PSSI Luncurkan Buku Tentang Pembinaan Sepakbola Di Indonesia

danurwindo-01-ist_a39582e

PSSI merilis buku tentang pembinaan sepakbola di Indonesia. Buku yang memiliki 166 halaman ini berisikan tentang sejarah sepakbola di Indonesia dan cara membina pemain-pemain muda dari usia 6 hingga 19 tahun. Buku ini diharapkan dapat menjadi pedoman untuk membangun sepakbola di Indonesia. Peluncuran buku yang dilaksanakan pada 9 November lalu diselenggarakan di Kantor PSSI, Grand Rubina, Kuningan, Jakarta Selatan. Direktur Teknis PSSI yang menjadi salah satu penulis, Danurwindo menuturkan ajakan kepada seluruh pihak untuk membangun dan peduli terhadap sepakbola Indonesia. “Kami mengajak semua pihak yang peduli dengan sepakbola di Indonesia untuk bersama-sama menyebarkan buku ini. Sehingga tercetak banyak pelatih berkualitas untuk mendidik lebih banyak pemain muda, dan akhirnya akan membentuk tim nasional Indonesia seperti yang kita harapkan,” tutur Danurwindo. Buku tentang pembinaan sepakbola di Indonesia yang memiliki 6 bab ini, akan menjelaskan bagaimana melakukan latihan yang baik sesuai dengan umur para pemain. Danurwindo juga berharap para pelatih dapat menerapkan pola latihan yang baik agar perkembangan pemain akan maksimal dan pemain dapat mengambil keputusan dalam sepakbola, tidak hanya mengandalkan skill. “Pemain sekarang ini tidak hanya harus punya skill yang bagus, tapi juga cerdas. Mereka harus belajar aksi-aksi sepakbola dengan mengambil keputusan yang tepat,” ucap Danurwindo. Buku ini juga sudah mulai disosialisasikan dalam kursus pelatihan lisensi D dan sudah menjangkau ratusan pelatihan akademi dan sekolah sepakbola sejak awal tahun 2017. PSSI berencana akan memprioritaskan guru SMP secara bertahap dan akan di mulai pada 12 November 2017 kepada 90 guru di Sawangan Depok. PSSI akan tetap melakukan kerja sama kepada berbagai pihak akan buku tentang pembinaan sepakbola di Indonesia ini dapat cepat menyebar luas ke seluruh Indonesia.(put/adt)

MP Tangsel Bawa Pulang 9 Emas dan 9 Perak Dari Pencak Silat

MP-Tangsel-bela-diri-pencak-silat

Baru saja diresmikan 22 Oktober lalu, Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong (PPS BETAKO) Merpati Putih (MP) cabang Tangsel sudah menunjukan taringnya dalam ajang perlombaan Tangerang Selatan Pencak Silat Championship, Sabtu-Minggu (11-12/11) bertempat di GOR Ciputat. Ribuan peserta dari berbagai klub beladiri tangan kosong unjuk kebolehan dalam bertanding di Tangerang Selatan Pencak Silat Championship 2017 yang merupakan event pertama yang ada di Tangsel. PPS BETAKO MP cabang Tangsel sendiri mengirimkan 18 atletnya baik putra maupun putri dan masih duduk di bangku SD serta SMP. Wakil Ketua Cabang MP Tangsel, Richard Kartiko mengatakan, semenjak diresmikan bulan Oktober lalu, MP Tangsel terus intens berlatih dan mempersiapkan atlet binaan dengan penuh keseriusan. Dan, hasilnya dapat menyumbangkan prestasi yang sangat membanggakan. “Persiapan bisa dikatakan tidak lama, tetapi kami intens dalam berlatih. Terus mempersiapkan atlet dengan baik. Apalagi ini event pertama, bisa dikatakan ajang pemasan dan hasilnya sangat menggembirakan,” ujar Richard. MP Tangsel berhasil mendapatkan sembilan emas dan sembilan perak dari pencak silat. Sungguh prestasi yang patut di acungi jempol, bagi MP Tangsel yang baru saja dibentuk. Hal ini, membuat Richard tak menyangka dan sangat terkesan dengan fighting para atlet MP Tangsel. “Gak menyangka juga, karena ini kan event pertama yang kami ikuti. Dan, hasilnya diluar dugaan sembilan emas dan sembilan perak. Atlet mampu fighting dengan penuh semangat juang dan juga memberikan penampilan yang terbaik,” terangnya. Richard pun, berharap event pertama dan prestasi ini dijadikan pengalaman bagi para atlet agar nantinya di event selanjutnya bisa memberikan prestasi yang lebih lagi. “Jangan cepat puas, jadikan ini sebagai pengalaman yang berharga. Semoga, para atlet bisa memberikan prestasi yang lebih baik di event selanjutnya,” tutur Richard.(pah/adt)

150 Peserta Gowes Resmi Dilepas Pada Acara Car Free Day

Gowes-Bareng-2017

Sejak pagi hari, Minggu (12/11) para peserta gowes tumpah ruah di acara Car Free Day (CFD) Tangsel. Dengan seragam hijau tosca dan putih, pesepeda itu bersiap untuk menempuh jarak 12 kilometer. Pada kesempatan itu Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie, mengangkat bendera tanda dimulainya gowes bareng 2017 yang diikuti ratusan peserta. Gowes bareng dengan rute mengambil start dari Lapangan Malibu, ITC BSD menuju bundaran Alam Sutera lalu putar arah dan finish di lokasi start atau sejauh 12 kilometer. Kegiatan kerjasama Pemkot Tangsel, Comunity bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangsel ini merupakan rangkaian Hari jadi Kota Tangsel yang ke-9 diperingati pada 26 November. Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie dalam sambutannya mengatakan, HUT Kota Tangsel ke-9 ini, masyarakat dapat menikmati berbagai event yang melibatkan langsung masyarakat. “Selain gowes bareng, banyak event-event yang melibatkan masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Bang Ben. Salah satu kegiatan memeriahkan HUT Kota Tangsel yang ke-9 ini dengan mengadakan sepeda santai atau gowes bareng. Bang Ben mengharapkan masyarakat dapat terlibat serta lingkungan sekitar di setiap eventnya. “Kita harapkan seluruh masyarakat bisa menikmati perayaan hari jadi ini. Dengan menjaga lingkungan dan keamanan tentunya,” ujarnya. Sementara itu, Ketua KONI Tangsel, Rita Juwita menambahkan, atlet asal Kota Tangsel dapat berprestasi diajang nasional maupun internasional. Rita juga berharap, atlet Tangsel bisa berlaga di Asian Games 2018. “Saya harapkan atlet Tangsel menjadi peserta di ajang olahraga tingkat internasional seperti Asian games. Sebagai pemanasan, atlet Tangsel akan mengikuti ajang PorProv (Pekan Olahraga Provinsi) yang sebentar lagi digelar,” terangnya. Para peserta Gowes Bareng 2017 ini, sangat antusias, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua menikmati Gowes Bareng ini. Tak hanya itu, para peserta dapat menikmati drorprize utama yakni satu unik sepeda motor, sepeda, televisi dan yang lainnya. Hal ini, di tegaskan oleh Ketua Panitia Gowes 2017, Amrizal yang mengatakan para peserta gowes tak hanya dari Tangsel tetapi datang dari luar Tangsel. “Gowes bareng 2017 ini merupakan yang kedua kalinya. Peserta pun sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Selain itu, banyak door prize yang kita siapkan,” tandasnya. (pah/adt)

