Dijual Akhir Juni, INASGOC Yakin Lebih 1 Juta Tiket Pertandingan Asian Games 2018 Terjual

Panitia Pelaksana Asian Games 2018 yakin, lebih dari satu juta tiket terjual untuk menyaksikan pertandingan. (Adt/NYSN)

Jakarta- Panitia Pelaksana Asian Games (INASGOC) 2018 mengumumkan tiket menonton pertandingan pesta olahraga terbesar negara-negara se-Asia edisi ke 18, mulai dijual pada akhir Juni. INASGOC menunjuk KiosTix sebagai mitra, dalam mengelola ticketing Asian Games 2018. Dan, masyarakat dapat membeli baik secara online maupun offline, dan pop up store merchandise Asian Games 2018, yang tersebar di beberapa mal Jakarta dan Palembang. Panitia juga membuka Ticket Box di venue selama Asian Games 2018 berlangsung. Erick Thohir, Ketua Umum INASGOC, mengatakan dirinya dan seluruh Panitia Pelaksana Asian Games 2018, sangat optimis bila tiket pertandingan akan banyak dibeli, mengingat antusias masyarakat yang sangat tinggi dalam menyambut pesta multievent itu. “Target penjualan tiket saat ini masih kami hitung. Tapi, kami yakin akan lebih dari sejuta tiket yang terjual. Pada waktu Asian Games 2014 Incheon (Korea Selatan), targetnya 1,3 juta tiket,” ujar Erick pada Senin (11/6). Terkait harga tiket, Erick menyebut tiket termurah adalah Rp 30.000 dan rata-rata Rp 100.000. “Tidak ada tiket gratis. Harga tiket sudah termasuk asuransi. Untuk melibatkan pelajar kami akan komunikasikan dengan Pemda (Pemerintah Daerah),” tegas pria yang juga menjabat Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) itu. “Tiket dibagi empat kategori, dan tiap kategori memiliki harga dan keuntungan berbeda,” cetusnya. Sementara, Sarman Simanjorang, Direktur Ticketing INASGOC, menjelaskan tiket yang dijual nantinya akan berbentuk E-voucher yang dilengkapi dengan QR code dan kemudian bisa ditukar dengan thermal tiket (tiket fisik) atau wristband tiket, saat mendekati waktu pertandingan. “Dengan metode seperti ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan tiket palsu yang sering muncul saat penyelenggaraan event besar,” tegas Sarman. “Proses pemilihan dilakukan secara transparan dan akuntabel, sesuai dengan aturan yang berlaku di Republik Indonesia,” tambahnya. Sedangkan Ade Sulistioputra, CEO KiosTix, mengungkapkan pihaknya merasa bangga karena dilibatkan serta berpartisipasi dalam event besar seperti Asian Games 2018. “Kami telah memiliki pengalaman dalam hal ticketing manajemen. Kami pernah menangani 100 venue dan 300 event, serta jutaan tiket,” tutur Ade. (Adt)

Langkah Berat Timnas Basket Putri 3X3 Di Piala Dunia, Butuh Dua Kemenangan Ke Babak Selanjutnya

Fanny Kalumata (putih) dkk wajib menang saat berjumpa Italia dan Turkmenistan, jika ingin lolos ke babak selanjutnya di FIBA 3X3 World Cup 2018, di Manila, Filipina. (FIBA 3X3).

Jakarta- Timnas basket putri 3X3 Indonesia butuh dua kemenangan jika ingin lolos ke babak selanjutnya pada Kejuaraan FIBA 3X3 World Cup (Piala Dunia) 2018, di Manila, Filipina. Skuat putri diperkuat Fanny Kalumata (Tenaga Baru Pontianak), Jovita Elizabeth (Surabaya Fever), Husna Latifah dan Yusranie Assipalma (Merpati Bali). Langkah berat itu harus dilalui Fanny dan kawan-kawan menyusul dua kekalahan beruntun atas Republik Ceko dan Malaysia. Di babak penyisihan, srikandi Merah Putih masuk di grup A bersama Republik Ceko, Malaysia, Italia, dan Turkmenistan. Di laga pertama, Indonesia sudahharus mengakui ketangguhan Republik Ceko dengan skor 11-22. Di laga ini, Indonesia bermasalah dengan akurasi, karena bisa membuat 24 tembakan, namun hanya 10 tembakan yang sukses memundi poin. Ini diperparah dengan 9 turn over. Jovita mencetak enam poin, dan Yusranie menyumbangkan tiga poin pada laga itu. Sebaliknya, Negara Eropa Tengah itu memaksimalkan permainan melalui Ramona Hejdova dan Ramona Stehlikova yang mencetak masing-masing 7 poin. Pada laga kedua, Indonesia tampil lebih baik saat berjumpa Malaysia. Bahkan, pertandingan berjalan seimbang. Jovita kembali menjadi penyumbang poin terbanyak dengan 7 poin. Namun tembakan forward dari Negeri Jiran Fook Yee Yap yang sukses membukukan 12 poin berasal dari 4 tembakan 1 poin, dan 4 tembakan 2 poin, akhirnya membuat Indonesia dipaksa menyerah dengan skor 14-21. Hasil itu membuat Indonesia harus berjuang keras disisa dua pertandingan berikutnya, pada Senin (11/6), bila ingin lolos ke babak selanjutnya saat berjumpa Italia yang pernah menembus 8 besar di Piala Dunia 3X3 pada 2017, dan Turkmenistan. Persiapan Fanny dan kawan-kawan di ajang ini memang tidak maksimal. Mereka hanya butuh kurang dari 1 minggu mempersiapkan diri jelang event FIBA 3X3 World Cup setelah ditunjuk menggantikan Venezuela yang mundur akibat terkendala visa. (Adt)

Pengamanan Test Event Asian Para Games 2018, Panitia Libatkan 2500 Personil Keamanan

INAPGOC menggelar rapat tekhnis pengamanan test even Asian Paragames 2018, di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta pada Kamis (7/6). (Adt/NYSN)

Jakarta- Panitia Pelaksana Indonesia 2018 Asian Para Games (INAPGOC) bersiap menggelar test event atau ujicoba bertajuk ‘Indonesia Para Games Invitational Tournament’, 25 Juni – 3 Juli 2018, di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Tujuannya, untuk menguji kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Para Games (APG) 2018, dari sisi infrastruktur, sumber daya manusia, dan elemen pendukung lainnya. Test event itu akan mempertandingkan lima cabang olahraga yakni atletik, bulutangkis, renang, tenis meja, dan bola basket kursi roda. Guna mengamankan gelaran test event itu, Deputi IV Keamanan INAPGOC akan melibatkan 2500 personil. “Kami menggelar rapat koordinasi tekhnis pengamanan test event dengan Deputi IV yang bertanggung jawab soal keamanan dan pelaksanaan Asian Para Games 2018,” ujar Raja Oktosaptahari, Ketua Umum INAPGOC, di Jakarta, Kamis (7/6). Dalam rakor tekhnis pengamanan, dikatakan Okto, Deputi IV memberikan gambaran tentang persiapan terkait pengamanan Asian Para Games 2018. “Mudah-mudahan ini menjadi gambaran kesiapan panitia Asian Para Games 2018,” ujar anak dari Oesman Sapta Odang itu. Sementara, Asisten Operasi (Asops) Kapolri Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Deden Juhara, Deputi IV Keamanan INAPGOC, mengatakan jika pihaknya telah memetakan terkait pengamanan test event Asian Para Games 2018. “Deputi IV nanti akan bekerjasama dengan Deputi lainnnya, sehingga kegiatan test event nanti akan kami amankan, mulai dari kedatangan atlet di Bandara, kemudian wisma atlet, sampai dengan saat pertandingan, termasuk jalur lalu lintas,” tutur Deden. Ia menyebut pihaknya mengerahkan 2500 personil keamanan jajaran kepolisian dan TNI. “Jumlah itu tidak harga mati, tergantung ada masukan terkait ancaman keamanan yang meningkat akan kami libatkan yang lain. Untuk itu kami siap, untuk Asian Para Games 2018 melibatkan jajaran kepolisian dan TNI,” ungkapnya. “Kami akan maksimalkan dan harus aman. Karena ini adalah pesta olahraga menyangkut kredibilitas negara, sehingga dipastikan haruslah aman, sebab akan dipantau dunia,” tegas Deden. (Adt)

