Raih Posisi 3 Besar di Asia, Begini Perjuangan Squad Merah Putih di Turnamen Esports Bergengsi Free Fire Continental Series

Perwakilan Indonesia di FFCS Asia Series

Jakarta, 2 Desember 2020 – Lebih dari 120 juta penggemar esports 1 dari seluruh dunia ikut menonton dari rumah dan menjadi saksi bisu pertarungan turnamen Free Fire Continental Series (FFCS). Squad merah putih yang diwakili RRQ Hades dan EVOS Esports , turut bertanding di babak Grand Final seri Asia harus puas dengan posisi 3 dan 4, mengakui keunggulan tim EXP Esports (Thailand) yang berhasil menjadi juara benua Asia di Grand Final turnamen Free Fire Continental Series (FFCS) – Asia Series pada Minggu, 29 November 2020. Mewakili Indonesia, kedua tim menunjukkan perjuangannya dalam melawan sepuluh tim lain dari region Asia yaitu EV THAILAND (Thailand), King of Gamers Club (Thailand), EXP Esports (Thailand), Heavy (Vietnam), Burst the Sky (Vietnam), V-Gaming (Vietnam), House of Blood (Pakistan), Total Gaming Esports (India), Geek Fam (Malaysia), dan Team Knights (Chinese Taipei). Meski sama-sama mengakhiri level di pertandingan malam dengan 133 poin, RRQ Hades naik ke posisi ketiga overall dengan jumlah placement points yang lebih tinggi, mengungguli EVOS Esports. Beranggotakan 5 orang, RRQ Hades diwakili oleh Richard “RRQ.Legaeloth” William Manurung, Abdurrahman “RRQ.Chanzu” Lahay, Ibnu “RRQ.PacMan” Nasir Ramdani, Benyamin “RRQ.OConnor”, dan Syahadi “RRQ.Lennman” Putra. Sedangkan EVOS Esports yang juga beranggotakan 5 orang diwakili oleh Saeful “EVOS.Sam13” Muharrom, Abu “EVOS.Abu” Sofiyan, Regi “EVOS.Mr05” Pratama, Muhammad “EVOS.Street” Afaiq, dan Riki “EVOS.Kenzoo” Wando. Dengan berbagai pengalaman di turnamen besar mulai dari Free Fire Master League, Free Fire Indonesia Masters, hingga turnamen Free Fire tingkat internasional, perjuangan mereka tentunya sudah sematang pengalaman mereka. Christian Wihananto selaku Produser dari Garena Free Fire Indonesia menyatakan “Kami sangat bangga dengan tim RRQ Hades, EVOS Esports, seluruh Survivors dan penggemar Free Fire yang telah setia mendukung sejak awal, yang apapun terjadi, #FFINDOBERSATU. Melihat kerja keras dan perjuangan yang telah mereka lewati dari babak awal pada Agustus 2020 kami percaya tim esports di Indonesia semakin berkembang pesat dan terus menunjukkan kualitasnya untuk dapat bertanding di ajang turnamen Internasional. Kami selaku penyelenggara selalu berkomitmen untuk memfasilitasi bakat serta mendukung ekosistem esports di Indonesia agar dapat terus berkembang menjadi atlet esports profesional berkelas dunia, terinspirasi dari tim RRQ Hades dan EVOS Esports. Kami juga ucapkan selamat kepada tim EXP Esports dari Thailand. Mereka bermain dengan sangat baik dan penuh strategi apik. Respect!” Kilas Balik Sepak Terjang Squad Merah Putih Hidupkan Turnamen Bergengsi Kala Pandemi Sebelum memasuki turnamen internasional FFCS, para atlet esports di Indonesia telah menjalani babak penyisihan yang berlangsung sangat panjang sejak Garena , perusahaan platform internet dan mobile terbesar di Asia, mengumumkan turnamen Free Fire Continental Series (FFCS) pada 24 Agustus 2020. FFCS sendiri merupakan tahap kompetitif tertinggi musim ini di mana pemain-pemain terbaik dapat menampilkan teknik dan strategi terbaru mereka melawan satu sama lain. FFCS sendiri hadir untuk menggantikan ajang tahunan Free Fire World Series (FFWS) dari Garena mengingat kondisi global yang masih memberikan dampak kepada pelaksanaan turnamen esports secara global. Hal ini dilakukan sebagai upaya Garena untuk tetap melibatkan, memfasilitasi serta menghibur para gamers dengan konten esports yang kompetitif dan premium. Untuk melibatkan para pemain Free Fire selama #dirumahaja, Garena juga telah menyelenggarakan serangkaian event in-game eksklusif FFCS yang diikuti oleh seluruh pemain Free Fire. FFCS terdiri dari tiga turnamen regional yang diadakan secara bersamaan. Keseluruhannya meliputi Free Fire Americas Series , terdiri dari Brasil dan Amerika Latin, Free Fire Asia Series , yang mencakup Indonesia, India, Thailand, Vietnam, Malaysia, Pakistan, dan Chinese Taipei, serta Free Fire EMEA Series , terdiri dari Eropa, Rusia, Timur Tengah, dan Afrika Utara (MENA). Ketiga turnamen regional mengikuti format yang sama, dimana tim bertarung lebih dari 6 ronde, di 3 peta: Bermuda, Purgatory, dan Kalahari, dengan poin yang diberikan berdasarkan peringkat dan jumlah kills. Di Indonesia sendiri, penyisihan menuju FFCS dimulai dengan turnamen Free Fire Master League Season II dan Free Fire Indonesia Masters (FFIM) 2020 Fall. Sebanyak 2 juta atlet esports dari seluruh Indonesia yang bergabung dalam FFML Season II dan FFIM 2020 Fall tidak hanya berkesempatan untuk membawa pulang total hadiah 2 miliar rupiah, namun juga gelar tim perwakilan Indonesia untuk turnamen internasional. Penyelenggaraan FFCS turut mempertegas posisi Garena Free Fire sebagai “E sports Mobile Game of the Year 2020”, yang baru-baru ini diberikan oleh Esports Awards 2020. Di tingkat nasional, game ini menerima penghargaan lainnya sebagai “Game Esports Terfavorit Indonesia” oleh Indonesian Esports Awards 2020.

Jaring Atlet Junior Terbaik, PB Wushu Indonesia Kembali Siapkan Kejuaraan Virtual

Jaring Atlet Junior Terbaik, PB Wushu Indonesia Kembali Siapkan Kejuaraan Virtual

