Punya Sandhita Bersaudara, SMA Bunda Mulya Menangi Duel Ketat Kontra SMKN 4 Jakarta

Shooting guard SMA Bunda Mulya, Dyllon Barlie (7/putih), turut membantu timnya menundukkan SMKN 4 dengan skor tipis 38-34, dalam laga Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region, di GOR Cempaka Putih, pada Selasa (25/9). (DBL)

Jakarta- Menginjak hari keempat, Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 — North Region, laga makin kompetitif. Pertandingan dengan skor ketat tak terhindarkan. Seperti yang tersaji saat tim putra SMA Bunda Mulya, harus berhadapan dengan SMKN 4 Jakarta, di GOR Cempaka Putih, Jakarta Timur, pada Selasa (25/9). Lewat perjuangan esktra, Jaguars (julukan SMA Bunda Mulya) sanggup menyudahi perlawanan SMKN 4 Jakarta dengan skor tipis, 38-34. Beruntung, Jaguars memiliki Sandhita bersaudara yang mengemas kombinasi total 24 poin. Sang kakak, Dhani Sandhita yang bermain sebagai forward, mencetak 10 poin dan 8 rebound. Sedangkan sang adik, Dhven Sandhita berposisi sebagai center, mengemas 14 poin dan 7 rebound. Berkat kontribusi Sandhita bersaudara itu, Jaguars berhasil menjinakkan Four (julukan SMKN 4) dan memastikan langkah ke babak selanjutnya. Jaguars mengawali laga dengan mulus. Dheven Sandhita yang didaulat sebagai pengatur serangan mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Selain itu, sang kakak Dhani Sandhita pun tampil prima untuk membantu timnya memperlebar selisih poin. Duet kakak-adik tersebut dapat membawa timnya unggul dengan skor 16-6 di kuarter pertama. Pelatih Four (julukan SMKN 4), Steve Elfianus langsung memberikan arahan untuk bermain lebih rapi dalam transisi antar pemain. Alhasil, usai jeda kuarter pertama Four dapat memangkas ketertinggalan menjadi enam poin pada menit ketiga pertandingan. Kuarter kedua berakhir, Jaguars masih unggul 24-16. Memasuki dua kuarter akhir, pertandingan semakin memanas. Momen krusial banyak tercipta. Bak mesin diesel pemain Four bernomor punggung 11, Ishak, terus mendulang poin untuk timnya. Beberapa kali Ishak dilanggar oleh pemain Jaguars. Personal foul yang didapat Ishak tidak disia-siakan. Dengan tenang, melalui tembakan bebas, Ishak memangkas jarak ketertinggalan. Hal ini membuka asa bagi Four untuk menang dalam laga itu. Namun, mental kuat para pemain Jaguars terus membuat mereka menjaga keunggulan. Total torehan 17 poin dari Ishak pun belum mampu membawa Four terhindar dari kekalahan. Satu menit jelang perandingan usai, pemain bernomor punggung 0, Dheven Sandhita menutup kemenangan Jaguars, melalui aksi rebound yang diakhiri under basket. Hingga buzzer, skor akhir pertandingan menjadi 38-34, Jaguars unggul atas Four. “Pertandingan yang luar biasa ketat. Semangat yang luar biasa juga ditunjukkan pemain saya. Walau kalah, saya bangga dengan usaha dan perjuangan mereka,” ucap pelatih kepala Four, Steve Elfianus. Menyusul keberhasilan mengalahkan SMKN 4, SMA Bunda Mulya mengamankan langkah mereka untuk tetap berada pada persaingan, menjadi wakil North Region untuk berlaga pada babak puncak Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018. Sementara itu, langkah mulus juga ditunjukkan oleh salah satu tim favorit juara, SMA Kolese Kanisius. Didukung ratusan Alaska (sebutan untuk suporter fanatik Kanisius) yang selalu hadir saat timnya tampil, Kanisius berhasil menumbangkan SMAN 30 dengan skor telak 43-4. (Adt)

Final Sesama Univ Muhammadiyah, UMJ Tekuk UMM 1-0, Dan Segel Titel Juara LIMA Football Nationals 2018

LIMA Football Nationals 2018 telah selesai. Di partai final, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) unggul 1-0 atas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan menyegel Titel Juara LIMA Football Nationals 2018, pada Selasa (25/9), di Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang, Jawa Timur. (LIMA)

Malang- LIMA Football Nationals 2018 telah selesai. Perhelatan akbar yang digelar di Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang, Jawa Timur, telah bergulir 18-25 September 2018. Sebelumnya, fase conference telah digelar dengan keikutsertaan dua regional, yakni Greater Jakarta Conference (GJC) dan East Java Conference (EJC). Sebanyak delapan tim putra saling beradu kemahiran dalam ajang sepak bola nasional antarmahasiswa ini. Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mengakhiri kompetisi LIMA Football musim kedua ini sebagai yang terbaik. Hadir di LIMA Football Nationals 2018 sebagai runner-up GJC, UMJ bisa menyingkirkan juara GJC, Univ. Negeri Jakarta (UNJ) di semifinal dan menyingkrikan juara EJC di tempat yang sama dua pekan sebelumnya, Univ. Muhammadiyah Malang (UMM). Duel sesama Universitas Muhammadiyah itu menjadi sajian pamungkas Liga Mahasiswa (LIMA) Football Nationals 2018, pada Selasa (25/9). Walau merupakan dua saudara, kedua tim menampilkan permainan terbaik mereka kali ini, bahkan dengan kengototan. Pada menit ke-67, tendangan bebas bek UMJ, Didit Tri Gustoro (17), mengenai pemain UMM, sebelum menerpa mistar dan bola keluar lapangan. Usai dilakukan sepak pojok, terjadi kemelut di depan gawang UMM, yang dimanfaatkan penyerang UMJ, Tio Darmawan (9), menjadi gol. UNJ, juara LIMA Football GJC yang sekaligus Nusantara Conference (NC) di musim perdana tahun lalu, kali ini terpaksa finis di peringkat ketiga LIMA Football Nationals 2018. Univ. Pelita Harapan (UPH) Banten, juru kunci GJC-NC tahun lalu, merupakan semifinalis keempat. Skor 1-0 untuk UMJ, bertahan hingga akhir laga. “Alhamdulillah. Kami bersyukur meraih juara LIMA Football Nationals tahun ini. Anak-anak bermain baik dan berjuang habis-habisan,” ujar Lebry Hidayatullah, pelatih UMJ. “Kami akan berusaha dan berlatih untuk musim depan agar bisa mempertahankan gelar ini,” pungkasnya. Selain memberikan penghargaan untuk tim terbaik, LIMA juga mengapresiasi student athlete yang berprestasi cemerlang. Gelar all academic player disematkan untuk student athlete peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi. LIMA juga memberi gelar bagi top scorer, kiper terbaik, pemain terbaik, dan manajemen terbaik. (Adt) Hasil LIMA Basketball Nationals 2018. Putra Juara – Universitas Muhammadiyah Jakarta Peringkat 2 – Universitas Muhammadiyah Malang Peringkat 3 – Universitas Negeri Jakarta Peraih gelar individual LIMA Basketball Nationals 2018. Best Management Univ. Muhammadiyah Jakarta All Academic Player Ravi Prananda Rinaldy (Universitas Pertamina, Teknik Logistik, IPK 3.93) Top Scorer Bima Fachri (Univ. Negeri Jakarta) Best Goalkeeper Reynold Septian Multhy Yuana (Univ. Muhammadiyah Malang) Best Player Tio Darmawan (Univ. Muhammadiyah Jakarta)

Ribka, Gadis Muda Peraih Medali Emas Yang Sempat Bimbang Dalam Memilih Karir Sebagai Atlet Bulutangkis

Juara Bulutangkis nomor ganda putri Kejuaraan Asia Junior 2018, Ribka sugiarto, menargetkan ingin menjuarai World Junior Championship (WJC). (Ham/NYSN).

