Program Garuda Select Angkatan Pertama Sukses Wujudkan Mimpi Pesepakbola Muda Indonesia

Tim Garuda Select kembali ke Indonesia setelah selama lima bulan berlatih di Inggris. (PSSI)

Jakarta- Tim Garuda Select telah kembali ke Tanah Air pada Rabu (15/5). Sebelumnya, mereka berlatih di Inggris selama lima bulan. Selama berada di Negeri Ratu Elizabeth tersebut, sebanyak 24 pemain dipastikan mendapat pengalaman dan kesempatan luar biasa selama periode Januari hingga Mei 2019. Para pemain ini dilatih Dennis Wise sebagai Direktur Program, dan Des Walker sebagai Pelatih Tim. Mereka telah mendapatkan pelatihan dengan standar Eropa, baik di dalam dan di luar lapangan. Program Garuda Select merupakan kerja sama PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) dan SuperSoccer TV. Ratu Tisha Destria, Sekertaris Jenderal (Sekjen) PSSI, mengatakan Garuda Select adalah bagian dari Program Elite Pro Academy (EPA) Klub Liga 1 U-16 dan U-18. Tisha menambahkan bahwa program akselerasi pengembangan usia muda ini adalah langkah menuju target Olimpiade 2024 dan lolos Piala Dunia 2030. Sehingga, jelas Tisha, fokus pada pengembangan pemain, bukan pembentukan tim. “PSSI berterimakasih atas dukungan SuperSoccer TV di program Garuda Select. Setiap tahunnya, 25 Pemain terbaik dari hasil kompetisi EPA U-16 dan U18 mendapatkan beasiswa belajar, berlatih dan bertanding di Inggris selama minimal 5 bulan, tergantung jadwal kompetisi yang ada di Indonesia. Selain itu, pemain mendapatkan kursus kepelatihan FA Level 1 coaching badge,” ujar Tisha, di Jakarta, Jumat (17/5). Sementara itu, Mirwan Suwarso selaku SuperSoccer TV Business Development Director, mengungkapkan bahwa dukungan SuperSoccer TV dalam memberikan liputan menyeluruh bertujuan agar para pencinta sepak bola Tanah Air bisa ikut menyimak dan mengambil pelajaran dari kegiatan tim Garuda Select di Inggris. Tayangan dari program Garuda Select ini terbukti diminati oleh pemirsa SuperSoccer TV melalui hasil streaming yang luar biasa, baik Live Match ataupun liputan dokumenter mingguannya. “Dari 17 laga yang dimainkan selama program, pertandingan puncak melawan Chelsea U-16 meraih jumlah rekor penonton terbesar yang pernah diraih SupeSoccer TV yaitu sebanyak 4.778.982 penonton. Sementara untuk liputan dokumenter berjudul Dream Chasers di SuperSoccer TV, angka tertinggi diraih dari episode 13 yang tayang tanggal 23 April 2019 dan meraih 6.612.942 penonton,” terang Mirwan. “Semua keberhasilan ini merupakan buah dari keseriusan tim SuperSoccer TV dalam memberikan yang terbaik bagi semua program tayangan Garuda Select, mulai dari memberikan tayangan Live Match dengan kualitas tinggi, menghadirkan komentator ternama Paul Dempsey, Lee Hendrie bahkan pengisi suara game FIFA 19 Alan Smith,” lanjut Mirwan. Tahun 2019, Garuda Select dilatih oleh Dennis Wise dan Des Walker. Setelah lima bulan, pemain akan kembali berkompetisi di EPA U-18 dan U-20. Kembali, Tisha menyatakan bahwa ke depannya, 25 pemain terbaik selanjutnya hasil Kompetisi EPA akan dikirim kembali. “Kami harap pada 2024, akan ada 250 pemain yg telah memiliki pengalaman bermain dan berlatih di level sepak bola dunia. 23 pemain dari 250 pemain terbaik. Yang Insha Allah akan mengantarkan Indonesia menuju Olimpiade 2024,” tutup Tisha. (Adt)

Menpora Berharap Olahraga Indonesia Makin Berjaya

Menpora Imam Nahrawi hadir dalam acara buka puasa bersama dengan stakeholder Olahraga, di Wisma Kemenpora Senayan, Jakarta, Jumat (17/5). (Kemenpora)

Jakarta- Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), meminta kepada para pemuda untuk bisa menjadi pemimpin di masa mendatang. Ia juga berharap olahraga Indonesia ke depannya semakin jaya. “Saya mendorong para pemuda kita bisa menjadi pemimpin dimasa mendatang,” ujar Imam disela-sela buka puasa bersama Pemuda dan Stakeholder Olahraga di Wisma Kemenpora Senayan, Jakarta, Jumat (17/5). “Tentu juga masa depan olahraga kita semakin jaya. Semoga di event olahraga kedepannya juga tim Indonesia bisa sukses dan tentunya siap untuk menghadapi tantangan,” lanjutnya. Terlebih, Indonesia saat terus melakukan komunikasi secara intensif dengan IOC (International Olympic Committe) untuk bisa menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Disebutkan Imam, bahwa Indonesia serius untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. “Indonesia serius untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 karena Wakil Presiden Jusuf Kalla saat ini sedang berada di Swiss. Semoga Indonesia bisa menjadi tuan rumah Olimpiade 2032,” tegas menteri yang hobi bermain bulutangkis itu. Diketahui, Wapres Jusuf Kalla (JK) menghadiri sekaligus menjadi pembicara pada Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2019, di Jenewa, Swiss. Selama berada di Swiss, Wapres JK menyempatkan diri bertemu dengan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach, di Markas IOC, Laussane, Swiss, Rabu (15/5) waktu setempat. (Adt)

Tampil All-Out, Gloria Emanuelle Optimis Ganda Campuran Atasi Inggris dan Denmark

Gloria Emanuelle Widjaja optimis ganda campuran Indonesia mampu mengatasi wakil Inggris dan Denmark di Piala Sudirman 2019. (Dok. Humas PBSI)

Nanning- Tim Piala Sudirman Indonesia sudah tiba di Nanning, China, pada Rabu (15/5) malam. Skuat Garuda akan berhadapan dengan dua negara Eropa di babak penyisihan grup B Piala Sudirman 2019 yakni Inggris dan Denmark. Penyisihan berlangsung pada Minggu (19/5), dan dimulai dengan laga Indonesia melawan Inggris. Gloria Emanuelle Widjaja, pemain spesialis ganda campuran, mengaku optimis tim ganda campuran mampu mengatasi wakil Inggris dan Denmark. Pasukan Pelatnas PBSI Cipayung membawa tiga wakil ganda campuran yaitu Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, dan Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow. Sedangkan Inggris juga membawa tiga pasangan ganda campuran yaitu Chris Adcock/Gabrielle Adcock, Marcus Ellis/Lauren Smith dan Ben Lane/Jessica Pugh. Berdasarkan catatan, Hafiz/Gloria punya rekor imbang 1-1 melawan Duo Adcock, unggul 1-0 atas Lane/Pugh serta belum pernah bertemu dengan Ellis/Smith. Sementara tim Denmark diperkuat pasangan Niclas Nohr/Sara Thygesen. Kendati begitu, hingga hari ini, dalam daftar pemain Denmark tidak ada nama pasangan Mathias Bay-Smidt/Rike Soby yang merupakan Juara Swiss Open 2019. Namun nama Soby masuk di tim inti, begitu pula Mathias Christiansen yang sebelumnya berpasangan dengan Christinna Pedersen yang telah gantung raket. “Kami sudah pernah ketemu Adcock/Adcock, pernah menang dan pernah kalah. Kalau wakil Denmark, kami belum pernah ketemu. Pasangan Eropa kurang lebih sama tipe permainannya, yang penting itu kami di lapangan. Saya optimis tim ganda campuran bisa mengatasi Inggris dan Denmark,” ujar Gloria mengomentari laga penyisihan. Disisi lain, jelang keberangkatan ke Negeri Tirai Bambu, Hafiz/Gloria tak punya banyak waktu untuk melakukan persiapan karena baru saja kembali dari New Zealand Open 2019. “Persiapan kami cuma sekitar tujuh hari saja. Mau nggak mau, kami di tim ganda campuran mencoba untuk total dalam sisa hari persiapan itu, yang paling penting kami harus all-out di lapangan,” lanjutnya. “Persiapan khusus memang ada, kalau saya pribadi, masih terus program penguatan tangan, baik itu untuk menyerang atau defense dan koreksi kekurangan di pertandingan-pertandingan sebelumnya. Di turnamen-turnamen sebelumnya itu ada evaluasinya, sehingga dari evaluasi itu yang saya tingkatkan lagi, pelajari lagi selama latihan,” tambah Gloria. Diketahui, capaian yang diraih Hafiz/Gloria di beberapa turnamen belakangan membuat rasa percaya diri mereka meningkat. Di German Open 2019, Hafiz/Gloria finis sebagai runner up. Pasangan rangking enam dunia ini juga menjadi semifinalis di India Open 2019, Singapore Open 2019, serta New Zealand Open 2019. “Hasil yang didapat tim ganda campuran di beberapa turnamen terakhir mungkin jadi pertimbangan kalau ganda campuran juga bisa dijadikan andalan dapat poin. Memang hasilnya lumayan, nggak terlalu timpang dengan yang lain, jadi rasa percaya diri kami meningkat. Kami punya kans juga untuk sumbang poin. Kalau pede itu harus dong, pelatih kami (Richard Mainaky) juga sudah punya analisis, siapa yang kira-kira akan turun dan bagaimana cara menghadapi lawan,” cetus pemain binaan PB Djarum Kudus itu. “Jujur, saya yakin tim Indonesia bisa juara grup. Kalau ada yang bilang ada peluang juara, amien. Mohon doanya supaya kami bisa dapat hasil terbaik. Walaupun saingan kami berat-berat seperti China dan Jepang, namun tidak ada yang tidak mungkin selagi kita berusaha dan timnya solid,” tukas pemain berusia 25 tahun itu. (Adt)

