Paska Berlangsung di Jakarta, LIMA Basketball 2018 Pekan Ini Sambangi Bandung

Kegiatan technical meeting (TM) LIMA Basketball: Blibli.com West Java Conferece (WJC) 2018 region Jawa Barat yang mulai berlangsung pekan ini mulai 6-13 Juli. (LIMA)

Bandung- Cabang olahraga bola basket disajikan Liga Mahasiswa (LIMA) sejak musim pertamanya. Pada musim keenamnya ini, LIMA menggelar LIMA Basketball fase conference di lima regional, yaitu Jakarta Raya, Jawa Barat, Sumatra, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Region Jakarta Raya telah sukses menghelat LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) pada 26 Juni – 2 Juli lalu. Saat ini, LIMA menyambangi region Jawa Barat dalam ajang bola basket antar mahasiswa dengan titel LIMA Basketball: Blibli.com West Java Conferece (WJC) 2018. Kompetisi bola basket antarmahasiswa Jawa Barat ini berlangsung di GOR Pajajaran, Bandung, Jawa Barat, pada 6-13 Juli. Sepuluh tim putra dan lima tim putri memastikan keikutsertaannya dalam LIMA Basketball: Blibli.com WJC 2018 ini. David Leopold Marthen, staf Departemen Kompetisi dan Pertandingan LIMA, memimpin kegiatan technical meeting (TM) yang digelar di Ruang Citra Hotel Citradream, Bandung, pada Jumat (5/7). TM digelar dengan agenda pembahasan administrasi kompetisi, regulasi kompetisi dan laws of the game. Dalam kesempatan itu, David menerangkan untuk pertandingan ini, pengundian pul tak dilakukan. Penentuan klasemen berdasarkan nilai koefisien setiap universitas yang telah diakumulasikan, sejak musim ketiga hingga keenam ini. (Ham) Klasemen LIMA Basketball: Blibli.com WJC 2018: Putra Pul A: Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Telkom University STIE Kesatuan Bogor Politeknik Pos Indonesia (Poltekpos) Pul B: Universitas Widyatama (Utama) Universitas Pedidikan Indonesia (UPI) Universitas Padjadjaran (Unpad) Universitas Komputer Indonesia (Unikom) STIE Ekuitas Putri Pul X: Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Universitas Pedidikan Indonesia (UPI) Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) Telkom University Universitas Padjadjaran (Unpad) STIE Kesatuan Bogor

Mulai Bergulir Di Solo, Remaja 15 Tahun Turut Bersaing Di Women’s Circuit International Tennis 2018

Priska Madelyn Nugroho (15 tahun) menjadi salah satu petenis termuda Indonesia, yang turun dalam turnamen Women's Circuit International Tennis 2018, di Lapangan Tenis Gelora Manahan, Solo, Jawa Tengah. (twitter.com)

Jakarta- Turnamen tenis PT Pembangunan Perumahan Construction & Investment Women’s Circuit International Tennis 2018, mulai bergulir akhir pekan ini, hingga 14 Juli, di Lapangan Tenis Gelora Manahan, Solo, Jawa Tengah. Petenis tuan rumah bersaing dengan petenis lain dari sembilan negara yakni Singapura, Australia, Jepang, China, Taiwan, Kazakhstan, India, Bulgaria, dan Rusia. Susan Soebakti, Direktur Turnamen, mengatakan minat petenis asing sangat tinggi untuk mengikuti turnamen ini. Kejuaraan ini masuk dalam kalender kompetisi resmi Federasi Tenis Internasional (ITF). “Peserta tak hanya dari kawasan Asia. Mereka juga datang dari benua Eropa,” ujar Susan, di Solo, Jawa Tengah, akhir pekan ini. Babak kualifikasi turnamen khusus putri berhadiah total 15 ribu dollar Amerika Serikat (AS) atau Rp 215 juta itu, mulai bergulir pada Sabtu (7/7). Indonesia menurunkan para petenis terbaik yakni Rifanty Dwi Kahfiani, Bilqis Maqbulatullah, Arrum Damarsari, Suryaningsih, Septiana Nur Zahiroh, dan Ni Luh Sintha Eka Putri. Mereka membidik delapan slot babak utama. Sedangkan petenis utama Merah Putih yang tergabung di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Asian Games 2018, berhak berlaga di babak utama mulai Selasa (10/7). Aldila Sutjiadi yang berperingkat tunggal ke-751 dunia jadi unggulan keempat. Dan, Deria Nur Haliza serta Joleta Budiman, memanfaatkan fasilitas wild card bersama Fitriana Sabrina dan Priska Madelyn Nugroho. “Peluang sangat terbuka bagi tuan rumah Indonesia untuk menambah wakil di babak utama,” tukas Susan. Khusus untuk Priska, menjadi catatan tersendiri. Remaja kelahiran Jakarta, 29 Mei 2003, ini menjadi salah satu petenis termuda skuat garuda pertiwi paling berbakat, yang ikut berpartisipasi. (Adt)

Lompat Setinggi 3,6 Meter, Atlet Pelatnas Putri 15 Tahun Lolos Olimpiade Remaja 2018 Di Argentina

Atlet Pelatnas remaja Diva Renatta Jayadi (kaos puith) raih emas di Bangkok, Thailand, dan lolos ke Olimpiade Remaja, di Argentina, Oktober mendatang. (PB PASI)

Jakarta- Atlet pemusatan latihan nasional (Pelatnas) remaja Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Diva Renatta Jayadi, sukses meraih medali emas nomor lompat galah putri pada ajang Kualifikasi Olimpiade Remaja 2018 zona Asia, di Bangkok, Thailand, pekan ini. Putri mantan pelompat galah nasional Nunung Jayadi dan pelari gawang nasional Dedeh Erawati itu, jadi yang terbaik di antara atlet-atlet remaja zona Asia lainnya usai membukukan lompatan setinggi 3,6 meter. Ia menyingkirkan dua rival terkuatnya. Yakni Yana Toibaye asal Kazakhstan, yang harus puas menempati posisi kedua, dan Cherulin Jia Yi Sia asal Singapura, di urutan ketiga. Hasil ini cukup bagi remaja putri kelahiran Jakarta, 24 Desember 2002 itu lolos ke Olimpiade Remaja, di Buenos Aires, Argentina, pada Oktober 2018. Bahkan, remaja berkulit sawo matang itu menjadi satu-satunya pelompat galah putri yang mewakili Asia, di ajang Olimpiade Remaja. Selain Diva, Indonesia juga meloloskan atletnya di nomor 100 meter, atas nama Adi Ramli Sidiq. Ramli adalah remaja kelahiran Desa Widoro, Kecamatan Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah. Di final, sprinter 17 tahun dari SMAN 11 Semarang ini, lolos Kualifikasi Olimpiade Remaja finish diurutan 8. Federasi Atletik Internasional (IAAF) mensyaratkan khusus di nomor 100 meter putra dan putri, 8 atlet terbaik masing-masing kategori, berhak mewakili zona Asia ke Olimpiade Remaja. Tigor M. Tanjung, Sekertaris Umum PB PASI, mengapresiasi pencapaian dua atlet remaja yang berhasil lolos ke Olimpiade Remaja ini. “Kami bersyukur. Sebab, dari empat atlet yang dikirim mengikuti kualifikasi, lolos dua atlet untuk berlaga di Olimpiade Remaja di Argentina, Oktober mendatang,” ujar Tigor. (Adt)

Bersusah Payah di Laga Ketiga Piala AFF U-18, Kaki Kiri Dominasi Gol Indonesia Atasi Filipina

Saddil Ramdani (15) mencetak dua dari empat gol kemenangan Timnas U-19 atas Filipina U-19 dalam lanjutan AFF U-18 Championship, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (5/7). (liputan6.com)