Jakarta – Bulutangkis adalah salah satu cabang olahraga yang acap kali membuat nama Indonesia bergema di negara orang. Diantara para atlet bulutangkis kali ini kita akan membahas atlet berprestasi yang kerap menyumbangkan medali bagi Indonesia yang bersal dari Jawa Tengah, tepatnya Kabupaten Karanganyar. Ribka Sugiarto, menekuni hobi bulutangkis sejak usianya menginjak 8 tahun. Berawal ketika sang ayah rutin melakukan olahraga bulutangkis bersama warga sekitar, di GOR yang persis berada di sebelah rumah membuatnya tertarik bermain bulutangkis. Awalnya dari sang ibu sempat ragu untuk mengijinkan Ribka bermain bulutangkis secara intens karena gadis kelahiran Karanganyar tersebut cepat merasa bosan. “Dulu sampai nangis-nangis minta ke mama untuk les bulutangkis, kalo dari papa sih gapapa. Waktu masih ikut lomba mama masih ragu, tapi setelah aku gabung Popda baru mama percaya buat lepas aku” jelasnya. Bergabung di PB Tri Star di Karanganyar ketika dirinya masih duduk di kelas 3 Sekolah Dasar (SD), walupun belum mengikuti turnamen resmi dan hanya perlombaan saja, namun ketika ada kompetisi usia dini Ribka mampu membuktikan usahanya dengan meraih medali emas. Ribka sempat vakum satu tahun guna fokus menjalani ujian sekolah, kemudian Ia mencoba bergabung ke PB Purnama di Solo namun sayang tak bertahan lama dan memutuskan untuk kembali ke PB Tri Star. “Waktu masih sekolah cara bagi waktunya ya biasanya aku pulang sekolah terus latihan, abis latihan belajar dirumah terus lanjut lagi ngaji” ungkap gadis berusia 18 tahun tersebut. Sebelumnya Ribka sempat ragu memilih olahraga bulutangkis ketika dirinya tengah duduk di kelas 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP), tepatnya saat hendak bergabung ekstrakulikuler, Ribka mengaku ragu untuk melanjutkan bulutangkis atau tidak. Karena perasaan ragu tersebut Ia kemudian memilih ekskul Grup Band, tetapi saat akan tampil dihadapan bupati dirinya mengalami demam panggung hebat. Karena pengalaman yang tidak nyaman itu Akhirnya Ribka memutuskan untuk kembali ke olahraga badminton tanpa menjajal olahraga lain sebelumnya, dengan bekal dukungan dari orang tua dan teman-temannya, Ia yakin untuk tetap berlatih. “Dulu sempet milih pendidikan karena nilaiku di sekolah cukup bagus ya, pernah dapet rangking 2 juga. Tapi makin kesini aku kok pengen fokus bulutangkis juga, akhirnya aku lebih fokus ke bulutangkis” kata gadis kelahiran 22 Januari 2000 itu. Sejak bergabung PB Djarum tahun 2013, Ribka berfokus di partai ganda putri dan dipasangkan bersama Febriana Dwipuji Kusuma, terbukti beberapa kejuaraan dilakoni bahkan mampu menjuarai dan meraih medali. Misalnya di ajang Badminton Asia Junior Championship 2018 pada Juli lalu, Ribka dan Febri meraih juara pertama di partai ganda putri. Target yang ingin dicapai saat ini yakni ingin menjuarai World Junior Championship (WJC), juara dunia All England, bahkan target di tahun 2020 mampu berlaga di ajang Olympic. (Ham) Profil singkat Nama : Ribka Sugiarto Tempat/Tgl Lahir : Karanganyar, 22 Januari 2000 Alamat : Perum. Argokiloso Jenglong RT 08 RW 06 Ngijo, Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah Orang Tua : Bambang Sugiarto (ayah) Suswiyati (ibu) Nomor Ponsel : 081770973181 & 087783924446 (wa) Surel : caemribka@yahoo.com Media Sosial : Instagram @ribkasugiarto Agama : Islam Anak pertama dr 2 saudara Pendidikan SDN 01 Karanganyar SMP 05 Karanganyar SMK Muhammadiyah Karanganyar Prestasi – Juara Asia Junior Championships 2018 (ganda putri) – Runner up World Junior Championship 2017 (ganda putri) – Juara Malaysia Junior International 2017 (ganda putri) – Semifinalis Malaysia Junior International 2017 (ganda campuran) – Semifinalis India Junior International Grand Prix 2017 (ganda campuran) – Runner up Asia Junior Championships 2017 (Beregu Campuran) – Semifinalis Jaya Raya Indonesia Junior International Grand Prix 2017 (ganda campuran U19) – Semifinalis BTY Thailand Junior International Challenge 2017 (ganda campuran) – Runner Up Pembangunan Jaya Cup 2016 (Beregu Campuran) – Semifinalis Superliga Junior 2016 (Beregu Putri) – Juara Kejurnas Perorangan Taruna 2016 (Ganda Taruna Putri) – Semifinalis Indonesia International Challenge 2016 (Ganda Putri) – Runner up Djarum Sirkuit Nasional Li Ning Jawa Tengah Open 2016 (Ganda Campuran Taruna) – Juara Djarum Sirkuit Nasional Li Ning Jawa Tengah Open 2016 (Ganda Taruna Putri) – Juara Malaysia Junior International 2016 (Ganda Putri) – Runner up Djarum Sirnas Jawa Barat 2016 (Ganda Taruna Putri) – Semifinal Jakarta Open Junior International Championships 2016 (Ganda Campuran U17) – Semifinal Jakarta Open Junior International Championships 2016 (Ganda Putri U17) – Juara Djarum Sirnas Lampung 2016 (Ganda Taruna Putri) – Runner up Djarum Sirnas Premier Jakarta Open 2016 (Ganda Taruna Putri) – Semifinalis Djarum Sirnas Sulawesi Selatan Open 2016 (Ganda Taruna Putri) – Juara Djarum Sirnas Kalimantan Selatan Open 2016 (Ganda Taruna Putri) – Semifinalis Thailand Junior International 2016 (Ganda Putri)

Laga DBL 2018 Jakarta Series Berlangsung Seru, Eben Jadi Inspirator Kemenangan Mars Atas SMAN 7

Small forward SMAN 27 Ebenezer Sahala Ryan Hutabalian (2/biru) menjadi motor kemenangan timnya dalam laga Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region di GOR Cempaka Putih, pada Minggu (23/9). (DBL)

Jakarta- Keseruan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region berlanjut di GOR Cempaka Putih, pada Minggu (23/9). Empat laga tersaji dalam lanjutan kompetisi basket pelajar terbesar tanah air seri ibu kota, untuk regional Jakarta Pusat dan Utara ini. Salah satu laga sengit, mempertemukan tim putra SMAN 7 Jakarta kontra SMAN 27 Jakarta. Sengitnya pertarungan dua tim basket dari sekolah negeri di Jakarta Utara ini memicu para suporter mengerahkan energinya, agar sekolahnya tetap berada pada performa yang prima. Sejak tip off kuarter pertama dimulai, Smanju (julukan SMAN 7) langsung mengambil alih penguasaan bola. Namun, upaya tim polesan Hendra Wijaya ini untuk melakukan penetrasi terbentur solidnya defense lawan. Kedisipilinan para pemain Mars (julukan SMAN 27) dalam melakukan man to man, justru membuat mereka unggul atas Smanju. Mars beruntung memiliki Ebenezer Sahala Ryan Hutabalian. Small forward yang akrab disapa Eben ini, menjadi motor kemenangan Mars dalam laga ini. Eben membuka sekaligus menutup poin, bagi keunggulan Mars. Tampil dengan minute play 26:34 (26 menit 34 detik), pemain dengan jersey nomor dua ini mengemas total 10 poin. Ditambah 8 rebound, 2 steal dan 1 assist. Eben membuka keunggulan Mars lewat dua kali tembakan free throw saat baru berjalan 2 menit. Berkat tambahan 2 poin darinya melalui lay up, Mars menutup kuarter pembuka, dengan skor 4-1 atas Smanju. Pada kuarter kedua Eben menjadi perhatian lawan, dan mendapat penjagaan ketat. Pada kuarter ini Eben scoreless, alias tak mencetak angka sama sekali. Namun, Mars tetap menjaga keunggulan dengan menutup kuarter kedua 15-6. Eben menambah 2 poin pada kuarter ketiga. Dan, tambahan 4 poin lagi pada kuarter penutup. Akhirnya Mars mengunci skor dengan kemenangan 29-11. Selain Eben, empat pemain lain ikut andil menyumbang poin atas kemenangan Mars. Yakni Numero Kenichi yang mencetak 8 poin. Dimas Lopam, pelatih Mars, tak mau jumawa atas hasil positif yang dipetik tim asuhannya, pada laga perdana. Menurutnya, masih banyak kekurangan yang harus dibenahi timnya menghadapi laga selanjutnya. “Koirdinasi pertahanan masih berantakan. Kurang komunikasi antar pemain membuat strategi man to man belum benar-benar optimal,” ucapnya. Sementara itu,tim putri SMAN 7 menjaga harapan sekolahnya berlaga di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region, paska menekuk perlawanan SMAN 20, dengan skor mencolok 17-5. Kemenangan putri Smanju masih menjaga harapan besar untuk 7 Famiglia (nama suporter SMAN 7). Usai tim putra takluk dari SMAN 27, semangat putri Smanju tak kendur, mereka justru makin terbakar. Carmelia Andreana jadi bintang pertandingan sore itu. Pemain bernomor punggung 17 itu berhasil menorehkan 7 poin untuk timnya. Meski atmosfer mencekam, Carmelia tetap tenang dalam memainkan tempo permainan. Point guard andalan Smanju itu pun turut dalam duel udara. Dirinya mampu menenangkan rebound sebanyak 8 kali. Di sisi lain, Point Guard dari SMAN 20, Amelia Dhamayanty, juga menonjol. Baru melakoni debutnya di Honda DBL, siswi kelas X itu mampu menorehkan 5 poin untuk timnya. “Sebenarnya, tim lawan memiliki kelemahan di sisi kiri. Hanya saja, kami kurang optimal dalam mencetak poin,” pungkasnya. Usaha keras Zwanzig (julukan SMAN 20) mengejar angka, harus pupus hingga kuarter keempat berakhir. Skor akhir 17-5 untuk kemenangan Smanju membawa mereka melaju ke babak selanjutnya. Torehan positif ini tidak membuat pelatih kepala Smanju, Hendra Wizaya menjadi tenang. Hendra mengatakan timnya masih perlu berbenah diri. “Kemampuan individu dari tim kami masih perlu diasah. Saya akan berikan porsi lebih mereka, agar tim kami makin kuat di Honda DBL dan melaju ke babak berikutnya,” ujarnya setelah pertandingan usai. (Adt)

Kharisma Bangsa dan PSKD 1 Jakarta Kampiun ‘Satelite Cup 2018 Volume 2’, Panitia: Kualitas Peserta Meningkat

Tim Basket Putra SMA Kharisma Bangsa menjadi kampiun Satelite Cup 2018 Volume 2, yang dihelat di Satelite Basketball Court, Depok, sejak awal September, usai di partai final menaklukan SMAN 2 Depok, dengan skor 78-42. (Riz/NYSN)

Depok- Satelite Cup 2018 Volume 2 berakhir pada Minggu (23/9). Kompetisi yang dihelat di Satelite Basketball Court, Depok, Jawa Barat (Jabar) sejak awal September, akhirnya menasbihkan Tim Basket Putra Kharisma Bangsa, dan Tim Basket Putri SMA PSKD 1 Jakarta Pusat (Jakpus) menjadi kampiun. Kharisma Bangsa meraih gelar juara setelah di partai final menaklukan SMAN 2 Depok, dengan skor 78-42. “Anak-anak sangat bagus. Kerjasama tim juga berjalan dengan baik. Tapi, mereka tetap harus berlatih lebih keras menghadapi ajang kompetisi lainnya,” ujar Sali Hairulla, Manajer Tim Basket Putra Kharisma Bangsa, Minggu (23/9). Serupa, Fajar Satria, Kapten Tim Basket Putra Kharisma Bangsa, mengatakan rekan-rekannya tampil baik pada pertandingan ini. “Sejak awal rekan-rekan bermain dengan baik. Mungkin karena stamina kami lebih unggul dari lawan, maka kami bisa meraih kemenangan. Yang pasti kami harus tetap latihan lebih keras lagi,” tutur Satria. Sementara, Dhendy Saputra, Pelatih SMAN 2 Depok, menegaskan secara keseluruhan dirinya puas dengan performa anak didiknya tersebut. “Jujur tidak kecewa dengan hasil hari ini, meskipun skornya jauh. Mereka tahu kalah level dengan Kharisma Bangsa, tapi mereka tidak gentar dan tampil fight,” tegas Dhendy. Di pertandingan lain, Tim Putri SMA PSKD 1 Jakpus berhasil merebut gelar juara usai menekuk SMAN 6 Depok, Jawa Barat (Jabar), dengan skor terpaut jauh 106-27. Sani Wulandari, Arsitek Tim Putri SMA PSKD 1 Jakpus, mengaku performa anak didiknya di partai final sangat menjanjikan. “Kemampuan anak-anak merata, karena kami tidak ingin bergantung dengan salah satu pemain,” ungkapnya. “Lawan harusnya bisa tampil lebih baik dari hari ini. Karena terakhir bertemu dengan SMAN 6 Depok, penampilan mereka sangat baik. Harusnya kemampuan mereka bisa lebih dari pertandingan tadi,” tambah Sani. Di kubu SMAN 6 Depok, Kevin Nuardy Erdiham, mengakui tim nya tidak tampil dalam kekuatan penuh. “Sebenarnya hari ini kami ada 2 laga penting. Tadi pagi kami harus tampil di ajang DBL West Java Series 2018-West Region di Bogor, dan 5 pemain juga tampil di Satelite Cup 2018 ini. Mungkin mereka terlalu capai,” terangnya. “Lawan juga kami akui memiliki kualitas, baik dari segi postur maupun otot. Karena memang mereka merupakan student athlete dari jalur beasiswa, sehingga mengutamakan pembinaan. Tapi, kami bersyukur sudah bisa tampil hingga ke final,” cetus Kevin. Sedangkan Daffa Amasya, Ketua Panitia Satelite Cup 2018 Volume 2, menjelaskan ajang ini berjalan lancar sejak dimulai pada awal September lalu hingga puncaknya pada Minggu (23/9). Terlebih, menurutnya, kualitas peserta menunjukkan peningkatan dibandingkan pelaksanaan yang sama pada 2017. “Satelite Cup 2018 Volume 2 berjalan lancar. Peserta juga memperlihatkan kualitas yang baik selama event. Beberapa peserta saat event tahun lalu tidak ikut, tapi kali ini bisa ikut, bahkan bisa menjadi juara seperti SMA Kharisma Bangsa. Semoga event ini menjadi barometer basket, khususnya di wilayah Depok,” tukas Daffa. (Adt) Hasil Pertandingan Final Satelite Cup 2018 Volume 2: Putra 1. SMA Kharisma Bangsa vs SMAN 2 Depok: 78-42 2. SMAN 8 Depok vs SMKN 2 Depok: 43-34 Putri  1. SMA PSKD 1 Jakarta vs SMAN 6 Depok: 106-27 2. SMAN 3 Depok vs SMAN 8 Depok: 23-5

Sabet Juara di Turnamen 1 Juta Dolar, Pemuda 21 Tahun Asal Cimahi Raih Kampiun di China Open 2018

Anthony Sinisuka Ginting menjuarai China Open 2018 BWF World Tour Super 1000, pada Minggu (23/9), paska menaklukan wakil Jepang, Kento Momota, sekaligus unggulan tiga, straight game, 23-21, 21-19, dalam laga sengit, di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou. (Humas PBSI)

Changzhou- Pemain tunggal Merah Putih, Anthony Sinisuka Ginting menjuarai China Open 2018 BWF World Tour Super 1000, pada Minggu (23/9). Ginting, sapaannya, menaklukan wakil Jepang Kento Momota sekaligus unggulan tiga, setelah melewati laga sengit di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, straight game, 23-21, 21-19. Menghabiskan laga sepanjang 63 menit di partai final seakan menjadi klimaks bagi penampilan pemain asal PB SGS PLN Bandung, Jawa Barat (Jabar) itu. Datang ke Negeri Tirai Bambu dengan status pemain non unggulan, namun, pria kelahiran Cimahi, Jabar, 20 Oktober, 21 tahun silam itu, menunjukkan kapasitasnya jadi pemain elite dunia. Menghadapi Momota, bukanlah perkara mudah. Dari enam kali perjumpaannya dengan tunggal utama Negeri Sakura itu, Ginting hanya memetik dua kali kemenangan. Pada laga kali ini, Momota unggul 11-10 lebih dahulu di jeda interval gim pertama. Usai jeda interval, duel kedua pemain tetap berlangsung sengit dan ketat. Ginting kembali tertinggal ketika kedudukan 14-15. Bahkan disaat poin-poin mendekati akhir, kesalahan demi kesalahan yang dilakukan pemain penghuni Pelatnas PBSI Cipayung itu memberikan ‘angin’ bagi Momota hingga sempat unggul 19-16. Tertinggal tiga poin dari Momota, tak membuat Anthony kendur. Ia bangkit, bahkan mengubah kedudukan imbang 19-19. Publik yang menyaksikan laga itu dibuat berdebar. Ginting yang tak mampu mengembalikan bola di depan net dengan sempurna, membuat Momota memundi dan merubah kedudukan 20-20. Kemenangan pemain Jepang ranking dua dunia di gim pertama itu berada di depan mata saat unggul 21-20. Namun, ia belum menyerah. Dewi Fortuna berpihak padanya hingga kembali membuat kedudukan imbang 21-21. Ginting akhirnya mampu memanen dua angka di poin-poin kritis sekaligus mengunci gim ini dengan skor 23-21. Hasil positif yang diraih Ginting menjadi bekal melakoni gim kedua. Namun, lagi-lagi pemain Indonesia pemegang gelar Indonesia Masters 2018 itu harus tertinggal 8-11 di jeda interval gim. Momota juga terus memberikan ancaman ke daerah pertahanan lawan serta mampu memperlebar jarak poin dengan Ginting saat kedudukan 15-10. Ginting tak ingin kehilangan momentum. Perlahan dan pasti, ia berusaha memangkas jarak poin dengan Momota. Alhasil, poin kedua pemain hanya terpaut tipis 15-16, dan berlanjut imbang 16-16. Satu-satunya wakil Indonesia itu bahkan mampu membalikan keadaan setelah unggul 18-17. Mendekati akhir gim, duel keduanya makin menarik. Terlebih, kedudukan imbang tercipta di poin 19-19. Smash menyilang Ginting tak mampu diantisipasi dengan sempurna oleh Momota, hingga mengubah kedudukan 20-19 untuk keunggulan peraih medali perunggu Asian Games XVIII/2018 itu. Ketenangan serta semangat juang Ginting akhirnya menemui klimaks setelah mampu mencetak game point saat kedudukan 20-19. Dan, pengamatan tak sempurna dari Momota akhirnya memastikan Ginting menyegel gim ini dengan skor 21-19. Keberhasilan Ginting membawa pulang gelar di turnamen berhadiah total 1 juta dollar Amerika Serikat (AS) itu sekaligus menggenapi gelar sebelumnya di ajang Indonesia Masters 2018, akhir Januari lalu. Usai laga, Ginting mengucap syukur atas pencapaian tertingginya di level Super 1000 itu. “Puji Tuhan hari ini saya bisa menang. Pertandingan juga ketat, dan skornya tipis. Saat tertinggal, saya hanya berusaha menjalankan apa yang saya terapkan di partai sebelumnya, saat poin tertinggal juga,” ujar Ginting, dikutip situs resmi PBSI, Minggu (23/9). Sukses menjadi juara membuat Ginting mendapatkan hadiah uang 70.000 dolar AS (Rp 1,037 miliar). Namun, Ia mengaku tak memikirkan poin saat tertinggal dari lawan. Ginting hanya fokus dengan cara bermain. “Saya mukul bola untuk dapat poin, itu saja. Tapi, di gim kedua saya coba kuasai kondisi angin yang membuat saya melakukan kesalahan sendiri,” lanjut pemain ranking 13 dunia itu. Ginting mengungkapkan soal pukulan halus di depan net merupakan usahanya untuk membuat lawan terpancing mengangkat bola ke atas. “Pukulan halus di depan net, memang itu salah satu usaha saya untuk mendapatkan kesempatan menyerang,” pungkas anak didik Hendri Saputra itu. (Adt)

Duel North Region Dimulai, Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region Dibuka Tiga Laga Seru

Tim SMA Kolese Kanisius (hijau) menjajal tim berstatus debutan, SMAN 110 Jakarta, dalam laga perdana Honda DBL DKI Jakarta Series 2018, regional Jakarta Utara dan Pusat (North Region), di GOR Cempaka Putih, pada 22-29 September. (Pras/NYSN)