Usai Digunduli Thailand, Timnas Wanita Bidik Uji Coba Kontra Hongkong Dan Filipina Paska Lebaran

Paska menghadapi Thailand, rencananya Timnas Wanita Indonesia (merah) akan kembali melakoni uji coba Internasionan melawan Hongkong dan Filipina. (topskor.id)

Jakarta- Timnas Wanita Indonesia menunjukkan progres permainan positif meski takluk dari Timnas Wanita Thailand. Tugiyati dan kawan-kawan harus kalah dengan skor 0-3 pada uji coba internasional kedua tim, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Rabu (30/5) malam. Hasil ini dinilai jauh lebih baik karena pada laga yang pertama pada Minggu (27/5) harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor 0-13. Pelatih Timnas Satia Bagja Ijatna usai laga mengaku pada pertandingan ini timnya tampil lebih baik karena tampil tenang dan percaya diri. Timnas Wanita Indonesia kelasnya berada jauh di bawah Thailand. Thailand pernah menjuarai Piala Asia Wanita pada 1983. Tim Gajah Putih juga tiga kali menjuarai Piala AFF wanita, dan lima kali menjuarai SEA Games. PSSI merespons kekalahan memalukan Timnas sebagai sebuah pelajaran berharga. Menurut Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, sebelum uji coba dengan Thailand, pihaknya sudah tahu jika Timnas Wanita Indonesia kalah kelas. Selain itu, jika melihat level, Timnas Wanita Indonesia baru akan bisa sejajar dengan kualitas Thailand saat ini, pada 2023. “Sebelum uji coba dengan Thailand, kami sudah tahu kalau kalah kelas jauh. Tapi tidak apa-apa. Kalah kelas bukan berarti tidak memberikan yang terbaik,” jelas Tisha, akhir Mei lalu. “Kalau bicara level, Timnas Wanita kita baru bisa sejajar dengan Thailand itu pada 2023. Jadi, kita coba semampu kita. Proses ini kan tidak bisa instan, tidak bisa langsung bagus di Asian Games (2018),” tambahnya. Tisha juga mengungkap target Timnas Wanita Indonesia di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Sadar dengan kekuatan yang ada saat ini, tak ada target khusus. Tisha hanya mengatakan target Timnas Wanita Indonesia bermain bagus dari laga ke laga. “Targetnya ya nggak ada yang khusus sih, cuma improving (perbaikian) dari pertandingan ke pertandingan. Tapi seperti yang saya katakan tadi. Kalah kelas bukan berarti tidak memberikan yang terbaik,” ucap Tisha. Paska menghadapi Thailand, rencananya Timnas Wanita akan kembali melakoni uji coba Internasional. Rangkaian uji coba Internasional ini agenda yang dicanangkan PSSI dan ASBWI guna mematangkan persiapan jelang event AFF Women’s Championship 2018 bulan Juli dan Asian Games 2018, dan Indonesia didaulat menjadi tuan rumah. Pilihan lawan yang akan dihadapi masih berada di lingkup Asia, yakni Hongkong (Asia Timur) atau Filipina (Asia Tenggara). Namun, detail laga dua negara tersebut belum bisa dipastikan. Manajer Timnas, Papat Yunisal, menyatakan terus berkoordinasi terkait rencana uji coba ini. “Setelah Thailand, ada agenda melawan Hongkong atau Filipina. Kami masih terus matangkan rencana ini dengan mereka. Dan sampai saat ini, masih belum pasti waktu tandingnya,” ujar wanita asal Subang, Jawa Barat ini kepada nysnmedia.com pada Rabu (6/7) siang. “Kemungkinan besar terealisir usai Ramadhan, sebab TC Timnas Wanita juga libur selama dua pekan untuk jeda lebaran,” ungkap Papat. Sebagai penutup program latihan di bulan Ramadhan, tim yang dijuluki Garuda Pertiwi akan rehat pemusatan latihan pada 13-18 Juni 2018. (Dre)

Usai Borong Enam Emas Di Jerman, Pelatnas Soft Tenis Asian Games Ke Thailand Asah Taktik Permainan

Timnas Pelatnas soft tenis Indonesia meraih enam medali emas di turnamen 'The 11th Soft Tennis German Open 2018', sekaligus event ujicoba Asian Games 2018. (net)

Jakarta- Tim pemusatan latihan (Pelatnas) soft tenis Asian Games 2018 berhasil meraih enam medali emas, lima perak, dan empat perunggu di lapangan tanah liat Kronberg Tennis Erwin Obenhochstandt, di Frankfurt, Jerman, 1-3 Juni. Usai memborong medali emas di turnamen bertajuk ‘The 11th Soft Tennis German Open 2018’, Prima Simpatiaji dan kawan-kawan lalu bertolak ke Thailand pada Rabu (6/6), mengikuti Pattaya Open sekaligus mengasah taktik permainan agar lebih bervariasi. Mereka berada di Negeri Gajah Putih itu hingga Senin (11/6). Di Asian Games 2018, Pengurus Pusat (PP) Persatuan Soft Tennis Indonesia (Pesti), mencanangkan target satu emas, satu perak, dan dua perunggu. Pada Asian Games 2014, Incheon, Korea Selatan, tim soft tenis mengantongi satu perak dari Edi Kusdaryanto di nomor tunggal putra. Dan, satu perunggu lewat Prima Simpatiaji/Maya Rosa di nomor ganda campuran. Hendri Susilo Pramono, Manager Soft Tenis Indonesia, mengaku puas dengan anak didiknya di Jerman Open, akhir pekan lalu. “Hasil ini memuaskan, karena kami berhasil menyapu seluruh gelar juara dari enam nomor yang dilombakan,” ujar Hendri, Rabu (6/6). Di nomor tunggal putra, Prima Simpatiaji berhasil meraih medali emas usai mengalahkan rekan satu Pelatnas yang merupakan juniornya, Irtandi Hendrawan di partai pamungkas. Sedangkan di partai puncak tunggal putri, Dede Tari Kusrini menyisihkan kompatriotnya, Dwi Rahayu Pitri. Sementara, di final ganda putra, duet Hemat Bakti Anugrah/Gusti Jayakusuma menumbangkan pasangan senior Elbert Sie/Hendri Susilo Pramono. Dan, di ganda putri, dobel Dede Tari Kusrini/Anadeleyda Kawengian merebut emas usai menyudahi perlawanan Dwi Rahayu Pitri/Voni Darlina. “Terpenting adalah kami mampu menjaga mental bertanding pemain selama menjalani program uji coba hingga siap berlaga saat Asian Games 2018 nanti,” lanjutnya. Turnamen ‘The 11th Software Tennis German Open 2018’, diikuti empat negara, yakni tuan rumah Jerman, Polandia, India dan Indonesia. “Meski hanya empat negara, namun tuan rumah Jerman dan Polandia adalah kekuatan utama soft tenis di benua Eropa, sementara India adalah kuda hitam dari kawasan Asia,” tambah Hendri. Selanjutnya, 10 atlet Pelatnas soft tenis kembali mengikuti ujicoba di Thailand pada ajang Pattaya Open. Tim berangkat pada Rabu (6/6), dan berada di Thailand hingga Senin (11/6). “Tak ada masalah teknik dan fisik bagi pemain meski jadwal uji coba tergolong padat. Fokus utama selama di Thailand mengasah taktik permainan agar lebih bervariasi,” tukas Hendri. (Adt)

Hasil Di Piala Dunia Turki Buruk, Pelatih : Puncak Performa Panahan Di Asian Games 2018

Kepala Pelatih Pelatnas Panahan, Denny Trisjanto berharap performa top atlet panahan pada Asian Games 2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Hasil ujicoba tim nasional (Timnas) panahan di Turki pada ajang bertajuk ‘Hyundai Archery World Cup, di Antalya, pada 20-26 Mei 2018, kurang memuaskan. Sebab, kontingen Merah Putih tak berhasil meraih satupun medali. Berbeda saat ujicoba di Piala Dunia seri Shanghai, akhir April lalu. Skuat Garuda berhasil meraih medali perunggu melalui Riau Ega Agatha dan Diananda Choirunisa, Nomor Recurce Ganda Campuran. Diharapkan puncak performa Timnas panahan terjadi pada Asian Games 2018, pada 18 Agustus – 2 September mendatang. Hal itu dikatakan Denny Trisjanto, Kepala Pelatih Pelatnas Panahan, disela kunjungan Menpora Imam Nahrawi, di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Senin (4/6). “Hasil ujicoba di Turki tak memuaskan, karena mereka tak dapat medali. Tapi tak masalah, karena mereka menunjukkan progres secara makro sesuai tahapan program latihan. Dan memang puncak penampilan mereka ya saat Asian Games,” ujar Denny. Menurutnya, Riau Ega Agatha dkk saat di Turki bertemu dengan negara-negara kuat di cabang panahan. Sehingga, sebut Denny, menjadi kesempatan bagi anak didiknya untuk mengintip kekuatan lawan di pesta olahraga terbesar se-Asia nanti di Jakarta-Palembang. “Melihat hasil di Turki, dari empat finalis, ada tiga dari Asia, yang terkuat yakni Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan. Negara-negara itu pesaing yang harus diwaspadai. Selain itu, ada juga tim India,” ungkapnya. Denny menyebut akhir Juni ini, Pelatnas panahan akan bergeser ke Surabaya, Jawa Timur. Alasannya, fasilitas disana lebih lengkap. “Disana ada lab dan toko peralatan. Berlatih di Surabaya akan dimulai pada 1 hingga 20 Juli, setelah itu berlatih di Mekarsari (Depok), sampai nanti dikumpulkan di wisma atlet,” tutup Denny. (Adt)

Kelar Idul Fitri, Latihan 13 Cabang Asian Games Geser ke Palembang

Venue cabor menembak, di kawasan Jakabaring Sport City Complex, Palembang, Sumatera Selatan. (kompas.com)

Palembang- Pemusatan latihan atlet dari 13 cabang olahraga untuk Asian Games 2018, bakal dipindahkan ke Jakabaring Sport City, Palembang, mulai tiga hari setelah libur idul Fitri nanti. Selama ini latihan berlangsung secara terpisah, seperti di DKI Jakarta maupun di luar negeri. Muddai Madang, ketua panitia Asian Games 2018 daerah, menjelaskan saat ini pihaknya dan panitia pusat sedang menyiapkan segala keperluan para atlet dan ofisial. “Nantinya, para venue manajer juga harus ada di sini,” kata Muddai, Kamis (31/5). Sumatera Selatan didaulat untuk menyelenggarakan 13 cabang olahraga (cabor), baik klasifikasi Olimpiade, maupun non-Olimpiade. Cabang olahraga tersebut meliputi bola voli pantai, menembak, kano/kayak, sepak bola perempuan, tenis, skateboard, sepatu roda, rowing, panjat tebing, sepak takraw, softtenis, boling, dan triatlon. Seluruh atlet akan menggunakan arena yang telah berdiri di Jakabaring Sport City. Mereka juga akan menginap di wisma atlet yang berada tak jauh dari gelanggang. “Juga akan berlangsung uji coba disini,” ujar Muddai. Sedangkan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, menerangkan pemindahan latihan ke Jakabaring Sport City, sejatinya guna memaksimalkan persiapan atlet menjelang pembukaan Asian Games nanti. Ia meyakini latihan di Palembang juga untuk menyatukan dan mendekatkan atlet dengan arena serta peralatan pertandingan. Dengan cara itu, dia meyakini target tembus 10 besar dapat terwujud. “Kita geser ke sini (Palembang), mulai H+3 lebaran,” ungkapnya. Secara terpisah, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengaku, koordinasi antara panitia penyelenggara daerah dan pusat masih minim. Padahal, dirinya sudah meminta agar adanya perwakilan Inasgoc pusat, manajer kompetisi, serta perwakilan dari 13 panitia cabang olahraga dan setiap divisi yang berada di Palembang. Ia pun mendesak agar koordinasi lintas divisi dan cabang olahraga, segera ditingkatkan. “Perwakilan dari 13 panitia cabor dan setiap divisi, sebaiknya berada (stay) di Palembang,” katanya. (art)

Tim Panahan Makin PD Ke Asian Games 2018, Diananda Choirunisa Benahi Mental Tanding

Atlet panahan Diananda Choirunisa bersiap menatap ajang Asian Games 2018 usai tampil di kejuaraan Piala Dunia di Antalya Turki. (bolapsort.com)

