UPH Sediakan Program Beasiswa Bagi Para Atlet Olahraga

tim-basket-UPH-saat-melawan-STIE-BP

Universitas Pelita Harapan (UPH) yang sudah bergelut di dunia pendidikan selama 23 tahun lamanya, semakin mendapat antusias yang luar biasa dari calon mahasiswa. Bagaimana tidak, tiap tahunnya sebanyak 3 ribu terdapat mahasiswa baru. Dengan banyaknya minat tersebut, UPH selalu memberikan program beasiswa kepada calon mahasiswa yang mempunyai bakat dalam bidang olahraga. Beasiswa tersebut ditujukan kepada atlet olahraga, adapun beasiswa yang diusung UPH sebesar 25% bahkan 100% untuk biaya pendidikan. Internal Sport Program Development UPH, Cesar Wilhelem mengatakan, program beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa berbeda dengan kampus-kampus lain. “Sekarang sekitar 12 ribu mahasiswa yang aktif. UPH sendiri setiap tahunnya menerima 3 ribu lebih mahasiswa baru. UPH telah menyediakan beasiswa kepada mereka yang memiliki bakat. Berbeda dengan treatmen kampus lain, UPH mempunyai intercollege team mulai dari persiapkan beasiswa, tempat tinggal untuk menunjang atlet ini hingga membawa nama harum UPH di ajang kompetisi,” papar Cesar kepada nysnmedia.com. Meski begitu, para penerima beasiswa ini harus berkembang dan mempertahankan nilai-nilai yang sudah di tanda tangani oleh atlet olahraga tersebut. Para atlet harus bisa menyeimbangkan antara prestasi dan pendidikannya. “Atlet harus balance, ada kontrak yang harus memastikan mereka memenuhi standar IPK dan IPS yang ditetapkan. Selain itu, mereka harus mengikuti aturan UPH seperti menjauhi drugs, clubing, yang bertolak beakang dari nilai UPH. Dari olahraga, social lifenya harus balance, yang penting spiritual. Olahraga ini kendaraan mereka untuk mendapatkan pendidikan dan mereka bawa sampai kedepannya serta bisa bermanfaat bagi mereka,” paparnya. Di UPH sendiri terdapat 140 lebih atlet dari berbagai cabang olahraga seperti basket putra dan putri, swimming putra dan putri, futsal putra dan putri, soccer putra, badminton putra dan putri, volley ball putri. Namun, dari berbagai cabang olahraga yang ada di UPH, basket, swimming dan badminton yang paling menonjol dalam hal prestasi. Cesar juga menjelaskan, bahwa atlet UPH harus memiliki attitude yang baik. Bukan hanya sekedar skill, tetapi karakter para atlet baik di luar maupun di dalam kampus harus terjaga dengan baik. “Para atlet yang direkrut, harus memiliki pendidikan dan attitude. Bukan hanya sekedar skill saja, tetapi mereka nantinya bisa menjadi acuan bagi mahasiswa lain maupun di lingkungannya,” ucap Cesar. (pah/adt)

Bertema Nivea Men Top Skor Cup U-16, 22 Tim Akan Bertarung Di Lapangan ISCI Ciputat

Pembinaan sepakbola usia dini harus terus digencarkan oleh PSSI maupun masyarakat. (sumber foto: Viva News)

Sepakbola merupakan olahraga yang sangat popular, dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia hingga kini. Dua tahun lamanya, sepakbola Indonesia sempat mati suri karena di hukum oleh federasi FIFA. Tahun 2017, menjadi kebangkitan sepakbola Indonesia. Tentunya dengan begitu, tak hanya PSSI yang memajukan sepakbola Indonesia, tetapi dari berbagai kalangan pihak dan membutuhkan komitmen banyak pihak agar dapat terus menggeliat dan memperlihatkan prestasi yang mengharumkan nama Bangsa dan Negara. Tak hanya itu, proses pembinaan usia dini juga menjadi faktor yang sangat penting, di percaya untuk mencetak pemain-pemain muda berbakat, dan berkualitas yang menjadi harapan Bangsa di masa mendatang. Melihat pentingnya proses pembinaan usia dini pada olahraga populer sepakbola tersebut, NIVEA MEN sebagai merek perawatan kulit muka terkemuka di dunia memperlihatkan kontribusinya untuk turut mendukung perkembangan olahraga sepakbola Tanah Air melalui penyelenggaraan kompetisi sepakbola NIVEA MEN Top Skor Cup U-16. NIVEA MEN Top Skor Cup U-16 adalah turnamen sepakbola paduan antar Sekolah Sepakbola (SSB) dan sekolah formal (SMU/SMK) terbaik di wilayah Jabodetabek berusia di bawah 16 tahun. Terdiri dari 22 kesebelasan yang diundang berdasarkan prestasi dan reputasinya di turnamen maupun kompetisi usia muda. Ajang ini juga menjadi wadah talent scouting PSSI untuk persiapan Timnas U-16 menuju putaran final Piala Asia U-16 tahun 2018 mendatang. Nivea Men Top Skor Cup U-16 secara resmi akan digulirkan pada tanggal 11 November 2017 mendatang di International Sports Club of Indonesia (ISCI), Jalan Ciputat Raya No. 2, Cireundeu (sebelum kampus UIN), Ciputat, Tangerang Selatan. Bagi Nivea sendiri, tournament untuk U-16 sendiri baru pertama kali digelar.(pah/adt)

Sering Di Kenakan Dalam Laga Internasional Oleh Beberapa Klub di Eropa, Ternyata Jersey Ini Adalah Produk Indonesia

