PT Unilever Indonesia Tbk. membawa pria Indonesia lebih dekat dengan mimpinya dengan menghadirkan pesepak bola legendaris Paul Dickov dari klub Manchester City untuk menginspirasi para ‘Cityzens’ di Indonesia di tengah rangkaian acara “Manchester City Trophy Tour 2019”. Gelaran Trophy Tour ini merupakan bagian dari perayaan klub Machester City secara global, setelah mereka berhasil mencetak sejarah dengan menjadi klub sepak bola Inggris pertama yang memenangkan enam trophy untuk tim pria dan wanita di musim yang sama. Anggya Kumala selaku Senior Brand Manager Rexona Deodorant PT Unilever Indonesia Tbk. menyampaikan, “Rexona percaya bahwa bagi semua orang, terutama para pria, mimpi adalah sesuatu yang harus dimiliki untuk menggapai kesuksesan. Akan tetapi, mimpi akan hanya menjadi harapan jika tidak diikuti dengan aksi nyata. Oleh karena itu, pria harus aktif bergerak dan mengambil berbagai kesempatan yang dapat membuka jalan bagi mereka untuk mewujudkan mimpi.” Sayangnya sebagian besar masyarakat Indonesia, termasuk pria, ternyata belum terdorong untuk aktif bergerak. dr. Andi Kurniawan Sp.KO selaku Spesialis Kedokteran Olahraga menerangkan, “Saat ini banyak masyarakat perkotaan terjebak dalam sedentary lifestyle, yaitu pola hidup yang mengarah ke aktivitas fisik yang rendah. Biasanya ditunjukkan dengan terlalu banyak duduk dan tidak bergerak aktif, yang semakin diperburuk dengan asupan pola makan yang tidak sehat.” “Dari memulai aktivitas hingga kembali ke rumah, kebanyakan orang menghabiskan lebih banyak waktunya untuk duduk. Tidak heran sekarang muncul istilah ‘Sitting is the new smoking’, karena kebiasaan terlalu banyak duduk terbukti menjadi faktor resiko terhadap berbagai masalah kesehatan seperti penyakit jantung dan stroke. Faktanya, Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia yang kurang beraktivitas fisik mengalami peningkatan yaitu sebesar 26,1% di tahun 2013 menjadi 33,5% di tahun 2018. Tiga hal yang sering menjadi alasan bagi mereka untuk tidak bergerak rutin termasuk berolahraga adalah: tidak ada waktu, tidak punya peralatan yang memadai, dan takut berkeringat. Padahal, keringat adalah suatu hal yang sangat alami. Ibarat sebuah mobil, ia adalah radiator alami dari tubuh untuk menurunkan suhu badan setelah berolahraga,” lanjut dr. Andi. Anggya menanggapi, “Pria memang memproduksi keringat lebih banyak daripada wanita. 1 Semakin aktif mereka bergerak; baik itu saat berolahraga atau aktivitas lainnya, maka produksi keringat akan terus meningkat. Jika bercampur dengan bakteri, akan timbul bau badan yang pastinya memengaruhi rasa percaya diri. Oleh karena itu, Rexona selalu menghadirkan berbagai inovasi produk yang mendorong pria Indonesia semakin aktif bergerak, merasa segar dan percaya diri sepanjang hari.” Salah satunya adalah Rexona Men Ice Cool roll-on dan spray, yang memberikan perlindungan dengan kesegaran wangi rempah dan musk yang membangkitkan energi. Dilengkapi teknologi MotionSense™, butiran-butiran mikronya menempel sementara pada kulit dan pecah di setiap gerakan untuk melepaskan keharuman sehingga dapat melindungi dari bau badan hingga 48 jam. Ditemani Rexona Men Ice Cool, semakin aktif pria bergerak, maka tubuh pun akan terasa semakin segar sepanjang hari tanpa bau badan yang kurang sedap karena keringat. Selain dalam bentuk produk, Rexona juga mempersembahkan ragam aktivitas dan program yang inspiratif, termasuk pada tahun 2018 lalu saat Rexona resmi menjadi Official Partner Personal Care Manchester City. Kesuksesan yang diraih klub Manchester City melalui gaya bermain mereka yang atraktif sejalan dengan brand purpose Rexona, yaitu “Move More to Live More” – semakin banyak kita bergerak, maka hari-hari akan terasa lebih hidup. Sebagai bagian dari global partnership antara Rexona dan Manchester City, persembahan acara “Manchester City Trophy Tour 2019” hari ini merupakan bentuk upaya Rexona dalam mengajak pria Indonesia selalu aktif bergerak mengejar mimpi, yang kini terwujud lewat kehadiran legenda Manchester City Paul Dickov beserta enam trophy prestisius: English Premier League, Men’s FA Cup, Community Shield, Carabao Cup, Women’s FA Cup dan FA WSL Continental Cup yang sangat dibanggakan oleh tim Manchester City maupun para ‘Cityzens’ di seluruh belahan dunia. Sebanyak 120 konsumen terpilih hari ini berkesempatan melakukan meet and greet dan uji ketangkasan bermain sepak bola bersama Paul Dickov, berfoto dengan keenam trophy, dan banyak keseruan lainnya. Fedi Nuril, seorang aktor dan ‘Cityzen’ setia menanggapi, “Menjadi fans setia Manchester City telah mengajarkan saya untuk tidak berhenti mengejar mimpi. Mereka menginspirasi saya tentang pentingnya teamwork, kecepatan, dan ketangkasan untuk meraih goal dalam hidup, kebesaran hati untuk menerima kekalahan dan kemenangan, dan masih banyak lagi. Terima kasih kepada Rexona yang telah menjadikan salah satu mimpi saya untuk berinteraksi langsung dengan mereka menjadi sebuah kenyataan.” “Kedepannya, Rexona akan terus menghadirkan berbagai excitement bagi para penggemar olahraga, khususnya sepak bola di Indonesia. Kami berharap lebih banyak pria Indonesia terinspirasi dan terdorong untuk aktif bergerak setiap hari tanpa takut ancaman masalah bau badan, karena Rexona hadir untuk menemani setiap gerakan dalam perjalanan meraih mimpi. Nantikan kejutan selanjutnya dari Rexona!” tutup Anggya.

Galan Bertahan Via Double Overtime

Tim putra SMAN 39 Jakarta mampu bertahan dalam persaingan ketat Honda Developmental Basketball League (DBL) 2019 DKI Jakarta Series – East Region. Bahkan, tim berjuluk Galan ini sukses melenggang ke fase semifinal. Keberhasilan itu tidak didapat dengan mudah. Tim sekolah yang bermarkas di daerah Cijantung itu harus bekerja ekstra demi menyingkirkan lawannya, SMAN 59 Jakarta. Dalam laga super seru di GOR Pulogadung, Rabu kemarin (2/10). Melalui drama double overtime, atau dua kali babak tambahan waktu, Galan akhirnya berhasil menumbangkan Smalix (julukan SMAN 59), dengan skor akhir 53-48. Secara head to head kedua tim sudah pernah bersua pada musim lalu (2018). Kala itu, Galan berhasil menjinakkan Smalix. Pada pertemuan di fase perempatfinal musim ini, lagi-lagi Galan kembali sukses menaklukan rivalnya itu. Smalix sejatinya adalah tim yang lagi naik daun musim ini. Mereka sukses menembus perempatfinal, usai menyingkirkan lawan-lawan yang berstatus unggulan. Smalix berhasil menumbangkan juara East Region musim lalu, SMAN 21 Jakarta pada babak awal. Setelah itu, giliran SMA Labschool Rawamangun yang menjadi korban kegarangan punggawa Smalix. Tim asal Duren Sawit itu juga sempat merepotkan Galan pada laga kemarin. Apalagi pada awal kuarter para punggawa Galan terlihat bermain dengan tergesa-gesa. Passing yang dilakukan pada paint area kurang efektif. Meski mereka akhirnya bisa mencuri satu poin pertama berkat tembakan free throw dari center Galan, Ammar A.S. Para punggawa Galan mencoba bermain set play dan bermain dengan tempo. Mereka lebih sabar setelah beberapa peluang gagal dikonversi menjadi poin. Galan menutup kuarter pertama dengan keunggulan skor 10-6. Tertinggal di kuarter pertama Smalix tetap tampil ngotot demi merebut satu tiket semifinal. Soni Dewantoro dkk terus mencoba menggedor lini pertahanan Galan. Perlawanan Smalix semakin kencang terutama saat menginjak kuarter ketiga dan keempat. Tim besutan Mario Hutapea itu mampu memangkas ketertinggalan. Drama pun mulai terjadi saat Galan memimpin dengan skor 35-34. Memasuki 20 detik terakhir Smalix mendapat free throw. Satu poin berhasil dikonversi oleh guard benomor punggung empat, Muhammad Irbah. Kedudukan berubah menjadi 35-35. Smalix paksa Galan untuk melanjutkan pertandingan via overtime alias babak tambahan. Guard Smalix, Fajar Dwi membuka keunggulan bagi Smalix pada menit pertama babak tambahan. Tak lama berselang guard Galan, Achmad Al Jufri membalas lewat dua poin free throw skor kembali imbang 37-37. Galan terlihat lebih mendominasi pada overtime pertama ini. Mereka unggul 41-37. Namun dominasi tersebut tak bertahan lama. Smalix justru berbalik unggul melalui three point dari Fajar Dwi dan dua poin Ramzy untuk merubah skor menjadi 42-41. Beruntung M.Hanif, forward Galan mampu menyamakan kedudukan pada 10 detik akhir pertandingan. Skor kedua tim imbang 42-42, laga pun berlanjut ke overtime yang kali kedua. Galan akhirnya mampu menunjukkan keunggulan mental dan fisiknya pada babak tambahan kedua. Sementara itu, Smalix justru kehilangan salah satu pemain andalannya, Soni Dewantoro, karena harus menerima foul out. Galan pun berlari meninggalkan Smalix. Mereka mampu melesat dengan tambahan 11 poin dan menutup laga dengan keunggulan 53-48 atas lawannya. Menurut coach Galan, Christian Poltak babak overtime pada pertandingan kemarin sangat menegangkan. ”Pertandingan yang luar biasa menegangkan. Saya bersyukur dengan hasil ini, dan bisa belajar apa saja yang menjadi kekurangan kami. Salah satunya, anak-anak terlalu banyak membuang peluang dari free throw,” komentar Christian Poltak, pelatih Galan. (*) Kampanyekan Lawan Body Shaming   Tak  hanya penampilan koreografi apik dan menawan yang ditunjukkan oleh tim dance SMAN 39 Jakarta. Saat mendapat kesempatan perform mendampingi tim basket putranya, di GOR Pulogadung, Rabu (2/10) kemarin. Kontestan UBS Gold Dance Competition 2019 ini juga mengirim pesan kampanye melawan body shaming. Perilaku mengomentari fisik diri sendiri atau orang lain, yang marak dilakukan anak milenial belakangan ini. Tampil dengan mengusung karakter Belle, salah satu Disney Princess yang dikenal melalui film Beauty and The Beast, tim dance SMAN 39 benar-benar all out dalam membawakan konsep. Baik dalam alunan musik pengiring, properti yang digunakan, hingga plot dalam film tersebut. Dengan jalan cerita menyesuaikan film Beauty and The Beast, White Shadow Dance Crew (julukan tim dance SMAN 39) mengajak audience agar tak melakukan body shaming. Dalam tariannya, salah satu personel memerankan putri Belle dengan kostum warna kuning. Sedangkan personel lainnya menggunakan kostum biru merupakan villain serta bisa juga dikatakan dayang-dayang dari Belle. Satu personel putra, memerankan The Beast atau si buruk rupa. “Kami membawa pesan tersendiri supaya mereka juga mengerti bahwa body shaming itu nggak baik. Jangan berteman dengan seseorang karena secara rupa dia cantik ataupun ganteng. Berteman dengan orang-orang yang baik dan bisa menerima kita apa adanya,” ungkap leader White Shadow Dance Crew, Ekalina Rahayu. Lebih lanjut Ekalina dan tim juga berharap orang-orang yang menyaksikan penampilannya bisa mengerti bahwa mereka tidak hanya tampil untuk menghibur saja. “Kami berharap dengan tarian kami ini, para penonton bisa memahami betul jalan cerita dari Putri Belle ini,” ucap siswi kelas XI tersebut.