Siapkan 16 Atlet Pelatnas, PP Pelti Bidik Dua Emas di SEA Games 2019

PP Pelti optmis Aldila Sutjiadi Cs bisa meraih dua medali emas di SEA Games 2019, Filipina, November mendatang. (Adt/NYSN)

Jakarta- Menghadapi SEA Games 2019, Filipina, November mendatang, Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) sangat optimis. Induk organisasi olahraga di bawah pimpinan Rildo Ananda Anwar itu yakin Aldila Sutjiadi dan kawan-kawan mampu membawa pulang medali emas di ajang multievent olahraga dua tahunan tersebut. “Kami menargetkan bisa meraih dua medali emas di SEA Games mendatang. Dua emas itu diharapkan berasal dari pasangan ganda campuran (Christopher Rungkat/Aldila Sutjiadi) dan ganda putri (Beatrice Gumulya/Jessy Rompies),” ujar Rildo, di Stadion Tenis Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Rabu (15/5). Target dua emas yang dibebankan kepada skuat tenis Indonesia itu, bukan tanpa alasan. Di ajang Asian Games 2018, duet Christopher Rungkat/Aldila Sutjiadi sukses mempersembahkan medali bagi kontingen Merah Putih. Lebih lanjut, Rildo menjelaskan saat ini pihaknya sudah memanggil 16 atlet untuk melakukan Pelatnas (pemusatan latihan nasional), dimana salah satunya adalah petenis junior Priska Madelyn Nugroho. “Kami sudah memanggil 16 atlet yang terdiri dari 8 putra dan 8 putri. Pada 20 Mei nanti, mereka sudah mulai berlatih di Wisma Sanitia Pejompongan, Jakarta,” tambah Rildo. Terkait pemilihan lokasi Pelatnas di luar kawasan GBK, Rildo menyebut bila hal tersebut dilakukan karena dinilai lebih efisien. “Di Pejompongan itu ada dua lapangan tenis baru yang bisa digunakan. Tidak hanya itu saja, disana juga sudah tersedia tempat penginapan untuk para atlet, jadi lebih mudah, efektif, efisien,” ungkap Rildo. Saat ini, sebagian pemain Indonesia masih menjalani serangkaian turnamen di luar negeri. Christopher Rungkat mengikuti Busan Open, Jessy Rompies dan Aldila menjalani turnamen Singapore W25, dan Priska Madelyn berlaga di sebuah turnamen di Italia. Dan, ke 16 atlet yang dipanggil mengikuti Pelatnas merupakan perpaduan antara pemain senior dan junior. Untuk pemain putra yakni Christopher Benjamin Rungkat, David Agung Susanto, Ignatius Anthony Susanto, M Rifqi Fitriadi, Odeda M Arazza, Ari Fahresi, M Ali Akbar, dan Nauvaldo Jati Agatra. Sedangkan di kategori putri yaitu Beatrice Gumulya, Aldila Sutjiadi, Jessy Priskila Rompies, Deria Nurhaliza, Priska Madelyn Nugroho, Janice Tjen, Fitriana Sabrina, dan Fitriani Sabatini. Sementara agenda training center (TC) untuk try-in dan try-out yang akan diikuti, di antaranya ITF Wolrd Tennis Tour Men Hongkong 25K (3-16 Juni), ITF Junior J5 Nonthaburi di Thailand (10-22 Juni), ITF Wolrd Tennis Tour Women 25K di Jepang (19-25 Agustus). Lalu, ITF Junior J5 di Thailand (12-17 Agustus), ITF Junior J4 di Jepang (28 Agustus – 1 September), ITF World Tennis Tour Women Japan 25K (2-8 September), Davis Cup Indonesia vs Selandia Baru di Palembang (14-15 September), ITF Junior J4 di Thailand (21-26 Oktober), dan terakhir TC di Thailand selama sebulan, sebelum akhirnya terjun di SEA Games Filipina pada November mendatang. (Adt)

Pemerintah Minta Pelatih Harus Ikuti Perkembangan Teknologi Olahraga

Jakarta- Pemerintah melalui Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) meminta para pelatih untuk mengikuti perkembangan teknologi olahraga.

Jakarta- Pemerintah melalui Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) meminta para pelatih untuk mengikuti perkembangan teknologi olahraga. Hal itu dikatakan Chandra Bhakti selaku Plh. Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora pada acara Pelatihan Pelatih Lisensi B Asian Shooting Confederation (ASC) Tahun 2019, di Hotel The Belleza Suites, Jakarta, Senin (13/5). Menurut Chandra, seorang pelatih harus ‘melek’ teknologi, terlebih saat ini dunia memasuki era revolusi Industri 4.0. “Artinya, pelatih harus mengikuti perkembangan teknologi sport. Pelatih yang masih mengunakan manual, maka mereka bisa tertinggal jauh oleh pelatih dari negara lain. Terlebih menembak dengan nomor event yang begitu banyak, sehingga harus semakin canggih dan mampu menjadi cabor (cabang olahraga) unggulan,” ujar Chandra. Pada acara Pelatihan Pelatih Lisensi B ASC ini, tercatat sebanyak 50 pelatih menembak turut berpartisipasi. Chandra pun berharap para pelatih dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik. “Kami berharap sebanyak 50 pelatih dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik. Saya tahu masih banyak pelatih-pelatih yang kurang memahami fungsi pelatih. Karenanya, harapan saya setelah mengikuti pelatihan ini, pemahaman para pelatih akan terus meningkat,” lanjutnya. Dijelaskannya, fungsi pelatih menjadi sangat penting dalam membina para atlet. “Kita tahu bahwa proses pembinaan atlet Indonesia ini masih jauh dengan harapan. Selama ini pembinaan prestasi yang kita pahami hanya mengirim atlet ke Pelatnas,” terangnya. “Sesungguhnya Pelatnas itu tidak akan menghasilkan hasil yang optimal apabila tidak dibarengi dengan pembinaan jangka panjang,” tegas Chandra. Sementara itu, Mayjen TNI (Purn) Siswanto, Ketua Harian PB Perbakin, mengatakan pelatihan ini sangat penting bagi pelatih dalam rangka meningkatkan pelatih dari level nasional menjadi level Asia. “Dengan pelatihan ini, kami harapkan para pelatih mendapat pengetahuan yang cukup memadai untuk melatih di tingkat nasional maupun tingkat Asia,” tutur Siswanto. Diungkapkannya, pelatih memiliki andil besar terhadap prestasi atlet menembak dimana pelatih ibarat orang tua kedua untuk para atlet di dalam mencapai prestasi. “Pelatih harus bisa memahami karakteristik dan kebutuhan atlet serta harus memiliki insting dan feeling yang kuat terhadap atlet,” tukas Siswanto. (Adt)

Shopee Liga 1 2019 Siap Bergulir, 18 Klub Papan Atas Bersaing Raih Gelar Juara

Turnamen sepak bola paling bergengsi di Tanah Air, Shopee Liga 1 2019 segera bergulir pada Rabu (15/5). (Adt)