manchester united 2012-2013 squad

Jersey yang digunakan oleh tim-tim sepakbola tentunya mendapat perhatian khusus pecinta sepakbola. Apalagi, saat ini jersey tim sepakbola menjadi incaran para pecinta sepakbola dengan mengenakan jersey tim kesukaannya. Tapi, taukah kalian, jika ada jersey tim sepakbola di Eropa yang asli produk Indonesia? Pada masa millennium terdapat inovasi terbaru dalam penggunaan teknologi tehnik pembuatannya. Saat ini, sudah mulai banyak pabrik-pabrik produsen kaos jersey di Indonesia yang berkualitas sangat bagus. Karena itu mulai banyak klub-klub sepakbola di seluruh dunia mulai melirik apparel-apparel yang berasal dari Indonesia. Tidak hanya itu, apparel yang berasal dari Amerika Serikat seperti brand sepatu Nike pun mulai memproduksi kaos jersey untuk kaos sepakbola hasil kerjasama dengan pabrik yang berada di Indonesia. Bukan tanpa alasan, apparel ternama memilih produksi kaos jersey di pabrik Indonesia. Selain kualitasnya terbukti, harganya pun sangat murah tetapi berkualitas. Manchester United klub terbaik di dunia, jerseynya pun merupakan buatan produk Indonesia. Pabriknya pun berasal dari Tangerang. Terdapat keterangan Made in Indonesia terpampang jelas di setiap jersey yang dijual di Megastore di stadion Old Trafford. Apparel Nike sendiri, sudah dari jaman dulu menunjuk pembuatan jersey klub Manchester United ke pabrik yang ada di Indonesia. Perwakilan dari klub Manchester United, Brand Manager The Official Store Indonesia yaitu Ari Haryanto berkata “kostum Manchester United dibuat oleh PT Tuntex Garment Indonesia yang notabene berada di daerah Cikupa, Tangerang”. Selain, Manchester United terdapat rival se-kota MU yakni Manchester City. Dan, juga jersey timnas Inggris pada tahun 2014 tampil diajang Piala Dunia dibuat di Tangerang yaitu PT Grand Best Indonesia, yang merupakan anak perusahaan dari PT. Tuntex Garment Indonesia. Ada klub Spanyol, Barcelona dan beberapa klub besar yang pernah merasakan jersey berkualitas buatan Indonesia. Lalu apakah kita Bangga menjadi anak bangsa Indonesia! (pah/adt)

Demi Memberantas Isu Intoleran Dan Sara, GP Ansor Gandeng Yayasan Generasi Indonesia Internasional Lewat Sepakbola Sosial

Harry Widjaja, CEO ID Gen (Kanan) jalin kesepakatan dengan GP-Ansor yang diwakili oleh Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (Kiri) untuk untuk pengembangan sumber daya manusia dan pembinaan karakter, sekaligus mengkampanyekan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, hingga menciptakan perdamaian kepada generasi muda Indonesia melalui sepakbola sosial.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) H. Yaqut Cholil Qoumas bersama CEO Yayasan Generasi Indonesia Internasional (ID-Gen) Harry Widjaja menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk pengembangan sumber daya manusia dan pembinaan karakter, dan juga mengkampanyekan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, hingga menciptakan perdamaian kepada generasi muda Indonesia melalui sepakbola sosial. Pada kesempatan itu, kedua belah pihak bersepakat untuk mengadakan beberapa program seperti coaching clinic yang akan diadakan bulan November. Program ini akan diikuti 12 Propinsi seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Maluku, NTT dan Papua. Program Coaching Clinic ini akan mengajak para peserta untuk turut serta bermain bola dengan mempraktekkan nilai-nilai perdamaian, kemanusiaan dan juga toleransi yang akan berdampak pada kehidupan sosial mereka. Metode seperti ini diyakini cukup efektif untuk menanamkan nilai-nilai tersebut dalam diri setiap pemain. Anak-anak indonesia yang menjadi peserta coaching clinic akan memahami pentingnya toleransi dan juga perdamaian serta akan terbentuk karakter yang baik dari dalam diri masing-masing peserta. Kesepakatan ini dilakukan untuk menyadari begitu pentingnya peran anak bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan Indonesia. Saat ini, isu-isu dan tindakan anarkisme yang membawa nama agama dan saling hujat akan membuat Indonesia terpecah. Karena itu, hal-hal posistif seperti ini harus terus dilakukan untuk menjadikan bangsa Indonesia semakin kuat. ID-Gen memiliki beberapa program unggulan, seperti komunitas sepakbola sosial Uni Papua, Club Sepakbola ID-Gen untuk tim sepakbola profesional, Papua Preneurship untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan, dan Produksi Media Kreatif. Untuk tahun depan, GP Ansor akan bekerja sama lagi dengan ID-Gen untuk membentuk komunitas sepakbola sosial dengan nama Ansor Football Community dengan menyelenggarakan Festival Sepakbola Perdamaian dan Liga Ansor Nusantara 2018. (put/adt)

KONI Tangsel Harapkan Pengurus Organisasi Olahraga agar Aktif Mengadakan Kunjungan Ke Sekolah

Ketua-KONI-Tangsel,-Rita-Juwita

Pelantikan Ketua Pengcab (Pengurus Cabang) Persani (Persatuan Senam Indonesia) Kota Tangsel sudah mempunyai pekerjaan rumah yang harus dilaksanakan. Selain itu, program-program Persani dan organisasi olahraga lainnya pun harus dibuat dengan matang. Ketua KONI Tangsel, Rita Juwita memberikan pekerjaan rumah bagi Persani Kota Tangsel. Rita berpesan kepada Fachrudin selaku Ketua Pengcab Persani Tangsel agar mengagendakan kunjungan ke sekolah-sekolah. “Pengurus Pencab Persani berharap bisa sowan ke sekolah-sekolah tanya melakukan pemanasan atau tidak, jangan sampai malah jadi sakit setelah melakukan senam setiap hari Jumat,” ucap Rita. Selain itu, Rita juga mengingatkan kepada para pengurus organisasi olahraga untuk ikut memajukan organisasi dan lebih penting kemaslahatan masyarakat melalui olahraga. “Apapun itu tugasnya sebagai pengurus, bagaimana Persani bisa bermanfaat oleh masyarakat Tangsel secara luas. Jika olahraga sudah memasyarakat, Insya Allah masyarakatnya akan sehat. Ini semua tugas kita ada di Persani jangan sekedar dompleng nama di Persani mencari makan di sini, tapi harus bisa membantu masyarakat melalui kegiatan senam menjadi sehat,” jelas Rita.(pah/adt)

Warga Cisauk Ciptakan Kompetisi Sepakbola U-12, Sebagai Ajang Seleksi Untuk Tingkat Asprov

Anak-anak usia grassroot antusias mengikuti kompetisi sepakbola yang digelar oleh warga Cisauk, Kabulaten Tangerang.

