Empat Dara Cantik Dibawah 20 Tahun, Yang Membela Indonesia di Asian Games 2018

Safira Ika Putri Kartini baru berusia 15 tahun, sudah menjadi pemain inti Timnas sepak bola Putri Indonesia dalam ajang Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. (instagram)

Jakarta- Ajang olahraga terbesar se-Asia Tenggara, Asian Games 2018 sudah mulai digelar di Indonesia sejak 18 Agustus lalu. Rupanya euforia Pemerintah Indonesia yang menjadi tuan rumah tak kalah dengan rasa antusias masyarakat yang ingin tahu siapa saja para Atlet Indonesia yang akan berlaga.

Beberapa atlet terbaik sudah disiapkan oleh beberapa negara yang ikut tampil pada ajang bergengsi ini. Tanpa terkecuali Indonesia, tampil sebagai tuan rumah tentu harus menyiapkan atlet terbaiknya agar memperoleh prestasi terbaik pada gelaran 4 tahunan ini.

Bahkan beberapa atlet muda pun turut serta dipanggil guna memenuhi tugas negara, berikut ini ada 4 atlet muda Indonesia, yang bakal tampil pada ajang Asian Games 2018.

Jeany Nuraini

Sprinter DKI Jakarta ini belum lama, mengundang perhatian publik. Nama Jeany mendadak viral, lantaran beberapa waktu lalu, fotonya sempat disandingkan dengan Muhammad Zohri. Siapa sangka, gadis bernama lengkap Jeany Nuraini Ameila Agreta, usianya masih 17 tahun.

Jeany Nuraini

Pada 2017 lalu, Jeany berhasil menyabet 2 medali emas sekaligus di nomor 100m dan 200m sprint putri cabor atletik, dalam Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) yang dihelat di Semarang, Jawa Tengah, sekaligus memecahkan rekor remaja di nomor 200m sprint putri.

Pada 2018, Atlet kelahiran Jakarta 22 Agustus 2000 ini, meraih podium pertama di nomor 100m sprint putri, Asian School Games 2018 di Malaysia. Berbagai prestasi inilah yang mengantarkan siswi yang baru lulus dari SMAN 24 Jakarta Pusat ini, tergabung dalam Kontingen Atletik Indonesia di Asian Games 2018.

Ceyco Hutagalung

Mendekati Asian Games 2018 ini, Ceyco adalah salah satu atlet yang ditunjuk untuk mewakili Indonesia. Alumnus SMA 39 Jakarta ini masih berusia 19 tahun. Pada 2015 lalu, Ceyco tampil gemilang di final Kejuaraan Dunia Karate WKF, Kadet, Junior, dan U21. Ia sukses meraih medali emas pada nomor Kumite putri Junior kelas 59+.

Ceyco Hutagalung
Ceyco Hutagalung

Sebelumnya, dara kelahiran Jakarta 24 Juni 1999 ini ,menyabet juara untuk kategori junior saat beraksi di Kejuaraan Asia Karate (AKF) 2014 di Malaysia. Prestasinya berlanjut dengan memenangi Kejuaraan Dunia Karate (WKF) 2015 di Indonesia.

Gadis bernama lengkap Ceyco Georgia Zefanya Hutagalung ini siap membidik medali emas di Asian Games 2018. Tekadnya makin membara, lantaran sebelumnya gagal mengikuti SEA Games 2017 di Malaysia, hanya karena belum memenuhi kriteria usia.

Liontin Evangelina Setiawan

Liontin Evangelina Setiawan, yang akrab disapa Angel, adalah atlet timnas balap sepeda. Angel sudah mengukir prestasi di manca negara. Pada 2017, Angel diundang oleh UCI (Union Cycliste Internationale (UCI), mengikuti pelatihan tingkat internasional di World Cycling Center, Aigle, Swiss.

Liontin Evangelina Setiawan
Liontin Evangelina Setiawan

Terlahir dari pasangan legenda balap sepeda nasional Nurhayati dan Henry Setiawan, gadis kelahiran Yogyakarta 13 Juli 1999 ini, kini mencuat sebagai salah satu atlet muda di cabang olahraga gowes itu. Prestasi orang tua Angel pun tak dapat dipandang sebelah mata.

Sejarah mencatat, jika torehan sang bunda, Nurhayati, adalah prestasi yang fenomenal. Nurhayati, sukses menyabet enam medali emas sekaligus, saat tampil di ajang Sea Games 1997 Jakart, cabor balap sepeda. Sang ayah yakni Henry Setiawan, turut merebut dua medali emas, dalam perhelatan yang sama.

Kini, darah juara mengalir ditubuh gadis berambut panjang ini. Pada 2014, Angel berhasil menjadi juara 1, kelas Women Elite, Kejuaraan Nasional Balap Sepeda, Solo dan Jogjakarta. Lalu prestasi lain yang tak kalah membanggakan ditorehkan pada February 2017.

Angel yang belum genap 18 tahun saat itu, menyumbang medali pertama tim Indonesia di Kejuaraan Balap Sepeda Asia 2017. Ia finis posisi tiga, pada nomor Individual Time Trial putri junior. Dengan catatan waktu 19 menit 50,28 detik, ia ada di belakang juara, Kang Qiao asal China, dan sang runner up, Marina Kurnossova (Kazakhstan).

Safira Ika Putri 

Meski sepak bola putri hingga saat ini belum menghasilkan prestasi yang luar biasa, namun bakat-bakat srikandi muda ternyata cukup menjanjikan. Salah satunya adalah Safira Ika Putri Kartini. Dara yang akrab disapa Ika ini, menjadi salah satu jajaran atlet termuda skuat Timnas Indonesia, di ajang Asian Games 2018.

Gadis kelahiran Surabaya 21 April 2003, ini sudah menjadi pemain inti skuad sepak bola Timnas Putri Indonesia. Padahal usianya, baru genap 15 tahun pada April lalu. Namun, Ika sudah wara wiri membela Timnas Putri, sejak level Junior.

Ika lebih memilih sepak bola, lantaran dirasa lebih menantang. “Awalnya ayah dan ibu melarang. Mereka masih punya pikiran kalau sepak bola, ya, buat cowok,” ujar Ika. “Bahkan dulu, buat beli sepatu bola pertama, Ika harus sabar dan menabung dari uang saku sehari-hari,” tambahnya.

Lama-kelamaan, Ika mendapat dukungan dari kedua orang tuanya dan berhasil masuk dalam Skuat Timnas Putri U-15 Indonesia. Ia mendapatkan panggilan Timnas Putri U-15 setelah tampil ciamik dan menangantarkan Bangka Belitung juara Piala Nusantara 2017 di Jepara. Ia tak kuasa menahan tangis lantaran tak percaya dipanggil ke timnas.

Bermain diposisi bek kiri dan gelandang bertahan, Ika lalu ditunjuk menjadi Kapten Timnas Putri U-15 pada 2017. Pada 2018, ia juga menyandang kapten, di Timnas Putri U-16 yang tampil dalam event AFF U-16 di Palembang. Kini, Alumnus SMP YPM 1 TAMAN, Sidoarjo, adalah anggota Timnas Putri senior, dalam ajang Asian Games 2018.

(Dre)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *