Uji Tanding Lawan Korea Selatan U-23, ‘Kapok’ Bawa Lerby Luis Milla Pilh Lilipaly

Stefano Lilipaly dipanggil pelatih Timnas U-23, Luis Milla mengikuti uji coba melawan Korea Selatan U-23, akhir pekan ini, di Stadion Pakansari, Bogor. (goal.com)

Jakarta- Asian Games 2018 menjadi turnamen akbar yang bakal dihadapi Timnas U-23 dalam waktu dekat. Sebagai persiapan, uji tanding melawan Korea Selatan U-23 akan digelar pada Sabtu (23/6) di Stadion Pakansari, Bogor. Anak asuh Luis Milla mulai berkumpul pada Rabu (20/6) di Jakarta, melakukan latihan selama dua hari. “Laga ini juga momentum untuk terus mematangkan persiapan tim. Setelah melawan Thailand, kami masih membutuhkan laga uji coba internasional,” jelas Milla, dari laman resmi PSSI. Selain memanggil kembali skuad yang sebelumnya pernah mengikuti pelatnas, seperti Awan Setho, Ricky Fajrin, Hansamu Yama, Muhammad Hargianto, Septian David, Febri Hariyadi, Milla juga memanggil Stefano Lilipaly, yang sudah lama tidak dipanggil Milla. Lilipaly juga tercatat menjadi salah satu pemain lokal yang paling banyak mencetak gol di Liga 1 musim ini, yakni delapan gol untuk Bali United. Yang menarik, salah satu pilar Persebaya, Nelson Alom, dipanggil dalam uji tanding kali ini. Pemain asal Papua itu pernah mengikuti pemusatan bersama Milla pada Februari lalu. “Saya memanggil Lilipaly dan beberapa pemain senior seperti Muhammad Ridho, Nelson Alom, Riko Simanjuntak, dan Alberto Goncalves. Selain itu, saya memanggil dua pemain muda yakni Hanis Saghara dan Feby Eka,” jelas mantan pemain Real Madrid, pada Senin (18/6). “Saya ingin melihat perkembangan pemain terutama siapa saja yang akan mengisi slot tiga pemain senior di Timnas U-23, saat Asian Games mendatang. Yang jelas kami akan bermain maksimal melawan Korea Selatan,” tambah pelatih asal Spanyol itu. Selama membentuk Timnas U-23, Milla telah memanggil sejumlah pemain senior. Antara lain Ilija Spasojevic, Andritany Ardhiyasa, Lerby Eliandry, Riko Simanjuntak, Victor Igbonefo, Alberto Goncalves, Teja Paku Alam, dan M Ridho. Khusus di posisi striker, nama Lerby menjadi sorotan lantaran peformanya yang tak kunjung memuaskan. Padahal Lerby saat ini menjadi satu-satunya penyerang lokal yang diharapakan memberi kontribusi bagi tim merah putih. Jelang Asian Games 2018, Timnas U-23 akan melakoni program pelatihan secara bertahap, yakni selama tujuh hingga 10 hari dalam setiap bulan. Progam pelatihan ini dibuat bertahap untuk memberikan kesempatan kepada pemain agar tetap konsisten membela klub masing-masing. Pertandingan melawan Korea Selatan ini tidak menjadi satu-satunya uji tanding yang dihelat Timnas U-23 menjelang Asian Games. Timnas Thailand U-23 menjadi lawan mereka di uji tanding. Di laga pertama pada 31 Mei, Timnas menuai kekalahan 1-2. Sementara, di pertemuan kedua, skor 0-0 menjadi penanda bahwa laga yang juga dihelat di Stadion Pakansari itu berakhir dengan hasil tak memuaskan bagi skuat ‘Garuda’. (Ham) Daftar Timnas U-23 Uji Coba Lawan Korea Selatan Kiper Awan Setho R (Bhayangkara FC) Muhammad Ridho (Borneo FC) Belakang Rezaldi Hehanussa (Persija Jakarta) I Putu Gede (Bhayangkara FC) Hansamu Yama Pranata (Barito Putera) Gavin Kwan Adsit (Barito Putera) Andy Setyo (PS Tira) Ricky Fajrin (Bali United) Bagas Adi Nugroho (Arema FC) Gelandang M Hargianto (Bhayangkara FC) Riko Simanjuntak (Persija Jakarta) Stefano Lilipaly (Bali United) Hanif Abdurrauf Sjahbandi (Arema FC) Saddil Ramdani (Persela Lamongan) Zulfiandi (Sriwijaya FC) Septian David Maulana (Mitra Kukar) Febri Hariyadi (Persib Bandung) Osvaldo Ardiles Haay (Persebaya Surabaya) Irfan Jaya (Persebaya Surabaya) Nelson Alom (Persebaya Surabaya) Feby Eka P (Bali United) Striker Hanis Saghara (Bali United) Alberto Goncalves da Costa (Sriwijaya FC)

Usai Libur Lebaran, Atlet Bulu Tangkis Ganda Putra Indonesia Latihan Lagi Mulai Besok Senin

Pebulutangkis ganda putra andalan Indonesia Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya mulai berlatih pada Senin (18/6) jelang persiapan Asian Games 2018. (tempo)

Jakarta- Kepala pelatih ganda putra Indonesia Herry Iman Pierngadi mengatakan, skuad ganda putra Indonesia Asian Games 2018 akan kembali dari libur lebaran Idul Fitri pada Senin (18/6). Padatnya agenda turnamen yang akan diikuti, menjadi alasan terbatasnya libur yang didapat para pemain. “Senin (18 Juni) kami sudah latihan lagi. Karena minggu depannya berangkat ke Malaysia. Mereka berangkat 24 Juni untuk ikut Malaysia Open,” kata Herry. Ia mengatakan libur selama lima hari ini sebenarnya cukup riskan di tengah padatnya agenda turnamen. Kekahwatrian muncul jika para pemain tak fit pasca libur lebaran. Namun karena libur hari raya adalah hak setiap pemain, keputusan libur pun tetap dijalankan. “Memang sulit untuk nggak libur. Itu (libur) hak mereka juga. Hari Raya itu kan setahun sekali, dan acara mau ketemu keluarga. Saya sudah pikirkan itu. Resikonya kita tanggung, ya nggak masalah,” kata pelatih berusia 53 tahun itu. Libur ini telah disepakati diberikan kepada seluruh pemain ganda putra Indonesia, termasuk pasangan nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamulyo. Herry pun telah meminta para pemain untuk tetap menjaga kondisi tubuhnya selama libur lima hari. “Selama 5 hari itu biasanya program masing-masing individual di rumah. Misalkan tak ada lapangan, tapi yang penting jaga fisiknya. Mungkin bisa lari, treadmill, atau bersepeda,” kata Herry. Pelatnas bulu tangkis ganda putra utama Indonesia akan menghadapi serangkaian turnamen dalam beberapa waktu ke depan. Turnamen terdekat yang akan diikuti adalah Malaysia Open 2018 pada 26 Juni hingga 1 Juli. Dan dilanjutkan Indonesia Open 2018 pada 3-8 Juli yang Indonesia menjadi tuan rumahnya. Pada 30 Juli hingga 5 Agustus para pemain akan ikut dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2018 di Nanjing, Cina. Rangkaian turnamen besar itu sekaligus persiapan Asian Games 2018 yang digelar di Istora Senayan, pada pertengahan bulan Agustus. Cabang bulu tangkis menjadi salah satu kekuatan dan harapan besar Indonesia untuk meraih medali emas. (Adt)

Rekornas Lompat Jauh 33 Tahun Akhirnya Pecah di Korea Selatan Oleh Mahasiswa IKIP Mataram

Rekor nasional (rekornas) cabang olahraga atletik nomor Lompat Jauh yang bertahan selama 33 tahun akhirnya dipecahkan oleh Safwaturahman Sanapiah. (ilustrasi)

