Queendy Masuk Lima Besar Singapore Nations Figure Skating Championship

Queendy Shareefa Adhiesty siswi SDI Al Azhar BSD Kelas 5 yang mengikuti kejuaraan Singapore Nations Figure Skating Championship

Tangerang – Kembali, siswi SD Islam Al Azhar BSD meraih prestasi membanggakan di ajang kejuaraan tingkat Internasional sekaligus membanggakan Indonesia atas raihan prestasinya. Kali ini, Queendy Shareefa Adhiesty siswi SDI Al Azhar BSD Kelas 5 yang mengikuti kejuaraan Singapore Nations Figure Skating Championship meraih lima besar yang diikuti sebanyak 15 negara pada 30-31 Maret lalu. Dalam ajang tersebut, Queendy masuk di kategori future stars girls under 9th. Queendy berhasil masuk kelima besar dengan meraup 14,87 poin. Menurut Queendy, saat menuju rink es dirinya sempat gugup. Namun, dirinya hanya fokus untuk tidak terjatuh dan memberikan hasil yang terbaik bagi Indonesia maupun klub yang dibelanya yakni BX Rink. “Ya kan soalnya di Indonesia itu enggak kaya luar negeri. Kalau di luar negeri sudah punya fasilitas yang lengkap. Tapi berusaha enggak jatuh, kalau jatuh dikurangin lima point,” ujar Queendy, Jumat (14/6/2019). Queendy seakan berdansa di lintasan es yang begitu besar dengan waktu yang diberikan oleh dewan juri 1 menit 30 detik. Putri kedua dari pasangan Mustika Sari dan Didi Nuryanto ini, selalu mendapat dukungan dari orangtua. “Aku dari kecil, dari umur 5 tahun udah suka main ice skating, tapi cuman main-main aja. Fokus mulai kelas 4 SD. Suka sama ice skiting, karena seru aja loncat-loncat di atas es terus pengen nyoba,” ucap siswi kelahiran Tangerang, 14 November 2008. Kini dirinya, memfokuskan diri untuk mengikuti kejuaraan di Malaysia dan Kejurnas yang akan berlangsung dua tahun lagi. “Abis lebaran persiapan buat ikut skating Malaysia, abis lebaran. Nanti bulan puasa juga tetep latihan mendekati lomba. Terus target buat Kejurnas dua tahun lagi, karena kan tahun depan aku ujian. Jadi harus nyiapin buat ujian,” ungkapnya. Prestasi Queendy selain di Singapore yakni di ajang Skating Asia di Bangkok, Thailand juara 1 pada 2018. Skating di Bandung juara 1 dan 2 pada tahun 2015-2016. Kejurnas peringkat 4 tahun 2019. Dan ISSO BX Juara 2 tahun 2019. Kepala SDI Al Azhar BSD, Dedi Hidayat mengaku bangga atas pencapain siswanya yang berhasil menorehkan prestasi di ajang Internasional. “Queendy itu anak baik, prestasi akademik dan prestasi non akademik juga bagus. Saya turut bangga atas prestasi Queendy. Apalagi Queendy ini juga ikut tim OSN Matematika. Jadi prestasi dia sangat seimbang. Pelajaran oke dan olahraga juga oke,” papar Dedi. (Lan)

Kinan, Gadis Cilik Berusia 8 Tahun Yang Mewakili Indonesia di Ajang Ice Skating Internasional

