Takluk Atas Uzbekistan, Tim U-20 Indonesia Terus Berproses

Tim U-20 Indonesia Akui Keunggulan Thailand

Tim U-20 Indonesia harus mengakui keunggulan Uzbekistan dengan skor 2-3 pada laga uji coba internasional di Stadion Madya, Jakarta, Selasa (30/1). Garuda Nusantara sebenarnya menampilkan variasi permainan yang baik pada laga ini. Namun, hasil belum berpihak. Sebelumnya, mereka juga kalah 1-2 dari Thailand pada laga uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (26/1) lalu. Dua gol Indonesia dicetak oleh Muhammad Kafiatur menit ke-32′ dan Arlyansyah Abdulmanan menit ke-74′. Seusai laga, pelatih tim U-20 Indonesia, Indra Sjafri, mengatakan bahwa dua uji coba internasional ini sangat bermanfaat bagi tim dan dirinya menjadi tahu sejauh mana perkembangan anak asuhnya. “Dua laga uji coba internasional ini (lawan Thailand dan Uzbekistan), kami sudah mencoba 27 pemain untuk dimainkan. Dari 30 pemain yang ada, lebih kurang baru 17 pemain yang bisa jadi bagian skuad U-20,” kata Indra Sjafri. “Kami juga melihat dia dua laga uji coba ini terkait fokus pemain di akhir babak. Terus tadi gol kedua dari Uzbekistan karena tidak adanya mungkin koordinasi dan komunikasi, dan orang yang melakukan umpan silang, tapi bola masuk ke gawang, jadi hal-hal kecil seperti itu,” tambahnya. Meski begitu, Indra Sjafri memastikan anak asuhnya akan terus berproses untuk lebih baik. Pelatih berusia 60 tahun itu mengatakan, proses untuk mematangkan tim muda memang butuh waktu. “Dan ya mungkin tim ini baru berproses, dan saya bisa pastikan tim ini akan lebih baik dari waktu ke waktu, dan tim muda memang butuh proses dan waktu, kecuali tim-tim yang usia 23 tahun, kalau U-20 ini labil, oleh sebab itu saya dan tim pelatih sangat berhati-hati mencoret dan memilih mereka,” jelas pelatih yang sukses membawa Indonesia juara Piala AFF U-19 2013, Piala AFF U-22 2019, dan emas SEA Games 2023. Dalam waktu dekat, Garuda Nusantara akan kembali kedatangan pemain baru. Beberapa pemain akan dijaring dari Piala Soeratin, Elite Pro Academy, dan pemain-pemain diaspora. “Satu kita lagi mengirim pelatih ke Surabaya untuk melihat semifinal Soeratin Cup dan lagi mengikuti turnamen EPA (Elit Pro Academy). Setelah itu kita lagi menginventarisasi pemain kita yang main di luar negeri. Jadi ada beberapa pemain yang sekarang kelahiran 2005 yang main di luar negeri dan kita sudah berkomunikasi dengan mereka,” jelas Indra. “Nanti di FIFA Matchday bulam Maret kita akan melakukan TC lagi dan saat ini tim akan berlanjut melakukan pemusatan latihan sampai 10 Februari untuk nanti memastikan ada satu atau dua laga uji coba lagi,” pungkasnya. Tim U-20 Indonesia diproyeksikan berlaga di Piala AFF U-19 2024 dan Kualifikasi Piala Asia U-20 2025. Selain itu berharap lolos ke Piala Dunia U-20 2025 di Chile. Sumber: PSSI

72 Tahun Yuso Yogyakarta, Fokus Bina Atlet Voli Muda

72 Tahun Yuso Yogyakarta, Fokus Bina Atlet Voli Muda

Klub Persatuan Bola Voli Yuana Sarana Olahraga (PBV Yuso) Yogyakarta memperingati hari ulang tahun ke-72. Angka ini membuat klub asal Bumi Mataram itu menjadi yang tertua di Indonesia. Yuso Yogyakarta telah berdiri sejak 1952, bahkan sebelum federasi bola voli Indonesia, PBVSI terbentuk. Sayangnya, belakangan ini prestasi Yuso sedang kurang baik. Misalnya musim lalu mereka harus terdegradasi ke Divisi 1 dari Divisi Utama Livoli. Belum lagi, Yuso Yogyakarta masih absen dalam gelaran Proliga sejak terakhir kalinya pada 2012 atau satu dekade lalu. Keikutsertaan mereka sejatinya menjadi representasi Yogyakarta, sehingga saat absen tidak ada lagi wakil Mataram yang berlaga di ajang itu. Dana pembinaan menjadi salah satu sebab kendala prestasi voli di Yogyakarta sulit bersaing di kancah nasional belakangan ini. Adapun pemain DIY yang berhasil mentas di nasional maupun internasional hanya segelintir. Untuk itu, Ketua Umum PBV Yuso, Wijihastuti mengatakan, dalam waktu dekat mereka ingin serius dalam pengemabangan pembinaan pemain muda. Satu upaya yang akan dilakukan adalah menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional U-17. Rencananya agenda itu bakal dihelat pada 22-30 Juni 2024, dengan target peserta sebanyak 70 klub. Venue yang akan digunakan adalah GOR Among Raga dan GOR Lembah UGM. “Kami menargetkan tim putra-putri (Yuso) masuk final pada kejuaraan tersebut. Untuk itu kami akan persiapkan dengan serius, apalagi sebelumnya tim Yuso U-17 mampu meraih juara 3. Oleh karena itu kami targetkan tahun ini bisa lebih baik atau minimal sama dengan raihan tahun sebelumnya,” kata Wijihastuti, Minggu (28/1/2024). Yuso punya target tinggi di Livoli musim depan. Setelah promosi kembali ke Divisi Utama, mereka menargetkan untuk menjadi finalis hingga meraih gelar juara. Mereka tak ingin masa-masa kelam terdegradasi ke Divisi 1 kembali terulang pada musim depan. “Rencana Livoli akan dimulai Oktober nanti. Alhamdulillah tim putra dan putri kami semuanya sudah masuk di Divisi Utama. Kami punya target untuk jadi finalis di ajang itu,” kata Wijihastuti. Belum lama ini, Yuso juga ditawari untuk kembali tampil di ajang Proliga yang akan digelar April 2024 mendatang. Namun Wijihastuti tegas menolaknya sebab masih ingin fokus dalam pembinaan pemain muda di Livoli. “Kami akan konsentrasi dulu di Divisi Utama mengingat baru saja kembali. Apalagi di sana juga cukup berat untuk bertahan. Dari dulu target kami kan selalu masuk Divisi Utama,” ucapnya. Pada ulang tahunnya ke-72, Yuso melakukan melakukan pergantian antarwaktu (PAW) terhadap sejumlah pengurus periode 2021-2025. Tujuannya tentu untuk penyegaran di tubuh kepengurusan. “Karena pendiri kami sudah membuat landasan yang sangat kuat yakni gotong royong. Jadi Yuso selalu berawal dari kesederhanaan dan gotong royong dari kita untuk kita. Kami ingin pergantian ini jadi titik agar Yuso lebih baik depannya,” ucapnya. Sumber: Liputan 6

