Mulai Sabtu Malam, 300 Atlet Junior Tampil di Kejurnas KU Panjat Tebing 2018 Riau

Sebanyak 300 atlet mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XII 2018, siap dihelat di Pematang Reba, Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau pada 22-29 September 2018. (FPTI)

Rengat- Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XII 2018, siap dihelat di Pematang Reba, Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, pada 22-29 September 2018. Ketua umum Pengurus Kabupaten Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Indragiri Hulu, Eldja Septarima menyebut, ada 300 peserta yang mendaftar. Mereka berasal dari 28 provinsi se-Indonesia. Rencananya, Kejurnas yang akan dibuka Bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto ini, akan dihadiri oleh Ketua FPTI Pusat Faisol Riza. “Kita sudah undang, bupati/walikota, Kapolda, Kajati, dan lainnya untuk hadir dalam acara pembukaan pada Sabtu (22/9) malam di Inhu,” ucap Rima. Selain itu, pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga RI juga dijadwalkan hadir. Jika tidak hadir, sebut dia, maka akan dilakukan telecom friend dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi. “Ada 30 spesifikasi nomor yang dipertandingkan. Speed, lead, boulder, combine untuk junior, youth, dan kids,” ujarnya. Lebih lanjut ia menjelaskan, usia untuk kategori junior adalah 18-19 tahun, youth A: 16-17 tahun, youth B: 14-15 tahun. Kemudian untuk kategori kids, yakni youth C: 12-13 tahun dan youth D: 10-11 tahun. Khusus untuk nomor combine, hanya akan dipertandingkan di kategori junior dan youth A. Sedangkan youth C dan youth D, hanya akan bertanding di nomor speed classic dan lead. Total ada 90 medali yang diperebutkan. Para peserta wajib mengikuti technical meeting yang digelar pada Sabtu (22/9), sejak pukul 16.00 WIB. Saat ini, lokasi lomba sudah siap digunakan. Para pembuat jalur juga sudah bekerja di lokasi dan segera menyiapkan jalur pemanjatan. Pria yang menjabat Kepala Bidang Olahraga Disporapar Inhu ini mengharapkan, agar masyarakat turut meramaikan pesta olahraga tersebut. Sebab selain pertandingan juga akan ada festival kuliner di lokasi. “Bagi seluruh masyarakat khususnya yang berada di Riau, mari datang dan saksikan Kejurnas Kelompok Umur. Karena selain bisa nonton perlombaan, masyarakat juga bisa menikmati pesta kuliner,” katanya. (Adt)

Jadi Tuan Rumah, Tim Sofbol U-18 Kendari Bidik Juara Umum Kejurnas Softball Junior U-18

Tim sofbol junior U-18 Sulawesi Tenggara (Sultra) optimis menjadi kampiun, dalam Kejuaraan Nasional (kejurnas) Softball Junior U-18 yang akan digelar di Kota Kendari, mulai 23 - 30 September 2018. (tribunnews.com)

Kendari– Tim sofbol junior U-18 Sulawesi Tenggara (Sultra) optimis menjadi kampiun, dalam Kejuaraan Nasional (kejurnas) Softball Junior U-18 yang akan digelar di Kota Kendari, mulai 23 – 30 September 2018. “Kita optimis bakal meraih juara sebab tim kita sudah siap. Apalagi, sebagai tuan rumah, otomatis lebih diungulkan,” ujar Ketua Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) Sultra, Pahri Yamsul, di kawasan Eks MTQ Kendari, Selasa (18/9) lalu. Atlet softbol junior U-18 Sultra bejumlah 56 orang, yang terbagi atas tim putra dan putri. Jumlah itu sudah termasuk pemain cadangan dari masing-masing tim. “Jadi, Insyaallah, tim putra kita target juara. Semantara, tim putri target masuk lima besar,” kata Pahri. Sebagai bukti keseriusan mengembangkan Softball di Sultra, Pemprov Sultra menggelontorkan anggaran sebesar Rp2 miliar demi pembangunan dua venue pertandingan. “Kita bangun lapangannya dengan ukuran 125 x125 meter yang sesuai standar intenasional,” jelasnya, Menurut Pahri, lapangan yang dibangun itu, lebih luas dari lapangan di Karebosi, Makassar, yang selama ini kerap dipakai berbagai event pertandingan softball. “Untuk dua lapangan putra dan putri, habis Rp2 miliar. Kualitas tanahnya ini terbaik. Rumputnya diganti, dan lengkap dengan tempat penontonnya,” ujarnya Lapangan tersebut akan dibangun di kompleks kantor KONI Sultra. Setelah pelaksanaan Kejurnas, kelak, lapangan ini menjadi markas latihan Tim Softball Sultra. Pahri menambahkan, sebagai tuan rumah dalam ajang ini, Sultra telah menyiapkan infrastruktur, penginapan, serta fasilitas lainnya. Tercatat 8 tim putra-putri yang mendaftar. Di antaranya, DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar), Papua, Papua Barat, Lampung, Kalimntan Timur dan Jawa Timur. “Satu provinsi satu tim. Tapi ada beberapa provinsi yang megirim tim putra dan putri,” pungkas pria yang menjabat Kadis Cipta Karya, Bina Kontruksi dan Tata Ruang Sultra ini. (Adt)

Bukan Unggulan China Open 2018, Anthony Ginting Lolos Pertama Kali Ke Final Turnamen Level Super 1000

Langkah Anthony Sinisuka Ginting yang melaju hingga ke partai final China Open 2018 terbilang mengejutkan. Berstatus non-unggulan, dan menaklukkan trio juara dunia tiga hari berturut, ia menantang Kento Momota (Jepang) dalam laga perebutan gelar juara. (Humas PBSI)

Changzhou- Langkah Anthony Sinisuka Ginting yang melaju hingga ke partai final China Open 2018 terbilang mengejutkan. Berstatus non-unggulan, dan menaklukkan trio juara dunia tiga hari berturut, membawa langkah pemuda kelahiran Cimahi 20 Oktober 1996 ini menantang Kento Momota (Jepang) dalam laga perebutan gelar juara. Anthony menuju laga final turnamen level Super 1000 pertamanya, di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, Sabtu (22/9), usai mengalahkan Chou Tien Chen (Taiwan), dalam laga semifinal, lewat partai rubber game, dengan skor 12-21, 21-17, 21-15. Dengan kemenangan ini, Anthony sekaligus membalas kekalahan di semifinal Asian Games 2018 dengan skor 21-16, 21-23, 17-21. Di game pertama, Anthony tak dapat tampil di permainan terbaiknya. Ia terus berada di bawah tekanan lawan. Kesalahan-kesalahan sendiri dibuat Anthony. Ia pun tertinggal jauh 4-15, terlalu sulit untuk mengejar. “Puji Tuhan saya menang, saya bersyukur atas hasil hari ini. Di game pertama, Chou sering mendorong bola dan membuat posisi saya sulit. Saat menetralkan bola, saya tidak dapat mengontrol kondisi angin di lapangan. Jadi pengembaliannya kalau tidak out, ya tanggung,” ujar Anthony, seperti termuat dalam rilis PBSI. Anthony melanjutkan, “Di game kedua dan ketiga saya mencoba untuk mempercepat permainan. Chou ingin bermain seperti di game pertama, tapi pergerakannya tidak secepat di game pertama.” Ihwal persiapan menghadapi Chou, Anthony mengatakan tak ada yang khusus. “Sebetulnya, saya tak memikirkan kalau akan re-match melawan dia, tak mau terlalu dipikirkan supaya bisa rileks. Semalam saya cuma nonton video sekilas aja, habis itu istirahat. Yang penting sudah punya persiapan mau main bagaimana melawan dia. Saya belajar seperti ini sejak Asian Games,” katanya. Di babak final, Anthony akan melawan juara dunia Kento Momota dari Jepang. Ia siap bermain mati-matian. “Ini pertama kalinya saya ke final turnamen level super 1000, tapi saya belum puas karena kan belum juara, masih ada satu pertandingan lagi,” tuturnya. Momota melangkah ke partai puncak, paska menekuk pemain andalan tuan rumah, Shi Yuqi. Berlangsung selama 40 menit, Momota unggul straight game 21-10, 21-17. Pada partai puncak turnamen berhadiah total 1 juta dollar AS ini, yang akan berlangsung pada Minggu (23/9), akan menjadi ulangan babak perempat final Asian Games 2018. Anthony menang 21-18, 21-18, atas pemain kidal itu, dalam pertandingan nomor perorangan. Sebelum menang pada Asian Games 2018, Anthony sempat mengalahkan juara dunia 2018 tersebut, dalam ajang Hong Kong Open Superseries 2015. Berdasarkan rekor pertemuan, Momota, yang pekan lalu menjadi juara Japan Open 2018, unggul 4-2 atas Anthony. (adt) Perjalanan Anthony Sinisuka Ginting menuju Final China Open 2018 Babak Pertama Anthony Sinisuka Ginting vs Lin Dan (China) 22-24, 21-5, 21-19 Babak Kedua Anthony Sinisuka Ginting vs Viktor Axelsen (Denmark) 21-18, 21-17 Babak Perempat Final Anthony Sinisuka Ginting vs Chen Long (China) 18-21, 22-20, 21-16 Babak Semi Final Anthony Sinisuka Ginting vs Chou Tien Chen (Taiwan) 12-21, 21-17, 21-15