Kinan berpose bersama ibundanya saat mengikuti kompetisi Ice Skating di Hongkong

Berseluncur diatas bongkahan es yang tersusun merupakan kesenangan tersendiri, apalagi kesenangan yang di padukan dengan kepercayaan diri, sudah tentu akan menambah keyakinan dalam mengeksplore diri dan dapat mengukur batas kemampuan. Cut Kinanti Putri Shafira atau Kinan merupakan atlet ice skating yang sudah pernah mengikuti berbagai kompetisi nasional dan internasional. Gadis cilik berusia 8 tahun ini, sudah tertarik dengan ice skating sejak usia 6 tahun. Berawal dari hanya bermain ice skating biasa, Kinan pun tekun dalam menekuni ice skating, ternyata bakatnya dilirik oleh pelatih, dan untuk saat ini rutin mengikuti kompetisi ice skating. Awal Mula Bermain Ice Skating Ibunda Kinan, Cut Deasy Muharni menjelaskan tentang awal mula Kinan bermain ice skating. “Awalnya dia cuma main-main sebentar, terus dilihat sama coach nya ada minatnya lalu ditawarin kenapa gak dilanjutin ke kompetisi. Sekali ikut kompetisi langsung terus gak mau berhenti lagi.”ujarnya Pengalaman Mengikuti Kompetisi Internasional Kinan kini bersekolah di SD Islam Al Azhar 17 Bintaro. Ia pun memiliki idola pemain ice skating asal Korea Selatan, Yuna Kim. Kini, Kinan telah mengikuti berbagai kompetisi ice skating di Hongkong dan Abu Dhabi, Kompetisi Skate Asia dan Internasional Ice Skating Open. Meski telah mengikuti berbagai kompetisi, Kinan tetap merasa gugup jika melawan pemain ice skating dari luar negeri. “Kalau kendala dia gugup sama lawannya ya. Jadi ia suka bilang “aduh mami lawannya kayak gini”. Jadi kadang ia merasa gugup, tapi aku selalu bilang apapun hasilnya yang penting pengalaman. Kalau didalam negeri ya biasanya kompetisi antar sesama skater, tapi kalau diluar negeri, saya tekankan ia agar bisa mencoba rinx di negara lain dan harus mencoba berhadapan dengan lawan yang bukan teman seperti didalam negeri. Intinya jangan lihat lawannya, tapi lakukanlah dengan maksimal. Pasti ada bonusnya, yaitu menang, alhamdulilah,” ucap bunda Kinan Kerja Keras Kinan Hampir setiap hari, Kinan menghabiskan waktu dengan berlatih ice skating, di kawal 4 pelatih. Bahkan, akan ada tambahan pelatih lagi, jika ia akan mengikuti sebuah kompetisi. Meski begitu, ibunda Kinan tetap berusaha memberikan semangat agar bakat Kinan dalam ice skating bisa seimbang dengan nilai sekolah. “Tadinya saya bilang gak perlu, tapi dia sendiri yang minta untuk lanjut. Kita sebagai orang tua kan cuma bisa mendukung. Jadi untuk latihan, dan tambahan lesson dia lebih banyak komunikasi dengan coachnya. Ya cuma aku bilang kalau bakatnya ada, tetapi tidak diiringi usaha juga sama saja. Untuk pelajarannya berarti dia harus seimbang dengan nilai sekolah. Jadi dia harus bisa seimbang antara skate dengan nilai sekolah.”ujarnya Tak hanya itu, Kinan tetap dijaga dalam asupan makanan dan tambahan energi agar tetap bisa sehat meski memiliki jadwal yang padat. “Untuk menjaga staminanya, biasanya di kasih madu hitam, yogurt, dan juga pisang. Dia kan memang butuh energi soalnya kalau main perlu energi dan terus mengeluarkan energi lagi. Jadinya saya selalu kasih makan, tapi ya kalau kebanyakan juga engga boleh karena berat mereka ditimbang. Jadi dia jangan terlalu gemuk dan jangan terlalu kurus kalau gemuk dia tidak bisa untuk meloncat,”tutupnya(put/adt)

Ciptakan Komunikasi Yang Baik, Merupakan Modal Pertama Menumbuhkan Prestasi Anak

Imam nahrawi (Kiri)) Menteri Pemuda Dan Olahraga menyerahkan penghargaan tertinggi dari kepada atlet ice skating Maghrisa Regita Maharrani Trah Gagarin atas prestasinya di olahraga Ice Skating