Yecheon- Atlet lompat jauh nasional, Safwaturahman Sanapiah, memecahkan rekor nasional (rekornas) yang bertahan selama 33 tahun usai mencatatkan lompatan sejauh 7,98 meter pada Korea Open 2018 di Yecheon, Korea Selatan, Minggu (17/6), sekaligus meraih medali emas. Pemuda asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini melampaui rekornas, yang sebelumnya dipegang Agus Reza Irawan, dengan lompatan sejauh 7,85 meter pada Kejuaraan Asia 1985 di Jakarta. Berdasarkan informasi dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), saat laga, pria kelahirana Sumbawa 13 Mei 1994 ini, unggul dari atlet Korea Selatan (dengan lompatan 7,75 meter), serta Sri Lanka (7,73 meter). Keberhasilan mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra IKIP Mataram ini, turut melengkapi keberhasilan sejumlah atlet Indonesia lainnya, yang juga meraih medali di beberapa nomor. Indonesia juga meraih medali perunggu dari nomor tolak peluru putri. Juara SEA Games 2017 Eki Febri Ekawati berhasil menempati posisi ketiga dengan tolakan sejauh 15,16 meter. Sebelumnya, tim estafet Indonesia sukses meraih emas nomor estafet 4 x 100 meter putra. Tim yang berisikan Yaspi Boby, Fadlin, Eko Rimbawan, dan Bayu Kertanegara itu unggul atas tim Korea Selatan dan Hongkong. Anak-anak asuhan pelatih Eni Sumartoyo tersebut berhasil mencatatkan waktu terbaik 39,76 detik. Sementara itu, dua tim estafet Korea Selatan yang bermaterikan atlet-atlet muda hanya mencatatkan waktu terbaik 40,61 detik dan 41,06 detik. “Seharusnya, tim Hongkong menempati peringkat kedua, tapi mereka didiskualfikasi karena melanggar aturan,” ujar Eni yang mendampingi atletnya di Korea Selatan. Menurut Eni, tim estafet Indonesia meakai formasi yang berbeda dari test event Asian Games 2018, dan training camp di Amerika Serikat. Tanpa Lalu Muhammad Zohri, yang memperkuat tim junior pada Kejuaraan Asia 2018 di Gifu, Jepang, tim estafet Indonesia kembali diperkuat sprinter Yaspi Boby. “Dengan waktu persiapan 1 bulan, saya rasa hasil yang dicapai cukup baik,” kata Eni. Korea Open 2018 berlangsung selama dua hari (16-17 Juni) dan diikuti atlet dari 7 negara Asia yakni Hongkong, Vietnam, Filipina, India, Singapura, Indonesia, serta tuan rumah Korea Selatan. Indonesia tercatat mengirimkan 9 atlet yang dipersiapkan untuk Asian Games 2018 nanti. Mereka adalah tim estafet putra yang terdiri Yaspi Boby, Fadlin, Eko Rimbawan, dan Bayu Kertanegara. Selain itu ada pula Safwaturahman (lompat jauh), Suwandi Wijaya (lompat jauh), Emilia Nova (100 m Gawang) dan Eki Febri Ekawati (tolak peluru). (art)

Indonesia Berlaga di SEABA Pra-Kualifikasi Piala Asia 2021, Bidik Posisi Empat Besar

Pelatih Timnas Indonesia Fictor Roring (tengah), berharap anak didiknya bisa menempati empat besar SEABA Pra-Kualifikasi Piala Asia 2021, di Thailand. (detik.com)

Jakarta- Tim nasional (timnas) basket Indonesia bakal berlaga di Pra-Kualifikasi Piala Asia FIBA (FIBA Asia Cup) 2021 Wilayah Asia Tenggara, di Nonthaburi, Thailand, 26-30 Juni 2018. Pada event basket khusus wilayah Asia Tenggara atau SEABA (South East Asia Basketball Association) itu, Andakara Prastawa dan kawan-kawan bakal berjumpa tuan rumah Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Kamboja, dan Singapura. Turnamen itu menggunakan format round-robin yakni empat tim terbaik lolos ke babak kedua atau kualifikasi wilayah Asia Tenggara pada September nanti. Ada 12 pemain yang bakal dibawa Fictor Gideon Roring (Pelatih Timnas Indonesia) yang didampingi Johannis Winar dan Youbel Sondakh (Asisten Pelatih Timnas). Mereka adalah Kaleb Ramot Gemilang, Abraham Damar Grahita, Andakara Prastawa Dhyaksa, Sandy Febiansyakh Kurniawan, Kevin Yonas Argadiba Sitorus, Ponsianus Nyoman Indrawan, Firman Dwi Nugroho, Valentino Wuwungan, Xaverius Prawiro, Arki Dikania Wisnu, Juan Laurent Kokodiputra, dan Jamarr Andre Johnson. Piala Asia itu telah dimulai sejak 1960. Skuat Merah Putih selalu ikut kejuaraan yang sudah berlangsung 29 edisi tersebut. Namun, Indonesia hanya beberapa kali lolos ke babak utama. Selebihnya, pasukan Garuda tak lolos di fase kualifikasi. Kiprah terakhir Indonesia di babak utama Piala Asia FIBA, terjadi pada 2014. Saat itu, Indonesia diwakili Tim Aspac Jakarta yang berlaga di Wuhan, China, 11-19 Juli 2014. Ito, sapaan akrab Fictor Roring, menyebut timnas yang dikirim untuk mengikuti turnamen SEABA Pra-Kualifikasi Piala Asia 2021 adalah pemain yang ikuti berlatih di Amerika Serikat (AS). Ia menambahkan tim ini yang nantinya dipersiapkan ke ajang Asian Games 2018. “Soal target, kami ingin lolos kualifikasi ini dulu, artinya harus bisa menempati empat besar,” ujar Ito dikutip mainbasket, Sabtu (16/6). Senada diungkapkan Budi Djiwandono, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar (PB) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi). Ia menjelaskan timnas Indonesia memikul tugas berat di turnamen SEABA tahun ini. Sebab, tegasnya, bila turnamen ini juga menjadi seleksi untuk menuju Piala Dunia FIBA 2019. “Target kami tentu mencapai prestasi setinggi-tingginya. Kalau bisa Indonesia menjadi juara,” tukas Budi. (Adt)

Libur Lebaran TC Asian Games 2018, Atlet Panjat Tebing Wajib Pull Up Ratusan Kali Di Rumah

Aries Susanti dkk wajib melakukan latihan pull up ratusan kali di rumah mereka, disela-sela liburan lebaran Pelatnas Asian Games 2018. (fpti)

Jakarta- Atlet pemusatan latihan nasional (Pelatnas) cabang panjat tebing mendapatkan libur lebaran. Namun, mereka tidak bisa santai. Sebab, harus tetap berlatih mandiri dirumah masing-masing. Para atlet itu libur sejak Kamis (8/6), dan kembali ke Yogyakarta untuk mengikuti program Pelatnas pada Sabtu (16/6). Hendra Basyir, Pelatih Tim Nasional (timnas) Sport Climbing Indonesia, bahkan mewajibkan anak didiknya melakukan pull up setiap hari selama libur Hari Raya Idul Fitri 1439 H. “Untuk atlet putra sebanyak 600 kali, dan atlet putri 500 kali,” ujar Hendra, Kamis (14/6). Menurutnya, para atlet harus menjalani latihan mandiri. Latihan ini, tambah Hendra, bisa dilakukan bersama atlet Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) daerah asal yang dimiliki pengurus cabang (Pengcab) atau pengurus provinsi (Pengprov). “Latihan mandiri menjadi salah satu cara untuk menjaga kebugaran atlet selama libur lebaran,” tegasnya. Sementara, Aries Susanti, atlet Pelatnas Asian Games 2018 itu bahkan rela membangun sarana pull up di halaman belakang rumahnya di Desa Tarumanagara, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, demi menjaga kebugaran. Fasilitas sederhana yang terbuat dari pipa besi itu, dibangun perempuan berjuluk ‘Laba-laba Grobogan’ ini agar bisa melakukan pull up secara rutin tanpa harus keluar kediamannya. “Dalam sehari saya rutin melakukan pull up 500 kali,” terangnya. Sebelumnya, ia harus pergi ke SD (Sekolah Dasar) tempat dirinya bersekolah dahulu yang berjarak sekitar 2 kilometer dari rumahnya demi bisa melakukan pull up. “Saya pull up sama keponakan biar dia juga olahraga,” ungkap Aries. Selain Aries, atlet asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nurul Iqomah, melakukan pull up dengan memanfaatkan ventilasi rumah. “Fungsinya sama, kok. Yang penting niatnya. Kalau untuk latihan pemanjatan saya biasanya di Lapangan Manggemaci (Paruga Na’e), yang ada di Kota Bima,” cetus Nurul. (Adt)