Revenge Mission Completed, Putra SMAN 71 Melenggang ke Semifinal

Guard SMAN 71 Jakarta, Ananta Dandy larut dalam suka cita setelah berhasil menyumbang 14 poin bagi timnya untuk mengalahkan rivalnya SMAN 61 Jakarta.

Tim putra SMAN 71 Jakarta sukses menuntaskan revans alias balas dendam mereka terhadap SMAN 61 Jakarta. Lewat perjuangan luar biasa, Sapta Eka (julukan SMAN 71) berhasil menutup laga dengan keunggulan 28-23, dalam big match Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-East Region, di GOR Pulogadung, Senin (30/9) kemarin. Kemenangan ini adalah menebus kekalahan sebelumnya. Tepatnya musim 2018 lalu. Sapta Eka tersingkir lebih awal oleh SMAN 61 Jakarta. Tahun ini giliran Sapta Eka yang menyingkirkan NASA (julukan SMAN 61 Jakarta). Atmosfer big match sangat kental kala kedua tim ini saling bertemu kemarin. Tak hanya suporter dari kedua sekolah yang bertanding, laga ini juga menyedot perhatian warga basket di Jakarta Timur. Hingga GOR Pulogadung tak mampu menampung. Ketegangan tidak hanya terjadi di lapangan, namun juga di dari tribun GOR Pulogadung. Para suporter dari kedua tim tak berhenti membakar semangat para pemain. Setiap aksi pemain di lapangan juga membaut tegang para pendukung. Tak heran, pertarungan Sapta Eka dan NASA ini benar-benar layak disebut big match terkeren di Jakarta Timur. Kedua tim memang merupakan tim kuat di Jakarta Timur. NASA musim lalu berhasil melangkahkan kaki ke babak final Honda DBL DKI Jakarta Series-East Region dan Championship Series. Meski belum mampu meraih titel juara, mereka datang dengan predikat runner-up. Tak kalah hebat dari lawannya, Sapta Eka pun memiliki prestasi yang moncer. Selama dua tahun berturutturut, Sapta Eka berhasil menjadi runner-up Honda DBL DKI Jakarta Series edisi 2016 dan 2017. Meski catatan prestasi kedua tim tampak seimbang, pada pertandingan kemarin sore, Sapta Eka tampil cukup dominan dari NASA. Sapta Eka mencoba mengambil alih jalannya pertandingan sejak tip off. Kedua tim saling menyuguhkan permainan ngotot, Sapta Eka tampil lebih menjanjikan. Tim asal Duren Sawit itu membuka keunggulan mereka melalui medium shot Ananta Dandy yang tak lama kemudian disusul oleh tembakan three points yang dieksekusi dengan sempurna oleh forward Ghalbian Azquila. NASA masih mampu mengimbangi permainan Sapta Eka di kuarter pertama. Namun pada kuarter kedua, NASA benar-benar kesulitan. Runner-up Jaktim musim lalu itu tak kuasa menembus defense solid yang diterapkan oleh Sapta Eka. Berkali-kali NASA terpaksa harus melakukan kesalahan yang berujung turnover, karena kuatnya pertahanan Sapta Eka. Di akhir paruh awal pertandingan, Sapta Eka unggul dengan skor 10-6. Usai jeda halftime, Sapta Eka melakukan full press terhadap NASA. Kuatnya lini pertahanan Sapta Eka memudahkan mereka mencuri poin. NASA yang tertinggal tentunya memiliki asa untuk mengubah keadaan. Pada kuarter terakhir, NASA mencoba keluar dari tekanan. Guard sekaligus kapten NASA, Dhimas Aldry, sempat mengikis ketertinggalan menjadi 5 poin. Melalui lesatan three points yang berhasil diceploskan dengan sempurna. Meski demikian, Sapta Eka rupanya terlalu kuat untuk ditaklukan. Garda Sapta Eka, Ananta Dandy, melakukan blocked shot krusial pada detik-detik akhir pertandingan. Ananta menangkis kesempatan Dhimas Aldry dalam mencetak three points yang berkesempatan mengejar. Dengan tambahan 12 poin di kuarter akhir pertandingan, Sapta Eka berhasil kunci kemenangan atas NASA. Ananta Dandy memiliki peran vital dalam kemenangan timnya kali ini. Dari total 28 poin yang berhasil diciptakan oleh Sapta Eka, setengahnya berasal dari pemain nomor punggung 9 ini. Ananta menutup pertandingan dengan torehan 14 poin, 1 assist, dan 1 blocked shot. Pelatih Sapta Eka, Addy Mulyadi, turut senang dengan hasil ini. karena baginya, Sapta Eka berhasil jalankan misi revans mereka pada pertandingan kali ini. “Dendam kami terbalas tuntas. Saya bilang sama anak-anak jangan kebawa emosi, pokoknya pelajaran tahun lalu kita terapkan di pertandingan kali ini. Hasilnya kemenangan untuk kami kali ini,” ujarnya. Salzeus Tonjolkan Sisi Feminim yang Enerjik MENONJOLKAN karakter perempuan yang feminim dan enerjik. Itulah filosofi penampilan tim dance SMAN 71 Jakarta saat tampil pada lanjutan UBS Gold Dance Competition 2019 wilayah Jakarta Timur Senin (30/9). Tak dapat dipungkiri, koreografi yang disuguhkan Salzeus (nama tim dance SMAN 71) banyak membuat para penonton terkagum-kagum. Tarian dengan genre hip-hop ini dipadukan dengan baju berwarna coklat dan bawahan berwarna coklat. Salzeus sendiri menggunakan karakter Pocahontas dalam penampilannya kali ini. Sosok Pocahontas yang kuat dan memiliki kepribadian tegas menginspirasi mereka untuk menerapkan karakter ini. Menurut Anela Riztyawati Xaviera, leader Salzeus, karakter Pocahontas mirip dengan kepribadian timnya yang mempunyai jiwa aktif. “Pocahontas sangat merepresentasikan perempuan yang aktif dan bisa melakukan berbagai hal serta memiliki keberanian,” ucap Anela. Pada awal gerakan, mereka tidak langsung menyuguhkan koreografi yang penuh power. Para anggota Salzeus menunjukkan sisi sisi feminin perempuan. Baru pada pertengahan mereka mengeluarkan sisi powerful. Dengan penuh enerjik, Anela dan tim tampil sedikit boyish sehingga penampilannya sangat mengikuti beat lagu yang cukup cepat. Butuh empat lagu yang diremix untuk dipadukan dengan keseluruhan performance-nya. ”Kami mencoba mengulik gerakan dance dari berbagai sumber sebagai referensi. Mudah-mudahan apa yang sudah kami tampilkan tadi bisa mengantarkan kami masuk best three,”cetus Anela.

Sukses Terapkan Run and Gun, Ababil Kuasai Pertandingan

Rusdy, Guard SMA Al-Ma’ruf (tengah) melakukan jump shoot untuk menambah pundi-pundi poin bagi timnya saat berjumpa dengan SMAN 14 Jakarta pada lanjutan Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-East Region, Minggu (29/9).