Geliat sepakbola Indonesia kembali meningkat. Setelah hukuman Indonesia dicabut oleh FIFA, kini masyarakat Indonesia mulai disuguhkan beberapa Kompetisi Sepakbola pertandingan timnas Indonesia di level Internasional. Tak hanya itu, masyarakat Indonesia mulai berbondong-bondong menggelar turnamen untuk usia grassroot yakni usia 6 hingga 12 tahun. Masyarakat Indonesia ingin membantu mencetak bibit-bibit pemain yang dapat membela Timnas Indonesia. Seperti yang dilakukan oleh warga Cisauk, Kabupaten Tangerang yang menggelar Kompetisi Sepakbola U-12. Kompetisi ini merupakan ajang tahunan dan sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-89. Antusias tim serta anak-anak yang berlaga membuat kompetisi ini menjadi ajang pencarian bakat. Ari Eka yang juga menjabat sebagai manager Sinyal FC mengatakan, bahwa kompetisi sepakbola ini sudah rutin digelar. “Pertandingan ini merupakan kali kedua dalam agenda tahunan. Persiapan tiap tahun biasanya dimulai dari usia 10, 11 dan 12 untuk selanjutnya akan terus diseleksi kembali,” ujar Ari. Lanjutnya, ajang tahunan ini, sudah memiliki prospek kedepannya akan seperti apa. Nantinya, para pemain akan dipantau dan akan masuk ke Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Banten. “Sebenarnya dari pertandingan tahunan ini, kita memiliki rencana dari Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang untuk menyeleksi para pemain dari setiap tim yang nantinya bisa masuk ke Asprov PSSI sekitar 5 sampai 6 orang,” tutur Ari. Dari pertandingan tersebut pihak penyelenggara berharap kedepannya anak-anak didiknya dapat mengikuti seleksi Nasional dan pastinya agar lebih sabar untuk membentuk bibit baru yang akan dibentuk. (pah/adt)

Bertema ‘Fusion’ Persembahan SMAN 7 Tangsel, Di Jadikan Ajang Olahraga Se-Jabodetabek

Tim putri SMAN 7 saat melakukan free throw di ajang  olahraga dan seni dengan tema 'Fusion' yang berlangsung hingga Nopember 2017

Siswa SMA Negeri 7 Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar ajang kompetisi di ajang  olahraga dan seni dengan tema ‘Fusion’ sejak akhir Oktober hingga Nopember 2017. Hal tersebut ditujukan untuk memperkenalkan SMA Negeri 7 Tangsel kepada SMA se-Jabodetabek. Ketua Pelaksana ‘Fusion’, Adella Putri mengatakan kepada nysnmedia.com, kompetisi ini sengaja dibentuk selain untuk mengenalkan SMAN 7 Tangsel, juga untuk mempererat tali silaturahmi antar sekolah. Ia juga menambahkan, pelaksanaan ajang olahraga ini juga turut mengundang SMA se-Jabodetabek dikarenakan cakupan yang lebih luas. “Ada 70 SMA se-Jabodetabek yang jadi peserta kompetisi ‘Fusion’. Kalau kita buka kuota hanya di wilayah Tangsel saja masih terlalu sempit ruang lingkupnya,” ujar Adella kepada nysnmedia.com, Rabu (1/11/2017). Ia mengungkapkan, pada kompetisi ini pihak sekolah menyediakan 3 bidang olahraga untuk para peserta yang ikut. Antara lain voli, basket, dan futsal. Ia juga menuturkan, dari ketiga olahraga tersebut futsal menjadi favorit para peserta kompetisi. Hal tersebut terlihat dari antusias para peserta saat registrasi dibuka. “Untuk Futsal putra ada 32 sekolah, sementara futsal putri ada 16 sekolah. Kuota ini sudah berdasarkan persetujuan dengan pihak sekolah. Bahkan, sejak pendaftaran dibuka futsal sampai waiting list,” tambahnya. Ia melanjutkan, kuota kompetisi basket dan voli keduanya berjumlah sama. Untuk putra 12 sekolah dan putri 10 sekolah. Adella menambahkan, siswa SMAN 7 Tangsel lebih antusias mengikuti ajang kompetisi di bidang olahraga. Bahkan, tim futsal dari SMAN 7 Tangsel ada 3 tim putra. “Untuk futsal memang yang menjadi favorit di SMAN 7 Tangsel. Pernah juara di tingkat Jabodetabek. Sementara basket pernah ikut kompetisi DBL,” jelasnya. Sejak ajang kompetisi dimulai, voli sudah lebih dulu dilaksanakan dan sudah dikukuhkan juaranya. Sedangkan untuk kompetisi basket dan futsal menyusul di beberapa minggu terhitung mulai Rabu (1/11/2017) ini. “Voli Sabtu kemarin sudah pertandingan final. SMAN 28 Kabupaten Tangerang juara 1 untuk voli putra. Sementara tim putri, SMAN 1 Tangsel juara 1,” tuturnya. Ia berharap, dengan dilaksanakannya ajang kompetisi antar SMA ini, peserta dapat menjaga sprotivitasnya. “Agar tujuan pererat tali silaturahmi tetap terjaga dengan baik antar SMA yang satu dengan yang lainnya,” tutup Adella.(vin/adt)

Tangsel Masuk 10 Besar Kota Layak Pemuda 2017

Kepala-Dinas-Pemuda-dan-Olahraga-(Kadispora)-Kota-Tangsel,-E.-Wiwi-Martawijaya

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia, meluncurkan program Kota Layak Pemuda (KLP) 2017. Dari semua Provinsi, ada diantaranya 10 Kota dan Kabupaten yang masuk dalam kategori “Kota Layak Pemuda Utama” yang salah satunya adalah Kota Tangerang Selatan. Penghargaan kepada 10 Kota Layak Pemuda Utama 2017, diberikan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi kepada masing-masing Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, di Padang Sumatera Barat, Sabtu (28/10). Penghargaan ini menjadi rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 di Indonesia. Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Kadispora) Kota Tangerang Selatan, Ir. E. Wiwi Martawijaya, M.Si., yang menerima langsung penghargaan Kota Layak Pemuda berharap, dengan penghargaan ini para pemuda Tangsel ikut berperan dalam memajukan Kota Tangsel. “Semoga penghargaan ini dapat menambah semangat para pemuda Kota Tangerang Selatan untuk berkonstribusi lebih banyak dalam pembangunan daerah nya, karena penghargaan ini pada hakekatnya merupakan bentuk pengakuan dan apresiasi pemerintah atas kinerja pemerintah Kota Tangerang Selatan di bidang kepemudaan, juga atas segala konstribusi pemuda dalam geliat pembangunan Kota Tangerang Selatan,” ujar Wiwi. Lanjutnya, Kota Tangsel harus mulai berbenah dan menyusun program kepemudaan. Dan, yang paling penting membangun sarana prasarana kepemudaan. “Kedepan dengan status Kota Layak Pemuda, Kota Tangerang Selatan harus bisa berbenah diri dalam hal pilihan program dan kegiatan dengan dukungan anggaran yg memadai untuk kepemudaan. Serta segera mengeluarkan kebijakan dan peraturan-peraturan daerah yang pro kepemudaan. Dan yang tidak kalah penting adalah menata dan membangun prasarana dan sarana kepemudaan, karena dengan status Kota Layak Pemuda tidak menutup kemungkinan Kota atau Kabupaten lain di Indonesia datang ke Kota Tangerang Selatan untuk melakukan studi banding,” pungkas Wiwi. Dalam siaran pressnya, Imam mengatakan, Kota Layak Pemuda salah satu program prioritas Kemenpora untuk meningkatkan mutu standardisasi kepemudaan. “KLP merupakan salah satu program prioritas Kemenpora dalam meningkatkan mutu standardisasi kepemudaan di seluruh Indonesia, sehingga semua Kota dan Kabupaten di Indonesia mempunyai standardisasi dalam pengembangan pemuda yang berusia 16 sampai 30 tahun yang diatur dalam UU dan Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga No 11 Tahun 2017,” ujar Imam. Imam juga menambahkan bahwa yang penting lagi adalah adanya program-program dan kegiatan yang banyak melibatkan pemuda dengan dukungan anggaran yang memadai. Selain itu juga diharapkan, pemerintah daerah menyiapkan prasarana dan sarana kepemudaan yg bisa mengakomodir semua aktivitas para pemuda di daerahnya masing-masing. “Untuk itu, pemerintah pusat dan daerah harus dapat mengantisipasi bonus demografi jumlah penduduk usia produkti yang pada umumnya berumur 16-30 thn, dengan mendorong mereka untuk dapat mandiri dan menjadi calon-calon wirausaha yang cakap dan tangguh dalam rangka menghadapi persaingan global yg sekarang sudah dimulai dengan adanya MEA,” tutup Imam (pah/adt)

