Tergabung Dalam Club Olahraga Panahan Lamandau Archery, Ali Sedang Berjuang Demi NKRI

Ali-Panah

Focus pada target yang ingin di capai dan masuk dalam jangkauan olahraga panahan hampir sama dalam menjalani kehidupan kita sehari hari, dalam mengikuti pelajaran sekolah, kita di tuntut mampu mengerti (focus) sehingga berhasil menyelesaikan soal yang di berikan. Maulana Ali Nurohman (18) merupakan lulusan dari SMAN Ragunan (sekolah khusus olahragawan), dan saat ini sedang fokus menekuni olahraga panahan. Ali mengatakan kepada NYSN bahwa olahraga panahan dapat melatih kesabaran dan juga konsentrasi. “Saya ikut panahan sejak kelas 2 SMP dan sekarang tergabung dalam club panahan bernama Lamandau Archery Club. Panahan termasuk dalam sunah Rasulullah Saw, serta dapat melatih konsentrasi, sabar, fokus dan lain sebagainya.” ujar Ali.(31/7) Selama menekuni olahraga panahan, Ali sudah mengikuti berbagai kejuaraan, salah satu prestasinya mendapatkan 3 medali emas dan 2 medali perak dalam Porprov Kalteng. Dalam perjuangannya, diakui Ali banyak sekali orang yang berperan dan mendukungnya. Terutama orang tua, pelatih, dan teman-temannya. Banyak pengalaman menyenangkan yang dirasakan oleh Ali selama berlatih panahan. Ali bercerita bahwa ia pernah terlambat bangun ketika akan berlatih sampai akhirnya harus mendapatkan hukuman akibat keterlambatannya. Dapat bercanda tawa dengan teman-teman di cabang latihannya juga merupakan hal berharga bagi Ali. Ingin mengharumkan nama NKRI, salah satunya lewat cabang olahraga panahan merupakan impian dan cita-cita Ali. “Saya ingin mengharumkan nama NKRI. Saya juga berharap dapat menjadi orang yang berprestasi dalam bidang olahraga dan dalam hal apapun. Rencana ke depan ini, saya masih ingin fokus menjadi atlet.” ujar Ali. Bagi Ali, giat berlatih, sabar, fokus dan jangan mengeluh merupakan kunci menuju kesuksesan, serta beberapa hal ini juga disampaikan oleh Ali “Terus berjuang, jangan meninggalkan kewajiban untuk beribadah, disiplin, sopan dan terutama jangan sombong.” pesan Ali.(crs/adt)

Dari Basket Pindah Ke Olahraga Baseball, Pemuda Ini Ucapkan Terima Kasih Kepada Orang Yang Telah Berjasa

Ranjani-Baseball

Tidak mudah mengukir prestasi jika kemampuan individual tidak mendukung, di dalam tim tidak hanya di tuntut kerjasama yang baik, tapi juga mampu mencari peluang untuk menjadi pemenang apalagi dalam olahraga Baseball. Ranjani Lubis, sudah mengikuti baseball sejak tahun 2004 dan merupakan atlet baseball yang sudah malang melintang di berbagai kejuaraan baseball serta menuai banyak prestasi bersama beberapa tim yang pernah menaunginya. “Awalnya saya bermain basket dan tidak pernah berprestasi, lalu kakak sepupu saya mengajak bermain olahraga baseball dan ia sering bertanding keluar kota. Saya berpikir mungkin seru juga kalau saya bisa bertanding di luar kota. Akhirnya saya tertarik dan mulai menekuni baseball.” kata pria yang akrab disapa Jani ini. (31/7) Jani sudah pernah tergabung dalam beberapa tim di Jakarta dan Lampung. Berikut prestasi-prestasi Jani bersama tim maupun individu. -Prestasi tim: 1. Juara 2 kejurnas junior 2007 (tim Lampung) 2. Juara 2 kejurnas junior 2008 (tim lampung) 3. Juara 1 ILL 2009 (tim prambors jakarta) 4. Juara 1 kejurnas junior 2010 (tim DKI jakarta) 5. Juara 1 kejurnas open club 2010 (prambors club jakarta) 6. Juara 2 seagames 2011 7. Juara 1 Pra PON 2011 (tim DKi Jakarta) 8. Juara 1 PON 2012 (tim DKI Jakarta) 9. Juara 1 Redsox cup 2013 (tim Lampung) 10. Juara 1 kejurnas open 2014 (tim Lampung) 11. Juara 2 Asia cup 2015 12. Juara 2 PraPON 2015 (tim Lampung) 13. Juara 2 PON 2016 (tim Lampung) 14. Juara 2 Redsox 2016 (tim Lampung) 15. Juara 1 Valiant cup 2017 (tim Prambors Jakarta) 16. Juara walikota cup samarinda (tim Pirates samarinda) -Prestasi individu: 1. 2009: Most Valuable Player , the best Hitter 2. 2010: the best hitter, the most R.B.I, the best Slugger 3. 2010: the most R.B.I 4. 2013: the best hitter, the best slugger , the most valuable player 5. 2014: most valuable player , the best hitter , the best slugger 6. 2016: the best hitter , the best slugger , most valuable player Belasan tahun berlatih baseball sudah pasti Jani pernah mengalami yang namanya cidera. Ia bercerita bahwa pernah mengalami cidera yaitu dislokasi (bahu lepas) pada bahu kirinya ketika penyisihan PON 2012, tetapi tim, pelatih dan managernya dengan cepat memberikan pengobatan dan 2 hari kemudian, Jani sudah bisa bermain di partai final PON 2012. “Pengalaman tidak terlupakan pada saat saya lulus SMA di Lampung, saya sangat ingin berprestasi di Jakarta supaya bisa mengikuti ILL (indonesia Little League). Saat itu, club saya di Lampung tidak mengikuti kejuaraan tersebut, jadi saya pindah ke Jakarta. Saya di antar oleh kakak sepupu. Di Jakarta, saya menawarkan diri ke 2 club baseball tapi ternyata tidak sesuai harapan. Saya di tolak oleh salah satu club tersebut dan saya juga mencoba menawarkan diri ke club baseball Prambors Jakarta, ternyata saya di terima. Disitulah awal saya berprestasi dan banyak mengenal hal baru tentang olahraga baseball.” ungkap Jani. Jani sempat berkuliah di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan melanjutkan ke Sekolah Tinggi Olahraga (STO) Lampung pada tahun 2015 ini tak luput mengucapkan terima kasih kepada orang yang pernah berjasa. “Banyak orang berjasa bagi saya, seperti keluarga, kakak sepupu saya yang memperkenalkan baseball, club Smanda Lampung, pengurus baseball lampung, club Prambors Jakarta, pengurus baseball DKI jakarta, pacar saya serta teman-teman.” tutur Jani. Bukan hanya sebagai hobby, tetapi Jani juga ingin memajukan baseball Lampung dan ingin meraih medali Emas dalam Seagames, serta menjadi atlet baseball profesional. Terakhir, Jani mengatakan bahwa tanpa semangat berlatih dan terutama berdoa, prestasi tidak akan bisa diraih.(crs/adt)