Sebagai orangtua, kewajiban paling utama yang dilakukan adalah mengikuti perkembangan anak dalam menumbuhkan prestasi anak. Namun, bukan berarti bisa memaksakan kehendak sang anak untuk menentukan prestasi, melainkan hanya mengarahkan. Dengan demikian, anak akan seluwes mungkin untuk menggapai prestasi dengan jalan yang dipilihnya sendiri. Heri Gagarin seorang Jurnalis yang juga ayah dari Maghrisa Regita Maharrani Trah Gagarin sebagai olahragawan Ice Skating tingkat Asia berprestasi memaparkan, dalam keseharian dirinya bersama dengan sang istri, Farisha Zhara menanamkan pola asuh yang wajar-wajar saja, sama dengan apa yang biasa ditanamkan oleh orangtua pada umumnya. Seperti sekolah, les dan latihan, hingga menorehkan penghargaan tertinggi dari Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi atas prestasi yang diraih Regita selama tahun 2014 dan 2015. “Intinya sih menciptakan komunikasi baik via telepon maupun langsung di rumah, sementara waktu yang paling banyak adalah saat hari libur dan hari sabtu,” ujar Heri. Menurutnya, menumbuhkan prestasi anak adalah melalui komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, akan tumbuh rasa saling percaya dan menghargai akan kewajiban masing-masing dan tidak ada kiat khusus, semua mengalir apa adanya. “Kalau orangtua bekerja dan merawat keluarga, sementara tugas anak adalah belajar, paparnya. Sebelumnya, gadis cantik kelahiran 30 Desember 2001 juga sempat mendapat prestasi sebagai Duta Cintai Indonesia 2012 silam. Selain itu, sebanyak 3 medali emas ajang Skate Bangkok 2014 yang diikuti sejumlah negara Asia, antara lain Indonesia, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Hong Kong serta 4 medali emas Ajang Indonesia Ice Skating Open 2015, dan 1 medali emas Ajang The Indonesia Figure Skating National Championship 2015. Kemudian Regita juga menjuarai tiga kategori di nomor Figure Skating Short Program Alpha, Figure Skating Alpha Solo Comp dan Figure Skating Stroking Alpha. Dengan hasil yang sempurna ini, ia berhasil memenuhi janji kepada Menpora untuk mengharumkan nama bangsa. Selain prestasi olahraga, Regita juga berhasil mendapat nilai cukup lumayan pada Ujian Nasional 2017 terutama untuk mata pelajaran Matematika dengan nilai 97,5 dan terpilih sebagai salah satu lulusan terbaik SMP Pembangunan Jaya. (pah/adt)

Dua Atlet Indonesia Bersaing di ISU Junior Grand Prix Ice Skating Di Croatia

2-atlet-ice-skating

Ajang International Skating Union (ISU) Junior Grand Prix 2017 adalah event terbesar untuk skaters (athlete ice skating) Junior Figure Skating. Dan, hadir skaters dari seluruh penjuru dunia yang berlangsung di Croatia, (27-30/9). Indonesia sendiri mengirimkan dua atletnya dapat di andalkan yakni, M Dwi Rizqy Apolianto dan Savika Refa Zahira. ISU Junior Grand Prix Ice Skating memang rutin di adakan pada bulan Agustus – Oktober. ISU Junior Grand Prix Ice Skating terdapat 7 series dan yang ke-8 adalah JGP Final hanya di ambil 6 terbaik untuk di pertandingkan lagi perkatagori. Istilah nama dalam katagori tersebut diantaranya ada Men (single), Ladies (single), Ice dancing (couple/ berpasangan) dan Pair (couple/ berpasangan) dengan usia 13 – 18 tahun. Pelatih Ice Skating tim Indonesia, Bong Agus Nugroho mengatakan kepada nysnmedia.com, bahwa para atlet akan memainkan dua pertandingan yang nantinya akan di akumulasikan untuk bisa naik di atas podium. “Masing-masing melakukan dua kali pertandingan, Short Program & Free Skating. Total dari nilai short dan free adalah point akhir buat para athlete dan yang menentukan untuk naik podium atau tidaknya. Indonesia mendapatkan 2 quota untuk bertanding, first league Brisbane Australia dan 5th league di Zagreb Croatia. Dan, nantinya final di Nagoya, Japan bulan Desember mendatang,” terang Agus. Agus sendiri, menargetkan anak didiknya untuk bisa melampaui nilai terbaiknya yang disebut personal best. “Karena ini baru tahun ke-4 kita di akui oleh ISU (International Skating Union) targetnya saya sebagai pelatih, hanya ingin mereka melewati nilai terbaik nya mereka yang di sebut Personal Best. Ini adalah target saya untuk pertandingan International World Wide,” ujarnya. Adapun nilai personal best Rizqy di 84.46 points dan Savika di 93.32 points in total. Agus juga, menargetkan masuk jajaran top 3 atau top 5 di kawasan Asia Tenggara. “Untuk se-Asia Tenggara target saya untuk berada di top 3-5,” ucapnya. (pah/adt)