Forki Kirim 12 Karateka Untuk Asian Games 2018, Bonus Rp 1 Miliar Peraih Emas Menanti

Karateka pelatnas Andi Dasril Dwi, saat berlaga pada Kelas Kata Perorangan, ketika mengikuti seleksi akhir Timnas inti Asian Games 2018, di Ciloto. (suara.com)

Jakarta- Usai melewati serangkaian seleksi, akhirnya Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (PB FORKI) mendapatkan 12 karateka yang akan bertarung ke Asian Games 2018. Mereka ini terpilih melalui seleksi akhir yang berakhir, Senin (11/6) di Ciloto, Jawa Barat. Untuk bagian putra terjaring, Ahmad Zigi Zaresta (kata putra), Rifky Ardiansyah (60 kg), Jintar Simanjuntak (-67 kg), Sandi Firmansyah (-75 kg), Romario Setiamu (-84 kg), dan I Made Budi Kertayasa (+84 kg). Sementara di nomor putri ada Nawar Kautsar M (kata), Srunita Sari Sukatendel (kumite -50 kg), Cokorda Istri Agung Sanistyarani (-55 kg), Intan Nurjanah (-61 kg), Ceyco Goergia (-68 kg), dan Dessynta Rakawuni Banurea (+68 kg). Kedua belas karateka ini merupakan hasil terbaik dari proses panjang yang dilakukan PB Forki jelang Asian Games 2018 Jakarta-Palembang pada Agustus. Saat seleksi tahap pertama di tempat sama pada 10 Maret lalu, Forki menyeleksi 28 karateka untuk mendapatkan hasil 150%. Sementara pada tahap kedua, Forki menyaring 24 karateka yang terdiri dari 18 atlet pelatnas, empat karateka yang pernah mengundurkan diri dari pelatnas, dua karateka berprestasi di Kejuaraan Piala Mendagri, Kejuaraan Karate SEAKF, dan Kejuraan Karate AKF. Hasilnya adalah 12 karateka di 12 kelas berbeda. Cabang karate Asian Games 2018 akan mempertandingkan 12 kelas. Namun, sesuai ketentuan yang berlaku, tiap negara hanya boleh turun di delapan kelas. Karena itu, Forki masih perlu melakukan seleksi akhir lewat analisis potensi atlet dan peluang di 12 kelas yang dipertandingkan tersebut. “Kami hanya akan memasukkan delapan nama untuk tim inti Asian Games nanti. Entry by name-nya pada 30 Juni mendatang. Jadi, kami masih punya waktu sekitar dua minggu untuk mengevaluasi dan menganalisi kelas-kelas berpeluang merebut medali di AG nanti,” ujar Sekretaris Jenderal PB Forki, Lumban Sianipar. Analisis peluang di setiap kelas itu sangat diperlukan, mengingat persaingan ketat di ajang multievent empat tahunan itu. Terutama persaingan dengan karateka-karateka Jepang, Iran, Malaysia, dan negara-negara bekas Uni Soviet seperti Uzbekistan, Kazakhstan, dan lain-lain. Karena itu, Forki harus mampu melihat kelas yang berpotensi merebut medali, terutama emas, bagi Indonesia. Apalagi, karate termasuk cabang yang diharapkan bisa merebut emas bagi Indonesia. Sebab, dalam perjalanan Asian Games, Indonesia pernah menorehkan sejarah manis saat merebut medali emas pada Asian Games 1998 Bangkok lewat Arif Taufan Syamsuddin, dan Asian Games 2002 Busan melalui Muhammad Hasan Basri. “KOI memang menargetkan 1 medali emas dari cabang karate. Tapi, kami berharap bisa mendapatkan tiga medali emas di ajang Asian Games nanti,” ujar Ketua Umum PB Forki Gatot Nurmantyo. Gatot pun menyiapkan bonus Rp 1 miliar untuk karateka Indonesia yang mampu merebut medali emas pada Asian Games 2018. Dalam rilis PB Forki kepada media, Selasa (12/6), pemberian bonus itu untuk memacu motivasi atlet yang akan bertanding pada ajang multievent Asia empat tahunan tersebut. Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga berjanji memberi bonus Rp 1,5 miliar bagi atlet peraih emas di Asian Games 2018. “Jadi, kalau ditotal, jumlahnya Rp 2,5 miliar dengan bonus dari Kemenpora,” kata Gatot saat di Ciloto Puncak, Cianjur, Jawa Barat, Senin (11/6). Jika Forki mewujudkan target tersebut, tentu menjadi sejarah besar karate Indonesia di ajang multievent. Untuk mempersiapkan itu, Forki akan segera mengirim ke-12 atlet hasil seleksi, ke kejuaraan karate Asia di Yordania, Juli mendatang. Bahkan, khusus delapan atlet yang nanti masuk entry by name, Forki akan memberikan program latihan di Jepang, untuk karateka nomor kata dan training camp di Mesir dan Ukraina untuk karateka nomor kumite. (art)

Atlet 17 Tahun Sabet Juara, Tim Soft Tenis Indonesia Boyong Lima Emas Di Thailand

Tim Soft Tenis Indonesia berjaya di turnamen internasional The 4th Agel World Tour Soft Tennis Championships, di Pattaya, Thailand, 7-11 Juni 2018. (Humas PP Pesti)

