Gelar Kadispora Cup 2018, Turnamen Basket SMA Tingkat Nasional Yang Jadi Seleksi Atlet Pra PON Bali

Sebanyak 18 Tim Putra-Putri tampil dalam Turnamen Basket SMA tingkat Nasional, dengan titel Kadispora Cup 2018. Turnamen ini digelar di GOR Ngurah Rai, Denpasar, mulai 22-28 Oktober dan memperebutkan Piala Kadispora. (republika.co.id)

Denpasar- Bali sejak lama dikenal sebagai lumbung pemain basket top Indonesia. Cokorda bersaudara, I Made Lolik Sudiadnyana, dan Riko Hantono menjadi nama pebasket kebanggaan Tanah Air pada masanya. Dan untuk melestarikan tradisi tersebut, Bali kini menggelar Kadispora Cup 2018. Sebanyak 18 Tim SMA Putra-Putri akan berlaga di kejuaraan bola basket SMA tingkat Nasional itu. Turnamen ini akan digelar di GOR Ngurah Rai, Denpasar, mulai 22-28 Oktober dan memperebutkan Piala Kadispora. Hajatan yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bali dan menggandeng All Star Winners (ASW) sebagai mitra. Turnamen ini diharapkan mencetak bibit-bibit pebasket baru khususnya di Provinsi Bali. “Prestasi diasah dari kompetisi yang berjalan dengan baik dan konsisten. Kejuaraaan ini akan kami jadikan sebagai ajang seleksi pemain Pra PON Bali. Mereka nantinya adalah penerus kami di generasi selanjutnya,” ucap Cokorda Satrya Wibawa, selaku ketua panitia dalam rilis kepada media. Tidak hanya peserta asal Bali, event ini ternyata juga diminati sekolah dari luar Bali, seperti SMK 1 Bina Bakti Bandung dan SMA Kesuma Mataram (putra) dan tim putri SKO Ragunan Jakarta. “Kepada seluruh peserta saya ucapkan selamat bertanding. Silakan berkompetisi namun tetap menjaga sportivitas dan persaudaraan. ASW dan Dispora Bali ingin melihat dan mencetak Cokorda Bersaudara, Lolik, Riko Hantono yang baru agar nama Bali tetap disegani di Indonesia,” ujar Ali Santoso Wibowo, mantan pebasket Bali era 90an. Pelatih SMA Negeri 1 Denpasar, IGN Rusta Wijaya, menyambut baik diadakannya Kadispora Cup 2018. Eks pebasket Pelita Jaya yang membawa timnya juara back to back DBL tersebut merasa kompetisi harus digelar secara rutin. “Semoga turnamen ini menjadi agenda tahunan. Harapan kita semua, turnamen yang pertama ini bisa sukses dan menjadi salah satu turnamen yang bergengsi di Pulau Bali”, ujar Rusta. Panitia Kadispora Bali juga berencana mempertandingkan eksebisi basket antar sekolah dasar, yang diikuti oleh empat SD antara lain SD Cipta Dharma, SD Saraswati 2, SD Saraswati 3, SD Bali Public School. Selain itu juga akan ada hadiah bagi suporter SMA terbaik selama ajang Kadispora 2018 berlangsung. (Adt)

Bukti Keangkeran Denmark Terbuka 2018, Juara Di Semua Nomor Berstatus Rangking 1 Dunia

Duet berstatus rangking satu dunia, yakni Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjadi kampiun di kejuaraan Bulutangkis Denmark Open 2018 BWF World Tour Super 750, setelah di final menang mudah atas wakil Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda 21-15 dan 21-16, di Odense Sport Park, pada Minggu (21/10). (Badzine.net)

Odense– Odense Sport Park, venue Denmark Terbuka, memang sangat angker bagi pebulutangkis level dunia. Buktinya semua yang juara di kejuaraan Bulutangkis Denmark Open 2018 BWF World Tour Super 750, hanyalah pebulutangkis pemegang rangking 1 dunia. Juara tunggal putra Denmark Terbuka, merupakan juara dunia pemegang rangking 1 BWF, yaitu Kento Momota. Di partai final, pebulutangkis asal Jepang ini, mengalahkan pemegang rangking 4 dunia asal Taiwan, Chou Tien Chen, dalam pertarungan ketat rubber game, 22-20, 16-21 dan 21-15 selama 77 menit. Juara di tunggal putri juga dipegang rangking satu dunia, yakni Tai Tzu Ying. Pebulutangkis asal Taiwan ini menjuarai Denmark Terbuka, setelah di final mengalahkan pemain India, Saina Nehwal. Dalam pertandingan tiga gim itu, akhirnya Tzu Ying menang dengan poin akhir 21-13, 13-21 dan 21-6. Hal yang sama juga terjadi di ganda putra. Pasangan yang menjuarai kategori ini juga berstatus rangking satu dunia, yakni Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Kevin/Marcus mengunci gelar Denmark Terbuka, setelah di final menang mudah atas wakil Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda 21-15 dan 21-16. Sedangkan di dobel putri, pasangan rangking satu dunia, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota juga unggul dari duet senegaranya, Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto dalam dua gim dengan poin 21-19 dan 21-16. Dan di ganda campuran, pemegang rangking 1 dunia di kategori ini juga naik podium juara, yakni pasangan China, Zheng Siwei/Huang Yaqiong. Mereka merebut juara, setelah mengalahkan pasangan Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai, dua gim dengan poin 21-16 dan 21-13. (Adt)

Sepeda Nusantara 2018 Etape Manakarra, Cetak Generasi Emas Olahraga Mamuju

Sepeda Nusantara 2018 etape Manakarra, Mamuju, Sulawesi Barat, yang dilepas Irwan Satya Pababari (Wakil Bupati Mamuju), diharapkan bisa mencetak generasi emas olahraga di Kota Mamuju. (istimewa)

Mamuju- Anjungan Pantai Manakarra, Mamuju, Sulawesi Barat, dipenuhi ribuan orang. Mereka adalah peserta yang melakukan senam ria disela event Sepeda Nusantara 2018, pada Minggu (21/10). Sepeda Nusantara merupakan salah satu program andalan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), di bawah komando Imam Nahrawi (Menteri Pemuda dan Olahraga). Memulai start di depan Monumen Gong Perdamaian, Kota Mamuju, ribuan peserta larut dalam kemeriahan Sepeda Nusantara 2018 etape Manakarra, yang dilepas Irwan Satya Putra Pababari (Wakil Bupati Mamuju), bersama Abdul Rafur (Asisten Deputi Organisasi Kepemudaan dan Pengawasan Kepramukaan Kemenpora), dengan menempuh jarak sepanjang 10 km melintasi Kota Mamuju. Dalam event itu, semua kalangan, baik anak-anak, remaja, hingga orang tua, memenuhi tiap sudut jalan di Kota yang menjadi jembatan ekonomi maupun budaya diantara Kota Palu (Sulawesi Tengah) dan Makassar (Sulawesi Selatan) itu. Seluruh peserta berbaur bersama dengan Wakil Bupati, dan perwakilan Kemenpora, serta Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), maupun pejabat Muspida Mamuju. Hingga garis finish, para peserta tetap semangat meski panas matahari menyengat. “Kami mengapresiasi kegiatan Sepeda Nusantara dari Kemenpora dengan program andalannya ‘Ayo Olahraga’. Melalui kegiatan ini, kita bisa bertemu, bersilaturahmi melalui olahraga sepeda,” ujar Irwan. “Sepeda Nusantara ini merupakan gerakan masyarakat untuk hidup sehat,” lanjutnya. Ia menyebut sekitar 1500 peserta yang mendaftar bukan hanya dari Mamuju, namun ada yang berasal dari luar daerah. Menurutnya, antusias peserta terjadi karena olahraga sepeda ini terbilang murah, dan hampir semua masyarakat Mamuju memiliki sepeda, terlebih masyarakat Mamuju juga gemar berolahraga. “Gabungan ini diharapkan akan membuat generasi Mamuju makin sehat dan menjelma menjadi generasi emas olahraga Mamuju. Untuk itulah, kami berharap kegiatan ini bisa berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Dukungan dari pemerintah pusat, khususnya Kemenpora tetap kami nantikan,” ungkapnya. Irwan menjelaskan Mamuju terus membenahi sarana dan prasarana olahraga yang ada. Dan, dengan adanya Sepeda Nusantara ini pembenahan itu bisa makin digalakkan. Apalagi, tambah Irwan, bila pemerintah pusat memberikan perhatian dan dukungan, sehingga ada pemerataan sarana olahraga di seluruh daerah. Sementara itu, Rafur mengatakan jika kegiatan bersepeda melalui Sepeda Nusantara ini merupakan kebiasaan yang baik di masyarakat. “Dulu ada slogan, Memasyarakatkan Olahraga dan Mengolahragakan Masyaakat, maka kini Kemenpora memantapkannya dengan tagline ‘Ayo Olahraga’. Masyarakat di seluruh Tanah Air perlu terus berolahraga untuk tetap sehat dan meningkatkan prestasi Indonesia di tingkat internasional,” ungkap Rafur. “Kita baru saja sukses penyelenggaraan dan prestasi di Asian Games XVIII dan Asian Para Games III. Bukan saja harus dipertahankan, namun perlu ditingkatkan. Mamuju diharapkan bisa melahirkan atlet dengan prestasi nasional dan internasional,” kata Abdul Rafur. Disisi lain, ia menyoroti bahwa dengan olahraga sepeda ini masyarakat bisa makin bergairah berolahraga dan beraktifitas. Rafur berharap suatu hari nanti ada Hari Wajib Sepeda di Mamuju. “Jadi melalui Sepeda Nusantara dengan tagline ‘Ayo Olahraga’ dari Kemenpora ini diharapkan masyarakat Mamuju makin semangat berolahraga,” tegas Rafur. (Adt)