Jakarta- Turnamen sepak bola paling bergengsi di Tanah Air, Shopee Liga 1 2019 siap bergulir. Kompetisi kasta tertinggi dari sepak bola yang akan memasuki musim ketiganya ini akan diikuti 18 klub bola terbaik di Indonesia dengan mengadopsi sistem kompetisi home and away demi memperebutkan piala bergengsi Shopee Liga 1 2019. Laga perdana akan berlangsung pada Rabu (15/5), yang mempertemukan PSS Sleman melawan Arema FC, di Stadion Maguwoharjo, Yogyakarta. Liga 1 2019 akan disiarkan secara langsung oleh Emtek Group yang akan menghadirkan 306 pertandingan. Sebanyak 160 laga akan ditayangkan secara eksklusif di Indosiar dan 78 pertandingan lainnya melalui O’Channel. “Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya kami sepakat dengan Shopee sebagai sponsor utama Liga 1 2019. Kami berharap kesepakatan ini menjadi tonggak untuk menuju prestasi dan tolak ukur yang lebih baik lagi. Dengan kata lain, kualitas kompetisi jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Kami juga berharap bisa menyajikan kompetisi yang bersih, kompetitif, fair play dan menjadikan hiburan yang berkelas bagi seluruh penikmat sepak bola nasional,” ujar Dirk Soplanit, Direktur PT LIB (Liga Indonesia Baru), di Jakarta, Senin (13/5). Sedangkan Pandu Sjahrir, Presiden Komisaris SEA Grup, Induk perusahaan Shopee, mengatakan dengan dukungan Shopee pihaknya percaya niatan dari PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) dan PT LIB untuk menciptakan iklim sepak bola Indonesia yang lebih professional bisa cepat terlaksana. “Pada kesempatan ini kami ingin menegaskan bahwa Shopee mendukung penuh perbaikan sepak bola Indonesia dengan menjadi sponsor utama Liga 1 2019. Semoga dengan dukungan Shopee, e-commerce terdepan di Asia Tenggara dan Taiwan maka sepak bola Indonesia bisa menjadi lebih baik,” terang Pandu. Sementara itu, Harsiwi Achmad, Direktur Programming SCM, menjelaskan tayangan sepak bola nasional sudah menjadi signature Emtek khususnya Indosiar. “Konsistensi Indosiar ini berbuah semakin meluasnya penggemar tayangan sepak bola di seluruh lapisan masyarakat,” tutur Harsiwi. Disisi lain, Gatot S. Dewa Broto, Sekertaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), berharap Shopee Liga 1 2019 berjalan transparan dalam pengelolaan keuangan karena hal tersebut menjadi prioritas. “Kami berharap liga ini berjalan baik dari skill permainan dan keuangan agar transparan pendistribusian pendapatan sponsor, operatornya (PT LIB) dan yang tidak kalah jangan ada pengaturan skor karena ujungnya adalah kepercayaan masyarakat,” terang Gatot. Sedangkan Ratu Tisha Destria, Sekertaris Jenderal (Sekjen) PSSI, mengapresiasi dukungan semua pihak yang mengawal sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik, sehingga memungkinkan kondisi patnership bisa terjalin. “PSSI memiliki target Timnas Indonesia bisa berlaga di Olimpiade 2024, tapi juga bisa bersaing pada top 5 Liga di Asia pada 2022 ini bisa terwujud dari kerja keras, kerja cerdas, dan sinergi berbagai pihak serta dukungan penuh pemerintah,” tukas Ratu. (Adt)

Ini Rekomendasi BOPI untuk Penyelenggaraan Kompetisi Sepak Bola Liga 1

BOPI melalui Ketua Umum Richard Sambera mengeluarkan surat rekomendasi penyelenggaraan Liga 1 2019 kepada PT LIB. (Adt/NYSN)

Jakarta- Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) memberikan surat rekomendasi untuk penyelenggaraan Liga 1 2019. Acara penyerahan surat rekomendasi juga dibarengi penyerahan pakta integritas dari PT Liga Indonesia Baru (LIB), selaku operator kompetisi, dan perwakilan klub serta suporter kepada BOPI, di Media Center Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga), Senayan, Jakarta, Jumat (10/5). Rekomendasi itu diberikan terkait dengan telah selesainya verifikasi yang dilakukan BOPI sejak pengajuan PT LIB pada April 2019. Dalam kesempatan itu, Richard Sambera, Ketua Umum BOPI menyampaikan harapannya terkait penyelenggaraan liga sepak bola kasta tertinggi di Indonesia tersebut. “Pertama, BOPI berharap bahwa operator dalam hal ini PT Liga Indonesia Baru (LIB) bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab agar tidak ada kekacauan disekitar pertandingan sehingga setiap pertandingan berjalan dengan aman dan nyaman untuk seluruh keluarga Indonesia,” ujar Richard. Kedua, ungkap Richard, PSSI sebagai lembaga atau federasi yang menaungi persepak bolaan Indonesia harus tegas dan mampu memberikan pengadil (wasit) yang berintegritas. Ia melanjutkan, ketiga, klub-klub berkompetisi dan berbisnis dengan profesional sehingga tidak ada lagi kejadian penunggakan gaji pemain. “Keempat, kepada pemain kedepankan sportif dan memberikan contoh kepada masyarakat dan suporter untuk saling menghormati,” terang pria berusia 47 tahun. Dan, kelima, sebut Richard, para suporter jangan anarkis, rasis, dan tawuran, semua hendaknya duduk damai menikmati dengan aman dan nyaman. “Terakhir, pesan kepada media massa hendaknya dapat terus memberitakan dengan baik agar kompetisi dapat berjalan dengan tajam dalam suasana yang kondusif,” tegas peraih medali perak kejuaraan dunia renang 2000, di Hong Kong. Richard menjelaskan BOPI telah melakukan verifikasi semua klub yang akan berlaga di Liga 1 sesuai kewenangan yang dimiliki institusi yang dipimpinnya tersebut, sehingga hasilnya rekomendasi dapat dikeluarkan. “Saya menyampaikan harapan kepada semua yang terlibat, mari kita sukseskan Liga 1 tahun 2019 ini dan semoga menjadi liga tersukses sepanjang sejarah,” tutur Richard. Sedangkan Dirk Soplanit, Direktur Interim PT LIB, mengatakan dengan keluarnya surat rekomendasi dari BOPI, maka Liga 1 bisa dipastikan segera bergulir pada 15 Mei mendatang, dimana kick off pertama akan mempertemukan PS Sleman dengan Arema FC. “Alasan kedua klub ini sebagai laga pembuka kompetisi karena juara Liga 1 tahun 2018 Persija ada agenda AFC, sementara durasi jadwal tahun ini sangat mepet yaitu berakhir 22 Desember, maka kick off tanggal 15 Mei mempertandingkan Juara Liga 2 dengan Juara Piala Presiden,” jelas Dirk. Sementara itu, terkait PT LIB yang belum menunaikan kewajiban pembayaran kepada sejumlah klub pada musim lalu, Dirk menyebut akan segera diselesaikan sesuai komitmen. “Kalau bicara soal utang piutang. Sebagai sebuah korporasi, karena LIB ini sebuah PT, maka utang piutang itu sesuatu yang biasa dan wajar saja. Namun sampai sejauh mana utang itu dapat diselesaikan dengan baik, dan pada saatnya diselesaikan sesuai dengan komitmen,” tukas Dirk. (Adt)

Masuk Tim Inti Piala Sudirman 2019, Ni Ketut Mahadewi Siap Bayar Kepercayaan

Pebulutangkis ganda putri Ni Ketut Mahadewi Istarani dipercaya masuk tim inti Piala Sudirman 2019. (Dok. Humas PBSI)

Jakarta- Pebulutangkis ganda putri Ni Ketut Mahadewi Istarani masuk tim inti Piala Sudirman yang dihelat di Nanning, China, pada 19-26 Mei 2019. Ia mengaku kaget bisa dipercaya membela Merah Putih untuk pertama kalinya di kejuaraan bulutangkis internasional nomor beregu campuran tersebut. Di Piala Sudirman, sektor ganda putri mengirimkan tiga pemain yakni Greysia Polii, Apriyani Rahayu, dan Ketut. Selain Ketut, terdapat enam pemain yang juga debutan di skuat Piala Sudirman yaitu Melati Daeva Oktavianti, Winny Oktavina Kandow, Shesar Hiren Rhustavito, Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, dan Hafiz Faizal. “Kaget banget, saya nggak menyangka bisa masuk tim Piala Sudirman. Pastinya senang, mudah-mudahan kalau diturunkan saya bisa memberikan yang terbaik buat tim,” ujar Ketut, Kamis (9/5). Pemain asal PB Jaya Raya Suryanaga Surabaya itu berharap kendati berangkat dengan hanya mengandalkan satu pasangan tetap, tim ganda putri bisa tampil maksimal dan menyumbang kemenangan bagi tim Indonesia. Ketut menegaskan bahwa dirinya siap untuk dipasangkan dengan siapa saja, baik dengan Greysia maupun Apriyani. “Kalau sudah terpilih masuk tim, berarti sudah punya tanggungjawab. Sudah harus siap dipasangkan dengan siapa saja, sudah tidak ada alasan lagi,” lanjut pemain kelahiran Tabanan, Bali, 12 September 1994. “Saya berharap nomor ganda putri bisa menyumbang poin untuk Indonesia di setiap pertandingan. Saya percaya dengan teman-teman semua yang terpilih masuk tim inti, menurut saya kali ini Indonesia punya peluang untuk juara,” tambahnya. Jelang keberangkatan menuju Nanning, China, pada Rabu (15/5), Ketut sudah mendapat program latihan khusus dari sang pelatih kepala ganda putri Indonesia, Eng Hian. “Program latihannya lebih banyak ke penguatan daya tahan di dalam lapangan dan menambah power supaya bisa lebih tahan lama,” urainya. “Kami juga dapat jadwal latihan tambahan. Programnya lebih ke spesifik memperbaiki kekurangan individu masing-masing,” jelas Ketut. Sebelumnya, Ketut berpasangan dengan Rizki Amelia Pradipta dan duduk di peringkat 18 dunia. Dalam dua turnamen terakhir, Rizki dicoba kembali dengan pasangan lamanya, Della Destiara Haris. Disebutkan Eng, Ketut dipilih masuk tim bersama Greysia/Apriyani karena ia cukup fleksibel untuk dipasangkan dengan siapa saja. Ketut juga pernah berduet dengan Della di Piala Uber 2018 dan menyumbang kemenangan untuk tim Indonesia dalam laga penyisihan grup melawan Perancis. (Adt)