Jakarta- Tim Soft Tenis Indonesia berhasil memboyong lima medali emas, tiga perak dan lima perunggu dari turnamen internasional bertajuk “The 4th Agel World Tour Soft Tennis Championships” di Pattaya, Thailand, 7-11 Juni 2018. Selain itu, pasukan Indonesia juga bertengger di podium tertinggi kategori beregu putra turnamen yang diikuti peserta dari enam negara (Thailand, Indonesia, Filipina, Jepang, Kamboja dan India) ini. Berdasarkan pernyataan resmi Persatuan Soft Tenis Seluruh Indonesia (Pesti), skuat Merah Putih yang akan membela Indonesia pada Asian Games 2018 itu mendulang emas melalui ayunan raket Elbert Sie, di nomor tunggal putra. Lalu, pasangan Prima Simpatiaji/Irfandy Hendrawan, dan ganda campuran Elbert Sie/Dwi Rahayu Pitri, serta tunggal putri yunior U-18, Anadeleyda ‘Anna’ Kawengian. “Hasil ini membuat kami percaya diri jelang Asian Games 2018 di Palembang, Agustus nanti,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pesti, Martuama Saragi. Terutama hasil yang dibukukan Anna, yang terhitung atlet potensial. Siswa SMA Kristen El Fatah, Manado, Sulawesi Utara ini, juga meraih medali emas saat berlaga di Frankfurt, Jerman, di nomor ganda putri. Petenis kelahiran Manado, 28 Agustus 2001, ini bepotensi menjadi andalan Indonesia masa depan. Turnamen yang berlangsung di kawasan wisata Pattaya di Negeri Gajah Putih itu mengakhiri program uji coba pemusatan latihan nasional (pelatnas) Soft Tenis menjelang Asian Games 2018. Sejak awal tahun ini, Prima Simpatiaji dan kawan-kawan telah melakoni uji coba di berbagai kejuaraan internasional. Diantaranya turnamen di Nakhon Ratchasima (Thailand), Hiroshima (Jepang) dan Frankfurt (Jerman). “Setelah ini, kami kembali menjalani training camp di Incheon, Korea Selatan, dari 17 Juni hingga 2 Juli,” tutur pelatih putra Pelatnas Soft Tenis, Ferly Montolalu. Pada pesta olahraga antar negara di kawasan Asia empat tahun silam di Incheon, Korea, soft tenis berhasil menyumbang satu medali perak dari nomor tunggal putra atas nama Edi Kusdaryanto serta satu perunggu dari ganda campuran, pasangan Prima Simpatiaji dan Maya Rosa bagi kontingen Indonesia. PP Pesti mencanangkan target perolehan sekeping medali emas, satu perak dan dua perunggu Asian Games 2018. Berikut raihan tim Indonesia dalam The 4th Agel World Tour Soft Tennis Championships, Pattaya, Thailand, 7-11 Juni 2018, yakni : Lima medali emas (tunggal putra: Elbert Sie, ganda putra: Prima Simpatiaji/Irfandy Heendrawan, ganda campuran: Elbert Sie/Dwi Rahayu Pitri, tunggal putri yunior: Anadeleyda Kawengian, dan beregu putra). Tiga medali perak (tunggal putra: Prima Simpatiaji, tunggal putri: Voni Darlina, beregu putri) Lima medali perunggu (tunggal putra: Irfandy Hendrawan, ganda putra: Hemat Bhakti Anugrah/Gusti Jayakusuma, ganda putri: Dwi Rahayu Pitri/Voni Darlina, ganda campuran: Irfandy Hendrawan/Dede Tari Kusrini, tunggal putri U-21: Anna Lontoh). (art) Tim Soft Tenis Indonesia Putra Irfandi Hendrawan, Prima Simpatiaji, Gusti Jaya Kusuma, Elbert Sie, Hemat Bakti Anugrah Putri Dwi Rahayu Pitri, Dede Tari Kusrini, Anadeleyda Kawengian, Siti Nur Arasy, Voni Darlina

Dijual Akhir Juni, INASGOC Yakin Lebih 1 Juta Tiket Pertandingan Asian Games 2018 Terjual

Panitia Pelaksana Asian Games 2018 yakin, lebih dari satu juta tiket terjual untuk menyaksikan pertandingan. (Adt/NYSN)

Jakarta- Panitia Pelaksana Asian Games (INASGOC) 2018 mengumumkan tiket menonton pertandingan pesta olahraga terbesar negara-negara se-Asia edisi ke 18, mulai dijual pada akhir Juni. INASGOC menunjuk KiosTix sebagai mitra, dalam mengelola ticketing Asian Games 2018. Dan, masyarakat dapat membeli baik secara online maupun offline, dan pop up store merchandise Asian Games 2018, yang tersebar di beberapa mal Jakarta dan Palembang. Panitia juga membuka Ticket Box di venue selama Asian Games 2018 berlangsung. Erick Thohir, Ketua Umum INASGOC, mengatakan dirinya dan seluruh Panitia Pelaksana Asian Games 2018, sangat optimis bila tiket pertandingan akan banyak dibeli, mengingat antusias masyarakat yang sangat tinggi dalam menyambut pesta multievent itu. “Target penjualan tiket saat ini masih kami hitung. Tapi, kami yakin akan lebih dari sejuta tiket yang terjual. Pada waktu Asian Games 2014 Incheon (Korea Selatan), targetnya 1,3 juta tiket,” ujar Erick pada Senin (11/6). Terkait harga tiket, Erick menyebut tiket termurah adalah Rp 30.000 dan rata-rata Rp 100.000. “Tidak ada tiket gratis. Harga tiket sudah termasuk asuransi. Untuk melibatkan pelajar kami akan komunikasikan dengan Pemda (Pemerintah Daerah),” tegas pria yang juga menjabat Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) itu. “Tiket dibagi empat kategori, dan tiap kategori memiliki harga dan keuntungan berbeda,” cetusnya. Sementara, Sarman Simanjorang, Direktur Ticketing INASGOC, menjelaskan tiket yang dijual nantinya akan berbentuk E-voucher yang dilengkapi dengan QR code dan kemudian bisa ditukar dengan thermal tiket (tiket fisik) atau wristband tiket, saat mendekati waktu pertandingan. “Dengan metode seperti ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan tiket palsu yang sering muncul saat penyelenggaraan event besar,” tegas Sarman. “Proses pemilihan dilakukan secara transparan dan akuntabel, sesuai dengan aturan yang berlaku di Republik Indonesia,” tambahnya. Sedangkan Ade Sulistioputra, CEO KiosTix, mengungkapkan pihaknya merasa bangga karena dilibatkan serta berpartisipasi dalam event besar seperti Asian Games 2018. “Kami telah memiliki pengalaman dalam hal ticketing manajemen. Kami pernah menangani 100 venue dan 300 event, serta jutaan tiket,” tutur Ade. (Adt)

Langkah Berat Timnas Basket Putri 3X3 Di Piala Dunia, Butuh Dua Kemenangan Ke Babak Selanjutnya

Fanny Kalumata (putih) dkk wajib menang saat berjumpa Italia dan Turkmenistan, jika ingin lolos ke babak selanjutnya di FIBA 3X3 World Cup 2018, di Manila, Filipina. (FIBA 3X3).

Jakarta- Timnas basket putri 3X3 Indonesia butuh dua kemenangan jika ingin lolos ke babak selanjutnya pada Kejuaraan FIBA 3X3 World Cup (Piala Dunia) 2018, di Manila, Filipina. Skuat putri diperkuat Fanny Kalumata (Tenaga Baru Pontianak), Jovita Elizabeth (Surabaya Fever), Husna Latifah dan Yusranie Assipalma (Merpati Bali). Langkah berat itu harus dilalui Fanny dan kawan-kawan menyusul dua kekalahan beruntun atas Republik Ceko dan Malaysia. Di babak penyisihan, srikandi Merah Putih masuk di grup A bersama Republik Ceko, Malaysia, Italia, dan Turkmenistan. Di laga pertama, Indonesia sudahharus mengakui ketangguhan Republik Ceko dengan skor 11-22. Di laga ini, Indonesia bermasalah dengan akurasi, karena bisa membuat 24 tembakan, namun hanya 10 tembakan yang sukses memundi poin. Ini diperparah dengan 9 turn over. Jovita mencetak enam poin, dan Yusranie menyumbangkan tiga poin pada laga itu. Sebaliknya, Negara Eropa Tengah itu memaksimalkan permainan melalui Ramona Hejdova dan Ramona Stehlikova yang mencetak masing-masing 7 poin. Pada laga kedua, Indonesia tampil lebih baik saat berjumpa Malaysia. Bahkan, pertandingan berjalan seimbang. Jovita kembali menjadi penyumbang poin terbanyak dengan 7 poin. Namun tembakan forward dari Negeri Jiran Fook Yee Yap yang sukses membukukan 12 poin berasal dari 4 tembakan 1 poin, dan 4 tembakan 2 poin, akhirnya membuat Indonesia dipaksa menyerah dengan skor 14-21. Hasil itu membuat Indonesia harus berjuang keras disisa dua pertandingan berikutnya, pada Senin (11/6), bila ingin lolos ke babak selanjutnya saat berjumpa Italia yang pernah menembus 8 besar di Piala Dunia 3X3 pada 2017, dan Turkmenistan. Persiapan Fanny dan kawan-kawan di ajang ini memang tidak maksimal. Mereka hanya butuh kurang dari 1 minggu mempersiapkan diri jelang event FIBA 3X3 World Cup setelah ditunjuk menggantikan Venezuela yang mundur akibat terkendala visa. (Adt)