Indra Sjafri Akan Rotasi Pemain Lawan Uzbekistan

Indra Sjafri Akan Rotasi Pemain Lawan Uzbekistan

Pelatih tim U-20 Indonesia, Indra Sjafri, akan melakukan rotasi saat menghadapi Uzbekistan dalam laga uji coba internasional di Stadion Madya, Jakarta, Selasa (30/1). Sebelumnya, saat laga melawan Thailand pada 26 Januari, Indra Sjafri melakukan delapan pergantian pemain. Indra memang menegaskan kalau uji coba kontra Thailand dan Uzbekistan ini sebagai momen untuk mencoba para pemain. Total, Garuda Nusantara saat iki berkekuatan 30 pemain. Namun, saat melawan Thailand, hanya 23 pemain yang masuk skuad. “Pasti (akan melakukan rotasi). Kan sudah saya sampaikan, ini adalah pertandingan untuk mencoba pemain. Oleh sebab itu, sama degan kemarin (saat melawan Thailand), kami memainkan pemain yang berbeda di babak pertama dan babak kedua,” kata Indra Sjafri. Karena itu, hasil akhir bukan tujuan dari uji coba ini. Indra Sjafri mengatakan uji coba melawan Thailand dan Uzbekistan merupakan bagian dari proses pembentukan tim U-20 Indonesia untuk Piala AFF U-19 2024 dan Kualifikasi Piala Asia U-20 2025. Tim ini juga diproyeksikan untuk target jangka panjang lainnya. Yakni, lolos ke putaran final Piala Dunia U-20 2025 di Chile. “Kami memastikan siapa sih sebenarnya pemain-pemain yang kualitasnya kita inginkan dan masuk ke dalam kualifikasi kita,” ujar Indra Sjafri. “Dari parameter tes yang kita lakukan sebelumnya dan dari dua kali uji coba ini termasuk beberapa kali internal game menjadi catatan kita nanti untuk di akhir bulan ini kita akan melakukan evaluasi, siapa yang lanjut dan siapa yang akan dipanggil,” tukasnya. Sumber: PSSI

Babak 16 Besar Putaran Nasional Piala Soeratin U-13 Berakhir

Babak 16 Besar Putaran Nasional Piala Soeratin U-13 Berakhir

Putaran nasional Piala Soeratin U-13 telah menuntaskan laga-laga babak 16 besar. Tim-tim yang lolos dari pertempuran di Lapangan Garudayaksa 1 dan 2, Setu, Kabupaten Bekasi, Minggu (28/1) berhak melaju ke babak 8 besar. Di hari pertama, Sabtu (27/1) babak 16 besar, lolos tim-tim seperti D.I Yogyakarta, Jawa Barat, Sumatera Utara dan Jawa Timur. Kemudian satu hari setelahnya, giliran DKI Jakarta, Banten, Kalimantan Timur dan Papua yang menemani mereka di babak 8 besar. Papua mencetak gol terbanyak di babak 16. Tim paling ujung timur Indonesia itu, sukses membungkam Bangka Belitung dengan skor bombastis 8-0. Skor serupa juga pernah terjadi saat perlawanan antara DKI Jakarta dan Jambi di babak penyisihan grup, yang dimenangkan oleh DKI Jakarta. Keduanya merupakan skor terbanyak sejauh ini selama gelaran berlangsung. Babak 8 besar akan berlangsung di tempat yang sama, yakni Lapangan 1 dan 2 Garudayaksa Football Academy, Setu, Kabupaten Bekasi, Selasa (30/1). Berikut Jadwal Laga 8 Besar Putaran Nasional Piala Soeratin U-13, Selasa, 30 Januari 2024: Pukul 08.00 WIB D.I Yogyakarta vs DKI Jakarta, di Lapangan Garudayaksa Football Academi 1 Jawa Barat vs Banten, di Lapangan Garudayaksa Football Academy 2 Pukul 14.00 WIB Sumatera Utara vs Kalimantan Timur, di Lapangan Garudayaksa Football Academy 1 Jawa Timur vs Papua, di Lapangan Garudayaksa Football Academy 2 Sumber: PSSI

2023 Jadi Tahun Penting untuk Kealton Santoso

2023 Jadi Tahun Penting untuk Kealton Santoso

Atlet equestrian Indonesia, Kealton Santoso, menatap 2023 dengan penuh optimistis. Tahun ini akan menjadi penting bagi Kealton. Ada beberapa kejuaraan penting yang ingin dilalui Kealton dengan prestasi. Target utama dari atlet muda ini tak lain adalah Pra-Pon 2023 dan PON 2024. “2023 akan penuh dengan lomba. Ini akan menjadi persiapan saya buat Pra PON dan PON 2024,” ujar Kealton. Secara prestasi, Kealton pernah naik podium tertinggi pada Equestrian Champions League 2020. Target utama Kealton saat ini adalah memerbaiki pencapaiannya di nomor jumping. “Jadi saya di Jumping Junior, target tahun ini bisa masuk (ranking) 110 lah,” tutur atlet 16 tahun tersebut. Tidak hanya mempersiapkan diri untuk tampil di Pra-PON dan PON saja, Kealton juga mengakui merencanakan untuk melanjutkan pendidikannya tahun ini. “2023 ini saya mau fokus kuliah, apalagi tahun 2023 ini tahun terakhir saya di SMA,” ungkap Kealton.

Lewati Boaz, Marselino Pencetak Gol Termuda Timnas di Piala AFF

Lewati Boaz, Marselino Pencetak Gol Termuda Timnas di Piala AFF

Gol Marselino Ferdinan ke gawang Filipina menjadikannya sebagai pencetak gol termuda Timnas Indonesia di Piala AFF. Sebelumnya rekor itu dipegang Boaz Solossa. Marselino mencetak sebiji gol dalam kemenangan 2-1 Timnas Indonesia atas Filipina di Stadion Rizal Memorial, Manila, Senin (3/1/2022). Pemain Persebaya Surabaya itu melakukan passing 1-2 sentuhan dengan Saddil Ramdani sebelum melepaskan tembakan yang bersarang di gawang Filipina. Total football performed by The Garuda for their second of the night 🇮🇩 𝗙𝗼𝗹𝗹𝗼𝘄 𝗟𝗜𝗩𝗘: https://t.co/LEJANHpjNL#AFFMitsubishiElectricCup2022 | #BeTheGameChanger | #PHIvIDN pic.twitter.com/N8B1GudKEY — ASEAN United FC (@aseanutdfc) January 2, 2023 Jika menilik tanggal kelahiran Marselino, maka gol itu dicetaknya di usia 18 tahun, 3 bulan, 24 hari. Ia lahir pada 9 September 2004. Catatan itu membuat Marselino melampaui rekor Boaz sebagai pencetak gol termuda Timnas Indonesia di Piala AFF. Boaz juga mencetak gol di usia 18 tahun pada Piala Tiger 2004 (nama lama Piala AFF). Boaz mencetak gol pertamanya buat Timnas Indonesia di ajang itu saat menghadapi Laos, 7 Desember 2004. Itu berarti golnya dicetak di usia 18 tahun, 8 bulan, dan 22 hari. Bochi, sapaannya, lahir pada 16 Maret 1986. Totalnya Boaz mencetak empat gol di Piala Tiger 2004. Dua gol lain dicetak ke gawang Vietnam dan Malaysia. Kini rekor gol termuda yang dipegang Boaz diambil alih Marselino. Sebuah rekor yang akhirnya pecah dalam tempo 18 tahun dan 26 hari. Saat Boaz mencetak rekor itu, Marselino belum genap berusia tiga bulan. Gol Boaz ke gawang Laos terjadi saat Marselino berusia 2 bulan dan 28 hari. Terlepas dari selebrasi Marselino, kemenangan atas Filipina mengantarkan timnas Indonesia ke semifinal Piala AFF 2022. Skuad Garuda lolos sebagai runner-up Grup A setelah mengumpulkan 10 poin dari empat pertandingan. Poin Indonesia di klasemen akhir Grup A sama dengan milik Thailand, yang menjadi juara grup. Namun, posisi Indonesia (+9) di bawah Thailand (+11) karena kalah selisih gol. Di semifinal Piala AFF 2022, timnas Indonesia akan menghadapi juara Grup B Piala AFF 2022 Vietnam. Menurut jadwal semifinal Piala AFF 2022, leg pertama Indonesia vs Vietnam akan digelar pada Jumat (6/1/2023). Indonesia jadi tuan rumah lebih dulu. Kemudian, Vietnam gantian menjamu Indonesia pada leg kedua, Senin (3/1/2023).