Sidoarjo- Setelah melibas Laos dan Singapura, dalam lanjutan AFF U-18 Championship, laga ketiga tetap berpihak kepada Timnas U-19. Menghadapi Filipina U-19 yang dihelat di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (5/7), Saddil Ramdani dan kolega menang dengan skor telak 4-1, meski diraih dengan susah payah. Mengambi inisiatif serangan selepas peluit awal dibunyikan, Timnas U-19 mendominasi pertandingan hingga 15 menit awal. Namun, rapatnya pertahanan Filipina, seolah memaksa pemain Indonesia harus mencari ruang sempit demi menciptakan gol. Justru Filipina yang bertubi-tubi ditekan Indonesia, mampu memanfaatkan peluang dari tendangan bebas. Sepakan kaki kiri Chester Cio di menit 27, sanggup menembus jala gawang Merah Putih Muda, yang dijaga Muhammad Riyandi. Melakukan rotasi pemain pada laga ini, membuat juru taktik Garuda Muda, Indra Sjafri seolah kebingungan. Pada menit ke-35, Saddil Ramdani yang sempat duduk di bangku cadangan, akhirnya masuk menggantikan Samuel Christianson Simanjuntak. Namun, masuknya Saddil dalam upaya mengejar ketertinggalan, masih belum berhasil, hingga 45 menit pertama selesai. Usai turun minum, Indra mulai mencoba beberapa pilar seperti Rivaldo Todd Ferre dan Syahrian Abimanyu, agar skema permainan lebih agresif dan dominan. Tebalnya pertahanan Filipina membuat emosi pemain Indonesia terpancing. Winger Witan Sulaiman mendapatkan kartu kuning pertamanya di menit ke-68, lantaran menjatuhkan pemain Filipina dengan keras. Usaha demi usaha Timnas U-19 yang tak kunjung lelah, akhirnya menciptakan gol. Pada menit ke-81, tembakan spekulasi kaki kiri Saddil dari luar kotak pinalti buah kerjasama antara Todd Ferre dan Witan, merobek sisi kiri gawang Filipina. Selang satu menit kemudian, pada menit ke-82, Indonesia menggandakan skor dari sundulan bek asal klub PSMS Medan, Firza Handik. Tak berhenti disitu, Saddil kembali mencetak gol di menit ke-85, yang juga berasal dari sepakan keras kaki kirinya di luar kotak pinalti. Gol tambahan Garuda Nusantara sekaligus penutup kemenangan, diperoleh pada menit ke-90. Berawal umpan datar dari Rifad Marasabessy kepada gelandang Papua, Todd Ferre, yang berani melakukan penetrasi ke kotak penalti, hingga mengecoh kiper dan bek Filipina. Indra pun mengapresiasi permainan anak asuhnya meski sempat tertinggal. “Sebenarnya kami sudah unggul permainan dari awal, namun lebih dulu kecolongan. Tapi, saya sangat berterima kasih pada anak-anak, mereka mampu bangkit dan mengatasinya dengan baik”, ujarnya. Kemenangan 4-1 atas Filipina membuat Indonesia makin kokoh di puncak klasemen Grup A Piala AFF U-18, dengan torehan 9 poin. Garuda Muda kini unggul dua poin dari Thailand dan Vietnam yang sama-sama berhasil meraih kemenangan atas lawan-lawannya. Selain itu, membuka peluang besar lolos ke fase berikutnya. Dua hari berselang, Timnas U-19 akan ditantang oleh Vietnam, di stadion yang sama pada Sabtu (7/7) pukul 18.30 WIB. (Dre) Hasil Piala AFF U-18, Kamis (5/7) Laos 1-4 Vietnam Thailand 6-0 Singapura Filipina 1-4 Indonesia. Grup A Klasemen No    Tim           Main  W   D    L    Gol   Poin 1. Indonesia U-19   3     3    0     0   9:1     9 2. Thailand U-19     3     2    1     0   9:0     7 3. Vietnam U-19     3     2    1     0   9:1     7 4. Filipina U-19       3    1     0     2   3:10    3 5. Laos U-19          3     0     0    3   1:8     0 6. Singapura U-19  3     0     0    3   1:12    0 Jadwal Timnas U-19 berikutnya Sabtu, 7 Juli 2018 19.00 WIB: Indonesia vs Vietnam Senin, 9 Juli 2018 19.00 WIB: Thailand vs Indonesia

Sempat Silau Karena Lampu, Marcus/Kevin Melaju ke Perempat Final Indonesia Open 2018

Ganda Putra unggulan pertama Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamulyo sukses melaju ke perempat final Blibli Indonesia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 1000.(Pras/NYSN)

Jakarta- Dua pasangan ganda putra Indonesia berhasil lolos ke babak perempat final Blibli Indonesia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 1000, yang digelar di Istora Senayan, Jakarta. Berry Angriawan/Hardianto serta unggulan pertama Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamulyo sukses mengatasi lawan-lawannya di babak kedua yang digelar Kami (5/7). Berry/Hardi mengungguli pasangan Denmark, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen dengan skor 21-14 dan 21-12. Sementara Marcus/Kevin menang atas pasangan Malaysia, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi 21-18 dan 21-12. Sejak awal pertandingan, Marcus/Kevin tampil menyerang. Dukungan publik Istora semakin membakar semangat mereka saat bertanding. The Minions berhasil membuat pasangan Ong/Teo tak bisa menyerang. Hanya dalam 27 menit, ganda putra nomor satu dunia itu menang dan lolos ke perempat final. “Hari ini kita baru main di lapangan satu ya, dan agak silau. Kalau game kedua bisa lebih mengerti dan lebih bisa atur di lapangan,” ujar Marcus usai pertandingan. Kemenangan Marcus/Kevin juga diikuti oleh kolega mereka di pelatnas PBSI, Berry Angriawan/Hardianto. Berry/Hardi yang menghadapi Asturp/Rasmussen berhasil membalas kekalahan mereka saat bertemu di Denmark Open 2017 silam. “Alhamdulilah bisa balas dendam dan menang. Kita berdua dari semalam sudah komunikasi bahwa siap main capek. Sudah siapin mental kita akan capek. Main nothing to lose saja. Tekan terus, dan lawan tidak berkembang,” ujar Berry. Dengan hasil ini, dua wakil Indonesia dipastikan berlaga di babak perempat final. Indonesia berpeluang menambah dua wakil lagi dari pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Ricky Karanda Suwardi/Angga Pratama. Di perempat final, Marcus/Kevin akan menghadapi pemenang laga antara wakil Indonesia lain Ricky/Angga melawan wakil Denmark Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding. Sementara itu Berry/Hardi akan melawan wakil Taiwan Liao Min Chun/Su Ching Heng. (Adt)

Bentuk Uni Papua UC Football Ambassador Team, Kontribusi Bagi Talenta Muda Sepak Bola Indonesia

Terdapat 11 talenta muda sepak bola yang tergabung pada Uni Papua UC Football Ambassador Team untuk mengikuti program pelatihan sepak bola secara intensif di Jakarta. (Adt/NYSN)

Jakarta- Sepak bola selalu menjadi topik hangat bagi masyarakat Indonesia. Mengingat olahraga ini sangat populer, baik di Tanah Air maupun dunia. UC Browser, platform mobile browser dan content distribution di Indonesia, mengumumkan kerjasama dengan organisasi sosial sepak bola, Uni Papua. Mereka membentuk Uni Papua UC Football Ambassador Team. Progam ini sebagai bagian mendukung talenta-talenta muda untuk bisa mewujudkan mimpi mereka. Program ini juga menyediakan pelatihan sepak bola secara intensif selama satu minggu guna meningkatkan kemampuan para peserta. Setelah tahun lalu sukses membawa anak-anak berbakat dari Tulehu mengikuti pelatihan intensif selama tiga bulan bersama Chelsea FC Soccer School, UC Browser memperluas kontribusi mereka pada komunitas sepak bola dengan memilih 9 anak- anak berbakat dari berbagai daerah di Indonesia. Diantaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua, Bali, dan beberapa daerah lainnya untuk disatukan ke dalam tim sepak bola. Tulehu adalah sebuah Desa di Kecamatan Sala Hutu, Maluku Tengah, Provinsi Maluku, yang dikenal sebagai penghasil bakat muda pesepak bola untuk Indonesia. Damon Xi, General Manager of UCWeb Indonesia and India, Alibaba Digital Media and Entertainment Group, mengatakan UCWeb hadir menjadi bagian dari komunitas sepak bola lokal. “Kami ingin terus berkontribusi bagi perkembangan sepak bola di Indonesia. Uni Papua UC Browser Team menjadi tim brand ambassador kami dan mewakili citra UC Football,” ujar Damon, di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (5/7). Sementara itu, Hirma Amilia Sjarif, Coach Educator Uni Papua, mengapresiasi dukungan yang diberikan UC Browser pada talenta-talenta muda berbakat dari berbagai daerah dengan memilih 11 anak-anak Indonesia terbaik. “Program ini sebagai pembentukan karakter anak-anak dalam bermain sepak bola. Anak-anak muda Indonesia bisajadi pemain sepak bola yang baik sekaligus memiliki karakter kuat,” terang Hirma. “Kami tentu mengucapkan banyak terima kasih untuk dapat diberikan kesempatan berlatih seperti ini,” lanjutnya. Sedangkan Darius Sinathrya, aktor yang konsen terhadap perkembangan sepak bola, mengungkapkan dirinya merasa senang dan bangga bisa memberi dukungan pada program yang baik dengan mengambil sepak bola sebagai program sosial. “Sudah banyak program, tapi program ini menyasar anak-anak yang tak terjangkau. Sangat bagus, sebab memberi kesempatan pada anak-anak dengan bakat yang baik mengikuti pelatihan selama satu minggu secara intensif,” tukas pria yang kerap memandu program sepak bola di stasiun televisi itu. (Adt)

Disorot Jarang Kompetisi, Indonesia Dicukur Vietnam di Piala AFF Putri Dan Tergelincir ke Dasar Klasemen