Pengamanan Test Event Asian Para Games 2018, Panitia Libatkan 2500 Personil Keamanan

INAPGOC menggelar rapat tekhnis pengamanan test even Asian Paragames 2018, di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta pada Kamis (7/6). (Adt/NYSN)

Jakarta- Panitia Pelaksana Indonesia 2018 Asian Para Games (INAPGOC) bersiap menggelar test event atau ujicoba bertajuk ‘Indonesia Para Games Invitational Tournament’, 25 Juni – 3 Juli 2018, di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Tujuannya, untuk menguji kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Para Games (APG) 2018, dari sisi infrastruktur, sumber daya manusia, dan elemen pendukung lainnya. Test event itu akan mempertandingkan lima cabang olahraga yakni atletik, bulutangkis, renang, tenis meja, dan bola basket kursi roda. Guna mengamankan gelaran test event itu, Deputi IV Keamanan INAPGOC akan melibatkan 2500 personil. “Kami menggelar rapat koordinasi tekhnis pengamanan test event dengan Deputi IV yang bertanggung jawab soal keamanan dan pelaksanaan Asian Para Games 2018,” ujar Raja Oktosaptahari, Ketua Umum INAPGOC, di Jakarta, Kamis (7/6). Dalam rakor tekhnis pengamanan, dikatakan Okto, Deputi IV memberikan gambaran tentang persiapan terkait pengamanan Asian Para Games 2018. “Mudah-mudahan ini menjadi gambaran kesiapan panitia Asian Para Games 2018,” ujar anak dari Oesman Sapta Odang itu. Sementara, Asisten Operasi (Asops) Kapolri Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Deden Juhara, Deputi IV Keamanan INAPGOC, mengatakan jika pihaknya telah memetakan terkait pengamanan test event Asian Para Games 2018. “Deputi IV nanti akan bekerjasama dengan Deputi lainnnya, sehingga kegiatan test event nanti akan kami amankan, mulai dari kedatangan atlet di Bandara, kemudian wisma atlet, sampai dengan saat pertandingan, termasuk jalur lalu lintas,” tutur Deden. Ia menyebut pihaknya mengerahkan 2500 personil keamanan jajaran kepolisian dan TNI. “Jumlah itu tidak harga mati, tergantung ada masukan terkait ancaman keamanan yang meningkat akan kami libatkan yang lain. Untuk itu kami siap, untuk Asian Para Games 2018 melibatkan jajaran kepolisian dan TNI,” ungkapnya. “Kami akan maksimalkan dan harus aman. Karena ini adalah pesta olahraga menyangkut kredibilitas negara, sehingga dipastikan haruslah aman, sebab akan dipantau dunia,” tegas Deden. (Adt)

Usai Digunduli Thailand, Timnas Wanita Bidik Uji Coba Kontra Hongkong Dan Filipina Paska Lebaran

Paska menghadapi Thailand, rencananya Timnas Wanita Indonesia (merah) akan kembali melakoni uji coba Internasionan melawan Hongkong dan Filipina. (topskor.id)

Jakarta- Timnas Wanita Indonesia menunjukkan progres permainan positif meski takluk dari Timnas Wanita Thailand. Tugiyati dan kawan-kawan harus kalah dengan skor 0-3 pada uji coba internasional kedua tim, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Rabu (30/5) malam. Hasil ini dinilai jauh lebih baik karena pada laga yang pertama pada Minggu (27/5) harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor 0-13. Pelatih Timnas Satia Bagja Ijatna usai laga mengaku pada pertandingan ini timnya tampil lebih baik karena tampil tenang dan percaya diri. Timnas Wanita Indonesia kelasnya berada jauh di bawah Thailand. Thailand pernah menjuarai Piala Asia Wanita pada 1983. Tim Gajah Putih juga tiga kali menjuarai Piala AFF wanita, dan lima kali menjuarai SEA Games. PSSI merespons kekalahan memalukan Timnas sebagai sebuah pelajaran berharga. Menurut Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, sebelum uji coba dengan Thailand, pihaknya sudah tahu jika Timnas Wanita Indonesia kalah kelas. Selain itu, jika melihat level, Timnas Wanita Indonesia baru akan bisa sejajar dengan kualitas Thailand saat ini, pada 2023. “Sebelum uji coba dengan Thailand, kami sudah tahu kalau kalah kelas jauh. Tapi tidak apa-apa. Kalah kelas bukan berarti tidak memberikan yang terbaik,” jelas Tisha, akhir Mei lalu. “Kalau bicara level, Timnas Wanita kita baru bisa sejajar dengan Thailand itu pada 2023. Jadi, kita coba semampu kita. Proses ini kan tidak bisa instan, tidak bisa langsung bagus di Asian Games (2018),” tambahnya. Tisha juga mengungkap target Timnas Wanita Indonesia di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Sadar dengan kekuatan yang ada saat ini, tak ada target khusus. Tisha hanya mengatakan target Timnas Wanita Indonesia bermain bagus dari laga ke laga. “Targetnya ya nggak ada yang khusus sih, cuma improving (perbaikian) dari pertandingan ke pertandingan. Tapi seperti yang saya katakan tadi. Kalah kelas bukan berarti tidak memberikan yang terbaik,” ucap Tisha. Paska menghadapi Thailand, rencananya Timnas Wanita akan kembali melakoni uji coba Internasional. Rangkaian uji coba Internasional ini agenda yang dicanangkan PSSI dan ASBWI guna mematangkan persiapan jelang event AFF Women’s Championship 2018 bulan Juli dan Asian Games 2018, dan Indonesia didaulat menjadi tuan rumah. Pilihan lawan yang akan dihadapi masih berada di lingkup Asia, yakni Hongkong (Asia Timur) atau Filipina (Asia Tenggara). Namun, detail laga dua negara tersebut belum bisa dipastikan. Manajer Timnas, Papat Yunisal, menyatakan terus berkoordinasi terkait rencana uji coba ini. “Setelah Thailand, ada agenda melawan Hongkong atau Filipina. Kami masih terus matangkan rencana ini dengan mereka. Dan sampai saat ini, masih belum pasti waktu tandingnya,” ujar wanita asal Subang, Jawa Barat ini kepada nysnmedia.com pada Rabu (6/7) siang. “Kemungkinan besar terealisir usai Ramadhan, sebab TC Timnas Wanita juga libur selama dua pekan untuk jeda lebaran,” ungkap Papat. Sebagai penutup program latihan di bulan Ramadhan, tim yang dijuluki Garuda Pertiwi akan rehat pemusatan latihan pada 13-18 Juni 2018. (Dre)

Usai Borong Enam Emas Di Jerman, Pelatnas Soft Tenis Asian Games Ke Thailand Asah Taktik Permainan

Timnas Pelatnas soft tenis Indonesia meraih enam medali emas di turnamen 'The 11th Soft Tennis German Open 2018', sekaligus event ujicoba Asian Games 2018. (net)