Choirunnisa, Pebulutangkis 19 Tahun, Meraih Gelar Juara di Singapore International Series 2018

Choirunnisa berharap bisa tampil konsisten di level yang lebih tinggi usai meraih gelar juara Singapore International Series 2018, pada Minggu (21/10). (PBSI)

Jakarta – Choirunnisa, tunggal putri besutan PB Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat itu, sukses meraih gelar juara di kejuaraan bulutangkis Singapore International Series 2018, pada Minggu (21/10). Remaja kelahiran 31 Agustus 1999 itu, berharap bisa tampil konsisten di level yang lebih tinggi. Melakoni laga puncak di Singapore Badminton Hall, Choirunnisa, yang menempati unggulan tujuh, berhasil mengalahkah rekan senegara Aurum Oktavia Winata, dalam tempo 28 menit, dengan skor 21-14, 21-15. Usai laga, penghuni ranking 99 dunia itu, Choirunnisa mengaku bersyukur dengan pencapaian gemilang yang diraihnya pada kejuaraan bulutangkis yang berhadiah total 10.000 dollar Amerika Serikat (AS) itu. “Alhamdulillah, lawan juga teman sendiri, mungkin Aurum sudah tahu permainan saya. Cuma mungkin dia kurang sabar saja, dan banyak melakukan kesalahan sendiri,” ujar Choirunnisa. “Semoga saya bisa terus konsisten di level yang lebih tinggi lagi,” lanjut pemain berusia 19 tahun itu. Selain Choirunnisa, Indonesia juga membawa pulang gelar tunggal putra melalui Krishna Adi Nogroho (4). Ia menghadirkan kejutan dengan menyingkirkan unggulan satu asal Hongkong Lee Cheuk Yiu, straight game, 21-12, 21-12, dalam tempo 30 menit. Sementara itu, tiga gelar lainnya, yakni di ganda putra dan putri, serta campuran berhasil dibawa pulang Hongkong. Ganda Chung Yonny/Tam Chun Hei (3) mengalahkan wakil tuan rumah Danny Bawa Chrisnanta (1), rubber game, dengan skor 13-21, 21-18, 21-19, dengan menghabiskan waktu 45 menit. Kemudian, duet Ng Tsz Yau/Yuen Sin Ying (2) berhasil menumbangkan rekan senegaranya Ng Wing Yung/Yeung Nga Ting (1), pada duel berdurasi 31 menit, straight game, dengan skor 21-17, 21-17. Sedangkan dobel campuran Yeung Ming Nok/Ng Tsz Yau mampu meredam perlawanan pasangan Indonesia Adnan Maulana/Masita Mahmudin, rubber game, dengan skor 19-21, 21-7, 21-18, yang memakan waktu 44 menit. (Adt)

Tuntaskan Laga Selama 162 Menit Dengan PB Exist Jakarta, PB Djarum Kudus Putra U-19 Rebut Juara Piala Liem Swie King Superliga Junior 2018

PB Djarum Kudus Putra U-19 merebut juara Piala Liem Swie King Superliga Junior 2018, usai mengalahkan PB Exist Jakarta, dengan skor 3-1. (PB Djarum)

Magelang – Tim putra U-19 PB Djarum Kudus memastikan merebut gelar juara Piala Liem Swie King pada kejuaraan bulutangkis Superliga Junior 2018, usai menuntaskan laga selama 162 menit dengan PB Exist Jakarta, dengan skor 3-1, di Gelanggang Olahraga (GOR) Bulutangkis Djarum, Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu (21/10). Di laga puncak, tunggal pertama PB Djarum Kudus, Alberto Alfin Yulianto, gagal menyumbang poin bagi tim-nya. Ia takluk ditangan Yonathan Ramlie, dua gim langsung, pada pertarungan yang menghabiskan waktu selama 57 menit, dengan skor 14-21, 18-21. Akibatnya, PB Exist memimpin 1-0. Beruntung, di partai kedua, duet PB Djarum Kudus Daniel Marthin/Leo Rollycarnando berhasil membuat kedudukan imbang 1-1. Mereka sukses menghentikan perlawanan Caesar Bagus Sadewo/Dejan Ferdinansyah, straight game, dengan skor 21-19, 21-13, dalam tempo 32 menit. PB Djarum Kudus melalui tunggal kedua Syabda Perkasa Belawan, mampu membuat PB Exist cemas. Turun di partai ketiga, Syabda tak memberikan kesempatan pada Iqbal Aji Tri Pamungkas bisa bernafas lega dengan meraih kemenangan dua gim langsung, dengan skor 21-13, 21-11, pada duel berdurasi 43 menit. PB Djarum unggul 2-1. Dobel PB Djarum Kudus Pramudya Kusumawardana/Rehan Naufal Kusharjanto, akhirnya sukses mengunci kemenangan atas PB Exist Jakarta menjadi 3-1. Bertanding di partai keempat, mereka hanya butuh waktu 30 menit untuk membuat timnya bersorak bahagia usai memenangi duel atas Arya Adi Saputra/Muhammad Yusuf Maulana, straight game, dengan skor 21-9, 21-13. “Tentunya senang sekali bisa menjadi penentu kemenangan kali ini bagi PB Djarum. Ini merupakan yang kedua kalinya bagi saya, setelah tahun lalu juga membela PB Djarum hingga juara. Senang sekali pokoknya rasanya bisa mempertahankan gelar,” ujar Rehan dengan rona bahagia. “Arti kemenangan kali ini bagi saya sendiri sangat berharga. Karena ini terakhir kalinya bagi saya untuk membela PB Djarum di Superliga Junior. Semoga PB Djarum bisa terus Berjaya kedepannya di turnamen ini,” lanjut Rehan. Kemenangan itu membuat tim putra U-19 PB berhak membawa pulang gelar juara Piala Liem Swie King, sedangkan PB Exist harus puas menjadi runner-up. Sayang, tim putri U-19 PB Djarum Kudus yang memainkan laga lebih dahulu, harus menelan pil pahit. Akibatnya, mereka gagal membawa pulang Piala Susy Susanti, setelah di laga puncak melawan PB Exist Jakarta, tim yang bermarkas di Kota Kudus itu menyerah dengan kedudukan tipis 2-3. Kemenangan PB Djarum Kudus disumbang dari dua ganda utama, yakni Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto yang berhasil mengandaskan perlawanan Nita Violina Marwah/Putri Syaikah Ulima Hidayat, rubber game, dengan skor 14-21, 21-17, 21-18, dalam tempo 77 menit. Dan, pasangan Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang menumbangkan Melani Mamahit/Nur Aisyah, straight game, dengan skor 21-17, 21-11, dengan waktu 43 menit. Sedangkan PB Exist Jakarta tampil perkasa melalui wakilnya di nomor tunggal. Pertama lewat Putri Kusuma Wardani yang mampu menyingkirkan Desima Aqmar Syarafina, straight game, dalam tempo 39 menit, dengan skor 21-8, 21-15. Hasil positif juga dicetak tunggal kedua Yasnita Enggira Setiawan. Ia menaklukan Savira Sandradewi, dua gim langsung, dengan skor 21-15, 21-17, yang memakan waktu 46 menit. Akhirnya, Hana Sri Najilah, yang menjadi tunggal ketiga menunaikan tugasnya dengan sempurna. Sebagai penentu, ia sukses melumat Virginia Sarce Runtukahu, pada duel ketat selama 45 menit, dengan skor 21-19, 21-19. Fadia mengaku sedih dengan kekalahan timnya di ajang Superliga Junior 2018 kontra PB Exist Jakarta. “Tentunya sedih karena belum berhasil juga juara. Ditambah lagi ini menjadi yang terakhir kalinya bagi saya bermain di Superliga Junior kali ini,” ujar Fadia yang tak mampu menutupi kesedihannya. “Karena tahun depan saya sudah naik ke level dewasa. Tapi, saya tetap bangga dengan hasil ini, karena bagaimana pun seluruh tim sudah berusaha menampilkan seluruh kemampuannya,” lanjutnya. “Semoga tahun depan meskipun saya sudah tidak main lagi, saya berharap junior-junior saya bisa merebut piala Susy Susanti,” tukas pemain kelahiran Bogor, Jawa Barat, 16 November 2000 itu. (Adt)

Tim Ayu Pusaka Indonesia Raih ‘Best of The Best’ Jakarta Pencak Silat Championship (JKTC) 2018, Pembinaan Pencak Silat Usia Dini Tak Putus