Spiderwoman Grobogan Aries Susanti Rahayu Raih Emas di China, FPTI: Sinyal Positif Ke Olimpiade 2020 Tokyo

Indonesia meraih satu medali emas, yang dihasilkan Aries Susanti Rahayu, dan dua perak dalam kejuaraan International Climbing Elite Tournament, di Anshun, China, 21-22 September 2018. (FPTI)

Jakarta- Indonesia berhasil meraih satu medali emas, dan dua medali perak, dalam kejuaraan International Climbing Elite Tournament, Anshun, China, pada 21-22 September 2018. Medali emas Merah Putih dihasilkan Aries Susanti Rahayu, sedangkan medali perak disumbang Puji Lestari, dan Aspar Jaelolo. Spiderwoman Grobogan itu merebut emas usai memenangi duel all Indonesian final. Ia mengalahkan Puji Lestari di nomor Women’s Speed World Record dan membukukan catatan waktu 7,72 detik. Puji menjadi runner up setelah hanya mampu mencetak waktu 7,89 detik. Sedangkan Maria Krasavina (Rusia) berhak mengantongi perunggu. Sementara itu, pada laga final nomor Men’s Speed World Record, Aspar Jaelolo mengalami fall. Akibatnya, pria asal Donggala, Sulawesi Selatan (Sulsel) itu merelakan medali emas jatuh ke tangan rivalnya asal China Chen Zi Hang. Dan, medali perunggu menjadi milik atlet asal Rusia, Stanislav Kokorin. Selain berlaga di nomor Speed, Aspar, Aries, dan Puji juga tampil di nomor Lead. Namun, sayangnya mereka gagal lolos ke partai final. Karena, baik Aspar maupun Aries, harus puas berada di posisi 9. Sebab untuk masuk final Lead, minimal harus berada di peringkat 8. Aries, Aspar, dan Puji, adalah atlet elit yang diundang langsung oleh pihak China untuk mengikuti kompetisi internasional itu. Bahkan, seluruh biaya akomodasi ketiga atlet itu dibiayai oleh pihak penyelenggara. Selain International Climbing Elite Tornament di Anshun, masih ada tujuh kompetisi internasional yang bakal mereka lakoni di penghujung 2018. Dua dari tujuh kompetisi tersebut adalah seri kejuaraan dunia. Faisol Riza, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), menilai raihan tiga medali ini merupakan penanda kesiapan atlet Indonesia di Olimpiade 2020, Tokyo, Jepang. “Ini adalah sinyal bagus bagi kita dan juga pemerintah untuk segera menyiapkan Pelatnas,” tukas Faisol. (Adt)

IDGEN-Uni Papua Gelar Festival Sepak Bola untuk Perdamaian 2018, Semai Benih Perdamaian Dalam Diri Generasi Muda Indonesia

Yayasan Generasi Indonesia Internasional (IDGEN) dan Komunitas Sepak Bola Uni Papua, resmi menggelar Festival Sepak Bola untuk Perdamaian (Football for Peace Festival) 2018, di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Sabtu (22/9). (Riz/NYSN)

Jakarta- Yayasan Generasi Indonesia Internasional (IDGEN) dan Komunitas Sepak Bola Uni Papua, resmi menggelar Festival Sepak Bola untuk Perdamaian (Football for Peace Festival) 2018, di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Sabtu (22/9). Event ini bertujuan menyemai benih perdamaian dalam diri generasi muda Indonesia, sekaligus agen diplomasi budaya. “Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) atau Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta wajib mendukung, termasuk memberi fasilitas lapangan sepak bola milik Jakarta,” ujar Ratiyono, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jakarta, Sabtu (22/9). Menurutnya, event ini mampu membangkitkan semangat guna mempererat persatuan dan kesatuan, serta kebhinekaan, dalam sepak bola. “Sepak bola mampu memberikan edukasi nilai sportifitas. Satu sisi menjadi lawan bertanding di lapangan, tapi disisi lain sesungguhnya kawan dalam bermain. Ini filosofi dari sepak bola,” lanjutnya. “Kedepan semua pihak yang terlibat seperti Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), serta kementerian lain bisa bersinergi, sehingga kedepannya event Football for Peace Festival makin kuat dalam menyemai persatuan dan persahabatan,” terang Ratiyono. Sementara itu, Harry Widjaja, CEO Uni Papua, mengatakan tahun ini adalah penyelenggaraan yang kedua kalinya, dan Football for Peace Festival 2018 digelar satu hari penuh yakni pada Sabtu (22/9). “Kami bersama dengan Kemenlu dan Kemenkopolhukam menyelenggarakan event Football for Peace Festival ini dengan melibatkan 19 tim yang terdiri dari Kedubes negara sahabat, komunitas sepak bola lokal, komunitas ekspatriat, dan sekolah berbasis agama yakni pesantren dan sekolah Katolik,” cetus Harry. Ia menambahkan event sepak bola untuk perdamaian ini adalah pertama kali dihelat di 4 kota, yakni Banda Aceh dan Manokwari (24-28 September), Jakarta (1-5 Oktober), dan Tabanan (18-21 Oktober). Selain itu, pihaknya melibatkan unsur TNI (Tentara Nasional Indonesia), Polri (Kepolisian Republik Indonesia), BNN (Badan Narkotika Nasional), Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga), serta LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), sebagai narasumber workshop kebangsaan. “Dan untuk peserta, kami mengundang para praktisi sepak bola, guru-guru olahraga, organisasi dan komunitas kepemudaan, perguruan tinggi, dan sekolah sepak bola, sebagai peserta training of trainers dan festival sepak bola untuk perdamaian di 4 regional itu. Total yang terlibat dalam kegiatan ini sekitar 1000 orang,” jelasnya. Harry menyebut event ini nantinya akan memilih 2 anak dari masing-masing regional ditambah 1 orang pendamping dari setiap regional untuk diberangkatkan ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dalam rangka coaching clinic dan trauma healing bagi anak-anak korban gempa, dan pihaknya juga akan menyerahkan 1000 bola. “Anak-anak yang terpilih sekaligus dinobatkan sebagai duta sepak bola untuk perdamaian dan akan bertugas mengkampanyekan nilai-nilai perdamaian dan toleransi melalui sepak bola kepada rekan-rekan mereka,” tukas Harry. (Adt)

Nyaris Lolos Piala Dunia U-17 di Italia, Timnas U-16 Pernah Selevel Raksasa Asia Pada 1990

Eko Purjianto (kanan) besama Evan Dimas (kiri) saat dalam sesi latihan Timnas U-19 pada 2013 lalu. Eko merupakan salah satu skuad Timnas U-16 pada 1990 yang tampil dalam putaran final Piala Asia U-16, yang berlangsung di Uni Emirat Arab (UEA). (antarafoto)