Kecintaan Wahyu Terhadap Olahraga Softball Membuat Dirinya Ingin Bermain Sampai Tua

wahyu-softball2

Menekuni olahraga Softball sejak SD, telah membuat Wahyu Alfiansyah mengukir berbagai prestasi. Wahyu saat ini tergabung dalam club Prambors Jakarta. Wahyu menerangkan, ia mulai menekuni olahraga softball berawal dari mengikuti jejak sang ayah yang memang merupakan seorang atlet softball. Beberapa prestasi Wahyu dan tim softballnya antara lain: 1. Atlet Nasional Indonesia 2. Medali emas dalam Porprov Lebak Banten 3. Medali perunggu dalam Porprov Serang Banten 4. Medali perak dalam Test Event Sea Games Palembang 5. Juara 1 dalam Valiant Cup Bandung 6. Juara 2 dalam Partha Cup Jogja 7. Juara 1 dalam Walikota Cup Makassar 8. Juara 2 dalam Walikota Cup Makassar (II) 9. Juara 1 dalam Altras Cup Tangerang 10. Medali perunggu dalam Asia Cup Jepang 11. World Series New Zealand 12. Juara 2 dalam Binus Cup Jakarta 13. Medali perunggu dalam Giant Cup Jakarta Sedangkan beberapa prestasi individu yang telah diraih Wahyu adalah: 1. MVP dalam ALTRAS Cup 2. The Best Hitter dalam ALTRAS Cup 3. The Best Hitter dalam Binus Cup Walaupun bukan termasuk olahraga ekstrim, tetapi Wahyu mengakui bahwa kemungkinan cidera cukup besar. Dirinya sendiri juga sudah mengalami cukup banyak cidera. “Cidera sudah banyak, seperti kuku pada jari tangan terlepas, mata terkena bola, engkel bermasalah, tulang tangan tergeser, bibir terkena bola, dan masih banyak lagi.” ujar Alumni Universitas Bina Nusantara jurusan Sistem Informasi ini. Tapi, berbagai cidera tersebut tidak akan membuatnya berhenti bermain softball. Bahkan Wahyu sudah memutuskan akan menekuni olahraga softball sampai tua. “Saya tidak pernah merasa bosan dengan softball, malah saya akan menggeluti softball sampai saya tua.” kata Wahyu. Pengalaman unik juga pernah dialami oleh Wahyu ketika mengikuti sebuah latihan softball. “Pernah disuruh jogging selama dua jam oleh pelatih. Tetapi karena sedang merasa malas, akhirnya saya dan teman-teman ramai-ramai menyetop mobil pick up dan numpang di mobil tersebut. Tak disangka akhirnya ketahuan pelatih, akhirnya disuruh mengulangi lagi joggingnya dan waktunya ditambah jadi tiga jam.” tutur Wahyu. Kecintaannya pada softball membuat Wahyu sangat ingin mengharumkan nama softball Indonesia di kancah yang lebih tinggi lagi. Sebagai bekal untuk perjuangannya menjadi atlet softball ternama, Wahyu berkata bahwa ia selalu menanamkan sikap yang baik, kedisiplinan, mau belajar dan giat berlatih, hormat kepada pelatih, tidak mudah menyerah, tidak cepat puas dengan apa yang sudah diraih dan yang paling utama baginya adalah tidak menjadi sombong. Itu pulalah pesan Wahyu untuk para calon atlet muda yang ingin berprestasi.(crs/adt)

Ambil S2 Di German, Dara Ini Ingin Menjadi Agen Perubahan Olahraga Cricket

Nurul-Cricket

Seperti layaknya olahraga baseball, olahraga cricket juga mendapatkan tempat di Indonesia, sekilas memang hampir mirip dengan olahraga softball namun perbedaannya ada dalam detail dari peralatan, peraturan, jumlah pemain, ukuran lapangan, bahkan perangkat perlindungannya pun sangat beda. Mahasiswi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini sangat mencintai olahraga, bernama panjang Nurul Naharis Sa’adah, telah mendedikasikan dirinya dalam bidang olahraga cricket selama 4 tahun belakangan ini dan sudah menuai banyak prestasi. Nurul, yang mengambil jurusan Pendidikan Ilmu Keolahragaan di UNJ ini, sebelumnya juga sudah pernah menekuni olahraga softball dan cukup berprestasi juga dalam cabang olahraga tersebut. “Awal ikut olahraga cricket ketika tahun 2013, saya diajak oleh senior di kampus. Sebelumnya saya sempat bergabung di softball, tetapi sekarang saya sudah bergabung di Rawamangun Cricket Club DKI Jakarta.” ujar Nurul. (27/7) Cricket merupakan jenis olahraga yang sangat seru bagi Nurul dan merupakan hal baru yang belum pernah ia coba sebelumnya. “Kalau di softball, saat kita batting itu kita putar urutan memukul bolanya, sedangkan di cricket ketika kita menjadi batter urutan top batsman, kita harus dapat bermain dengan mencetak score sebanyak mungkin selama 20 overs dalam 1 inning dan jangan out pada menit-menit awal, karena akan berpengaruh dengan perfomance individu kita. Disitulah keseruan bermain cricket.” jelas Nurul. Prestasi Nurul bersama timnya dalam cabang olahraga cricket diantaranya adalah Pra Pon 2015 (1 medali emas nomor T20, 1 medali perunggu Super 8’s) dan PON XIX Jawa Barat 2016 (2 medali emas nomor Super 8’s dan T20). “Alhamdulillah tim DKI Jakarta sekarang menjadi daerah terkuat se-Indonesia untuk nomor pertandingan Super 8’s dan T20. Sebelum PON XIX Jabar 2016, kita banyak mengikuti berbagai kejuaraan tingkat nasional dan beberapa kali menduduki peringkat pertama.” pungkas dara yang dinobatkan sebagai The Best Fielding dalam timnya tersebut. Rasa jenuh kala berlatih terus menerus dikatakan Nurul pasti pernah dirasakannya. Bahkan ia menceritakan, bahwa ia pernah ingin keluar karena merasa tertekan dengan timnya sendiri. Tetapi Nurul bersyukur masih mendapatkan dukungan dan motivasi dari keluarganya, apalagi Nurul meluangkan waktunya dengan hal yang positif yaitu berolahraga, bahkan bisa mengukir berbagai prestasi. Selalu memenangkan setiap pertandingan bukan berarti membuat Nurul dan timnya berkecil hati ketika menghadapi kekalahan, melainkan menjadikan kekalahan tersebut sebagai pelajaran untuk bisa kembali menang di pertandingan yang lain. “Sangat lucu ketika kami kalah dalam suatu pertandingan, kami semua malah tertawa dan melupakan kejadian yang sudah lewat. Walaupun kami selalu berada di posisi teratas, tetapi saat kami kalah, kami harus belajar dari hal tersebut.” kata Nurul. “Pernah 2 minggu sebelum PON XIX Jabar berlangsung, saya terpeleset saat berlatih Fielding karena kondisi lapangan yg tidak merata. Akibatnya tendon lutut saya robek. Akhirnya, saya d antar oleh junior saya untuk berobat ke fisiotherapist khusus cidera dan dalam 2 hari saya sudah bisa jogging dan berlatih seperti biasa. Mirisnya adalah ketika pelatih saya tidak mempercayai bahwa saya cidera.” lanjutnya. Nurul memiliki impian besar dalam menjadi agen perubahan olahraga Indonesia. Dirinya mengatakan bahwa ia tetap ingin menjadi atlet dan ingin mengikuti Asian Games 2018 serta ia juga masih memiliki kontrak dengan Pelatda DKI Jakarta untuk mengikuti PON 2020 di Papua nanti. “Prestasi di bidang olahraga adalah hal unik dan sesuatu yang berbeda. Apapun passion kita, tetap geluti sampai kita bisa mendapatkan achievement yang sangat luar biasa. Prestasi olahraga juga dapat membawa kamu mendapatkan beasiswa sekolah ataupun kuliah, begitupun dengan saya ketika kuliah di UNJ. Dan sekarang alhamdulillah saya akan melanjutkan pendidikan Short Course Sports Management di University Leipzig, German pada bulan September 2017 nanti dengan beasiswa dari Universitas tersebut.” tutupnya.(crs/adt)

Bagi Gadis Ini, Betapa Berharganya Perjuangan Walaupun Mendapatkan Perunggu Sekalipun Dalam Olahraga Wushu

