Usai di Klub Golf Bogor Raya, IUGS 2018 Sambangi Gading Golf Serpong

Turnamen Indonesia Ultimate Golf Series (IUGS) 2018 selanjutnya akan hadir di Gading Raya Golf Club, Serpong pada 18 April. (Pras/NYSN)

Bogor- Mengikuti keberhasilan pada 2017 lalu, dengan menjadikan salah satu lapangan terbaik di dunia Royale Birkdale Golf Club, sebagai hadiah utamanya, Indonesia Ultimate Golf Series (IUGS) 2018 menghadiahkan pengalaman golf ke Selandia Baru, sebagai mahar pemenang. Pada 2017, lapangan The Open 2017 Royale Birkdale, London, Inggris, menjadi hadiah bergengsi IUGS. Pemain asal Palembang Sulaiman dan Raymond asal Jakarta, menjadi pemenang di negeri Britis itu. Gelaran kali ini, salah satu lapangan terbaik di dunia yang ada di Selandia Baru, bakal diperebutkan untuk dua orang pemenang. IUGS adalah turnamen golf amatir yang bertujuan menarik pendatang berkunjung ke Indonesia lewat permainan golf. Tahun ini, ada 11 lapangan yang dijadikan venue turnamen pada tiga babak kualifikasi. Venue itu tersebar di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Bali-Lombok, Jawa, dan Sulawesi. Kualifikasi pertama dimulai pada Kamis (5/4) di Klub Golf Bogor Raya, Bogor, dengan 102 peserta. “Pemilihan lapangan, masing-masing diwakili dengan 2 lapangan, berdasarkan review pemain dan commitee,” jelas Cahaya Oktora Marpaung, Founder IUGS saat konferensi pers, pada Kamis (5/4). Nantinya, masing-masing kualifikasi akan meloloskan 30 peserta, guna tampil di seri final, yang akan berlangsung di Bali National Golf Club, Nusa Dua, Bali. Proses kualifikasi bergulir dari April hingga September, dan setiap bulan akan dilakukan tiga kali turnamen di masing-masing lapangan. Setelah Bogor, turnamen selanjutnya akan hadir di Gading Raya Golf Club, Serpong, Tangerang Selatan, pada Rabu (18/4). “Harapannya, setiap tahun pesertanya selalu bertambah. Dibanding tahun lalu yang hanya memakai empat, kini sudah menjadi 11 lapangan,” kata Eddy Pantja, Turnament Officer IUGS 2018. Turnamen dimainkan dalam dua babak kualifikasi, dan hanya butuh satu putaran. Lalu, tiap pemain harus berada di posisi 30 besar, untuk lolos ke babak final. Dua peserta terbaik di fase final akan meraih hadiah bergengsi, perjalanan untuk 2 orang ke Selandia Baru dan bermain di salah satu golf course terbaik di dunia. (Adt)

Indonesia Ultimate Golf Series 2018, Ajang Pegolf Amatir Indonesia Adu Prestasi

Cahaya Oktora Marpaung, founder Indonesia Ultimate Golf Series (tengah) secara simbolis menerima piala IUGS 2018 yang mulai bergulir sejak April hingga September 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Turnamen golf Indonesia Ultimate Golf Series (IUGS) 2018, merupakan salah satu ajang bagi pegolf-pegolf amatir Indonesia untuk unjuk kemampuan. IUGS pertama kali berlangsung pada 2016-2017 lalu. Pada 2018 ini, akan menghadirkan 30 pegolf amatir terbaik, untuk tampil berlaga di putaran final. Cahaya Oktora Marpaung, Founder IUGS mengatakan, setelah pertandingan, terdapat pembicaraan dengan golf course dari luar Jakarta dan Bali. “Spiritnya bahwa IUGS ini, menyatukan Indonesia lewat golf. Sehingga pegolf di Jakarta, juga familiar dengan pegolf di luar Jakarta,” ujar Cahaya, saat jumpa pers, Kamis (5/4). IUGS 2018 akan diadakan di 11 lapangan golf berbeda, yang terbagi menjadi lima region. Wanita yang akrab disapa Oca, ini menjelaskan masing-masing region, akan mengirimkan 30 pemenang. Nantinya, 30 pegolf pemenang ini akan bertanding pada November mendatang, di fase putaran final di Bali National Golf Club, Nusa Dua, Bali. “Tahun lalu, hadiah utamanya adalah ke London, Inggris, untuk tahun ini, juaranya berangkat ke Selandia Baru, karena disana ada lapangan golf terbaik di dunia,” lanjutnya. Cahaya juga mengucapkan terimakasih karena animo golf course di IUGS kali ini, cukup antusias untuk bekerjasama, demi memajukan pegolf-pegolf Indonesia. “Sumatera dan Kalimantan sedang persiapan. Sebenarnya, kami bangga sebagai anak Indonesia, dari ujung Sumatera sampai Papua, banyak bertebaran lapangan golf,” cetus Oca. Tahun depan, ia berharap IUGS proses penyelenggaraannya akan jauh lebih baik, lebih agresif, dan lebih update rules-nya. “Dari sisi pegolf-pegolfnya, momentum ini adalah event yang ditunggu-tunggu untuk level amatir di Indonesia,” pungkasnya. (Adt)

Berlangsung di DIY, Piala Bergilir Presiden Jadi Seleksi Asian Games Wushu

Pada 29 Maret-3 April diadakan Kejurnas Wushu Indonesia Junior & Senior untuk memperebutkan Piala Raja Hamengku Buwono X dan Piala Bergilir Presiden RI di DIY. (Instagram)

Jakarta- Untuk pertama kalinya Piala Bergilir Presiden diperebutkan pada Kejurnas Yunior dan Senior Wushu di GOR Among Raga, Yogyakarta, 29 Maret -3 April. Sebanyak 700 Peserta dari 27 Pengprov WI ikut berpartisipasi pada event yang bertajuk Kejurnas yunior dan senior Piala Bergilir Presiden dan Piala Tetap Raja Sultan Hamengkubuwono X. Sekjen PB Wushu Indonesia (WI) Ngatino mengatakan, jumlah peserta kali ini memecahkan rekor kejurnas sebelumnya. “Peserta kali ini diluar perkiraan biasanya hanya berkisar 600-an karena penggabungan antara yunior dan senior,” ujar Ngatino, pada Senin (26/3). Ngatino mengharapkan dengan diperebutkannya Piala Bergilir Presiden akan lebih memacu perkembangan Wushu di Daerah. “Mudah-mudahan pengprov daerah lebih termotivasi lagi,” jelasnya. Ketua Umum PB Wushu Indonesia Airlangga Hartarto dipastikan akan hadir pada acara pembukaan Kejurnas di GOR Among Raga, Kamsi (29/3) malam. Menurut Ngatino, Ketua Panitia Pelaksana Soekeno didampingi Ketua Pengprov WI Yogyakarta Muwardi, telah bertemu dengan Ketua Umum PB WI. “Panitia juga melalui Ketua Umum meminta kesediaan Presiden bisa hadir, tapi hingga saat ini kami masih menunggu kabar dari protokol Istana,” ujar Ngatino. Kejurnas Wushu Yunior dan Senior Piala Bergilir Presiden dan Piala Raja ini, juga sekaligus merupakan seleksi atlet untuk tim inti Asian Games 2018. Menurut Pelatih Kepala Novita, saat pelatnas Asian Games berjumlah 16 atlet, 9 di nomor Taulo dan 7 Sanda. “Jumlah komposisi tim inti Asian Games 13 atlet, 7 taolu dan 6 Sanda jadi masih harus seleksi untuk menjadi tim inti,” jelas Novita. Adapun yang mengikuti seleksi di nomor Changquan adalah Felda dan Monica. Kemudian nomor Taijiquan + Taijijian putera, Bobie Valentinus dan Nicholas, sedangkan nomor Sanda kelas 52kg puteri ada Rosalina Simanjuntak dan Selviah Pertiwi. (Adt)

Kontrak Pelatih Asing, Perbasasi Bidik Perstasi di Level Asia

Aksi salah satu atlet softball di kejuaraan tingkat nasional. (extrajossbar.com)

Jakarta- Pengurus Besar (PB) Persatuan Baseball dan Softball Amatir Seluruh Indonesia (Perbasasi) mendatangkan dua pelatih asing, yakni Zenon Winters (Australia), dan Apolonia Rosales (Philipina). Harapannya, Indonesia bisa bersaing di level Asia. Winters merupakan pesoftball terbaik dunia pada 2015. Sedangkan Rosales pernah membawa Indonesia U-19 masuk tiga besar Asia pada 2017. Mereka bakal didampingi pelatih lokal, Leonard Djarkasih dan Agus Gumilar. Pada akhir April nanti, Indonesia bakal menjadi tuan rumah Kejuaraan Softball Asia ke-10. Kejuaraan ini sekaligus menjadi ajang untuk mengikuti Kejuaraan Dunia di Republik Ceko, pada akhir tahun ini. Sejumlah negara telah memastikan untuk berpartisipasi di Kejuaraan Asia itu, seperti Malaysia, Singapura, Philipina, Brunai Darussalam, Thailand, Pakistan, India, Jepang dan China. Ripuji, Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi PB Perbasasi, mengatakan pihaknya belum berani memasang targetdi Kejuaraan Asia. Namun, ia menyebut, kehadiran dua pelatih asing ini membuat Timnas makin solid. “Bersama mereka (Winters dan Rosales), kami berharap, Indonesia bisa bersaing di level Asia,” tukas Ripuji seperti dikutip liputan6.com, Senin (26/3). (Adt)

Apa Alasan Sebenarnya “Olahraga Golf itu Mahal”?

Apa Alasan Sebenarnya Olahraga Golf itu Mahal. (net)

Kebanyakan orang berpersepsi bahwa olahraga golf itu dianggap sebagai olahraga kaum kelas atas atau orang-orang kaya. Persepsi ini tidak hanya tumbuh di Indonesia, melainkan juga dalam masyarakat dunia. Bagi orang barat sendiri, golf dikatakan “gentleman’s game” karena dimainkan oleh pria-pria yang “terpandang”. Kemudian, kamu pasti penasaran, sebenarnya alasan apa yang menyebabkan golf ini dipandang sebagai olahraga yang mahal dan diperuntukkan untuk orang kaya? Simak  jawabannya berikut ini: Peralatan Golf = Mahal Alasan pertama ini merupakan yang utama. Jadi, tahukah kamu, harga stik golf yang paling murah saja bisa mencapai 1 jutaan lebih. Coba kamu bayangkan, jika membeli satu set stik golf (14 stik), harganya bisa mencapai sekitar 20 Juta. Wow, fantastic bukan? Belum lagi, dari segi peralatan yang digunakan dalam permainan golf harus selalu dalam kondisi baik. Artinya, ada biaya juga dalam hal perawatan stik golf tersebut. Kemudian, hmm… jangan lupa pengeluaran untuk baju, sepatu golf serta aksesoris lainnya. Ya, Memang sebenarnya bisa saja kamu menyewa ditempat olahraga tersebut, namun biasanya para pecinta golf lebih merasa puas dengan peralatan yang dimiliki sendiri loh.. Jadi, buat kamu, sobat muda NYSN yang ingin mencoba olahraga satu ini, persiapkan modal yang banyak yaa… Sewa Lapangan Golf = Mahal “Keberadaan pohon-pohon di lapangan turut mempengaruhi tiupan angin, yang pada akhirnya mempengaruhi laju bola golf” Nah, itu adalah kutipan yang dilansir dari iprice.co.id, di mana menggambarkan mengapa sebuah lapangan golf itu mahal. Ya, karena segala perspektif yang ada di lapangan telah diperhitungkan, dibuat, dan dijaga secara apik. Sampai-sampai, sebuah pohon pun apabila salah menempatkannya, bisa mempengaruhi laju bola di lapangan golf. Wihh.. Harga sewa lapangan golf yang relatif mahal, yaitu bisa mencapai ratusan juta bahkan milyaran apabila menjadi member. Selain itu, ada juga biaya tambahan yang dikenakan karena untuk menyewa mobil golf. Biasanya pemain tidak mau berjalan kaki menuju arena di sepanjang lapangan. Namun, ada juga nihh ternyata tempat golf yang disewa murah meriah. Ya, seperti sekarang ini banyak lapangan golf yang membuka untuk pemain pemula. Kamu tidak harus menjadi member, cukup datang saja saat kamu ingin coba olahraga ini. Salah satunya ada beberapa lapangan golf di Jakarta yang dikenakan harga sekitar 200ribuan untuk sewa lapangan golf. Lebih murah bukan? Tips jika kamu ingin bermain golf dengan tarif yang lebih murah lagi, yaitu datanglah di hari kerja, jangan di waktu akhir pekan. Dengan begitu, kantong kamu pun aman tak perlu bayar ratusan juta.. Asah Kemampuan (Skill) Golf = Sulit Kamu yang melihat pemain golf sepintas berpikir olahraga ini simple dilakukan. Kenyataannya, pemain golf dengan skill yang bagus membutuhkan waktu bertahun-tahun agar kemampuan bermain golf serta wawasannya bertambah. Menguasai golf dengan waktu singkat, bisa didapatkan dengan mengikuti kursus golf secara rutin. Ya, lagi-lagi kamu tentu harus mengeluarkan uang ekstra untuk membayar pelatih (yang biayanya tentu tidak murah), biaya sewa lapangan serta perlengkapan golf, yang semua itu bukanlah dengan harga murah. Maka dari itu, masyarakat umum berpikir tampaknya olahraga golf ini mahal dan sulit dilakukan. Sobat muda NYSN, walaupun golf dianggap mahal, namun jangan sampai anggapan tersebut juga menyurutkan niat kamu yang ingin mencoba olahraga satu ini. Salah satu tips low budget bermain golf untuk kamu, yaitu main golf sebenarnya tidak diperlukan tuh peralatan yang baru, second but good quality juga no problem kok. Asalkan kamu tetap menikmati dalam permainan golf tersebut. Menerima tawaran dari kantor ataupun relasi kamu untuk gabung di klub golf tertentu. Cari-cari di internet klub olahraga golf yang sesuai budget kamu. Pokoknya jangan sampai persepsi “mahal” dari olahraga golf, menghalangi niat kamu untuk merasakan manfaat olahraga ini, yaitu bisa menjaga stamina, menguatkan jantung kamu, mengurangi stress, melatih kesabaran serta fokus. Sayang sekali bukan, kalau kamu harus mengabaikan manfaatnya hanya karena perihal biaya. Jadi, apakah pilihanmu akhir pekan ini dengan olahraga golf?   (gogolf.co.id)

Intip Kekuatan Lawan di Asian Games 2018, Perbakin Kirim Atlet ke Kejuaraan Dunia

Atlet menembak bakal mengikuti kejuaraan dunia guna meraih hasil terbaik di Asian Games 2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Pengurus Besar (PB) Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin), mengirimkan atlet mengikuti Kejuaraan Dunia di Korea, pada akhir April, dan Munich, Jerman, pada akhir Mei mendatang. Hal itu dilakukan guna mengukur kekuatan lawan di ajang pesta akbar olahraga empat tahunan se-Asia, Agustus-September 2018. “Jelang Asian Games 2018 ini, agenda kami mengirimkan atlet mengikuti seri World Cup di Korea, akhir April, dan Munich, Jerman, akhir Mei,” ujar Robby Atmadja, Manajer Tim Nasional Menembak Indonesia, saat ditemui di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta, Selasa (20/3). Ia menyebut alasan mengirimkan atlet ke seri dunia itu sebagai tolak ukur guna melihat peta kekuatan lawan di Asian Games 2018. “Lawan-lawan di Asian Games bakal bertemu di kejuaraan dunia, seperti Korea dan China. Bahkan mereka training camp disana. Jadi, setelah kembali dari Kejuaraan Dunia, kami langsung ke Palembang untuk melakukan adaptasi venue pertandingan,” lanjutnya. Robby menjelaskan cabang menembak di Asian Games mendatang mempertandingkan 20 nomor, dan Indonesia berpartisipasi di 6 nomor. “Kami turun di nomor angin, 10 meter air rifle, 10 meter air pistol, dan 10 meter running target. Dimana kontingen terdiri dari 10 atlet, 3 pelatih dan 1 manajer,” ungkapnya. “Peluang medali emas ada. Tapi kami tidak bisa menyebutkan darimana. Nanti kasihan atletnya kalau kami sebutkan, bisa stres,” tambahnya. Meski begitu, Robby mengaku bila saat ini peluang terbesar ada pada Muhammad Naufal Mahardika di nomor 10 meter air rifle. “Saat ini Naufal masih yang terbaik, karena berhasil meraih emas di SEA Games 2017 (Malaysia). Namun bila atlet bisa masuk ke final (8 besar), termasuk Naufal dan atlet yang lainnya, kesempatan mendapatkan medali sangat besar. Soal medalinya apa? Ya, kita tunggu saja,” tutup pria yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Tembak Sasaran PB Perbakin. (Adt)

Bocah 14 Tahun Asal Magetan, Nyaris Juara Race 1 Asia Talent Cup 2018 di Qatar

Mario Suryo Aji (kiri) raih podium kedua di Asia Talent Cup 2018 seri 1 di Losail, Qatar. (otospirit.com)

Jakarta- Pembalap didikan Astra Honda Motor, Mario Suryo Aji nyaris memenangkan balapan Asia Talent Cup 2018 di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (18/3). Mario hanya berselisih 0,034 detik dari pemenang balapan, Haruki Noguchi asal Jepang. Keduanya sejak lampu start mati langsung ke depan melepas dari rombongan pembalap lainnya. Pada awal start, Mario langsung ke depan karena pemilik grid pertama karena Agung Fachrul pole position harus ke barisan paling belakang dengan alasan mesin mati saat warm up. Namun pada tikungan pertama, Noguchi langsung memimpin di depan Mario Aji. Sejak itu, Mario terus menempel Noguchi. Mario baru melakukan serangan setelah 10 lap tersisa. Pembalap 14 tahun itu menyalip pembalap Jepang yang sudah satu tahun lebih dulu berkiprah di Asia Talent Cup saat lintasan lurus di depan paddock. Namun, saat menjelang tikungan Noguchi bisa memimpin kembali. Terlihat, bahwa Noguchi lebih jago soal late braking dibandingkan Mario Aji. Saking serunya dan saling over taking, komentator mengibaratkan pertarungan Valentino Rossi dan Stoner. Sejak itu, Mario beberapa kali menyalip Noguchi namun bisa diambil kembali. Pada putaran terakhir, Mario terus menyerang bahkan hingga trek lurus dengan strategi menguntit namun usaha belum bisa membawanya juara. Saat trek lurus Mario yang lahir di Magetan (Jatim) 16 Maret 2004 ini sempat didepan namun jelang garis finish hampir bersenggolan. Mario Aji berselisih tipis 0,034 detik saja. “Luar biasa. Mario SA menunjukkan perjuangan yang luar biasa sejak lampu start padam. Meski harus merelakan podium pertama, tapi Mario menunjukkan perlawanan kuat hinggga detik-detik terakhir balapan,” dalam status facebook Astra Honda Racing Team, tim yang menaungi Mario Suryo Aji. Selain Mario Suryo Aji, beberapa pembalap Indonesia menempati posisi 10 besar. Adenanta Putra berhasil meraih posisi 5, Afridza Munandar berada di posisi 6, Agung Fachrul berada di posisi 8, dan Lucky Hendriansya finish di posisi 17. (Adt)

Siapkan Motif Helm Khusus, Perusahaan Italia Sponsori Timnas Balap Sepeda AG 2018