Fakta Menarik : Produk Bola Asal Majalengka Ini Ternyata Tembus ke Kancah Sepakbola Internasional

Jabulani-produk-bola-asal-Indonesia

Kapan Timnas Indonesia bisa berlaga di Piala Dunia? Kata-kata tersebut pasti terlontar bagi pecinta sepak bola Indonesia dan seluruh masyarakat Indonesia. Namun, masyarakat Indonesia patut berbangga karena bola “Made in Indonesia” sudah digunakan di ajang Piala Dunia. Salah satu perusahaan asal Indonesia yang mampu memasok bola untuk Piala Dunia adalah Sinjaraga Santika Sport. Dalam waktu sebulan, biasanya Sinjaraga Santika Sport mampu memproduksi 100 ribu bola. Ya, 100 ribu bola. Harga jual bola pub bervariasi, mulai dari US$ 5-15 per buah. Piala Dunia di Perancis 1998 merupakan momentum bersejarah, karena itulah ini momentum pertama kali perusahaan yang memiliki pabrik di Majalengka, Jawa Barat, telah lebih dulu memproduksi bola resmi untuk Piala Dunia. “Kami pernah memproduksi untuk Piala Dunia 1998 di Perancis. Harganya ketika itu US$ 8 per buah, segitu sudah sangat besar,” kata Irwan Suryanto, pemilik Sinjaraga Santika Sport. Kini perusahaan bola itu semakin besar dan sudah dipercayakan kepada penerusnya H. Jefri Romdonny yang tiada lain adalah anak bungsu dari tiga bersaudara dari H. Irwan. Produk bola asal Majalengka ini, sudah mengantongi lisensi FIFA. Artinya, bola ini memiliki standar baku yang ditetapkan. Sebagai informasi, FIFA menetapkan tujuh tes untuk mengetahui kelayakan bola resmi digunakan untuk sebuah pertandingan sepakbola. Tes yang pertama yaitu circumference. Circumference adalah menguji kesempurnaan lingkaran bola. Kedua adalah sphericity, untuk menguji stabilitas bola di udara. Ketiga adalah rebound, menguji pantulan bola. Keempat adalah water absorption, menguji tingkat ketahanan bola terhadap air. Kelima adalah weight, menguji berat bola. Keenam adalah loss of pressure, menguji apakah bola kehilangan udara selama permainan atau tidak. Dan ketujuh adalah, shape and size retention, untuk menguji apakah berat dan ukuran bola berubah atau tidak selama permainan berlangsung. Kualitas produk bola asal Majalengka ini, satu-satunya di Indonesia yang mempunyai standar FIFA. Di Brasil 2014, Sinjaraga Santika Sport kembali mengirimkan bola produksinya sebanyak 1 juta bola. Namun bukan untuk pertandingan resmi, melainkan acara-acara pendukung seperti sponsor, cinderamata, dan lain sebagainya. Tak hanya, ajang Piala Dunia saja. Bola buatan Sinjaraga Santika Sport ini digunakan di ajang dua tahunan sekali yakni Piala Eropa. Bahkan, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono pun sangat bangga dengan bola buatan Indonesia yang sudah mendunia.(pah/adt)

Fakta Menarik: Sejarah Olahraga Tarung Derajat Yang Belum Anda Ketahui

Demo Tarung Derajat Di Ho Chi Minh City, Vietnam Sumber: www.tarungderajat-aaboxer.com

Pernahkah anda mendengar cabang olahraga Tarung Derajat? Untuk anda yang belum tahu, Tarung Derajat adalah olahraga yang diambil dari nama Achmad Dradjat. Siapakah dia? Yuk kita ulas lebih dalam lagi. Tarung Derajat memiliki definisi sebagai ilmu, tindakan moral dan sikap hidup yang memanfaatkan kemampuan daya gerak otot, otak dan nurani secara realistis dan rasional dengan penerapan 5 daya gerak moral, yaitu kekuatan, kecepatan, ketepatan, keberanian dan keuletan pada diri. Achmad Dradjat lahir pada 18 Juli 1951 di Bandung, Jawa Barat. Achmad Dradjat memiliki panggilan Aa Boxer yang awal mulanya mengajarkan kepada rekan-rekannya teknik bela diri ini sehingga ia juga memiliki panggilan Sang Guru. Sejak tahun 1960an, ia mengembangkan teknik bertarung dijalanan. Berangkat dari pengalamannya yang hidup dengan keras membuat ia mengalami berbagai tindak kekerasan dan perkelahian. Bahkan pada usia 13 tahun ia mengalami kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda yang hampir merenggut jiwanya. Bersamaan dengan itulah proses penciptaan gerak dan diuji dari perkelahian. Lalu proses ini disempurnakan melalui suatu penempaan diri, baik secara fisik maupun mental. Achmad Dradjat mulai merintis olahraga bela diri ini pada 18 Juli 1972 dengan terbentuknya kepengurusan Tarung Derajat yang bernama Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB. KODRAT) pada tahun 1989 yang awalnya dipimpin oleh Letjen (Purn.) Arie Sudewo. Berlanjut pada tahun 1988, Perguruan Pusat Tarung Derajat untuk pertama kalinya menyelenggarakan “Kejuaraan Tarung Bebas AA BOXER Cup I” yang diikuti oleh 36 petarung dari 4 provinsi yaitu Jawa Barat, Sumatera Barat, Bali, dan NTB. Namun masih sangat sederhana dan aturan serta gaya pertandingan masih bebas. Sejak itu, Kejuaraan Tarung Bebas AA BOXER Cup diselenggarakan setiap dua tahun sekali hingga tahun 1997. Sedangkan titik terang perjuangan mulai tampak pada tahun 1998, Tarung Derajat Resmi menjadi anggota ke-53 Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan dipertandingkan sebagai kategori olahraga beladiri di arena PON (Pekan Olahraga Nasional). Hingga saat ini, cabang olahraga Tarung Derajat telah dipertandingkan 3 kali dalam PON, yang diawali dengan pertandingan ekshibisi PON Tahun 2000 di Jawa Timur. Sebagai anggota KONI, Tarung Derajat telah di transformasi dari sekedar ilmu bela diri perkelahian untuk membela kehormatan diri sendiri menjadi sebuah cabang olahraga yang memiliki aturan pertandingan yang ketat dan berdisiplin dengan mengutamakan nilai-nilai sportifitas keolahragaan yang bersifat universal. Kini, Tarung Derajat juga digunakan sebagai latihan bela diri dasar TNI Angkatan Darat dan Brigade Mobil Polri. Tak hanya itu, Tarung Derajat juga memiliki semboyan yaitu: “Aku ramah bukan berarti takut Aku tunduk bukan berarti takluk“. (put/adt)