Jakarta- Perjalanan panjang mencari champion putra dan putri Honda DBL DKI Jakarta Series 2018, berlanjut ke Jakarta Utara. Setelah merampungkan pelaksanaan regional Jakarta Barat (West Region), kompetisi basket pelajar terbesar di tanah air ini, digelar di GOR Cempaka Putih, pada 22 hingga 29 September. Klik disini untuk melihat galeri foto pembukaan Honda DBL North Region DKI Jakarta 2018 Venue itu terpilih sebagai tempat berlangsungnya Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region. Sebanyak 28 tim dari sekolah di kawasan Jakarta Utara dan Pusat akan saling bersaing. Diawali oleh tiga laga seru, tersaji pada opening party Sabtu (22/9) sore, sekaligus menandai dimulainya persaingan North Region. Dari persaingan putra, tim SMA Kolese Kanisius menjajal tim berstatus debutan, SMAN 110 Jakarta. Dilanjutkan laga SMA Gandhi Ancol versus SMA IPEKA Sunter. Serta tak ketinggalan laga perdana tim putri antara SMAK 5 Penabur yang akan jumpa SMAN 30 Jakarta. Datang sebagai predikat tim berpengalaman, Kanisius tidak besar kepala. Kenneth Nicholas Kusno dkk justru mawas diri demi menjaga asa di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018. Perubahan format pada tahun ini, membuat mereka lebih waspada terhadap lawan-lawan baru. “Setiap tim pasti memiliki tujuan untuk menjadi juara. Namun, saya yakin, tim kami lebih siap dari segi mental dan pengalaman,” ujar Kenneth, kapten tim SMA Kolese Kanisius. Selain dari segi pengalaman, Kanisius juga dikenal memiliki supporter setia dan militan dalam mendukung timnya berlaga. Alaska (sebutan untuk suporter Kanisius) selalu hadir ketika timnya bertanding di Honda DBL DKI Jakarta. Suporter yang suka bikin ‘gaduh’ itu akan membuat mental tim lawan jatuh. Tahun lalu, Alaska mampu membuat lawan menjadi ciut. Kala itu, Kanisius mampu menumpaskan perlawanan SMAN 60 dengan skor telak 41-8. “Dukungan dari Alaska selalu membuat kami membara. Kehadrian mereka (re: Alaska) membuat kami merasa bermain dengan enam orang di lapangan,” ujar siswa kelas XI tersebut. Kendati melawan salah satu tim tangguh, sang penantang SMAN 110 tak patah arang. Menanggapi hal itu kapten dari Spuls (julukan SMAN 110) Fazjri Abdillah menganggap bahwa mereka harus tetap tenang saat melawan Kanisius nanti. “Harus diakui, mereka (re: Kanisius) memiliki nama besar di Honda DBL, apalagi dengan dukungan Alaska. Tapi, kami tetap tenang dalam menghadapi mereka. Saling dukung antar pemain serta kepercayaan diri akan jadi kunci utama untuk raih kemenangan,” cetusnya. Tak kalah ketat, pertandingan tim putra lainnya. Dua debutan saling berjumpa antara SMA Gandhi Ancol kontra SMA IPEKA Sunter. Keberhasilan SMA IPEKA Puri maju ke babak semifinal wilayah Jakarta Barat lalu, membuat tim polesan Herbert Wijaya ini optimis mampu menorehkan hasil memuaskan. “Saya termotivasi keberhasilan IPEKA Puri tembus ke semifinal. Hal itu membuat kami makin berani berhadapan semua lawan,” cetus shootingguard SMA IPEKA Puri, Edwin Kurniawan Agung. Dari sektor putri, laga sengit siap disaksikan. SMAK 5 Penabur bakal berduel kontra SMAN 30 Jakarta di babak awal Honda DBL DKI Jakarta wilayah Utara. Kedua tim yang akan bersua ini memiliki sejarah pertandingan sendiri. Mereka sering head to head baik pada suatu kompetisi ataupun sekedar scrimmage. Kapten tim putri SMAN 30, Gabriella Abigael membeberkan materi pemain dari SMAK 5 Penabur. “Kami sering berjumpa dengan mereka (re: SMAK 5). Pemain mereka memang tak besar, tapi kecepatan serta keberanian mereka mendrive bola patut diwaspadai,” pungkasnya. Tim lawan pun juga sangat memantau permainan dari para punggawa Deflover (julukan SMAN 30). Belajar dari pengalaman sebelumnya, SMAK 5 tidak mau kecolongan dari sang lawan. Tim yang digawangi Jihan Na’amin sebagai kapten tim, telah melihat tempo permainan dari Deflover. “Mereka memiliki postur tubuh tinggi dan besar. Chemistry tim mereka juga telah terbentuk. Permainan pass to pass mereka jadi pekerjaan rumah untuk kami,” ungkap dara berusia 17 tahun itu. Memenangi setiap laga adalah keharusan bagi para kontestan. Dengan sistem gugur, tiap peserta menjalani partai do or die tiap laga, hingga tembus final North Region. Hanya tim putra dan putri yang lolos ke final North Region menuju Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 di GOR Soemantri, 10-17 November mendatang. Pada babak puncak nanti, para finalis dari empat region, Jakarta Barat (West Region), Jakarta Utara dan Pusat (North Region), Jakarta Selatan (South Region), dan Jakarta Timur (East Region) akan dibagi menjadi dua grup dengan format setengah kompetisi untuk mencari the real champion seri Ibu Kota. Sementara ini, Jakarta Barat yang telah meloloskan wakilnya. Dari kategori putra ada SMA Bukit Sion yang berstatus juara West Region, serta SMAN 2 Jakarta (runner-up). Sementara untuk putri diwakili oleh SMK Yadika 2 Jakarta (champion) dan SMAN 16 Jakarta (runner-up). Bintang Asian Games Meriahkan Charity untuk Korban Gempa Lombok Bersamaan dengan opening party North Region sore ini, akan digelar juga acara penggalangan dana untuk korban gempa Lombok, NTB. Salah seorang bintang timnas basket Indonesia pada Asian Games 2018, Andakara Prastawa Dhyaksa, akan ikut hadir dan memeriahkan charity ini. Shooting guard Pelita Jaya Jakarta itu akan mengikuti Honda DBL 2 Ball Challenge bersama penonton. Setiap poin yang dihasilkan pada tantangan ini, akan dikonversi menjadi sejumlah rupiah. Nantinya, dana yang terkumpul akan disalurkan bertepatan dengan pelaksanaan development camp di Mataram, pada bulan November mendatang. (Adt)

Mulai Sabtu Malam, 300 Atlet Junior Tampil di Kejurnas KU Panjat Tebing 2018 Riau

Sebanyak 300 atlet mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XII 2018, siap dihelat di Pematang Reba, Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau pada 22-29 September 2018. (FPTI)

Rengat- Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XII 2018, siap dihelat di Pematang Reba, Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, pada 22-29 September 2018. Ketua umum Pengurus Kabupaten Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Indragiri Hulu, Eldja Septarima menyebut, ada 300 peserta yang mendaftar. Mereka berasal dari 28 provinsi se-Indonesia. Rencananya, Kejurnas yang akan dibuka Bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto ini, akan dihadiri oleh Ketua FPTI Pusat Faisol Riza. “Kita sudah undang, bupati/walikota, Kapolda, Kajati, dan lainnya untuk hadir dalam acara pembukaan pada Sabtu (22/9) malam di Inhu,” ucap Rima. Selain itu, pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga RI juga dijadwalkan hadir. Jika tidak hadir, sebut dia, maka akan dilakukan telecom friend dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi. “Ada 30 spesifikasi nomor yang dipertandingkan. Speed, lead, boulder, combine untuk junior, youth, dan kids,” ujarnya. Lebih lanjut ia menjelaskan, usia untuk kategori junior adalah 18-19 tahun, youth A: 16-17 tahun, youth B: 14-15 tahun. Kemudian untuk kategori kids, yakni youth C: 12-13 tahun dan youth D: 10-11 tahun. Khusus untuk nomor combine, hanya akan dipertandingkan di kategori junior dan youth A. Sedangkan youth C dan youth D, hanya akan bertanding di nomor speed classic dan lead. Total ada 90 medali yang diperebutkan. Para peserta wajib mengikuti technical meeting yang digelar pada Sabtu (22/9), sejak pukul 16.00 WIB. Saat ini, lokasi lomba sudah siap digunakan. Para pembuat jalur juga sudah bekerja di lokasi dan segera menyiapkan jalur pemanjatan. Pria yang menjabat Kepala Bidang Olahraga Disporapar Inhu ini mengharapkan, agar masyarakat turut meramaikan pesta olahraga tersebut. Sebab selain pertandingan juga akan ada festival kuliner di lokasi. “Bagi seluruh masyarakat khususnya yang berada di Riau, mari datang dan saksikan Kejurnas Kelompok Umur. Karena selain bisa nonton perlombaan, masyarakat juga bisa menikmati pesta kuliner,” katanya. (Adt)

Jadi Tuan Rumah, Tim Sofbol U-18 Kendari Bidik Juara Umum Kejurnas Softball Junior U-18

Tim sofbol junior U-18 Sulawesi Tenggara (Sultra) optimis menjadi kampiun, dalam Kejuaraan Nasional (kejurnas) Softball Junior U-18 yang akan digelar di Kota Kendari, mulai 23 - 30 September 2018. (tribunnews.com)

Kendari– Tim sofbol junior U-18 Sulawesi Tenggara (Sultra) optimis menjadi kampiun, dalam Kejuaraan Nasional (kejurnas) Softball Junior U-18 yang akan digelar di Kota Kendari, mulai 23 – 30 September 2018. “Kita optimis bakal meraih juara sebab tim kita sudah siap. Apalagi, sebagai tuan rumah, otomatis lebih diungulkan,” ujar Ketua Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) Sultra, Pahri Yamsul, di kawasan Eks MTQ Kendari, Selasa (18/9) lalu. Atlet softbol junior U-18 Sultra bejumlah 56 orang, yang terbagi atas tim putra dan putri. Jumlah itu sudah termasuk pemain cadangan dari masing-masing tim. “Jadi, Insyaallah, tim putra kita target juara. Semantara, tim putri target masuk lima besar,” kata Pahri. Sebagai bukti keseriusan mengembangkan Softball di Sultra, Pemprov Sultra menggelontorkan anggaran sebesar Rp2 miliar demi pembangunan dua venue pertandingan. “Kita bangun lapangannya dengan ukuran 125 x125 meter yang sesuai standar intenasional,” jelasnya, Menurut Pahri, lapangan yang dibangun itu, lebih luas dari lapangan di Karebosi, Makassar, yang selama ini kerap dipakai berbagai event pertandingan softball. “Untuk dua lapangan putra dan putri, habis Rp2 miliar. Kualitas tanahnya ini terbaik. Rumputnya diganti, dan lengkap dengan tempat penontonnya,” ujarnya Lapangan tersebut akan dibangun di kompleks kantor KONI Sultra. Setelah pelaksanaan Kejurnas, kelak, lapangan ini menjadi markas latihan Tim Softball Sultra. Pahri menambahkan, sebagai tuan rumah dalam ajang ini, Sultra telah menyiapkan infrastruktur, penginapan, serta fasilitas lainnya. Tercatat 8 tim putra-putri yang mendaftar. Di antaranya, DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar), Papua, Papua Barat, Lampung, Kalimntan Timur dan Jawa Timur. “Satu provinsi satu tim. Tapi ada beberapa provinsi yang megirim tim putra dan putri,” pungkas pria yang menjabat Kadis Cipta Karya, Bina Kontruksi dan Tata Ruang Sultra ini. (Adt)

