Bertema ‘Fusion’ Persembahan SMAN 7 Tangsel, Di Jadikan Ajang Olahraga Se-Jabodetabek

Tim putri SMAN 7 saat melakukan free throw di ajang  olahraga dan seni dengan tema 'Fusion' yang berlangsung hingga Nopember 2017

Siswa SMA Negeri 7 Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar ajang kompetisi di ajang  olahraga dan seni dengan tema ‘Fusion’ sejak akhir Oktober hingga Nopember 2017. Hal tersebut ditujukan untuk memperkenalkan SMA Negeri 7 Tangsel kepada SMA se-Jabodetabek. Ketua Pelaksana ‘Fusion’, Adella Putri mengatakan kepada nysnmedia.com, kompetisi ini sengaja dibentuk selain untuk mengenalkan SMAN 7 Tangsel, juga untuk mempererat tali silaturahmi antar sekolah. Ia juga menambahkan, pelaksanaan ajang olahraga ini juga turut mengundang SMA se-Jabodetabek dikarenakan cakupan yang lebih luas. “Ada 70 SMA se-Jabodetabek yang jadi peserta kompetisi ‘Fusion’. Kalau kita buka kuota hanya di wilayah Tangsel saja masih terlalu sempit ruang lingkupnya,” ujar Adella kepada nysnmedia.com, Rabu (1/11/2017). Ia mengungkapkan, pada kompetisi ini pihak sekolah menyediakan 3 bidang olahraga untuk para peserta yang ikut. Antara lain voli, basket, dan futsal. Ia juga menuturkan, dari ketiga olahraga tersebut futsal menjadi favorit para peserta kompetisi. Hal tersebut terlihat dari antusias para peserta saat registrasi dibuka. “Untuk Futsal putra ada 32 sekolah, sementara futsal putri ada 16 sekolah. Kuota ini sudah berdasarkan persetujuan dengan pihak sekolah. Bahkan, sejak pendaftaran dibuka futsal sampai waiting list,” tambahnya. Ia melanjutkan, kuota kompetisi basket dan voli keduanya berjumlah sama. Untuk putra 12 sekolah dan putri 10 sekolah. Adella menambahkan, siswa SMAN 7 Tangsel lebih antusias mengikuti ajang kompetisi di bidang olahraga. Bahkan, tim futsal dari SMAN 7 Tangsel ada 3 tim putra. “Untuk futsal memang yang menjadi favorit di SMAN 7 Tangsel. Pernah juara di tingkat Jabodetabek. Sementara basket pernah ikut kompetisi DBL,” jelasnya. Sejak ajang kompetisi dimulai, voli sudah lebih dulu dilaksanakan dan sudah dikukuhkan juaranya. Sedangkan untuk kompetisi basket dan futsal menyusul di beberapa minggu terhitung mulai Rabu (1/11/2017) ini. “Voli Sabtu kemarin sudah pertandingan final. SMAN 28 Kabupaten Tangerang juara 1 untuk voli putra. Sementara tim putri, SMAN 1 Tangsel juara 1,” tuturnya. Ia berharap, dengan dilaksanakannya ajang kompetisi antar SMA ini, peserta dapat menjaga sprotivitasnya. “Agar tujuan pererat tali silaturahmi tetap terjaga dengan baik antar SMA yang satu dengan yang lainnya,” tutup Adella.(vin/adt)

Pernah Mimisan Karena Tinju, Pemuda ini Tetap Ngotot Kejar Prestasi Demi Masuk Universitas Negeri

Pernah Mimisan Karena Tinju, Pemuda ini Tetap Ngotot Kejar Prestasi Demi Masuk Universitas Negeri

