Baru 21 Pemain Timnas U-19 Ikuti TC Tahap Dua di Stadion UNY Usai Libur Lebaran

Timnas U-19 mulai kembali berlatih di bawah terik matahari pagi, di Stadion Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), pada Rabu (20/6). (bolasport.com)

Yogyakarta- Timnas U-19 kembali menjalani pemusatan latihan (TC) tahap kedua, di Stadion Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), pasca libur lebaran, Rabu (20/6). Masih di bawah pelatih Indra Sjafri, TC tahap kedua bagi Timnas U-19 ini menjadi fase lanjut persiapan menyongsong dua event besar. Yakni Piala AFF U-18 yang digelar pada 2- 14 Juli, dan Piala Asia U-19 pada 18 Oktober-4 November 2018. “Latihan Timnas U-19 pada hari ini, belum lengkap semua, ada beberapa pemain yang masih ikut (latihan) Timnas U-23,” ujar Indra, di Stadion UNY, Yogyakarta, pada Rabu (20/6). Timnas U-19 sedianya mulai kembali menjalani latihan kembali di Stadion UNY, sejak Selasa (19/6), namun hanya diikuti 11 pemain. Sedangkan memasuki hari kedua ini, jumlah pemain yang ikut latihan sudah bertambah menjadi 21 pemain. Indra memanggil 29 nama pada sesi TC UNY kali ini. Sejumlah pemain Timnas U-19 yang masih absen latihan karena dipanggil Timnas U-23 antara lain Feby Eka Putra (klub Bali United), Saddil Ramdani (Persela Lamongan), dan Hanis Saghara (Bali United). Ketiga pemain itu ditarik Timnas U-23 untuk melakoni uji coba melawan Korea Selatan di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (23/6) dan diperkirakan baru bergabung latihan bersama Timnas U-19, pada Minggu (24/6). Selain itu, Egy Maulana Vikri juga masih belum bisa bergabung di Yogya karena masih memperkuat klubnya, Lechia Gdanks, menjalani pramusim kompetisi Liga Polandia. “Egy kemungkinan baru bisa gabung latihan pada Senin (25/6),” ujar pelatih asal Sumatara Barat. Indra menambahkan dalam latihan tahap kedua ini ada sejumlah nama baru yang juga segera bergabung untuk dimonitor apakah cukup layak untuk memperkuat skuat Garuda Muda. Misalnya David Kevin Rumakiek asal Persipura Jayapura. Sebelumnya, pemain asal Persipura yang lebih dulu ikut berlatih dengan Timnas U-19 adalah Gunansar Mandowen dan Todd Rivaldo Ferre. “Hari ini (20/6) David datang ikut latihan, jadi dari Persipura sekarang ada tiga pemain yang ikut latihan,” ujar Indra. Indra menambahkan dari hasil evaluasi training camp tahap pertama, ada lima sampai enam pemain dipulangkan atau dicoret. Sebelum timnas U-19 bertolak ke Sidoarjo guna menyongsong gelaran Piala AFF U-18, skuad Timnas U-19 dijadwalkan akan melakoni satu laga uji coba lagi. “Untuk uji coba berikutnya ini, rencananya akan melawan tim lokal tanggal 27 Juni nanti. Tapi, belum kami tentukan tim lawannya, ” ujar Indra. Sebelumnya, Timnas U-19 kalah dengan skor 0-3 saat beruji coba melawan Persis Solo, Senin (28/5). Sedangkan saat berjumpa dengan PSS Sleman, takluk 0-2, pada Sabtu (2/6). (Ham) Daftar 29 Pemain Timnas U-19 TC Yogyakarta: Kiper 1. M. Aqil Savik (Persib Bandung) 2. Gianluca Rossy (Persija Jakarta) 3. Rakasurya Handika (Bali United) 4. M. Riyandi (Barito Putera) Belakang 5. Nurhidayat Haris (Bhayangkara FC) 6. Julyano Pratama (Diklat Ragunan) 7. Kadek Raditya (Persiba Balikpapan) 8. Dedi T Maulana (Persis Solo) 9. Firza Andika (PSMS Medan) 10. Irsan Lestaluhu (Madura United) 11. M. Firly (Bogor FC) 12. Asnawi Mangku Alam (PSM Makassar) 13. Samuel Christianson (Sriwijaya FC) 14. M. Rifad Marasabessy (Madura United) 15. David Kevin Rumakiek (Persipura Jayapura) Tengah 16. M. Luthfi Kamal (Mitra Kukar) 17. Syahrian Abimanyu (Sriwijaya FC) 18. Witan Sulaeman (Diklat Ragunan) 19. Resky Fandi (Martapura FC) 20. Muhammad Iqbal (Persika Karawang) 21. Todd Rivaldo (Persipura Jayapura) 22. M. Rafi Syaharil (Barito Putera) 23. Saddil Ramdani (Persela Lamongan) 24. Feby Eka (Bali United) 25. Gunansar Mandowen (Persipura Jayapura) 26. Egy Maulana Vikri (Lechia Gdansk) Depan 27. Hanis Saghara (Bali United) 28. Aji Kusuma (Persika Karawang) 29. M Rafli Mursalim (Mitra Kukar)

WTA Future Stars Dihelat Di Bali, Ajang Petenis Putri Indonesia KU 14 dan 16 Tahun Tambah Jam Tanding

Petenis Indonesia Priska Madelyn Nugroho, pernah menjadi juara KU 14 di ajang WTA Future Stars, di Singapura. (twitter)

Jakarta- Women Tennis Association (WTA) Future Stars bakal dihelat di Lapangan Tenis KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), Denpasar, Bali, 19-23 Juni 2018. Event ini merupakan kualifikasi petenis putri Kelompok Umur (KU) 14 dan 16 tahun, untuk menjadi wakil Indonesia. Satu petenis terbaik pada masing-masing kategori akan terpilih mewakili Merah Putih bersaing di partai pamungkas di Singapura, pada Oktober 2018. Tahun lalu, Indonesia sukses meraih gelar juara KU-14, melalui Priska Madelyn Nugroho. Pada laga final di National Indoor Stadium Singapore, Priska menaklukkan wakil Thailand, Jattavapornvanit, 6-3 dan 6-3. WTA Future Stars adalah platform keterlibatan yang mendorong baik pemuda maupun pemudi di seluruh Asia-Pasifik, untuk menjalani kehidupan yang lebih baik melalui kegiatan olahraga, khususnya tenis. Tujuannya, menanamkan pada generasi berikutnya pentingnya melakoni gaya hidup sehat, kerjasama tim, disiplin dan fokus, yang akan membangun kekuatan dalam karakter yang akan menguntungkan mereka, baik di lapangan tenis maupun dalam kehidupan. Susan Soebakti, Direktur Turnamen WTA Future Stars Indonesia, menyebut turnamen kualifikasi WTA Future Stars ini jadi ajang menambah jam bertanding petenis Indonesia KU-14 dan KU-16 tahun, agar mampu bersaing dengan petenis terbaik dari 21 negara kawasan Asia-Pasifik, pada laga final di Singapura. “Tapi, juara dari event ini tidak langsung menjadi wakil Indonesia, pada ajang yang digelar mengawali laga delapan petenis putri terbaik dunia, dalam BNP Paribas WTA Finals Singapore, yang digelar oleh SC Global, di Singapore Indoor Stadium,” ujar Susan, pada Selasa (19/6). Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) itu, menambahkan Indonesia akan mengirimkan satu petenis terbaik KU 14 dan 16 tahun berdasarkan peringkat nasional Pelti per 4 September 2018. “Namun, peserta turnamen kualifikasi ini jadi perioritas, bila memiliki poin PNP yang sama,” lanjutnya. Sementara, I Ketut Rochineng, Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Pelti Bali, mengatakan sebuah kehormatan bagi Bali, terpilih menjadi tuan rumah turnamen WTA Future Stars. “Kami berharap petenis tuan rumah, Komang Gina Kusuma Dewi yang pernah membela tim Indonesia di ajang World Junior Tennis Championships, mampu meraih prestasi pada turnamen WTA Future Stars. Ini jadi kesempatan bagi petenis Bali berprestasi dihadapan publik sendiri,” tukas penjabat Bupati Gianyar, Bali itu. (Adt)

Perenang Putri 10 Tahun Asal Indonesia, Borong 9 Emas di Kejuaraan Australia

Joanna Nathania Intan (10 th) jadi satu-satunya perenang asal Indonesia yang tampil di Perth City Classics Swimming Championship di Perth, Australia. (viva.co.id)