Bukan Unggulan China Open 2018, Anthony Ginting Lolos Pertama Kali Ke Final Turnamen Level Super 1000

Langkah Anthony Sinisuka Ginting yang melaju hingga ke partai final China Open 2018 terbilang mengejutkan. Berstatus non-unggulan, dan menaklukkan trio juara dunia tiga hari berturut, ia menantang Kento Momota (Jepang) dalam laga perebutan gelar juara. (Humas PBSI)

Changzhou- Langkah Anthony Sinisuka Ginting yang melaju hingga ke partai final China Open 2018 terbilang mengejutkan. Berstatus non-unggulan, dan menaklukkan trio juara dunia tiga hari berturut, membawa langkah pemuda kelahiran Cimahi 20 Oktober 1996 ini menantang Kento Momota (Jepang) dalam laga perebutan gelar juara. Anthony menuju laga final turnamen level Super 1000 pertamanya, di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, Sabtu (22/9), usai mengalahkan Chou Tien Chen (Taiwan), dalam laga semifinal, lewat partai rubber game, dengan skor 12-21, 21-17, 21-15. Dengan kemenangan ini, Anthony sekaligus membalas kekalahan di semifinal Asian Games 2018 dengan skor 21-16, 21-23, 17-21. Di game pertama, Anthony tak dapat tampil di permainan terbaiknya. Ia terus berada di bawah tekanan lawan. Kesalahan-kesalahan sendiri dibuat Anthony. Ia pun tertinggal jauh 4-15, terlalu sulit untuk mengejar. “Puji Tuhan saya menang, saya bersyukur atas hasil hari ini. Di game pertama, Chou sering mendorong bola dan membuat posisi saya sulit. Saat menetralkan bola, saya tidak dapat mengontrol kondisi angin di lapangan. Jadi pengembaliannya kalau tidak out, ya tanggung,” ujar Anthony, seperti termuat dalam rilis PBSI. Anthony melanjutkan, “Di game kedua dan ketiga saya mencoba untuk mempercepat permainan. Chou ingin bermain seperti di game pertama, tapi pergerakannya tidak secepat di game pertama.” Ihwal persiapan menghadapi Chou, Anthony mengatakan tak ada yang khusus. “Sebetulnya, saya tak memikirkan kalau akan re-match melawan dia, tak mau terlalu dipikirkan supaya bisa rileks. Semalam saya cuma nonton video sekilas aja, habis itu istirahat. Yang penting sudah punya persiapan mau main bagaimana melawan dia. Saya belajar seperti ini sejak Asian Games,” katanya. Di babak final, Anthony akan melawan juara dunia Kento Momota dari Jepang. Ia siap bermain mati-matian. “Ini pertama kalinya saya ke final turnamen level super 1000, tapi saya belum puas karena kan belum juara, masih ada satu pertandingan lagi,” tuturnya. Momota melangkah ke partai puncak, paska menekuk pemain andalan tuan rumah, Shi Yuqi. Berlangsung selama 40 menit, Momota unggul straight game 21-10, 21-17. Pada partai puncak turnamen berhadiah total 1 juta dollar AS ini, yang akan berlangsung pada Minggu (23/9), akan menjadi ulangan babak perempat final Asian Games 2018. Anthony menang 21-18, 21-18, atas pemain kidal itu, dalam pertandingan nomor perorangan. Sebelum menang pada Asian Games 2018, Anthony sempat mengalahkan juara dunia 2018 tersebut, dalam ajang Hong Kong Open Superseries 2015. Berdasarkan rekor pertemuan, Momota, yang pekan lalu menjadi juara Japan Open 2018, unggul 4-2 atas Anthony. (adt) Perjalanan Anthony Sinisuka Ginting menuju Final China Open 2018 Babak Pertama Anthony Sinisuka Ginting vs Lin Dan (China) 22-24, 21-5, 21-19 Babak Kedua Anthony Sinisuka Ginting vs Viktor Axelsen (Denmark) 21-18, 21-17 Babak Perempat Final Anthony Sinisuka Ginting vs Chen Long (China) 18-21, 22-20, 21-16 Babak Semi Final Anthony Sinisuka Ginting vs Chou Tien Chen (Taiwan) 12-21, 21-17, 21-15

IDGEN-Uni Papua Gelar Festival Sepak Bola untuk Perdamaian 2018, Semai Benih Perdamaian Dalam Diri Generasi Muda Indonesia

Yayasan Generasi Indonesia Internasional (IDGEN) dan Komunitas Sepak Bola Uni Papua, resmi menggelar Festival Sepak Bola untuk Perdamaian (Football for Peace Festival) 2018, di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Sabtu (22/9). (Riz/NYSN)

Jakarta- Yayasan Generasi Indonesia Internasional (IDGEN) dan Komunitas Sepak Bola Uni Papua, resmi menggelar Festival Sepak Bola untuk Perdamaian (Football for Peace Festival) 2018, di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Sabtu (22/9). Event ini bertujuan menyemai benih perdamaian dalam diri generasi muda Indonesia, sekaligus agen diplomasi budaya. “Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) atau Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta wajib mendukung, termasuk memberi fasilitas lapangan sepak bola milik Jakarta,” ujar Ratiyono, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jakarta, Sabtu (22/9). Menurutnya, event ini mampu membangkitkan semangat guna mempererat persatuan dan kesatuan, serta kebhinekaan, dalam sepak bola. “Sepak bola mampu memberikan edukasi nilai sportifitas. Satu sisi menjadi lawan bertanding di lapangan, tapi disisi lain sesungguhnya kawan dalam bermain. Ini filosofi dari sepak bola,” lanjutnya. “Kedepan semua pihak yang terlibat seperti Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), serta kementerian lain bisa bersinergi, sehingga kedepannya event Football for Peace Festival makin kuat dalam menyemai persatuan dan persahabatan,” terang Ratiyono. Sementara itu, Harry Widjaja, CEO Uni Papua, mengatakan tahun ini adalah penyelenggaraan yang kedua kalinya, dan Football for Peace Festival 2018 digelar satu hari penuh yakni pada Sabtu (22/9). “Kami bersama dengan Kemenlu dan Kemenkopolhukam menyelenggarakan event Football for Peace Festival ini dengan melibatkan 19 tim yang terdiri dari Kedubes negara sahabat, komunitas sepak bola lokal, komunitas ekspatriat, dan sekolah berbasis agama yakni pesantren dan sekolah Katolik,” cetus Harry. Ia menambahkan event sepak bola untuk perdamaian ini adalah pertama kali dihelat di 4 kota, yakni Banda Aceh dan Manokwari (24-28 September), Jakarta (1-5 Oktober), dan Tabanan (18-21 Oktober). Selain itu, pihaknya melibatkan unsur TNI (Tentara Nasional Indonesia), Polri (Kepolisian Republik Indonesia), BNN (Badan Narkotika Nasional), Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga), serta LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), sebagai narasumber workshop kebangsaan. “Dan untuk peserta, kami mengundang para praktisi sepak bola, guru-guru olahraga, organisasi dan komunitas kepemudaan, perguruan tinggi, dan sekolah sepak bola, sebagai peserta training of trainers dan festival sepak bola untuk perdamaian di 4 regional itu. Total yang terlibat dalam kegiatan ini sekitar 1000 orang,” jelasnya. Harry menyebut event ini nantinya akan memilih 2 anak dari masing-masing regional ditambah 1 orang pendamping dari setiap regional untuk diberangkatkan ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dalam rangka coaching clinic dan trauma healing bagi anak-anak korban gempa, dan pihaknya juga akan menyerahkan 1000 bola. “Anak-anak yang terpilih sekaligus dinobatkan sebagai duta sepak bola untuk perdamaian dan akan bertugas mengkampanyekan nilai-nilai perdamaian dan toleransi melalui sepak bola kepada rekan-rekan mereka,” tukas Harry. (Adt)

Nyaris Lolos Piala Dunia U-17 di Italia, Timnas U-16 Pernah Selevel Raksasa Asia Pada 1990

Eko Purjianto (kanan) besama Evan Dimas (kiri) saat dalam sesi latihan Timnas U-19 pada 2013 lalu. Eko merupakan salah satu skuad Timnas U-16 pada 1990 yang tampil dalam putaran final Piala Asia U-16, yang berlangsung di Uni Emirat Arab (UEA). (antarafoto)