Jakarta- Tim pemusatan latihan (Pelatnas) soft tenis Asian Games 2018 berhasil meraih enam medali emas, lima perak, dan empat perunggu di lapangan tanah liat Kronberg Tennis Erwin Obenhochstandt, di Frankfurt, Jerman, 1-3 Juni. Usai memborong medali emas di turnamen bertajuk ‘The 11th Soft Tennis German Open 2018’, Prima Simpatiaji dan kawan-kawan lalu bertolak ke Thailand pada Rabu (6/6), mengikuti Pattaya Open sekaligus mengasah taktik permainan agar lebih bervariasi. Mereka berada di Negeri Gajah Putih itu hingga Senin (11/6). Di Asian Games 2018, Pengurus Pusat (PP) Persatuan Soft Tennis Indonesia (Pesti), mencanangkan target satu emas, satu perak, dan dua perunggu. Pada Asian Games 2014, Incheon, Korea Selatan, tim soft tenis mengantongi satu perak dari Edi Kusdaryanto di nomor tunggal putra. Dan, satu perunggu lewat Prima Simpatiaji/Maya Rosa di nomor ganda campuran. Hendri Susilo Pramono, Manager Soft Tenis Indonesia, mengaku puas dengan anak didiknya di Jerman Open, akhir pekan lalu. “Hasil ini memuaskan, karena kami berhasil menyapu seluruh gelar juara dari enam nomor yang dilombakan,” ujar Hendri, Rabu (6/6). Di nomor tunggal putra, Prima Simpatiaji berhasil meraih medali emas usai mengalahkan rekan satu Pelatnas yang merupakan juniornya, Irtandi Hendrawan di partai pamungkas. Sedangkan di partai puncak tunggal putri, Dede Tari Kusrini menyisihkan kompatriotnya, Dwi Rahayu Pitri. Sementara, di final ganda putra, duet Hemat Bakti Anugrah/Gusti Jayakusuma menumbangkan pasangan senior Elbert Sie/Hendri Susilo Pramono. Dan, di ganda putri, dobel Dede Tari Kusrini/Anadeleyda Kawengian merebut emas usai menyudahi perlawanan Dwi Rahayu Pitri/Voni Darlina. “Terpenting adalah kami mampu menjaga mental bertanding pemain selama menjalani program uji coba hingga siap berlaga saat Asian Games 2018 nanti,” lanjutnya. Turnamen ‘The 11th Software Tennis German Open 2018’, diikuti empat negara, yakni tuan rumah Jerman, Polandia, India dan Indonesia. “Meski hanya empat negara, namun tuan rumah Jerman dan Polandia adalah kekuatan utama soft tenis di benua Eropa, sementara India adalah kuda hitam dari kawasan Asia,” tambah Hendri. Selanjutnya, 10 atlet Pelatnas soft tenis kembali mengikuti ujicoba di Thailand pada ajang Pattaya Open. Tim berangkat pada Rabu (6/6), dan berada di Thailand hingga Senin (11/6). “Tak ada masalah teknik dan fisik bagi pemain meski jadwal uji coba tergolong padat. Fokus utama selama di Thailand mengasah taktik permainan agar lebih bervariasi,” tukas Hendri. (Adt)

Hasil Di Piala Dunia Turki Buruk, Pelatih : Puncak Performa Panahan Di Asian Games 2018

Kepala Pelatih Pelatnas Panahan, Denny Trisjanto berharap performa top atlet panahan pada Asian Games 2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Hasil ujicoba tim nasional (Timnas) panahan di Turki pada ajang bertajuk ‘Hyundai Archery World Cup, di Antalya, pada 20-26 Mei 2018, kurang memuaskan. Sebab, kontingen Merah Putih tak berhasil meraih satupun medali. Berbeda saat ujicoba di Piala Dunia seri Shanghai, akhir April lalu. Skuat Garuda berhasil meraih medali perunggu melalui Riau Ega Agatha dan Diananda Choirunisa, Nomor Recurce Ganda Campuran. Diharapkan puncak performa Timnas panahan terjadi pada Asian Games 2018, pada 18 Agustus – 2 September mendatang. Hal itu dikatakan Denny Trisjanto, Kepala Pelatih Pelatnas Panahan, disela kunjungan Menpora Imam Nahrawi, di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Senin (4/6). “Hasil ujicoba di Turki tak memuaskan, karena mereka tak dapat medali. Tapi tak masalah, karena mereka menunjukkan progres secara makro sesuai tahapan program latihan. Dan memang puncak penampilan mereka ya saat Asian Games,” ujar Denny. Menurutnya, Riau Ega Agatha dkk saat di Turki bertemu dengan negara-negara kuat di cabang panahan. Sehingga, sebut Denny, menjadi kesempatan bagi anak didiknya untuk mengintip kekuatan lawan di pesta olahraga terbesar se-Asia nanti di Jakarta-Palembang. “Melihat hasil di Turki, dari empat finalis, ada tiga dari Asia, yang terkuat yakni Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan. Negara-negara itu pesaing yang harus diwaspadai. Selain itu, ada juga tim India,” ungkapnya. Denny menyebut akhir Juni ini, Pelatnas panahan akan bergeser ke Surabaya, Jawa Timur. Alasannya, fasilitas disana lebih lengkap. “Disana ada lab dan toko peralatan. Berlatih di Surabaya akan dimulai pada 1 hingga 20 Juli, setelah itu berlatih di Mekarsari (Depok), sampai nanti dikumpulkan di wisma atlet,” tutup Denny. (Adt)

Kelar Idul Fitri, Latihan 13 Cabang Asian Games Geser ke Palembang

Venue cabor menembak, di kawasan Jakabaring Sport City Complex, Palembang, Sumatera Selatan. (kompas.com)

Palembang- Pemusatan latihan atlet dari 13 cabang olahraga untuk Asian Games 2018, bakal dipindahkan ke Jakabaring Sport City, Palembang, mulai tiga hari setelah libur idul Fitri nanti. Selama ini latihan berlangsung secara terpisah, seperti di DKI Jakarta maupun di luar negeri. Muddai Madang, ketua panitia Asian Games 2018 daerah, menjelaskan saat ini pihaknya dan panitia pusat sedang menyiapkan segala keperluan para atlet dan ofisial. “Nantinya, para venue manajer juga harus ada di sini,” kata Muddai, Kamis (31/5). Sumatera Selatan didaulat untuk menyelenggarakan 13 cabang olahraga (cabor), baik klasifikasi Olimpiade, maupun non-Olimpiade. Cabang olahraga tersebut meliputi bola voli pantai, menembak, kano/kayak, sepak bola perempuan, tenis, skateboard, sepatu roda, rowing, panjat tebing, sepak takraw, softtenis, boling, dan triatlon. Seluruh atlet akan menggunakan arena yang telah berdiri di Jakabaring Sport City. Mereka juga akan menginap di wisma atlet yang berada tak jauh dari gelanggang. “Juga akan berlangsung uji coba disini,” ujar Muddai. Sedangkan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, menerangkan pemindahan latihan ke Jakabaring Sport City, sejatinya guna memaksimalkan persiapan atlet menjelang pembukaan Asian Games nanti. Ia meyakini latihan di Palembang juga untuk menyatukan dan mendekatkan atlet dengan arena serta peralatan pertandingan. Dengan cara itu, dia meyakini target tembus 10 besar dapat terwujud. “Kita geser ke sini (Palembang), mulai H+3 lebaran,” ungkapnya. Secara terpisah, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengaku, koordinasi antara panitia penyelenggara daerah dan pusat masih minim. Padahal, dirinya sudah meminta agar adanya perwakilan Inasgoc pusat, manajer kompetisi, serta perwakilan dari 13 panitia cabang olahraga dan setiap divisi yang berada di Palembang. Ia pun mendesak agar koordinasi lintas divisi dan cabang olahraga, segera ditingkatkan. “Perwakilan dari 13 panitia cabor dan setiap divisi, sebaiknya berada (stay) di Palembang,” katanya. (art)

Tim Panahan Makin PD Ke Asian Games 2018, Diananda Choirunisa Benahi Mental Tanding

Atlet panahan Diananda Choirunisa bersiap menatap ajang Asian Games 2018 usai tampil di kejuaraan Piala Dunia di Antalya Turki. (bolapsort.com)