Jakarta- Perenang muda Indonesia yang masih berusia 10 tahun, Joanna Nathania Intan, berhasil menyumbang sembilan medali emas dan satu medali perak pada kejuaraan renang di Perth, Australia, bertajuk Perth City Classics Swimming Championship, Sabtu (16/6). Di saat gadis sebayanya berlibur, Joanna, jadi satu-satunya perenang asal Indonesia yang tampil di ajang bertajuk Perth City Classics Swimming Championship di Perth, Australia. Joanna mampu meraih sembilan medali emas pada nomor 50 & 100 meter gaya bebas, 50 dan 100 meter gaya kupu-kupu, 50 dan 100 meter gaya dada, 50 dan 100 meter gaya punggung, serta 200 meter gaya ganti perorangan putri. Joanna nyaris merebut 10 emas, di nomor 200 meter gaya bebas. Namun, Joana harus puas, lantaran finish di peringkat dua. Total selama di Australia, Joanna mengoleksi sembilan emas dan satu perak. Joanna merasa bangga bisa mempersembahkan sebuah prestasi gemilang untuk Indonesia. Selain itu, perenang muda berusia 10 tahun ini juga puas bisa memperbaiki performa di tahun ini. Sebab, sebelumnya, Joanna hanya mampu meraih tiga emas, tiga perak, dan tiga perunggu. “Bangga dan senang sekali mendapatkan sembilan Emas dan satu Perak untuk Indonesia di umur 10 tahun. Karena, tahun lalu waktu umur sembilan tahun di kompetisi yang sama, hanya dapat tiga emas tiga perak dan tiga perunggu,” kata Joanna usai lomba, dalam rilisnya pada Senin (18/6). Joanna sehari-hari berlatih bersama klub JakartaQuatics Antasena (JAQ), di bawah binaan Pelatih Kepala yang juga legenda renang Indonesia, Wisnu Wardhana. Joanna mengakui, dukungan orangtua dan latihan rutin adalah salah satu bentuk kunci suksesnya menjadi yang terbaik di ajang ini. “Saya berlatih rutin di JAQ, di kolam renang Pertamina Simprug, selama 5-7 kali seminggu. Orangtua saya mendukung. Karena, setiap latihan dan kompetisi mereka selalu hadir. Juga, setelahnya mereka selalu memberikan motivasi baik itu di renang maupun sekolah,” ujar Joanna. Sementara itu, Wisnu mengatakan, pertandingan di Perth ini adalah salah satu program untuk pengayaan pengalaman, sekaligus salah satu kegiatan yang dilakukan oleh klub JAQ Aquatics yang berafiliasi dengan Kirby Swim, di Perth, Australia. Wisnu yang juga menjabat Sport Director Panitia Peneyelenggara Asian Games 2018, INASGOC, yakin dengan mengirim atlet Indonesia ke luar negeri akan menjadikan banyak atlet memiliki jam terbang tinggi dan sukses di level internasional. “Dengan berlatih tanding di Australia, saya percaya Joanna mampu menyerap pengalaman yang terbaik. Ini adalah program terobosan yang dilakukan oleh klub sebagai ujung tombak pembinaan yang juga didukung orang tuanya untuk bisa berlatih di Kirby Swim di Australia, saat musim libur berlangsung,” ucap Wisnu. (Dre)

Uji Tanding Lawan Korea Selatan U-23, ‘Kapok’ Bawa Lerby Luis Milla Pilh Lilipaly

Stefano Lilipaly dipanggil pelatih Timnas U-23, Luis Milla mengikuti uji coba melawan Korea Selatan U-23, akhir pekan ini, di Stadion Pakansari, Bogor. (goal.com)

Jakarta- Asian Games 2018 menjadi turnamen akbar yang bakal dihadapi Timnas U-23 dalam waktu dekat. Sebagai persiapan, uji tanding melawan Korea Selatan U-23 akan digelar pada Sabtu (23/6) di Stadion Pakansari, Bogor. Anak asuh Luis Milla mulai berkumpul pada Rabu (20/6) di Jakarta, melakukan latihan selama dua hari. “Laga ini juga momentum untuk terus mematangkan persiapan tim. Setelah melawan Thailand, kami masih membutuhkan laga uji coba internasional,” jelas Milla, dari laman resmi PSSI. Selain memanggil kembali skuad yang sebelumnya pernah mengikuti pelatnas, seperti Awan Setho, Ricky Fajrin, Hansamu Yama, Muhammad Hargianto, Septian David, Febri Hariyadi, Milla juga memanggil Stefano Lilipaly, yang sudah lama tidak dipanggil Milla. Lilipaly juga tercatat menjadi salah satu pemain lokal yang paling banyak mencetak gol di Liga 1 musim ini, yakni delapan gol untuk Bali United. Yang menarik, salah satu pilar Persebaya, Nelson Alom, dipanggil dalam uji tanding kali ini. Pemain asal Papua itu pernah mengikuti pemusatan bersama Milla pada Februari lalu. “Saya memanggil Lilipaly dan beberapa pemain senior seperti Muhammad Ridho, Nelson Alom, Riko Simanjuntak, dan Alberto Goncalves. Selain itu, saya memanggil dua pemain muda yakni Hanis Saghara dan Feby Eka,” jelas mantan pemain Real Madrid, pada Senin (18/6). “Saya ingin melihat perkembangan pemain terutama siapa saja yang akan mengisi slot tiga pemain senior di Timnas U-23, saat Asian Games mendatang. Yang jelas kami akan bermain maksimal melawan Korea Selatan,” tambah pelatih asal Spanyol itu. Selama membentuk Timnas U-23, Milla telah memanggil sejumlah pemain senior. Antara lain Ilija Spasojevic, Andritany Ardhiyasa, Lerby Eliandry, Riko Simanjuntak, Victor Igbonefo, Alberto Goncalves, Teja Paku Alam, dan M Ridho. Khusus di posisi striker, nama Lerby menjadi sorotan lantaran peformanya yang tak kunjung memuaskan. Padahal Lerby saat ini menjadi satu-satunya penyerang lokal yang diharapakan memberi kontribusi bagi tim merah putih. Jelang Asian Games 2018, Timnas U-23 akan melakoni program pelatihan secara bertahap, yakni selama tujuh hingga 10 hari dalam setiap bulan. Progam pelatihan ini dibuat bertahap untuk memberikan kesempatan kepada pemain agar tetap konsisten membela klub masing-masing. Pertandingan melawan Korea Selatan ini tidak menjadi satu-satunya uji tanding yang dihelat Timnas U-23 menjelang Asian Games. Timnas Thailand U-23 menjadi lawan mereka di uji tanding. Di laga pertama pada 31 Mei, Timnas menuai kekalahan 1-2. Sementara, di pertemuan kedua, skor 0-0 menjadi penanda bahwa laga yang juga dihelat di Stadion Pakansari itu berakhir dengan hasil tak memuaskan bagi skuat ‘Garuda’. (Ham) Daftar Timnas U-23 Uji Coba Lawan Korea Selatan Kiper Awan Setho R (Bhayangkara FC) Muhammad Ridho (Borneo FC) Belakang Rezaldi Hehanussa (Persija Jakarta) I Putu Gede (Bhayangkara FC) Hansamu Yama Pranata (Barito Putera) Gavin Kwan Adsit (Barito Putera) Andy Setyo (PS Tira) Ricky Fajrin (Bali United) Bagas Adi Nugroho (Arema FC) Gelandang M Hargianto (Bhayangkara FC) Riko Simanjuntak (Persija Jakarta) Stefano Lilipaly (Bali United) Hanif Abdurrauf Sjahbandi (Arema FC) Saddil Ramdani (Persela Lamongan) Zulfiandi (Sriwijaya FC) Septian David Maulana (Mitra Kukar) Febri Hariyadi (Persib Bandung) Osvaldo Ardiles Haay (Persebaya Surabaya) Irfan Jaya (Persebaya Surabaya) Nelson Alom (Persebaya Surabaya) Feby Eka P (Bali United) Striker Hanis Saghara (Bali United) Alberto Goncalves da Costa (Sriwijaya FC)

Usai Libur Lebaran, Atlet Bulu Tangkis Ganda Putra Indonesia Latihan Lagi Mulai Besok Senin

Pebulutangkis ganda putra andalan Indonesia Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya mulai berlatih pada Senin (18/6) jelang persiapan Asian Games 2018. (tempo)

Jakarta- Kepala pelatih ganda putra Indonesia Herry Iman Pierngadi mengatakan, skuad ganda putra Indonesia Asian Games 2018 akan kembali dari libur lebaran Idul Fitri pada Senin (18/6). Padatnya agenda turnamen yang akan diikuti, menjadi alasan terbatasnya libur yang didapat para pemain. “Senin (18 Juni) kami sudah latihan lagi. Karena minggu depannya berangkat ke Malaysia. Mereka berangkat 24 Juni untuk ikut Malaysia Open,” kata Herry. Ia mengatakan libur selama lima hari ini sebenarnya cukup riskan di tengah padatnya agenda turnamen. Kekahwatrian muncul jika para pemain tak fit pasca libur lebaran. Namun karena libur hari raya adalah hak setiap pemain, keputusan libur pun tetap dijalankan. “Memang sulit untuk nggak libur. Itu (libur) hak mereka juga. Hari Raya itu kan setahun sekali, dan acara mau ketemu keluarga. Saya sudah pikirkan itu. Resikonya kita tanggung, ya nggak masalah,” kata pelatih berusia 53 tahun itu. Libur ini telah disepakati diberikan kepada seluruh pemain ganda putra Indonesia, termasuk pasangan nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamulyo. Herry pun telah meminta para pemain untuk tetap menjaga kondisi tubuhnya selama libur lima hari. “Selama 5 hari itu biasanya program masing-masing individual di rumah. Misalkan tak ada lapangan, tapi yang penting jaga fisiknya. Mungkin bisa lari, treadmill, atau bersepeda,” kata Herry. Pelatnas bulu tangkis ganda putra utama Indonesia akan menghadapi serangkaian turnamen dalam beberapa waktu ke depan. Turnamen terdekat yang akan diikuti adalah Malaysia Open 2018 pada 26 Juni hingga 1 Juli. Dan dilanjutkan Indonesia Open 2018 pada 3-8 Juli yang Indonesia menjadi tuan rumahnya. Pada 30 Juli hingga 5 Agustus para pemain akan ikut dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2018 di Nanjing, Cina. Rangkaian turnamen besar itu sekaligus persiapan Asian Games 2018 yang digelar di Istora Senayan, pada pertengahan bulan Agustus. Cabang bulu tangkis menjadi salah satu kekuatan dan harapan besar Indonesia untuk meraih medali emas. (Adt)