Kembangkan Pemain Muda, Perbasi Bakal Gelar Indonesia Development League di 2023

Kembangkan Pemain Muda, Perbasi Bakal Gelar Indonesia Development League di 2023

Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) bakal memberikan wadah untuk pebasket muda sebelum menjejaki karier profesional berupa kompetisi bertajuk Indonesia Development League. Ketua Umum PP Perbasi, Danny Kosasih, mengatakan rencananya kompetisi untuk pebasket 18-23 tahun ini akan bergulir di tiga wilayah di Jawa yakni bagian Timur, Tengah, dan Barat. Pelaksanaan bergulir sekitar tiga bulan mulai pertengahan April nanti. Tujuan , kata Danny, tak lain memberikan jam terbang dan pengalaman untuk pemain muda sehingga lebih matang ketika berkompetisi di level profesional. “Sebelum berkompetisi profesional misalkan IBL (Liga Bola Basket Indonesia) pemain ini sudah bagus. Jadi IBL nantinya bukan menjadi ajang mencari pengalaman,” kata Danny dalam acara Media Gathering di Best Western, Senayan, Jakarta, Rabu (4/1/2023). Dia mengungkapkan pada kompetisi kelompok usia 15-18 tahun, Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara kuat dalam cabang olahraga basket. Namun di usia lebih dari 18 tahun, skuad Merah-Putih belum mampu berbicara banyak di kompetisi internasional. “Ada kekosongan di usia setelah 18 tahun ini. Memang ada Liga Mahasiswa, tapi menurut kami masih kurang. Kami ingin memberikan lebih banyak game kepada pemain muda,” ujarnya. Perbasi berharap pada edisi pertama minimal ada delapan tim yang bersaing. Sehingga setiap tim bisa bertanding tujuh kali di setiap wilayah. “Sehingga ada 21 laga di tiga wilayah. Ditambah laga semifinal dan final. Secara keseluruhan para pemain bisa bermain 24-25 pertandingan,” ujar Danny menambahkan. Tidak menutup kemungkinan, lanjut Danny, suatu saat ajang tersebut lebih banyak menggaet tim, sehingga pebasket muda juga lebih banyak mendapat jam terbang. Danny mengambil contoh Tiongkok yang menerapkan seorang atlet harus bermain minimal 80 pertandingan setiap tahunnya, sebelum masuk ke profesional. Sementara itu di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum I PP Perbasi, George Fernando Dendeng, mengatakan setiap klub baik amatir maupun klub IBL yang memiliki pemain usia 18-23 diperkenankan mengikuti kompetisi antar-klub usia muda tersebut. Perbasi juga telah menjalin komunikasi dengan pihak IBL agar nantinya pemilihan rookie di IBL adalah mereka yang sebelumnya bersaing di Indonesia Development League. “Ada banyak hal yang baik dengan adanya gelaran ini. Dari segi perwasitan menjadi bagus, pemain dapat banyak pengalaman, dan pelatih juga bisa mendapatkan atlet potensial,” kata George.

Atlet Muda Ini Rela Pindah ke Jakarta agar Lebih Sering Ikut Kompetisi Equestrian

Atlet Muda Ini Rela Pindah ke Jakarta agar Lebih Sering Ikut Kompetisi Equestrian

Atlet berkuda (equestrian) muda Indonesia, Victoria Lee, yang berasal dari Surabaya, memutuskan untuk pindah ke Jakarta agar lebih sering mengikuti kompetisi. Victoria juga mengatakan, selama di Surabaya, dirinya merasa kurang dekat dengan tunggangannya karena harus tinggal berjauhan dan intensitas pertemuan yang sedikit, serta rutinitas waktu latihan yang tidak banyak. Selain itu, dia juga menambahkan, kalau di Surabaya sangat minim kompetisi. “Aku kelas 3 SMP dari Surabaya. Nanti aku mau pindah ke Jakarta untuk fokus berkuda. (Nomor) dressage yang ambil, itu tunggang serasi,” ujarnya saat ditemui wartawan di Jakarta International Equestrian Park, Pulomas, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. “Dari dulu ingin pindah ke Jakarta. Di Jakarta lebih banyak peluang, dan kejuaraan. Kalau di Surabaya kurang banyak lomba,” sambungnya. Sosok yang karib disapa Vicky itu merupakan atlet equestrian fokus pada nomor tunggang serasi (dressage). Makanya, dia harus menjalani pendekatan secara aktif dengan kuda miliknya, yang dinamai Totilas itu, agar performanya dapat meningkat saat mengikuti kejuaraan pada nantinya. “Pertamanya aku tahu cuma nomor jumping dan lama-lama suka dressage. Lalu, serius jadi atlet total sudah 2 tahun,” ungkap Vicky. “Tadinya cuma main seru-serusn, karena sama hewan dapat adrenalin rush. Kuda itu ada mood-nya,” lanjutnya. “Buat bonding kalau sehabis latihan aku kasih makan, dan aku mandiin,” ungkapnya. “Kudanya namanya Totilas, sudah enam bulan aku sama Totilas, aku Totilas sudah ikut 2 kompetisi, yang pertama di Depok, yang kedua di JIEP, dengan latihan yang mepet aku cuma dapat peringkat keempat di Depok,” jelasnya. Lebih lanjut, Vicky mengatakan bahwa dirinya mendapatkan dukungan penuh dari kedua orang tuanya atas pilihannya fokus berkarier sebagai atlet equestrian. “Orang tua enggak memaksa jadi atlet, tapi kalau masa depan mau jadi atlet tidak apa-apa, apalagi hingga menjadi atlet profesional,” ucap Vicky. “Orang tua sempat lihat hanya hobi saja. Saat aku serius mereka support. Terus aku dibeliin kuda, karena sebelumnya hanya riding school. Aku bakal membuktikan ke orang tua, aku lebih serius latihannya, dan menjaga kudanya,” ujar dara berusia 14 tahun tersebut.

Pemain Indonesia Curi Perhatian Dalam Tic Tac Cup 2022 Barcelona

Pemain Indonesia curi perhatian dalam Tic Tac Cup 2022 Barcelona

Para pemain sepakbola U-12 yang tergabung dalam NYXS Dream Team Indonesia mencuri perhatian sejumlah pelatih tim lain dan pemandu bakat terutama saat menahan tuan rumah 2-2 dalam turnamen usia muda Tic Tac Cup 2022 di Barcelona, Spanyol. “Kami selama di sana, ditanya-tanya oleh pelatih-pelatih yang ada di sana. Ini tim dari mana. Mereka impressed dengan penampilan anak-anak karena mereka bermain bagus,” kata Direktur NYXS ASEAN Khairul Asyraf dalam keterangan resmi, Kamis 22 Desember 2022. “Semua melihat kita setelah kita bisa mengawali pertandingan dengan mengalahkan RC Deportivo (4-0) lalu SL Benfica (2-1). Apalagi di game ketiga kita seri lawan Barcelona (2-2). Orang-orang semakin bertanya-tanya,” katanya menambahkan. Tic Tac Cup 2022 berlangsung di Barcelona, 16-18 Desember 2022. Dan NYXS Dream Team Indonesia berkekuatan 12 pemain yakni Zaki Rizwan Al Fajri (Bekasi), Muhammad Fadly Febriansyah (Makassar), Muhammad Al Fathanah (Makassar), Abdeil Muhammad Belva (Bandung), Algifarih (Makassar), Noa Adithya Denis (Bali), Rakata Fauzi Abdillah (Yogyakarta), Joe Gerald Sianturi (Bekasi), Febrian Jovas Nararya (Bandung), Faruq Algifarih (Tangerang), Gazendra Prayata (Jakarta), dan Surya Pringga (Tangerang). Ke-12 pemain ini dinyatakan layak mewakili bendera Indonesia di Tic Tac Cup 2022 setelah mendapatkan rekomendasi dari pemandu bakat pada seri nasional NYXS BLiSPI Cup 2022. Pemandu bakat itu berasal dari domestik dengan melihat langsung pertandingan dan dari Spanyol dengan melihat rekaman pertandingan. Sebelum bertolak ke Barcelona, mereka melakukan persiapan sekitar sembilan hari di Serpong. Siapa sangka persiapan mepet itu tidak mereduksi potensi pemain muda Indonesia memikat pemandu bakat luar negeri. Ini karena mereka mampu melaju ke babak kedua setelah mengemas dua kemenangan dan sekali imbang di fase grup. Di babak kedua kalah atas Espanyol dan menang dari FC Andorra. Juara dari Tic Tac Cup 2022 sendiri adalah UE Cornella. “Ada beberapa klub dan agen yang bertanya-tanya setelah melihat beberapa pemain kita. Juga panitia yang merupakan pemandu bakat dari klub-klub besar. Mereka melihat seperti kapten (Jovas, red) merupakan pemain potensial,” kata Asyraf menegaskan. Karena itu, Asyraf menjamin bahwa ini adalah awal dari sebuah program pembinaan pemain muda di Indonesia. Setelah ini, para pemain rencananya akan tetap dibina. Ada pembicaraan dengan Kemenpora melalui Deputi III Kemenpora Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta. “Dalam pembicaraan itu, kemungkinan anak-anak ini akan diarahkan ke Sekolah Olahraga Ragunan. Yang pasti kita sudah siapkan program untuk anak-anak ini tapi saya belum bisa bicarakan sekarang,” pungkas Asyraf.

Seleknas PBSI 2022: Sang Juara Wujudkan Impian Masuk Pelatnas

Seleknas PBSI 2022: Sang Juara Wujudkan Impian Masuk Pelatnas

Laga-laga menarik tersaji pada partai final Seleksi Nasional PBSI 2022. Para pemain tak hanya bisa bermain optimal di laga puncak, mereka sekaligus mampu mewujudkan impian besar untuk bergabung ke pelatnas yang menjadi kawah candradimuka pembinaan bulutangkis nasional. Pasangan ganda taruna putri Maulida Aprilia Putri/Meisa Rizka Fitria asal klub Jaya Raya Jakarta tampil sebagai juara Seleknas. Di final, unggulan pertama ini sukses mengalahkan Puspa Rosalia Damayanti/Velisha Christina (Djarum Kudus) dengan skor 21-17, 21-19. Bertanding di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (21/12) lalu, Maulida/Meisa tampil solid. Mereka bermain penuh semangat dan lebih ngotot untuk bisa menang demi mewujudkan impian besar bergabung ke pelatnas. “Saya merasa bangga dan senang bisa juara Seleknas. Saya pun awalnya tidak menyangka akan bisa berhasil dan masuk ke pelatnas. Kunci kemenangan kami, bermain konsisten dan nothing to lose. Selalu fokus dan jangan lengah,” tutur Meisa, usai laga. “Alhamdulillah bisa juara sekaligus memberikan kado terbaik untuk orangtua. Impian saya sejak kecil dulu, akhirnya bisa kesampaian juga. Saya kini bisa masuk pelatnas,” ujar Maulida. Untuk ganda taruna putra, Nikolaus Joaquin/Verrell Yustin Mulia dari Djarum Kudus berhasil mengalahkan Alif Fajdary/Yordan Alexander Gunawan (Daihatsu Yonex Sunrise Candra Wijaya Banten) dengan skor 21-10, 21-16. Joaquin/Verrell pun merebut tiket masuk pelatnas. “Puji Tuhan bisa menang dan juara Seleknas. Kunci kemenangan kami adalah bermain dengan strategi tepat dan tidak terburu-buru. Tahun lalu, saya gagal. Kini di kesempatan kedua berhasil dan saya pun masuk pelatnas,” kata Verrell. “Motivasi terbesar saya tampil habis-habisan di Seleknas ini adalah ingin membantu Verrell yang tahun ini adalah kesempatan terakhir dia bisa mengikuti seleknas untuk bergabung ke pelatnas. Saya sendiri dari dulu bermimpi agar bisa masuk pelatnas,” sambung Joaquin. Pada nomor tunggal taruna putra, Jason Christ Alexander dari Djarum Kudus tampil sebagai juara. Dia sukses mengalahkan unggulan pertama, sekaligus juara Kejurnas 2022, Muhammad Halim As Sidiq (Jaya Raya Jakarta), 21-15, 21-15. “Saya main normal saja, justru lawan yang tertekan dan kurang bisa menguasai pertandingan. Lawan juga sepertinya lambat panas. Saya tentu senang dengan kemenangan ini,” kata Jason, yang mengidolakan Anthony Sinisuka Ginting dan Lin Dan ini. Untuk tunggal putri, Chiara Marvella Handoyo asal Djarum Kudus juga berhak lolos ke pelatnas setelah di final menang atas rekan seklubnya, Aura Ihza Aulia dengan skor, 21-15, 21-12. “Senang juga saya bisa juara karena tahun sebelumnya saya tidak lolos seleknas. Dari awal, saya memang ingin masuk pelatnas biar ke depan bisa tampil di level internasional dan mengembangkan kemampuan saya,” kata Chiara. Menyangkut kunci kemenangan atas Aura, pengagum Chen Yu Fei ini menyebut dirinya berinisiatif dengan bermain menyerang lebih dulu. “Saya sih, main dengan pola saya sendiri, yaitu menyerang duluan. Kalau tak tembus, coba bertahan dulu. Ternyata strategi saya berhasil,” tutur Chiara. Verrel Yustin melengkapi kejayaan di Seleknas. Bersama Priskila Venus Elsadai, dia menjuarai ganda campuran. Di laga pamungkas, Verrell/Priskila mengatasi perlawanan rekan seklub di Djarum Kudus, Carlo Syah Gumilar/Aisyah Hanadiya Taisir, 21-19, 19-21, 21-17. “Saya bangga dan puas bisa juara di dua nomor pada Seleknas tahun ini,” ujar Verrell. Secara umum menurut Kabid Binpres PP PBSI Rionny Mainaky, dari hasil Seleknas ini menunjukkan para pemain sudah berjuang hebat. Dari sisi kemampuan individu, ketrampilannya juga sangat menjanjikan. “Saya senang, para pemain sudah menunjukkan kemampuan terbaiknya. Secara kemampuan individu juga sangat potensial. Para juara ini memang kita panggil masuk ke pelatnas,” ujar Rionny. Hasil Final Seleksi Nasional PBSI 2022: Tunggal Taruna Putra: Jason Christ Alexander (Djarum Kudus) vs Muhammad Halim As Sidiq (Jaya Raya Jakarta), 21-15, 21-15. Tunggal Taruna Putri: Chiara Marvella Handoyo (Djarum Kudus) vs Aura Ihza Aulia (Djarum), 21-15, 21-12 Ganda Taruna Putra: Nikolaus Joaquin/Verrel Yustin Mulia (Djarum Kudus) vs Alif Fajdary/Yordan Alexander Gunawan (Daihatsu Yonex Sunrise Candra Wijaya Banten), 21-10, 21-16. Ganda Taruna Putri: Maulida Aprilia Putri/Meisa Rizka Fitria (Jaya Raya Jakarta) vs Puspa Rosalia Damayanti/Velisha Christina (Djarum Kudus), 21-17, 21-19. Ganda Taruna Campuran: Verrell Yustin Mulia/Priskila Venus Elsadai (Djarum Kudus) vs Carlo Syah Gumilar/Aisyah Hanadiya Taisir (Djarum Kudus), 21-19, 19-21, 21-17.