Jakarta- Timnas U-16 di bawah komando Fakhri Husaini mengarungi ajang besar Piala Asia U-16 2018, di Malaysia, pada 20 September sampai 7 Oktober 2018. Skuat Garuda Asia tergabung dalam Grup C bersama Iran, India, dan Vietnam. Partai perdana David Maulanda dan kolega yang berjumpa Iran, di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Jumat (21/9) berkesudahan 2-0 untuk tim merah putih. Pada ajang Piala Asia U-16, sejatinya Timnas Indonesia bukan tak memiliki prestasi apik. Meski belum pernah menjadi juara, bahkan finalis, namun Indonesia pernah masuk empat besar. Pada 28 tahun silam, tepatnya saat Piala Asia U-16 1990, di Uni Emirat Arab (UEA), Indonesia pernah mejadi sorotan. Skuat yang saat itu ditangani trio pelatih Parmin, Muhardi, dan Indra Tohir, sukses menembus babak semifinal. Pada fase grup, Indonesia tergabung dalam Grup B bersama tim-tim kuat seperti Korea Selatan, Qatar, dan Arab Saudi. Namun Arab Saudi saat itu memilih mundur karena masalah internal negara yang berkaitan dengan politik negeri. Kontra Korea Selatan, skuat asuhan Parhim-Muhardi-Indra Tohir, bermain imbang 1-1. Laga kedua juga berakhir seri 0-0 lawan Qatar. Hasil itu membuat Indonesia lolos ke fase empat besar dengan status runner up Grup B. Namun nahas, menghadapi Uni Emirat Arab di babak semifinal, Indonesia kalah 0-2. Indonesia pun harus puas menempati peringkat keempat setelah dalam perebutan peringkat ketiga, takluk dari China 0-5. Padahal, jika Indonesia sukses merebut peringkat ketiga, maka skuat Garuda Muda berhak tampil di Piala Dunia U-17 1991, yang berlangsung di Florence, Italia. Beberapa nama yang berada di skuat Tmnas U-16 saat itu, ada yang meredup namun ada juga yang bersinar. Diantaranya Dahlan Jalil, Kapten dan bintang utama Persiraja Banda Aceh era 1990-2000an, yang mengangkat Persiraja promosi dari Divisi I ke divisi utama pada 1992. Lalu ada Hendra komara, yang akhirnya menjadi bagian salah satu tim Persib Bandung terbaik 1990-2000an. Tak ketinggalan winger kelahiran Kuningan, Uci Sanusi, yang setia bersama Persita Tangerang di periode waktu yang sama. Dan yang paling cemerlang adalah Eko Purjianto. Eko adalah salah satu pemain dalam rombongan PSSI Primavera pertama, bersama Kurnia Sandi, Kurniawan dan Bima Sakti pada 1993. Dirinya juga merupakan satu, dari enam punggawa Primavera yang diambil dari Jawa Tengah. Aktif berposisi sebagai stopper, selain rutin membela Timnas, ia juga bergabung dengan sejumlah klub besar tanah air, di antaranya Pelita Jaya, PSPS Pekanbaru dan PSIS Semarang. Saat kariernya berakhir sebagai pemain, Eko juga mengikuti jejak mayoritas rekan-rekan seangkatannya, yakni menjadi pelatih, atau staf kepelatihan. Pria kelahiran Semarang 1 Februari 1976 itu, merupakan aktor dibalik kesuksesan Timnas U-19 merajai Piala AFF U-19 pada 2013. Eko adalah asisten Indra Sjafri di Timnas U-19 sejak 2013. Kini, usai tak lagi melatih timnas di tingkat junior, ia menangani salah satu klub Liga 1, Bali United, sebagai asisten pelatih. (art) Daftar Timnas U-16 1990 Manajer : H. Nuni Martasaputra Asisten manajer : Drs. Sofyan Rosyad Pelatih: Parmin, Muhardi, dan Indra Tohir Pemain : Aziz Agus Eko Purjianto Albert Rudiana Hendra Komara Surono Abdul Rachman Agus M. Alfandi Sugandi Abraham Aufa Desman Sagala Uci Sanusi Solikhan Sugih Utomo Erry Dahlan Jalil Hendro Kisworo Nur Syamsu Dhori Muhamad Yani

Kirim 41 Atlet di Kejurnas Karate Piala Panglima TNI VI/2018, DKI Jakarta Optimistis Juara Umum

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Panglima TNI-VI/2018 resmi dihelat di Gelanggang Olahraga (GOR) Ahmad Yani, Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI), Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim), pada 21-23 September ini. Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) DKI Jakarta mengincar posisi Juara Umum kali ini.(Pras/NYSN)

Jakarta- Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Panglima TNI-VI/2018 resmi dihelat di Gelanggang Olahraga (GOR) Ahmad Yani, Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI), Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim), pada 21-23 September ini. Sebanyak 1.338 orang terlibat dalam event ini. Mereka terdiri dari 662 orang atlet TNI, 584 orang atlet umum, serta 192 offisial, dan pelatih. Medali yang diperebutkan, ada dua kategori yakni Kategori TNI, memperebutkan 19 medali emas, 19 perak dan 38 perunggu. Sedangkan Kategori Umum (Junior, Cadet, Under-21), memperebutkan 40 medali emas, 40 perak, dan 80 perunggu. Selain memperingati HUT TNI ke-73, Kejurnas Karate Piala Panglima merupakan sarana bagi Pengurus Besar (PB) Federasi Karate-Do Indonesia (Forki) mencari bibit karateka nasional. Peraih medali emas Asian Games XVIII/2018, Sersan Dua (Serda) TNI Rifki Ardiansyah, merupakan pemenang Kejurnas Karate Piala Panglima TNI, tahun lalu. Kejurnas Karate Piala Panglima TNI memiliki dua kategori, yaitu Kategori TNI dan Kategori Umum. Khusus kategori TNI dibagi dalam dua kelas, yakni senior putra dan senior putri. Seluruhnya mempertandingkan nomor kata dan kumite perorangan maupun beregu. Untuk Kelas Beregu baik Kumite maupun Kata, tiap-tiap kontingen hanya mengiri satu regu. Sedangkan untuk Kelas Perorangan baik Kumite maupun Kata, tiap-tiap kontingen maksimal mengirimkan dua atlet. Untuk personel TNI maupun PNS TNI hanya turun di Kategori TNI atau tidak boleh turun di Kategori Umum atau Open Turnament. Sedangkan Kategori Umum dibagi dalam tiga kelas putra dan putri. Mulai kadet (14-15) tahun, kelas junior (16-17 tahun), dan kelas Under (U-21). Di Kejurnas Piala Panglima TNI VI/2018, Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) DKI Jakarta mengirim 41 atlet putra-putri. “Tahun ini, DKI Jakarta mengirim 41 atlet putra-putri untuk kategori kadet, junior, dan under (U-21). Target kami juara umum,” ujar Idris Gusti, Pelatih Kepala FORKI DKI Jakarta, di Mabes TNI Cilangkap, Jaktim, Jumat (21/9). Di Kejurnas yang sama pada 2017, kontingen ibukota sukses menempati posisi runner-up, dengan meraih 6 medali emas, 3 perak, dan 6 perunggu. Sedangkan juara umum 2017, diraih Perguruan INKAI (8 emas, 5 perak, 10 perunggu) Idris optimistis target itu bisa tercapai, karena pada Kejurnas kali ini DKI Jakarta turun dengan kekuatan penuh, serta bermaterikan para atlet terbaik hasil seleksi kejuaraan daerah (Kejurda). “Tahun lalu kami tidak turun full team, tapi sekarang kami pull team, baik kategori kadet, junior, maupun U21. Apalagi atlet-atlet kami berasal dari seleksi Kejurda. Memang persaingan terberat dengan Perguruan INKAI, tapi sepertinya mereka tidak tampil full team,” lanjutnya. Hal senada dikatakan Rudi Faisal, Manajer Kontingen DKI Jakarta. Menurutnya, peluang DKI Jakarta untuk bisa meraih juara umum di Kejurnas Karate Piala Panglima TNI VI/2018, sangat terbuka lebar. “Dilihat persaingannya merata. Karenaetiap daerah pasti mempersiapkan para atletnya dengan baik. Saingan terberat masih Perguruan INKAI, dan Inkanas (Institute Karate-Do Nasional),” terangnya. Hingga kini, ungkap Rudi, DKI Jakarta tak pernah kekuarangan atlet-atlet muda berbakat. “Semoga DKI Jakarta tetap menjadi barometer atlet-atlet nasional,” tukas Rudi. (Adt)

Kosisntensi Fisik Meski Diguyur Hujan Deras, Kunci Timnas U-16 Bungkam Iran 2-0

Striker Timnas U-16, Amiruddin Bagus Kahfi, melakukan selebrasi dan membantu timnya secara meyakinkan menang 2-0 atas Iran U-16, dalam duel perdana Grup C Piala Asia U-16 2018, di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, pada Jumat (21/9). (AFC.com)