Sri-Wushu

Meningkatnya peminat olahraga wushu menandakan bahwa kebangkitan olahraga menjadi lebih siap bersaing dalam seluruh ajang internasional. Tidak hanya dari lelaki yang siap menantang lawan tanding dari negara luar Indonesia, bahkan wanita Indonesia juga sudah mempersiapkan merebut gelar juara dari negara pencetus olahraga wushu. Atlet wushu wanita, Sri Yogi Utami, merupakan atlet yang cukup berprestasi dalam bidang olahraga tersebut. Bagi Siswi kelas XI di SMAN 3 Tangerang ini, wushu merupakan olahraga beladiri yang unik. “Saya pertama kali ikut wushu sekitar tahun 2012, waktu itu masih kelas 5 SD. Saya tertarik karena perpaduan seni dan beladirinya unik dan asik.” kata Sri. (26/6) Beberapa gelar yang telah berhasil Sri koleksi diantaranya sebagai berikut: 1. Juara 1 kategori chanquan C dalam Kejurprov Banten tahun 2013 2. Juara 2 kategori nanquan B tingkat propinsi 3. Juara 4 kategori nanquan B National Open 4. Juara 1 dan juara 2 dalam Kejuaraan Kungfu Nasional di Cibubur tahun 2017 Perjalanan Sri sampai bisa berprestasi dalam olahraga wushu juga banyak menemukan halangan. Salah satunya adalah tidak direstui oleh orang tuanya. “Waktu SD sampai SMP terkadang tidak diperbolehkan ikut latihan wushu sama Bapak, tapi saya selalu menunjukan bahwa saya bisa berprestasi di bidang wushu. Sekarang, saya jadi semakin didukung sama orang tua karena prestasi saya, malah kadang suka dimarahin kalau malas latihan.” terang Sri Dalam pandangan Sri, seorang guru, orang tua serta para teman temannya merupakan pendukung yang sangat luar biasa untuk dirinya. Diakui Sri, sang guru sangat sabar mengajarinya bahkan ketika Sri sedang tidak mood untuk berlatih. Juga orang tuanya yang rela meluangkan waktu dan uang untuk Sri selama menekuni wushu serta teman-temannya yang selalu mendukung, menemani dan terus membujuknya ketika Sri mulai tidak niat berlatih. Pengalaman unik juga tak luput mewarnai perjalanan Sri selama mendampingi adik seperguruan pada saat turnamen olahraga wushu di Kota Surabaya. “Waktu itu sekitar pertengahan tahun 2014, saya ikut ke Surabaya untuk mendampingi adik seperguruan. Ketika kesana, kebetulan saya masih berada dalam tingkat wushu kelas chanquan, jadi ketika ada bazaar yang menjual senjata untuk berlatih wushu yang isinya satu set senjata panjang tombak sekaligus tasnya, saya langsung membelinya, ternyata ketika pulang dari sana saya dipindah ke kelas nanquan. Jadi tombaknya tidak terpakai dan harus beli senjata baru lagi.” kata Sri, menceritakan pengalamannya. Terkait masa depannya, Sri mengungkapkan bahwa ia ingin menjadi diplomat sekaligus atlet nasional yang bisa selalu membawa nama indonesia untuk menjadi juara dalam cabang olahraga wushu. Karena baginya, wushu sudah menjadi bagian dari kewajiban yang sudah ia tekuni sejak kecil. “Jangan pernah berhenti kalau merasa capek atau jenuh. Nikmati saja prosesnya, karena itu bisa jadi penopang dalam cerita perjalanan prestasi kita. Karena kalau tidak ada asam, sakit, jenuh, dan capek kalian tidak akan tahu betapa berharganya walau satu medali perunggu sekalipun.” tutup Sri.(crs/adt)

Impian Terbesar Hasbby Adalah Memajukan Olahraga Softball Di Banten

Hasbby-Softball

Mahasiswa Universitas Esa Unggul, Hasbby Akhmal, telah menekuni olahraga softball sejak tahun 2006 dalam ekskul Sekolahnya ketika duduk di bangku kelas 2 SMA. Sekarang, Hasbby merupakan atlet softball yang tergabung dalam Club ALTRAS yang berada di Alam Sutera. “Awal tertarik dengan olahraga softball karena saya melihat olahraga ini belum begitu populer. Jadi saya tertarik untuk mempopulerkannya.” ujar mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual semester 6 ini. (25/6) Hasbby yang sempat mendapatkan The Best Pitcher dalam ALTRAS Cup antar club Banten ini juga sudah meraih berbagai prestasi bersama tim softballnya, beberapa diantaranya adalah: 1. 2013 Timnas Peserta ISF Men’s World Softball Championship New Zealand 2. 2014 Juara 1 Partha Cup di Yogyakarta 3. 2015 Juara 1 walikota Cup antar Club makassar (club Prambors) 4. 2016 Juara 1 2nd South East Asia Softball Championship di Jedah Malaysia 5. 2017 Juara 1 ALTRAS Cup antar Club Banten 6. Juara 1 Walikota Cup Antar Club Samarinda Bermain untuk ( Club Pirates) Dari pihak orang tua, Hasbby mengakui sempat dilarang menekuni softball karena kondisi tubuh yang sempat menurun. “Orang tua dulu melarang karena melihat saya setiap pulang kelelahan dan sering sakit, jadi mereka menyarankan untuk berhenti berlatih softball. Tetapi akhirnya saya bisa menunjukan prestasi saya lewat bermain di timnas tahun 2013 dalam kejuaraan dunia di New Zealand.” kata Hasbby Lebih lanjut Hasbby juga mengatakan bahwa banyak orang disekitarnya yang sangat berperan, seperti teman-teman seperjuangannya ketika Kejurnas di Bali serta orang tua yang membuatnya semangat untuk terus berprestasi. Hasbby menceritakan bahwa ia pernah mengalami cidera yang cukup serius dan juga memiliki kenangan yang lucu selama berlatih softball. “Ketika sedang berlatih untuk persiapan PON Riau, saya pernah cidera di telapak kaki dan pinggang karena over training sampai harus rest satu minggu untuk pemulihan kondisi. Serta pengalaman lucu bagi saya ketika saya mengikuti latihan untuk persiapan PON Banten. Saya latihan fisik angkat beban untuk kekuatan tangan seminggu tiga kali. Hari ketiga saat saya mandi, saya tidak bisa mengangkat gayung dan tangan saya kram. Akhirnya saya harus mandi dibawah keran.” ungkap pemuda kelahiran 13 januari 1994 tersebut. Bagi Hasbby, olahraga softball sudah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Maka dari itu, Hasbby mengatakan bahwa ia mempunyai impian untuk berjuang mengumpulkan atlet-atlet muda berkualitas terutama di wilayah Banten yang memiliki skill, disiplin dan attitude yang baik agar kelak bisa menunjang prestasi untuk nama baik daerah, bangsa dan negara. “Bagi kalian yang ingin berprestasi dalam olahraga apapun, siapkan niat kalian, berusaha dengan sepenuh jiwa dan raga. Niscaya proses maksimal tidak akan mengkhianati hasil, keep fighting spirit.” tutup Hasbby.(crs/adt)

Olahraga Woodball Memberikan Peluang Bagus, Dan Minim Cidera

Vino-Woodball

Atlet bola kayu woodball bernama Alviano Surya, dirinya sudah menggeluti olahraga tersebut sejak 3 tahun yang lalu merupakan atlet yang cukup berprestasi di cabang olahraga woodball. Vino, begitu biasa ia dipanggil, tergabung dalam club Pamulang Woodball Club (PWBC). Menurut siswa kelas XI di SMAN 6 Tangsel ini, olahraga woodball memberikan banyak peluang positif untuk dirinya. “Pertama, saya tertarik karena woodball adalah olahraga baru. Kedua, saya merasa memiliki kesempatan dalam olahraga ini untuk berkembang baik dari segi kualitas maupun kuantitas.” kata Vino (25/6) Vino yang juga memiliki prestasi di antaranya pernah menjadi Juara 3 Kejurnas remaja di semarang (double fairway) dan juara 2 beregu serta Juara 3 Mix Double dalam International open di Malaysia. Menurut Vino, olahraga woodball minim kemungkinan cidera yang serius. Bahkan bagi Vino, selama bisa mengikuti aturan atau arahan yang diberikan oleh sang pelatih, cidera akan sangat jarang sekali terjadi. Maka dari itu, peran pelatih terasa sangat penting bagi Vino untuk kemajuannya. Banyak pengalaman unik yang dialami Vino selama menggeluti woodball. Salah satunya terjadi pada saat ia mengikuti sebuah kejuaraan. Walaupun bukan pengalaman pribadinya, tetapi itu dapat dijadikan pelajaran oleh Vino. “Pada saat PON remaja di surabaya, ada seorang atlet Banten yang kebetulan makan udang padahal dia alergi udang. Akibatnya dia dirawat di rumah sakit sehingga terpaksa tidak bisa mengikuti event. Ada juga atlet yang bangunnya terlambat sampai akhirnya diguyur agar terbangun.” tutur Vino. Walaupun mempunyai impian menjadi atlet profesional dan terus menjadi juara di cabang olahraga woodball, Vino tetap mengutamakan kepentingan sekolahnya, karena ia menyadari bahwa ia masih mempunyai kewajiban untuk menuntut ilmu sampai setinggi-tingginya. “Tanpa berlatih secara rutin, dan disiplin, cita-cita menjadi atlet olahraga woodball tidak akan tercapai. Maka dari itu saya harus terus berjuang menjalankannya.” kata Vino.(crs/adt)

Tertarik Dengan Model Kostum, Adit Focus Cari Peluang Di Olahraga Softball

Aditya-Softball

Aditya Aulia Rachman, berlatih olahraga softball sejak tahun 2007 dan tergabung dalam club bernama Sriti Baseball Softball Club Surabaya. Mahasiswa jurusan Fakultas Psikologi Universitas Airlangga ini beranggapan bahwa kostum olahraga softball keren dan memiliki peluang besar untuk berprestasi dalam olahraga ini. “Pertama kali saya tertarik dengan olahraga ini karena kostum yang dikenakan saat tanding itu keren menurut saya, dan peluang berprestasi dalam olahraga ini besar.” kata Adit Prestasi Adit dan tim softballnya sudah cukup banyak, beberapa diantaranya adalah: 1. Juara 1 dalam Kejuaraan Daerah Baseball & Softball U-30 Jawa Timur 2015 2. Juara 1 dalam Softball Putra Open Tournamen Walikota cup 2015 di Makassar 3. Medali emas dalam Pra Pekan Olahraga Nasional ke XIX 4. Juara 1 dalam Valiant Cup 2017 (Kejuaraan Softball Putra Antar Club Nasioanal) 5. Juara 1 dalam Telkom University Cup 2017 di Bandung Koleksi prestasi individu Adit dalam olahraga softball juga cukup banyak, diantaranya: 1. The Best Slugger dan The Best Hitter dalam 4th Giants Cup Men’s U-23 di Jakarta 2. The Best Slugger dan MVP Award dalam 34th Partha Anniversary 2013 National Softball Tournament di Yogyakarta 3. Golden Glove dalam Pra Pekan Olahraga Nasional ke XIX 4. Golden Glove dalam Telkom University Cup 2017 Memiliki orang tua, terutama sang ayah yang sangat mementingkan pendidikan membuat Adit selalu berusaha untuk menyeimbangkan waktu antara profesinya sebagai atlet dan kewajibannya menuntut ilmu. “Saya pernah dilarang menekuni softball karena ayah saya memang orientasi pada pendidikan harus bagus juga, jadi waktu mau pelatnas seagames 2011 saya sempat dilarang karena waktu itu kelas 3 SMA mau ujian.” ujar Adit Awal berlatih softball bukanlah hal yang mudah bagi Adit. Ia terus berjuang meskipun harus meminjam alat-alat perlengkapan softball dan bergantian dengan temannya dalam menggunakan alat-alat tersebut. “Dulu setiap kali latihan, alat-alatnya digunakan bergantian, padahal harusnya setiap orang punya sendiri-sendiri. Tetapi karena alat-alat untuk bermain softball seperti Glove misalnya, harganya cukup mahal. Lapangan pun seperti rumah kedua, ketika masih SMP setiap pulang sekolah saya langsung berangkat ke lapangan, kalau sabtu minggu dari pagi latihan bahkan sampai sore baru pulang.” tuturnya. Menurut Adit, menjadi atlet di Indonesia belum bisa menjamin kehidupannya di masa mendatang. Maka dari itu, Adit berencana akan mencari pekerjaan di bidang yang lain. “Menjadi profesional atlet di Indonesia masih bisa dikategorikan jauh jika dibandingkan dengan negara maju yang lain, yang hidupnya terjamin dengan berprofesi sebagai atlet di negaranya. Tetapi saya tetap berharap dapat terus menjadi atlet dan dapat sukses juga dalam karir pekerjaan saya. Untuk bisa berprestasi bukan soal punya bakat atau tidak, tapi soal mau berusaha keras atau tidak.” tutup Adit.(crs/adt)

Menguasai Skill Olahraga Karate, Pemudi Ini Malah Ingin Menjadi Artis

karate-reza

Setelah berhasil mengembangkan olahraga karate, negeri sakura ini yang juga mendapatkan julukan negeri matahari terbit. Yang berhasil mempromosikan tangan kosong adalah senjata ampuh dalam melumpuhkan lawan. Reza Benny Zafira adalah salah satu atlet karate yang berprestasi dan berpotensi, selain itu ia juga merupakan siswi kelas X di SMAN 2 Tangsel. Mengikuti jejak sang kakak sebagai atlet karate, Reza, sapaan akrabnya, telah mengikuti serta menjuarai berbagai kejuaraan karate, dan prestasi-prestasi tersebut antara lain: 1. Juara 3 Nasional SBY Cup 2010 2. Juara 2 Nasional SBY Cup 2012 3. Juara 1 se Jawa – Bali IPB Cup 2012 4. Juara 2 Kejuaraan nasional 2015 5. Juara 3 tingkat Provinsi O2SN 2015 6. Juara 3 tingkat Provinsi O2SN 2016 7. Juara 3 Nasional 2017 Lumban Tobing 8. Juara 2 Porprov 2017 Reza memaparkan awal ia menggeluti olahraga karate semenjak umur 5 tahun. “Saya ikut karate sejak umur lima tahun, kelas satu SD. Awalnya karena melihat kakak pertama saya, dari situ saya tertarik untuk ikut karate sampai sekarang.” ujar Reza. Reza mengatakan, dirinya sempat mengalami cidera di kakinya ketika sedang berlatih, yang menyebabkan ia tidak bisa maksimal lagi dalam berlatih karate. “Saya mengalami cidera di kaki pada saat sedang menjalankan sebuah latihan melompat. Saya sudah mengalami cidera tersebut selama kurang lebih dua tahun. Itu sangat membuat saya gampang menyerah dan ingin berhenti berlatih, apalagi saya sudah mengikuti karate hampir sepuluh tahun lamanya.” Kata Reza, yang mengakui bahwa dirinya selalu didampingi dan di semangati oleh orang tua dan pelatihnya. Reza juga memiliki cerita yang selalu diingatnya ketika mengikuti sebuah kejuaraan karate di Bali. “Ketika saya mengikuti Kerjurnas di Bali tahun 2012, kebetulan disana saya termasuk atlet paling muda yang mengikuti Kejurnas tersebut. Kebetulan juga pada saat kejurnas tersebut, banyak TNI yang menjadi peserta dari tim Banten. Jadinya saya seperti seorang anak atau adik yang disayangi oleh para TNI tersebut.” ungkap siswi kelahiran Tangsel, 13 Desember 2002 tersebut. Ketika membicarakan tentang cita-citanya, Reza mengakui bahwa ia ingin menjadi seorang artis. Tetapi jika dirinya bisa menjadi seorang atlet profesional, maka ia akan memilih profesi tersebut. “Tidak ada kesuksesan jika tidak disertai dengan berusaha dan berdoa. Jangan menyerah jika kalian belum mencapai prestasi yang kalian inginkan. Buatlah orang tua, teman-teman, sekolah dan guru bangga atas prestasi mu. Dan selalu ingat bahwa Tuhan selalu ada disamping kita.” tutupnya.(crs/adt)