Resmi Dilantik, PPS Betako MP Tangsel Periode 2017-2022

Para-pengurus-PPS-BETAKO-Cabang-Tangsel-berpose-bersama-dengan-Walikota-Tangerang-Selatan,-Airin-Rachmi-Diany

Pengurus Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong MERPATI PUTIH atau PPS BETAKO MP Cabang Kota Tangsel resmi dilantik oleh H. Uus Koswara selaku Ketua Pengurus Daerah MP Propinsi Banten (Pengda Banten) di Tandon Ciater, Serpong, Kota Tangsel, Minggu (22/10). Acara tersebut juga dihadiri oleh Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany. Pada susunan pengurus yang baru ini, Adjie Ekawarman selaku Dewan Pembina yang juga tercantum pada kepengurusan KONI Tangsel serta Zaid Elhabib selaku Anggota Dewan Propinsi Banten yang secara kebetulan adalah mantan Atlet serta pengurus pencak Silat Merpati Putih sewaktu kuliah di Universitas Trisakti Jakarta. Dalam sambutannya, Airin berharap agar warga kota Tangsel dapat menyalurkan hal-hal yang positif dan bermanfaat dengan masuk kedalam kegiatan pencak silat Merpati Putih. “Saya bersyukur apabila atlet-atlet yang berlatih nantinya dapat berlaga dan dapat mencetak prestasi, sehingga dapat membanggakan Kota Tangsel,” kata Airin. Diketahui, MP Cabang Tangsel terbentuk kepengurusan untuk periode 2017-2022 yang di ketuai oleh Mas Sulistio Imam sebagai warga Pondok Aren. Kemudian, pada saat itu juga diadakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) untuk tingkat Dasar 1 sampai tingkat Balik 1, serta peragaan atraksi pemukulan benda keras serta atraksi getaran, yakni dengan melakukan atraksi dengan mata tertutup melewati halang rintang, mengenali warna serta membaca data KTP. Ir. Zaid Elhabib menjelaskan, bahwa tempat-tempat latihan PPS Betako MP ini sudah tersebar di beberapa tempat di kota Tangsel, namun ternyata masih menginduk ke cabang lain, sehingga dari para pelatihnya yang berdomisili di Tangsel memprakarsai untuk membentuk Kolat Tangerang Selatan. Karena ada dari beberapa atletnya yang sudah berprestasi di tingkat Nasional. “Oleh sebab itu, alangkah baiknya apabila bisa mewakili dari daerah tempat tinggal sendiri yaitu Kota Tangsel,” imbuhnya. Sementara itu Dewan Pelatih MP Tangsel, Willy, sangat optimis MP Tangsel akan menjadi kiblat bagi MP di seluruh Indonesia. “Untuk mencapai itu, kita semua harus mempunyai kekompakan, sikap kekeluargaan serta gotong royong. Jika, semua berjalan dengan lancar dan matang, bukan tidak mungkin MP Tangsel akan dijadikan tolak ukur bagi MP di seluruh Indonesia,” papar Willy. (pah/adt)

Usai Ukir Sejarah, UNY Raih Peringkat Tiga LIMA Futsal Nationals 2017

UNY vs Poliban LIMA Futsal Nationals 2017

Tim putra Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil meraih peringkat ketiga LIMA Futsal Nationals 2017 usai menaklukkan Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) dengan skor 2-1. UNY dan Poliban sama-sama ingin merebut predikat peringkat tiga di LIMA Futsal Nationals 2017. UNY langsung menekan pertahan Poliban sejak peluit babak pertama ditiup. Hasilnya, di menit 13 pemain UNY, Maezar berhasil membuat UNY unggul 1-0. Tak butuh waktu lama bagi Poliban untuk menyamakan kedudukan. Tendangan keras, Hafist tak bisa dihalau kiper UNY dan merubah skor menjadi 1-1. Skor 1-1pun bertahan hingga babak pertama berakhir. Di babak kedua, UNY terus menekan pertahanan Poliban. Maezar kembali mencetak gol keduanya dan membuat UNY unggul 2-1. Di sisa waktu yang ada, Poliban mencoba menyamakan kedudukan. Namun, usaha anak-anak Poliban selalu gagal. Skor 2-1 untuk UNY pun bertahan hingga usai. Dengan begitu, UNY berhasil mencetak sejarah dengan menduduki peringkat tiga LIMA Futsal Nationals 2017. Asisten Pelatih UNY, Gigih Nenaz mengatakan, ini sebagai sejarah bagi tim futsal UNY yang berhasil meraih peringkat tiga di LIMA Futsal Nationals. “Di awal pertandingan, kami memang kurang maksimal. Di waktu istirahat babak pertama, kami memberikan arahan untuk terus menekan. Alhamdulillah di satu menit sebelum pertandingan berakhir kami berhasil menekan dengan penyelesaian yang baik. Ini merupakan sejarah untuk futsal putra UNY bisa meraih peringkat ketiga LIMA Futsal Nationals,” ujar Gigih.(pah/adt)

Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong Merpati Putih Warisan Yang Harus Dilestarikan

Anggota Dewan Provinsi Banten, Ir. Zaid Elhabib, MM.