Permainan run and gun tim putra SMA Al-Ma’ruf berhasil meredam kegarangan SMAN 14 Jakarta. Tim asal Ciracas itu menaklukan Fourteen (julukan SMAN 14) dengan skor akhir 42-28 pada hari ketiga Honda DBL (Developmental Basketball League) 2019 DKI Jakarta Series-East Region, Minggu (29/9) kemarin. Penyerangan Run and Gun yang diterapkan para punggawa Ababil (julukan SMA Al-Ma’ruf) sangat membuat tim lawan kewalahan. Hasil ini membawa Ababil nyaman melaju mulus ke babak perempatfinal. Baik Al-Ma’ruf ataupun Fourteen sudah mencicipi ketatnya Honda DBL seri Ibu Kota tahun lalu. Musim ini merupakan tahun kedua Ababil ambil bagian di Honda DBL seri Jaktim. Tahun lalu perjalanan tim besutan Angga Muhammad Rhamdani terhenti pada babak semifinal usai takluk dari SMAN 61. Sementara Fourteen harus puas terhenti pada babak awal penyisihan East Region kandas dari SMAN 39. Dengan permainan cepat, Ababil tampil dominan sejak kuarter awal pertandingan. Fourteen sebenarnya tidak kalah tanpa perlawanan. Mereka sempat beberapa kali mengancam pertahanan Ababil. Guard Fourteen, Dhafin Shaffah berhasil melesatkan empat tembakan three points dengan sempurna di pertandingan kali ini. Meski demikian, Ababil rupanya terlalu kuat untuk dikalahkan. Sejak poin pertama yang diciptakan oleh guard Ababil, Rusdy tim asal Ciracas itu terus menggempur pertahanan Fourteen dengan tempo yang cepat. Pemain bernomor punggung 1 itu menorehkan 6 poin sebelum jeda half time. Hal itu membuat repot lini pertahanan Fourteen. Pada akhir paruh awal pertandingan, Ababil sudah unggul delapan angka atas Fourteen dengan skor 23-15. Selepas jeda halftime, Ababil dan Fourteen sama-sama menyajikan permainan yang ngotot. Kedua tim tidak ada yang mau mengalah, demi menjaga asa mengarungi perjalanan panjang di wilayah Jakarta Timur. Bukan hanya Rusdy saja yang kerap mendulang poin bagi timnya. Bagas Anggit juga menebar ancaman bagi pertahanan Fourteen. Forawarda Ababil itu mencetak 10 poin dan 3 rebounds bagi timnya pada pertandingan kemarin. Rusdy sendiri membukukan 9 poin, 2 rebounds, dan 3 steal. Pada dua kuarter terakhir Ababil semakin menekan Fourteen. Berkali-kali fastbreak yang dilancarkan Dandy Haryo Bimob berbuah angka bagi timnya. Dengan tambahan 19 poin Ababil berlari meninggalkan pesaingnya, Ababil menutup kemenangan meyakinkan dengan skor 42-28 atas Fourteen. Bagi pelatih Ababil, Angga Muhammad Rhamdani pada pertandingan kemarin, tim besutannya berhasil menerapkan offense run and gun yang selama ini menjadi andalannya. Namun dia mengharapkan para pemain Ababil untuk mampu mengatur tempo dengan lebih baik ke depannya. “Kalau untuk bermain cepat emang itu tipikal permainan kita. Tapi anak-anak belum bisa mengatur ritme permainan. Masih terpancing emosi,,” jelas pelatih berusia 31 tahun itu. () EVANDER TAMPILKAN KETANGGUHAN MULAN Penampilan menakjubkan nan enerjik selalu datang dari para tim dance yang mengikuti kompetisi UBS Gold Dance Competition wilayah Jakarta Timur. Kali ini tim dance putri SMAN 39 Jakarta yang kegiliran membuat kagum seisi GOR Pulogadung pada saat tampil di UBS Gold Dance Competition kemarin (29/9). Evander (nama tim dance SMAN 39) tampil dengan menggunakan kostum ala putri Shanghai. Dengan warna dasar merah bermotif coklat serta aksen kuning cerah pada bagian kerah dan ikat pinggang. Pada bagian outfit atasan dan celananya mereka juga menambahkan motif bordiran bunga yang cantik. Di tengah penampilannya, para anggota Evander melepas kostum pertamanya. Mereka mendadak tampil serba hitam dengan bawahan merah, layaknya pejuang wanita. Tema yang diusung Evander ini adalah putri Mulan. Seperti yang diketahui banyak orang bahwa Mulan ini merupakan seorang karakter Disney Princess yang menjadikan dirinya seorang prajurit demi menolong Ayahanda tercintanya. Evander pun memiliki misi yang sama. Arghea Nurazlia dan tim sengaja membawa tema Mulan. Dengan harapan bahwa stigma mengenai perempuan yang dikatakan lemah bisa terhapus. Karena pada kenyataannya perempuan di masa lalu dan masa kini sama-sama mempunyai peranan besar pada kehidupan. Mereka juga ingin menunjukkan bahwa Mulan merupakan seorang perempuan yang tangguh dan berani bisa dijadikan sebagai panutan. Meski konsep mereka tidak terlalu dominan menggunakan alur cerita Mulan, Evander mampu membuat penampilan semegah mungkin dengan genre modern dance. Sebagai tambahan demi memaksimalkan penampilannya tersebut, Evander menambahkan payung, tongkat dengan lambang UBS, juga sebuah kipas kertas dan tidak lupa backdrop bertuliskan Mulan yang mereka buat sendiri. “Effort untuk UBS Gold Dance Competition tahun ini cukup besar. Kami membuat kostum. Kami persiapkan koreografi agar sesuai dengan tema yang kami ambil,” ungkap leader Evander, Arghea Nurazlia. Dengan effort yang besar mereka berharap bisa mendapatkan posisi yang terbaik di kompetisi kali ini. ()

Jaktim Juga Meriah, Putri Labsraw Melenggang Mulus

Laga ketat terjadi antara tim putra SMAN 22 Jakarta kontra SMAN 31 Jakarta padapertandingan Opening Party Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-East Region Jumat (27/9) di GOR Pulogadung, Jakarta Timur.

OPENING party Honda Developmental Basketball League (DBL) 2019 DKI Jakarta Series-East Region mendapat sambutan meriah dari warga Jakarta Timur. Suporter dari masing-masing sekolah saling berlomba memberi dukungan bagi tim kebanggaan, Jumat (27/9) kemarin. GOR Pulogadung pun sampai tak mampu menampung antusiasme mereka. Hingga memaksa setiap kelompok suporter harus bergiliran masuk dan keluar, sesuai dengan sekolah yang bertanding. Empat laga ketat tersaji pada hari pertama regional Jakarta Timur ini. Dibuka oleh oleh pertandingan sengit sektor putri. Mempertemukan tim basket SMA Lab school Rawamangun kontra SMAN 53 Jakarta. Tiga laga berikutnya menyajikan persaingan sengit dari sektor putra. Tim basket putri Labsraw (julukan SMA Lab school Rawamangun) akhirnya berhasil melewati laga perdana dengan mulus. Mereka berhasil mengatasi perlawanan sengit Leega (julukan SMAN 53) dengan keunggulan 28-21. Labsraw harus tertinggal lebih dahulu dari Leega melalui medium shot guard, Alifia Azzahra. Tim asal Rawamangun, itu juga masih kesulitan mencetak angka di kuarter awal. Terbukti, Labsraw hanya unggul 4-2 atas lawannya di akhir kuarter pertama. Mulai memasuki kuarter kedua, Labsraw mampu bermain lebih lepas. Poin demi poin yang mereka ciptakan berhasil memperlebar keunggulan tim ini atas lawannya. Eksekusi three point shot sempurna guard Labsraw, Almira Putri, membantu semifinalis musim lalu ini meninggalkan Leega. Dengan keunggulan tujuh poin, Labsraw pimpin laga sebelum menutup jeda half time. Namun, Labsraw nampak kesulitan mencetak poin usai halftime. Leega justru mampu mengimbangi permainan dari Labsraw. Tim yang bermarkas di daerah Jatinegara itu menambah pundi-pundi poin mereka, dengan harapan memangkas ketertinggalan. Pemain nomorpunggung 11 Leega, Alifia Azzahra sempat mengeksekusi tembakan three points dengan sempurna yang perlahan-lahan mengejar ketertinggalan. Meski sempat kehilangan momentum, Labsraw tetap tampil konsisten hingga akhir laga. Permainan mereka tidak lengah meski lawannya terus-menerus mengancam. Hingga akhir laga, Labsraw mampu mempertahankan keunggulan mereka. Hasil positif ini membawa tim polesan Agus Sutiana itu melenggang ke babak selanjutnya. Mereka akan menjajal kemampuan SMAN 12 Jakarta pada babak perempatfinal. Coach Labsraw, Agus Sutiana, mengungkapkan bahwa dia kurang puas atas penampilan perdana anak didiknya. Menurutnya, masih banyak yang perlu ditingkatkan untuk pertandingan berikutnya. Terutama saat defense yang banyak berbuah pelanggaran.”Offense kita udah oke cuma defense-nyaitu banyak fouling. Anak-anak harus kurangi foul-foul gak penting,” jelasnya. Divinity Kombinasikan Disney Princess dengan Sentuhan Tradisional Opening Party Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-East Region berlangsung meriah di GOR Pulogadung, Jakarta Timur kemarin (27/9). Menghadirkan empat pertandingan dari delapan tim sekolah, Tak ketinggalan juga penampilan yang akan membuat tribun semakin panas menggelora yakni penampilan para tim dance di UBS Gold Dance Competition 2019 wilayah Jakarta Timur. Divinity, tim dance dari SMA Lab school Rawamangun merupakan salah satu tim yang mampu menarik perhatian penonton. Itutak lain karena status mereka sebagai juara UBS Gold Dance Competition tahu nlalu. Tampilannya memang begitu mencolok. Dengan mengenakan kostum hijau bercorak batik di bagian lengan, dada, pergelangan tangan, pinggul, serta bagian bawah celananya. Meskipun tema yang mereka usung adalah Princess Merida, mereka mengaku bahwa mereka tak ingin menghilangkan unsur Indonesia dalam konsepnya kali ini. Alasan pemilihan konsep Merida sendiri awal mulanya mereka terinspirasi pada sosok putri Merida yang berani dan kuat. Helga dan menunjukkan keberanian Merida dari properti kuda pada penampilannya. Divinity sendiri melakuka nperubahan konsep. Pada Roadshow UBS Gold Dance Competition lalu, Divinity menampilka ntema Pocahontas. Perubahan konsep ini diterapkannya agar tidak monoton saat di venue. Konsep tema dari Merida ini di aplikasikan melalui gerakan saat Merida memanah.Usur properti dan aspek yang berbeda dari yang lainnya. Aspek pertama yang berbeda ini berupa kostumnya yang lebih mengandung unsur batik dibandingkan menggunakan gaun yang digunakan oleh Princess Merida. Unsur tradisional memang telah diterapkan oleh Divinity sejak tahun lalu. Selain menerapkan unsur tradisional, Divinity juga menerapkan jalan cerita Princess Merida meski tidak secara full. Namun mereka lebih mengutamakan penggambaran sosok Merida dalam konsepnya dengan bersumber dari potongan adegan film Brave. Uniknya lagi saat penampilan mereka menggantikan sosok kuda yang ditunggangi Princess Merida menjadi kuda lumping. Dalam tariannya juga mereka memasukan unsurtari Saman dan tarian khas Betawi. “Kami menggunakan properti kuda lumping sebagai pengganti kuda tunggangan Merida di film Brave. Sekalian kuda lumping menambah unsur tradisional dalam penampilan kami,”ungkap Helga Sheren.Untuk genre dari tarian Divinity sendiri adalah hip-hop tradisional. “Pelatih kami uda hbuat gerakan yang bagus banget. Sebisa mungkin kami menampilkan penampilannya yang maksimal,”tutupnya.()  