Peralatan sepeda asal Italia, SH+, dukung Timnas Balap Sepeda di Asian Gmes 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Salah satu perusahaan peralatan sepeda asal Italia, SH+, memberikan dukungan penuh pada tim nasional (Timnas) balap sepeda Indonesia Asian Games (AG)2018. Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI), mengatakan pihaknya bangga atas dukungan SH+. Dukungan ini jadi yang pertama bagi timnas balap sepeda AG 2018. “Komitmen SH+ bentuk support untuk PB ISSI. Kami memakai helm dan kacamata (produksi SH+) sejak SEA Games 2017. Setelah itu kami maksimalkan dan akhirnya mereka memberi dukungan penuh untuk AG 2018,” ujar Okto di Kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (16/3). Ia menyebut dukungan dari SH+ tersebut membuat langkah timnas guna mendapatkan dukungan dari sponsor lain bakal terbuka. Sebab, tambah Okto, pihak SH+ juga akan membantu mencarikan sponsor. “Mereka tak hanya mendukung tim utama, tapi juga tim pelapis. Bahkan SH+ akan mengganti semua produk yang rusak dengan yang baru. Yang jelas kualitas produk sudah teruji,” paparnya. Dukungan makin istimewa, karena SH+ menyiapkan desain dan warna khusus helm untuk pebalap Indonesia. Hal itu dikatakan Gianluca Poli, CEO SH+. “Khusus untuk Indonesia, kami sudah menyiapkan helm khusus yang nantinya digunakan di AG 2018,” terangnya. “Corak utamanya adalah Merah Putih. Tak hanya untuk road, kami juga menyediakan untuk helm track,” tambah Poli. Kerjasama dengan PB ISSI, ungkap Poli, akan berkelanjutan. “Usai AG 2018, kejuaraan balap sepeda Tour de Indonesia 2018 juga disupport oleh SH+,” cetus pria asal Italia. (Adt)

Antusiasme Tinggi Komunitas dan Masyarakat Pecinta Sepeda di Event Bike 4round The City

Komunitas dan pecinta sepeda meriahkan event bike 4round The City Novotel Tangerang. (dok)

Tangerang- Kota Tangerang memiliki keindahan serta penghijauan yang baik. Hal itu dimanfaatkan warganya untuk menikmati pagi. Salah satunya dengan aktifitas bersepeda. Antusias masyarakat pada kegiatan tersebut ternyata direspon positif oleh lingkungan dan pemerintah setempat, salah satunya dengan adanya lajur sepeda dan car free day setiap Minggu pagi. Melihat banyaknya masyarakat yang gemar bersepeda, Novotel Tangerang, turut menanamkan budaya bersepeda kepada masyarakat dengan event ‘Bike 4round The City’, pada 4 Maret 2018. Event yang diadakan dalam rangka hari jadi Novotel yang ke-4 itu mendapat perhatian khusus dari para pecinta sepeda, khususnya komunitas. Kurang lebih 50 peserta hadir membanjiri area lobi Novotel Tangerang di Minggu pagi. Kebanyakan mereka datang dari sekitar Tangerang, Jakarta, Bogor, hingga Surabaya. Bermodalkan sepeda jenis road bike dan MTB, para peserta siap menempuh jarak hampir 50 km dari titik start, Novotel Tangerang, menuju ke Taman Kota 2 BSD, hingga kembali ke Novotel Tangerang lagi. “Keasrian yang dimiliki Kota Tangerang kami manfaatkan untuk bersepeda bersama. Memang event ini hanya mengundang komunitas dan masyarakat sekitar pecinta sepeda, namun antusiasme mereka cukup besar. Ada yang memakai sepeda roadbike, MTB, bahkan sepeda lipat, tapi saya puas dan senang karena mereka semua bisa berhasil finish dengan selamat,” ujar Windiarto, General Manager Novotel Tangerang, beberapa waktu lalu. Rute yang dipilih melintasi Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, hingga Tangerang Selatan membuat pemandangan yang dilihat para peserta pun beragam, mulai dari pemandangan kota, suasana asri dan sejuk, hingga tempat-tempat yang menjadi ikonik di daerah-daerah Tangerang. Tantangannya, para peserta harus melalui rute yang cukup panjang dan banyak tanjakan-tanjakan yang dapat menguras tenaga. Tak hanya dimanjakan keindahan di Kota Tangerang, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk menerima doorprize berupa satu unit sepeda, mesin cuci, hingga voucher menginap di Novotel Tangerang. “Ke depannya kami akan mengadakan acara seperti ini setiap tahunnya, namun jauh lebih menarik dengan jumlah peserta yang lebih banyak. Selain itu, rute perjalanan juga akan kami perpanjang,” tukas Windiarto. (Adt)

Tinjau Pelatnas Sepeda BMX di Yogja, Ini Permintaan Menpora

Menpora Imam Nahraw (kemeja hitam)i meninjau Pelatnas sepeda BMX di Sleman Youth Center, Yogyakarta, Senin (12-3). (kemenpora)

Jakarta- Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), meninjau kesiapan cabang olahraga jelang Asian Games 2018, Agustus – September mendatang. Salah satunya Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Sepeda BMX, di Sleman Youth Center, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (12/3). Imam memperhatikan secara detail terkait kekurangan serta kendala yang dihadapi selama Pelatnas, mulai dari honor, hingga peralatan yang digunakan para atlet. “Berapa atlet yang berlatih disini (Sleman Youth Center)?” tanya Imam. “Di tempat ini ada empat atlet sepeda BMX, tiga putra dan satu putri,” jawab Dadang Haries Purnomo bersama Priyo Susanto, Pelatih Pelatnas Sepeda BMX. “Latihanya jam berapa?” lanjut Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur. “Latihan kita di mulai jam 8:00 WIB, tiap hari. Hari Minggu latihan libur ,” sambut Dadang. Dalam kesempatan itu, Imam meminta kepada atlet sepeda BMX agar mengonsumsi makanan yang bergizi. “Kalian harus makan yang bergizi dan jangan maka sembarangan. Terlebih, makan-makanan yang tidak memilik nilai gizi yang berakibat buruk pada performa para pemain,” tukasnya. “Saya berharap Indonesia bisa menyumbang medali yang terbaik, khususnya medali emas. Dengan semangat yang kita miliki, kita harus yakin bisa meraih hasil terbaik,” cetus Imam. Priyo mengatakan persiapannya atlet sepeda BMX sudah matang. Hanya, menurutnya, pihaknya tengah menunggu tempat latihan di Pulomas, Jakarta. “Meski secara fisik mereka sudah siap. Paling hanya tinggal teknik saja. Untuk target kita di Asian Gemas 2018 ini medali perak,” beber Priyo. (Adt)

Venue Velodrome Terbaik Se-Asia Dikebut, April Selesai untuk Asian Games 2018

Velodrome balap sepeda Asian Games rampung pada April 2018. (akuratnews.com)