Timnas putri Indonesia terjerembab di dasar Klasemen Grup B AFF Women's Championship 2018, usai menderita kekalahan telak 0-6 dari timnas Vietnam. (tribunnews.com)

Jakarta- Timnas putri Indonesia gagal memetik hasil positif pada pertandingan kedua penyisihan grup B AFF Women’s Championship 2018, usai dikalahkan Vietnam dengan skor telak 0-6, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Selasa (3/7). Sejak menit awal, timnas sudah kedodoran dalam mengimbangi permainan tim Vietnam. Persoalan kondisi fisik pemain Indonesia yang menurun menjadi penyebab utamanya. Dengan masa recovery (pemulihan) hanya satu hari, praktis Zahra Musdalifah dan rekan-rekan gagal mengimbangi pemain Vietnam yang bugar, karena baru memulai laga perdana. Pada menit ke-2, gawang timnas sudah kebobolan melalui sepakan Huynh Nhu. Setelah gol pertama itu, Timnas semakin merapatkan barisan pertahanan sehingga permainan hanya berlangsung di wilayah kotak penalti Indonesia. Lantaran tak mampu menghalau serangan bergelombang Vietnam, satu per satu gol terjadi diawali menit ke-28 melalui Nguyen Thi Van dari luar kotak penalti. Mendapati kondisi tim yang terus melemah, pelatih Timnas Satia Bagdja Ijatna merotasi pemain, dengan menarik Susi Susanty dan digantikan Maulina Novryliani. Namun masuknya darah segar ini tetap tidak cukup membantu karena kembali Vietnam mencetak gol melalui Pham Hai Lieu yang memenangkan kemelut di mulut gawang. Hingga turun minum skor tetap bertahan 3-0 untuk keunggulan Vietnam. Memasuki babak kedua, kembali Vietnam menghentak barisan pertahanan Timnas. Thai Thi Loan langsung berhasil mencetak gol keempat Vietnam ketika pertandingan baru dimulai dua menit. Sebenarnya timnas memiliki peluang, andai saja ada pemain yang mampu mendukung pergerakan Mayang. Striker mungil ini terlihat masih bugar, dan beberapa kali berupaya menjemput bola ke lini tengah. Namun, lemahnya dukungan ke depan membuat Mayang tak bisa mencetak gol. Permainan timnas juga sempat menanjak ketika dua pemain dimasukkan, Jessela Arifya Sari dan Safira Ika menggantikan Tugiyati dan Risda Yulianti, terutama saat membangun serangan dari sayap. Namun, kemampuan fisik yang kedodoran membuat sejumlah kesalahan mulai terjadi di akhir-akhir babak. Vietnam akhirnya mampu menambah dua gol lagi melalui Huynh Nhu pada menit ke-52, dan Nguyen Thi Tuyet pada menit ke-63, sehingga skor akhir untuk kemenangan Vietnam 6-0. Paska laga, Satia mengatakan, kondisi fisik yang menurun jadi penyebab utama kekalahan dengan skor telak 6-0. “Tak bermaksud mencari alasan karena Vietnam memang bermain bagus, tapi turnamen Piala Dunia saja diberikan recovery empat hari, sementara ini cuma sehari usai lawan Singapura,” tegas Satia. “Kami coba sedikit rotasi, tapi kenyataan harus kembali mengeluarkan pemain yang sebenarnya coba kami istirahatkan. Tapi saya berterima kasih kepada pemain yang tetap bermain ngotot. Mungkin kalau pemain biasa sudah stop, kalau diserang terus seperti itu, karena pasti capek sekali kalau dibayangkan,” lanjutnya. Sedangkan arsitek Vietnam, Mai Duc Chung mengatakan, meski timnya menang tapi juga mengapresiasi permainan Indonesia. “Tim Indonesia bagus, tapi karena sudah lama tak berkompetisi di turnamen internasional membuat sedikit kesulitan,” kata Mai. “Saya tak bisa katakan ini pertandingan yang mudah. Indonesia jelas sekali telah berkembang sejak pertemuan terakhir kali,” ungkapnya seperti dikutip dari AFC. “Ini adalah pertandingan yang sulit, tapi pemain tentunya mendapatkan pelajaran yang berharga dari pertandingan ini,” pungkasnya. Kemenangan atas Indonesia membuat Vietnam memimpin klasemen sementara Grup B. Sementara Indonesia harus puas sebagai juru kunci. Paska menghadapi Vietnam, masih ada dua laga krusial yang menanti Indonesia di laga Piala AFF Putri 2018. (Ham) KLASEMEN GRUP B AFF WOMEN’S CHAMPIONSHIP 2018 No. Tim M N S K Gol Poin 1 Vietnam 1 1 0 0 6-0 3 2 Myanmar 1 1 0 0 4-0 3 3 Filipina 2 1 0 1 3-4 3 4 Singapura 1 0 1 0 0-0 1 5 Indonesia 2 0 1 1 0-6 1 Jadwal dan Hasil Laga AFF Women Championship 2018. Babak penyisihan grup 30 Juni 2018 Grup A Malaysia 0-7 Australia Kamboja 12-0 Timor Leste 1 Juli 2018 Grup B Filipina 0-4 Myanmar Singapura 0-0 Indonesia 2 Juli 2018 Grup A Timor Leste 0-8 Thailand Kamboja 0-4 Malaysia 3 Juli 2018 Grup B Indonesia 0-6 Vietnam Singapura 0-3 Filipina 4 Juli 2018 Grup A 16.00 WIB Thailand Vs Kamboja 19.00 WIB Australia Vs Timor Leste 5 Juli 2018 Grup B 16.00 WIB Vietnam vs Singapura 19.00 WIB Myanmar vs Indonesia

Daftar Unggulan Sepak Bola Asian Games 2018 Muncul, Timnas U-23 Terhitung ‘Aman’

Timnas U-23 beruntung, karena dipastikan tak akan masuk ke dalam satu grup dengan tim besar, sesuai hasil keputusan OCA penempatan Pot tim unggulan Asian Games 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Tim-tim unggulan kompetisi sepak bola Asian Games 2018 resmi diumumkan oleh Olympic Council of Asia (OCA). Sebanyak 32 negara terlibat dalam pesta olahraga yang akan digelar di Jakarta-Palembang itu, ditempatkan dalam empat pot, masing-masing pot diisi oleh 8 tim. Indonesia sebagai tuan rumah, masuk ke dalam pot tim unggulan pertama. Di pot ini, Indonesia ditemani tujuh negara kuat lainnya yakni Jepang, Korea Selatan, Iran, Arab Saudi, Iraq, Suriah, dan Uzbekistan. Pembagian ini dilakukan dalam pertemuan OCA yang digelar pada Senin (25/6) lalu Artinya, Indonesia dipastikan tak akan tergabung di Grup A bersama tim-tim itu seperti Korsel, yang merupakan juara bertahan atau Irak yang merupakan peraih medali perunggu. Sementara itu, Thailand yang merupakan salah satu tim kuat di Asia Tenggara, hanya ditempatkan di pot kedua. Thailand akan bergabung bersama Cina, Korea Utara, Oman, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Kyrgyzstan. Dalam menentukan daftar tim unggulan, OCA mempunyai aturan tersendiri. Yakni berdasarkan rekam jejak masing-masing negara pada turnamen Asian Games edisi-edisi sebelumnya. Contohnya, seperti finalis Piala Asia U-23 2018, Vietnam. Meski jadi runner-up di Piala Asia, namun Vietnam justru ditempatkan pada pot 3. Sebab, Vietnam hanya mampu mencapai babak 16 besar pada Asian Games di Incheon empat tahun lalu. Hal ini bisa dimaklumi, mengingat Piala Asia dan Asian Games digelar oleh dua badan yang berbeda yakni AFC dan OCA. Sehingga, penempatan pot ditentukan berdasarkan performa ajang terakhir, saat Vietnam hanya mampu menembus babak 16 besar Asian Games 2014. Indonesia beruntung, karena dipastikan tak akan masuk ke dalam satu grup dengan tim besar. Namun, skuad asuhan Luis Milla Aspas ini tetap harus waspada dengan kekuatan tim, dari pot dua dan tiga. Sehingga negara Cina, Korea Utara, Thailand, atau Vietnam, bakal tak berjumpa Febri Haryadi dkk. Pembagian grup cabor sepakbola Asian Games 2018 akan diundi pada 25 Juli, sebelum turnamen ini dimulai pada 15 Agustus. Setiap tim hanya dapat mendaftarkan 20 pemain, 17 diantaranya berusia di bawah 23 tahun, kemudian sisanya boleh diisi oleh pemain senior. Asian Games edisi tahun ini diperkirakan akan berlangsung kompetitif. Masing-masing negara telah mempersiapkan timnya dengan matang. Vietnam, salah satunya, berencana untuk mengadakan pertandingan uji coba dengan Barcelona B, Oman, dan Uzbekistan, pada awal Agustus mendatang. Sementara itu, salah satu tim kuat lainnya, Korea Selatan, dipastikan tampil maksimal usai tersingkir dari fase grup Piala Dunia pasca takluk atas Swedia dan Meksiko. Pemain bintang mereka, Son Heung-min juga tengah melakukan pembicaraan dengan klubnya, Tottenham Hotspurs, agar diizinkan berlaga di Asian Games. (Dre) Pot Tim Unggulan Asian Games 2018 Cabor Sepak Bola Pot 1 Indonesia, Jepang, Suriah, Korea Selatan, Uzbekistan, Arab Saudi, Iran, Irak Pot 2 Cina, Korea Utara, Oman, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Kyrgyzstan, Thailand Pot 3 Malaysia, Laos, Vietnam, Yordania, Yaman, Bangladesh, Filipina, Hong Kong Pot 4 Nepal, India, Kamboja, Timor Leste, Tajikistan, Singapura, Myanmar, Palestina