Pengurus Besar (PB) Wushu Indonesia nampaknya sedang mempersiapkan untuk melakukan pembenahan ulang sistem pembinaan wushu. Salah satunya dengan mengadakan kembali Virtual Wushu Championships Indonesia Seri II. Langkah ini diambil karena berkaca pada kesuksesan saat menggelar Virtual Wushu Championships Indonesia Series – 1 Khusus Taolu. Kali ini, PB Wushu Indonesia tidak hanya siap menggelar Virtual Wushu Championships Indonesia Seri II namun juga mendapat dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan KONI Pusat. Ada pun rencananya kejuaraan tersebut akan digelar pada 1-11 Desember 2020. “Di seri I telah menjaring 190 atlet junior dan di Seri II akan kembali dijaring 190 atlet potensial dari kategori A,B dan C. Mereka nantinya akan diseleksi kembali melalui Virtual Wushu Champipnships Indonesia 2021 untuk menjaring 50 atlet junior terbaik yang akan dipersiapkan tampil pada ajang event internasional,” ujar Sekjen PB Wushu Indonesia, Ngatino, dilansir dari JPNN, Kamis (26/11/2020). “Ini sesuai instruksi Pak Airlangga Hartarto yang ingin adanya program pembinaan atlet berjenjang dan berkesinambungan dalam upaya melahirkan pengganti juara dunia Lindswell Kwok dan Edgar Xavier Marvelo ke depan,” sambungnya. Terbosan yang dilakukan PB Wushu Indonesia ini mendapat sambutan. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan jumlah atlet dan sasana yang berpartisipasi. Pada Seri I tercatat 632 atlet dari 50 sasana wushu se-Indonesia sedangkan pada Seri II telah tercatat 1.000 atlet (804 atlet wushu nomor Taolu dan 166 atlet wushu tradisional) dari 83 sasana wushu. Virtual Wushu Championships Indonesia Seri II kali ini memang terlihat istimewa. Selain mempertandingkan nomor tradisional untuk memberikan tempat kepada perguruan wushu, 12 atlet terbaik dari tiga sasana pada Seri I yakni Rajawali Sakti Jakarta, Laba-laba Sakti Jakarta dan Yasanis Surabaya akan berlaga dengan atlet sasana wushu dari Singapura, Brunai, Macau, dan Kazakhstan. “Kita memang sengaja mengundang atlet junior wushu negara lain untuk menambah jam terbang atlet junior terbaik di Virtual Wushu Championships Seri I. Sebab, sasana yang kita undang tercatat sebagai sasana yang banyak melahirkan atlet nasional di keempat negara tersebut,” jelasnya. Program Virtual Wushu Championships Indonesia yang diluncurkan PB Wushu Indonesia ini sekaligus menjadikan sasana sebagai ujung tombak pembinaan. Sebab, atlet-atlet junior dari berbagai sasana punya kesempatan untuk bisa menembus. “Lewat Virtual Wushu Championships Indonesia tak ada lagi ýang bisa ditutupi. Keberadaan atlet potensial yang ada di sasana besar atau kecil akan terpantau,” katanya. Lebih jauh Ngatino juga mengungkapkan pihaknya akan mencari format yang tepat untuk mempertandingkan nomor Sanda. “Nomor Sanda sedang dicarikan formatnya. Bisa saja akan digelar tahun depan tanpa penonton. Prinsipnya pertandingan tidak boleh terhenti karena pandemi Covid-19,” tutupnya.

Sukses Dihelat, Cimaja Surf Fest Pro 2020 Diharapkan Cetak Talenta Muda Surfing Kab. Sukabumi

Sukses Dihelat, Cimaja Surf Fest Pro 2020 Diharapkan Cetak Talenta Muda Surfing Kabupaten Sukabumi

Cimaja Surf Fest Pro 2020 sukses digelar di Pantai Cimaja, Desa Cimaja, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kegiatan yang digelar oleh Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Kabupaten Sukabumi tersebut, berlangsung pada 21-22 November 2020. Sekretaris Jenderal PSOI Kabupaten Sukabumi, Iman Nulhaki, menjelaskan jika Cimaja Surf Fest Pro 2020 merupakan bentuk kegiatan lanjutan yang berawal dari acara webinar ‘Surfing Talks: Cek Ombak Bali dan Cimaja’ yang digelar Kemenparekraf/Baparekraf RI untuk mempromosikan wisata selancar pada awal November 2020 lalu. Meski dilaksanakan saat pandemi Covid-19, Cimaja Surf Fest Pro 2020 digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, salah satunya dilakukan rapid test untuk seluruh panitia dan peserta, membatasi jumlah peserta lomba, tidak menciptakan kerumunan di lokasi acara, menerapkan jaga jarak selama kegiatan, menjaga higienitas tangan dan barang, serta memberlakukan aturan selalu pakai masker di tempat umum. Selain itu, acara ini menghadirkan tiga orang juri dari kalangan peselancar profesional yang memiliki sertifikat juri dari International Surfing Association (ISA), yakni Diki Zulfikar, Dede Suryana, dan Gigit Permana. Sedangkan peserta lombanya berjumlah 64 orang yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia, yakni Mentawai, Bengkulu, Carita, Jakarta, Pangandaran, Batukaras, Yogyakarta, Pacitan dan Sukabumi. Ada juga beberapa peselancar mancanegara yang sedang tinggal di Indonesia turut mengikuti kegiatan ini. “Kegiatan ini dimulai tanggal 21 sampai 22 November. Kegiatan ini kelasnya nasional, jadi peserta ada yang dari Lombok, Padang, Cilacap, Pacitan, Parangtritis, Mentawai, Pangandaran, Batukaras, Anyer, Carita, Cimaja. Dan ada juga peserta internasional yang sedang berada di Jakarta,” ujar Imam melalui pesan singkat, Rabu (25/11/2020), dilansir dari Tribunjabar.id. Cimaja Surf Fest Pro 2020 ini, kata Iman, bertujuan untuk membina dan membimbing generasi muda untuk menjadi atlet baru surfing, serta mempromosikan wisata selancar Cimaja. “Diselengarakannya kegiatan ini bermaksud untuk membina dan membimbing generasi muda yang memiliki bakat dan skil untuk menjadi atlet-atlet nasional, yang suatu saat akan mewakili daerah dan negara yang berkibar di kejuaraan dunia,” katanya. “Selain dari pada membina atlet kegiatan ini untuk mempromosikan pariwisata di bidang minat khusus surfing, olah raga ini selain prestasi juga untuk rekreasi. Setelah kegiatan ini kami berharap pariwisata minat khusus ini berkembang dan maju, serta para atlet bisa mengikuti ajang kompetisi nasional dan internasional,” pungkasnya.

Buka Kejuaraan Open Archery Championship, Rusli Harap Mampu Ciptakan Atlet Berprestasi

Buka Kejuaraan Open Archery Championship, Rusli Harap Mampu Ciptakan Atlet Berprestasi

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Rusli Dg Palabbi, secara resmi membuka kejuaraan Open Archery Championship, Piala Gubernur Sulawesi Tengah ke III, yang ditandai dengan pelepasan anak panah bertempat di Lapangan Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga, Jumat 20 November 2020. Menurut Rusli, pembinaan dan pengembangan olahraga bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata akan tetapi seluruh komponen bangsa mesti dilibatkan untuk mengurusnya seperti yang ditunjukkan oleh Perpani Sulawesi Tengah bersama KONI Sulteng yang terpanggil untuk memajukan olahraga panahan di Sulawesi Tengah. Adanya Piala Gubernur Sulawesi Tengah ke III diharapkan menjadi ajang uji coba yang tepat bagi para atlet panahan Sulawesi Tengah yang membutuhkan kompetisi agar bisa memperdalam dan meningkatkan kemampuan skill mereka. Karena berbicara olahraga panahan berarti berbicara konsentrasi dan mental yang harus lebih ditingkatkan karena panahan full dengan konsentrasi tingkat tinggi sehingga makin sering ikut kompetisi maka kemampuan atlet cenderung akan lebih meningkat. “Olehnya, saya menyambut baik dan mengapresiasi kepada panitia penyelenggara dan seluruh komponen terkait yang menggelar kejuaraan ini sebagai ajang pembinaan prestasi dan dapat menggali potensi atlet panahan muda Sulawesi Tengah agar dapat berprestasi pada tingkat nasional dan kita harapkan semoga kedepannya bisa mewakili Indonesia di kejuaraan internasional, sekaligus mensosialisasikan cabang olahraga panahan kepada masyarakat,” ujar Rusli, dilansir dari Kailipost.com. Tidak lupa ia memberikan apresiasi kepada para peserta karena tetap semangat mengikuti pembukaan Piala Gubernur Sulawesi Tengah ke III Open Archery Championship karena tetap semangat meskipun dibawah terik sinar matahari, serta tetap mengikuti protokoler kesehatan yakni menggunakan masker. Wakil Gubernur berharap keahlian para peserta dalam memanah lebih meningkat sehingga dapat mengikuti kompetisi ditingkat nasional bahkan tingkat dunia. Ia juga tak henti-hantinya mengingatkan agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3 M), apalagi dalam waktu dekat, tanggal 9 Desember 2020 menyongsong pemilihan kepala daerah serentak tingkat provinsi serta tujuh kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah yang diharapkan dapat berjalan demokratis, partisipatif dan aman dari Covid-19. Ketua KONI yang diwakili oleh Humaidi, mengakui panahan merupakan olahraga tertua yang telah ada sejak 50.000 tahun lalu, bahkan ahli arkeologi memperkirakan dari lukisan di gua-gua yang sudah berumur 500.000 tahun. Penggunaan panah oleh manusia pada waktu itu untuk melindungi dirinya dari binatang luar dan sebagai alat untuk mencari makan perjalanan panjang sampai pada zaman modern ini tentu tujuannya berbeda sebagai olahraga prestasi harapan dan cita-cita atlet adalah ingin tampil yang terbaik, hal tersebut seiring semangat olimpiade yang dicetuskan bapak Olimpiade modern, Baron Pierre de Coubertin pada tahun 1894 dengan moto: Citius berarti lebih cepat, Altius berarti lebih tinggi dan Fortius berarti lebih kuat.

