Revenge Mission Completed, Putra SMAN 71 Melenggang ke Semifinal

Guard SMAN 71 Jakarta, Ananta Dandy larut dalam suka cita setelah berhasil menyumbang 14 poin bagi timnya untuk mengalahkan rivalnya SMAN 61 Jakarta.

Tim putra SMAN 71 Jakarta sukses menuntaskan revans alias balas dendam mereka terhadap SMAN 61 Jakarta. Lewat perjuangan luar biasa, Sapta Eka (julukan SMAN 71) berhasil menutup laga dengan keunggulan 28-23, dalam big match Honda DBL 2019 DKI Jakarta Series-East Region, di GOR Pulogadung, Senin (30/9) kemarin. Kemenangan ini adalah menebus kekalahan sebelumnya. Tepatnya musim 2018 lalu. Sapta Eka tersingkir lebih awal oleh SMAN 61 Jakarta. Tahun ini giliran Sapta Eka yang menyingkirkan NASA (julukan SMAN 61 Jakarta). Atmosfer big match sangat kental kala kedua tim ini saling bertemu kemarin. Tak hanya suporter dari kedua sekolah yang bertanding, laga ini juga menyedot perhatian warga basket di Jakarta Timur. Hingga GOR Pulogadung tak mampu menampung. Ketegangan tidak hanya terjadi di lapangan, namun juga di dari tribun GOR Pulogadung. Para suporter dari kedua tim tak berhenti membakar semangat para pemain. Setiap aksi pemain di lapangan juga membaut tegang para pendukung. Tak heran, pertarungan Sapta Eka dan NASA ini benar-benar layak disebut big match terkeren di Jakarta Timur. Kedua tim memang merupakan tim kuat di Jakarta Timur. NASA musim lalu berhasil melangkahkan kaki ke babak final Honda DBL DKI Jakarta Series-East Region dan Championship Series. Meski belum mampu meraih titel juara, mereka datang dengan predikat runner-up. Tak kalah hebat dari lawannya, Sapta Eka pun memiliki prestasi yang moncer. Selama dua tahun berturutturut, Sapta Eka berhasil menjadi runner-up Honda DBL DKI Jakarta Series edisi 2016 dan 2017. Meski catatan prestasi kedua tim tampak seimbang, pada pertandingan kemarin sore, Sapta Eka tampil cukup dominan dari NASA. Sapta Eka mencoba mengambil alih jalannya pertandingan sejak tip off. Kedua tim saling menyuguhkan permainan ngotot, Sapta Eka tampil lebih menjanjikan. Tim asal Duren Sawit itu membuka keunggulan mereka melalui medium shot Ananta Dandy yang tak lama kemudian disusul oleh tembakan three points yang dieksekusi dengan sempurna oleh forward Ghalbian Azquila. NASA masih mampu mengimbangi permainan Sapta Eka di kuarter pertama. Namun pada kuarter kedua, NASA benar-benar kesulitan. Runner-up Jaktim musim lalu itu tak kuasa menembus defense solid yang diterapkan oleh Sapta Eka. Berkali-kali NASA terpaksa harus melakukan kesalahan yang berujung turnover, karena kuatnya pertahanan Sapta Eka. Di akhir paruh awal pertandingan, Sapta Eka unggul dengan skor 10-6. Usai jeda halftime, Sapta Eka melakukan full press terhadap NASA. Kuatnya lini pertahanan Sapta Eka memudahkan mereka mencuri poin. NASA yang tertinggal tentunya memiliki asa untuk mengubah keadaan. Pada kuarter terakhir, NASA mencoba keluar dari tekanan. Guard sekaligus kapten NASA, Dhimas Aldry, sempat mengikis ketertinggalan menjadi 5 poin. Melalui lesatan three points yang berhasil diceploskan dengan sempurna. Meski demikian, Sapta Eka rupanya terlalu kuat untuk ditaklukan. Garda Sapta Eka, Ananta Dandy, melakukan blocked shot krusial pada detik-detik akhir pertandingan. Ananta menangkis kesempatan Dhimas Aldry dalam mencetak three points yang berkesempatan mengejar. Dengan tambahan 12 poin di kuarter akhir pertandingan, Sapta Eka berhasil kunci kemenangan atas NASA. Ananta Dandy memiliki peran vital dalam kemenangan timnya kali ini. Dari total 28 poin yang berhasil diciptakan oleh Sapta Eka, setengahnya berasal dari pemain nomor punggung 9 ini. Ananta menutup pertandingan dengan torehan 14 poin, 1 assist, dan 1 blocked shot. Pelatih Sapta Eka, Addy Mulyadi, turut senang dengan hasil ini. karena baginya, Sapta Eka berhasil jalankan misi revans mereka pada pertandingan kali ini. “Dendam kami terbalas tuntas. Saya bilang sama anak-anak jangan kebawa emosi, pokoknya pelajaran tahun lalu kita terapkan di pertandingan kali ini. Hasilnya kemenangan untuk kami kali ini,” ujarnya. Salzeus Tonjolkan Sisi Feminim yang Enerjik MENONJOLKAN karakter perempuan yang feminim dan enerjik. Itulah filosofi penampilan tim dance SMAN 71 Jakarta saat tampil pada lanjutan UBS Gold Dance Competition 2019 wilayah Jakarta Timur Senin (30/9). Tak dapat dipungkiri, koreografi yang disuguhkan Salzeus (nama tim dance SMAN 71) banyak membuat para penonton terkagum-kagum. Tarian dengan genre hip-hop ini dipadukan dengan baju berwarna coklat dan bawahan berwarna coklat. Salzeus sendiri menggunakan karakter Pocahontas dalam penampilannya kali ini. Sosok Pocahontas yang kuat dan memiliki kepribadian tegas menginspirasi mereka untuk menerapkan karakter ini. Menurut Anela Riztyawati Xaviera, leader Salzeus, karakter Pocahontas mirip dengan kepribadian timnya yang mempunyai jiwa aktif. “Pocahontas sangat merepresentasikan perempuan yang aktif dan bisa melakukan berbagai hal serta memiliki keberanian,” ucap Anela. Pada awal gerakan, mereka tidak langsung menyuguhkan koreografi yang penuh power. Para anggota Salzeus menunjukkan sisi sisi feminin perempuan. Baru pada pertengahan mereka mengeluarkan sisi powerful. Dengan penuh enerjik, Anela dan tim tampil sedikit boyish sehingga penampilannya sangat mengikuti beat lagu yang cukup cepat. Butuh empat lagu yang diremix untuk dipadukan dengan keseluruhan performance-nya. ”Kami mencoba mengulik gerakan dance dari berbagai sumber sebagai referensi. Mudah-mudahan apa yang sudah kami tampilkan tadi bisa mengantarkan kami masuk best three,”cetus Anela.