Persiapan Lancar, Tim Basket Putra Sekolah Kharisma Bangsa Siap ke Paris Hari Jumat

Tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa percaya diri dan siap berlaga di kejuaraan dunia antar Sekolah Menengah Atas (SMA), di Paris, Perancis. (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa percaya diri dan siap berlaga di kejuaraan dunia antar Sekolah Menengah Atas (SMA), di Paris, Perancis, pada 6-13 Juli 2018. Selama kurang lebih dua pekan menjalani training camp (TC), sejak Senin (25/6), hingga saat ini, Muhamma Aofar dan kawan-kawan digenjot fisik, teknik, strategi, serta kesiapan mental. “Alhamdulillah persiapan semua lancar, sudah 98 persen. Memang stamina dan mental perlu dimatangkan lagi. Begitu juga dengan team work. Tapi itu mudah-mudahan bisa teratasi saat nanti di Paris,” ujar Ari Adiska, Juru Ramu Tim Basket Putra Sekolah Kharisma Bangsa, Rabu (4/7). Meski diakuinya, tak mudah untuk bisa bersaing dengan tim peserta dari negara lain pada kejuaran dunia basket antar SMA itu. Namun, Ari berharap anak didiknya mampu memberikan hasil terbaik saat tampil di negara yang terkenal dengan menara Eiffel-nya itu. “Keinginan kami tak muluk-muluk. Yang penting, fokus untuk bisa lolos penyisihan grup. Kalau itu bisa terlewati, baru persiapkan diri untuk bisa melaju ke pertandingan selanjutnya,” lanjutnya. Yang terpenting, tegasnya, bahwa semua tim harus memiliki tujuan, semangat, dan kemauan yang sama. Rencananya tim akan bertolak ke Paris, pada Jumat (6/7) dan akan menginap di Hotel Ibis Meudon, Paris, Perancis. “Kami tentu akan berusaha keras dan berjuang mempersembahkan yang terbaik. Apalagi ini membawa nama baik sekolah, dan Indonesia. Selain itu, semua pihak yang mendukung kami sehingga bisa berangkat dan berlaga di kejuaraan basket dunia ini,” ungkapnya. “Insya Allah semua tim bisa mengemban amanah ini dengan baik. Dan, bila sebelumnya team work menjadi pekerjaan rumah selama training camp, tapi kni team work sudah lebih baik,” tegas Ari. (Adt)

Butuh Waktu 35 Menit Lakoni ‘Perang Saudara’, Kevin/Marcus Taklukan Seniornya Di Babak Pertama

Duet Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (putih/merah) hanya butuh waktu 35 menit, menaklukkan seniornya Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (hitam/hitam). (Pras/NYSN)

Jakarta- Duet Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon hanya butuh waktu 35 menit, menaklukkan seniornya Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di babak pertama Blibli Indonesia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 1000, pada Rabu (4/7). Berlaga di Istora, Senayan, Jakarta, dobel utama Indonesia sekaligus nomor satu dunia itu, harus melalui drama pertandingan tiga gim menghadapi Hendra/Ahsan yang berakhir dengan skor 21-16, 18-21, dan 21-10, serta Duel Merah Putih ini berlangsung sengit. Kevin/Marcus sempat tertinggal 2-6 dari pasangan rangking 41 dunia versi BWF itu. Namun, mereka mampu menyudahi interval gim pertama dengan skor 11-10. Raihan poin juara All England 2018 itu, terus mengungguli Hendra/Ahsan hingga gim berakhir, 21-16. “Di gim pertama, kami sempat ketinggalan start. Mereka sudah in duluan. Tapi kami bisa membalikan keadaan usai interval gim dan menang,” ujar Kevin usai laga. Kalah di gim pertama, Hendra/Ahsan merubah strategi. Mereka tampil agresif dan terus memberikan tekanan pada juniornya itu. Di waktu jeda gim kedua, mereka tertinggal 9-11 dari Kevin/Marcus. Selepas itu, meski sama-sama ‘ngotot’, bahkan kedudukan sempat imbang 14-14, akhirnya Hendra/Ahsan berhasil memaksa pertandingan berlanjut ke gim ketiga setelah menang, 21-18. “Kami kalah angin di gim kedua dan tenaga yang kurang, jadi banyak juga servis yang nggak masuk,” timpal Marcus. Di gim penentu, Kevin/Marcus langsung tancap gas dan memimpin 4-1. Mereka juga mampu menjaga marjin angka dengan Hendra/Ahsan dan menutup interval gim ketiga, dengan skor 11-6. Pengalaman tanding yang dimiliki Hendra/Ahsan ternyata tak mampu menghadang laju poin Kevin/Marcus. Pasangan berjuluk The Minions itu menutup gim penentu dengan skor 21-10, guna memastikan langkah mereka ke babak kedua. Ahsan bersama Hendra mengaku telah berusaha maksimal pada laga itu. Namun, juniornya lebih baik, sehingga unggul atas mereka. “Selamat buat Kevin/Marcus. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi inilah hasilnya. Mereka memang lebih unggul dari kami,” tutur Ahsan. Hal senada diungkapkan Hendra. Menurutnya, lawan memiliki keunggulan pada speed dan power. “Di gim ketiga kami sudah kena serang duluan. Ini membuat kami kerepotan meladeni mereka,” cetus Hendra. (Adt)

Minim Ciptakan Operan Sukses, Timnas U-19 Gulung Singapura Empat Gol Tanpa Balas

Striker Timnas U-19, Muhammad Rafli Mursalim melakukan selebrasi di laga Piala AFF U-18, saat menghadapi Singapura U-19, pada Selasa (3/7).(bolasport.com)

Sidoarjo- Timnas U-19 kembali mendapat hasil positif di laga kedua Grup A Piala AFF U-18 2018, pada Selasa (3/7). Nurhidayat cs menang dengan skor telak 4-0 dari Singapura U-19. Bermain di Stadion Delta Sidoarjo, Timnas U-19 sempat kesulitan membobol gawang Singapura. Gol pembuka baru tercipta di menit ke-21 melalui Rafli Mursalim setelah menerima umpan lambung. Singapura merespons, di menit ke-29 mereka menciptakan peluang melalui bola mati. Asnawi Mangkualam memberi umpan terukur ke kotak penalti Singapura, namun tidak mampu dimaksimalkan oleh rekannya. Babak pertama di tutup dengan skor 1-0 untuk keunggulan Timnas U-19. Di babak kedua, Garuda Muda tampil lebih trengginas. Tiga gol tambahan tercipta masing-masing melalui Rafli (62′), Saddil Ramdani (70′), dan Todd Rivaldo Ferre (81′). Tak ada gol tambahan tercipta, skor 3-0 untuk keunggulan Timnas U-19 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Meski sukses menggulung anak asuh Rob Servais dengan hasil 4-0, akan tetapi muncul satu catatan lemah, dibanding laga pertama. Hal itu menyoal catatan operan sukses yang dibuat Saddil Ramdani dan kolega. Dilansir dari Labbola, pada laga kontra Singapura, Garuda Muda hanya membuat 567 operan sukses. Catatan itu masih kalah dibanding laga pertama meladeni Laos, yang sanggup menghasilkan 744 passing. Padahal, pada partai perdana, skuat asuhan Indra Sjafri hanya unggul dengan skor 1-0. Selain itu, salah seorang pilar Garuda Muda, Asnawi Mangkualam sukses keluar sebagai raja passing pada laga tersebut. Dari data milik Labbola, bek kanan timnas U-19 membuat 93 operan. Catatan itu masih lebih banyak dari stopper timnas U-19, Muhammad Firly yang mencatatkan 83 passing. Hebatnya, Asnawi berhasil menjadi raja umpan ketika dirinya tak bermain di pos asli. Asnawi sejatinya adalah gelandang bertahan yang diberi tugas lain oleh Indra Sjafri untuk menghuni pos bek sayap kanan. Namun sejauh laga, Asnawi tak kesulitan sama sekali. Ia sukses mengawal sisi kanan dengan sempurna. Kemenangan besar ini membuat Indonesia berada di puncak klasemen sementara Grup A Piala AFF U-19 2018 dengan enam poin dari dua laga. Dengan poin enam, NurHidayat dkk mengungguli Vietnam dan Thailand, yang sama-sama mengantongi poin empat. Vietnam dan Thailand yang bermain imbang tanpa gol di laga pertama, akhirnya berhasil meraih kemenangan besar pada matchday kedua. Thailand menang 3-0 atas Laos, dan Vietnam mencukur Filipina 5-0. (Ham) Susunan pemain Timnas U-19 (4-3-3) M. Riyandi (kiper); Asnawi Mangkualam Bahar, Nurhidayat Haji Haris, M Firli, David Kevin (belakang); M Rafi Syarahil, Witan Sulaeman, Rezky Fandi (tengah); Saddil Ramdani, M Rafli Mursalim, Samuel Christianson (depan) Pelatih: Indra Sjafri Timnas Singapura U-19 (4-2-3-1) Nurshafiq Zaini (kiper); Nazhiim Harman, Akmal Azman, Asraf Zahid, Danish Irfan Azman (belakang); Muhammad Nur Adam Abdullah, Muhammad Hamizan Hisham, Joel Chew Joon, Rezza Rezky Ramadhani, Timothy David Yeo Yi An (tengah), Syahadat Masnawi (depan) Pelatih: Rob Johannes Maria Servais