Menang Melawan Sang Idola, Andre Semakin Mantap Mengikuti Jejak Seniornya Dalam Dunia Motor Cross

andriansyah-motorcross

Era saat ini merupakan masa dimana segala hal yang menantang di anggap mampu mengatasi segala ketakutan yang membayangi, namun jika di aplikasikan dengan perhitungan yang akurat akan memberikan kebanggan tersendiri saat berhasil menghadapinya apalagi untuk olahraga motor cross. Pria yang bernama Ardiansyah (22), merupakan mahasiswa di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, yang tak lain merupakan atlet balap motor cross yang sudah cukup banyak meraih piala di ajang balap motor cross. Ardhiansyah mengatakan kepada NYSN, bahwa hobbynya ini sudah di mulai semenjak umur 12 tahun “Saya memulai debut balap pada saat duduk di bangku sekolah dasar usia 12 tahun. Menurut saya olahraga balap grasstrack atau motor cross ini mempunyai tantangan yang berbeda dari olahraga balap yang lainnya.” ujar pria yang biasa dipanggil Andre ini. Berbagai prestasi yang pernah diraih oleh Andre salah satunya adalah : 1. Juara umum kategori junior, event club Noval Rb 2014, Tangsel, Banten. 2. Juara umum kategori junior, event club Liman jaya 2015, Garut, Jabar. 3. Juara umum kategori open, event club asbet 2016 pantai Carita Labuan, Banten. 4. Juara umum kategori open, event club PMM 2017, Balaraja, Banten. Dan masih ada yang lainnya. Menang balapan dari idolanya merupakan pengalaman yang paling berkesan dalam hidupnya. “Pengalaman yang paling tidak pernah bisa dilupakan yaitu ketika saya balapan motor dengan salah satu pembalap idola saya, dan saya bisa menang dari idola saya.” tutur Andre. Menggeluti motor cross selama 10 tahun belakangan ini, tentunya cidera sudah pernah dirasakan oleh Andre. “Pernah ketika latihan, saya mengalami cidera di lutut. Tulangnya bergeser, itu cidera saya yang paling parah. Tapi alhamdulillah sampai saat ini belum pernah ada kejadian seperti itu lagi dan saya harap tidak akan pernah mengalaminya kembali.” sambung Andre Pria yang juga mengakui bahwa sang ayah tidak pernah berhenti berikan dukungannya dalam hal apapun termasuk materi, akhirnya Andre semakin mantab mengikuti jejak senior senionya. “Mudah-mudahan saya bisa menjadi seperti para senior saya, dan untuk masa depan saya, mungkin saya akan bekerja di bidang yang berbeda dengan profesi saya sekarang sebagai pembalap motor. Karena untuk balapan bisa dibatasi oleh umur, tidak selamanya bisa ikut balapan. Serta perlu diketahui, semua yang saya raih itu tidak instan, butuh proses, maka dari itu, untuk teman-teman yang lain juga harus banyak berlatih agar memiliki fisik yang bagus dan kuat, karena balapan grasstrack atau motor cross ini tidak hanya memerlukan skill, melainkan perlu memerlukan fisik yang baik.” kata Andre sekaligus mengakhiri perbincangannya bersama reporter NYSN.(crs/adt)

Gadis Belia Ini Menjadi Atlet Balap Motor Wanita Sejak Di Bangku Sekolah Dasar.

Daara-balap-motor

Olahraga ektrsem yang satu ini banyak menuai protes karena dampak negatifnya di luar lintasan, padahal balap motor sesuai standart memakai pelindung khusus dapat melatih reflek dan memacu adrenaline dan memberi kepuasan tersendiri bagi penggilanya. Dara aulia Bahrudin merupakan salah satu atlet balap motor wanita, ia juga terdaftar sebagai siswi kelas 3 di SMP Puspita Bangsa, Tangsel. Remaja yang lahir di Tangerang,19 Oktober 2001 ini sudah menggeluti olahraga ekstrim tersebut sejak duduk di bangku kelas 6 SD atau ketika ia berusia 12 tahun. “Saya tertarik dengan olahraga balap motor ini karena jarang wanita yang bisa atau mau mempunyai hobby seperti ini.” tutur Dara. Beberapa prestasi yang sudah di raih oleh Dara diantaranya: 1. Juara 2 brackt 9 detik Drag Bike Lampung 2. Juara 4 Brigif Cimahi MTC 130 3. Juara 3 kelas 155 wanita di Cicangkal Dara menuturkan, bahwa sang ibunda sempat melarangnya berlatih balap motor, karena Dara sendiri juga baru pertama kalinya mahir menyetir kendaraan roda dua tersebut. Tetapi karena memang sudah menjadi hobby, akhirnya sang ibunda mau tidak mau mengizinkan. Dan juga karena Dara bisa berprestasi dalam bidang olahraga tersebut, akhirnya sampai sekarang sang ibunda mendukungnya untuk terus berlatih. Dara juga mengakui, bahwa ia pernah merasa tidak percaya diri dengan postur tubuhnya dan ingin mengundurkan diri dari olahraga balap motor. Tetapi sang ayah terus mendukungnya sampai akhirnya Dara bisa berprestasi seperti sekarang. “Saya pernah terjatuh tetapi tidak pernah ada rasa trauma. Justru hal tersebut bisa menjadi motivasi agar lebih semangat dan lebih baik lagi.” kata Dara. Ketika di tanya soal cita-citanya, Dara menjawab bahwa saat ini ia masih menekuni berlatih balap motor. “Cita-cita sih ada, tapi untuk saat ini masih suka di motor, masih hobby.” jawabnya. Gadis belia ini juga berpesan kepada pembaca NYSN, bahwa semangat berlatih adalah sumber motivasinya. “Intinya belajar yang rajin dan jangan takut gagal, karena kegagalan yang sesungguhnya ada pada saat kita menyerah. Pokoknya semangat terus.” pesan Dara.(crs/adt)

Nama Atlet Panahan Untuk Popnas telah Dikirim

Evaluasi atlet panahan untuk Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2017. Foto: TribunPekanbaru.com

Cabang Olahraga (Cabor) Panahan telah kirim 10 atletnya untuk tampil pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 10-22 September 2017 mendatang di Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Menurut lansiran TribunPekanbaru.com (20/07/2017), 10 atlet tersebut terdiri dari 5 putra dan 5 putri. Mereka merupakan hasil pemilihan dengan evaluasi yang dilakukan oleh Pelatih Panahan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau. “Sepuluh atlet itu dari hasil evaluasi dari yang telah kami lakukan, Minggu (9/7) lalu di Venue Panahan Komplek Universitas Islam Riau (UIR) Jalan Kaharuddin Nasution, Pekanbaru,” ujar Muslim sebagai pelatih PPLP Dispora Riau.

Sabet juara 1, Nico : Jatuh cinta kepada wushu sejak umur 4 tahun

Tangsel – Wushu merupakan salah satu jenis bela diri yang ramah dan aman untuk anak-anak. Selain mencakup aspek olahraga, wushu juga melatih mental dan emosi anak. Wushu juga merupakan seni bela diri yang terfokus pada kelenturan, kecepatan, jurus, dan penampilan. Melatih gerakan wushu secara rutin dapat membuat tubuh anak menjadi tangkas, bahkan ketika otot anak masih lentur, tetapi mereka sudah bisa menerima instruksi dan menyerap gerakan yang dicontohkan oleh pelatihnya. Seperti yang tengah di tekuni oleh Nicolas Susanto (Nico) lahir pada 26 Juli 2005, merupakan putra dari Steve Marlon Susanto & Melyawati. Dan saat ini Nico masih berusia 12 tahun, Sekolah di Saint John’s Catholic school Bsd, dirinya mengaku gemar mengenal olahraga jenis Wushu sejak tahun 2009, “Nico mulai belajar wushu dari umur 4 tahun, semua berawal saat melihat aksi barongsai lalu suka, dari situ niko berlatih Wushu, itu juga karna keinginan Niko sendiri,” pungkasnya Selain Wushu, Niko juga mengaku kepada NYSN (8/5) pengalamannya menjuarai wushu tingkat junior dan suka dengan olahraga basket, walaupun hanya sekedar hobby saja. “Saya sangat menggemari wushu, luapan kecintaan terhadap wushu saya buktikan dalam arena pertandingan, akhirnya membuahkan hasil, saya berhasil menjadi juara pertama wushu tingkat junior.” Kata Nico Sementara itu, Steve Marlon Susanto ayah dari Nico mengatakan, dirinya mendukung 100% tentang apa yang menjadi kegemaran putranya, selama tidak mengganggu aktifitas kegiatan pokoknya. “Sepanjang tidak mengganggu sekolah formal kami sebagai orang tua mendukung saja, yang penting focus kepada 1 cabang olah raga, supaya dapat membuahkan prestasi.” Tutup Steve