Ivar Jenner Promosi ke Tim Senior FC Utrecht

Ivar Jenner Promosi ke Tim Senior FC Utrecht

Calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia U-20 Ivar Jenner dipromosikan ke tim senior FC Utrecht. Ia memainkan debutnya dalam laga tak resmi. Ivar Jenner naik ke tim utama Utrecht dari Jong Utrecht tiga pemain muda Jong Utrecht lainnya. Tiga pemain lainnya adalah Eliano Reijnders, Rafik El Arguioui, dan Mees Akkerman. Keempat pemain ini diturunkan Utrecht saat beruji coba dengan peserta Eredivisie lainnya yakni FC Groningen. Ivar Jenner masuk pada menit ke-81 untuk menggantikan Tasos Daouvikas. View this post on Instagram A post shared by FC Utrecht (@fc_utrecht) Hanya saja debut Ivar Jenner itu berakhir dengan kurang bahagia. Sebab, Utrecht kalah telak 0-3 dari Groningen di Sportcomplex Zoudenbalch, Jumat (23/12/2022). Saat ini Ivar Jenner sedang dalam proses naturalisasi bersama Justin Hubner. Keduanya sudah pernah datang ke Jakarta dan menyambangi kantor PSSI untuk menjalani serangkaian birokrasi naturalisasi pada akhir Oktober lalu. Kemudian mereka berdua juga disertakan dalam Pemusatan Latihan (TC) Timnas U-20 di Turki pada November. Selain mereka berdua, ada juga Rafael Struick dan Zico Soree yang bergabung ke TC lanjutan Timnas U-20 di Spanyol. Tapi hanya Rafael Struick yang diproses naturalisasinya, sementara Zico Soree dianggap kurang memuaskan dalam pantauan tim pelatih dalam TC di Eropa. Total ada tiga pemain muda yang diproses naturalisasinya yakni Ivar Jenner, Justin Hubner, dan Rafael Struick. Mereka bertiga disiapkan untuk memperkuat Timnas U-20 di Piala Dunia U-20 2023. Pelatih Timnas Indonesia membutuhkan pemain-pemain keturunan berkualitas untuk membantu prestasi Timnas U-20 di Piala Dunia U-20 mendatang.

Sukses Digelar, Kejurkab PBSI Sumedang 2022 Diharapkan Jaring Atlet Bulutangkis Unggulan

Kejurkab PBSI Sumedang 2022 Diharapkan Jaring Atlet Bulutangkis Unggulan

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) mengapresiasi dan berharap Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bulutangkis Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sumedang Tahun 2022, dapat terus dilaksanakan sebagai bagian menjaring calon bibit-bibit atlet unggul timnas bulutangkis Indonesia menuju prestasi dunia. “Pemerintah mengapresiasi serta mendukung dilaksanakannya Kejurkab PBSI Sumedang Tahun 2022 ini,” kata Kepala Bagian Humas Kemenpora RI Indra Jayaatmaja pada acara penutupan Kejurkab PBSI Sumedang 2022 di GOR HWD Cimalaka, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (24/12) petang. Menurutnya, Kejurkab PBSI Sumedang 2022 akan menjadi kawah candradimukannya calon-calon atlet bulutangkis unggul khususnya di Kabupaten Sumedang. “Kejurkab ini sebagai kawah candradimukannya para peserta yang menjadi calon-calon bibit unggul dan calon penerus kesuksesan dan kejayaan bulutangkis Indonesia di masa yang akan datang,” tutur Indra. Selaku Ketua Umum Pengkab PBSI Sumedang, Indra Jayaatmaja, juga berkomitmen untuk terus konsisten melaksanakan kegiatan serupa dimasa-masa yang akan datang. “Kita akan terus menerus melaksanaan kejurkab ini sebagai bagian dari konsistensi kita menjaring bibit-bibit muda bulutangkis nasional. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaraannya kegiatan Kejurkab PBSI Sumedang tahun 2022 ini,” pungkasnya. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Eka Ganjar menyampaikan, kegiatan seperti kejurkab ini harus terus berlanjut setidaknya dua kali dalam setahun sebagai ikhtiar menjaring calon atlet timnas bulutangkis Indonesia. “Kegiatan seperti ini harus terus berlanjut setidaknya setahun dua kali. Jadi dengan dibiasakannya anak-anak kita bertanding akan menguatkan mental dan pengalamannya sedari dini,” kata Eka Ganjar saat menutup Kejurkab PBSI Sumedang tahun 2022 ini. “Selamat kepada para juara, terus berlatih kepada seluruh peserta baik yang juara maupun yang belum juara. Pokoknya terus berlatih meraih mimpi. Harus ada motivasi agar menjadi pemain timnas bulutangkis hingga meraih prestasi tingkat internasional. Dengan bacaan hamdallah Kejurkab PBSI Sumedang 2022 dengan ini resmi ditutup,” paparnya. Kejurkab PBSI Sumedang Tahun 2022 ini merupakan program dari Kepengurusan PBSI Sumedang periode 2020-2024. Pelaksanaan kegiatan ini sendiri dimulai pada tanggal 23 hingga 24 Desember 2022 kemarin di GOR HWD Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Peserta sejumlah 94 atlet yang terdiri dari siswa-siswi SD hingga SMK/SMA di Kabupaten Sumedang dan sekitarnya. Sekolah yang mengikuti Kejurkab ini sebanyak 35 sekolah. Seluruh atlet akan mendapatkan piala, piagam dan uang pembinaan.