Jakarta- Pembangunan venue Asian Games 2018 terus dikebut pengerjaanna. Salah satunya venue velodrome yang terletak di Kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. Venue yang digunakan sebagai arena balap sepeda itu bakal rampung pada April mendatang. “InsyaAllah April nanti akan selesai, dan sudah bisa digunakan untuk latihan. Ini merupakan terbaik di Asia yang kita miliki. Untuk itu, mari kita jaga bersama-sama,” ujar Ratiyono, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Minggu (11/3). Velodrome yang pembangunannya menelan dana ratusan miliaran rupiah lewat penyertaan modal daerah, dimana pembangunannnya dilakukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo itu sudah disertifikasi oleh Federasi balap sepeda internasional, UCI (Union Cycliste Internationale). Terkait lintasan balap, pelaksana pembangunan menggunakan material jenis kayu Siberia yang berasal dari Rusia. Velodrome berkapasitas 1.000 tempat duduk dan menampung 3.000 orang itu, dirancang tak hanya difungsikan untuk menggelar pertandingan balap sepeda. Kelak, venue ini dapat digunakan untuk pertandingan olahraga dalam ruangan lain seperti basket, futsal, voli, bulutangkis dan bola tangan. Ratiyono menambahkan, selain digunakan sebagai arena balap sepeda pesta olahraga terbesar se-Asia, masyarakat umum juga dapat memanfaatkan fasilitas tersebut. “Tentunya bagi masyarakat yang ingin bersepeda di lintasan balap velodrome ini harus memiliki sertifikat dan sudah terlatih,” terangnya. (Adt)

Debut Perdana Sukses, Janji MBSS Hasilkan Juara Tinju Hingga Akhir Seri

Petinju Indonesia Ilham 'Flanker' Leoisa (pojok kiri) dan petinju Thailand Paiboon Lorkham (pojok kanan) di Kelas Welter Yunior. (metrotvnews.com)

Jakarta- Seri perdana kejuaraan tinju bertajuk “Mahkota Boxing Super Series (MBSS)” di Mall Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Sabtu (10/3), berlangsung sukses. Kota Bandung, Jawa Barat, bakal menjadi tuan rumah seri kedua, pada 7 Juli mendatang. “Saya menilai seri pertama MBSS sangat berhasil secara konsep. Karena ini mungkin sesuatu yang terbilang baru dan menyegarkan bagi blantika tinju Indonesia. Sebab ini ada sedikit perpaduan antara tinju dan entertainment,” ujar Urgyen Rinchen Sim, Managing Director Mahkota Promotion, saat ditemui di Kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. “Dalam setahun ada empat seri. Seri pertama di Jakarta (10/3), kedua di Bandung (7/7), ketiga di Surabaya (September), dan keempat di Bali (Desember),” sambungnya. Pria yang akrab disapa Simon itu, menyebut dari segi prestasi pihaknya selaku promotor tinju akan selalu menghasilkan petinju-petinju juara hingga seri terakhir. “Juara dari MBSS ini akan menjadi penantang bagi juara WBC Asia pada saat itu. Sehingga kami harapkan ditahun ini Indonesia memiliki juara-juara baru lagi sebagai pelapis juara dunia sebelumnya,” ungkapnya. Terkait seri kedua di Kota Kembang, Mahkota Promotion, promotor kejuaraan MBSS, bakal menghadirkan perpaduan gelaran tinju dan mini konser K-Pop, Black Pink. “Ini masih planning. Tapi sedikit clue-nya, nanti di tengah kejuaraan akan ada mini konser dari bintang K-Pop, lalu teaser dua atau tiga lagu, setelah itu dimulai dengan pertandingan tinju, lalu teaser lagi. Kira-kira gitu,” terang Simon. (Adt)

Villa Lab Andalan Akademi Klub Sepakbola Tangerang Selatan

villa lab

Jakarta- Seperti pada klub-klub olahraga lainnya, khususnya sepak bola, ideal memiliki keorganisasian dan manajemen yang baik untuk menunjang klub dan para atlet. Villa 2000 FC salah satunya, klub akademi sepak bola asal Tangerang Selatan justru selangkah lebih maju dibanding klub professional karena memiliki laboratorium klinik kesehatan, yakni Villa Lab. Saat ini, Fathia Aulia yang ditunjuk sebagai Fisioterapi untuk menangani klub Villa 2000 FC. “Villa Lab itu adalah salah satu fasilitas dari Villa 2000 FC untuk menangani kasus cedera bagi para atlet maupun siswa”, kata Fathia. Kemudian, ia juga menambahkan bahwa Villa Lab ini bukan hanya sekadar menangani pemain yang cedera saja, tetapi memberikan program dari fisioterapi itu sendiri. “Selain menangani cedera, kita juga menjalankan beberapa program, yaitu antropometri. Antropometri itu pengukuran berat dan tinggi badan pada siswa atau murid di masa pertumbuhan. Hal tersebut kita bisa mengevaluasi anak ini dalam keadaan normal, sedang, ataupun kurang. Karena masa pertumbuhan mempengaruhi segala aktivitas siswa, terutama di lapangan”, sambung perempuan lulusan dari Universitas Indonesia itu. Villa Lab beroperasi sejak Februari 2014 untuk kepentingan intern dan mulai terbuka untuk umum pada tanggal 3 Maret 2014. Status dari Villa Lab ini meskipun berada di Training Ground Villa 2000 FA namun independen dan terlepas dari Klub. Klinik ini merupakan sebuah klinik spesialis penanganan cedera sepakbola bagi semua pesepakbola usia muda, tua, amatir maupun profesioanl. Pelayanan yang dapat dilakukan adalah Tes Potensi Cedera, Program Pencegahan Cedera Sepakbola, Perawatan Cedera Sepakbola dengan Football Physiotherapy dan Rehabilitasi cedera. Untuk mendukung pelayanan tersebut, di Villa Lab menyedeiakan beberapa fasilitas: Tens, laser, Ultrasound, Exercise Area (Indoor/Outdoor-football Pitch), Tim O8 s/d Senior untuk Return to Play (Integration to Football). (Dre)

Strategi Efektif, Indra Jawara Karate Nomor Kata O2SN SMK Provinsi DKI Jakarta

Indra Lukman juara kata perorangan putra O2SN SMK DKI Jakarta. (Adt/NYSN)