Gelar Kejuaraan Boling Internasional di Sumsel, PBI Ingin Pecahkan Rekor Peserta Terbanyak

Pengurus PB PBI periode 2018-2022 usai dilantik Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman, di Jakarta, beberapa waktu lalu. (Istimewa)

Palembang- Pengurus Besar (PB) Persatuan Boling Indonesia (PBI) akan menggelar kejuaraan boling internasional di kompleks Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), pada 16-24 November 2019. Herman Deru, Gubernur Sumsel, mengatakan Sumsel sudah siap menjadi tuan rumah kejuaraan boling internasional pada November mendatang. “Sumsel sudah siap karena arena boling di Jakabaring sudah berskala internasional,” ujar Herman di Palembang, Rabu (8/5). Menurut Percha Leanpuri, Ketua Umum PB PBI, ratusan atlet terbaik dari puluhan negara bakal mengikuti event internasional ini. “Indonesia menjadi tuan rumah untuk kedua kalinya setelah 1980 dengan memaksimalkan penggunaan fasilitas boling di Jakabaring yang merupakan terbaik di kawasan Asia,” terang Percha. Diungkapkannya, sesuai regulasi, setiap negara dibatasi mengirim masing – masing satu atlet putra dan putri terbaik. “Target minimal 65-75 negara. Kami juga optimis akan diikuti setidaknya 150 peserta,” lanjutnya. Disisi lain, Kurmin Halim, Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PBI Sumsel, pihaknya akan menggencarkan promosi mengenai kejuaraan internasional ini ke luar negeri, baik di kawasan Asia, Eropa, maupun Timur Tengah. “Harapan kami peserta bisa mencapai seratusan negara di dunia. Kalau ini tercapai, kita ingin pecahkan rekor peserta terbanyak yang selama ini dipegang Singapura dengan 98 negara,” tutur Kurmin. (Adt)

Jeda Kompetisi Selama Ramadhan, Persija Jakarta U-16 Siapkan Agenda Ujicoba

Persija Jakarta U-16 siapkan agenda ujicoba saat jeda kompetisi selama Ramadhan. (persija.id)

Jakarta- Elite Pro Academy PSSI Liga 1 U-16 memasuki waktu libur selama Ramadhan. Kompetisi ini kembali bergulir sepekan usai Idul Fitri. Saat ini, Persija Jakarta U-16 menempati posisi kedua Grup A Liga 1 U-16 dengan raihan 12 poin. Dan selama Ramadhan, tim berjuluk Young Tiger itu tetap menggelar latihan. Terlebih, selepas jeda Ramadhan Persija Jakarta U-16 akan bertemu TIRA Persikabo sebagai pemuncak klasemen. “Kami tetap berlatih seperti biasa untuk waktunya nanti akan diinfokan lebih lanjut bisa mendekati magrib atau malam hari,” ujar Muhamad Jusuf, Pelatih Persija Jakarta U-16, pada Senin (6/5). “Kami akan juga menjalani beberapa uji coba sekaligus hal ini lebih matang saat menghadapi TIRA sang pemuncak klasemen,” lanjutnya. Pada laga terakhir, Persija Jakarta U-16 hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan PSIS Semarang. Jusuf menilai pada laga melawan PSIS Semarang timnya hanya kecolongan saja. Menurutnya, secara keseluruhan anak didiknya tersebut sudah tampil baik. “Kami memang kecolongan hal itu juga jadi perhatian kami untuk menghadapi laga melawan TIRA,” tukas Jusuf. (Adt)

Pebulutangkis Muda Jaya Raya Berhasil Amankan Medali Emas Dari Empat Nomor Berbeda

Pebulutangkis tunggal putra Jaya Raya U-17 Muhammad Sultan Nurhabibu sukses meraih medali emas Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Grand Prix 2019. (Istimewa)

Jakarta- Pebulutangkis nomor tunggal putri U-17, Tasya Farahnailah berhasil memberikan kejutan pada babak final turnamen Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Grand Prix 2019. Lewat persaingan sengit, ia berhasil meraih medali emas setelah membungkam wakil Hong Kong, Cheng Sin Yan Happy Serena, straight game, dengan skor 21-13, 21-17. Ini sekaligus menjadi catatan rekor tersendiri bagi Tasya, sebab untuk pertama kalinya dia berhasil memenangkan turnamen tersebut. Sebelumnya pada 2018, ia hanya mampu mencapai babak semifinal setelah dikalahkan Pitchamon Opatniput (Thailand), straight game, dengan skor 18-21, 12-21. Pada gim pertama, Tasya berhasil mendominasi jalannya pertandingan. Hal itu tidak terlepas dari kesalahan yang sering dilakukan Cheng, dimana pukulan bolanya selalu out. Namun, saat memasuki gim kedua, pola permainan Cheng langsung berubah. Ia berhasil membalikkan keadaan pada menit-menit awal gim kedua. Bahkan ia mampu bermain seimbang melawan Tasya. Alhasil, kejar-mengejar angka tidak dapat dihindari. Beruntung, Tasya berhasil mengatasi permasalahan, sehingga ia mampu memastikan kemenangannya. “Gim kedua sulit, saling kejar mengejar. Soalnya pas diakhir-akhir itu inginya cepat-cepat selesai, tinggal dikit lagi. Alhamdulillah bisa menang,” jelas pebulutangkis kelahiran 2004. Disadari Tasya bahwa masih ada yang kurang dari pola permainanya. Ia mengaku harus melatih mental dan lebih menguatkan kekuatan pukulannya. Hal senada diungkapkan pelatih PB Jaya Raya, Taufiq Hidayat Akbar. Ia menilai meskipun dapat meraih hasil positif, tetapi Tasya masih memiliki kekurangan dalam hal pukulannya. “Alhamdulillah penampilannya di final sudah bagus. Namun tadi dia sempat menurun, terutama di serangan-serangannya. Dia harus meningkatkan fisik dan powernya,” terang Taufiq. Tidak hanya di nomor tunggal putri U-17 saja, PB Jaya Raya juga mampu mendulang medali emas di nomor tunggal putra U-17. Keberhasilan itu didapat setelah Muhammad Sultan Nurhabibu Mayang mampu membungkam pebulutangkis asal Malaysia, Justin Hoh Shou Wei, straight game, dengan skor 21-14, 23-21. Bukan perkara mudah bagi Sultan untuk dapat meraih kemenangan tersebut. Sebab Justin mampu memberikan perlawanan yang cukup sengit pada gim kedua. Dia mampu membuat Sultan kewalahan dengan bermain poin secara deuce. Padahal pada gim pertama Sultan mampu menangani perlawanan Justin dengan sangat baik. Ia dapat dengan mudah mengatasi tembakan-tembakkan tajam yang dikeluarkan oleh lawannya. “Kesulitan di poin akhir, soalnya dia mampu keluar dari strategi saya. Sebaliknya saya justru terbawa oleh strategi dia di akhir gim kedua. Saya harus tingkatkan fokus dan pola permainan saya,” tegas Sultan. Selain kedua pebulutangkis tersebut, wakil PB Jaya Raya di nomor ganda putra U-15, Jonathan Farel Gosall/Adrian Pratama juga mampu mendulang hasil yang sama. Jonathan/Adrian berhasil membuktikan kemampuannya setelah melewati pertarungan melawan sesama wakil Indonesia, Muhammad Al Farizi/Yuke Gamereza Radjasa. Pada laga itu, Jonathan/Adrian yang menjadi unggulan pertama dapat menuntaskan pertandingan dengan mudah melalui dua gim langsung. Mereka mampu meraih keberhasilan setelah unggul dengan skor 21-17, 23-21. Hasil positif juga diraih pasangan ganda putri U-15, Alya Ardelia/Ariella Naqiyyah. Pasangan asal PB Jaya Raya ini sukses mengalungkan medali emas usai menundukkan Intan Nabila Kusuma/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, rubber game, dengan skor 15-21, 21-17, 21-12. Disamping pebulutangkis dari Jaya Raya, terdapat lima wakil Indonesia lainnya yang berhasil meraih medali emas pada masing-masing nomor yang dipertandingkan. Mereka adalah Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin (ganda putra U-19), Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil (ganda campuran U-19), Rahmat Hidayat/Febi Setianingrum (ganda campuran U-17), Alwi Farhan (tunggal putra U-15), dan Shiva Nabila Putri/Vijayanda Bintang Racketa (ganda putri U-17), Adapun pebulutangkis asing yang berhasil meraih medali emas diantaranya adalah, Dai Wang asal Cina (tunggal putri U-19), Li Yunze asal Cina (tunggal putra U-19), Lin Fangling/Zhou Xinru asal Cina (ganda putri U-19), Pitchamon Opatniput asal Thailand (tunggal putri U-15), dan Pyeong Kang Choi/Yong Jin asal Korea Selatan (ganda putra U-17). (Adt)