Jakarta- Timnas U-16 di bawah komando Fakhri Husaini mengarungi ajang besar Piala Asia U-16 2018, di Malaysia, pada 20 September sampai 7 Oktober 2018. Skuat Garuda Asia tergabung dalam Grup C bersama Iran, India, dan Vietnam. Partai perdana David Maulanda dan kolega yang berjumpa Iran, di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Jumat (21/9) berkesudahan 2-0 untuk tim merah putih. Pada ajang Piala Asia U-16, sejatinya Timnas Indonesia bukan tak memiliki prestasi apik. Meski belum pernah menjadi juara, bahkan finalis, namun Indonesia pernah masuk empat besar. Pada 28 tahun silam, tepatnya saat Piala Asia U-16 1990, di Uni Emirat Arab (UEA), Indonesia pernah mejadi sorotan. Skuat yang saat itu ditangani trio pelatih Parmin, Muhardi, dan Indra Tohir, sukses menembus babak semifinal. Pada fase grup, Indonesia tergabung dalam Grup B bersama tim-tim kuat seperti Korea Selatan, Qatar, dan Arab Saudi. Namun Arab Saudi saat itu memilih mundur karena masalah internal negara yang berkaitan dengan politik negeri. Kontra Korea Selatan, skuat asuhan Parhim-Muhardi-Indra Tohir, bermain imbang 1-1. Laga kedua juga berakhir seri 0-0 lawan Qatar. Hasil itu membuat Indonesia lolos ke fase empat besar dengan status runner up Grup B. Namun nahas, menghadapi Uni Emirat Arab di babak semifinal, Indonesia kalah 0-2. Indonesia pun harus puas menempati peringkat keempat setelah dalam perebutan peringkat ketiga, takluk dari China 0-5. Padahal, jika Indonesia sukses merebut peringkat ketiga, maka skuat Garuda Muda berhak tampil di Piala Dunia U-17 1991, yang berlangsung di Florence, Italia. Beberapa nama yang berada di skuat Tmnas U-16 saat itu, ada yang meredup namun ada juga yang bersinar. Diantaranya Dahlan Jalil, Kapten dan bintang utama Persiraja Banda Aceh era 1990-2000an, yang mengangkat Persiraja promosi dari Divisi I ke divisi utama pada 1992. Lalu ada Hendra komara, yang akhirnya menjadi bagian salah satu tim Persib Bandung terbaik 1990-2000an. Tak ketinggalan winger kelahiran Kuningan, Uci Sanusi, yang setia bersama Persita Tangerang di periode waktu yang sama. Dan yang paling cemerlang adalah Eko Purjianto. Eko adalah salah satu pemain dalam rombongan PSSI Primavera pertama, bersama Kurnia Sandi, Kurniawan dan Bima Sakti pada 1993. Dirinya juga merupakan satu, dari enam punggawa Primavera yang diambil dari Jawa Tengah. Aktif berposisi sebagai stopper, selain rutin membela Timnas, ia juga bergabung dengan sejumlah klub besar tanah air, di antaranya Pelita Jaya, PSPS Pekanbaru dan PSIS Semarang. Saat kariernya berakhir sebagai pemain, Eko juga mengikuti jejak mayoritas rekan-rekan seangkatannya, yakni menjadi pelatih, atau staf kepelatihan. Pria kelahiran Semarang 1 Februari 1976 itu, merupakan aktor dibalik kesuksesan Timnas U-19 merajai Piala AFF U-19 pada 2013. Eko adalah asisten Indra Sjafri di Timnas U-19 sejak 2013. Kini, usai tak lagi melatih timnas di tingkat junior, ia menangani salah satu klub Liga 1, Bali United, sebagai asisten pelatih. (art) Daftar Timnas U-16 1990 Manajer : H. Nuni Martasaputra Asisten manajer : Drs. Sofyan Rosyad Pelatih: Parmin, Muhardi, dan Indra Tohir Pemain : Aziz Agus Eko Purjianto Albert Rudiana Hendra Komara Surono Abdul Rachman Agus M. Alfandi Sugandi Abraham Aufa Desman Sagala Uci Sanusi Solikhan Sugih Utomo Erry Dahlan Jalil Hendro Kisworo Nur Syamsu Dhori Muhamad Yani

Kirim 41 Atlet di Kejurnas Karate Piala Panglima TNI VI/2018, DKI Jakarta Optimistis Juara Umum

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Panglima TNI-VI/2018 resmi dihelat di Gelanggang Olahraga (GOR) Ahmad Yani, Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI), Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim), pada 21-23 September ini. Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) DKI Jakarta mengincar posisi Juara Umum kali ini.(Pras/NYSN)

Jakarta- Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Panglima TNI-VI/2018 resmi dihelat di Gelanggang Olahraga (GOR) Ahmad Yani, Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI), Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim), pada 21-23 September ini. Sebanyak 1.338 orang terlibat dalam event ini. Mereka terdiri dari 662 orang atlet TNI, 584 orang atlet umum, serta 192 offisial, dan pelatih. Medali yang diperebutkan, ada dua kategori yakni Kategori TNI, memperebutkan 19 medali emas, 19 perak dan 38 perunggu. Sedangkan Kategori Umum (Junior, Cadet, Under-21), memperebutkan 40 medali emas, 40 perak, dan 80 perunggu. Selain memperingati HUT TNI ke-73, Kejurnas Karate Piala Panglima merupakan sarana bagi Pengurus Besar (PB) Federasi Karate-Do Indonesia (Forki) mencari bibit karateka nasional. Peraih medali emas Asian Games XVIII/2018, Sersan Dua (Serda) TNI Rifki Ardiansyah, merupakan pemenang Kejurnas Karate Piala Panglima TNI, tahun lalu. Kejurnas Karate Piala Panglima TNI memiliki dua kategori, yaitu Kategori TNI dan Kategori Umum. Khusus kategori TNI dibagi dalam dua kelas, yakni senior putra dan senior putri. Seluruhnya mempertandingkan nomor kata dan kumite perorangan maupun beregu. Untuk Kelas Beregu baik Kumite maupun Kata, tiap-tiap kontingen hanya mengiri satu regu. Sedangkan untuk Kelas Perorangan baik Kumite maupun Kata, tiap-tiap kontingen maksimal mengirimkan dua atlet. Untuk personel TNI maupun PNS TNI hanya turun di Kategori TNI atau tidak boleh turun di Kategori Umum atau Open Turnament. Sedangkan Kategori Umum dibagi dalam tiga kelas putra dan putri. Mulai kadet (14-15) tahun, kelas junior (16-17 tahun), dan kelas Under (U-21). Di Kejurnas Piala Panglima TNI VI/2018, Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) DKI Jakarta mengirim 41 atlet putra-putri. “Tahun ini, DKI Jakarta mengirim 41 atlet putra-putri untuk kategori kadet, junior, dan under (U-21). Target kami juara umum,” ujar Idris Gusti, Pelatih Kepala FORKI DKI Jakarta, di Mabes TNI Cilangkap, Jaktim, Jumat (21/9). Di Kejurnas yang sama pada 2017, kontingen ibukota sukses menempati posisi runner-up, dengan meraih 6 medali emas, 3 perak, dan 6 perunggu. Sedangkan juara umum 2017, diraih Perguruan INKAI (8 emas, 5 perak, 10 perunggu) Idris optimistis target itu bisa tercapai, karena pada Kejurnas kali ini DKI Jakarta turun dengan kekuatan penuh, serta bermaterikan para atlet terbaik hasil seleksi kejuaraan daerah (Kejurda). “Tahun lalu kami tidak turun full team, tapi sekarang kami pull team, baik kategori kadet, junior, maupun U21. Apalagi atlet-atlet kami berasal dari seleksi Kejurda. Memang persaingan terberat dengan Perguruan INKAI, tapi sepertinya mereka tidak tampil full team,” lanjutnya. Hal senada dikatakan Rudi Faisal, Manajer Kontingen DKI Jakarta. Menurutnya, peluang DKI Jakarta untuk bisa meraih juara umum di Kejurnas Karate Piala Panglima TNI VI/2018, sangat terbuka lebar. “Dilihat persaingannya merata. Karenaetiap daerah pasti mempersiapkan para atletnya dengan baik. Saingan terberat masih Perguruan INKAI, dan Inkanas (Institute Karate-Do Nasional),” terangnya. Hingga kini, ungkap Rudi, DKI Jakarta tak pernah kekuarangan atlet-atlet muda berbakat. “Semoga DKI Jakarta tetap menjadi barometer atlet-atlet nasional,” tukas Rudi. (Adt)

Kosisntensi Fisik Meski Diguyur Hujan Deras, Kunci Timnas U-16 Bungkam Iran 2-0

Striker Timnas U-16, Amiruddin Bagus Kahfi, melakukan selebrasi dan membantu timnya secara meyakinkan menang 2-0 atas Iran U-16, dalam duel perdana Grup C Piala Asia U-16 2018, di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, pada Jumat (21/9). (AFC.com)