Tim Poomsae RTA Harumkan Kota Pematangsiantar di Kejurda

Tim Poomsae RTA Harumkan Kota Pematangsiantar di Kejurda

Tim Poomsae Rahmat Taekwondo Academy (RTA) yang merupakan pelajar Kota Pematangsiantar sukses memborong sejumlah medali saat mengikuti Kejuaraan Daerah se-Sumatera Utara bertajuk Taekwondo Poomsae Championship 2020, pada tanggal 14-15 November 2020 di Medan. Taekwondo Poomsae Championship 2020 digelar dalam rangka memperebutkan Piala BNN Provinsi Sumatera Utara dengan kelas pemula, kadet,  junior, dan senior. Kejuaraan diselenggarakan di gedung Disporasu jalan William Iskandar (Pancing), Kota Medan. Rahmat P. Sitanggang, SE, selaku Ketua dan Pemilik RTA, dalam keterangannya pada awak media menyambut baik Taekwondo Poomsae Championship 2020 yang diselenggarakan oleh BNN Sumut. “Mantap lae, mudah-mudahan dengan berolahraga anak anak bias dijauhkan dari bahaya narkoba,” ujar Rahmat, dilansir Hetanews.com. Atas prestasi yang diraih oleh anak asuhnya, RTA diundang oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Siantar untuk memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih. Rahmat dan tim memenuhi undangan tersebut dan telah mengunjungi Kepala Dinas Pendidikan Kota Siantar di Kantor Dinas Pendidikan jalan Siatas Barita pada Senin (23/11/2020) pukul 09.00 WIB. “Anak-anak yang juara akan mendapat prioritas untuk masuk ke sekolah-sekolah negeri melalui jalur prestasi,” tambah Rahmat. Adapun peraih medali emas adalah Lionel, Jhie Jhie, Bagas Nainggolan dan M Azlan Halawa. Sementara untuk medali perak diborong oleh Anggie Michelle Siburian, Jhue Jhue, Ortiz Saragih, Wandaniel Purba, Paskah Andika Putra, Arziein Nainggolan, Rangga Purba, dan M Zidan Artha Sirait. Seluruh atlet-atlet di atas adalah anak-anak pelajar Kota Siantar. Rahmat berharap kedepan, dari Kota Siantar ini akan lahir bibit bibit unggul untuk menjadi atlet nasional yang tidak saja mengharumkan nama Kota Siantar, namun juga nama Indonesia dikancah kejuaraan internasional. Kadisdikjar Siantar, Rosmayana, ketika dihubungi awak media ini menyambut positif dan bangga atas prestasi para pelajar yang telah mengharumkan nama kota ini. Rosmayana berpesan supaya tetap menjunjung tinggi sportivitas dan tetap mengikuti pembelajaran baik daring maupun luring. “Pesan saya supaya anak anak tetap menjunjung tinggi sportitas dalam tiap pertandingan, tetap jaga kesehatan dengan makan bergizi dan istrahat cukup serta jangan lupa tetap mengikuti pembelajaran baik daring maupun luring. Tetap semangat latihan juga ya,” pesan Rosmayana.

Cari Bakat Muda, Gubernur Sumsel Gelar Turnamen Bulu Tangkis

Cari Bakat Muda, Gubernur Sumsel Gelar Turnamen Bulu Tangkis

Dalam rangka menjaring atlet-atlet muda bulu tangkis, Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mengadakan turnamen bulu tangkis bertajuk Kejuaran Gubernur Super Series Badminton 2020/2021. Turnamen ini digelar untuk wilayah Ogan Komering Ulu (OKU) khususnya wilayah OKU, OKU Timur dan OKU Selatan. Turnamen ini nantinya akan dipusatkan di Gor Baturaja. Pada upacara pembukaan secara virtual dari Griya Agung Palembang itu, Deru menyambut baik turnamen ini. Ia pun berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu sebagai tuan rumah Kejuaraan Gubernur Super Series Badminton 2020/2021. “Melalui turnamen ini kita harapkan akan muncul lebih banyak lagi bakat-bakat baru.  Dan memberikan pengalaman bertanding kepada para atlet, pemula dan remaja,” ujar Deru, dilansir dari Moeslim Choice. Lebih lanjut, Deru menjelaskan jika turnamen ini dikhususkan untuk atlet muda, mulai dari 13 tahun sampai usia 16 tahun. Sehingga menjadi momentum persemaian atlet muda di pelosok kabupaten/kota di Sumsel. Para atlet inilah, kelak akan mengisi daftar sebagai atlet berprestasi Sumsel dan Nasional,” tegas Deru. Selain itu, Deru menilai, adanya penyelenggaraan kejuaraan ini sebagai bukti pemanfaatan venue GOR di kabupaten/kota dapat lebih maksimal untuk pembinaan atlet daerah. “Setelah penyelenggaraan ini juga akan digelar event badminton berskala dunia dan bergengsi lainnya, untuk pembinaan berkelanjutan,” ucapnya. Tak lupa, orang nomor satu di Sumsel ini juga memberikan pesan kepada atlet agar bertanding dengan berpegang teguh pada nilai-nilai luhur olahraga dan bisa mempersembahkan prestasi terbaik. “Percayalah apa yang dilakukan akan sangat besar artinya, baik bagi kita semua maupun Provinsi Sumsel yang sama-sama kita cintai ini,” tandasnya. Sementara itu, Roy Sapril selaku ketua panitia pelaksana menyebut, pada penyelenggaraan Gubernur Super Series Badminton 2020/2021 Zona 1 ini diikuti 155 peserta yang berasal dari OKU Raya. Yakni 76 peserta dari OKU, 56 peserta dari OKU Selatan dan 23 peserta dari OKU Timur. Pelaksanaan selama 3 hari mulai tanggal 17 November sampai dengan 20 November 2020. Pembukaan telah dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 17 November 2020 di gedung olahraga Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu dan akan ditutup Jumat tanggal 20 November 2020 mendatang. “Para pemenang akan mendapatkan tropi dan uang pembinaan untuk setiap kategori perlombaan baik tingkat SMP dan SMA sederajat,” ujarnya.