Farrel Armandio Tangkas Pertajam Rekornas 200 Meter Gaya Punggung Putra

Perenang asal klub Bali Pari SC, Pande Made Iron Digjaya berhasil memecahkan rekor nasional kelompok umur 1 di nomor 100 meter gaya dada putra di ajang Jakarta Open Swimming Competition di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (28/09/2019).

Hasil memukau ditorehkan perenang muda Farrel Armandio Tangkas (18 tahun) yang berhasil mempertajam rekor nasional di nomor 200 meter gaya punggung putra pada ajang Jakarta Open Swimming Championship 2019 di Stadion Akuatik, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/08/2019). Putra Dayak kelahiran Surabaya ini mencetak rekornas baru 2 menit 01,16 detik atau mempertajam rekornas miliknya 2 menit 02,31 detik di SEA Age Group, Juli 2018 Filipina. Sebelumnya rekornas ini dipegang Siman Sudartawa dengan catatan 2 menit 02,44 detik di SEA Games 2011. “Tentu senang sekali bisa pecahkan rekornas disaksikan kedua orang tua saya yang selalu mendukung. Ini juga berkat hasil berlatih di pelatnas Bali. Soal medali di SEA Games nanti saya belum pikirkan target. Yang terpenting saya ingin fokus memperbaiki semua kekurangan, supaya maksimal di SEA Games,” jelas Farrel. Sementara itu, hasil bagus juga diraih perenang asal klub Bali Pari SC, Pande Made Iron Digjaya (18 tahun) berhasil memecahkan rekor nasional kelompok umur 1 di nomor 100 meter gaya dada putra. Iron mencatat waktu rekornas baru di KU-1 dengan catatan 01 menit 04,16 detik. Rekornas lama milik Dwiki Rahardjo 01 menit 04,35 detik pada IOAC Desember 2018. “Bersyukur bisa pecahkan rekornas kelompok umur 1, ini jadi motivasi saya untuk bisa terus memperbaiki catatan waktu,” ucap Iron penuh semangat. Hasil menarik terjadi di nomor 50 meter gaya dada putra senior. Dua perenang pelatnas Gagarin Nathaniel Yus dan Muhammad Fachri menyentuh finish bersamaan dengan catatan waktu 28,44 detik. Keduanya meraih medali emas kembar, sedangkan medali perunggu diraih Dennis Tiwa dengan catatan 29,04 detik. Sejak hari pertama, JOSC 2019 sudah tercipta tiga rekornas. Dua rekornas sebelumnya dicetak Azzahra Permatahani di dua nomor berbeda. Pada nomor 200 meter gaya dada Azzahra mencetak rekornas baru yakni 2 menit 32,22 detik. Rekornas lama milik Vannesae Evato 2 menit 32,57 detik. Rekornas Azzahra lainnya di nomor spesialisnya 200 meter gaya ganti putri dengan waktu 2 menit 16,43 detik atau mempertajam rekornas lama miliknya sendiri 2 menit 16,71 detik. Event selanjutnya, PB PRSI akan menggelar Indonesia Open Aquatic Championship 2019, 13 Desember mendatang.

SMAN 28 Jakarta Penguasa Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-South Region

CHAMPIONSHIP BOYS - SMAN 28

Luar biasa, SMAN 28 Jakarta cetak sejarah. Tim basket putra dan putri mereka berhasil kawin gelar. Keduanya memastikan diri jadi penguasa Honda DBL (Developmental Basketball League) 2019 DKI Jakarta Series-South Region. Titel itu diraih setelah tim putri Dua Delapan sukses mengalahkan SMAN 70 Jakarta dengan skor 51-39. Sementara tim putra SMAN 28 berhasil menundukkan SMA Cita Buana di partai puncak, Rabu (25/9) kemarin. Sukses itu langsung disambut suka cita oleh Brigata 28 (julukan suporter SMAN 28) yang menyesaki tribun dan tak lelah memberi dukungan. Berbaur dengan ribuan penonton dari masing-masing sekolah yang meramaikan final party malam itu. Laga final pertama dibuka dari sektor putri. Pertandingan antara SMAN 70 Jakarta kontra SMAN 28 Jakarta sungguh membuat penonton gusar. Pasalnya, laga berlangusng sengit. Tegang dan riuh dua kata yang menggambarkan susasana panasnya atmosfer GOR Bulungan. Ratusan pasukan Brigata 28 (nama supporter SMAN 28) jadi saksi tim putrinya merengkuh gelar Jaksel. Baik SMAN 28 atau Seventy (julukan SMAN 70) bermain impresif di laga final. Bahkan, Savira Alifa dkk dapat mengimbangi permainan cepat yang disuguhkan SMAN 28 hingga kuarter kedua.  Namun setelah jeda half time, SMAN 28 mendapatkan momentum mereka. Walau lawannya cukup merepotkan lini pertahanan mereka, tim asal Pasar Minggu ini dapat menggemukan poin. Christabel dkk memimpin 9 angka dari Seventy. Forward andalan SMAN 28 Keisha Hasna, bermain apik. Rookie SMAN 28 itu mencatatkan double-double, 28 poin dan 11 rebound selama bermain 37 menit 56 detik. Meski dapat berlari jauh di kuarter akhir, spirit Seventy untuk mengejar ketertinggalan patut diacungi jempol. Mereka tetap membuat repot hingga kuarter akhir. Namun, sayang tim asal Bulungan itu gagal membawa pulang titel juara. Tim polesan Syafiq ini berhasil memenagi laga dengan skor akhir 51-39. Mereka berhasil back to back champion wilayah Jakarta Selatan. “Seru banget, tadi sempet kejar-kejaran poin karena kekuatan lawan juga imbang sama kita. Tadi komunikasi tim dilapangan sempet kurang baik. Tapi setelah kita perbaiki dan atur ulang strategi, kita bisa unggul dan menang. Aku senang bisa bawa juara SMAN 28 di debut pertamaku ini,” ujar Keisha Hasna Forward no 8 SMAN 28. Sementara, tim putra SMAN 28 melengkapi torehan manis tim putrinya. Dengan perkasa, mereka menaklukan tim kuda hitam, SMA Cita Buana. Sejak awal kuarter, tim polesan Diogi Novatama langsung ambil kendali pertandingan. Reinhard Robot dkk tancap gas. Mereka unggul jauh di dua kuarter awal.

Final Perdana Cita Buana Serta Penantian Panjang Putri Seventy

Pemain SMA Cita Buana, Rafael Adwel (tengah) tampil luar bias. Dirinya membukukan 28 poin dan 8 rebound untuk membawa timnya melangkah ke final untuk pertama kalinya.