Jakarta- Tim nasional (Timnas) panahan Indonesia makin percaya diri usai tampil di Piala Dunia bertajuk ‘Hyunday Archery World Cup’, di Antalya, Turki, 20-26 Mei 2018. Event itu bagian dari ujicoba Timnas panahan jelang pesta multievent negara se-Asia pada 18 Agustus-2 September. Salah satu atlet panahan yang diandalkan Merah Putih untuk meraih medali Asian Games 2018, Diananda Choirunisa, mengatakan paska mengikuti try out (ujicoba) di Turki, dirinya bersama atlet lainnya makin percaya diri. “Karena di Turki itu juara-juara dunianya ikut, seperti Korea, Jepang, dan China. Di Piala Dunia, kami tahu kekuatan yang akan menjadi lawan di Asian Games nanti,” ujar atlet yang akrab disapa Nisa itu di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (30/5). “Di Turki itu, mungkin jadi ujicoba terakhir buat tim panahan, karena setelah itu tidak ada ujicoba lagi, dan persiapannya langsung ke Asian Games,” lanjutnya. Soal kendala, diungkapkan pepanah yang tahun ini bakal genap berusia 21 tahun itu, sejauh ini dapat teratasi. Namun, ia menegaskan sisa waktu yang kurang dari dua bulan pelaksanaan Asian Games 2018, dirinya fokus membenahi mental bertanding. “Fokus ke mental bertanding. Karena lawan yang dihadapi juara dunia,” tutur lajang yang menekuni olahraga panahan sejak kelas 2 Sekolah Dasar (SD) itu. “Peluang untuk mendapatkan medali bisa, dan tergantung pada kepercayaan diri masing-masing atlet saja. Kalau dari tim panahan targetnya emas,” cetus putri dari Ratih Widyanti, mantan atlet panahan asal Jawa Timur itu. Nisa menyebut Pelatnas panahan akan pindah ke daerah, sebab sebulan jelang Asian Games 2018, venue pertandingan harus steril. “Training centernya pindah ke Surabaya,” tukasnya. Disisi lain, Pelatnas yang dijalani selama Ramadhan, menurut perempuan yang sempat menekuni cabor silat itu, tak menggangu selama masa persiapan jelang pesta olahraga terbesar di Asia itu. “Selama puasa latihan tidak terganggu. Salah satunya tidak makan gorengan setelah buka puasa. Terus banyakin minum air putih sama minum vitamin saja,” papar mahasiswi Jurusan Psikologi Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur itu. (Adt)

Jalan Akses Venue Asian Games 2018 Sempit, Pemkab Tangerang Lebarkan Hingga 11 Meter

Proyek pelebaran di Jalan Tapos-Sodong, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, untuk akses menuju Venue Asian Games 2018 di SMA Adria Pratama Mulya. (tribunnews.com)

Tangerang- Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang akan melakukan pelebaran pada jalur menuju lokasi pertandingan yang terpilih sebagai penyelenggaraan Asian Games 2018 yakni, Sekolah Menengah Atas (SMA) Adria Pratama Mulya, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten. Pelebaran jalur akan dilakukan sepanjang satu kilometer, sedangkan pelebaran jalan menjadi 11 meter pada sebelumnya hanya selebar 3,7 meter. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupatet Tangerang, Slamet Budhi, mengatakan kondisi jalan sekarang tak memungkinkan dilewati kendaraan peserta Asian Games 2018. “Kita sudah lihat lokasi dan melakukan rapat koordinasi dengan panitia pusat, serta dari panpel Asian Games. Kita lebarkan jalur, karena jalur saat ini sempit, tidak bisa dilewati oleh kendaraan para peserta nanti,” kata Slamet, di Kabupaten Tangerang, pekan lalu, dilansir tribunnews.com. Ia menjelaskan, nantinya pelebaran akan dilakukan dengan rincian kurang lebih 3,5 meter ke kanan dan kekiri. Untuk sistem pelebaran yang digunakan nantinya, tidaklah menggunakan beton hanya dilakukan pengerasan karena keterbatasan dana dan mepetnya waktu pelaksanaan. “Keterbatasan anggaran dan waktu akhirnya, kita lakukan perbaikan dengan model pengerasan, bukan betonisasi. Kalau betonisasi ini anggaran Rp 7,2 miliar, tapi kalau pengerasan hanya sedikit anggaran, tidak sampai segitu,” jelas Slamet. Pengerjaan jalur ini, ujar Slamet, akan dilakukan pada bulan Mei dan sehabis lebaran “Kita akan memulai pada bulan Mei, dan sehabis lebaran. Sehingga, Agustus nanti sudah bisa digunakan jalurnya untuk kedatangan atlet,” lanjutnya. Perbaikan yang dilakukan pada Jalan Tapos-Sodong, Tangerang, sepanjang satu kilometer tersebut dengan pengerasan diyakini dapat bertahan dalam jangka waktu lama, dan dapat menahan beban kendaraan yang melalui jalur tersebut. “Perbaikan ini memakan waktu satu bulan saja, untuk bertahannya bisa dalam jangka waktu yang lama, sesuai beban kendaraan yang lalui jalan itu,” terang Slamet. Lokasi jalan pun memang nampak rusak dan sempit. Namun, beberapa perbaikan mulai dilakukan. Perbaikan untuk penambahan penerangan umum mulai dilakukan kurang lebih sepanjang 200 meter dari titik tertentu, hingga pintu masuk lokasi pertandingan Asian Games 2018. Sebelumnya, Sekolah Menengah Atas (SMA) Adria Pratama Mulya, Tigaraksa terpilih sebagai venue cabang olahraga (cabor) modern pentathlon, yang terdiri dari lima nomor yakni, laser and run, renang, berkuda dan anggar. (art)

Hasil Dua Kali Ujicoba Buruk, Timnas Basket 3X3 Bidik Tembus Final Di Mongolia

Christie Apriani Rumambi dkk dibebankan target masuk final turnamen FIBA 3X3 Usia 23 Nations League 2018, di Mongolia. (mainbasket.com)

Jakarta- Dua ujicoba telah dijalani tim nasional (Timnas) 3X3 yang diproyeksikan ke ajang Asian Games 2018 yakni di FIBA 3X3 Asia Cup 2018, Shenzhen, Cina, 27 April hingga 1 Mei. Terkini, Timnas 3X3 putri Indonesia berlaga di International Women International Pro Tournament Chengdu Challanger 2018, pada 26-27 Mei. Hasil dari dua kejuaraan itu, performa pasukan Garuda masih kurang memuaskan. Fareza Tamrella, Manajer Timnas 3X3 Indonesia, mengatakan perkembangan yang didapat dari ujicoba terakhir adalah fisik dan fundamental sudah membaik bila dibandingkan saat tampil di Shenzhen, beberapa waktu lalu. “Pekerjaan rumahnya soal komunikasi tim dan mental bertanding yang lebih ditingkatkan lagi,” ujar Fareza, Kamis (31/5). Kini, skuat Merah Putih yang dihuni 8 pemain (4 putra dan 4 putri) yakni Tri Saputra, Erick Gozal, Reza Fahdani Guntara, dan Kevin Moses Poetiray dibagian putra. Dan, Christie Apriani Rumambi, Regita Pramesti, Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi serta Jovita Elizabeth, dibagian putri. Anak asuh Wahyu Widayat Jati akan kembali mengikuti kejuaraan FIBA 3X3 Usia-23 (U-23) Nations League 2018 di Mongolia, pada 1-3 Juni. Di Mongolia, mereka dibebani target tinggi tembus ke partai final. Target itu beralasan, sebab mereka bakal bertem lawan yang setingkat. “Untuk turnamen FIBA 3X3 U-23 Nations League ini, kami ingin tampil babak final. Karena mereka akan bertanding dengan lawan-lawan yang sepadan,” cetus Fareza. (Adt)

Punya Venue Boling Terbaik Di Dunia, Jadi Motivasi Atlet Penuhi Target Dua Emas Asian Games 2018

Menpora Imam Nahrawi meresmikan Jakabaring Boling Center di Jakabaring Sport City, yang menjadi venue boling termegah dan terbaik di dunia. (Kemenpora)