Kuala Lumpur- Timnas U-16 mengawali perjalanan di Piala AFC U-16 2018 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, dengan hasil positif. Anak asuh Fakhri Husaini berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Iran dan memperlihatkan perubahan besar dalam permainan di babak kedua. Kejutan sudah dibuat Tim Garuda Asia sejak menit-menit awal pertandingan. Baru berjalan empat menit, Amiruddin Bagus Kahfi langsung memastikan keunggulan Timnas merah putih, usai memanfaatkan umpan silang Supriadi. Tak sampai di situ, kejutan juga dibuat saudara kembar Bagus, Bagas Kaffa. Bek kanan Timnas U-16 itu mencetak gol kedua pada menit ke-90, setelah maju dan mengecoh tiga pemain bertahan Iran. Kemenangan David Maulana dan kolega di laga pertama Grup C Piala AFC U-16 2018 itu berbanding lurus dengan statistik akhir pertandingan. Kondisi signifikan diperlihatkan mereka, di babak kedua pertandingan. Timnas U-16 secara statistik cukup mendominasi permainan. Tercatat di 45 menit pertama, mereka sanggup mencatat 59 persen penguasaan bola. Namun, bicara peluang yang dihasilkan, Timnas U-16 hanya mencetak dua tembakan ke arah gawang, sementara Iran mengemas empat tembakan ke gawang Ernando Ari. Namun, peningkatan diperlihatkan Timnas Indonesia U-16 saat menjalani babak kedua. Dari statistik yang dicatat Labbola, Tim Garuda Muda berhasil mengemas total tujuh tembakan akurat ke arah gawang, mengungguli Iran, yang hanya mengemas empat tembakan ke arah gawang. Peningkatan juga terlihat dari bagaimana bersihnya tekel yang dilakukan Juara AFF U-16 2018 ini yang mampu mengimbangi permainan kasar pemain Iran. Di babak pertama, terjadi enam tekel tanpa mendapatkan kartu kuning, sedangkan Iran melakukan 15 tekel dengan hasil dua kartu kuning. Jelang laga berakhir, tercatat Timnas U-16 melakukan 20 tekel tanpa satu pun kartu keluar dari saku wasit. Sementara Iran mengemas 31 tekel dan total mendapatkan tiga kartu kuning di pertandingan pertama mereka. Fakhri menyebut jika kunci timnya memenangi pertandingan ini adalah keunggulan duel fisik. “Ini pertandingan adu fisik, tetapi fisik bukan hanya postur. Pertandingan berjalan dalam tempo tinggi dalam 2×45 menit dan itu tidak mudah. Para pemain bisa konsisten dan itu menjadi kelebihan kami,” ujar Fakhri usai laga. Pelatih berusia 53 tahun itu menyebut anak asuhnya bekerja sangat keras di pertandingan lawan Iran. Selain soal teknis, laga berjalan lebih sulit karena kondisi lapangan basah akibat hujan yang mengguyur sepanjang pertandingan. Para pemain Timnas U-16 pun mengakui, jika mereka lebih berat berlari saat lapangan dalam keadaan basah akibat hujan. “Memang jadi lebih berat, tetapi kondisi lapangan secara umum bagus,” kata Kapten sekaligus gelandang Timnas U-16, David Maulana. Kemenangan 2-0 atas Iran membuat Timnas U-16 memimpin klasemen sementara Grup C Piala AFC U-16 2018. Di parti lain, India U-16 diluar dugaan menekuk Vietnam U-16, dengan skor tipis 1-0. Berikutnya, pada Senin (24/9), Indonesia meladeni Vietnam U-16, di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, mulai pukul 20.45 waktu setempat. (art) Statistik Timnas U-16 vs Iran U-16 Penguasaan Bola Timnas U-16 unggul dalam penguasaan bola (56 persen) berbanding timnas u-16 Iran (44 persen). Tembakan tepat sasaran Timnas U-16 mencatatkan 7 tembakan tepat sasaran, lebih banyak dari lawan mereka (4). Pemain dengan jumlah tembakan terakurat Amiruddin Bagus Kahfi mencatatkan 3 tembakan tepat sasaran sepanjang laga dan mencetak satu gol. Jumlah shot on target sang pemain melebihi pemain-pemain dari kedua kubu. Pemain dengan jumlah operan terakurat Gelandang Timnas U-16, Andre Oktaviansyah, mencatat 82 persen operan sukses di laga ini, terbanyak dari semua pemain yang memulai laga Piala Asia U-16 2018. Sementara, Sutan Zico menorehkan 100 persen pass accuracy (3 dari 3) selama 12 menit turun dari bangku cadangan. Angka ini jadi yang terbaik dari pemain lain termasuk pengganti. Permainan bertahan Timnas U-16 sangat solid dalam bertahan, mencatatkan 26 intersep dan 31 sapuan bola ketimbang masing-masing 21 dan 26 dari lawan mereka tersebut.

Maju Ke Semifinal China Open 2018, Anthony Ginting Punya Bekal Sadis dan Menakutkan

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, punya bekal positif menuju semifinal China Open 2018, usai mengalahkan trio juara dunia dalam tiga hari. (Humas PBSI)

Changzhou- Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, punya bekal positif menuju semifinal China Open 2018, usai mengalahkan trio juara dunia dalam tiga hari. Ia mengawali perjalanannya pada China Open 2018, paska menekuk pemegang lima gelar juara dunia asal China, Lin Dan. Anthony mengalahkan Lin Dan dengan skor 22-24, 21-5, 21-19, pada Rabu (18/9). Lin Dan merupakan Juara Dunia pada 2006, 2007, 2009, 2011, dan 2013. Melalui hasil ini, rekor pertemuan Anthony dengan Lin Dan terevisi menjadi 1-2, masih untuk keunggulan Lin Dan. Pada babak kedua, Kamis (20/9), Anthony menumbangkan Juara Dunia 2017, Viktor Axelsen (Denmark), dengan skor 21-18, 21-17. Menang atas Axelsen, Anthony memperpanjang keunggulan dengan tunggal putra terbaik Denmark, dengan skor 2-1. Pemain berusia 21 tahun ini juga makin unggul dalam rekor pertemuan dengan Chen Long (China), Juara Dunia 2014 dan 2015, dan pemilik medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro ini, pada babak perempat final China Open 2018, Jumat (21/9). Anthony menang tiga gim 18-21, 22-20, dan 21-16, di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, pada Jumat (21/9). Ia sekaligus mengulang hasil positif atas Chen Long di perempatfinal Asian Games 2018. Sampai saat ini, Anthony menang 5-2 atas Chen Long. “Pertandingan yang seru melawan Chen Long hari ini. Dia bermain baik di gim pertama, jarang salah,” kata Anthony, dalam rilisnya. “Sempat ketinggalan jauh 2-8 di gim kedua, waktu unggul 19-13 juga saya tidak bisa cepat menyelesaikan permainan. Ini karena permainan saya berubah, saya ingin menyerang terus,” ujar Anthony. “Di gim ketiga, saya belajar dari kesalahan di gim kedua. Semua berawal dari pikiran, walaupun pertandingan ini melelahkan, banyak reli, saya harus jaga mindset saya. Saya usahakan unggul di permainan net karena saya cari poin dari situ, supaya saya bisa menyerang,” dia menjelaskan. Pada babak semifinal, Sabtu (22/9), Anthony akan menjumpai peraih medali perak Asian Games 2018, Chou Tien Chen (Taiwan). Partai ini juga merupakan ulangan semifinal Asian Games 2018. Saat itu, Anthony kalah dari Chou, 21-16, 21-23, 17-21. Rekor pertemuan kedua pemain adalah 3-2 untuk keunggulan Anthony. “Saya tak mau kejadian di Asian Games terulang. Saya akan pelajari lagi permainan kami di Asian Games, saya coba nikmati permainan dan bagaimana mengatur pikiran saya. Sekarang saya mau fokus untuk recovery dan bersiap untuk pertandingan besok,” pungkas pemuda kelahiran Cimahi 20 Oktober 1996. (adt) Perjalanan Anthony Sinisuka Ginting menuju semifinal China Open 2018 Babak Pertama Anthony Sinisuka Ginting vs Lin Dan (China) 22-24, 21-5, 21-19 Babak Kedua Anthony Sinisuka Ginting vs Viktor Axelsen (Denmark) 21-18, 21-17 Babak Perempat Final Anthony Sinisuka Ginting vs Chen Long (China) 18-21, 22-20, 21-16

Kalah 1-3 Dari Taiwan, Timnas Putri U-16 Gagal Tembus Kualifikasi Piala Asia U-16

Timnas Putri U-16 (merah) dipastikan gagal lolos ke Piala Asia Putri U-16 2019, usai kalah 1-3 dari Taiwan, pada laga penutup kualifikasi Grup D, di Stadion Dolen Omurzakov, Bishkek, Jumat (21/9). (twitter)

Bishkek- Timnas Putri U-16 dipastikan gagal lolos ke Piala Asia Putri U-16 2019, usai kalah 1-3 dari Taiwan, pada laga penutup kualifikasi Grup D, di Stadion Dolen Omurzakov, Bishkek, Jumat (21/9). Indonesia harus kebobolan lebih dulu melalui Chen Jin-wen pada menit ke-20. Garuda Pertiwi muda berhasil menyamakan kedudukan pada menit akhir babak pertama, melalui Safira Ika Putri dari titik putih. Pada babak kedua, permainan Taiwan makin merajalela. Taiwan akhinya bisa membrondong dua gol lagi melaluo Song Yu-ting (menit 52′) dan Wu Dai-ling (57′). Indonesia pun harus menelan kekalahan dari Taiwan. Dengan hasil ini membuat Srikandi U-16 gagal lolos ke putaran kedua ajang ini. Sebab, untuk sementara, Indonesia berada di peringkat ketiga dengan raihan enam poin. Dua kemenangan diraih saat menang 3-2 atas Palestina dan 2-0 dengan Kirgizstan. Sementara Taiwan nyaman menghuni puncak klasemen Grup D dengan raihan sembilan poin. Pada laga terakhir, mereka menantang Australia, dan hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke putaran kedua, kualifikasi AFC U-16 Womens U-16 Championship 2018. Usai laga, pelatih Timnas Putri U-16, Rully Nere mengakui bahwa anak asuhnya sudah berjuang maksimal dan tim lawan lebih beruntung. Meski begitu ia tetap apresiasi anak asuhnya. “Kami minta maaf kepada rakyat Indonesia atas kekalahan dan hasil ini yang membuat kita gagal lolos ke babak selanjutnya. Pemain saya rasa sudah memberi yang terbaik di ajang ini, namun hasil belum berpihak ke kami,” kata Rully. (art) Klasemen Kualifikasi Putaran Pertama Piala Asia Putri U-16 2018 Grup D Stadion Dolen Omurzakov, Bhiskek, Kirgizstan No.        Tim             Main      Gol        Poin 1.   Taiwan U-16          3       13  : 3         9 2.   Australia U-16       2       22  : 0         6 3.   Indonesia U-16      4         7 : 16       6 4.   Kirgizstan U-16      2         1 : 5         0 5.   Palestina U-16       3         2 : 22        0