Luar biasa tim putra SMA Cita Buana Jakarta. Tim polesan Muhammad Ghozy Dwiputro ini menorehkan sejarah baru. Sukses menembus final Honda Developmental Basketball League (DBL) 2019 DKI Jakarta Series – South Region. Menyusul kemenangan 76-62 atas SMAN 8 Jakarta pada laga semifinal regional Jakarta Selatan di GOR Bulungan, Senin (23/9) kemarin. Tembus ke babak final regional Jaksel jadi pencapaian terbaik Cibun (julukan SMA Cita Buana). Sepanjang empat kali berpartisipasi pada kompetisi basket pelajar terbesar di tanah air ini. Musim lalu, tim asal Jagakarsa itu harus tersungkur di babak awal. Rafael Adwel dkk kala itu takluk dari SMA Al-Izhar Pondok Labu. Tahun ini, justru Cibun yang sukses melaju hingga final. Sementara Al-Izhar gagal mengulang sukses setelah kalah dari SMAN 3 Jakarta di perempatfinal. Perjuangan yang harus dilalui Cibun untuk menapakkan kaki di final tidaklah mudah. Rafael Adwel dkk harus melakoni empat pertandingan dengan lawan yang sulit sebelum mencapai final. Termasuk menghadapi perlawanan sengit pasukan Bukit Duri (julukan SMAN 8 Jakarta) pada semifinal kemarin. Adalah kapten tim Rafael Adwel dan sang big man Azriel Ralie yang paling punya andil atas keberhasilan Cibun menaklukkan Bukit Duri kemarin. Dua pemain berbeda posisi itu memperlihatkan kerja sama yang baik. Azriel Ralie yang merupakan tipikal permain besar, dengan tinggi 202 sentimeter dan berat 125 kilogram, mampu membuat paint area lawan kerepotan. Hal itu dibuktikan dengan raihan double-double dari pemain bernomor punggung 13 itu. Tercatat, 21 poin dan 17 rebound mampu ditorehkan oleh Azriel. Tidak hanya dahsyat di paint area, akurasi three point pemain berposisi center itu juga mencapai 75%. Itu menandakan Azriel memiliki efektivitas yang baik untuk mencetak poin dari luar garis tembakan tiga angka. Azriel juga menjadi pilar pertahanan Cibun. Catatan 17 reboundnya merupakan duel udara saat berada dalam paint area Cibun. Tak kalah dengan Azriel, Rafael Adwel juga menjadi kunci kemenangan Cibun atas Bukit Duri. Pemain berposisi guard itu kerap berani merangsek ke dalam jantung pertahanan Bukit Duri. Hal itu terlihat dari presentase field goals garda andalan Cibun yang mencapai 64,7%. Dari 17 kali percobaan 11 diantaranya berahasil dikonversi menjadi poin oleh Rafael. Student athlete berusia 16 tahun itu juga berhasil membukukan 26 poin bagi Cibun. Dirinya bermain sangat apik. Cibun sendiri mengawali laga dengan baik. Mereka bisa unggul dua poin dari Bukit Duri pada kuarter pertama. Azriel luar biasa. Dirinya mencetak double three point di kuarter pertama ini. Total 10 poin sudah dibukukan pada kuarter pertama olehnya. Pada kuarter selanjutnya, Cibun terus memimpin, meski Bukit Duri juga memberi perlawanan kuat. Puncaknya ada pada kuarter terakhir. Laga ketat, kuarter empat berakhir imbang. Sayang pada kuarter sebelumnya, Cibun lebih dulu unggul dengan margin 17 angka. Hingga kuarter akhir selesai, Cibun menutup kemenangan dengan skor 76-62. “Alhamdulillah anak-anak main bagus kali ini. Mereka banyak mencetak three point. Mereka termotivasi untuk mencapai final. Dan syukur kami bisa tembus final,” ujar Muhammad Ghozy Dwiputro usai laga. () Dari persaingan putri, Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series – South Region juga meloloskan finalis baru. Adalah tim putri SMAN 70 Jakarta, yang sukses memastikan satu tiket final regional Jakarta Selatan. Setelah menyudahi laga ketat melawan SMAN 82 Jakarta dengan keunggulan 46-40 di GOR Bulungan, Senin (23/9). Sukses melaju hingga final adalah pencapaian terbaik Seventy (julukan SMAN 70) sepanjang enam kali keikutsertaan mereka pada kompetisi basket pelajar terbesar Seri Ibu Kota ini. Pencapaian terbaik putri Seventy adalah menembus semifinal pada tahun 2012. Setelah itu, mereka selalu tersingkir di babak awal masing-masing pada edisi 2013, 2014, 2015, dan 2018 lalu. Keberhasilan menembus final musim ini sekaligus menjaga asa bagi tim yang ber-homebase di Bulungan ini untuk menjadi penguasa Jaksel. Kemenangan Seventy tak lepas dari trio utama trio Seventy. Kapten Inas Fathinah menyumbangkan 6 poin dan 6 rebound selama bermain 32 menit 17 detik. Keisha Ayu, forwarda bernomor punggung 15 yang tampil selama 37 menit 58 detik menyumbang 14 poin, 6 rebound, serta 2 steal. Dan center andalan Seventy, Savira Alifa tampil mengesankan. Dirinya kembali mencetak double-double. Lewat donasi 17 poin dan 17 rebound. Sejak awal kuarter, kedua tim bermain impresif. Drama kejar-kejar poin terjadi. Baik Seventy maupun Daha (julukan SMAN 82) ngotot ingin memenangi laga ini. Sebenarnya, Daha banyak mendapat free throw dari kesalahan para pemain Seventy. Hanya saja, punggawa tim asal Kebayoran Baru gagal mengonversinya menjadi poin. Seventy unggul 6 angka atas Daha di kuarter pertama. Serangan Seventy makin moncer di kuarter selanjutnya. Daha belum bisa menyamakan kedudukan, Seventy masih leading dengan skor 18-13 pada penghujung kuarter kedua. Tertinggal pada dua kuarter awal membuat Daha mulai gencar melakukan serangan tajam usai jeda half time. Pertahanan Seventy sempat kerepotan. Tembakan three point forwarda Daha, Raissa Bachtiar menjadi pecutan semangat pemain lainnya untuk mulai menambah pundi-pundi angka untuk Daha. Namun perolehan skor itu masih belum cukup untuk menyamakan kedudukan dari lawannya. Seventy masih unggul 10 poin pada kuarter ketiga. Makin mendekati akhir laga, pertandingan makin berjalan panas dan keras. Forward andalan Seventy, Keisha harus diganhar foul out pada kuarter terakhir. Hal tersebut membuat Daha makin gencar menerobos paint area Seventy. Namun hingga pertandingan berkahir, Daha gagal memangkas jarak ketertinggalan. Kemenangan tetap menjadi milik Seventy. Tim asuhan Abdul Karim itu bisa mempertahankan keunggulan dan lolos dari jeratan Daha dengan skor 46-40. Meski sukses masuk final, Mikki selaku assisten coach Seventy menyampaikan evaluasi untuk anak asuhannya yang sering melakukan foul. “Anak-anak memang kurang sabar dan terlalu bersemangat. Saat defense itu mereka harusnya bisa lebih sabar agar tidak timbul foul. Di final hal ini harus diminimalisir,” terangnya usai laga.

Rookie Bukit Duri Unjuk Gigi, Kunci Tiket Semifinal, SMAN 8 Hadapi SMA Cita Buana

Aksi layup pemain SMAN 8 Jakarta, Hakim (tengah) turut membawa timnya menang atas SMAN 38 Jakarta dengan keunggulan 46-37 dan membawa timnya melaju ke babak semifinal.

Satu tiket semifinal Honda DBL (Developmental Basketball League) 2019 DKI Jakarta Series-South Region berhasil dikunci tim putra SMAN 8 Jakarta. Pasukan Bukit Duri (julukan SMAN 8 Jakarta) berhasil memupuskan harapan salah satu debutan di wilayah Jaksel, SMAN 38 Jakarta. Tim polesan  Rachmat Hidayat itu menang 46-37 atas Smantila (julukan SMAN 38), dalam babak perempatfinal sektor putra di GOR Bulungan, Minggu kemarin (22/9). Sukses Bukit Duri melaju hingga ke semifinal ini tidak lepas dari kontribusi duo rookie atau pemain berstatus debutan, Hakim dan Raqi Fadhillah. Meski baru kali pertama tampil pada kompetisi basket pelajar terbesar tanah air, keduanya tidak demam panggung. Bahkan, baik Hakim maupun Raqi memberi kontribusi luar biasa. Hakim, yang bermain pada posisi forward tampil sangat efektif. Student athlete berusia 15 tahun itu bahkan tampil dengan catatan waktu bermain terbanyak diantara rekannya, selama 35 menit 13 detik. Pemain bernomor punggung 34 itu mengemas double-double, dengan torehan 10 poin dan 10 rebound. Persentase tembakan dua poinnya pun mencapai 55,6%. Sementara Raqi Fadhillah juga tidak kalah impresif. Pemain yang juga berposisi forward itu menjadi pencetak poin paling banyak bagi timnya. Dengan kontribusi 22 poin. Hampir setengah poin kemenangan Bukit Duri atas Smantila dicetak oleh student athlete berusia 15 tahun itu. Selain itu akurasi tembakan free throw Raqi mencapai 70%, dirinya benar-benar jadi momok menakutkan bagi Smantila. Bukit Duri sendiri sudah menebar ancaman sejak awal laga. Raqi membukukan poin terbanyak pada kuarter pertama. Dirinya menorehkan 6 poin pada kuarter pertama untuk membawa unggul Bukit Diri 13-8 atas Smantila. Pada kuarter selanjutnya, Bukit Duri tak mengendurkan serangan. Bahkan, mereka bisa unggul 12 poin atas Smantila sebelum jeda half time. Namun, bukan berarti Smantila tanpa serangan. Tim yang bermarkas di daerah Lenteng Agung itu mulai memangkas jarak ketertinggalan dengan margin 6 poin, meski keunggulan 31-25 masih untuk Bukit Diri.  Menginjak kuarter penentu, duet Hakim dan Raqi makin menebar ancaman. Total 12 poin berhasil ditorehkan Hakim dan Raqi pada kuarter terakhir ini. Poin yang dicetak oleh keduanya membawa Bukit Duri semakin meninggalkan sang lawan. Empat poin Raqi pada under 10 second menutup kemenangan 46-37 Bukit Duri atas Smantila. Raqi pun turut berkomentar mengenai keberhasilannya melaju ke semifinal. “Kami sempat kehilangan momentum menjelang akhir laga. Tapi kami masih memiliki keinginan untuk menjaga asa ke semifinal. Jadi kami terus berusaha sampai detik akhir. Syukur kami bisa keluar sebagai pemenang,” jelas Raqi usai laga. Pada babak semifinal yang akan dilangsungkan Senin hari ini (23/9), Bukit Duri akan bersua dengan SMA Cita Buana Jakarta. Cibun (julukan Cita Buana), juga membuat kejutan dengan menembus semifinal setelah menundukkan SMAN 63 Jakarta dengan keunggulan 49-32 kemarin. (*) Srikandi SMAN 34 Tak Terbendung Performa apik terus ditunjukkan skuad putri SMAN 34 Jakarta.  Laju tim basket sekolah yang ber-home base di Pondok Labu itu tak terbendung pada Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series -South Region. Tim polesan Harry Prayogo ini melaju ke semifinal regional Jakarta Selatan, setelah menundukkan tim putri SMAN 63 Jakarta dengan keunggulan 30-10, di GOR Bulungan, kemarin. Srikandi SMAN 34 sudah tancap gas sejak kuarter pertama. Walau serangan mereka beberapa kali sempat gagal karena ketatnya lini pertahanan SMAN 63. Tempo permainan cepat diperlihatkan putri Pondok Labu sepanjang laga. SMAN 34 menutup keunggulan dengan skor 9-3 atas lawannya. Memasuki kuarter kedua, SMAN 63 terus mencoba keluar dari tekanan. Tim asal Pesanggarahan itu berusaha memangakas ketertinggalan. Tapi, lini pertahanan SMAN 34 terlalu sulit untuk ditembus. Setelah jeda half time SMAN 34 tampil lebih menawan. Serangan tajam mereka tak terbendung oleh punggawa SMAN 63. Kerja sama antara Safira Kayla dan Tyazara Fatima menjadi momok menakutkan bagi defense tim SMAN 63. Keduanya berhasil mengemas poin terbanyak bagi timnya. Safira denan 9 poin serta 5 assist. Dan Tyazara dengan torehan 4 poin serta 4 rebound. Keunggulan SMAN 34 tak terkejar. hingga kuarter akhir SMAN 34 tetap memimpin jalannya pertandingan. Sebelum laga usai, Safira mmenambahkan lima poin untuk menggenapkan skor menjadi 30-10. Hasil ini membawa SMAN 34 melaju ke semifinal. “Hari ini anak-anak tampil lebih baik dari laga sebelumnya. Mereka lebih tenang dan nggak demam panggung lagi. Untuk semifinal besok (hari ini), kami nothing to lose aja. Mau ketemu SMAN 28 atau SMAN 3 tidak masalah,” ucap coach Harry Prayogo. (*) Blaze Suguhkan Tiga Karakter Berbeda Kreativitas tanpa batas ditunjukkan tim dance SMAN 70 Jakarta (PA) pada lanjutan UBS Gold Dance Competition wilayah Jakarta Selatan. Blaze (nama tim dance SMAN 70) membawakan tiga karakter Disney Princess sekaligus. Ketiga karakter itu adalah Aurora, Ariel, dan juga Cinderella. Konsep yang dibawakan Blaze memlikir alur cerita masing-masing. Seperti Aurora yang tertidur lelap akibat jarum pemintal. Cerita putri Ariel yang merupakan seorang putri duyung yang ingin menunjukkan diri sebagai manusia. Serta putri Cinderella yang selalu ditindas oleh ibu dan saudara tirinya. Ide untuk menampilkan dance ini dibuat sedemikian kreatif agar bisa menghibur para penonton. Konsep sesungguhnya dari penampilan mereka ini yaitu dengan mengedepankan personality princess tersebut dengan kuatnya karakter dari masing-masing Disney Princess. Karakter Aurora dan Maleficent menunjukkan suasana tegang antara keduanya. Dilanjutkan karakter Ariel yang tergambar sebagai sosok putri yang pantang menyerah, serta Cinderella yang lebih ke arah putri pemimpi. Pada penampilannya,para dara cantik anggota Blaze mengenakan kostum berupa celana, kemben, dibalut jaket berwarna putih dengan aksen kuning ala hip-hop. Ditambah balutan kain berwarna biru yang dipegang masing-masing dancer sebagai properti. Untuk properti utama sendiri, Naya Wahab dan tim menggunakan tiga kotak berwarna biru yang dipakai untuk menutup aksinya menunjukkan logo UBS. “Aku sangat puas dengan penampilan tim kami di UBS Gold Dance Competition ini. Karena apa yang kami tunjukkan merupakan penampilan terbaik yang bisa kami berikan. Semoga bisa tembus hingga Best  Three mewakili South Region tahun ini,” cetus leader tim Blaze, Naya Wahab.