Zara Menjadi Satu-Satunya Peserta Perempuan Dalam Perlombaan Motor Cross

motor cross zarra

Olahraga ekstreem motor cross sangat identik dengan komunitas atau club trail, selain untuk menjalin persaudaraan olahraga ini sangat membutuhkan respon cepat atau dapat melatih reflek gerakan. Saking kuatnya persaudaraan yang terjalin bahkan ada pemahaman bahwa “satu jalur saudara selumpur”. Lagi lagi wanita mengambil bagian dalam olahraga motor cross, dia adalah siswi kelas 8 di SMPN 02 Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, bernama lengkap Claudya Azzahra (13) menggeluti hobby olahraga yang cukup ekstrim untuk anak seusianya. Sejak kelas 3 SD, pelajar yang akrab dipanggil Zara ini sudah berlatih motor cross. “Aku ikut olahraga tersebut sejak duduk dibangku kelas tiga SD dan sudah bergabung dengan beberapa club. Awalnya memang hobby dan bagiku olahraga tersebut memacu adrenalin.” ungkap Zara. Berikut beberapa prestasi yang berhasil di rebut Zara diantaranya: 1. Juara ke-3 race day gasstrak mini moto sirkuit Cipondoh 17 mei 2015 2. Juara ke-4 kelas khusus decal AMS sirkuit pelopor curug 17 agustus 3. Juara ke-3 Mini Moto Modifikasi pembinaan 10th dalam kejuaraan gasstrak gms cup 2014 4. Juara ke-4 pelajar 15th bersama gasstrak & adventure 5. Juara ke-2 mini moto lokal di circuit parigi Walaupun olahraga ini masih jarang dimainkan oleh anak perempuan seusianya, remaja yang berharap dapat menjadi orang sukses ketika dewasa ini juga mempunyai impian dapat membawa nama Indonesia keluar Negara lewat olahraga motor cross. Bahkan, Zara juga menceritakan bahwa ia kerap kali menjadi satu-satunya anak perempuan yang mengikuti kejuaraan tersebut. “Kebanyakan lawanku anak laki-laki. Jarang ada perempuan, makanya aku sering di anggap tomboy.” kata Zara. Zara juga menceritakan, bahwa sampai sekarang ia tidak bisa melupakan sebuah kejadian ketika sedang mengikuti pertandingan dalam sebuah kejuaraan. “Saat aku mengikuti kejuaraan di sirkuit Curug pelopor, tiba-tiba angin dan hujan bertiup kencang. Sehingga kami satu tim basah kuyup dan hampir sebagian perlengkapan untuk balapan hilang karena terbawa arus air ujan. Tapi meskipun begitu, aku tetap melanjutkan balapan.” ujar Zara. Zara juga menambahkan, bahwa ia pernah mengalami cidera yang cukup serius. “Pada saat mengikuti salah satu lomba, saya terjatuh dan mengalami cidera pinggang yang cukup serius. Rasanya sakit sekali sehingga saya tidak bisa melanjutkan race di babak berikutnya.” tutur Zara. Zara menutup perbincangan dengan NYSN dengan sedikit memberikan saran dan masukannya kepada pembaca NYSN “Jangan pernah mengeluh dalam situasi apapun dan jangan pernah menyerah.” tutup pelajar kelahiran Tangerang, 17 Januari 2004 tersebut.(crs/adt)

Pertama Kalinya Ikut Turnamen Hockey, Jemmy Di Bantai Dengan Score 9-0

jeremy-hockey

Berada dalam jarak tembak yang sudah di sepakati dalam aturan permainan hockey, olahraga yang satu ini membuat berbeda dari yang lain, tidak asal menembak dari jauh, tetapi harus masuk terlebih dahulu dalam circle lawan. Adalah Jemmy Ananda, yang merupakan siswa kelas 12 SMA Dharma Karya merupakan atlet muda di bidang olahraga hockey. Sejak tahun 2015 saat kelas 10, Jemmy mulai mengikuti ekskul hockey yang ada di sekolahnya. “Pertama ikut berlatih hockey kerena penasaran karena di daerah Tangsel peminatnya masih sedikit.” ujar Jemmy. Walaupun kejuaraan yang diadakan belum terlalu banyak, Jemmy mengatakan bahwa ia ingin terus berjuang dalam meraih prestasi di bidang olahraga hockey dan membanggakan sekolahnya, tempat ia mengenal olahraga tersebut pertama kalinya. Dan ia juga berharap dapat bermain mewakili Tangerang Selatan untuk Porprov 2018. “Saya memang menyukai olahraga. Kalau bosan latihan sering tapi tetap semangat supaya dapat berprestasi lebih baik lagi.” tutur siswa yang sempat mencetak 6 goal dalam turnamen di kejuaraan ISTN Jakarta. “Pengalaman yang tidak bisa dilupakan itu saat pertama mengikuti turnamen di STIE, tim saya dibantai sampai 9-0.” lanjut Jemmy. Tapi hal tersebut tidak akan membuatnya berkecil hati, karena Jemmy dan timnya selalu mendapatkan support dari pelatih dan kepala sekolah mereka. Jemmy sendiri juga selalu didukung oleh orang tuanya, meskipun dikatakan Jemmy, bahwa awal mengikuti hockey, orang tua Jemmy sempat melarang. Cidera ringan seperti luka di tangan dan kaki bagi Jemmy adalah hal yang masih dalam batas wajar. Karena perjuangan memang tidak selalu dilewati hanya dengan jalan yang mulus. Atlet binaan KONI Tangsel ini tetap mengandalkan sang pencipta dalam semua hal yang dilakukan juga selalu diingat oleh Jemmy. “Tetap semangat dan jangan pantang menyerah. Percaya sama diri kita sendiri dan yang paling penting jangan lupa untuk tetap mengandalkan Tuhan.” kata Jemmy.(crs/adt)

Tiga Petinju Akan Ikuti Kejurnas Kapolri Cup

tiga petinju akan berlaga di kejurnas. Foto: sindonews

Pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sulawesi Selatan optimis mengirim tiga atlet terbaik di kelasnya untuk tampil pada Kejuaraan Nasional Kapolri Cup 1, di Jambi, 17-22 Juli 2017. Ketiga petinju tersebut yaitu Joshua Holy Mashior (kelas 49 kg), Blasius Karoup (kelas 60 kg) dan satu petinju putri, Indri (48 kg). Mereka akan didampingi dua orang pelatih, yakni Firmanto Muis dan Alberts Lala’ar. Menurut lansiran Sindonews.com, Ketua Pengprov Pertina Sulsel, Adi Rasyid Ali mengatakan ketiga petinju tersebut merupakan atlet-atlet terbaik di kelasnya. Maka dari itu, Ara-panggilan akrabnya, berharap agar semua bisa tampil maksimal serta pulang membawa medali di Kejurnas Kapolri. Sementara itu, Ketua Harian Pertina Sulsel, DR Joni Muis, menambahkan pengurus yang baru terpilih akan konsentrasi ke pembinaan atlet menuju PON XX di Papua, khususnya pembinaan petinju usia muda. “Kami sudah mempersiapkan atlet-atletnya untuk menghadapi sejumlah event yang akan digelar di Indonesia. Selain Kejurnas Kapolri Cup di Jambi, kami juga tengah persiapan mengikuti Kejurnas tinju junior di Kupang dan Wapres Cup,”jelas Joni yang dilansir Sindonews.com

Terus tingkatkan Minat siswa siswi dalam olahraga Catur, Kepala sekolah Wijaya Kusuma siap torehkan Prestasi.