Menang Di Dua Laga Uji Coba Lokal, Timnas U-16 Agendakan Lawan Malaysia

Pelatih Timnas U-16 Fakhri Husaini saat memberi instriksi pada timnya dalam TC di Sidoarjo, Jatim, jelang Piala AFF U-15 2018. (Bola.com)

Sidoarjo- Timnas U-16 dua kali tampil dalam laga uji coba, sejak menjalani pemusatan latihan di Sidoarjo. Dua lawan mereka adalah Tim Bhayangkara U-17 pada Minggu (1/7) dan Persida Sidoarjo U-17 pada Sabtu (30/6). Dua uji coba dilangsungkan di Stadion Jenggolo, Sidoarjo. Timnas U-16 berhasil unggul di dua uji coba tersebut. Bhayangkara dikalahkan dengan skor 5-2, sementara Persida ditumbangkan dengan skor 6-1. Pelatih Timnas U-16, Fakhri Husaini, menilai permainan anak asuhnya saat ini semakin berkembang. Hal ini menjadi modal penting tim asuhannya untuk menyongsong Piala AFF U-15 2018 yang akan digelar mulai 29 Juli di Sidoarjo. “Beberapa hal positif yang sudah muncul adalah komunikasi semakin lebih baik sekarang. Sekarang cara transisi semakin bagus dan respons kehilangan bola juga cukup baik,” ungkap Fakhri. Namun, dia juga masih melihat ada beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki. Satu di antaranya jarak antarlini yang dinilainya masih terlalu lebar sehingga kesulitan melakukan umpan pendek. “Ini adalah anak-anak yang berusia 16 tahun, dan penampilan mereka bisa sering berubah-ubah, kami terus ingatkan penampilannya. Yang pasti komunikasi kali ini semakin membaik, hanya saja kadang-kadang jarak antara depan, tengah, dan belakang mungkin harus diperbaiki, kami akan coba pertahankan jarak ideal,” jelasnya. Timnas U-16 mendapat lampu hijau dari PSSI untuk menggelar dua kali uji coba internasional di Malaysia. “Kamis (5/7), kami akan berangkat ke Malaysia untuk bertanding melawan Timnas Malaysia U-17 pada tanggal 6 (Juli), Lalu, melawan klub U-17 di Malaysia, tapi saya belum tahu namanya,” kata Fakhri. Lebih lanjut, Fakhri mengungkapkan, setelah dua kali uji coba di Malaysia timnya akan kembali di Sidoarjo. Dia pun menuturkan bakal ada pertandingan persahabatan lagi yang akan dilakukan timnya. “Saya berharap mendapatkan laga internasional di Sidoarjo. Kalau tidak dapat, ya mungkin kembali bertanding melawan tim lokal, karena kami pada tanggal 29 (Juli) akan bermain di sana,” jelasnya. Di Piala AFF U-15 2018, Timnas U-16 tergabung ke Grup A yang berisikan enam tim. Selain tuan rumah, lima negara lainnya adalah Vietnam, Myanmar, Kamboja, Timor Leste, dan Filipina. (Dre)

Tim Jetz Basketball KU 14 Tahun Terhenti Di Semifinal, Skuad KU 12 Tahun Tambah Pengalaman Di ‘Metro Starlight Invitational 2018’

Aksi salah satu pemain Jetz Basketball (Kuning) saat berhadapan dengan Generasi Muda Cirebon (GMC) di ajang 'Metro Starlight Invitational 2018', 25-30 Juni. (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim putra Jetz Basketball Kelompok Umur (KU) 14 tahun harus terhenti langkahnya di babak semifinal turnamen basket bertajuk ‘Metro Starlight Invitational 2018’, di Indoor Gym Cahaya Bangsa Classical School, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (29/6). Anak asuh Agus Enrichia itu takluk dari tim basket Bhineka Solo, 63-70. Menurut Awi, sapaan akrab Agus Enrichia, lawan bermain pantang menyerah. Hal itu dibuktikan dengan perolehan angka lawan yang tertinggal di kuarter awal, namun mampu membalikan keadaan, dan akhirnya meraih kemenangan. Ia mengaku kurang puas terhadap performa timnya pada laga semifinal itu. Dan, endurance jadi faktor penyebab timnya menelan kekalahan atas wakil Solo itu. “Mungkin juga karena faktor endurance dari tim kami yang kurang optimal, sehingga sering kehilangan fokus dalam bermain,” ujar Awi. Usai dari gelaran ‘Metro Starlight Invitational 2018’, yang berlangsung pada 25-30 Juni ini, Awi menyebut, pihaknya bakal melakukan pembenahan pada tim. “Jelas kami akan melakukan evaluasi serta pembenahan, terutama pada kemampuan atletis pemain meliputi endurance, strength, juga pada agility pemain,” lanjutnya. Tim putra Jetz Basketball KU 14 tahun sukses melaju ke semifinal pasca tiga laga yang dihadapi dibabak penyisihan grup, tim yang bermarkas di Tangerang itu berhasil mengantongi kemenangan yakni atas Metro Starlight Bandung, Indonesia Falcons Jakarta, dan Warriors Jakarta, hingga mampu memuncaki Grup F. Sementara itu, di pertandingan KU 12, tim putra Jetz Basketball, belum mampu berbicara banyak di turnamen ini. Mereka takluk dari lawan-lawannya yakni Generasi Muda Cirebon, Metro Starlight Bandung, dan Warriors Jakarta. “Dari seluruh pertandingan, faktor kekalahannya karena undersize dari lawan-lawannya serta kurang meratanya komposisi pemain,” jelasnya. Awi menambahkan tim putra KU 12 tahun yang mengikuti turnamen basket invitational ini merupakan finalis KU 10 tahun pada event yang sama pada 2017. “Dengan komposisi pemain yang mayoritas usia 10 dan 11 tahun, sehingga partisipasi Jetz Basketball KU 12 hanya untuk menambah jam terbang serta pengalaman bertanding,” pungkas Awi. (Adt)

Sabar Ladeni Lawan, Sultan Kafi Delon Kampiun KU 14 Tahun Kejurnas Tenis Junior Detec Open 2018

Petenis KU 14 Tahun Sultan Kafi Delon sukses menjadi juara tunggal putra Kejurnas Tenis Junior Detec Open 2018, di Solo, Jawa Tengah, 25-30 Juni. (net)