Palembang- Venue Jakabaring Boling Center di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), merupakan salah satu yang termegah dan terbaik di dunia. Keberadaan venue ini diharapkan menjadi motivasi para atlet boling Indonesia untuk memenuhi target dua medali emas Asian Games 2018. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi mengatakan fasilitas itu akan menjadi daya dorong mencetak prestasi terbaik. “Saya konsen tembus 10 besar atau 16 medali emas. Dua di antaranya dari boling,” ujar Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur, di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (30/5). Arena boling ini merupakan hibah dari Asia Pulpen & Paper (APP) Sinar Mas. Dengan memiliki arena terbaik di dunia, Imam menegaskan para atlet juga harus menciptakan prestasi maksimal. Selain itu, ia meminta masyarakat khususnya di Sumsel untuk mendoakan para atlet yang berlaga di pesta olahraga terbesar negara-negara se-Asia pada Agustus-September mendatang. “Sumsel adalah provinsi yang menjadi salah satu tuan rumah Asian Games. Saya harap seluruh masyarakat Sumsel juga ikut mendoakan Asian Games agar berjalan sukses,” tutur menteri berusia 44 tahun itu. Sementara, Saleh Husin, Manajer Direktur Sinar Mas, mengungkapkan pihaknya sebagai mitra official Asian Games 2018 akan memberikan kontribusi terbaik melalui berbagai bentuk dukungan dan salah satunya pembangunan Jakabaring Boling Center. Jakabaring Boling Center memiliki luas bangunan sekitar 4.200 meter persegi dan berdiri di atas lahan seluas 2,8 hektar. Arena ini memiliki 40 line, dan menjadi jumlah terbanyak dari rata-rata boling center lainnya yang hanya memiliki 20-30 line. Sedangkan total anggaran yang dialokasikan APP Sinar Mas dalam membangun Jakabaring Boling Center senilai Rp 27 miliar. “Kami bangga karena bisa ikut mensukseskan Asian Games. Ini adalah bagian komitmen kami untuk ikut memajukan olahraga di Indonesia,” tukas Saleh. (Adt)

Defia Rosmaniar Raih Emas Di Kejuaraan Asia, PBTI : Event Ini Barometer Peserta Asian Games

Atlet taekwondo Defia Rosmaniar (kedua dari kiri) meraih medali emas di Kejuaraan Asia Taekwondo 2018, di Ho Chi Minh, Vietnam, 24-28 Mei. (kompas.id)

Jakarta- Defia Rosmaniar, atlet kelahiran Bogor, Jawa Barat, 23 tahun silam, sukses meraih medali emas di Kejuaraan Asia Taekwondo 2018, di Ho Chi Minh, Vietnam, 24-28 Mei. Ia meraih emas di nomor individual poomsae putri dengan memeragakan pyongwon dan bigak dengan power dan jurus nyaris sempurna. Tak hanya emas, berpasangan dengan Muhammad Abdurahmman Wahyu, atlet yang meraih dua emas pada Test Event Asian Games (Invitation Tournamen) itu juga mengantongi perunggu di kategori pair poomsae. Zulkifli Tanjung, Ketua Harian Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), mengatakan keberhasilan tim nasional (timnas) taekwondo Indonesia di ajang Asian Taekwondo Championships 2018 akan membangkitkan moral, motivasi, serta kepercayaan diri bagi para atlet. “Semua peta kekuatan atlet yang akan bertanding di Asian Games, terukur disini. Semua negara peserta di kejuaran Asia ini, menjadikan ajang ini sebagai barometer kesiapannya,” ujar Zulkifli, akhir pekan lalu. Ia menilai pencapaian atlet pada Kejuaraan Asia sangat positif serta memberikan momentum strategis bagi atlet dan pelatih guna mengoptimalisasi penampilan. “Prestasi Defia dan atlet lainnya juga sangat berpengaruh bagi mentalitas dan kepercayaan diri mereka,” cetusnya. “Intinya, hasil terbaik yang di capai Defia dan atlet lainnya di kejuaraan Asia ini akan menambah optimisme kita untuk bisa memberikan yang terbaik di Asian Games, Agustus nanti,” tukasnya. Selain itu, Merah putih juga mengoleksi satu perunggu melalui Dhean di kategori Kyorugi kelas -49 kg putri. Sementara, Rahmi Kurnia, Manajer Tim Taekwondo Indonesia, menyatakan keberhasilan Defia meraih emas di kejuaraan tingkat Asia menjadi sejarah tersendiri bagi Merah Putih. “Ini salah satu tolok ukur taekwondo Indonesia untuk yakin dan optimistis merebut medali di ajang Asian Games 2018,” imbuh Rahmi. Terlebih, menurutnya, inilah pertama kali timnas taekwondo Indonesia merebut dominasi atlet kelas dunia seperti Korea Selatan, Iran, dan Thailand. “Pencapaian dalam bentuk konsistensi performa Defia perlu terus dipertahankan hingga saatnya nanti dirinya bertarung di ajang Asian Games,” tukas Rahmi. (Adt)

Di Asian Games 2018 Timnas U-23 ‘Batal’ Pakai Apparel Nike, Li-Ning Jadi Gantinya ?

Jersey apparel dari China, Li-Ning, menjadi sponsor resmi seragam Kontingen Indonesia, di Asian Games 2018. (IndoTimes.com)

Jakarta- Timnas U-23 tak akan memakai jersey apparel Nike pada Asian Games 2018. Sebagai gantinya, produk yang akan dikenakan Evan Dimas dkk berasal dari China, yakni Li-Ning. Hal ini berbanding terbalik dengan pernyataan PSSI beberapa waktu yang lalu. Menurut Sekjen PSSI, Ratu Tisha, mereka masih tetap kerja sama dengan Nike, untuk mendukung perjalanan skuat Garuda pada Asian Games 2018. “Ini menuju Asian Games, jadi kemungkinan besar jersey Timnas Indonesia akan launching pada Juli 2018,” kata Tisha, beberapa waktu lalu. Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir, sudah mewajibkan kontingen Indonesia di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, memakai seragam Li-Ning. Peraturan ini meliputi seluruh cabang olahraga (cabor), termasuk sepak bola yang diwakilkan Timnas U-23. KOI menjalin mitra dengan Li-Ning untuk Asian Games tahun ini. Itu berarti, seluruh kontingen yang bertanding di perhelatan multievent ini, tidak boleh memakai apparel lain, kecuali Li-Ning. “Timnas U-23 harus pakai Li-Ning. Ini multievent. Li-Ning akan provide semua bajunya, memang ada beberapa cabang Li-Ning tak bisa provide, sampaikan cabang apa, kalau memang Li-Ning tidak produksi cabang itu, baru boleh pakai yang lain,” ujar Erick di Jakarta, Senin (28/5). “Timnas Indonesia, mau cabor apa pun, yang resmi yang Li-Ning. Sama, cabor sepak bola, mereka bertanding di Asian Games, bukan single event. Jersey harus Li-Ning, kan ini di bawah KOI. Semua multievent di bawah KOI. Ketika masuk ke multievent, sudah di domainnya KOI,” tegasnya lagi. Selain menjalin mitra dengan Li-Ning, Erick menginginkan Kontingen Indonesia memakai pakaian yang seragam. Selama ini, lanjut Erick, Kontingen Indonesia kerap menggunakan seragam berbeda. “Negara-negara lain juga seragam. Beberapa kali tampil, seragamnya masih belang-belang. Ada ungu, merah, dan lain-lain. Kita (KOI) sudah bersama Li-Ning, kita berinisiatif, semua kita seragam,” kata Erick. “Kita ‘kan tuan rumah, mau perlihatkan kalau kita satu. Tidak hanya Li-Ning, kita sudah ada sponsor lain, asuransi. Ini bisa memperlihatkan ke masyarakat, karena memang kita PR-ing untuk Indonesia. Li-Ning ingin berpartisipasi, KOI tidak tinggal diam,” jelas Erick. (Ham/Dre)