Muntiani - Kepala Sekolah Wijaya Kusuma

Sekolah Wijaya Kusuma yang terletak dalam area perumahan Pondok Pucung Indah, Pondok Aren, Tangsel terus mencoba untuk menggali minat siswa untuk berprestasi. Seperti yang di ungkapkan oleh Muntiani Kepala Sekolah wijaya kusuma, kepada NYSN, bahwa sekolahnya mengusung bhineka tunggal ika, itu terlihat dari latar belakang pemeluk agama apapun ada disini. Terlepas dari itu semua, untuk menggerakan langkah potensial agar mampu bersaing dalam bidang olahraga terus di galakan, diantaranya olahraga Catur, Tenis meja, Basket, futsal hingga pencak silat. “Dalam olah raga Catur, Futsal dan basket akan terus di tingkatkan terlebih kami pernah menyabet juara ke 3 tingkat Gugus. Namun seringnya ajang lomba lainnya seperti futsal, basket, tenis meja yang kami pertandingkan hanya dalam lingkup internal sekolah. Seperti pertandingan antar kelas.” Pungkas Muntiani Selain itu wanita energik yang hobbynya naik gunung ini menambahkan bahwa, pernah mengalami kendala untuk menghadirkan guru terkait di bidang olahraga di sekolahnya. “Tidak patah arang, upaya terus kami lakukan untuk membuat sekolah kami bersinar dalam bidang olah raga, dan akhirnya kami berhasil merekrut tenaga penunjang untuk tiap bidang olahraga khususnya catur. Walaupun dengan sarana dan prasarana yang terbatas, karena kami hanya memiliki 1 lapangan untuk semua kegiatan, terlebih kegiatan tersebut harus di lakukan secara bergantian dengan SD dan SMP.” Tutup Muntiani (ryo/adt)

Berbekal IP MAN Sebagai Idola, Clarisa Sabet Gelar Juara 1 Wing Chun Tingkat Nasional.

Clarissa (Tengah) saat menerima penghargaan sebagai juara 1 Wing Chun Tingkat Nasional

Siapa yang tak mengenal sosok laga bintang film era 70 an, Bruce Lee dikenal dengan gerakan-gerakan bela diri istimewa yang membuat banyak orang mengaguminya, aliran bela diri ini lebih di kenal dengan sebutan wing chun. Seperti yang kita ketahui Wing Chun adalah sebuah bentuk seni bela diri unik, spesialisasinya pada pertarungan jarak dekat, memakai pukulan cepat dan tendangan dengan pertahanan yang ketat serta ketangkasan gerak kaki untuk mempercepat gerak maju. Clarisa (16) duduk di bangku kelas 2 SMU Candle Tree School, mengatakan kepada NYSN bahwa wing chun adalah ilmu beladiri kuno dari negara tirai bambu, dan ajangnya sudah di lombakan di tingkat nasional (5/5) “Jadi pada bulan oktober 2016 saya mengikuti lomba bela diri wing chun tingkat nasional di solo. Tapi sebelumnya aku harus melewati kejuaraan tingkat daerah di jakarta terlebih dahulu.” Lanjut Clarisa Gadis belia ini menambahkan bahwa dirinya mengikuti seleksi tahapan demi tahapan untuk menjadi kandidat mewakili daerahnya di ajang nasional. “Sebelumnya, Nama form yang saya ikuti adalah Sui lim tao dan chum kiu. Lalu pada kejuaraan daerah saya mendapatkan juara 1, dan form chum kiu kategori remaja putri di kejuaraan nasional saya juga mendapatkan juara 1 pada form sui lim tao dan chum kiu kategori remaja putri.” Tenyata gadis penurut ini tertarik tehnik dari sebuah film laga “IP MAN” bersama sang kakak yang sudah lebih dulu terjun di dalam olahraga ini. “Awalnya saya tertarik dari film IP MAN, lalu secara kebetulan kakakku juga penyuka tehnik beladiri kuno yang lebih mengandalkan kecepatan, dan ketepatan” Tutup anak dari pasangan Hendric Kusnadi dan Inge Sumitra.” (ryo/adt)

Luar Biasa, Baru Satu Tahun Mengikuti Panahan, Remaja Ini Langsung Mendapat Kesempatan Keluar Negeri