Berlari Sambil Berdonasi, Nusanta.run Chapter 5 Digelar Demi Pendidikan Di Indonesia

Nusanta.run Chapter 4 yang digelar Cirebdion-Purwokerto tahun lalu

Nusanta.run adalah gerakan lari demi mengumpulkan donasi untuk mengembangkan pendidikan di Indonesia. Jarak lari yang ditempuh adalah jarak ultra atau lebih dari 42 kilometer. Setiap tahunnya, misi yang dilakukan oleh Nusanta.run berbeda-beda, seperti pembangunan sekolah, bantuan untuk anak-anak yang putus sekolah ataupun pengembangan kualitas guru. Tahun ini, menjadi tahun kelima bagi Nusanta.run untuk mengembangkan kualitas 400 guru di Dieng, Jawa Tengah yang akan diadakan pada 15-17 Desember 2017 yang akan diikuti 222 pelari. Tak hanya itu, target untuk tahun ini akan mengumpulkan donasi sebesar 2 Miliyar Rupiah. Adji Dara Vania salah satu pelari menjelaskan misi dari Nusanta.run tahun ini. “Ditahun sebelumnya kita sudah berdonasi untuk pembangunan sekolah. Tahun ini kita berdonasi untuk pembinaan dan pengembangan 400 guru di Dieng dan sekitarnya. Waktu itu disana ada tes standar mengajar untuk guru dan 75% guru di Dieng tidak lulus tes. Makanya kita bantu untuk berkembang karena pastinya juga sebagai guru mereka ingin murid-muridnya dapat kualitas yang terbaik dan pastinya kalau gurunya memilki kualitas yang baik, muridnya juga akan berkualitas baik.” Ujarnya https://www.instagram.com/p/BbbEAMilapc/?taken-by=nusanta.run Nusanta.run sebelumnya sudah melewati Jakarta-Bogor ditahun pertama dengan jarak 53,5 kilometer, tahun kedua Bogor-Bandung dengan jarak 118 kilometer, tahun ketiga dari Bandung ke Cirebon dengan jarak 135 kilometer, dan tahun keempat Cirebon-Purwokerto dengan jarak 145 kilometer. Gerakan lari ini akan dibagi menjadi 2 kategori yaitu Full Course dengan jarak 127,9 kilometer dan Half Course kurang lebih menempuh 64 kilometer. Adji Dara juga menjelaskan harapannya dari diadakannya Nusata.run ini. “Nusanta.run ini juga sebagai wujud kecintaan kita sama Indonesia, jadi Nusanta.run akan keliling Indonesia dimulai dari Jakarta. Kalau tahun ini kan titiknya sudah di Dieng dan diharapkan tahun-tahun setelahnya akan terus berlanjut sampai seluruh pelosok Indonesia akan terlewatkan.”tutupnya(put/adt)

Ingin Berbeda Dari Sebelumnya, Kejurda Drag Bike Banten Open Targetkan 1.000 Starter

Ajang balap Kejurda Drag Bike Banten Open 2017 akan meriahkan HUT Tangsel ke-9. (sumber foto: balapmotor.net)

Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tangsel tinggal menghitung hari. Berbagai acara pastinya akan memeriahkan HUT Tangsel ke-9 ini. Seperti acara Kejuaraan Daerah (Kejurda) Drag Bike Banten Open yang akan diselenggarakan di Lapangan Udara TNI AU Cicangkal selama dua hari, rencananya pada 25-26 November mendatang. “Agenda ini sekaligus Final Kejurda Drag Bike Banten,” ujar Ketua Harian IMI Korwil Tangsel, Bahrudin. Bahrudin menargetkan, 1.000 starter pada Kejurda Drag Bike Banten Open dan akan melombakan 22 kelas. Ia, menambahkan, bahwa ingin memperingati HUT Tangsel dengan lebih berbeda dari sebelumnya. “Kami ingin peringatan HUT Tangsel tahun ini lebih berbeda, lebih bermakna bagi semua,” ucapnya. Bahrudin pun, berharap dengan acara ini dapat menampung pembalap drag dan juga membuat perkembangan drag bike maju di Kota Tangsel. “Saya berharap, dunia drag bike makin maju di Tangsel,” tambahnya. Gelaran event Drag Bike ini, menurutnya melibatkan sejumlah instansi. Antara lain Pemkot Tangsel, KONI Tangsel, ATS Bogor, Bravo90, Polsek Rumpin dan IMI Banten. “Untuk pendaftaran sampai 25 November. Kita juga siapkan hadiah utama berupa 1 unit Yamaha NMAX dan 1 unit Yamaha XRIDE,” tandasnya. Berikut Kelas yang Dilombakan: KELAS POINT 1 -BBK 4T 130 TU 2 -BBK 4T 200 TU 3 -MTC 155 TU 4 -MTC 200 TU 5 -SPORT 2T 155 FRAME STDR 6 -RXKING 140 FRAME STDR KELAS POINT LOKAL 7 -MTC 200 TU LOKAL 8 -RXKING 140 FRAME STDR LOKAL 9 -SPORT 2T 155 FRAME STDR LOKAL 10-MTC 130 FRAME STDR KELAS SUPPORTINH 11-BBK 2T 130 TU 12-BBK 4T 200 NON DOHC 13-SPORT 2T 140 TU 14-SPORT 2T 155 TU 15-FFA CAMPURAN 16-BRAKET 7,5 DETIK 17-BRAKET 8 DETIK 18-BRAKET 9 DETIK 19-BRAKET 10 DETIK 20-MINI GP OPEN 21-FFA VESPA 22-BBK 2T 130 NON BU (pah/adt)