Keluarga Besar Atlet basket, William Makin Tampil Lebih Percaya Diri

william-basket

Kapten tim basket putra dari SMAN 71 Jakarta, yang bernama lengkap Anthony William Lalisang atau yang akrab di panggil william merupakan salah satu atlet basket nasional yang berasal dari Klub pokeba Jakarta. Pemuda 16 tahun yang lahir di Jakarta 18 desember 2000 ini, mulai masuk kedunia basket sejak ia duduk di bangku kelas empat sekolah dasar. Anak dari bapak Yohanes dan ibu Karin Lalisang, William Mewarisi darah basket dari ibunya, Ibunya Karin Lalisang merupakan mantan atlet basket nasional. “Paman, kakek dan ibu saya seorang atlet, paman mantan atlet basket nasional, kakek mantan atlet tenis nasional sedangkan ibu mantan atlet basket juga,”ujar william. kemarin (26/8) di ajang Honda DBL West Java Series Jakarta, selain sukses membawa timnya menjadi runner up di ajang DBL series 2017, William juga berhasil menyabet nominasi kategori pemain terbaik di DBL Jakarta tahun ini. “Saya tidak menyangka, karena memang tidak ada target kesitu. Saya sama pelatih hanya ingin kasih yang terbaik dan menang setiap game. Karena bermain lepas ngga ada beban Tuhan kasih bonus juga ke saya selain masuk final mendapatkan gelar pemain terbaik,” lanjut william. Kejuaraan yang pernah di ikuti William dan berhasil membuahkan prestasi antara lain: 1. Kejurnas u14 2014 (emas) 2. Kejurnas u16 (emas) 3. Popwil 2016 (emas) 4. Asean school games 2017 (peringkat ke – 4 Runner up and first team dbl Jakarta series 2016) Terakhir, kemarin ia mendapatkan predikat pemain terbaik di DBL 2017, dengan torehan yang ia dapatkan sampai saat ini. Bukan tidak mungkin ia akan terus menciptakan prestasi yang lainya. Mungkin juga akan di boyong ke timnas senior basketball untuk mewakili Indonesia berlaga di tingkat internasional.(mrd/adt)