Jakarta- Tim nasional (Timnas) panahan Indonesia makin percaya diri usai tampil di Piala Dunia bertajuk ‘Hyunday Archery World Cup’, di Antalya, Turki, 20-26 Mei 2018. Event itu bagian dari ujicoba Timnas panahan jelang pesta multievent negara se-Asia pada 18 Agustus-2 September. Salah satu atlet panahan yang diandalkan Merah Putih untuk meraih medali Asian Games 2018, Diananda Choirunisa, mengatakan paska mengikuti try out (ujicoba) di Turki, dirinya bersama atlet lainnya makin percaya diri. “Karena di Turki itu juara-juara dunianya ikut, seperti Korea, Jepang, dan China. Di Piala Dunia, kami tahu kekuatan yang akan menjadi lawan di Asian Games nanti,” ujar atlet yang akrab disapa Nisa itu di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (30/5). “Di Turki itu, mungkin jadi ujicoba terakhir buat tim panahan, karena setelah itu tidak ada ujicoba lagi, dan persiapannya langsung ke Asian Games,” lanjutnya. Soal kendala, diungkapkan pepanah yang tahun ini bakal genap berusia 21 tahun itu, sejauh ini dapat teratasi. Namun, ia menegaskan sisa waktu yang kurang dari dua bulan pelaksanaan Asian Games 2018, dirinya fokus membenahi mental bertanding. “Fokus ke mental bertanding. Karena lawan yang dihadapi juara dunia,” tutur lajang yang menekuni olahraga panahan sejak kelas 2 Sekolah Dasar (SD) itu. “Peluang untuk mendapatkan medali bisa, dan tergantung pada kepercayaan diri masing-masing atlet saja. Kalau dari tim panahan targetnya emas,” cetus putri dari Ratih Widyanti, mantan atlet panahan asal Jawa Timur itu. Nisa menyebut Pelatnas panahan akan pindah ke daerah, sebab sebulan jelang Asian Games 2018, venue pertandingan harus steril. “Training centernya pindah ke Surabaya,” tukasnya. Disisi lain, Pelatnas yang dijalani selama Ramadhan, menurut perempuan yang sempat menekuni cabor silat itu, tak menggangu selama masa persiapan jelang pesta olahraga terbesar di Asia itu. “Selama puasa latihan tidak terganggu. Salah satunya tidak makan gorengan setelah buka puasa. Terus banyakin minum air putih sama minum vitamin saja,” papar mahasiswi Jurusan Psikologi Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur itu. (Adt)

Jalan Akses Venue Asian Games 2018 Sempit, Pemkab Tangerang Lebarkan Hingga 11 Meter

Proyek pelebaran di Jalan Tapos-Sodong, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, untuk akses menuju Venue Asian Games 2018 di SMA Adria Pratama Mulya. (tribunnews.com)

Tangerang- Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang akan melakukan pelebaran pada jalur menuju lokasi pertandingan yang terpilih sebagai penyelenggaraan Asian Games 2018 yakni, Sekolah Menengah Atas (SMA) Adria Pratama Mulya, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten. Pelebaran jalur akan dilakukan sepanjang satu kilometer, sedangkan pelebaran jalan menjadi 11 meter pada sebelumnya hanya selebar 3,7 meter. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupatet Tangerang, Slamet Budhi, mengatakan kondisi jalan sekarang tak memungkinkan dilewati kendaraan peserta Asian Games 2018. “Kita sudah lihat lokasi dan melakukan rapat koordinasi dengan panitia pusat, serta dari panpel Asian Games. Kita lebarkan jalur, karena jalur saat ini sempit, tidak bisa dilewati oleh kendaraan para peserta nanti,” kata Slamet, di Kabupaten Tangerang, pekan lalu, dilansir tribunnews.com. Ia menjelaskan, nantinya pelebaran akan dilakukan dengan rincian kurang lebih 3,5 meter ke kanan dan kekiri. Untuk sistem pelebaran yang digunakan nantinya, tidaklah menggunakan beton hanya dilakukan pengerasan karena keterbatasan dana dan mepetnya waktu pelaksanaan. “Keterbatasan anggaran dan waktu akhirnya, kita lakukan perbaikan dengan model pengerasan, bukan betonisasi. Kalau betonisasi ini anggaran Rp 7,2 miliar, tapi kalau pengerasan hanya sedikit anggaran, tidak sampai segitu,” jelas Slamet. Pengerjaan jalur ini, ujar Slamet, akan dilakukan pada bulan Mei dan sehabis lebaran “Kita akan memulai pada bulan Mei, dan sehabis lebaran. Sehingga, Agustus nanti sudah bisa digunakan jalurnya untuk kedatangan atlet,” lanjutnya. Perbaikan yang dilakukan pada Jalan Tapos-Sodong, Tangerang, sepanjang satu kilometer tersebut dengan pengerasan diyakini dapat bertahan dalam jangka waktu lama, dan dapat menahan beban kendaraan yang melalui jalur tersebut. “Perbaikan ini memakan waktu satu bulan saja, untuk bertahannya bisa dalam jangka waktu yang lama, sesuai beban kendaraan yang lalui jalan itu,” terang Slamet. Lokasi jalan pun memang nampak rusak dan sempit. Namun, beberapa perbaikan mulai dilakukan. Perbaikan untuk penambahan penerangan umum mulai dilakukan kurang lebih sepanjang 200 meter dari titik tertentu, hingga pintu masuk lokasi pertandingan Asian Games 2018. Sebelumnya, Sekolah Menengah Atas (SMA) Adria Pratama Mulya, Tigaraksa terpilih sebagai venue cabang olahraga (cabor) modern pentathlon, yang terdiri dari lima nomor yakni, laser and run, renang, berkuda dan anggar. (art)

Hasil Dua Kali Ujicoba Buruk, Timnas Basket 3X3 Bidik Tembus Final Di Mongolia

Christie Apriani Rumambi dkk dibebankan target masuk final turnamen FIBA 3X3 Usia 23 Nations League 2018, di Mongolia. (mainbasket.com)

Jakarta- Dua ujicoba telah dijalani tim nasional (Timnas) 3X3 yang diproyeksikan ke ajang Asian Games 2018 yakni di FIBA 3X3 Asia Cup 2018, Shenzhen, Cina, 27 April hingga 1 Mei. Terkini, Timnas 3X3 putri Indonesia berlaga di International Women International Pro Tournament Chengdu Challanger 2018, pada 26-27 Mei. Hasil dari dua kejuaraan itu, performa pasukan Garuda masih kurang memuaskan. Fareza Tamrella, Manajer Timnas 3X3 Indonesia, mengatakan perkembangan yang didapat dari ujicoba terakhir adalah fisik dan fundamental sudah membaik bila dibandingkan saat tampil di Shenzhen, beberapa waktu lalu. “Pekerjaan rumahnya soal komunikasi tim dan mental bertanding yang lebih ditingkatkan lagi,” ujar Fareza, Kamis (31/5). Kini, skuat Merah Putih yang dihuni 8 pemain (4 putra dan 4 putri) yakni Tri Saputra, Erick Gozal, Reza Fahdani Guntara, dan Kevin Moses Poetiray dibagian putra. Dan, Christie Apriani Rumambi, Regita Pramesti, Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi serta Jovita Elizabeth, dibagian putri. Anak asuh Wahyu Widayat Jati akan kembali mengikuti kejuaraan FIBA 3X3 Usia-23 (U-23) Nations League 2018 di Mongolia, pada 1-3 Juni. Di Mongolia, mereka dibebani target tinggi tembus ke partai final. Target itu beralasan, sebab mereka bakal bertem lawan yang setingkat. “Untuk turnamen FIBA 3X3 U-23 Nations League ini, kami ingin tampil babak final. Karena mereka akan bertanding dengan lawan-lawan yang sepadan,” cetus Fareza. (Adt)

Punya Venue Boling Terbaik Di Dunia, Jadi Motivasi Atlet Penuhi Target Dua Emas Asian Games 2018

Menpora Imam Nahrawi meresmikan Jakabaring Boling Center di Jakabaring Sport City, yang menjadi venue boling termegah dan terbaik di dunia. (Kemenpora)