Rekornas Lompat Jauh 33 Tahun Akhirnya Pecah di Korea Selatan Oleh Mahasiswa IKIP Mataram

Rekor nasional (rekornas) cabang olahraga atletik nomor Lompat Jauh yang bertahan selama 33 tahun akhirnya dipecahkan oleh Safwaturahman Sanapiah. (ilustrasi)

Yecheon- Atlet lompat jauh nasional, Safwaturahman Sanapiah, memecahkan rekor nasional (rekornas) yang bertahan selama 33 tahun usai mencatatkan lompatan sejauh 7,98 meter pada Korea Open 2018 di Yecheon, Korea Selatan, Minggu (17/6), sekaligus meraih medali emas. Pemuda asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini melampaui rekornas, yang sebelumnya dipegang Agus Reza Irawan, dengan lompatan sejauh 7,85 meter pada Kejuaraan Asia 1985 di Jakarta. Berdasarkan informasi dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), saat laga, pria kelahirana Sumbawa 13 Mei 1994 ini, unggul dari atlet Korea Selatan (dengan lompatan 7,75 meter), serta Sri Lanka (7,73 meter). Keberhasilan mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra IKIP Mataram ini, turut melengkapi keberhasilan sejumlah atlet Indonesia lainnya, yang juga meraih medali di beberapa nomor. Indonesia juga meraih medali perunggu dari nomor tolak peluru putri. Juara SEA Games 2017 Eki Febri Ekawati berhasil menempati posisi ketiga dengan tolakan sejauh 15,16 meter. Sebelumnya, tim estafet Indonesia sukses meraih emas nomor estafet 4 x 100 meter putra. Tim yang berisikan Yaspi Boby, Fadlin, Eko Rimbawan, dan Bayu Kertanegara itu unggul atas tim Korea Selatan dan Hongkong. Anak-anak asuhan pelatih Eni Sumartoyo tersebut berhasil mencatatkan waktu terbaik 39,76 detik. Sementara itu, dua tim estafet Korea Selatan yang bermaterikan atlet-atlet muda hanya mencatatkan waktu terbaik 40,61 detik dan 41,06 detik. “Seharusnya, tim Hongkong menempati peringkat kedua, tapi mereka didiskualfikasi karena melanggar aturan,” ujar Eni yang mendampingi atletnya di Korea Selatan. Menurut Eni, tim estafet Indonesia meakai formasi yang berbeda dari test event Asian Games 2018, dan training camp di Amerika Serikat. Tanpa Lalu Muhammad Zohri, yang memperkuat tim junior pada Kejuaraan Asia 2018 di Gifu, Jepang, tim estafet Indonesia kembali diperkuat sprinter Yaspi Boby. “Dengan waktu persiapan 1 bulan, saya rasa hasil yang dicapai cukup baik,” kata Eni. Korea Open 2018 berlangsung selama dua hari (16-17 Juni) dan diikuti atlet dari 7 negara Asia yakni Hongkong, Vietnam, Filipina, India, Singapura, Indonesia, serta tuan rumah Korea Selatan. Indonesia tercatat mengirimkan 9 atlet yang dipersiapkan untuk Asian Games 2018 nanti. Mereka adalah tim estafet putra yang terdiri Yaspi Boby, Fadlin, Eko Rimbawan, dan Bayu Kertanegara. Selain itu ada pula Safwaturahman (lompat jauh), Suwandi Wijaya (lompat jauh), Emilia Nova (100 m Gawang) dan Eki Febri Ekawati (tolak peluru). (art)

Bukan Pele Jadi Pemain Termuda Sepanjang Sejarah Piala Dunia

Gelandang asal Irlandia Utara, Norman Whiteside, menjadi pemain termuda yang pernah tampil dalam sejarah gelaran Piala Dunia, saat berusia 17 tahun 41 hari. (twitter.com)

Jakarta- Kehadiran pemain muda memang selalu menjadi hal yang menarik untuk dibicarakan, baik saat kompetisi di level klub maupun saat turnamen antar negara seperti Piala Dunia tengah berlangsung. Ternyata ada tujuh sosok yang terpilih sebagai pemain termuda, sepanjang sejarah turnamen empat tahunan tersebut. Siapa sajakah pemain yang masuk dalam daftar ini? 7. Christian Eriksen (Denmark) Kualitas yang dimiliki Christian Eriksen kini sepertinya sudah tak perlu diragukan lagi, ia menjadi salah satu pemain penting yang dimiliki Tottenham Hotspur. Tak hanya gemilang di level klub, pemain berusia 26 tahun itu pun menjadi pemain yang tak tergantikan di lini tengah timnas Denmark. Ia melakukan debutnya bersama tim Dinamit di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Saat itu, Eriksen masuk sebagai pemain pengganti di pertandingan melawan Belanda, momen tersebut nampaknya tak bisa dilupakan oleh pemain yang sempat memperkuat Ajax Amsterdam itu, sebab ia juga menjadi pemain termuda, karena baru menginjak 18 tahun empat bulan. 6. Manuel Rosas (Meksiko) Sosok Manuel Rosas mungkin tak banyak yang tahu, namun ia menjadi salah satu pemain legendaris yang dimiliki tim nasional Meksiko. Berposisi sebagai bek, ia menjadi sosok tangguh di lini pertahanan. Di Piala Dunia 1930 Uruguay, ia menjadi salah satu pemain termuda, yakni menginjak 18 tahun dua bulan dan 26 hari. Tak hanya menjadi pemain termuda, ia juga menjadi pemain pertama yang sukses mencetak gol dari titik penalti. 5. Carvalho Leite (Brasil) Brasil menjadi negara yang paling sering berpartisipasi di Piala Dunia, sejak tahun 1930, tim Samba belum pernah absen satu kali pun. Piala Dunia 2018 sendiri akan menjadi partisipasi mereka yang ke-21. Di Piala Dunia 1930 Uruguay, meski tim Samba hanya lolos hingga fase grup, Piala Dunia edisi perdana tersebut sepertinya menjadi hal yang istimewa bagi salah satu pemain mereka, Carvalho Leite. Ia menjadi pemain termuda, kala itu usianya baru menginjak 18 tahun 25 hari. Selain menjadi negara yang paling sering lolos ke putaran final, Brasil pun menjadi tim yang sukses meraih trofi Piala Dunia terbanyak, yakni lima kali. Mereka sukses menjadi juara di tahun 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002. 4. Bartholomew Ogbeche (Nigeria) Nigeria menjadi salah satu tim yang kerap memberikan kejutan di setiap edisi Piala Dunia, prestasi tertinggi yang ditorehkan Victor Moses dkk adalah lolos ke babak 16 besar. Di Piala Dunia 2002 Jepang-Korea, meski Kamerun gagal lolos dari abbak fase grup, turnamen empat tahunan tersebut tetap terasa lebih istimewa bagi salah satu pemain mereka, Bartholomew Ogbeche. Ogbeche ia menjadi pemain termuda dan usianya baru menginjak 17 tahun delapan bulan dan satu hari. Sayang Ogbeche tak bertahan lama di timnas, ia memutuskan pensiun setelah mengoleksi 11 caps. 3. Pele (Brasil) Pele dikenal sebagai salah satu pemain terbaik dunia sepanjang masa, namun ternyata awal dikenalnya sang pemain dimulai pada 1958, kala ia membela tim nasional Brasil dan menjadi pemain termuda, saat itu usianya baru menginjak 17 tahun, tujuh bulan dan 23 hari. Dalam Piala Dunia di Swedia ini, Pele juga mampu mencetak enam gol dan terpilih sebagai pemain muda terbaik serta juga memenangkan Silver Ball dan Silver Boot. Tak berhenti sampai di sana, pria yang sempat memperkuat Santos ini pun sukses terpilih sebagai pemain termuda yang mampu mencatatkan hattrick di partai final. 2. Samuel Eto’o (Kamerun) Kualitas yang dimiliki Samuel Eto’o jelas sudah tak perlu diragukan lagi, ia sempat membela sejumlah klub top Eropa, sebut saja Barcelona, Chelsea dan Everton. Tak hanya diandalkan di lini depan klub yang ia bela, pemain yang kini tengah berkarier bersama klub asal Turki, Konyaspor itu juga menjadi sosok tak tergantikan di lini depan tim nasional Kamerun. Di Piala Dunia 1998 Prancis, Eto’o pun menjadi pemain termuda, kala itu usianya baru berusia 17 tahun, tiga bulan dan tujuh hari. Sebagai tambahan informasi, debutnya bersama timnas Kamerun berlangsung kala sang pemain baru berusia 16 tahun. 1. Norman Whiteside (Irlandia Utara) Pele memang menjadi sosok fenomenal di Piala Dunia 1958, ia menjadi pemain termuda dan juga mampu mencetak gol di laga final, bahkan pemain asal Brasil itu juga mampu mencetak tiga gol yang sekaligus mengantarkan negaranya menjadi juara. Namun rekor Pele sebagai pemain termuda sepanjang gelaran Piala Dunia akhirnya terpatahkan dengan kehadiran Norman Whiteside di Piala Dunia 1982 Spanyol, kala membela Irlandia Utara. Gelandang Manchester United itu baru berusia 17 tahun dan 41 hari saat itu. (art)

Debut Pemain 19 Tahun di Piala Dunia 2018, Daniel Arzani Yang Termuda, disusul Kylian Mbappe dan Achraf Hakimi

Winger Timnas Australia, Daniel Arzani, menjadi pemain termuda di Piala Dunia 2018, yang membela negaranya. (optussport.com)

Jakarta- Awal Timnas Australia di Piala Dunia 2018 tak berjalan dengan baik. Socceroos kalah dari Timnas Perancis. Dalam laga Grup C yang digelar di Kazan Arena, Sabtu (16/6), Tim Kanguru takluk dengan skor 1-2. Walaupun kalah, catatan menarik dibuat Australia. Pada menit ke-84, pelatih Australia, Bert van Marwijk menarik keluar Robbie Kruse dan memainkan Daniel Arzani. Arzani sempat merasakan bermain selama 6 menit, plus 5 menit injury time. Ia juga sempat merasakan berduel dengan salah satu pemain termahal di dunia yang membela Timnas Perancis, Paul Pogba. Dimainkannya Arzani berarti spesial karena ia adalah pemain termuda di Piala Dunia 2018. Diantara tujuh remaja yang eksis di turnamen ini, Arzani adalah yang paling belia dengan umur 19 tahun 161 hari, pada hari pertama turnamen. Ia adalah salah satu prospek masa depan paling bersinar yang dimiliki Australia saat ini. Yang menarik, ia melakukan debutnya pada 1 Juni 2018 saat melawan Republik Ceska, juga menjadi pemain pengganti pada menit ke-84. Winger klub Australia, Melbourne City itu mencetak gol pertamanya saat menghadapi Hungaria dalam uji coba, 9 Juni 2018. Bedasarkan data SkySports, Arzani memiliki darah Iran karena lahir di Khorramabad, pada 4 Januari 1999. Namun, akhirnya memilih memperkuat Timnas Australia ketimbang negara tempat kelahirannya. Jika dikalkulasi, usia Arzani ini lebih muda, dari dua bintang Eropa yang menempati urutan dua dan tiga, Kylian Mbappe dan Achraf Hakimi. Mbappe, striker Timnas Prancis dan berasal dari klub Paris Saint-Germain, lahir 15 hari lebih awal dari Arzani, yakni 20 Desember 1998. Umur Mbappe adalah 19 tahun dan 6 bulan, yang juga debut pada laga melawan Australia ini. Rekor tersebut menjadi yang termuda untuk Prancis. Sementara, pemain pertama yang mencetak rekor pemain termuda tampil di Piala Dunia 2018 adalah Hakimi. Jebolan akademi Real Madrid yang memperkuat Timnas Maroko ini, lahir pada 4 November 1998. Hakimi membuat rekor personal, dalam laga Maroko vs Iran pada laga Grup B Piala Dunia 2018 di Stadion Krestovsky, Jumat (15/6). Ia menjadi pemain termuda Maroko yang tampil di Piala Dunia. Usia bek kanan itu saat ini adalah 19 tahun tujuh bulan dan 11 hari. Hakimi memecahkan rekor yang bertahan 20 tahun. Rekor pemain termuda Maroko di Piala Dunia sebelumnya dipegang Ali Elkhattabi (21 tahun) pada Piala Dunia 1998. Di belakang Hakimi, muncul tiga nama pemain yang sama-sama lahir pada bulan Oktober 1998, yakni Francis Uzoho (Nigeria), Trent Alexander-Arnold (Inggris), dan Moussa Wague (Kamerun). Tiga pemain ini lebih muda dibanding punggawa tim debutan Panama, Joso Luis Rodriguez yang lahir pada 19 Juni 1998. (art) Berikut Barisan Pemain Termuda pada Piala Dunia 2018 1. Daniel Arzani (Australia): lahir pada 4 Januari 1999 2. Kylian Mbappe (Prancis): lahir pada 20 Desember 1998 3. Achraf Hakimi (Maroko): lahir pada 4 November 1998 4. Francis Uzoho (Nigeria): lahir pada 28 Oktober 1998 5. Trent Alexander-Arnold (Inggris): lahir pada 7 Oktober 1998 6. Moussa Wague (Kamerun): lahir pada 4 Oktober 1998 7. Jose Luis Rodriguez (Panama): lahir pada 19 Juni 1998

Indonesia Berlaga di SEABA Pra-Kualifikasi Piala Asia 2021, Bidik Posisi Empat Besar

Pelatih Timnas Indonesia Fictor Roring (tengah), berharap anak didiknya bisa menempati empat besar SEABA Pra-Kualifikasi Piala Asia 2021, di Thailand. (detik.com)

Jakarta- Tim nasional (timnas) basket Indonesia bakal berlaga di Pra-Kualifikasi Piala Asia FIBA (FIBA Asia Cup) 2021 Wilayah Asia Tenggara, di Nonthaburi, Thailand, 26-30 Juni 2018. Pada event basket khusus wilayah Asia Tenggara atau SEABA (South East Asia Basketball Association) itu, Andakara Prastawa dan kawan-kawan bakal berjumpa tuan rumah Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Kamboja, dan Singapura. Turnamen itu menggunakan format round-robin yakni empat tim terbaik lolos ke babak kedua atau kualifikasi wilayah Asia Tenggara pada September nanti. Ada 12 pemain yang bakal dibawa Fictor Gideon Roring (Pelatih Timnas Indonesia) yang didampingi Johannis Winar dan Youbel Sondakh (Asisten Pelatih Timnas). Mereka adalah Kaleb Ramot Gemilang, Abraham Damar Grahita, Andakara Prastawa Dhyaksa, Sandy Febiansyakh Kurniawan, Kevin Yonas Argadiba Sitorus, Ponsianus Nyoman Indrawan, Firman Dwi Nugroho, Valentino Wuwungan, Xaverius Prawiro, Arki Dikania Wisnu, Juan Laurent Kokodiputra, dan Jamarr Andre Johnson. Piala Asia itu telah dimulai sejak 1960. Skuat Merah Putih selalu ikut kejuaraan yang sudah berlangsung 29 edisi tersebut. Namun, Indonesia hanya beberapa kali lolos ke babak utama. Selebihnya, pasukan Garuda tak lolos di fase kualifikasi. Kiprah terakhir Indonesia di babak utama Piala Asia FIBA, terjadi pada 2014. Saat itu, Indonesia diwakili Tim Aspac Jakarta yang berlaga di Wuhan, China, 11-19 Juli 2014. Ito, sapaan akrab Fictor Roring, menyebut timnas yang dikirim untuk mengikuti turnamen SEABA Pra-Kualifikasi Piala Asia 2021 adalah pemain yang ikuti berlatih di Amerika Serikat (AS). Ia menambahkan tim ini yang nantinya dipersiapkan ke ajang Asian Games 2018. “Soal target, kami ingin lolos kualifikasi ini dulu, artinya harus bisa menempati empat besar,” ujar Ito dikutip mainbasket, Sabtu (16/6). Senada diungkapkan Budi Djiwandono, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar (PB) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi). Ia menjelaskan timnas Indonesia memikul tugas berat di turnamen SEABA tahun ini. Sebab, tegasnya, bila turnamen ini juga menjadi seleksi untuk menuju Piala Dunia FIBA 2019. “Target kami tentu mencapai prestasi setinggi-tingginya. Kalau bisa Indonesia menjadi juara,” tukas Budi. (Adt)

Rekor 34 Tahun Lompat Jauh Milik Carl Lewis, Hangus Usai ‘Ulah’ Pemuda Kuba 19 Tahun

Atlet lompat jauh 19 tahun asal Kuba, Juan Miguel Echevarria, berhasil melakukan lompatan terjauh dan mengalahkan rekor yang bertahan sejak 1984. (runnersworld.com)