Faathir Sumbang Medali Bagi Merah-Putih

Faathir Sumbang Medali Bagi Merah-Putih

Lifter muda Indonesia, Muhammad Faathir, mampu menyumbang medali pada Kejuaraan Dunia Remaja Virtual 2020 yang digelar dari Lima, Peru, Jumat (13/11/2020) dini hari. Faathir yang tampil di kelas 61 kg putra berhasil mengibarkan bendera Merah-Putih dengan meraih 2 emas dan 1 perak. Faathir yang bertanding pukul 01.30 dini hari WIB itu meraih emas di angkatan clean and jerk seberat 150 kg dan total angkatan seberat 263 kg. Sementara perak diraihnya melalui angkatan snatch seberat 113 kg. Pada angkatan pertama Faathir berhasil melakukan angkatan seberat 112 kg, di angkatan kedua ia menaikan angkatannya seberat 1 kg menjadi 113 kg dan berhasil. Namun, sayangnya pada angkatan ketiga, Faathir yang mencoba untuk melampaui total angkatannya di kejuaraan sebelumnya di Uzbekistan seberat 119 kg menjadi 122 kg itu dianggap oleh wasit kurang sempurna. Medali emas untuk nomor snatch jatuh ke tangan lifter Meksiko Carrazco Cetz Herseleid Antonio dengan angkatan seberat 114 kg. “Tadi sebenarnya sudah kena, tapi oleh wasit kena diskualifikasi karena angkatan saya dianggap kurang sempurna karena dinilai press out pada tangan kanan saya, ketika mengangkat barbel,” tandas atlet kelahiran 21 Mei 2003 itu. Begitu juga ketika Faathir mencoba menaikan angkatan sebelumnya di Uzbekistan seberat 154 kg menjadi 155 kg, namun kembali upayanya itu gagal. “Saya sudah berupaya sebaik mungkin dan berusaha melampui angkatan sebelumya, namun belum beruntung, masih banyak yang harus saya perbaiki ke depannya dan harus berlatih lebih keras lagi agar target menambah beban angkatan bisa tercapai,” ungkapnya. Sementara itu sehari sebelumnya, lifter putri Indonesia Najla Khoirunnisa yang turun di kelas 45 kg harus puas berada di peringkat keenam pada Kejuaraan Dunia Remaja Virtual. Atlet berusia 15 tahun itu hanya membukukan total angkatan seberat 132 kg dengan snatch 59 kg dan clean and jerk 73 kg.

Lifter Indonesia Incar Rekor di Kejuaraan Dunia Remaja 2020

Lifter Indonesia Incar Rekor di Kejuaraan Dunia Remaja 2020

Jelang IWF Youth Wolrd Cup atau Kejuaraan Dunia Remaja Angkat Besi 2020 yang akan berlangsung secara virtual di Peru, 11-18 November, lifter Muda Indonesia, Muhammad Faathir, berpeluang besar mempertajam rekor dunia remaja atas namanya yang diciptakan pada Kejuaraan Asia Remaja di Tashkent, Uzbekistan, Februari lalu. Faathir dan tiga lifter lainnya akan mewakili Indonesia untuk bersaing dan memperebutkan medali emas. Faathir akan tampil di kelas 61 kg pukul 15.00 waktu Peru atau pukul 01.30 WIB dini hari. Saat ditanya mengenai persiapan apa saja yang sudah dilakukan untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Remaja tahun ini, Faathir mengungkapkan, dirinya sudah siap. “Persiapan saya sudah oke semua tinggal nunggu tampilnya saja di hari-H,” kata Faathir, seperti dilansir detikSport, Selasa (10/11/2020). “Sejauh ini saya sudah adaptasi dengan latihan malam jadi tidak terlalu ada kendala. Tinggal tancap gas saja besok,” dia menambahkan. Menyoal persaingan, lifter atlet kelahiran Samarinda, 21 Mei 2003 ini, enggan memikirkannya. Ia memilih fokus untuk memecahkan rekor dunia remaja angkatan snatch. Syukur-syukur bisa sekaligus mempertajam rekor clean and jerk dan total angkatannya. Faathir saat ini masih memegang rekor rekor Asia dan dunia kategori remaja untuk angkatan clean and jerk 154 kg dan total angkatannya 273 kg. Prestasi itu ia peroleh saat tampil di Kejuaraan Asia Remaja & Junior yang berlangsung di Taskent, Uzbekistan, pada Februari 2020. Sedangkan untuk angkatan snacth, Faathir hanya memegang rekor Asia remaja dengan angkatan 119 kg saat bertanding di Asian Youth Championship pada Oktober 2019. Nah, untuk rekor dunia masih dipegang lifter Turki, Dogan Donen, dengan angkatan snatch terbaik 121 kg. “Makanya target saya mengamankan pecah rekor dulu dengan angkatan yang pulih. Harapannya clean and jerknya 162 kg dan snatchnya 122 kg,” ujarnya. “Untuk angkatan clean and and jerk sebenarnya 155 kg saja saya sudah mempertajam rekor remaja, tapi untuk rekor dunia juniornya kan 159 kg (Kim Chung guk, Korea Utara) makanya diusahakan memecahkan angkatan itu. Insya Allah bisa,” Faathir mengharapkan. Bersama Faathir, Rizky Juniansyah juga menjadi ujung tombak tim angkat besi Indonesia pada Kejuaraan Dunia Remaja Angkat Besi kali ini. Jika Faathir turun di kelas 61 kg, Rizky akan tampil di kelas 73 kg. Rizky juga merupakan pemegang dua rekor dunia remaja. Dua rekor yang dipecahkannya, yaitu snatch dari 138 kg menjadi 139 kg, serta total angkatan dari 306 kg menjadi 307 kg yang juga sama-sama diciptakan di Taskent, Uzbekistan. Sementara itu, tanpa mengecilkan keikutsertaan dua lifter putri yang baru bergabung di Pelatnas Kwini, Jakarta, yakni Najla Khoirunnisa (45 kg) dan Luluk Diana Triwijayana (49 kg), keduanya diharapkan mampu menembus peringkat lima besar dunia.

Percasi-KONI Sumsel Gelar turnamen Catur Kapolda Cup II Sumsel

Percasi-KONI Sumsel Gelar turnamen Catur Kapolda Cup II Sumsel

Dalam rangka menjaring pecatur muda potensial, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) dan KONI Sumatra Selatan (Sumsel) menggelar Turnamen Catur Kapolda CUP II di Kantor Dinas Pendidikan Kota Palembang, Jumat (6/11/2020). Lebih dari 300 peserta yang merupakan pelajar mengikuti turnamen yang merupakan turnamen kedua setelah digelar pada tahun 2018 ini. “Ada 359 peserta dari pelajar dan 190 lagi tingkat Master dan Veteran. Setelah pertandingan sampai besok (7/10/2020), nanti kita kumpulkan juara dan dibina untuk mengikuti seleksi nasional,” ujar perwakilan Percasi Sumsel, Cotri Juliana Jab, dilansir dari Sumsel.idntimes.com. Cotri menjelaskan, meski kategori lain seperti master dan veteran turut diikutsertakan, turnamen Kapolda Cup ini difokuskan untuk mencari atlet potensial dari pelajar. “Paling dominan Alhamdulillah memang dari pelajar tingkat SD, SMP dan SMA. Karena kita itu tujuannya menjaring atlet-atlet masa depan,” kata dia. Cotri berharap kompetisi yang dilaksanakan secara rutin oleh Percasi Sumsel, bisa menghasilkan pecatur berprestasi. Menurutnya, catur merupakan olahraga rakyat dan tidak mahal, serta membantu kecerdasan untuk mengasah otak dalam mengatur strategi. “Pertandingan ini diikuti peserta dari Empat Lawang, Lahat, Muara Enim lalu Muba. Semoga Percasi Sumsel mendapatkan pecatur yang berpotensi,” tambahnya. Sementara itu, wakil Ketua Umum KONI Sumsel, Suparman Roman melanjutkan, antusiasme para peserta tergolong tinggi. Hal tersebut tercermin dari jumlah peserta yang cukup banyak membuktikan kejuaraan terbuka tersebut cukup diminati. Sehingga menurutnya, langkah awal penjaringan dinilai berhasil. “Pertanda baik, ternyata catur diminati di Sumsel khususnya Palembang. Kita mencari atlet karena di awal targetnya adalah pembibitan,” ujar Suparman.