Gadis Periang Ini Rebut Juara 1 Freestyle Gold Ice Skating Competition Of Asia 2017

Chelsea-Ice-Skate

Berseluncur di atas susunan balok es memang menyenangkan, dari arena yang menarik, sepatu lancip, fashion yang indah menghiasi para gadis belia layaknya peri di sebuah kerajaan di zaman sekarang disebut Ice Skating. Chelsea Kumala merupakan siswi kelas 2, SMP Bina Bangsa International school, minat ice skatingnya sudah muncul semenjak 4 tahun, namun di perbolehkan oleh Eriska pada usia 6 tahun. “Iya, chelsea sudah minta ke saya sejak umur 4 tahun, tapi pas umur 6 tahun dia baru saya bolehkan untuk bermain ice skating, lalu coach Yuri dan Anwar dari sky rink taman anggrek Jakarta melihat ada potensi yang dimiliki oleh anak saya untuk menekuni di bidang ice skating.” tutur Eriska. Eriska yang tak lain adalah ibunda dari Chelsea Kumala juga mengatakan bahwa selain memiliki bakat di bidang ice skating, Chelsea juga memiliki minat hip hop dance. Tak tanggung-tanggung Eriska memberangkatkan Chelsea langsung les di Korea. “Chelsea sangat suka dengan hip hop yang lagi trend di negara Korea, saya memberikan ruang seluas luasnya untuk anak saya agar lakukan yang terbaik, asal jangan main-main menekuni keinginan, saya berharap kepandaian itu dapat berguna bagi diri Chelsea. Dan di Indonesia saya mempercayakan Chelsea berlatih di Indonesian dance theater di Senayan,” ujar Eriska Chelsea yang gemar dengan makanan Japanese food dan sup ini berhasil meraih juara 1 Freestyle Gold dari ajang skate asia 2017 yang pertama kali di gelar di Indonesia in mall Bintaro x change Tangerang Selatan.(adt)

Presiden Ice Skating Institute Apresiasi Pelaksanaan Event Skate Asia 2017 Indonesia Di BX Rink

Leo-Ice-Skate

Acara yang bertajuk Skate Asia 2017 ini telah di buka sejak tanggal 8 Agustus lalu, dan saat ini sudah memasuki tahapan penilaian babak semi final penyeleksian. Dari pantauan NYSN di lokasi acara yang di adakan di mall Bintaro x change ini berlangsung lancar. Sementara itu Presiden Ice Skating Institute Asia Harry Janto Leo mengapresiasi pelaksana acara. “Ya, acara ini sudah bagus sesuai dengan standart, sudah mantab dan cukup baik, terutama penampilan atlet Indonesianya cukup berkualitas, dan saya berharap prestasinya bisa lebih baik lagi agar mampu bersaing baik di tingkat lokal maupun international”ujar Leo Leo menambahkan bahwa ice skating ini sudah sangat popoler di negara asia dan di Indonesia. “Ice skating ini sudah sangat populer respon dan sambutannya dari dalam dan luar negeri setaraf negara asia, dari beberapa negara seperti bangkok, Chang may sudah belasan ice rink di buat, dan di Indonesia sedang dalam persiapan di Jakarta, tepatnya di Cakung dengan standart Olympic,” tegas Leo. Sementara itu dalam press rilisnya panitia acara merasa sangat bangga dapat menjadi sejarah kompetisi ice skating di Indonesia, sejak pertama di laksanakan pada tahun 1999, dan tahun ini pertama kalinya Indonesia menjadi tuan rumah skate asia. Lebih lanjut Wiwin Darmawan Salim selaku assistant competition director skate asia 2017 dan sekaligus merangkap manager BX Rink menambahkan sangat berterimakasih terhadap semua pihak yang mendukung keberlangsungan acara skate asia 2017. “Kami juga berterima kasih kepada seluruh pihak, baik sponsor, media, dan pihak lain yang telah membantu terselenggaranya event skate asia ini,” tutup Wiwin (adt)

Mengusung Nama Skate Asia, Kompetisi Ice Skating Asia Pertama Resmi Di Gelar Di Indonesia

Skate Asia 2017 Indonesia yang diadakan di BX Rink.

Indonesia untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah perhelatan besar kompetisi ice skating tingkat asia bertajuk skate asia 2017 yang di adakan di mall Bintaro X change, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Pada kesempatan itu Presiden Ice Skating Institute Asia Harry Janto Leo mengatakan kepada NYSN bahwa event International yang di adakan di ikuti oleh sepuluh (10) negara asia. “Iya, kami mendorong agar olahraga ini masuk dalam kategori sport, karena jika melihat dalam sisi postur tubuh Indonesia mampu bersaing dengan negara asia dan negara eropa. Dari 10 negara asia tersebut diantaranya Malaysia, Hong Kong, China, Thailand, Taiwan, Vietnam, Kuwait, Cambodia, dan juga Indonesia yang dalam hal ini menjadi tuan rumah,” tutur Leo Leo menambahkan bahwa dirinya akan menggagas sebuah lokal development untuk menjaring talent dari asia dan di kembangkan di negara Indonesia. “Kami berupaya agar di Indonesia sendiri memiliki lokal development sebagai wadah untuk menjaring atlet bertalenta dalam olahraga ice skating ini, dan juga bisa grooming di Indonesia,” tambah leo Selain itu skate asia 2017 ini di ikuti oleh 339 atlet figure skating yang berasal dari 21 ice rink. Dalam pelaksanaannya kompetisi ice skating di nilai oleh 4 orang referee dari Amerika dan 6 orang referee dari Asia dengan total 371 event in one moment. Dan beberapa kategori yang masuk dalam penilaian diantaranya adalah artistic, solo comp, jump dan juga spin, hingga production team.(adt/rzl)