Palembang- Venue Jakabaring Boling Center di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), merupakan salah satu yang termegah dan terbaik di dunia. Keberadaan venue ini diharapkan menjadi motivasi para atlet boling Indonesia untuk memenuhi target dua medali emas Asian Games 2018. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi mengatakan fasilitas itu akan menjadi daya dorong mencetak prestasi terbaik. “Saya konsen tembus 10 besar atau 16 medali emas. Dua di antaranya dari boling,” ujar Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur, di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (30/5). Arena boling ini merupakan hibah dari Asia Pulpen & Paper (APP) Sinar Mas. Dengan memiliki arena terbaik di dunia, Imam menegaskan para atlet juga harus menciptakan prestasi maksimal. Selain itu, ia meminta masyarakat khususnya di Sumsel untuk mendoakan para atlet yang berlaga di pesta olahraga terbesar negara-negara se-Asia pada Agustus-September mendatang. “Sumsel adalah provinsi yang menjadi salah satu tuan rumah Asian Games. Saya harap seluruh masyarakat Sumsel juga ikut mendoakan Asian Games agar berjalan sukses,” tutur menteri berusia 44 tahun itu. Sementara, Saleh Husin, Manajer Direktur Sinar Mas, mengungkapkan pihaknya sebagai mitra official Asian Games 2018 akan memberikan kontribusi terbaik melalui berbagai bentuk dukungan dan salah satunya pembangunan Jakabaring Boling Center. Jakabaring Boling Center memiliki luas bangunan sekitar 4.200 meter persegi dan berdiri di atas lahan seluas 2,8 hektar. Arena ini memiliki 40 line, dan menjadi jumlah terbanyak dari rata-rata boling center lainnya yang hanya memiliki 20-30 line. Sedangkan total anggaran yang dialokasikan APP Sinar Mas dalam membangun Jakabaring Boling Center senilai Rp 27 miliar. “Kami bangga karena bisa ikut mensukseskan Asian Games. Ini adalah bagian komitmen kami untuk ikut memajukan olahraga di Indonesia,” tukas Saleh. (Adt)

Defia Rosmaniar Raih Emas Di Kejuaraan Asia, PBTI : Event Ini Barometer Peserta Asian Games

Atlet taekwondo Defia Rosmaniar (kedua dari kiri) meraih medali emas di Kejuaraan Asia Taekwondo 2018, di Ho Chi Minh, Vietnam, 24-28 Mei. (kompas.id)

Jakarta- Defia Rosmaniar, atlet kelahiran Bogor, Jawa Barat, 23 tahun silam, sukses meraih medali emas di Kejuaraan Asia Taekwondo 2018, di Ho Chi Minh, Vietnam, 24-28 Mei. Ia meraih emas di nomor individual poomsae putri dengan memeragakan pyongwon dan bigak dengan power dan jurus nyaris sempurna. Tak hanya emas, berpasangan dengan Muhammad Abdurahmman Wahyu, atlet yang meraih dua emas pada Test Event Asian Games (Invitation Tournamen) itu juga mengantongi perunggu di kategori pair poomsae. Zulkifli Tanjung, Ketua Harian Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), mengatakan keberhasilan tim nasional (timnas) taekwondo Indonesia di ajang Asian Taekwondo Championships 2018 akan membangkitkan moral, motivasi, serta kepercayaan diri bagi para atlet. “Semua peta kekuatan atlet yang akan bertanding di Asian Games, terukur disini. Semua negara peserta di kejuaran Asia ini, menjadikan ajang ini sebagai barometer kesiapannya,” ujar Zulkifli, akhir pekan lalu. Ia menilai pencapaian atlet pada Kejuaraan Asia sangat positif serta memberikan momentum strategis bagi atlet dan pelatih guna mengoptimalisasi penampilan. “Prestasi Defia dan atlet lainnya juga sangat berpengaruh bagi mentalitas dan kepercayaan diri mereka,” cetusnya. “Intinya, hasil terbaik yang di capai Defia dan atlet lainnya di kejuaraan Asia ini akan menambah optimisme kita untuk bisa memberikan yang terbaik di Asian Games, Agustus nanti,” tukasnya. Selain itu, Merah putih juga mengoleksi satu perunggu melalui Dhean di kategori Kyorugi kelas -49 kg putri. Sementara, Rahmi Kurnia, Manajer Tim Taekwondo Indonesia, menyatakan keberhasilan Defia meraih emas di kejuaraan tingkat Asia menjadi sejarah tersendiri bagi Merah Putih. “Ini salah satu tolok ukur taekwondo Indonesia untuk yakin dan optimistis merebut medali di ajang Asian Games 2018,” imbuh Rahmi. Terlebih, menurutnya, inilah pertama kali timnas taekwondo Indonesia merebut dominasi atlet kelas dunia seperti Korea Selatan, Iran, dan Thailand. “Pencapaian dalam bentuk konsistensi performa Defia perlu terus dipertahankan hingga saatnya nanti dirinya bertarung di ajang Asian Games,” tukas Rahmi. (Adt)

Di Asian Games 2018 Timnas U-23 ‘Batal’ Pakai Apparel Nike, Li-Ning Jadi Gantinya ?

Jersey apparel dari China, Li-Ning, menjadi sponsor resmi seragam Kontingen Indonesia, di Asian Games 2018. (IndoTimes.com)

Jakarta- Timnas U-23 tak akan memakai jersey apparel Nike pada Asian Games 2018. Sebagai gantinya, produk yang akan dikenakan Evan Dimas dkk berasal dari China, yakni Li-Ning. Hal ini berbanding terbalik dengan pernyataan PSSI beberapa waktu yang lalu. Menurut Sekjen PSSI, Ratu Tisha, mereka masih tetap kerja sama dengan Nike, untuk mendukung perjalanan skuat Garuda pada Asian Games 2018. “Ini menuju Asian Games, jadi kemungkinan besar jersey Timnas Indonesia akan launching pada Juli 2018,” kata Tisha, beberapa waktu lalu. Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir, sudah mewajibkan kontingen Indonesia di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, memakai seragam Li-Ning. Peraturan ini meliputi seluruh cabang olahraga (cabor), termasuk sepak bola yang diwakilkan Timnas U-23. KOI menjalin mitra dengan Li-Ning untuk Asian Games tahun ini. Itu berarti, seluruh kontingen yang bertanding di perhelatan multievent ini, tidak boleh memakai apparel lain, kecuali Li-Ning. “Timnas U-23 harus pakai Li-Ning. Ini multievent. Li-Ning akan provide semua bajunya, memang ada beberapa cabang Li-Ning tak bisa provide, sampaikan cabang apa, kalau memang Li-Ning tidak produksi cabang itu, baru boleh pakai yang lain,” ujar Erick di Jakarta, Senin (28/5). “Timnas Indonesia, mau cabor apa pun, yang resmi yang Li-Ning. Sama, cabor sepak bola, mereka bertanding di Asian Games, bukan single event. Jersey harus Li-Ning, kan ini di bawah KOI. Semua multievent di bawah KOI. Ketika masuk ke multievent, sudah di domainnya KOI,” tegasnya lagi. Selain menjalin mitra dengan Li-Ning, Erick menginginkan Kontingen Indonesia memakai pakaian yang seragam. Selama ini, lanjut Erick, Kontingen Indonesia kerap menggunakan seragam berbeda. “Negara-negara lain juga seragam. Beberapa kali tampil, seragamnya masih belang-belang. Ada ungu, merah, dan lain-lain. Kita (KOI) sudah bersama Li-Ning, kita berinisiatif, semua kita seragam,” kata Erick. “Kita ‘kan tuan rumah, mau perlihatkan kalau kita satu. Tidak hanya Li-Ning, kita sudah ada sponsor lain, asuransi. Ini bisa memperlihatkan ke masyarakat, karena memang kita PR-ing untuk Indonesia. Li-Ning ingin berpartisipasi, KOI tidak tinggal diam,” jelas Erick. (Ham/Dre)