Gandeng Kementerian Agama DKI Jakarta, Kompetisi Basket Jr. NBA 3v3 Cetak Atlet Muda Berbakat

Gandeng Kementerian Agama DKI Jakarta, Kompetisi Basket Jr. NBA 3v3 Cetak Atlet Muda Berbakat

Menyambut akhir tahun sekaligus libur sekolah di tahun 2022, National Basketball Association (NBA) melalui Jr. NBA bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) DKI Jakarta dalam mengadakan kompetisi basket 3v3 di sekolah MAN 4 Jakarta Selatan, untuk sekolah binaan kementerian se-Jakarta. Sekitar 1.200 siswa dari lebih dari 100 sekolah di bawah Kemenag dengan tiga kategori usia (U-12, U-15, dan U-17) mengikuti kompetisi tersebut. Jr. NBA, program liga global kompetisi basket remaja untuk anak laki-laki dan perempuan, mengajarkan keterampilan dasar serta nilai-nilai inti pertandingan pada tingkat pemula dalam upaya membantu menumbuhkan dan meningkatkan pengalaman bertanding basket tingkat remaja bagi para pemain, pelatih dan orang tua. Kompetisi sekolah 3v3 ini merupakan kelanjutan dari program pendampingan yang disebut ‘Pelatihan Kurikulum’ yang diinisiasi oleh Kemenag DKI Jakarta dan Jr. NBA pada awal tahun 2022. Kementerian Agama RI mengapresiasi terpilihnya Provinsi DKI Jakarta sebagai pilot project kegiatan ini. Diharapkan kedepannya program ini dapat meraih hasil yang positif dan menjadi contoh bagi Madrasah di Provinsi lain serta dapat menumbuhkan potensi bola basket anak dan menjadikan anak lebih sehat sekaligus berkontribusi memberikan dampak positif bagi anak dan dunia bola basket Madrasah secara keseluruhan. Pada acara ini, Pelatih Jr. NBA, Natália André mengatakan, “Ini adalah kali pertama kami menyelenggarakan kompetisi basket Jr. NBA 3v3 di Indonesia dan kami sangat senang dapat berkontribusi dalam acara yang tak terlupakan ini,“. “Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada perwakilan kementerian atas kesempatan kemitraan yang luar biasa ini. Melalui program ini, kami berharap dapat menginspirasi pemuda setempat untuk menjalani gaya hidup aktif dan sehat, sekaligus mendukung generasi pemain Indonesia selanjutnya.” pungkas Natália André.

Baru Berusia 14 Tahun, Striker AC Milan Ini Sudah Cetak Nyaris 500 Gol

Baru Berusia 14 Tahun, Striker AC Milan Ini Sudah Cetak Nyaris 500 Gol

AC Milan memiliki striker muda dengan rekor gol yang kemungkinan akan membuat Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi minder. Baru berusia 14 tahun, pemain akademi Milan itu sudah mengoleksi nyaris 500 Gol! Francesco Camarda, itulah nama “permata” AC Milan yang jadi salah satu sensasi besar di Italia berkat insting mencetak golnya yang luar biasa. Camarda yang saat ini berusia 14 tahun disebut telah mengoleksi 485 gol dalam 89 pertandingan di level kompetisi remaja. Ia memiliki rasio 5,5 gol per pertandingan. This is 14-year-old Francesco Camarda. Rumoured to have scored 485 goals in 89 games in the AC Milan academy. 😳 He’s been promoted to the Milan u19s & I can see why due to his size he will be able to play already Take a look https://t.co/0FmA7FZLBDpic.twitter.com/Z5gBw1RoxP — TheSecretScout (@TheSecretScout_) December 22, 2022 Berkat penampilan impresifnya, Camarda kerap dimainkan untuk bermain di kelompok usia yang lebih tua. Baru-baru ini, Camarda dipromosikan ke tim Primavera Milan (U19) arahan mantan bek Milan, Ignazio Abate untuk pertandingan persahabatan melawan Solbia. Hebatnya, ia tak canggung dan malah unjuk gigi dengan mengoleksi dua gol. Sciabolata Morbida, seorang pencari bakat di Italia meyakini apabila Camara akan jadi salah satu pemain besar di masa depan. Ia juga menyebut anggota skuat Timnas Italia U-15 itu, “Salah satu striker paling produktif di negara ini (Italia).” Francesco Camarda mulai menunjukkan bakat besarnya sejak usia 8 tahun. Ketika itu, ia bermain untuk Milan untuk kompetisi 2017/2018. Pada musim itu Camarda sukses mengejutkan banyak oang usai mengoleksi 247 gol hanya dalam 40 pertandingan. Ini berarti, ia setidaknya mencetak double hattrick (6 gol) per pertandingan. Pada musim berikutnya, Camarda terus menunjukkan konsistensinya dalam mencetak gol. Di musim 2018/2019, ia mengemas 172 gol dalam 31 laga. Selanjutnya ia mencetak 64 gol dalam 16 pertandingan. Ini artinya, Camarda mengoleksi 483 gol dalam 87 pertandingan selama tiga musim tersebut. Penampilan gemilang yang ditampilkan Francesco Camarda di level junior tentunya diharapkan bisa terus dipertahankannya hingga level senior. “Dari apa yang saya lihat dan baca, dia adalah sosok yang brutal. Seorang striker lengkap dengan mentalitas yang baik. Dia telah melakukan beberapa wawancara dan mengindikasikan bahwa dia mencontoh permainannya [Karim] Benzema,” ujar salah seorang pegiat AC Milan di akun twitternya. “Mungkin saya melebih-lebihkan tetapi, pada usianya, sepertinya dia adalah talenta paling penting di sektor muda Milan dalam waktu yang lama. Dia memiliki perjalanan yang hebat di depannya. Mari berharap untuk perkembangan yang hebat dan sedikit keberuntungan dan kita akan lihat,” lanjut pemilik akun @fxr_acm tersebut. Sebelum kemunculan Francesco Camarda, Milan juga sempat memiliki pemain muda yang sempat membuat viral lewat kemampuan individunya yang luar biasa, yakni Hachim Mastour. Sempat disebut-sebut bakal jadi bintang besar, Mastour gagal mewujudkan ekspektasi banyak kalangan. Ia tak mampu menunjukkan kualitas yang diharapkan sehingga kerap dipinjamkan Milan ke klub lain. Hachim Mastour memang beberapa kali masuk dalam skuat AC Milan, namun ia tak pernah mencatatkan satu pun caps bersama tim utama Rossoneri. Kini, pemain 24 tahun asal Maroko itu bermain untuk klub asal kampung halamannya, Renaissance Zemamra.

Rafael Struick, Calon Pemain Naturalisasi Selanjutnya

Rafael Struick, Calon Pemain Naturalisasi Selanjutnya

Calon pemain naturalisasi yakni Rafael Struick telah tiba di Jakarta pada Kamis (15/12) malam. Rafael Struijk merupakan pemain berdarah Belanda-Indonesia berusia 19 tahun dan bermain di klub ADO Den Haaag, Belanda. Rafael sebelumnya pernah mengikuti pemusatan latihan (TC) tim U-20 Indonesia di Eropa bulan lalu. Bahkan dirinya mencetak gol saat Indonesia melakoni uji coba melawan Slovakia. Kedatangannya Rafael ke Indonesia akan menjalani tes medis dan mengurus kelengkapan dokumen di Tanah Air. Rafael salah satu pemain yang direkomendasikan oleh pelatih Shin Tae-yong untuk diproses naturalisasinya. Selain itu, dua nama lain yakni Justin Hubner dan Ivar Jenner. Rafael Struick menimba ilmu sepak bola di Akademi Forum Sport, kemudian pindah ke RKAVV Leidschendam pada 2020. Namun, ia tidak lama di akademi tersebut, karena Rafael langsung masuk Akademi ADO Den Haag. Kini ia tercatat sebagai pemain senior di tim Liga 2 Belanda itu. Struick pernah main di Keuken Kampioen Divisie dalam dua laga. Namun, Struick kini dipinjamkan ke ADO Den Haag U-21. Bersama ADO U-21, Struick telah mencetak satu gol dan dua assist dari sembilan laga. Ia biasa main sebagai winger kiri, bisa juga jadi winger kanan hingga penyerang utama.