Tim pencak silat Ayu Pusaka Indonesia sukses meraih gelar ‘Best of The Best’, di ajang Jakarta Pencak Silat Championship (JKTC) ke-10, di Gelanggang Olahraga (GOR) POPKI Cibubur, Jakarta Timur, pada 20-21 Oktober 2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim pencak silat Ayu Pusaka Indonesia sukses meraih gelar ‘Best of The Best’, di ajang Jakarta Pencak Silat Championship (JKTC) ke-10, di Gelanggang Olahraga (GOR) POPKI Cibubur, Jakarta Timur, pada 20-21 Oktober 2018. Sedangkan Perguruan Silat Nasional Perisai Putih (PSN PP) Jakarta Timur menempati peringkat kedua, diikuti tim pencak silat Prisai Sakti Mataram, yang berada di posisi ketiga. Sebanyak 2.345 atlet ikut serta, dalam kejuaraan yang bergulir dua kali dalam setahun ini. JKTC yang dimulai sejak 2013, bertujuan untuk memasyarakatkan olahraga pencak silat. Mereka ingin olahraga yang tumbuh berkat budaya Indonesia ini terus menghasilkan bibit-bibit potensial. Sistem pertandingan pun berbeda dengan biasanya. Tiap kelas diatur dengan mengukur tinggi badan, usia, dan tingkat pendidikan, serta terdiri dua hingga empat peserta. Paiman, Kepala Sub Bidang (Kasubid) Manajemen Industri Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), menilai event ini sangat luar biasa. Pihaknya tak menduga jumlah peserta mencapai 2.000 atlet muda. “Dampak Asian Games 2018, cabang pencak silat berhasil menjadi juara umum, membuat respon pesilat mengikuti event ini sangat tinggi. Usai Asian Games 2018, event ini harus terus diselenggarakan,” ujar Paiman disela pemberian trophy Jakarta Pencak Silat Championship (JKTC), di GOR POPKI Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (21/10). Ia menilai ajang ini memberikan banyak manfaat bagi para peserta, selain menambah pengalaman, juga dapat mengasah mental tanding, dan mereka yang ikut berkompetisi merupakan bibit muda potensial. Artinya, dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan, maka Indonesia tak akan kekurangan bibit muda di cabang olahraga pencak silat “Kami harap para peserta bisa mengambil pelajaran, pengalaman, dan mengasah mental tanding dengan mengikuti berbagai event yang digelar, salah satunya Jakarta Pencak Silat Championship. Karena mereka adalah penerus atlet-atlet senior yang berada di Pelatnas,” tegas Paiman. Sementara itu, Iskandar, Ketua Pelaksana JKTC 2018, menyebut pihaknya mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah, melalui Asisten Deputi Industri dan Promosi Olahraga, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, serta dukungan dari BUMN (Badan Usaha Milik Negara), sehingga event ini dapat berlangsung dengan semarak. “Alhamdulillah, event ini bisa terselenggara dengan baik. Animo peserta juga sangat tinggi, yang pada penyelenggaraan sebelumnya mencapai 1500, tapi saat ini peserta meningkat menjadi 2300 orang, ini memberikan dampak positif, baik dari segi kuantitas maupun kualitas,” terang Iskandar. Ia berharap event ini bisa dijadikan jenjang pesilat untuk bisa beprestasi di tingkat nasional dan internasional. “Jenjang prestasi bisa terukur mulai dari PON (Pekan Olahraga Nasional), SEA Games, Asian Games, dan kami juga berharap pencak silat bisa menjadi cabang eksibisi di Olimpiade 2020, Tokyo, Jepang,” pungkasnya. (Adt)

Lewati Drama 11 Gol, Timnas U-19 Takluk Dari Qatar Dan Cemas Menuju Laga Berikutnya

Usai takluk 5-6 dari Timnas U-19 Qatar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (21/10), ternyata peluang Witan Sulaiman (8/putih) dan kolega untuk lolos dari fase grup Piala Asia U-19 2018, masih besar. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 kalah 5-6 dari Timnas U-19 Qatar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (21/10). Gol Qatar dicetak Hashim Ali (menit 11, 51′), Abdulrasheed Umaru (14′, 41′, 56′), Mohammed Waad (24′). Indonesia membalas lewat Luthfi Kamal (28′), Rivaldo Ferre (65′, 73′, 80′), Saddil Ramdhani (69′). Hasil ini membuat posisi pasukan Indra Sjafri di klasemen grup A Piala Asia U-19 2018, turun ke posisi ketiga dengan koleksi 3 poin. Garuda Nusantara kalah head to head dari Qatar di posisi kedua, walau mengoleksi poin yang sama. Peluang untuk meraih satu dari dua tiket ke perempat final masih ada, meski tidak mudah. Setelah pertandingan, Indra mengakui ada kesalahan yang dilakukan para pemain karena faktor psikologis. “Ada masalah psikologis, seolah anak-anak ingin memenangkan pertandingan lebih cepat. Itu yang membuat terjadi kesalahan. Ada gol cepat di bawah 10 meni, dan ada tiga gol yang terjadi dalam 23 menit,” ujar tegas Indra. Sementara, asisten pelatih Qatar U-19, Lino Godinho menyebut kemenangan melawan Timnas Indonesia memiliki arti yang penting. Kemenangan ini membuat asa Qatar untuk bisa melaju ke babak berikutnya masih terbuka. “Pertandingan ini adalah laga yang sangat penting bagi kami dan sangat penting untuk kami menangkan. Kami menunjukkan dengan jumlah gol yang kami cetak. Selain itu, pemain datang dengan niat yang sangat tinggi,” ucap Lino. Pada pertandingan terakhir, Qatar akan menghadapi Taiwan, di Stadion Pakansari, Rabu (24/10). Lihat foto-foto pertandingan Indonesia vs Qatar Disini Sedangkan Egy Maulana Vikri harus menghadapi pemuncak klasemen Uni Emirat Arab (UEA), di pertemuan pamungkas. Padahal Indonesia membutuhkan hasil sempurna guna menjaga peluang lolos dari fase grup. Ada beberapa situasi yang membuat Indonesia bisa lolos. Pertama, jika Qatar tumbang dari Taiwan, Indonesia hanya perlu imbang dengan UEA. Dengan hasil itu, klasemennya adalah UEA (7 poin), Indonesia (4), Taiwan (3), Qatar (3). Kedua, jika Qatar dan Taiwan bermain seri, Indonesia harus meraih kemenangan karena hasil imbang akan membuat mereka kalah head to head dari Qatar. Jika terwujud, Indonesia (6 poin) memimpin klasemen, disusul UEA (6), Qatar (4), Taiwan (1). Ketiga, jika Qatar menang, Indonesia harus menang. Maka, UEA, Qatar, dan Indonesia sama-sama mengoleksi 6 poin. Klasemen akan ditentukan oleh selisih gol, di antara ketiga tim. Dua tim dengan agregat terbaik akan lolos ke perempat final. UEA memimpin sementara klasemen Grup A Piala Asia U-19 2018, usai dua laga yang dijalani. UEA meraih kemenangan besar dan kedua mereka di fase grup, paska melibas Taiwan dengan skor 8-1, dalam partai yang digelar pada Minggu (21/10) sore. (Art)

Indonesia Kampiun Kategori Speed di China, Aspar Jaelolo dan Aries Susanti Rahayu Sandingkan Gelar Juara Dunia

Aries Susanti Rahayu meluapkan kegembiraannya usai merebut gelar juara dunia dalam kategori women’s speed, di ajang IFSC Climbing World Cup, di Wujiang, China, pada 20-21 Oktober 2018. (FPTI)

Wujiang- Prestasi gemilang ditorehkan dua atlet panjat tebing andalan Indonesia, di ajang IFSC Climbing World Cup, di Wujiang, China, pada 20-21 Oktober 2018. Aspar Jaelolo dan Aries Susanti Rahayu, berhasil menyandingkan gelar juara dunia kategori speed di Negeri Tirai Bambu itu. Torehan ini menunjukkan kelas dua atlet panjat tebing Merah Putih itu sebagai pemain elit dunia, sebab world cup merupakan kejuaraan tertinggi di sport climbing. Aspar menunjukkan kelasnya sebagai juara dunia setelah merebut posisi pertama kategori men’s speed. Pria kelahiran Wani, Sulawesi Tengah, 24 Januari 1988 itu, mengalahkan atlet asal Italia Ludovico Fossali. Ia mencatatkan waktu 5,810 detik, sedangkan Fossali 5,940 detik. Dan, posisi ketiga diduduki pemanjat asal Iran, Reza Alipourshena. Aspar mengaku bahagia dengan prestasi yang diraihnya kali ini. “Saya hanya ingin mengatakan bahwa selama masih punya mimpi, maka masih ada waktu untuk membuktikan. Meski saya sering dianggap spesialis perak, namun saya tidak pernah menghapus mimpi saya untuk jadi nomor satu. Dan, hari ini saya buktikan. Terima kasih, ini untuk Indonesia,” ujar Aspar, di Wujiang, pada Minggu (21/10). Sementara, Aries meraih medali emas kategori women’s speed setelah mengalahkan atlet Prancis Anouck Jaubert. Di babak final, ‘Spiderwoman Grobogan’ itu mengungguli Jaubert dengan catatan waktu 7,740 detik, berbanding 8,010 detik. Sedangkan tempat ketiga diduduki Iuliia Kaplina dari Rusia. Aries mengaku bahagia, namun ia tak ingin jemawa dan cepat puas. Wanita kelahiran Grobogan, Jawa Tengah, 21 Maret 1995, ingin terus melaju dengan menorehkan prestasi-prestasi lainnya yang membanggakan untuk Indonesia. “Terima kasih. Ini podium kedua di world cup. Namun, saya tak ingin berhenti di sini. Saya masih ingin memecahkan rekor dunia agar Indonesia bangga,” tegas Aries. Sementara itu, Hendra Basir, Pelatih Speed Indonesia, mengungkapkan sebetulnya tim tidak menargetkan apa-apa dalam kompetisi ini. Namun, para atlet tetap akan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dan, terbukti hasilnya, dimana atlet dari Indonesia mampu melesat ke posisi pertama. Ia juga mengakui bila misteri medali emas Aspar akhirnya terpecahkan. Menurutnya, capaian ini semakin menunjukkan kelas atlet Indonesia sebagai atlet dunia. “Iya (Aspar pecah emas). Banyak dapat ucapan selamat dari pemain lain. Kita atlet elit tingkat dunia,” tegas Hendra. Sedangkan Caly Setiawan, Kepala Bidang Pembinaan Pengurus Pusat (PP) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), menyebut sebelum berangkat ke China, para atlet diharapkan menunjukkan kelasnya sebagai atlet top. “Untuk Aspar ini memang kami harapkan bisa pecah emasnya dan untuk Aries kami harapkan dapat emas, sehingga semakin memantapkan kalau dia memang atlet top dan medali emas-nya memang merupakan hasil kerja kerasnya selama ini,” tukas Caly. (Adt)