Stockholm- Atlet lompat jauh asal Kuba, Juan Miguel Echevarria, berhasil melakukan lompatan terjauh dan mengalahkan rekor yang bertahan sejak 1985. Atlet berusia 19 tahun itu melakukan lompatan sejauh 8,83 meter, pada kompetisi atletik Stockholm Diamond League, Swedia, Minggu (10/6). Catatan Echevarria itu terbilang mengagumkan karena tak ada atlet lompat jauh yang sanggup memecahkan rekor 34 tahun itu. Sebelumnya, atlet atletik ‘serba bisa’ asal USA, Carl Lewis, memegang catatan itu dengan lompatan sejauh 8,79 meter, di kejuaraan dunia atletik tertutup, New York, pada 1984. Bahkan sebelum berhasil melakukan lompata bersejarah itu, Echevarria sempat nyaris keluar dari bak pasir, dalam salah satu kesempatan lompatnya. Namun, keberhasilan Echevarria ini “hanya” mampu membuat dirinya ada di posisi lima dalam daftar atlet lompat jauh dengan rekor lompatan terpanjang. Catatannya masih kalah dibandingkan dengan Anthony Powell, Ivan Pedroso, Carl lewis, dan Bob Beamon. Pada saat sesi wawancara, ia mengaku tak menyangka jika dirinya bisa melompat sejauh itu. “Hari ini saya (sebenarnya) ingin lompat lebih dari 8,50 meter. Tapi saya tidak mengira bisa melompat sangat jauh,” tegasnya. Dilansir dari Sport Bibble, Echevarria sebenarnya bukan ‘atlet baru’ di olahraga lompat jauh. Ia pernah mewakili negaranya di Kejuaraan Dunia pada 2017 lalu. Bahkan, pada Maret lalu, ia meraih emas di nomor yang sama pada World Indoor Championships Birmingham 2018. (art)

Paling Mengkilat, Ini Kandidat Kuat Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2018

Striker Brasil berusia 21 tahun, Gabriel Jesus (11), menjadi kandidat kuat salah satu pemain meraih gelar pemain muda terbaik di Piala Dunia 2018. (thesun.co.uk)

Moskow- Penghargaan Best Young Player alias Pemain Muda Terbaik pada Piala Dunia menjadi salah satu yang paling dinanti, termasuk di Piala Dunia 2018. Gelar Best Young Player akan diberikan kepada pesepak bola U-21 dengan performa paling impresif sepanjang turnamen. Artinya, kandidat pemenang Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2018 di Rusia adalah pemain yang lahir pada 1 Januari 1997 atau setelah tanggal itu. Berkaca pada tiga edisi Piala Dunia terakhir, pemenang Pemain Muda Terbaik selalu mampu berkontribusi terhadap gol yang diciptakan timnya. Mulai dari Lukas Podolski (2006) dengan 3 gol, Thomas Mueller (2010) lewat 5 gol dan 3 assist, sampai Paul Pogba (2014) melalui 1 gol dan 2 assist. Jadi, siapa yang akan melanjutkan jejak ketiga bintang belia di eranya tersebut? (ham) Berikut lima kandidat peraih mahkota Pemain Muda Terbaik pada Piala Dunia 2018 1. Breel Embolo (21 tahun)/Swiss Breel Embolo menjalani musim yang cukup bagus bersama Schalke 04 pada 2017-2018. Mantan pemain FC Basel ini mampu mengemas 3 gol dan 3 assist dari 21 pertandingan Liga Jerman. Adapun di timnas Swiss, Embolo menjajal tiga posisi berbeda dalam tiga partai terakhir, yakni sayap kanan, penyerang tengah, dan sayap kiri. Hasilnya cukup mengesankan di mana Embolo sanggup mengukir 1 gol ke gawang Panama dan membukukan 1 assist ketika melawan Jepang. Kekuatan utama: kecepatan, tendangan kaki kanan akurat, dan postur tubuh kokoh untuk memenangi adu badan. 2. Marcus Rashford (20 tahun)/Inggris Marcus Rashford sukses membuat musim 2017-2018 menjadi yang tertajam sepanjang kariernya membela Manchester United di Liga Inggris dengan 7 gol. Produktivitas tersebut mengungguli catatan Rashford pada 2015-2016 (5 gol) dan 2016-2017 (5). Di timnas Inggris, Rashford bisa menjadi pembeda. Pada Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Eropa kontra Slovakia, ia mengoleksi 1 gol dan 1 assist membawa Inggris menang 2-1. Terbaru, penyerang kelahiran Manchester, Inggris ini menggetarkan gawang Kosta Rika satu kali dan memastikan kemenangan 2-0 pasukan Gareth Southgate dalam laga persahabatan sebelum tampil di Piala Dunia 2018. Kekuatan utama: kecepatan, tendangan keras kaki kanan dan kiri, serta skill kepala untuk mencetak gol. 3. Rodrigo Bentancur (20 tahun)/Uruguay Sejak berseragam Juventus pada 1 Juli 2017, Rodrigo Bentancur belum mampu menembus skuat inti. Dari 20 penampilan di Liga Italia musim lalu, Bentancur hanya 5 kali dipercaya sebagai starter. Namun, nasib berbeda dialami Bentancur di timnas Uruguay. Dalam 7 partai terakhir Uruguay, Rodrigo Bentancur selalu masuk starting eleven. Eks bintang belia Boca Juniors ini bahkan empat kali dipercaya pelatih Oscar Tabarez untuk tampil 90 menit. Kekuatan utama: pintar membaca arah bola untuk melakukan intersep, merebut bola dengan tekel, dan tenang dalam mengontrol si kulit bulat. 4. Kylian Mbappe (19 tahun)/Prancis Kylian Mbappe menyabet penghargaan Pemain Muda Terbaik Liga Prancis dalam dua musim terakhir. Menariknya, Mbappe menorehkannya bersama dua klub berbeda, AS Monaco (2017; 15 gol, 11 assist) dan Paris Saint-Germain (2018; 13 gol, 8 assist). Bisa bermain sebagai sayap kanan, sayap kiri, dan penyerang tengah menjadi nilai plus untuk Kylian Mbappe. Dalam 7 laga terakhir timnas Prancis, Mbappe selalu berstatus pemain inti dengan mengoleksi 3 gol dan 4 assist alias berkontribusi untuk 1 gol per pertandingan. Kekuatan utama: variasi gerakan mengolah bola, kecepatan, kaki kanan dan kiri hidup, serta cerdas menciptakan ruang dan peluang emas. 5. Gabriel Jesus (21 tahun)/Brasil Gabriel Jesus merupakan top scorer ketiga Manchester City pada Liga Inggris 2017-2018 dengan 13 gol. Torehan tersebut cuma berada di bawah Sergio Aguero (21 gol) dan Raheem Sterling (18). Sementara itu, di timnas Brasil, Jesus adalah anak kesayangan pelatih Tite. Jesus mampu membuat Roberto Firmino, yang lebih senior 5 tahun darinya, menjadi penghangat bangku cadangan. Tite menjadi pelatih yang memberikan debut kepada Jesus di tim senior Brasil pada September 2016. Dalam partai debutnya, ia langsung mencetak 2 gol dan 1 assist untuk membawa Brasil melumat Ekuador 3-0. Hingga lolos ke Rusia, pemuda kelahiran Sao Paolo ini, menjadi ujung tombak utama Selecao. Dia sudah mengoleksi 10 gol dan 5 assist dari 17 caps. Kekuatan utama: brilian dalam menempatkan posisi, kecepatan, serta kombinasi maut kaki kanan, kaki kiri, dan kepala untuk bisa mencetak gol

Libur Lebaran TC Asian Games 2018, Atlet Panjat Tebing Wajib Pull Up Ratusan Kali Di Rumah

Aries Susanti dkk wajib melakukan latihan pull up ratusan kali di rumah mereka, disela-sela liburan lebaran Pelatnas Asian Games 2018. (fpti)

Jakarta- Atlet pemusatan latihan nasional (Pelatnas) cabang panjat tebing mendapatkan libur lebaran. Namun, mereka tidak bisa santai. Sebab, harus tetap berlatih mandiri dirumah masing-masing. Para atlet itu libur sejak Kamis (8/6), dan kembali ke Yogyakarta untuk mengikuti program Pelatnas pada Sabtu (16/6). Hendra Basyir, Pelatih Tim Nasional (timnas) Sport Climbing Indonesia, bahkan mewajibkan anak didiknya melakukan pull up setiap hari selama libur Hari Raya Idul Fitri 1439 H. “Untuk atlet putra sebanyak 600 kali, dan atlet putri 500 kali,” ujar Hendra, Kamis (14/6). Menurutnya, para atlet harus menjalani latihan mandiri. Latihan ini, tambah Hendra, bisa dilakukan bersama atlet Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) daerah asal yang dimiliki pengurus cabang (Pengcab) atau pengurus provinsi (Pengprov). “Latihan mandiri menjadi salah satu cara untuk menjaga kebugaran atlet selama libur lebaran,” tegasnya. Sementara, Aries Susanti, atlet Pelatnas Asian Games 2018 itu bahkan rela membangun sarana pull up di halaman belakang rumahnya di Desa Tarumanagara, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, demi menjaga kebugaran. Fasilitas sederhana yang terbuat dari pipa besi itu, dibangun perempuan berjuluk ‘Laba-laba Grobogan’ ini agar bisa melakukan pull up secara rutin tanpa harus keluar kediamannya. “Dalam sehari saya rutin melakukan pull up 500 kali,” terangnya. Sebelumnya, ia harus pergi ke SD (Sekolah Dasar) tempat dirinya bersekolah dahulu yang berjarak sekitar 2 kilometer dari rumahnya demi bisa melakukan pull up. “Saya pull up sama keponakan biar dia juga olahraga,” ungkap Aries. Selain Aries, atlet asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nurul Iqomah, melakukan pull up dengan memanfaatkan ventilasi rumah. “Fungsinya sama, kok. Yang penting niatnya. Kalau untuk latihan pemanjatan saya biasanya di Lapangan Manggemaci (Paruga Na’e), yang ada di Kota Bima,” cetus Nurul. (Adt)