Jaring Atlet Muda Berbakat, Calon Bupati Nabire Gelar Turnamen eSports

Jaring Atlet Muda Berbakat, Calon Bupati Nabire Gelar Turnamen eSports

Meski tergolong baru, minat generasi muda Indonseia terhadap eSports tergolong tinggi. Di sisi lain eSports bisa menjadi alternatif mengisi kekosongan agenda olahraga karena pandemi ini. Hal ini yang coba dirangkul oleh calon Bupati Nabire, Yufinia Mote. Ia berinisiatif untuk mengadakan turnamen eSports bertajuk PUBG Mobile YUDA League. Tujuannya yakni memberi wadah anak muda untuk berkreasi, mengembangkan diri dan potensinya di tengah pandemi Covid-19 terutama untuk bidang eSports. Lebih lanjut, Yufinia Mote menjelaskan bahwa ada 650 peserta yang terbagi dalam 130 tim pada ajang PUBG Mobile YUDA League kali ini. Dia berharap, kegiatan yang dibuatnya bisa memberikan manfaat yang besar di tengah pandemi ini. “eSports ialah cabang olahraga digital baru yang dilombakan saat masa pandemi, kami bekerja sama dengan Kemenpora RI yang menghandle cabor ini. Nabire juga sebagai bagian Republik Indonesia diharapkan turut mengambil bagian, membesarkan olahraga digital ini,” tuturnya, dilansir dari JPNN.com. Ia pun berharap nantinya akan lahir atlet-atlet eSports dari Nabire yang bisa terus bersaing sampai dengan level nasional dan internasional. Sementara itu, untuk total hadiah yang diperebutkan oleh peserta nilainya mencapai lebih dari Rp 24 juta. Sedikit flash back, Kementerian Pemuda dan Olahraga dan KONI secara resmi telah memutuskan eSports sebagai cabang olahraga prestasi di Indonesia pada Rapat Kerja Nasional KONI 2020 yang diadakan pada 25-27 Agustus 2020 lalu. Bahkan, sudah ada turnamen resmi yang digelar yaitu Piala Menpora eSports 2020 yang baru saja selesai pada awal bulan Oktober lalu.

Cari Bibit Atlet, PTMSI Kutai Kartanegara Gelar Kejurkab 2020

Cari Bibit Atlet, PTMSI Kutai Kartanegara Gelar Kejurkab 2020

Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kutai Kartanegara, menggelar turnamen Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Tenis Meja 2020. Kegiatan ini digelar di Gedung Tenis Meja Kompleks Olahraga Stadion Rondong Demang. Kejurkab kali ini secara resmi turut dihadiri dan dibuk oleh Perwakilan Plt Bupati Kukar, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Sumber Daya, Wisaksono, dengan dihadiri Ketua Komite Nasional Olahraga Indonesia (Koni) Kukar, Rahman, Jumat (23/10/2020). Ketua Umum Pengcab PTMSI Kukar, H Awang Sakti, mengatakan Kejurkab ini merupakan salah satu upaya pembinaan yang secara konsisten dilakukan oleh PTMSI. “Meskipun pandemi Covid-19, pembinaan harus tetap jalan. Sebelum Kejurkab ini upaya pembinaan dengan memberikan latihan secara terukur terus kami lakukan meskipun memang untuk intensitasnya sedikit berjarak untuk waktu latihannya, karena sedang Covid,” kata Awang Sakti dilansir dari korankaltim.com. Pada Kejurkab kali ini, akan dipertandingkan empat kategori dan diikuti oleh sekitar 62 peserta. Awang pun berharap, meski masih dalam situasi pandemi, seluruh atlet yang mengikuti Kejurkab tetap semangat untuk berlatih karena para juara nantinya akan dipersiapkan untuk memenuhi target Porprov 2020 di Berau. “Pada Kejurkab ini kami mempertandingkan untuk empat kategori, kelas pemula, kelas kadet, kelas junior dan kelas senior. Diikuti 62 orang atlet terdiri dari sembilan kecamatan. Dengan sistem setengah kompetisi pada babak penyisihan dan sistem gugur pada babak selanjutnya,” ungkapnya. Sementara itu Ketua Koni Kukar, Rahman, menyampaikan cabor tenis meja menjadi salah satu cabor andalan di Kukar. Gedung tenis meja yang dimiliki PTMSI Kukar sebagai bentuk dukungan dari pemerintah Kabupaten kepada olahraga tenis meja. “Tadi disebutkan gedung yang kita miliki ini adalah salah satu yang ‘wah’ dan hanya bisa dihitung hitungan jari yang ada di seluruh Indonesia. Artinya ketika sarana prasarana ini sudah memadai ya target emas pada Porprov 2022 di Berau nanti wajib tercapai,” ujarnya. Rahman berharap kepada PTMSI Kukar agar bisa melakukan pembinaan di 18 Kecamatan se-Kukar. Jadi masih ada Sembilan kecamatan lagi yang menjadi Pekerjaan Rumah (PR) PTMSI Kukar dalam mencari dan mencetak bibit atlet yang ada di Kecamatan. “Ini sembilan kecamatan yang turut serta, jadi masih ada Sembilan kecamatan lagi yang masih menjadi PR PTMSI. Harapannya atlet tenis meja ini jangan hanya dari Kecamatan Tenggarong saja, tapi harus ada juga dari kecamatan lainnya,” harap Maman.

Resmi, BWF Batalkan Kejuaraan Dunia Junior 2020

Resmi, BWF Batalkan Kejuaraan Dunia Junior 2020

BWF selaku federasi bulu tangkis tertinggi resmi membatalkan turnamen Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2020 karena imbas dari pandemi virus corona (COVID-19), Kamis (22/10/20). Keputusan itu dirilis BWF melalui laman resmi mereka pada Kamis (22/10/2020) siang WIB. Kejuaraan Dunia Junior 2020 rencananya digelar di Auckland, Selandia Baru, pada 28 September hingga 11 Oktober 2020. Akan tetapi, belum meredanya pandemi ini, membuat BWF memindahkan jadwal Kejuaraan Dunia Junior 2020 menjadi 11-24 Januari 2021. “Tentu saja kami merasa kecewa karena tidak dapat menggelar Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2020 karena pembatasan dan kerumitan selama pandemi membuat turnamen tersebut tak mungkin digelar,” kata Thomas Lund, dilansir dari laman resmi BWF. Namun, seiring perkembangannya, BWF dan Badminton New Zealand sampai pada keputusan untuk membatalkan Kejuaraan Dunia Junior 2020. Sekretaris Jenderal BWF, Thomas Lund, menyebut bahwa sejumlah aturan di tengah pandemi virus corona termasuk pembatasan perjalanan membuat turnamen itu tidak bisa diselenggarakan sesuai rencana. “Kami kecewa tidak bisa menggelar Kejuaraan Dunia Junior 2020,” kata Thomas Lund, seperti dilansir dari laman resmi BWF. “Akan tetapi, pembatasan masuk dan kerumitan terkait dengan situasi COVID-19 membuat turnamen yang dijadwalkan di Selandia Baru pada Januari 2021 tidak mungkin berlangsung sesuai rencana.” tambahnya. “Kami menyadari bahwa beberapa pemain junior akan berusia 19 tahun pada 2021 dan sayangnya harus kehilangan pengalaman Kejuaraan Dunia Junior. Kami hanya bisa mendorong mereka untuk terus mengembangkan bakatnya sebagai atlet bulu tangkis dan mulai memasuki turnamen internasional,” lanjut Thomas Lund. Dengan banyaknya turnamen bulu tangkis 2020 yang dibatalkan, Thomas Lund berharap kalender BWF 2021 bisa berjalan sesuai rencana. “Ini merupakan tahun yang sulit selama pandemi, tetapi kami semua berharap kalender turnamen internasional junior lebih konsisten pada 2021, termasuk Kejuaraan Dunia Junior di China bulan Oktober 2021,” tutur Thomas Lund. Selain belum meredanya pandemi, pembatalan Kejuaraan Dunia Junior pada tanggal 11-24 Januari 2021 itu terjadi juga karena waktunya berdekatan dengan agenda sama tahun depan yang dijadwalkan berlangsung di Tiongkoks pada pertengahan September-Oktober. Sementara Selandia Baru tetap akan berkomitmen untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Junior dan BWF telah menerima proposal untuk menggelar edisi 2024 sebagai pengganti turnamen 2020 yang resmi dibatalkan.