Honda DBL DKI Jakarta Series-South Region, SMAN 28 Susah Payah Hadapi Bukit Duri

Pemain SMAN 28 Jakarta, Keisha Hasna (kiri) berhasil melewati kawalan dari pemain SMAN 8 Jakarta, Kamis (19/9).

Ketangguhan tim putri SMAN 28 Jakarta hampir saja direnggut oleh lawannya, SMAN 8 Jakarta. Datang sebagai predikat juara bertahan Honda DBL DKI Jakarta Series-South Region bukan jaminan srikandi SMAN 28 melenggang nyaman. Bukit Duri (julukan SMAN 8) mampu memberikan perlawanan yang menyulitkan. Hanya saja, SMAN 28 tetap tangguh mempertahankan nama besarnya. Lewat keunggulan 45-30. SMAN 28 menurunkan skuad mudanya pada laga kemarin. Tercatat tiga pemain yang diberi kesempatan turun sebagai starting merupakan rookie. Adalah Yasyfa Shabrina, Keisha Hasna, dan juga Christabel. Ketiganya bermain impresif, terutama Keisha Hasna. Student athlete berusia 15 tahun kerap merepotkan pertahanan putri Bukit Duri. Bermain dengan minutes played terlama bagi timnya dengan catatan 38 menit 54 detik, Keisha menjadi pilar utama SMAN 28. Most Valuable Player (MVP) Junior DBL Jakarta dua tahun silam itu menyumbangkan 22 poin bagi timnya. Keisha juga bermain apik dalam menjaga pertahanan tim. Tercatat 5 steal berhasil ditorehkan Keisha. Pada kuarter pertama, SMAN 28 bisa menjauh dari lawannya dengan skor 14-3, enam poin di antaranya ditorehkan oleh pemain dengan nomor jersey 8 itu. Namun, meskipun unggul SMAN 28 ternyata bermain dengan tidak nyaman. Bahkan, Tim besutan Syafiq itu sempat kerepotan. Mereka sempat tertinggal dua poin di kuarter kedua dan ketiga. Akhir kuarter ketiga menjadi hal yang menegangkan, perbedaan kedua tim hanya 7 angka. Skor kuarter ketiga berakhir 30-23 SMAN 28 masih unggul. Pada kuarter penentu, SMAN 28 mencoba keluar dari tekanan. Beruntung, SMAN 28 punya Keisha. Fowarda yang masih duduk di bangku kelas X itu tidak mengendurkan serangannya. Dirinya menyumbangkan 5 poin bagi timnya di kuarter penentu ini. SMAN 28 mampu berlari meninggalkan rivalnya dengan mencetak 15 angka. Torehan dua angka dari Christabel menutup kemenangan SMAN 28 atas rival lamanya SMAN 8. Kemenangan SMAN 28 ini membawa mereka ke babak selanjutnya. Di laga berikutnya tim asal Pasar Minggu itu akan bersua dengan tim tangguh lainnya, SMAN 3 Jakarta. Ditemui usai pertandingan, sang pelatih mengakui, memang sangat menaruh harapan pada rookienya. “Tahun ini kami punya beberapa rookie. Cara main Keisha sangat sesuai dengan harapan saya. Dia berani menusuk ke jantung pertahanan lawan,” ucap Syafiq, pelatih SMAN 28. “Tidak mudah untuk mengalahkan SMAN 8 tadi. Tentu evaluasi utamanya adalah komunikasi, karena memang beberapa pemain baru main di DBL. Untuk melawan SMAN 3 diharapkan anak-anak bisa lebih lebih kompak,”tambah pelatih berusia 31 tahun itu. Pertandingan ketiga Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-South Region antara tim putra SMAN 47 Jakarta kontra SMAN 32 Jakarta berlangsung ketat. Kedua tim bermain ngotot, sama-sama tidak ingin melepas kans untuk melangkah ke babak selanjutnya. Meski pada akhirnya Forsev (julukan SMAN 47) berhasil menumpas perlawanan Thunder (julukan SMAN 32) dengan skor 36-29. Dan pertandingan ditutup kemenangan SMA Cita Buana atas MAN 4 Jakarta, dengan skor akhir 38-12.

Mahakam Repotkan Teladan, SMAN 3 Selamat Lewat Drama Overtime

Pertandingan antara SMAN 6 Jakarta kontra SMAN 3 Jakarta berlangsung ketat. Laga ini harus berakhir hingga babak overtime. SMAN 3 berhasil unggul atas SMAN 6 dengan skor tipis 40-39

LAGA superseru kembali tersaji dalam lanjutan Honda Developmental Basketball League (DBL) 2019 DKI Jakarta Series – South Region. GOR Bulungan benar-benar dibuat ’gerah’, Kamis (19/9). Selain karena padatnya suporter dari kedua sekolah yang memenuhi tiap sisi tribun. Duel sengit antara tim putra SMAN 6 Jakarta versus SMAN 3 Jakarta benar-benar menguras keringat. Ketatnya skor, hingga memaksa dimainkan overtime alias babak tambahan. Teladan (julukan SMAN 3) pun menutup laga ini dengan keunggulan tipis, 40-39. Berstatus sebagai juara bertahan, sejatinya pasukan Teladan lebih diunggulkan. Salut atas mental tempur anak-anak Mahakam (julukan tim basket SMAN 6). Sejak tip-off hingga detik-detik akhir, Mahakam pantang menyerah. Babak overtime terpaksa dimainkan, setelah kedua tim bermain imbang 29-29 hingga buzzer akhir kuarter empat berbunyi. Sebenarnya, pada dua menit terakhir kuarter keempat Teladan (julukan SMAN 3) bisa mengamankan keunggulan saat keadaan 28-27. Bahkan Teladan mendapatkan kesempatan untuk memperlebar jarak keunggulan melalui free throw Vito Angga. Namun, sayang pemain bernomor punggung 91 itu gagal mengonversi kesempatan itu menjadi poin tambahan. Sebaliknya, justru pemain Mahakam (julukan SMAN 6) Ardian Edgar mampu mengembalikan keadaan bagi timnya pada 30 detik akhir pertandingan kuarter empat. Garda Mahakam itu membawa timnya unggul 29-28 melalui akurasi tembakan free throw. Di situlah drama mulai terjadi. Detik demi detik berharga bagi kedua tim. Namun, Eizzer Hatta mengamankan asa Teladan. Satu poin hasil free throw pemain bernomor punggung 4 itu merubah skor menjadi 29-29. Mahakam memaksa Teladan berlanjut ke babak overtime. Menginjak overtime, Teladan langsung mengambil alih kendali pertandingan. Eizzer merangsek menusuk ke dalam jantung pertahanan Mahakam. Percobaannya mendapat gangguan dari pemain Mahakam. Dirinya justru dilanggar. Teladan mendapatkan free throw. Itu menjadi peluang emas Teladan di awal kuarter pertama babak overtime. Harapan membuka keunggulan berada penuh di pundak Eizzer. Sayang, pemain berusia 17 tahun itu gagal membawa Teladan unggul. Tembakan free throw nya hanya mencapai bibir ring, keadaan masih imbang 29-29 untuk keduanya. Jual beli serangan terus tersaji pada babak overtime. Mahakam kini balik menyerang. Kali ini pemain dari Mahakam Raffi Ahmad mencoba menerobos kokohnya pertahanan Teladan. Forwarda Mahakam itu mendapatkan pelanggaran. Hal itu dimanfaatkan oleh Raffi. Dirinya membawa unggul timnya, skor berubah menjadi 31-29, Mahakam menebar ancaman bagi sang juara bertahan. Mahakam semakin berlari meninggalkan Teladan. Tembakan tiga angka dari Bagas Rizky membawa unggul Mahakam 34-29. Namun, Teladan memperlihatkan mental juara. Eizzer memangkas ketertinggalan menjadi 34-31 Teladan masih tertinggal. Tembakan tiga angka dari Indra Ali Wijaya membuat skor sama 34-34. Pada tiga detik akhir menjadi momen krusial bagi Teladan. Saat skor imbang 39-39, Eizzer mendapatkan free throw. Satu poin pun berhasil dikonversi oleh Eizzer untuk membawa Teladan unggul satu poin. Skor berakhir 40-39 bagi Teladan. “Ini pertandingan yang ketat sampai harus bearkhir dengan overtime. Kejar-kejaran poin dengan skor sangat tipis ini jadi evaluasi untuk kami. Beberapa kali kami juga miss saat melakukan free throw dan lay up,” ungkap kapten tim Teladan, Vito Angga usai laga. (*)