Brotherhood Siap Mendorong Nasib Atlet Bela Diri Untuk Mendapatkan Hidup Layak

Brotherhood-Siap-Mendorong-Nasib-Atlet-Bela-Diri-Untuk-Mendapatkan-Hidup-Layak

Berlatar belakang ingin membuat standart gaji atau bayaran para atlet bela diri, organisasi yang bernama Brotherhood menjadi wadah perjuangan para atlet bela diri. Brotherhood yang bermarkas di ruko bidex Serpong membuka pendaftaran kepada para atlet dan petarung untuk bersama-sama bergabung menyuarakan dan menggelorakan beladiri dalam negeri. Irwan Taufik yang menggagas Brotherhood mengatakan kepada nysnmedia.com bahwa dirinya sudah menginisiasikan ini sejak tahun 2013. “iya, Brotherhood, merupakan organisasi atau wadah khusus untuk atlet petarung. Saya dan teman-teman sudah punya wacana sejak tahun 2013 lalu, intinya apapun latar belakang beladiri yang di tekuni boleh bergabung, dan mari kita buat menjadi lebih berwarna,” tegas Irwan Irwan menambahkan bahwa di Indonesia belum ada management untuk nasib atlet yang solid, dan stabil. “Menurut saya, di Indonesia sendiri belum ada yang mewadahi itu secara global, dan professional sehingga nasib atlet beladiri semakin tidak jelas, dan kami sedang mengarah kesana,” ucap Irwan. Lebih lanjut Irwan menambahkan dari masing-masing pengurus dan anggota Brotherhood merupakan atlet-atlet berbakat yang pernah mengharumkan nama daerah, wilayah dan negara Indonesia. “Kami yang berhimpun dalam wadah ini diantaranya merupakan atlet bela diri dari berbagai jenis beladiri, diantaranya wushu, MMA, Karate, Taekwondo, tinju, muaythai, kick boxing, hapkido dan pencak silat. Dari situ kita akan melakukan improve, create improve ajangnya misalnya pencak silat, akan kami buat ajang modern pencak silat,” jelas Irwan. Sementara itu Gunawan yang tak lain adalah atlet kebanggaan jawa timur di nobatkan menjadi duta petarung Brotherhood. Sambil mengatakan dengan logat jawanya yang kental, Gunawan juga menjelaskan tentang minatnya bergabung di Brotherhood dan prestasinya yang pernah di capai selama menjadi atlet bela diri wushu. “Terus terang saya sangat senang bergabung dalam keluarga besar brotherhood, disini kami di ajarkan berbagi dan bermanfaat untuk orang banyak yang kebanyakan orang tidak mampu, seperti pemuda jalanan, anak tidak mampu di latih dengan sukarela. Karena saya sendiri juga dari keluarga yang tidak mampu. Tapi alhamdullilah prestasi yang pernah saya capai dari wushu diantaranya, PON 2008 saya mendapatkan perak, pada tahun 2009 saya ikut kejuaraan di Kanada dapat perunggu, Seagame 2009 juga dapat perunggu, 2010 Indonesia Open saya kembali mendapatkan perunggu, PON 2012 dapat perak, 2013 mendapatkan juara nasional, di kejuaraan islamic soledarity games dapat perak, 2014 masuk Kejurnas, 2014 kejuaraan dunia di Jakarta, 2016 saya ikut PON Jabar perunggu, dan kejuaraan dunia di china dapat perunggu,” tutup Gunawan. (adt/rjl)

Cerita Stadion Mini Ciputat Dulu dan Sekarang

Stadion-mini-ciputat

Pembangunan stadion sepakbola, selalu mempunyai cerita tersendiri sebelum berdiri kokoh seperti saat ini. Di Kota hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang yakni Kota Tangsel, juga mempunyai sejarah sebelum berdirinya Stadion sepakbola kebanggan warga Tangsel. Ya, stadion itu bernama Stadion Mini Ciputat. Berbagai cerita datang sebelum berdirinya Stadion Mini Ciputat. Dahulu, Stadion Mini Ciputat hanyalah pasar untuk berjualan ikan. Keberadaan pasar ikan itu, tak lepas dari keberadaan Pasar Ciputat, Tangsel. Remaja-remaja yang tinggal di kawasan Jalan Pendidikan, Ciputat, Tangsel dahulu tempat berjualan ikan. Namun, sebelum itu, tempat mereka berjualan di lahan terminal angkutan kota (angkot). Memang, pada saat dijadikan terminal maupun pasar ikan, tempat tersebut sudah berbentuk lapangan sepakbola yang hanya beralaskan tanah dan rumput yang belum sepenuhnya mengelilingi lapangan. Lapangan bola tersebut, selalu digunakan oleh para pemuda setempat bermain bola menjelang sore. Melihat para pemuda yang rutin bermain sepakbola setiap sore, akhirnya pada tahun 1975, ada tiga tokoh masyarakat mempunyai keinginan untuk menyelamatkan tradisi sepakbola dari kepentingan ekonomi. Tiga tokoh tersebut yakni, Wowo Ibrahim, yang pada saat itu menjabat sebagai pembina persatuan sepakbola remaja Ciputat, H Djawahir ketika itu sebagai lurah Ciputat dan terakhir H Yitno yang menjabat sebagai camat Ciputat. Dari gagasan tiga tokoh tersebut, akhirnya masyarakat Ciputat dan Tangsel dapat berolahraga serta bermain sepakbola dengan nyaman. Kini, Stadion Mini Ciputat mempunyai luas lebar 80 meter dan panjang 96 meter dengan kapasitas penonton 6 ribu orang. Bahkan, saat ini Stadion Mini Ciputat dilengkapi lampu, sehingga bisa digunakan pada malam hari untuk bermain sepakbola. Dan tidak hanya itu, Stadion Mini Ciputat saat ini menjadi home base atau markas tim kebanggaan masyarakat Tangsel yakni Persitangsel. Bahkan, Stadion Mini Ciputat, selalu digunakan dalam perhelatan Piala Walikota Cup, Liga Pelajar tingkat Banten, Liga Nusantara dan masih banyak kegiatan lainnya. Salah satu warga, Dinilhaq berharap kedepannya Stadion Mini Ciputat dapat menjadi stadion berkelas di masa depan. “Dari sejarahnya yang ada, saya harap Stadion Mini Ciputat bisa menjadi Stadion yang berkelas,” tuturnya. Mari masyarakat Tangsel yang tinggal tak jauh dari Stadion Mini Ciputat, untuk sama-sama membangun dan merawat Stadion kebanggan milik Tangsel. (pah/adt)