Forki Kirim 12 Karateka Untuk Asian Games 2018, Bonus Rp 1 Miliar Peraih Emas Menanti

Karateka pelatnas Andi Dasril Dwi, saat berlaga pada Kelas Kata Perorangan, ketika mengikuti seleksi akhir Timnas inti Asian Games 2018, di Ciloto. (suara.com)

Jakarta- Usai melewati serangkaian seleksi, akhirnya Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (PB FORKI) mendapatkan 12 karateka yang akan bertarung ke Asian Games 2018. Mereka ini terpilih melalui seleksi akhir yang berakhir, Senin (11/6) di Ciloto, Jawa Barat. Untuk bagian putra terjaring, Ahmad Zigi Zaresta (kata putra), Rifky Ardiansyah (60 kg), Jintar Simanjuntak (-67 kg), Sandi Firmansyah (-75 kg), Romario Setiamu (-84 kg), dan I Made Budi Kertayasa (+84 kg). Sementara di nomor putri ada Nawar Kautsar M (kata), Srunita Sari Sukatendel (kumite -50 kg), Cokorda Istri Agung Sanistyarani (-55 kg), Intan Nurjanah (-61 kg), Ceyco Goergia (-68 kg), dan Dessynta Rakawuni Banurea (+68 kg). Kedua belas karateka ini merupakan hasil terbaik dari proses panjang yang dilakukan PB Forki jelang Asian Games 2018 Jakarta-Palembang pada Agustus. Saat seleksi tahap pertama di tempat sama pada 10 Maret lalu, Forki menyeleksi 28 karateka untuk mendapatkan hasil 150%. Sementara pada tahap kedua, Forki menyaring 24 karateka yang terdiri dari 18 atlet pelatnas, empat karateka yang pernah mengundurkan diri dari pelatnas, dua karateka berprestasi di Kejuaraan Piala Mendagri, Kejuaraan Karate SEAKF, dan Kejuraan Karate AKF. Hasilnya adalah 12 karateka di 12 kelas berbeda. Cabang karate Asian Games 2018 akan mempertandingkan 12 kelas. Namun, sesuai ketentuan yang berlaku, tiap negara hanya boleh turun di delapan kelas. Karena itu, Forki masih perlu melakukan seleksi akhir lewat analisis potensi atlet dan peluang di 12 kelas yang dipertandingkan tersebut. “Kami hanya akan memasukkan delapan nama untuk tim inti Asian Games nanti. Entry by name-nya pada 30 Juni mendatang. Jadi, kami masih punya waktu sekitar dua minggu untuk mengevaluasi dan menganalisi kelas-kelas berpeluang merebut medali di AG nanti,” ujar Sekretaris Jenderal PB Forki, Lumban Sianipar. Analisis peluang di setiap kelas itu sangat diperlukan, mengingat persaingan ketat di ajang multievent empat tahunan itu. Terutama persaingan dengan karateka-karateka Jepang, Iran, Malaysia, dan negara-negara bekas Uni Soviet seperti Uzbekistan, Kazakhstan, dan lain-lain. Karena itu, Forki harus mampu melihat kelas yang berpotensi merebut medali, terutama emas, bagi Indonesia. Apalagi, karate termasuk cabang yang diharapkan bisa merebut emas bagi Indonesia. Sebab, dalam perjalanan Asian Games, Indonesia pernah menorehkan sejarah manis saat merebut medali emas pada Asian Games 1998 Bangkok lewat Arif Taufan Syamsuddin, dan Asian Games 2002 Busan melalui Muhammad Hasan Basri. “KOI memang menargetkan 1 medali emas dari cabang karate. Tapi, kami berharap bisa mendapatkan tiga medali emas di ajang Asian Games nanti,” ujar Ketua Umum PB Forki Gatot Nurmantyo. Gatot pun menyiapkan bonus Rp 1 miliar untuk karateka Indonesia yang mampu merebut medali emas pada Asian Games 2018. Dalam rilis PB Forki kepada media, Selasa (12/6), pemberian bonus itu untuk memacu motivasi atlet yang akan bertanding pada ajang multievent Asia empat tahunan tersebut. Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga berjanji memberi bonus Rp 1,5 miliar bagi atlet peraih emas di Asian Games 2018. “Jadi, kalau ditotal, jumlahnya Rp 2,5 miliar dengan bonus dari Kemenpora,” kata Gatot saat di Ciloto Puncak, Cianjur, Jawa Barat, Senin (11/6). Jika Forki mewujudkan target tersebut, tentu menjadi sejarah besar karate Indonesia di ajang multievent. Untuk mempersiapkan itu, Forki akan segera mengirim ke-12 atlet hasil seleksi, ke kejuaraan karate Asia di Yordania, Juli mendatang. Bahkan, khusus delapan atlet yang nanti masuk entry by name, Forki akan memberikan program latihan di Jepang, untuk karateka nomor kata dan training camp di Mesir dan Ukraina untuk karateka nomor kumite. (art)

Atlet 17 Tahun Sabet Juara, Tim Soft Tenis Indonesia Boyong Lima Emas Di Thailand

Tim Soft Tenis Indonesia berjaya di turnamen internasional The 4th Agel World Tour Soft Tennis Championships, di Pattaya, Thailand, 7-11 Juni 2018. (Humas PP Pesti)

Jakarta- Tim Soft Tenis Indonesia berhasil memboyong lima medali emas, tiga perak dan lima perunggu dari turnamen internasional bertajuk “The 4th Agel World Tour Soft Tennis Championships” di Pattaya, Thailand, 7-11 Juni 2018. Selain itu, pasukan Indonesia juga bertengger di podium tertinggi kategori beregu putra turnamen yang diikuti peserta dari enam negara (Thailand, Indonesia, Filipina, Jepang, Kamboja dan India) ini. Berdasarkan pernyataan resmi Persatuan Soft Tenis Seluruh Indonesia (Pesti), skuat Merah Putih yang akan membela Indonesia pada Asian Games 2018 itu mendulang emas melalui ayunan raket Elbert Sie, di nomor tunggal putra. Lalu, pasangan Prima Simpatiaji/Irfandy Hendrawan, dan ganda campuran Elbert Sie/Dwi Rahayu Pitri, serta tunggal putri yunior U-18, Anadeleyda ‘Anna’ Kawengian. “Hasil ini membuat kami percaya diri jelang Asian Games 2018 di Palembang, Agustus nanti,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pesti, Martuama Saragi. Terutama hasil yang dibukukan Anna, yang terhitung atlet potensial. Siswa SMA Kristen El Fatah, Manado, Sulawesi Utara ini, juga meraih medali emas saat berlaga di Frankfurt, Jerman, di nomor ganda putri. Petenis kelahiran Manado, 28 Agustus 2001, ini bepotensi menjadi andalan Indonesia masa depan. Turnamen yang berlangsung di kawasan wisata Pattaya di Negeri Gajah Putih itu mengakhiri program uji coba pemusatan latihan nasional (pelatnas) Soft Tenis menjelang Asian Games 2018. Sejak awal tahun ini, Prima Simpatiaji dan kawan-kawan telah melakoni uji coba di berbagai kejuaraan internasional. Diantaranya turnamen di Nakhon Ratchasima (Thailand), Hiroshima (Jepang) dan Frankfurt (Jerman). “Setelah ini, kami kembali menjalani training camp di Incheon, Korea Selatan, dari 17 Juni hingga 2 Juli,” tutur pelatih putra Pelatnas Soft Tenis, Ferly Montolalu. Pada pesta olahraga antar negara di kawasan Asia empat tahun silam di Incheon, Korea, soft tenis berhasil menyumbang satu medali perak dari nomor tunggal putra atas nama Edi Kusdaryanto serta satu perunggu dari ganda campuran, pasangan Prima Simpatiaji dan Maya Rosa bagi kontingen Indonesia. PP Pesti mencanangkan target perolehan sekeping medali emas, satu perak dan dua perunggu Asian Games 2018. Berikut raihan tim Indonesia dalam The 4th Agel World Tour Soft Tennis Championships, Pattaya, Thailand, 7-11 Juni 2018, yakni : Lima medali emas (tunggal putra: Elbert Sie, ganda putra: Prima Simpatiaji/Irfandy Heendrawan, ganda campuran: Elbert Sie/Dwi Rahayu Pitri, tunggal putri yunior: Anadeleyda Kawengian, dan beregu putra). Tiga medali perak (tunggal putra: Prima Simpatiaji, tunggal putri: Voni Darlina, beregu putri) Lima medali perunggu (tunggal putra: Irfandy Hendrawan, ganda putra: Hemat Bhakti Anugrah/Gusti Jayakusuma, ganda putri: Dwi Rahayu Pitri/Voni Darlina, ganda campuran: Irfandy Hendrawan/Dede Tari Kusrini, tunggal putri U-21: Anna Lontoh). (art) Tim Soft Tenis Indonesia Putra Irfandi Hendrawan, Prima Simpatiaji, Gusti Jaya Kusuma, Elbert Sie, Hemat Bakti Anugrah Putri Dwi Rahayu Pitri, Dede Tari Kusrini, Anadeleyda Kawengian, Siti Nur Arasy, Voni Darlina