Jakarta- Indra Lukman, wakil Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Telkom Shandy Putra, Jakarta Barat, berhasil menjadi jawara nomor kata perorangan putra di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMK Provinsi DKI Jakarta. Event ini dihelat di SMKN 57 Jakarta Selatan, Kamis (8/3). Ia mengalahkan Muhammad Pajri, wakil SMK Jayawisata 2, Jakarta Timur, dengan skor telak 5-0. “Strateginya itu kalau lawan tampil bagus, maka saya main Kata yang lebih tinggi. Tapi,kalau lawan tampil jelek, saya main bawah dulu. Mungkin tadi strategi saya efektif Karena pas latihan saya lihat lawan itu bagus. Saya malah mikir bakal kalah,” ujar Indra usai pertandingan. Mewakili Provinsi DKI Jakarta di ajang O2SN Tingkat Nasional di Yogyakarta, September mendatang, Indra berharap bisa tampil lebih baik, dan meraih juara nasional. “Tahun lalu untuk tingkat nasional di Medan (Sumatera Utara) saya ikut. Tapi hasilnya mengecewakah. Mudah-mudahan dengan latihan terus dan persiapan yang matang, saya bisa memberikan yang terbaik untuk DKI Jakarta, dan juara,” cetusnya. Sementara, di nomor kata perorangan putri, Fahra Fadyla, wakil SMKN 21, Jakarta Pusat, sukses meraih juara usai mengalahkan wakil SMKN 7, Jakarta Timur, Roidatul Fauziah, dengan skor 5-0. “Dalam pertandingan tadi saya berusaha memberikan yang terbaik. Apapun hasilnya baik menang atau kalah saya sudah siap menerima. Yang penting sabar dan jangan goyang saat tampil. Dan, Alhamdulillah saya bisa menang,” cetus Fahra. (Adt) Hasil Pertandingan : Kata Putra : 1. Indra Lukman (SMK Telkom Shandy Putra) Jakarta Barat 2. Muhammad Pajri (SMK Jayawisata 2) Jakarta Timur 3. Erza Rifqi Apriansyah (SMK Budi Asih) Jakarta Selatan Kata Putri : 1. Fahra Fadyla (SMKN 21) Jakarta Pusat 2. Salma Hazizah M (SMKP Djadajat) Jakarta Utara 3. Roidatul Fauziah (SMKN 7) Jakarta Timur Kumite Putra : 1. Septian S (SMKN) Jakarta Pusat 2. M. Arsha (SMK Al Wasliyah) Jakarta Timur 3. Indra Lukman (SMK Telkom Shandy Putra) Jakarta Barat Kumite Putri : 1. Salma Hazizah (SMKP Djadajat) Jakarta Utara 2. Roidatul Fauziah (SMKN 7) Jakarta Timur 3. Intan Pitalokasari (SMK Islam ‘AA’) Jakarta Barat

Asian Games 2018, Legenda Tinju Sebut Peluang Indonesia Berat

ilustrasi_tinju

Jakarta-Legenda tinju Indonesia Chris John, mengatakan peluang tim tinju Indonesia di pesta olahraga akbar empat tahunan negara-negara se-Asia, Agustus – Semptember mendatang, sangat berat. “Melihat peta kekuatan nggak bisa bohong. Petinju Indonesia memang masih berat buat bersaing dengan lawan dari negara lain,” ujar juara dunia kelas bulu pertama asal Indonesia itu, seperti dikutip detik, Senin (5/3). Terlebih, ia menyebut level persaiang bukan di tingkat Asia Tenggara, melainkan sudah dilingkup Asia. Mungkin, lanjut Chris, faktor tuan rumah bisa memberikan keuntungan tersendiri bagi petinju Tanah Air. Menurutnya, solusi lain yang bisa dilakukan adalah dengan merekrut pelatih dari luar maupun melakukan training camp di luar negeri. “Sebagai tuan rumah pasti Indonesia memiliki nilai lebih yang bisa dimanfaatkan guna meraih hasil terbaik,” tukas petinju berjuluk ‘The Dragon’ saat masih aktif di atas ring. (adt)

Belum Ada Kompetisi, Ketum PB Perbasasi : Kejuaraan Rutin Justru Selalu Ada Tiap Pekan di Seluruh Indonesia

Ketua Umum PB Perbasasi Andika Monoarfa (bertopi) saat acara launching Jersey Timnas PB Perbasasi di Jakarta. (Art/NYSN.com)

Jakarta- Makassar Open International Softball Men’s and Women’s 2017 diikuti 12 klub partisipan. Tak hanya berasal dari dalam negeri, kejuaraan tahun lalu itu ternyata menjadi agenda rutin bagi klub Varsity dari Malaysia. Dengan skuad putera dan puteri, tim negeri Jiran itu juga diperkuat beberapa pemain asing asal Singapura dan Australia. Bagi Ketua Umum Pengurus Besar Perserikatan Baseball Softball Seluruh Indonesia (PB Perbasasi) yang baru, Andika Monoarfa, gairah kejuaraan internasional di daerah ini menjadi benefit yang menjanjikan. Maklum, sejak 2004 silam, Liga Profesional Softball tak lagi berputar dan nasibnya timbul tenggelam. “Di era kepengurusan kini, setiap Pengurus Provinsi (Pengprov), diwajibkan menyelenggarakan kejuaraan secara rutin. Jika gagal, pasti bakal kena sangsi,” ujar pria kelahiran Jakarta, 3 Desember 1979 ini. Dan ternyata, gagasan ini justru disikapi positif oleh seluruh pengprov anggtoa PB Perbasasi. Hampir tiap pekan, Andika kerap berkunjung ke seluruh Pengprov dengan agenda membuka hingga menutup Kejuaraan yang berbasis turnamen, meski berskala daerah. “Kerjaan saya tiap pekan, membuka dan menutup Kejuaraan yang berputar di seluruh Pengprov Indonesia. Bukti gairah olahraga ini memang nyata dan terhitung sehat sebagai awal menuju era kompetisi,” tegasnya dalam acara launching Jersey Timnas PB Perbasasi pada Sabtu (3/3) di Jakarta. Meski demikian, ia memilih berasabar guna mencari konsep dan formula pelaksanaan Liga atau kompetisi secara berkala. Aktifnya beberapa kejuaraan diseluruh daerah dinyakini bila dalam waktu yang tak lama, PB Perbasasi sanggup menggulirkan Liga. “Spirit kejuaraan seperti ini harus dipupuk dan dipertahankan, toh dengan sendirinya, kelak era kompetisi atau Liga segera dibutuhkan. Apalagi, infratruktur Stadion dengan standar internasional juga sudah ada,” ungkapnya lagi. Stadion Softball dan Baseball dengan standar internasional sudah cukup banyak di Indonesia. Diantaranya Samarinda (Kalimantan Timur), Palembang (Sumatra Selatan), Bandung (Jawa Barat), Surabaya (Jawa Timur), serta fasilitas Stadion di Universitas Gajah Mada (Yogjakarta). “Intinya bersyukur dulu, kami punya infrastruktur Stadion yang memadai. Di Cabor lain, jarang malah yang punya Stadion. Saat ini pesebaran Stadionnya yang masih terus diupayakan,” ujar putera dari Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Suharso Monoarfa. Sosok muda dalam tubuh olahraga tepok bola dengan tongkat ini menyadari membangun Stadion itu bukan perkara mudah. Ketersediaan lahan dan harga tanah yang yang mahal, kerap menjadi kendala. “Bikin Stadion Softball itu aslinya murah. Field of Play-nya itu murah, karena lapangannya terdiri dari tanah gravel sama rumput, murah itu. Yang mahal itu tanahnya. Apalagi, kalo mau nambah pake lampu, tribun penonton, atau locker room, ya pasti mahal jadinya,” papar Andika. Jelang Asian Games 2018, Andika juga mengambil kebijakan non mainstream dengan mewajibkan setiap atlet pelatnas sofball dan baseball menandatangani kontrak dengan gaji Rp 8 Juta per bulan. Chief de Mission Asian Martial Art Games (AIMAG) 2017 ini mengambil kebijakan nilai gaji atlet pelatnas tak memakai platform Standar Biaya Masuk Lainnya (SBML) tetapi berpatokan dengan peraturan Menteri Keuangan (PMK). “Kalau menggunakan SBML gaji atlet hanya Rp4 juta/per bulan. Jadi, saya pakai aturan PMK dengan nilai gaji Rp8 juta per bulan,” tegasnya. Konsekuensi dengan gaji dan fasilitas memadai itu, kata Andika, seluruh atlet pelatnas Asian Games 2018 wajib mengikuti aturan yang diberlakukan. Salah satu contoh, atlet dilarang makan sembarangan dan harus mengkonsumsi makanan yang disediakan sesuai rekomendasi ahli nutrisi. “Asupan nutrisi sangat penting dalam menopang prestasi. Kalau sampai ada atlet yang ketahuan mengkonsumsi mie instan maka gajinya akan dipotong sebulan,” urainya. Apalagi, pemerintah melalui Kemenpora tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan pengajuan dana pelatnas Asian Games 2018 sebesar Rp45 miliar. Dengan kekuatan 17 atlet sofball putra dan 24 atlet baseball putri di bawah asuhan 4 pelatih asing, Kemenpora hanya memasok dana Rp12 miliar. Separuh untuk Softball dan Separuh Baseball “Dana Rp12 miliar tak cukup membiayai pelatnas. Apalagi, melibatkan 15 pelatih. Termasuk 4 pelatih asing, pelatih Strength and Conditioning dan pelatih Recovery. Makanya, saya harus siap mencari kekurangan anggarannya guna mencari sponsor,” paparnya. Andika pernah bekerja sebagai manajer artis sekaligus penyanyi, Andien. Andika juga pernah menjabat Direktur Niaga PT PT Merpati Nusantara Airlines (MNA). Di PB Perbasasi, nama Andika Monoarfa sudah tidak asing lagi. Ia pernah membantu Tim Nasional Indonesia meraih gelar juara di ASEAN Championship 2016. (art)