Merpati Putih Open 2019 Piala Panglima TNI Resmi Ditutup, Pecahkan Rekor MURI

Abdul Kharis Almasyhari (Ketua Umum Panitia MP Open 2019), mengatakan kejuaraan pencak silat MP Open 2019 berjalan sukses. (Adt/NYSN)

Jakarta- Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat Merpati Putih (MP) Open 2019, resmi ditutup, pada Sabtu (4/5), di Lapangan Olahraga Ciracas, Jakarta Timur. Event pencak silat nasional ini diikuti 1.615 pesilat dari 26 perguruan silat dari seluruh Indonesia serta perwakilan dari mancanegara yakni Singapura. Tim pencak silat Pelatda DKI Jakarta berhasil meraih juara umum kategori dewasa usai mengoleksi 7 medali emas dan 2 perak. Posisi kedua dihuni PPOP DKI Jakarta dengan 3 medali emas dan 1 perak. Dan PPLD NTT berhak menempati peringkat tiga dengan 2 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu. Atas prestasinya, Pelatda DKI Jakarta mendapatkan Piala Bergilir Panglima TNI serta uang pembinaan Rp 15 juta. Untuk pesilat dewasa putra terbaik diraih Ronaldo Neno pesilat kelas F putra PPLD NTT. Ia berhak menerima Piala Tetap Kepala Staf TNI AU dan uang pembinaan Rp 2,5 juta. Sedangkan pesilat terbaik putri diraih Widya Faranisa pesilat kelas A putri dari PPOP DKI Jakarta yang berhak menerima Piala Tetap Kepala Staf TNI AL dan uang pembinaan Rp 2,5 juta. Dan untuk Piala Tetap Kepala Staf TNI AD diberikan kepada juara umum I, II, dan III. “Bagi para pemenang untuk tidak bangga dan tinggi hati. Sedangkan yang belum juara harus berlatih lebih keras lagi untuk menjadi yang terbaik di masa depan,” demikian amanat tertulis Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dihadapan ribuan pesilat yang hadir di acara penutupan MP Open 2019. Sementara itu, Abdul Kharis Almasyhari, Ketua Umum Panitia MP Open 2019, menyebut pelaksanaan kejuaraan pencak silat MP Open 2019 berjalan lancar. “Kejuaraan MP Open 2019 sudah berlangsung sejak Rabu (1/5), dan penutupan Sabtu (4/5). Alhamdulillah kejuaraan nasional ini berjalan lancar,” terang Abdul Kharis. Dijelaskannya, MP Open 2019 merupakan kejuaraan silat tingkat nasional yang dikuti peserta tak hanya dari Indonesia, tapi juga mancanegara seperti Singapura yang mengirimkan 20 atlet pencak silat. Menurut Abdul Kharis, event ini sebagai ajang pembibitan atlet disamping untuk memupuk persatuan dan persaudaraan antar perguruan silat yang ujungnya adalah untuk pembinaan prestasi demi mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. “Even ini untuk mencari bibit atlet pencak silat tangguh dari berbagai daerah di seluruh Indonesia,” lanjut pria yang menjabat sebagai Ketua Komisi I DPR RI. Selain menggelar kejuaraan pencak silat, event ini juga memasukan unsur entertainment dengan menggelar marching band, reog Ponorogo, sisingaan, dan silat bercerita. Dan, sebagai puncak acara dilakukan pencatatan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia), dimana sebanyak 1.500 pesilat secara serentak melakukan peragaan Jurus Tunggal Tangan Kosong IPSI dari berbagai perguruan silat di Tanah Air. “Ini bukan hanya memecahkan rekor MURI, tapi juga tercatat sebagai rekor dunia,” tukas perwakilan MURI. (Adt)

Sinergi Kemenpora dan BPJS Ketenagakerjaan, Beri Perlindungan Pegawai dan Atlet Indonesia

Kemenpora dan BPJS Ketenagakerjaan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), di Media Center, Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (3/5). (Adt/NYSN)

Jakarta- Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan. Tujuannya, memberikan perlindungan bagi pegawai non ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan Kemenpora serta para atlet Indonesia dan ofisial. Sinergi itu tertuang melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), di Media Center, Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (3/5). Menpora Imam Nahrawi menilai nota kesepahaman dengan BPJS Ketenagakerjaan merupakan langkah besar. Untuk itu, ungkap Imam, pihaknya ingin memberikan jaminan sosial kepada seluruh pekerja, atlet dan ofisial. “Ini bukan hal biasa. Yang pasti, kita tahu perjuangan para atlet sangat luar biasa. Bertahun-tahun para atlet ini berjuang, berlatih dan berkorban. Hal ini sekaligus mengantisipasi apabila nantinya mereka mengalami kecelakaan, kematian, serta tunjangan hari tua. Saya kira kita harus hadir untuk mereka,” ujar menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu. Dikatakan Imam, kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan sebelumnya juga sudah dilakukan. Bahkan, ia mendorong cabang olahraga untuk mendaftarkan atletnya menjadi peserta anggota BPJS Ketenagakerjaan. “Kedepan, dukungan dan kerjasama diantara kedua belah pihak ini akan semakin banyak. Sedangkan untuk sumber pembiayaan bisa bersumber dari Kemenpora maupun pihak ketiga yang mendapatkan fasilitas bantuan dari Kemenpora,” lanjut menteri yang hobi bermain bulutangkis itu. Disisi lain, Agus Susanto, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan memberikan apresiasi kepada Menpora yang telah memberikan kepedulian terhadap perlindungan jaminan sosial kepad seluruh atlet Indonesia. “Nota kesepahaman ini adalah tindak lanjut dari kerjasama sebelumnya dimana kita telah melindungi para atlet Indonesia yang berlaga di Asian Games. Perlindungan ini diperluas lagi kepada para atlet yang ada di Indonesia,” cetus Agus. “Ini adalah sebuah payung hukum yang nanti diturunkan ke daerah, dan dalam kerjasama ini kita melakukan sosialisasi dan edukasi dalam upaya meningkatkan literasi tentang pentingnya jaminan sosial kepada seluruh pekerja di lingkungan Kemenpora dan para atlet,” tukasnya. (Adt)

Diusung Jadi Calon Ketua Umum PSSI, Rahim Soekasah Fokus Program Usia Muda

Sejumlah mantan pemain tim nasional (Timnas) Indonesia mendorong Rahim Soekasah maju dalam pencalonan Ketua Umum (Ketum) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). (Adt/NYSN)

Jakarta- Sejumlah mantan pemain tim nasional (Timnas) Indonesia mendorong Rahim Soekasah maju dalam pencalonan Ketua Umum (Ketum) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Beberapa nama mantan pemain Timnas Indonesia diantaranya Eli Idris, Yudo Hadiyanto, Patar Tambunan, Aries Renaldi, Johanes Auri, Simson Rumapasal, Nasir Salasa, Robby Binur, Oyong Liza, Sangap Surbakti, Benny Tomasoa, dan Hermansyah. Mereka mendorong Rahim untuk maju dalam perebutan kursi nomor satu induk organisasi sepak bola Tanah Air itu lantaran resah dengan kondisi PSSI yang carut-marut. Mulai dari prestasi Timnas yang tak kunjung membaik hingga kasus pengaturan skor yang melibatkan petinggi PSSI. Benny Tomasoa, salah satu mantan pemain nasional yang mengusulkan Rahim sebagai kandidat Ketua Umum PSSI, mengatakan Rahim memiliki pengalaman yang matang di dunia sepak bola Indonesia. Disisi lain, Benny dkk mengaku kecewa dengan kondisi PSSI saat ini yang terserang kasus pengaturan skor. “Kami ingin Ketua Umum PSSI dari insan sepak bola dan punya pengalaman. Namun yang paling penting kami ingin PSSI bersih,” ujar Benny, di Jakarta, Kamis (2/5). Senada, Nasir Salasa menyebut dirinya bersama para mantan pemain nasional mendorong Rahim lantaran eks Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI era Ketua Umum PSSI Nurdin Halid tersebut adalah orang yang sangat mengerti tentang sepak bola. “PSSI sekarang banyak orang yang tidak pernah berkecimpung di sepak bola. Sehingga kami merasa beliau sangat pantas dan bisa membawa sepak bola Indonesia lebih maju lagi,” tutur Nasir. Menanggapi dukungan tersebut, Rahim menyatakan kesiapannya maju sebagai Ketua Umum PSSI. “Saya siap (dicalonkan sebagai Ketua Umum PSSI), dan semua saya serahkan ke voters (pemilik hak suara). Saya sudah puluhan tahun mengurus sepak bola dan sudah paham betul persepak bolaan nasional,” tutur Rahim. Ditegaskannya, bahwa siapapun berhak untuk menjadi pengurus dan Ketua Umum PSSI, baik itu dari kalangan pengusaha, militer dan politisi. Namun Rahim mengingatkan jangan menjadikan jabatan di PSSI hanya sekadar mencari popularitas. “Di luar negeri, mereka yang menjadi pengurus sepak bola umumnya sudah mengabdi selama 10 sampai 25 tahun tahun. Dan tim penjaringan calon Ketua Umum PSSI harus jujur. Jangan sampai orang yang tidak pernah mengurusi sepak bola dibilang pernah mengurusi sepak bola. Tidak boleh ada lagi yang seperti itu,” cetus Rahim. Jika nantinya terpilih menjadi Ketua Umum PSSI, Rahim akan fokus melakukan pembinaan usia muda. Menurutnya, dalam melahirkan pemain hebat, maka perlu mendapatkan perhatian khusus sejak usia dini. “Saya akan fokus pada program pembinaan usia muda. Mereka harus mendapatkan perhatian khusus. Usia muda kita seperti U-16 dan U-19 perah menjadi juara. Sehingga perlu diberi pengawasan secara berkesinambungan,” tambahnya. “Dahulu, saya termasuk salah satu yang terlibat dalam menyeleksi pemain Primavera (program PSSI tahun 1993) selama kurang lebih 7 bulan. Dari puluhan pemain saya harus menyeleksi menjadi beberapa orang. Yang pasti melahirkan pemain bintang tidak mudah. Jadi pembinanan usia muda menjadi salah satu target saya nantinya,” tukas Rahim. Rahim yang mengawali karir di dunia sepak bola sebagai manajer klub UMS pada 1980-an pernah menjadi manajer Timnas pada 1990-an. Di era kompetisi sepak bola Galatama, ia merupakan manajer tim Pelita Jaya dan sukses mengantarkan klub tersebut juara empat kali. Selain itu, Rahim juga pernah menjadi Wakil Ketua Umum PSSI versi Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) pada 2012 serta Chairman klub sepak bola Brisbane Roar yang merupakan klub Liga Utama Australia. (Adt)