Enzo Fernandez Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2022

Enzo Fernandez Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2022

Enzo Fernandez resmi meraih FIFA Young Player Award Piala Dunia 2022 lambang supremasi untuk pemain muda terbaik sepanjang turnamen. Piala Dunia 2022 sudah rampung digelar dengan memunculkan Argentina sebagai juara. Enzo Fernandez, gelandang berusia 21 tahun, yang juga mentas sebagai starter di final, terpilih menjadi pemain muda terbaik turnamen. Gelandang Benfica itu memang menjadi salah satu pilar andalan pelatih Lionel Scaloni di lini tengah. Pada laga fase grup, Enzo Fernandez memukau dunia via sepakan lengkung yang menjebol gawang Meksiko. Fernandez dikenal sebagai gelandang flamboyan, tetapi juga dibekali determinasi tinggi. Pemuda kelahiran San Martin, Buenos Aires tersebut disebut Lionel Messi sebagai talenta spektakuler. Talenta Fernandez sudah mengundang minat klub-klub mapan Eropa. Liverpool, Man United, sampai Chelsea dikabarkan berminat kepadanya. Visi yang dimiliki Enzo Fernandez sempat membuat sang pemain dibandingkan dengan legenda Perancis, Zinedine Zidane. “Dengan operan dan visinya, dia sedikit mirip Zidane. Enzo baru berusia 21 tahun? Entah itu bohong atau dia seorang jenius,” kata Jose Peseiro, pelatih senior yang malang melintang di Liga Portugal, dikutip The Guardian dari A Bola. Laga final Piala Dunia 2022 Argentina vs Perancis digelar di Stadion Lusail, Doha, Qatar, Minggu (18/12/2022). Argentina menang 4-2 via adu penalti dan berhak mengamankan trofi juara. Pertandingan final Piala Dunia 2022 mesti dituntaskan via adu penalti usai kedua tim berbagi skor imbang 3-3 dalam duel berdurasi 120 menit.

BNI Kejurnas Perorangan Taruna PBSI 2022: DKI Jakarta Juara Umum

BNI Kejurnas Perorangan Taruna PBSI 2022: DKI Jakarta Juara Umum

Provinsi DKI Jakarta mengukuhkan diri tampil sebagai juara umum ajang bulutangkis BNI Kejurnas Perorangan Taruna PBSI 2022. Para pemain asal ibukota ini menunjukkan performa terbaiknya untuk meraih tiga gelar juara. Tiga gelar bagi DKI Jakarta itu dipersembahkan oleh Muhammad Halim As Sidiq di tunggal putra. Tampil di partai final yang mentas di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (17/12), Halim berhasil mengatasi perlawanan Muhammad Fachri Akbar Romadhon dari Jawa Barat dengan skor 20-22, 21-18, 21-7. Lalu, gelar kedua didapat dari nomor ganda putri yang memanggungkan final sesama wakil DKI Jakarta. Ariella Naqiyyah/Rachel Agnesia Sabatini mampu mengalahkan rekan sedaerahnya, Nabila Cahya Permata Ayu/Reva Olivia Damayani, 22-20, 21-17. “Senang sekali bisa jadi juara. Sebelumnya saya dan Rachel kalah dari Nabila/Reva di semifinal pada Sirnas Purwokerto lalu. Kami malah bisa membalasnya di kejurnas,” kata Aril, sapaan akrab Ariella Naqiyyah. “Semoga kemenangan dan gelar juara kejurnas ini menambah semangat kami untuk tampil lebih baik lagi di seleknas nanti. Yang pasti saya senang bisa mengantarkan DKI Jakarta juara umum kejurnas,” tambah Rachel. Gelar ketiga bagi DKI Jakarta direbut pasangan ganda putra Muhammad Fadel Illyasa Duni/Yahya Raska Ananda Suprianto. Pada partai pamungkas, lewat laga seru tiga gim, ganda binaan klub Jaya Raya ini berhasil menggusur Michael Owen/Yuke Gamareza Radjasa (Jawa Tengah), 16-21, 21-12, 21-15. “Senang bisa juara. Saya memang dari awal bertekad untuk bisa juara kejurnas agar bisa mengikuti seleknas. Cita-cita saya memang ingin bergabung ke pelatnas,” ujar Raska, putra dari Bambang Suprianto, mantan pemain nasional. Hasil Final BNI Kejurnas Perorangan Taruna PBSI 2022: Tunggal Putra: Muhammad Halim As Sidiq (DKI Jakarta) vs Muhammad Fachri Akbar Romadhon (Jawa Barat), 20-22, 21-18, 21-7. Tunggal Putri: Wening Arviani Sabrina (Banten) vs Zahra Rahma Kartina (Banten), 25-23, 18-21, 21-19. Ganda Putra: Muhammad Fadel Illyasa Duni/Yahya Raska Ananda Suprianto (DKI Jakarta) vs Michael Owen/Yuke Gamareza Radjasa (Jawa Tengah), 16-21, 21-12, 21-15. Ganda Putri: Ariella Naqiyyah/Rachel Agnesia Sabatini (DKI Jakarta) vs Nabila Cahya Permata Ayu/Reva Olivia Damayani (DKI Jakarta), 22-20, 21-17. Ganda Campuran: Verrell Yustin Mulia/Priskila Venus Elsadai (Jawa Tengah) vs M. Lutfi Khaidar/Gina Karmila (Banten), 21-13, 16-21, 21-14.

Atas Persetujuan FIFA, Pembukaan Piala Dunia U-20 Tahun 2023 Bisa Berlangsung Meriah

Berkenalan Dengan Bacuya, Maskot Piala Dunia U-20 2023

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyampaikan beberapa pesan menarik ketika melakukan pertemuan dengan Presiden FIFA Gianni Infantino di Qatar beberapa waktu lalu. Salah satunya Indonesia akan diberi keleluasaan pembukaan Piala Dunia U-20 tahun 2023 nanti akan berlangsung meriah. Menurut Menpora, Gianni Infantino memberi perhatian khusus untuk Indonesia pada pembukaan Piala Dunia U-20 tahun 2023. Ia pun mencontoh keleluasaan yang diberikan oleh FIFA yakni pembukaan Piala Dunia U-20 nanti bisa dibuat meriah. “Misalnya untuk acara opening Piala Dunia U-20 sendiri biasanya tidak semeriah yang senior tetapi untuk Indonesia karena memang hubungan baik antara bapak Presiden Joko Widodo dengan Presiden FIFA, maka beliau mempersilahkan saat pembukaan nanti bisa dibuat meriah,” kata Menpora Amali secara virtual pada Program Apa Kabar Indonesia Malam TV One, Kamis (22/12) malam. Terkait kesiapan Indonesia dan juga venue-venue yang sudah ditunjuk oleh FIFA. Menurut Menpora Amali sudah dilaporkan ke Presiden FiFA. “Kesiapan Indonesia dan venue sudah saya laporkan kepada Presiden FIFA, dan dia menyambut baik dan memberikan dukungan penuh dengan serius agar Indonesia bisa sukses menjadi tuan rumah,” jelasnya Menurutnya stadion yang akan digunakan untuk pertandingan tetap masih sama yakni enam stadion. “Enam stadion ini adalah Gelora Bung Karno (Jakarta), Si Jalak Harupat (Jawa Barat), Manahan (Solo), Gelora Bung Tomo (Surabaya) , I Wayan Dipta (Bali) dan Jakabaring (Sumsel),” ucapnya. “Jadi sampai hari ini FIFA tetap masih mengagendakan untuk melihat persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2023. Rencana Januari nanti FIFA akan datang lagi,” tutupnya.