Ryan saat mengikuti kompetisi panahan di bangkok

Menggunakan otot kedua lengan, bahu, punggung dan dada dalam olahraga panahan sangat mirip dengan penggunaan gaya dalam olahraga renang, namun focusnya sangat berbeda, jika renang berfocus kecepatan, panahan lebih untuk ketepatan. Kembali dalam kategori panahan, kali ini remaja yang bernama panjang Ryan Rafi Adiputro ini telah menjadi atlet panahan ketika awal tahun 2016. Meskipun baru satu tahun, namun siswa kelas IX di SMPN 8 Tangsel ini sudah mengantongi segudang prestasi yang luar biasa. Ryan mengatakan bahwa olahraga yang satu ini sangat membutuhkan konsentrasi dan focus yang matang. “Olahraga panahan berbeda dengan olahraga yang lain, dari segi peralatan serta tehnik bermainnya membutuhkan konsentrasi dan fokus yang tinggi. Juga olahraganya keren.” kata Ryan. Diakui Ryan, olahraga panahan adalah olahraga yang tidak membosankan, malah dirinya ingin terus berlatih. Tapi karena keluarganya yang juga sangat mendukung akhirnya Ryan focus menggeluti olahraga panahan. Ryan juga mengatakan kepada NYSN bahwa dirinya memiliki pengalaman unik dan membanggakan ketika bertanding. “Saat hujan, dimana saya baru memegang alat Recurve 70m, namun saya dapat mengalahkan para pemain senior. Juga ketika di Bangkok saya menjadi satu-satunya peserta yang tidak didampingi pelatih dan official.” tutur pelajar kelahiran Jakarta, 12 Januari 2003 ini. “Ada juga pengalaman yang lucu, pada saat menembak dalam pertandingan yang diadakan di Yogyakarta, alat sight atau fishir kacanya copot. Tapi alhamdulillah ternyata saya masih bisa meraih medali perak.” lanjutnya. Bagi Ryan, orang tua, pelatih dan kepala sekolahnya adalah orang-orang yang sangat berperan dalam perjuangannya meraih prestasi di olahraga panahan selama ini. Sukses dalam meraih prestasi, bukan berarti Ryan tidak pernah mengalami kendala. Diakuinya, sudah 2 kali dirinya mengalami cidera. “Pada seleksi Popnas, saya cidera di pergelangan, alhasil score saya mengalami drop. Dan yang kedua pada saat pertandingan Kartini Cup, saya cidera di bagian bahu. Namun saya masih dapat meraih medali emas.” ujar Ryan. Lebih lanjut Ryan mengatakan ia memiliki cita-cita untuk menjadi Pilot. Ia juga berharap kedepannya dirinya dapat mengikuti kejuaraan dunia panahan. Untuk menjadi atlet profesional, Ryan belum terlalu berminat karena menurutnya, profesi sebagai atlet di Indonesia belum cukup menjanjikan. Ryan juga berpesan bahwa untuk menjadi sukses, kita tidak boleh menyerah dan tetap semangat, karena jika menyerah berarti semua usaha akan sia-sia. Harus terus mencoba dan mencoba. Sementara itu orang tua Ryan, Bambang Adiputro berpendapat bahwa olahraga panahan adalah olahraga yang positif, namun sayangnya belum terlalu diperhatikan. “Menurut saya, olahraga panahan adalah kegiatan olahraga yang positif ditengah maraknya aktivitas kegiatan online. Selain itu dapat juga mencegah dari bahaya narkoba. Namun, untuk aktivitas tersebut dibutuhkan support dan dukungan dari segala pihak seperti orang tua, sekolah maupun pemerintah atau pemerintah daerah. Adapun supportnya dapat berupa dukungan dalam mengikuti setiap event dan kejuaraan, atau penyediaan peralatan. Untuk itu, dibutuhkan wujud nyata dari pemda setempat apabila ingin memajukan olahraga panahan tersebut.” ungkap Bambang. Jika ditotal, kira-kira sudah ada 32 medali beserta 8 trophy yang telah Ryan miliki. Beberapa prestasi pelajar yang tergabung dalam club panahan bernama Power Archery Club tersebut adalah: 1. BANTEN POPNAS SELECTION 2017, July 9’2017 -1st winner recurve category (70 m), score 312 & 319 2. Surabaya International Open Archery Competition Junior, May 23-26’ 2017 in Surabaya, East Java -Gold Medalist, Recurve Team Category (70 m) -Bronze Medalist, Qualification Recurve Individual Category (70 m) -Bronze Medalist, Olympic Round Recurve Individual Category (70 m) 3. Piala Kartini 1, April 22-24’ 2017 in Cibubur, Jakarta -1st Winner Olympic Round Individual Recurve Men (40 m) 4. 2nd BINUS INDOOR ARCHERY NATIONAL CHAMPIONSHIP April 7 – 9’ 2017 in Serpong, Tangerang Selatan, Banten -Gold Medalist, Qualification Round Individual, Middle School Men (15 m) -Gold Medalist, Middle School Men Team Category (15 m) -Gold Medalist, Qualification Round Individual, General Men (18 m, 3 target face) -Bronze Medalist, General Men Team Category (18 m, 3 target face) 5. JOGJA OPEN ARCHERY COMPETITION, March 25-28’2017 in Yogyakarta -Silver Medalist, Olympic Round, Standard Bow SMP (30 m) -5th Ranking, Qualification Round Standard Bow SMP (30 m) -17th Ranking, Qualification Round (284 score) Recurve Men (70 m) 6. VIENETH OPEN 4, Feb 25 & March 4’2017 in Bandung, West Java -Gold Medalist, Olympic Round, Recurve Men (50 m) -Silver Medalist, 2nd Qualification Round, Recurve Men (50 m) -Bronze Medalist, 1st Qualification Round, Recurve Men (50 m) -Gold Medalist, Olympic Round, Standard Bow SMP (20 m) -Silver Medalist, 1st Qualification Round, Standard Bow SMP (20 m) 6. ALTYS OPEN ARCHERY, February 26’ 2017, in Bogor, West Java -Gold Medalist Olympic Round General Man Category (18 m) -2nd ranking, Qualification Round General Men Category (18 m) -Gold Medalist, Team General Men Category (18 m) 7. KEJOHANAN MEMANAH TERBUKA PERINGKAT KEBANGSAAN BJ WOLFPACK CUP 2017 Under 15th ,February 12’2017 in Shah Alam, Malaysia -4th Ranking, Qualification Round (589 score) Recurve Cadet Men (60m) -Bulls Eyes Terbanyak (Most “X” shoot) Lelaki Under 15th (60 m) 8. SONIC LINGUISTIC, February 1 ‘2017 in MAN Insan Cendekia Serpong, Banten -Gold Medalist, Olympic Round Category (15 m) -Gold Medalist, Team Category (15m) -1st Ranking, Qualification Round (15 m) 9. D’KANDANG OPEN Archery Tournament January 7’ 2017 in Depok, West Java -GOLD Medalist, Qualification General Category Men (20 M) -GOLD Medalist, Olympic Round General Category Men (20 M) -GOLD Medalist, Team General Category Men (20 M) 9. JAKARTA OPEN Archery Competition, December 18-20’2016 in Ragunan, Jakarta -SILVER Medalist, Qualification Category Junior High School (20 M) -BRONZE Medalist, Olympic Round, Category Junior High School (20 M) -BRONZE Medalist, Team Category Junior High School (20 M) 10. INTERNATIONAL INDOOR YOUTH CUP, December 12’2016 in Bangkok, Thailand -BRONZE Medalist, Olympic Round Recurve Novice Men Category -4th Ranking Qualification Round Recurve Novice Men Category 11. 3 GIS FESTIVAL OPEN November 12’2016 in South Tangerang, Banten -GOLD Medalist, Qualification Under 13 Category (15 M) -GOLD Medalist, Olympic Round Under 13 Category (15 M) 12. Junior Selection for Student PON REMAJA November 4’2016, in Serang, Banten -1st Ranking, Qualification Student Under 17 Category (60 M) 13. ASESI EXPO 2016, October 30’2016 in Cilangkap, Jakarta. -2nd Ranking, Qualification Category Junior High School (20 M) -GOLD Medalist, Olympic Round Category Junior High Shool (20 M) 14. ALIX CUP 2016, September 24’2016 in Cipete, … Read more

Guru Ini Malang Melintang Dari Kampus Ke Kampus, Akhirnya Tertarik Hockey Karena Keunikan Alat

Jonathan, yang memutuskan untuk berlatih Hockey pada awalnya karena alatnya yang unik

Berbicara tentang olahraga hockey, kita jadi teringat dengan sebuah film yang berjudul Miracle, yang di rilis pada tahun 2004 dan film ini sempat mendapatkan rating 7,5 dari 10 pada saat itu. Produk walt disney ini mengisahkan tentang olahraga hockey yang sedang bersaing dalam sebuah ajang tinggat perguruan tinggi. Di Indonesia, Jonathan Gamaliel adalah salah satu atlet sekaligus pelatih dalam bidang olahraga hockey. Jonathan memaparkan kepada NYSN bahwa dirinya tertarik karena alat alatnya yang tergolong unik. “Saya ikut hockey mulai tahun 2007, dan tergabung dalam club hockey Dharma Karya. Saya tertarik sebab olahraga ini masih jarang di mainkan dan alat-alat yang di gunakan juga unik.” ungkap Jonathan. Dalam perjuangan bersama timnya, Jonathan telah meraih beberapa prestasi, diantaranya: 1. Terpilih mewakili Kota Tangsel dalam kejuaran porprov Banten tahun 2010 dan 2014 2. Juara 2 dalam kejuaran hockey di Universitas Gajah Mada (UGM) 3. Juara 2 Fungame hockey di Universitas Pancasila Sedangkan salah satu prestasi individu yang dimiliki Jonathan yang juga bekerja di Sekolah Tinggi Theologia sunergeo adalah mendapatkan Top score dalam kejuaraan hockey di STIE Rawamangun. Masuk ke babak final yang tidak pernah di prediksikan dijadikan pengalaman yang sangat berharga bagi Jonathan dan timnya. “Pengalaman yang paling saya ingat, ketika mengikuti kejuaraan di UGM tahun 2016 dimana tim kami tidak diunggulkan. Namun, tim kami ternyata bisa melaju sampai babak final dan akhirnya mendapat juara 2. Itu adalah pengalaman berharga dan tidak bisa saya lupakan sampai sekarang.” kata Jonathan. Jonathan mengakui, sejauh ini dirinya tidak pernah merasa bosan berlatih hockey. Ditambah lagi dengan dukungan penuh dari orang tua dan juga pelatih yang selalu memotivasi dirinya. Lebih lanjut Pria ini menambahkan bahwa jari tangannya pernah memar selama seminggu “Saya pernah mengalami cidera ketika bermain hockey di Senayan, dimana jari saya terkena stick hockey lawan dan bengkak selama seminggu. Itu adalah cidera paling parah yang pernah saya alami.”cerita jonathan “Pesan saya, jangan pernah menyerah. Terus berlatih dan perbanyak berkenalan dengan orang-orang sesama pemain hockey agar bisa mendapat ilmu dari mereka. Dan yang pasti terus semangat!” tutup Jonathan.(crs/adt)