Merpati Putih Open 2019 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka

Kejuaraan MP Open 2019 Piala Panglima TNI resmi dibuka oleh Ketua Umum Panitia Pelaksana DR. H. Abdul Kharis Almasyhari, Rabu (1/5). (Istimewa)

Jakarta- Kejuaraan Pencak Silat Merpati Putih (MP) Open 2019 yang diselenggarakan Perguruan Pencak Silat (PPS) Bela Diri Tangan Kosong (Betako) Merpati Putih di Gedung Olah Raga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur, resmi dibuka, pada Rabu, 1 Mei 2019. Pembukaan Kejuaraan MP Open 2019 yang dilakukan Ketua Umum Panitia Pelaksana MP Open 2019 DR. H. Abdul Kharis Almasyhari, MM. AK ditandai dengan seremonial pemukulan gong. “Merpati Putih Open 2019 merupakan kejuaraan silat tingkat nasional yang juga diikuti peserta dari luar negeri. Ini merupakan suatu even untuk pembibitan atlet disamping untuk memupuk persatuan dan persaudaraan antar perguruan silat yang ujungnya adalah untuk pembinaan prestasi demi mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” ujar Abdul Kharis yang juga Ketua Komisi I DPR RI ini usai pembukaan MP Open. Abdul Kharis menegaskan, event MP Open 2019 ini memadukan tiga unsur yaitu Kompetisi, Edukasi dan Entertainment. Unsur Edukasi yang dimasukan dalam ajang ini yaitu dengan menggelar Seminar Parenting oleh psikolog, ahli olahraga dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan sasaran peserta adalah orang tua, guru dan pelatih. “Seminar Parenting ini dilakukan untuk mengarahkan orangtua bahwa anak-anak yang sehat itu berpeluang lebih tinggi berprestasi dibanding anak yang tidak sehat. Sehingga silat sebagai salah satu cabang beladiri dan olah raga dapat juga membuat anak berprestasi,” tegasnya. Sedangkan unsur Entertainment, lanjut Abdul Kharis, dengan menggelar Marching Band, Reog Ponorogo, Sisingaan, Silat Bercerita, Live Music oleh Grup Band disamping pencatatan Rekor MURI atas peragaan jurus tunggal oleh seluruh peserta MP Open. Menurut Abdul Kharis, saat ini jumlah peserta MP Open tercatat ada 1.615 pesilat dari 26 perguruan silat dari seluruh Indonesia disamping satu peserta dari perwakilan Singapura. Sementara itu, 15 provinsi yang berpartisipasi diantaranya: DKI Jakarta, Bangka Belitung, Banten, Bengkulu, DIY, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jambi, Lampung , Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara. Rangkaian kegiatan MP Open yang memperebutkan Piala Panglima TNI ini telah mulai dilaksanakan pada Sabtu, 27 April 2019. Dimana pada hari itu telah dimulai pemasalan dilanjutkan pada Selasa, 30 April dengan TM Prestasi. Dan, pada Rabu, 1 Mei ini langsung dilakukan tanding prestasi hingga 2 Mei 2019. Sedangkan pada 3-4 Mei akan dilakukan tanding pemasalan hingga closing ceremony yang juga akan dilaksanakan pada 4 Mei 2019. (Adt)

Open Workout ONE Championship: For Honor, Priscilla Tak Sabar Hadapi Nou Srey Pov

Petarung putri ONE Championship asal Indonesia, Priscilla Hertati Lumban Gaol tak sabar tampil di pentas ONE Championship melawan Nou Srey Pov (Kamboja), bertajuk ONE: For Honor di Istora Senayan, Jakarta, pada Jumat (3/5). (Adi/NYSN)

Jakarta- Jelang perhelatan ONE Championship: For Honor, properti media olahraga global terbesar dalam sejarah Asia, menggelar sesi latihan terbuka (open workout) bagi para atlet pada Selasa (30/4), di Syena Martial Art Center, Jakarta Selatan. Latihan terbuka itu dihadiri para atlet yang akan tampil di Istora Senayan, Jakarta, pada Jumat (3/5), guna menunjukkan berbagai keahlian di antaranya pemegang gelar dunia Muay Thai kelas terbang, Sam-A Gayanghadao (Thailand) dan penantangnya Jonathan Haggerty (Inggris). Adapula Priscilla Hertati Lumban Gaol (Indonesia), Nou Srey Pov (Kamboja), Paul Lumihi (Indonesia), Sunoto (Indonesia), Adrian Matheis (Indonesia), dan Himanshu Kaushik (India). Petarung putri ONE Championship asal Indonesia, Priscilla Hertati Lumban Gaol mengatakan, dirinya telah berlatih keras untuk memperbaiki kelemahan serta memaksimalkan kemampuan terbaik yang dimiliknya. “Saya telah berlatih keras di gym, memperbaiki kelemahan saya, di saat yang bersamaan, juga memperkuat keungguan yang saya miliki. Saya telah semakin baik sejak pertarungan terakhir saya,” ujar Priscilla. Diakui mantan atlet wushu nasional ini, dirinya tak sabar untuk menunjukkan kemampuan terbarunya. Selain itu, ia juga ingin memuaskan para fans pada laga tarung bebas ONE Championship dengan tajuk One: For Honor di Istora Senayan, Jakarta, pekan ini, menghadapi bintang baru asal Kamboja, Nou Srey Pov dalam laga kelas atomweight sebanyak tiga ronde itu. “Saya tak sabar untuk menunjukkan kemampuan saya yang baru dan lebih baik bagi para fans. Lawan saya muda serta kuat dan ia sangat suka menyerang. Namun ini adalah seni bela diri campuran dan saya akan melayani pertarungan tersebut dimana saya memiliki keunggulan. Saya tak sabar untuk segera tampil dan menunjukkan kemampuan terbaik saya,” lanjut petarung yang akrab disapa Thathie itu. Srey Pov sendiri bertekad menjaga rekor dan memantapkan dirinya di panggung global usai menang dalam debutnya melawan Rika Ishige pada awal tahun ini. “Priscilla adalah petarung yang hebat. Dia sangat kuat, namun saya telah mempersiapkan segala hal untuk menghadapinya di atas ring,” tegas Srey Pov. Priscilla mengawali musim ini dengan hasil kurang memuaskan. Ia menderita kekalahan dari wakil India, Puja Tomar di laga ONE: ETERNAL GLORY, yang menjadi laga perdana ONE Championship pada 19 Januari 2019. Padahal, sebelumnya Priscilla berhasil meraih kemenangan secara beruntun sepanjang 2018. Disisi lain, pemegang gelar ONE Flyweight Muay Thai World Champion Sam-A Gaiyanghadao asal Thailand, menegaskan dirinya sangat senang bisa kembali. Menurutnya, memenangkan gelar dunia merupakan salah satu kehormatan bagi Thailand, dan ia pun bangga mewakili Muay Thai di panggung kompetisi global. “Lawan saya kali ini masih muda dan lapar (kemenangan), dan sangat ingin mengambil gelar saya. Tapi saya telah mengalami banyak tantangan sepanjang karir saya,” tutur Sam-A Gayanghadao. “Saya telah menyiapkan diri untuk mempertahankan sabuk juara dan membawa kemenangan bagi negara saya. Saya sangat berterima kasih atas kesempatan untuk menunjukkan kemampuan saya sekali lagi kepada jutaan penggemar di seluruh dunia,” tambahnya. Sedangkan Jonathan Haggerty menyebut bertarung untuk meraih gelar juara dunia melawan seorang legenda seperti Sam-A Gaiyanghadao adalah sebuah kehormatan besar. “Saya telah melihatnya bertarung sejak remaja. Ia adalah petarung hebat layaknya sebuah mesin. Sekarang saya melawannya dan ini adalah hal yang cerdas. Saya berharap ia telah berlatih keras karena saya tidak akan main-main. Saya datang untuk sabuk (juara) tersebut dengan semua yang saya miliki. Saya benar-benar mengincar kemenangan dengan kuncian atau KO, jadi jangan berkedip saat menontonnya,” tukas Jonathan. (Adt)