Kisah Dua Bersaudara Atlet Fencer Yang Sarat Ambisi

Kisah Dua Bersaudara Atlet Anggar Yang Sarat Ambisi

Olahraga anggar sudah tak asing bagi Putri Faradilah dan Sandy Daffa Faradilah. Mewarisi bakat sang ayah yang merupakan fencer (atlet anggar) profesional era 1980-2000, dua bersaudara ini mulai mendunia. Orang tua merupakan role modele bagi anaknya. Pengalaman Hendra Faradilah melanglang buana ke berbagai penjuru negara, benar-benar memikat hati kedua anaknya. Ketertarikan berawal dari si sulung, Putri Faradilah. “Papa (panggilan Putri ke Hendra) kan pelatih. Awalnya ya iseng lihat, anggar itu bagaimana sih. Akhirnya tertarik, oh ternyata begini ya. Dari coba-coba malah ketagihan sampai sekarang,” ujar dara berusia 17 tahun itu, dikutip dari Jawa Pos Radar Solo. Sebelumnya, siswa kelas XII SMAN 4 Surakarta tersebut lebih tertarik ke dunia renang. Namun dia akhirnya beralih ke anggar saat duduk di bangku kelas I SD. Kini olahraga tersebut sudah menjadi bagian hidup Putri. Putri merupakan sosok yang tak kenal kata menyerah. Bisa dibilang tidak ada hari tanpa berlatih. Mulai dari matahari terbit, dari pukul 06.00-07.30. Dilanjutkan sesi kedua mulai 18.00-19.30. Tidak ada usaha yang mengkhianati hasil. Fencer kelahiran Palembang ini sudah mengantongi banyak prestasi. Mulai dari daerah hingga internasional. Jadi tak usah kaget jika namanya tercatat sebagai wakil dari Indonesia. “Saya bakal bertanding di FIE Junior World Cup: Men’ and Women’s Foil, Individual, and Teams di Bangkok, Thailand. Tentu saya akan mempersiapkan diri. Terutama di fisik,” bebernya. Ini bukan kejuaraan dunia pertama bagi Putri. Sebelumnya putri dari Dessy Arisandy ini pernah terbang ke Negeri Jiran. Dan berhasil meraih juara II Beregu Sabel Putri SEAFF Malaysia 2017. Dara manis tersebut optimistis bisa tampil maksimal plus membanggakan Indonesia di Negeri Gajah Putih. Tak sendiri, Putri berangkat bersama dua atlet lainnya. Salah satunya sang adik, Sandy Daffa Faradilah. “Kalau ini merupakan kejuaraan dunia pertama bagi saya,” imbuh Sandy. Terpaut empat tahun dengan sang kakak, Sandy juga tak kalah hebat. Fencer kelahiran 30 Mei 2008 ini sudah sering terjun di kejuaraan nasional. Salah satunya di Kejurnas Anggar 2022, dia berhasil menyabet medali emas. Prestasi dua bersaudara ini tidak diraih secara instans. Keduanya intens berlatih bersama sang ayah di rumah. “Sandy itu dulu melihat kakaknya (Putri) berprestasi. Terus dia ingin (ikut anggar). Jadi sering latihan bersama. Meski kakak beradik dan berbeda jenis kelamin, mereka tak mau kalah saat latihan,” cerita sang ayah. Sejak kecil memang sudah tertanam jiwa kompetitif tinggi. Tentunya mereka ingin menang, siapapun lawannya. Hendra pun sering mengingatkan bahwa keduanya merupakan saudara. Jadi kompetisi tidak boleh dibawa ke luar lapangan. “Kadang saya ingatkan kalau mereka itu kakak adik. Mereka juga tak mungkin bertemu, kenapa harus seperti itu (saling berlomba menang). Tapi namanya anak-anak dan atlet, tetap aja tak mau kalah,” jelas Hendra. Sementara itu, Hendra sendiri memulai karirnya sebagai fencer sekitar 1987. Mulai 1988 dia sudah mengikuti kejurnas berlanjut PON. Terakhir mengikuti Sea Games di Manila tahun 2005. “Prestasi yang belum pernah saya ikuti itu olimpiade. Jadi saya ingin anak atau anak didik saya bisa mencapai level tersebut,” kata Hendra. Soal kejuaraan di Bangkok yang bakal berlangsung 16-18 Desember ini, Hendra terus mendorong mental plus strategi bagi kedua anaknya. Targetnya tak muluk-muluk, yakni lulus di sesi gugur. Sebab, lawannya bukan ecek-ecek. Peta kekuatan yang dominan di pegang oleh tim Eropa. Seperti Perancis, Italia, dan Amerika Serikat. “Mereka ranking 1-10 besar dunia. Kalau kami masih awal, apalagi dua tahun ini puasa kompetisi level internasional (imbas Covid-19). Sehingga kami harus merangkak dari bawah dulu,” beber pria yang menjabat sebagai kepala bidang pembinaan prestasi Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) Kota Solo.

430 Petenis Junior Ikuti Turnamen FIKS Tennis Open

430 Petenis Junior Ikuti Turnamen FIKS Tennis Open

Sekitar 430 peserta mengikuti 60 thn FIKS Tennis Open 2022 The Oldest National Junior Turnament, yang berlangsung di Lap Tenis Indoor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Jln Setiabudhi Bandung, Sabtu 17 Desember 2022. Ketua FIKS Bandung Dra. Meiska H. Wigun menuturkan kalau gelaran kejuaraan tenis FIKS tahun ini terasa lebih spesial, mengingat tahun ini usia FIKS telah mencapai 60 tahun. “Menghasilkan atlet tenis terbaik merupakan salah satu tujuan mulia dari Sekolah Tenis FIKS, dan tahun ini 430 peserta siap bertanding dengan performa terbaiknya di Bandung,” ungkap Meiska seusai pembukaan kenjuaraan. Meiska juga mengatakan, kejuaraan ini diikuti para petenis dari seluruh Indonesia, yang memang sudah menunggu kejuaraan ini. “Dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Lampung, Pekanbaru, Bangka Belitung, Bali, Banjarmasin, Palu, Balikpapan, Palembang, Banjarnegara, dan Makassar, ikut serta dalam kejuaraan kali ini dan memang kejuaraan FIKS selalu ditunggu,” jelasnya. Kejuaraan sendiri dibuka langsung oleh wakil ketua PP PELTI, Prof. Wikan Sakarinto, yang mengaku sangat mengapresiasi kejuaraan FIKS ini bahkan untuk peserta sendiri membludak sehingga pendaftaran ditutup sebelum waktunya. “Kami sangat mengapresiasi kejuaraan ini, dari sini bakat-bakat dan munculnya atlet handal muncul, yang menjadi petenis andalan nasional,” tegasnya. Dalam acara ini, klub tenis FIKS juga memberikan penghargaan kepada 10 pelatih tenis yang telah melahirkan petenis hebat di Indonesia, seperti Deddy Tedjamukti, pelatih dari Angelique Widjaja, yang berhasil menjuarai kategori single di Wimbledon Junior 2001, dan Ryan Tanujoyo, yang berhasil membawa Priska Nugroho menjadi juara Grand Slam Australian Open Junior Double tahun 2020.