Absen Dua Tahun, Putri SMAN 28 Comeback Sempurna Jadi Kampiun South Region

Babak final Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region, menasbihkan tim putri SMAN 28 Jakarta sebagai juara. Anak asuh Syafiq Ali menyudahi perlawanan SMAN 3 Jakarta, dengan skor 64-52, pada Sabtu (20/10), di GOR Bulungan. (DBL)

Jakarta- Babak final Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region sektor putri, menasbihkan SMAN 28 Jakarta sebagai juara. Tim polesan Syafiq Ali berhasil memukul perlawanan dari SMAN 3 Jakarta, dengan skor yang cukup jauh 64-52, pada Sabtu (20/10), di GOR Bulungan. Hasil ini jadi torehan manis bagi SMAN 28 yang sebelumnya absen di dua tahun terakhir. Mereka berhasil melakukan comeback sempurna. Tim yang bermarkas di daerah Jati Padang, Pasar Minggu, percaya diri mampu bersaing di babak Championship Honda DBL DKI Jakarta Series, pada November. Usai tip off, pertarungan antara kedua sekolah rival itu membuat para penonton tidak bisa diam. Jual beli serangan terjadi di awal laga. Pemain bernomor 9 dari Teladan (julukan SMAN 3), Jofinka Bandini Putri mencuri poin untuk timnya di lima menit babak awal. Aksi pemain berposisi forward sulit dibendung punggawa SMAN 28. Sebanyak 10 poin beruntun dia torehkan dalam lima menit guna mengamankan posisi Teladan. Melalu akurasi tembakan dua poin dari dalam garis three point, Jofinka membawa Teladan unggul. Namun, Sophia Rebecca Adventa dkk terus mengejar ketertinggalan. Dikomandoi Komang Raissa Istyana, SMAN 28 berbalik bermain lepas di lapangan. Pass to pass serta kesabaran srikandi Jati Padang itu, perlahan sanggup merobek ring lawan. Meski setiap kuarter Teladan tertinggal dari segi perolehan nilai, tim asal Setiabudi tersebut tampak tak kenal lelah, untuk memangkas poin dari lawannya. Dua starter andalan Teladan yaitu Jofinka dan Zhara Mauritzka Syafrizal, bahu membahu memberi secercah asa kemenangan timnya. Total perolehan poin Jofinka sebanyak 16 poin disertai 8 rebound dan 1 steal, memperlihatkan kegigihannya berjuang sampai titik darah penghabisan. Juga dengan Zhara, yang membukukan 11 poin, 3 rebound dan 5 steal. Namun usaha putri Teladan seperti pupus, kala performa Sophia mendogkrak kekuatan SMAN 28. Student athlete kelas XI itu mencetak double double dengan 24 poin, 16 rebound, 3 assist, 1 block dan 6 steal, dapat mengangkat kegaharan timnya. Teladan tertinggal jauh, bahkan mereka harus mendapat respect the game pada kuarter ketiga, karena terpaut 20 poin dari sang lawan. Kampiun dua tahun silam hanya mampu memangkas enam poin saja merubah kedudukan akhir, menjadi 64-52. Usai buzzer akhir berbunyi, anak-anak SMAN 28 larut dalam euforia. Keceriaan sang kapten, Sophia tak terbendung lagi. Dirinya bersyukur menaklukkan perlawanan Teladan. “Dua tahun kami absen di DBL. Senang banget bisa jadi juara tahun ini, apalagi mengalahkan Teladan. Kami berpeluang menebar ancaman di babak Championship,” ujar Sophia seraya tersenyum usai pertandingan. Arsitek SMAN 28 Syafiq Ali mengaku keberhasilan timnya berkat performa apik first dan second teamnya. “Saya senang, lapis kedua kami bermain baik. Mereka nggak mau kalah dari starting five-nya. Bahkan mereka menahan laju dari permainan Teladan yang skillful pada kuarter dua,” ujarnya. (Adt)

Peraih Perunggu Asian Games 2018 Wiji Lestari Meriahkan Sepeda Nusantara Etape Blitar, Tingkatkan Kecintaan Olahraga Sepeda

Sepeda Nusantara 2018 di Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim), pada Minggu (21/10),sangat istimewa. Di tengah ribuan peserta terdapat atlet peraih medali perunggu nomor BMX Asian Games XVIII/2018, Wiji Lestari. (istimewa)

Blitar- Sepeda Nusantara 2018 di Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim), pada Minggu (21/10), terasa sangat istimewa. Sebab, di tengah ribuan peserta terdapat atlet peraih medali perunggu nomor BMX Asian Games XVIII/2018, Wiji Lestari. Dara berusia 18 tahun itu berbaur dengan masyarakat yang antusias berpartisipasi dalam event yang menjadi salah satu program unggulan Kemenpora di bawah kepemimpinan Imam Nahrawi (Menpora) itu, melalui gerakan ‘Ayo Olahraga’, bertajuk Bangun Indonesia itu. “Saya senang melihat antusias masyarakat Kabupaten Blitar menyambut dan mensukseskan acara ini. Sepeda Nusantara sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan kebugaran serta gaya hidup sehat,” ungkap Wiji, sapaannya. Wiji yang tercatat sebagai atlet andalan Indonesia yang telah mewakili Merah Putih di multievent olahraga tingkat internasional itu, turut melakukan senam bersama di depan halaman Kantor Bupati Blitar, sebelum start dimulai. Bahkan, sebelum para peserta mengayuh sepeda, Wiji sempat memamerkan kebolehannya menaklukkan tantangan dengan sepeda andalannya. Ia terbang di atas empat orang yang berbaring di lapangan, dan sukses menjawab tantangan tersebut. Atraksi itu spontan mendapatkan aplaus dari para peserta Sepeda Nusantara 2018. “Saya berharap dari kegiatan ini meningkatkan kecintaan terhadap olahraga bersepeda dan memunculkan atlet menjadi pendamping saya di ajang internasional,” tutur Wiji. Ia mendapatkan bonus dari Bupati Blitar selain bonus dari Pemerintah sebesar Rp 250 juta berkat medali perunggu yang diraihnya di ajang Asian Games XVIII/2018. Wiji menorehkan prestasi di nomor BMX, di Internasional Race, Pulomas, Jakarta, usai membukukan catatan waktu 40,788 detik. Medali emas direbut pebalap China, Zhang Yaru, usai mencetak waktu 39,843 detik. Diikuti pebalap Thailand, Kitwanitsathian Chuttikan yang meraih medali perak dengan catatan waktu 40,379 detik. Kembali, Waluyono, Ketua Bidang (Kabid) Olahraga Rekreasi Kemenpora, mengapresiasi antusias masyarakat Kota Blitar. Sebab, kurang lebih 8000-an masyarakat, mulai dari Bupati dan wakilnya, Kapolres, Dandim 0808 Blitar, dan anggota DPR, serta masyarakat memeriahkan program Kemenpora di bawah program Deputi Pembudayaan Olahraga itu. “Kami sangat apresiasi apa yang dilakukan masyarakat Kabupaten Blitar menyemarakkan Sepeda Nusantara. Mereka sangat antusias. Ini bagus karena artinya mereka sukseskan gerakan masyarakat sehat yang digulirkan Kemenpora. Apalagi, pedagang kaki lima juga banyak. Kegiatan ini juga sekaligus menggerakkan perekonomian rakyat,” ungkap Waluyono. Di Bumi Bung Karno itu, para peserta Sepeda Nusantara 2018 menaklukkan lintasan sepanjang 20 km dengan start di Kantor Bupati di Kanigoro, kemudian menuju Tumpang, Bendungan Wlingi Raya, Njegu, Sukorejo, Mbacem, Sukojayan, dan kembali ke Kanigoro. Dan, sekembalinya dari menggowes, para peserta disuguhkan sarapan nasi pecel khas Blitar. Tak sampai disitu, ada kejutan menanti peserta, yakni doorprize berupa enam ekor kambing, selain sepeda dan sepeda motor. “Biasanya doorprize sepeda motor, sepeda, dan peralatan elektronik. Kali ini kami hadirkan kambing, agar bisa dimanfaatkan oleh si penerima. Tentunya jika dipelihara bisa beranak pinak dan menambah ekonomi, tapi jika yang dapat komunitas mau dimasak untuk menambah kebersamaan juga bagus,” imbuh Rijanto, Bupati Blitar, Jatim. Rijanto merasa senang melihat masyarakatnya menyambut baik gelaran Sepeda Nusantara. Ia menilai kegiatan ini sangat bagus untuk menggerakkan semangat gotong royong masyarakat, selain juga mengajak hidup sehat. “Ini tahun kedua setelah tahun kemarin mencatatkan rekor sebagai pelaksana dengan peserta terbanyak dengan 15000 peserta. Kami harapkan Kemenpora mempercayai kami menggelar event ini setiap tahunnya,” tegasnya. Sementara itu, Anggia Esmarini, Staf Khusus Menpora Bidang Komunikasi dan Kemitraan, menyebut Blitar selalu istimewa pada pelaksanaan Sepeda Nusantara. Selain itu, ungkapnya, Blitar selalu total merespons program Pemerintah, dalam hal ini Kemenpora. Tahun lalu, Kabupaten ini mendapatkan penghargaan sebagai tempat penyelenggara dengan peserta terbanyak, yakni 15000 orang. “Kali ini tak sebanyak tahun lalu, tapi antusiasmenya luar biasa. Semua kalangan masyarakat ikut mensukseskan. Tak hanya sisi olahraga, tapi ada hadiah dan kebersamaan serta momentum sosialisi,” tuturnya. Sedangkan Titik Prasetyo, Anggota Komisi X DPR RI, mengaku takjub dengan antusiasme masyarakat dalam mensukseskan penyelenggaraan Sepeda Nusantara. Apalagi, tambah Titik, kegiatan bersepeda merupakan kegiatan murah dan menyehatkan. Ia juga merekomendasikan kegiatan ini dilakukan setiap tahun. “Sepeda Nusantara merupakan kegiatan sangat positif, apalagi animo masyarakat luar biasa. Mereka merindukan hal-hal sepeti ini. Ini olahraga murah, tapi melibatkan banyak orang, maka sebaiknya diadakan setiap tahun. Ini budaya bagus karena ikut menyehatkan banyak orang, dan dapat menghindarkan diri dari narkoba,” tegasnya. “Olahraga juga bisa menekan orang sakit dan menghemat biaya pengobatan,” tukas pria pemegang gelar juara dunia pada Kejuaraan Dunia Karate di Meksiko (1991), dan Tokyo (1993) itu. (Adt)