Empat Karateka Muda Asal Sulut Raih Medali Emas Kejuaraan Dunia

Empat Karateka Muda Asal Sulut Raih Medali Emas Kejuaraan Dunia

Prestasi membanggakan ditorehkan empat karateka muda asal Sulawesi Utara. Keempatnya berhasil meraih medali emas pada Kejuaraan Dunia Virtual Kata Online 2020. Adapun Kejuaraan itu melingkupi Asia dan dilaksanakan di Filipina beberapa waktu lalu. “Empat atlet asal Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, berhasil mengukir prestasi luar biasa dengan membawa Indonesia menjadi juara pada kejuaraan dunia di Filipina, yang dilaksanakan secara virtual,” kata Pembina Tim Karate Sulawesi Utara, Ascke Benu, seperti dilansir dari Antara. Keempat karateka muda itu adalah Aileen Mardjuki, Jenifer Gigir, Kiara Tololiu, dan Abigael Thomas. Aileen Mardjuki berhasil meraih medali emas pada kelas ‘female level novice belt white’, Jenifer Gigir pada kelas ‘advance belt brown 10 years old’, Kiara Tololiu pada kelas ‘female intermediate belt blue 9 years old’, dan Abigael Thomas pada kelas ‘female advance belt brown 11 years old’. “Mereka adalah karateka muda yang sudah mampu berprestasi membawa nama Indonesia serta Sulawesi Utara di tingkat dunia,” ujar Ascke Benu. Lebih lanjut dikatakan Ascke, pihaknya akan terus melakukan pembinaan terhadap para atlet muda karate ini, untuk menghadapi kejuaraan lainnya. “Saya selaku pembina sangat bangga kepada adik-adik semua. Saya berharap dengan prestasi ini, adik-adik dapat lebih memacu prestasi dalam kejuaraan lainnya,” ungkapnya. Sementara itu, salah satu official team, Hendrik Mardjuki mengatakan, prestasi yang diraih para atlet muda Sulawesi Utara ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah baik kabupaten dan provinsi. “Dukungan dari pemerintah juga sangat penting, dan kami rasakan selama anak didik kami mengikuti kejuaraan ini. Kami tentunya akan terus berupaya lebih maksimal untuk kejuaraan lainnya,” ujar Hendrik.

Patuhi Aturan, Popda Kalsel Digelar Tanpa Penonton

Patuhi Aturan, Popda Kalsel Digelar Tanpa Penonton

Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang dilaksanakan di Kota Banjarmasin sudah bergulir sejak Selasa (12/10/2020) kemarin hingga Jum’at (16/10/2020). Meski diselenggarakan di tengah pandemi, para panitia tetap mematuhi protokol kesehatan dan telah mengantongi izin dari satgas penanggulangan Covid-19. Adapun bentuk protokol kesehatan yang diambil diantaranya setiap pertandingan akan digelar tanpa penonton dan peserta yang masuk area pertandingan pun dibatasi oleh panitia. Ambil contoh untuk olahraga bola voli indoor, jumlah peserta yang diperbolehkan masuk dari kedua tim yang akan bertanding hanya 30 orang. Dengan skema seperti itu, satu kontingen hanya boleh masuk dengan membawa 15 orang saja. Popda Kalsel 2020 mempertandingkan 8 cabang olahraga yakni, sepak bola, bola voli indoor, tenis lapangan, tenis meja, sepak takraw, pencak silat, bola basket dan bulu tangkis. Tempat pelaksanaannya pun terbagi menjadi beberapa titik lokasi. GOR Hasanuddin HM untuk voli indoor, Lapangan Tenis Dharma Praja untuk tenis lapangan, Gedung Sepak Takraw HKSN untuk sepak takraw, Lapangan Sepakbola Grand Yakin untuk cabang olahraga sepak bola. Sejauh ini, kegiatan multiajang seperti Popda mungkin hanya di Kalsel yang berani menggelar, walau dilaksanakan dengan segala keterbatasan dan harus menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Sebelumnya, Popda Kalsel rencananya bergulir 31 Maret hingga 6 April lalu. Namun pembatalan kejuaraan tersebut dikarenakan kondisi daerah yang sedang tanggap darurat Covid-19.

Menpora RI Apresiasi Virtual Wushu Championships 2020

Menpora RI Apresiasi Virtual Wushu Championships 2020

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali, mengapresiasi pelaksanaan Virtual Wushu Championship 2020 sebagai kreativitas sekaligus inovasi Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) dalam melakukan pembinaan atlet di kala pandemi Covid-19. “Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum PB Wushu Indonesia, ditengah kesibukan beliau masih memberikan perhatian dalam pembinaan dan pengembangan Wushu Indonesia. Ini terbukti malam ini memulai virtual wushu champhionship. Apresiasi pemerintah kepada keluarga wushu Indonesia, karena ditengah pandemi mampu menunjukkan kreativitas menggelar kompetisi secara virtual,” kata Menpora seperti dilansir dari laman resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Menurut Zainudin, untuk menggelar sebuah kejuaraan secara internal di tengah pandemi tidak mudah. Terlebih, pandemi ini membuat banyak kegiatan maupun kejuaraan-kejuaraan olahraga yang tertunda, termasuk pemusatan latihan atlet. Para atlet pun terpaksa harus melakukan latihan secara mandiri agar tetap bugar. Dampaknya, para atlet pasti merasa jenuh karena terus berlatih tanpa adanya kejuaraan. Oleh sebab itu, Kemenpora RI mengapresiasi cabang olahraga yang menggelar kejuaraan secara internal di tengah pandemi Covid-19. “Saya mengapresiasi turnamen ini. Sasana berupaya melakukan latihan bagi atletnya. Tentu Kemenpora mendukung kreativitas cabang olahraga yang melakukan inovasi dan kreativitas. Perbaikan tata kelola yang dilakukan pengurus wushu juga kami apresiasi. Ini juga sejalan dengan kami yang di Kemenpora RI,” jelas Zainudin Menpora berharap, Virtual Wushu Championship 2020 bisa terselenggara dengan lancar dan sukses. Meskipun dilakukan secara virtual, Zainudin juga berharap makna dan semangat bertanding para atlet tidak berkurang. “Bertanding lah dengan semangat, dan sportif. Untuk pelatih, bimbing lah atlet-atlet ini dengan baik. Kepada juri yang bertugas, nilai lah dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Semoga kejuaraan ini berjalan dengan sukses dan lancar,” pesannya. Adapun kejuaraan yang berlangsung pada 10-17 Oktober ini diikuti sebanyak 632 atlet yang terdiri dari 319 atlet putra dan 313 atlet putri yang berasal dari 50 sasana di Indonesia dan mempertandingan nomor Taulo. Selain menyediakan Piala Airlangga Hartarto untuk juara umum, kejuaraan yang mempertandingkan kelas A, B dan C ini juga memperebutkan total 156 medali. Lebih lanjut, Virtual Wushu Championships 2020 bertujuan untuk mendata seluruh atlet junior. Harapannya, sasana bisa lebih aktif dalam hal pembinaan atlet muda sekaligus dijadikan ajang seleksi Kejuaraan Wushu Dunia dan Youth Olimpyc Games 2021. Sementara itu, Ketua Umum PB WI, Airlangga Hartarto, berterima kasih atas dukungan dari Kemenpora juga atas kerja keras panitia yang sudah menyelenggarakan kejuaraan wushu kali ini. Ia menjelaskan bahwa Wushu, bagaimanapun, akan terus konsisten dalam pembinaan atlet. Meski suasana pandemi, pembinaan atlet dan latihan akan terus dilakukan. “Saya apresiasi kejuaraan ini. Juga untuk sasana yang ada di provinsi. Saya harap melalui kejuaraan ini dapat lahir atlet pada masa mendatang dan menjadi kebanggaan Indonesia,” ujar Airlangga. “Saya juga berharap, kedepannya atlet wushu tetap konsisten berprestasi dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya dalam event-event internasional yang akan datang. Saya ucapkan selamat bertanding, semoga sukses. Kepada Menpora RI, terima kasih atas dukungan yang diberikan, dan semoga dapat bersinergi terus,” lanjutnya.