Peresmian Pengurus Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong MERPATI PUTIH atau PPS BETAKO MP Cabang Kota Tangsel, beberapa waktu lalu di Tandon, Ciater, Tangsel mendapat perhatian khusus dari Anggota Dewan Provinsi Banten, Ir. Zaid Elhabib, MM. Zaid yang juga mantan atlit serta pengurus pencak Silat Beladiri Tangan Kosong Merpati Putih sewaktu kuliah di Universitas Trisakti Jakarta, mengatakan bahwa sudah seharusnya Pencak Silat Merpati Putih harus di lestarikan. “Saya berharap, Pencak Silat yang salah satunya aliran Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong Merpati Putih ini dapat dilestarikan sebagai warisan Budaya Asli Indonesia, sehingga disini kita bukan hanya belajar beladiri saja, namun dapat menjaga kebugaran serta stamina tubuh juga dapat berpartisipasi dalam menjaga Warisan Budaya Indonesia sebagai salah satu kesenian Beladiri Indonesia,” jelas Zaid. Pada saat peresmian PPS BETAKO MP Tangsel juga diadakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) untuk tingkat Dasar 1 sampai tingkat Balik 1. Tak hanya itu, peragaan atraksi pemukulan benda keras serta atraksi getaran yaitu melakukan atraksi dengan mata tertutup, melewati halang rintang, mengenali warna serta membaca data KTP. Ia juga mengatakan dengan dibentuknya PPS Betako MP Tangsel dapat mengembangkan olahraga bela diri tangan kosong dan mengenalkannya kepada masyarakat. Sehingga, nantinya akan muncul bibit-bibit atlit pencak silat. “Dengan diresmikannya PPS Betako MP Tangsel, masyarakat dapat mengenal seni bela diri tangan kosong dan mampu membantu untuk mengembangkannya. Apalagi, jika ada warga Tangsel yang berlaga di kancah Nasional maupun Internasional,” ujarnya. Lanjutnya, banyaknya pelatih silat yang berasal dari Tangsel akan membantu mengembangkan seni bela diri tangan kosong ini. “Para pelatih-pelatih tersebut kebetulan semuanya berdomisili di Tangerang Selatan memprakarsai untuk membentuk cabang Tangerang Selatan. Semoga mereka dapat menciptakan atlet muda yang potensial,” ucapnya.(pah/adt)

Dengan Hasil Skor 4-0, Tim Putri UPI Bandung Amankan Tiket Final LIMA Futsal Nationals 2017

UPI vs UNY LIMA Futsal Nationals 2017

Laga semifinal LIMA Futsal Nationals 2017 mempertemukan pemuncak klasemen Pul X, tim putri Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan runner-up klasemen Pul Y, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Hasil ini membawa tim putri UPI masuk ke Final LIMA Futsal Nationals 2017. Pertandingan yang dihelat di Sports Center UIN Maliki Malang ini berakhir dengan kemenangan UPI 4-0 atas UNY. Dengan kemenangan ini, UPI memastikan langkahnya ke final LIMA Futsal Nationals yang akan digelar pada Sabtu (28/10) mendatang. UPI yang tampil percaya diri telah mendominasi pertandingan dari awal laga dimulai. Gol cepat Diah Tri (7) pada menit kedua membuka keunggulan UPI atas UNY 1-0. UNY mencoba mengimbangi UPI, namun serangan mereka belum mampu memecah pertahanan tim asal Kota Gudeg ini. Pada menit ke-14, UPI kembali mendapatkan gol tambahan dari kaki Fitriana Rihman (4). Skor sementara 2-0 untuk UPI bertahan hingga babak pertama berakhir. Di babak kedua, kembali gol cepat terjadi. Kali ini sang kapten UPI, Nurul Inayah (9) pada menit ke-21 dan merubah papan skor menjadi 3-0. UNY yang tertinggal mencoba bermain powerplay untuk memperkuat serangan. Namun, powerplay yang dilakukan anak-anak Yogyakarta ini tak berjalan dengan sempurna. Evani (8) menutup laga semifinal ini dengan gol sepakannya ke gawang UNY pada menit ke-39. Skor akhir menjadi 4-0 untuk UPI. Ini merupakan laga keempat UPI bermain di final LIMA Futsal Nationals 2017. UPI sudah menjadi juara bertahan LIMA Futsal Nationals sejak season pertama LIMA Futsal digelar. Pelatih UPI, Asep Sumpena mengatakan, di babak final akan kembali merubah strategi. Karena, ini merupakan tantangan bagi tim UPI yang sudah keempat kalinya melangkah ke final LIMA Futsal Nationals. “Kami merasa sangat senang. Ini target terberat karena ini tahun keempat, dan sekaligus tantangan bagi kami. Tiap kami bermain, kami selalu menganalisis setiap tim yang akan berhadapan dengan kami. Untuk setiap lawan, berbeda strategi yang diterapkan,” ujar Asep. (pah/adt)

UPH Di Anggap Berpeluang Raih Juara Reguler Pada Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference 2017

Prim-A-Greater-Jakarta-Conference-2017

Tim basket putri Universitas Pelita Harapan (UPH) masih terlalu tangguh bagi lawan-lawannya di babak reguler Liga Mahasiswa (LIMA) Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference 2017. Apakah UPH berpeluang menjadi juara di babak reguler ini? Dalam tiga pertandingan terakhir, UPH berhasil mengakhiri pertandingan dengan trend positif. Menang dengan perolehan angka yang telak sudah menjadi makanan pokok bagi anak-anak Tangerang ini. Menurut data statistik Liga Mahasiswa Basketball, UPH selalu unggul perolehan angka dibanding tim yang lain yang juga memenangkan pertandingan di hari yang sama. Di pertandingan keempat UPH bertemu dengan Universitas Trisakti (Usakti) yang di helat di GOR Lokasari, Jakarta Barat, Kamis (26/10/2017). Anak asuh dari coach Daniel R. Gondosaputro ini langsung tancap gas di kuarter pertama, Usakti tak mampu berbuat banyak. UPH unggul dengan skor 17-3. Di kuarter kedua UPH kembali menunjukan ketangguhannya, bermain dengan gaya menyerang sejak menit awal selalu ditunjukan oleh para srikandi UPH, hasilnya UPH kembali unggul dengan skor 16-6. Di kuarter ketiga sebenarnya Usakti mampu menekan permainan UPH. Kedua tim saling mengejar poin. Troylita Sarah (13) dari Usakti dan Kapten Hidayat Shaquilla (11) dari UPH keduanya seakan berlomba mengumpulkan poin. Kedua pemain ini masing-masing membuat empat kali tembakan dua poin pada kuarter ketiga. Kuarter keempat menjadi mimpi buruk bagi Usakti. Pasalanya, para pemain selalu membuat kesalahan-kesalahan kecil yang berakibat fatal. Hal ini dimanfaatkan baik oleh para pemain UPH. UPH telah berada di atas awan, anak asuh coach Daniel R. Gondosaputro itu bagai senjata penghancur di babak reguler Liga Mahasiswa Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference 2017. Siapa yang bisa mengalahkan UPH? (pah/adt)