NORTH REGION MERIAH! Boedoet Berikan Kesan Manis di Laga Perdana

Pertandingan tim putri SMAN 70 Jakarta (jersey terang) versus SMAN 43 Jakarta (jersey Gelap) menjadi rangkaian pembuka Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-South Region.

Opening Party Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-North Region berlangsung meriah kemarin (23/8). Ribuan suporter dari tim yang bertanding di hari pertama silih berganti masuk dengan tertib memadati GOR Cempaka Putih. Terdapat 4 pertandingan pada hari pertama. Setiap laga merupakan do or die bagi tim yang bertanding. Sebab, untuk pertandingan di tingkat regional menggunakan sistem knock out. Setiap pertandingan, tribun penonton seakan tidak pernah sepi. Salah satunya pada laga putri antara SMAN 1 Jakarta kontra SMAN 77 Jakarta. Ratusan pendukung setia SMAN 1 jadi saksi keperkasaan timnya melangkah ke babak selanjutnya. Pada Opening Party Honda DBL DKI Jakarta Series North Region Jumat (23/8) srikandi Boedoet (julukan SMAN 1) berhasil menumpas perlawananan rivalnya SMAN 77 Jakarta. Menguasai pertandingan sejak awal Boedoet unggul dengan skor akhir 16-5 atas Douven (julukan SMAN 77). Pada kuarter pertama, kekuatan kedua tim nampak seimbang. Boedoet membuka poin pertama pada pertandingan yang diciptakan oleh guard mereka, Aza Magdalena Pattiwael melalui lay up. Keunggulan Boedoet tidak bertahan lama. Pasalnya, Douven dengan cepat membalas melalui poin under basket yang diciptakan oleh Jovanka Reen. Boedoet tidak tinggal diam, mereka kembali mendulang poin yang membawa mereka mengungguli Douven hingga kuarter pertama berakhir. Boedoet menutup paruh pertama pertandingan dengan keunggulan 11-4 atas lawannya. Dominasi Boedoet pada pertandingan ini seakan tidak berakhir. Tim besutan Samuel ini kembali menunjukkan bahwa mereka memang pantas menjadi kuda hitam. Boedoet hanya memberi kesempatan Douven mencetak satu angka melalui free throw pada kuarter ketiga, sedangkan mereka menambah keunggulannya dengan tiga poin yang semuanya diciptakan oleh sang kapten, Aza Magdalena. Tim asal Pasar Baru, Jakarta Pusat tersebut sangat rapi menerapkan defense. Douven pun sulit menembus barikade pertahanan Boedoet. Meski hanya hanya dua poin yang berhasil diciptakan oleh Beodoet pada kuarter terakhir, hal tersebut sudah cukup untuk memastikan langkah srikandi Boedoet ke babak selanjutnya. Pelatih Boedoet, Samuel, menyampaikan bahwa keberhasilan anak-anak asuhnya kali ini merupakan hasil dari kerja keras mereka sendiri. “Anak-anak memperlihatkan kegigihan untuk tampil maksimal di Honda DBL. Semua sesuai dengan target kita. Dan ternyata anak-anak bisa buktikan di lapangan tadi,” ujarnya. Lebih lanjut, dirinya mengharapkan timnya dapat menerapkan kerjasama tim yang lebih baik pada pertandingan berikutnya. Tidak hanya itu, baginya, para pemain Boedoet juga harus lebih pandai memanfaatkan setiap peluang pada pertandingan. “Yang harus dievaluasi dari hari ini adalah teamwork kita. Beberapa kali tadi ada peluang yang seharusnya bisa dimanfaatkan tapi tadi kita gagal konversi jadi poin,” tutup Coach Samuel. Sebelum laga SMAN 1 versus SMAN 77, tim putra SMA Tarsisius 1 lebih dulu memastikan diri melangkah ke babak selanjutnya. Mereka berhasil menumpas perlawanan dari SMAN 5 Jakarta dengan skor 23-18. Pada pertandingan putra lainnya, salah satu debutan SMAN 80 Jakarta berhasil mengandaskan laju SMAN 30 Jakarta dengan skor  29-12. Dengan hasil itu Depoel (julukan SMAN 80) bakal berjibaku dengan SMAN 77 Jakarta. Sementara SMAN 68 Jakarta memastikan satu tiket ke babak selanjutnya setelah menang dari SMAN 7 Jakarta dengan skor 38-15.  

Piala Davis 2019, Filosofi Kopi ala Pelti

Meski tak menghindarkan kekalahan Indonesia dari Selandia Baru pada laga Piala Davis Grup II Zona Asia/Oseania, kemenangan petenis debutan Ari Fahresi (17 tahun) memberi kebanggaan tuan rumah. Belia kelahiran Sampang, Madura, 2 Agustus 2002 itu mengalahkan tunggal utama tim Kiwi, Ajeet Rai di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (15/9). Ari menang atas peringkat ke-744 dunia, 6-3 2-6 10-7. “Kekalahan dari Selandia Baru memang pahit, karena kami sebenarnya memiliki kesempatan untuk memenangi dua partai tunggal di hari pertama. Namun ibarat kopi, kendati pahit pun tetaplah bisa dinikmati. Kemenangan Ari meski dalam laga yang sudah tak menentukan memberikan kenikmatan di sela rasa pahit itu,” tutur kapten tak bermain tim Merah Putih, Febi Widhiyanto. Regu Piala Davis Indonesia tak mampu menghindar dari kekalahan 0-3 setelah duo Susanto, David Agung dan Anthony gagal mengadang kepiawaian ganda kelas dunia milik Selandia Baru, Marcus Daniell/Michael Venus. David dan Anton kalah telak dari spesialis ganda grand slam itu 0-6 3-6. Kekalahan ini membawa Indonesia harus melakoni babak Play Off Grup II yang dijadwalkan berlangsung Maret 2020. Tim Merah Putih bergabung dengan 11 negara lain yang kalah pada laga Piala Davis Grup II Zona Asia/Oseania (Filipina dan Hongkong), Zona Amerika (El Savador, Paraguay/Meksiko, Guatemala), Zona Eropa/Afrika (Zimbabwe, Bulgaria, Denmark, Maroko, Mesir dan Georgia) serta 12 tim promosi dari Grup III (Kosta Rika, Jamaika, Puerto Riko, Vietnam, Suriah, Sri Lanka, Polandia, Estonia, Yunani, Latvia, Tunisia dan Kenya). Dalam babak Play Off Grup II yang mulai tahun depan menggunakan format global tanpa pembagian zona, 12 tim berhak menempati posisi unggulan berdasarkan peringkat negara di Piala Davis menghadapi 12 non-seeeded. Pemenang babak tersebut akan bertahan di Grup II, sementara tim yang kalah bakal terlempar, degradasi ke Grup III sesuai zona wilayahnya. “Dalam minggu ini, kami akan lakukan evaluasi hasil Piala Davis ini bersama dengan bidang pembinaan. Kami harus bersiap lebih baik karena untuk sekedar bertahan di Grup II ini pun tidak mudah. Namun kami tetap optmistis karena dari kekalahan ini pun tetap muncul sebersit harapan dari pemain muda,” tutur Ketua Umum PP Pelti, Rildo Ananda Anwar. Dalam sejarah partisipasi di ajang Piala Davis, Indonesia pernah bercokol di posisi elite Grup Dunia 1983 dan 1989 meskipun langsung kalah di babak pertama serta masuk play off Grup Dunia 1994. Namun dalam tiga tahun terakhir, tim Merah Putih harus selalu berjibaku dalam babak play off hanya untuk sekadar bertahan di Grup II Zona Asia/Oseania. Hasil Piala Davis 2019 Grup II Zona Asia/Oseania Indonesia v Selandia Baru Sabtu, 14 September R1 Muhammad Rifqi Fitriadi v Ajeet Rai 6-7(7) 3-6 R2 David Agung Susanto v Rhett Purcell 6-3 4-6 0-6 Minggu, 15 September R3 David Agung Susanto/Anthony Susanto v Marcus Daniell/Michael Venus 0-6 2-6 R4 Ari Fahresi v Ajeet Rai 6-3 2-6 10-7 R5 Muhammad Rifqi Fitriadi v Rhett Purcell Not Played

Vidio Tayangkan UEFA Champions League dan UEFA Europa League, Jadikan Destinasi Utama Penggemar Sepak Bola di Tanah Air

Hermawan Sutanto, Deputy CEO Vidio menyatakan, “Tayangan UEFA Champions League dan UEFA Europa League secara online dan eksklusif di Vidio