Solo- Petenis asal Jember (Jawa Timur), Sultan Kafi Delon sukses menjadi kampiun tunggal putra Kelompok Umur (KU) 14 Tahun Kejurnas Tenis Junior ‘Detec Open 2018’. Unggulan kedua itu berhasil menghempaskan perlawanan seeded teratas, Faza Syah Rizal asal Surabaya (Jawa Timur). Sultan unggul dalam pertarungan straight set berdurasi dua jam lima menit dengan skor akhir, 7-6(6), dan 6-2, di laga final di Lapangan Tenis Gelora Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (30/6). “Di final, kuncinya sabar melayani permainan lawan. Saya senang bisa menang dan juara Detec Open 2018,” ujar remaja kelahiran 4 Juli 2004 itu. “Ini adalah pertemuan keenam di antara kami berdua. Dengan kemenangan ini, skor head to head kami jadi imbang 3-3,” lanjut pelajar kelas IX SMP Negeri 3 Jember itu. Di laga lain, petenis-petenis asal Jawa Tengah mendominasi turnamen yang masuk kalender kompetisi resmi Pengurus Pusat (PP) Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti/TDP) dengan menyabet lima gelar juara tunggal. Putra-putri Jawa Tengah memborong gelar lewat Rasya Qaisyar (Temanggung) dan Adyba Ardelia (Blora) di KU 10 tahun. Lalu, Ravel Indro (Pemalang) di KU 12 tahun, dan Diah Ayu Novita (Pati) di KU 14 tahun, serta Nadya Dhaneswara (Kudus) di KU 18 tahun. Deddy Prasetyo, Founder Detec sekaligus Penyelenggara Turnamen, mengatakan itu hal yang biasa. Sebab, lanjutnya, Jawa Tengah rajin menggelar workshop bagi pelatih yang menangani petenis junior. “Secara umum, kami puas dengan pelaksanaan Kejurnas Tenis Junior. Detec Open di Solo tahun ini. Bahkan, Yonex sebagai sponsor utama kegiatan ini, telah meminta kami untuk menambah satu event lagi di luar Pulau Jawa,” tukas Deddy. (Adt) Hasil Final, Sabtu (30/6) : 1. Tunggal Putra KU 10 Rasya Qaisyar (Temanggung) vs Rasyel Trianda (DIY), 8-1. KU 12 Ravel Indro (Pemalang) v Pijar Prawira (Gunung Kidul), 8-3 KU 14 Sultan Kafi Delon (Jember) vs Faza Syah Rizal (Surabaya), 7-6(6), dan 6-2 KU 16 Rafli Zulkarnaen (Sidoarjo) vs Rizki Pangestu (Blitar), 6-4, dan 7-5 KU 18 M. Rayhan Hanafi (DIY) vs M. Reza Falevi (Kudus), 4-6, 6-3, dan 6-4 2.Tunggal Putri KU 10 Adyba Ardelia (Blora) vs Sabrina Adia Putri (Bandung), 8-2 KU 12 Joanne Lynn (Bandung) vs Lailatul Fajria (Banjarmasin), 8-0 KU 14 Putu Kevalaih (Tangerang Selatan) vs Sekar Vinda (Cilacap), 6-3, dan 6-3 KU 16 Diah Ayu Novita (Pati) vs Hasna Raisaneva (Bandung), 6-1, dan 6-1 KU 18 Nadya Dhaneswara (Kudus) vs Zoelfanny Wahyuningrum (Bogor), 6-3, dan 6-2

Ulangi Raihan Musim Lalu, The Eagles UPH Sanggup Kawinkan Gelar

Tim putra Universitas Pelita Harapan (UPH-putih) menjuarai LIMA 2018 regional Jakarta raya usai mengalahkan Universitas Esa Unggul (UEU) dengan skor 89-66, pada Senin (2/7). (Ham/NYSN)

Jakarta- Tim putra Universitas Pelita Harapan menyusul jejak tim putrinya di puncak LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) 2018, pada Senin (2/7) malam. Tim yang dijuluki “The Eagles” ini memantapkan kejayaannya di peringkat teratas usai menundukkan Universitas Esa Unggul (UEU) dengan skor 89-66. Sejak kuarter pertama, UPH menekan perlawanan UEU. Meski sempat unggul 12-10 di menit awal pertandingan kuarter pertama, UEU tak mampu mempertahankannya. UPH akhirnya memimpin dengan skor 21-12. UPH semakin agresif. Muhammad Arighi (3) menorehkan prestasi apik dengan tambahan 15 poin untuk UPH di kuarter kedua. Alhasil, UEU semakin sulit mengejar. Kuarter kedua berakhir dengan skor 51-31 masih untuk keunggulan UPH. Di kuarter ketiga, The Eagles memperjauh keunggulannya. Anak asuh Stephen Metcalfe itu menambah selisih poinnya dari UEU hingga 29 poin. Terpaut jauh, “The Swans” UEU kesulitan mengimbangi permainan sang tuan rumah. Akhirnya, UPH menyudahi laga final dengan apik. Skor 89-66 membawa UPH keluar sebagai juara LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A GJC 2018. Partai final LIMA Basketball regional Jakarta Raya ini merupakan ulangan dari fase reguler musim lalu. Saat itu, UEU berhasil menekuk UPH dalam laga yang digelar di GOR Lokasari, Jakarta. Namun, di fase conference musim ini, UEU gagal mengulang keberhasilannya. “Kami tahu UEU selalu bemain kuat. Tapi kami lebih kuat di tembakan tiga poin hari ini. Ini menjadi keuntungan untuk kami,” ungkap Metcalfe, pelatih UPH. Ini menjadi kali pertama UPH mengawinkan gelar juara. Hasil ini menjadi prestasi yang membanggakan, sebab akhirnya tim putri UPH dapat menjuarai LIMA Basketball untuk pertama kalinya. “Hasil ini menjadi kali pertama kami mengawinkan gelar. Ini menjadi prestasi pertama Fajar Kusumasari sebagai kepala pelatih tim putri. Kami senang dengan hasil ini,” tambah Metcalfe. Sementara, Hendra salah satu pemain yang berkontribusi membela Universitas Esa Unggul membeberkan komentarnya pasca takluk dari tuan rumah. “Kami banyak belajar dari match ini, karena kita harus lebih baik saat di tingkat nasional. Ada beberapa catatan yang harus kita benahi” pungkas Hendra. Menurutnya, defense timnya harus dibenahi jelang tampil di tingkat nasional, karena mereka mudah kehilangan bola dan mudah ditembus saat counter attack. “Tim yang tampil di tingkat nasional, seperi UPH, Ubaya, ITHB, merupakan lawan yang cukup kuat bagi kami, dan kami banyak koreksi dari hasil pertandingan tadi,” tutup remaja kelahiran Pontianak ini. (Ham)

Hadiah Terindah Ulang Tahun, Petenis KU 14 Tahun Sekar Vinda Khairunnisa Bidik Gelar Juara Detec Open 2018

Petenis KU 14 Sekar Vinda Khairunnisa bidik gelar juara Kejurnas Tenis Junior Detec Open 2018 sebagai hadiah ulang tahun diusianya yang ke-13 tahun. (net)