Tak Hanya Adu Prestasi, Asian Games 2018 Beri Dampak Ekonomi Hingga Rp 45,1 Triliun

Asian Games 2018 bukan hanya ajang adu prestasi melainkan memiliki dampak ekonomi sekitar Rp 45,1 triliun. (Adt/NYSN)

Jakarta- Ajang pesta olahraga terbesar negara-negara se-Asia edisi ke-18 akan dihelat pada 18 Agustus – 2 September 2018. Multievent ini diharapkan memberikan manfaat besar kepada masyarakat terutama ekonomi dari berbagai sektor. Berdasarkan hitungan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah memperkirakan total dampak ekonomi langsung event Asian Games 2018. Dari sisi pengeluaran pengunjung, investasi infrastruktur pendukung, dan operasionalisasi acara, maka didapat jumlah Rp 45,1 triliun terhitung sejak 2015 hingga 2018, yakni sejak persiapan hingga pelaksanaan Asian Games mendatang. INASGOC telah memiih 17 perusahaan dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) nasional sebagai pemegang lisensi untuk memproduksi dan menjual merchandise resmi Asian Games 2018. Pemilihan pemegang lisensi itu dilakukan secara transparan dan akuntabel dengan mengumumkannya melaiui website dan kemudian dipilih secara ketat berdasarkan kriteria yang dipersyaratkan. Erick Thohir, Ketua Panitia Pelaksana Asian Games (INASGOC) 2018, menyebut penyelenggaraan Asian Games 2018 akan memberikan legacy serta membawa dampak positif yang besar bagi Indonesia dari sisi ekonomi, sosial dan juga alih pengetahuan dari negara maju di Asia bahkan Dunia. Ia melanjutkan Asian Games 2018 bukan hanya ajang untuk adu prestasi melainkan sebagai ajang guna menciptakan perdamaian di Asia dan khususnya Indonesia. ”Berdasarkan perhitungan sementara Bappenas untuk dampak ekonomi dari pengeluaran pengunjung selama tinggal di Indonesia untuk Asian Games 2018 sebesar Rp 3,6 triliun dengan komposisi 88 persen pengeluaran berasal dari penonton dan wisatawan, diikuti 4,67 persen pengeluaran oleh atlet, lalu 3,96 persen pengeluaran awak media, kemudian 2,34 persen pengeluaran officials, dan 0,77 persen pengeluaran sukarelawan. Dan, akomodasi diperkirakan menjadi komponen pengeluaran terbesar yang mencapai Rp 1,3 triliun,” ujar Erick di Kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (30/5). Selain itu, pengeluaran pengunjung diantaranya termasuk pembelian merchandise resmi Asian Games 2018. Hal itu sebagai salah satu upaya memberikan dampak ekonomi yang besar, INASGOC berkomitmen untuk memajukan produk dalam negeri melalui penyediaan merchandise resmi Asian Games 2018. Sementara, Mochtar Sarman, Direktur Merchandise INASGOC, menyebut panitia selalu mendahulukan perusahaan dan UMKM nasionai untuk menjadi pemegang lisensi merchandise resmi. Menurutnya, hal itu merupakan upaya pihaknya dalam mempromosikan produk dalam negeri kepada dunia. “Kami yakin dengan mengedepankan perusahaan dan UMKM nasional dalam menyediakan merchandise resmi Asian Games, akan memberi warisan yang positif untuk kedepannya,” urai Mochtar. (Adt)

Catatan Angkatan Menajam, PABBSI Kawal Berat Badan Atlet Angkat Besi Asian Games

Ketua Umum PABBSI Roslan P. Roeslani menyebut catatan angkatan atlet Pelatnas mengalami peningkatan. (Adt/NYSN)

Jakarta- Rosan Perkasa Roeslani, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI), mengatakan skill atlet Pelatnas Asian Games 2018, terutama catatan angkatan para lifter terus mengalami peningkatan. Para atlet menjalani Pelatnas di Markas Komando Pasukan Marinir (Mako Pasmar), Jalan Kwini II No. 6, Jakarta Pusat. “Alhamdulillah para atlet catatan angkatannya membaik. Kami juga tingkatkan terkait kedisiplinannya. Apalagi pelatihannya di Kwini,” ujar Roslan di Kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (30/5). Ia menyebut saat ini pihaknya fokus untuk menjaga berat badan para atlet. Sebab, menurutnya, dahulu berat badan para atlet baru ditekankan ke ukuran ideal menjelang pertandingan. “Nah dari sekarang itu kami menjaga berat badan mereka harus tetap ideal. Kami coba terapkan itu. Tapi, memang nggak gampang, sebab mengubah kebiasaan makan. Itu yang paling sulit, apalagi di bulan puasa,” lanjutnya. Terlebih, sebut Roslan, pihaknya hingga harus mendatangkan pemuka agama guna menjelaskan kepada atlet agar mereka tidak dipaksakan untuk berpuasa. “Karena ini untuk kepentingan negara makannya kami panggil beberapa ustad memberikan pengertian soal itu,” tambahnya. Jika atlet melakukan puasa penuh, maka itu akan mempengaruhi angkatan dan berat badan. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) itu, menjelaskan selama Ramadhan porsi latihan para lifter tidak ada pengurangan maupun penambahan. “Ini sudah dekat Asian Games, kalau tetap puasa memang akan sedikit repot. Makannya kami ketat, untuk jangan makan banyak karbohidrat dan jangan suka nyolong-nyolong. Ini benar-benar kami jaga. Karena misi kami sekarang ketat. Itulah yang kami sebut masih jadi tantangan,” tutup Roslan. (Adt)

Sabet Juara Asia BMX 2018 di Thailand, Modal Kuat Rio Akbar di Asian Games

Rio Akbar sukses menjadi juara Asia, setelah menjadi yang terbaik pada kejuaraan Asian BMX Championships 2018 di Chai Nat, Thailand, Minggu (27/5). (youtube)