Adinda Larasati Perenang Terbaik FAI 2019, Ukir 7 Medali Emas dan 2 Rekornas

Adinda perenang terbaik putri dan Fadlan perenang terbaik putra bersama Harlin (Wakil Ketua Umum PB PRSI). (Istimewa)

Jakarta- Adinda Larasati Dewi dinobatkan sebagai perenang terbaik di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Renang bertajuk ‘Festival Akuatik Indonesia (FAI) 2019, di Stadion Akuatik Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Adinda berhasil memecahkan dua Rekornas dan menyabet tujuh medali emas sekaligus membawa kontingen Jawa Timur (Jatim) sebagai juara umum FAI 2019. “Alhamdulillah bisa capai target dapat tujuh emas dan 2 Rekornas serta satu menyamai Rekornas. Kuncinya harus tetap berlatih, jangan pernah bosan,” ujar Adinda, Minggu (28/4). Sementara itu, Harlin Rahardjo, Wakil Ketua Umum PB (Pengurus Besar) PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia), mengatakan dengan adanya Rekornas dan Rekornas kelompok umur (KU) maka jenjang pembinaan berjalan dengan baik. “Alhamdulillah para perenang kita bisa memecahkan Rekornas dan Rekornas KU dan para pelatih serta pembina masing-masing patut di apresiasi. Di setiap kejuaraan muncul para perenang baru. Mudah-mudahan ini bisa jadi pemicu perenang muda yang lain,” tutur Harlin. Di klasemen umum perolehan medali kontingen Jatim tidak terkejar setelah mengoleksi 34 emas, 23 perak dan 19 perunggu. Kedua dihuni Jawa Barat (Jabar) dengan 21 emas, 21 perak, dan 15 perunggu. Ketiga milik DKI Jakarta dengan 21 emas, 17 perak, dan 27 perunggu. Keempat ditempati Bali dengan 19 emas, 29 perak, dan 20 perunggu. Dan, kelima Riau dengan 5 emas, 5 perak, dan 3 perunggu, serta keenam Jawa Tengah (Jateng) dengan 4 emas, 9 perak, dan 10 perunggu. Di hari terakhir, Minggu (28/4), Adinda mampu memecahkan Rekornas nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri dengan waktu 02 menit 12,84 detik atau mempertajam Rekornas lama miliknya sendiri yakni 02 menit 12,92 detik. Total Adinda mencetak dua Rekornas. Sebelumnya Rekornas 100 meter gaya kupu-kupu dan satu menyamai Rekornas di nomor 50 meter gaya kupu-kupu. Sedangkan perenang terbaik putra adalah Aflah Fadlan Prawira yang menyabet tujuh emas dan satu perunggu. Perenang terbaik grup-2 adalah Agung Sulaksono (14 tahun) asal Jat dengan koleksi lima emas dan dua perak. Untuk perenang terbaik putri grup-2 yakni Adelia (15 tahun) asal Jabar dengan raihan tiga emas serta tiga Rekornas kelompok umur. Perenang terbaik grup-3 putra adalah Bryan Haganta Tarigan (DKI) dengan 4 emas, 4 perak, dan perenang terbaik putri yaitu Ni Putu Pande Lisa Primasari (12 tahun) asal Bali dengan 4 emas, 3 perak. Selain itu, Adinda juga menyumbang emas nomor 1500 gaya bebas putri (Jatim) dengan waktu 17 menit 20,77 detik dan kedua Azzahra Permatahani (Riau) dengan catatan waktu 17 menit 45,42 detik serta ketiga Prada Hanan (Jabar) dengan catatan waktu 18 menit 00,00 detik. Teranyar, Adinda mempertajam Rekornas nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri. Di sesi penyisihan pagi hari, Adinda mencatat waktu Rekornas baru yaitu 2 menit 12,84 detik, mempertajam Rekornas lama miliknya yakni 2 menit 12,92 detik. Sebelumnya, di hari pertama, Adinda juga memecahkan Rekornas di nomor 100 meter gaya kupu-kupu dengan catatan waktu 01 menit 00,55 detik lebih cepat dari Rekornas lama miliknya dengan waktu 01 menit 00,98 detik. Pada nomor 200 meter gaya punggung putra, emas dimenangkan Reza Bayu Prasetyo (Jabar) dengan catatan waktu 02 menit 01,86 detik. Kedua Fadlan Prawira (Jabar) dengan catatan waktu 02 menit 02,62 detik, dan ketiga Joe Aditya (DKI) dengan catatan waktu 02 menit 03,20 detik. Pada nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri, Adinda Kusuma Ningrum (Jabar) meraih emas dengan waktu 02 menit 20,14 detik. Kedua Adinda Larasati Dewi (Jatim) dengan waktu 02 menit 24,84 detik, dan ketiga Desak Made Sri Widyadari (Bali) dengan 02 menit 27,73 detik. Di nomor bergengsi 50 meter gaya bebas putra, emas masih milik Triadi Fauzi (Jabar) dengan catatan waktu 23,39 detik. Kedua Gagarin Nathaniel Yus (DKI) dengan 24,26 detik, dan ketiga I-Gede Siman Sudartawa (DKI) dengan 24,50 detik. Pada nomor 50 meter gaya bebas putri, emas diraih Istri Kania Ratih (Bali) dengan 26,56 detik. Kedua Adinda Larasati Dewi (Jatim) dengan 26,68 detik serta ketiga Patrisia Yosita (DKI) dengan 27,08 detik. Di nomor 200 meter gaya dada putra, medali emas milik Dwiki Rahardjo (Jabar) dengan 02 menit 18,25 detik dan kedua Pande Made Iron Digjaya (Bali) dengan 02 menit 19,98 detik serta ketiga Gerdi Zulfitranto (Jabar) dengan 02 menit 20,03 detik. Di nomor 200 meter gaya dada putri, Ananda Treciel Vannesae Evato (Riau) meraih medali emas dengan catatan waktu 02 menit 36,59 detik dan kedua Azzahra Permatahani (Riau) dengan 02 menit 36,74 detik serta ketiga Ressa Kania Dewi (Jatim) dengan 02 menit 39,42 detik. Pada nomor jarak jauh 1500 meter gaya bebas putra emas dimenangkan Fadlan Prawira (Jabar) dengan waktu 15 menit 52,28 detik dan kedua Rashief Amila Yaqin (Jabar) dengan waktu 16 menit 09,41 detik dan ketiga Joe Aditya (DKI) usai membukukan waktu 16 menit 12,99 detik. (Adt)

Jawa Timur Pimpin Klasemen Medali FAI 2019, Adinda Samai Rekornas

Jawa Timur memimpin perolehan sementara medali Festival Akuatik Indonesia (FAI), di Stadion Akuatik GBK Senayan, Jakarta. (Istimewa)