Targetkan 5 Emas Pada Kejurda Pencak Silat Pelajar, IPSI Tangsel Dorong Persiapan

Pengurus-Ipsi-Tangsel

Ikatan Pencak Silat Kota Tangerang Selatan (IPSI Tangsel) sudah siap 80% menjelang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat Tingkat Pelajar yang akan berlangsung 3-5 November 2017 di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua II Bidang Teknik IPSI Kota Tangsel, Deny A., di GOR Ciputat, Jalan Ki Hadjar Dewantoro, Ciputat, Rabu (25/10/2017) malam, saat memantau jalannya Latihan atlet binaan, sekaligus rapat koordinasi persiapan event atau agenda kegiatan IPSI Tangsel sampai akhir Desember 2017. “Persiapan IPSI Tangsel sudah 80 persen, mulai dari atlet, pelatih, serta semua kesiapan teknik, termasuk mental. Nanti diprediksi 100 persen kesiapannya pas hari H,” ungkap Deny. Target IPSI Tangsel dituturkanya bisa meraih 5 Emas, karena raihan terakhir di ajang yang sama sebelumnya 4 Emas. “Ini yang menjadi PR besar untuk teman-teman binaan prestasi yang ada di IPSI Tangsel, maka dari itu, semua stakeholder dari pelatih, pengurus, termasuk Ketua (E. Wiwi Martawijaya) bahu membahu mensukseskan Kejurda 2017 ini,” ucapnya. Dia menjelaskan, kedepannya nanti ini hanya menjadi ajang salah satu Try out saja, karena di Tahun 2018 mendatang, target utamanya adalah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) di Kabupaten Tangerang. Diakuinya, POPDA 2018 merupakan event bergengsi dan juga merupakan event berkelanjutan sampai Tingkat Nasional nanti. Kejurda mendatang ini, rencananya IPSI Tangsel akan full team sebanyak 22 atlet, 3 pelatih yang mengandalkan pada Kelas A Putri, Kelas C Putra, Kelas F Putra, Kelas B Putri, dan Kelas Tunggal Putra. Ditambahkannya, Tangsel tidak memasang target agar menjadi Juara Umum. “Alasannya, karena kalau Juara Umum targetnya minimal 7 Emas, target kita hanya di 3 Besar,” tambah Deny POPDA terakhir pada 2016 lalu di Kabupaten Pandeglang, kontingen dari Kota Tangsel sendiri meraih prestasi 3 Besar, dengan 3 Emas 2 Perak 5 Perunggu. Hampir senada dengan Deny, hal ini juga diungkap oleh Atrias, selaku Bidang Pembinaan Prestasi, yang sangat berharap POPDA 2018 mendatang ada peningkatan prestasi dari sebelumnya. “Saya sedikit agak prihatin dari kedisiplinan anak-anak, meski saya hanya sebagai pemantau, pengawas, saya menekankan kepada pelatih agar anak-anak lebih disiplin, terutama keseriusan dan kehadiran latihan ditambah lagi nyalinya harus lebih kuat,” Tegas Atrias. Sedangkan masih menurut Atrias, Kabupaten Tangerang selaku Tuan Rumah, menurut informasi yang di himpun, sudah mempersiapan jauh hari sebelumnya, dan beberapa lapis tim mereka, tapi kalau kita Tangsel hanya dua lapis. tutup Atrias (sug/adt)

UNJ Mantapkan Posisi Di Puncak Klasemen Pul Y LIMA Futsal Nationals

unj vs uny LIMA Futsal Nationals 2017

Perebutan posisi pertama klasemen Pul Y LIMA Futsal Nationals disajikan oleh tim putri Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Rabu (25/10) di Sports Center UIN Maliki Malang. Di tabel klasemen, UNJ dan UNY memiliki jumlah poin sama, yaitu enam poin. Namun, UNJ lebih unggul dengan selisih 11 gol, sedangkan UNY memiliki selisih sembilan gol. Kendati kedua tim sudah dipastikan lolos ke semi final, kedua tim memeragakan permainan yang ngotot. Kedua tim menampilkan kekuatan yang imbang di laga ini. Baik UNJ maupun UNY saling melancarkan serangan. Pertahanan kedua tim pun sangat ketat, sehingga membuat mereka tak mampu mendapatkan satu gol pun di babak pertama. Memasuki babak kedua, kedua tim masih belum dapat mengatasi kebuntuannya. Gol baru tercipta dari sepakan kaki sang kapten UNJ, Nur Fajriah (14) pada menit ke-39. Gol sang kapten tersebut menjadi satu-satunya gol yang tercipta di pertandingan ini. Hingga akhir pertandingan, UNY belum mampu mencetak satu gol pun. Perolehan skor menjadi 1-0. Kedua tim memastikan langkahnya ke semifinal. UNJ, sang pemuncak Klasemen Pul Y LIMA Futsal Nationals, akan berhadapan dengan runner-up Pul X, yaitu Universitas Trisakti (Usakti) Jakarta pada semifinal esok hari, Kamis (26/10). Sedangkan UNY, runner-up Pul Y, akan melawan juara Pul X, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Pelatih UNJ, Nur Fitranto mengatakan, anak asuhnya terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan. Tentunya, evaluasi akan dilakukan pada babak semi final. “Strategi kami hanya serangan balik. Namun, pemain kami terlalu terburu-buru mengambil keputusan, sehingga peluang terbuang sia-sia. Saya akui permainan para pemain UNY juga sudah membaik saat ini,” ungkap Nur Fitranto, pelatih UNJ. (pah/adt)

Tak Butuh Persiapan Khusus, Para Pemain Golf Indonesia Open 2017 Siap Mengikuti Turnamen