Kuala Lumpur- Timnas U-16 mengawali perjalanan di Piala AFC U-16 2018 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, dengan hasil positif. Anak asuh Fakhri Husaini berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Iran dan memperlihatkan perubahan besar dalam permainan di babak kedua. Kejutan sudah dibuat Tim Garuda Asia sejak menit-menit awal pertandingan. Baru berjalan empat menit, Amiruddin Bagus Kahfi langsung memastikan keunggulan Timnas merah putih, usai memanfaatkan umpan silang Supriadi. Tak sampai di situ, kejutan juga dibuat saudara kembar Bagus, Bagas Kaffa. Bek kanan Timnas U-16 itu mencetak gol kedua pada menit ke-90, setelah maju dan mengecoh tiga pemain bertahan Iran. Kemenangan David Maulana dan kolega di laga pertama Grup C Piala AFC U-16 2018 itu berbanding lurus dengan statistik akhir pertandingan. Kondisi signifikan diperlihatkan mereka, di babak kedua pertandingan. Timnas U-16 secara statistik cukup mendominasi permainan. Tercatat di 45 menit pertama, mereka sanggup mencatat 59 persen penguasaan bola. Namun, bicara peluang yang dihasilkan, Timnas U-16 hanya mencetak dua tembakan ke arah gawang, sementara Iran mengemas empat tembakan ke gawang Ernando Ari. Namun, peningkatan diperlihatkan Timnas Indonesia U-16 saat menjalani babak kedua. Dari statistik yang dicatat Labbola, Tim Garuda Muda berhasil mengemas total tujuh tembakan akurat ke arah gawang, mengungguli Iran, yang hanya mengemas empat tembakan ke arah gawang. Peningkatan juga terlihat dari bagaimana bersihnya tekel yang dilakukan Juara AFF U-16 2018 ini yang mampu mengimbangi permainan kasar pemain Iran. Di babak pertama, terjadi enam tekel tanpa mendapatkan kartu kuning, sedangkan Iran melakukan 15 tekel dengan hasil dua kartu kuning. Jelang laga berakhir, tercatat Timnas U-16 melakukan 20 tekel tanpa satu pun kartu keluar dari saku wasit. Sementara Iran mengemas 31 tekel dan total mendapatkan tiga kartu kuning di pertandingan pertama mereka. Fakhri menyebut jika kunci timnya memenangi pertandingan ini adalah keunggulan duel fisik. “Ini pertandingan adu fisik, tetapi fisik bukan hanya postur. Pertandingan berjalan dalam tempo tinggi dalam 2×45 menit dan itu tidak mudah. Para pemain bisa konsisten dan itu menjadi kelebihan kami,” ujar Fakhri usai laga. Pelatih berusia 53 tahun itu menyebut anak asuhnya bekerja sangat keras di pertandingan lawan Iran. Selain soal teknis, laga berjalan lebih sulit karena kondisi lapangan basah akibat hujan yang mengguyur sepanjang pertandingan. Para pemain Timnas U-16 pun mengakui, jika mereka lebih berat berlari saat lapangan dalam keadaan basah akibat hujan. “Memang jadi lebih berat, tetapi kondisi lapangan secara umum bagus,” kata Kapten sekaligus gelandang Timnas U-16, David Maulana. Kemenangan 2-0 atas Iran membuat Timnas U-16 memimpin klasemen sementara Grup C Piala AFC U-16 2018. Di parti lain, India U-16 diluar dugaan menekuk Vietnam U-16, dengan skor tipis 1-0. Berikutnya, pada Senin (24/9), Indonesia meladeni Vietnam U-16, di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, mulai pukul 20.45 waktu setempat. (art) Statistik Timnas U-16 vs Iran U-16 Penguasaan Bola Timnas U-16 unggul dalam penguasaan bola (56 persen) berbanding timnas u-16 Iran (44 persen). Tembakan tepat sasaran Timnas U-16 mencatatkan 7 tembakan tepat sasaran, lebih banyak dari lawan mereka (4). Pemain dengan jumlah tembakan terakurat Amiruddin Bagus Kahfi mencatatkan 3 tembakan tepat sasaran sepanjang laga dan mencetak satu gol. Jumlah shot on target sang pemain melebihi pemain-pemain dari kedua kubu. Pemain dengan jumlah operan terakurat Gelandang Timnas U-16, Andre Oktaviansyah, mencatat 82 persen operan sukses di laga ini, terbanyak dari semua pemain yang memulai laga Piala Asia U-16 2018. Sementara, Sutan Zico menorehkan 100 persen pass accuracy (3 dari 3) selama 12 menit turun dari bangku cadangan. Angka ini jadi yang terbaik dari pemain lain termasuk pengganti. Permainan bertahan Timnas U-16 sangat solid dalam bertahan, mencatatkan 26 intersep dan 31 sapuan bola ketimbang masing-masing 21 dan 26 dari lawan mereka tersebut.

Maju Ke Semifinal China Open 2018, Anthony Ginting Punya Bekal Sadis dan Menakutkan

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, punya bekal positif menuju semifinal China Open 2018, usai mengalahkan trio juara dunia dalam tiga hari. (Humas PBSI)

Changzhou- Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, punya bekal positif menuju semifinal China Open 2018, usai mengalahkan trio juara dunia dalam tiga hari. Ia mengawali perjalanannya pada China Open 2018, paska menekuk pemegang lima gelar juara dunia asal China, Lin Dan. Anthony mengalahkan Lin Dan dengan skor 22-24, 21-5, 21-19, pada Rabu (18/9). Lin Dan merupakan Juara Dunia pada 2006, 2007, 2009, 2011, dan 2013. Melalui hasil ini, rekor pertemuan Anthony dengan Lin Dan terevisi menjadi 1-2, masih untuk keunggulan Lin Dan. Pada babak kedua, Kamis (20/9), Anthony menumbangkan Juara Dunia 2017, Viktor Axelsen (Denmark), dengan skor 21-18, 21-17. Menang atas Axelsen, Anthony memperpanjang keunggulan dengan tunggal putra terbaik Denmark, dengan skor 2-1. Pemain berusia 21 tahun ini juga makin unggul dalam rekor pertemuan dengan Chen Long (China), Juara Dunia 2014 dan 2015, dan pemilik medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro ini, pada babak perempat final China Open 2018, Jumat (21/9). Anthony menang tiga gim 18-21, 22-20, dan 21-16, di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, pada Jumat (21/9). Ia sekaligus mengulang hasil positif atas Chen Long di perempatfinal Asian Games 2018. Sampai saat ini, Anthony menang 5-2 atas Chen Long. “Pertandingan yang seru melawan Chen Long hari ini. Dia bermain baik di gim pertama, jarang salah,” kata Anthony, dalam rilisnya. “Sempat ketinggalan jauh 2-8 di gim kedua, waktu unggul 19-13 juga saya tidak bisa cepat menyelesaikan permainan. Ini karena permainan saya berubah, saya ingin menyerang terus,” ujar Anthony. “Di gim ketiga, saya belajar dari kesalahan di gim kedua. Semua berawal dari pikiran, walaupun pertandingan ini melelahkan, banyak reli, saya harus jaga mindset saya. Saya usahakan unggul di permainan net karena saya cari poin dari situ, supaya saya bisa menyerang,” dia menjelaskan. Pada babak semifinal, Sabtu (22/9), Anthony akan menjumpai peraih medali perak Asian Games 2018, Chou Tien Chen (Taiwan). Partai ini juga merupakan ulangan semifinal Asian Games 2018. Saat itu, Anthony kalah dari Chou, 21-16, 21-23, 17-21. Rekor pertemuan kedua pemain adalah 3-2 untuk keunggulan Anthony. “Saya tak mau kejadian di Asian Games terulang. Saya akan pelajari lagi permainan kami di Asian Games, saya coba nikmati permainan dan bagaimana mengatur pikiran saya. Sekarang saya mau fokus untuk recovery dan bersiap untuk pertandingan besok,” pungkas pemuda kelahiran Cimahi 20 Oktober 1996. (adt) Perjalanan Anthony Sinisuka Ginting menuju semifinal China Open 2018 Babak Pertama Anthony Sinisuka Ginting vs Lin Dan (China) 22-24, 21-5, 21-19 Babak Kedua Anthony Sinisuka Ginting vs Viktor Axelsen (Denmark) 21-18, 21-17 Babak Perempat Final Anthony Sinisuka Ginting vs Chen Long (China) 18-21, 22-20, 21-16

Kalah 1-3 Dari Taiwan, Timnas Putri U-16 Gagal Tembus Kualifikasi Piala Asia U-16

Timnas Putri U-16 (merah) dipastikan gagal lolos ke Piala Asia Putri U-16 2019, usai kalah 1-3 dari Taiwan, pada laga penutup kualifikasi Grup D, di Stadion Dolen Omurzakov, Bishkek, Jumat (21/9). (twitter)

Bishkek- Timnas Putri U-16 dipastikan gagal lolos ke Piala Asia Putri U-16 2019, usai kalah 1-3 dari Taiwan, pada laga penutup kualifikasi Grup D, di Stadion Dolen Omurzakov, Bishkek, Jumat (21/9). Indonesia harus kebobolan lebih dulu melalui Chen Jin-wen pada menit ke-20. Garuda Pertiwi muda berhasil menyamakan kedudukan pada menit akhir babak pertama, melalui Safira Ika Putri dari titik putih. Pada babak kedua, permainan Taiwan makin merajalela. Taiwan akhinya bisa membrondong dua gol lagi melaluo Song Yu-ting (menit 52′) dan Wu Dai-ling (57′). Indonesia pun harus menelan kekalahan dari Taiwan. Dengan hasil ini membuat Srikandi U-16 gagal lolos ke putaran kedua ajang ini. Sebab, untuk sementara, Indonesia berada di peringkat ketiga dengan raihan enam poin. Dua kemenangan diraih saat menang 3-2 atas Palestina dan 2-0 dengan Kirgizstan. Sementara Taiwan nyaman menghuni puncak klasemen Grup D dengan raihan sembilan poin. Pada laga terakhir, mereka menantang Australia, dan hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke putaran kedua, kualifikasi AFC U-16 Womens U-16 Championship 2018. Usai laga, pelatih Timnas Putri U-16, Rully Nere mengakui bahwa anak asuhnya sudah berjuang maksimal dan tim lawan lebih beruntung. Meski begitu ia tetap apresiasi anak asuhnya. “Kami minta maaf kepada rakyat Indonesia atas kekalahan dan hasil ini yang membuat kita gagal lolos ke babak selanjutnya. Pemain saya rasa sudah memberi yang terbaik di ajang ini, namun hasil belum berpihak ke kami,” kata Rully. (art) Klasemen Kualifikasi Putaran Pertama Piala Asia Putri U-16 2018 Grup D Stadion Dolen Omurzakov, Bhiskek, Kirgizstan No.        Tim             Main      Gol        Poin 1.   Taiwan U-16          3       13  : 3         9 2.   Australia U-16       2       22  : 0         6 3.   Indonesia U-16      4         7 : 16       6 4.   Kirgizstan U-16      2         1 : 5         0 5.   Palestina U-16       3         2 : 22        0

Fitriani dan Choirunnisa Akhirnya Gagal Maju Ke Semifinal Indonesia Masters 2018 di Pangkalpinang