Hapkido, Bela Diri Asal Korea Mulai Merambah Di Indonesia

Hapkido,-Bela-Diri-Asal-Korea-Mulai-Merambah-Di-Indonesia

Barangkali, kebanggaan sesungguhnya adalah ketika kita mampu memenangkan ajang internasional dari olahraga bela diri dimana perwakilan petarung dari negara pencetusnya dapat kita kalahkan dalam sebuah ajang tersebut. Hapkido, olahraga bela diri asal Korea yang sudah sangat populer ini, mulai merambah ke Indonesia dan semakin mendapatkan respon baik di terima oleh masyarakat Indonesia. Sekertaris Umum Hapkido Banten, Irwan Taufik menegaskan bahwa hapkido masuk ke Indonesia sejak tahun 2015. “Ya, Hapkido memang tergolong baru di Indonesia, sekitar tahun 2015-2016, dan Hapkido ini lebih banyak mengadopsi tehnik dari Taekwondo dan Yongmoodo, lalu Hapkido hasil penggabungan di keduanya, hanya saja saat ini gaya-gaya MMA malah membooming di semua cabang olahraga petarung,” jelas Irwan. Mantan atlet ini juga mengatakan optimis, bahwa Hapkido di terima dengan baik oleh sebab memiliki gaya bertahan yang berbeda. “Iya, di Hapkido sendiri punya ciri khas yang unik, diantaranya self defend systemnya, gaya bertahan praktis. Sangat cepat di pelajari guna mencegah penjambretan, ataupun kekerasan dalam rumah tangga, ini yang paling efektif, karena Hapkido merupakan bela diri asal Korea dengan kecepatan tinggi,” tegas Irwan. Sambung Irwan, jajaran pengurus besar Hapkido Indonesia (PBHI) sudah mengirimkan surat kepada KONI pusat agar olahraga ini masuk di bawah naungannya. “Jajaran PBHI sendiri sudah mengirimkan surat kepada KONI, tinggal menunggu saja, dan harapannya semoga Hapkido yang saat ini pengurusnya berjumlah 1300, dapat memberi warna baru di dalam olahraga bela diri Indonesia,” tutupnya (adt/rjl)

Menuju Asian Games 2018, Stadion Akuatik GBK Rampung

Acara soft launching stadion akuatik oleh PPK GBK (Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno) bersama sub kontraktor, Waskita Karya (WK) menandakan rampungnya proyek pengerjaan renovasi fisik stadion akuatik di Komplek Gelora Bung Karno (GBK). Menurut lansiran dari bola.com (10/11/2017), Direktur Pembangunan & Pengembangan Usaha PPK GBK, Gatot Tetuko bersama Manajer Proyek WK Haspak Panca meresmikan fasilitas renang terbaru milik negara Indonesia ini. Gatot menjelaskan semua itu berkat kerja keras project team beserta sub kontraktor. Sistem sirkulasi kolam sekarang lebih modern dan terkomputerisasi dan tugas saat ini tinggal memelihara dan menjaga kualitas. Acara launching tersebut pun diisi dengan pengajian serta santunan anak yatim. Stadion Akuatik GBK memiliki tiga kolam renang utama yang kini memiliki sepuluh jalur dengan kedalaman 3 meter. Selain itu, ada satu kolam pemanasan yang berstandar Olimpiade dari FINA (Federasi Renang Internasional). ketiga kolam tersebut akan dipakai Asian Games 2018 untuk lomba renang, polo air, dan loncat indah. Gatot mengungkapkan bahwa kolam renang ini jadi salah satu yang terbaik di Asia bahkan dunia. Hal ini dikarenakan Ia belum menemukan perbandingan kolam sebesar akuatik GBK yaitu yang punya empat kolam di Asia.   Biaya Pemeliharaan Gelanggang Akuatik GBK Untuk perawatan tahunan Stadion Akuatik, PP GBK akan menghabiskan sekitar RP 10 sampai 15 miliar.  Gatot mengungkap pemasukan dari menurut statistik jauh di bawah itu. Jadi untuk menutup biaya, pihaknya akan mencari subsidi dengan cara-cara kreatif. Stadion Akuatik GBK Asian Games 2018 Stadion Akuatik GBK akan pertama kali digunakan setelah renovasi pada kejuaraan internasional Indonesia Open 2017. Acara ini  digelar mulai 5 sampai 16 Desember dengan melibatkan klub-klub dari lima negara Asia. Gatot Tetuko berkata menuju Asian Games tim manajemen PPK GBK akan belajar dalam mengoperasikan kolam renang yang canggih tersebut. Selain itu, Gatot menambahkan stadion akuatik ini akan terbuka juga untuk umum, dengan biaya masuk yang terjangkau.