Layaknya petarung sejati dengan istilah man to man, merupakan kebanggaan tersendiri bagi kesatria olahraga tinju, berdiri di atas ring beralaskan matras, juga menggunakan sarung tangan tebal di percaya mampu melindungi tubuh dari pukulan yang berakibat fatal. Rheza Nugroho Widiyanto merupakan seorang atlet tinju muda yang bersinar di belantika sasana kejuaraan tinju, Rheza sudah mengantongi banyak medali berkat prestasinya dalam olahraga tinju. Pelajar yang baru saja naik ke kelas 12 di SMAN 7 Tangsel ini mengatakan kepada NYSN bahwa berlatih tinju karena ingin punya keahlian dan juga untuk beladiri. “Waktu itu sebelum saya masuk SMP saya ikut kelas olahraga. Kebetulan ada olahraga tinju dan kebetulan juga ada teman saya yang ikut. Saya juga ingin punya keahlian dan punya kemampuan beladiri.” ungkap Rheza. “Saya memilih tinju karena tinju itu seni beladiri yang agung. Bagaimana kita bisa memukul lawan tapi lawan tidak bisa memukul kita. Otot saja tidak cukup, tapi kepintaran yang menentukan kemenangan seorang petarung.” lanjut Rheza. Menekuni olahraga tinju sejak kelas 6 SD, dan hingga saat ini Reza telah mengumpulkan berbagai prestasi, diantaranya: 1. Medali perak Kejurda tingkat provinsi 2013 2. Medali emas Popda tingkat Provinsi 2014 3. Medali perunggu Kejurnas PPLP medan 2015 4. Medali perak Popda tingkat Provinsi 2016 5. Medali emas Porkot tingkat Kota 2016 6. Medali perak Kejurnas PPLP tingkat Nasional 2016 7. Medali perak Kejurnas umum se-Indonesia 2016 8. Medali perak Kejurda tingkat Provinsi 2017 9. Medali perunggu Kejurda tingkat Provinsi 2017 10. Medali emas Rookie Fight se-Indonesia 2017 Walaupun kadang jadwal pertandingan bersamaan dengan waktu belajar di sekolah, sehingga Rheza harus meminta izin kepada pihak sekolah untuk mengikuti pertandingan, tetapi bagi Rheza itu bukan masalah dan dirasa tidak mengganggu nilai-nilainya. Rheza menambahkan bahwa dirinya pernah cidera pada saat pertama kali ikut pertandingan. “Waktu pertama kali ikut pertandingan, hidung saya bocor, pecah dan mimisan. Kejadian itu menjadi pengalaman yang tidak akan saya lupakan.” kata Rheza menceritakan pengalamannya. Remaja berusia 17 tahun tersebut juga mengatakan kepada NYSN bahwa terkadang ia kurang menyukai jika harus mengontrol berat badannya beberapa minggu sebelum menghadapi pertandingan.(5/7) “Hal yang kurang saya sukai itu biasanya sebelum pertandingan harus mulai mengontrol berat badan. Karena tinju itu olahraga yang menggunakan kategori sesuai berat badan kita dalam pertandingan, jadi setiap kita mau bertanding kita harus mempertahankan berat badan, tidak boleh overweight, karena jika sampai overweight kita harus menanggung resikonya misalnya tidak bisa ikut bertanding.” ujarnya Rheza juga mengatakan, selain harus menjaga berat badan agar tetap stabil, dirinya juga harus jaga pola makan serta latihan yang teratur. Biasanya, beberapa hari sebelum pertandingan, Rheza menghindari nasi dan lebih banyak mengkonsumsi buah-buahan. Menurut remaja yang bercita cita ingin menjadi seorang polisi atau tentara, berprestasi di bidang olahraga tinju bisa membantunya untuk masuk ke Universitas Negeri dengan menggunakan beberapa sertifikat kemenangan yang sudah dimilikinya. Rheza juga berencana akan menggunakannya ketika lulus dari SMA dan mendaftar ke Universitas yang diinginkannya melalui jalur prestasi. “Setelah lulus SMA nanti rencananya mau daftar di UNJ. Sebenarnya masih bingung jurusan apa, tapi kalaupun saya ambil bidang olahraga otomatis saya tetap akan di olahraga tinju. Nanti setelah selesai kuliah saya mau melanjutkan pendidikan wajib militer karena saya ingin menjadi polisi atau tentara.” jelas Rheza. “Jangan takut untuk ikut tinju, tinju itu olahraga seni bukan olahraga yang mematikan dan berbahaya. Semua orang bisa ikut tinju dari anak kecil sampai dewasa, pria maupun wanita semua bisa ikut tinju untuk melatih ketangkasan dan beladiri.” pesannya (crs/adt)