Atlet putri Pelatnas PBSI Cipayung asal Sleman, Choirunnisa, takluk dari unggulan pertama Indonesia Masters 2018 asal Jepang, Minatsu Mitani, dalam partai rubber game, 16-21, 21-16 dan 18-21. (Humas PBSI)

Pangkalpinang- Unggulan dua tunggal putri, Fitriani, terhenti babak perempat final Indonesia Masters 2018, Jumat (21/9), paska disingkirkan rekan sesama Pelatnas PBSI Cipayung, Yulia Yosephin Susanto, 14-21, 21-9 dan 20-22, di Gelanggang Olahraga (GOR) Sahabudin, Pangkalpinang. “Di gim pertama saya belum masuk ke pola permainnya dia. Di gim kedua saya coba reli tapi mengontrol permainan dengan agak cepat. Di situ dia agak kagok. Di gim ketiga saya sempat unggul, tapi raketnya putus. Saya terlalu berhati-hati, akhirnya jadi menyamakan poin dan saya kurang fokus,” jelas Fitriani kepada badmintonindonesia.org. “Ini jadi pelajaran buat saya ke depannya. Saya harus lebih fokus dan menyemangati diri sendiri, supaya tak terlalu kendor dan gampang jauh banget dari lawan,” lanjut Fitriani. Kemenangan Yulia ini seolah menebus kegagalannya di Singapura Open 2018, pada Juli lalu. Menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang masih bertahan, gadis Tasikmalaya kelahiran 19 Oktober 1993 itu, kandas di babak 16 besar. Ia kalah dari atlet China berusia 18 tahun, Han Yue, pada partai perempat final, di Singapore Indoor Stadium, Singapura, lewat laga rubber game selama 1 jam. Senasib dengan Fitriani, kekalahan juga harus diterima oleh Choirunnisa. Berhadapan dengan unggulan pertama asal Jepang, Minatsu Mitani, dara asli Sleman, yang lahir pada 31 Agustus 1999, takluk dalam partai rubber game, 16-21, 21-16 dan 18-21. (art)

Kirim Pecatur Belia Ke Olimpiade Catur Dunia di Georgia, PB Percasi Siapkan Pecatur Masa Depan

Pecatur termuda tim Indonesia, Samantha Edithso (10 th), akan tampil di Batumi, Georgia, dalam ajang Olimpiade Catur Dunia ke-43. Tim Merah Putih akan bersaing dengan 139 negara lainnya pada event bergengsi itu. (sinarharapan.net)

Jakarta- Indonesia akan mengirim dua tim caturnya yang terdiri dari satu grup putra dan satu grup putri ke Batumi, Georgia, untuk mengikuti Olimpiade Catur Dunia ke-43. Tim Merah Putih akan bersaing dengan 139 negara lainnya dalam kejuaraan bergengsi tersebut. Indonesia menunjuk Kristianus Liem sebagai kapten tim. Tim putra diwakili oleh Novendra Priasmoro (19 tahun/FM 2498), Sean Winshand Cuhendi (21 tahun/IM 2441), Azarya Jodi Setyaki (20 tahun/FM 2316), Pitra Andyka (33 tahun/FM 2274), dan Agus Muhamad Kurniawan (20 tahun/FM 2239). Sementara tim putri diwakili oleh Chelsie Monica Sihite (23 tahun/WIM 2244), Ummi Fisabillah (18 tahun/WFM 2227), Shanti Nur Abidah (17 tahun/WFM 1968), dan Samantha Edithso (10 tahun/1805). Kontingen Indonesia telah dilepas oleh ketua umum Pengurus Besar Persatuan Catur Indonesia (PB Percasi), Utut Adianto, pada Rabu (19/9). Pecatur termuda tim Indonesia, Samantha Edithso, pun amat bersemangat. Bocah berusia 10 tahun itu berambisi membawa Indonesia masuk 30 besar peringkat dunia. Ia mengaku membaca buku-buku catur untuk memperdalam teknik dan strateginya. Selain itu ia juga bertandang ke Malaysia, untuk berlatih dengan video trainer. “Meskipun usianya masih muda, Samantha akan bergabung dengan tim Indonesia yang turun di Olimpiade Catur, yang levelnya sudah senior. Dia berpotensi menjadi bintang besar dan kita gembira akan hal itu,” ujar Utut. Kebijakan Percasi mengirim pecatur muda ke Olimpiade yang melibatkan 187 negara itu semata-mata dilandasi oleh keinginan untuk membangun catur Indonesia ke arah lebih baik. Artinya Percasi ingin memberikan pembelajaran kepada para pecatur muda ini. Utut mengatakan dalam menghadapi olimpiade kali ini sejumlah nama pecatur top lainnya tak tampil di 43rd Wolrd Chess Olympiad. Mereka adalah GM Susanto Megaranto, IM Irne Kharisma Sukandar, dan WGM Medina Warda Aulia. Mereka absen, karena jadwal Olimpiade bentrok dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar 2018. “PB Percasi menekankan faktor pembinaan dengan memilih para pecatur mudia usia, yang berpotensi berkembang lebih lanjut. Mereka adalah pecatur muda yang baru berusia belasan tahun, kecuali Pitra Andyka, juara nasional 2013. Dia dipilih karena masih memilki potensi tinggi untuk maju,” katanya di Jakarta, Rabu (19/9). Selain partisipasi aktif dalam pergaulan catur dunia, PB Percasi juga menargetkan sejumlah pecatur muda, untuk menggenapkan norma persyaratan gelar Grand Master (GM), yakni tiga norma GM dan rating 2500. “Novendra, misalnya, hanya butuh satu norma GM lagi dan tambahan rating 2 poin saja. Juga, Sean Winshand Cuhendi, yang sudah meraih tiga norma GM dan tambahan rating 59 poin,” tegas Utut. Pada Olimpiade catur yang terakhir di Baku, Azerbaijan 2016 lalu, tim putra Indonesia berada di peringkat 52 dari 180 negara. Sementara tim putri berada di peringkat 63 dari 134 negara. “Target kami memperbaiki peringkat atau lebih baik dari dua tahun lalu,” tutur Sean. PB Percasi juga tak lupa mengucapkan terima kasih pada pihak sponsor yang membantu memberangkatkan tim catur Indonesia ke Batuni, Georgia. “Kepada pihak pemerintah Kempora dan swasta seperti PT Union, Sampoerna Triputra Persada (USTP), PT JAPFA dan Universitas Gunadarma,” ujar Utut. Sedangkan Direktur Corporate Affairs JAPFA, Rachmat Indrajaya mengatakan, dukungan penuh dilakukan pihak JAPFA, bagi atlet kebanggaan Indonesia mendapatkan hasil terbaik di Georgia. “Hampir dua dekade JAPFA bersinergi bersama PB Percasi menggali potensi pecatur muda Indonesia. Ini hal penting menyiapkan pecatur tangguh ke depannya. Mudah-mudahan di Batuni, pecatur Indonesia, putra dan putri bertanding semaksimal mungkin,” ucap Rachmat Indrajaya yang didampingi Chef de Mission (CdM) Tim, R. Arsanti Alif. (Adt)

Tergeser Ke Posisi Tiga Klasemen, Timnas Putri U-16 Tabung Peluang Lolos

Tergeser di posisi tiga klasemen Grup D dalam kualifikasi Piala Asia Putri U-16 2018, Timnas Putri U-16 (merah) menabung peluang lolos ke babak selanjutnya, dengan hasil dua kemenangan dan sekali kalah, dan meraih poin enam. (indosport.com)

Bhiskek- Timnas Putri U-16 masih menyimpan peluang lolos ke babak selanjutnya, dalam kualifikasi Piala Asia Putri U-16 2018. Tim Garuda Pertiwi remaja telah melewati tiga laga saat ini, di Kirgizstan. Dari tiga hasil tersebut, anak asuh Rully Nere berhasil meraih dua kemenangan dan satu kekalahan. Kemenangan pertama diraih Srikandi U-16, saat menekuk tim Palestina U-16 dengan skor 3-2, pada Sabtu (15/9) di Stadion Dolen Omurzakov, Bhiskek. Gol Timnas Putri U-16 dicetak oleh Febiana (8′), Furyzcha (10′), dan Firanda (58′). Pada laga kedua kontra tuan rumah, Kirgizstan U-16, akhirnya berkesudahan 3-0. Gol dikemas oleh Furyzcha (44′, 62) dan Firanda (55′) serta menjaga gawang clean sheet, pada Senin (17/9). Namun, Indonesia takluk 0-11 dari Australia U-16, di laga ketiga, pada Rabu (19/9). Toh Kekalahan itu, tak membuat peluang Safhira Ika Putri dan kolega di papan klasemen Grup D Piala Asia Putri U-16 2018 menipis. Saat ini, tim merah putih berada di ranking tiga, dengan koleksi enam poin. Mereka kalah selisih gol dari posisi pertama Australia U-16, dan Taiwan U-16 diperingkat kedua. Kedua tim itu sama-sama memiliki enam poin. Timnas masih menyisakan satu pertandingan lagi, yakni kontra Taiwan U-16, pada Jumat (21/9). Garuda Wanita bisa mengunci tiket lolos ke putaran kedua kualifikasi, dari jalur dua tim berperingkat kedua terbaik. Peluang makin lebar, andai Thailand, yang akan menjadi tuan rumah Piala AFC Women U-16 pada 2019, menyegel status juara grup, atau masuk menjadi salah satu, di antara dua tim runner-up berperingkat terbaik. (art) Klasemen Kualifikasi Putaran Pertama Piala Asia Putri U-16 2018 Grup D Stadion Dolen Omurzakov, Bhiskek, Kirgizstan No.        Tim           Main       Gol       Poin 1.   Australia U-16       2       22 : 0        6 2.   Taiwan U-16          2       10 : 1        6 3.   Indonesia U-16      3        6  : 13      6 4.   Kirgizstan U-16      2        1  :  5      0 5.   Palestina U-16       3        2  : 22      0