Piala Menpora eSports 2020 Jadi Batu Loncatan Awal Generasi Muda

Piala Menpora eSports 2020 Jadi Batu Loncatan Awal Generasi Muda

Piala Menpora eSports 2020 telah resmi digelar sejak Agustus lalu dan meraih antusiasme tinggi dari kalangan siswa SMP-SMA sederajat, hingga mahasiswa di berbagai universitas. Kejuaraan yang diikuti lebih dari 15 ribu anak muda di Indonesia akan memasuki babak grand final pada 3-4 Oktober mendatang. Melihat antusias yang tinggi, Staf Khusus Menpora Bidang Kreativitas dan Inovasi Milenial, Alia Noorayu Laksono mengatakan Kemenpora akan mendukung penuh ajang ini karena membuka wadah prestasi olahraga bagi generasi muda di tengah pandemi Covid-19. “Piala Menpora eSports 2020 dapat dijadikan titik awal bagi generasi muda yang ingin menjajaki karir sebagai atlet eSports profesional. Melalui kejuaraan bergengsi ini anak-anak muda dapat mengukur bakat dan kompetensi mereka di cabang olahraga baru ini,” kata Alia dilansir dari Antaranews.com, Rabu (23/9/2020). Diakui Alia, minat generasi muda terhadap eSports tergolong tinggi. Mencuplik data Indonesia eSports Premier League (IESPL), pada 2019 Indonesia telah menempati urutan 12 di pasar gaming dunia dengan total pemain game aktif mencapai sebesar 62,1 juta orang yang mayoritasnya adalah anak muda. “Potensi besar ini harus dirangkul dan difasilitasi oleh negara sehingga kelak dapat memberikan dampak yang positif bagi Indonesia. Sehingga, tidak hanya mencari bibit-bibit atlet baru, Piala Menpora eSports 2020 juga bertujuan untuk mendorong ekosistem eSports di Indonesia agar lebih berkembang dan bisa menggerakkan roda perekonomian, khususnya di bidang ekonomi kreatif,” jelasnya. Kementerian Pemuda dan Olahraga dan KONI secara resmi memutuskan eSports menjadi cabang olahraga prestasi di Indonesia pada Rapat Kerja Nasional KONI 2020 yang diadakan pada 25-27 Agustus 2020 lalu. Hal senada disampaikan Ketua Penyelenggara Piala Menpora eSports 2020, Giring Ganesha. Menurutnya, antusiasme tinggi generasi muda Indonesia pada eSports ini menumbuhkan optimisme bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk eSports. “Tingginya animo anak muda mengikuti kejuaraan ini menumbuhkan optimisme bahwa Indonesia memiliki potensi besar di cabang eSports. Dan saya yakin PME 2020 menjadi ajang talent scouting bagi klub-klub eSports di tanah air untuk merekrut bibit-bibit berbakat, sesuai dengan tujuan PME 2020 sebagai entry point bagi generasi muda yang ingin menekuni dunia eSports” ujar Giring. Sementara itu, delapan tim sisa akan saling adu di babak grand final Piala Menpora eSports 2020, yang akan digelar pada 3-4 Oktober nanti, langsung dari kanal Youtube resmi IESPL_ID. Menpora Zainudin Amali sudah menyiapkan hadiah fantastis untuk Piala Menpora eSports 2020, bahkan untuk kalangan pelajar, yakni mencapai angka Rp150 juta.

Pengda PBSI Bangka Berencana Gelar Kejuaraan Bulu Tangkis Junior

PBSI Bangka Berencana Gelar Kejuaraan Bulu Tangkis Junior

Evaluasi Pengurus Daerah Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (Pengda PBSI) Kabupaten Bangka melihat potensi atlet bulu tangkis yang dimiliki Bangka masih belum maksimal. Atas dasar tersebut, Pengda PBSI berencana menggelar kejuaraan bulu tangkis untuk level junior yang diberi judul Kejuaran Bulu Tangkis Junior Bupati Cup 2020. Rencana kejuaraan ini telah masuk dalam tahap berikutnya setelah Pengda PBSI Bangka menggelar rapat rencana kegiatan pada Senin (14/9/2020) lalu. Kejuaran ini dijadwalkan akan berlangsung mulai 15-23 Oktober 2020 di Gedung Bulu Tangkis Orom Sungailiat Kabupaten Bangka. Selain menggelar kejuaraan bulu tangkis junior, pada rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Pengda PBSI, Bangka Deny Hasbi tersebut turut mengonfirmasi bahwa akan ada ajang khusus bagi para veteran. “Memang sejumlah even terpaksa tertunda akibat Covid-19 namun kebutuhan atlet bulu tangkis terutama tingkat junior maka akan kita gelar Kejuaraan Bulu Tangkis Bupati Cup 2020 di Orom Sungailiat,” kata Deny seperti dilansir dari Bangkapos.com. Denny menjelaskan jika turnamen ini merupakan hasil dari evaluasi para pengurus terhadap prestasi bulu tangkis Kabupaten Bangka. Sebab pada even Porprov 2018 Bangka Tengah tak satupun medali yang diraih. Selain itu, ia membuat target jangka panjang temasuk untuk even Porprov 2022 di Bangka Barat nanti, atlet bulu tangkis Kabupaten Bangka bisa meraih 1 medali emas. “Kabupaten Bangka adalah daerah yang selalu melahirkan atlet-atlet terbaik diberbagai cabang. Jangan ada lagi di even tingkat provinsi tanpa medali temasuk bulu tangkis. Makanya saya targetkan di Porprov 2022 di Bangka Barat meraih 1 medali emas,” kata Deny. Sementara itu, Julian selaku Ketua Panitia Penyelenggara Kejuaraan Bulu Tangkis Bupati Cup 2020 mengatakan, jika atlet yang ingin mendaftarkan diri adalah atlet bulu tangkis khusus berdomisili di Kabupaten Bangka. Selanjutnya, usia atlet maksimal adalah 16 tahun atau kelahiran 2004 dan minimal 10 tahun atau kelahiran 2010. Sementara untuk veteran wanita minimal berusia 40 tahun dan putra minimal 45 tahun. Senada dengan Denny, Julian pun berharapa agar even ini mampu menghasilkan bibit-bibit atlet bulu tangkis yang potensial dapat mengharumkan Kabupaten Bangka baik tingkat provinsi maupun nasional. Hal tersebut juga berkaitan dengan situasi saat ini yang mana PBSI Bangka kekurangan atlet muda untuk persiapan Porprov 2020 di Bangka Barat. “Sejumlah atlit bulu tangkis potensial dipantau PBSI Bangka untuk ajang Porprov 2020 termasuk saat kejuaran Bulu Tangkis Bupati Cup 2020,” kata Julian.