Lakukan 10 Langkah Ini Agar Mudah Menguasai Ice Skating

Bosan dengan olahraga yang anda sering lakukan selama ini yang terasa monoton dan membosankan? Atau butuh suasan ataupun tempat baru untuk berolahraga? mungkin anda bisa mencoba ice skating untuk olahraga selingan supaya bisa memvariasikan olahraga dan aktivitas anda supaya lebih menarik. Suasana yang di dapat di tempat olahraga ini juga berbeda! Di ruangan yang sejuk dengan berlantaikan kubikel-kubikel es beku yang mampu membuat tubuh merasa kedinginan. Untuk anda yang baru ingin mencoba olagraga ini di anjurkan untuk Selalu dalam bimbingan pelatih ahli untuk membantu Anda dengan dasar-dasar ice skating. Seorang pelatih yang baik membantu meminimalkan risiko yang terlibat dan memastikan Anda mempelajari cara yang benar. Penting untuk diketahui bahwa ice skating tidak mudah dikuasai secara alami oleh semua orang. Seorang pemula harus belajar dengan membiasakan diri dengan rinks ice. menyewa sepatu ice skating sebagai pengenalan awal merupakan pilihan yang tepat bagi pemula. Bagi pemula berikut 10 tips dan cara bermain Ice Skating dengan aman 1. Dapatkan Sepatu Yang Baik Berdasarkan pengalaman faktor sepatu ini sangat mempengaruhi, tidak boleh kebesaran atau kekecilan, harus pas, kalau tidak kaki akan terasa sakit karena posisi kaki di sepatu tidak pas. 2. Gunakan Kaos Kaki Yang Tebal Kaos kaki di sini diwajibkan oleh pengelola. Karena suhu arena dingin dan lembab maka otomatis kaki kita juga akan lembab dan basah, akibatnya jika tidak menggunakan kaos kaki yang tebal maka kaki kita akan lecet-lecet atau kapalan, dan itu baru akan terasa di luar arena, ketika suhu kaki kita mulai normal kembali! 3. Gunakan Sarung Tangan Sarung tangan di sini sebenarnya diutamakan bagi pemula, karena kemungkinan besar kalian akan jatuh bangun di es, jangan sampai tangan kalian membeku! 4. Ikat Tali Sepatu Dengan Benar Ikat sepatu yang terlalu ketat akan menimbulkan mati rasa pada kaki. Sedangkan, jika terlalu longgar tidak akan memberikan dukungan yang tepat bagi pergelangan kaki. 5. Pemanasan dan Peregangan Otot Kaki Sebelum memakai sepatu, cobalah untuk melakukan pemanasan seperti lari-lari kecil, dan lainnya. Hal ini cukup penting mengingat suhu arena yang dingin dapat membekukan otot kaki kita 6. Mulai Meluncur Belajarlah meluncur secara perlahan dengan sedikit menekuk lutut dan meletakan tumpuan berat badan di depan. Buka tangan lebar di samping badan untuk mendapatkan keseimbangan di atas es. Lakukan ini di pinggir arena, di mana ada pegangan agar kalian tidak mudah terjatuh. Jika telah merasa agak terbiasa barulah mulai meluncur mengikuti arah. Buat pemula seperti kita jangan coba-coba meluncur mundur, karena masih berbahaya, kita dapat terhempas ke belakang lalu kepala kita membentur es. 7. Eits..Kalo Bisa Meluncur, Harus Belajar Berhenti Untuk berhenti, tekuk lutut, putar jari ke dalam kaki, arahkan tumit kalian keluar, dan dorong keluar tumit kalian. Ini akan memperlambat kalian dan membawa Anda berhenti. 8. Jangan Melihat Ke Bawah Begitu banyak para pemula yang selalu memperhatikan kakinya saat berseluncur, padahal ini adalah salah. Lebih baik kalian melihat ke depan, setidaknya kalian tahu siapa yang akan kalian tabrak. 9. Meluncur Di Arah Yang Benar Biasanya ada aturan untuk mengikuti arah skaters lainnya. Ada yang searah jarum jam tetapi ada juga yang berlawanan arah jarum jam. Jangan coba-coba melawan arah ini karena bisa berakhir melukai diri sendiri bahkan orang lain 10. Jangan Terlalu Serius Ini yang paling penting, saat kalian jatuh maka tertawa lah.. Semua skaters hebat pasti berawal dari jatuh bangun. So don’t worry, just be happy! Itu lah tips dan teknik untuk belajar meluncur diatas es bagi para pemula olahraga Ice skating, semoga dapat bermanfaat.

Hebat, Junaedi Akan Dinobatkan Sebagai Pelatih Ice Skating Terbaik se Asia

Coach Jun, pelatih Ice Skating yang akan dinobatkan sebagai pelatih terbaik se Asia

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku Sebagai prasasti terima kasihku, mungkin demikian sepenggal liric lagu karangan Sartono ini, begitu penting peran guru di balik kesuksesan anak didiknya. Pelatih (coach) olahraga ice skating di Mall Bintaro Xchange, Junaedi telah melahirkan pelajar-pelajar yang berprestasi dalam bidang olahraga tersebut. Pria yang sehari-hari dipanggil Jun ini sudah menggeluti dunia olahraga ice skating sejak tahun 1996, dan tentunya membuat dirinya sangat berpengalaman dalam dunia olahraga tersebut. Sangat banyak kompetisi yang sudah diikuti oleh Jun. Namun yang paling berkesan baginya adalah ketika ia mewakili Indonesia di kompetisi Korea Dream Program. “Mewakili Indonesia dalam kompetisi Korea Dream Program, bisa dibilang itu adalah puncak karir saya.” ujar Jun. Pada dasarnya, Jun yang memang sangat menyukai anak-anak, maka dari itu, tidak sulit baginya membangun komunikasi antara dirinya dengan murid-murid ice skatingnya. Jun menjadi pelatih ice skating pertama kalinya di Mall Taman Anggrek dan berjalan selama 16 tahun, lalu ia pindah menjadi pelatih di Mall Bintaro Xchange sudah 2 tahun belakangan ini, karena melihat tempat ice skating yang baru beberapa tahun dibangun ini membutuhkan banyak perkembangan dalam latihan ice skatingnya. Saking mencintai ice skating dan menikmati menjadi pelatih, Jun sempat di drop out dari tempat kuliahnya. Sampai akhirnya, Jun juga pernah berada di titik jenuhnya pada tahun 2005. Ia takut salah memilih jalan hidupnya menjadi pelatih. Bermodalkan tekad dan keberanian, Jun tetap melangkah dan ternyata Jun mempunyai karir yang cemerlang di bidang ice skating. Perlu di ketahui dalam waktu dekat ini Jun akan dinobatkan menjadi pelatih terbaik se Asia pada bulan Agustus tahun ini. Menurut Jun, olahraga ice skating sudah mendapatkan pengakuan dari pemerintah, tetapi belum resmi dijadikan olahraga dalam program pemerintah. “Kategori yang diadakan pemerintah berbeda dengan kategori yang kita ikuti. Dalam kompetisi ice skating, ada beberapa jenis kategori atau event, cukup banyak namun yang diadakan oleh pemerintah hanya satu sampai dua event. Padahal, jika melihat tujuan dari ice skating ini, bukan hanya kompetisi dan juara, tetapi juga rekreasi dan refreshing.” jelas Jun. Jun mengatakan sudah pernah sounding kepada kementerian pemuda dan olahraga, bahwa impiannya adalah di Indonesia ini ada lapangan ice skating khusus untuk para atlet, bukan hanya di Mall. “kami sudah sounding ke Menpora, namun sampai saat ini belum mendapatkan kepastian. impiannya adalah di Indonesia ini ada lapangan ice skating khusus untuk para atlet, bukan hanya di Mall.”tutup Jun.(crs/adt)

Ingin Seperti Yuna Kim, Tiada Hari Libur Bagi Naura Untuk Bermain Ice Skating

Naura (Kiri) bersama temannya Kinan (Kanan) saat mengikuti acara Indonesia Ice Skating Open (IISO) 2017.

Berseluncur di atas permukaan es dengan menggunakan sepatu runcing berbahan baja berhasil menarik hati para penggemarnya. Bintaro X change yang menyajikan wahana hobby bercampur olahraga ini berhasil memanjakan pengunjungnya lewat ruangan elegan beralaskan bongkahan es yang tertata apik. Salah satunya adalah siswi SD IT Aulia, gadis belia yang bernama Naura Jannati Ahmad, telah mahir bermain ice skating sejak duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar. Berawal dari sedang jalan-jalan ke Mall, Naura tertarik melihat latihan ice skating di Mall tersebut. Ia langsung meminta orang tuanya mendaftarkan dirinya untuk bergabung, dan hingga saat ini bakat pelajar berusia 8 tahun ini sudah tidak diragukan lagi dalam bidang olahraga tersebut. Beberapa bulan setelah berlatih, Naura akhirnya mulai mengikuti berbagai kompetisi. Diantaranya Kejurnas, Skate Bangkok, Skate Bandung, dan kompetisi di Abu Dhabi merupakan beberapa kompetisi yang pernah diikuti Naura. “Aku suka banget ice skating. Kalo disuruh berhenti aku bisa sedih.” terang siswi yang meraih juara 1 kategori solo spotlight dalam kompetisi Skate Bandung. Naura juga mengatakan kepada NYSN bahwa ia pernah mengalami cidera bocor di bagian kepala karena terjatuh saat latihan. Tapi, karena sangat mencintai ice skating, hanya selang waktu beberapa hari saja Naura sudah mulai kembali berlatih. Diakuinya ia tidak bisa berlama lama libur latihan. Hal senada juga di katakan oleh Junaedi, pelatih Naura, Naura adalah anak yang pendiam. “Awalnya Naura tidak ada bakat apapun, tapi karena dia sangat rajin latihannya, Naura menunjukan perkembangan pesat.” kata Junaedi. Dengan nada lugu gadis belia ini juga berpesan kepada khalayak banyak bahwa rajin merupakan modal utama. “Harus rajin, tidak boleh malas, nanti pasti jadi pintar mainnya.” tutup siswi yang mengagumi ice skater Yuna Kim.(crs/adt)