Fitriani dan Choirunnisa Akhirnya Gagal Maju Ke Semifinal Indonesia Masters 2018 di Pangkalpinang

Atlet putri Pelatnas PBSI Cipayung asal Sleman, Choirunnisa, takluk dari unggulan pertama Indonesia Masters 2018 asal Jepang, Minatsu Mitani, dalam partai rubber game, 16-21, 21-16 dan 18-21. (Humas PBSI)

Pangkalpinang- Unggulan dua tunggal putri, Fitriani, terhenti babak perempat final Indonesia Masters 2018, Jumat (21/9), paska disingkirkan rekan sesama Pelatnas PBSI Cipayung, Yulia Yosephin Susanto, 14-21, 21-9 dan 20-22, di Gelanggang Olahraga (GOR) Sahabudin, Pangkalpinang. “Di gim pertama saya belum masuk ke pola permainnya dia. Di gim kedua saya coba reli tapi mengontrol permainan dengan agak cepat. Di situ dia agak kagok. Di gim ketiga saya sempat unggul, tapi raketnya putus. Saya terlalu berhati-hati, akhirnya jadi menyamakan poin dan saya kurang fokus,” jelas Fitriani kepada badmintonindonesia.org. “Ini jadi pelajaran buat saya ke depannya. Saya harus lebih fokus dan menyemangati diri sendiri, supaya tak terlalu kendor dan gampang jauh banget dari lawan,” lanjut Fitriani. Kemenangan Yulia ini seolah menebus kegagalannya di Singapura Open 2018, pada Juli lalu. Menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang masih bertahan, gadis Tasikmalaya kelahiran 19 Oktober 1993 itu, kandas di babak 16 besar. Ia kalah dari atlet China berusia 18 tahun, Han Yue, pada partai perempat final, di Singapore Indoor Stadium, Singapura, lewat laga rubber game selama 1 jam. Senasib dengan Fitriani, kekalahan juga harus diterima oleh Choirunnisa. Berhadapan dengan unggulan pertama asal Jepang, Minatsu Mitani, dara asli Sleman, yang lahir pada 31 Agustus 1999, takluk dalam partai rubber game, 16-21, 21-16 dan 18-21. (art)

Kirim Pecatur Belia Ke Olimpiade Catur Dunia di Georgia, PB Percasi Siapkan Pecatur Masa Depan

Pecatur termuda tim Indonesia, Samantha Edithso (10 th), akan tampil di Batumi, Georgia, dalam ajang Olimpiade Catur Dunia ke-43. Tim Merah Putih akan bersaing dengan 139 negara lainnya pada event bergengsi itu. (sinarharapan.net)

Jakarta- Indonesia akan mengirim dua tim caturnya yang terdiri dari satu grup putra dan satu grup putri ke Batumi, Georgia, untuk mengikuti Olimpiade Catur Dunia ke-43. Tim Merah Putih akan bersaing dengan 139 negara lainnya dalam kejuaraan bergengsi tersebut. Indonesia menunjuk Kristianus Liem sebagai kapten tim. Tim putra diwakili oleh Novendra Priasmoro (19 tahun/FM 2498), Sean Winshand Cuhendi (21 tahun/IM 2441), Azarya Jodi Setyaki (20 tahun/FM 2316), Pitra Andyka (33 tahun/FM 2274), dan Agus Muhamad Kurniawan (20 tahun/FM 2239). Sementara tim putri diwakili oleh Chelsie Monica Sihite (23 tahun/WIM 2244), Ummi Fisabillah (18 tahun/WFM 2227), Shanti Nur Abidah (17 tahun/WFM 1968), dan Samantha Edithso (10 tahun/1805). Kontingen Indonesia telah dilepas oleh ketua umum Pengurus Besar Persatuan Catur Indonesia (PB Percasi), Utut Adianto, pada Rabu (19/9). Pecatur termuda tim Indonesia, Samantha Edithso, pun amat bersemangat. Bocah berusia 10 tahun itu berambisi membawa Indonesia masuk 30 besar peringkat dunia. Ia mengaku membaca buku-buku catur untuk memperdalam teknik dan strateginya. Selain itu ia juga bertandang ke Malaysia, untuk berlatih dengan video trainer. “Meskipun usianya masih muda, Samantha akan bergabung dengan tim Indonesia yang turun di Olimpiade Catur, yang levelnya sudah senior. Dia berpotensi menjadi bintang besar dan kita gembira akan hal itu,” ujar Utut. Kebijakan Percasi mengirim pecatur muda ke Olimpiade yang melibatkan 187 negara itu semata-mata dilandasi oleh keinginan untuk membangun catur Indonesia ke arah lebih baik. Artinya Percasi ingin memberikan pembelajaran kepada para pecatur muda ini. Utut mengatakan dalam menghadapi olimpiade kali ini sejumlah nama pecatur top lainnya tak tampil di 43rd Wolrd Chess Olympiad. Mereka adalah GM Susanto Megaranto, IM Irne Kharisma Sukandar, dan WGM Medina Warda Aulia. Mereka absen, karena jadwal Olimpiade bentrok dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar 2018. “PB Percasi menekankan faktor pembinaan dengan memilih para pecatur mudia usia, yang berpotensi berkembang lebih lanjut. Mereka adalah pecatur muda yang baru berusia belasan tahun, kecuali Pitra Andyka, juara nasional 2013. Dia dipilih karena masih memilki potensi tinggi untuk maju,” katanya di Jakarta, Rabu (19/9). Selain partisipasi aktif dalam pergaulan catur dunia, PB Percasi juga menargetkan sejumlah pecatur muda, untuk menggenapkan norma persyaratan gelar Grand Master (GM), yakni tiga norma GM dan rating 2500. “Novendra, misalnya, hanya butuh satu norma GM lagi dan tambahan rating 2 poin saja. Juga, Sean Winshand Cuhendi, yang sudah meraih tiga norma GM dan tambahan rating 59 poin,” tegas Utut. Pada Olimpiade catur yang terakhir di Baku, Azerbaijan 2016 lalu, tim putra Indonesia berada di peringkat 52 dari 180 negara. Sementara tim putri berada di peringkat 63 dari 134 negara. “Target kami memperbaiki peringkat atau lebih baik dari dua tahun lalu,” tutur Sean. PB Percasi juga tak lupa mengucapkan terima kasih pada pihak sponsor yang membantu memberangkatkan tim catur Indonesia ke Batuni, Georgia. “Kepada pihak pemerintah Kempora dan swasta seperti PT Union, Sampoerna Triputra Persada (USTP), PT JAPFA dan Universitas Gunadarma,” ujar Utut. Sedangkan Direktur Corporate Affairs JAPFA, Rachmat Indrajaya mengatakan, dukungan penuh dilakukan pihak JAPFA, bagi atlet kebanggaan Indonesia mendapatkan hasil terbaik di Georgia. “Hampir dua dekade JAPFA bersinergi bersama PB Percasi menggali potensi pecatur muda Indonesia. Ini hal penting menyiapkan pecatur tangguh ke depannya. Mudah-mudahan di Batuni, pecatur Indonesia, putra dan putri bertanding semaksimal mungkin,” ucap Rachmat Indrajaya yang didampingi Chef de Mission (CdM) Tim, R. Arsanti Alif. (Adt)

Tergeser Ke Posisi Tiga Klasemen, Timnas Putri U-16 Tabung Peluang Lolos

Tergeser di posisi tiga klasemen Grup D dalam kualifikasi Piala Asia Putri U-16 2018, Timnas Putri U-16 (merah) menabung peluang lolos ke babak selanjutnya, dengan hasil dua kemenangan dan sekali kalah, dan meraih poin enam. (indosport.com)