Jakarta- Pebalap BMX Indonesia yang disiapkan untuk Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, Rio Akbar sukses menjadi juara Asia setelah menjadi yang terbaik pada kejuaraan Asian BMX Championships 2018 di Chainat, Thailand, Minggu (27/5). “Yes. Rio Akbar menjadi juara Asia,” kata manajer timnas balap sepeda Indonesia, Budi Saputra, saat dikonfirmasi. Untuk meraih emas, Rio harus bersaing dengan tiga pebalap tuan rumah Thailand yaitu Sitthicok Kaewsrikhao yang akhirnya finis kedua, Nonthakon Inkhoksong dan Phitchayut Kongson. Sedangkan posisi tiga adalah pebalap asal Jepang, Taichi Ikegami. Hasil pebalap asal Jawa Barat ini sesuai predikasi karena Rio tampil dominan sejak kualifikasi. Hal ini juga diuntungkan dengan tidak tampil maksimalnya Taichi, yang kerap menjadi batu sandungan. Hasil ini jelas menjadi keuntungan tersendiri bagi pebalap Indonesia mengingat hasil di kejuaraan Asia ini bakal menjadi motivasi tersendiri untuk menghadapi Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, 18 Agustus-2 September. “Semoga hasil kejuaraan Asia ini jadi motivasi meraih hasil terbaik di Asian Games,” kata Budi menambahkan. Pada Asian BMX 2018, Indonesia menurunkan tiga pebalap elit putra. Selain Rio, ada dua nama lagi yang dikirim yaitu I Gusti Bagus Saputra dan Tony Syarifudin. Ketiga pebalap ini semuanya mampu bersaing sejak kualifikasi. Namun, Tony kurang beruntung karena dua kali jatuh. Rio dan I Gusti Bagus Saputra lebih beruntung karena lolos ke final, meski harus melalui pertarungan sengit. Kerja keras Rio membuahkan hasil setelah membawa medali emas dari Negeri Gajah Putih itu. Prestasi Rio di Thailand menjadi sebuah pembuktian usai dibekali kemampuan dalam dua kejuaraan dunia di Belanda dan Belgia. Dan, sempat menjalani pemusatan latihan di Prancis. (art)

Timnas 3X3 Putri Terbang ke Tiongkok, Siap Bidik Perunggu Asian Games 2018

Tim nasional 3X3 Putri Indonesia pekan ini akan tampil di Turnamen International Women Pro Tournament Chengdu Challenger 2018.(mainbasket.com)

Jakarta- Tim nasional 3X3 Putri Indonesia akan tampil di ‘Women International Pro Tournament Chengdu Challanger’, di China, pada Sabtu (26/5). Ajang yang diikuti Yusranie Assipalma dkk itu bagian dari persiapan jelang pesta olahraga terbesar di Asia Games 2018 sekaligus menambah pengalaman tanding dan jam terbang. Pada kompetisi berhadiah total 6.000 dollar Amerika Serikat (AS) itu, skuat Merah Putih bakal bersaing dengan 7 tim dari 6 negara. Tujuh negara tersebut terdiri dari Mongolia, Cina, Indonesia, Belarusia, Belanda, Serbia dan Australia. Tuan rumah Cina mengirimkan dua tim. Jadi total ada delapan peserta, antara lain China Women’s National 3×3 Basketball Team, China Women’s National 3×3 U23 Basketball Team, Dream Team Serbia, VIM Union Minsk Belarus, Ulaanbaatar Mongolia, Netherlands, Australia dan 3×3 Indonesia. Mereka dibagi menjadi dua grup di babak penyisihan yaitu grup A terdiri dari Cina, Mongolia, Indonesia dan Serbia. Sedangkan di grup B bersaing Cina U23, Belanda, Australia dan Belarusia. Di kejuaraan FIBA 3X3 Asia Cup 2018, di Shenzhen, China, 29 April – 1 Mei 2018, Indonesia hanya mampu duduk diurutan 7 klasemen akhir. Wahyu Widayat Jati, Pelatih Timnas 3X3 Putri Indonesia, bakal melakukan perombakan komposisi pemain jelang ‘Women International Pro Tournament Chengdu Challanger’. Turnamen untuk putri ini digelar bersamaan dengan FIBA 3×3 Chengdu Challenger 2018. Jadi turnamen putri dimainkan di lapangan yang sama, di sela-sela pertandingan tim putra. Regita Pramesti dan Ayu Sriartha, yang sebelumnya berada di standby list Tim Nasional, pada Asia Cup, kini menggantikan Jovita Elizabeth Simon dan Yusranie Assipalma. Sementara, Christie Apriyani Rumambi dan Lea Elvensia Kahol, tetap jadi pilihan utama. Fareza Tamrella, Manajer Tim Nasional 3×3 Indonesia, mengatakan di Asian Games nanti memiliki target bisa masuk 3 besar. “Targetnya menembus peringkat 3 besar di Asian Games nanti, minimal dapat perunggu. Peluang Indonesia cukup besar,” ujar Fareza, dilansir laman resmi srikandicup, Jumat (25/5). Hal serupa diungkap Wahyu. “Harus improve dan learn something. Jangan mengulang kesalahan yang sama. Target saat ini adalah target antara, bukan selalu juara pada tiap turnamen, namun bagaimana pemain bertanding hingga mencapai batas maksimal mereka. Itu yang saya mau,” timpal pelatih yang akrab disapa Cacing itu. (Adt) Skuat Tim Nasional 3×3 Putri Indonesia : 1. Lea Elvensia Kahol 2. Christie Apriyani Rumambi 3. Ayu Made Sriartha 4. Regita Pramesti Standby Players (Jakarta) : 1. Jovita Elizabeth Simon 2. Yusranie Assipalma

Satu-satunya di Indonesia, SMA di Tangerang Jadi Venue Asian Games 2018

Lapangan tertutup berukuran 80 x 40 meter di area SMA Adria Pratama Mulya, Tangerang, yang akan dijadikan venue Asian Games 2018. (tribunnews.com)

Tangerang- Pesta olahraga se-Asia, Asian Games 2018 akan digelar 18 Agustus- 2 September 2018. Jakarta dan Palembang dipercaya menjadi tuan rumah dari perhelatan akbar olahraga se-Asia tersebut. Keberadaan venue yang bagus diharapkan bisa menghasilkan prestasi bagi atlet Indonesia di ajang Asian Games 2018. SMA Adria Pratama Mulya yang berada di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, ternyata terpilih sebagai salah satu venue menggelar pertandingan Asian Games 2018. Sekolah ini menjadi venue cabang olahraga (cabor) modern pentathlon, yang terdiri dari lima nomor yakni, laser and run, renang, berkuda dan anggar. Public Relation Yayasan Adria Pratama Mulia, Ahmad, mengatakan, kesiapan yang dilakukan seperti mengecek lokasi pertandingan yang akan digunakan untuk cabang tertentu serta, melakukan pembangunan kolam renang, dengan keseluruhan memiliki standar internasional. “Ada tiga lokasi yang digunakan, yakni dua lapangan, pertama kondisi tertutup (memiliki atap) dan kedua terbuka, yang masing-masing memiliki luas 80 x 40 meter,” ujar Ahmad, di SMA Adria Pratama Mulia, Kabupaten Tangerang, Rabu (23/5), dilansir Tribunnews.com. Lapangan ini akan digunakan untuk pelaksanaan dua nomor cabang olahraga. “Nantinya, dua lokasi itu untuk laser run di terbuka, dan anggar pada lapangan tertutup. Sedangkan, dari dua lokasi itu, nantinya panitia Asian Games akan memilih mana yang akan digunakan untuk pertandingan berkuda, apakah lapangan dengan kondisi tertutup, atau yang terbuka,” lanjutnya. Ahmad melanjutkan, khusus untuk kolam renang, pihaknya masih melakukan persiapan dan tengah proses pembangunan. Kolam ini memiliki luas 25 x 21 meter dan kedalaman dua meter. Tak hanya itu, tribun penonton pertandingan Asian Games untuk perlombaan renang pun nampak dalam proses pembangunan pula. Tribun penonton tersebut dapat memuat kapasitas maksimal 300 penonton. “Kami targetkan untuk kolam renang selesai pada bulan Juni atau Juli 2018. Sedangkan, untuk lapangan tadi, semua sudah siap. Tinggal nantinya, akan kami percantik dengan tribun penonton dan beberapa stand,” papar Ahmad. Untuk tribun ini nanti akan dipasang dengan kapasitas yang sama dimiliki oleh tribun di kolam renang. Kesiapan tak hanya dilakukan pada tempat bertanding, melainkan latihan para atlet-atlet Indonesia yang bertanding di Asian Games 2018 perlombaan pentathlon yang sudah mulai berlatih dilokasi itu. (art)