Berlaga di IFSC Climbing World Cup China, Spiderwoman Grobogan Aries Susanti Rahayu Cs Diminta Tampil Fight

Sebelum tampil di kualifikasi Olimpiade, di Prancis pada 2019, Aries Susanti Rahayu (tengah) dan kawan-kawan, diminta tampil fight pada kejuaaraan dunia IFSC Climbing World Cup, di Wujiang, China, pada 20-21 Oktober 2018. (FPTI)

Wujiang- Aries Susanti Rahayu dan kolega bakal berlaga pada kejuaaraan dunia IFSC Climbing World Cup di Wujiang, China, pada 20-21 Oktober 2018. Mereka diminta tampil fight di Negeri Tirai Bambu itu. Dalam event bergengsi ini, Indonesia turun di nomor men’s speed, men’s lead, women’s speed, dan women’s lead. Selain Aries Susanti, terdapat nama lain yakni Aspar Jaelolo, Alfian M Fajri, Sabri, Muhammad Hinayah, Veddriq Leonardo, Pangeran Septo Wibowo, Puji Lestari, Rajiah Sallsabillah, Agustina Sari, Nurul Iqamah, dan Mudji Mulyani. “Kami akan fight dan menunjukkan kemampuan terbaik kami dalam ajang bergengsi ini. Kami akan memaksimalkan semua kemampuan yang ada,” ujar Hendra Basir, Pelatih Speed Indonesia, dikutip situs resmi FPTI, pada Sabtu (20/10). Sementara itu, Pristiawan Buntoro, Wakil Ketua II Pengurus Pusat (PP) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), menjelaskan usai gelaran Asian Games 2018, para atlet panjat tebing elit Indonesia terus menempa diri dengan mengikuti berbagai event internasional. “Anak-anak ini levelnya sudah dunia. Mereka sedang mempertahankan level dunia mereka,” tegas Pristiawan. Ia berharap para atlet terus menempa diri, sehingga skillnya semakin terasah. Menurutnya, keikutsertaan mereka di event tingkat internasional amat penting guna mempertahankan level mereka. Terlebih, event akbar Olimpiade, di Tokyo, Jepang, semakin dekat. Sebelumnya, Aries Susanti Cs mengikuti dua event ‘The Belt and Road International Climbing Master Tournament 2018’, di Huaian dan Wanxianshan, China, beberapa waktu lalu. Dalam kedua event tersebut atlet Indonesia mampu mengawinkan emas dan memborong medali. “Kami berharap prestasi yang terbaik untuk mereka,” cetusnya. Selanjutnya, usai seri piala dunia di Wujiang, mereka akan mengikuti seri piala dunia di Xiamen, China, pada 27-28 Oktober 2018. Para atlet juga akan beraksi di Asian Championship, pada 7-11 November 2018, di Kurayoshi, Jepang. “Ini sebagai bekal mereka mempersiapkan diri kualifikasi Olimpiade di Prancis pada 2019. Itu tujuan utama kami agar lolos ke Olimpiade Tokyo 2020,” tukas Pristiawan. (Adt)

Bawa Pulang Medali Perunggu Dari Youth Olympic Games 2018, Menpora Bangga Dengan Perjuangan Atlet Muda Indonesia

Imam Nahrawi (Menpora), mengaku bangga dengan perjuangan atlet muda Indonesia di ajang Youth Olympic Games 2018, Buenos Aires, meskipun hanya mampu meraih medali perunggu melalui Nur Vinatasari dari cabang angkat besi. (Kemenpora)

Buenos Aires- Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), akhrinya menyaksikan langsung perjuangan atlet Indonesia di Youth Olympic Games 2018, Buenos Aires, Argentina, pada Kamis (18/10) waktu setempat. Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu, memberikan apresiasi kepada Vinatasari Nur dan kawan-kawan, sekaligus bangga karena sudah berjuang maksimal untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah event internasional. Pada hajatan Youht Olympic Games 2018, skuat Merah Putih berhasil mendapatkan satu medali perunggu melalui cabang olahraga Angkat Besi atas nama Nur Vinatasari yang turun di kelas 53 kg. Lifter remaja kelahiran Pringsewu, Lampung, 5 Juli 2001 itu, membukukan total angkatan 162 kg, yakni 72 kg angkatan snatch, dan 90 kg untuk clean and jerk. Sementara itu, Sabina Baltag asal Rumania meraih medali emas usai mencatatkan total angkatan 177 kg (snatch 77 kg dan clean and jerk 100 kg). Dan, medali perak menjadi milik Junkar Acero asal Kolombia dengan total angkatan 176 kg (snatch 78 kg dan clean and jerk 98 kg). Imam mengatakan yang sudah dilakukan para atlet muda Indonesia di ajang ini sudah sangat luar biasa. “Terima kasih atas pengalaman yang berharga untuk para atlet-atlet muda kita. Olimpiade adalah level tertinggi dari pesta olahraga multievent. Tidak mudah untuk masuk ke dalam level ini,” ujar Menteri berusia 45 tahun itu. Suami dari Shobibah Rohma itu, berharap atlet muda yang turun di Youth Olympic Games 2018, Buenos Aires, Argentina, terus semangat berlatih, sebagai modal menghadapi event-event internasional lainya. “Kita tahu, Indonesia baru saja sukses secara prestasi di Asian Games dan Asian Para Games 2018. Hasil ini sudah menjadi modal besar bagi atlet muda Indonesia untuk menghadapi ajang yang lebih tinggi seperti Olimpiade. Terus semangat dan jangan mudah putus asa,” tegasnya. Sedangkan Dito Ario Tejo, Chief de Mission (CdM) Kontingen Indonesia Youth Olympic Games (YOG) 2018, menyebut hasil di Youth Olympic Games 2018 ini menjadi pelajaran berharga untuk menghadapi event-event berskala dunia. “Sangat bangga dan senang dengan prestasi yang diraih oleh para atlet. Mereka sudah berjuang dengan luar biasa,” tukas Dito. Olimpiade Remaja 2018 di Buenos Aires, Argentina, berlangsung pada 6-18 Oktober. Terdapat 32 cabang dengan 241 nomor yang dipertandingkan. Kontingen Indonesia mengirimkan 18 atlet untuk berpartisipasi pada 8 cabor. Yakni badminton (Maharani Sekar Batari dan Ikhsan Leonardo Immanuele Rumbai), atletik (Diva Renatta Jayadi dan Adi Ramli Sidiq), renang (Adinda Larasati Dewi Kirana, Farrel Armando Tangkas, Azzhara Permatahani, dan Azel Zelmi Arialingga). Kemudian, angkat besi (Nur Vinatasari), basket 3×3 (Ni Putu Eka Liana, Michelle Kurniawan, Hoo Valencia Angelique, dan Nathania Claresta Orville), menembak (Muhamad Naufal Mahardika), golf (Vania Ribka), dan voli pantai (Bintang Akbar dan Danang Herlambang). (Adt)

Catatan Kelam Timnas U-19 Kontra Qatar vs Impian Lolos Piala Dunia U-20 di Polandia

Jika sanggup mengandaskan Qatar, saat laga kedua Grup A Piala Asia U-19, pada Minggu (21/10), di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, maka akan membuka peluang Egy Maulana Vikri dan Kolega lolos ke fase 16 Besar. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 selangkah lagi bisa menapakkan kaki ke babak delapan besar Piala Asia U-19 2018. Satu kemenangan saja akan membuka peluang Egy Maulana Vikri dan Kolega lolos ke fase 16 Besar. Indonesia akan melawan Qatar, di laga kedua Grup A Piala Asia U-19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (21/10) malam. Bagaimana catatan penampilan Timnas U-19 kontra Qatar di Piala Asia U-19? Timnas U-19 sudah empat kali bertemu Qatar di Piala Asia U-19. Ternyata, Qatar sanggup menang tiga kali dan sisanya berakhir imbang. Jika memenangkan laga atas Qatar, Garuda Nusantara mengemas enam poin. Lalu, jika Uni Emirat Arab (UEA) memenangkan laga melawan Taiwan, pada Minggu (21/10), otomatis, hanya Timnas U-19 dan UEA yang akan lolos ke babak 16 besar. Sebab jika Qatar dan Taiwan mengalami dua kekalahan, maka saat mereka saling berhadapan di laga pamungkas Grup A, hasil apapun tak akan mengejar perolehan poin Timnas U-19 dan UEA. Ceritanya akan berbeda, jika hasil laga antara Timnas U-19 melawan Qatar berkesudahan imbang. Torehan nilai tim asuhan Indra Sjafri ini hanya empat poin, dan Qatar meraih satu poin. Bahkan, laga Al-Annabi (julukan Qatar) kontra Taiwan di laga terakhir Grup A, amat berpotensi menjadi kejutan yang menyakitkan. Maka, Timnas U-19 hanya punya opsi melibas UEA di partai penutup Grup A, jika ingin lolos ke babak delapan besar. Sementara, jika UEA menang dari Taiwan, maka tim berjuluk Al Sukoor (The falcons) itu mengantungi enam poin. Sebaliknya, bila Taiwan yang unggul atas UEA, maka tim yang dulu dikenal sebagai negara Formosa ini, akan mengumpulkan tiga poin. Keadaan Grup A justru akan menjadi dramatis, kala di laga kedua besok, Timnas U-19 terpaksa kalah dari Qatar, dan Taiwan menyudahi UEA dengan kemenangan. Maka, seluruh kontestan total memiliki tiga poin, dan partai bernuansa “Final” bakal tersaji di partai terakhir, pada Rabu (24/10) nanti. Maka jika ingin menjaga asa lolos, Timnas U-19 harus mengalahkan Qatar. Selain itu, merah putih muda pun wajib menang dengan margin gol besar, demi mengantisipasi resiko tersisih, andai selisih gol menjadi paramater lolos atau tidaknya ke perempat final. Setelah itu, Timnas U-19 harus menang di babak perempat final melawan juara atau runner-up Grup B, lalu tampil di babak semifinal sekaligus merebut tiket ke Piala Dunia U-20, yang akan berlangsung pada bulan Mei-Juni pada 2019, di Polandia. (art) Rekor Pertemuan Timnas U-19 vs Qatar U-19 25 September 2004 Grup B Piala Asia U-19 2004 Qatar 1-0 Indonesia 11 September 1994 Grup A Piala Asia U-19 1994 Indonesia 1-1 Qatar 3 November 1990 Grup A Piala Asia U-19 1990 Indonesia 1-2 Qatar 1 Desember 1986 Grup A Piala Asia U-19 1986 Qatar 3-0 Indonesia

Kalah Straight Set dari Wakil India, Gregoria Gagal Rebut Tiket Final Denmark Open 2018

Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, gagal merebut tiket final Denmark Open 2018. Jorji, sapaannya takluk dari wakil India, Saina Nehwal, pada semifinal Denmark Open 2018, pada Sabtu (20/10). (Humas PBSI)

Odense- Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, gagal merebut tiket final Denmark Open 2018. Gregoria Mariska Tunjung berhadapan dengan wakil India, Saina Nehwal, pada semifinal Denmark Open 2018. Wakil Indonesia satu-satunya pada sektor tunggal putri itu menyerah dua gim langsung pada pertandingan yang berlangsung di Odense Sports Park, Denmark, Sabtu (20/10). Saina Nehwal berhasil keluar sebagai pemenang, setelah unggul 21-11, 21-12 atas Jorji, sapaannya. Dara 19 tahun ini memulai gim pertama dengan kurang bagus. Nehwal mampu mendominasi jalannya pertandingan. Tunggal putri India itu bahkan mampu mengakhiri interval gim pertama dengan keunggulan 11-5. Selepas jeda interval, Nehwal kembali memperlebar jarak poin dari Jorji. Beberapa kali wakil Indonesia itu melakukan kesalahan yang menguntungkan lawan. Sempat mengejar keunggulan Nehwal, Jorji lalu menyerah 21-11 pada gim pertama. Pada gim kedua, ia memulai pertandingan dengan kurang baik. Tiga kali pengembalian bolanya keluar lapangan. Sempat tertinggal empat angka, Jorji berusaha mengejar keunggulan Nehwal. Upaya tersebut berhasil dan mampu mengubah kedudukan menjadi sama kuat, 7-7. Namun, Nehwal kembali melebarkan jarak poin untuk mengakhiri interval gim kedua dengan keunggulan 11-8. Selepas jeda interval gim kedua, Korji masih belum mampu dan makin kesulitan memangkas keunggulan Nehwal. Wakil Indonesia itu pada akhirnya harus mengakui keunggulan Nehwal setelah kalah 12-21 pada gim kedua. (Adt)

Kunci Gelar Juara Piala Yuni Kartika Superliga Junior 2018, PB Djarum Putri U-17 Raih Rp 50 Juta

PB Djarum Putri U-17 mengunci gelar juara Blibli.com Supersoccer Junior 2018 dan meraih Trofi Yuni Kartika, usai mengalahkan PB Jaya Raya Jakarta 3-1, di GOR Djarum, Magelang, Sabtu (20/10). (beritasatu.com)

Magelang- Tim putri U-17 PB Djarum Kudus mengunci gelar juara kejuaraan bulutangkis Superliga Junior 2018 dan meraih Trofi Yuni Kartika, usai mengalahkan PB Jaya Raya Jakarta 3-1, di GOR Djarum, Magelang, Sabtu (20/10). Selain Trofi, Tim U-17 PB Djarum berhak atas uang pembinaan Rp50 Juta. Sementara itu, PB Jaya Raya harus puas dengan uang pembinaan Rp25 Juta. Sedangan semifinalis yang ditempati PB Exist dan PB Mutiara Cardinal memperoleh masing-masing Rp15 Juta. Kemenangan yang diperoleh pemain muda putri PB Djarum terbilang berliku. Mereka bahkan harus kehilangan partai pertama setelah Nurani Ratu Azzahra dipaksa mengakui keunggulan Stephanie Widjaja dalam pertarungan tiga game. Setelah bertanding satu jam lebih, Nurani bisa memenangkan duel dengan skor 20-22, 21-19, 21-13. Ketinggalan 0-1 membuat PB Djarum harus memenangkan partai kedua yang memainkan nomor ganda. Pasangan Berliona Alma Pradisa/Indah Cahya Sari Jamil berhasil menjalankan tugasnya dengan baik setelah mengandaskan perlawanan Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia dengan 21-15, 21-15. Kedudukan imbang ini membuat tunggal kedua PB Djarum Aisha Galuh Maheswari makin bersemangat untuk menyumbangkan angka. Galuh pun bisa membayar kepercayaan untuk menambang poin untuk membawa PB Djarum menjauh dari PB Jaya Raya. Kemenangan 21-14, 21-19 atas Tasya Farahnilah menjadikan skor menjadi 2-1. Pasangan Khusnul Khatimah/Sintia Dewi Yuliana akhirnya menjadi penentu kemenangan PB Djarum. Mereka berhasil memastikan gelar tersebut usai mengalahkan Maria Devanya Kemanutu/Mayang Permata Sari dengan 21-19, 18-21, 21-17. Manajer tim PB Djarum Fung Permadi kepada media mengungkapkan apresiasi pada para pemain. “Mereka mengeluarkan tenaga dan pikiran untuk mencapai ini,” ucapnya. Namun Fung tetap menilai penampilan pemainnya ada yang harus dibenahi. “Pemain ganda banyak kesalahan mendasar. Tapi yang menyumbangkan poin berperan besar karena ini beregu dan persiapan kami jauh lebih panjang. Dan kami sebagai penyelenggara,” tukasnya. (Adt) Hasil Final PB Jaya Raya VS PB Djarum Stephanie Widjaja vs Nurani Ratu Azzahra 20-22 21-19 21-13 Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia vs Berliona Alma Pradisa/Indah Cahya Sari Jamil 15-21 15-21 Tasya Farahnailah vs Aisha Galuh Maheswari 14-21 19-21 Maria Devanya Kelmanutu/Mayang Permata Sari vs Khusnul Khatimah/Sintia Dewi Yuliani 19-21 21-18 17-21

ASEAN Autism Games 2018 Dihelat, Gali Bakat Anak Autis di Bidang Olahraga

Para peserta tampak mengikuti lomba renang, pada ajang ASEAN Autism Games 2018, di Kolam Renang Gelanggang Olahraga (GOR) Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, pada Sabtu (20/10). (Adt/NYSN)

Jakarta- Ratusan anak penderita autis atau berkebutuhan khusus dari Indonesia dan negara Asia Tenggara, bersaing menjadi yang terbaik di ajang kompetisi bertajuk ‘4th AAN Congress ASEAN Autism Games 2018’, di Gelanggang Olahraga (GOR) Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, 20-21 Oktober. Event ini kerja sama Yayasan Autisma Indonesia (YAI), Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi London School of Public Relations (LSPR) Jakarta, London School Center for Autism Awareness (LSCAA), Asia Pacific Development Center of Disability (APCD), Pemerintah Jepang, dan Kementerian Pembangunan Sosial dan Keamanan Manusia Thailand. Selain itu, event ASEAN Autism Games 2018 ini juga didukung oleh Sekretariat ASEAN, ASEAN Autism Mapping, ASEAN Autism Network, dan Japan-ASEAN Integration Fund. Sebelumnya, ASEAN Autism Games telah digelar di Filipina, Vietnam dan Myanmar. Dan, pada ASEAN Autism Games edisi keempat ini, Indonesia mengirimkan wakilnya sebanyak 179 peserta, Filipina 6 peserta, Myanmar 13 peserta, Vietnam 3 peserta, Singapura 5 peserta, Malaysia 9 peserta, Laos 1 peserta, dan Thailand 1 peserta. Autisme adalah gangguan perkembangan otak yang memengaruhi kemampuan penderita dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Autisme menyebabkan gangguan perilaku dan membatasi minat penderitanya. Autisme tergolong ke dalam gangguan spektrum autisme atau autism spectrum disorder (ASD). Hal ini karena gejala dan tingkat keparahannya bervariasi pada tiap penderita. Namun, dengan terapi khusus dan perhatian, terutama dari keluarga, penderita autisme dapat tumbuh dengan baik, bahkan banyak dari mereka yang dapat lulus dari perguruan tinggi di berbagai program pendidikan dengan hasil yang memuaskan. Karnajaya, Ketua Panitia ASEAN Autism Games 2018, mengaku event ini bertujuan melihat potensi anak penderita autis di olahraga. “Selama ini, masyarakat umum mengetahui penderita autis berbakat di bidang seni, seperti menggambar dan bermusik. Kini, kami coba potensi dan bakat mereka di olahraga,” ujar Karna, pada Sabtu (20/10). Pihaknya sebelumnya telah menggelar Indonesia Autism Games pada 2017, sebagai persiapan untuk menggelar ASEAN Autism Games 2018. “Dan animonya sangat besar, tapi untuk saat ini kami baru berani melaksanakan olahraga lari dan renang. Meskipun ada beberapa cabang olahraga lainnya, tapi jumlahnya masih sedikit sekali,” lanjutnya. Karna menambahkan pemerintah telah memberik perhatian bagi para penderita autis. Namun, diakuinya, bila dukungan dana masih sangat minim. “Pemerintah telah memberikan perhatian sangat baik. Tapi, kalau soal pendanaan masih minim. Kami juga tahu, masih banyak yang harus diurus oleh pemerintah,” imbuhnya. Selain lari dan renang, di ASEAN Autism Games 2018, peserta juga tampil dalam permainan tradisional dan permainan dodgebee yang meningkatkan aktivitas interaksi para peserta, melatih motorik, namun aman dimainkan karena menggunakan cakram ringan dan lembut yang terbuat dari busa, tapi dapat dilempar ke udara dan ditangkap. Sementara itu, Lia Juwita, Ibu dari anak penderita autis, Dewangga Kanahaya Iskandar, menyambut baik gelaran event ASEAN Autism Games 2018 ini. Ia berharap tidak hanya lingkup Asia Tenggara, namun kompetisi ini dapat berlanjut ke kawasan Asia. “Kalau sudah ASEAN, mestinya kedepan juga harus ada tingkat Asia. Sehingga memberi kesempatan kepada anak-anak penderita autis untuk berprestasi ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu juga memberikan motivasi juga kepada para orang tua yang memiliki anak autis seperti saya,” jelasnya. “Dan yang lebih penting adalah pemerintah harus memberikan perhatian dan memberikan fasilitas para penderita autis ini. Tentu, harapannya yang ingin dicapai adalah mereka bisa terus berprestasi nantinya,” tukas Lia. (Adt)

Ribuan Peserta Meriahkan Sepeda Nusantara 2018 Etape Palembang, Kuatkan Budaya Olahraga di Masyarakat

Sekitar 3000 peserta memeriahkan event Sepeda Nusantara 2018 etape Palembang, Sumatera Selatan, pada Sabtu (20/10), yang menempuh jarak sepanjang 23 km, melintasi beberapa ikon kota seperti Monpera (Monumen Penderitaan Rakyat), Jembatan Ampera, dan Jakabaring Sport Center (JCS). (istimewa)

Palembang- Sukses menggelar hajatan Asian Games XVIII/2018, beberapa waktu lalu, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menuai kesuksesan saat menggelar event nasional, yakni Sepeda Nusantara 2018, yang bertemakan ‘Bangun Indonesia’, pada Sabtu (20/10). Mengambil start dari pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), peserta yang berjumlah lebih dari 3000 orang itu sangat antusias mengayuh sepedanya sepanjang 23 Km melintasi beberapa ikon kota seperti Monpera (Monumen Penderitaan Rakyat), Jembatan Ampera, dan Jakabaring Sport Center (JCS). Fitriani Agustinda, Wakil Wali Kota Palembang, menyebut event salah satu program unggulan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di bawah komando Imam Nahrawi, selaku Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di Kota Palembang. “Sudah saatnya kita terus kenalkan Kota Palembang, salah satunya melalui olahraga, setelah sukses menjadi tuan rumah Asian Games 2018, kini gelaran Sepeda Nusantara juga harus bisa sukseskan bersama-sama,” ujar Fitri, sapaannya, dalam sambutannya saat melepas ribuan pesepeda di Pelataran Benteng Kuto Besak Palembang, Palembang. Fitri berharap event-event besar olahraga bisa kembali hadir di Kota berjuluk ‘Pempek’ itu. “Dengan hadirnya event-event besar olahraga di Palembang, tentu saja akan meningkatkan pendapatan masyarakat Palembang,” lanjutnya. Sementara itu, Raden Isnanta, Deputi III Pembudayaan Olahraga Kemenpora yang turut hadir dalam event Sepeda Nusantara di Palembang, mengaku bangga terhadap masyarakat Palembang yang ingin membugarkan tubuhnya dengan berolahraga, terutama turut berpartisipasi dalam Sepeda Nusantara ini. Isnanta menambahkan program nasional Sepeda Nusantara ini sudah mendapatkan persetujuan dari Komisi X DPR RI, dimana program ini juga menjalankan amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1/2017 tentang gerakan masyarakat hidup sehat (Germas). “Setelah Palembang jadi pembicaraan dunia khususnya Asia melalui ajang Asian Games, serta prestasi Indonesia di empat besar dalam pesta olahraga itu, kita harus sepakat membangun olahraga yang non prestasi dengan menguatkan budaya olahraga, agar masyarakat yang non atlet harus bergerak sesuai Inpres Nomor 1/2017,” tuturnya. “Bersepeda merupakan salah satu cara untuk mendapatkan kebugaran, tidak menutup aktivitas olahraga lainnya, sekaligus mari kita mengajak saudara-saudara kita yang menyandang disabilitas untuk terus berolahraga. Intinya olahraga untuk semua,” tegas Isnanta. Sedangkan Mustafa Kamal, Anggota Komisi X DPR RI, yang juga hadir dalam event ini, meneyebut dengan bersepeda menyongsong Palembang untuk masa yang akan datang menjadi negeri yang sehat, baik itu jiwa maupun raganya. “Bangun jiwanya, bangun raganya, seperti penggalan lirik lagu kebangsaan yang sering kita nyanyikan. Mudah-mudahan dengan Sepeda Nusantara ini kita menjadi generasi muda yang kokoh menyambut masa depan Indonesia,” ungkap Mustafa. Ini merupakan tahun kedua dari pelaksanaan event Sepeda Nusantara bersifat massal, dimana pada tahun pertama bernama Gowes Pesona Nusantara. Mustafa menegaskan jika titik pelaksanaan pada tahun depan harus diperbanyak. “Titik-titik pelaksanaan Sepeda Nusantara pada tahun depan harus di perbanyak, bukan hanya dipusat-pusat Ibukota Provinsi, tapi juga di Kabupaten Kota. Ini murah meriah, gegap gempita, kebersamaan masyarakat Indonesia, segar bugar, dan sehat. Jadi itulah Indonesia,” imbuhnya. “Ini momentum, karena Indonesia di Asian Games kemarin meraih prestasi cemerlang, sehingga gairah masyarakat untuk berolahraga jangan sampai terputus,” tukas Mustafa. (Adt)

Pulangkan Juara Bertahan, PB Djarum Kunci Tiket Final Putri U-17 Superliga Junior 2018

Aisha Galuh Maheswari menjadi pahlawan PB Djarum Kudus Tim pUtri U-17, karena berhasil meraih kemenangan di partai penentu, setelah menang atas Imtyaz Yasmin, 21-14, 19-21, 21-18. (PB Djarum)

Magelang- Berlaga di Gelanggang Olahraga (GOR) Bulutangkis Djarum, Magelang, Jawa Tengah, pada Jumat (19/10), tim putri U-17 PB Djarum Kudus sukses memulangkan juara bertahan PB Exist Jakarta, dengan skor tipis 3-2, di laga semifinal kejuaraan bulutangkis Superliga Junior 2018. PB Djarum Kudus unggul 1-0 terlebih dahulu dari PB Exist Jakarta, setelah tunggal pertama Aisyah Sativa Fatetani, mampu menaklukan Irgi Apprilla, rubber game, 21-18, 17-21, 21-19, dalam tempo 65 menit. Duet Berliona Alma Pradisa/Indah Cahya Sari Jamil, yang turun di partai kedua, menambah keunggulan PB Djarum Kudus menjadi 2-0. Tanpa kesulitan pasangan ini membungkam perlawanan Fadillah Nur Hidayah/Shiva Nabila Putri, dalam duel sepanjang 35 menit, dengan skor 21-11, 21-17. Namun, kemenangan PB Djarum Kudus harus tertunda. Sebab, memainkan partai ketiga, tunggal putri Nurani Ratu Azzahra harus tumbang dari Siti Sarah Azzahra, rubber game, dengan skor 18-21, 21-12, 11-21, dalam pertarungan selama 48 menit. Nasib serupa juga menimpa partai keempat yang menurunkan dobel Khusnul Khatimah/Putri Giani Nabila Salwa. Mereka dipaksa takluk usai melakoni laga dua gim, dengan skor 19-21, 17-21, dari ganda PB Exist Jakarta Jesita Putri Miantoro/Vyananda Bintang Racketta, dalam waktu 40 menit. Kedudukan imbang 2-2. Beban berat disandang Aisha Galuh Maheswari, yang turun di partai kelima sekaligus penentu. Namun, pemain kelahiran Banyumas, Jawa Tengah, 19 Oktober 2002 itu mampu menuntaskan tugasnya dengan baik. Ia tampil gemilang dengan menumbangkan Imtyaz Yasmin, melalui pertarungan melelahkan sepanjang 64 menit, dengan skor 21-14, 19-21, 21-18. Kedudukan berakhir 3-2 untuk kemenangan PB Djarum Kudus. Di pertandingan itu, Galuh mengaku tegang karena harus melakoni laga penentu. “Gim pertama sebenarnya saya sudah sempat menghilangkan rasa tegang itu dan bermain biasa saja. Tetapi di gim kedua saya gagal mengatasi serangan lawan,” ujar Galuh. “Meskipun sempat berusahan untuk menyusul, namun saya belum bisa membalikan keadaan,” lanjutnya. “Gim ketiga saya sudah yakin saja, dan menerapkan pola bermain menyerang seperti yang yang diarahkan oleh pelatih. Tetapi di akhir-akhir saya sempat tegang, untungnya bisa cepat sadar dan bisa percaya diri lagi,” tambah Galuh. Kemenangan itu membuat tim putri U-17 PB Djarum Kudus sukses mengamankan tiket final Superliga Junior 2018, dan akan berjumpa dengan PB Jaya Raya Jakarta, pada Sabtu (20/10), yang berhasil menyingkirkan PB Mutiara Cardinal Bandung, dengan skor 3-2. (Adt)

Terinspirasi Syuci Indriani Atlet Paragames Berprestasi, NPC Harapkan PPLP Disabilitas Usai APG 2018

Syuci Indriani penyandang tunagrahita dengan IQ di bawah 75. Syuci membela kontingen Indonesia menjadi atlet Para Renang dalam klasifikasi S14. Atlet berusia 17 tahun asal Riau ini menyumbang empat medali, bagi tim merah putih dalam ajang Asian Para Games 2018. (Riz/NYSN)

Jakarta- Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia sangat berharap kehadiran Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) yang khusus membina sekaligus menemukan atlet disabilitas nasional, pada tingkat provinsi di seluruh Indonesia. “Kami tak akan kesulitan untuk menemukan atlet disabilitas jika terdapat PPLP khusus di setiap provinsi. Sudah ada beberapa provinsi yang siap menyelenggarakan PPLP khusus disabilitas,” kata Ketua NPC Indonesia Senny Marbun, pada Jumat (18/10). Harapan kehadiran PPLP khusus disabilitas pada tingkat provinsi menyusul prestasi kontingen Indonesia dalam Asian Para Games 2018. Indonesia sukses memboyong 37 medali emas, 47 medali perak, dan 51 medali perunggu yang mengantarkan pada peringkat lima Asia. “Setelah ada PPLP di setiap provinsi, lalu akan digelar event pertandingan antar-PPLP. Atlet terpilih dari pertandingan itu lantas masuk Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Disabilitas di Surakarta,” kata Senny. Keberadaan PPLP khusus disabilitas di tiap provinsi di Indonesia, menurut Senny, akan mendorong pembinaan dan pelatihan yang lebih terukur, komposisi data atlet yang lebih lengkap, serta kemampuan untuk mengukur kemampuan lawan dan diri sendiri melalui “sport intelligence” berdasarkan data atlet-atlet internasional. “Kami juga butuh dukungan menyeluruh dari semua pihak agar prestasi yang telah dicapai Indonesia dapat dipertahankan. Apalagi, kami menyiapkan diri jelang Paralimpiade 2020,” katanya. Salah satu atlet yang berprestasi dalam Asian Para Games 2018 dan masih teritung dalam usia sekolah adalah Syuci Indriani. Bila dilihat secara kasat mata, nyaris tak ada kekurangan dalam diri Syuci secara fisik. Ia sempurna, sama seperti manusia biasanya. Namun, remaja 17 tahun itu penyandang tunagrahita dengan IQ di bawah 75. Oleh karenanya, Syuci masuk dalam klasifikasi S14. Meski demikian, dara kelahiran Pekanbaru, Riau, 28 Januari 2001 ini menyabet empat medali, dengan rincian 2 emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Dengan label menjadi atlet tersubur kontingen merah putih sepanjang event Asian Para Games 2018, anak ketiga dari empat bersaudara itu akhirnya berhak meraih bonus sebanyak Rp3,75 miliar. Sekedar catatan, saat berusia 6 tahun ia sudah mengenal olahraga renang dari sang ayah. Syuci pun memgaku bahwa olahraga renang menjadi cinta pertamanya. Bakat alaminya mengenai renang mulai terasah usai ia memasuki club renang di Riau. Bahkan ia pernah meraih medali emas untuk kejuaraan pertamanya di Olimpade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Untuk pendidikannya Syuci mengikuti sekolah pada umumnya, ia tak pernah masuk Sekolah Luar Biasa (SLB). Syuci kini tengah duduk di kelas 3 SMA Olahraga Provinsi Riau jurusan IPS. Orangtua Syuci sengaja tak memasukkan Syuci ke sekolah Luar Biasa, karena ia menderita tunagrahita. NPC Indonesia menyampaikan terimakasih kepada pemerintah, terutama Kementerian Pemuda dan Olahraga penyelenggaraan Asian Para Games 2018 di Jakarta serta pemberian bonus yang bernilai setara bagi atlet-atlet disabilitas. Senny berharap NPC Indonesia menjadi lembaga yang setara dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan mendapatkan bantuan dana bersumber dari Kemenpora setiap tahun. “Jika kami mendapat dukungan anggaran rutin tiap tahun yang mampu mencukupi kebutuhan, kami mungkin tak meminta kontribusi total sebesar 30 persen dari tiap bonus yang didapatkan atlet. Pengurus NPC juga tak perlu mengeluarkan dana pribadi, untuk pengembangan dan pembinaan olahraga disabilitas nasional,” katanya. Senny mengaku optimistis pemerintah akan memberikan dukungan anggaran bagi organisasi NPC Indonesia dan bukan hanya bagi pelatnas atlet-atlet disabilitas. Begitupula dengan dukungan dari pihak ketiga berupa sponsor. NPC Indonesia, sesuai anggaran dasar dan anggaran rumat tangga, memotong total 30 persen dari bonus yang diterima atlet-atlet disabilitas. Alokasinya, NPC pusat akan mendapatkan 15 persen, NPC Provinsi mendapatkan 10 persen, dan NPC kabupaten/kota mendapatkan lima persen dari bonus yang diperoleh setiap atlet. (Adt)

Final GSI Nasional 2018, Skuat Banten Bakal Habis-habisan Lawan Jatim Demi Berlatih Menuju Turin

Tim Gala Siswa Indonesia (GSI) Banten yang diwakili tim SMP di kawasan Tangerang Selatan (Tangsel), menuju juara GSI 2018 tingkat Nasional, yang akan menghadapi tim GSI Jawa Timur, pada Sabtu (20/10) di Stadion Madya, Senayan, Jakarta. (Metrotangsel.com)

Jakarta- Langkah skuat Gala Siswa Indonesia (GSI) Banten yang diwakili tim SMP di kawasan Tangerang Selatan (Tangsel), menuju juara GSI 2018 tingkat Nasional tinggal selangkah lagi. Menantang tim GSI Jawa Tengah (Jateng) di babak semifinal, mereka berhasil menang dengan skor tipis 1-0. Tampil di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, Kamis (18/10), tim GSI Banten unggul melalui gol tunggal Dicky Wahyudi. Jalannya pertandingan di semifinal ini pun, berjalan menarik. Sejak wasit meniup peluit kick off babak pertama, kedua tim sama-sama ngotot untuk memperebutkan tiket final. Saling jual beli serangan tersaji, Banten yang masih mengandalkan Aditya Daffa Al Haqi sebagai kapten sekaligus pengatur ritme permainan, sempat menciptakan peluang berbahaya. GSI Jateng bukan tanpa perlawanan, beberapa kali pertahanan GSI Banten yang dikawal Herjun Harianja bekerja keras menghalau serangan GSI Jateng. Terlalu asyik menyerang, pertahanan GSI Jateng lengah dan terbuka. Hal ini dimanfaatkan baik GSI Banten. Hasilnya, gol GSI Banten yang ditunggu-tunggu hadir melalui Dicky dan merubah skor menjadi 1-0. Di final, GSI Banten sudah ditunggu tim GSI Jawa Timur (Jatim). Tim GSI Jatim lolos ke babak puncak, usai mengalahkan tim tuan rumah penyelenggara GSI 2018, DKI Jakarta dengan skor 2-0. Pertandingan final pun, akan dimainkan pada Sabtu (20/10) di Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Pelatih GSI Banten, Suwandi mengatakan di final para pemainnya akan tampil habis-habisan meraih gelar juara. Apalagi skuat GSI Banten fit 100 persen. “Insya Allah Banten siap untuk final. Anak-anak juga fit semua. Menjelang final, kami latihan ringan di sekitar hotel, karena tim tidak pulang ke Tangsel,” ujar Suwandi. Sekedar catatan, GSI Banten adalah pemuncak klasemen grup E di babak penyisihan. Mereka pun memiliki statistik mengkilap dengan raihan poin 9, dan mencetak 8 gol serta hanya kebobolan 1 gol. Saat menantang GSI Sumut pemuncak grup A di laga perempat final, pada Rabu (16/10), keperkasaan GSI Banten makin menggila. Lewat gol Prasetyo Tri, Aditya Daffa Al Haqi dan Alvin Alfareza, tim kota penyangga ibukota ini menyudahi perlawanan tim Urang Awak, dengan skor telak 3-0. Sebelum laga semifinal, Skuat GSI Banten total menorehkan 11 gol, dan menjadi tim paling produktif. (Adt)