Bhiskek- Timnas Putri U-16 masih menyimpan peluang lolos ke babak selanjutnya, dalam kualifikasi Piala Asia Putri U-16 2018. Tim Garuda Pertiwi remaja telah melewati tiga laga saat ini, di Kirgizstan. Dari tiga hasil tersebut, anak asuh Rully Nere berhasil meraih dua kemenangan dan satu kekalahan. Kemenangan pertama diraih Srikandi U-16, saat menekuk tim Palestina U-16 dengan skor 3-2, pada Sabtu (15/9) di Stadion Dolen Omurzakov, Bhiskek. Gol Timnas Putri U-16 dicetak oleh Febiana (8′), Furyzcha (10′), dan Firanda (58′). Pada laga kedua kontra tuan rumah, Kirgizstan U-16, akhirnya berkesudahan 3-0. Gol dikemas oleh Furyzcha (44′, 62) dan Firanda (55′) serta menjaga gawang clean sheet, pada Senin (17/9). Namun, Indonesia takluk 0-11 dari Australia U-16, di laga ketiga, pada Rabu (19/9). Toh Kekalahan itu, tak membuat peluang Safhira Ika Putri dan kolega di papan klasemen Grup D Piala Asia Putri U-16 2018 menipis. Saat ini, tim merah putih berada di ranking tiga, dengan koleksi enam poin. Mereka kalah selisih gol dari posisi pertama Australia U-16, dan Taiwan U-16 diperingkat kedua. Kedua tim itu sama-sama memiliki enam poin. Timnas masih menyisakan satu pertandingan lagi, yakni kontra Taiwan U-16, pada Jumat (21/9). Garuda Wanita bisa mengunci tiket lolos ke putaran kedua kualifikasi, dari jalur dua tim berperingkat kedua terbaik. Peluang makin lebar, andai Thailand, yang akan menjadi tuan rumah Piala AFC Women U-16 pada 2019, menyegel status juara grup, atau masuk menjadi salah satu, di antara dua tim runner-up berperingkat terbaik. (art) Klasemen Kualifikasi Putaran Pertama Piala Asia Putri U-16 2018 Grup D Stadion Dolen Omurzakov, Bhiskek, Kirgizstan No.        Tim           Main       Gol       Poin 1.   Australia U-16       2       22 : 0        6 2.   Taiwan U-16          2       10 : 1        6 3.   Indonesia U-16      3        6  : 13      6 4.   Kirgizstan U-16      2        1  :  5      0 5.   Palestina U-16       3        2  : 22      0

Enam Wakil Indonesia Ke Perempat Final China Open 2018, Gregoria Mariska Satu-satunya Tersisa di Tunggal Putri

Gregoria Mariska Tunjung menjadi salah satu wakil yang tersisa bagi Indonesia, melaju ke babak perempat final perempat final China Open 2018 BWF World Tour Super 1000, di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou. (Humas PBSI)

Changzhou- Indonesia sukses meloloskan 6 wakilnya melaju ke babak perempat final perempat final China Open 2018 BWF World Tour Super 1000. Sayangnya, sejumlah pilar andalan Merah Putih justru harus tumbang dan gagal melanjutkan kiprahnya, di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou. Hanya 6 dari 12 wakil Indonesia yang bertarung pada hari ini, sukses menggenggam tiket babak perempat final China Open 2018. Bahkan Indonesia menyisakan masing-masing satu wakil pada empat sektor. Hanya ganda putra yang menyisakan dua wakil yang keduanya bertarung satu sama lain untuk memperebutkan tiket semifinal. Dalam laga babak 16 besar pada Kamis (20/9), nasib sial diderita ganda campuran terbaik Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Duet unggulan ketiga ini dipermalukan duo Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino dalam laga rubber game, 12-21, 21-14 dan 12-21 dalam durasi 51 menit. Sementara itu sektor ganda putra menyumbang dua wakilnya ke fase delapan besar. Kevin Sanjaya/Marcus Gideon serta Ricky Karanda Suwardi/Angga Pratama terus menjaga asa untuk merebut gelar. Sedangkan di sektor tunggal, hanya Anthony Sinisuka Ginting dan Gregoria Mariska Tunjung menjadi wakil yang tersisa bagi Indonesia. “Saya terus mencoba untuk tak melakukan kesalahan sendiri. Rasa percaya diri di lapangan masih hilang muncul, karena terlalu memikirkan cara main. Padahal, saya harus berkonsentrasi dengan permainan yang saya jalani,” ujar Gregoria, usai menyingkirkan tunggal Amerika Serikat, Zhang Beiwen dengan skor 23-21 dan 22-20. Ia bakal menantang wakil Jepang, Nozomi Okuhara, unggulan delapan. Ini jadi kesempatan bagi dara kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah, 11 Agustus, 19 tahun silam itu untuk membalas kekalahan di pertemuan pertama ajang Asia Team Championship 2018. Ia kalah rubber game dari Juara Dunia 2017, dengan skor 5-21, 21-19, 21-15. (Adt) Hasil lengkap wakil Indonesia di babak 16 besar China Open 2018 Tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting [INA] vs Viktor Axelsen (1) [DEN] 21-18, 21-17 Ng Ka Long Angus (8) [HKG] vs Jonatan Christie [INA] 21-18, 21-16 Tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung [INA] vs Zhang Beiwen [USA] 23-21, 22-20 Ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (1) [INA] vs Tinn Isriyanet/Kittisak Namdash [THA] 21-13, 21-13 Ricky Karanda Suwardi/Angga Pratama [INA] vs Goh V Shem/Tan Wee Kiong [MAS] 21-14, 17-21, 21-19 Han Chengkai/Zhou Haodong [CHN] vs Berry Angriawan/Hardianto [INA] 8-21, 25-23, 24-22 Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (INA) vs Huang Kaixiang/Wang Yilyu (CHN) 11-21, 12-21 Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (INA) vs He Jiting/Tan Qiang (CHN) 17-21, 21-12, 17-21 Ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu (INA/4) vs Chang Ye-na/Jung Kyung-eun (KOR) 24-22, 21-18 Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (2) [JPN] vs Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta [INA] 19-21, 21-13, 21-13 Ganda campuran Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto [INA] vs Lu Kai/Chen Lu [CHN] 21-18, 21-19 Yuta Watanabe/Arisa Higashino [JPN] vs Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (3) [INA] 21-12, 14-21, 21-12

Setelah Liga 1 U-16 Berputar, Mulai 29 September LIB Segera Gulirkan Liga 1 U-19 2018

Persija Jakarta U-19 tergabung dalam Grup A dalam kompetisi Liga 1 U-19 2018, yang akan diikuti 18 tim. 18 tim tersebut ditetapkan ke dalam tiga grup, dan mulai kick-off pada Sabtu (29/9). (goal.com)

Jakarta- PT Liga Indonesia Baru (LIB) menetapkan pembagian grup untuk Liga 1 U-19 2018, yang akan diikuti 18 tim. 18 tim tersebut telah ditetapkan ke dalam tiga grup, dan kick-off pada Sabtu (29/9). Fase awal digelar dengan sistem home tournament, dengan tuan rumah Sriwijaya FC, Bali United, Persib Bandung dan Arema FC. Dua tim teratas dari tiap grup melaju ke delapan besar, serta dua peringkat tiga terbaik. Babak awal yang memakai sistem home tournament, akan melewati dua putaran, sementara saat memasuki fase delapan besar juga tetap menggunakan sistem home tournament, namun format pertandingan berlaku setengah kompetisi saja. Dua tim teratas babak delapan besar akan melakoni semi-final, yang diadakan mulai 15 Desember. Sementara laga final dihelat pada 18 Desember. Tiap tim diperbolehkan untuk mendaftarkan 30 pemain, plus pemain senior. Namun, ada regulasi khusus bagi pemain senior itu. Syaratnya, pemain senior itu harus tercatat masih berusia 20 tahun dan lahir pada 1998. “Dari kuota maksimal 30 pemain, klub bisa additional 5 pemain U-20. Syaratnya harus berusia 20 tahun dan lahir di sepanjang tahun 1998. Dan pemain itu pernah terdaftar di Liga 1 U-19 musim 2017,” kata Tigorshalom Boboy, CEO LIB. “Persyaratan kedua, pemain senior itu harus terdaftar pada kompetisi musim 2017. Pemain senior masih usia 20 tahun itu, juga boleh tampil di kompetisi U-19,” tutur Tigor, pada Kamis (20/9). Contoh pemain senior klub U-20 yang terdaftar pada Liga 1 U-19 2017 adalah duo Sriwijaya FC, Syahrian Abimanyu dan Samuel Christianson. Dua pemain itu pada musim lalu, memperkuat Persija Jakarta U-19 pada 2017. Sementara itu, Sriwijaya FC mendapat keuntungan pada fase awal, karena mereka akan menjadi tuan rumah untuk dua putaran penuh. “Keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan dari semua,” pungkas Tigor. (art) Liga 1 U-19 2018 Fase Awal 29 September Delapan Besar: 5 Desember Semi-Final: 15 Desember Final: 18 Desember. Pembagian Grup Liga 1 U-19 2018 Grup A Sriwijaya FC (tuan rumah) Persija Jakarta Bhayangkara FC PSIS Semarang PS TIRA PSMS Medan Grup B Bali United (tuan rumah putaran pertama) Persib Bandung (tuan rumah putaran kedua) Barito Putera Madura United Persebaya Surabaya Persela Lamongan Grup C Persipura Jayapura Perseru Serui Borneo FC Mitra Kukar Arema FC (tuan rumah putaran pertama) PSM Makassar *) Tuan rumah putaran kedua belum ditentukan  Sistem Kompetisi – Fase awal dimainkan home tournament, sebanyak dua putaran – Dua tim teratas tiap grup melaju ke delapan besar, didampingi dua peringkat tiga terbaik – Delapan besar dimainkan dengan sistem home tournament, satu putaran – Dua tim teratas dari masing-masing grup delapan besar melaju ke semi-final – Semi-final dimainkan home & away – Final netral venue Subsidi Kompetisi – Tuan rumah mendapat Rp200 juta dan wajib mengakomodasi transportasi kegiatan resmi tim lain – Tuan rumah home tournament wajib menyediakan dua stadion – Setiap tim yang bukan tuan rumah mendapat Rp150 juta Regulasi Pemain – Setiap tim maksimal mendaftarkan 30 pemain – Setiap tim diperbolehkan mendaftarkan lima pemain kelahiran 1 Januari 1998-31 Desember 1998 – Pemain dengan kategori di atas harus sudah terdaftar pada kompetisi Liga 1 U-19 musim sebelumnya Hadiah – Juara 1 Rp300 juta – Runner-up Rp200 juta – Ketiga Rp100 juta – Pemain Terbaik Rp50 juta – Topksorer Rp50 juta