Intip Kekuatan Lawan Asian Games, Timnas Putra 3X3 Ujicoba ke Mongolia

Timnas 3X3 putra Indonesia (putih) untuk Asian Games 2018 dijadwalkan mengikuti FIBA 3x3 U23 Nations League 2018 di Mongolia. (mainbasket.com)

Jakarta- Timnas 3X3 putra Indonesia bakal mengikuti turnamen FIBA 3×3 U-23 Nations League 2018, di Ulaanbaatar, Mongolia, 1-3 Juni. Kejuaraan itu diikuti tuan rumah Mongolia, Indonesia, Sri Langka, China, dan Uganda. Event ini bagian dari ujicoba sekaligus mengintip kekuatan calon lawan yang akan dihadapi pada Asian Games 2018, Agustus-September mendatang. Hal itu dikatakan sang pelatih, Fandi Andika Ramadhani, awal pekan ini . “Selain putra, timnas putri juga akan ikut serta ke Mongolia,” ujar pria yang disapa Rama ini. Tim 3X3 putri Indonesia terdiri dari Lea Kahol, Regita Pramesti, Yusranie Assipalma, Christie Apriani Rumambi, Jovita Elizabeth Simon, Dewa Ayu Made Shriartha Kusuma, di bawah asuhan kepala pelatih Wahyu Widayat Jati. FIBA 3×3 U23 Nations League adalah kompetisi tim nasional untuk putra dan putri di bawah usia 23 tahun. Program tersebut dikenal sebagai FIBA 3×3 Fast Track. Federasi nasional yang berpartisipasi dalam program ini harus mendaftarkan satu tim putra dan putri. Format kompetisinya memang berbeda dengan biasanya. Satu turnamen terdiri dari enam bagian atau disebut “stop”. Berbeda dengan gelaran sebelumnya di tahun 2017 yang memakai lima stop, tahun ini akan ada enam stop. “Ada enam stop, dua di Mongolia dan dua stop di Jepang. Dua stop lagi masih belum ditetapkan oleh FIBA,” kata Anthony Gunawan, Kepala Sub-Bidang 3×3 Perbasi. “Di Mongolia nanti juga ada latihan bersama yang dipimpin expert 3×3.” Usai dari Mongolia, Timnas kembali mengikuti turnamen FIBA 3×3 Challengers 2018 di Eropa yakni di Kaunas Challenger (30 Juni – 1 Juli), dan Lignano Sabbiadoro (14-15 Juli). “Setelah Italia, mereka akan berlatih dan beruji coba di Serbia, lalu kembali mengikuti satu turnamen challenger di Italia,” tutur Rama. Saat ini, terdapat delapan nama yang menghuni skuat Pelatnas timnas putra 3X3 yakni Rivaldo Pangesthio, Kevin Moses Poetiray, Vincent Rivaldy Kosasih, Reza Guntara, Hendrikus Kalau, Erick Jonathan Gosal, Ferdian, dan Nuke Tri Saputra. Pada April, Timnas 3X3 putra Indonesia sempat mengikuti kualifikasi Piala 3X3 Asia FIBA 2018 di Shenzen, Cina, tetapi gagal melaju ke putaran final. Pelatih kelahiran Bogor, Jawa Barat, 33 tahun menjelaskan pihaknya akan memastikan empat pemain inti yang mengisi skuat Merah Putih menjelang keberangkatan menuju Eropa. Terkait kondisi para pemain, Rama menegaskan bila anak didiknya mengalami peningkatan, terutama soal fisik. Selain itu, tambahnya, Rivaldo dkk bisa bermain dengan gaya permainan yang diinginkannya. “Ya, paling tidak medali perunggu, bisa kita rebut apalagi bermain di kandang sendiri,” tutup peraih MVP Liga Bola Basket Mahasiswa Nasional (Libamanas) 2004 dan 2005 itu. (Adt)

Delegasi NOC Asia Kunjungi Jakarta, Soroti Kampung Atlet dan Venue Asian Games 2018

Delegasi NOC Arab Saudi dan Jepang Kunjungi Indonesia memeriksa kesiapan Jakarta-Palembang sebagai host Asian Games 2018. (sportanews.com)

Jakarta- Delegasi National Olympic Committee (NOC) Asia, diantaranya Kerajaan Arab Saudi dan Jepang mengunjungi Indonesia. Mereka ingin memastikan kesiapan Indonesia menggelar pesta multievent empat tahunan edisi ke-18, pada Agustus-September 2018, terutama persoalan athlete village, venue pertandingan, hingga transportasi. Eris Herryanto, Sekertaris Jenderal (Sekjen) Panitia Pelaksana Asian Games (INASGOC) 2018, menyebut kunjungan delegasi NOC Asia memberikan dorongan agar persiapan yang dilakukan Indonesia harus lebih intensif. “Secara keseluruhan, mereka menyatakan kepuasan, kami juga mencatat masukan agar penyelenggaraan bisa berjalan lancar,” ujar Eris, Rabu (23/5). Sementara, Prince Fahad bin Jalawi Al Saud, Chief de Mission (CdM) Kerajaan Arab Saudi datang bersama 10 orang. Mereka terdiri dari para penanggung jawab cabang olahraga menembak, karate, balap sepeda, bola tangan, dan taekwondo. Kesemua cabang olahraga itu merupakan andalan Kerajaan Arab Saudi. Dalam kesempatan itu, Prince Fahad bersama delegasi mengunjungi kampung atlet di kawasan Kemayoran, Jakarta Utara. “Concern kami di athlete village dan beberapa venue, termasuk bola tangan, yang menjadi andalan negara kami. Sejauh ini memuaskan. Kami hargai kerja keras Indonesia dalam menyiapkan Asian Games nanti,” tukas Prince Fahad. Sedangkan Jepang, mengirimkan enam anggota delegasi dari Japan Olympic Committee (JOC), yang mayoritas diwakili departemen sport, seperti Kenji Kasahara, Toshikazu Watanabe, Seiji Kudoh, dan Kosuke Okoshi. Jepang bakal menjadi tuan rumah Olimpiade Tokyo 2020. Dan, pada Asian Games 2018 terdapat cabang olahraga baru yang baru dipertandingkan di Tokyo 2020. Seperti roller sports, sports climbing, serta baseball dan softball. Menurut Kenji, kunjungan delegasinya ke Indonesia dalam rangka membawa misi. “Kami ingin memastikan semua tempat dan sarana pendukung untuk pertandingan sesuai dengan standar internasional. Sehingga nantinya para atlet kami dapat bertanding dengan maksimal,” tegas Kenji. (Adt)