Ribuan Pemain Sepakbola JSFL Tumpah Ruah Di Lapangan British School

Para calon peserta dari beberapa sekolah yang menghadiri sistem Grading untuk persiapan JSFL 2018 pekan lalu (11/11/17). Foto: NYSN Media (Fahrizal)

Ribuan lebih para peserta berbondong-bondong mendatangi lapangan British School, Tangerang Selatan, untuk melakukan seleksi grading yang di adakan oleh comite sepakbola JSFL (11/11) Menurut Kirk Evans, Ketua Komite JSFA, moment ini terlaksana tak lepas dari sosok komite terdahulu, yang konsisten menangani, dan secara professional hingga semua dapat terlaksana dengan baik. “Sosok komite terdahulu sangat menginspirasi kami, berorientasi kepada realisasi program, dan bergerak secara sosial merupakan misi kami untuk menambah minat masyarakat terhadap olahraga sepakbola,” tutur Kirk Kirk juga menambahkan, bahwa moment seperti ini sudah berjalan selama 13 tahun yang lalu. “Program yang di ikuti oleh sekolah Ini sudah berjalan kurang lebih 13 tahun. Sedangkan sistem seperti ini sudah berlangsung selama10 tahun, karena sebelumnya juga pernah ada orang dari british international school yang menjadi bagian dari komite, awalnya sih ada orang tua murid yang menanyakan “Kok anak saya selalu main bola di sekolah, tapi tidak ada kompetisinya”, lalu di buatlah ajang seperti ini,” tambah Kirk Kirk juga berterimakasih kepada semua pihak yang turut membantu hingga acara sepakbola JSFL ini terlaksana hingga tuntas nanti. “Acara ini berlangsung berkat kerjasama yang baik dengan semua pihak, terutama panitia, dan tak kalah penting adalah dorongan dari sponsor kami, yaitu coca cola, dan yang lainnya, tanpa sponsor kami tak mungkin bisa membuat sebesar ini,” tutup Kirk (red)

JSFL 2018 Menggelar Sistem Grading Untuk Menerapkan Sistem “Fair Play”

Para calon peserta JSFL 2018 yang sedang melalui proses Grading yang digelar di British School pekan kemarin, 11/11/17. Foto: NYSN Media (Fahrizal)

Seleksi atau tahapan grading yang di lakukan oleh panitia Ajang JSFL 2018 menjadi perhatian penting bagi pelaksana acara, bagaimana tidak, pentingnya pengelompokan skill bertujuan untuk menggelar acara yang adil apabila ditinjau dari kekuatan masing-masing tim. Lebih lanjut, grading juga bertujuan untuk mengenal skill kemampuan, lalu di kelompokan secara matang, dan di pertandingkan dengan lawan yang setimpal. Guna menggelar kegiatan fair play tersebut, koordinator pelaksana ajang JSFL 2018, Pak Raden, mengatakan memakai pola yang dijalankan berkiblat dari ajang liga inggris. “Kami memakai sistem yang sama dengan liga inggris, memakai sistem home away, apalagi pertandingannya bukan hanya di lapangan British School saja, tetapi juga sejabodetabek,” ujar Pak Raden Sementara itu, menurut data yang di himpun terdapat peserta kurang lebih 40 sekolah untuk ajang U-8, dan 70 tim dari kategori U-10 yang tengah melakukan grading (red)

Sepuluh Lapangan Siap Menampung Ajang JSFL 2018

Sepuluh-Lapangan-Siap-Menampung-Ajang-JSFL-20172

Persiapan matang tentunya menjadi acuan agenda yang di susun dapat terlaksana dengan sucses, dari perencanaan yang matang, dan tak lepas dengan cuaca buruk yang akan di hadapi. Jakarta School Football Leagu (JSFL) merupakan sebuah ajang bergengsi dimana comite sekolah British School menggelar sebuah misi gerakan olahraga melalui sepakbola untuk anak usia dini dan kali ini di buka secara umum. Jeane McCombie selaku Operation Manager JSFL memaparkan maksud dan tujuan menggelar agenda olahraga tersebut, diantaranya menguji fisik dan stamina para peserta JSFL 2018. “Kami disini lebih kepada membuat event yang berkelanjutan, agar anak-anak Indonesia mampu bersaing dengan anak negara maju. Lebih kepada fisik dan mentalitas, supaya terbiasa saja, dan tidak drop melihat anak-anak negara lain yang sudah lebih dulu masuk liga dunia,” ujar Jeane. Wanita energik ini juga menambahkan bahwa pihaknya sudah siap dengan sarana dan prasarananya. “Kurang lebih 10 lapangan dengan ukuran standart JSFL, siap menampung semua sekolah yang mendaftar. Artinya kami sudah mempersiapkan secara matang untuk event ini,” tutup Jeane 11/11/2017. (red)

UPH Sediakan Program Beasiswa Bagi Para Atlet Olahraga

tim-basket-UPH-saat-melawan-STIE-BP

Universitas Pelita Harapan (UPH) yang sudah bergelut di dunia pendidikan selama 23 tahun lamanya, semakin mendapat antusias yang luar biasa dari calon mahasiswa. Bagaimana tidak, tiap tahunnya sebanyak 3 ribu terdapat mahasiswa baru. Dengan banyaknya minat tersebut, UPH selalu memberikan program beasiswa kepada calon mahasiswa yang mempunyai bakat dalam bidang olahraga. Beasiswa tersebut ditujukan kepada atlet olahraga, adapun beasiswa yang diusung UPH sebesar 25% bahkan 100% untuk biaya pendidikan. Internal Sport Program Development UPH, Cesar Wilhelem mengatakan, program beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa berbeda dengan kampus-kampus lain. “Sekarang sekitar 12 ribu mahasiswa yang aktif. UPH sendiri setiap tahunnya menerima 3 ribu lebih mahasiswa baru. UPH telah menyediakan beasiswa kepada mereka yang memiliki bakat. Berbeda dengan treatmen kampus lain, UPH mempunyai intercollege team mulai dari persiapkan beasiswa, tempat tinggal untuk menunjang atlet ini hingga membawa nama harum UPH di ajang kompetisi,” papar Cesar kepada nysnmedia.com. Meski begitu, para penerima beasiswa ini harus berkembang dan mempertahankan nilai-nilai yang sudah di tanda tangani oleh atlet olahraga tersebut. Para atlet harus bisa menyeimbangkan antara prestasi dan pendidikannya. “Atlet harus balance, ada kontrak yang harus memastikan mereka memenuhi standar IPK dan IPS yang ditetapkan. Selain itu, mereka harus mengikuti aturan UPH seperti menjauhi drugs, clubing, yang bertolak beakang dari nilai UPH. Dari olahraga, social lifenya harus balance, yang penting spiritual. Olahraga ini kendaraan mereka untuk mendapatkan pendidikan dan mereka bawa sampai kedepannya serta bisa bermanfaat bagi mereka,” paparnya. Di UPH sendiri terdapat 140 lebih atlet dari berbagai cabang olahraga seperti basket putra dan putri, swimming putra dan putri, futsal putra dan putri, soccer putra, badminton putra dan putri, volley ball putri. Namun, dari berbagai cabang olahraga yang ada di UPH, basket, swimming dan badminton yang paling menonjol dalam hal prestasi. Cesar juga menjelaskan, bahwa atlet UPH harus memiliki attitude yang baik. Bukan hanya sekedar skill, tetapi karakter para atlet baik di luar maupun di dalam kampus harus terjaga dengan baik. “Para atlet yang direkrut, harus memiliki pendidikan dan attitude. Bukan hanya sekedar skill saja, tetapi mereka nantinya bisa menjadi acuan bagi mahasiswa lain maupun di lingkungannya,” ucap Cesar. (pah/adt)