PPLM Kirim 11 Mahasiswa ke Kejuaraan Dunia Sepak Takraw, Kemenpora: Jadi Peluang Unjuk Prestasi

Raden Isnanta, Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga, melepas kontingen sepak takraw ke kejuaraan dunia King's Cup, di Nakhon Ratchasima, Thailand, 23-30 September 2018. (Kemenpora)

Jakarta- Raden Isnanta, Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, melepas kontingen sepak takraw nasional untuk berlaga di Kejuaraan Dunia Sepak Takraw ke-33 King’s Cup, di Nakhon Ratchasima, Thailand, pada 23-30 September 2018. “Ini adalah peluang untuk menunjukkan prestasi di event bergengsi. Dan bermain di kasta pertama sepak takraw dengan performa terbaik. Pelatih silakan amati, ikuti rekam jejak para atlet secara total. Semoga menjadi pencatatan terbaik bagi tim pemandu bakat,” ujar Isnanta, di Gedung PPITKON, Senayan, Jakarta, Kamis (20/9). Menurutnya, sepak takraw bisa menjadi tontonan yang menarik dan berpeluang menjadi industri. Ia melanjutkan, nantinya atlet yang berstatus mahasiswa dan tak masuk Pelatnas, tetap diusahakan untuk diikutsertakan pada kejuaraan-kejuaraan sebagai program berjenjang. “Semua memiliki kesempatan bersama untuk berkembang. Selamat berlatih dan bertanding, jaga kekompakan,” tambah Isnanta. Sementara itu, Edi Suryanto, Kepala Bidang Pengelolaan PPLM, mengatakan tujuan para atlet mengikuti Kejuaraan Dunia Sepak Takraw di Thailand yakni untuk memberikan pengalaman bertanding di level internasional. Selain itu, lanjutnya, sebagai bahan evaluasi pelatihan atlet di Pusat Pendidikan dan Latihan Mahasiswa (PPLM). Di kejuaraan yang sama pada 2017 lalu, Indonesia berhasil meraih 1 medali perak melalui nomor putra beregu, dan merebut 1 medali perunggu lewat nomor putri beregu. “Kontingen terdiri dari 11 atlet PPLM Nasional, 17 atlet hasil seleksi Kejurnas (Kejuaraan Nasional) Piala Menpora 2018, yakni 16 atlet putra dan 3 pelatih, serta 12 atlet putri dan 3 pelatih, 1 meassure, 1 pelatih fisik, 1 orang medis, dan 1 ofisial, sehingga totalnya sekitar 38 orang,” ungkap Edi. Pada 2018 ini, tim sepak takraw PPLM Indonesia akan mengikuti 5 nomor yang dipertandingkan, yaitu nomor tim even (pa-pi), nomor quadrant (pa-pi), nomor regu even (pa-pi), nomor double even (pa-pi) dan hoop putra. Sedangkan, Asnawi Abdulrahman, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI), menyebut kejuaraan King’s Cup Thailand 2018 dijadikan sebagai ajang seleksi bagi para atlet untuk masuk Pelatnas SEA Games 2019. Selain itu, tambahnya, akan dipersiapkan Pelatnas jangka panjang untuk Asian Games XIX/2022. “Terima kasih kepada Kemenpora karena memberangkatkan kontingen terbesar sepak takraw nasional ke kejuaraan dunia. Ini adalah sejarah dan pertama kali,” tegasnya. “Jaga semangat, kebersamaan, kekeluargaan, satu rasa, satu kata, satu tujuan meraih prestasi di King’s Cup 2018. Walaupun mendadak, tapi harus tetap optimis memberikan kejutan prestasi,” tukas Asnawi. (Adt)

Atlet 19 Tahun Jumpa Unggulan Satu di Perempat Final, Choirunnisa: Pemain Jepang Ulet, Tak Mudah Menyerah

Pemain Pelatnas PBSI Cipayung, Choirunnisa, berjumpa dengan wakil Jepang unggulan satu Minatsu Mitani, di perempat final Indonesia Masters 2018, pada Jumat (21/9). (badmintonindonesia.org)

Jakarta- Choirunnisa, tunggal putri Indonesia itu sukses mengunci tiket perempat final Indonesia Masters 2018. Penghuni Pelatnas PBSI Cipayung itu berjumpa dengan unggulan satu asal Jepang, Minatsu Mitani, pada Jumat (21/9). Ia menilai jika lawan memiliki semangat juang yang tinggi dan tidak mudah menyerah. “Pemain Jepang terkenal ulet dan tidak mudah menyerah. Saya harus mengantisipasi itu. Lawan dia besok, optimis saja,” ujar Choirunnisa, di Gelanggang Olahraga (GOR) Sahabudin, Pangkalpinang, Kamis (20/9). “Saya nggak mau mikirin kalau dia unggulan satu dan lebih tinggi dari saya. Saya mau fokus dan maksimal dulu saja di pertandingan,” lanjutnya. Diakuinya, ia kerap menyaksikan lawannya tersebut berlaga, sehingga tahu kekurangan dan kelebihan yang dimiliki Mitani. “Saya sudah sering lihat dia bertanding. Jadi, sudah lumayan tahu kekurangan dan kelebihannya dia itu apa. Pastinya saya harus lebih siap lagi,” terang pemain asal PB Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat (Jabar) itu. Remaja putri berusia 19 tahun itu lolos ke perempat final usai memulangkan wakil Taiwan Chen Su Yu sekaligus unggulan tujuh, di babak kedua (16 besar), pada Kamis (20/9). Dalam duel rubber game, Nisa unggul dengan skor 21-10, 17-21, 21-10, dalam laga berdurasi 44 menit. “Di gim kedua saya sempat memimpin, tapi karena banyak salah sendiri, saya panik. Fokusnya hilang, dan mainnya jadi serba salah,” ungkapnya. Kendati begitu, ia tetap memuji penampilan Chen yang dinilainya piawai pada bola atas yang kencang. “Tapi saat dikasih bola netting, lawan sedikit lambat,” tukas ranking 223 dunia itu. (Adt)

Opening Ceremony Asian Para Games, INAPGOC Janjikan Tak Kalah Meriah Dari Asian Games 2018