Jakarta- Kontingen Jawa Timur (Jatim) memimpin perolehan medali emas pada Kejurnas bertajuk Festival Akuatik Indonesia (FAI) 2019, di Stadion Akuatik GBK (Gelora Bung Karno) Senayan, Jakarta, Sabtu (27/4). Hingga hari ketiga, Jatim mengoleksi 27 emas, 17 perak dan 14 perunggu. Kedua DKI Jakarta (17-15-20), ketiga Bali (14-21-15), keempat Jawa Barat (12-14-12). Di nomor 50 meter gaya kupu-kupu putri, perenang Jatim yang menyabet medali emas adalah Adinda Larasati Dewi dengan catatan waktu 27,85 detik. Catatan waktu Adinda menyamai rekornas (rekor nasional) yang dibuatnya pada event SNAG di Singapura, pada 2017. Diikuti oleh A.A Istri Kania Ratih (Bali) dengan catatan waktu 28,83 detik dan posisi ketiga milik Nurul Fajar Fitriyati (Jatim) dengan membukukan waktu 28,45 detik. Di nomor 200 meter gaya bebas putri, Adinda kembali meraih emas dengan catatan waktu 02 menit 04,05 detik. Kedua Ressa Kania Dewi (Jawa Timur) dengan waktu 02 menit 04,79 detik dan ketiga Mai Ushirono (Jepang) dengan 02 menit 06,15 detik. Untuk medali perunggu Kejurnas diraih Prada Hanan Farmadini (Jawa Barat) yang menempati peringkat empat dengan waktu 02 menit 07,51 detik. Untuk medali, perenang Jepang tidak dihitung pada Kejurnas ini. Di nomor 100 meter punggung putri, perenang Jatim Nurul Fajar meraih emas dengan waktu 01 menit 03,87 detik. Kedua Hinata Yamashita (Jepang) dengan 01 menit 04,78 detik dan ketiga Istri Kania Ratih (Bali) dengan 01 menit 06,14 detik serta keempat Ulul Azminia Primidita (Jatim) dengan 01 menit 07,98 detik. Untuk medali kejurnas, medali emas diraih Nurul, perak Istri Kania dan perunggu Ulul. Di nomor 200 meter gaya bebas, Perenang Jabar Fadlan Prawira, finish pertama dengan catatan satu menit 51,09 detik. Kedua Putra M. Randa (DKI Jakarta) dengan 01 menit 52,57 detik dan ketiga Agus Nuarta (Bali) dengan satu menit 54,33 detik. Pada nomor 100 meter gaya punggung putra dimenangkan perenang asal Jepang, Koudai Nishiono dengan waktu 57,54 detik. Kedua Dwiki Anugrah (DKI) dengan 58,20 detik dan ketiga Farrel Armandio Tangkas (Papua) dengan 58,94 detik serta keempat A.A Gede Oka Satria (Bali) dengan 01 menit 00,21 detik. Untuk Kejurnas ini medali emas diraih Dwiki, perak Farrel dan perunggu Gede Oka. Pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu putra, perenang Jatim Glen Victor Sutanto memenangi lomba sekaligus meraih emas dengan catatan waktu 24,38 detik. Medali perak Triady Fauzi (Jabar) dengan 24,83 detik dan medali perunggu Muhammad Fauzan Martzah (Bali) dengan 25,49 detik. Pada nomor 400 meter gaya ganti putra, dimenangi Aflah Fadlan Prawira (Jabar) dengan 4 menit 26,88 detik. Kedua Koudai Nishiono (Jepang) dengan 04 menit 27,87 detik dan ketiga Athalarik Maulidio (Jabar) dengan 4 menit 36,46 detik serta keempat I-Putu Wirawan (Bali) dengan 4 menit 37,28 detik. Pada Kejurnas ini medali emas diraih Fadlan, perak Maulidio dan perunggu Putu Wirawan. Di nomor 400 meter gaya ganti putri, lomba dimenangkan Hinata Yamashita (Jepang) dengan 04 menit 52,68 detik. Kedua Azzahra Permatahani (Riau) dengan 05 menit 01,76 detik dan ketiga Inka Nur Fadilah (Jatim) dengan 05 menit 17,55 detik serta keempat Vannesa Sanjoyo (Jateng) dengan 05 menit 18,59 detik. Untuk event Kejurnas ini medali emas Azzahra, perak Inka dan perunggu Vannesa. (Adt)

Langkah Rizki/Della Belum Terbendung, Amankan Tiket Semifinal BAC 2019

Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris sukses mengamankan tiket semifinal BAC 2019. Mereka akan berhadapan dengan ganda tuan rumah unggulan empat Chen Qingchen/Jia Yifan. (PBSI)

Wuhan- Langkah ganda putri Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris masih belum terbendung di ajang Badminton Asia Championship 2019. Bertanding di Wuhan Sport Center, Wuhan, China, Jumat (26/4), dobel Merah Putih ranking 16 dunia itu sukses mengamankan tiket semifinal usai menaklukan wakil Taiwan Chang Ching Hui/Yang Chin Tung, straight game, dengan skor 21-12, 21-18. Pada laga yang memakan waktu 38 menit itu, Rizki/Della terus memberikan tekanan pada lawan sejak awal. Bahkan, mereka mampu mengontrol irama permainan Chan/Yang hingga tak mampu mengembangkan permainan. “Memang pasangan Taiwan ini tipe mainnya seperti itu, tidak mudah dimatikan, pertahanannya cukup rapat. Tadi banyak reli-reli panjang. Pada gim pertama, mereka kalau diserang bisa langsung tembus, tapi di gim kedua mereka lebih siap,” tutur Della usai laga. Ditambahkan Rizki, dirinya bersama kolega bisa memenangkan laga dalam dua gim disebabakan lebih siap dibandingkan lawan. “Hari ini bisa menang dua gim langsung, karena kami lebih siap dari lawan,” cetus Rizki. Di babak semifinal BAC 2019, Rizki/Della akan berjumpa dengan wakil Tiongkok Chen Qingchen/Jia Yifan (4) yang menang atas Lee So Hee/Shin Seung Chan (Korea), rubber game, dengan skor 18-21, 21-16, 21-13, dalam tempo 56 menit. Berdasarkan rekor pertemuan, Rizki/Della belum pernah kalah dari ganda putri tuan rumah itu dalam tiga pertemuan mereka. Terakhir, kedua pasangan ini berjumpa di ajang yang sama pada 2018. “Mau ketemu siapa saja pun sama, yang penting dari kami harus lebih siap. Kami sudah setahun nggak pernah ketemu Chen/Jia. Sekarang Chen/Jia sedang naik lagi performanya,” terang Rizki. Senada, Della mengakui meski belum mengetahui permainan Chen/Jia saat ini, namun mereka siap bertemu dengan siapapun lawan. “Sudah lama nggak ketemu Chen/Jia, kami belum tahu permainan yang sekarang. Mau ketemu siapa saja sama, harus siap,” tukas Della. (Adt)

776 Pebulutangkis Dari 13 Negara Panaskan Persaingan Turnamen Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Junior Grand Prix 2019

Sebanyak 776 pebulutangkis turut meramaikan turnamen bertajuk 'Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Junior Grand Prix 2019, di GOR PB Jaya Raya Bintaro, Tangerang Selatan, Banten. (Adt/NYSN)

Jakarta- Sebanyak 776 pemain dari 13 negara akan tampil pada turnamen bulutangkis bertajuk ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Junior Grand Prix 2019’, di GOR (Gelanggang Olahraga) PB Jaya Raya Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, pada 30 April – 5 Mei 2019. Turnamen yang dibagi dalam tiga kategori kelompok umur (KU), yakni U-15, U-17 dan U-19 tersebut memiliki gengsi yang cukup tinggi. Sebab, hanya diselenggarakan empat kali selama setahun, yakni dua di Asia dan dua di Eropa. Pemain junior papan atas dunia dipastikan akan hadir karena di turnamen ini poin yang didapat nilainya hanya satu level di bawah kejuaraan dunia. PB Jaya Raya sudah dipercaya menjadi tuan rumah sejak 2016 dan kali ini merupakan penyelenggaraan keempat dengan titel turnamen ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Junior Grand Prix 2019’. “Ini sebuah kepercayaan besar bagi Jaya Raya untuk menjadi salah satu tuan rumah. Tentu kami berharap tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga gemilang dengan prestasi pemain-pemain junior Indonesia, terutama dari Jaya Raya,” ujar R. Tony Soehartono, Ketua Panitia Penyelenggara, di Jakarta, Jumat (26/4). Diungkapkannya, antusias peserta untuk tampil di turnamen ini cukup tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah peserta yang mendaftar lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu. “Tahun ini jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 1238, sedangkan tahun lalu jumlahnya 1125 peserta. Namun, setelah menyeleksi administrasi, hanya 776 pemain yang akan tampil pada turnamen kali ini,” lanjut pria yang juga menjabat Direktur Eksekutif Yayasan Pembangunan Jaya Raya. Tahun lalu, dikategori U-15, Indonesia mendapat dua gelar dari nomor tunggal putri dan ganda putri. Dan untuk kategori U-17, Indonesia meraih tiga gelar dari nomor ganda campuran, ganda putri dan tunggal putri. Sedangkan di kategori U-19, juaranya didominasi pemain China dengan empat gelar, dan Thailand dengan satu gelar. Sementara itu, Rudy Hartono, Ketua Umum PB Jaya Raya, mengatakan turnamen ini menjadi salah satu barometer kekuatan bulutangkis dunia di masa yang akan datang. Ia berharap dari turnamen ini muncul pemain-pemain potensial masa depan Indonesia. “Kejuaraan ini sangat penting, dimana lingkupnya sudah Asia bahkan dunia, karena kejuaraan junior seperti ini sangat jarang. Dengan adanya kejuaraan ini membuat klub Jaya Raya dan klub-klub bulutangkis lainnya di Indonesia sangat diuntungkan demi memunculkan pemain-pemain potensial di masa depan,” tutur juara All England selama 8 kali pada era 1960-an dan 1970-an. Sedangkan Susy Susanti, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), menegaskan bila PBSI sangat terbantu dengan adanya turnamen junior ini. Istri dari legenda bulutangkis Alan Budikusuma itu menambahkan kejuaraan yang dikhususkan bagi para pemain muda itu merupakan ajang yang tidak hanya sebagai bahan evaluasi, namun juga sebagai gambaran peta kekuatan untuk mengetahui kemampuan lawan di masa yang akan datang, sehingga bisa terpantau bakat yang mereka miliki sedini mungkin. “Turnamen ini juga masuk dalam perhitungan poin BWF, dan tidak banyak yang menggelar kejuaraan junior seperti ini. Jadi sangat bagus bagi para pemain muda untuk mencari pengalaman serta mendulang poin,” cetus peraih medali emas Olimpiade 1992, Barcelona, Spanyol. (Adt)