9 Karateka Muda Asal Riau Harumkan Indonesia

9 Karateka Muda Asal Riau Harumkan Indonesia

Pemerintah dan masyarakat Kota Tanjungpinang, Provinsi Kep. Riau patut berbangga diri. Pasalnya, pasalnya sembilan orang karateka muda binaan Komando Distrik Militer (Kodim) 0315/Bintan yang tergabung dalam Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Kota Tanjungpinang, berhasil memborong medali pada Kejuaraan Dunia Karate Russian Open Tahun 2020. Kesembilan karateka muda tersebut ialah Azkha Dafina Aurellia, M. Amri Alfajrihan, Septriadi Ramadhani, Dhea Ilfitria Maharani, Devana Syakbanil, Dzakiyah Nur Fadillah, Lyana Dhea, Rainhard Hillarius dan Jalu Armando Shevariano. Pada kejuaraan yang berlangsung secara virtual itu, mereka mampu meraih 1 medali emas, 4 medali perak dan 4 medali perunggu. Berkat raihan tersebut, Komandan Kodim 0315/Bintan Kolonel Inf I Gusti Ketut Artasuyasa selaku Pembina Forki Tanjungpinang yang didampingi Sekum Forki Tanjungpinang, Lina Marlina, serta sempai Rio menyerahkan secara langsung medali dan penghargaan kepada kesembilan karateka muda tersebut di Makodim 0315/Bintan, Jalan Ahmad Yani Km 5 Tanjungpinang, Rabu (02/9/2020) siang. “Hari ini kita semua berbangga hari karena atlet-atlet karate muda kita telah berhasil meraih juara pada ajang bergengsi yakni Karate Russian Open Tahun 2020 yang dilaksanakan secara virtual,” ucap Dandim dilansir dari laman Klikwarta.com. “Kami atas Keluarga Besar Kodim 0315/Bintan mengucapkan selamat kepada adik-adik yang telah mendapatkan Juara I, II dan III pada Karate Russian Open Tahun 2020,” pungkasnya. Lanjut Dandim, ia sangat bangga atas capaian ini dan berharap para atlet muda tersebut tidak cepat puas dan meraih lebih banyak prestasi lagi pada ajang berlevel internasional. “Saya selaku Pembina Forki Tanjungpinang sangat bangga kepada adik-adik semua. Saya berharap dengan ini adik-adik dapat lebih memacu prestasi lebih banyak lagi,” ungkapnya. Sementara itu, Lina Marlina selaku Sekum Forki Tanjungpinang mengucapkan terima kasih kepada Komandan Kodim 0315/Bintan yang telah mendukung para atlit muda yang berprestasi tersebut salah satunya dengan mengizinkan untuk berlatih di Makodim 0315/Bintan. “Berkat bantuan dan dukungan Bapak Dandim, anak-anak dapat meraih prestasi ini karena anak-anak latihan di Kodim 0315/Bintan. Tentunya tak lepas juga dari dukungan dan doa seluruh masyarakat Kota Tanjungpinang atas keberhasilan mengharumkan nama Kota Tanjungpinang dan Indonesia di Kancah Dunia Karate Internasional,” ujar Lina.

Resmi, AFC Tunda Pelaksanaan Piala Asia U-16 dan U-19 2020

Resmi, AFC Tunda Pelaksanaan Piala Asia U-16 dan U-19 2020

Federasi Sepak Bola Asia (AFC) memutuskan untuk menunda pelaksanaan Piala Asia U-16 dan U-19 2020. Keputusan tersebut hadir setelah Rapat Eksekutif AFC yang digelar secara virtual pada Kamis (10/9). Penyebab mundurnya jadwal dua kejuaraan tersebut tak lain karena belum berakhirnya pandemi virus corona yang melanda dunia saat ini. Komite Eksekutif AFC pun akhirnya memutuskan menggeser kedua kejuaraan junior itu ke awal tahun 2021. Awalnya, Piala Asia U-16 dijadwalkan berlangsung pada 25 November hingga 12 Desember 2020 di Bahrain. Sementara, Piala Asia U-19 seharusnya berlangsung mulai 14-31 Oktober di Uzbekistan. “Ini adalah masa-masa sulit bagi semua pihak yang berhubungan dengan sepakbola dan olahraga. Kami mengambil langkah-langkah ini untuk memastikan kesejahteraan finansial AFC dan anggota lainnya,” ucap Presiden AFC, Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa. “Saya yakin bahwa dengan persatuan dan solidaritas yang membuat AFC dikagumi di seluruh kalangan sepakbola, kami dapat mengatasi tantangan terbaru ini,” sambungnya. Dengan penundaan ini, jadwal timnas Indonesia U-16 dan U-19 bisa berubah. Mengingat Timnas U-16 harus menunda aksi mereka di Piala Asia U-16. Sementara Timnas Indonesia U-19 yang saat ini tengah training camp (TC) di Kroasia, harus menunda untuk bisa tampil di Piala Asia U-19 2020. Khusus untuk Timnas U-19, mereka sudah memiliki rencana cadangan apabila Piala Asia U-19 tahun ini batal digelar yakni dengan melanjutkan TC di Eropa. Turki, Spanyol, dan Portugal menjadi negara yang dipilih oleh Timnas U-19. David Maulana cs juga tengah dipersiapkan untuk mengikuti Piala Dunia U-20 yang akan digelar di Indonesia pada 20 Mei hingga 11 Juni 2021.

Atlet Junior Taekwondo Baladhika Club Kota Tangsel Sabet 14 Medali

Atlet Junior Taekwondo Baladhika Club Kota Tangsel Sabet 14 Medali

Atlet junior cabang olahraga Taekwondo dari Taekwondo Baladhika Club Kota Tangerang Selatan mampu menorehkan prestasi dalam kejuaran Indonesia Poomsae Championship 2020. Sebanyak 14 atlet berhasil menyumbang 14 medali pada kejuaraan yang diselenggarakan secara virtual tersebut. Secara keseluruhan, Taekwondo Baladhika Club mampu menyumbang 17 medali. 3 medali mampu diraih dari kategori senior usia 18-30 tahun. Untuk kategori senior usia 18-30 tahun putri, Devina Yulia berhasil mencatatkan namanya sebagai peraih medali perak disusul oleh Olivia Jovita Rahman dengan raihan medali perunggu. Sementara untuk kategori senior usia 18-30 tahun putra, Rachmat Gilang Maulana mampu tampil sebagai juara 3 dan berhak atas medali perunggu. Sanim Charlie Tanod menyematkan secara langsung Mendali kepada 17 Atlet Muda Taekwondo Baladhika Club Kota Tangsel, yang berlangsung di Baladhika Club Unit Pamulang Sport Centre, Minggu Sore, (6/9/2020). “Ya Alhamdulillah, dari 25 atlit yang kami turunkan mengikuti Kejuaraan Indonesia Poomsae Championship 2020, 17 atlet meraih medali, yaitu lima medali emas, lima medali perak dan tujuh medali perunggu,” ujar Sanim seperti dilansir Tangerangonline.id. Menurut Sanim Charlie Tanod, kejuaraan taekwondo khusus Poomsae, dengan sistem online ini sangat bagus untuk menjaga motivasi atlit sehingga mereka tetap berprestasi ditengah masa pandemi seperti saat ini. “Saya sebagai pelatih sangat bangga dengan prestasi yang diraih atlit-atlit Baladhika Club Kota Tangsel di kejuaraan yang turut didukung oleh UNICEF, apalagi kejuaraan ini sangat bergengsi karena diikuti sekitar 600 atlit dari 70 tim Taekwondo dari seluruh Indonesia,” lanjunya. “Ini merupakan Kejuaraan yang luar biasa, semoga lebih banyak lagi kejuaraan seperti ini dilaksanakan dan semoga atlit kami terus berprestasi,” ungkap Sanim. Berikut Raihan Medali Untuk Kategori Junior: Kategori Junior Usia 15-17 Tahun Putra: Rakhi Dewa Kurniawan – Medali Perak Javas Pratama Wibowo – Medali Perunggu Kategori Kadet Usia 10-11 Tahun Putri: Zahra Khaerunnisa Putri – Medali Perunggu Kategori Kadet Usia 10-11 Tahun Putra: Bagaskara Manjer Kawuryan – Medali Perunggu Kelas Pemula Kategori Kadet Usia 6-7 Tahun Festival Putri: Kirana M.S Hutagalung – Medali Emas Keyla Azzahra – Medali Emas Kategori Kadet Usia 8-9 Tahun Pemula Putri: Tharfia Sabania – Medali Emas Rifdah Nur Mulia – Medali Perunggu Kategori Kadet Usia 10-11 Tahun Pemula Putri: Almira Charissa – Medali Emas Kategori Kadet Usia 10-11 Tahun Pemula Putra: Aljariz Ardias Putra – Medali Perak Kategori Kadet Usia 12-14 Tahun Pemula Putri: Zakiya Neyla Mufi – Medali Perak Kategori Kadet Usia 12-14 Tahun Pemula Putra: M. Raditya Muchtar – Medali Emas Celvine Poetranto – Medali Perak Raihan Adriansyah Siregar – Medali Perunggu