Warna Jersey Makin Minimalis, PB Perbasasi Pede Incar Prestasi Dunia

Jersey Baru yang diluncurkan PB Perbasasi jelang Asian Games 2018 dan Kejuaraan Asia di Jakarta pada April mendatang. (Art/NYSN.com)

Jakarta- Ada yang baru dengan jersey timnas Softball Indonesia di Asian Games 2018. Saat launching perayaan hari ulang tahun Pengurus Besar Perserikatan Baseball Softball Seluruh Indonesia (PB Perbasasi) ke-51 pada Sabtu (3/3) malam, jersey yang dipakai para atlet tak lagi bercorak meriah. Kesan simpel muncul kala melihat warna merah untuk pertandingan status tim tamu, dan putih untuk status pertandingan home. Tulisan “Indonesia” yang menempel di jersey bagian depan juga tidak aneh-aneh. PB Perbasasi terinspirasi dengan font tagline “Wonderful Indonesia” milik Kementerian Pariwisata. Tujuannya simpel, jersey Timnas softball dikembalikan ke khitahnya. “Kami luncurkan jersey baru. Jersey ini kembali ke basic, selama ini gonta-ganti warna, tulisan tapi minim prestasi. Kita kembalikan ke khitahnya. Ini desain tahun 1960 dengan penyempurnaan serta font mirip Wonderfull Indonesia,” ungkap Ketum PB Perbasasi Andika Monoarfa. Jersey ini sudah dipakai atlet membawa nama Indonesia di SEA Para Games 2017 lalu. Dengan wajah baru itu, Indonesia keluar sebagai juara umum. Harapannya, spirit menjadi yang terbaik dengan jersey baru ini terus menggelora di ajang berikutnya. Tuah jersey baru ini kembali diharapkan mengangkat nama Indonesia di Asian Men’s Softball Championship (Kejuaraan Softball Beregu Putera Asia) 2018, pada 23-28 April. Di ajang yang dilaksanakan di Stadion Softball GBK Senayan, para atlet wajib mengamankan medali perunggu sebagaimana prestasi Kejuaraan Asia pada 2016 di Jepang. “Minimal harus perunggu. Di ajang ini, tiga tim terbaik mendapatkan tiket ke kejuaraan dunia. Indonesia langganan lolos kualifikasi Kejuaraan Dunia. Kami ingin menjaga tradisi itu di kejuaraan Asia nanti,” jelasnya. Di ajang ini, ada 12 negara yang siap meramaikan. Selain Indonesia, ada juara dunia Jepang, kemudian China Taipei, Filipina, Korea, Pakistan, India, Iran, Hongkong, Singapura, Thailand, dan Malaysia. Menghadapi ajang ini, para atlet akan menggelar pelatnas pada 15 Maret nanti sampai pelaksanaan Asia Cup bertempat di Surabaya. “Soal pesaing, Jepang masih yang terbaik disusul China Taipei, lalu bisa Filipina,” ungkap Andika. Turnamen ini dimaksimalkan untuk memantapkan performa timnas jelang SEA Games 2019. Sebab, softball putera dipertandingkan di sana. Di arena Asian Games 2018, softball dipertandingkan untuk kategori puteri, sementara untuk baseball, hanya kategori putera. (dre)

Kenal Catur di Pos Ronda, Bocah SD Bernama Aditya Kini Menjadi Candidate Grandmaster Catur