JAKARTA – Vidio sebagai destinasi layanan video streaming online terlengkap dengan berbagai macam konten pilihan mulai dari berita, entertainment, sinetron dan olahraga, secara resmi mengumumkan sebagai Official Online Broadcaster secara eksklusif gelaran liga antarklub sepak bola Eropa, UEFA Champions League (UCL) dan UEFA Europa League (UEL) untuk musim 2019/2020. Hermawan Sutanto, Deputy CEO Vidio menyatakan, “Tayangan UEFA Champions League dan UEFA Europa League secara online dan eksklusif di Vidio ini akan melengkapi konten eksklusif sepak bola lainnya, yaitu Shopee Liga 1, yang menjadi salah satu konten favorit di Vidio.” Penggemar liga antarklub sepak bola Eropa bisa menikmati tayangan pertandingan UCL dan UEL di Vidio dengan biaya yang sangat terjangkau, hanya dengan membayar mulai Rp. 10.000,- saja. Vidio sebagai Official Online Broadcaster, akan memanjakan penggemar sepak bola di tanah air dengan 138 pertandingan UCL dan 205 pertandingan UEL, mulai dari babak penyisihan grup 17 September 2019 ini sampai dengan babak final yang akan berlangsung bulan Mei 2020 mendatang. Tayangan 343 pertandingan secara online ini adalah yang terlengkap dari gabungan pertandingan yang disiarkan melalui saluran Champions TV 1, Champions TV 2, dan saluran in-house Vidio. UEFA Champions League dan UEFA Europa League adalah liga antarklub sepak bola paling prestisius di daratan Eropa karena hanya diikuti oleh klub-klub dengan peringkat dan prestasi terbaik dari masing-masing liga sepak bola negara anggota Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA). “UCL dan UEL selama ini selalu ditunggu penggemar sepak bola tanah air karena selalu menghadirkan drama-drama tersendiri di setiap musimnya. Sering terjadi kejutan-kejutan besar ketika klub non-unggulan bisa mengalahkan klub unggulan sehingga melibatkan emosi luar bisa dari para penontonnya dan ini menjadi alasan mengapa Vidio menayangkan UCL dan UEL,” jelas Hermawan. Sementara Hendy Lim, Vice President Content & Channel Indonesia Entertainment Group (IEG) menyatakan bahwa saluran Champions TV 1 dan Champions TV 2 merupakan saluran olahraga 24 jam berbagai program olah raga populer seperti sepak bola, bola voli, tenis, bela diri, dan lainnya. “Untuk sepak bola, kami menyiarkan pertandingan pilihan UEFA Champions League dan UEFA Europa League musim 2019/2020,” jelasnya. Hermawan menambahkan bahwa untuk menambah pengalaman menonton UCL dan UEL secara online, Vidio menyajikan fitur live interaction yang unik, yaitu fitur kuis online dan group chat antar sesama penonton. “Kami akan terus menambah konten premium eksklusif di Vidio Premier, seperti tayangan UCL dan UEL ini, sebagai strategi kami untuk menggaet jumlah pengguna aktif yang lebih banyak lagi,” pungkas Hermawan.

XPANDER Rally Team Sukses Lakukan Uji Coba Prototype XPANDER AP4

Xpander Rally Team (XRT) saat melakukan uji coba prototype Mitsubishi XPANDER AP4 di ajang Merdeka Sprint Rally 2019 (Kejurnas Sprint Rally Putaran 1) yang digelar di Sirkuit Tembong Jaya, Serang, Banten pada akhir pekan kemarin.

JAKARTA, 10 September 2019 – Xpander Rally Team (XRT) berhasil melakukan uji coba prototype Mitsubishi XPANDER AP4 di ajang Merdeka Sprint Rally 2019 (Kejurnas Sprint Rally Putaran 1) yang digelar di Sirkuit Tembong Jaya, Serang, Banten pada Sabtu (7/9) dan Minggu (8/9) akhir pekan kemarin. Momen uji coba ini merupakan kerja sama antara XRT dengan RFT Motorsport demi melakukan riset dan pengembangan terhadap komponen balap yang akan digunakan pada Mitsubishi XPANDER AP4 sesungguhnya. Adapun komponen-komponen tersebut diuji coba langsung oleh Manajer XRT, Julian Johan, yang juga dikenal sebagai pereli Tanah Air. Ia dinavigatori oleh Recky Resanto. Jeje, sapaan akrab Julian, memberikan komentar terkait hasil uji coba prototype XPANDER AP4. “Pertama yang kami tes adalah body kit dan kami sudah mendapatkan input yang bagus. Kami sudah mengetahui ground clearance dari desain body kit XPANDER AP4 ini sudah optimal sehingga tidak ada masalah,” terang Jeje. Selanjutnya yang menjadi bahan uji coba adalah urusan aerodinamika yang dinilai Jeje juga sudah optimal. Down force yang dirasakan dari sayap belakang sudah cukup memberikan traksi yang maksimal untuk mobil XPANDER AP4. Jeje bersama navigatornya Recky juga melakukan pengetesan terhadap ukuran bodi XPANDER AP4. “Banyak yang mengira mobil ini terlalu besar sehingga mempertanyakan kecocokannya untuk digunakan di reli. Saya sudah melakukan testing dan hasilnya sangat postiif. Di trek Tembong Jaya, Serang yang obstacle-nya sangat lengkap saja; di mana ada bagian yang sangat sempit, XPANDER AP4 tetap dapat melewatinya dengan baik sehingga mobil ini dari segi ukuran sudah proporsional,” tambah Jeje. Rifat selaku penggawa utama XRT melanjutkan, “Dengan dilakukannya uji coba tahap satu 1, harapannya adalah agar semua komponen yang sudah terasa tepat dapat segera dicocokkan dengan kendaraan sesungguhnya sebelum dikirim dari Ralliart Selandia Baru menuju Indonesia agar dapat mengikuti kompetisi.” Untuk selanjutnya, XRT masih akan melakukan uji coba terhadap prototype XPANDER AP4 di Kejurnas Sprint Rally putaran 2, Meikarta, Bekasi yang berbasis aspal. “Masih ada satu uji coba lagi yang perlu kami lalui. Setelah sukses uji coba di tanah, kami akan bawa prototype XPANDER AP4 ini untuk di jalan aspal. Baru setelah itu kami benar-benar mendapatkan feedback yang maksimal,” pungkas Rifat.

Rifat Sungkar Juara Umum di Kejurnas Sprint Rally Putaran 1

Pereli Rifat Sungkar bersama navigator M. Redwan keluar sebagai Juara Umum, diikuti oleh Rizal Sungkar/Fredrik TM di posisi kedua, serta H. Rihan Variza/Andi Rendy di peringkat ketiga pada putaran pembuka Kejurnas Sprint Rally 2019 yang digelar di Sirkuit Tembong Jaya, Serang, Banten akhir pekan kemarin.

JAKARTA, 9 September 2019 – Pereli Rifat Sungkar berhasil keluar sebagai Juara Umum di putaran pembuka Kejurnas Sprint Rally 2019 yang digelar di Sirkuit Tembong Jaya, Serang, Banten pada Sabtu (7/9) dan Minggu (8/9) akhir pekan kemarin. Rifat bersama navigator M. Redwan yang turun di Grup M berhasil menjadi Juara Umum pertama, diikuti oleh adik kandung Rifat, Rizal Sungkar bersama navigatornya Fredrik TM di posisi kedua, serta H. Rihan Variza bersama navigatornya Andi Rendy di peringkat ketiga. Tercatat bahwa ini merupakan penampilan pertama Rifat di ajang gravel menggunakan mobil 4 WD dalam kurun waktu 6 tahun terakhir. “Ini adalah comeback yang sangat baik bagi saya pribadi. Senang dapat kembali terjun di Kejurnas Sprint Rally tahun ini. Namun di luar kemenangan ini, saya lebih melihat kehadiran saya untuk merangkul para peserta lain dan saya melihat seluruh peserta sama-sama memiliki visi dan misi yang baik, yaitu untuk terus memajukan kancah reli Tanah Air. Saya melihat bagaimana persaingan di semua grup sungguh luar biasa kompetitif,” ungkap Rifat. Rifat yang juga bertindak sebagai Ketua Komisi Reli IMI Pusat mengutarakan perasaan senangnya terkait suksesnya ajang Merdeka Speed & Sprint 2019 yang digagas oleh Banteng Motorsport. Tak tanggung-tanggung, putaran pembuka Kejurnas Sprint Rally dan Speed Offroad ini sukses diikuti oleh hampir 150 peserta. “Ini adalah pembukaan yang sangat menyenangkan, karena dari event ini saja sudah terlihat jelas seberapa besar animo para peserta,” lanjut Rifat. Ajang Merdeka Speed & Sprint 2019 juga diikuti oleh banyak pereli-pereli muda yang akan menjadi penerus kancah rally / sprint rally Indonesia. Beberapa di antaranya ada Canya Prasetyo, Zharfan Rahmadi, serta Jordan Johan. Sementara pula diramaikan pula oleh pereli legendaris Tanah Air, yaitu Aldy H Gondokoesomo yang berhasil menduduki posisi ketiga Kejuaraan Umum Grup F. Atuy Faturahman yang baru pertama kali turun di ajang Kejurnas Sprint Rally langsung berhasil menduduki posisi pertama Kejuaraan Non-Seeded. Sementara para pemenang lainnya, di antaranya ada Unggul P dan Lanang Damarjati yang berhasil menjuarai grup F.  Iskra S dan Vicky R sukses menjuarai grup R. Adapun Bintang Barlean dan Taufikkurahman berhasil menjuarai grup J. “Saya senang bisa memberikan kontribusi sehingga tim Dorisfa Motorsport bisa menjadi juara di Kejuaraan Tim. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Banteng Motorsport beserta Bimo Pradikto selaku ketua penyelenggara Merdeka Speed & Sprint 2019 yang telah bekerja keras membuat perlombaan yang terorganisir dengan baik dan menjadi wadah bagi para pereli untuk bersama-sama bisa berkompetisi maupun berkumpul bersama komunitas reli dan offroad. ” pungkas Rifat.