Panitia Pelaksana Indonesia 2018 Asian Para Games (INAPGOC) menjanjikan acara opening ceremony pesta multievent terbesar bagi atlet penyandang disabilitas se-Asia, pada 6 Oktober, tak kalah meriah dengan Asian Games 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Event Asian Para Games 2018 tersisa dua pekan. Panitia Pelaksana Indonesia 2018 Asian Para Games (INAPGOC) menjanjikan acara opening ceremony pesta multievent terbesar bagi atlet penyandang disabilitas se-Asia, pada 6 Oktober mendatang, tak kalah meriah dengan Asian Games 2018. “Kami harus bisa menampilkan sesuatu yang dapat memberikan kesan positif dari penyelenggara sebelumnya, yakni Guangzhou (China/2010), dan Incheon (Korea Selatan/2014). Dan kami harus bisa lebih baik, jangan sampai ‘downgrade’dari penyelenggaraan sebelumnya,” ujar Raja Sapta Oktohari, di GBK Arena Senayan, Jakarta, Kamis (20/9). Okto, sapaan akrabnya, menjelaskan inti dari Asian Para Games 2018 adalah kemanusiaan yang adil dan beradab, serta persatuan Indonesia. “Ada banyak sekali pesan moral yang disampaikan saat opening ceremony pada 6 Oktober. Ini sekaligus menjadi momentum sejarah bagi bangsa Indoesia,” tambah pria kelahiran Jakarta, 42 tahun silam itu. Ia menambahkan konsep acara mengambil pesan dan nilai keberagaman bangsa Indonesia yang menjadi satu kesatuan. Lagu-lagu resmi Asian Para Games III akan dibawakan dalam upacara pembukaan, yaitu Song of Victory (Putri Ariani, Armand Maulana, Once, Vidi Aldiano, Maudy Ayunda, Regina Poetiray, Zara, Lesty Dangdut Academy). Kemudian Dream High (Sheryl Sheinafia & Claudia Fritska), Juara (Naura & Zizi), Manusia Kuat (Tulus, Andien, Tompi). Secara keseluruhan, dalam pertunjukan berdurasi dua jam ini juga akan menampilkan para penyandang disabilitas sebagai bagian penting dalam upacara pembukaan. “Kami juga akan menampilkan artis-artis yang memiliki kemampuan dan penampilan luar biasa yaitu saudara kami yang menyandang disabilitas karena bagaimana pun tokoh utama dalam acara ini adalah mereka. INAPGOC juga bekerja sama dengan Kementerian Sosial untuk menyediakan tiket upacara pembukaan bagi publik disabilitas,” jelasnya. Konsep opening ceremony, INAPGOC akan menghadirkan talent dan pelaku-pelaku kondang opening ceremony, seperti Jay Subiakto, Andi Rianto, Citra Subiakto, Tulus, hingga Armand Maulana. Berkaca pada antusiasme masyarakat untuk menyaksikan langsung opening, pertandingan, hingga closing ceremony, INAPGOC resmi menggandeng loket.com. “Belajar dari Asian Games lalu, menjadi bahan evaluasi serta referensi, sehingga kami menggandeng patner yakni loket.com untuk menjual dan mendistribusikan tiket Asian Para Games 2018, baik untuk opening, maupun venue event, masuk ke kawasan GBK (Gelora Bung Karno), hingga closing ceremony,” terang putra dari Oesman Sapta Odang itu. Ia menambahkan nantinya sebanyak 70 persen tiket dilakukan dengan penjualan online, dan 30 persen secara offline. Namun, mantan Ketua Umum HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) periode 2011-214 itu belum bisa memastikan, dimana saja titik-titik untuk pembelian tiket. “Tiket mulai hari ini, Kamis (20/9) pukul 18.00 WIB, sudah resmi dijual di loket.com. Hari ini, khusus untuk tiket opening ceremony, sedangkan untuk tiket pertandingan kemungkinan akan mulai dijual besok (Jumat, 21/9),” terang pria yang menjabat Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) bidang kepemudaan 2015-2020 ini. Sedangkan, untuk harga tiket pembukaan Asian Para Games 2018, Okto menyebut bervariasi. “Untuk tike harganya mulai dari Rp 500.000, Rp 750.000, Rp 1.500.000, hingga Rp 2.500.000,” pungkasnya. (Adt)

Bukukan Rekor Fantastis, Australia Cetak Skor 11-0 Kali Kedua Kontra Timnas Putri U-16

Timnas Putri U-16 (merah) harus mengakui ketangguhan Australia dengan skor telak 0-11, dalam laga ketiga babak kualifikasi Piala Asia U-16 Putri, di Stadion Dolon Omurkazov, Kirgizstan, pada Rabu (19/9). (istimewa)

Bishkek- Timnas Putri U-16 mengalami kekalahan telak pada matchday ketiga penyisihan Grup D putaran pertama kualifikasi Piala Asia U-16 2019. Bermain di Stadion Dolon Omurkazov, Kirgizstan, pada Rabu (19/9), Tim Garuda Pertiwi Muda menyerah 0-11 dari Australia. Sebagai catatan, ini kali kedua, dara Australia U-16 mencetak skor sama dengan torehan fantasits. Pada laga perdana, tim berjersey kuning ini, menenggelamkan tim Palestina 11 gol tanpa balas, pada Senin (17/9), di Stadion Dolon Omurkazov, Kirgizstan. Young Girls Socceroos U-16 mulai membuka keran gol menit kelima melalui Nia Stamatopoulos. Disusul gol Georgia Beaumont enam menit kemudian. Setelah itu gol-gol lawan seolah mengalir deras ke gawang Timnas putri Indonesia U-16 kawalan kiper Adinda. Nia mencatatkan hattrick dengan tiga golnya, menyusul gol menit kelima, ia mencetak dua gol lagi. Georgio juga menambah satu lagi gol, sehingga total ia menjaringkan dua gol pada laga ini. Kekalahan telak ini membuat Srikandi merah putih U-16 gagal mempertahankan puncak klasemen Grup D. Tiga pemain Australia lain yang mencatatkan namanya di papan skor adalah Isabella Wallhead (2 gol), Alana Jancevski (1 gol), dan Anna Hunt (3 gol). Tim asuhan Rully Nere ini kini turun ke posisi runner-up dengan enam poin hasil tiga laga, dengan mencetak enam gol namun kebobolan 13 gol. Australia untuk sementara berhasil naik ke puncak klasemen sementara dengan poin enam dari dua pertandingan, melesakkan 22 gol tanpa kebobolan. Garuda Pertiwi Muda masih memiliki peluang lolos ke putaran kedua kualifikasi mengambil jatah, sebagai dua tim berperingkat kedua terbaik. Peluang makin terbuka andai Thailand, yang menjadi tuan rumah Piala AFC Putri U-16 pada 2019, menjadi juara grup atau masuk satu sebagai dua tim runner-up berperingkat terbaik. Shafira Ika Putri dan koleha masih menyisakan satu pertandingan lagi, yakni kontra Taiwan, pada Jumat (21/9). Partai itu jadi duel terakhir di putaran pertama kualifikasi Piala AFC U-19 2019. Hanya kemenangan yang membuka peluang lolos ke putaran kedua kualifikasi. Enam tim juara grup serta dua tim runner-up terbaik, berhak tampil di putaran kedua kualifikasi Piala AFC U-19 2019 yang digulirkan mulai pekan terakhir Februari 2019. (art)

Kejurnas Panjat Tebing KU 2018 di Inhu Riau Siap Dihelat, Ratusan Peserta Bersaing Rebutkan 90 Medali

Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XII 2018 diikuti ratusan peserta akan memperebutkan 90 medali dari 30 spesifikasi nomor yang dipertandingkan, di Indragiri Hulu (Inhu), Riau, 22-29 September. (FPTI)

Jakarta- Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XII 2018, siap dihelat di Pematang Reba, Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, pada 22-29 September mendatang. Yudhi, Ketua Harian Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Pengurus Provinsi (Pengprov) Riau, mengatakan sudah ada sekitar 300 peserta yang mendaftar, dan berasal dari 28 propinsi se-Indonesia. “Ada 30 spesifikasi nomor yang dipertandingkan. Speed, lead, boulder, combine untuk junior, youth, dan kids,” ujar Yudhi, yang juga menjabat Sekretaris Panitia Kejurnas KU, dalam rilis yang diterima redaksi nysnmedia.com, Rabu (19/9). Pada Kejurnas KU tersebut, usia untuk kategori junior adalah 18-19 tahun, youth A: 16-17 tahun, youth B: 14-15 tahun. Kemudian untuk kategori kids yakni youth C: 12-13 tahun dan youth 10-11 tahun. Yudhi menambahkan untuk nomor combine hanya akan dipertandingkan di kategori junior dan youth A. Sedangkan youth C dan youth D hanya akan bertanding di nomor speed classic dan lead. Sehingga total ada 90 medali yang diperebutkan. “Para peserta wajib mengikuti technical meeting yang akan digelar pada Sabtu (22/9), pukul 16.00 WIB. Dan, saat ini lokasi lomba sudah siap digunakan. Para pembuat jalur juga sudah menuju ke lokasi dan segera mempersiapkan jalur pemanjatan,” ungkapnya. Sementara itu, Rudy Fitriyano, Kepala Bidang Kompetisi PP FPTI, mengimbau pada masyarakat turut serta meramaikan pesta olahraga tersebut. Sebab, menurutnya, selain pertandingan juga akan ada festival kuliner di lokasi. “Bagi seluruh masyarakat khususnya yang berada di Riau, mari saksikan Kejurnas Kelompok Umur. Karena selain bisa nonton perlombaan, masyarakat juga bisa melakukan pesta kuliner,” tukas Rudy yang juga Technical Delegate (TD) Kejurnas KU itu. (Adt)