Libur Idul Fitri 1439 H, Penggawa Timnas Wanita Dilarang Gendut

Timnas Wanita Indonesia dipulangkan ke daerahnya masing-masing untuk merayakan libur Idul Fitri 1 syawal 1439 H. (planetolahraga.com)

Tangerang- Mulai Selasa (12/6), seluruh penggawa Timnas Wanita Indonesia dipulangkan ke daerahnya masing-masing untuk merayakan libur Idul Fitri 1 syawal 1439 H. Libur berlangsung sepekan, sejak 12-18 Juni. Satia Bagdja Ijatna, selaku kepala pelatih Garuda Pertiwi menaruh pesan pada anak asuhnya. “Sebelum mereka pulang harus timbang badan. Kedua, ukur kadar lemak. Jadi, mereka harus jaga kondisi,” jelas dosen UNJ (Universitas Negeri Jakarta), pada nysnmedia.com, Selasa siang (12/6). Hal serupa juga diungkapkan manager tim, Papat Yunisal. Menurutnya, libur lebaran selama sepekan ini adalah momentum para pemain dalam mendekatkan diri bagi keluarga. Hampir tiga bulan lamanya sejak awal Maret 2018, Zahra Musdalifah dkk melakukan pemusatan latihan di lapangan National Youth Training Centre (NYTC), Sawangan, dan jauh dari keluarga. “Jangan terlena dengan makanan dan kue lemak. Selain itu, lebih dekat dengan keluarga, karena selama ini jauh dari keluarga,” ungkap Papat. Tim direncanakan kembali masuk TC, pada Selasa (19/6). Mereka pun juga tengah menyiapkan agenda uji coba internasional. “Kemungkinan terealisir usai Ramadhan, sebab TC Timnas Wanita juga libur selama dua pekan untuk jeda lebaran,” jelasnya. Rangkaian uji coba Internasional ini agenda yang dicanangkan PSSI dan ASBWI guna mematangkan persiapan jelang event AFF Women’s Championship 2018 dan Asian Games 2018. Pilihan lawan yang akan dihadapi masih berada di lingkup Asia, yakni Hongkong (Asia Timur) atau Filipina (Asia Tenggara). Namun, detail laga dua negara tersebut belum bisa dipastikan. Papat juga menyatakan terus berkoordinasi terkait rencana uji coba ini. “Setelah Thailand, ada agenda melawan Hongkong atau Filipina. Kami terus matangkan rencana ini dengan mereka. Dan sampai saat ini, masih belum pasti waktu tandingnya,” ujar wanita asal Subang, Jawa Barat ini kepada nysnmedia.com pada Rabu (6/7). Indonesia tergabung di grup B pada AFF Women’s Championship 2018 yang akan diselenggarakan di Palembang, Sumatra Selatan, mulai 30 Juni hingga 13 Juli 2018. Indonesia akan bersaing dengan Vietnam, Myanmar, Filipina, dan Singapura. Sementara itu Grup A dihuni oleh negara-negara seperti Thailand, Australia, Malaysia, Timor Leste dan Kamboja. Para peserta tiba pada Kamis (28/6), sehari setelahnya diadakan pertemuan semua tim bersamaan dengan konferensi pers. Stadion Bumi Sriwijaya dan Gelora Sriwijaya, merupakan dua venue stadion yang akan menggelar pertandingan putaran grup hingga babak semifinal. Di partai puncak nanti, perebutan peringkat ketiga dan final hanya Stadion Gelora Sriwijaya saja yang digunakan. Sedangkan laga perdana Indonesia akan berhadapan dengan Singapura yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya tanggal 1 Juli 2018 pukul 19.00 WIB setelah pertandingan antara Filipina melawan Myanmar di pukul 16.00 WIB. “Kami akan berjuang keras untuk bisa tampil maksimal. Pertandingan pertama melawan Singapura, kami berusaha untuk meraih kemenangan, karena akan membuka langkah kami di pertandingan-pertandingan berikutnya,” ujar Satia. (Dre) Jadwal Timnas Indonesia di AFF Women’s Championship 2018 1 Juli 2018 pukul 19.00 WIB Singapura vs Indonesia – Stadion Gelora Sriwijaya 3 Juli 2018 pukul 16.00 WIB Indonesia vs Vietnam – Stadion Gelora Sriwijaya 5 Juli 2018 pukul 19.00 WIB Myanmar vs Indonesia – Stadion Gelora Sriwijaya 9 Juli 2018 pukul 16.00 WIB Indonesia vs Filipina – Stadion Gelora Sriwijaya Semifinal: 11 Juli 2018 pukul 16.00 WIB Juara grup A vs Runner Up grup B – Stadion Gelora Sriwijaya Juara grup B vs Runner Up grup A – Stadion Bumi Sriwijaya Perebutan Peringkat Ketiga 13 Juli 2018 pukul 16.00 WIB – Stadion Gelora Sriwijaya Final 13 Juli 2018 pukul 19.00 WIB – Stadion Gelora Sriwijaya

Dijual Akhir Juni, INASGOC Yakin Lebih 1 Juta Tiket Pertandingan Asian Games 2018 Terjual

Panitia Pelaksana Asian Games 2018 yakin, lebih dari satu juta tiket terjual untuk menyaksikan pertandingan. (Adt/NYSN)

Jakarta- Panitia Pelaksana Asian Games (INASGOC) 2018 mengumumkan tiket menonton pertandingan pesta olahraga terbesar negara-negara se-Asia edisi ke 18, mulai dijual pada akhir Juni. INASGOC menunjuk KiosTix sebagai mitra, dalam mengelola ticketing Asian Games 2018. Dan, masyarakat dapat membeli baik secara online maupun offline, dan pop up store merchandise Asian Games 2018, yang tersebar di beberapa mal Jakarta dan Palembang. Panitia juga membuka Ticket Box di venue selama Asian Games 2018 berlangsung. Erick Thohir, Ketua Umum INASGOC, mengatakan dirinya dan seluruh Panitia Pelaksana Asian Games 2018, sangat optimis bila tiket pertandingan akan banyak dibeli, mengingat antusias masyarakat yang sangat tinggi dalam menyambut pesta multievent itu. “Target penjualan tiket saat ini masih kami hitung. Tapi, kami yakin akan lebih dari sejuta tiket yang terjual. Pada waktu Asian Games 2014 Incheon (Korea Selatan), targetnya 1,3 juta tiket,” ujar Erick pada Senin (11/6). Terkait harga tiket, Erick menyebut tiket termurah adalah Rp 30.000 dan rata-rata Rp 100.000. “Tidak ada tiket gratis. Harga tiket sudah termasuk asuransi. Untuk melibatkan pelajar kami akan komunikasikan dengan Pemda (Pemerintah Daerah),” tegas pria yang juga menjabat Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) itu. “Tiket dibagi empat kategori, dan tiap kategori memiliki harga dan keuntungan berbeda,” cetusnya. Sementara, Sarman Simanjorang, Direktur Ticketing INASGOC, menjelaskan tiket yang dijual nantinya akan berbentuk E-voucher yang dilengkapi dengan QR code dan kemudian bisa ditukar dengan thermal tiket (tiket fisik) atau wristband tiket, saat mendekati waktu pertandingan. “Dengan metode seperti ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan tiket palsu yang sering muncul saat penyelenggaraan event besar,” tegas Sarman. “Proses pemilihan dilakukan secara transparan dan akuntabel, sesuai dengan aturan yang berlaku di Republik Indonesia,” tambahnya. Sedangkan Ade Sulistioputra, CEO KiosTix, mengungkapkan pihaknya merasa bangga karena dilibatkan serta berpartisipasi dalam event besar seperti Asian Games 2018. “Kami telah memiliki pengalaman dalam hal ticketing manajemen. Kami pernah menangani 100 venue dan 300 event, serta jutaan tiket,” tutur Ade. (Adt)

Piala AFF U-18 dan U-15 di Jatim, Gresik Minta Jatah Laga Timnas U-19

Laga Timnas U-19 menjadi salah satu laga yang diinginkan panpel AFF U-18 tampil di Stadion Gelora Joko Samudro di Gresik. (tribunnews.com)