Bertema Nivea Men Top Skor Cup U-16, 22 Tim Akan Bertarung Di Lapangan ISCI Ciputat

Pembinaan sepakbola usia dini harus terus digencarkan oleh PSSI maupun masyarakat. (sumber foto: Viva News)

Sepakbola merupakan olahraga yang sangat popular, dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia hingga kini. Dua tahun lamanya, sepakbola Indonesia sempat mati suri karena di hukum oleh federasi FIFA. Tahun 2017, menjadi kebangkitan sepakbola Indonesia. Tentunya dengan begitu, tak hanya PSSI yang memajukan sepakbola Indonesia, tetapi dari berbagai kalangan pihak dan membutuhkan komitmen banyak pihak agar dapat terus menggeliat dan memperlihatkan prestasi yang mengharumkan nama Bangsa dan Negara. Tak hanya itu, proses pembinaan usia dini juga menjadi faktor yang sangat penting, di percaya untuk mencetak pemain-pemain muda berbakat, dan berkualitas yang menjadi harapan Bangsa di masa mendatang. Melihat pentingnya proses pembinaan usia dini pada olahraga populer sepakbola tersebut, NIVEA MEN sebagai merek perawatan kulit muka terkemuka di dunia memperlihatkan kontribusinya untuk turut mendukung perkembangan olahraga sepakbola Tanah Air melalui penyelenggaraan kompetisi sepakbola NIVEA MEN Top Skor Cup U-16. NIVEA MEN Top Skor Cup U-16 adalah turnamen sepakbola paduan antar Sekolah Sepakbola (SSB) dan sekolah formal (SMU/SMK) terbaik di wilayah Jabodetabek berusia di bawah 16 tahun. Terdiri dari 22 kesebelasan yang diundang berdasarkan prestasi dan reputasinya di turnamen maupun kompetisi usia muda. Ajang ini juga menjadi wadah talent scouting PSSI untuk persiapan Timnas U-16 menuju putaran final Piala Asia U-16 tahun 2018 mendatang. Nivea Men Top Skor Cup U-16 secara resmi akan digulirkan pada tanggal 11 November 2017 mendatang di International Sports Club of Indonesia (ISCI), Jalan Ciputat Raya No. 2, Cireundeu (sebelum kampus UIN), Ciputat, Tangerang Selatan. Bagi Nivea sendiri, tournament untuk U-16 sendiri baru pertama kali digelar.(pah/adt)

Sering Di Kenakan Dalam Laga Internasional Oleh Beberapa Klub di Eropa, Ternyata Jersey Ini Adalah Produk Indonesia

manchester united 2012-2013 squad

Jersey yang digunakan oleh tim-tim sepakbola tentunya mendapat perhatian khusus pecinta sepakbola. Apalagi, saat ini jersey tim sepakbola menjadi incaran para pecinta sepakbola dengan mengenakan jersey tim kesukaannya. Tapi, taukah kalian, jika ada jersey tim sepakbola di Eropa yang asli produk Indonesia? Pada masa millennium terdapat inovasi terbaru dalam penggunaan teknologi tehnik pembuatannya. Saat ini, sudah mulai banyak pabrik-pabrik produsen kaos jersey di Indonesia yang berkualitas sangat bagus. Karena itu mulai banyak klub-klub sepakbola di seluruh dunia mulai melirik apparel-apparel yang berasal dari Indonesia. Tidak hanya itu, apparel yang berasal dari Amerika Serikat seperti brand sepatu Nike pun mulai memproduksi kaos jersey untuk kaos sepakbola hasil kerjasama dengan pabrik yang berada di Indonesia. Bukan tanpa alasan, apparel ternama memilih produksi kaos jersey di pabrik Indonesia. Selain kualitasnya terbukti, harganya pun sangat murah tetapi berkualitas. Manchester United klub terbaik di dunia, jerseynya pun merupakan buatan produk Indonesia. Pabriknya pun berasal dari Tangerang. Terdapat keterangan Made in Indonesia terpampang jelas di setiap jersey yang dijual di Megastore di stadion Old Trafford. Apparel Nike sendiri, sudah dari jaman dulu menunjuk pembuatan jersey klub Manchester United ke pabrik yang ada di Indonesia. Perwakilan dari klub Manchester United, Brand Manager The Official Store Indonesia yaitu Ari Haryanto berkata “kostum Manchester United dibuat oleh PT Tuntex Garment Indonesia yang notabene berada di daerah Cikupa, Tangerang”. Selain, Manchester United terdapat rival se-kota MU yakni Manchester City. Dan, juga jersey timnas Inggris pada tahun 2014 tampil diajang Piala Dunia dibuat di Tangerang yaitu PT Grand Best Indonesia, yang merupakan anak perusahaan dari PT. Tuntex Garment Indonesia. Ada klub Spanyol, Barcelona dan beberapa klub besar yang pernah merasakan jersey berkualitas buatan Indonesia. Lalu apakah kita Bangga menjadi anak bangsa Indonesia! (pah/adt)

Demi Memberantas Isu Intoleran Dan Sara, GP Ansor Gandeng Yayasan Generasi Indonesia Internasional Lewat Sepakbola Sosial