Solo- Sekar Vinda Khairunnisa, petenis tunggal putri Kelompok Umur (KU) 14 tahun asal Cilacap, Jawa Tengah, mengincar gelar juara pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Junior Detec Open 2018, di Stadion Tenis Gelora Manahan, Solo, Jawa Tengah. Gelar itu nantinya dipersembahkan untuk dirinya sebagai hadiah ulang tahun yang segera menginjak 13 tahun pada 28 Juni 2018. Dan tinggal selangkah lagi, pelajar kelas VIII SMP Al Azhar 15 Cilacap, Jawa Tengah itu, bisa mewujudkan impiannya tersebut. Di babak semi final, Jumat (29/6), seeded ketiga berperingkat nasional (PNP) keenam itu, berhasil menyisihkan unggulan kedua, Keila Mangesti Path (Manado). Sekar menang straight set dengan skor akhir 6-4 dan 6-1. Pada Sabtu (30/6), fans berat petenis Swiss Roger Federer itu ditantang petenis asal Tangerang Selatan (Tangsel) Putu Kevalaih,d yang membuat kejutan besar, di babak fase semifinal saat menyingkirkan unggulan teratas, Aurelya Chamsiayu (Sukoharjo), dengan straight set, 6-4 dan 6-2. Di partai final lainnya, akan menjadi perang petenis antar kota antar provinsi. Wakil Jawa Tengah akan meladeni andalan Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni di sektor putra KU 10 antara Rasya Qaisyar (Temanggung) melawan Rasyel Trianda (DIY). Lalu, KU 12 Ravel Indro (Pemalang) berjumpa Pijar Prawira (Gunung Kidul), serta KU 18 antara Reza Falevi (Kudus) kontra Rayhan Hanafi (DIY). Sedangkan duel antar wakil Jawa Timur terjadi pada KU 14 dan 16 tahun putra. Faza Syah Rizal (Surabaya) menghadapi Sultan Kafi Delon (Jember), dan Rafli Zulkarnaen (Sidoarjo) meladeni Rizki Pangestu (Blitar). Sementara, satu gelar juara telah dikantongi Jawa Tengah melalui Nadya Dhaneswara (Kudus) yang mengalahkan Zoelfanny Wahyuningrum (Bogor), dengan skor 6-3 dan 6-2 pada final tunggal putri KU 18 tahun. Menurut Sekar, Keva (sapaan akrab Putu Kevalaih) bukan lawan yang asing karena pernah dua kali bertemu dengan dirinya. Meski kerap kalah, namun diakuinya, kali ini ia memiliki motivasi tinggi untuk bisa meraih kemenangan. “Memang saya selalu kalah termasuk pada pertemuan terakhir saat Seleksi Nasional di Magelang (Jawa Tengah) awal tahun ini. Saya punya motivasi tinggi untuk membalas kekalahan itu,” ujar petenis berhijab itu, Jumat (29/6). “Saya ingin meraih gelar juara Detec Open 2018 sebagai hadiah terindah ulang tahun,” tukas Sekar. (Adt) Hasil Babak Semifinal Detec Open 2018, Jumat (29/6) : 1. Tunggal Putra KU 10 Rasya Qaisyar (Temanggung) vs Christian Dwi W (Pati), 8-3 Rasyel Trianda (DIY) vs Fabian Wibowo (Tulungagung), 9-8(2) KU 12 Ravel Indro (Pemalang) vs M. Aji Faizul (Tulungagung), 8-0 Pijar Prawira (Gunung Kidul) vs Diego Armando (Pati), 8-6 KU 14 Faza Syah Rizal (Surabaya) vs M. Akbar Aidil Fitri (Kudus), 6-4, 0-6, dan 6-3 Sultan Kafi Delon (Jember) vs Putu Ariel Wahyu (Bali), 6-2, dan 7-5 KU 16 Rafli Zulkarnaen (Sidoarjo) vs Komang Akda Wijaya (Buleleng), 6-2, dan 6-2 Rizki Pangestu (Blitar) vs Kadek Dewa (Bali), 6-0, 5-7, dan 6-2 KU 18 M. Reza Falevi (Kudus) vs Iqbal Azegaf (Purwodadi), 6-3, 3-6, dan 6-0 M. Rayhan Hanafi (DIY) vs Doni Catur (Kebumen), 6-3, dan 6-3 2. Tunggal Putri KU 14 Putu Kevalaih (Tangerang Selatan) vs Aurelya Chamsiayu (Sukoharjo), 6-4, dan 6-2 Sekar Vinda (Cilacap) vs Keila Mangesti Path (Manado), 6-4, dan 6-1 KU 16 Diah Ayu Novita (Pati) vs Laili Rahmawati Ulfa (Sukoharjo), 2-6, 7-6(7), dan 6-1 Hasna Raisaneva (Bandung) vs Safa Dheani (Kudus), 6-1, dan 7-5 Jadwal Final Detec Open, Sabtu (30/6) : 1. Tunggal Putra KU 10 Rasya Qaisyar (Temanggung) vs Rasyel Trianda (DIY) KU 12 Ravel Indro (Pemalang) vs Pijar Prawira (Gunung Kidul) KU 14 Faza Syah Rizal (Surabaya) vs Sultan Kafi Delon (Jember) KU 16 Rafli Zulkarnaen (Sidoarjo) vs Rizki Pangestu (Blitar) KU 18 M. Reza Falevi (Kudus) vs M. Rayhan Hanafi (DIY) 2. Tunggal Putri KU 10 Adyba Ardelia (Blora) vs Sabrina Adia Putri (Bandung) KU 12 Joanne Lynn (Bandung) vs Lailatul Fajria (Banjarmasin) KU 14 Putu Kevalaih (Tangerang Selatan) vs Sekar Vinda (Cilacap) KU 16 Diah Ayu Novita (Pati) vs Hasna Raisaneva (Bandung)

Nyaris Tanpa Perlawanan, Tuan Rumah Putri UPH Catat Kemenangan Telak atas USNI

Tim putri Universitas Pelita Harapan (UPH-merah) sukses melibas Universitas Satya Negara Indonesia (USNI), dengan skor 98-7, dalam LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A GJC 2018, Kamis (28/6). (LIMA)

Jakarta- Srikandi Universitas Pelita Harapan (UPH) sukses melibas Universitas Satya Negara Indonesia (USNI), dengan skor 98-7, di hari ketiga LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) 2018, Kamis (28/6). Kemenangan ini merupakan yang kedua kalinya untuk UPH, setelah sebelumnya menekuk Universitas Tarumanegara (Untar) dengan skor 53-31. Dominasi UPH terlihat di lima menit pertama kuarter satu. UPH menekan USNI tanpa ampun. Skor 22-0 diperoleh tim asuhan Fajar G. Kusumasari dengan mudah di paruh waktu kuarter pertama itu. Perolehan poin akhirnya berubah. Sari Patmaningsih (8), kapten USNI, berhasil membuka kekosongan lewat tembakan tiga poinnya. Disusul oleh tembakan dua poin Yuliani Hariza (23), USNI mengakhiri kuarter pertama dengan hanya lima poin. Namun, masih jauh untuk mengejar keunggulan sang tuan rumah yang terpaut selisih 25 poin. Ni Komang Sitha Dewi Marino (2) menjadi pencetak poin terbanyak untuk UPH. Dari sembilan kali percobaan menembak, delapan di antaranya berhasil ia konversi menjadi poin. Sitha mendulang 16 poin hingga kuarter kedua. The Eagles tak memberi satu pun angka untuk lawannya itu. Kali ini, selisih yang dibuat UPH menjadi 50. Kuarter kedua berakhir dengan skor 55-5 untuk UPH. Tembakan Novia Nur Hatri (22) menjadi satu-satunya poin yang tercipta di kuarter ketiga untuk USNI. Berbeda dengan UPH yang berhasil menambah 26 poin dari kuarter kedua, di kuarter ketiga ini. Sitha tak dimainkan di kuarter ini. Sebagai gantinya, Yola Artamevia (5) yang kali ini menjadi penyumbang poin terbanyak UPH dengan total sementara 16 poinnya. UPH semakin tak terkejar. Skor 81-7 untuk keunggulan UPH mengakhiri kuarter ketiga. Di kuarter pamungkas, USNI kembali mengalami kebuntuan poin. Tak satu pun angka mereka cetak di kuarter ini. Sementara itu, UPH masih terus mendulang poin. Tim yang dinahkodai Michelle Febry (24) ini, menyudahi kuarter akhir dengan kemenangan telak, 98-7. (art)

Pebulutangkis Disabilitas 20 Tahun Asal Jabar, Juarai Tes Event Indonesia Para Games 2018

Atlet Disabilitas Bulutangkis asal Jawa Barat, Dheva Anrimusthi (biru), menjuarai Test Event Asian Para Games 2018 cabang Bulutangkis. (Pras/NYSN)

Jakarta- Final cabang olahraga (cabor) bulutangkis kategori SU 5, dalam lanjutan Indonesia Para Games Invitational Tournament 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (28/6), mempertemukan atlet asal Jawa Barat, Dheva Anrimusthi, melawan Suryo Nugroho dari Jawa Tengah. Pada babak pertama, Dheva langsung menggebrak dari awal pertandingan. Atlit Jabar ini mampu membungkam andalan Jateng 5-0. Namun, Suryo merangkak naik memperkecil ketertinggalan menjadi selisih satu angka pada skor 7-6. Namun, hingga jeda set pertama, Suryo tak mampu melampaui angka Dheva. Skor jeda set pertama yakni 11-9. Selepas itu, Dheva semakin percaya diri dan menjauh hingga selisih empat angka 14-10. Upaya demi upaya memangkas ketertinggalan oleh Suryo terjadi di angka 15-15. Hingga pada akhirnya Suryo unggul 15-16. Persaingan makin ketat lantaran set pertama harus ditentuka deuce point. Dan ketangguhan Dheva di set pertama membuatnya menang dengan skor 24-22. Memasuki babak kedua begitu berbeda dengan babak pertama saat Dehva unggul cepat diawal permainan. Di babak kedua, poin demi poin tak lebih berselisih satu angka dan bertahan hingga jeda set babak kedua dengan skor 11-10. Beberapa menit setelah jeda set kedua, Suryo tancap gas mengambil serangan cepat dengan mengubah skor 14-12. Dheva tak tinggal diam, ia memutarbalikkan keadaan menjadi 18-15. Tetapi, permainan belum berakhir. Set kedua kembali ditentukan lewat drama deuce point. Dheva yang lebih konsentrasi, akhirnya sukses menutup set kedua ini dengan skor kemenangan 23-21. Sebelum melangkah ke final, Dheva menyingkirkan wakil asal Jawa Timur, Oddie W, lewat pertarungan dua set langsung. Sedangkan sang lawan, Suryo, juga unggul dua set langsung atas wakil asal Jawa Barat, Hafiz Briliansyah, dengan skor 21-17 dan 21-16. Usai laga final, Dheva buka suara mengenai hasil pertandingannya. “Alhamdulillah bisa menang. Tapi ya intinya Tes Event ini merupakan ajang uji lapangan buat kami, sebelum tampil di turnamen sesungguhnya nanti”, ujar pemuda kelahiran 5 Desember 1998 ini, Kamis (28/6). Ia mengaku jika pertemuan dengan Suryo ini tak berbeda seperti ajang latihan. Mereka sudah sering melakukannya, di momen latihan maupun turnamen. “Saya sering bertemu dengan Suryo, karena kita juga kan latihan dan main bareng,” pungkas atlit disabilitas binaan Klub bulu tangkis Sangkuriang Graha Sarana (SGS), Bandung, Jawa Barat. (Dre)