Jakarta- Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur (Jatim) gembira, usai Piala AFF U-18 dan U-15 dipusatkan di Jatim. Situasi Jatim sempat tak kondusif pasca teror bom satu bulan silam. Hal ini jadi sinyal positif terkait keamanan, yang dipercaya untuk menggelar event sepak bola internasional. “Ini luar biasa, habis ada insiden bom bulan lalu. Tapi kami dipercaya, ini berarti kami bisa menjaga keamanan pertandingan kami,” tutur Ketua Asprov PSSI Jatim, Ahmad Riyadh, pada Minggu (10/6), dilansir bolaskor.com. Sebelumnya, event ini bakal digelar di Stadion Pakansari (Bogor) dan Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Namun Stadion Pakansari dipastikan batal menggelar laga-laga Piala AFF U-18 2018, lantaran harus steril H-100 jelang pelaksanaan Asian Games 2018. Event Piala AFF itu seluruh laganya dipusatkan di Jatim, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo dan Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik. Timnas U-19 Indonesia menjadi wakil di ajang ini. Pada Piala AFF U-18 yang digelar 1-14 Juli, Stadion Gelora Delta Sidoarjo akan menjadi venue pertandingan Grup A yang dihuni Thailand, Indonesia, Vietnam, Singapura, Laos, dan Filipina. Sementara Stadion Gelora Joko Samudro untuk menggelar partai Grup B yang ditempati Malaysia, Myanmar, Timor Leste, Kamboja, dan Brunei Darussalam. Namun masih ada potensi perubahan mengenai ketentuan tersebut. Mengingat Gresik menginginkan beberapa laga Timnas U-19, bisa digelar di Stadion Joko Samudro. “Timnas semuanya di Sidoarjo, tapi kemarin ada permintaan dari Gresik, agar diberi satu atau dua pertandingan timnas di sana. Ini bisa kami atur,” tambah pria yang berprofesi sebagai advokat tersebut. Sementara itu, pada Piala AFF U-15 yang digelar pada 29 Juli-11 Agustus 2018, Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Myanmar, Kamboja, Timor Leste, dan Filipina. Sementara Grup B yang dihuni Thailand, Malaysia, Laos, Brunei Darussalam, dan Singapura. (Ham)

Tangani Timnas Futsal U-20 Indonesia, Kensuke Takahashi Punya Trio Asisten Pelatih Lokal

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Kensuke Takahashi (kiri), akan didampingi tiga pelatih lokal, saat membentuk Timnas Futsal U-20. (kumparan.com).

Tangerang- Usai gelaran Piala AFC Futsal Women’s Championship 2018 di Thailand bulan Mei, pelatih Timnas Futsal Indonesia, Kensuke Takahashi kini bertugas membentuk Timnas Futsal U-20. Timnas Futsal U-20 diproyeksikan tampil di AFC U-20 Futsal Championship. Namun, dalam staff kepelatihan Timnas Futsal U-20 ini berbeda saat menakhodai Timnas Wanita lalu. Ada tiga pelatih lokal yang mendampingi Kensuke, yakni Sayan Karmadi (Pelatih Permata Indah Manokwari), Wahyu Kocoy (Pelatih Giga FC Kota Metro), dan Ade Lesmana (Pelatih Kiper Giga FC Kota Metro). Skema tiga asisten pelatih sudah menjadi keputusan bulat Federasi Futsal Indonesia (FFI). Edi Prasetyo, selaku Sekjen FFI mengatakan, keberadaan tiga pelatih lokal ini sangat cocok untuk mendampingi Kensuke. “Sayan sudah berkomunikasi Kensuke. Selain itu dia punya prestasi”, kata Edi Prasetyo, dilansir dari situs bolalob.com, akhir pekan lalu. “Kocoy dipilih karena kecocokan dengan pelatih kepala dan asisten di tim. Begitupun dengan Ade Lesmana”, tambah Edi. Tugas pertama trio asisten pelatih ini adalah memantau FFI U-20 Futsal Championship 2018 pada 28 Juni – 13 Juli, di GOR ITB Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Selain itu, target Timnas U-20 adalah lolos dari kualifikasi zona asean AFC U-20 Futsal Championship. AFC U-20 Futsal Championship diperuntukkan pemain U-20 ini dijadwalkan pada 14-23 Juni 2019. Jika negara peserta yang ikut lebih dari 20 tim, maka diadakan kualifikasi, yang rencananya diadakan pada 1-9 Desember 2018. Turnamen ini pertama kali diadakan pada 2017, di Bangkok, Thailand. Iran menjadi juara pertama setelah mengalahkan Irak di babak final. Indonesia sukses menembus babak 8 besar, sebelum dikalahkan tuan rumah Thailand. Sebuah prestasi yang cukup apik dari penggawa muda Timnas Futsal. Timnas Futsal U-20 besutan Kensuke ini, ditargetkan lolos ke putaran final AFC U-20 Futsal Championship. (Dre)

Langkah Berat Timnas Basket Putri 3X3 Di Piala Dunia, Butuh Dua Kemenangan Ke Babak Selanjutnya

Fanny Kalumata (putih) dkk wajib menang saat berjumpa Italia dan Turkmenistan, jika ingin lolos ke babak selanjutnya di FIBA 3X3 World Cup 2018, di Manila, Filipina. (FIBA 3X3).

Jakarta- Timnas basket putri 3X3 Indonesia butuh dua kemenangan jika ingin lolos ke babak selanjutnya pada Kejuaraan FIBA 3X3 World Cup (Piala Dunia) 2018, di Manila, Filipina. Skuat putri diperkuat Fanny Kalumata (Tenaga Baru Pontianak), Jovita Elizabeth (Surabaya Fever), Husna Latifah dan Yusranie Assipalma (Merpati Bali). Langkah berat itu harus dilalui Fanny dan kawan-kawan menyusul dua kekalahan beruntun atas Republik Ceko dan Malaysia. Di babak penyisihan, srikandi Merah Putih masuk di grup A bersama Republik Ceko, Malaysia, Italia, dan Turkmenistan. Di laga pertama, Indonesia sudahharus mengakui ketangguhan Republik Ceko dengan skor 11-22. Di laga ini, Indonesia bermasalah dengan akurasi, karena bisa membuat 24 tembakan, namun hanya 10 tembakan yang sukses memundi poin. Ini diperparah dengan 9 turn over. Jovita mencetak enam poin, dan Yusranie menyumbangkan tiga poin pada laga itu. Sebaliknya, Negara Eropa Tengah itu memaksimalkan permainan melalui Ramona Hejdova dan Ramona Stehlikova yang mencetak masing-masing 7 poin. Pada laga kedua, Indonesia tampil lebih baik saat berjumpa Malaysia. Bahkan, pertandingan berjalan seimbang. Jovita kembali menjadi penyumbang poin terbanyak dengan 7 poin. Namun tembakan forward dari Negeri Jiran Fook Yee Yap yang sukses membukukan 12 poin berasal dari 4 tembakan 1 poin, dan 4 tembakan 2 poin, akhirnya membuat Indonesia dipaksa menyerah dengan skor 14-21. Hasil itu membuat Indonesia harus berjuang keras disisa dua pertandingan berikutnya, pada Senin (11/6), bila ingin lolos ke babak selanjutnya saat berjumpa Italia yang pernah menembus 8 besar di Piala Dunia 3X3 pada 2017, dan Turkmenistan. Persiapan Fanny dan kawan-kawan di ajang ini memang tidak maksimal. Mereka hanya butuh kurang dari 1 minggu mempersiapkan diri jelang event FIBA 3X3 World Cup setelah ditunjuk menggantikan Venezuela yang mundur akibat terkendala visa. (Adt)

Pengamanan Test Event Asian Para Games 2018, Panitia Libatkan 2500 Personil Keamanan

INAPGOC menggelar rapat tekhnis pengamanan test even Asian Paragames 2018, di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta pada Kamis (7/6). (Adt/NYSN)

Jakarta- Panitia Pelaksana Indonesia 2018 Asian Para Games (INAPGOC) bersiap menggelar test event atau ujicoba bertajuk ‘Indonesia Para Games Invitational Tournament’, 25 Juni – 3 Juli 2018, di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Tujuannya, untuk menguji kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Para Games (APG) 2018, dari sisi infrastruktur, sumber daya manusia, dan elemen pendukung lainnya. Test event itu akan mempertandingkan lima cabang olahraga yakni atletik, bulutangkis, renang, tenis meja, dan bola basket kursi roda. Guna mengamankan gelaran test event itu, Deputi IV Keamanan INAPGOC akan melibatkan 2500 personil. “Kami menggelar rapat koordinasi tekhnis pengamanan test event dengan Deputi IV yang bertanggung jawab soal keamanan dan pelaksanaan Asian Para Games 2018,” ujar Raja Oktosaptahari, Ketua Umum INAPGOC, di Jakarta, Kamis (7/6). Dalam rakor tekhnis pengamanan, dikatakan Okto, Deputi IV memberikan gambaran tentang persiapan terkait pengamanan Asian Para Games 2018. “Mudah-mudahan ini menjadi gambaran kesiapan panitia Asian Para Games 2018,” ujar anak dari Oesman Sapta Odang itu. Sementara, Asisten Operasi (Asops) Kapolri Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Deden Juhara, Deputi IV Keamanan INAPGOC, mengatakan jika pihaknya telah memetakan terkait pengamanan test event Asian Para Games 2018. “Deputi IV nanti akan bekerjasama dengan Deputi lainnnya, sehingga kegiatan test event nanti akan kami amankan, mulai dari kedatangan atlet di Bandara, kemudian wisma atlet, sampai dengan saat pertandingan, termasuk jalur lalu lintas,” tutur Deden. Ia menyebut pihaknya mengerahkan 2500 personil keamanan jajaran kepolisian dan TNI. “Jumlah itu tidak harga mati, tergantung ada masukan terkait ancaman keamanan yang meningkat akan kami libatkan yang lain. Untuk itu kami siap, untuk Asian Para Games 2018 melibatkan jajaran kepolisian dan TNI,” ungkapnya. “Kami akan maksimalkan dan harus aman. Karena ini adalah pesta olahraga menyangkut kredibilitas negara, sehingga dipastikan haruslah aman, sebab akan dipantau dunia,” tegas Deden. (Adt)