Harry Widjaja, CEO ID Gen (Kanan) jalin kesepakatan dengan GP-Ansor yang diwakili oleh Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (Kiri) untuk untuk pengembangan sumber daya manusia dan pembinaan karakter, sekaligus mengkampanyekan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, hingga menciptakan perdamaian kepada generasi muda Indonesia melalui sepakbola sosial.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) H. Yaqut Cholil Qoumas bersama CEO Yayasan Generasi Indonesia Internasional (ID-Gen) Harry Widjaja menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk pengembangan sumber daya manusia dan pembinaan karakter, dan juga mengkampanyekan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, hingga menciptakan perdamaian kepada generasi muda Indonesia melalui sepakbola sosial. Pada kesempatan itu, kedua belah pihak bersepakat untuk mengadakan beberapa program seperti coaching clinic yang akan diadakan bulan November. Program ini akan diikuti 12 Propinsi seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Maluku, NTT dan Papua. Program Coaching Clinic ini akan mengajak para peserta untuk turut serta bermain bola dengan mempraktekkan nilai-nilai perdamaian, kemanusiaan dan juga toleransi yang akan berdampak pada kehidupan sosial mereka. Metode seperti ini diyakini cukup efektif untuk menanamkan nilai-nilai tersebut dalam diri setiap pemain. Anak-anak indonesia yang menjadi peserta coaching clinic akan memahami pentingnya toleransi dan juga perdamaian serta akan terbentuk karakter yang baik dari dalam diri masing-masing peserta. Kesepakatan ini dilakukan untuk menyadari begitu pentingnya peran anak bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan Indonesia. Saat ini, isu-isu dan tindakan anarkisme yang membawa nama agama dan saling hujat akan membuat Indonesia terpecah. Karena itu, hal-hal posistif seperti ini harus terus dilakukan untuk menjadikan bangsa Indonesia semakin kuat. ID-Gen memiliki beberapa program unggulan, seperti komunitas sepakbola sosial Uni Papua, Club Sepakbola ID-Gen untuk tim sepakbola profesional, Papua Preneurship untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan, dan Produksi Media Kreatif. Untuk tahun depan, GP Ansor akan bekerja sama lagi dengan ID-Gen untuk membentuk komunitas sepakbola sosial dengan nama Ansor Football Community dengan menyelenggarakan Festival Sepakbola Perdamaian dan Liga Ansor Nusantara 2018. (put/adt)

KONI Tangsel Harapkan Pengurus Organisasi Olahraga agar Aktif Mengadakan Kunjungan Ke Sekolah

Ketua-KONI-Tangsel,-Rita-Juwita

Pelantikan Ketua Pengcab (Pengurus Cabang) Persani (Persatuan Senam Indonesia) Kota Tangsel sudah mempunyai pekerjaan rumah yang harus dilaksanakan. Selain itu, program-program Persani dan organisasi olahraga lainnya pun harus dibuat dengan matang. Ketua KONI Tangsel, Rita Juwita memberikan pekerjaan rumah bagi Persani Kota Tangsel. Rita berpesan kepada Fachrudin selaku Ketua Pengcab Persani Tangsel agar mengagendakan kunjungan ke sekolah-sekolah. “Pengurus Pencab Persani berharap bisa sowan ke sekolah-sekolah tanya melakukan pemanasan atau tidak, jangan sampai malah jadi sakit setelah melakukan senam setiap hari Jumat,” ucap Rita. Selain itu, Rita juga mengingatkan kepada para pengurus organisasi olahraga untuk ikut memajukan organisasi dan lebih penting kemaslahatan masyarakat melalui olahraga. “Apapun itu tugasnya sebagai pengurus, bagaimana Persani bisa bermanfaat oleh masyarakat Tangsel secara luas. Jika olahraga sudah memasyarakat, Insya Allah masyarakatnya akan sehat. Ini semua tugas kita ada di Persani jangan sekedar dompleng nama di Persani mencari makan di sini, tapi harus bisa membantu masyarakat melalui kegiatan senam menjadi sehat,” jelas Rita.(pah/adt)

Warga Cisauk Ciptakan Kompetisi Sepakbola U-12, Sebagai Ajang Seleksi Untuk Tingkat Asprov

Anak-anak usia grassroot antusias mengikuti kompetisi sepakbola yang digelar oleh warga Cisauk, Kabulaten Tangerang.

Geliat sepakbola Indonesia kembali meningkat. Setelah hukuman Indonesia dicabut oleh FIFA, kini masyarakat Indonesia mulai disuguhkan beberapa Kompetisi Sepakbola pertandingan timnas Indonesia di level Internasional. Tak hanya itu, masyarakat Indonesia mulai berbondong-bondong menggelar turnamen untuk usia grassroot yakni usia 6 hingga 12 tahun. Masyarakat Indonesia ingin membantu mencetak bibit-bibit pemain yang dapat membela Timnas Indonesia. Seperti yang dilakukan oleh warga Cisauk, Kabupaten Tangerang yang menggelar Kompetisi Sepakbola U-12. Kompetisi ini merupakan ajang tahunan dan sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-89. Antusias tim serta anak-anak yang berlaga membuat kompetisi ini menjadi ajang pencarian bakat. Ari Eka yang juga menjabat sebagai manager Sinyal FC mengatakan, bahwa kompetisi sepakbola ini sudah rutin digelar. “Pertandingan ini merupakan kali kedua dalam agenda tahunan. Persiapan tiap tahun biasanya dimulai dari usia 10, 11 dan 12 untuk selanjutnya akan terus diseleksi kembali,” ujar Ari. Lanjutnya, ajang tahunan ini, sudah memiliki prospek kedepannya akan seperti apa. Nantinya, para pemain akan dipantau dan akan masuk ke Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Banten. “Sebenarnya dari pertandingan tahunan ini, kita memiliki rencana dari Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang untuk menyeleksi para pemain dari setiap tim yang nantinya bisa masuk ke Asprov PSSI sekitar 5 sampai 6 orang,” tutur Ari. Dari pertandingan tersebut pihak penyelenggara berharap kedepannya anak-anak didiknya dapat mengikuti seleksi Nasional dan pastinya agar lebih sabar untuk membentuk bibit baru yang akan dibentuk. (pah/adt)

Bertema ‘Fusion’ Persembahan SMAN 7 Tangsel, Di Jadikan Ajang Olahraga Se-Jabodetabek

Tim putri SMAN 7 saat melakukan free throw di ajang  olahraga dan seni dengan tema 'Fusion' yang berlangsung hingga Nopember 2017