Johannes-Veerman,-Gaganjeet-Bhullar-dan-Rory-HIE-saat-konferensi-pers

Indonesia Open 2017 akan dimulai 26 Oktober-29 Oktober 2017. Turnamen yang akan diikuti 140 pegolf dari berbagai negara ini berhadiah total 300 ribu dolar. Tiga pegolf professional, Gaganjeet Bhullar asal India, Johannes Veerman asal Amerika Serikat dan Rory HIE asal Indonesia mengutarakan persiapan mereka untuk turnamen di Indonesia mengingat Indonesia saat ini sedang mengalami cuaca yang tidak menentu. “Tidak ada persiapan khusus. Bagi saya memang sama panasnya cuaca di India dan di Indonesia. Bahkan di bulan Juli dan Agustus di India lebih lembab. Jadi tidak ada persiapan yang berbeda” ujar Gaganjeet Tak berbeda jauh dengan Gaganjeet, Johannes pun berpendapat yang sama bahwa ia sudah terbiasa dengan cuaca di negara tropis seperti Indonesia. “Tidak ada persiapan untuk cuaca karena saya juga pernah tinggal di Asia selama 15 tahun seperti di Malaysia, Thailand dan saya juga ada rumah di Depok yang saya kunjungi setiap musim panas. Saya cukup berpengalaman untuk mengatasi cuaca dan saya terbiasa untuk bermain di tempat tropis. Berbeda dengan Eropa yang saat ini sedang musin dingin” ucap Johannes. (put/adt)

Turnamen Golf Indonesia Open 2017 Berjalan Dengan Menggandeng Sponsor Dari 5 Perusahaan BUMN

Himbara-bersama-perwakilan-atlet-golf,-Ketua-umum-PB-PGI

Turnamen Golf Indonesia Open 2017 akan dimulai pada 26 Oktober-29 Oktober 2017 di Pondok Indah Golf Course, Jakarta. Acara tahunan Turnamen Golf ini memiliki perbedaan pada tahun sebelumnya, dimana Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) terlibat langsung sebagai penyelenggara tanpa bantuan dari event organizer. Namun, PGI kini menggandeng 5 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai sponsor yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). “Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang selalu melibatkan event organizer, tahun ini PGI terlibat langsung menjadi penyelenggara” ucap Muryada PO selaku Ketua Umum PB PGI Murdaya Po juga menuturkan harapannya untuk turnamen internasional pada tahun berikutnya agar lebih besar dan bisa mengembangkan golf di Indonesia. “Saya berharap nanti turnamen tahun berikutnya lebuh banyak sponsor, semakin besae dan semakin bergengsi. Saya juga berharap turnamen ini dapat mendukung perkembangan golf di Indonesia dan juga di Asia” tambahnya Kerja sama antara PB PGI dan Himbara merupakan langkah yang sangat baik. Maristella Tri Haryanti selaku Vice President Bank Mandiri menuturkan bahwa turnamen ini merupakan awal untuk Himbara agar dapat mendukung acara turnamen internasional lain seperti Asian Games. “Ini menjadi pemanasan juga karena Indonesia akan menghadapi tahun depan dimana kita akan ada Asian Games. Jadi ini sebagai rangkaian event internasional juga” tuturnya Berbeda dengan anggota Himbara lain, turnamen ini bukan pertama kali bagi BRI untuk memberikan dukungan kepada Indonesia Open 2017. Prilly Savitri sebagai Marketing Communication BRI juga menyampaikan bahwa BRI pernah mensponsori ajang ini pada tahun-tahun sebelumnya. “Bank BRI sendiri sudah pernah mensponsori event ini mulai dari tahun 2013, 2014 dan 2016. Dan untuk tahun ini kami memang bersinergi dengan para bank di Himbara dan Telkom. Hal ini untuk mengusung spirit BUMN yang hadir untuk negeri” ujarnya. (put/adt)

Telkom Petik Kemenangan di Laga Terakhir LIMA Futsal Nationals 2017

Pemain TELKOM (Putih) berusaha merebut bola dari pemain Unnes (kuning)

Di petandingan ketiga di hari ketujuh Laga terakhir LIMA Futsal Nationals 2017, saling berhadapan dua tim dari Pul A, Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Universitas Telkom Bandung. Sama-sama menderita kekalahan di laga sebelumnya, membuat kedua tim bermain lepas. Di laga sebelumnya, Unnes kalah tipis 2-3 dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bhakti Pembangunan (STIE BP) Jakarta. Sementara, Telkom juga menelan kekalahan usai laganya melawan tim dari conference debutan, Kalimantan, Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban), dengan skor 2-4. Di laga terakhir untuk masing-masing tim ini, kedua tim bermain dengan tempo yang sedang. Baik Unnes maupun Telkom saling menyerang. Namun, hingga pertengahan waktu babak pertama, kedua tim belum mampu mengatasi kebuntuannya. Gol baru tercipta untuk Telkom pada menit ke-17 via sepakan Rizki (10). Semenit kemudian, Teguh (59) turut menambah perolehan gol untuk Telkom. Rizki kembali mencatatkan namanya pada menit ke-19 dan membawa Telkom menjauh menjadi 3-0. Di sisa waktu babak pertama ini, Unnes belum mampu mencetak satu gol pun. Babak pertama berakhir dengan keunggulan sementara Telkom 3-0 atas Unnes. Di menit awal babak kedua, Telkom sudah merepotkan pertahanan Unnes. Ahsanul Gibran (21) memecah pertahanan Unnes dengan sepakannya ke arah gawang yang berbuah gol untuk Telkom pada menit ke-25 dan mengubah skor menjadi 4-0. Rizki menjadi momok menakutkan bagi Unnes. Alhasil, Rizki kembali mencetak gol sekaligus mencetak hattrick dan membawa Telkom menjauh menjadi 5-0. Tak mau menjadi lumbung gol, Unnes mencoba memanas. Tim asal Semarang ini menggencarkan penyerangannya. Akhirnya, Unnes mampu memecahkan kekosongan skornya melalui tembakan Agung (8) pada menit ke-36. Di sisa waktu pertandingan, Agung kembali mampu memanfaatkan peluang pada menit ke-39. Namun, dua gol Agung tak bisa membantu Unnes lepas dari kekalahan. Laga terakhir LIMA Futsal Nationals 2017 pun ditutup dengan kemenangan Telkom dengan skor 5-2. Pelatih Telkom, Hasan Suaidi menjelaskan, bahwa kesempatan bermain di fase Nationals sangat membanggakan. Terlebih, bermain di fase Nationals akan menambah jam terbang pemain dan meningkatkan mental pemain. “Kami bermain lepas tanpa beban. Tadi kami sangat bermain santai. Ini merupakan kesempatan yang luar biasa bisa bermain hingga fase Nationals. Memang banyak yang harus dievaluasi, salah satunya mental pemain yang jam terbangnya masih sedikit,” kata Hasan.(pah/adt)