Layaknya Putri Salju, Kinan Mengadu Bakat Ice Skatingnya Hingga ke Abu Dhabi

Kinan Saat Berlaga di Lapangan Ice Skating

Kemampuan berseluncur di atas es merupakan keterampilan dasar untuk mengikuti olahraga hoki, seluncur cepat, seluncur indah, dan dansa es. Cut Kinanti Putri Safhira (7), merupakan atlet muda di bidang olahraga ice skating yang telah mengikuti berbagai kompetisi di bidang olahraga tersebut. Siswi SD Islam Al-Azhar 17 Bintaro ini mulai berlatih ice skating sejak usia 6 tahun dan sekarang sudah berada di level freestyle 4. “Dulu aku didaftarin mama, terus setelah ikut latihan beberapa kali akhirnya aku suka deh.” terang Kinan. “Ice skating itu seru, soalnya ada level-levelnya.” lanjut Kinan, yang mengaku bahwa level dalam ice skating membuat dirinya merasa lebih tertantang. Sekitar 12 kompetisi ice skating telah Kinan ikuti. Dan prestasi yang telah diraihnya antara lain, dalam kompetisi Skate jakarta tahun 2016, Kinan menyabet juara 1 dalam Kategori Solo Com, dan juara 2 dalam Kategori Artistic, Technical dan Footwork. Tak tanggung-tanggung, Kinan juga pernah mengikuti kompetisi di Abu Dhabi dan meraih juara 1 dalam kategori Solo Spotlight dan Footwork, serta juara 2 dalam kategori Artistic, dan juara 3 dalam kategori Technical. Menurut Desi yang tak lain adalah Ibunda Kinan, awal mula Kinan terjun dalam olehraga ice skating disaat sedang mencoba-coba bermain ice skating dan belum mahir berjalan di atas es. Ketika itu, Junaedi, sang pelatih ice skating di Mall Bintaro Xchange yang sekarang menjadi pelatih Kinan, melihat bahwa Kinan mempunyai potensi di bidang olahraga tersebut. Setelah diusulkan, Desi akhirnya mendaftarkan Kinan untuk bergabung dalam jadwal latihan ice skating di Mall Bintaro Xchange. Dan seiring berjalannya waktu, Kinan menjadi sangat menyukai ice skating. Desi mengatakan kepada NYSN bahwa Kinan mempunyai semangat yang luar biasa dalam berlatih. “Walaupun menjelang ujian sekolah, Kinan tidak mau mengurangi jadwal latihan ice skatingnya. Dia selalu membawa buku pelajaran ke tempat latihan agar tetap bisa belajar pelajaran sekolah sambil berlatih ice skating. Semangatnya luar biasa dalam menekuni olahraga seluncur yang satu ini.” ujar Desi. Perjuangan Kinan yang selalu menyeimbangkan antara hobby dan kewajibannya sebagai pelajar ini terbukti dengan prestasinya yang luar biasa dalam olahraga ice skating maupun di sekolah. Meskipun sering tidak bisa masuk sekolah karena kompetisi, Kinan tetap masuk dalam peringkat 10 besar di kelasnya. Dalam waktu dekat ini Kinan sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti Skate Asia pada bulan Agustus mendatang. Menjelang kompetisi lebih lanjut Desi mengakui kepada NYSN bahwa Kinan lebih banyak berlatih dari jadwal biasanya. “Kinan berlatih setiap hari selama 1 jam. Bahkan jika ada waktu luang, Kinan selalu gunakan untuk berlatih ice skating.” kata Desi, yang selalu setia mendampingi anaknya di setiap kegiatan. Sebagai penambah semangat untuk menjadi juara dalam kompetisi, Kinan selalu minta orang tuanya membelikan mainan kesukaannya ketika ia mendapatkan juara. “Kinan gemar bermain squishy. Dia minta 2 buah squishy kalau bisa juara 1, dan 1 buah squishy kalau mendapatkan juara 2.” ujar Desi. Walaupun sangat tertarik untuk menjadi pelatih ice skating ketika dewasa nanti, Kinan mengatakan kepada Desi bahwa ia tetap bercita-cita menjadi Dokter. “Walau dua hal tersebut terlihat tidak berhubungan, namun Kinan yakin bahwa dirinya bisa membagi waktu untuk menjadi Dokter sekaligus pelatih.” tutup Desi. (crs/adt)