Siswa SMA Negeri 7 Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar ajang kompetisi di ajang  olahraga dan seni dengan tema ‘Fusion’ sejak akhir Oktober hingga Nopember 2017. Hal tersebut ditujukan untuk memperkenalkan SMA Negeri 7 Tangsel kepada SMA se-Jabodetabek. Ketua Pelaksana ‘Fusion’, Adella Putri mengatakan kepada nysnmedia.com, kompetisi ini sengaja dibentuk selain untuk mengenalkan SMAN 7 Tangsel, juga untuk mempererat tali silaturahmi antar sekolah. Ia juga menambahkan, pelaksanaan ajang olahraga ini juga turut mengundang SMA se-Jabodetabek dikarenakan cakupan yang lebih luas. “Ada 70 SMA se-Jabodetabek yang jadi peserta kompetisi ‘Fusion’. Kalau kita buka kuota hanya di wilayah Tangsel saja masih terlalu sempit ruang lingkupnya,” ujar Adella kepada nysnmedia.com, Rabu (1/11/2017). Ia mengungkapkan, pada kompetisi ini pihak sekolah menyediakan 3 bidang olahraga untuk para peserta yang ikut. Antara lain voli, basket, dan futsal. Ia juga menuturkan, dari ketiga olahraga tersebut futsal menjadi favorit para peserta kompetisi. Hal tersebut terlihat dari antusias para peserta saat registrasi dibuka. “Untuk Futsal putra ada 32 sekolah, sementara futsal putri ada 16 sekolah. Kuota ini sudah berdasarkan persetujuan dengan pihak sekolah. Bahkan, sejak pendaftaran dibuka futsal sampai waiting list,” tambahnya. Ia melanjutkan, kuota kompetisi basket dan voli keduanya berjumlah sama. Untuk putra 12 sekolah dan putri 10 sekolah. Adella menambahkan, siswa SMAN 7 Tangsel lebih antusias mengikuti ajang kompetisi di bidang olahraga. Bahkan, tim futsal dari SMAN 7 Tangsel ada 3 tim putra. “Untuk futsal memang yang menjadi favorit di SMAN 7 Tangsel. Pernah juara di tingkat Jabodetabek. Sementara basket pernah ikut kompetisi DBL,” jelasnya. Sejak ajang kompetisi dimulai, voli sudah lebih dulu dilaksanakan dan sudah dikukuhkan juaranya. Sedangkan untuk kompetisi basket dan futsal menyusul di beberapa minggu terhitung mulai Rabu (1/11/2017) ini. “Voli Sabtu kemarin sudah pertandingan final. SMAN 28 Kabupaten Tangerang juara 1 untuk voli putra. Sementara tim putri, SMAN 1 Tangsel juara 1,” tuturnya. Ia berharap, dengan dilaksanakannya ajang kompetisi antar SMA ini, peserta dapat menjaga sprotivitasnya. “Agar tujuan pererat tali silaturahmi tetap terjaga dengan baik antar SMA yang satu dengan yang lainnya,” tutup Adella.(vin/adt)

Tangsel Masuk 10 Besar Kota Layak Pemuda 2017

Kepala-Dinas-Pemuda-dan-Olahraga-(Kadispora)-Kota-Tangsel,-E.-Wiwi-Martawijaya

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia, meluncurkan program Kota Layak Pemuda (KLP) 2017. Dari semua Provinsi, ada diantaranya 10 Kota dan Kabupaten yang masuk dalam kategori “Kota Layak Pemuda Utama” yang salah satunya adalah Kota Tangerang Selatan. Penghargaan kepada 10 Kota Layak Pemuda Utama 2017, diberikan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi kepada masing-masing Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, di Padang Sumatera Barat, Sabtu (28/10). Penghargaan ini menjadi rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 di Indonesia. Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Kadispora) Kota Tangerang Selatan, Ir. E. Wiwi Martawijaya, M.Si., yang menerima langsung penghargaan Kota Layak Pemuda berharap, dengan penghargaan ini para pemuda Tangsel ikut berperan dalam memajukan Kota Tangsel. “Semoga penghargaan ini dapat menambah semangat para pemuda Kota Tangerang Selatan untuk berkonstribusi lebih banyak dalam pembangunan daerah nya, karena penghargaan ini pada hakekatnya merupakan bentuk pengakuan dan apresiasi pemerintah atas kinerja pemerintah Kota Tangerang Selatan di bidang kepemudaan, juga atas segala konstribusi pemuda dalam geliat pembangunan Kota Tangerang Selatan,” ujar Wiwi. Lanjutnya, Kota Tangsel harus mulai berbenah dan menyusun program kepemudaan. Dan, yang paling penting membangun sarana prasarana kepemudaan. “Kedepan dengan status Kota Layak Pemuda, Kota Tangerang Selatan harus bisa berbenah diri dalam hal pilihan program dan kegiatan dengan dukungan anggaran yg memadai untuk kepemudaan. Serta segera mengeluarkan kebijakan dan peraturan-peraturan daerah yang pro kepemudaan. Dan yang tidak kalah penting adalah menata dan membangun prasarana dan sarana kepemudaan, karena dengan status Kota Layak Pemuda tidak menutup kemungkinan Kota atau Kabupaten lain di Indonesia datang ke Kota Tangerang Selatan untuk melakukan studi banding,” pungkas Wiwi. Dalam siaran pressnya, Imam mengatakan, Kota Layak Pemuda salah satu program prioritas Kemenpora untuk meningkatkan mutu standardisasi kepemudaan. “KLP merupakan salah satu program prioritas Kemenpora dalam meningkatkan mutu standardisasi kepemudaan di seluruh Indonesia, sehingga semua Kota dan Kabupaten di Indonesia mempunyai standardisasi dalam pengembangan pemuda yang berusia 16 sampai 30 tahun yang diatur dalam UU dan Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga No 11 Tahun 2017,” ujar Imam. Imam juga menambahkan bahwa yang penting lagi adalah adanya program-program dan kegiatan yang banyak melibatkan pemuda dengan dukungan anggaran yang memadai. Selain itu juga diharapkan, pemerintah daerah menyiapkan prasarana dan sarana kepemudaan yg bisa mengakomodir semua aktivitas para pemuda di daerahnya masing-masing. “Untuk itu, pemerintah pusat dan daerah harus dapat mengantisipasi bonus demografi jumlah penduduk usia produkti yang pada umumnya berumur 16-30 thn, dengan mendorong mereka untuk dapat mandiri dan menjadi calon-calon wirausaha yang cakap dan tangguh dalam rangka menghadapi persaingan global yg sekarang sudah dimulai dengan adanya MEA,” tutup Imam (pah/adt)