Turnamen Junior Golf Championship 2018 Berakhir, Menpora : Wajib Digelar Tiap 3 Bulan Sekali

Menpora Imam Nahrawi berharap turnamen golf Piala Menpora khusus junior, dapat kembali digelar secara rutin. (Adt/NYSN)

Jakarta- Turnamen golf bertajuk ‘Piala Menpora-PAGI Junior Golf Championship 2018’, yang pertama kalinya digelar di Emeralda Golf Club, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, pada 25-28 Juni, resmi ditutup Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu, berharap turnamen golf khusus junior dapat digelar secara rutin. Selain itu, menurutnya, ajang ini merupakan kesempatan emas bagi masa depan golf tanah air. “Terima kasih PAGI (Perkumpulan Akademi golf Indonesia), PB PGI (Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia), sponsor, peserta, dan orang tua yang terlibat dalam acara yang menjadi kesempatan emas untuk masa depan golf Indonesia. Turnamen junior ini sudah menjadi konsentrasi yang membanggakan bagi semua,” ujar Imam pada Kamis (28/6). Imam yang didampingi Chandra Bhakti (Asisten Deputi Olahraga Prestasi Kemenpora), Mudjo Suwarno (Ketua PAGI), dan I Gusti Putu Gede (Wakil Sekretaris Jenderal PB PGI), menyebut Indonesia memiliki lapangan golf terbanyak di Asia, seharusnya diiringi dengan membaiknya prestasi golf tanah air di level Asia, bahkan dunia. “Saya berharap kepada PB PGI agar dapat me-manage keadaan ini dengan baik. Saya juga meminta kepada PAGI agar turnamen dan kompetisi berjalan 3 bulan sekali.Apalagi ada pembiayaan dari CSR (Corporate Social Responsibility) pengelola lapangan golf. Tentu kami akan mensupport itu semua,” terang menteri berusia 44 tahun itu. Turnamen khusus junior itu dibagi kedalam 4 kelompok umur putra dan putri Junior (9 -18 tahun), da diikuti 112 peserta dari seluruh pelosok Indonesia dan beberapa klub, ditambah beberapa peserta dari luar seperti Malaysia,Thailand, Amerika dan Abudhabi. Turnamen prestasi ini juga terdaftar dalam agenda turnamen PB PGI, dan resmi masuk kalendar turnamen World Amatir Golf Ranking (WAGR). Menurut, Purboyo Adi Purnomo, Ketua Panitia ‘Piala Menpora-PAGI Junior Golf Championship 2018’, mengatakan pihaknya akan membuat event turnamen Junior Golf Championship 2018 lebih bersifat open. “Nanti juara dari Junior Golf ini mendapatkan hal-hal yang bisa menjamin masa depannya seperti beasiswa (golf dan sekolah umum). Semoga tahun depan lebih meriah lagi,” tuturnya. Sedangkan Putu Gede, mengaku sangat bangga serta mendukung turnamen dalam rangka mencari bibit atlet bertalenta golf usia dini. “Ini adalah ajang pencarian bakat-bakat untuk golf. Karena golf bukan lagi olahraga mahal tergantung kita memilihnya,” cetus Putu. Disisi lain, saat ini, terang Putu, PB PGI bersiap melakukan try out maupun try in sebagai bagian dari persiapan menghadapi Asian Games 2018, pada 18 Agustus – 2 September mendatang. “Semoga prestasi yang baik yang telah ada dapat dipertahankan, sehingga apa yang menjadi target pemerintah yakni 10 besar di Asian Games dapat tercapai,” pungkasnya. (Adt)

Taklukkan Persiba Bantul 1-3 Dalam Uji Coba Pamungkas, Timnas U-19 Segera Berkemas ke Sidoarjo

Persiba Bantul takluk 1-3 dari Timnas U-19 (putih), dalam laga uji coba di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Rabu (27/6). (Bola.com)

Yogyakarta- Timnas U-19 akan tampil di ajang Piala AFF U-18, pada 1-14 Juli 2018, yang akan digelar di dua stadion di Jawa Timur, yakni Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, dan Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Pada Piala AFF U-18, tim Garuda Muda tergabung dalam grup A dan melawan Thailand sebagai juara bertahan, Vietnam, Singapura, Filiphina dan Laos. Anak asuh Indra Sjafri rencananya akan melakoni laga perdana pada Minggu (1/7), di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Seluruh partai laga timnas akan digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Event ini nantinya sekaligus pembuktian Timnas U-19, guna melakoni Piala AFC U-19 pada 18 Oktober hingga 4 November, dan Indonesia menjadi Tuan Rumah ajang tersebut. Timnas U-19 tengah menjalani Pemusatan Latihan (TC) di ‘Kota Pelajar’ Yogyakarta sejak 20 Juni lalu dan akan bertolak ke Sidoarjo pada Kamis (28/6). Striker Timnas U-19, Hanis Sagara Putra, sempat membeberkan komentarnya perihal kompetisi Piala AFF U-18. Saghara dkk bertekat akan berusaha semaksimal mungkin untuk membawa Indonesia meraih gelar juara. “Saya berjanji akan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik, seluruh rekan tim juga mempunyai keinginan yang sama demi hasil terbaik untuk Indonesia,” ungkap striker Bali United ini dilansir dari laman resmi PSSI. Dirinya menambahkan bahwa persiapan yang dijalani sampai saat ini masih berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala khusus. Ia juga mengakui bahwa persaingan grup A sangat kompetitif. “Semua negara di grup A tim yang bagus dan kuat. Kami juga satu grup dengan tim yang mengalahkan kami tahun lalu, yakni Thailand dan Vietnam. Kalau cetak gol banyak itu nanti dulu, yang terpenting tim harus menang agar bisa juara” tambah pemuda kelahiran Bojonegoro, 8 September 1999. Pada Piala AFF U-18 2017 di Yangon, Myanmar, Indonesia berada di peringkat ketiga. Thailand menjadi juara dan Malaysia runner-up. Namun, bintang Indonesia Egy Maulana Vikri, menyabet dua penghargaan sekaligus, yakni Pencetak Gol Terbanyak dengan delapan gol dan Pemain Terbaik. Dalam laga uji coba terakhir, Timnas U-19 mencatat kemenangan 3-1 atas Persiba Bantul, di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Rabu (27/6) malam. Tiga gol timnas U-19 dalam laga itu dicetak Tod Rivaldo pada menit keempat, Witan Sulaiman menit ke-15, dan Hanis Saghara menit ke-60. Sedangkan satu gol Persiba dihasilkan Arif Satyayudha Alkanza pada menit ke-86. Bagi Timnas U-19, kemenangan ini menjadi yang pertama dalam tiga uji coba lokal yang digelar. Dalam dua laga uji coba lokal sebelumnya, Timnas U-19 kalah dari Persis Solo (0-3) dan PSS Sleman (0-2). (Ham) Jadwal Grup A dan Timnas U-19 di Piala AFF U-18 2018 Penyisihan Grup A 1 Juli 2018 Jam 15.30 WIB Vietnam vs Thailand (Stadion Joko Samudro) Jam 19.00 WIB Singapura vs Filipina (Stadion Joko Samudro) Jam 19.00 WIB Indonesia vs Laos (Stadion Gelora Delta) 3 Juli 2018 Jam 15.30 WIB Thailand vs Laos (Stadion Joko Samudro) Jam 19.00 WIB Indonesia vs Singapura (Stadion Gelora Delta) Jam 19.00 WIB Vietnam vs Filipina (Stadion Gelora Delta) 5 Juli 2018 Jam 15.30 WIB Laos vs Vietnam (Stadion Joko Samudro) Jam 19.00 WIB Filipina vs Indonesia (Stadion Gelora Delta) Jam 19.00 WIB Thailand vs Singapura (Stadion Gelora Delta) 7 Juli 2018 Jam 15.30 WIB Singapura vs Laos (Stadion Joko Samudro) Jam 19.00 WIB Filipina vs Thailand (Stadion Gelora Delta) Jam 19.00 WIB Indonesia vs Vietnam (Stadion Gelora Delta) 9 Juli 2018 Jam 15.30 WIB Laos vs Filipina (Stadion Joko Samudro) Jam 19.00 WIB Vietnam vs Singapura (Stadion Gelora Delta) Jam 19.00 WIB Thailand vs Indonesia (Stadion Gelora Delta) 12 Juli 2018 Semifinal 1 (Stadion Gelora Delta) 13 Juli 2018 Semifinal 2 (Stadion Gelora Delta) 14 Juli 2018 Perebutan peringkat ketiga (Stadion Gelora Delta) 15 Juli 2018 Final (Stadion Gelora Delta)