Aditya-Bagus-Arfan-Catur

Jakarta – Beranilah bermimpi. Kata itu mungkin punya makna bagi Aditya Bagus Arfan. Melalui catur, olahraga yang digelutinya sejak berusia 4,5 tahun, ia memiliki mimpi besar menjadi Grandmaster di tahun 2025. Adit, begitu sapaan akrabnya, kini menyandang gelar Candidate Master dengan Elo rating 2.023. Dan, untuk bisa meraih titel Grandmaster, pecatur berusia 11 tahun itu harus mencapai norma GM sebanyak tiga kali serta menaikkan rating Elo-nya hingga 2.500. Mimpi siswa kelas 5 Sekolah Dasar (SD) Islam Terpadu (IT) Global Insani, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar) itu sepertinya tanpa hambatan. Sebab, salah satu perusahaan distribusi kendaraan berat di Tanah Air siap memuluskan langkahnya. Kini, Adit tengah bersiap mengikuti turnamen catur internasional ‘Asian Youth Chess Championship’ di Chiang Mai, Thailand, 13-21 April 2018, dan ‘World School Chess Championship’ di Durres, Albania, 20-29 April 2018. “Target mau-nya sih juara April nanti. Selain itu ingin menjadi Grandmaster. Persiapannya paling belajar dan melihat video permainan pecatur dunia,” ujar pecatur kelahiran Bekasi, Jabar itu saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta, beberapa waktu lalu. Perkenalan pertama Adit dengan catur bermula dari melihat warga yang bermain catur di pos ronda yang berjarak tak jauh dari rumah sang Kakek. Selepas itu, ia memaksa sang Kakek untuk mengajarinya bermain catur. “Pertama melihat catur langsung senang. Mainnya juga saling menyerang. Terus pakai strategi juga. Jadi makin ketagihan,” sambung anak pertama dari dua bersaudara itu. Keseriuasan menggeluti catur ia tunjukkan dengan belajar dari berbagai sumber. Mulai dari buku, bermain catur di komputer, hingga menonton aksi pecatur kelas dunia di YouTube. Sampai akhirnya, Eka Prasaja, sang ayah, memasukkan Adit ke sekolah catur Utut Adianto. Mengikuti berbagai turnamen catur baik tingkat nasional maupun internasional membuat kemampuannya makin teruji. Meski, diakui, dirinya kerap mengalami kekalahan di awal-awal mengikuti turnamen, namun itu dijadikan pelajaran berharga untuk terus mengasah kemampuannya hingga bisa meraih hasil yang terbaik. “Awal-awal ikut kejuaraan kalah terus. Lalu saya belajar terus dan akhirnya bisa menang di beberapa turnamen catur,” papar pehobi renang itu. Seiring berjalannya waktu, prestasi Adit makin bersinar. Di tingkat nasional, ia meraih juara 1 Kejuaraan Nasional U-9 pada 2013, hingga juara 1 Japfa Chess Festival U-14 pada 2016. Sementara, di level internasional, ia menyabet juara 1 Penang Int Challengger U-10 di Malaysia, pada 2016, serta juara 2 dan 3 Kejuaraan Asian School U-13 di China, pada 2017. “Turnamen yang paling berkesan itu di Olimpiade Children of Asia kelompok U-16 tahun 2016. Karena saya waktu itu masih umur 9 tahun dan menjadi atlet termuda disitu,” cetus pemilik akun instagram @pecaturcilik_aditya itu. (adt) Nama : Aditya Bagus Arfan Tempat / Tgl Lahir : Bekasi, 31 Oktober 2006 Sekolah : SD IT Global Insani (Kelas V) Gelar Saat Ini : Candidate Master Elo Rating Saat Ini : 2023 (Target Elo Rating untuk GM 2500) Website / Instagram : www.adityabagusarfan.net / @pecaturcilik_aditya Hobby : Catur dan Renang Prestasi Nasional : Juara 1 Kejuaraan Nasional U-9 (2013) Juara 1 Kejuaraan Nasional U-11 (2015) Juara 1 Festival Catur Pelajar U-11 (2016) Juara 1 Japfa Chess Festival U-14 (2016) Prestasi Internasiuonal : Juara 1 Penang Int Challenger U-10, Malaysia (2016) Juara 1 Kejuaraan ASEAN +Age U-10, Thailand (2016) Juara 2 dan 3 Kejuaraan Asian School U-13, China (2017)

Pembinaan Atlet Catur Terkendala Dana

catur_terkendala_dana

Jakarta – Induk organisasi catur seluruh Indonesia mengaku terkendala dana dalam melakukan pembinaan terhadap bibit muda atlet catur terbaik di Tanah air. Hal itu dikatakan Kristianus Liem, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi), di kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa (27/2). “Kami terkendala dana untuk melakukan pembinaan para atlet. Kalau soal bibit pecatur kami tidak kekurangan,” ucapnya. Akibat kendala dana, sebut Kristianus, berimbas pada penyelenggaraan turnamen catur yang masih kurang banyak. “Memang kami mengakui bahwa kejuaraan catur masih kurang. Dan, sebenarnya potensi atlet catur yang dimiliki Indonesia itu sangat besar,” sambungnya. “Karena kami sendiri mengambil atlet yang bagus itu melalui turnamen untuk selanjutnya kami melakukan pembinaan bagi atlet yang bersangkutan,” tambah Kristianus. Oleh sebab itu, ia mengatakan, pihaknya sangat senang bila ada perusahaan yang mau berkontribusi dalam melakukan pembinaan terhadap atlet-atlet catur yang memiliki prestasi bagus. “Kami sangat senang bila perusahaan-perusahaan turut berkontribusi dalam pembinaan atlet catur seperti yang dilakukan PT United Tractors. Karena kami tidak mungkin melakukan pembinaan sendiri dan butuh bantuan dari pihak lain,” tutupnya. (adt)

Tekad PT United Tractors Tbk. Lahirkan Grandmaster Catur Unggulan Indonesia

ilustrasi_catur

Jakarta-Sebagai bentuk komitmen terhadap masa depan generasi muda Indonesia dan pembinaan atlet muda serta memajukan olahraga Indonesia, khususnya di cabang olahraga catur, PT United Tractors Tbk (UT), berkontribusi mendukung dua atlet catur muda, Novendra Priasmoro (18 tahun) dan Aditya Bagus Arfan (10 tahun), dalam meraih Grandmaster. Gidion Hasan, Presiden Direktur UT, mengungkapkan dengan membina para generasi muda, pihaknya turut berkontribusi untuk memajukan bangsa Indonesia mengingat mereka adalah generasi penerus bangsa. “Dukungan kami kepada Novendra dan Aditya adalah bentuk partisipasi kamu untuk mewujudkan kebanggaan Indonesia dengan melahirkan Grandmaster unggulan baru di olahraga,” cetus Gidion, di kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa (27/2). Saat ini, Novendra menyandang gelar FIDE Internasional Master dengan rating Elo 2438 dan Aditya memiliki gelar Candidate Master dengan rating Elo 2023. Dan, untuk dapat menyandang gelar Grandmaster, kedua atlet muda ini harus mencapai Norma GM sebanyak tiga kali dan menaikkan rating Elo-nya hingga 2500. “Lewat program UT (United Tractors) Inspiring Youth, Novendra ditargetkan meraih gelar Grandmaster pada 2020, sedangkan Aditya ditargetkan mampu meraih gelar Grandmaster pada 2025,” sambungnya. Untuk itu, lanjut Gidion, pembinaan terhadap Novendra dan Aditya dilakukan secara intensif melalui pelatihan dan dibimbing oleh pelatih terbaik, termasuk mengikuti beberapa pertandingan internasional secara kontinyu. “Harapannya program UT Inspiring Youth ini mampu memberikan gambaran kemajuan cabang olahraga Indonesia, serta menginspirasi masyarakat terhadap hadirnya atlet muda berprestasi,” tambahnya. Utut Adianto, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi), menyatakan kedua pecatur ini memiliki bakat istimewa, dan bisa mencetak sejarah sebagai Grandmaster. “Kalau untuk potensi sangat banyak bibit catur di Indonesia. Tapi, yang kami masih kesulitan adalah soal pendanaan untuk mereka mengikuti berbagai turnamen di dunia,” tukas Utut. (adt)